3600 5117-1-sm
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

3600 5117-1-sm

on

  • 829 views

 

Statistics

Views

Total Views
829
Slideshare-icon Views on SlideShare
829
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
12
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    3600 5117-1-sm 3600 5117-1-sm Document Transcript

    • Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 14, No. 1, Januari 2010 ANALISA BIAYA PELAKSANAAN ANTARA PELAT KONVENSIONAL DAN SISTEM PELAT MENGGUNAKAN METAL DECK I.A. Rai Widhiawati1, A. A. G. A. Yana1, dan A.A. Asmara1 1 Dosen Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Udayana, Denpasar E-mail : dayurai@civil.unud.ac.id Abstrak: Pada pelaksanaan sebuah proyek konstruksi, khususnya yang menggunakan konstruksi beton, umumnya menggunakan metode konvensional yaitu menggunakan bekisting dan penyangga dari kayu. Dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin pesat, muncul inovasi-inovasi baru untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kerja. Salah satu usaha yang dilakukan adalah mengganti cara-cara konvensional menjadi lebih modern. Sistem pelat menggunakan metal deck menjadi salah satu alternatif yang sedang dikembangkan untuk menggantikan pelat konvensional. Adanya alternatif selain pelat konvensional, dapat memberikan pilihan bagi pengusaha jasa konstruksi untuk menentukan metode pelaksanaan yang tepat dalam pelaksanaan pekerjaan pelat dalam suatu proyek konstruksi, sehingga mampu memberikan hasil yang maksimal terutama jika ditinjau dari segi biaya maupun waktu. Untuk menentukan metode pelaksanaan yang akan diterapkan, terlebih dahulu dilakukan analisa teknik pelaksanaan maupun biaya pelaksanaan. Analisa teknik pelaksanaan dilakukan pada semua rangkaian kegiatan pelaksanaan pekerjaan dimulai pekerjaan scaffolding dan bekisting, pekerjaan pembesian, hingga pekerjaan pengecoran. Analisa harga satuan dilakukan pada semua rangkaian pekerjaan tersebut dengan memperhatikan komponen-komponen yang berpengaruh terhadap biaya pelaksanaan seperti material dan tenaga kerja. Metode analisa harga satuan yang digunakan adalah Analisa Harga Satuan berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil analisa biaya yang didapat dari analisa harga satuan yang dikalikan dengan volume pekerjaan serta biaya sewa peralatan baik untuk pelat konvensional maupun sistem pelat menggunakan metal deck kemudian dibandingkan. Sehingga dari hasil perbandingan tersebut diperoleh selisih biaya dari pelat konvensional dan pelat metal deck. Dari hasil analisa biaya diperoleh biaya pelaksanaan pelat lantai 1 dan 2 dengan metode konvensional pada Proyek Pembangunan Apartemen Le Grande Suites Pecatu adalah Rp. 962.710.088,91. Sedangkan biaya pelaksanaan menggunakan metal deck adalah Rp. 890.380.917,53. Dari perbandingan biaya pelaksanaan antara pelat konvensional dan pelat metal deck, menunjukkan bahwa pengerjaan pelat lantai konvensional dengan volume 142,85 m3 memberikan biaya yang lebih mahal daripada pelat menggunakan metal deck dengan volume 121,99 m3, yaitu dengan selisih biaya sebesar Rp 72.329.171,38 atau sebesar 7,51%. Kata kunci : pelat konvensional, pelat metal deck, biaya pelaksanaan ANALYSIS ON COST OF CONSTRUCTION OF CONVENTIONAL SLAB AND METAL DECK SLAB SYSTEM Abstract: The construction of concrete structure usually uses a conventional method where concrete mould and scaffolding used are made of wood. With the advance of technology there is an alternative developed to replace that method with the modern one. The slab structure constructed using metal deck is one example. The new method can provide a selection for entrepreneur of construction service to determine the correct method in constructing the slab in order to give the maximum result in term of cost and time aspects.20
    • Analisis Biaya Pelaksanaan Antara Pelat ………..…………… Widhyawati, Yana, dan Asmara To determine the construction method, the analyses of technique and cost of construction are needed. The analysis of construction technique is conducted for all network activities of works started from the work of scaffolding and concrete mould, reinforcement until casting. The unit price analysis is carried out for those works and more attention is paid to components affecting cost of material and labors. The unit price analysis used is a unit price analysis according to Indonesian standard, Standar Nasional Indonesia (SNI). The comparison is then conducted for cost analyses between conventional and metal deck slab cost of construction. Base on cost analysis results carried out on the building construction of Apartment of Le Grande Suites Pecatu, it is found that the cost of construction of 1st and 2nd floor using the conventional method and the metal deck construction are Rp. 962.710.088,91. and Rp. 890.380.917,53, respectively. The comparison results indicate that the work of the conventional slab with the volume of 142,85 m3 is more expensive than that of the metal deck slab with the volume of 121,99 m3, where the cost difference is equal to Rp 72.329.171,38 or 7,51%. Keywords: conventional slab, metal deck slab, cost of constructionPENDAHULUAN konstruksi karena dengan metode pelaksa- naan yang tepat dapat memberikan hasil Perkembangan teknologi konstruksi yang maksimal terutama jika ditinjau darisaat ini mengalami kemajuan pesat, yang segi biaya maupun dari segi waktu. De-ditandai dengan hadirnya berbagai jenis ngan adanya kemajuan teknologi yang se-material dan peralatan yang modern. Pada makin pesat dalam dunia konstruksi, me-jaman dahulu dengan peralatan yang se- mungkinkan pengelola proyek untuk me-derhana dapat didirikan bangunan-ba- milih salah satu metode pelaksanaan kon-ngunan monumental yang sampai saat ini struksi tertentu dari beberapa alternatifmasih tetap dikagumi. Dalam perkemba- metode pelaksanaan konstruksi yang ada.ngan dunia konstruksi sekarang ini, sangat Salah satu usaha yang dilakukan oleh pe-banyak usaha yang dilakukan untuk me- ngelola proyek adalah mengganti cara-ningkatkan kualitas dan kuantitas kerja, cara konvensional menjadi lebih modern.baik secara struktur maupun manajemen Hal ini memunculkan inovasi sistem pelatkonstruksi. Setidaknya upaya yang dilaku- menggunakan metal deck sebagai alterna-kan merupakan usaha untuk memperbaiki tif lain dari sistem pelat konvensional.dan mencapai hasil kerja yang lebih baik. Permasalahan yang ingin diketahui adalahDalam pelaksanaan suatu proyek kons- berapa besar biaya pelaksanaan dan selisihtruksi, semakin besar proyek yang diker- biaya antara pelat konvensional danjakan maka semakin besar pula kendala sistem pelat menggunakan metal deck.yang akan dihadapi oleh perusahaan jasakonstruksi. Oleh karena itu perusahaan ja- TEORI PENUNJANGsa konstruksi harus memiliki pertimba-ngan yang matang dalam perencanaan Pelat Beton Bertulangmaupun dalam pelaksanaan suatu proyek Pelat beton bertulang merupakan ba-konstruksi. gian struktur bangunan yang menahan be- Para pengusaha jasa konstruksi selalu ban permukaan (beban vertikal), biasanyaberusaha merealisasikan proyeknya tanpa mempunyai arah horisontal, dengan per-mengesampingkan tercapainya efisiensi mukaan atas dan bawahnya sejajar. Pelatbiaya dan waktu namun tetap memenuhi dapat ditumpu balok beton bertulang, din-mutu. Pemilihan suatu metode sangat pen- ding pasangan batu atau dinding betonting dalam pelaksanaan suatu proyek bertulang, batang-batang struktur baja, da- 21
    • Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 14, No. 1, Januari 2010pat ditumpu secara langsung oleh kolom,atau tertumpu secara menerus oleh tanah.Pelat dapat ditumpu biasanya pada dua si-si yang berlawanan saja, yang biasanyadisebut pelat satu arah (one way). Pelat ju-ga dapat ditumpu pada keempat sisinyayang biasanya disebut pelat dua arah (twoway). Pada kondisi ini beban lantai dipikuldalam kedua arah oleh keempat balok Gambar 1. Panel Profil Smartdekpendukung sekeliling panel. Apabila per-bandingan panjang terhadap lebar sebuahpanel pelat lebih besar atau sama dengan2, maka sebagian besar beban akan dita-han oleh pelat dalam arah pendek terhadapbalok-balok penunjang dan sebagai aki-batnya akan diperoleh aksi pelat satu arah,walaupun keempat sisinya diberi tum-puan. Gambar 2. Potongan Balok dan Pelat PanelPelat Baja Smartdek Smartdek Smartdek adalah dek yang dibentukdari material baja dengan lapisan Zinc BekistingCoated (Z275, yaitu berat lapisan galvani- Bekisting merupakan struktur semen-zed per meter persegi ± 275 gr/m2) untuk tara yang berfungsi sebagai alat bantupenggunaan pada kondisi lingkungan nor- dalam membentuk beton dimana perkem-mal, sedangkan pada kondisi lingkungan bangannya sejalan dengan perkembangankorosif perlu diberikan lapisan perlindu- beton itu sendiri. Bekisting berfungsingan tambahan. Kekuatan tarik leleh mini- sebagai acuan untuk mendapatkan bentukmum pelat baja ini adalah 550 MPa. Tebal profil yang diinginkan serta sebagaipelat standar adalah 0,70 mm BMT de- penampung dan penumpu sementara betonngan pilihan tebal yang lain 1,00 dan 1,2 basah selama proses pengeringan. Denganmm BMT. Penggunaan decking baja akan adanya inovasi teknologi dalam bidangmemberikan keuntungan bagi struktur se- bekisting, saat ini produksi dilakukan olehcara keseluruhan karena penghematan da- pabrik dengan disain sedemikian rupalam penggunaan formwork dan beton. sehingga bekisting mudah dibongkar,Decking baja ini berfungsi antara lain se- dipasang serta memungkinkan untukbagai lantai kerja sementara, sebagai be- dimanfaatkan lebih dari satu kali.kisting tetap dan tulangan positif. Smart- Proses pengeringan beton saat ini rela-dek juga memberikan keuntungan yang tif lebih cepat dibandingkan pada masalain yaitu dari segi waktu pelaksanaan lalu. Hal ini disebabkan karena telah dite-konstuksi yang lebih cepat yaitu mencapai mukannya zat tambah yang dapat diman-400m2/hari/kelompok (3-4 orang) dan faatkan untuk mengatur kecepatan menge-menghemat dalam pemakaian perancah rasnya beton. Proses pembongkaran bekis-dan tiang-tiang penyangga. ting bergantung pada kecepatan mengeras- Pemasangan panel Smartdek pada pe- nya beton dan baru dibongkar setelah di-lat beton diletakkan melintang (pada arah nyatakan aman. Pembuatan dan pemasa-memendek). Pada umumnya panel dile- ngan bekisting tergantung dari banyaktakkan minimum ± 2,5 cm kedalam be- faktor yang mempengaruhi yaitu bahankisting balok. Berikut ini merupakan gam- yang tersedia atau yang diperlukan, carabar potongan balok dan pelat Smartdek: dan pengadaan tenaga kerja, tuntutan akan22
    • Analisis Biaya Pelaksanaan Antara Pelat ………..…………… Widhyawati, Yana, dan Asmarahasil pengerjaan yang dibutuhkan teruta- lok anak atau balok garis menjadi satuma dalam hal akurasi dan kerapian serta kesatuan dengan bekisting pelat lantai.biaya alat-alat yang digunakan. Dengan kedaan yang demikian, ran- Dalam pembuatan bekisting harus cangan bekisting balok tidak terlepas darimemperhatikan hal-hal sebagai berikut : sistem pelat lantai yang dipilih. Bekisting balok-balok terdiri dari komponen-kom-1. Kualitas material bekisting yang digu- ponen bidang alas dan dua sisi bidang te- nakan harus dapat menghasilkan per- gak samping ditambah dengan pengikat- mukaan beton yang baik. pengikat dan penyokong yang diperlukan.2. Cukup kuat karena bekisting akan me- Biasanya komponen bidang alas dibuat nampung beton basah disamping be- dengan lebar yang tepat sesuai dengan ban-beban lain saat pengecoran. De- lebar balok dan akan tertumpu langsung ngan begitu diharapkan tidak terjadi pada perancah penyangga. Komponen sisi lendutan atau lenturan ketika beton di- tegak samping berhubungan tegak lurus tuang. dengan bidang alas secara overlap dan3. Sedikit pembuangan agar bisa dipakai kedua bidang ini bertumpu pada perancah untuk keperluan pembekistingan yang penyangga. lainnya. Untuk balok tepi yang berfungsi seba-4. Dapat dipasang dengan mudah dan ce- gai spandrel beam diperlukan bekisting pat. yang baik dan kuat. Hal ini disebabkan lo-5. Mudah dibongkar tanpa mengadakan kasi terletak pada tepi luar dari bangunan sentakan sehingga tidak menimbulkan sehingga harus menghasilkan penampilan kerusakan pada struktur beton saat di- yang baik, meskipun sering digunakan ba- lakukan pembongkaran bekisting. han finishing untuk menutup bahan beton-6. Memperhatikan faktor ekonomis dari nya. Detail dari bagian-bagian bekisting bekisting agar mampu mereduksi bia- balok sangat bervariasi tergantung bahan ya. yang digunakan, lokasi atau letak bekis- Pelekatan beton pada bekisting dapat ting dan beban yang diperhitungkan. Se-dihindari dengan melumasi penampang perti yang telah dikemukakan sebelum-bekisting yang bersentuhan itu dengan mi- nya, bekisting balok dan pelat lantai betonnyak bekisting. Namun, pemakaian mi- menjadi satu kesatuan dan bersama-samanyak bekisting tidak boleh terlalu banyak ditumpu oleh tiang-tiang penyangga yangkarena dapat mengubah warna permukaan berbentuk struktur rangka perancah pe-beton. Apabila papan (kayu) bekisting di- nyangga dibawah bekisting balok dan pe-kerjakan dengan sederhana, maka papan lat lantai tersebut. Jarak antar tiang pe-itu dapat digunakan sekitar 3 sampai 5 nyangga tersebut dibatasi oleh kekuatankali. Sedangkan untuk balok persegi dan terhadap momen lentur, lendutan ijin,bulat dapat dipakai sekitar 7 sampai 10 maupun kapasitas dari masing-masingkali. Bekisting hendaknya disusun sede- tiang penyangga.mikian rupa sehingga dapat dipergunakanlagi pada kesempatan lain. Perancah Konstruksi bekisting untuk strukturBekisting Balok dan Pelat yang mendukung bebas terdiri dari suatu Pada umumnya struktur pelat lantai konstruksi penyangga dari perancah kayubeton dan balok menjadi satu kesatuan atau perancah baja bersekrup (scaf-yang monolit sehingga sistem bekisting folding). Perancah kayu umumnya diletak-yang dipergunakan disesuaikan dengan kan di bagian atas gelagar balok yang cu-sistem bekisting pelat lantai beton. Maka kup panjang dan lebarnya, untuk mence-bekisting balok atau sistem balok-balok gah bekisting melesak. Perancah kayu da-biasanya terdiri dari balok induk dan ba- pat disetel tingginya dengan pertolongan 23
    • Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 14, No. 1, Januari 2010dua baji kayu yang dapat digeser. Peran- berfungsi untuk mengalirkan beton corcah ini termasuk tipe penyangga tradi- ready mix ke pelat lantai yang siap di cor.sional. Biasanya concrete pump digunakan untuk Perancah baja bersekrup (scaffolding) lantai yang sulit dijangkau serta untukterdapat dipasaran dengan bermacam-ma- mempercepat proses pengecoran. Sedang-cam panjang dan besarnya. Perancah baja kan vibrator berfungsi untuk menghasil-semakin banyak digunakan karena selain kan getaran yang cukup untuk memaksapemasangannya yang mudah dan cepat, adukan beton bergeser mengisi rongga-perancah ini juga mampu menyangga rongga kosong, sehingga beton mengalirbeban sampai dengan 5 – 20 kN (500- dan memadat.2000 kg). Perancah baja bersekrup terdiridari dua pipa baja yang disambung dengan Perkiraan Biayaselubung sekrup atau mur penyetel. Peng- Perkiraan biaya adalah memperkira-gunaan perancah baja bersekrup membu- kan kemungkinan jumlah biaya yang di-tuhkan pengawasan serta ketelitian dalam perlukan untuk suatu kegiatan yang dida-pemasangannya. Jika perancah ini dirawat sarkan atas informasi yang tersediadengan baik, maka dapat dipakai berta- (Soeharto, 1997). Perkiraan biaya meme-hun-tahun. gang peranan penting dalam penyelengga- raan proyek. Pada taraf pertama dipergu- Penyetelan dari perancah kayu atau nakan untuk mengetahui berapa besar bia-perancah baja bersekrup (scaffolding) ya yang diperlukan untuk membangunmemerlukan persyaratan seperti di bawah proyek. Selanjutnya, perkiraan biaya me-ini : miliki fungsi dengan spektrum yang amat1. Perancah harus berdiri tegak lurus. Hal luas yaitu merencanakan dan mengendali- ini berguna untuk mencegah peruba- kan sumber daya seperti material, tenaga han bekisting akibat dari gaya-gaya kerja, pelayanan, maupun waktu. horisontal. Penyetelan dalam arah te- Meskipun kegunaannya sama, namun gak lurus harus dengan waterpass. penekanannya berbeda-beda untuk ma-2. Bila beberapa lantai bertingkat akan sing-masing organisasi peserta proyek. dicor berurutan, maka lendutan akibat Bagi pemilik, angka yang menunjukkan dari lantai yang telah mengeras harus jumlah perkiraan biaya akan menjadi sa- dihindarkan dengan menempatkan pe- lah satu patokan untuk menentukan kela- rancah diperpanjangannya sebaik yakan investasi. Bagi kontraktor, keuntu- mungkin. ngan finansial yang akan diperoleh tergan-3. Tempat dari perancah perlu dipilih se- tung pada seberapa jauh kecakapan mem- demikian rupa sehingga beban-beban buat perkiraan biaya. Bila penawaran har- dapat terbagi serata mungkin. Hal ini ga yang diajukan di dalam proses lelang berguna untuk mencegah perubahan terlalu tinggi, kemungkinan besar kontrak- bentuk yang berbeda-beda akibat dari tor yang bersangkutan akan mengalami perpendekan elastis perancah yang kekalahan. Sebaliknya bila memenangkan timbul karena pembebanan dan perbe- lelang dengan harga terlalu rendah, kon- daan penurunan tanah. traktor akan mengalami kesulitan di ke- mudian hari. Sedangkan bagi konsultan,Peralatan angka tersebut diajukan kepada pemilik Peralatan yang akan dipakai haruslah sebagai usulan jumlah biaya terbaik untukdipilih dengan tepat karena merupakan sa- berbagai kegunaan sesuai perkembanganlah satu faktor penting untuk menunjang proyekkeberhasilan suatu proyek konstruksi. Pa-da pengerjaan pelat lantai, biasanya digu- Biaya Langsung dan Tak Langsungnakan concrete pump dan vibrator pada Biaya langsung adalah semua biayasaat proses pengecoran. Concrete pump yang berhubungan langsung dengan pe-24
    • Analisis Biaya Pelaksanaan Antara Pelat ………..…………… Widhyawati, Yana, dan Asmarakerjaan konstruksi di lapangan. Biaya HASIL DAN PEMBAHASANlangsung dapat diperoleh dengan mengali-kan volume/kuantitas suatu pekerjaan de- Pada pelaksanaan pelat konvensional,ngan harga satuan (unit cost) pekerjaan jenis item pekerjaan yang dilakukan yaitutersebut. Harga satuan pekerjaan ini terdiri pekerjaan cor beton ready mix K-225, pe-atas harga bahan, upah buruh dan biaya kerjaan pembesian wiremesh, pekerjaanperalatan. pembesian balok, pekerjaan pasang dan Biaya-biaya yang dikelompokkan da- bongkar bekisting pelat dan balok, sertalam jenis ini yaitu : pekerjaan pasang dan bongkar scaffolding1. Biaya Bahan balok dan pelat. Peralatan yang digunakan Biaya bahan terdiri dari biaya pembe- yaitu concrete pump dan scaffolding. Se- lian material, biaya transportasi, biaya belum perhitungan biaya pelaksanaan pe- penyimpanan material dan kerugian lat, dilakukan analisa harga satuan ma- akibat kehilangan atau kerusakan ma- sing-masing item pekerjaan, sehingga di- terial. dapat total biaya pengerjaan pelat konven-2. Biaya Pekerja/Upah (Labour/Man sional lantai 1 (satu) dan 2 (dua) sebesar Power) Rp 962.710.088,91. Perhitungan analisa Biaya pekerja ini dibedakan atas : biaya pekerjaan pelat konvensional se- a. Upah harian lengkapnya dapat dilihat pada Tabel 1. b. Upah borongan Pada pelaksanaan pelat metal deck, je- c. Upah berdasarkan produktivitas nis item pekerjaan yang dilakukan yaitu3. Biaya Peralatan pekerjaan pelat Smartdek dan end stop, Beberapa unsur yang terdapat dalam pekerjaan cor beton ready mix K-225, pe- biaya peralatan ini antara lain adalah kerjaan pembesian wiremesh pelat lantai, sewa (bila menyewa), biaya operasi, pekerjaan pembesian balok, pekerjaan pa- biaya pemeliharaan, biaya operator, sang dan bongkar bekisting balok, peker- biaya mobilisasi, dan lain-lain yang jaan temporary support, serta pekerjaan terkait dengan peralatan. pasang dan bongkar scaffolding balok. Biaya tidak langsung adalah semua Peralatan yang digunakan yaitubiaya proyek yang secara tidak langsung concrete pump dan scaffolding. Sebelumberhubungan dengan konstruksi di lapa- analisa biaya pelaksanaan pelat, dilakukanngan tetapi harus ada dan tidak dapat di- analisa harga satuan masing-masing itemlepaskan dari proyek tersebut. Biaya-biaya peker-jaan. Didapat total biaya pengerjaanyang termasuk dalam biaya tidak langsung pelat metal deck sebesar Rpadalah biaya overhead dan biaya tak ter- 890.380.917,53. Perhitungan analisa biayaduga. pekerjaan pelat metal deck dapat dilihat pada Tabel 2. Dari hasil analisa biayaMETODE diperoleh biaya pelaksanaan pelat lantai 1 dan 2 dengan metode konvensional padaAnalisa Harga Satuan Proyek Pembangunan Apartemen Le Analisa harga satuan pekerjaan pelat Grande Suites Pecatu adalah Rp.menggunakan analisa harga satuan 962.710.088,91. Sedangkan biaya pelak-pekerjaan berdasarkan Standar Nasional sanaan pelat lantai 1 dan 2 menggunakanIndonesia (SNI) dan daftar harga satuan metal deck adalah Rp. 890.380.917,53.bahan bangunan, upah kerja dan AnalisaBiaya Konstruksi (ABK) untuk Triwulan I(Maret 2008) yang dikeluarkan olehDepartemen Pekerjaan Umum DirektoratJendral Cipta Karya. Daftar harga satuandikeluarkan oleh Departemen PekerjaanUmum setiap tiga bulan sekali. 25
    • Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 14, No. 1, Januari 2010Tabel 1. Analisa Biaya Pekerjaan Pelat Konvensional Harga Total HargaNo Uraian Volume Sat Satuan (Rp) (Rp)1. Pek. Cor Beton Ready Mix K-225 285,70 m³ 862.797,95 246.499.648,722. Biaya Sewa Concrete Pump Ls 7.480.000,00 7.480.000,003. Biaya Sewa Vibrator Ls 4.000.000,00 4.000.000,004. Pek. Pembesian WireMesh Pelat Lantai 3.024,00 m2 89.192,08 269.716.849,925. Pek. Pembesian Balok B1 9.000,58 kg 12.135,40 109.225.638,536. Pek. Pembesian Balok B2 & Ba 9.450,67 kg 6.455,95 61.013.027,167. Pek. Bekisting Pelat Lantai 1 643,55 m2 134.030,00 86.254.671,438. Pek. Bekisting Pelat Lantai 2 643,55 m2 57.333,00 36.896.508,829. Pek. Bekisting Balok Lantai 1 471,16 m2 144.830,00 68.237.523,4810. Pek. Bekisting Balok Lantai 2 471,16 m2 60.033,00 28.284.908,1511. Pek. Scaffolding 295,00 set 54.900,00 16.195.500,00 Balok & Pelat Lantai 112. Pek. Scaffolding 295,00 set 3.850,00 1.135.750,00 Balok & Pelat Lantai 213. Pek. Pembongkaran Bekisting Pelat Lantai 1 643,55 m2 11.530,00 7.420.102,6814. Pek. Pembongkaran Bekisting Pelat Lantai 2 643,55 m2 11.530,00 7.420.102,6815. Pek. Pembongkaran Bekisting Balok Lantai 1 471,16 m2 11.530,00 5.432.428,6816. Pek. Pembongkaran Bekisting Balok Lantai 2 471,16 m2 11.530,00 5.432.428,6817. Pek.Bongkar Scaffolding Balok & Pelat Lantai 1 295,00 set 3.500,00 1.032.500,0018. Pek.Bongkar Scaffolding Balok & Pelat Lantai 2 295,00 set 3.500,00 1.032.500,00 Total 962.710.088,91Tabel 2. Analisa Biaya Pekerjaan Pelat Metal Deck Harga Satuan Total Harga No Uraian Volume Sat (Rp) (Rp) 1. Pek. Pelat Smartdek Tebal 0.75mm TCT 1.405,07 m2 163.000,00 229.025.758,00 2. End Stop 3.180,00 bh 4.000,00 12.720.000,00 3. Pek. Cor Beton Ready Mix K-225 243,98 m³ 862.797,95 210.505.443,84 4. Biaya Sewa Concrete Pump Ls 7.480.000,00 7.480.000,00 5. Biaya Sewa Vibrator Ls 4.000.000,00 4.000.000,00 6. Pek. Pembesian WireMesh Pelat Lt. 1 & 2 1.512,00 m2 89.192,08 134.858.431,01 7. Pek. Pembesian Balok B1 Lt 1 & 2 9.000,58 kg 12.135,40 109.225.638,53 61.013.027,16 8. Pek. Pembesian Balok B2 dan Ba Lt 1 dan 2 9.450,67 kg 6.455,95 2 9. Pek. Bekisting Balok Lt 1 471,16 m 144.830,00 68.237.523,48 10. Pek. Bekisting Balok Lt 2 471,16 m2 60.033,00 28.284.908,15 11. Pek. Scaffolding untuk Balok Lt 1 199,00 set 54.900,00 10.925.100,00 12. Pek. Scaffolding untuk Balok Lt 2 199,00 set 3.850,00 766.150,00 13. Pek. Pemasangan Temporary Support Lt. 1 104,00 set 4.950,00 514.800,00 14. Pek. Pemasangan Temporary Support Lt. 2 104,00 set 5.445,00 566.280,00 15. Pek. Pembongkaran Bekisting Balok Lantai 1 471,16 m2 11.530,00 5.432.428,68 16. Pek. Pembongkaran Bekisting Balok Lantai 2 471,16 m2 11.530,00 5.432.428,68 17. Pek. Pembongkaran Scaffolding Balok Lantai 1 199,00 set 3.500,00 696.500,00 18. Pek. Pembongkaran Scaffolding Balok Lantai 2 199,00 set 3.500,00 696.500,00 Total 890.380.917,53 Dari perbandingan biaya pelaksanaan mahal daripada pelat menggunakan metalantara pelat konvensional dan pelat metal deck dengan volume 121,99 m3, yaitu de-deck, menunjukkan bahwa pengerjaan pe- ngan selisih biaya sebesar Rp 72.329.lat lantai konvensional dengan volume 171,38 atau sebesar 7,51%.142,85 m3 memberikan biaya yang lebih26
    • Analisis Biaya Pelaksanaan Antara Pelat ………..…………… Widhyawati, Yana, dan AsmaraKESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA Berdasarkan latar belakang masalah Anonimus, Smartdek. PT. BlueScope Lysaghtbahwa penelitian ini bertujuan untuk me- Indonesia. Jakarta.ngetahui biaya pelaksanaan dan selisih Anonimus, 2008. Daftar Harga Satuan Bahanbiaya antara pelat konvensional dan sis- Bangunan, Upah Kerja dan Analisatem pelat menggunakan metal deck, maka Biaya Konstruksi untuk Triwulan I, Departemen Pekerjaan Umum, Denpasar.dari hasil analisa biaya dapat diperoleh Astanto, Triono Budi, 2001. Konstruksi Betonkesimpulan sebagai berikut : Bertulang, Kanisius. Yogyakarta.1. Total biaya pelaksanaan pelat lantai 1 Kusuma, I.K.S, 2006. Perbandingan Biaya dan 2 dengan metode konvensional Pelaksanaan Pekerjaan Struktur Beton sebesar Rp.962.710.088,91. Dengan Metode Konvensional dan2. Total biaya pengerjaan pelat lantai 1 Precast, Tugas Akhir, Program Studi dan 2 dengan pelat metal deck sebesar Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Rp. 890.380.917,53 Udayana.3. Dengan membandingkan total biaya Mulyono, T., 2004. Teknologi Beton, Andi, pengerjaan pelat lantai 1 dan 2 antara Yogyakarta. SNI 03-2847-2002, 2002. Tata Cara pelat konvensional dan pelat menggu- Perencanaan Struktur Beton Untuk nakan metal deck, maka pelat lantai Bangunan Gedung, Badan Standarisasi dengan menggunakan metal deck Nasional. memberikan biaya yang lebih murah. Soeharto, I., 1997. Manajemen Proyek dari Selisih biaya pekerjaan antara pelat Konseptual Sampai Operasional, konvensional dan pelat menggunakan Erlangga, Jakarta. metal deck yaitu sebesar Rp. Sutjipto, R., Nugroho, P., Natan, I., 1985. 72.329.171,38 atau sebesar 7,51%. Manajemen Proyek Konstruksi 1. Kartika Yudha, Surabaya. Sutjipto, R., Nugroho, P., Natan, I., 1985. Manajemen Proyek Konstruksi 2. Kartika Yudha, Surabaya. Wang, C.K & Salmon, 1992. Desain Beton Bertulang. Jilid 2, Erlangga, Jakarta 27