• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Peran dan fungsi bidan
 

Peran dan fungsi bidan

on

  • 20,966 views

Peran Dan Fungsi Bidan

Peran Dan Fungsi Bidan

Statistics

Views

Total Views
20,966
Views on SlideShare
20,962
Embed Views
4

Actions

Likes
2
Downloads
118
Comments
2

2 Embeds 4

http://www.slashdocs.com 2
http://www.docshut.com 2

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

12 of 2 previous next

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Peran dan fungsi bidan Peran dan fungsi bidan Presentation Transcript

    • Konsep KebidananPeran dan Fungsi BidanNarasumber : Bidan HamidahOleh : Kelompok 2Kelas : A. 8,06Dosen Pengampu : Violita Siska M,S.ST
    • Biodata Narasumber Nama lengkap : Hamidah Tempat, Tanggal, Lahir : Senambah, 15 Oktober 1968 Agama : Islam Alamat : Jl. Pembangunan, No.151, Desa Mansalong Kec.Lumbis,Kab.Nunukan, Kalimantan Timur. No. Hp : 081253480052 Hobi : Jalan-jalan dan memasak Status : Menikah Nama Suami : Andin Zulkifli Pekerjaan Suami : PNS (Pegawai Negeri Sipil)
    • Lanjutan …. Nama Anak : Pertama : Andin Indah Kumalasari ( 18 Tahun ) Kedua : Andin Syifa Nurhidayatika ( 13 Tahun ) Ketiga : Andin Muhammad Nurjalin ( 5 Tahun ) Riwayat Pendidikan : SD : SD Negeri 001 Senambah, tahun 1977 SMP : SMP Negeri 005 Samarinda, tahun1983 SPK : SPK Depkes Samarinda, tahun 1986 D1 : Depkes Samarinda, tahun 1989
    • Lanjutan …. Riwayat Pekerjaan :1. Bidan PTT Desa Pulau Sapi, Kec. Mentarang, Kab. Malinau ( 1990 - 2000 ).2. Bidan PUSKESMAS Desa Mansalong, Kec. Lumbis, Kab. Nunukan ( 2000 - sekarang ).3. Bidan Desa Mansalong, Kec. Lumbis, Kab. Nunukan ( 2000 - Sekarang ).
    • A. Fungsi SebagaiPelaksana Berawal dari bertugas sebagai Bidan PTT di Pulau Sapi, salah satu daerah terpencil di Kabupaten Malinau, Bidan Hamidah mengawali karirnya sebagai Bidan Desa. Selama 10 tahun sejak 1990 sampai tahun 2000, beliau mengabdi pada masyarakat setempat dengan dedikasi kerja yang baik hingga menghasilkan piagam penghargaan berupa Perunggu Satya Lencana dari Presiden. Kemudian ia di mutasi ke daerah Mansalong, suatu daerah di Kabupaten Nunukan, Kalimantar timur yang mana hingga saat ini menjadi tempat tinggalnya dan keluarga
    • Lanjutan ….1. Tugas Mandiri Sebagai seorang bidan lulusan D1, Bidan Hamidah termasuk bidan yang paling di pandang di desa nya. Selain karena memang ia berkepribadian ramah hingga banyak warga yang menyukainya, ia juga profesional dan kompeten. Hingga tidak perlu di ragukan lagi kemampuannya. Dalam tugasnya sebagai Bidan yang mandiri, Bidan Hamidah selalu melakukannya dengan penuh tanggung jawab. Tidak hanya dengan kemampuan yang memang ia miliki tapi juga dengan naluri kebidanannya yang telah lama melekat pada dirinya. Terbukti saat ia menghadapi pasien dengan keadaan bayi sungsang kaki.
    • Lanjutan …... Saat itu Ny.Erdiana adalah ibu dari bayi itu, sekitar jam 4 sore waktu setempat, Bidan Hamidah di panggil oleh Bapak Soni suami dari Ny.Erdiana untuk dapat membantu persalinan Istrinya. Ketika baru saja tiba ternyata pembukaan telah mencapai 7, saat itu Bidan Hamidah segera melakukan tugasnya dengan mengaba-abakan pasien untuk mengejan perlahan tapi bertenaga. Hingga akhirnya pembukaan hampir sempurna, Bidan Hamidah menjumpai bahwa bayi itu dalam keadaan sungsang kaki, dia sadar kepanikan tidak boleh muncul pada dirinya karena akan mempengaruhi pasien. Dengan berbekal segenap keberanian yang dia tahu itu beresiko akhirnya ia memberanikan diri untuk menanganinya sendiri .
    • Lanjutan …... Wajar saja ia tidak segera melakukan rujukan karena melihat jarak antara Rumah Sakit dengan desa terpencil itu sangatlah jauh, selain itu karena keadaan pasien juga sudah seharusnya mendapatkan pertolongan. Dengan kehati-hatian dan naluri yang kuat, perlahan Bidan Hamidah mengatasinya dengan terus mencoba mengeluarkan bayi agar selamat.Bidan Hamidah mengatasinya dengan memulai mengeluarkan kedua kaki bayi terlebih dahulu kemudian mengendurkan tali plasenta sedikit dengan menariknya keluar dari vagina. Kemudian ia membungkus bayi dengan kain bersih untuk menjaga bayi tetap hangat.
    • Lanjutan …... Setelah bagian kaki telah keluar hingga bagian mendekati bahu, ia memasukan dua jarinya untuk mengeluarkan bahu bayi dari yang kanan kemudian yang kiri. Dan terakhir, bagian kepala yang ia keluarkan hingga akhirnya bayi pun lahir dengan selamat. Dengan berat badan 3,3 kg dan panjang 32 cm. Dalam kasus ini Bidan Hamidah bekerja selama 2 jam dengan hasil yang membanggakan bagi dirinya dan keluarga pasien tentunya. Bukan hanya satu kasus yang pernah ia hadapi yang mana seharusnya kasus itu mendapatkan rujukan tetapi tetap ia tangani sendiri. Hal nya tidak lain karena jarak antara rumah sakit dengan desa tempat Bidan Hamidah bertugas itu sangat jauh. Seperti pada kasusnya Ny.Rusini dengan Eklamsi, Ny.Salmah dengan kasus Gameli dan masih banyak lagi yang mengharuskan ia untuk berhasil dalam pelaksanaannya yang pada dasar nya mengandung resiko tinggi bagi ibu dan bayi nya.
    • Lanjutan …... Dalam tugasnya sebagai pelaksana, Bidan Hamidah juga telah membuka praktek di rumahnya sendiri sejak tahun 2002. Di tempat praktek pribadinya , Bidan Hamidah tidak melayani proses persalinan karena ia selalu mendatangi rumah-rumah pasien yang akan melakukan persalinan dengannya. Dalam prakteknya Bidan Hamidah hanya menerima konsultasi KB dan pemasangannya, serta Kesehatan Ibu dan Anak ( KIA )
    • A. Fungsi SebagaiPelaksana2. Tugas Kolaborasi Selama pengabdiannya sebagai Bidan hingga saat ini, ia belum pernah melakukan kolaborasi. Baik dengan sesama bidan atau pun Dokter Spesialis. Bidan Hamidah selalu melakukan tugasnya secara mandiri. Baik itu saat ia masih bertugas di Desa Pulau Sapi maupun yang saat ini, di Desa Mansalong.
    • A. Fungsi SebagaiPelaksana3. Tugas Rujukan Dalam kasus-kasus di luar wewenang dan sanggupnya, Bidan Hamidah mulai selalu melakukan rujukan ketika ia berdomisili di Desa Mansalong pada tahun 1991. Dalam setiap kasus yang memerlukan rujukan, Bidan Hamidah selalu merujuknya ke Rumah Sakit Unit Daerah ( RSUD ) Malinau. Salah satu kasusnya adalah Eklamsi Ny.Rusmini yang terjadi selang beberapa menit setelah post partum. 30 detik petama penglihatannya terpaku tanpa melihat (pandangan kosong), kelopak mata dan tangan pasien bergetar hebat. Di susul dengan seluruh otot badan menjadi kaku, tangan menggenggam, kaki membengkok ke arah dalam selama 20 detik. Kemudian semua ototnya berkontraksi dalam waktu yang cepat dan berulang-ulang, mulutnya membuka dan menutup, keluar air liur berbusa, dan matanya melotot. Dengan segera Bidan Hamidah melakukan rujukan yang akhirnya pada saat itu Ny.Rusmini dapat di selamatkan setelah 1 jam mendapatkan pertolongan medis Rumah Sakit.
    • B. Fungsi SebagaiPengelola Di desa tempat tinggalnya, Bidan Hamidah ikut serta dalam pengelolaan beberapa organisasi yang mana ia berperan aktif di dalamnya. Hampir semua organisasi yang ada di desanya ia ikuti, diantaranya adalah :1. Darmawanita Dalam organisasi ini Bidan Hamidah berperan sebagai anggota yang sampai sekarang masih berperan aktif dalam setiap kegiatan-kegiatan yang di selenggarakan oleh organisasi tersebut. Bidan Hamidah menjadi anggota Darmawanita sejak tahun 1990 , yaitu saat ia telah berkeluarga dan menjadi istri seorang Pegawai Negeri Sipil ( PNS ).
    • Lanjutan ….2. PKK ( Pemberdayaan Kesehatan Keluarga ) Perannya sebagai Ketua POKJA 4 dalam organisasi ini menjadikan Bidan Hamidah harus lebih berperan aktif, selain karena memang ia memiliki tanggung jawab terhadap kedudukannya, ia juga harus bisa menjadi panutan yang baik bagi anggota- anggotanya. Dalam masa kerjanya selama tahun 2011 hingga 2012 nantinya, ia telah menyusun berbagai program, diantaranya adalah :a. Pembinaan kepada Posyandu LANSIA.b. Pengadaan lomba GSI ( Gerakan Sayang Ibu ) tingkat Kecamatan.c. Penyuluhan PHBS ( Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ) ke desa-desa, dand. Pelayanan KB gratis Di dalam pelaksanaan kegiatan organisasi tersebut, Bidan Hamidah melakukan kerja sama dengan Kantor Pemberdayaan Perempuan dan KB Kabupaten Malinau. Hingga kegiatan itu sejak awal tahun 2011 dapat berjalan dengan lancar dan baik pencapaiannya.
    • C. Fungsi Sebagai Pendidik Selain berperan sebagai pelaksana dan pengelola, BidanHamidah juga sebagai pendidik yang sering melakukanpenyuluhan-penyuluhan Kesehatan pada umumnya. Padasetiap kesempatan penyuluhannya Bidan Hamidah selalumenjadi penyaji utama. Tema yang paling sering ia paparkanadalah tentang Kesehatan Reproduksi, Keluaga Berencana (KB ), Dan PHBS dalam kehidupan keluarga. Hampir di setiappenyuluhan yang ia lakukan di hadiri oleh 50 orang yang didominasi oleh ibu-ibu dan tak jarang anak remaja putri.Ia selalu hanya membutuhkan waktu kurang lebih 30 menitdalam setiap pemaparan temanya. Ia berpendapat bahwawaktu yang sedikit lbih berarti dengan pnjelasan yang mudahdi terima dan menarik dari pada yang menghabiskan lebihbanyak waktu tetapi kurang dapat di mengerti penjelasannya.Alasan itu ia simpulkan dari kenyataan bahwa setiap ibu-ibuyang sering mengikuti penyuluhannya itu berpendapat bahwapenjelasannya mudah di mengerti dan berkomentar bahwapenyuluhan yang menghabiskan waktu singkat lebih efisienagar waktu selebihnya dapat di gunakan sebagai part untuktanya jawab dan berbagi pengalaman.
    • Lanjutan …. Dalam fungsinya sebagai Pendidik, Bidan Hamidah juga pernah melakukan pembinaan pada dukun kampung. Itu ia lakukan pada saat masa kerjanya di desa Pulau Sapi. Ia melakukan pembinaan kepada dukun kampung berupa arahan-arahan dan cara yang benar untuk melakukan sterilisasi alat penunjang persalinan. Kini ia tidak lagi melakukan pembinaan kepada dukun kampung setelah pindah ke Desa Mansalong. Alasannya adalah bahwa Dukun Kampung tidak lagi seharusnya di bina oleh Bidan karena kini Bidan dan Dukun adalah termasuk patner.
    • D. Fungsi Sebagai Peneliti/investigator Bidan Hamidah hingga kini belum pernah melakukanpenelitian yang berkaitan dengan wewenangnya. Baik secarapribadi maupun kolaborasi dengan sesama Bidan ataupunInstitusi Pemerintahan
    • E. Pesan dan Kesan 1. Pesan Dalam kesempatan wawancara kali ini, Bidan Hamidah memiliki pesan yang cukup baik dan menarik yang patut dijadikan pedoman oleh para calon Bidan yang saat ini tengah melaksanakan pembinaan dalam pendidikan, yaitu : a. Sebagai Bidan kita di tuntut agar bersikap Profesional. Kita harus menyadari bahwa nantinya tanggung jawab yang akan kita pegang adalah tanggung jawab yang tidak ringan, penuh resiko dan menuntut kita untuk dapat melakukannya secara baik dan benar. Dalam kehidupan bermasyarakat, Bidan di anggap oleh warga setempat itu mengetahui dan menguasai segala hal yang berkaitan dengan kesehatan. Yang pada kenyataannya itu kuranglah bisa dibenarkan. Maka sebagai Bidan kita haruslah memiliki pengetahuan yang luas. Agar setidaknya kita dapat menjawab dengan sejauh pengetahuan kita setiap pertanyaan-pertanyaan yang masyarakat pada umumnya berikan walau tidak terlalu mendalam.
    • Lanjutan ….b. Seorang Bidan harus memiliki penampilan yang menyakinkan. Walau kita tau bahwa nantinya mungkin kita saat menjadi Bidan masih dalam keadaan belum berkeluarga, namun kita tetap harus dapat bersikap seperti kita telah berkeluarga dan pernah memiliki anak agar pasien dapat percaya sepenuhnya terhadap kita dan tindakan- tindakan yang akan kita lakukan terhadapnya.c. Dan pesan yang terakhir adalah, dimanapun, kapanpun, dan dengan siapapun itu kita harus bersifat loyal, tidak boleh pilih kasih atau berat sebelah dalam setiap pengambilan keputusan. Pergunakanlah selalu hati nurani saat melakukan pertolongan dan utamakanlah kenyamanan dan selalu pertimbangkanlah keputusan pasien dan keluarganya.
    • Lanjutan ….2. Kesan Kesan dari Bidan Hamidah kepada kami selaku pewawancara adalah bahwa kami ini pewawancara pertama yang pernah mewawancarai beliau yang berasal dari luar daerah. Sebelumnya pernah ada namun hanya dari wilayah Malinau dan Samarinda saja. Beliau merasa senang karena dapat menjadi narasumber yang bisa di percaya pengalaman-pengalamannya untuk dapat membantu dalam penyusunan makalah mahasiswi kebidanan Luar Daerah. Semoga informasi yang di peroleh dapat disjadikan sedikit pengalaman yang nantinya bisa membantu kami di lapangan
    • F. Foto NarasumberBidan Hamidah
    • F. Foto Narasumber Bidan Hamidah Bersama Salah Satu Bayi yang pernah di bantu kelahirannya
    • TERIMAKASIH Kelompo k 2 A. 8,06