Pod review

815 views
667 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
815
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
35
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pod review

  1. 1. PENDIDIKAN ORANG DEWASA Bagus Kisworo
  2. 2. EDUCATION J.J. Rousseau Pendidikan adalah memberi kita perbekalan yang ada pada masa kanak-kanak sampai remaja yang nantinya akan dibutuhkan pada saat kita dewasa nanti.. ] Ki Hajar Dewantara Pendidikan yaitu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak- anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.
  3. 3. EDUCATION Sesuatu yang menjadikan manusia atau sesuatu untuk menjadi lebih baik
  4. 4. JENIS PENDIDIKAN 1. Pendidikan Massal 2. Pendidikan Masyarakat 3. Pendidikan dasar 4. Penyuluhan 5. Pengembangan masyarakat 6. Pendidkan OD 7. Masyarakat belajar 8. PSH 9. Formal, non formal, informal  Menurut SISDIKNAS 1. Pendidikan umum 2. Pendidikan kejuruan 3. Akademik 4. Profesi 5. Vokasi 6. Keagamaan 7. Dan khusus
  5. 5. KARAKTERISTIK PLS DAN PENDIDIKAN SEKOLAH 1. Tujuan  Jangka Panjang dan Umum  Orientasi pada pemilikan ijazah 2. Waktu  Relatif lama  Berorientasi kemasa depan  Menggunakan waktu penuh dan terus menerus 1. Tujuan  Jangka Pendek dan Khusus  Kurang menekankan pentingnya ijazah 2. Waktu  Relatif singkat  Menekankan masa sekarang  Waktu yang digunakan tidak terus menerus Program Pendidikan Sekolah Program Pendidikan Luar Sekolah
  6. 6. 3. Isi Program  Kurikulum disusun secara terpusat dan seragam berdasarkan kepentingan  Bersifat akademis  Penerimaan peserta didik dilakukan dengan ketat 3. Isi Program  Kurikulum disusun berdasarkan kepentingan peserta didik  Mengutamakan aplikasi  Persyaratan masuk ditentukan oleh peserta didik Program Pendidikan Sekolah Program Pendidikan Luar Sekolah
  7. 7. PENDIDIKAN ORANG DEWASA keseluruhan proses pendidikan yang diorganisasikan, mengenai apapun bentuk isi, tingkatan status dan metode apa yang digunakan dalam proses pendidikan tersebut, baik formal maupun nonformal, baik dalam rangka kelanjutan pendidikan di sekolah maupun sebagai pengganti pendidikan di sekolah, di tempat kursus, pelatihan kerja maupun di perguruan tinggi, yang membuat orang dewasa mampu mengembangkan segala potensinya
  8. 8. PRINSIP PENDIDIKAN ORANG DEWASA Bagus Kisworo
  9. 9. PRINSIP BELAJAR ORANG DEWASA  Orang dewasa belajar dengan baik apabila menyangkut mana yang menarik bagi dia dan ada kaitan dengan kehidupannya sehari-hari.  Orang dewasa belajar sebaik mungkin apabila apa yang ia pelajari bermanfaat dan praktis  Orang dewasa belajar sebaik mungkin apabila ia mempunyai kesempatan untuk memanfaatkan secara penuh pengetahuannya, kemampuannya dan keterampilannya dalam waktu yang cukup
  10. 10. PRINSIP BELAJAR ORANG DEWASA  Dorongan semangat dan pengulangan yang terus menerus akan membantu seseorang belajar lebih baik  Proses belajar dipengaruhi oleh pengalaman- pengalaman lalu dan daya pikir dari warga belajar  Saling pengertian yang baik dan sesuai dengan ciri-ciri utama dari orang dewasa membantu pencapaian tujuan dalam belajar.
  11. 11. HUKUM BELAJAR Bagaimana orang belajar dan kondisi yang dapat meningkatkan hasil belajar (Law Of Learning)  Keinginan Belajar  Pengertian terhadap tugas  Hukum Asosiasi  Minat,keuletan, dan intensitas  Ketetapan hati  Pengetahuan tentang keberhasilan dan kegagalan
  12. 12. PEMBELAJARAN ORANG DEWASA BELAJAR dapat didefinisikan sebagai :  Suatu kegiatan, proses atau pengalaman dalam menambah ilmu pengetahuan atau keterampilan  Belajar membantu kita berubah dari anak bawang menjadi ahli dan memberikan kita kesempatan untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan kemampuan yang baru
  13. 13. PEMBELAJARAN ORANG DEWASA Belajar menjadikan :  Peningkatan ilmu pengetahuan  Penambahan ingatan atas informasi  Penguasaan ilmu untuk pekerjaan  Pemahaman atas pekerjaan  Proses untuk mengerti ilmu tersebut
  14. 14. BEBERAPA ASUMSI TENTANG PEMBELAJARAN PADA ORANG DEWASA : 1. Otonomi dan “self directed” 2. Berorientasi tujuan pembelajaran 3. Berorientasi relevansi 4. Praktis dan memecahkan masalah 5. Memiliki ilmu pengetahuan dan pengalaman hidup
  15. 15. OTONOMI DAN “SELF DIRECTED” Orang dewasa membutuhkan  kebebasan dalam menentukan arah pembelajarannya  Dosen hanya sebagai fasilitator yang  mengetahui topik pembelajaran dan mengarahkannya sesuai dengankeinginan mahasiswa dan tidak bertindak sebagai pemberi ilmu
  16. 16. BERORIENTASI TUJUAN PEMBELAJARAN Dalam proses pembelajaran mereka perlu mengetahui tujuan pembelajaran yang harus dicapai  Tujuan pembelajaran itu harus tergambar dalam awal-awal proses pembelajaran  Mahasiswa harus merasakan bahwa kelompok mereka ini akan membantu mereka dalam mencapai tujuan pembelajaran
  17. 17. BERORIENTASI RELEVANSI Mahasiswa perlu mengetahui alasan mengapa sesuatu ini harus dipelajari  Pembelajaran harus aplikabel untuk pekerjaan mereka atau mempunyai nilai tambah bagi mereka  Tentu teori dan konsep pengetahuan yangingin diperoleh disesuaikan dengan keadaanyang akan mereka hadapi.
  18. 18. PRAKTIS DAN MEMECAHKAN MASALAH Subjek pembelajaran terfokus kepada hal-hal yang diperkirakanakan berguna bagi pekerjaan mereka dimasa yang akan datang
  19. 19. MEMILIKI ILMU & PENGALAMAN  Ilmu yang dimiliki serta pengalaman hidup selama ini, diperlukan untuk mengembangkan ilmu dan pekerjaan selanjutnya  Untuk itu mereka harus menyatukan pengalaman dan ilmu dari anggota kelompok diskusinya
  20. 20. PROSES BELAJAR MENGAJAR ORANG DEWASA Bagus Kisworo
  21. 21. Tidak Tahu Proses belajar: 1. Motivasi 2. Perhatian pada pelajaran 3. Meneroma dan mengingat 4. Reproduksi 5. Generalisasi 6. Melaksanakan tugas belajar dan umpan balik Tahu Tahap proses belajar
  22. 22. DEWASA YANG HARUS DIKETAHUI BERIKUT INI: 1. Memungkinkan timbulnya pertukaran pendapat, tuntutan, dan nilai- nilai, 2. memungkinkan terjadi komunikasi timbal balik, 3. suasana belajar yang diharapkan adalah suasana yang menyenangkan dan menantang 4. mengutamakan peran peserta didik, 5. orang dewsa akan belajar jika pendapatnya dihormati, 6. belajar orang dewasa bersifat unik, perlu adanya saling percaya antara pembimbing dan peserta didik, 7. orang dewasa umumnya mempunyai pendapat yang berbeda, 8. orang dewasa mempunyai kecerdasan yang beragam, 9. kemungkinan terjadinya berbagai cara belajar, 10. orang dewasa belajar ingin mengetaui kelebihan dan kekurangannya, 11. orientasi belajar orang dewasa terpusat pada kehidupan nyata, dan
  23. 23. Secara psikologis orang dewasa suka pembelajaran praktis dan berpusat pada masalah. Oleh karena itu digunakan pembelajaran kolaboratif serta kooperatif dan pemecahan masalah secara otentik. Mereka lebih suka contoh-contoh nyata, cerita dan overview untuk mengaitkan teori dengan prakteknya.
  24. 24. Dalam pembelajaran orang dewasa,mereka perlu dibantu untuk menerapkan informasi-informas baru. Sebagai antisipasi masalah yang mungkin akan dihadapi dalam mengaplikasikan informasi baru itu, orang dewasa perlu diberikan saran-saran dan pengalaman nyata
  25. 25. FUNGSI DAN SIKAP PENDIDIK  Fungsi 1. Pelancar proses belajar 2. Fasilitator 3. Penjelas tujuan belajar  Sikap 1. Bekerja dengan suasana hati awal yang senang 2. Menerima keterbatasn diri 3. Membuka diri 4. Mengakui kehadiran dan menghargai peserta didik
  26. 26. LANGKAH-LANGKAH PENDEKATAN ANDRAGOGI. 1. Menciptakan iklim belajar yang cocok untuk orang dewasa.Suasana belajar harus diatur sedemikian rupa sehingga cocok untuk orang dewasa, santai dan tidak menjemukan. 2. Menciptakan struktur organisasi untuk perencanaan yang bersifat partisipatif. Dalam perencanaan pembelajaran orang dewasa harus diciptakan suatu struktur organisasi sehingga bersifat partisipatif. 3. Mendiagnosis kebutuhan belajar. Sebelum belajar orang dewasa harus didiagnosis terlebih dahulu kebutuhan – kebutuhan apa yang diperlukan orang dewasa dalam belajar
  27. 27. 4. Merumuskan rancangan kegiatan belajar. Rumuskan terlebih dahulu rancangan kegiatan belajar dengan menggunakan strategi apa saja. 5. Mengembangkan rancangan kegiatan belajar. Kemudian kembangkan rancangan belajar yang sudah dirumuskan tersebut. 6. Melaksanakan kegiatan belajar. Lakukan kegiatan belajar sesuai dengan rancangan belajar yang sudah disusun. 7. Mendiagnosis kembali kebutuhan belajar (evaluasi).
  28. 28. EFEKTIVITAS BELAJAR ORANG DEWASA DIPENGARUHI FACTOR :  Informasi manfaat dari pelajaran disampaikan  Pemberdayaan peserta sebagai sumber belajar  Materi pelajaran dan contoh-contoh yang diberikan sesuai dengan pekerjaan peserta.  Kesempatan pengalaman belajar atau berinteraksi aktif.  Fasilitator berperan sebagai mitra dalam kegiatan belajar
  29. 29. RAHASIA PEMBELAJARAN ORANG DEWASA  Orang dewasa punya pengalaman, mau belajar bila berkaitan dengan pekerjaan dan kepentingannya sehari- hari.  Orang dewasa tidak suka digurui, suka menerima saran.  Orang dewasa suka hal-hal yang praktis (Learning by doing)  Orang dewasa suka diberi kesempatan ambil bagian dengan pengetahuan, kemampuan dan kepentingannya (Collaborative Learning)  Orang dewasa senang dengan materi yang berbentuk pemecahan masalah / kasus (Problem Based Learning)
  30. 30. CIRI-CIRI PENDEKATAN ANDRAGOGI:  Suasana terbuka berpendapat, tukar fikiran/pengalaman, saling percaya.  Pelatih bukan guru. ia menghargai pendapat & pengalaman peserta, ia fasilitator  Materi dirumuskan bersama  Kerja kelompok  Sarana pelatihan yang melibatkan peran aktif peserta  Evaluasi bersama, memfokuskan pada perubahan sikap & perilaku
  31. 31. PERENCANAAN POD Bagus Kisworo
  32. 32. Perencaan dan rancangan pembelajaran diperlukan agar proses pendidikan dan pembelajaran orang dewasa dapat berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan orang dewasa
  33. 33. KOMPONEN PERENCANAAN PENDIDIKAN 1. Peserta didik 2. Tujuan belajar 3. Sumber belajar 4. Kurikulum 5. Organisasi pelaksana 6. Kondisi masyarakat setempat 7. Manfaat langsung 8. Struktur organisasi
  34. 34. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PERENCANAAN PENDIDIKAN  Penemuan yang telah ada sebelumnya  Perlunya penelitian keadaan lokasi  Perkiraan kebutuhan  Penyusunan skala prioritas  Penyusunan tujuan dan strategi  Rancangan implementasi  Penetapan waktu  Penilaian (Rahman 1989)
  35. 35. PERENCANAAN PARTISIPATIF 1. Hubungan dengan masyarakat 2. Partisipan 3. Teknik kerja kelompok 4. Ramalan dan pembuatan program 5. Pengambilan keputusan
  36. 36. PROSEDUR PERENCANAAN PARTISIPATIF  Menetukan kebutuhan atas dasar antisipatif terhdap perubahan lingkungan  Melakukan ramalan dan menentukan program, tujuan, misi perencanaan prioritas  Menentukan standar performansi
  37. 37. PERISTIWA PENGAJARAN GANGE & BRIGGS (1974) Peristiwa pengajaran adalah dirancang untuk membuat peserta didik bergerak dari “ di mana ia berada” pada saat awal pelajaran menuju pencapaian kemampuan yang telah ditetapkan dalam tujuan khusus pengajaran
  38. 38. FUNGSI PERISTIWA PENGAJARAN  Memperoleh perhatian peserta didik  Memberitahu tujuan khusus pengajaran kepada peserta didik  Menyajikan materi pelajaran  Memberi bimbingan belajar  Memperoleh performansi
  39. 39. METODE PENDIDIKAN ORANG DEWASA  Bagus Kisworo
  40. 40. METODE POD Metode dipilih berdasar tujuan pendidikan 1. Membantu orang menata pengalaman masa lalu 2. Memberikan pengetahuan dan ketrampilan baru
  41. 41. YANG DIPENGARUHI OLEH KONTINUM BELAJAR 1. Persiapan dan orientasi bagi proses belajar 2. Suasana dan kecepatan belajar 3. Peran dan sikap pembimbing 4. Peran dan sikap peserta didik 5. Metode yang diterapkan agar usaha belajar berhasil Look at page 74
  42. 42. EVALUASI POD  Bagus Kisworo
  43. 43. EVALUASI POD  Evaluasi pendidikan orang dewasa adalah proses menentukan kekuatan atau nilai peserta didik dan pekerjaan pendidik atau pembimbing pendidikan orang dewasa.
  44. 44.  Evaluasi adalah suatu cara mengukur hasil kegiatan pendidikan. Berdasarkan tingkat formalitasnya, evaluasi dapat dibagi menjadi tiga tingkat yaitu: 1) evaluasi informal, 2) evaluasi semiformal, dan 3) evaluasi formal atau penelitian ilmiah.
  45. 45.  Evaluasi berdasarkan tujuannya dapat dibagi menjadi 1) evaluasi normatif, 2) evaluasi sumatif.
  46. 46.  Suatu evaluasi mempunyai beberapa manfaat, yakni: 1) menentukan patokan awal, 2) mengetahui keberhasilan suatu kegiatan, 3) mencek secara periodik efektifitas suatu program, 4) memberikan rasa aman kepada pelaksana tugas, 5) memberi bukti konkret kepada pihak yang terkait, 6) meningkatkan profesionalisme kepada penerima evaluasi.
  47. 47. DARI PADA ISTILAH ”UJIAN” ATAU ”TEST” BAGI ORANG DEWASA LEBIH TEPAT DIGUNAKAN UJI-DIRI ( SELF-EXAMINATION). DALAM UJI DIRI MEREKA AKAN MERENUNGKAN: 1. Sejauh mana aku memperkaya khasanah pengetahuanku dan informasi yang dapat diandalkan ? 2. Sejauh mana aku lebih mampu menrapkan konsep-konsep baru? 3. Sejauh mana aku lebih mampu dalam keterampilan yang berguna? Entah itu keterampilan mempergunakan komputer atau keterampilan berkomunikasi.
  48. 48. LANJUTANNYA 1. Sejauh mana aku lebih mampu menarik generalisasi dari pengolahan suatu pengalaman ? entah itu pengalaman buatan ruang dan situasi belajar maupun pengalaman hidup sehari-hari. 2. Sejauh mana aku memiliki hasrat untuk berubah? Baik sikap dalam arti tanggapan terhadap suatu rangsangan, maupun sikap dasar yang pada umumnya lebih bersifat menetap dan tidak mudah berubah. 3. Sejauh mana metode pendidikan, peran pembingbing dan situasi belajar membantu dan menghambat proses belajrku.
  49. 49. TUJUAN EVALUASI ANTARA LAIN: 1. Untuk menentukan seberapa dekat peserta didik secara individual dan keseluruhan kelas telah mencapai tujuan umum yang telah ditentukan 2. Untuk mengukur tingkat perkembangan telah dicapai oleh peserta didik dalam waktu tertentu 3. Untuk menentukan efektifitas bahan, metode, dan kegiatan pengajaran. 4. Untuk membrerikan informasi yang bermanfaat bagi peserta didik, instruktur dan masyarakat.
  50. 50. Terima kasih

×