Your SlideShare is downloading. ×
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN                                     ( RPP)       Sekolah               :  SMP Negeri 4 Wa...
(a)                             (b)Gambar 1.1 Letak ginjal dalam rongga perut (a) bagian-bagian sistem urine (b)Ginjal men...
Proses pembentukan urine adalah sebagai berikut.       1) Filtrasi               Darah yang membawa sisa-sisa metabolisme ...
biliverdin. Zat warna empedu ini dikeluarkan ke dalam urin dan feses , dan akan memberi   warna pada feses dan urine manja...
banyak mendapatkan sinar matahari sehingga warna kulit akan menjadi lebih           gelap. Pigmen lainnya adalah keratin. ...
Kulit dan jaringan bagian bawah bekerja sebagai tempat penyimpanan air. Jaringan          adipose di bawah kulit sebagai t...
Gambar Ringworm       (Sumber: www. sinarharapan.       co.id)   3) Psoriasis      Psoriasis belum dapat disembuhkan secar...
Gambar Penderita asma menghirup oksigen.           (Sumber: www.smh.com.au)        2) Tuberculosis (TBC)           TBC ada...
D. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN   1. Pertemuan I      a. Pendahuluan (10 menit)         1) Guru mengucapkan salam dengan t...
4) Guru memeriksa kegiatan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar, jika              masih ada peserta didik/ke...
5) Pada gambar model nefron di bawah ini, jelaskan tempat terjadikan tahapan   pembentukan urine (filtrasi, reabsorbsi dan...
KUNCI JAWABAN                                                                              SKOR NO                        ...
c. Proyek                - Buatlah tulisan tentang penyakit pada sistem ekskresi yang kita jumpai dalam                   ...
Hj. Ekowati, M. Pd.NIP. 196008221981012002
Kegiatan 1                         Bagian-bagian ginjal dan sistem urinaria   Ginjal mempunyai struktur yang komlpleks, in...
Kegiatan 2                                                            FUNGSI GINJAL  I.      Tujuan: Memahami proses pembe...
Kegiatan 3                                         Mengetahui jumlah kelenjar keringat  I.   Tujuan:       -     Melalui p...
Kegiatan 4                                PARU-PARU SEBAGAI ALAT PENGELUARAN  I.   Tujuan:          Mengamati adanya gas k...
Kegiatan 5                              PARU-PARU SEBAGAI ALAT PENGELUARAN  I.   Tujuan:           Mengamati adanya uap ai...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

1. rpp sistem ekskresi

2,600

Published on

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
2,600
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
140
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "1. rpp sistem ekskresi"

  1. 1. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP) Sekolah : SMP Negeri 4 Waru Mata Pelajaran : Sains Kelas/Semester : IX / 1 (ganjil) Standar Kompetensi : 1. Memahami berbagai system dalam kehidupan manusia Kompetensi Dasar : 1.1. Mendeskripsikan system ekskresi pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan Indikator : 1. Mendeskripsikan bentuk/bangun organ-organ penyusun system ekskresi pada manusia 2. Mendeskripsikan fungsi system ekskresi. 3. Mendata contoh kelainan dan penyakit pada sistem ekskresi yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan uaya mengatasinya 4. Menyadari pentingnya menjaga kesehatan organ sistem ekskresi Alokasi Waktu : 4 x 40 menitA. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Melalui diskusi, peserta didik dapat menyebutkan 4 macam alat ekskresi pada manusia. 2. Melalui diskusi, peserta didik dapat menjelaskan fungsi masing-masing alat ekskresi manusia. 3. Dengan mengamati model anatomi tubuh manusia, peserta didik dapat menjelaskan letak alat-alat ekskresi manusia. 4. Dengan mengamati model ginjal, peserta didik dapat menjelaskan bagian-bagian ginjal dengan benar. 5. Dengan diskusi, peserta didik dapat menjelaskan tempat terjadinya masing-masing tahapan pembentukan urine. 6. Dengan mengamati model kulit manusia, peserta didik dapat menunjukkan bagian-bagian dari kulit yang berperan dalam ekskresi. 7. Dengan mengamati model hati, peserta didik dapat menunjukkan bagian-bagian hati dan fungsinya. 8. Dengan meangamati model paru-paru manusia, peserta didik dapat menunjukkan bagian- bagian paru dan menjelaskan fungsi masing-masing bagian tersebut. 9. Peserta didik dapat membuat laporan hasil pendataan kelainan dan penyakit pada sistem ekskresi yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan upaya mengatasinya Pendidikan Karakter: 1. Amanah 2. Kreatif 3. Disiplin 4. Saling menghargai 5. Tanggung jawab 6. Rasa ingin tahu 7. Kooperatif 8. Kerja kerasB. MATERI PEMBELAJARAN Organ penyusun sistem ekskresi pada manusia terdiri dari: paru-paru, hati, ginjal dan kulit. 1. Ginjal Ginjal merupakan alat ekskresi yang mengeluarkan zat sisa berupa urine (air kemih). Ginjal bersama dengan ureter, kandung kemih dan uretra membentuk sistem urine. Jumlah manusia 2 buah. Fungsi sintem urine adalah: a. Menyaring zat-zat sampah metabolisme dari darah; b. Mengontrol volume darah, yaitu dengan mengeluarkan kelebihan air yang dihasilkan sel-sel tubuh. Mempertahankan jumlah air dalam darah penting untuk memelihara tekanan darah agar gerakan gas, dan pengeluaran zat sampah padat tetap normal. c. Memelihara keseimbangan konsentrasi garam-garam tertentu. Garam-garam ini harus ada dalam konsentrasi tertentu untuk kelangsungan kegiatan sel. Tempat ginjal di rongga perut bagian belakang terlindung tulang rusuk.
  2. 2. (a) (b)Gambar 1.1 Letak ginjal dalam rongga perut (a) bagian-bagian sistem urine (b)Ginjal menyaring darah sebanyak 1.500 liter per hari, sehingga ada beberapa zat yangharus dibuang melalui ginjal. Urea, amonia, dan air dibuang melalui ginjal berupaurine. Urine yang dihasilkan dalam waktu satu hari lebih kurang 1,5 liter.a. Urea Urea dibentuk oleh hati dari protein yang tidak diperlukan darah. Urea terdiri atas zat nitrogen yang beracun bagi darah sehingga harus dibuang. Proses pembuangan ini disebut dengan ekskresi.b. Amonia Amonia merupakan hasil dari perombakan protein. Senyawa ini berbahaya bagi tubuh sehingga harus dikeluarkan secara teratur melalui proses ekskresi.c. Air Air sangat penting dalam proses metabolisme tubuh, tapi jika jumlah air terlalu berlebih akan membuat konsentrasi darah menjadi tidak konstan. Untuk itu, kelebihan air harus dibuang supaya keseimbangan konsentrasi darah terjaga. Proses ini disebut dengan osmoregulasi.Anatomi ginjal: (a) (b)Gambar 1.2 Bagian-bagian ginjal (a) dan nefron (b)Apabila sebuah ginjal dipotong secara melintang maka akan tampak tiga lapisan.Bagian luar disebut korteks atau kulit ginjal, di bawahnya ada medula atau sumsumginjal dan di bagian dalam berupa rongga yang disebut pelvis renalis atau ronggaginjal. Perhatikan Gambar 1.2 (a).Kulit ginjalKulit ginjal disebut korteks renalis. Korteks renalis tersusun dari sel-sel ginjal ataunefron yang berjumlah lebih kurang satu juta sel. Di dalam kulit ginjal terdapat badanMalphigi yang terdiri atas glomerulus dan kapsula Bowman. Glomerulus adalahkumpulan cabang-cabang yang halus atau anyaman pembuluh darah kapiler di bagiankorteks, sedangkan kapsula Bowman adalah lapisan yang melingkupi glomerulus,bentuknya seperti cawan dan berdinding ganda. Di korteks terjadi proses penyaringandarah (fltrasi).Sumsum ginjalSumsum ginjal disebut Medulla. Medulla berbentuk kerucut atau renal pyramid.Medulla merupakan tempat berkumpulnya pembuluh darah kapiler dari kapsulaBowman. Di dalam medulla akan terjadi proses reabsorbsi dan augmentasi olehtubulus proksimal dan tubulus distal. Lengkung henle juga merupakan bagian dariyang menghubungkan tubulus proksimal dengan tubulus distal.Pelvis renalisPelvis renalis atau rongga ginjal berupa rongga yang berfungsi sebagai penampungurine sementara sebelum dikeluarkan melalui ureter.
  3. 3. Proses pembentukan urine adalah sebagai berikut. 1) Filtrasi Darah yang membawa sisa-sisa metabolisme protein akan masuk ke ginjal melalui pembuluh darah menuju ke glomerulus. Di dalam glomerulus terjadi peristiwa penyaringan terhadap zat-zat yang terlarut dalam darah. Zat-zat yang dapat melewati saringan glomerulus adalah zat-zat yang bermolekul kecil, seperti air, garam, amonia, urea, dan gula, maka zat-zat tersebut disebut dengan filtran glomerulus. Filtran glomerulus masuk ke kapsula Bowman dan ditampung. Kemudian filtran glomerulus tersebut akan diteruskan ke tubulus proksimal. 2) Reabsorbsi Di dalam tubulus proksimal akan terjadi penyerapan kembali (rebsorbsi) terhadap zat-zat yang masih diperlukan, yaitu air, garam, dan gula. Sedangkan zat-zat lainnya yang tidak diserap atau tidak dapat diserap akan menjadi urine primer. 3) Augmentasi Urine primer masuk ke dalam tubulus distal dan akan terjadi augmentasi. Augmentasi adalah penambahan zat-zat yang tidak diperlukan ke dalam urine primer sehingga menjadi urine sekunder. Urine sekunder adalah urine sesungguhnya. Urine sekunder ditampung di tubulus kolekta, kemudian diteruskan ke uriter dan ditampung kembali di kantung kemih sebelum dikeluarkan dari tubuh melalui uretra. Pada orang sehat kandungan urine adalah sebagai berikut: Air 95%. Urea, amonia, dan asam ureat yang merupakan hasil metabolisme protein. Garam- garam mineral, terutama garam dapur (NaCl). Zat warna empedu (bilirubin dan biliverdin) yang menyebabkan urine berwarna kuning. Zat-zat yang berlebihan dalam darah, seperti hormon dan vitamin.2. Paru Paru-paru termasuk organ pengeluaran karena udara pernapasan yang dikeluarkan mengandung karbondioksida dan air yang dihasilkan dari kegiatan sel. Keluarnya air bisa dilihat ketika kamu bernapas dalam udara dingin berupa kabut. Setiap hari tubuh melepaskan kurang lebih 350 ml air dalam bentuk uap air melalui sistem pernapasan. Gambar 1.3 Letak paru-paru dalam rongga dada Gambar 1.4 Struktur paru-paru3. Hati Hati ikut berperan dalam sistem pengeluaran karena sel-sel hati berfungsi sebagai tempat perombakan sel-sel darah merah Di dalam hati, sel-sel darah merah akan dipecah menjadi hemin dan globin. Hemin akan diubah menjadi zat warna empedu, yaitu bilirubin dan
  4. 4. biliverdin. Zat warna empedu ini dikeluarkan ke dalam urin dan feses , dan akan memberi warna pada feses dan urine manjadi berwarna kuning. Hati juga berperan dalam pembentukan urea dari amonia, yang kemudian dikeluarkan lewat ginjal bersama urin. Berikut ini gambar hati dengan sistem bilirubin. Gambar 1 5 Sistem bilirubin Selain berfungsi sebagai alat pengeluaran, hati juga mempunyai fungsi lain yang berguna bagi tubuh antara lain: menyimpan gula dalam bentuk glikogen, menawarkan racun, membuat vitamin A yang berasal dari provitamin A, mengatur kadar gula dalam darah, membuat fibrinogen serta protombin, menghasilkan zat warna empedu, tempat pembentukan urea.4. Kulit Kulit adalah lapisan jaringan yang terdapat di permukaan tubuh. Pada permukaan kulit terdapat kelenjar keringat yang mengekskresi zat-zat sisa. Zat-zat sisa yang dikeluarkan melalui pori-pori kulit berupa keringat. Keringat tersusun dari air dan garam-garam mineral terutama garam dapur (NaCl) yang merupakan hasil metabolisme protein. a. Bagian-bagian kulit Kulit manusia terbagi menjadi tiga bagian, yaitu kulit ari (epidermis), kulit jangat (dermis), dan jaringan ikat bawah kulit. Masing-masing lapisan tersusun dari beberapa lapisan yang mempunyai fungsi sendiri-sendiri. Perhatikan gambar berikut. Gambar 1.6 Bagian-bagian kulit. 1) Kulit Ari Kulit ari adalah kulit yang paling luar dan sangat tipis sekali. Kulit ari terdiri atas dua lapis, yaitu lapisan tanduk dan lapisan malpighi. Lapisan tanduk Lapisan tanduk yaitu lapisan kulit ari yang paling luar dan merupakan lapisan mati sehingga mudah mengelupas, tidak memiliki inti, dan mengandung zat keratin. Lapisan ini akan selalu baru, jika mengelupas tidak akan terasa sakit atau mengeluarkan darah karena tidak terdapat pembuluh darah dan saraf. Lapisan malpighi Lapisan malpighi merupakan kulit ari yang berada di bawah lapisan kulit tanduk. Lapisan ini tersusun dari sel-sel hidup yang selalu membelah diri. Pada lapisan ini terdapat pembuluh kapiler yang berperan untuk penyampaian nutrisi. Sel-sel yang hidup tersebut mengandung melanin. Melanin adalah pigmen sel yang mewarnai kulit dan melindungi sel dari kerusakan yang disebabkan oleh sinar matahari. Produksi melanin akan meningkat jika terlalu
  5. 5. banyak mendapatkan sinar matahari sehingga warna kulit akan menjadi lebih gelap. Pigmen lainnya adalah keratin. Jika pigmen keratin dan melanin bergabung, maka warna kulit menjadi kekuningan. Bila lapisan malpighinya tidak mengandung pigmen, maka orang tersebut dinamakan albino. Setiap orang memiliki pigmen yang berbeda-beda sehingga ditemukan bermacam- macam warna kulit seperti warna putih, sawo matang, kuning langsat, dan hitam. Di permukaan kulit ari terdapat pori-pori yang merupakan muara kelenjar minyak dan ditumbuhi oleh rambut, kecuali kulit ari yang ada di telapak tangan dan kaki tidak ditumbuhi rambut. Kulit ari pada telapak tangan dan kaki terdiri atas empat lapis, yaitu: stratum korneum, stratum granulosum, stratum lusidum, dan stratum germinalis. 2) Kulit jangat Kulit jangat atau dermis merupakan lapisan kedua dari kulit. Batas dengan epidermis dilapisi oleh membran basalis. Dermis lebih tebal dari pada epidermis. Dermis mempunyai serabut elastik yang memungkinkan kulit merenggang pada saat orang bertambah gemuk, dan kulit bergelambir pada saat orang menjadi kurus. Pada lapisan dalam dermis ditemui: Pembuluh kapiler, berfungsi untuk menyampaikan nutrisi pada akar rambut dan sel kulit. Kelenjar keringat (glandula sudorifera), tersebar diseluruh kulit dan berfungsi untuk menghasilkan keringat. Kelenjar minyak (glandula sebaceae), berfungsi untuk menghasilkan minyak supaya kulit dan rambut tidak kering dan mengkerut. Kantong rambut, memiliki akar dan batang rambut serta kelenjar minyak rambut. Pada saat dingin dan rasa takut, rambut yang ada di tubuh kita terasa berdiri. Hal ini disebabkan karena didekat akar rambut terdapat otot polos yang berfungsi menegakkan rambut. Kumpulan saraf rasa nyeri, saraf rasa panas, saraf rasa dingin, dan saraf sentuhan. 3) Jaringan ikat bawah kulit Jaringan ikat bawah kulit berada di bawah dermis. Jaringan ini tidak memiliki pembatas yang jelas dengan dermis, sebagai patokannya adalah mulainya terdapat sel lemak. Pada lapisan kulit ini banyak terdapat lemak. Lapisan lemak berfungsi untuk melindungi tubuh terhadap benturan, menahan panas tubuh, dan sebagai sumber energi cadangan.b. Fungsi kulit Selain sebagai tempat pengeluaran, kulit juga berfungsi sebagai pengatur suhu tubuh, tempat pembentukan vitamin D dari provitamin D, tempat menyimpan kelebihan lemak, sebagai pelindung, dan indera peraba. 1) Alat pengeluaran Kulit sebagai alat pengeluaran zat sisa metabolisme berupa keringat yang mengandung air dan garam serta sisa bahan lainnya. 2) Pengatur suhu tubuh Pada waktu tubuh dalam keadaan panas, pembuluh darah akan melebar dan mengeluarkan panas ke udara, dan air banyak dikeluarkan dalam bentuk keringat. Demikian suhu tubuh akan turun. Cara pelepasan panas dari kulit bisa juga terjadi dengan pengaliran panas dari benda yang disentuh, misalnya menyentuh pakaian. Jika tubuh dalam keadaan dingin, pembuluh darah akan mengerut, dan kelenjar keringat tidak mengeluarkan keringat. Hal ini terjadi karena untuk mengurangi pengeluaran panas dari tubuh. Untuk mengimbangi keadaan ini, alat ekskresi yang berperan dalam keadaan dingin adalah ginjal, sehingga kita sering merasa ingin buang air kecil pada waktu dingin. 3) Tempat pembentukan vitamin D Di dalam kulit terdapat provitamin D yang dapat diubah menjadi vitamin D dengan bantuan sinar ultraviolet matahari pada waktu pagi hari. Vitamin D sangat penting untuk pembentukan tulang. 4) Tempat penyimpanan
  6. 6. Kulit dan jaringan bagian bawah bekerja sebagai tempat penyimpanan air. Jaringan adipose di bawah kulit sebagai tempat penyimpanan lemak. Cadangan lemak dapat dibakar sehingga menghasilkan panas dan energi untuk mengatasi udara dingin. Untuk itulah, biasanya orang yang memiliki banyak lemak atau orang gemuk lebih tahan dengan udara dingin. 5) Pelindung Kulit melindungi tubuh dari gangguan fisik berupa tekanan, dan gangguan yang bersifat kimia. Selain itu, kulit juga melindungi tubuh dari gangguan yang bersifat biologis, seperti serangan bakteri dan jamur. Kulit juga menjaga tubuh supaya tidak kehilangan banyak air dan melindungi tubuh dari sinar ultraviolet. 6) Indera peraba Pada lapisan dermis terdapat kumpulan saraf yang bisa menangkap rangsangan berupa suhu, nyeri, dan tekanan. Rangsangan tersebut akan disampaikan ke otak sebagai pusat informasi sehingga kita dapat mengetahui apa yang kita sentuh.5. Kelainan-kelainan pad sistem ekskresi. a. Gangguan pada ginjal 1) Batu ginjal Batu ginjal terjadi karena adanya endapan garam kalsium dalam ginjal sehingga menghambat keluarnya urine dan menimbulkan nyeri.Penyakit ini dapat diatasi dengan pembedahan dan sinar laser. Tujuan dari pembedahan untuk membuang endapan garam kalium. Tujuan menggunakan sinar laser untuk memecahkan endapan garam kalsium. 2) Radang ginjal (nefritis) Radang ginjal disebut nefritis. Radang ginjal terjadi karena adanya kerusakan nefron, khususnya glomerulus yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Rusaknya nefron mengakibatkan urine masuk kembali ke dalam darah dan penyerapan air menjadi terganggu sehingga timbul pembengkakan di daerah kaki. Penderita nefritis bisa disembuhkan dengan cangkokan ginjal atau cuci darah secara rutin. Cuci darah biasanya dilakukan sampai penderita mendapatkan donor ginjal yang memiliki kesesuaian jaringan dengan organ penderita. 3) Gagal ginjal Gagal ginjal terjadi jika salah satu ginjal tidak berfungsi. Kegagalan salah satu ginjal ini akan diambil alih tugasnya oleh ginjal lain. Namun, keadaan ini akan tetap menimbulkan resiko sangat tinggi. Karena menyebabkan penimbunan urea dalam tubuh dan kematian. Penyakit ini dapat diatasi dengan cangkok ginjal atau menggunakan ginjal tiruan sampai ginjal yang asli dapat kembali berfungsi. b. Gangguan pada kulit 1) Biduran Biduran disebabkan oleh udara dingin, alergi makanan, dan alergi bahan kimia. Biduran ditandai dengan timbulnya bentol-bentol yang tidak beraturan dan terasa gatal. Biduran dapat berlangsung beberapa jam dan dapat juga berlangsung berhari-hari. Jika penyakit ini disebabkan oleh alergi, maka cara pencegahannya adalah dengan menghindari bahan makanan dan produk kimia yang menyebabkan alergi. Pengobatan dapat dilakukan dengan menggunakan resep obat yang diberikan oleh dokter. 2) Ringworm Ringworm adalah sejenis jamur yang menginfeksi kulit. Infeksi ini ditandai dengan timbulnya bercak lingkaran di kulit. Pencegahan penyakit ini dilakukan dengan menjaga agar kulit tetap kering dan tidak lembab. Pengobatannya dilakukan dengan mengkonsumsi obat anti jamur.
  7. 7. Gambar Ringworm (Sumber: www. sinarharapan. co.id) 3) Psoriasis Psoriasis belum dapat disembuhkan secara total, tetapi pengobatan teratur dapat menekan gejala menjadi tidak nampak. Gejala yang ditimbulkannya adalah kulit kemerahan yang dapat terjadi di kulit kepala, sikut, punggung, dan lutut. Penyebab pasti dari penyakit ini belum bisa ditentukan, tetapi hasil dari banyak penelitian penyakit ini disebabkan adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Ada dua tipe sel darah putih yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh kita, yaitu sel limfosit T dan limfosit B. Pada psoriaris terjadi aktivasi limfosit T yang tidak normal di kulit. Ini menyebabkan kulit menjadi meradang secara berlebihan. 4) Kanker kulit Penyakit kanker kulit disebabkan oleh penerimaan sinar matahari yang berlebihan. Penyakit ini lebih sering menyerang orang yang berkulit putih atau terang, karena warna kulit tersebut lebih sensitif terhadap sinar matahari. Pencegahan dapat dilakukan dengan tabir surya atau menghindari kontak dengan sinar matahari yang terlalu banyak.c. Gangguan pada hati 1) Hepatitis Hepatitis adalah radang hati yang disebabkan oleh virus. Virus hepatitis ada beberapa macam, misalnya virus hepatitis A dan hepatitis B. Hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis B lebih berbahaya daripada hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis A. Tahukah kamu cara pencegahannya? Kamu dapat mencegahnya dengan melakukan vaksinasi. Gambar Virus hepatitis B, diambil di Bloodstream Health Education video, 1996. (Sumber: www.cs.nyu.edu) 2) Penyakit kuning Penyakit kuning disebabkan oleh tersumbatnya saluran empedu yang mengakibatkan cairan empedu tidak dapat dialirkan ke dalam usus dua belas jari, sehingga masuk ke dalam darah dan warna darah menjadi kuning. Kulit penderita tampak pucat kekuningan, bagian putih bola mata berwarna kekuningan, dan kuku jaripun berwarna kuning. Hal ini terjadi karena di seluruh tubuh terdapat pembuluh darah yang mengangkut darah berwarna kekuningan karena bercampur dengan cairan empedu.d. Gangguan pada paru-paru 1) Asma Asma dikenal dengan bengek yang disebabkan oleh bronkospasme. Asma merupakan penyempitan saluran pernapasan utama pada paru-paru. Gejala penyakit ini ditandai dengan susah untuk bernapas atau sesak napas. Penyakit ini tidak menular dan bersifat menurun. Kondisi lingkungan yang udaranya tidak sehat atau telah tercemar akan memicu serangan asma.
  8. 8. Gambar Penderita asma menghirup oksigen. (Sumber: www.smh.com.au) 2) Tuberculosis (TBC) TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini menyerang paruparu sehingga pada bagian dalam alveolus terdapat bintil-bintil. TBC dapat menyebabkan kematian. Sebagian besar orang yang terinfeksi oleh bakteri tuberculosis menderita TBC tanpa mengalami gejala, hal ini disebut latent tuberculosis. Apabila penderita latent tuberculosis tidak menerima pengobatan maka akan berkembang manjadi active tuberculosis. Active tuberculosis adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh tidak mampu untuk melawan bakteri tuberculosis yang terdapat dalam tubuh, sehingga menimbulkan infeksi terutama pada bagian paru-paru. TBC dapat di atasi dengan terapi. Terapi TBC yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut. a) Pengguna vaksin BCG (Bacille Calmette-Guerin) Vaksin BCG diberikan mulai dari bayi. Perlindungan yang diberikan oleh vaksin BCG dapat bertahan untuk 10 - 15 tahun, sehingga pada usia 12 - 15 tahun dapat dilakukan vaksinasi ulang. b) Pengobatan pada pasien latent tuberculosis. c) Pengobatan pada active tuberculosis dengan menggunakan antibiotik selama kurang lebih 6 bulan tidak boleh putus. 3) Pneumonia Penyakit ini disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur yang menginfeksi paru-paru khususnya di alveolus. Penyakit ini menyebabkan oksigen susah masuk karena alveolus dipenuhi oleh cairan. Gambar Pneumonia (Sumber: www.ecureme.com)C. METODE/ MODEL PEMBELAJARAN 1. Metode/ model pembelajaran: a. Pertemuan pertama: Ceramah Pengamatan Praktikum Diskusi b. Pertemuan kedua: Ceramah Pengamatan Praktikum Diskusi
  9. 9. D. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN 1. Pertemuan I a. Pendahuluan (10 menit) 1) Guru mengucapkan salam dengan tersenyum ramah. 2) Guru menanyakan kabar peserta didik, kemudian peserta didik menjawab dengan jawaban: luar biasa, fantastik, maju terus, pantang mundur dengan bersemangat. 3) Guru menanyakan peserta didik yang tidak masuk. 4) Guru mengajak peserta didik bersyukur kepada Tuhan YME, karena telah diberi kesehatan dan kenikmatan yang tak terhingga nilainya sehingga bisa belajar. 5) Guru memberi pertanyaan kepada peserta didik: - Pernahkah kalian berkeringat? - Kapankah kalian berkeringat? - Apa yang terjadi jika pakaian kita kena keringat yang banyak kemudian menjadi kering? Diharapkan peserta didik yang akan menjawab mengangkat tangan terlebih dahulu. 6) Guru menyampaikan tujuan atau kompetensi yang akan dipelajari saat ini. b. Kegiatan Inti (60 menit) 1) Peserta didik dibagi dalam kelompok-kelompok dengan anggota 4 orang. (kerjasama) 2) Peserta didik melakukan pengamatan terhadap model dan atau gambar ginjal secara berkelompok. (rasa ingin tahu, disiplin, tangung jawab, amanah) 3) Peserta didik mengerjakan lembar kerja 1; guru melakukan bimbingan terhadap kelompok yang mengalami kesulitan. (rasa ingin tahu) 4) Salah satu kelompok diminta mempresentasikan hasil kerjanya, kelompok lain memberi tanggapan. (tanggung jawab, disiplin) 5) Peserta didik, secara berkelompok, melakukan praktikum sesuai dengan Lembar Kerja 2 (tentang fungsi ginjal) dengan dibimbing guru. (amanah, tanggung jawab, disiplin, kerjasama, kreatif) 6) Masing-masing kelompok menyampaikan hasil praktikumnya; kelompok lain memberi tanggap. (tanggung jawab, disiplin, kreatif) 7) Guru memberi konfirmasi dan penguatan atas konsep yang telah dibahas. c. Penutup (10 menit) 1) Peserta didik dimohon memberikan refleksi atas kegiatan pembelajaran. 2) Guru meminta peserta didik agar mengerjakan latihan soal. 3) Guru menyampaikan bahan-bahan untuk kegiatan berikutnya. 2. Pertemuan II a. Pendahuluan (10 menit) 1) Guru mengucapkan salam dengan tersenyum ramah. 2) Guru menanyakan kabar peserta didik, kemudian peserta didik menjawab dengan jawaban: luar biasa, fantastik, maju terus, pantang mundur dengan bersemangat.. 3) Guru menanyakan peserta didik yang tidak masuk. 4) Guru mengajak peserta didik bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena telah diberi kesehatan dan kenikmatan yang tak terhingga nilaianya sehingga bisa belajar. 5) Guru memberi pertanyaan kepada peserta didik: - Apakah yang terjadi saat bernafas? - Diharapkan peserta didik yang akan menjawab mengangkat tangan terlebih dahulu. 6) Guru menyampaikan tujuan atau kompetensi yang akan dipelajari saat ini. b. Kegiatan Inti (60 menit) 1) Guru membagi peserta didik dalam kelompok-kelompok sesuai dengan keinginan peserta didik dengan jumlah anggota 4 orang. (kerjasama) 2) Guru mempresentasikan pengetahuan tentang gejala penyakit pada alat ekskresi dengan carta/ gambar atau melihat video. 3) Guru meminta masing-masing kelompok mengerjakan LKS yang sudah disiapkan. (amanah, disiplin, tanggung jawab, rasa ingin tahu)
  10. 10. 4) Guru memeriksa kegiatan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar, jika masih ada peserta didik/kelompok yang belum dapat melakukan dengan benar guru dapat langsung memberi bimbingan. 5) Tiap kelompok diminta mempresentasikan hasil kerjanya. Kelompok lainnya memberi tanggapan. (tanggung jawab, disiplin, kreatif)) c. Penutup (10 menit) 1) Guru meminta peserta didik merefleksi kembali kegiatan pembelajaran yang telah dilakukannya. 2) Guru memberi tugas untuk membuat tulisan tentang salah satu penyakit pada sistem ekskresi yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari secara individu/ kelompokE. SUMBER BELAJAR DAN MEDIA 1. Sumber Belajar a. Nur Kuswanti dkk.,2008, Contextual Teaching and Learning Ilmu Pengetahun Alam Sekolah Menengah Pertama/ Madrasah Tsanawiyah Kelas IX, Edisi 4, Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. b. Dewi Ganawati dkk., 2008, Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Terpadu dan Kontekstual Untuk SMP dan MTs Kelas IX, Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. c. Elok Sudibyo dkk., 2008, Mari Belajar IPA 3 Untuk SMP/MTs Kelas IX, Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. d. Lembar Kerja Peserta didik (LKS) 2. Media a. Model anatomi tubuh manusia b. Model/ carta alat-alat ekskresi manusia (ginjal, hati, kulit, paru-paru). c. TV/ VCD d. Tayangan power pointF. PENILAIAN 1. Tehnik penilaian dan Bentuk Instrumen Teknik Bentuk Instrumen - Tes tulis Pilihan Ganda - Tes tulis Uraian - Penugasan Proyek - Pemberian angket Angket 2. Instrumen: Pilihan ganda: a. Pilihan Ganda 1. Manakah alat ekskresi di bawah ini yang berfungsi mengeluarkan urine? a. Kulit b. ginjal c. paru-paru d. hati 2. Organ yang bentuknya mirip kacang dan berwarna merah maron adalah: a. Jantung b. paru-paru c. Ginjal d. hati b. Uraian: 1) Sebutkan 4 macam alat ekskresi pada manusia! 2) Jelaskan fungsi masing-masing alat ekskresi manusia! 3) Perhatikan model anatomi tubuh manusia berikut ini! Jelaskan letak ginjal tersebut. 4) Perhatikan model ginja berikut ini kemudian jelaskan bagian-bagian yang ditunjukkan!
  11. 11. 5) Pada gambar model nefron di bawah ini, jelaskan tempat terjadikan tahapan pembentukan urine (filtrasi, reabsorbsi dan augmentasi!6) Perhatikan gambar model kulit manusia berikut ini, kemudian sebutkan nama bagian yang ditunjukkan dengan huruf a, b, c, dan d!7) Perhatikan gambar model hati berikut ini, kemudian sebutkan nama bagain yang ditunjukkan dan jelaskan fungsinya!8) Perhatikan gambar model paru manusia di bawah ini, kemudian sebutkan nama bagian yang ditunjukkan dan jelaskan fungsi masing-masing bagian tersebut!
  12. 12. KUNCI JAWABAN SKOR NO KUNCI JAWABAN MAKS1) a. Ginjal 1 b. Hati 1 c. Kulit 1 d. Paru-paru 1 Jumlah skor maks. 42) Ginjal berfungsi mengeluarkan urine 2 Hati berfungsi mengeluarkan empedu 2 Kulit berfungsi mengeluarkan keringat 2 Paru-paru berfungsi mengeluarkan uap air dan gas CO2 2 Jumlah skor maks 83) Letak ginjal: a. Di rongga perut bagian belakang 1 b. Dilindungi tulang rusuk 1 c. Dibelakang labung 1 Jumlah skor maks 34) Bagian-bagian ginjal: a. Kulit ginjal (korteks), didalamnya terdapat glomerolus. 2 b. Sumsusm ginjal (medula), didlamnya terdapat tubulus kontortus 2 proksimaln dan tubulus kontortus distal. c. Rongga ginjal, merupakan rongga tempat berkumpulnya urine dri 2 saluran kolektif. Jumlah skor maks 65) Proses pembentukan urine: a. Bagian no 3) adalah glomerolus, merupakan tempat terjadi filtrasi 2 yang menghasilkan urine primer. b. Bagian no. 2) adalah tubulus kontortus proksimal, merupakan tempat 2 terjadinya reabsorbsi. c. Bagian no. 1) adalah tubulus kontortus distal, merupakan tempat 2 terjadinya augmentasi. Jumlah skor maks 66) Bagian-bagian kulit: a. Pori 1 b. Kelenjar keringat 1 c. Epidermis 1 d. Dermis 1 Jumlah skor maks 47) a. Hati, merupakan tempat pembongkaran sel darah merah sehingga 2 menghasilkan cairan empedu. 2 b. Kantung empedu, tempat menempung cairan empedu. 2 c. Saluran empedu, merupakan saluran cairan empedu dari kantung empedu ke usus 12 jari. Jumlah skor maks 68) a. Tenggorokan, jalan udara dari rongga hidung. 2 b. Bronkus, merupakan cabang dari tenggorokan, menyalurkan udara 2 ke paru-paru kiri dan kanan. c. Paru-paru, merupakan tempat terjadinya pertukaran oksigen dan 2 karbondioksida. Jumlah skor maks 6 TOTAL SKOR MAKSIMAL 43NILAI = x 100
  13. 13. c. Proyek - Buatlah tulisan tentang penyakit pada sistem ekskresi yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari Rubrik penilaian: Skor Aspek NO Nama peserta didik Nilai Isi (1-3) Sumber(0-1) EYD (1-3) Jml Keterangan: Isi : 1) bila isi tidak sesuai dengan tema, 2) bila isi agak sesuai dengan tema, 3) bila isi sesuai dengan tema. Sumber : 0) bila tidak mencantumkan sumber, 1) bila mencantukan sumber. EYD : 1) bila < 50 % ejaan sesuai EYD, 2) bila 50-80 % sesuai dengan EYD, 3) bila >80 % sesuai dengan EYD. NILAI = x 100 d. Angket Kegiatan/Aktivitas 1.Berapa liter dalam sehari kamu minum a. 1 liter b. 1,5 liter c. 2 liter d. 2,5 liter 2.Seringkah kamu menahan kencing? a. tidak pernah c. sering b. kadang-kadang d. sering sekali e. Penilaian karakter: Tabel Nilai karakter siswa kelas IX-.... Karakter No Nama siswa Rasa Saling Tanggung Amanah Kreatif Disiplin ingin menghargai jawab tahu Keterangan: 0. BT : Belum Terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator). 1. MT : Mulai Terlihat (apabila peserta didik sudah mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator tetapi belum konsisten). 2. MB : Mulai Berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). 3. MK : Membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten). Waru, ........................................... Guru Mata Pelajaran........................................................... Drs. Sugeng Pamudji, M. Pd.NIP NIP. 198309061997031001 Mengetahui Kepala SMP Negeri 4 Waru
  14. 14. Hj. Ekowati, M. Pd.NIP. 196008221981012002
  15. 15. Kegiatan 1 Bagian-bagian ginjal dan sistem urinaria Ginjal mempunyai struktur yang komlpleks, ini berkaitan dengan fungsinya sebagaipenyaring darah dan membuang zat sisa metabolisme yang bersifat racun bagi tubuh.Pembuangan zat sisa yang berwujud urine melibatkan beberapa organ tubuh. Ginjal danbeberapa organ tersebut membentuk sistem urinariaPerhatikan gambar di bawah ini !1. Tulislah organ –organ yang menyusun sistem urinaria yang bernomor 1 sampai dengan 4 di bawah ini 1. …………………………………. 2. …………………………………. 3. …………………………………. 4. ……………………………....….2. Tulislah bagian-bagian ginjal di bawah ini A. …………………………………. B. …………………………………. C. …………………………………. D. ………………………………….3. Tulislah bagian-bagian nefron di bawah ini A. …………………………………. B. …………………………………. C. …………………………………. D. ………………………………….4. Pada korteks ginjal terdapat nefron. Jelaskan fungsi nefron tersebut? …………………………………………………………………. …………………………………………………………………. ………………………………………………………………….
  16. 16. Kegiatan 2 FUNGSI GINJAL I. Tujuan: Memahami proses pembentujan urien menggunakan model penyaringan penyaringan darah. II. Alat dan bahan : - Dua buah gelas piala 250 ml - Corong - Kain kasa yang tidak tembus butiran beras - Beras + air cuciannyaIII. Langkah kerja 1. Susunlah model yang menunjukkan fungsi ginjal seperti gambar di bawah ini! 2. Saring air cucian beras sebagai model bagaimana kerja ginjal. Dalam model ini beras dan air cuciannya digunakan sebagai model darah dalam arteri ginjal; corong dan kain kasa sebagai glomerulus, dan air cucian beras dalam gelas piala yang telah disaring sebagai model cairan hasil penyaringan (urin primer ) dalam simpai bowman; butiran beras yang tertinggal di kain kasa sebagai model bahan yang diperlukan oleh tubuh, misal proteinIV. Pertanyaan 1. Berdasarkan percobaan tadi, jelaskan bagaimana bagian ginjal bekerja ! .......................................................................................................................................... .......................................................................................................................................... .......................................................................................................................................... 2. Apa fungsi ginjal ? .......................................................................................................................................... .......................................................................................................................................... ..........................................................................................................................................
  17. 17. Kegiatan 3 Mengetahui jumlah kelenjar keringat I. Tujuan: - Melalui percobaan ini anda dapat menentukan penyebaran kelanjar keringat II. Alat dan bahan - larutan iodium - kertas HVS - kaca pembesar (lup) - cawan petri - kuas atau kertas kartonIII. Langkah kerja 1. Oleskan larutan iodium tinktur 2 % selebar 1 x 1 cm di atas salah satu telapak tangan! Biarkan selama tiga sampai empat menit agar larutan iodium tersebut kering! Perhatikan: jagalah agar larutan iodium tersebut tidak masuk ke dalam mata atau mulut, karena larutan ini bersifat racun! 2. Dengan menggunakan ibu jari tangan lain, letakkan kertas HVS selebar 2 x 2 cm di atas noda iodium selama satu menit! 3. Angkat kertas tersebut dan amati dengan lup! Kamu akan melihat titik-titik ungu atau hitam. Masing-masing titik menunjukkan satu kelenjar keringat. Buat garis segi empat berukuran 1 x 1 cm di dalam noda iodium dengan pensil. Hitung jumlah titik ungu atau hitam pada kertas HVS seluas 1 cm2! 4. Pilih permukaan kulit lain untuk membuat noda iodium, misalnya punggung tangan atau lengan! Ulangi langkah kerja No. 1 sampai 3! Pilihlah permukaan kulit bagian tubuh lain untuk mendapatkan perlakuan yang sama untuk mengetahui penyebaran kelenjar keringat! Masukkan hasil hitungan jumlah kelenjar keringat dalam tabel pengamatan di bawah ini !IV. Data pengamatan: Bagian tubuh Jumlah kelenjar keringat/ cm2 Telapak tangan Punggung tangan Lengan atas V. Pertanyaan 1. Berapa jumlah titik yang kamu amati dalam setiap sentimeter persegi pada telapak tangan, maupun bagian kulit yang lain? ........................................................................................................................................... 2. Kertas HVS mengandung amilum atau zat tepung. Apa yang menyebabkan munculnya titik ungu atau hitam pada kertas HVS? ……………………………………………………………………. 3. Dari pengamatanmu, bandingkan penyebaran kelenjar keringat di daerah kulit tubuh yang berbeda. Bagian tubuh mana yang paling banyak mempunyai kelenjar keringat? .................................................................................................................................................VI. Kesimpulan ............................................................................................................................................ ............................................................................................................................................ ............................................................................................................................................ ...........
  18. 18. Kegiatan 4 PARU-PARU SEBAGAI ALAT PENGELUARAN I. Tujuan: Mengamati adanya gas karbondioksida yang dikeluarkan dari paru-paru. II. Alat dan bahan - tabung reaksi/ botol aqua 600 ml dua buah - pipa kaca bengkok/ selang plastik empat buah - air kapur jernih.III. Cara kerja 1. Rangkailah alat dan bahan membentuk dua perangkat percobaan seperti gambar! 2. Dengan menggunakan perangkat percobaan (i), hembuskan udara pernapasan selama setengah menit. Amatilah apa yang terjadi pada air kapur tersebut! 3. Gunakan perangkat percobaan (ii), hisaplah udara dari tabung reaksi selama setengah menit. Amatilah apa yang terjadi air kapur tersebut!IV. Data Pengamatan Tabel Hasil Pengamatan Keadaan air kapur Jenis percobaan Sebelum dihembus udara Setelah dihembus udara pernapasan pernapasan Percobaan (i) Percobaan (ii) V. Pertanyaan 1. Apakah perbedaan percobaan (i) dengan percobaan (ii)? 2. Bagaimanakah keadaan air kapur pada akhir percobaan dalam perangkat percobaan (i) dan dalam perangkat percobaan (ii)? 3. Air kapur mana yang mengalami perubahan? 4. Mengapa demikian? 5. Lengkapi persamaan reaksi berikut ini : Ca (OH)2 + ……….. …….. + ………. Air kapurVI. Kesimpulan ............................................................................................................................................ ............................................................................................................................................
  19. 19. Kegiatan 5 PARU-PARU SEBAGAI ALAT PENGELUARAN I. Tujuan: Mengamati adanya uap air yang dikeluarkan dari paru-paru II. Alat dan bahan - sebuah cerminIII. Cara kerja 1. Bersihkan permukaan cermin, catat keadaan cermin tersebut! 2. Kemudian hembuskan udara pernapasan ke permukaan cermin! Amati keadaan permukaan cermin tersebut dan catatlah!IV. Data pengamatan Keadaan permukaan cermin Sebelum dihembuskan udara pernapasan Setelah dihembuskan udara pernapasan V. Pertanyaan 1. Jelaskan perbedaan keadaan permukaan cermin sebelum dan sesudah dihembusi udara pernapasan! 2. Apakah yang menyebabkan terjadinya perbedaan tersebut?VI. Kesimpulan ................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................

×