• Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
6,217
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2

Actions

Shares
Downloads
168
Comments
0
Likes
2

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. NAMA KELO STRATEGI PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI
  • 2. Anak usia dini memiliki karakteristik yang khas. Baik dalam hal sikap, perhatian, minat dan keampuannya dalam belajar. Kekhasan dunia anak mengakibatkan perlunya strategi pembelajaran untuk anak yang juga khas. Ada sebagian anak yang mendapatkan perlakuan dan stimulasi dari lingkungan yang positif, sehingga anak tumbuh lebih matang namun ada sebagian lain yang tidak mendapatkan lingkungan yang positif, sehingga perkembangan jiwanya terlambat. Kondisi yang berbeda-beda tersebut menuntut guru atau pendidik anak bertindak secara bijak, sesuai dengan kondisi, kemampuan dan kepribadian anak STRATEGI PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI
  • 3. Usia dini merupakan kesempatan emas bagi anak muda untuk belajar (golden age). Oleh karena itu kesempatan ini hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk proses belajar anak. Namun demikian satu hal perlu mendapatkan perhatian, bahwa orientasi belajar anak usia dini bukan untuk mengejar prestasi. Namus orientasi belajar anak yang sesungguhnya adalah mengembangkan sikap minat belajar serta berbagai potensi dan kemampuan dasar anak. Orientasi belajar anak lebih baik bila mengarah pada pengembangan sikap mental yang positif. a. ORIENTASI PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI
  • 4. Dengan demikian secara garis besar orientasi pembelajaran anak usia dini adalah : •Mengembangkan potensi dan kemampuan dasar. •Mengembangkan sikap dan minat belajar. •Membangun dasar kepribadian dan sikap mental positif.
  • 5. Beberapa prinsip metode pembelajaran untuk anak usia dini antara lain : •Berpusat pada anak. Artinya penerapan metode berdasarkan kebutuhan dan kondisi anak, bukan berdasarkan keinginan dan kemampuan pendidik. •Partisipasi anak. Maksudnya penerapan metode pembelajaran ditunjukan untuk membangkitkan anak untuk turut berpartisipasi aktif dalam proses belajar. b. Metode pembelajaran anak usia dini
  • 6. •Fleksibel. Artinya metode pembelajaran yang diterapkan pada anak usia dini bersifat dinamis tidak terstruktur dan disesuaikan dengan kondisi dan cara belajar anak yang memang tidak terstruktur. •Perbedaan individual (individual defferences). Maksudnya tidak ada anak yang memiliki kesamaan walau kembar sekalipun. •Bersifat holistik dan integratif. Artinya kegiatan belajaryang diberikan kepada anak tidak terpisah menjadi bagian-bagian seperti pertimbangan dalam pembelajaran, melainkan terpadu dan menyeluruh, terkait antara satu bidang dengan bidang yang lain.
  • 7. Secara teknis, ada beberapa metode yang tepat untuk diterapkan pada anak usia dini, antara lain : •Bermain •Bercerita •Bernyanyi •Bercakap (dialog dan tanya jawab) •Karya wisata •Praktik langsung •Bermain peran (sosio-drama) •Penugasan
  • 8. Berdasarkan karakteristik perkembangan anak dan metode pembelajaran yang diterapkan untuk anak, maka ada beberapa kriteria untuk menentukan bahan dan perlengkapan belajar anak usia dini, antara lain : • Relevan dengan kondisi anak. Artinya bahan dan perlengkapan yang dissediakan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan anak. • Berwarna dan atraktif. Bahan yang berwarna, apalagi dengan warna mencolok akan mengundang anak untuk memegang dan menggerakannya. • Sederhana dan kongkrit. Bahan dan perlengkapan belajar anak bukanlah yang rumit dan sulit, melainkan sederhana, jelas dan kongkrit dimata anak. c. BAHAN DAN PERLENGKAPAN BELAJAR ANAK USIA DINI
  • 9. •Eksploratif dan mengundang rasa ingin tahu. Bahan dan perlengkapan yang tersedia dapat dieksplorasi oleh anak, karena sifat dasar anak adalah ingin tahu dan selalu ingin mencoba. •Berkait dengan aktivitas keseharian anak. Anak tumbuh dan berkembang bersama lingkungan yang ada. Segala yang dia lihat, dia dengar dan dia rasakan, ingin ditiru dan diulang. •Aman dan tidak membahayakan. Bahan dan perlengkapan belajar anak harus aman dari segi bahan, bentuk dan pewarna yang digunakan, dengan demikian tidak membahayakan bagi anak untuk berekplorasi dengan alat tersebut. •Bermanfaat dan mengandung nilai pendidikan.
  • 10. •Pengaturan ruangan. Ruangan atau kelas yang digunakan untuk belajar anak sebaiknya ruangan yang lapang sehingga memungkinkan anak untuk melakukan berbagai aktivitas dengan leluasa. •Pengaturan sarana prasarana. Sarana prasana yang ada di dalam ruangan sebaiknya diatur sedemikian rupa sehingga tidak menggangu aktivitas anak dan memungkinkan bagi anak untuk mengambil dan mengembalikannya sendiri tanpa tergantung orang lain. •Pengaturan waktu belajar Pengaturan waktu belajar anak perlu diatur dan disesuaikan dengan kemampuan anak untuk berkonsentrasi terhadap suatu kegiatan. d. Pengorganisasian kelas
  • 11. • Pengaturan siswa (anak). Proses belajar mengajar yang dilakukan untuk anak dapat berbentuk klasikal maupun individual.. • Pengaturan suasana. Suasana belajar bagi anak usia dini di upayakan bersifat menyenangkan, gembira, bahagiadan penuh kecerian.
  • 12. Bebrapa hal yang menjadi prinsip dalam pelaksanaan penilaian untuk anak usia dini antara lain : •Penilaian diberikan dalam bentuk narasi atau penggambaran •Penilaian dilakukan dengan observasi (pengamatan) •Kesalahan dipandang sebagai sesuatu yang wajar, dan bagian yang perlu di perhatikan dalam proses belajar. •Bagian yang mendapat penekanan adalah sisi positif dan kelebihan anak, bukan kekurangannya. •Bagaimanapun hasil yang di peroleh. Anak tidak boleh dianggap gagal e. penilaian
  • 13. KESIMPULAN orientasi belajar anak yang sesungguhnya adalah mengembangkan sikap minat belajar serta berbagai potensi dan kemampuan dasar anak, dan Bila orientasi belajar anak ditekankanpada pencapain prestasi akademik mungkin anak dapat mencapai kemampuan sesuai harapan guru, namun kadang menimbulkan dampak negatif bagi perkembangan anak selanjutnya. karena sifat dasar anak adalah ingin tahu dan selalu ingin mencoba