Your SlideShare is downloading. ×
ISOMER
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Saving this for later?

Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime - even offline.

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

ISOMER

55,879
views

Published on

Published in: Education, Sports, Business

3 Comments
9 Likes
Statistics
Notes
  • bagus
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • saya apa lg... :(
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • saya tidak bgtu mngrti mngenai isomer optis
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total Views
55,879
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
1,056
Comments
3
Likes
9
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. ISOMER BY : dra. SUSMININGSIH
  • 2.
    • STANDART KOMPETENSI
    • INDIKATOR
    • MATERI
    • EVALUASI
    • DAFTAR PUSTAKA
  • 3. STANDART KOMPETENSI
    • Mendeskripsikan struktur,
    • cara penulisan, tata nama, sifat, kegunaan, dan identifikasi senyawa karbon. (halo alkan, alkanol, alkoksi alkan, alkanon, alkanoat, dan alkil alkanoat).
  • 4. INDIKATOR
    • Menjelaskan pengertian isomer.
    • Menentukan isomer senyawa karbon.
    • Menjelaskan macam isomer beserta gugus fungsinya dan contoh.
  • 5. MATERI
    • PENGANTAR
    • PENGERTIAN ISOMER
    • PEMBAGIAN ISOMERI DAN STRUKTURNYA
  • 6. PENGANTAR
    • Kemampuan atom karbon untuk membentuk ikatan rantai memungkinkan berbagai kombinasi dalam bentuk maupun bangun molekul. Ini mengakibatkan timbulnya senyawa-senyawa yang mempunyai komposisi atau rumus molekul sama tetapi dengan rumus bangun (struktur) yang berlainan.
  • 7.
    • Disamping itu adanya perbedaan letak dan jenis dari gugus fungsional menambah macam isomer. Karena itu mudah dipahami mengapa jumlah dan macam dari zat organik menjadi banyak sekali, jauh melampaui zat-zat anorganik.
    • Berikut ini kita tinjau macam-macam isomer beserta strukturnya.
  • 8. PENGERTIAN ISOMER
    • Dalam bahasa Yunani, Isomer berarti
    • Iso = sama, Meros = bagian.
    • Isomer adalah senyawa yang
    • mempunyai rumus molekul sama,
    • tetapi rumus strukturnya
    • berbeda.
  • 9. PEMBAGIAN ISOMER ISOMER STUKTUR GEOMETRI RANTAI POSISI FUNGSIONAL OPTIK CIS-TRANS
  • 10.
    • Isomer dibagi menjadi 2 yaitu :
    • Isomer struktur adalah isomer karena perbedaan struktur.
    • 2. Isomer geometri disebut juga isomer ruang yaitu isomer karena perbedaan konfigurasi.
  • 11. ISOMER RANTAI
    • Isomer rantai disebut juga isomer cabang atau isomer rangka.
    • Disebut isomer rangka karena perbedaan ikatan rantai.
    • Isomer rantai adalah suatu zat yang mempunyai rumus molekul sama, tetapi mempunyai rangka atom C
    • (struktur atom C) berbeda.
    • Senyawa yang mempunyai isomer rantai adalah golongan alkana.
  • 12.
    • Contoh isomer rantai :
    • Senyawa C 4 H 10 terdapat dua isomer,yang satu rantai lurus (normal butana), lainnya rantai bercabang (2 metil propana). Makin banyak atom C makin banyak pula isomernya.
    • 1. Butana, C 4 H 10 mempunyai isomer rangka
    CH 3 CH 2 CH 2 bentuk rangka C lurus : n-butana CH 3 CH CH 3 CH 3 2-metil propana bentuk rangka C bercabang : CH 3
  • 13.
    • 2. Pentana, C 5 H 12 mempunyai isomer
    • rangka :
    CH 2 CH 3 CH 3 CH 2 CH 2 Bentuk rangka C : n-pentana CH 3 CH CH 2 CH 3 CH 3 Bentuk rangka C : 2-metil butana
  • 14. ISOMER POSISI
    • Isomer posisi adalah suatu senyawa yang mempunyai rumus molekul sama, gugus fungsi juga sama hanya posisi (letak) gugus fungsi berbeda. Isomer ini berlaku untuk senyawa yang mempunyai gugus fungsi seperti pada :
  • 15.
    • 1. Senyawa propanol (C 3 H 7 OH) mempunyai rumus :
    CH 3 OH CH 2 OH CH 2 (posisi - OH di ujung) 1-propanol CH 2 CH CH 3 2-propanol (posisi – OH di tengah)
  • 16.
    • 2. Senyawa butena ( C 4 H 8 ) mempunyai rumus :
    CH 2 CH 2 CH 3 CH 1-butena CH 3 CH CH CH 3 2-butena
  • 17.
    • 3. Senyawa pentanon (C 5 H 10 O) mempunyai rumus :
    CH 3 C CH 2 CH 2 CH 2 CH 3 O 2-pentanon C CH 3 CH 3 CH 2 O 3-pentanon
  • 18. ISOMER FUNGSIONAL
    • Isomer fungsional adalah senyawa yang mempunyai rumus molekul sama tetapi gugus fungsinya berbeda.
    • Contoh isomer fungsional misalnya :
    • Golongan alkohol berisomer fungsional dengan eter.
    • Golongan aldehid berisomer fungsional dengan keton.
  • 19.
    • Contoh :
    • 1. Senyawa C 3 H 8 O dapat berupa senyawa :
    CH 3 OH CH 2 CH 3 CH 2 O CH 2 CH 3 (alkohol) 1-propanol (eter) etil metil eter
  • 20.
    • 2. Senyawa C 4 H 8 O dapat berupa senyawa :
    CH 3 CH 2 CH 2 C O H (aldehid) C CH 3 CH 2 CH 3 O (keton) 2-butanon butanal
  • 21. ISOMER GEOMETRI
    • Isomer geometri berlaku untuk senyawa yang mempunyai rumus molekul sama, gugus fungsi sama, posisi gugus fungsi sama tetapi mempunya struktur geometri (struktur ruang) yang berbeda.
    • Ada 2 jenis isomer geometri yaitu isomer cis-trans dan isomer optik.
  • 22. ISOMER CIS-TRANS
    • Ciri-ciri isomer geometri cis-trans untuk senyawa karbon adalah :
    • Ada ikatan rangkap dua (senyawa alkena).
    • Pada C rangkap harus mengikat 2 gugus lain yang berbeda.
  • 23. Bentuk Isomer Cis-Trans : R C R B B C R C B B R C Cis Trans R = gugus dengan Mr kecil (R = Ringan) B = gugus dengan Mr besar (B = Berat) Jika garis = menunjukkan stuktur ruang depan = menunjukkan struktur ruang belakang
  • 24.
    • Maka bentuk cis struktur ruang miring ke depan (berat ke depan) sehingga senyawa cis tidak stabil. Sedangkan bentuk trans berimbang sehingga senyawa trans lebih stabil.
    • Perhatikan contoh isomer geometri berikut :
  • 25.
    • a. Senyawa 2- butena : CH 3 - CH = CH – CH 3
    H C H CH 3 CH 3 C CH 3 C H H CH 3 C Cis-2 butena (tidak stabil) trans – 2 –butena (stabil)
  • 26.
    • b. Senyawa 2 – pentena :
    • CH 3 – CH = CH - C 2 H 5
    CH 3 C H H C 2 H 5 C H C H CH 3 C 2 H 5 C cis – 2 – pentena (tidak stabil) trans – 2 – pentena (stabil)
  • 27. ISOMER OPTIK
    • Ciri suatu senyawa yang mempunyai isomer optik yaitu mempunyai atom C asimetris/ atom C kiral yaitu atom C yang mengikat empat gugus yang berbeda.
    b a c C* d atom C kiral
  • 28. Contoh isomer optik :
    • a. Senyawa 2 – butanol :
    • CH 3 – CH – CH 2 – CH 3
    OH Atom C kedua mengikat 4 gugus berbeda yaitu : - CH 3 , - H, - OH, dan – C 2 H 5 . b. Senyawa asam laktat : CH 3 – CH - COOH OH Sama seperti pada 2 butanol, hanya gugus – C 2 H 5 diganti – COOH.
  • 29.
    • c. Senyawa alanin : CH 3 – CH - COOH
    NH 2 Sama seperti pada asam laktat, hanya – OH diganti dengan – NH 2
  • 30. Jumlah Isomer Optik
    • Jumlah isomer optik dapat dirumuskan dengan 2 n dimana n adalah jumlah atom C asimetris. Untuk n = 1 berarti jumlah isomernya ada 2 yaitu ke kiri dan ke kanan.
    • Contoh : 3 – bromo – 2 – butanol
    • CH3 – CH – CH – CH3
    Br OH * * Perhatikan ada 2 buah C asimetris yaitu pada C kedua dan C ketiga sehingga jumlah isomer optiknya ada 4 buah.
  • 31.
    • 1. Senyawa dengan rumus C 5 H 12 mempunyai isomer sebanyak….
    EVALUASI A. B. C. D. satu dua tiga empat PEMBAHASAN
  • 32.
    • 2. Pasangan senyawa karbon di bawah ini yang merupakan isomer gugus fungsional adalah….
    A. B. C. D. Metil etanoat dan propanol Etil metil eter dan metil etanoat Propanol dan etil metil eter Propanol dan propanal PEMBAHASAN
  • 33.
    • 3. 1 propanol merupakan isomer gugus fungsi dengan….
    A. B. C. D. 2-propanol metil etil eter propanon propanal PEMBAHASAN
  • 34.
    • 4. Senyawa dengan rumus molekul C 5 H 10 O mempunyai isomer aldehida dan keton masing-masing sebanyak….
    A. B. C. D. 4 dan 3 3 dan 4 5 dan 4 4 dan 5 PEMBAHASAN
  • 35.
    • 5. Suatu hidrokarbon ( Mr = 86 ) terdiri dari 83,72 % massa unsur karbon dan 16,28 % massa unsur hidrokarbon ( Ar H = 1, C = 12 ). Jumlah isomer hidrokarbon tersebut adalah……
    A. B. C. D. 3 4 5 6 PEMBAHASAN
  • 36. PEMBAHASAN
    • 1. Jawaban C
    • penyelesaian :
    • Isomer C 5 H 12 adalah
    • CH 3 – CH 2 – CH 2 – CH 2 – CH 3
    • CH 3 CH 3
    • l l
    • CH 3 – C – CH 3 CH 3 – CH – CH 2 – CH 3
    • l
    • CH 3
    n-pentana 2,2-dimetil propana 2-metil butana Jadi, kemungkinan senyawa dari C 5 H 12 adalah tiga
  • 37.
    • 2. Jawaban C
    • Penyelesaian :
    • Pasangan isomer fungsional :
    • ~ alkohol dengan eter
    • ~ alkanal dengan alkanon
    • ~ asam alkanoat dan ester
  • 38.
    • 3. Jawaban B
    • Penyelesaian :
    • Pasangan isomer gugus fungsi ada 3 :
    • ~ alkohol dengan eter
    • ~ alkanal dengan alkanon
    • ~ asam karboksilat dengan ester
    • Jadi,1-propanol dan metil etil eter adalah isomer gugus fungsi dengan rumus C 3 H 8 O
  • 39.
    • 4. Jawaban A
    • Penyelesaian :
    • C 5 H 10 O dapat berupa :
    • Aldehida : (1) CH 3 – CH 2 – CH 2 – CH 2 – CHO
    • (2) CH 3 – CH 2 – CH – CHO
    • l
    • CH 3
    • (3) CH 3 – CH – CH 2 – CHO
    • l
    • CH 3
    • (4) CH 3 – C – CHO
    • l
    • CH 3
  • 40.
    • Keton : (1) CH 3 – CH 2 – CO – CH 2 – CH 3
    • (2) CH 3 – CH 2 – CH 2 – CO – CH 3
    • (3) CH 3 – CH – CO – CH 3
    • l
    • CH 3
  • 41.
    • 5. Jawaban C
    • Penyelesaian :
    • C ; H
    • = 183,72 ; 16,28
    • 12 1
    • = 3 ; 7
    • Jadi C 6 H 14 mempunyai lima isomer
  • 42.
    • Sutresna, Nana.1994.Penuntun Belajar Kimia 3.ganeca Exacta : Bandung.
    • Margono.1987.Kimia Program Ilmu-ilmu Fisik Program Ilmu-ilmu Biologi.Widya Duta : Surakarta.
    • S. Johnson.2005.1001 Plus Soal dan Pembahasan Kimia.Erlangga : Jakarta.
    THE END