Edisi 115, 4 - 17 Muharram 1435 H/ 8 - 21 November 2013

Harga Rp. 6000,- Luar jawa Rp. 7500,-

Amerika
Menyadap
SBY Tiara...
2

Salam

Media Umat | Edisi 115, 4 - 17 Muharram 1435 H/ 8 - 21 November 2013

Media Pembaca

Salam Redaksi
Assalamu’alai...
Media Umat | Edisi 115, 4 - 17 Muharram 1435 H/ 8 - 21 November 2013

Editorial

3

lalu keesokan harinya dunia "merayakan...
4

Media Umat | Edisi 115, 4 - 17 Muharram 1435 H/ 8 - 21 November 2013

Media Utama

Amerika Menyadap,
Indonesia Tiarap
D...
Media Umat | Edisi 115, 4 - 17 Muharram 1435 H/ 8 - 21 November 2013

Penyadapan dari
Merdeka Selatan dan Kuningan
Peta it...
6

Media Umat | Edisi 115, 4 - 17 Muharram 1435 H/ 8 - 21 November 2013

Media Utama

Gedung Baru,
Spionase Kian Canggih
G...
Media Umat | Edisi 115, 4 - 17 Muharram 1435 H/ 8 - 21 November 2013

Media Utama

7

Amerika Musuh, Bukan Sahabat
Ketika ...
Media Umat | Edisi 115, 4 - 17 Muharram 1435 H/ 8 - 21 November 2013

Budi Mulyana,
Pengamat Hubungan Internasional

Ameri...
Media Umat | Edisi 115, 4 - 17 Muharram 1435 H/ 8 - 21 November 2013

Muhammad Ismail Yusanto,
Jubir HTI

Bukti Sudah Cuku...
10

Media Umat | Edisi 115, 4 - 17 Muharram 1435 H/ 8 - 21 November 2013

Aspirasi

Mereka Bicara
Penyadapan
Hikmahanto Ju...
Media Umat | Edisi 115, 4 - 17 Muharram 1435 H/ 8 - 21 November 2013

Telaah Wahyu

11

Menyikapi Orang-orang
yang Meleceh...
12

Media Umat | Edisi 115, 4 - 17 Muharram 1435 H/ 8 - 21 November 2013

Media Daerah

Bila IMB gedung yang baru tidak di...
Media Umat | Edisi 115, 4 - 17 Muharram 1435 H/ 8 - 21 November 2013

Media Daerah

13

Restui Pembangunan Kawasan Kristen...
14

Media Umat | Edisi 115, 4 - 17 Muharram 1435 H/ 8 - 21 November 2013

Ekonomi

Andai saja pemerintah mau
berusaha, tak...
Media Umat edisi 115
Media Umat edisi 115
Media Umat edisi 115
Media Umat edisi 115
Media Umat edisi 115
Media Umat edisi 115
Media Umat edisi 115
Media Umat edisi 115
Media Umat edisi 115
Media Umat edisi 115
Media Umat edisi 115
Media Umat edisi 115
Media Umat edisi 115
Media Umat edisi 115
Media Umat edisi 115
Media Umat edisi 115
Media Umat edisi 115
Media Umat edisi 115
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Media Umat edisi 115

1,930 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,930
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
15
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Media Umat edisi 115

  1. 1. Edisi 115, 4 - 17 Muharram 1435 H/ 8 - 21 November 2013 Harga Rp. 6000,- Luar jawa Rp. 7500,- Amerika Menyadap SBY Tiarap www.mediaumat.com Sosok: KH Raden Abdullah Bin Nuh Ulama Besar dari Cianjur (1905-1987) Besar Karena Kiprah dan Karya Ustadz Menjawab Batas Maksimal Laba Perdagangan Media Nasional Pemuda Menggugat Demokrasi Fokus Adegan Asusila Remaja Belia Muslimah Setelah Monyet, Kapan Pelacur?
  2. 2. 2 Salam Media Umat | Edisi 115, 4 - 17 Muharram 1435 H/ 8 - 21 November 2013 Media Pembaca Salam Redaksi Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu Salam Perjuangan! Semoga Anda semua dalam lindungan Allah SWT. Amin. Pembaca yang dirahmati Allah, tanpa terasa kita sudah memasuki tahun 1435 H. Yang berarti setahun sudah kita melewati tahun 1434 H. Ini juga berarti jatah umur kita semakin berkurang. Orang yang cerdas pasti akan berusaha memanfaatkan sisa umur yang ada untuk melaksanakan seluruh amal shalih guna meraih ridha Allah SWT. Betapa tidak, hidup kita di dunia ini sangatlah singkat. Mari kita simak firman Allah: “Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Rabb dalam sehari yang kadarnya 50.000 tahun” (TQS alMa'arij [70] : 4). Ini berarti bila kita hidup di dunia selama 70 tahun, maka bila dibandingkan dengan relativitas waktu di akhirat adalah sangat singkat yaitu selama 0,0014 hari = 2 menit 1 detik. Namun, waktu yang singkat itu ternyata sangat menentukan keberadaan manusia di akhirat kelak yang kekal abadi. Pertanyaannya, sudahkah kita gunakan waktu kita sebaik mungkin menggapai ridha Allah? Kalau belum, ayo berusaha menjadi orang-orang yang beruntung dengan nikmat umur tersebut! Pembaca yang dirahmati Allah, pergantian tahun hijriyah juga punya arti penting bagi peradaban Islam. Tahun hijriyah ditetapkan bertolak dari peristiwa besar dalam sejarah Islam yakni hijrah Nabi SAW dari Mekkah ke Madinah. Itulah awal tegaknya syariah Islam. Saat itu titik awal Rasulullah memimpin sebuah negara dengan menerapkan syariah Islam. Pertanyaannya, sudahkah kita melanjutkan perjuangan Rasulullah SAW dengan mempertahankan negara yang dibangun Rasulullah? Jangankan mempertahankan, negara yang berlandaskan akidah Islam itu kini telah lenyap. Maka menjadi tugas kita semua untuk membangun kembali sistem Islam sebagaimana Nabi SAW melaksanakannya. Apakah kita tidak malu dan berdosa, mengaku pengikut Nabi Muhammad SAW tapi menerapkan sistem demokrasi yang kufur? Pembaca yang dirahmati Allah, ketiadaan institusi Islam yakni khilafah menjadikan kaum Muslim terhina. Negara yang dibentuk pun tak memiliki kemuliaan. Sebaliknya, para penguasa yang mengaku Muslim malah menjadi pembebek Barat dan tidak peduli dengan nasib kaum Muslim. Tak heran bila para penguasa itu tak berkutik menghadapi dominasi Amerika dan Barat. Ketika negeri-negeri mereka diintervensi oleh asing, mereka tergagap-gagap. Bagaimana mau berani kalau keberadaannya sebagai penguasa disponsori oleh asing? Di edisi ini kami mengangkat tentang penyadapan yang dilakukan Amerika khususnya kepada Indonesia. Topik ini cukup hangat. Anda bisa melihat bagaimana respon yang muncul dari penguasa negeri ini. Kami juga sajikan, masih layakkah Amerika dijadikan teman/sahabat? Di rubrik Fokus kami sajikan kupasan tentang seks bebas di kalangan remaja belia khususnya yang terjadi di Jakarta. Apakah fenomena ini terjadi pula di sekitar Anda? Pembaca yang dirahmati Allah, kami keluarga besar Media Umat menyampaikan takziyah atas wafatnya Artika Sukmawati. Ia adalah istri penulis rubrik ekonomi Media Umat, Yulianto (Joe Lian). Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya dan menempatkannya pada tempat terbaik di sisi-Nya. Amin. Akhirnya, selamat membaca! Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu JELAJAHI www.mediaumat.com Silaturahmi jajaran redaktur Tabloid Media Umat ke kediaman Saharudin Daming (Mantan Komisioner Komnas HAM), Kamis (24/10) Sentul City, Bogor, Jawa Barat. Media Pembaca Inspirasi Sang Pejuang Pembuat Kerusakan Kebeningan hatimu, membuatmu bersegera menyambut pencerahan. Gerakmu di tengah umat, semakin menyala dengan pancaran mabda. Penuh kasih kau ulurkan solusi, penuh sayang kau retas permasalahan. Dengan semua keterbatasan, dengan rentannya kesehatan. Kau tak peduli, terus menyuarakan kebenaran, terus menyeru umat tegakkan syariah dan khilafah, terus menggelorakan semangat menjemput kemenangan. Engkaulah Mutiara Bumi Dramaga. Perjuanganmu adalah inspirasi ketulusan, qana'ahmu adalah inspirasi ketegaran. Tiadamu inspirasi tunainya amal. Bunda Neng Khadijah Farida, muballighah pejuang khilafah, kau telah mendapati janji Rabbmu. Meninggalkan kami dengan senyum bahagiamu yang menderaskan hujan dimata kami saat mengantar kepergianmu. Dengan satu pertanyaan, bagaimana kami menjumpai-NYA nanti?. Yanti az Zahra. Dramaga-Bogor. +6281213559xxx Memang benar, bahwa yang membuat kerusakan adalah umat manusia akan tetapi semua itu terjadi akibat penerapan sistem kufur demokrasi bin kapitalisme bin sekulerisme yang membiarkan manusia melakukan apa saja yang diingankan. Perbaikan setiap individu tidaklah cukup, harus ada upaya untuk memperbaiki sistem aturan yang saat ini diterapkan. Karena sistem aturan yang bobrok akan melahirkan manusia yang bobrok pula. Sedangkan sistem aturan yang baik pasti akan melahirkan manusia-manusia yang baik pula. Dan sistem yang terbaik itu hanyalah berasal dari Dzat Maha Baik pula Allah 'Azza wa Jalla yaitu syariah Islam dalam naungan Daulah Khilafah Islamiyah. Telah terbukti sejak tahun 1 Hijriyah hingga akhir zaman insya Allah akan membawa kebaikan dan rahmat untuk alam semesta ini. Syarif al-Machazzary. Kab. Maros-SulSel. +6287841516xxx Dakwah Islam Kaaffah Opini Islam yang seharusnya diserukan di tengahtengah masyarakat hendaklah Islam yang telah sempurna, yang satu kesatuan dari akidah sampai daulah tanpa boleh ada satu pun yang diabaikan. Karena Allah berfirman: Masuklah Islam secara kaaffah. Karena sebelum Rasul wafat, Allah menurunkan ayat: Hari ini telah Kusempurnakan Islam sebagai agama. Ini menandakan berakhir sudah tugas Rasul dalam mendakwahkan Islam, telah sempurnalah aturan Islam yang mesti diterapkan oleh umat Muslim. Maka, apa yang harus kita dakwahnya saat ini tidak cukup hanya sebatas akidah atau akhlak saja, melainkan dakwah Islam kaaffah untuk melanjutkan kembali kehidupan Islam yang sempurna. Indah Ayu Lestari. TrenggalekJatim. +6281938972xxx Janji Allah SWT bagi Orang Jujur! Janji Allah SWT bagi orang-orang yang jujur. Kelak hidup berdampingan dengan para nabi, para syuhada dan orang-orang shalih. Digolongkan ke dalam barisan orang-orang yang jujur lagi benar. Mendapatkan kebaikan yang melimpah. Terbukanya peluang untuk memasuki surga Allah SWT. Dan beragam nikmat di dalamnya. Kejujuran akan memberikan ketenangan batin dan ketentraman jiwa. Kejujuran akan menguatkan tekad seseorang dan membesarkan niatnya untuk berbuat kebaikan. Kejujuran akan mendatangkan berkah. M.Natsir Nashrullah. Ciomas-Bogor. +6281511670xxx Idul Qurban dan Hari Pangan Sedunia Hanya selisih 1 hari di mana kaum Muslimin seluruh dunia merayakan Idul Adha (hari raya Qurban) yang tahun ini jatuh pada hari selasa 15 Oktober 2013, SMS Media Pembaca/Komentar untuk MU: 08998206844. SMS Redaksi: 081288020261. Sertakan Nama dan Asal Sertakan Nama dan Asal daerah. SMS Berlangganan: 0857 8013 7043 Penerbit: Pusat Kajian Islam dan Peradaban. Dewan Penasihat : KH Ma'ruf Amien, KH Nazri Adlani, KH Amrullah Ahmad, KH Syukron Makmun, KH Muhammad Arifin Ilham , KH Athian Ali M Dai, Achmad Michdan SH, H Azwir, KH dr Muhammad Utsman, H Hari Moekti, Ustadz Abu Bakar Baa'syir, AGH Sanusi Baco, Lc, KH DR Miftah Faridl, Dra Hj Nurdiati Akma M.Si, Dra Hj Nurni Akma, Prof Dr Ir Zoer’aini Djamal Irwan MS, KH Husin Naparin, Lc, MA. Penasihat Hukum: Achmad Michdan SH. Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Farid Wadjdi. Pemimpin Perusahaan: Anwar Iman. Sidang Redaksi: Hafidz Abdurrahman, MR Kurnia, Harist Abu Ulya, Muhammad Ismail Yusanto, Rochmat S. Labib. Redaktur Pelaksana: Mujiyanto. Redaksi: W almaroky, Zulkifli, Joko Prasetyo, Iwan Setiawan, Zulia Ilmawati, Nanik Wijayati, Febrianti Abbasuni, Kholda. Kontributor Daerah: Rifan (Jatim), Fakhruddin (Babel), Apri Siswanto (Riau), Rikhwan Hadi (Sumbar), Kurdiyono & Ahmad Sudrajat (DIY), Eko (Sultra), Nazar Ali & Handani (Jabar), Bahrul Ulum (Sulsel), Abduh (Kalsel), Budianto Haris (Sumsel), Dani Umbara Lubis (Sumut), Dadan Hudaya (Banten) Desain dan Pracetak: Kholid Mawardi. Keuangan: Budi Darmawan . Marketing: Muhammad Ihsan. Sirkulasi: W Wahyudi. Iklan: Aris Rudito, M Rosyid Aziz. Alamat Redaksi: Jl. Prof. Soepomo No. 231, Jakarta Selatan 12790. Email: pembaca.tabloidmu@gmail.com. Iklan Pemasaran: Jl. Prof. Soepomo No. 231, Jakarta Selatan 12790. Email Iklan: iklan.tabloidmu@gmail.com . Email Marketing: marketing.tabloidmu@gmail.com Hunting Pemasaran: 085711044000, sms: 089650202478. Hunting Iklan: 085780137043. Rekening: Bank Muamalat No Rek 9064150699 a.n Budi Darmawan.
  3. 3. Media Umat | Edisi 115, 4 - 17 Muharram 1435 H/ 8 - 21 November 2013 Editorial 3 lalu keesokan harinya dunia "merayakan" hari pangan. Dua perayaan ini kondisinya pun 11-12. Event pembagian daging qurban semakin tahun semakin mencerminkan betapa miskinnya negara penganut demokrasi ini. Jatuhnya korban hingga meninggal karena berdesakan antri daging qurban hanya menjadi berita biasa. Sementara refleksi hari pangan sedunia pun hanya menjadi acara seremonial belaka yang menguntungkan negaranegara imperialis kapitalis. Saatnya ganti demokrasi dengang Islam di bawah naungan khilafah yang punya konsep kebijakan di berbagai bidang, termasuk bidang pangan. Sehingga perayaan Idul Qurban, tidak lagi memakan korban (manusia). Ummu Wawa-Jember. +6285746666xxx Songsong Khilafah Berulang-ulang pemimpin Indonesia dan seluruh dunia menampakkan buah hasilnya: koruptor, pembohong, orang-orang munafik tidak dapat dipercaya, pemikir dunia lalai akhirat, pemimpin suka maksiat dan bodoh. Orang baik dihina. Yang akhirnya melenakan manusia yang memegang erat sistem rusak buatan mahluk ini menjadi lupa bahwa hidup ini hanya untuk menghamba pada Allah taala dengan menjadikan hukumnya sistem yang dipakai untuk kehidupan berbangsa dan bernegara, dari pribadi, keluarga, pemerintahan hingga mendunia. Ayo tegakkan syariah dan khilafah, hubungi Hizbut Tahrir untuk ikut menyongsong pemikiran Islam melalui halaqah rutin. Allahuakhbar! Mario. Bandar Lampung. +628976060xxx Komentar untukMU Bahas Tentang Riba Assalamualaikum. MU tolong dong dibahas masalah riba secara mendalam dan berkelanjutan, plus akad-akad yang terjadi pada lembaga-lembaga di Indonesia yang mengusung ide syariah. Bagaimana hukum syara'nya. Syukran. Abdi. Medan. +6281360766xxx Media Umat Masuk Akal Assalamu'alaikum. Subhanallah. Selama ini ayah saya berlangganan Media Umat, tetapi baru-baru ini saya rajin membacanya. Mengenal Hizbut Tahrir membuat saya ingin menjadi bagian darinya. Semua berita-berita yang disuguhkan di Media Umat masuk akal dan benar adanya. Mari tegakkan khilafah, terapkan syariat islam di muka bumi. AllahuAkbar! Dhita. Kec.Rajeg- Tangerang. +6289643750xxx Cover MU Jangan Serem Assalammu'alaikum. Ana Hafizhah Hamfara, afwan cover MU jangan yang serem-serem donk. Takut melihatnya seperti MU edisi 114 gambar kaki mayat hiii serem. +6285725959xxx Bahas Bahasa Arab Dalam rubrik Mercusuar, setahu saya MU belum pernah mengupas pakar-pakar bahasa Arab dan bagaimana Islam menjaga bahasa Arab. Padahal selain sains dan teknologi bahasa Arab juga salah satu mercusuar peradaban Islam. Semoga MU edisi depan di rubrik Mercusuar mengupas pakar-pakar bahasa Arab ini penting untuk diketahui. Abdul Halim. Bekasi. +6281284906xxx Waalaikumussalam wr wb. Terima kasih atas saran dan masukannya. Insyaallah permintaan yang sesuai dengan kebijakan redaksi akan kami penuhi. Redaksi Soal Jawab bersama Amir Hizbut Tahrir Ata Bin Khalil Abu Al-Rashtah klik www.hizbut-tahrir.or.id Hijrah, Negara Islam, dan Kebangkitan Umat T entu bukan tanpa alasan ketika Khalifah Umar bin Khaththab, saat menjadi kepala negara, menetapkan hijrahnya Rasulullah SAW ke Madinah sebagai dasar penetapan tahun pertama dalam penanggalan Hijriyah. Peristiwa itu begitu penting, sebagai tonggak awal penegakan daulah Islam (negara Islam) dan pilar kebangkitan umat Islam sebagai negara adidaya. Rasulullah SAW dengan bimbingan wahyu dari Allah SWT tentu sangat menyadari pentingnya kekuasaan guna menerapkan seluruh syariah Islam yang mengatur segala aspek kehidupan. Dengan kekuasaan itu pula, keamanan umat Islam bisa dijaga dari serangan musuh-musuhnya yang buas. Kekuasan pun dibutuhkan agar Islam bisa disebarluaskan ke seluruh penjuru dunia. Untuk itu Rasulullah SAW dengan gigih mendatangi pemimpinpemimpin kabilah yang merupakan ahlul quwwah, yang memiliki kekuatan politik riil. Setelah Rasul SAW mendapat nushrah (pertolongan) dari penduduk Madinah, yakni setelah Baiat Aqabah kedua —dikenal sebagai baiat atas pemerintahan--, Madinah menjadi Dar al-Islam (negara Islam) secara de jure. Sebab kekuatan yang terealisasi di sana adalah milik Islam dan kaum Muslimin. Dan Madinah menunggu kedatangan Rasulullah SAW agar menjadi Dar al-Islam secara de facto dengan ditegakkannya hukum Islam. Sebagaimana lazimnya sebuah negara, negara yang dibangun oleh Rasulullah SAW ini adalah sebuah wilayah politik. Beliau menerapkan hukum tertentu yang berdasarkan kepada akidah Islam yaitu syariah Islam, yang mengatur segenap aspek kehidupan masyarakat. Terdapat pula rakyat yang rela dan patuh diatur dengan hukum-hukum Islam tersebut. Sebagaimana lazimnya sebuah negara, Rasulullah SAW sebagai kepala negara menjalankan fungsi-fungsi kenegaraan yang penting dengan membangun struktur/lembaga kenegaraan baik di bidang pemerintahan maupun administrasi. Abu Bakar ra dan Umar bin Khaththab diangkat sebagai pembantu beliau dalam bidang pemerintahan (muawwin at tafwidh) yang memiliki kewenangan yang sifatnya umum. Bersamaan dengan meluasnya kekuasaan daulah Islam, Rasulullah SAW mengangkat para wali yang menjadi pemimpin untuk satu wilayah (setingkat provinsi) tertentu. Muadz bin Jabal diangkat Rasulullah SAW sebagai wali di wilayah Janad, Ziyad bin Walid di wilayah Hadhramaut, dan Abu Musa al 'Asy'ari di wilayah Zabid dan 'Adn. Rasulullah SAW menyelesaikan persoalan-persoalan perselisihan di tengah masyarakat, mencegah hal-hal yang membahayakan melalui mahkamah pengadilan (al Qadha). Rasulullah SAW mengangkat Ali bin Abi Thalib sebagai qadhi (hakim) di Yaman, Muadz bin Jabil di Janad. Di medan perang, Rasulullah SAW sendiri merupakan panglima perang tertinggi negara yang riil bukan hanya simbol. Rasulullah SAW pernah mengutus Zaid bin Haritsah sebagai amir (pemimpin) dalam perang Mu'tah. Rasulullah SAW pun membentuk datasemen pasukan dan mengangkat komandannya seperti Usamah bin Zaid. Untuk menjaga keamanan dalam negeri Qais bin Saad diangkat sebagai komandan kepolisian (asy syurthah). Sebagai sebuah negara, pastilah daulah Islam di Madinah akan berhadapan dengan urusan-urusan luar negeri baik dalam aspek politik dalam bentuk perjanjian, kesepakatan damai, gencatan senjata, perundingan, tukar menukar duta, pendirian kedutaan, konsulat dan lain-lain. Untuk itu Rasulullah SAW pernah mengangkat Utsman bin Affan untuk berunding dengan Quraisy. Sebagai kepala negara, Rasulullah SAW mengirim sejumlah utusan diplomatik kepada para raja. Sebagaimana Rasulullah SAW juga menerima utusan para raja. Semua itu menunjukkan Rasulullah SAW ketika hijrah ke Madinah membangun sebuah negara Islam. Setelah wafatnya beliau, kepemimpinan negara ini dilanjutkan para Khalifah seperti Abu Bakar, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan khalifah-khalifah berikutnya dalam negara yang disebut khilafah. Perkara penting kedua dari peristiwa hijrah ini, adalah keberadaan negara Islam di Madinah yang menjadi pilar penting kebangkitan umat Islam. Hampir tidak bisa dibayangkan sebuah bangsa bisa bangkit tanpa memiliki negara. Bersamaan dengan kebangkitan umat Islam, negara khilafah menjadi negara adidaya di dunia. Hijrah Rasulullah SAW ke Madinah merupakan titik balik perubahan. Dengan keberadaan Daulah Islamiyah di Madinah, Islam mengalami perkembangan luar biasa. Bahkan hanya dalam kurun waktu 10 tahun kepemimpinan Rasulullah SAW di Madinah, Islam telah tersebar di seluruh jazirah Arab. Pada masa Khulafaur Rasyidin, kekuasan Islam semakin merambah ke luar jazirah Arab. Pada masa Kekhalifahan Umayah, Abasiyah, dan Utsmaniyah yang terakhir, kekuasaan Islam hampir meliputi 2/3 dunia. Islam menyebar hingga ke Afrika dan Asia Tengah; bahkan mampu menembus ke jantung Eropa. Kekuasaan Islam bahkan pernah berpusat di Andalusia, Spanyol. Saat itu, Khilafah Islamiyah menjadi negara adidaya yang mampu mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil 'alamin melalui penerapan syariah secara kâffah dalam pendidikan, ekonomi, politik, sosial budaya, hukum, hubungan luar negeri, dakwah, jihad, dan sebagainya. Walhasil, peristiwa hijrahnya ini haruslah membangun kesadaran kita, tentang penting dan wajibnya negara Islam yang diperjuangkan Rasulullah SAW.[] farid wadjdi
  4. 4. 4 Media Umat | Edisi 115, 4 - 17 Muharram 1435 H/ 8 - 21 November 2013 Media Utama Amerika Menyadap, Indonesia Tiarap Direktur NSA Jenderal Keith Alexander menegaskan bahwa tugas penyadapan tersebut diperintahkan oleh diplomat dan parlemen AS G ara-gara Edward Snowden, dunia politik internasional gempar. Mantan kontraktor pad a Badan Keamanan Nasional/National Security Agency (NSA) Amerika Serikat, membocorkan rahasia pemantauan hubungan elektronik. Awalnya, yang dibocorkan bagaimana Amerika menyadap jutaan rakyatnya. Berikutnya, Snowden membocorkan bahwa Amerika juga menyadap komunikasi para kepala negara di dunia. Termasuk pula menyebut bahwa ada fasilitas penyadapan di Kedubes Amerika Serikat dan Australia di Jakarta. Adanya spionase dari Kedubes AS ini sudah banyak disinyalir sebelumnya. Pengungkapan Snowden itu kian menguatkan dugaan itu menjadi kenyataan. Dengan pemberitaan yang gencar, pemerintah Indonesia pun bertindak. Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa memanggil kuasa usaha AS di Jakarta dan Dubes Australia ke kantornya. Tujuannya, klarifikasi. Bule-bule itu tak mau memberikan keterangan terhadap wartawan. Dia mengaku, hasil pembicaraan itu akan disampaikan kepada pemerintah mereka masing-masing. Namun ada satu titik terang bahwa penyadapan itu benar adanya. Ini bisa dilihat dari pernyataan Marty. "Kita menuntut ke depan tidak diulang kembali," kata Marty di kantornya, Jl Pejambon, Jakarta, Senin (4/11). Menurut Marty, urusan penyadapan itu, pemerintah Indonesia tidak menerima tindakan yang dilakukan. "Kita tidak akan menerima tindakan seperti ini," jelasnya. Ia menjelaskan, Indonesia akan mengkaji ulang kerja sama dengan kedua negara itu menyusul terungkapnya soal penyadapan. "Ini juga adalah untuk mengkaji ulang kerja sama kita, pertukaran informasi kita dengan negara negara termaksud apakah Australia dan Amerika," tuturnya. Amerika sendiri tak mau disalahkan. NSA terus membela diri soal isu penyadapan terhadap pemerintahan negara lain yang menjadi sekutu AS. Direktur NSA Jenderal Keith Alexander menegaskan bahwa tugas penyadapan tersebut diperintahkan oleh diplomat dan parlemen AS sendiri. Berbicara dalam forum luar negeri dengan Dewan Kota Baltimore, Jenderal Alexander berusaha menjelaskan bahwa program penyadapan yang dilakukan NSA didasarkan pada payung hukum yang ada, yakni Undangundang Penyadapan Intelijen Asing yang berlaku di AS. Seperti dilansir Press TV Sabtu (2/11/13), ia menyatakan bahwa sambungan telepon pemimpin dunia yang disadap hanya dicatat tanggal, waktu dan durasi. Menurut Alexander, konten percakapan telepon tersebut tidak diperlukan. Saat beradu argumen dengan mantan Duta Besar AS untuk Rumania, James Carew Rosapepe, Direktur NSA ini mengungkapkan bahwa aksi penyadapan negara sekutu AS dilakukan atas permintaan anggota parlemen dan diplomat AS. Tidak hanya Indonesia, ternyata NSA telah menyadap percakapan telepon sedikitnya 35 pemimpin dunia, termasuk Kanselir Jerman Angela Merkel yang merupakan salah satu sosok paling berpengaruh di Eropa. Markel sangat marah mengetahui bahwa ia disadap Amerika. Powerless Sebagai sebuah negara be- sar, sayangnya sikap pemerintah Indonesia tidaklah bernyali besar. Karena ketergantungan yang begitu besar dengan Amerika, pemerintah seperti gagap menghadapi Amerika. Apalagi, menurut sejumlah kalangan, sebenarnya adanya penyadapan terhadap para pejabat Indonesia oleh Amerika sudah berlangsung lama. Bahwa, Kedubes AS di Jl Medan Merdeka Selatan sebagai tempat penyadapan itu juga banyak yang mafhum. Pemerintah seperti tidak lagi memiliki bargaining position (posisi tawar) yang kuat terhadap Amerika alias powerless (tak memiliki kekuatan). Walhasil, yang tampak seperti basa-basi diplomasi. Kalau pemerintah berani, sebenarnya bisa menghentikan pembangunan gedung Kedubes AS yang sedang berlangsung. Indonesia punya alasan. Jika gedung kedubes yang dulu kecil saja bisa menyadap percakapan para pejabat Indonesia, apatah lagi gedung itu akan dibangun 10 lantai yang bisa menampung 3.600 personel. Logikanya, buat apa membangun gedung sebesar itu jika tidak ada maksud tertentu? Apa sekadar mendirikan gedung mewah dengan ornamen batik khas Indonesia? Secara nalar, pasti bukan itu maksudnya. Lalu untuk apa? Kerangka geopolitik dan geostrategik bisa menjawabnya. Ada kepentingan besar Amerika di Indonesia, baik secara ekonomi, politik, dan pertahanan keamanan. Sebagai sebuah negara di persimpangan jalan dunia, tentu Amerika tak ingin Indonesia lepas dari genggamannya. Indonesia adalah ladang kekayaan bagi Amerika sekaligus pasar potensial. Bercokolnya kekuatan dan pengaruh Amerika di Indonesia pun bisa dimanfaatkan untuk mencegah determinasi Cina di kawasan ini. Amerika harus tetap menjadi adidaya penguasa dunia di semua kawasan. Dan tak kalah pentingnya, Amerika pun ingin agar Indonesia tetap dalam ke-liberal-annya guna mencegah hasrat kaum Muslim di negeri ini membangun kekuatan politik Islam dengan menegakkan daulah islamiyah. Lahirnya sistem Islam dari negeri berpenduduk Muslim terbesar di dunia menjadi momok Amerika. Maka dengan segala cara Amerika—bersama Australia— akan menguping seluruh pembicaraan yang terjadi di negeri ini baik yang dilakukan oleh penguasa maupun rakyatnya. Penyakit paranoid telah menghinggapinya. [] mujiyanto
  5. 5. Media Umat | Edisi 115, 4 - 17 Muharram 1435 H/ 8 - 21 November 2013 Penyadapan dari Merdeka Selatan dan Kuningan Peta itu mengungkap fasilitas operasi tersembunyi AS di kedutaannya di Jakarta, Kuala Lumpur, Bangkok, Phnom Penh dan Yangon. edutaan Besar Amerika Serikat di Jl Medan Merdeka Selatan Jakarta bukan sekadar kantor kedutaan b e s a r b i a s a . Te r n y a t a , d i dalamnya dipasang alat sadap K kukan sweeping operasi pengawasan serta operasi rahasia terhadap target intelijen khusus. Pada awalnya, peta itu dipublikasikan secara penuh di website Der Spiegel, tetapi mulai bekerja sama dengan intelijen Inggris , MI6 dan Pusat Kantor Komunikasi Pemerintahan. Dan seiring berjalannya waktu, (kami) bekerja sama yang lebih intim dengan National Security aksi penyadapan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di London beberapa bulan lalu. “Perdana Menteri Australia untuk memantau pembicaraan para pejabat Indonesia, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Adanya penyadapan terungkap setelah media Australia, Sydney Morning Herald pada terbitan edisi 29 Oktober 2013 lalu memuat sebuah berita berjudul “US spying on our neighbours through embassies”. Menurut harian itu, Amerika Serikat menyadap telepon dan memonitor jaringan komunikasi dari fasilitas pengawasan elektronik di Kedutaan Besar AS dan konsulat di seluruh Asia timur dan tenggara. Sebuah peta rahasia yang berisi 90 daftar fasilitas pengintaian di seluruh dunia, termasuk fasilitas intelijen komunikasi di kedutaan besar di Jakarta, Kuala Lumpur, Bangkok, Phnom Penh dan Yangon dibocorkan. Pada 13 Agustus 2010, peta itu tidak menunjukkan fasilitas tersebut berada di Australia, Selandia Baru, Inggris, Jepang dan Singapura –negara yang dikenal sebagai sekutu terdekat AS. Menurut peta yang diterbitkan oleh majalah Jerman Der Spiegel pada Selasa, 29 Oktober 2013, satuan tugas bersama dinas intelijen AS, Central Intelligence Agency (CIA) dan National Security Agency (NSA) bernama “Special Collection Service” mela- kemudian diganti dengan versi yang disensor. Dalam peta itu terdapat daftar fasilitas Special Collection Service di 90 lokasi di seluruh dunia, termasuk 74 fasilitas yang dioperasikan oleh manusia, 14 fasilitas dioperasikan dari jarak jauh, dan dua pusat dukungan teknis. Dengan sandi “FVEY”– yang berarti Five Eye, empat mitra strategis intelijen Amerika Serikat, termasuk Australia–peta itu mengungkap fasilitas operasi tersembunyi AS di kedutaannya di Jakarta, Kuala Lumpur, Bangkok, Phnom Penh dan Yangon. Aksi penyadapan ini tidak dilakukan sendiri oleh Amerika. Ternyata hal itu dilakukan bekerja sama dengan Kedubes Australia yang ada di Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. Dalam terbitan K amis (31/10) Sidney Morning Herald mengungkap aksi Australia mematai-matai Indonesia. Berdasarkan buku harian seorang diplomat Australian Defence Signals Bureau (Biro Pertahanan Australia), yang sekarang bernama Defence Signals Directorate (Direktorat Pertahanan), diketahui bahwa kabel diplomatik Indonesia dibaca secara rutin oleh intelijen Australia sejak pertengahan 1950-an dan seterusnya. ”(Proses) mata-mata kami Agency (NSA) AS,” tulis media Australia itu, mengutip bocoran buku harian diplomat tersebut. ”Dan kami tidak pernah berhenti memata-matai. Empat dekade kemudian bocoran rahasia laporan Intelijen Pertahanan tertinggi di Indonesia dan Timor Timur tahun 1999 menunjukkan, bahwa intelijen Australia memiliki akses yang luas terhadap komunikasi militer dan sipil Indonesia,” lanjut laporan media itu. Tidak itu saja, secara khusus, Fairfax, media yang membawahi The Age dan The Sydney Morning Herald mengungkap Kevin Rudd menyebut mendapat keuntungan dari penyadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menghadiri KTT G20 di London,” ujar salah satu sumber intelijen negeri kanguru tersebut. Sumber itu mengatakan Kevin Rudd memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap para pemimpin di Asia, termasuk SBY. Sudah Lama Politisi PDI Perjuangan (PDI P) Eva Kusuma Sundari mengaku tak kaget dengan adanya berita penyadapan yang dilakukan oleh Amerika. Menurutnya, penya- dapan itu telah berjalan sejak lama. Ia menjelaskan, Amerika mendapat akses atau mengetahui informasi rahasia tentang Indonesia dengan sangat mudah karena telah membuat Indonesia tergantung dengan negara tersebut. Dari informasi yang diperolehnya, hal itu bisa terjadi karena ada kerja sama antara petinggi negara dengan intelijen Gedung Putih AS ataupun oknum intelijen Indonesia yang bermental bobrok sehingga menjual informasi kepada Amerika. "Saya tentu tidak kaget dengan kedalaman keterlibatan Amerika sejak RI merdeka, jadi sekarang hanya kelanjutannya saja. Artinya, beda dengan di Eropa yang merasa dicurangi, di sini (Indonesia) kasat mata," kata Eva kepada media. "Jangan lupa, ada kerja sama dengan pejabat kita. Kita membiarkan dan malah bekerja sama dengan intelijen asing. Jadi ada problem mental di kita. Ada info kok, mereka biasa beli informasi A1 dari aparat kita, gampang disuap katanya," ujar Eva. Tak mengherankan bila reaksi pemerintah Indonesia seperti tergagap-gagap. Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman menyatakan sedang melakukan pendalaman informasi tersebut dengan meminta penjelasan counterpart Amerika Serikat yang ada di Jakarta. Selain itu, ia mengaku pihaknya sedang mencari bukti dari berbagai sumber lainnya, sehingga hasilnya akan dapat memberikan gambaran mengenai ada tidaknya penyadapan tersebut. [] mujiyanto Basa-Basi Diplomasi P enyadapan oleh Amerika memang tidak ditujukan kepada para penguasa Indonesia saja, tapi juga kepada kepala negara lain di dunia, termasuk negara sekutunya Jerman dan Prancis. Maka Kanselir Jerman Angela Markel marah besar kepada Amerika. "Pelanggaran serius terhadap kepercayaan," kata Markel seperti dikutip oleh koran Jerman Bild am Sonntag. Tapi apa reaksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono? Ia hanya meminta Amerika Serikat dan Australia mengklarifikasi kebenaran berita-berita tersebut. "Presiden meminta Menteri Luar Negeri berkomunikasi dan meminta klarifikasi ke pihak-pihak terkait," kata juru bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (1/11). Julian menjelaskan, Menlu Marty Natalegawa saat ini tengah berupaya meminta klarifikasi ke pihak Amerika dan Australia. Jika pemberitaan tersebut benar, pihak Istana menyesalkan hal tersebut. "Ini sangat disesalkan karena sebuah hubungan diplomatik tidak boleh terkontaminasi dengan aksi penyadapan," ujar Julian. Pemerintah pun belum akan mengeluarkan nota protes kepada Amerika dan Australai. Menurut Julian, pemerintah masih menunggu klarifikasi resmi dari Amerika dan Australia. "Kami harus pastikan dulu (kebenaran kabar ini) dan menunggu penjelasan (AS dan Australia)." [] emje
  6. 6. 6 Media Umat | Edisi 115, 4 - 17 Muharram 1435 H/ 8 - 21 November 2013 Media Utama Gedung Baru, Spionase Kian Canggih Gedung baru Kedubes AS bukan tidak mungkin itu menjadi pusat spionase baru AS di Indonesia yang lebih canggih. G edung Kedubes Amerika Serikat di samping Istana Wakil Presiden RI Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, itu telah rata dengan tanah. Pondasi sedang dibangun. Alat-alat berat sudah bekerja. Izin Mendirikan Bangunan (IMB) telah dikantongi oleh Amerika dari Pemprov DKI Jakarta. Amerika tampaknya berusaha makin menancapkan dominasinya di Indonesia. Coba bayangkan, tidak ada kantor kedutaan besar di jantung ibukota Jakarta-seputar Monas yakni Jl Merdeka mulai utara, timur, selatan, dan barat-kecuali kantor Kedubes Amerika Serikat dan Vatikan. Tak tanggung-tanggung, gedung kedubes negara pembantai kaum Muslimin ini akan dibangun 10 tingkat. Luas gedung itu mencapai 36.000 meter persegi atau 3,6 hektar. Ini akan menjadi gedung Kedubes AS terbesar ketiga setelah Kedubes AS di Irak dan Pakistan. Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel beberapa bulan sebelum kembali ke negaranya menyebutkan, pembangunan gedung kedubesnya itu merupakan 'salah satu simbol komitmen Amerika kepada Kemitraan Komprehensif dengan Indonesia.' Kompleks yang terdiri atas beberapa bangunan ini akan digunakan oleh para staf Kedutaan Besar AS dan Misi AS untuk ASEAN. Ia menjelaskan, proyek besar ini dijadwalkan rampung dalam lima tahun. Proyek ini akan menghabiskan dana US$ 450 juta atau sektiar Rp 4,2 trilyun. "Pembangunannya akan dimulai akhir tahun ini dan dijadwalkan selesai pada 2017," kata Marciel di Kedubes AS Jakarta, Jumat (6/7/12). Direktur Proyek Pembangunan Gedung di Luar Negeri Tamela Simpson mengatakan, pembangunan kompleks kedutaan dimulai pada Desember mendatang. Pembangunan mencakup gedung utama setinggi 10 lantai, garasi, ruang tunggu, dan relokasi gedung bersejarah yakni gedung PM Sutan Sjahrir. Untuk Apa? Banyak pertanyaan muncul terkait pembangunan gedung kedubes yang demikian besar tersebut. Ketika rencana itu muncul, pada saat yang hampir bersamaan Amerika membuka pangkalan militer di Darwin, Australia. Saat itu ada 250 anggota marinir AS di sana. Dan jumlah itu terus bertambah hingga 2016 nanti sampai mencapai 2.500 personel. Pangkalan militer AS di Darwin ini letaknya tak jauh dari Indonesia. Bila ditarik garis dari Nusa Tenggara Timur (NTT), jaraknya hanya 800 km. Bahkan belakangan diketahui tentara Amerika telah masuk ke wilayah Indonesia, khususnya di Papua. Memang mereka tak menggunakan baju militernya, tapi dengan berbagai misi baik sebagai tenaga ahli dan sebagai- Hegemoni Amerika di Indonesia I ndonesia tak bisa berkutik kalau berhadapan dengan Amerika. Ini bukan hal yang aneh. Soalnya Presiden SBY sendiri tak menganggap Amerika sebagai negara yang menjajah Indonesia. Sebaliknya, SBY menganggap Amerika adalah negerinya yang kedua. "I love the United States, with all its faults. I consider it my second country," katanya seperti dikutip oleh the International Herald Tribune di tahun 2004. Tak mengherankan, hegemoni Amerika di Indonesia seperti mendapat angin, bukan malah ditentang. Juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia M Ismail Yusanto menyatakan, gedung baru Kedubes AS itu akan menjadi sarana mengokohkan penjajahan AS yang selama ini telah berjalan, khususnya dalam bidang politik dan ekonomi. "Kalaulah tampak bahwa dalam pembangunan gedung Kedubes itu menguntungkan Indonesia karena bakal melibatkan ribuan pekerja dan ratusan pemasok, tapi kerugian yang bakal ditimbulkan oleh penjajahan yang dilakukan oelh AS di masa mendatang pasti akan jauh lebih besar," katanya. Amerika saat ini mengendalikan perekonomian Indonesia dengan kekuatan multinational corporation dan kekuatan mata uang dolarnya. Di bidang politik, para penguasa memiliki kedekatan dengan AS. Amerika pun berhasil mengintervensi berbagai perundang-undangan sehingga pro terhadap liberalisasi. Di bidang pertahanan dan keamanan, Amerika menjadikan Indonesia bergantung dan tidak memiliki kemandirian lagi. Pokoknya, kata pengamat militer Muhajir Effendi, Indonesia powerless alias tak memiliki kekuatan apapun kalau berhadapan dengan Amerika.[] emje nya. Hanya saja, pemerintah Indonesia tak berkutik menghadapi intervensi asing yang masuk dengan membawa bendera Freeport tersebut. Di Jakarta sendiri, selama ini Amerika telah menempatkan instalasi militernya yakni Navy Medical Reseach Unit 2 (Namru2). Instalasi yang sempat ditutup oleh Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari itu beroperasi kembali ketika Menkes berikutnya Endang Sri Sedyaningsih. Di gedung yang berada di kompleks Kementerian Kesehatan Jl Percetakan Negara itulah Namru-2 yang dikomandoi oleh seorang kolonel angkatan laut AS beroperasi tanpa kendali pemerintah Indonesia. Wajar jika ada beberapa kalangan mengkhawatirkan pembangunan gedung kedubes AS yang begitu besar. Kekhawatiran itu kini bertambah kuat dengan terbongkarnya aktivitas penyadapan yang berpangkalan di gedung Kedubes AS. Nah dengan makin megah dan mewahnya gedung baru Kedubes AS dengan kapasitas yang kian banyak dalam menampung personel dan peralatan, bukan tidak mungkin itu menjadi pusat spionase baru AS di Indonesia. Apa yang dulu dilakukan, akan kian canggih dalam memata-matai Indonesia. Pengamat hubungan internasional Budi Mulyana kepada Media Umat pernah mengungkapkan, fungsi tambahan dari gedung baru Kedubes AS itu. Gedung itu bukan sekadar menjadi kantor diplomatik di Jakarta. "Tetapi markas militer!" ungkapnya kepada Media Umat. Ia tidak berspekulasi. Menurutnya, gedung itu sekaligus nantinya menjadi markas satuan pengaman laut Marine Security Guard Quarters (MSGQ) dengan embel-embel fasilitas rahasia dan personel keamanan yang diperlukan (Secret Facility and Personnel Security Clearances Required). "Ini mengindikasikan secara jelas apa yang akan dibangun dari gedung 10 lantai ini. Dan gedung ini letaknya tidak jauh dari Istana Negara," jelasnya. Dosen Hubungan Internasional Unikom Bandung tersebut kemudian menunjukkan salinan kontrak rancang-bangun pembangunan Kedubes Amerika di Indonesia Department of State 2012 Design-Build Contract for US Embassy Jakarta, Indonesia yang didapatnya. Ia menunjukkan paragraf yang mendukung pernyataannya itu. "1. Project Description (Secret Facility and Personnel Security Clearances Required) SAQMMA-12-R0061, Jakarta, Indonesia NEC. The project will consist of design and construction services including a New Office Building (NOB) with attached Marine Security Guard Quarters (MSGQ)." Tidak dipungkiri di gedung baru itu akan ada fasilitas rahasia yang tidak akan bisa dijangkau oleh pemerintah Indonesia. Mengingat, kantor gedung kedubes sifatnya tertutup, termasuk bagi negara tempat kedubes itu berada, kecuali ada izin. Dengan begitu, Amerika akan tetap leluasa menempatkan peralatan canggihnya di gedung baru. Belajar dari Kedubes AS di Irak dan Pakistan, gedung itu ternyata menjadi pusat militer dan intelijen. Di Baghdad, gedung itu dijaga mariner. Di Islamabad, Asia Times menyebut Kedubes AS di Pakistan itu layaknya pangkalan militer dalam bentuk kedubes. Kedubes Indonesia yang baru? Mungkin tak jauh fungsinya dari itu. [] mujiyanto
  7. 7. Media Umat | Edisi 115, 4 - 17 Muharram 1435 H/ 8 - 21 November 2013 Media Utama 7 Amerika Musuh, Bukan Sahabat Ketika kerusuhan Mei 1998 meletus, ada pengacakan sinyal di Jakarta sehingga mengganggu komunikasi aparat keamanan. Dugaan kuat, pengacak sinyal itu ada di Kedubes AS di Jakarta. J ika Anda sangat mendewakan Amerika Serikat (AS), ada baiknya Anda membuka halaman per halaman sejarah. Negeri Paman Sam itu ternyata menorehkan jejak-jejak kejahatan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Di Nusantara, jejak kejahatan Amerika itu telah terlihat sejak awal kemerdekaan. Aksi nyata mereka terlihat ketika Belanda ingin masuk lagi ke Indonesia pasca kemerdekaan. Amerika membonceng di belakang Belanda. Saat itu AS berusaha mematahkan penyebaran komunis di dunia. Keluarlah Truman Doctrine pada 1947, untuk mengepung komunis dan kemudian disusul Marshall Plan tahun berikutnya guna membangun kembali Eropa dari puing-puing akibat PD II. “Ketika tentara kerajaan Belanda kembali datang ke Jawa dan Sumatera pada musim semi 1946, banyak serdadu Belanda mengenakan seragam marinir AS dan mengendarai jeep Angkatan Darat AS.” (Gouda & Zaalberg: Indonesia Merdeka Karena Amerika? Politik Luar Negeri AS dan Nasionalisme Indonesia 1920-1949; 2008). Bahkan AS diyakini turut membantu Belanda dalam serangan militer Belanda II atas Yogya pada 18 Desember 1948. Dalam rangka menjatuhkan pemerintah Soekarno, Amerika membantu pemberontakan PRRI/ PERMESTA. AS menurunkan kekuatan besar. CIA menjadikan Singapura, Filipina (Pangkalan AS Subic & Clark), Taiwan, dan Korea Selatan sebagai pos suplai dan pelatihan bagi pemberontak. Pada 7 Desember 1957, Panglima Operasi AL-AS Laksamana Arleigh Burke memerintahkan Panglima Armada ke-7 (Pacific) Laksamana Felix Stump menggerakkan kekuatan AL-AS yang berbasis di Teluk Subic untuk merapat ke Indonesia. Dalih AS, pasukan itu untuk mengamankan instalasi perusahaan minyak AS, Caltex, di Pekanbaru, Riau. AS memberikan ribuan pucuk senjata api dan mesin, lengkap dengan amunisi dan aneka granat. Amerika juga mendrop sejumlah alat perang berat seperti meriam artileri, truk-truk pengangkut pasukan, aneka jeep, pesawat tempur dan pembom, dan sebagainya. Awalnya Amerika membantah terlibat, namun sebuah pesawat pengebom B-29 milik AS ditembak jatuh oleh sistem penangkis serangan udara Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI). Pilot pesawat itu Allan Lawrence Pope berhasil ditangkap hidup-hidup. Ia terbang atas perintah CIA. Puncaknya ketika Amerika berada di balik pemberontakan G 30 S/PKI. Banyak dokumen dan literatur membongkar keterlibatan CIA —yang merangkap sebagai diplomat— di dalam peristiwa Oktober 1965 tersebut. Atas nama pembersihan kaum komunis di negeri ini, CIA turut menyumbang daftar nama kematian (The Dead List) yang berisi 5.000 nama tokoh dan kader PKI di Indonesia kepada Jenderal Soeharto. Namun yang dibunuh bukannya 5.000 orang, Kol Sarwo Edhie, Komandan RPKAD saat itu yang memimpin operasi pembersihan ini, terutama di Jawa Tengah dan Timur, menyebut angka tiga juta orang yang berhasil dihabisi, termasuk orang yang tak tahu apa-apa. Inilah tragedi kemanusiaan terbesar setelah era Hitler. Buku “Membongkar Kegagalan CIA” karya Tim Weiner, wartawan The New York Times, mengungkap bagaimana para diplomat AS yang juga perwira CIA berhasil merekrut Adam Malik sebagai agen mereka. Tim Weiner menulis, "CIA berusaha mengonsolidasi sebuah pemerintah bayangan, sebuah kelompok tiga serangkai yang terdiri atas Adam Malik, Sultan yang memerintah di Jawa Tengah, dan perwira tinggi angkatan darat berpangkat mayor jenderal bernama Soeharto. Lahirnya era reformasi tak lepas dari keinginan AS setelah Soeharto tak mau lagi tunduk pada pemerintahan Washington. Berbagai jalan dilakukan untuk menjatuhk annya termasuk menggunakan LSM. Terungkap ada dana 26 juta dolar sejak 1995 kepada LSM tersebut dengan kedok mendukung HAM dan kebebasan berekspresi. Beberapa jam sebelum Soeharto lengser, Menlu AS ketika itu Madeline Albright mengisyaratkan supaya Presiden Soeharto mundur agar krisis terpecahkan. Bersamaan dengan itu, pemerintah AS mengumumkan telah mengirimkan sebuah kapal induk Belleau Wood yang dilengkapi dengan helikopter dan pesawat-pesawat jet tempur serta dua kapal pendukung, lengkap dengan 2000 serdadu marinir ke Teluk Jakarta untuk melakukan "evakuasi militer" (Kompas, 21/5/1998). Menurut informasi yang berkembang, ketika kerusuhan Mei 1998 meletus, ada pengacakan sinyal di Jakarta sehingga mengganggu komunikasi aparat keamanan. Dugaan kuat, pengacak sinyal itu ada di Kedubes AS di Jakarta. Dalam temuan Wikileaks terungkap pula betapa besar peran para diplomat yang ada di Jakarta dalam menentukan kebijakan pemerintah Amerika terhadap Indonesia. Secara berkala, para diplomat di Jakarta mengirimkan pengamatannya ke Washington. Semua yang terjadi di Indonesia menjadi bahan laporan. Dunia Islam Kejahatan Amerika itu juga tersebar luas di dunia Islam. Di Irak, lebih dari 1 juta kaum Muslim menjadi korban serangan Amerika. Dengan dalih demokrasi, Amerika menebar bom- bom kimia di Irak dan mengembargo rakyatnya lebih dari 10 tahun. Senjata AS tercatat sudah membunuh ribuan rakyat Palestina mulai segala tingkatan, perempuan dan anak-anak. Senjata-senjata itu dipergunakan oleh Israel, tanpa pernah dicegah sama sekali. Amerika membiarkan pembantaian warga Palestina oleh tentara Israel secara keji. Di Afghanistan, ratusan ribu kaum Muslimin tewas di tangan tentara Amerika. Banyak di antara mereka adalah warga yang tak tahu apa-apa. Embargo Amerika di negeri itu juga menyebabkan sedikitnya 15 ribu anak Afghanistan meninggal dunia. Di Somalia, tentara Amerika membunuh ribuan orang sipil ketika AS menyerbu negara itu. Hal yang sama dilakukan terhadap Sudan di mana Amerika mengirimkan misil-misilnya yang membunuh ratusan orang. Itu belum termasuk tindakan AS di Chechnya, Bosnia, Macedonia, Kosovo, Kashmir, dan negeri Muslim lainnya.[] mujiyanto Doktrin Arthur-Churchill, Cara Kuasai Indonesia P ada Perang Dunia II, Jenderal McArthur dan Winston Churchill membuat doktrin yang dikenal kemudian dengan sebutan 'Doktrin McArthur-Churchill'. Ini adalah suatu skenario penguasaan kawasan Asia-Pasifik pasca Perang Dunia II. Khusus bagi Indonesia, doktrin ini membagi Kepulauan Indonesia menjadi tiga kawasan, yakni Kawasan Malesia (Sumatera dan Kalimantan), Kawasan Melanesia (Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua), dan Pusat Layanan (Jawa dan Bali). Menurut doktrin itu, kawasan Malesia disubordinasikan ke Semenanjung Malaysia dan Daratan Asia Tenggara, menjadi 'Great Malesian Region. Sedangkan Kawasan Melanesia disubordinasikan ke Kepulauan Philippines dan negara-negara Pacific (Australia dan sekitarnya), menjadi 'Great Melano-Polynesian Region.' Terakhir Pulau Jawa dan Bali yang menurut rencana akan dijadikan ajang operasi intelijen menggantikan peran strategis Singapura. Doktrin itu menjadi acuan Amerika dalam menyusun strategi menguasai Indonesia secara geostrategis maupun geopolitik. Tampaknya doktrin ini masih berlaku dan semakin terbukti dengan adanya cengkeraman Amerika yang kian kuat di Indonesia. Bisa jadi Kedubes AS di Jakarta akan menjadi pusat layanan di kawasan ASEAN dan Pasifik seperti yang direncanakan doktrin itu.[] emje
  8. 8. Media Umat | Edisi 115, 4 - 17 Muharram 1435 H/ 8 - 21 November 2013 Budi Mulyana, Pengamat Hubungan Internasional Amerika Tak Beretika! Pemerintah Indonesia melayangkan nota protes ke Kedubes Amerika Serikat setelah koran terkemuka di Australia Sydney Morning Herald, Selasa (29/10), menyebut Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, sebagai salah satu dari 90 pos yang memiliki fasilitas penyadapan intelijen AS di seluruh dunia. Lantas apa dampak nota protes tersebut bagi hubugan kedua negara? Temukan jawabannya dalam perbincangan wartawan Media Umat Joko Prasetyo dengan Pengamat Hubungan Internasional Budi Mulyana. Berikut petikannya. Bagaimana tanggapan Anda atas disinyalirnya Amerika menyadap Indonesia? Informasi ini bukan informasi yang baru. Persoalannya menjadi 'heboh' karena informasi ini disampaikan oleh disitir NSA (National Security Agency) Amerika Serikat, sehingga seolah keakuratan informasinya bisa dipertanggungjawabkan, karena ini adalah informasi 'orang dalam'. Persoalan kebenarannya, sebenarnya sudah ada indikasi kuat ke arah sana. Dengan memahami Amerika Serikat adalah negara adidaya yang memiliki kepentingan politik di level global, maka 'wajar' bagi Amerika Serikat melakukan hal itu semua. Terlebih sepanjang sejarah diplomasinya, Amerika Serikat memang tidak punya etika dalam pergaulan dunia internasional. Bukankah dalam hubungan satu negara dengan negara lainnya, sadap menyadap adalah sesuatu yang biasa dilakukan? Dalam hubungan antar negara, informasi terkait dengan negara yang berhubungan dengan suatu negara adalah hal yang penting. Untuk bisa menentukan sikap, baik sikap politik, maupun nantinya akan berujung kepada kebijakan politik dan lainnya, sangat bergantung kepada informasi tentang negara yang akan berhubungan dengan negara tersebut. Persoalannya adalah apakah informasi tersebut hanya informasi publik, informasi yang beredar secara luas, atau butuh informasi di balik layar. Maka di sinilah peran dari penyadapan. Sehingga sebenarnya penyadapan ini adalah lazim dilakukan untuk mendapatkan informasi 'rahasia'. Dengan bekal informasi 'rahasia' ini, maka diharapkan sikap dan kebijakan yang dibuat bisa lebih mencerminkan fakta riil yang dihadapi oleh suatu negara. Apa tujuan suatu negara menyadap negara lain? Ya itu tadi, penyadapan dilakukan karena tidak merasa cukup dengan informasi publik, maka dibutuhkan cara untuk mendapatkan informasi 'rahasia' (confidential/secret information). Dengan harapan dengan bekal informasi rahasia ini suatu negara dapat bersikap kepada negara lain dengan sikap yang lebih 'tepat'. Apa pula bahaya yang mengancam bagi negara yang disadap? Tentu, bagi negara yang disadap, berarti rahasianya terbongkar. Sesuatu yang mestinya bersifat terbatas, karena mungkin terkait dengan rahasia negara, strategi yang 'top secret', menjadi hilang maknanya karena diketahui pihak lain, apalagi kalau pihak lain ini adalah musuh dari negara yang bersangkutan. Ini adalah hal yang sangat membahayakan. Bagaimana pula reaksi negara-negara yang disadap? Tentunya, bagi negara yang mengetahui bahwa dirinya disadap oleh negara lain, reaksi normalnya adalah marah, protes, terhadap tindakan tersebut. Mengapa? Karena tindakan penyadapan ini adalah tindakan ilegal. Mengambil informasi tidak dengan jalur resmi, secara diam-diam, bahkan bisa dipastikan dilakukan dengan tindakan kriminal seperti masuk suatu wilayah tanpa izin, menempelkan peralatan penyadapan di barang milik orang lain dan lain sebagainya. Jadi, apakah sikap pemerintah yang memanggil pihak Dubes Amerika dan mengajukan nota protes, sudah tepat? Pemanggilan perwakilan negara yang dituduh melakukan penyadapan adalah tindakan yang lazim dilakukan dalam pola hubungan antar negara. Persoalannya adalah seberapa efektif tindakan tersebut. Kalau berdasarkan kajian historis diplomasi, menurut Holsti, telah didokumentasikan ada sekitar 14 ragam tindakan (action) yang dilakukan suatu negara vis a vis negara lain jika suatu konflik atau krisis terjadi. Di antaranya adalah surat protes, denials/accusation, pemanggilan dubes untuk 'konsultasi', penarikan dubes, ancaman boikot atau embargo ekonomi (parsial atau total), propaganda anti negara tersebut di dalam negeri, pemutusan hubungan diplomatik secara resmi, mobilisasi pasukan militer (parsial atau penuh) walaupun sebatas tindakan nonviolent, peniadaan kontak antar warganegara (termasuk komunikasi), blokade formal, penggunaan kekuatan militer terbatas (limited use of force) dan pencetusan perang. Namun tindakan-tindakan tersebut tidak mesti berurutan, karena dapat saja melompat dari yang satu ke yang lain. Dalam kasus penyadapan ini, maka langkah yang dilakukan pemerintah Indonesia masih langkah yang 'ringan'. Mengapa Indonesia memilih langkah yang ringan? Ada dua kemungkinan. Pertama, karena penyadapan ini belum memberikan dampak luar biasa bagi Indonesia. Kedua, karena Indonesia masih sangat bergantung pada Amerika Serikat sehingga untuk melangkah ke tahapan diplomatik berikutnya perlu pertimbangan yang panjang. nota protes setelah pemberitaan itu? Protes setelah ada pemberitaan, tentunya adalah sikap yang harus ditunjukkan kepada rakyat Indonesia bahwa Indonesia masih berdaulat, tidak mau diintervensi negara lain. Menariknya, empat hari sebelum pemberitaan penyadapan di media Australia itu, Menhan Purnomo Yusgiantoro membantah kalau alat telekomunikasi Presiden SBY disadap Amerika, lantaran Indonesia memiliki Lembaga Sandi Negara. Apakah itu berarti pemerintah sudah tahu bahwa Amerika berupaya menyadap? Pastinya, setiap pemerintah, termasuk Indonesia paham bahwa negara sekaliber Amerika Serikat ketika membuka perwakilan diplomatiknya akan membawa konsekuensi penyadapan. Karena salah satu tugas dari perwakilan diplomatik adalah memberikan informasi kepada negara pengirimnya. Sebagaimana yang disebutkan dalam Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik, bahwa salah satu fungsi dari perwakilan diplomatik adalah memberikan keterangan tentang kondisi dan perkembangan negara penerima, sesuai dengan undang-undang dan melaporkan kepada pemerintah negara pengirim. Dan tentunya para staf diplomatik akan berusaha dengan segala cara mendapatkan informasi yang 'terbaik', walau harus dengan cara penyadapan yang ilegal. Memang apa konsekuensi dari nota protes tersebut bagi kedua negara tersebut? Konsekuensinya hanya menunjukkan keberatan, ketidaksukaan terhadap tindakan suatu negara kepada negara yang bersangkutan. Sehingga dengan ada nota protes ini, negara yang melakukan kesalahan dapat memperbaiki tindakantindakannya. Tentunya bila nota protes ini tidak diindahkan, mestinya dilanjutkan kepada tindakan diplomatik yang lebih tinggi, seperti pengusiran atau sampai kepada pemutusan hubungan diplomatik. Mengapa baru mengajukan Apakah konsekuensi tersebut cukup setimpal dengan risiko yang didapat Indonesia, karena disadap? Inilah yang senatiasa dijadikan pertimbangan oleh pemerintah. Sejauh ini kita melihat nota protes yang dilakukan hanya sampai menunjukkan ketidaksukaan, atau bahkan hanya meredam agar rakyat Indonesia tidak bergejolak karena melihat kedaulatan negaranya diacakacak. Setelah isunya mereda, faktanya hubungan antar kedua negara pulih seperti sedia kala. Berarti itu hanya basa-basi diplomasi untuk menipu rakyatnya sendiri? Bisa dikatakan demikian.[]
  9. 9. Media Umat | Edisi 115, 4 - 17 Muharram 1435 H/ 8 - 21 November 2013 Muhammad Ismail Yusanto, Jubir HTI Bukti Sudah Cukup, Tutup Kedubes Amerika! Disinyalirnya Kedubes Amerika menyadap para pejabat pemerintah Indonesia menjadi bukti bahwa Kedubes AS di Jakarta bukan sekadar kantor. Gedung itu menjadi markas spionase Amerika. Wajar jika muncul tuntutan Kedubes AS itu ditutup diplomatnya diusir semua. Lantas bagaimana bila pemerintah Indonesia tetap bermesraan dengan negara kafir harbi muhariban fi'lan tersebut, serta tidak mencabut IMB untuk pembangunan ulang gedung yang akan menjadi Kedubes Amerika terbesar ketiga di dunia? Jawabannya ada dalam wawancara wartawan Media Umat Joko Prasetyo dengan Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia Muhammad Ismail Yusanto. Berikut petikannya. Bagaimana tanggapan Anda dengan pemberitaan koran terkemuka di Australia yang menyebut Kedubes AS menyadap Indonesia dan 89 negara lainnya? Sama sekali tidak mengejutkan. Dari awal HTI telah menyatakan bahwa selain berfungsi untuk melayani kepentingan AS di Indonesia dan warga Indonesia yang hendak berkunjung ke negeri Paman Sam itu, Kedubes AS di Jakarta juga menjalankan fungsi intelijen, yakni mengumpulkan berbagai informasi apapun yang mungkin berguna bagi pemerintahnya. Kini terbukti, protes Hizbut Tahrir Indonesia selama ini bukanlah omong kosong. Bahwa benar, gedung Kedubes AS di Jakarta merupakan markas intelijen. Sumber informasi mengenai hal itu sangatlah akurat. Apalagi ditambah fakta bahwa penyadapan juga dilakukan AS terhadap negaranegara lain seperti Jerman dan Prancis serta 80 lokasi lain di seluruh dunia. Bahkan, sebagaimana diberitakan oleh majalah Der Spiegel, Badan Keamanan Nasional Amerika, NSA, juga memonitor jutaan telepon yang dilakukan warga Jerman dan Prancis. Gedung Putih sendiri tidak menyangkal secara tegas praktik penyadapan. Sebelum ini, sejumlah kawat diplomatik termasuk kawat diplomatik dari Kedubes dan Konsul AS di Jakarta, juga di berbagai ibukota negara lain yang berisi tentang berbagai informasi tentang negara tuan rumah dibongkar oleh Wikileaks. Hal ini sekali lagi menegaskan bahwa Kedubes AS di manapun sebenarnya memang juga adalah markas intelijen AS di setiap negara tuan rumah. Menariknya, berita itu mengutip bocoran Peta Penyadapan yang dibuat 13 Agustus 2010. Artinya, itu kan ada gedung kedubes yang lama. Lantas bagaimana bila gedung kedubes yang baru selesai dibangun? Iya benar, pemerintah AS sekarang tengah membangun ulang gedung kedubesnya di Jakarta. Kelak, Kedubes AS di Jakarta bakal menjadi Kedubes AS terbesar ketiga setelah di Irak dan Pakistan. Pembangunan gedung yang demikian besar itu menjadi tanda sangat nyata bakal makin kuatnya cengkeraman AS atas Indonesia khususnya, dan kawasan ASEAN pada umumnya, karena makin besar kedutaan sebuah negara tentu menunjukkan makin besarnya tugas pokok dan fungsi kedutaan itu di sebuah negara. Bila di gedung lama yang jauh lebih kecil saja kegiatan penyadapan sudah dilakukan, apalagi kelak di gedung yang lebih besar. Tentu kegiatan spionase seperti itu akan lebih intensif lagi dilakukan. Berdasar fakta itu, sesungguhnya sudah cukup untuk menjadi dasar bagi pemerintah Indonesia untuk menutup Kedubes AS di Jakarta serta mencabut IMB untuk gedung baru. Apa sih bahayanya, bila pembicaraan kepala negara atau pejabat penting lainnya disadap oleh pihak asing? Tentu sangat berbahaya. Kepala negara dan pejabat tinggi negara adalah orangorang yang mendapatkan wewenang penuh untuk menjalankan pemerintahan dan memimpin negara ini. Dan sewajarnya di antara mereka dan di antara lembaga negara terjadi komunikasi. Sebagian komunikasinya tentu bersifat rahasia, atau bahkan sangat rahasia karena mungkin menyangkut hal yang sangat strategis, yang terkait dengan sebuah kebijakan penting atau menyangkut rencana tertentu yang juga sangat penting. Melalui penyadapan, pihak asing menjadi tahu apa yang sedang dipikirkan, direncanakan atau akan dilakukan oleh para pejabat itu, sehingga mereka bisa menelikung, atau membuat rencana tandingan untuk membatalkan atau memengaruhi setiap keputusan strategis yang bakal diambil oleh pemerintah. Tapi Menhan Purnomo Yusgiantoro, empat hari sebelum pemberitaan itu, menyatakan bahwa telekomunikasi Presiden SBY tidak disadap Amerika karena Indonesia punya Lembaga Sandi Negara... Itu pernyataan tidak bernilai apa-apa. Mengapa? Memang betul bahwa Indonesia punya Lembaga Sandi Negara, tapi apa hubungannya dengan jaminan bahwa di negeri ini tidak bakal disadap? Menhan juga tidak menjelaskan bagaimana lembaga tersebut bisa mencegah terjadinya penyadapan. Sementara, fakta yang ada menunjukkan justru perangkat penyadapan itu ada di Kedubes Amerika Serikat di Jakarta. Itu artinya, meski ada Lembaga Sandi Negara, aktifitas penyadapan tetap saja dilakukan. Jangan lagi Indonesia, di negara seperti Jerman yang secara teknologi lebih maju daripada Indonesia saja penyadapan juga terjadi. Bahkan Kanselir Merkel telah disadap oleh AS sejak tahun 2002. Tindakan Menlu Marty Natalegawa yang memanggil Dubes Amerika dan mengajukan nota protes, apakah sudah tepat? Tindakan tersebut tidaklah cukup. Mestinya, lebih daripada itu. Dalam pandangan Islam, Kedubes AS itu wajib ditutup. Kalau ternyata Amerika tidak terbukti menyadap, apakah IMB harus tetap dicabut dan hubungan diplomatik harus tetap diputus? Iya, tetap. Karena terhadap negara semacam ini, tidak boleh ada hubungan diplomatik dalam bentuk apapun, sampai negara ini benar-benar menghentikan penjajahan dan pembunuhannya terhadap umat Islam di manapun. Mengapa? Karena bukan hanya masalah terbukti telah melakukan penyadapan, tapi, yang lebih penting lagi, adalah kenyataan bahwa Amerika Serikat termasuk negara muhariban fi'lan, yakni negara yang secara langsung memerangi dan membunuh umat Islam di berbagai belahan dunia. Tapi kan, AS menyerang dan membunuh rakyat negara lain, lagian Indonesia kan bukan negara Islam? Masalahnya bukan apakah Indonesia negara Islam atau bukan. Yang pokok adalah pada apa yang AS lakukan. Yaitu bahwa yang mereka serang adalah negeri Muslim dan yang mereka bunuh adalah umat Islam. Dalam pandangan Islam, serangan kepada satu negeri Muslim dan pembunuhan terhadap seorang Muslim hakikatnya adalah serangan kepada seluruh umat Islam di seluruh dunia. Oleh karena itu, wajib bagi umat Islam di manapun berada untuk tidak tinggal diam atas tindak permusuhan itu. Memang apa masalahnya, kalau seorang Muslim jadi pejabat lalu berteman baik dengan negara muhariban fi'lan? Kalau mereka, para pejabat itu berteman baik dengan negara muhariban fi'lan lalu tetap membiarkan AS melakukan penyadapan, juga membiarkan pembangunan gedung Kedubes AS, maka itu menjadi bukti bahwa para pejabat pemerintah itu telah tunduk pada tekanan negara imperialis sadis itu. Tindakan semacam itu jelas merupakan bentuk pengkhianatan terhadap Allah dan Rasul-Nya serta pengkhianatan terhadap kaum Muslimin semua. Tindakan seperti ini pasti akan mendapat azab Allah di akhirat kelak. Sementara di dunia, kebijakan seperti ini sama saja menjerumuskan bangsa dan negara ini ke jurang imperialisme yang tentu pasti bakal mencelakakan bangsa dan negara.[]
  10. 10. 10 Media Umat | Edisi 115, 4 - 17 Muharram 1435 H/ 8 - 21 November 2013 Aspirasi Mereka Bicara Penyadapan Hikmahanto Juwana, Pakar Hukum Internasional Bisa Usir Dubes Amerika Hukum internasional tidak mengatur secara khusus masalah penyadapan. Tetapi dalam Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik disebutkan bahwa negara yang diterima di suatu negara itu tidak boleh melakukan tindakantindakan ilegal. Nah, ini kan tindakan ilegal nih, jadi sebenarnya tidak boleh. Tapi sanksi terhadap tindakan tersebut tidak ditulis. Jadi ini tergantung negara yang menjadi korban, apa yang mau dia lakukan begitu. Nota protes, di dunia diplomasi itu sebenarnya sudah keras. Pemerintah Indonesia kan minta penjelasan. Tergantung nanti apakah penjelasannya memuaskan atau tidak memuaskan. Kalau misalnya tidak memuaskan, pemerintah Indonesia bisa saja mengusir beberapa staf diplomatik Kedutaan Besar Amerika di Jakarta. Namanya persona non grata. Pemberian sanksi berupa persona non grata pernah dilakukan pemerintah Venezuela kepada sejumlah diplomat. Jadi, bisa saja bila pemerintah Indonesia, masih juga tidak merasa puas dengan mengusir staf diplomat, mengusir juga duta besarnya. Serta mengundang pulang duta besar Indonesia yang berada di Amerika. Jadi masih banyak cara dalam dunia diplomasi itu, untuk menunjukkan protes dan memberikan sanksi.[] Zhahir Khan, Mantan Duta Besar Indonesia untuk Belanda Pemerintah Cuma IkutIkutan SBY disadap, sebetulnya bukan hal baru. Jerman, Prancis dan lainnya yang jelas-jelas sekutu Amerika juga disadap, apalagi yang bukan sekutunya. Jadi, itu hal-hal yang sebetulnya sudah diketahuilah itu. Cuma karena sekarang sudah ramai diberitakan, Indonesia ikut-ikutan protes juga. Pemerintah harus proaktif dan menunjukkan sikap yang tegas, jelas, menolak penyadapan itu. Tapi sepertinya, negara kita ini tidak akan sampai melakukan persona non grata, paling maksimal hanya memprotes saja. Padahal bisa saja, kesempatan ini digunakan untuk mengusir duta besar Amerika. Namun, bila melihat perkembangan negara Indonesia dan kebijakannya selama ini, hal ini tidak mungkin dilakukan.[] Amerika, inilah yang bikin paranoid. Bagi aktivis Muslim memang harus lebih berhati-hati dan waspada namun tidak surut langkah dan tetap istiqamah berjuang menegakkan syariat Islam wa makaru makarralllah wallahu khairul makirin. Pemerintah kita kan "jongos" Amerika, sudah tentu tidak berani memprotes lebih keras kecuali hanya sekadar "kepantasan diplomatik". Pemerintah seperti tidak layak dan pantas memimpin umat. Harus segera diganti dan diubah dengan sistem Islam, agar umat tidak semakin terpuruk dan perlawanan harus segera dimulai.[] Muhajir Effendi, Pengamat Militer Political Bargain Kita Powerless Praktik penyadapan semacam ini termasuk tindakan ilegal dan bisa dikategorikan sebagai international cyber crime. Tuduhan serendah-rendahnya, untuk tindakan itu adalah melanggar etika diplomasi. Kecuali yang menjadi sasaran adalah pejabat negara musuh dan dalam keadaan perang. Tentu tindakan itu dapat dikategorikan melanggar kedaulatan negara. Sikap pemerintah seharusnya lebih dari sekadar protes. Masalahnya, adakah kemampuan kita untuk melakukan itu? Pelanggaran kedaulatan yang lebih parah dari itu saja kita tidak berdaya. Misalnya pelanggaran laut oleh kapal-kapal selam dan pelanggaran wilayah udara oleh pesawat tempur siluman negara lain yang selama ini tidak terendus oleh kemampuan radar yang kita punya. Apalagi ini yang menyadap negara Amerika Serikat, negara yang paling dominan dan hegemonik. Paling ia hanya melakukan sebatas meminta maaf saja. Sedang Bush yang melakukan kejahatan perang di Irak saja dibiarkan bebas. Jadi ini masalahnya teknologi maupun political bargain kita powerless. Makanya menurut saya ada langkah yang cukup tepat yang dilakukan Kemenhan yaitu melengkapi BAIS dengan teknologi anti sadap. Hanya sayang alat itu dibeli dari perusahaan Inggris, tidak dibikin sendiri. Artinya kunci rahasia teknologi itu tetap di tangan orang lain. Tidak bisa dijamin berfungsi 100 persen. Dan jangan sampai disalahgunakan, misalnya digunakan untuk menghindari penyadapan oleh KPK sehingga kalau ada korupsi di lingkungan Kemenhan bisa tidak terendus.[] joy Son Hadi, Jubir Jamaah Ansharu Tauhid Mahendradatta, Ketua Presidium TPM Jongos Mana Berani Lawan Tuannya? Penguasa Dikontrol Amerika Tindakan penyadapan itu menjelaskan bahwa Amerika berupaya menjadi polisi dunia sekaligus menunjukkan mereka terkena penyakit paranoid akut akibat hegemoni yang mereka lakukan atas negeri-negeri Islam. Jelas efek dari hegemoni yang mereka lakukan membangkitkan semangat perlawanan global terhadap Permerintah bukan saja membiarkan tapi tidak mampu, protes tidak didengar. Kita berada di posisi yang sangat rendah dengan Amerika itu. Itu karena kita selalu membiarkan pemimpin-pemimpin yang memiliki kedekatan Amerika dan dikontrol Amerika. Rakyat harus punya pemimpin yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi menghadapi Amerika, kalau menurut saya hal seperti ini bukan lagi suatu hal yang aneh. Indonesia mau apa? Mau protes tidak didengar. Amerika pada dasarnya menguasai jaringan, selama kita menggunakan komunikasi teknologi modern pasti kena sama mereka. Bukan saya pesimis, kita sudah dikuasai, harusnya kita ganti sistem, kita juga harus cerdas dalam komunikasi ini. Kita realistis saja. Ganti sistem komunikasi kita yang tidak tersistem dengan sistem komunikasi sendiri. Harusnya kita juga menutup diplomasi kepada Amerika, harus ada perubahan besar di negeri ini.[] Yahya Abdurrahman, Ketua Lajnah Siyasiyah DPP HTI Pemerintah RI Patuh ke Siapa? Ini juga menjadi bukti bahwa apa yang diingatkan HT benar adanya. Tanggapan pihak dalam negeri yang menganggap ini hal biasa. Padahal ini ada kaitannya rahasia negara, wong yang sadap bukan orang biasa, yang disadapkan sampai presiden orang tertinggi. Ini menunjukkan bahwa Amerika selalu memposisikan negara mana pun termasuk yang dianggap negara sahabatnya itu tidak dipercaya secara penuh. Harus disadap yang sifatnya rahasia. Dari pelajaran yang ada ini, kapan saja Amerika mencampakkan orang-orang yang selama ini jadi anteknya. Penyadaban ini juga membuktikan kalau Amerika itu negara penjajah. Anehnya pemerintah tidak menganggap kejadian itu sebagai bahaya dan serius. Itu maknanya tidak ada rahasia bagi Amerika di negera ini. Tapi terhadap rakyatnye pemerintah sangat rahasia. Ini membuktikan pemerintah patuh sama siapa? Patut dipertanyakan nasionalismenya dan cintanya dia pada tanah air?[] Mahfud Siddiq, Ketua Komisi I DPR RI Dukung Resolusi Eropa Dengan sejumlah kasus terbongkarnya penyadapan yang dilakukan pemerintah Amerika di beberapa negara lain, maka bisa dipastikan bahwa hal yang sama juga dilakukan Amerika di Indonesia. Karena kepentingan besar Amerika di Indonesia, dan pentingnya Indonesia bagi Amerika. Terbongkarnya kasus ini merupakan suatu yang sangat memalukan bagi Amerika dan wajar jika negara-negara yang menjadi obyek penyadaban ini bereaksi keras, walau memang pemerintah Indonesia relatif masih tenang. Ya mungkin persoalan bukti saja, karena ini masih laporan dari media saja. Tapi tentu saja Indonesia harus memberikan warning yang kuat karena dipastikan penyadaban ini bisa mengganggu kepentingan nasional. Kalau betul-betul terbukti, reaksi keras Indonesia harus ditunjukkan salah satunya dengan mendukung petisi atau resolusi yang dilakukan negara Eropa untuk menekan Amerika.[] fatih-joy
  11. 11. Media Umat | Edisi 115, 4 - 17 Muharram 1435 H/ 8 - 21 November 2013 Telaah Wahyu 11 Menyikapi Orang-orang yang Melecehkan Islam dan Ancaman terhadap Pelakunya Oleh: Rokhmat S Labib, MEI Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan sendagurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Alquran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak (pula) pemberi syafaat selain daripada Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusan pun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka, disebabkan perbuatan mereka sendiri. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan adzab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu (TQS al-An’am [6]: 70). D alam bergaul dengan sesama manusia, seorang Mukmin bisa bertemu dengan banyak tipe dan sifat manusia yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut mengharuskan perbedaan pula dalam menyikapinya. Menghadapi orang yang taat dan berpegang teguh dengan Islan, adalah perintah untuk meninggalkan orang-orang yang menjadikan dînahum (agama mereka) sebagai la'ib[an] (main-main) dan lahw[an] (senda guru). Yang dimaksud dengan dînahum, sebagaimana diterangkan al-Khazin, al-Alusi, dan para mufassir, adalah Islam. Dikatakan agama mereka karena Islam merupakan agama yang diperin- Ilustrasi tentu berbeda dengan menghadapi orang suka melecehkan Islam dan menjadikannya sebagai bahan ejekan dan olokolokan. Perkara inilah di antara yang dijelaskan oleh ayat ini. Umat Islam diberikan tuntunan bagaimana menghadapi orangorang yang melecehkan Islam. Menyikapi Orang yang Mempermainkan Agama Allah SWT berfirman: Wa dzar al-ladzîna [i]ttakhadzû dînahum la'ib[an] wa lahw[an] (dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda-gurau). Khithâb atau seruan ayat ini ditujukan kepada Rasulullah SAW. Seruan itu berlaku juga untuk seluruh umatnya. Isi seruannya tahkan dan dibebankan atas mereka. Sedangkan menjadikan Islam sebagai 'la'ib[an] dan lahw[an], menurut al-Qurthubi adalah istihzâ[an] (mengolok-olok) terhadap agama tersebut. Tak jauh berbeda, al-Khazin juga memaknainya sebagai perbuatan yang meremehkan dan menjadikannya sebagai bahan tertawaan. Di samping itu, mereka juga: Wa gharrathum al-hayât aldun-yâ (dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia). Menurut al-Alusi, kehidupan dunia telah menipu dan membuat mereka tamak hingga mereka mengingkari hari kebangkitan dan menganggap tidak ada kehidupan setelah kehidupan dunia; dan mereka menertawakan ayat-ayat Allah SWT. Menurut al-Syaukani, mereka lebih mengutamakan dunia dari akhirat, dan mengingkari hari kebangkitan. Dan mereka mengatakan sebagaimana disitir Allah SWT dalam firman-Nya: Kehidupan itu tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, kita mati dan kita hidup dan sekali-kali tidak akan dibangkitkan lagi (TQS al-Muminun [23]: 37). Sikap yang diperintahkan kepada Rasulullah SAW dan umatnya dalam menghadapi mereka adalah tinggalkan mereka! Dijelaskan Fakhruddin al-Razi, yang dimaksud dengan meninggalkan mereka adalah berpaling dari mereka dan tidak menjalin persahabatan dengan mereka. Bukan meninggalkan dalam hal pemberian peringatan. Sebab, memberikan peringatan diperintahkan dalam kalimat selanjutnya: Wa dzakkir bihi an tubsala nafs[un] bimâ kasabat (peringatkanlah [mereka] dengan Alquran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri). Menurut al-Thabari, Ibnu Katsir, al-Sa'di, dan lain-lain, ayat ini berarti: Peringatkanlah mereka dengan Alquran. Mereka diperingatkan agar tidak terjerumus ke dalam neraka akibat perbuatan yang dilakukan. Perintah memberikan peringatan dengan Alquran juga disebutkan dalam firman-Nya: Maka beri peringatanlah dengan Alquran orang yang takut kepada ancaman-Ku (TQS Qaf [50]: 45). Bisa juga diingat dengan hari perhitungan, sebagaimana dikatakan alSyaukani. Selain meninggalkan mereka, umat Islam juga dilarang menjadikan mereka sebagai pemimpin. Allah SWT berfirman: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi Kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orangorang musyrik) (TQS al-maidah [5]: 57). Hukuman Setelah memerintahkan Rasulullah SAW dan umatnya berpaling dan memberikan peringatan kepada mereka, kemudian Allah SWT mengancam mereka dengan firman-Nya: Laysa lahâ min dûnil-Lâh waliyy[un] wa lâ syafî' (tidak akan ada baginya pelindung dan tidak [pula] pemberi syafa`at selain dari- pada Allah). Pengertian waliyy di sini adalah nâshir (penolong, pelindung). Sedangkan syafî' adalah yang mencegah dari azab. Demikian menurut al-Zuhaili dalam tafsirnya, al-Munîr. Sehingga, sebagaimana diterangkan alSamarqandi, ketika terjatuh dalam azab, maka jiwa tersebut tidak memiliki pelindung yang melindungnya dari azab, dan tidak memiliki pemberi syafaat yang memberikan syafaat kepadanya. Ini sebagaimana firman Allah SWT: Sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafaat (TQS al-Baqarah [2]: 254). Ditegaskan pula: Wa in ta'dil kulla 'ad-l lâ yu'khadzu minhâ (dan jika ia menebus dengan segala macam tebusan pun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya). Menurut al-Syaukani, pengertian al-'ad-l adalah alfidyah (tebusan). Sehingga ayat ini menegaskan bahwa sekalipun mereka menebus dengan segala tebusan, maka tebusan itu tidak akan diterima hingga dapat menyelamatkan mereka dari azab. Ini sebagaimana firman Allah SWT: Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang di antara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu (TQS Ali Imran [3]: 91). Kemudian Allah SWT memberitakan balasan yang akan mereka terima di akhirat dengan firman-Nya: Ulâika al-ladzîna ubsilu bimâ kasabû (mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka, disebabkan perbuatan mereka sendiri). Mereka telah menjerumuskan diri mereka ke dalam neraka. Ditegaskan bahwa azab harus diterima karena ulah perbuatan mereka sendiri. Kata al-ibsâl berarti seseorang menjerumuskan dirinya kepada kehancuran. Demikian penjelasan al-Syaukani. Kemudian digambarkan sebagian azab yang menimpa mereka: Lahum syarâb min hamîm (bagi mereka [disediakan] minuman dari air yang sedang mendidih). Hamîm adalah air panas yang telah mencapai puncaknya. Itulah minuman yang harus diminum. Minuman itu tidak menghilangkan rasa dahaga. Sebaliknya, justru semakin membuat mereka makin menderita. Tentang dahsyatnya siksa Ikhtisar: 1. Sikap terhadap orang-orang yang menjadikan Islam sebagai bahan ejekan dan olok-olokan adalah meninggalkan mereka dan memberikan peringatan dengan Alquran. 2. Orang-orang yang menjadikan Alquran sebagai bahan ejekan dan olokolokan berarti telah menjerumuskan diri mereka ke dalam neraka. minuman tersebut, Allah SWT berfirman: Dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya. (TQS Muhammad [47]: 15). Air mendidih itu bukan hanya diminumkan kepada mereka, namun juga disiramkan ke kepala mereka. Allah SWT berfirman: Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka (TQS al-Hajj [22]: 19). Ayat ini ditutup dengan firman-Nya: Wa 'adzâb alîm bimâ kânû yakfurûn (dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu). Ditegaskan lagi bahwa azab pedih yang harus mereka terima akibat kekafiran yang mereka lakukan. Ancaman kepada mereka juga disebutkan dalam firman-Nya: Mereka (penghuni surga) menjawab: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya (air dan makanan) itu atas orangorang kafir, (yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka". Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayatayat Kami (TQS al-A'raf [7]: 50-51). Demikianlah sikap yang harus dilakukan terhadap orangorang yang menjadikan Islam sebagai bahan ejekan dan olokolokan. Mereka harus ditinggalkan dalam pergaulan kehidupan. Juga tidak diperbolehkan dijadikan sebagai pemimpin. Yang diperintahkan dilakukan terhadap mereka adalah memberikan peringatan. Apabila mereka tetap bersikeras dengan sikapnya, maka siksa dahsyat yang bakal mereka terima di akhirat kelak. Tidak ada seorang pun yang bisa menolong dan melindunginya. Juga tidak ada seorang pun yang bisa memberikan syafaat. Maka mereka harus menderita sepanjang masa. Semoga kita tidak termasuk di dalamnya. Wal-Lâh a'lam bi al-shawâb.[]
  12. 12. 12 Media Umat | Edisi 115, 4 - 17 Muharram 1435 H/ 8 - 21 November 2013 Media Daerah Bila IMB gedung yang baru tidak dicabut dan hubungan diplomatik tidak diputus, itu juga menjadi bukti bahwa pemerintah telah tunduk pada tekanan negara imperialis sadis itu. H izbut Tahrir Indonesia (HTI) tak henti-henti menentang keras pembangunan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta sejak rencana renovasi itu muncul. Partai politik Islam internasional itu menilai, Kedubes AS bukanlah sembarang gedung tapi menjadi markas intelijen. Sinyalemen HTI ini kini terbukti. Sebagaimana yang dilansir Sydney Morning Herald, Amerika Serikat menempatkan fasilitas penyadapan di gedung tersebut Spionase AS Protes HTI Terbukti guna menyadap pembicaraan para pejabat Indonesia termasuk rakyatnya. Maka, Jumat (1/1/13) massa HTI kembali menggelar aksi protes di depan Kedubes AS di Jl Medan Merdeka Selatan itu. HTI menuntut pembangunan gedung itu dihentikan dan pengusiran Amerika dari Indonesia. “Informasi bahwa gedung Kedubes Amerika Serikat di Jakarta memiliki fasilitas penyadapan menunjukkan bahwa protes Hizbut Tahrir selama ini bukanlah omong kosong,” ujar Jubir HTI Ismail Yusanto saat orasi. HTI pun mendesak agar pemerintah mencabut IMB Kedubes Amerika. “Tindakan ini harus dilakukan sebagai bukti bahwa pemerintah Indonesia memang benar-benar menjaga keamanan dan kedaulatan negeri ini,” tegasnya . Bila IMB gedung yang baru tidak dicabut dan hubungan diplomatik tidak diputus, lanjutnya, itu juga menjadi bukti bahwa pemerintah telah tunduk pada tekanan negara imperialis sadis itu. Menurut Ismail, rencana pemerintah yang hanya akan memanggil Dubes AS dan mengirim nota protes terkait bocornya peta fasilitas penyadapan Kedubes AS di 90 negara termasuk di Indonesia, tidaklah cukup. Dalam aksi yang dihadiri oleh ratusan massa itu, tampak backdrop yang bertuliskan: “Bangun Kedubes=Bangun Markas Spionase. Hentikan!! Tutup Kedubes AS, Markas Intelijen Amerika. Amerika Muhariban Fi'lan, Penjajah Negeri Muslim, Usir Diplomat AS!” Ismail menjelaskan, gedung Kedubes AS pasti bakal menjadi sarana untuk makin mengokohkan penjajahan AS atas negeri ini seperti yang selama ini telah berjalan, khususnya di lapangan politik dan ekonomi. “Dan setiap bentuk penjajahan pasti akan merugikan rakyat dan negara Indonesia,” terangnya. Ismail pun menyerukan kepada umat Islam di Indonesia agar bergerak bersama-sama menolak pembangunan gedung Kedubes AS sebagai bentuk pe- nolakan terhadap segala bentuk kemungkaran, dan pembelaan terhadap kedaulatan negeri Muslim. “Kepada umat harus sungguh-sungguh, saling bahu membahu, berjuang bersama-sama bagi tegaknya kembali syariah dan khilafah. Yakinlah, hanya dalam naungan daulah Khilafah saja kerahmatan Islam yang telah dijanjikan oleh Allah SWT itu benar-benar akan terwujud, dan perlindungan terhadap harkat dan martabat umat serta kedaulatan negeri Muslim, termasuk Indonesia, juga bisa dilakukan dengan nyata,” terangnya. Sementara itu, Ketua DPP HTI, Rokhmat S Labib menyatakan, kesalahan terbesar pemerintah dan umat adalah tidak mengetahui siapa musuh dan siapa kawannya. Amerika yang jelas telah membantai kaum Muslimin harusnya diposisikan sebagai musuh, bukan kawan. “Jika kita bersikap tegas maka, jelas Amerika telah menjadi musuh kita, dan patutnya Kedutaan Besar Amerika harus ditutup dan diusir dari Indonesia,” pungkasnya.[] joy/fatih Kampanye Kembangkitan Pemuda Pemuda Menggugat Demokrasi! Demokrasi membajak pemuda dengan menjauhkan pemuda dari peran besarnya sebagai agen perubahan. M omentum kebangkitan pemuda bulan Oktober identik dengan peran besar pemuda dalam proses perjalanan bangsa. Krisis multidimensi membuat masyarakat semakin sulit, Indonesia sampai saat ini belum bangkit. Ketua Lajnah Khusus Mahasiswa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPD Kota Bandung, Ipank Fatin Abdullah, menyoroti mekanisme demokrasi di negeri ini yang justru tidak memihak kepada rakyat, malah penampuk kekuasaan memperkaya diri sendiri. "Tidak memihak rakyat malah memperkaya pemilik modal swasta maupun asing," ujarnya dalam Kampanye Kebangkitan Pemuda 2013, Ahad (27/10) di Gedung Merdeka, Asia Afrika, Bandung. Kehidupan liberal demokrasi juga, menurut Ipank, membuat pemuda kehilangan integritasnya dengan menjadi pemuda individualis, hedonis dan tak acuh terhadap lingkungan sekitar. "Ini membuat potensi pemuda menjadi mandul," paparnya. Maka dari itu, para pemuda baik pelajar dan mahasiswa menyatakan menolak demokrasi dalam setiap aspek kehidupan. "Demokrasi membajak pemuda dengan menjauhkan pemuda dari peran besarnya sebagai agen perubahan," serunya. Muhammad Irsyad Mu'tashim Billah, pelajar SMP Khoiru Ummah Tanjungsari Sumedang dalam orasinya menuturkan, terjebaknya kalangan pelajar dengan kehidupan yang liberal akibat diterapkannya sistem demokrasi. “Pelajar jangan terjebak, sudah saatnya kita ikut berjuang memperjuangkan tegaknya kembali khilafah,” ucapnya tegas. Diskusi Intelektual Sehari sebelum aksi Kampanye terbuka, Lajnah Khusus Mahasiwa HTI menggelar Islamic Intelektual (IIM) Meeting, Sabtu (26/10) di Kampus STIMIK AMIK Bandung. Ruston Firmansyah, Aktivis Badan Kordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Jawa Barat, mengatakan antara demokrasi dan Islam, tidak bisa disamakan walaupun dari keduanya ada istilah yang “sama”. “Banyak orang yang menganggap sama antara demokrasi dengan Islam, bahkan menyebutkan demokrasi bagian dari Islam karena sama-sama memiliki konsep musyawarah. Padahal jika kita pelajari lebih dalam, ternyata latar belakang dan landasan keduanya sangat berbeda,” ujarnya di hadapan ratusan peserta dari berbagai kampus di Bandung. Menurutnya BKLDK memiliki Proyek Kampus Bersih dari Miras, Narkoba dan Fenomena 'Ayam Kampus' yang merupakan produk dari demokrasi. Dari proyek ini diharapkan LDK-LDK seBandung Raya dapat menjadikan Islam sebagai solusi atas permasalahan ini. Hal senada ditegaskan Rezaldi Harisman, aktivis GEMA Pembebasan Jawa Barat. Menurutnya, demokrasi itu manis di kata pahit dirasa. Karena, banyak orang slogan-slogan yang ditawarkan demokrasi sangat menyentuh hati, namun pada faktanya masyarakat banyak mengalami kesengsaraan ketika diterapkan demokrasi. “Dalam demokrasi suara mayoritas menjadi legitimasi hukum, namun pada faktanya justru kebalikannya. Pemerintah bersikeras menaikkan harga BBM, padahal saat yang sama mayoritas rakyat Indonesia baik di kota maupun desa menolak kebijakan ini,” pungkasnya.[] fatih mujahid
  13. 13. Media Umat | Edisi 115, 4 - 17 Muharram 1435 H/ 8 - 21 November 2013 Media Daerah 13 Restui Pembangunan Kawasan Kristen Walikota Padang Khianati Umat Islam James Tjahaya Riady adalah salah satu tokoh misionaris, murid dari pendeta garis keras di Amerika Pat Robertson. K alangan Kristen terus merangsek ke tengah-tengah kaum Muslim dengan kemampuan finansialnya. Setelah Palembang, kelompok Lippo Group kini menyasar Padang, Sumatera Barat. Mereka akan membangun Super Blok Lippo Group yang terdiri dari Hotel, Mal, Sekolah Kristen dan Rumah Sakit Siloam. Rencana ini langsung ditolak oleh sejumlah ormas Islam di Sumatera Barat. Pembangunan gedung Lippo Group pimpinan James Tjahaya Riady ini disinyalir akan menjadi pusat berkembangnya misionaris dan kristenisasi. Humas DPD I Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sumatera Barat, Rikwan Hadi menyatakan, ada maksud terselubung di balik pembangunan. Ia menduga kuat ada misi kristenisasi di balik rencana tersebut. Tujuannya tidak lain untuk merusak akidah umat Islam Sumatera Barat yang di- kenal religius. “Kita tegas menolak pembangunan ini,” tuturnya kepada Media Umat. Sedangkan, Edi Safri Sekretaris MUI Sumbar menyatakan geram dengan tindakan Walikota Padang Fauzi Bahar yang ingkar janji terhadap masyarakat untuk menghalangi proses pembangunan ini. Karena seharusnya, menurut Edi, seorang pemimpin (umara) harus mendengarkan nasihat ulama. Pihaknya berharap, peletakan batu pertama yang dilaksanakan agar menjadi peletakan batu terakhir. “Ini akan membawa bencana jika dilanjutkan, disebabkan masing-masing pihak merasa kukuh ingin memperjuangkan,” tegasnya. Ketua Bidang Fatwa MUI Sumbar, Gusrizal Gazahar menyatakan, Walikota Padang yang ingkar janji telah membuat kecewa umat Islam. Ke depan jika terjadi sesuatu hal MUI pun tak dapat menahan, jika ada beberapa ormas yang memaksa ingin melakukan kekerasan. Karena Fauzi dianggap tidak memedulikan nasihat dari MUI. “Karena ingkar janjinya Fauzi telah membuat tokoh-tokoh ormas merasa dipermainkan,” ungkapnya. Sedangkan, Ketua Paga Nagari, Ibnu Aqil D Ghani menegaskan, jika RS Siloam beserta bangunan Super Blok Lippo Group dilanjutkan, maka dia bersama aktivis ormas lainnya akan siap mati berjihad. Pihaknya siap menentang sampai terjadi pertumpahan darah. “Saya bersama aktivis ormas lainnya akan siap mati (jihad). Karena ini merupakan perjuangan untuk menyelamatkan adat basandi syara', syara' basandi kitabullah,“ tegasnya. Terkait hal penolakan ini, Budi Iman dari Kesbangpol Provinsi Sumbar menyatakan, pihaknya berharap agar terjadi upaya damai terkait pro kontra pem- bangunan RS Siloam. Karena mufakat lebih baik dibandingkan jika terjadi kekerasan. Ia mengaku, pihaknya telah memperingatkan Pemko Padang, supaya dapat menahan hal yang tidak diinginkan. Ia berharap, kedua belah pihak, baik ormas Islam maupun Pemko Padang agar tidak memancing situasi yang menimbulkan pertumpahan darah. “Sesuai mediasi di Polda Sumbar, Fauzi memang berjanji akan mendatangkan James T Riady. Tapi saat ini, Fauzi mengonfirmasi agar para aktivis ormas Islam yang pergi ke Jakarta membicarakan bersama tim James T Riady” jelasnya. Owner Lippo Group James Tjahaya Riady adalah salah satu tokoh misionaris, murid dari pendeta garis keras di Amerika Pat Robertson. James T Riady pun dikukuhkan sebagai pengkhabar Injil bangsa Asia khususnya Indonesia.[] fatih mujahid Penutupan Lokalisasi Dolly Perlu Ketegasan Penguasa! Sepatutnya pemerintah daerah lainnya pun bertindak tegas untuk menutup tempat-tempat maksiat. Gang Dolly K alau ada yang bertanya di mana lokalisasi pelacuran terbesar di Asia Tenggara, jawabannya Gang Dolly! Di tengah masyarakat Jawa Timur yang relijius, ternyata berdiri kokoh kompleks perzinaan. Suatu yang tak dapat dibanggakan sama sekali oleh mereka yang mengaku Muslim. Anehnya, lokasi yang berada di daerah Jarak, Pasar Kembang, Kota Surabaya tak pernah terusik selama puluhan tahun. Gubernur Soekarwo pernah berencana menutup kawasan prostitusi ini, lima tahun tidak berhasil. Namun, rupanya Walikota Surabaya Tri Rismaharini punya tekad menutup lokalisasi Gang Dolly. Tak perlu lama-lama. Targetnya tahun ini. Prosesnya tinggal menunggu ganti rugi dari pemerintah pusat dan pemprov Jatim yang akan diberikan kepada para pelacur yang sekarang namanya sering diperindah menjadi PSK (Pekeja Seks Komersial) dan mucikari. Muh Usman, Humas DPD Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Timur, menilai sulitnya menutup lokalisasi Dolly ini dikarenakan perlawanan terhadap orang-orang yang mendapatkan keuntungan dari kawasan mak- siat ini termaksud mafia lokalisasi Dolly. “Mereka yang diuntungkan dan akan paling resisten terhadap penutupan seperti para mucikari, preman dan centeng wisma, penjaga parkir, pejual makanan yang semuanya dikoordindir oleh mafia lokalisasi,” ungkapnya kepada Media Umat. Menurut Usman; sistem kapitalisme telah menjadi biang keladi munculnya berbagai kerusakan masyarakat, termasuk menyuburkan kejahatan seksual. Sedangkan, sistem ekonomi kapitalis telah menyebabkan kemiskinan merajalela, juga mendorong kaum perempuan bekerja menghalalkan segala cara demi meraih materi. “Hingga tindak kejahatan pun di lokalisasi, biar dianggap legal,” katanya. Usman menghargai keseriusan Walikota Surabaya untuk menutup lokalisasi Dolly, dan sepatutnya pemerintah daerah lainnya pun bertindak tegas untuk menutup tempat-tempat maksiat. “Secara bertahap lokalisasi Kremil dan Tambakasri sudah ditutup pada 28 Mei lalu. Menyusul penutupan lokalisasi Klalahkrejo (233 WTS, 71 mucikari) di Kecamatan Benowo tanggal 26 Agustus lalu, meskipun diwarnai demo penolakan dengan perusakan. Walikota tidak gentar. Menyusul lokalisasi Sememi sebentar lagi. Untuk Dolly dan Jarak bahkan Pemkot siap membeli wismawisma pelacuran,” terangnya. Namun, kata Usman, solusi penutupan tidak cukup kalau tidak diringi dengan solusi teknis (pembinaan ketrampilan, pemberian modal), serta sanksi yang tegas terhadap tindak kemaksiatan tersebut. “Terutama adalah pembinaan mental peningkatan ketakwaan dengan memberikan pemahaman bahwa melacur adalah dosa besar yang pelakunya dapat dirajam dalam sistem peradilan Islam nantinya,” imbuhnya. Yang harus dimiliki untuk menutup lokalisasi pelacuran, menurut Usman, adalah keinginan politik (goodwill) seorang pemimpin. Ditambah dengan kemampuan mengkomunikasi- kan kepada masyarakat, media, dan semua elemen masyarakat. “Jika penutupan pelacuran didasari akidah Islam, maka akan mejadi amal shalih bagi pelakunya,” terangnya. Ia mengingatkan, kepala negara atau kepala daerah yang belum melakukan pelarangan perzinaan dan pelacuran di wilayahnya, maka takutlah bahwa dia akan ikut menanggung dosa setiap perbuatan zina atau melacur warganya. “Berapa orang yang melacur, berapa kali melacur terjadi maka dia menjadi ikut berdosa, karena ketika dia berkuasa memiliki kesempatan mencegah dan melarangnya tapi tidak dia lakukan,” jelasnya Dan solusi tuntasnya, ungkap Usman, adalah penerapan syariah Islam kaaffah dalam naungan daulah Khilafah Islamiyah, maka kekejian pelacuran dan perzinaan akan dapat diminimalisir bahkan dieliminir.[] rif'an/fatih
  14. 14. 14 Media Umat | Edisi 115, 4 - 17 Muharram 1435 H/ 8 - 21 November 2013 Ekonomi Andai saja pemerintah mau berusaha, tak perlu rakyat yang terbebani. R apat paripurna DPR RI akhirnya menyetujui Rancangan UndangUndang APBN 2014 untuk disahkan menjadi undang-undang, akhir Oktober lalu. Asumsi makro APBN 2014 yang telah disepakati antara lain pertumbuhan ekonomi 6,0 persen, laju inflasi 5,5 persen, nilai tukar rupiah Rp 10.500 per dolar AS, dan tingkat bunga Surat Perbendaharaan Negera (SPN) 3 bulan 5,5 persen. Kemudian, harga ICP minyak 105 dolar AS per barel, lifting minyak 870 ribu barel per hari, serta lifting gas 1.240 ribu barel per hari setara minyak. Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan seluruh asumsi makro untuk APBN 2014, terutama pertumbuhan ekonomi enam persen, telah mempertimbangkan kondisi perekonomian global yang diperkirakan masih bergejolak tahun depan. Dalam APBN 2014, pendapatan negara disepakati sebesar Rp 1.667,1 trilyun dan belanja negara senilai Rp 1.842,5 trilyun dengan defisit anggaran tercatat APBN 2014 Peras Rakyat sebesar Rp 175,4 trilyun atau 1,69 persen terhadap PDB. Sumber pembiayaan defisit anggaran tersebut berasal dari pembiayaan utang sebesar Rp 185,1 trilyun serta pembiayaan non utang sebesar negatif Rp 9,7 trilyun. Dari pendapatan negara, penerimaan perpajakan ditargetkan sebesar Rp 1.280,4 trilyun, dengan penerimaan pajak penghasilan ditetapkan senilai Rp 586,3 trilyun, penerimaan PPN sebesar Rp 493 trilyun dan cukai Rp 116,2 trilyun. Selain itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ditetapkan sebesar Rp 385,3 trilyun yang diantaranya berasal dari penerimaan sumber daya alam Rp 226 trilyun, pendapatan laba BUMN Rp 40 trilyun dan PNBP lainnya Rp 94 trilyun. Sedangkan dari belanja negara, pagu belanja pemerintah untuk tahun anggaran 2014 disepakati sebesar Rp 1.249,9 trilyun (70 persen) dan transfer ke daerah senilai Rp 592,5 trilyun (30 persen). Belanja pemerintah pusat terdiri atas belanja pegawai yang ditetapkan sebesar Rp 263,9 trilyun, belanja barang senilai Rp 201,8 trilyun, belanja modal Rp 205,8 trilyun serta pembayaran bunga utang Rp 121,2 trilyun. Kemudian, belanja subsidi energi disepakati sebesar Rp 282,1 trilyun yang terdiri atas subsidi BBM Rp 210,7 trilyun dan subsidi listrik Rp 71,4 trilyun dengan kuota BBM bersubsidi ditetapkan sebesar 48 juta kiloliter. Bebani Rakyat Menariknya, pendapatan terbesar untuk pembelanjaan negara ini didapatkan dari pajak yakni sebesar 84 persen. Jumlah ini meningkat dibandingkan pendapatan pajak pada 2010 sebesar 78 persen. Dapat diduga, pemerintah akan mencari jalan untuk 'memeras' rakyat agar mau membayar pajak. Direktur Jenderal Pajak, Fuad Rahmany mengatakan akan melakukan upaya ekstensifikasi dan intensifikasi sebagai upaya untuk mengejar penerimaan pajak yang ditargetkan itu. "Kita intinya pada kepatuhan. Kepatuhan kita lihat dari yang sudah membayar pajak tapi belum sebagaimana mestinya, kita kejar lewat program intensifikasi, dan yang belum membayar pajak sama sekali, itu kita kejar lewat program ekstensifikasi," ujarnya. Pemerhati masalah sosial Sumatera Utara, Irwan Daulay seperti dikutip Waspada Online, mengatakan, rakyatlah yang harus berjuang keras untuk memenuhi target APBN tersebut adalah usaha keras rakyat yang ditagih dari kewajibannya membayar pajak. Di sisi lain alokasi belanja ternyata lebih banyak untuk kementerian dan lembaga di pemerintah pusat. Sementara transfer ke daerah hanya 30 persen saja. Yang menyedihkan adalah alokasi APBN untuk membayar bunga utang. Jumlah yang harus dibayar sebesar Rp 121,2 trilyun. Padahal, bunga itu haram. Uang sebesar itu seharusnya bisa digunakan untuk kebutuhan rakyat. Anehnya, pemerintah tak mau berusaha meningkatkan pendapatan dari kekayaan alam yang ada. Pemerintah lebih senang utang. Pemerintah pusat pada tahun 2014 berencana utang sebanyak Rp 345 trilyun. Senilai Rp 205 triliun ditarik melalui penerbitan surat berharga negara guna menutup defisit fiskal tahun 2014. Sisanya sekitar Rp 140 trilyun adalah utang untuk melunasi utang yang jatuh tempo. Inilah gali lubang tutup lubang. Padahal, kata Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad, seharusnya pemerintah bisa mendapatkan pendapatan dari royalti dan pajak dari sektor pertambangan, minyak dan gas, batubara, dan nikel. Ia memperkirakan, kerugian keuangan negara hingga Rp 7.200 trilyun setiap tahun. Jika ditotal, pajak dan royalti yang harus dibayarkan dari blok migas, batubara, dan nikel, di setiap tahunnya, kata Samad, dapat mencapai Rp 20.000 trilyun. Belum termasuk tambang emas dan tembaga, karena kedua jenis tambang itu tak disebutnya. "Bila dibagi ke seluruh rakyat, maka pendapatan rakyat Indonesia per bulan bisa mencapai Rp 20 juta," ujarnya. Inilah negara pemalak rakyat. [] emje Bisnis Syariah Heru Binawan DPP HTI Al Bay' (Jual Beli) dan Istishna' M anusia Allah SWT ciptakan lengkap dengan segala potensi untuk menopang hidupnya termasuk keinginan memiliki harta, karena harta salah satu sebab yang bisa mendatangkan kemashlahatan bagi manusia. Miskin atau kayanya seseorang tidak akan menghilangkan perasaan cinta harta (hubbud tamaluk) ini, karena perasaan tersebut suatu yang fitri yang muncul dari naluri mempertahankan hidup (gharizah baqa'). Ketika miskin ia tidak ingin terus miskin dan seseorang yang keadaannya sudah tidak miskin alias kaya, ia ingin lebih kaya lagi. Salah sat cara untuk mendapatkan harta tersebut adalah dengan perniagaan atau jual beli. Allah SWT berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memakan harta-harta kalian di antara kalian dengan cara yang batil, kecuali melalui perniagaan yang didasarkan kerelaan di antara kalian” (TQS. An Nisa [4]: 29). Al Bay’ Adapun yang termasuk perniagaan (tijarah) ada 2 macam, yakni pertama adalah perniagaan yang halal disebut jual beli (al bay') dan kedua adalah perniagaan haram yaitu riba. Allah SWT sangat tegas membedakan dua perniagaan ini, bahkan sampai memberikan status kufur atas orang-orang yang mengingkari perbedaan antara jual beli dan riba. Allah SWT berfirman : “Hal itu karena mereka benar-benar telah mengatakan bahwa jual beli itu juga seperti riba” (TQS. Al Baqarah [2] : 275). Dan Allah SWT menegaskan perbedaan antara jual beli dan riba dengan menyatakan halal dan haram. “Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” (TQS Al Baqarah [2] : 275). Jelaslah bagi seorang Muslim termasuk kalangan pengusahanya bila ingin mengembangkan harta tidak boleh mengembangkannya melalui perniagaan (tijarah) haram yakni riba, melainkan harus dengan cara halal yaitu jual beli. Istishna' Istishna' adalah bentuk ism mashdar dari kata dasar istashna'a-yastashni'u. Artinya meminta orang lain untuk membuatkan sesuatu untuknya. Istishna' termasuk dalam jual beli (al bay'). Istishna' adalah pembelian barang dengan pembayaran bertahap sesuai dengan progres pembuatan barang pesanan misalkan dengan memberikan uang muka di depan dan pelunasannya di akhir setelah barang pesanan selesai dibuat atau dicicil tahap demi tahap tertentu atau seluruh pembayaran dilakukan di belakang. Transaksi jenis ini biasanya untuk produk manufaktur seperti gedung, mobil, perabotan rumah dan sebagainya. Hukum bay' istishna' adalah boleh atau mubah berdasarkan firman Allah SWT : “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang tidak di tentukan, hendaklah kamu menuliskannya….” (TQS. AlBaqarah [2] :282) Dalam istishna', bahan baku dan pekerjaan penggarapannya menjadi kewajiban pembuat barang. Jika bahan baku disediakan oleh pemesan dan dia meminta dibuatkan barang tertentu dengan bahan baku tersebut, maka akadnya berubah menjadi ijarah bukan jual beli. Berbeda dengan bay’ salam. Bay' Salam adalah pembelian barang yang diserahkan di kemudian hari sedangkan pembayaran dilakukan di muka. Dalam pelaksanaannya pembeli melakukan pembayaran penuh di muka sementara penjual akan menyerahkan barang secara penuh di akhir. Biasanya komoditas yang ditransaksikan adalah komoditas pertanian seperti padi, buah-buahan, dan sebagainya. Sementara manufaktur hukumnya juga boleh dan telah dinyatakan oleh Sunnah. Rasulullah SAW pernah membuat cincin. Anas ra menyatakan: “Rasulullah SAW pernah membuat sebuah cincin” (HR. Bukhari). Rasul SAW juga pernah membuat mimbar. Sahal ra berkata : “Rasulullah SAW pernah mengutus seseorang kepada seorang wanita untuk memerintahkan putranya yang tukang kayu agar membuat untukku” (HR. Bukhari). Muslim terutama pengusaha Muslim di masa sekarang akan berinteraksi dengan kegiatan transaksi jual beli dan manufaktur seperti dijelaskan di atas. Oleh karena itu Syeikh Taqiyuddin An Nabhani secara khusus menuangkan pembahasan tersebut dalam bab Al Bay' Wal Istishna' di buku Nidzam Iqtishadiy Fil Islam. Dalam bukunya Nidzam Iqtishadiy fil Islam beliau mengingatkan bahwa walaupun industri manufaktur telah berkembang menjadi industri modern, bukan berarti hukumhukum Islam tidak mengatur aspek-aspek kegiatan manusia di dalamnya. Industri modern maupun tradisional yang manual tidak akan lepas dari hukum-hukum kerja sama usaha (syirkah), jasa, jual beli dan perdagangan luar negeri. Saat seseorang ingin mendirikan industri manufaktur modern, hampir bisa dipastikan sebagian besar industri didirikan dengan kerja sama modal dari sejumlah orang. Bila kondisinya demikian maka berlaku hukum kerja sama usaha islami (Asy Syirkah Al Islamiyah). Adapun dari segi administrasi, kerja dan proses pembuatan barang berlaku hukum-hukum seputar ijarah atas pekerjanya, sementara dari segi pengelolaan hasil produksi akan terikat dengan hukumhukum jual beli dan perdagangan luar negeri. Dari uraian di atas kita menyadari sebagai seorang Muslim dan pengusaha sudah selayaknya mempelajari aspekaspek akad dan transaksi berdasarkan hukum syariat Islam dengan detil, mengingat perkembangan dunia usaha dan manufaktur yang semakin kompleks dan luas.[]

×