Your SlideShare is downloading. ×
0323 Sistem Intensifikasi Padi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

0323 Sistem Intensifikasi Padi

3,991
views

Published on

Presenter: Anischan Gani …

Presenter: Anischan Gani

Institution: Balai Penelitian Tanaman Padi, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Indonesia

Subject Country: Indonesia

Published in: Sports

0 Comments
6 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
3,991
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
6
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. SISTEM INTENSIFIKASI PADI Anischan Gani Balai Penelitian Tanaman Padi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
  • 2.
    • PENGALAMAN MASA LALU
    • Peningkatan produksi padi;
      • Lahan irigasi
      • Varietas unggul
      • Pemupukan
    • Swa-sembada beras dicapai 1984
      • Lebih kurang 4 tahun
      • Produksi tak bisa mengimbangi konsumsi
      • Impor
    • Padi sawah
      • 92 – 95% dari produksi nasional
      • Berbagai sistem intensifikasi sejak 1960
      • Intensifikasi super-intensif
      • Produksi melandai dan produktivitas turun
  • 3. Gambar 1. Pertumbuhan total produksi padi dan padi sawah di Indonesia dan provinsi NTT, 1973-2001.
  • 4. Tabel 1. Perubahan produksi, luas panen dan produktivitas padi sawah di Indonesia periode 5 tahun, 1973-2001. Diolah dari: BPS(1974-2002) 53 - 18,73 470,90 1998-2001 - 42 111,45 184,78 1993-1998 48 176,30 1.238,56 1988-1993 56 187,70 1.204,34 1983-1988 206 57,70 1.824,38 1978-1983 67 16,32 873,20 1973-1978 Perubahan produktivitas (kg ha -1 thn -1 ) Perubahan luas panen (.000 ha thn -1 ) Perubahan produksi (.000 t thn -1 ) Periode
  • 5. Tabel 2. Perubahan produksi, luas panen dan produktivitas padi sawah di provinsi NTT setiap periode 5 tahun, 1973-2001. Diolah dari: BPS (1974-2002) 0 5,03 30,9 1998-2001 9 1,70 6,08 1993-1998 34 4,52 16,26 1988-1993 - 44 - 0,34 - 2,66 1983-1988 216 1,56 16,78 1978-1983 - 175 2,94 - 0,80 1973-1978 Perubahan produktivitas (kg ha -1 thn -1 ) Perubahan luas panen (.000 ha thn -1 ) Perubahan produksi (.000 t thn -1 ) Periode
  • 6. Gambar 2. Perkembangan produksi, luas panen dan produktivitas padi sawah di NTT, 1977-2001.
  • 7. Tabel 3. Luas lahan sawah di daerah potensial dan frekuensi padi setahun NTT, 1999. Diolah dari: BPS (2000 a) 1,37 152.795 111.452 41.343 70.109 Total provinsi 1,38 132.845 (86,94) 96.267 (86,38%) 36.578 (88,47%) 59.689 (85,14%) Jumlah % dari provinsi 1,56 49.827 31.960 17.867 14.093 Manggarai 1,65 11.258 6.822 4.436 2.386 Ngada 1,51 9.377 6.215 3.162 3.053 Ende 1,26 30.004 23.799 6.205 17.594 Kupang 1,24 15.691 12.636 3.055 9.581 Sumbawa Timur 1,12 16.688 14.835 1.853 12.982 Sumbawa Barat IP Luas panen (ha) Total Dua kali atau lebih /tahun Sekali /tahun Potensial minimum Luas lahan sawah (ha) Kabupaten/Kota
  • 8.
    • System of Rice Intensification
    • Sistem Intensifikasi Padi
    • Berasal dari Madagaskar
      • Didapatkan secara “kebetulan”
      • Dari kalangan petani miskin pedesaan
      • Tidak berkembang ke luar
    • Hambatan pengembangan
      • Rendahnya tingkat pendidikan
      • Hambatan sosial-budaya
      • Kurangnya infra-struktur dan dana
    • Cepat meluas
      • Kerjasama dengan CIIFAD
      • LDI, Universitas Antananarivo, FOFIFA, CRS, ADRA
      • Sejak 2001 diperhatikan serius oleh pemerintah
    SRI
  • 9. PENGEMBANGAN SRI
      • Bangladesh
      • Kamboja
      • China
      • Kuba
      • Gambia
      • India
      • Indonesia
      • Laos
      • Madagaskar
      • Myanmar
      • Nepal
      • Filipina
      • Sierra Leone
      • Sri Lanka
      • Inggeris
      • USA
      • Australia
      • Barbados
      • Brazil
      • Perancis
      • Jerman
      • Ghana
      • Honduras
      • Iran
      • Mozambik
      • Belanda
      • Pakistan
      • Peru
      • Thailand
      • Vietnam
  • 10. PRINSIP SRI Peningkatan potensi genetik padi yang terhambat oleh teknik konvensional Bibit tua Tanam rapat, banyak bibit per lubang Penggenangan terus menerus Pemupukan tinggi Menghambat akar dan anakan Tanah menjadi tidak sehat Jasad renik tanah terhambat
  • 11. PERTIMBANGAN UTAMA SRI
    • Benih dan Bibit
      • Benih bermutu dan sehat
      • Bibit muda-tunggal
      • Jarak tanam lebih lebar
    • Tanah
      • Drainase dan aerasi, tanpa digenangi saat vegetatif
      • Tanah “sehat”
      • Jasad renik dalam tanah
  • 12. Komponen penting lain
    • Penambahan bahan organik tanah
      • memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah
      • Menambah daya menahan air
      • Menyuburkan jasad renik tanah
    • Gulma
      • Dikendalikan lebih awal dan intensif
      • Gunakan alat mekanis
    • Lain-lain, sesuai kondisi lokal
  • 13. PELAKSANAAN SRI
    • PERSIAPAN LAHAN
    • SELEKSI DAN PERSIAPAN BENIH
    • PERSIAPAN PESEMAIAN DAN TABUR BENIH
    • PINDAH TANAM
    • PENGAIRAN
      • fase vegetatif
      • fase generatif
    • PEMELIHARAAN
      • pengendalian gulma
      • pengendalian hama-penyakit
  • 14. Persiapan Lahan
    • Sebarkan bahan organik, olah tanah sambil meratakan bahan organik dan membenam gulma
    • Setelah lahan digenangi dan tanah lunak, jadikan melumpur
    • Bajak menggunakan ternak, hand-tractor, atau cangkul
    • Ratakan lahan
    • Gali saluran di pinggir untuk drainase
  • 15. Seleksi dan Persiapan Benih
    • Masukkan benih ke dalam ember berisi air garam dengan b.j. 1,15; kocok untuk memudah-kan pemisahan; keluarkan benih yang terapung, cuci benih yang terbenam
    • Tempatkan benih terpilih ke dalam kantong kain jarang (longgar), kemudian rendam dalam air hangat
    • Tiriskan air dari kantong kain dan letakkan di tempat hangat
  • 16. Persiapan Pesemaian dan Tabur Benih
    • Siapkan pesemaian di tempat kering, jangan ter-genang
    • Sebarkan benih di pesemai-an rata dan jarang
    • kompos atau tanah halus
    • Tekan pelan-pelan untuk memadatkannya
    • Tutup dengan rumput kering atau jerami
  • 17. Pindah Tanam
    • Setelah berdaun dua, kira-kira 10-12 hari di pesemai-an, bibit siap dipindah
    • Jangan dicabut, ambil bibit berikut tanahnya
    • Usahakan akar tidak putus
    • Angkat bibit dengan tanah dari pembibitan, segera ditanam
    • Tanam dalam kondisi air macak-macak
    • Tanam teratur, satu bibit per lubang tanam
  • 18. Pengairan
    • Saat tanam kondisi air macak-macak, dan ini dipertahankan selama 4 hari
    • Selanjutnya digenangi 1-2 hari dan dikeringkan 4-7 hari
    • Setelah anakan maksi-mum genangi lahan 1-3 cm
    • Jangan sampai tanaman kekurangan air pada stadia ini
    • Waktu pengendalian gulma keringkan lahan
    • Saat berbunga, padi sensitif terhadap kekurangan air
    • Genangi lahan 2-4 cm
    • Jangan sampai tanaman kekurangan air pada saat ini
  • 19. Pemeliharaan
    • Resiko pengeringan lahan rumput akan subur
    • Keringkan lahan sawah sebelum pengendalian gulma
    • Lakukan lebih awal, dengan tangan atau alat mekanik
    • Lakukan pengendalian tiap dua minggu, sampai daun-daun menutup
    • Sebelum tanam dapat juga digunakan
    • Pengendalian gulma
    • Pemeliharaan lain sesuai anjuran
    • Keringkan lahan 7-10 hari menjelang panen
    • Saat panen usahakan tidak banyak gabah terbuang
  • 20. SRI di INDONESIA mulai tahun 2001 mulai tahun 2002
    • Program PTT Padi Sawah Irigasi, dengan SRI sebagai komponen utamanya sejak 1999 telah diuji di Sukamandi, dan positif hasilnya
    • Pada pengujian di propinsi-propinsi 16.4% lebih tinggi musim I, dan 28.4% lebih tinggi musim II dibanding cara biasa
    • Kelompok Sain Petani di Ciamis, 2001, mendapatkan 6.7 and 7,0 t/ha dengan SRI (49-56% lebih tinggi) dibanding 4.5 t/ha cara biasa
    • ADRA tahun 2002 di Kupang mendapatkan rata-rata 11.6 t/ha, sedang cara biasa rata-rata 4.4 t/ha. Di Way Kanan, tahun 2002, hasil padi dengan SRI mencapai 15 t/ha
  • 21. SRI, jarak tanam 50x50 cm; varietas Ciherang, Sukamandi 2002. SRI, jarak tanam 25x25 dan 50x50 cm fase anakan aktif dan berbunga; varietas Ciherang, Sukamandi 2002.
  • 22. TERIMA KASIH