Sumber:                           www.alsofwah.or.id/khutbah                  Posted By http://ichsanmufti.wordpress.com41...
tergoda melakukan kemaksiatan.   Orang seperti itulah yang dipuji Allah Subhannahu wa Taala dalam Al-Qur-an surat   Fushsh...
bertindak secara benar dan tidak menimbulkan kekecewaan di kemudian hari.       Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam b...
‫َ ّ الْ َا َ ِيْ َ. ِ ّ ا َ َ َ َ ِ َ َ ُ ُ َّوْ َ َ َى ال ّب ّ، َاَ ّهاَ اّ ِيْ َ َا َ ُوْا َّوْا َ َيْ ِ َ َّ ُوْا‬    ...
bergerak dan pindah dari tempatnya disebabkan perutnya yang sangat besar seperti rumah.Akhirnya Rasulullah Shalallaahu ala...
Kaum muslimin sidang Jum’at yang berbahagia… inilah siksa yang Allah berikan kepadaorang-orang yang suka makan riba, bahka...
disadari di antara kita telah ada yang membantu mereka membantai saudara-saudara kitasemuslim dengan mendepositokan uang k...
‫واْل ِ َ ِ ِ ّ ق َيْت َا َا َر َمَ ال ّا ِ ِيْ َ.‬                                                                       ...
Ma’asyiral muslimin, jama’ah Jum’ah rahimakumullahTelah dimaklumi bahwa, manusia pada mulanya berasal dari dua orang sejol...
menghalalkan atau mengharamkan sesuatu, kecuali kembali kepada syariat agama Allah.Karena minimnya ilmu syar’i itulah yang...
‫‪Tetapi semua itu terpulang kepada kita masing-masing. Kalau kita tidak mempedulikan‬‬‫.‪syari’at Allah, tidak mustahil k...
‫لذ تس ءل ن‬ َ ْ‫ََ َ ُمْ ّنْ َفْ ٍ َا ِ َ ٍ َ ََقَ منْ َا َوْ َ َا و َ ّ ِنْ ُ َا ِ َالً َثيْ ًا َن َآءً َا ّ ُوا الَ اّ ...
adalah mencurahkan kasih sayang dan kecintaan kepada orang –orang yang beriman dan taatkepada Allah ta’ala karena keimanan...
perintah-perintah Allah dan RasulNya serta menahan diri dari segala yng dilarang      oleh Allah dan Rasulnya. Mereka adal...
.(‫َ َا َوْا ت َا ّوْا. )رواه البخاري في الدب المفرد 021 والبيهقي، 961/6، وسنده حسن‬                                      ...
ْ‫ِ ّ الْ َمْ َ ِ نحْ َ ُ ُ َ َسْ َ ِيْ ُ ُ َ َسْ َغْف ُهْ َ َ ُو ُ ِالِ ِنْ ُ ُوْ ِ َن ُ ِ َا َ ِنْ َ ّ َاتِ َعْ َا ِ َا،...
‫أ مده عل جلل نع ْت وكم ل صف ته وأ كره عل َ ف ْق وسو بغ ن مته َأ هد‬ُ َ ْ‫) التوبة: 63( َحْ َ ُ ُ َ َى َ َ ِ ُ ُو ِهِ َ َ ...
kepada Allah (pencipta dan pemilik batu yang telah memerintah untuk menyentuhnya).Berbai’at untuk selalu taat dan tunduk k...
Maka barang siapa yang telah sukses memenuhi perintah Allah tersebut ia akan mendapatkanhaji yang mabrur, yang diantara ta...
46Hijrah, Peristiwa Penuh StrategiOleh: H Hartono Ahmad Jaiz    ْ‫ِ ّ الْ َمْ َ ِ نحْ َ ُ ُ َ َسْ َ ِيْ ُ ُ َ َسْ َغْف ُهْ...
Kompilasi khutbah-jumat-5
Kompilasi khutbah-jumat-5
Kompilasi khutbah-jumat-5
Kompilasi khutbah-jumat-5
Kompilasi khutbah-jumat-5
Kompilasi khutbah-jumat-5
Kompilasi khutbah-jumat-5
Kompilasi khutbah-jumat-5
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Kompilasi khutbah-jumat-5

1,297 views
1,237 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,297
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
91
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kompilasi khutbah-jumat-5

  1. 1. Sumber: www.alsofwah.or.id/khutbah Posted By http://ichsanmufti.wordpress.com41Tiga Amalan BaikOleh: Muhammad Ali Aziz ‫ا ْح د ّ لذ أمرن ب ل ِص ِح ل ل أ هد أ ل إل ِل ل و ده ل شر ك له َأ هد أن‬ ّ َ ُ َ ْ‫َل َمْ ُ ِ اّ ِيْ َ َ َ َا ِاْ ِعْت َامِ ب َبْ ِ ا ِ، َشْ َ ُ َنْ َ ِ َهَ إ ّ ا ُ َحْ َ ُ َ َ ِيْ َ َ ُ وَش‬ ‫ل‬ ‫ُ َ ّ ًا َبْ ُ ُ َ َسوُْ ُ َ ن ِ ّ َعْ َ ُ. َلّ ُ ّ َ ّ َ َى ُ َ ّ ٍ َ َ َى آ ِ ِ َصحْ ِ ِ َ َنْ َ ِ َ ُ َا ُ. َ ّا‬ ‫محمد ع ده ور ُ له ل َبي ب ده ا لهم صل عل محمد وعل له و َ به وم تبع هد ه أم‬ ‫ب د َي عب د ل ُ ص ك بت ْو ل َق ل ل تع ل ي أي ا لذ ن ء من تق ل حق تق ته‬ ِ ِ ‫َعْ ُ؛ ف َا ِ َا َ ا ِ، أوْ ِيْ ُمْ ِ َق َى ا ِ، ف َا َ ا ُ َ َا َى: َاَ ّه َ اّ ِيْ َ َا َ ُوا ا ّ ُوا ا َ َ ّ ُ َا‬ .َ ْ‫َ َ َ ُوْ ُ ّ ِ ّ ََن ُمْ ّسْ ِ ُو‬ ‫ول تم تن إل وأ ت م لم ن‬Kaum Muslimin Yang TerhormatBumi yang kita tempati adalah planet yang selalu berputar, ada siang dan ada malam. Rodakehidupan dunia juga tidak pernah berhenti. Kadang naik kadang turun. Ada suka ada duka.Ada senyum ada tangis. Kadangkala dipuji tapi pada suatu saat kita dicaci. Jangan harapkanada keabadian perjalanan hidup.Oleh sebab itu, agar tidak terombang-ambing dan tetap tegar dalam menghadapi segalakemungkinan tantangan hidup kita harus memiliki pegangan dan amalan dalam hidup. Tigaamalan baik tersebut adalah Istiqomah, Istikharah dan Istighfar yang kita singkat TIGA IS. 1. Istiqomah. yaitu kokoh dalam aqidah dan konsisten dalam beribadah. Begitu pentingnya istiqomah ini sampai Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam berpesan kepada seseorang seperti dalam Al-Hadits berikut: ‫ع أ ِ س ي ن ن ع د ل ر ِي ل ع ه ق ل ق ت ي رس ل ل ق ل ف ل لم ق ل‬ ً ْ‫َنْ َبيْ ُفْ َا َ بْ ِ َبْ ِ ا ِ َض َ ا ُ َنْ ُ َا َ: ُلْ ُ َا َ ُوْ َ ا ِ، ُلْ ِيْ ِي اْ ِسْ َ ِ َو‬ ‫.) َ َسْ َُ ُ عنْ ُ أ َ ًا َي َ َ. َا َ: ُلْ آ َنْ ُ ِا ِ ُ ّ اسْت ِمْ. )رواه مسلم‬ ‫ل أ أله َ ه َحد غ ْرك ق ل ق م ت ب ل ثم َق‬ “Dari Abi Sufyan bin Abdullah Radhiallaahu anhu berkata: Aku telah berkata, “Wahai asulullah katakanlah kepadaku pesan dalam Islam sehingga aku tidak perlu bertanya kepada orang lain selain engkau. Nabi menjawab, ‘Katakanlah aku telah beriman kepada Allah kemudian beristiqamahlah’.” (HR. Muslim). Orang yang istiqamah selalu kokoh dalam aqidah dan tidak goyang keimanan bersama dalam tantangan hidup. Sekalipun dihadapkan pada persoalan hidup, ibadah tidak ikut redup, kantong kering atau tebal, tetap memperhatikan haram halal, dicaci dipuji, sujud pantang berhenti, sekalipun ia memiliki fasilitas kenikmatan, ia tidak
  2. 2. tergoda melakukan kemaksiatan. Orang seperti itulah yang dipuji Allah Subhannahu wa Taala dalam Al-Qur-an surat Fushshilat ayat 30: “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatahkan): “Janganlah kamu merasa takut, dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah dengan syurga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (Qs. Fushshilat: 30)2. Istikharah, selalu mohon petunjuk Allah dalam setiap langkah dan penuh pertimbangan dalam setiap keputusan. Setiap orang mempunyai kebebasan untuk berbicara dan melakukan suatu perbuatan. Akan tetapi menurut Islam, tidak ada kebebasan yang tanpa batas, dan batas-batas tersebut adalah aturan-aturan agama. Maka seorang muslim yang benar, selalu berfikir berkali-kali sebelum melakukan tindakan atau mengucapkan sebuah ucapan serta ia selalu mohon petunjuk kepada Allah. Nabi Shalallaahu alaihi wasalam pernah bersabda: ‫َنْ َا َ ُؤْ ِ ُ ِا ِ َالْ َوْ ِ اْل ِ ِ َلْ َ ُلْ خيْ ًا َوْ ِ َصْ ُتْ. )رواه البخاري ومسلم عن أبي‬ ‫م ك ن ي من ب ل و ي م خر ف يق َ ر أ لي م‬ ‫.)هريرة‬ Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau diamlah. (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah). Orang bijak berkata “Think today and speak tomorrow” (berfikirlah hari ini dan bicaralah esok hari). Kalau ucapan itu tidak baik apalagi sampai menyakitkan orang lain maka tahanlah, jangan diucapkan, sekalipun menahan ucapan tersebut terasa sakit. Tapi ucapan itu benar dan baik maka katakanlah jangan ditahan sebab lidah kita menjadi lemas untuk bisa meneriakkan kebenaran dan keadilan serta menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Mengenai kebebasan ini, malaikat Jibril pernah datang kepada Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam untuk memberikan rambu-rambu kehidupan, beliau bersabda: ‫َت ن ج ِ ل فق ل ي محمد ع م ِ ت فِنك ميت وأ ْب م ش ت ف ِنك مف رق و م م ِ ت فإنك َ زي‬ ّ ِ ْ‫أ َا ِيْ ِبْريْ ُ َ َا َ: َا ُ َ ّ ًا ِشْ َا شئْ َ َإ ّ َ َ ّ ٌ، ََح ِبْ َا ِئْ َ َإ ّ َ ُ َا ِ ٌ، َاعْ َلْ َا شئْ َ َ ِ ّ َ مج‬ ‫.) ِ ِ. )رواه البيهقي عن جابر‬ ‫به‬ Jibril telah datang kepadaku dan berkata: Hai Muhammad hiduplah sesukamu, tapi sesungguhnya engkau suatu saat akan mati, cintailah apa yang engkau sukai tapi engkau suatu saat pasti berpisah juga dan lakukanlah apa yang engkau inginkan sesungguhnya semua itu ada balasannya. (HR.Baihaqi dari Jabir). Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam ini semakin penting untuk diresapi ketika akhir-akhir ini dengan dalih kebebasan, banyak orang berbicara tanpa logika dan data yang benar dan bertindak sekehendakya tanpa mengindahkan etika agama . Para pakar barang kali untuk saat-saat ini, lebih bijaksana untuk banyak mendengar daripada berbicara yang kadang-kadang justru membingungkan masyarakat. Kita memasyarakatkan istikharah dalam segala langkah kita, agar kita benar-benar
  3. 3. bertindak secara benar dan tidak menimbulkan kekecewaan di kemudian hari. Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: ‫م خ ب َن تخ َ ول ندم من تش ر ول ع من َصد‬ َ َ ‫. َا َا َ م ِ اسْ َ َار َ َ َ ِ َ َ ِ اسْ َ َا َ َ َ َالَ َ ِ اقْت‬ Tidak akan rugi orang yang beristikharah, tidak akan kecewa orang yang bermusyawarah dan tidak akan miskin orang yang hidupnya hemat. (HR. Thabrani dari Anas) 3. Istighfar, yaitu selalu instropeksi diri dan mohon ampunan kepada Allah Rabbul Izati. Setiap orang pernah melakukan kesalahan baik sebagai individu maupun kesalahan sebagai sebuah bangsa. Setiap kesalahan dan dosa itu sebenarnya penyakit yang merusak kehidupan kita. Oleh karena ia harus diobati. Tidak sedikit persoalan besar yang kita hadapi akhir-akhir ini yang diakibatkan kesalahan kita sendiri. Saatnya kita instropeksi masa lalu, memohon ampun kepada Allah, melakukan koreksi untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah dengan penuh keridloan Allah. Dalam persoalan ekonomi, jika rizki Allah tidak sampai kepada kita disebabkan karena kemalasan kita, maka yang diobati adalah sifat malas itu. Kita tidak boleh menjadi umat pemalas. Malas adalah bagian dari musuh kita. Jika kesulitan ekonomi tersebut, karena kita kurang bisa melakukan terobosan-teroboan yang produktif, maka kreatifitas dan etos kerja umat yang harus kita tumbuhkan. Akan tetapi adakalanya kehidupan sosial ekonomi sebuah bangsa mengalami kesulitan. Kesulitan itu disebabkan karena dosa-dosa masa lalu yang menumpuk yang belum bertaubat darinya secara massal. Jika itu penyebabnya, maka obat satu-satunya adalah beristighfar dan bertobat. Allah berfirman yang mengisahkan seruan Nabi Hud Alaihissalam, kepada kaumnya: “Dan (Hud) berkata, hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepadaNya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa” (QS. Hud:52).Para Jamaah yang dimuliakan AllahSekali lagi, tiada kehidupan yang sepi dari tantangan dan godaan. Agar kita tetap tegar danselamat dalam berbagai gelombang kehidupan, tidak bisa tidak kita harus memiliki danmelakukan TIGA IS di atas yaitu Istiqomah, Istikharah dan Istighfar.Mudah-mudahan Allah memberi kekuatan kepada kita untuk menatap masa depan dengankeimanan dan rahmatNya yang melimpah. Amin .ُ ْ‫أ ُو ُ َوْ ِي َ َا وَسْ َغْ ِ ُ ا َ ِيْ َ َ ُمْ َاسْ َغْ ِ ُوْ ُ ِ ّ ُ ُ َ الْ َ ُو ُ ال ّ ِي‬ ‫َق ل ق ل هذ َأ ت فر ل ل ولك ف ت فر ه انه هو غف ر رح م‬Khutbah Kedua ‫ا ْح د ّ لذ أمرن ب لتح َ ل تص م بح ْل ل مت ن أ هد أ ل إل إل ل و ده لشر ك‬ َ ْ‫َل َمْ ُ ِ اّ ِيْ َ َ َ َا ِاْ ِ ّ َادِ واْ ِعْ ِ َا ِ ِ َب ِ ا ِ الْ َ ِيْ ِ. َشْ َ ُ َنْ َ ِ َهَ ِ ّ ا ُ َحْ َ ُ َ َ ِي‬ ‫ل‬‫له ِي ه ن بد َإيا ن ت ِ ن وأ هد أن محمد ع ده ورس له ا م ع ث َ م ل ع لم ن ا لهم صل‬ّ َ ّ ُ ّ‫َ ُ، إ ّا ُ َعْ ُ ُ وِ ُّه َسْ َعيْ ُ. ََشْ َ ُ َ ّ ُ َ ّ ًا َبْ ُ ُ َ َ ُوُْ ُ، َلْ َبْ ُوْ ُ رحْ َةً ِلْ َا َ ِيْ َ. َل‬ ‫ِتق ل م َط ت وس رع إل م فرة‬ ِ َ ِ ْ‫َ َى ُ َ ّدٍ َ َ َى آ ِ ِ َأصْ َا ِ ِ َجْ َ ِيْ َ. ِ َا َ ال، ا ّ ُوا ا َ َا اسْت َعْ ُمْ َ َا ِ ُوْا ِ َى َغ‬ ‫عل محم وعل له وَ ح به أ مع ن عب د‬
  4. 4. ‫َ ّ الْ َا َ ِيْ َ. ِ ّ ا َ َ َ َ ِ َ َ ُ ُ َّوْ َ َ َى ال ّب ّ، َاَ ّهاَ اّ ِيْ َ َا َ ُوْا َّوْا َ َيْ ِ َ َّ ُوْا‬ ‫رب ع لم ن إن ل وملئكته يصل ن عل ن ِي ي أي لذ ن ء من صل عل ه وسلم‬ ‫ت ل م ا لهم صل وسل وب ر عل محم وعل له وأ ْح به وقر بته وأ و جه وذري ته‬ ‫َسْ ِيْ ًا. َلّ ُ ّ َ ّ َ َّمْ َ َا ِكْ َ َى ُ َ ّدٍ َ َ َى آ ِ ِ ََص َا ِ ِ َ َ َا َ ِ ِ ََزْ َا ِ ِ َ ُ ّ ّا ِ ِ‬ ‫َ مع ن ا لهم أ ل جم ع ول م لم ن و صر ْل ل و م لم ن َأ ل كفرة‬ ‫أجْ َ ِيْ َ. َلّ ُ ّ َصْ ِحْ َ ِيْ َ ُ َةَ الْ ُسْ ِ ِيْ َ، َانْ ُ ِ ا ِسْ َمَ َالْ ُسْ ِ ِيْ َ، وَهْ ِكِ الْ َ َ َ َ‬ ‫َالْ ُشْ ِ ِيْنَ ََعْ ِ َ ِ َ َ َ ِ َى َوْ ِ ال ّيْ ِ. َلّ ُ ّ اغْ ِرْ ِلْ ُسْ ِ ِيْنَ َالْ ُسْ ِ َاتِ َالْ ُؤْ ِ ِيْ َ َالْ ُؤْ ِ َاتِ‬ ‫و م رك وأ ل كلمتك إل ي م د ن ا لهم ف ل م لم و م لم و م من ن و م من‬ ‫َ ي ء م ه َ ل و ت إنك قر ب ُج ب دعو وي ق ضي ْح ج ت ا لهم َ َ َن وب ن‬ ‫اْلحْ َا ِ ِنْ ُمْ واْ َمْ َا ِ، ِ ّ َ َ ِيْ ٌ م ِيْ ُ ال ّ َ َاتِ َ َا َا ِ َ ال َا َا ِ. َلّ ُ ّ افْتحْ بيْن َا َ َيْ َ‬ ‫َوْ ِ ّا ِالْ َ ّ وَنْتَ خيْ ُ الْ َات ِيْ َ. َ ّ َا آ ِ َا ِي ال ّنْ َا َ َ َ ً َ ِي ال ِ َةِ َ َ َ ً َق َا َ َابَ ال ّا ِ.‬ ‫نر‬ ‫خر حسنة و ِن عذ‬ ‫ق من ب حق َا َ ر ف ِح ن ربن تن ف د ي حسنة وف‬ ‫عب ل إن ل ي مرك ب ع ل و ِ س وإ ت ئ ذ ْق ْب وي ْه عن ْف ش ء و م كر‬ ‫ِ َادَ ا ِ، ِ ّ ا َ َأْ ُ ُ ُمْ ِالْ َدْ ِ َاْلحْ َانِ َِي َآ ِ ِي ال ُر َى َ َن َى َ ِ ال َحْ َآ ِ َالْ ُن َ ِ‬ ‫َالْ َغْ ِ َ ِ ُ ُمْ َ َّ ُمْ َ َ ّ ُوْ َ. َاذْ ُ ُوا ا َ الْع ِيْ َ َذْ ُرْ ُمْ َادْ ُوْ ُ َسْت ِبْ َ ُمْ َ َ ِكْ ُ ا ِ َك َ ُ.‬ ‫و ب ي يعظك لعلك تذكر ن ف كر ل َظ م ي ك ك و ع ه ي َج لك ولذ ر ل أ ْبر‬‫24‬‫‪Akibat Memakan Harta Riba‬‬‫‪Oleh: Ade Zarkasyi bin Sabit‬‬ ‫ِن الْ َمْ َ ِ نحْ َ ُ ُ َ َسْ َ ِيْ ُ ُ َ َسْ َغْف ُ ُ، َ َ ُو ُ ِالِ ِنْ ُ ُوْ ِ َن ُ ِ َا َ ِنْ َ ّ َاتِ َعْ َا ِ َا، َنْ‬ ‫إ ّ ح د ّ َ مده ون تع نه ون ت ِره ونع ذ ب م شر ر أ ْفسن وم سيئ أ م لن م‬ ‫ل‬ ‫ي د ل فل مضل له وم ي ِ فل ه د له أ هد أن ل إل إل ل و ده ل شر ل ُ َأ هد أن‬ ‫َهْ ِ ا ُ َ َ ُ ِ ّ َ ُ َ َنْ ُضْللْ َ َ َا ِيَ َ ُ. َشْ َ ُ َ ّ َ ِ َهَ ِ ّ ا ُ َحْ َ ُ َ َ ِيْكَ َه وَشْ َ ُ َ ّ‬‫محمد ع ده ور ُ له ا لهم َل وسل عل نبين ورس لن محم صل ل عل ه وسل وعل له‬‫ُ َ ّ ًا َبْ ُ ُ َ َسوُْ ُ. َلّ ُ ّ ص ّ َ َّمْ َ َى َ ِ ّ َا َ َ ُوْ ِ َا ُ َ ّدٍ َّى ا ُ َ َيْ ِ َ َّمَ َ َ َى آ ِ ِ‬ ‫وَصْ َا ِ ِ َ َنْ ت ِ َ ُمْ ِإحْ َانٍ ِ َى َوْ ِ ال ّيْ ِ، َ ّا َعْ ُ؛‬ ‫َأ ح به وم َبعه بِ س إل ي م د ن أم ب د‬ ‫فإن أ دق حد كت ب ل و َ ر ه ي ه ي ُحم صل ل عل ه وسلم وشر ل ُ ر‬ ‫َ ِ ّ َصْ َ َ الْ َ ِيْثِ ِ َا ُ ا ِ َخيْ َ الْ َد ِ َدْ ُ م َ ّدٍ َّى ا ُ َ َيْ ِ َ َّ َ، َ َ ّ ا ُموْ ِ‬ ‫ُ َ َ َا ُ َا، َ ُ ّ ُحْ َ َ ٍ ِدْ َ ٌ َك ّ ِدْ َ ٍ َ َل ٍ.‬ ‫محدث ته وكل م دثة ب عة و ُل ب عة ضل ة‬ ‫َ َا ِ َادَ ا ِ، ُوْصيْ ُمْ وِ ّا َ ِتقْ َى ا ِ َ َدْ َا َ الْ ُؤْ ِ ُوْ َ الْ ُ ّقوْ َ، َيْ ُ َا َ ت َا َكَ َ َ َا َى ِيْ‬ ‫في عب ل أ ِ ك َإي ي ب َ و ل فق ف ز م من ن مت ُ ن ح ث ق ل َب ر وتع ل ف‬ ‫ِ َا ِ ِ الْ َ ِيْ ِ:‬ ‫كت به عز ز‬ ‫َاأ ّه َ اّ ِيْنَ َا َ ُوا ا ّ ُوا ا َ َ ّ ُ َا ِ ِ َ َ َ ُو ُ ّ ِ ّ وَن ُمْ ّسْ ِ ُوْ َ.‬ ‫ي َي ا لذ ء من تق ل حق تق ته ول تم ْتن إل َأ ت م لم ن‬ ‫َاأ ّ َا ال ّا ُ ا ّقوْا َ ّ ُ ُ اّ ِيْ َ َ َ ُمْ ّنْ نفْ ٍ َا ِ َةٍ َ َ َ َ ِنْ َا زوْج َا َ َ ّ ِنْ ُ َا ر َالً َ ِيْ ًا‬ ‫ي َيه ن س ت ُ ربكم لذ خلقك م َ س و حد وخلق م ه َ َه وبث م هم ِج كث ر‬ ‫َ ِ َآ ً َا ّ ُوا ا َ اّ ِيْ َ َآ َُوْ َ ِهِ واْ َرْ َا َ ِ ّ ا َ َا َ َ َيْ ُمْ ر ِيْ ًا.‬ ‫ونس ء و تق ل لذ تس ءل ن ب َ ل ح م إن ل ك ن عل ك َق ب‬ ‫ي َيه لذ ء من تق ل َق ل ق ل سد د ُ ل لك أ م لك وي ف لك ذن ْبك وم يطع‬ ‫َاأ ّ َا اّ ِيْنَ َا َ ُوا ا ّ ُوا ا َ و ُوُْوْا َوْ ً َ ِيْ ًا. يصْ ِحْ َ ُمْ َعْ َا َ ُمْ َ َغْ ِرْ َ ُمْ ُ ُو َ ُمْ َ َنْ ُ ِ ِ‬ ‫ا َ َ َ ُوْ َ ُ َ َدْ َا َ َوْ ًا َظيْ ًا.‬ ‫ل ورس له فق ف ز ف ز ع ِ م‬ ‫وق ل عل ه صلة و سلم اتق ل ح ث م ك ت وَ بع سيئ ْحسن ت ُه َخ لق ن س‬ ‫َ َا َ َ َيْ ِ ال ّ َ ُ َال ّ َ ُ: ِ ّ ِ ا َ َيْ ُ َا ُنْ َ َأتْ ِ ِ ال ّ ّ َةَ ال َ َ َةَ َمْح َا و َا ِ ِ ال ّا َ‬ ‫َ ُُ ٍ َ َ ٍ.‬ ‫بخلق حسن‬‫‪Kaum muslimin seiman dan seaqidah‬‬‫‪Tepatnya ketika Allah Subhannahu wa Taala memberikan mukjizat kepada hamba dan‬‬‫‪kekasihNya, Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam berupa Isra’ Mi’raj, pada saat itu‬‬‫‪pula Allah Taala perlihatkan berbagai kejadian kepada beliau yang kelak akan memimpin‬‬‫‪jaga raya ini. Di antaranya Rasulullah n melihat adanya beberapa orang yang tengah disiksa‬‬‫‪di Neraka, perut mereka besar bagaikan rumah yang sebelumnya tidak pernah disaksikan‬‬‫‪Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam. Kemudian Allah Ta’ala tempatkan orang-orang‬‬‫‪tersebut di sebuah jalan yang tengah dilalui kaumnya Fir’aun yang mereka adalah golongan‬‬‫‪paling berat menerima siksa dan adzab Allah di hari Kiamat. Para pengikut Fir’aun ini‬‬‫‪melintasi orang-orang yang sedang disiksa api dalam Neraka tadi. Melintas bagaikan‬‬‫‪kumpulan onta yang sangat kehausan, menginjak orang-orang tersebut yang tidak mampu‬‬
  5. 5. bergerak dan pindah dari tempatnya disebabkan perutnya yang sangat besar seperti rumah.Akhirnya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bertanya kepada malaikat Jibril yangmenyertainya, “Wahai Jibril, siapakah orang-orang yang diinjak-injak tadi?” Jibril menjawab,“Mereka itulah orang-orang yang makan harta riba.” (lihat Sirah Nabawiyah, Ibnu Hisyam,2/252).Dalam syariat Islam, riba diartikan dengan bertambahnya harta pokok tanpa adanya transaksijual beli sehingga menjadikan hartanya itu bertambah dan berkembang dengan sistem riba.Maka setiap pinjaman yang diganti atau dibayar dengan nilai yang harganya lebih besar, ataudengan barang yang dipinjamkannya itu menjadikan keuntungan seseorang bertambah danterus mengalir, maka perbuatan ini adalah riba yang jelas-jelas diharamkan oleh AllahSubhannahu wa Taala dan RasulNya Shalallaahu alaihi wasalam, dan telah menjadi ijma’kaum muslimin atas keharamannya.Allah Subhannahu wa Taala berfirman:“Allah menghilangkan berkah riba dan menyuburkan shadaqah, dan Allah tidak menyukaisetiap orang yang tetap dalam kekafiran dan selalu berbuat dosa”. (QS. Al-Baqarah: 270).Barang-barang haram yang tiada terhitung banyaknya sampai menyusahkan danmemberatkan mereka ketika harus cepat-cepat berjalan pada hari Pembalasan. Setiap kaliakan bangkit berdiri, mereka jatuh kembali, padahal mereka ingin berjalan bergegas-gegasbersama kumpulan manusia lainnya namun tiada sanggup melakukannya akibat maksiat danperbuatan dosa yang mereka pikul.Maha Besar Allah yang telah berfirman:“Orang-orang yang memakan (mengambil) riba tidak dapat berdiri kecuali seperti berdirinyaorang yang kemasukan syetan lantaran tekanan penyakit gila. Keadaan mereka yangdemikian itu adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat): Sesungguhnya jual beli itusama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”. (QS.Al-Baqarah: 275).Dalam menafsirkan ayat ini, sahabat Ibnu “Abbas Radhiallaahu anhu berkata:“Orang yang memakan riba akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan gila lagitercekik”. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 1/40).Imam Qatadah juga berkata:“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta riba akan dibangkitkan pada hari Kiamatdalam keadaan gila sebagai tanda bagi mereka agar diketahui para penghuni padang mahsyarlainnya kalau orang itu adalah orang yang makan harta riba.” (Lihat Al-Kaba’ir, Imam Adz-Dzahabi, hal. 53).Dalam Shahih Al-Bukhari dikisahkan, bahwasanya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalambermimpi didatangi dua orang laki-laki yang membawanya pergi sampai menjumpai sebuahsungai penuh darah yang di dalamnya ada seorang laki-laki dan di pinggir sungai tersebut adaseseorang yang di tangannya banyak bebatuan sambil menghadap ke pada orang yang beradadi dalam sungai tadi. Apabila orang yang berada di dalam sungai hendak keluar, makamulutnya diisi batu oleh orang tersebut sehingga menjadikan dia kembali ke tempatnyasemula di dalam sungai. Akhirnya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bertanya kepadadua orang yang membawanya pergi, maka dikatakan kepada beliau: “Orang yang engkausaksikan di dalam sungai tadi adalah orang yang memakan harta riba.” (Fathul Bari,3/321-322).
  6. 6. Kaum muslimin sidang Jum’at yang berbahagia… inilah siksa yang Allah berikan kepadaorang-orang yang suka makan riba, bahkan dalam riwayat yang shahih, sahabat JabirRadhiallaahu anhu mengatakan: .ٌ ‫ آك َ ال ّ َا َ ُوْ ِ َ ُ َ َا ِ َ ُ َ َا ِ َيْ ِ، َ َا َ: ُمْ َ َا‬n ِ ‫َ َنَ َ ُوْ ُ ا‬ ‫لع رس ل ل ِل رب وم كله وك تبه وش هد ه وق ل ه سو ء‬Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam melaknat orang yang memakan riba, yang memberimakan riba, penulisnya dan kedua orang yang memberikan persaksian, dan beliau bersabda:“Mereka itu sama”. (HR. Muslim, no. 1598).Semaraknya praktek riba selama ini tidak lepas dari propaganda musuh-musuh Islam yangmenjadikan umat Islam lebih senang untuk menyimpan uangnya di bank-bank, lebih-lebihdengan semaraknya kasus-kasus pencurian dan perampokan serta berbagai adegan kekerasanyang semakin merajalela. Bahkan sistem simpan pinjam dengan bunga pun sudah dianggapbiasa dan menjadi satu hal yang mustahil bila harus dilepaskan dari perbankan. Umat tidaklagi memperhatikan mana yang halal dan mana yang haram. Riba dianggap sama dengan jualbeli yang diperbolehkan menurut syari’at Islam. Kini kita saksikan, gara-gara bunga berapabanyak orang yang semula hidup bahagia pada akhirnya menderita tercekik dengan bungayang ada. Musibah dan bencana telah meresahkan masyarakat, karena Allah yangmenurunkan hukumNya atas manusia telah mengizinkan malapetaka atas suatu kaum jikakemaksiatan dan kedurhakaan telah merejalela di dalamnya.Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Abu Ya’la dan isnadnya jayyid, bahwasannyaRasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: .ِ ‫َا ظ َ َ ِيْ َوْ ٍ ال ّ َى َال ّ َا ِ ّ أ َّوْا ِ َن ُ ِ ِمْ ِ َا َ ا‬ ‫م َهر ف ق م زن و رب إل َحل بأ ْفسه عق ب ل‬“Tidaklah perbuatan zina dan riba itu nampak pada suatu kaum, kecuali telah merekahalalkan sendiri siksa Allah atas diri mereka.” (Lihat Majma’Az-Zawaid, Imam Al-Haitsami,4/131).Dan dari bencana yang ditimbulkan karena memakan riba tidak saja hanya sampai di sini,bahkan telah menjadikan hubungan seorang hamba dengan Rabbnya semakin dangkal yangtidak lain dikarenakan perutnya yang telah dipadati benda-benda haram. Sehingga nasi yangdimakannya menjadi haram, pakaian yang dikenakannya menjadi haram, motor yangdikendarainya pun haram, dan barang-barang perkakas di rumahnya pun menjadi haram,bahkan ASI yang diminum oleh si kecil pun menjadi haram. Kalau sudah seperti ini,bagaimana mungkin do’a yang dipanjatkan kepada Allah akan dikabulkan jika seluruh hartadan makanan yang ada dirumahnya ternyata bersumber dari hasil praktek riba.Sebenarnya praktek riba pada awal mulanya adalah perilaku dan tabi’at orang-orang Yahudidalam mencari nafkah dan mata pencaharian hidup mereka. Dengan sekuat tenaga merekaberusaha untuk menularkan penyakit ini ke dalam tubuh umat Islam melalui bank-bank yangtelah banyak tersebar. Mereka jadikan umat ini khawatir untuk menyimpan uang di rumahnyasendiri seiring disajikannya adegan-adegan kekerasan yang menakutkan masyarakat lewatjalur televisi dan media-media massa lainnya, sehingga umatpun bergegas mendepositokanuangnya di bank-bank milik mereka yang mengakibatkan keuntungan yang besar lagi berlipatganda bagi mereka, menghimpun dana demi melancarkan rencana-rencana jahat zionis danacara-acara kristiani lainnya. Mereka banyak membantai umat Islam, namun diam-diam tanpa
  7. 7. disadari di antara kita telah ada yang membantu mereka membantai saudara-saudara kitasemuslim dengan mendepositokan uang kita di bank-bank mereka.Dalam firmanNya Allah Subhannahu wa Taala menegaskan:“Dan disebabkan mereka (orang-orang Yahudi) memakan riba, padahal sesungguhnyamereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta orang lain denganjalan yang bathil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka siksayang pedih”. (QS. An-Nisa’: 161).Lalu pantaskah bila umat Islam mengikuti pola hidup suatu kaum yang Allah pernahmengutuknya menjadi kera dan babi, sedangkan Allah Subhannahu wa Taala berfirman:“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebagian dari orang-orang yang diberiAl-Kitab (Yahudi dan Nashrani), niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi kafirsesudah kamu beriman.” (QS. Ali Imran: 100).Semoga Allah senantiasa menunjukkan kita kepada jalanNya yang lurus, yang telah ditempuholeh para pendahulu kita dari generasi salafush-shalih.ْ‫َا َ َ ا ُ ِيْ َ َ ُمْ ِي الْ ُرْآ ِ الْ َظيْ ِ، و َ َ َنيْ وِ ّا ُمْ ِ َا ِيْ ِ ِنَ اْل َا ِ َال ّكْرِ ال َ ِيْ ِ. أ ُوْ ُ َوْلي‬ ِ ‫ي ت و ذ ْحك م َق ل ق‬ ‫ب رك ل ل ولك ف ق ن ع ِ م َنفع ِ َإي ك بم ف ه م‬ .ْ‫َ َا وَسْ َغْ ِ ُ ا َ الْع ِيْ َ ِيْ َ َ ُم‬ ‫هذ َأ ت فر ل َظ م ل ولك‬Khutbah Kedua ْ‫ِن الْ َمْ َ ِ نحْ َ ُ ُ َ َسْ َ ِيْ ُ ُ َ َسْ َغْف ُ ُ، َ َ ُو ُ ِالِ ِنْ ُ ُوْ ِ َن ُ ِ َا َ ِنْ َ ّ َاتِ َعْ َا ِ َا، َن‬ ‫إ ّ ح د ّ َ مده ون تع نه ون ت ِره ونع ذ ب م شر ر أ ْفسن وم سيئ أ م لن م‬ ‫ل‬ ُ َ ‫َهْ ِهِ ا ُ َ َ ُ ِ ّ َ ُ َ َنْ ُضْ ِلْ َ َ َا ِ َ َ ُ. َشْ َ ُ َ ّ َ ِ َ َ ِ ّ ا ُ وحْ َ ُ َ َ ِيْ َ َ ُ ََش‬ ‫ي د ل فل مضل له وم ي ل فل ه دي له أ هد أن ل إله إل ل َ ده ل شر ك له وأ ْهد‬ ‫َ ّ ُ َ ّ ًا َبْ ُ ُ َ َ ُوُْ ُ. َلّ ُ ّ َ ّ َ َّمْ َ َى َ ِ ّ َا َ َ ُوْ ِ َا ُ َ ّدٍ َّى ا ُ َ َيْهَ َ َّ َ َ َ َى‬ ‫أن محمد ع ده ورس له ا لهم صل وسل عل نبين ورس لن محم صل ل عل وسلم وعل‬ ‫آ ِ ِ وَص َا ِهِ َ َنْ َ ِ َ ُمْ ِ ِحْ َا ٍ ِ َى َوْ ِ ال ّيْ ِ، َ ّا َعْ ُ؛‬ ‫له َأ ْح ب وم تبعه بإ س ن إل ي م د ن أم ب د‬ ‫فإن أ دق حد كت ب ل و َ ر ه ي ه ي ُحم صل ل عل ه وسلم وشر لم ر‬ ِ ْ‫َ ِ ّ َصْ َ َ الْ َ ِيْثِ ِ َا ُ ا ِ َخيْ َ الْ َد ِ َدْ ُ م َ ّدٍ َ ّ ا ُ َ َيْ ِ َ َّ َ، َ َ ّ ا ُ ُو‬ .ٌ ‫ُ َ َ َا ُ َا، َ ُ ّ ُحْ َ َ ٍ ِدْ َ ٌ َك ّ ِدْ َ ٍ َ َل‬ ‫محدث ته وكل م دثة ب عة و ُل ب عة ضل ة‬Dalam khutbah kedua ini, setelah kita menyadari realitas yang ada, marilah kita sering-seringberistighfar kepada Allah, karena tidak ada obat penyembuh dari kesalahan dan kedurhakaanyang telah kita lakukan kecuali hanya dengan mengakui segala dosa kita lalu beristighfarmemohon ampun kepada Allah dan untuk tidak mengulanginya kembali sambil beramalshalih menjalankan ketaatan unukNya, sebagaimana yang dikatakan Nabi Hud Alaihissalamkepada kaumnya:“Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu lalu bertaubatlah kepadaNya, niscaya Diamenurunkan hujan yang sangat deras atasmu dan Dia akan menambahkan kekuatan kepadakekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.” (QS. Hud: 52).Pada penutup khutbah ini, marilah kita memunajatkan do’a kepada Allah sebagai buktibahwasanya kita ini fakir di hadapan Allah Subhannahu wa Taala . ِ‫َل َمْ ُ ِ َ ّ الْ َا َ ِيْنَ َال ّ َ ُ َال ّ َ ُ َ َى َ ُو ِ ا ِ ُ َ ّدٍ َّى ا ُ َ َيْهِ َ َّ َ َ َ َى آ ِه‬ ‫ا ْح د ّ رب ع لم و صلة و سلم عل رس ْل ل محم صل ل عل وسلم وعل ل‬ ‫ل‬ ْ‫وَصْ َا ِ ِ أجْ َ ِيْ َ. َلّ ُ ّ اغْ ِرْ َ َا َ ِلْ ُؤْ ِ ِيْ َ َالْ ُؤْ ِ َا ِ َالْ ُسْ ِ ِيْنَ َالْ ُسْ ِ َاتِ اْ َح َاءِ ِنْ ُم‬ ‫َأ ح به َ مع ن ا لهم ف لن ول م من ن و م من ت و م لم و م لم ل ْي م ه‬ .ِ ‫واْ َمْ َا ِ، َا ُجيْبَ ال ّ َ َا‬ ‫دعو ت‬ ِ ‫َل وت ي م‬ ‫َلّ ُ ّ َ َ َعْ َ َا َنْ ًا ِ ّ َفرْ َ ُ َ َ َ ّا ِ ّ َ ّجْ َ ُ َ َ َيْ ًا ِ ّ َ َي َ ُ َ َ َا َةً ِنْ َ َا ِ ِ ال ّنْ َا‬ ‫ا لهم ل تد لن ذ ب إل غ َ ته ول هم إل فر ته ول د ن إل قض ْته ول ح ج م حو ئج د ي‬
  8. 8. ‫واْل ِ َ ِ ِ ّ ق َيْت َا َا َر َمَ ال ّا ِ ِيْ َ.‬ ‫َ خرة إل َض َه ي أ ْح ر حم ن‬ ‫ربن ف لن ول ْو ِن لذ ن س َق ن ب ل م ول َ ع ف قل ِن غل للذ ء من َبن إنك‬ ‫َ ّ َا اغْ ِرْ َ َا َ ِخ َان َا اّ ِيْ َ َب ُوْ َا ِاْ ِيْ َانِ َ َ تجْ َلْ ِيْ ُُوْب َا ِ ّ ّّ ِيْنَ َا َ ُوْا ر ّ َا ِ ّ َ‬ ‫َ ُوْ ٌ ّ ِيْ ٌ. ر ّ َا آ ِ َا ِي ال ّنْ َا َ َ َ ً و ِي ال ِ َةِ َ َ َ ً َ ِ َا َ َابَ ال ّا ِ.‬ ‫نر‬ ‫خر حسنة وقن عذ‬ ‫رء ف رح م َبن تن ف د ي حسنة َف‬ ‫َ َّى ا ُ َ َى َب ّ َا م َ ّدٍ َّى ا ُ َ َيْ ِ َ َّ َ، ُبْ َا َ َ ّ َ َ ّ الْ ِ ّةِ َ ّا َص ُوْ َ، َ َ َ ٌ‬ ‫وصل ل عل ن ِين ُحم صل ل عل ه وسلم س ح ن ربك رب عز عم ي ِف ن وسلم‬ ‫َ َى الْ ُرْ َ ِيْ َ َالْ َمْ ُ ِ َ ّ ال َا َ ِيْ َ.‬ ‫عل م سل ن و ح د ل رب ع لم ن‬‫34‬‫‪Mengukir Prestasi Dihadapan Ilahi‬‬‫‪Oleh Suyadi Husein Mustofa‬‬ ‫ِ ّ الْ َمْ َ ِ نحْ َ ُ ُ َ َسْ َ ِيْ ُ ُ َ َسْ َغْف ُهْ َ َ ُو ُ ِالِ ِنْ ُ ُوْ ِ َن ُ ِ َا َ ِنْ َ ّ َاتِ َعْ َا ِ َا، َنْ‬ ‫إن ح د ّ َ مده ون تع نه ون ت ِر ونع ذ ب م شر ر أ ْفسن وم سيئ أ م لن م‬ ‫ل‬ ‫ي د ل فل مضل له وم ي ل ه فل ه د له َأ هد أ ل إله إل ل و ده ل شر َ له وأ هد‬ ‫َهْ ِهِ ا ُ َ َ ُ ِ ّ َ ُ َ َنْ ُضْ ِلْ ُ َ َ َا ِيَ َ ُ. وَشْ َ ُ َنْ َ ِ َ َ ِ ّ ا ُ َحْ َ ُ َ َ ِيْك َ ُ ََشْ َ ُ‬ ‫َن ُ َ ّ ًا َبْ ُ ُ َ َ ُوُْ ُ.‬ ‫أ ّ محمد ع ده ورس له‬ ‫َلّ ُ ّ َ ّ َ َّمْ و َا ِكْ َ َى َب ّكَ ُ َ ّ ٍ َ َ َى آ ِ ِ َ َنْ ت ِعَ ُ َا ُ ِ َى َوْ ِ الْ ِ َا َ ِ.‬ ‫ا لهم صل وسل َب ر عل ن ِي محمد وعل له وم َب هد ه إل ي م قي مة‬‫َ َا ِرَ الْ ُسْ ِ ِيْنَ َرْ َ َ ُ ُ ا ُ ... ُوْصيْ ُمْ وِ ّا َ ِتقْ َى ا ِ، َ َدْ َا َ الْ ُؤْ ِنوْنَ الْ ُ ّ ُوْ َ، َ َ َ ّ ُوْا‬ ‫متق ن وتزود‬ ‫مع ش م لم أ شدكم ل أ ِ ك َإي ي ب َ و ل فق ف ز م م ُ‬ ‫َ ث ق ل تع ل ِ كت به كر م أع ذ ب م ش ط ن رج م ب ل‬ ‫َ ِ ّ َيْ َ ال ّا ِ ال ّق َى، حيْ ُ َا َ َ َا َى فيْ ِ َا ِ ِ الْ َ ِيْ ِ، َ ُوْ ُ ِالِ ِنَ ال ّيْ َا ِ ال ّ ِيْ ِ، ِسْمِ ا ِ‬ ‫فإن خ ر ز د ت ْو‬ ‫الرحْ َـنِ ال ّ ِيْ ِ:‬ ‫ّ م رح م‬ ‫َا َ ّ َا ال ّا ُ ا ّ ُوْا َ ّ ُ ُ اّ ِيْ َ َ َ ُمْ ّنْ َفْ ٍ َا ِ َةٍ و َ َ َ ِنْ َا َو َ َا َ َ ّ ِنْ ُ َا ِ َا ً ك ِيْ ًا‬ ‫ي أيه ن س تق ربكم لذ خلقك م ن س و حد َخلق م ه ز ْجه وبث م هم رج ل َث ر‬ ‫َ ِ َآ ً َا ّ ُوا ا َ اّ ِيْ َ َآ َُوْ َ ِهِ واْ َرْ َا َ ِ ّ ا َ َا َ َ َيْ ُمْ ر ِيْ ًا.‬ ‫ونس ء و تق ل لذ تس ءل ن ب َ ل ح م إن ل ك ن عل ك َق ب‬ ‫َا َ ّ َا اّ ِيْ َ َا َ ُوا ا ّ ُوا ا َ َقوُْوْا َو ً َ ِيْ ًا. ُصْ ِحْ َ ُمْ َعْ َا َ ُمْ و َغْ ِرْ َ ُمْ ُ ُوْ َ ُمْ َ َنْ ي ِعِ‬ ‫ي أيه لذ ن ء من تق ل و ُ ل ق ْل سد د ي ل لك أ م لك َي ف لك ذن بك وم ُط‬ ‫ا َ َ َ ُوْ َ ُ َ َدْ َا َ َوْ ًا َظيْ ًا.‬ ‫ل ورس له فق ف ز ف ز ع ِ م‬‫عل وسلم وشر لم ر‬‫َ ّا َعْ ُ؛ َ ِ ّ َصْ َ َ الْ َ ِيثِ ِ َا ُ ا َ، و َيْ َ الْ َدْ ِ َدْ ُ ُ َ ّدٍ َّى ال َ َيْهِ َ َّ َ َ ّ َ ا ُ ُو ِ‬ ‫أم ب د فإن أ دق حد كت ب ل َخ ر ه ي ه ي محم صل‬ ‫ُحْ َ َا ُ َا َ ُ ّ ُحْ َ َةٍ ِدْ َ ٌ َ ُ ّ ِدْ َةٍ َ َ َ ٌ َك ّ َ َ َ ٍ ِي ال ّا ِ.‬ ‫م دث ته وكل م دث ب عة وكل ب ع ضللة و ُل ضللة ف ن ر‬‫... ‪Ma’asyiral muslimin arsyadakumullah‬‬‫‪Pada kesempatan yang baik ini, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Ta’ala‬‬‫‪yang telah memberikan taufiq serta hidayahNya, sehingga kita masih dalam keadaan Iman‬‬‫...‪dan Islam‬‬‫‪Selanjutnya, dari atas mimbar Jum’ah ini, saya wasiatkan kepada diri saya berikut jama’ah‬‬‫‪sekalian, Marilah,- dari sisa-sisa waktu yang Allah berikan ini, kita gunakan untuk selalu‬‬‫‪mening-katkan ketaqwaan kita kepada Allah, yaitu dengan selalu memper-hatikan syariat‬‬‫‪Allah, kita aplikasikan dalam setiap derap langkah hidup kita hingga akhir hayat. Baik‬‬‫.‪berhubungan dengan hal-hal yang wajib, sunnah, haram, makruh, maupun yang mubah‬‬‫‪Karena, dengan ukuran inilah prestasi seorang manusia dinilai dihadapan Allah. Suatu ketika‬‬‫‪Umar Ibnul Khaththab bertanya kepada Ubay bin Ka’ab tentang gambaran taqwa itu. Lalu ia‬‬‫‪menjawab dengan nada bertanya: “Bagaimana jika engkau melewati jalan yang penuh onak‬‬‫‪dan duri?” Jawab Umar. “Tentu aku bersiap-siap dan hati-hati” Itulah taqwa, kata Ubay bin‬‬‫‪Ka’ab‬‬
  9. 9. Ma’asyiral muslimin, jama’ah Jum’ah rahimakumullahTelah dimaklumi bahwa, manusia pada mulanya berasal dari dua orang sejoli, NabiyullahAdam dan ibunda Hawa. Daripadanya berkembang menjadi banyak bangsa bahkan suku.Semua manusia dinegara manapun dinisbatkan kepada beliau berdua. Dalam hal ini Allahberfirman di dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 13, artinya:“Hai manusia, sesungguhnyakami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikankamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnyaorang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa.Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”Disebutkan dalam ayat ini bahwa kedudukan manusia dihadapan Allah adalah sama, tidakada perbedaan. Adapun yang membedakan di antara mereka adalah dalam urusan diin(agama), yaitu seberapa ketaatan mereka kepada Allah dan RasulNya.Al-Hafifzh Ibnu Katsir menambahkan: “Mereka berbeda di sisi Allah adalah karenataqwanya, bukan karena jumlahnya”Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: .(‫َيْ َ ل َ ٍ َ َى َ َ ٍ فضْ ٌ ِ ّ ِال ّيْنِ أوْ َ َ ٍ َا ِ ٍ. )رواه البيهقي‬ ‫ل س َحد عل أحد َ ل إل ب د َ عمل ص لح‬“Tidaklah seseorang mempunyai keutamaan atas orang lain, kecuali karena diinnya atau amalshalih.”Ma’asyiral muslimin jama’ah Jum’ah rahimakumullah ...Saat ini, kehidupan manusia telah berkembang dengan pesat dalam segala aspeknya. Darisegi jumlah mencapai milyaran, dari sisi penyebaran, ratusan bangsa bahkan ribuan sukuyang masing-masing mengembangkan diri sesuai potensi yang bisa dikem-bangkan. Darinyapula muncul beragam bahasa, adat istiadat, budaya dan lain-lain, termasuk teknologi yangmereka temukan. Namun, kalau kita renungkan semua itu adalah untuk jasmani kita (saja)agar hidup kita dalam keadaan sehat, tercukupi kebutuhan materi, tidak saling mengganggu,aman tentram dalam mengemban persoalan kehidupan. Inilah tuntutan “kasat mata” hidupseorang manusia.Ma’asyiral muslimin, jama’ah Jum’ah rahimakumullah ...Tak pelak dari perkembangan tersebut menimbulkan rasa gembira, puas, bangga, bahkanlebih dari itu, yakni sombong. Sebagai contoh, negara yang maju, kuat merasa lebih baik danharus diikuti (baca: ditakuti) oleh negara yang lain. Orang kaya merasa lebih baik dari yangmiskin, orang yang mempunyai jabatan dan kedudukan (tertentu yang lebih tinggi) merasalebih baik dan pantas untuk diikuti oleh yang lain dalam segala tuntutannya. Bahkan kadang-kadang, orang yang ditakdirkan Allah mempunyai “kelebihan” dari orang yang ditakdirkan“kekurangan” itu menyu-ruh (memaksa)-nya untuk mengerjakan hal-hal yang menyalahiajaran agama Allah.Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Jum’ah rahikumullah ...Begitulah kecenderungan manusia dalam memenuhi hasrat hidupnya, kadang (atau bahkansering) tidak mempedulikan perintah atau larangan Allah. Padahal dari aturan agama inilahmanusia diuji oleh Allah-menjadi hamba yang taat atau maksiat. Itulah parameter yang padasaatnya nanti akan dimintai pertanggung-jawabannya.Tetapi sekali lagi, karena tipisnya ikatan manusia dengan syariat Allah, manusia banyak yangtidak menghiraukan halal atau haram, karena memang manusia “tidak punyak hak” untuk
  10. 10. menghalalkan atau mengharamkan sesuatu, kecuali kembali kepada syariat agama Allah.Karena minimnya ilmu syar’i itulah yang menyebabkan banyak manusia terjerembab kelembah kedurhakaan dan jatuh ke lumpur dosa. Bahkan tidak menutup kemungkinan, parapelakunya tidak merasa berbuat dosa, atau malah bangga dengan “amal dosa” itu,na’udzubillah.Renungkanlah syair seorang tabi’in Abdullah Ibnul Mubarak: َ‫َأيْ ُ ال ّ ُوْ َ ُ ِيْ ُ الْ ُُوْ َ َ ُوْر ُ َ ال ّ َ ِدْ َا ُ َا، َ َرْ ُ ال ّ ُوْ ِ َ َا ُ الْ ُلوْبِ و َيْ ٌ ِنفْ ِك‬ ‫َخ ر ل َ س‬ ُ‫رَ ت ذن ب تم ت قل ب وي ِثك ذل ا م نه وت ك ذن ب حي ة ق‬ .‫ِصْ َا ُ َا‬ ‫ع ي نه‬“Aku lihat perbuatan dosa itu mematikan hati, membiasakannya akan mendatangkankehinaan. Sedang meninggalkan dosa itu menghidupkan hati, dan baik bagi diri(mu) bilameninggalkannya”Prestasi manakah yang akan kita ukir? Prestasi barrun, taqiyyun, karimun (baik, taqwa,mulia!) Ataukah prestasi fajirun, syaqiyun, Dzalilun (ahli maksiat, celaka, hina) Dalam halmana? Yaitu sejauh mana kita menyikapi ajaran Allah dan RasulNya. Perhatikanlah wasiatImam Al-Hasan Al-Bashri berkata: .َ ُ ْ‫َ ّ َا ال ُّس ِ ّ َا أنْتَ أ ّا ٌ، ُّ َا َ َبَ يوْ ٌ َ َبَ َع‬ ‫أيه نا إنم َ َي م كلم ذه َ م ذه ب ضك‬“Wahai manusia, ketahuilah bahwasanya engkau adalah (kumpulan) hari-hari, setiap adasehari yang berlalu, maka hilanglah sebagian dari dirimu.”Ma’asyiral muslimin, jama’ah Jum’ah rahimakumullah .. • Sudah berapa umur kita yang berlalu begitu saja .. • Sudah berapa amal taat yang telah kita kumpulkan sebagai investasi di sisi Allah .. • Sudah berapa pula, amal maksiat yang telah kita lakukan yang menyebabkan kita (nantinya) terseret kedalam Neraka ..Marilah, segera bertobat untuk ‘mengukir” dengan amal taat terhadap Allah dan Rasulnya.Umat Islam (termasuk saya dan jama’ah sekalian) telah diberi hidayah berupa Al-Qur’an (danAs-Sunnah). Selanjutnya tinggal bagaimana umat Islam menerjemahkan dalam kehidupansehari-hari. Apakah kita termasuk zhalimun linafsih, muqtashid, atau saabiqun bil khairat biidznillah.Dalam tafsirnya, Al-Hafizh Ibnu Katsir memberikan pengertiannya masing-masing sebagaiberikut: • Zhalimun linafsihi: Orang yang enggan mengerjakan kewajiban (syariat) tetapi banyak melanggar apa yang Allah haramkan (yang dilarang) • Muqtashid: Orang yang menunaikan kewajiban, meninggalkan yang diharamkan, kadang meninggalkan yang sunnah dan mengerjakan yang makruh. • Sabiqun bil khairat: Orang yang mengerjakan kewajiban dan yang sunnah, serta meninggalkan yang haram dan makruh, bahkan meninggalkan sebagian yang mubah (karena wara’nya)Tak seorang pun di antara kita yang bercita-cita untuk mendekam dalam penjara. Apalagipenjara Allah yang berupa siksa api Neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan bebatuan.
  11. 11. ‫‪Tetapi semua itu terpulang kepada kita masing-masing. Kalau kita tidak mempedulikan‬‬‫.‪syari’at Allah, tidak mustahil kita akan mendekam di dalamnya. Na’udzu billah‬‬‫.‪Itulah ujian Allah kepada kita, sebagaimana sabda Rasul SAW‬‬ ‫ح ّتِ الْج ّ ُ ِالْ َ َا ِهِ َح ّتِ ال ّا ُ ِال ّ َ َا ِ.‬ ‫َنة ب مك ر و ُف ن ر ب شهو ت‬ ‫ُف‬‫)‪“(Jalan) menuju Jannah itu penuh dengan sesuatu yang tidak disukai manusia, dan (jalan‬‬‫”‪Neraka itu dilingkupi sesuatu yang disukai oleh syahwat‬‬‫‪Semoga Allah mengumpulkan kita dalam umatNya yang terbaik dan terjauhkan dari‬‬‫‪ketergelinciran ke dalam jurang kemaksiatan. Amin‬‬ ‫َا َ َ ا ُ ِيْ َ َ ُمْ ِي الْ ُرْآ ِ الْ َظيْ ِ، و َ َ َنيْ وِ ّا ُمْ ِ َا ِيْ ِ ِنَ اْل َا ِ َال ّكْرِ ال َ ِيْ ِ.‬ ‫ي ت و ذ ْحك م‬ ‫ب رك ل ل ولك ف ق ن ع ِ م َنفع ِ َإي ك بم ف ه م‬‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫َل َمْ ُ ِ َال ّ َ ُ َال ّ َ ُ َ َى َ ُوْ ِ ا ِ، َ َ َو َ و َ ق ّةَ ِ ّ ِا ِ.‬ ‫ا ْح د ّ و صلة و سلم عل رس ل ل ول ح ْل َل ُو إل ب ل‬ ‫ل‬ ‫وَشْ َ ُ َنْ َ ِ َهَ ِ ّ ال َحْ َ ُ َ َ ِيْ َ َ ُ وَشْ َ ُ َ ّ ُ َ ّ ًا َبْ ُ ُ َ َسوُْ ُ.‬ ‫َأ هد أ ل إل إل و ده ل شر ك له َأ هد أن محمد ع ده ور ُ له‬ ‫َلّ ُ ّ َ ّ َ َّمْ و َا ِكْ َ َى َب ّكَ ُ َ ّ ٍ َ َ َى آ ِ ِ َ َنْ ت ِعَ ُ َا ُ ِ َى َوْ ِ الْ ِ َا َ ِ.‬ ‫ا لهم صل وسل َب ر عل ن ِي محمد وعل له وم َب هد ه إل ي م قي مة‬ ‫َ َا ِرَ الْ ُسْ ِ ِيْنَ َرْ َ َ ُ ُ ا ُ ... ُوْصيْ ُمْ وِ ّا َ ِتقْ َى ا ِ، َ َدْ َا َ الْ ُؤْ ِنوْنَ الْ ُ ّ ُوْ َ.‬ ‫متق ن‬ ‫مع ش م لم أ شدكم ل أ ِ ك َإي ي ب َ و ل فق ف ز م م ُ‬ ‫َلّ ُ ّ َ ّ َ َى ُ َ ّدٍ َ َ َى آ ِ ُ َ ّ ٍ َ َا َّيْتَ َ َى ِب َا ِيْ َ َ َ َى آ ِ إبْ َا ِيْ َ، ِ ّ َ َ ِيْ ٌ م ِيْ ٌ.‬ ‫ا لهم صل عل محم وعل ل محمد كم صل عل إ ْر ه م وعل ل ِ ر ه م إنك حم د َج د‬ ‫َ َا ِكْ َ َى ُ َ ّدٍ َ َ َى آ ِ ُ َ ّ ٍ َ َا َا َكْ َ َ َى ِبْ َا ِيْمَ َ َ َى آ ِ ِبْ َا ِيْ َ، ِ ّ َ َ ِيْ ٌ َ ِيْ ٌ.‬ ‫وب ر عل محم وعل ل محمد كم ب ر ت عل إ ر ه وعل ل إ ر ه م إنك حم د مج د‬‫ّ ّ َآِ ّ َا َ ِعْ َا ُ َا ِ ًا ُ َا ِي ِ ِي َا ِ َنْ َا ِ ُوا ِ َ ّ ُمْ َ َا َ ّا ر ّ َا َاغْفرْ َ َا ُ ُو َ َا َ َ ّرْ َ ّا َ ّ َا ِ َا‬ ‫ربن إنن سم ن من دي ين د لل م ن أ ء من بربك فئ من َبن ف ِ لن ذن بن وكف عن سيئ تن‬ ‫َت َ ّ َا َعَ اْ َبْ َا ِ. َ ّ َا َ َا ِ َا َا َ َد َ َا َ َى ُ ُ ِ َ َ َتخْ ِ َا يوْ َ الْ ِ َا َةِ إ ّ َ َتخْ ِ ُ الْ ِي َا َ.‬ ‫و َوفن م ل ر ر ربن وء تن م وع تن عل رسلك ول ُ زن َ م قي م ِنك ل ُ لف م ع د‬ ‫َ ّ َآ َا ِ َا ِي ال ّنْ َا َ َ َ ً َ ِي اْ َ ِ َ ِ َ َ َ ً و ِ َا َ َا َ ال ّا ِ.‬ ‫ربن ء تن ف د ي حسنة وف لخرة حسنة َقن عذ ب ن ر‬ ‫َ ّ َا اصْرفْ َ ّا َ َابَ ج َ ّ َ ِ ّ َ َاب َا َانَ َ َا ًا.‬ ‫ِ عن عذ َهنم إن عذ َه ك غر م‬ ‫ربن‬ ‫َ ّ َا َبْ َ َا ِنْ َز َا ِ َا َ ُ ّ ّا ِ َا ُ ّةَ َعْ ُ ٍ َاجْ َلْ َا ِلْ ُ ّ ِينَ ِ َا ًا.‬ ‫ربن ه لن م أ ْو جن وذري تن قر أ ين و ع ن ل متق إم م‬ ‫َلّ ُ ّ َصْ ِحْ َ َا ِيْن َا اّ ِيْ ُ َ ِصْ َ ُ َمْ ِ َا، َأصْ ِحْ َ َا ُنْ َا َا اّ ِيْ ِيْ َا َ َا ُ َا، وَصْ ِحْ ل َا‬ ‫ا لهم أ ل لن د َن لذ هو ع مة أ رن وَ ل لن د ي ن لت ف ه مع شن َأ ل َن‬ ‫آخ َ َ َا اّ ِيْ ِ َي َا َ َا ُ َا، َاجْع ِ ال َ َا َ ِ َا َةً َ َا ِيْ ُ ّ َيْ ٍ، َاجْ َ ِ الْ َوْ َ َا َ ً َ َا ِنْ ُ ّ َ ّ.‬ ‫ِرتن لت إل ْه مع دن و َل ْحي ة زي د لن ف كل خ ر و عل م ت ر حة لن م كل شر‬ ‫َ ّ َا اغْ ِرْ َ َا َ ِخ َان َا اّ ِيْ َ َب ُوْ َا ِاْ ِيْ َانِ َل َجْ َلْ فيْ ُلوْ ِ َا ِ ّ ّّ ِيْنَ َا َ ُوْا َب َا إ ّكَ‬ ‫ربن ف لن ول ْو ِن لذ ن س َق ن ب ل م و َت ع ِ قُ بن غل للذ ء من ر ّن ِن‬ ‫َ ُوْ ٌ ّ ِيْ ٌ.‬ ‫رء ف رح م‬ ‫َ َّى ا ُ َ َى ُ َ ّ ٍ َ َ َى آ ِ ِ وَصْ َا ِ ِ أجْ َ ِيْ َ. َال َم ُ ِ َ ّ الْ َا َ ِيْ َ.‬ ‫وصل ل عل محمد وعل له َأ ح به َ مع ن و ْح ْد ّ رب ع لم ن‬ ‫ل‬‫44‬‫‪Cinta Dan Benci Karena Allah‬‬‫‪Oleh: Ramaisha Ummu Hafidz‬‬ ‫إن ح د ّ ن مده و َ ت ِ نه َن ْت فر َنع ذ ب م شر أ فسن وم سيئ ت أ م لن م ي ْد‬ ‫ِ ّ الْ َمْ َ ِ َحْ َ ُ ُ َنسْ َعيْ ُ ُ و َس َغْ ِ ُهْ و َ ُو ُ ِالِ ِنْ ُ ُوْرِ َنْ ُ ِ َا َ ِنْ َ ّ َا ِ َعْ َاِ َا، َنْ َه ِ‬ ‫ل‬ ‫ل ف مضل له وم ي ل فل ه دي له وأ هد أ ل إله ِل ل و ده ل شر ك له وأ هد أن‬ ‫ا ُ َلَ ُ ِ ّ َ ُ َ َنْ ُضِْلْ َ َ َا ِ َ َ ُ. ََشْ َ ُ َنْ َ َِ َ إ ّ ا ُ َحْ َ ُ َ َ ِيْ َ َ ُ ََشْ َ ُ َ ّ‬ ‫ُ َ ّ ًا َب ُ ُ َ َ ُوُْ ُ.‬ ‫محمد ع ْده ورس له‬ ‫َا أ ّهاَ اّ ِيْ َ َا َ ُوا ا ّ ُوا ا َ َ ّ ُ َا ِ ِ و َ َ ُوْ ُ ّ ِ ّ ََن ُمْ ّسِْ ُوْ َ. َا أّ َا ال ّا ُ ا ّ ُوْا َ ّك ُ اّذيْ‬ ‫ي َي لذ ن ء من تق ل حق تق ته َل تم تن إل وأ ت م لم ن ي َيه ن س تق رب ُم ل ِ‬
  12. 12. ‫لذ تس ءل ن‬ َ ْ‫ََ َ ُمْ ّنْ َفْ ٍ َا ِ َ ٍ َ ََقَ منْ َا َوْ َ َا و َ ّ ِنْ ُ َا ِ َالً َثيْ ًا َن َآءً َا ّ ُوا الَ اّ ِيْ َ َآ َُو‬ ‫خلقك م ن س و حدة وخل ِ ه ز جه َبث م هم رج ك ِ ر و ِس و تق‬ ْ‫ِ ِ َاْ َرْ َامَ ِ ّ الَ َا َ ََيْكمْ َ ِي ًا. َا َ ّ َا اّذيْ َ َام ُوا ا ّ ُوا الَ َ ُوُْوْا َو ً َ ِي ًا. ُصِْحْ َ ُم‬ ‫وق ل ق ْل سد ْد ي ل لك‬ ‫به و ل ح إن ك ن عل ُ رق ْب ي أيه ل ِ ن ء َن تق‬ .‫َعْ َاَ ُمْ َ َغْ ِرْ َ ُمْ ذ ُوْ َ ُمْ َ َنْ ُ ِ ِ الَ َ َ ُوَْ ُ َ َدْ َازَ َوْ ًا َظيْ ًا‬ ‫أ م لك وي ف لك ُن بك وم يطع ورس له فق ف ف ز ع ِ م‬ ‫عَ َسلم َشر لم ر‬ ِ ‫َ ّا َعْ ُ؛ َِ ّ َصْ َ َ الْ َ ِي ِ ك َا ُ ا َ، َ َيْ َ الْ َد ِ َدْ ُ ُ َ ّ ٍ َّى ال َليْهِ و َّ َ و ّ َ ا ُ ُو‬ ‫أم ب د فإن أ دق حد ث ِت ب ل وخ ر ه ْي ه ي محمد صل‬ .ِ ‫ُحْ َ َا ُ َا َ ُ ّ ُحْ َ َ ٍ ِدْ َ ٌ َ ُ ّ بدْ َ ٍ َ ََ ٌ َ ُ ّ َ ََ ٍ ِي ال ّا‬ ‫م دث ته وكل م دثة ب عة وكل ِ عة ضللة وكل ضللة ف ن ر‬ .ِ ْ‫َلّ ُ ّ َ ّ ََى ُ َ ّ ٍ َ ََى آِهِ َ َحْ ِ ِ َ َنْ ت ِ َ ُمْ ِِحْ َانٍ َِى َو ِ ال ّي‬ ‫ا لهم صل عل محمد وعل ل وص به وم َبعه بإ س إل ي ْم د ن‬Jamaah Jum’ah rahimakumullahMarilah kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Azza wajalla, yang telahmenganugerakan rasa cinta dan benci dihati para makhlukNya. Dan hanya Dia pulalah yangberhak mengatur kepada siapakah kita harus mencintai dan kepada siapa pula kita membenci.Jama’ah sidang Jum’ah rahimakumullahCinta yang paling tinggi dan paling wajib serta yang paling bermanfaat mutlak adalah cintakepada Allah Ta’ala semata, diiringi terbentuknya jiwa oleh sikap hanya menuhankan AllahTa’ala saja. Karena yang namanya Tuhan adalah sesuatu yang hati manusia condongkepadanya dengan penuh rasa cinta dengan meng-agungkan dan membesarkannya, tundukdan pasrah secara total serta menghamba kepadaNya. Allah Ta’ala wajib dicintai karenaDzatNya sendiri,sedangkan yang selain Allah Ta’ala dicintai hanya sebagai konsekuensi darirasa cinta kepada Allah Ta’ala.Jamah Jum’ah yang berbahagia.Dalam Sunan At-Tirmidzi dan lain-lain, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: .(‫أوْ َ ُ ُ َى اْ ِيْ َانِ ال ُ ّ ِي ا ِ َال ُغْ ُ ِي ا ِ. )رواه الترمذي‬ ‫َ ثق عر ل م ْحب ف ل و ْب ض ف ل‬“Tali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR.AtTirmidzi)Dalam riwayat lain, Rasulullah juga bersabda: ‫َنْ أ َ ّ ِّ وَبْ َضَ ِّ وَعْ َى ِ َ َ َعَ ِّ ف َدِ اسْ َكْ َ َ اْليْ َا َ. )رواه أبو داود والترمذي وقال‬ ‫م َحب ل َأ غ ل َأ ط ّ ومن ل َق ت مل ِ م ن‬ ‫ل‬ .(‫حديث حسن‬“Barangsiapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allahdan tidak memberi karena Allah, maka sungguh telah sempurna Imannya.” (HR. Abu Dawuddan At-Tirmidzi, ia mengatakan hadits hasan)Jamaah Jum’ah yang berbahagia.Dari dua hadits di atas kita bisa mengetahui bahwa kita harus memberikan kecintaan dankesetiaan kita hanya kepada Allah semata. Kita harus mencintai terhadap sesuatu yangdicintai Allah, membenci terhadap segala yang dibenci Allah, ridla kepada apa yang diridlaiAllah, tidak ridla kepada yang tidak diridlai Allah, memerintahkan kepada apa yangdiperintahkan Allah, mencegah segala yang dicegah Allah, memberi kepada orang yangAllah cintai untuk memberikan dan tidak memberikan kepada orang yang Allah tidak sukajika ia diberi.Jamaah Jum’ah yang dimuliakan Allah.Dalam pengertian menurut syariat, dimaksud dengan al-hubbu fillah (mencintai karena Allah)
  13. 13. adalah mencurahkan kasih sayang dan kecintaan kepada orang –orang yang beriman dan taatkepada Allah ta’ala karena keimanan dan ketaatan yang mereka lakukan.Sedangkan yang dimaksud dengan al-bughdu fillah (benci karena Allah) adalah mencurahkanketidaksukaan dan kebencian kepada orang-orang yang mempersekutukanNya dan kepadaorang-orang yang keluar dari ketaatan kepadaNya dikarenakan mereka telah melakukanperbuatan yang mendatangkan kemarahan dan kebencian Allah, meskipun mereka itu adalahorang-orang yang dekat hubungan dengan kita, sebagaimana firman Allah Ta’ala:“Kamu tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat,saling kasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan RasulNya, sekalipun orangorang itu bapak-bapak, anak-anak sauadara-saudara ataupun saudara keluarga mereka.” (Al-Mujadalah: 22)Jamaah Jum’ah yang berbahagia……Jadi, para sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in serta pengikut mereka di seluruh penjuru duniaadalah orang-orang yang lebih berhak untuk kita cintai (meskipun kita tidak punya hubunganapa-apa dengan mereka), dari pada orang-orang yang dekat dengan kita seperti tetangga kita,orang tua kita, anak-anak kita sendiri, saudara-saudara kita, ataupun saudara kita yang lain,apabila mereka itu membenci, memusuhi dan menentang Allah dan RasulNya dan tidakmelakukan ketaatan kepada Allah dan RasulNya maka kita tidak berhak untuk mencintaimelebihi orang-orang yang berjalan di atas al-haq dan orang yang selalu taat kepada Allahdan rasulNya. Demikian juga kecintaan dan kebencian yang tidak disyari’atkan adalah yangtidak berpedoman pada kitabullah dan sunnah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam. Danhal ini bermacam-macam jenisnya di antaranya adalah: kecintaan dan kebencian yangdimotifasi oleh harta kekayaan, derajat dan kedudukan, suku bangsa, ketampanan, kefakiran,kekeluargaan dan lain-lain, tanpa memperdulikan norma-norma agama yang telah digariskanoleh Allah Ta’alaJamaah Jum’ah yang berbahagia ...Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata “Bahwasannya seorang mukmin wajib dicurahkankepadanya kecintaan dan kasih sayang meskipun mendhalimi dan menganggu kamu, danseorang kafir wajib dicurahkan kepadanya kebencian dan permusuhan meskipun selalumemberi dan berbuat baik kepadamu.”Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah ...Sesuai dengan apa yang di katakan oleh Syakhul Islam Ibnu Taimiyah, marilah kitaberlindung kepada Dzat yang membolak-balikkan hati, supaya hati kita dipatri dengankecintaan dan kebencian yang disyariatkan oleh Allah dan RasulNya. Karena kadang orang-orang yang menentang Allah di sekitar kita lebih baik sikapnya terhadap kita dari pada orang-orang yang beriman kepada Allah, sehingga kita lupa dan lebih mencintai orang-orang kafirdari pada orang-orang yang beriman. Naudzubilla min dzalik.Jama’ah Jum’ah yang berbahagia ...Dalam pandangan ahlusunnah wal jamaah kadar kecintaan dan kebencian yang harusdicurahkan terbagi menjadi tiga kelompok: 1. Orang-orang yang dicurahkan kepadanya kasih sayang dan kecintaan secara utuh. Mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, melaksanakan ajaran Islam dan tonggak-tonggaknya dengan ilmu dan keyakinan yang teguh . Mereka adalah orang-orang yang mengikhlaskan segala perbuatan dan ucapannya untuk Allah semata. Mereka adalah orang-orang yang tunduk lagi patuh terhadap
  14. 14. perintah-perintah Allah dan RasulNya serta menahan diri dari segala yng dilarang oleh Allah dan Rasulnya. Mereka adalah orang-orang yang mencurahkan kecintaan, kewala’an, kebencian dan permusuhan karena Allah ta’ala serta mendahulukan perkataan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam atas yang lainnya siapapun orangnya. 2. Orang-orang yang dicintai dari satu sisi dan dibenci dari sisi lainnya. Mereka adalah orang yang mencampuradukan antara amalan yang baik dengan amalan yang buruk, maka mereka dicintai dan dikasihani dengan kadar kebaikan yang ada pada diri mereka sendiri, dan dibenci serta dimusuhi sesuai dengan kadar kejelekan yang ada pada diri mereka. Dalam hal ini kita harus dapat memilah-milah, seperti muamalah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam terhadap seorang sahabat yang bernama Abdullah bin Himar. Saat itu Abdulllah bin Himar dalam keadaan minum khamr maka dibawalah dia kehadapan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, tiba-tiba sorang laki-laki melaknatnya kemudian berkata: “betapa sering dia didatangkan kehadapan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam dalam keadaan mabuk.” Rasulullah bersabda: “janganlah engkau melaknatnya. Sesungguhnya dia adalah orang yang cinta kepada Allah dan RasulNya (Shohih Al-Bukhari kitab Al- Hudud). Pada hal jama’ah yang berbahagia, dalam riwayat Abu Dawud dalam kitab Al-Asyribah juz 4 yang dishahihkan oleh Al-Bani dalam shahih Al-Jami Ash Shaghir hadits nomer 4967 Rasulullah n melaknat khamr, orang yang meminumnya, orang yang menjualnya, orang yang memerasnya dan orang yang minta diperaskan, orang yang membawanya dan orang yang dibawakan khamr kepadanya. Ma’asyiral muslimin rahimakumullah ... adapun yang ketiga 3. Orang–orang yang dicurahkan kebencian dan permusuhan kepadanya secara utuh. Mereka adalah orang yang tidak beriman kepada rukun iman dan orang yang mengingkari rukun Islam baik sebagian atau keseluruhan dengan rasa mantap, orang yang mengingkari asma’ wa sifat Allah ta’ala, atau orang yang meleburkan diri dengan ahlu bida’ yang sesat dan menyesatkan, atau orang yang melakukan hal-hal yang membatalkan keIslamannya. Terhadap orang ini wajib bagi kita untuk membenci secara utuh, karena mereka adalah musuh Allah dan RasulNya Shalallaahu alaihi wasalam.Sidang Jumah yang dimuliakan AllahAda beberapa faktor yang dapat mengkokohkan kecintaan dijalan Allah, antara lain:1. Memberitahukan kepada orang yang dicintai bahwa kita mencintai karena Allah ta’ala.Diriwayatkan dari Abu Dzar Radhiallaahu anhu, bahwa ia mendengar Rasulullah Shalallaahualaihi wasalam bersabda: ‫ِ َا أ َ ّ أ َ ُ ُمْ َاح َ ُ َلْ َأْ ِ ِيْ َن ِ ِهِ َلْيخْ ِرْ ُ أ ّ ُ ي ِ ّ ُ ِي ا ِ َ َا َى. )رواه ابن المبارك في‬ ‫إذ َحب َحدك ص ِبه ف ي ت ف م ْزل ف ُ ب ه َنه ُحبه ف ل تع ل‬ .(712 ،‫الزهد‬“Apabila ada seorang dari kalian mencintai temannya hendaklah dia datangi rumahnya danmengkhabarinya bahwa ia mencintainya (seorang teman tadi) kerena Allah Ta’ala.”(HR.Ibnul Mubarok dalam kitab Az-Zuhdu, hal 712 dengan sanad shohih)2. Saling memberi hadiahRasulullah bersabda dalam riwayat Abu Hurairah Radhiallaahu anhu:
  15. 15. .(‫َ َا َوْا ت َا ّوْا. )رواه البخاري في الدب المفرد 021 والبيهقي، 961/6، وسنده حسن‬ ‫ته د َ ح ب‬“Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Al-Bukharidalam kitab Adabul Mufrod, hal 120 dan Baihaqi 6/169 dengan sanad hasan)3. Saling mengunjungiRasulullah bersabda dalam riwayat Abu Hurairah . .(‫َا َ َا ُ َيْ َ َ! ُرْ ِ ّا َزْ َدْ ُ ّا. )رواه الطبراني والبيهقي، سنده صحيح‬ ‫ي أب هر رة ز غب ت د حب‬“Wahai Abu Hurairah! berkunjunglah engkau dengan baik tidak terlalu sering dan terlalujarang, niscaya akan bertambah sesuatu dengan kecintaan.” (HR.Thabrani dan Baihaqidengan sanad yang shahih)4. Saling menyebarkan salam. ،ْ‫َ َدْ ُُوْ َ ال َ ّ َ َ ّى ُؤْ ِ ُوْا َ َ ُؤْ ِ ُوْا َ ّى َ َا ّوْا، أ َ َ َ ُّ ُمْ َ َى شيْءٍ ِ َا َ َلْ ُ ُوْ ُ َ َا َب ُم‬ ‫ل ت خل ن ْجنة حت ت من ول ت من حت تح ب َول أدلك عل َ إذ فع تم ه تح ب ْت‬ .(2/35 ،‫أفْ ُوا ال ّ َمَ َي َ ُمْ. )رواه مسلم‬ ‫َ ش سل ب ْنك‬“Tidaklah kalian masuk Surga sehingga kalian beriman, tidakkah kalian beriman sehinggakalian saling mencintai, Maukah kamu aku tunjukkan tentang sesuatu yang apabila kalianmelakukan-nya akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim2/35).5. Meninggalkan dosa-dosa.Dalam hal ini Rasulullah bersabda: ‫َا َ َا ّ اثْ َا ِ ِي ا ِ َ ّ َ َ ّ أوْ ِي اْ ِسْ َ ِ ف َفْ ُ ُ َي َ ُ َا إ ّ ِ َنْ ٍ يحْ ِ ُ ُ َ َ ُ ُ َا. )رواه‬ ‫م تو د ن ن ف ل عز وجل َ ف ل لم َي رق ب ْنهم ِل بذ ب ُ دثه أحدهم‬ .(‫البخاري في الدب المفرد ص 48 وهو حديث حسن‬“Tidaklah dua orang yang saling mencintai karena Allah atau karena Islam kemudianberpisah kecuali salah satu dari ke duanya telah melakukan dosa.” (HR. Al-Bukhari dalamkitabnya Al-Adab AlMufrad hal.84)6. Meninggalkan perbuatan ghibah (membicarakan sesuatu tentang saudaranya di saat tidakada, dan jika saudaranya tersebut mendengarkan dia marah-marah atau tidak suka) Allahberfirman:“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagianprasangka itu adalah dosa dan janganlah sebagian kamu menggunjingkan (ghibah) sebagianyang lain,sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudahmati? Maka tentunya kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah,sesungguhnya Allah Maha Penerima tubat lagi Maha Penyayang.” (Al-Hujurat:12)ْ‫َا َ َ ا ُ ِيْ َ َ ُمْ ِي الْ ُرْآ ِ الْ َظيْ ِ، و َ َ َنيْ وِ ّا ُمْ ِ َا ِيْ ِ ِنَ اْل َا ِ َال ّكْرِ ال َ ِيْ ِ. أ ُوْ ُ َوْلي‬ ِ ‫ي ت و ذ ْحك م َق ل ق‬ ‫ب رك ل ل ولك ف ق ن ع ِ م َنفع ِ َإي ك بم ف ه م‬ ‫هذ َأ ت فر ل َظ م ل ولك ولس ئر م لم م ُل ذ ب ف ت فر ه إنه هو غف ر‬ ُ ْ‫َ َا وَسْ َغْ ِ ُ ا َ الْع ِيْ َ ِيْ َ َ ُمْ َ ِ َا ِ ِ الْ ُسْ ِ ِيْنَ ِنْ ك ّ َنْ ٍ. َاسْ َغْ ِ ُوْ ُ، ِ ّ ُ ُ َ الْ َ ُو‬ .ُ ْ‫الر ِي‬ ‫ّح م‬Khutbah kedua
  16. 16. ْ‫ِ ّ الْ َمْ َ ِ نحْ َ ُ ُ َ َسْ َ ِيْ ُ ُ َ َسْ َغْف ُهْ َ َ ُو ُ ِالِ ِنْ ُ ُوْ ِ َن ُ ِ َا َ ِنْ َ ّ َاتِ َعْ َا ِ َا، َن‬ ‫إن ح د ّ َ مده ون تع نه ون ت ِر ونع ذ ب م شر ر أ ْفسن وم سيئ أ م لن م‬ ‫ل‬ ُ َ ْ‫َهْ ِهِ ا ُ َ َ ُ ِ ّ َ ُ َ َنْ ُضْ ِلْ َ َ َا ِ َ َ ُ. وَشْ َ ُ َنْ َ ِ َهَ ِ ّ ا ُ َحْ َ ُ َ َريْكَ َ ُ وَش‬ ‫ي د ل فل مضل له وم ي ل فل ه دي له َأ هد أ ل إل إل ل و ده ل ش ِ له َأ هد‬ .‫َن ُ َ ّ ًا َبْ ُ ُ َ َ ُوُْ ُ. َّى ا ُ َ َيْ ِ َ َّ َ َسْ ِيْ ًا َ ِيْ ًا‬ ‫أ ّ محمد ع ده ورس له صل ل عل ه وسلم ت ل م كث ر‬Jama’ah Jum’at yang berbahagia ...Kewajiban saling mencintai dijalan Allah bukanlah suatu perintah yang tidak membawa hasilapa-apa. Tetapi Allah memerintahkan sesuatu itu pasti ada buahnya dan hasilnya. Buah danhasil dari saling mencintai di jalan Allah di antaranya adalah: 1. Mendapatkan kecintaan Allah. 2. Mendapatkan Kemuliaan dari Allah. 3. Mendapatkan naungan Arsy Allah di hari kiamat, pada saat tidak ada naungan kecuali naungan Allah. 4. Merasakan manisnya iman. 5. Meraih kesempurnaan iman. 6. Masuk SurgaJama’ah Jum’ah yang berbahagiaSemoga Allah menjadikan kita sebagai orang-orang yang tunduk patuh hanya kepada Allah.Semoga kecintaan dan kebencian kita selalu sesuai dengan apa yang telah disyariatkan olehAllah dan RasulNya n. Apalagi yang kita harapkan kecuali mendapatkan kecintaan dariAllah, mendapatkan kemuliaan dari Allah, mendapatkan naungan ‘Arsy Allah pada hari tidakada naungan kecuali naunganNya, meraih manisnya Iman, mendapatkan kesempurnaan imandan masuk ke dalam SurgaNya yang tinggi. Semoga Allah selalu memberkahi dan merahmatikita. Amiin. ‫إن ل وملئكته يصل ن عل ن ِي ي أي ا لذ ن ء م ُ صل عل ه وسلم ت ل م ا لهم صل‬ ّ َ ّ ُ ّ‫ِ ّ ا َ َ َ َ ِ َ َ ُ ُ َّوْ َ َ َى ال ّب ّ، َا َ ّه َ اّ ِيْ َ َا َنوْا َّوْا َ َيْ ِ َ َّ ُوْا َسْ ِيْ ًا. َل‬ ِ‫َ َى ُ َ ّدٍ َ َ َى آ ِ ِ َصحْ ِ ِ َجْ َ ِيْ َ. َلّ ُ ّ اغْ ِرْ ِلْ ُؤْ ِ ِيْ َ َالْ ُؤْ ِ َاتِ َالْ ُسْ ِ ِيْنَ َالْ ُسْ ِ َات‬ ‫عل محم وعل له و َ به أ مع ن ا لهم ف ل م من ن و م من و م لم و م لم‬ ‫َ ي ء م ه َ ل و ت إنك عل كل َ قد ر ربن ْف لن ول ْو نن لذ ن سبق ْن ب ل م ن‬ ِ ‫اْلحْ َا ِ ِنْ ُمْ واْ َمْ َا ِ، ِ ّ َ َ َى ُ ّ شيْءٍ َ ِيْ ٌ. َ ّ َا اغ ِرْ َ َا َ ِخ َا ِ َا اّ ِيْ َ َ َ ُو َا ِاْ ِيْ َا‬ ‫َ َ َجْعلْ فيْ ُُوْ ِ َا ِ ّ ّّ ِيْنَ َا َ ُوْا ر ّ َا ِ ّ َ َ ُو ٌ ّ ِيْ ٌ. َ ّ َا اغْفرْ َ َا َ ِ َا ِ َيْ َا َارْ َمْ ُ َا‬ ‫ول ت َ ِ قل بن غل للذ ء من َبن إنك رء ْف رح م ربن ِ لن ولو لد ن و ح هم‬‫ن ر س ْح ربك رب‬ّ َ َ ّ َ َ‫َ َا َ ّ َا َا ِ َا ًا. ر ّ َا آ ِ َا ِي ال ّنْ َا َ َ َ ً و ِي الخ َةِ َ َ َ ً َ ِ َا َ َابَ ال ّا ِ. ُب َان‬ ‫ِر حسنة وقن عذ‬ ‫كم ربي ن صغ ر َبن تن ف د ي حسنة َف‬ .َ ْ‫الْ ِ ّ ِ َ ّا ي ِ ُوْ َ، َ َ َ ٌ َ َى الْ ُرْ َ ِيْ َ َال َمْ ُ ِ َ ّ الْ َا َ ِي‬ ‫عزة عم َصف ن وسلم عل م سل ن و ْح د ّ رب ع لم ن‬ ‫ل‬ ‫عب ل إن ل ي مرك ب ع ل و ِ س وإ ت ئ ذ ْق ْب وي ْه عن ْف ش ء و م كر‬ ِ َ ‫ِ َادَ ا ِ، ِ ّ ا َ َأْ ُ ُ ُمْ ِالْ َدْ ِ َاْلحْ َانِ َِي َآ ِ ِي ال ُر َى َ َن َى َ ِ ال َحْ َآ ِ َالْ ُن‬ ‫و ب ي يعظك لعلك تذكر ن ف كر ل َظ م ي ك ك و أل ه م ف ل ي ْطك ولذ ر ل‬ ِ ‫َالْ َغْ ِ َ ِ ُ ُمْ َ َّ ُمْ َ َ ّ ُوْ َ. َاذْ ُ ُوا ا َ الْع ِيْ َ َذْ ُرْ ُمْ َاسْ َُوْ ُ ِنْ َضْ ِهِ ُع ِ ُمْ َ َ ِكْ ُ ا‬ .ُ َ ْ‫َك‬ ‫أ بر‬45Potret Haji Kita, Antara Cita-Cita Dan FaktaOleh: Agus Hasan Bashori, Lc ‫ا ْح د ّ و س عظ م ِر رح م خلق كل َ فقدره َأ َل ش ع فيسره وهو ْحك م‬ ُ ْ‫َل َمْ ُ ِ الْ َا ِعِ الْ َ ِيْ ِ الْب ّ ال ّ ِيْ ِ َ َ َ ُ ّ شيْءٍ َ َ ّ َ ُ وَنْز َ ال ّرْ َ َ َ ّ َ ُ َ ُ َ ال َ ِي‬ ‫ل‬ :ِ ْ‫الْ َ ِيْ ُ، َ ََ الْ َلْ َ وَنْ َا ُ و َ ّ َ ال ُلْكَ وَجْ َا ُ َ ُ َ الْ َ ِيْ ُ ال َ ِيْ ُ، الْ َائ ُ ِي الْ ِ َابِ الْ َ ِي‬ ‫كر م‬ ‫عل م بدأ خ ق َأ ه ه َيسر ْف َأ ر ه وهو عز ز ْحك م ق ِل ف كت‬
  17. 17. ‫أ مده عل جلل نع ْت وكم ل صف ته وأ كره عل َ ف ْق وسو بغ ن مته َأ هد‬ُ َ ْ‫) التوبة: 63( َحْ َ ُ ُ َ َى َ َ ِ ُ ُو ِهِ َ َ َا ِ ِ َا ِ ِ ََشْ ُ ُ ُ َ َى توْ ِي ِهِ َ َ َا ِ ِ ِعْ َ ِ ِ. وَش‬ ،ُ ُْ‫َنْ َ ِ َهَ ِ ّ ا ُ َحْ َ ُ َ َ ِيْ َ َ ُ ِي ُُوْ ِ ّ ِ ِ َ ُ ُوْب ّ ِ ِ. وَشْ َ ُ َ ّ ُ َ ّ ًا َبْ ُ ُ َ َ ُو‬ ‫أ ل إل إل ل و ده ل شر ك له ف أل هيته ورب ِيته َأ هد أن محمد ع ده ورس له‬ ‫م ع ث إل جم بريته ا لهم َل وسل عل و له و َ به وم تبعه ِ س َته مع شر‬ َ ِ ‫الْ َبْ ُوْ ُ ِ َى َ ِيْعِ َ ِ ّ ِ ِ. َلّ ُ ّ ص ّ َ َّمْ َ َيْهِ َآ ِ ِ َصحْ ِ ِ َ َنْ َ ِ َ ُ فيْ ُن ِ ِ. َ َا‬ .َ ْ‫الْ ُسْ ِ ِيْنَ ِ ّ ُوا ا َ َاعْ َ ُوْا َ ّ ا َ َعَ الْ ُ ّ ِي‬ ‫م لم اتق ل و لم أن ل م متق ن‬Jamaah shalat jum’at yang berbahagiaMarilah kita tingkatkan Iman dan taqwa kepada Allah karena hanya dengan taqwa kita akanmendapatkan ampunan, pertolongan dan surgaNya yang agung.Kita sekarang berada pada bulan Dzul Qa’dah bulan kesebelas dari bulan Qamariyah, satudari empat bulan yang disebut dengan bulan-bulan haram ‫ اشهر الحرم‬dan satu dari tiga bulanhaji yang disebut dengan ‫ أشهر معلومات‬di sebut Dzul Qa’dah karena mereka: .ّ َ ‫َقْ ُ ُوْ َ ِيْ ِ َ ِ اْ َسْ َا ِ َال ِ َا ُ ِسْ ِعْ َا ًا ِحْ َا ٍ ِال‬ ‫ي عد ن ف ه عن ل ف ر و ْقت ل ا ت د د ل ر م ب ْحج‬“Mereka duduk (tinggal dirumah) tidak melakukan perjalanan maupun peperangan sebagaipersiapan untuk melakukan ihram haji”.Pada hari ini kita saksikan bersama persiapan dan pem-berangkatan para jemaah calon haji.Kita rasakan bersama betapa kebahagiaan telah menghiasi wajah mereka dan sejuta harapantelah tertanam dalam di lubuk hati mereka, manakala saudara-saudara kita tadi meninggalkankampung halamannya terbang menuju kiblat umat Islam sedunia, memenuhi panggilan AllahSubhanahu wa Ta’ala.Tidak ada ibadah seagung ibadah haji, tidak ada sesuatu agama yang memiliki konsep ibadahseperti konsep haji Islam. Haji mengandung seribu makna, merangkum sejuta hikmah.Karena itu haji merupakan tiang kelima dari kelima pilar utama dalam Islam.Di lihat dari sebutannya saja ibadah ini sudah unik. Betapa tidak Al-Allamah Abu AbdillahMuhammad bin Abdir Rohman Al-Bukhari Alhanafi Azzahid (546 H) menjelaskan. “Hajiadalah bermaksud (berkeinginan dan bersengaja), sementara maksud dan niat, keduanyamenghantarkan seseorang menuju cita-cita, niat adalah amal yang paling mulia karena iaadalah pekerjaan anggota yang paling utama yaitu hati, manakala ibadah ini adalah ibadahyang paling besar dan ketaatan yang paling berat maka disebut ibadah yang paling utama”yaitu Al-Haj yang berarti al-qashdu.Tatkala seorang haji tiba di ka’bah, dan sebelumnya dia sudah mengetahui bahwa pemilikrumah (ka’bah) tidak berada di sana, maka dia berputar mengelilingi rumah : Thawafmengisyaratkakn bahwa ka’bah bukanlah maksud dan tujuan. Tetapi tujuannya adalahpemilik rumah ‫..رب الكعبة‬Begitu pula mencium hajar aswad, bukan berarti dan bukan kerena menyembah batu,melainkan karena mengikuti sunnah rasul. Karena beliaulah yang mencontohkan kita untukmelakukan yang demikian. Inilah pembeda antara musyrik dan muslim. Dulu orang musyrikmencium batu karena untuk menyembah batu. Tetapi sekarang Muslim mencium batu untukmengikuti sunnah rasul yang diantara hikmahnya adalah seperti apa yang dikatakan oleh IbnuAbbas Radhiallaahu anhu .“Hajar Aswad adalah bagaikan tangan kanan Allah dimuka bumi ini. Maka barangsiapa yangmenjabatnya (menyentuhnya) atau menciumnya maka seolah-olah ia menjabat (tangan) Allahdan mencium tangan kananNya.”Karena itu ketika menyentuhnya seorang haji harus mengingat bahwa ia sedang berbai’at
  18. 18. kepada Allah (pencipta dan pemilik batu yang telah memerintah untuk menyentuhnya).Berbai’at untuk selalu taat dan tunduk kepadaNya, dan harus ingat barang siapa yangmenghianati bai’at maka ia berhak mendapatkan murka dan adzab Allah.Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.Karena maksud kita bukan ‫ البيت‬tetapi ‫ رب البيت‬dan karena unsur niat begitu utama dan pentingmaka Allah brfirman: .ِ َ‫وَ ِ ّوا ال َ ّ َالْ ُمْ َة‬ ‫ل‬ ِ ّ ‫َأتم ْحج و ع ر‬“Dan sempurnakanlah haji dan umrah itu karena Allah”Karena itu pulalah para ulama menganjurkan bahwa kewajiban pertama bagi calon hajiadalah bertaubat. Bertaubat dari semua dosa dan maksiat, baik calon haji itu seorang petani,pegawai, polisi, artis, dokter, mentri maupun seorang kiayi, laki-laki maupun perempuan , tuamaupun muda.Inilah yang disyaratkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firmanNya: .‫َ َز ّ ُوْا َ ِ ّ َيْ َ ال ّا ِ ال ّق َى‬ ‫وت َود فإن خ ر ز د ت ْو‬“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baiknya bekal adalah taqwa”(al-Baqarah; 197).Tentu saja kita sudah maklum bahwa taqwa itu tidak bisa dicapai kecuali dengan bertaubatdan meninggalkan segala jenis perbuatan maksiat.Kalau calon haji sudah bertaubat maka ia akan mampu memahami dan menjiwai syiar hajiyang teramat indah itu yaitu. .َ ْ‫َ ّيْ َ الّ ُ ّ َ ّيْ َ، َ ّيْ َ َ َ ِيْ َ َكَ َ ّي‬ ‫لب ك لهم لب ك لب ك ل شر ك ل لب ك‬Ia akan menghayati seolah-olah berucap: Ya Allah aku datang, akau datang, memenuhipanggilanMu, lalu aku berdiri di depan pintuMu. Aku singgah di sisiMu. Aku pegang eratkitabMu, aku junjung tinggi aturanMu, maka selamatkan aku dari adzabMu, kini aku siapmenghamba kepadaMu, merendahkan diri dan berkiblat kepadaMu. BagiMu segala ciptaan,bagiMu segala aturan dan perundang-undangan, bagiMu segala hukum dan hukuman tidakada sekutu bagiMu. Aku tidak peduli berpisah dengan anak dan istriku, meninggalkan profesidan pekerjaan, menanggalkan segala atribut dan jabatan, karena tujuanku hanyalah wajah-Mudan keridhaanMu bukan dunia yang fana dan bukan nafsu yang serakah maka amankan akudari adzabMu.Ma’asiral muslimin rahimakumullah.Jika calon haji sudah bertaubat maka ia pasti akan mampu mencapai hakekat haji yang telahdigariskan oleh Allah, dalam firman-Nya:Barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan Haji, maka tidakboleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. (Al-Baqarah: 197)Seorang yang beribadah haji tidak boleh melakukan rofats yaitu jima dan segala ucapan danperbuatan yang behubungan dengan seksual. Tidak boleh melakukan Fusuq yaitu segalabentuk maksiat dan tidak boleh melakukan jidal yaitu perdebatan yang mengikuti hawa nafsu,bukan untuk mencari kebenaran.
  19. 19. Maka barang siapa yang telah sukses memenuhi perintah Allah tersebut ia akan mendapatkanhaji yang mabrur, yang diantara tandanya adalah sepulang haji ia tidak akan mengulangmaksiat, dosa-dosa yang lalu, ia akan tampil sebagai muslim yang shalih dan muslimah yangshalihah.Maka sebuah negara semakin banyak muslim dan muslimah yang taat, negara itu akansemakin aman makmur dan sentosa. Maksiat dan kemungkaran akan menepi, perjudian danpencurian akan sepi, perzinaan dan pembunuhan akan mudah diatasi. Apalagi jika yang pergihaji adalah Bapak Bupati, para Mentri dan Pak Polisi.Sepulang haji yang kikir akan menjadi dermawan, yang kasar akan menjadi pengantin danyang biasanya menyebar kejahatan berubah menebar salam.Itu semua manakala hajinya mabrur. Namun kenyataannya adalah bagaikan siang yangdihadapkan dengan malam, semuanya bertolak belakang, mereka tidak mengambil manfaatdari ibadah haji selain menambah gelar Pak Haji atau Bu Hajjah. Yang korup tetap korup,yang artis tetap artis, yang lintah darat tetap lintah darat, yang jahat tetap jahat.Maka tidak heran jika Rofats, Fusuq dan Jidal marak dimana-mana sampai terjadi krisismoral, krisis nilai, krisis kemanusiaan, krisis politik, lingkungan, ekonomi dan sosial.Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.Demikianlah sekelumit tentang makna haji, haji mabrur dan potret haji kita, semoga Allahmenjadikan haji kita yang dahulu dan yang akan datang menjadi haji yang mabrur, dansemoga dijauhkan dari haji yang maghrur (tertipu) dan mabur. ْ‫َا َ َ ا ُ ِيْ َ َ ُمْ ِي الْ ُرْآ ِ الْ َظيْمِ و َ َ َ ِيْ وِ ّا ُمْ ِ َا ِيْ ِ ِ َ اْل َاتِ َال ّكْرِ ال َ ِيْ ِ. َقوْ ُ َوْلي‬ ِ ‫ب رك ل ل ولك ف ق ن ع ِ َنفعن َإي ك بم ف ه من ي و ذ ْحك م أ ُ ل ق‬ .ُ ْ‫َ َا وَسْ َغْ ِ ُ ا َ ِيْ َ َ ُمْ َ ِ َا ِرِ الْ ُسْ ِ ِيْنَ ِنْ ُ ّ َنْبٍ َاسْ َغْ ِروْ ُ ِ ّ ُ ُ َ الْغ ُوْ ُ ال ّ ِي‬ ‫هذ َأ ت فر ل ل ولك ولس ئ م لم م كل ذ ف ت ف ُ ه إنه هو َف ر رح م‬Khutbah Kedua ْ‫ِ ّ الْ َمْ َ ِ نحْ َ ُ ُ َ َسْ َ ِيْ ُ ُ َ َسْ َغْف ُهْ َ َ ُو ُ ِالِ ِنْ ُ ُوْ ِ َن ُ ِ َا َ ِنْ َ ّ َاتِ َعْ َا ِ َا، َن‬ ‫إن ح د ّ َ مده ون تع نه ون ت ِر ونع ذ ب م شر ر أ ْفسن وم سيئ أ م لن م‬ ‫ل‬ ُ َ ‫َهْ ِهِ ا ُ َ َ ُ ِ ّ َ ُ َ َنْ ُضْ ِلْ َ َ َا ِ َ َ ُ. َشْ َ ُ َنْ َ ِ َ َ ِ ّ ا ُ وحْ َ ُ َ َ ِيْ َ َ ُ ََش‬ ‫ي د ل فل مضل له وم ي ل فل ه دي له أ هد أ ل إله إل ل َ ده ل شر ك له وأ ْهد‬ ‫أن محمد ع ده ورس له صل ل عل نبين محم وعل له وَ ح به وسل ت ل م كث ر ق ل‬ َ ‫َ ّ ُ َ ّ ًا َبْ ُ ُ َ َ ُوُْ ُ َّى ا ُ َ َى َ ِ ّ َا ُ َ ّدٍ َ َ َى آ ِ ِ َأصْ َا ِ ِ َ َّمَ َسْ ِيْ ًا َ ِيْ ًا. َا‬ ‫َ َا َى: َا َ ّهاَ اّ ِيْ َ َا َ ُوا ا ّ ُوا ا َ ح ّ ت َا ِهِ َ َ َ ُوْ ُ ّ ِ ّ وَن ُمْ ّسْ ِ ُوْ َ. و َا َ َ َا َى: } َ َن‬ ‫وم‬ ‫تع ل ي أي لذ ن ء من تق ل َق ُق ت ول تم تن إل َأ ت م لم ن َق ل تع ل‬ {‫َ ّ ِ ا َ َجْ َل ّ ُ َخْر ًا{ و َا َ: } َ َن َ ّ ِ ا َ ُ َ ّرْ َنْ ُ َ ّ َا ِ ِ َ ُعْ ِمْ َ ُ أجْ ًا‬ ‫يتق ل ي ع له م َج َق ل وم يتق ل يكف ع ه سيئ ته وي ظ له َ ر‬ ‫ُ ّ اعْ َ ُوْا َ ِ ّ ا َ َ َ َ ُمْ ِال ّ َةِ َال ّ َ ِ َ َى َ ُوْ ِ ِ َ َا َ: }ِ ّ ا َ َ َ َ ِ َ َ ُ ُ َّوْ َ َ َى‬ ‫ثم لم فإن ل أمرك ب صل و سلم عل رس له فق ل إن ل وملئكته يصل ن عل‬ .{‫ال ّ ِ ّ، َا َ ّه َ اّ ِيْ َ َا َنوْا َّوْا َ َيْ ِ َ َّ ُوْا َسْ ِيْ ًا‬ ‫نبي ي أي ا لذ ن ء م ُ صل عل ه وسلم ت ل م‬ .ٌ ْ‫َلّ ُ ّ َ ّ َ َى ُ َ ّدٍ َ َ َى آ ِ ُ َ ّ ٍ َ َا َّيْتَ َ َى ِب َا ِيْ َ َ َ َى آ ِ إبْ َا ِيْ َ، ِ ّ َ َ ِيْ ٌ م ِي‬ ‫ا لهم صل عل محم وعل ل محمد كم صل عل إ ْر ه م وعل ل ِ ر ه م إنك حم د َج د‬ .ٌ ْ‫َ َا ِكْ َ َى ُ َ ّدٍ َ َ َى آ ِ ُ َ ّ ٍ َ َا َا َكْ َ َ َى ِبْ َا ِيْمَ َ َ َى آ ِ ِبْ َا ِيْ َ، ِ ّ َ َ ِيْ ٌ َ ِي‬ ‫وب ر عل محم وعل ل محمد كم ب ر ت عل إ ر ه وعل ل إ ر ه م إنك حم د مج د‬ ٌ ْ‫َلّ ُ ّ اغْ ِرْ ِلْ ُسْ ِ ِيْنَ َالْ ُسْ ِ َا ِ، َالْ ُؤْ ِ ِيْ َ َالْ ُؤْ ِ َا ِ اْ َحْ َا ِ ِن ُمْ واْ َمْ َا ِ، إ ّكَ َ ِي‬ ‫ا لهم ف ل م لم و م لم ت و م من ن و م من ت ل ي ء م ْه َ ل و ت ِن سم ع‬ ‫َ ِيْ ٌ. َلّ ُ ّ َر َا ال َ ّ َ ّا َارْ ُقْ َا ا ّ َا َ ُ، وَ ِ َا الْ َا ِ َ با ِلً َارْ ُقْ َا اجْ ِ َا َ ُ. َ ّ َا آ ِ َا ِي‬ ‫قر ب ا لهم أ ِن ْحق حق و ز ن تب عه َأرن ب طل َط و ز ن تن به ربن تن ف‬ ‫ن ر َبن ه لن م أ و ِن وذري ِن ق ّة أ ين‬ ٍ ُ ْ‫ال ّنْ َا َ َ َ ً َ ِي ال ِ َةِ َ َ َ ً َ ِ َا َ َابَ ال ّا ِ. ر ّ َا َبْ َ َا ِنْ َزْ َاج َا َ ُ ّ ّات َا ُر َ َع‬ ‫خر حسنة وقن عذ‬ ‫د ي حسنة وف‬‫و ع ن ل متق إم م س ح ن َب رب عزة عم يص ُ ن وسلم عل م سل و ح د ل رب‬ّ َ ِّ ُ ْ‫َاجْ َلْ َا ِلْ ُ ّ ِينَ ِ َا ًا. ُبْ َا َ ر ّكَ َ ّ الْ ِ ّ ِ َ ّا َ ِفوْ َ، َ َ َ ٌ َ َى الْ ُرْ َ ِيْنَ َالْ َم‬ .َ ْ‫الْ َا َ ِي‬ ‫ع لم ن‬ .َ َ ّ ‫َ َّى ا ُ َ َى ُ َ ّ ٍ َ َ َى آ ِ ِ َصحْ ِ ِ َ َّ َ. وَ ِ ِ ال‬ ‫وصل ل عل محمد وعل له و َ به وسلم َأقم صلة‬ ( Januari 2004 / 30 dzulqadah 1425 22 )
  20. 20. 46Hijrah, Peristiwa Penuh StrategiOleh: H Hartono Ahmad Jaiz ْ‫ِ ّ الْ َمْ َ ِ نحْ َ ُ ُ َ َسْ َ ِيْ ُ ُ َ َسْ َغْف ُهْ َ َ ُو ُ ِالِ ِنْ ُ ُوْ ِ َن ُ ِ َا َ ِنْ َ ّ َاتِ َعْ َا ِ َا، َن‬ ‫إن ح د ّ َ مده ون تع نه ون ت ِر ونع ذ ب م شر ر أ ْفسن وم سيئ أ م لن م‬ ‫ل‬ ‫ي د ل فل مضل له وم ي ل ه فل ه د له َأ هد أ ل إله إل ل و ده ل شر َ له وأ هد‬ ُ َ ْ‫َهْ ِهِ ا ُ َ َ ُ ِ ّ َ ُ َ َنْ ُضْ ِلْ ُ َ َ َا ِيَ َ ُ. وَشْ َ ُ َنْ َ ِ َ َ ِ ّ ا ُ َحْ َ ُ َ َ ِيْك َ ُ ََش‬ ‫َ ّ ُ َ ّ ًا َبْ ُ ُ َ َ ُوُْ ُ. َا َ ّ َا ال ّا ُ أوْ ِيْ ُمْ َإ ّا َ ِ َق َى ا ِ ف َدْ َا َ الْ ُ ّ ُوْ َ. َا َ َ َا َى: َا‬ ‫أن محمد ع ده ورس له ي أيه ن س ُ ص ك وِي ي بت ْو ل َق ف ز متق ن ق ل تع ل ي‬ ‫أي ا لذ ن ء من تق ل حق ُق ته َل تم ْتن ِل َأ ت م لم ن ق ل تع ل ي َيه ن س‬ ُ ‫َ ّه َ اّ ِيْ َ َا َ ُوا ا ّ ُوا ا َ َ ّ ت َا ِ ِ و َ َ ُو ُ ّ إ ّ وَن ُمْ ّسْ ِ ُوْ َ. َا َ َ َا َى: َا أ ّ َا ال ّا‬ ‫ا ّ ُوْا َ ّ ُ ُ اّ ِيْ َ َ َ ُمْ ّنْ َفْ ٍ َا ِ َةٍ و َ َ َ ِنْ َا َو َ َا َ َ ّ ِنْ ُ َا ِ َا ً ك ِيْ ًا و ِ َآءً َا ّ ُوا‬ ‫تق ربكم لذ خلقك م ن س و حد َخلق م ه ز ْجه وبث م هم رج ل َث ر َنس و تق‬ ‫ا َ اّ ِيْ َ َآ َُوْ َ ِ ِ َا َرْ َا َ ِ ّ ا َ َانَ َ َيْ ُمْ َقيْ ًا. َا َ ّ َا اّ ِيْ َ َا َ ُوا ا ّ ُوا ال َقوُْوْا‬ ‫َ وُ ل‬ ‫ل لذ تس ءل ن به و ْل ح م إن ل ك عل ك ر ِ ب ي أيه لذ ن ء من تق‬ .‫َوْ ً َ ِيْ ًا. ُصْ ِحْ َ ُمْ َعْ َا َ ُمْ و َغْ ِرْ َ ُمْ ُ ُوْ َ ُمْ َ َنْ ُ ِ ِ ا َ و َ ُوْ َ ُ َ َدْ َا َ َوْ ًا َظيْ ًا‬ ‫ق ل سد د ي ل لك أ م لك َي ف لك ذن بك وم يطع ل َرس له فق ف ز ف ز ع ِ م‬‫عل وسلم وشر لم ر‬ِ ‫َ ّا َعْ ُ؛ َ ِ ّ َصْ َ َ الْ َ ِيثِ ِ َا ُ ا َ، و َيْ َ الْ َدْ ِ َدْ ُ ُ َ ّدٍ َّى ال َ َيْهِ َ َّ َ َ ّ َ ا ُ ُو‬ ‫أم ب د فإن أ دق حد كت ب ل َخ ر ه ي ه ي محم صل‬ ‫ُحْ َ َا ُ َا َ ُ ّ ُحْ َ َةٍ ِدْ َ ٌ َ ُ ّ ِدْ َةٍ َ َ َ ٌ َك ّ َ َ َ ٍ ِي ال ّا ِ. َلّ ُ ّ ص ّ َ َّمْ َ َى َ ِ ّ َا‬ ‫م دث ته وكل م دث ب عة وكل ب ع ضللة و ُل ضللة ف ن ر ا لهم َل وسل عل نبين‬ .ِ َ ‫ُ َ ّدٍ َ َ َى آ ِ ِ َصحْ ِ ِ َ َنْ َ ِ َ ُمْ ِ ِحْ َا ٍ ِ َى َوْ ِ الْق َا‬ ‫محم وعل له و َ به وم تبعه بإ س ن إل ي م ِي مة‬Adegan yang sangat tegang memecahkan genangan air mata Abu Bakar di dalam gua Tsur, diluar kota Makkah. Musuh-musuh yang pedangnya siap menebas Nabi MuhammadShalallaahu alaihi wasalamberdiri di hadapan Abu Bakar, hanya berbatas cahaya. Abu Bakarmendampingi Nabi Shalallaahu alaihi wasalam di dalam gua, sedang musuh-musuh yang siap"menerkam" berdiri di mulut gua. Isak tangis pun tak bisa ditahan, keluar dari mulut AbuBakar yang mengkhawatirkan, Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam ditangkapmusuh dan dibunuh. Nabi Shalallaahu alaihi wasalam membisiki Abu Bakar; “Laa tahzaninnallaha maanaa”, janganlah engkau bersedih hati, karena sesungguhnya Allah beserta kita.Musuh bebuyutan Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam yang memimpin pengejarandan akan membunuh Nabi pun berada di mulut gua Tsur, 5 kilometer dari Makkah. JustruUmayyah Ibnu Khalaf, musuh bebuyutan Nabi itulah yang menganggap mustahil Muhammadyang sedang dicari-cari itu berada di dalam gua ini. Maka bubarlah para calon pembunuhyang ingin menggondol 100 unta bila menemukan Nabi Muhammad Shalallaahu alaihiwasalam ini.Tiga malam lamanya Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam dan Abu Bakar As-Shiddiq berada di dalam gua. Sementara orang-orang kafir Makkah yang sejak semulamemusuhi bahkan ingin membunuh Nabi itu meningkat jadi berlomba mencari hadiah 100unta dalam rangka membunuh Nabi. Tingkah polah kaum kafir Makkah yang haus darah danserakah harta ini tidak mudah diajak kompromi. Untuk itu, Abdullah bin Abu Bakarmemainkan peran yang cukup penting. Setiap malam Abdullah bin Abu Bakar menginap didekat kaum Quraisy yang memusuhi Nabi di Makkah. Pada saat manusia lelap tidurmenjelang fajar, Abdullah mendatangi Nabi, lantas pagi hari Abdullah sudah berada dikalangan kaum Quraisy Makkah. Maka orang-orang Quraisy menduga, Abdullah tetap beradadi Makkah bersama mereka. Padahal, semua gerak-gerik dan rencana Quraisy telah disadapdan disampaikan kepada Nabi Shalallaahu alaihi wasalam .

×