ASUHAN KEBIDANAN PATOLOGI (Bendungan ASI)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

ASUHAN KEBIDANAN PATOLOGI (Bendungan ASI)

on

  • 8,080 views

 

Statistics

Views

Total Views
8,080
Views on SlideShare
8,080
Embed Views
0

Actions

Likes
4
Downloads
106
Comments
4

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

ASUHAN KEBIDANAN PATOLOGI (Bendungan ASI) Presentation Transcript

  • 1. OLEH KELOMPOK 1Devi Oktaviyanti (10150282)Dewi Parwati (11150232)Gita Mentari (11150237)Rofiqoh Damayanti (11150248)Kadek Indah Rahayu (11150257)
  • 2. Bendungan ASI adalah terjadinya pembengkakan pada payudarakarena peningkatan aliran vena dan limfe sehingga menyebabkanbendungan ASI dan rasa nyeri disertai kenaikan suhu badan.(Prawirohardjo, 2005:700).Pembendungan ASI menurut Pritchar (1999) adalah pembendungan air susukarena penyempitan duktus lakteferi atau oleh kelenjar-kelenjar yang tidakdikosongkan dengan sempurna atau karena kelainan pada puting susu (BukuObstetri Williams).Pada versi lain bendungan air susu diartikan sebagai pembengkakan padapayudara karena peningkatan aliran vena dan limfe sehingga menyebabkanbendungan ASI dan rasa nyeri disertai kenaikan suhu badan. (Sarwono,2005:700).
  • 3. Bendungan air susu dapat terjadi pada hari ke dua atau ke tiga ketika payudaratelah memproduksi air susu dengan lancar. Bendungan disebabkan oleh pengeluaran airsusu yang tidak lancar, karena bayi tidak cukup sering menyusu, produksimeningkat, terlambat menyusukan, hubungan dengan bayi (bonding) kurang baik dandapat pula karena adanya pembatasan waktu menyusui. (Sarwono, 2009)Pengosongan mamae yang tidak sempurnaFaktor hisapan bayi yang tidak aktifFaktor posisi menyusui bayi yang tidak benarPuting susu terbenamPuting susu terlalu panjangBeberapa faktor yang dapat menyebabkan bendungan ASI, yaitu:
  • 4. 1. Puting susu Normal 2. Puting susu tenggelam3. Puting susu Terlalumenonjol4. Puting susu retraksi
  • 5. • Payudara terlihat bengkak.• Payudara terasa keras.• Payudara terasa panas.• Payudara nyeri jika ditekan.
  • 6. 1. Upaya pencegahan untuk bendungan ASI adalah :• Menyusui dini, susui bayi sesegera mungkin setelah dilahirkan• Susui bayi tanpa jadwal atau ondemand• Keluarkan ASI dengan tangan atau pompa, bila produksi melebihikebutuhan bayi• Perawatan payudara pasca persalinan• Menyangga payudara dengan BH yang menyokong.2. Upaya pengobatan untuk bendungan ASI adalah :Kompres hangat payudara agar menjadi lebih lembek *Keluarkan sedikit ASI sehingga puting lebih mudah ditangkap dan dihisap oleh bayi *Sesudah bayi kenyang keluarkan sisa ASI *Untuk mengurangi rasa sakit pada payudara, berikan kompres dingin *Untuk mengurangi statis di vena dan pembuluh getah bening lakukan pengurutan (masase) payudara *yang dimulai dari puting kearah korpus. (Sastrawinata, 2004) *Pemberian analgetik atau kodein 60 mg per oral *
  • 7. 3. Bila ibu menyusui bayinya : Susukan sesering mungkin Kedua payudara disusukan Kompres hangat payudara sebelum disusukan Bantu dengan memijat payudara untuk pemulaan menyusui Sangga payudara Kompres dingin pada payudara di antara permulaan waktu menyusui Bila demem tinggi berikan PCT 500 mg per Oral setiap 4 jam Lakukan evaluasi setelah 3 hari untuk mengetahui hasilnya
  • 8. 4. Bila ibu tidak menyusui :Sangga payudaraKompres dingin payudara untuk mengurangi rasa sakit Bila di perlukan berikan PCT 500 mg per Oral setiap 4 jamJagan di pijat atau memakai kompres hangat payudaraPompa dan kosongkan payudara
  • 9. Perawatan Payudara pada Masa Nifas Menurut Depkes, RI (1993) adalahDengan tangan yang sudah dilicinkan dengan minyak lakukan pengurutan 3 macam cara:Tempatkan kedua telapak tangan diantara kedua payudara kemudian urut keatas, teruskesamping, kebawah dan melintang hingga tangan menyangga payudara, kemudian lepaskan tangan daripayudara.Telapak tangan kiri menopang payudara kiri dan jari-jari tangan salingdirapatkan, kemudian sisi kelingking tangan kanan mengurut payudara dari pangkal kearah puting, demikian pula payudara kanan.Telapak tangan menopang payudara pada cara ke-2 kemudian jaritangan kanan dikepalkan kemudian buku-buku jari tangan kananmengurut dari pangkal ke arah puting.