Your SlideShare is downloading. ×
Media Umat edisi 114
Media Umat edisi 114
Media Umat edisi 114
Media Umat edisi 114
Media Umat edisi 114
Media Umat edisi 114
Media Umat edisi 114
Media Umat edisi 114
Media Umat edisi 114
Media Umat edisi 114
Media Umat edisi 114
Media Umat edisi 114
Media Umat edisi 114
Media Umat edisi 114
Media Umat edisi 114
Media Umat edisi 114
Media Umat edisi 114
Media Umat edisi 114
Media Umat edisi 114
Media Umat edisi 114
Media Umat edisi 114
Media Umat edisi 114
Media Umat edisi 114
Media Umat edisi 114
Media Umat edisi 114
Media Umat edisi 114
Media Umat edisi 114
Media Umat edisi 114
Media Umat edisi 114
Media Umat edisi 114
Media Umat edisi 114
Media Umat edisi 114
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Media Umat edisi 114

1,845

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,845
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
27
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Edisi 114, 20 Dzulhijjah 1434 H - 3 Muharram 1435 H/ 25 Oktober - 7 November 2013 Harga Rp. 6000,- Luar jawa Rp. 7500,- www.mediaumat.com Sosok: Kenneth “Abdul Haleem” George Watson Aktivis Hizbut Tahrir Inggris Awalnya Salah Sangka, Lalu Jatuh Cinta Ustadz Menjawab Hukum Mengadopsi Anak Media Daerah Imam Masjid itu Ditembak Densus 88 Mancanegara Air Mata Arnoud Van Doorn Di Tanah Suci Muslimah Agar Anak Tak Jadi Korban Pelecehan
  • 2. 2 Salam Media Pembaca Media Umat | Edisi 114, 20 Dzulhijjah 1434 H - 3 Muharram 1435 H/ 25 Oktober - 7 November 2013 Salam Redaksi Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu Salam Perjuangan! Alhamdulillah, di bulan suci Dzulhijjah 1434 H ini kami kembali bisa hadir di ruang baca Anda dengan menyajikan berbagai informasi yang khas. Semoga Anda dalam lindungan Allah SWT dan tetap istiqamah menjalankan kewajiban dan meninggalkan larangan-Nya. Pembaca yang dirahmati Allah, musim haji telah berlalu. Rombongan jamaah haji telah kembali berangsur-angsur dari Tanah Suci. Semoga mereka semua menjadi haji mabrur. Amin. Tentu kita berharap ada semangat baru yang dibawa oleh jamaah haji setelah mereka hampir sebulan lamanya berada di dua kota suci. Semangat untuk taat kepada Allah tanpa ada keberatan hati sedikitpun. Bukankah mereka dalam beberapa saat diuji oleh Allah untuk melepaskan hal-hal terkait duniawi. Jabatan dan kekayaan sementara ditanggalkan. Semua orang berkedudukan sama di hadapan Allah di Padang Arafah. Dan terbukti mereka bisa. Ketaatan mereka inilah yang kita tunggu. Jangan sampai para haji justru pulang membawa masa lalu kelam sebelum haji ditunaikan. Aktivitas melempar jumrah seharusnya menjadikan para haji membuang jauh-jauh hawa nafsunya yang mengarahkan kepada ketidaktaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Pembaca yang dirahmati Allah, ketika orang berkorban dengan kambing dan sapi saat Idul Adha, ternyata ada pula orang yang tega mengorbankan orang lain demi nafsu setannya. Pembunuhan kini merajalela. Negeri ini menjadi tak aman. Kenapa di negeri yang katanya berbudaya luhur ini aksi kejahatan kelas berat ini justru muncul? Apa yang salah? Mengapa negara tak mampu melindungan warga negaranya? Inilah yang kami kupas dalam Media Utama kali ini. Selain itu, tak ketinggalan kami mengangkat tema soal dinasti politik di rubrik Fokus. Ya, ini adalah fenomena yang sebenarnya sudah diketahui lama tapi baru berani disuarakan sekarang setelah dinasti politik Ratu Atut (Gubernur Prov Banten) terlibat suap terhadap Ketua MK Akil Muchtar. Pembahasan tak kalah menarik bisa Anda dapatkan di rubrik lainnya. Ada soal adopsi anak di rubrik Ustadz Menjawab, bagaimana pandangan Kristen terhadap Nabi Ya'qub di Kristologi, dan fenomena Islam di ibukota Rusia pada rubrik Mancanegara. Jangan lewatkan pula pembahasan tentang APBN dalam negara khilafah di rubrik Siyasah. Tak lupa kami terus mengajak Anda untuk menjadi penyambung lidah perjuangan syariah dan khilafah ke tengah-tengah umat. Mari terus bahu membahu mencerdaskan umat. Tabloid ini bisa menjadi wasilah untuk itu. Maka dari itu, ajak kaum Muslimin membaca tabloid ini. Syukur-syukur kalau mau berlangganan. Akhirnya, semoga sajian kami bisa memperluas cakrawala berpikir Anda. Selamat membaca! Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu JELAJAHI www.mediaumat.com Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) menggelar Roundtable Discussion Tokoh Perempuan “Melawan Imperialisme AS terhadap Perempuan di Asia Tenggara melalui KTT APEC dan Rezim Pasar Bebas” di Gren Alia Cikini Jakarta, Kamis (10/10). Media Pembaca Tegakkan Khilafah Syariat Islam akan membawa rahmat kejayaan. Suatu umat yang jaya akan tercipta apabila disertai dengan sistem yang baik dan kepemimpinan yang amanah. Keduanya harus benar-benar ada, apabila salah satunya tidak ada, kemaslahatan umat tidak akan terjadi. Secara sistem, kita harus kembali kepada syariat Islam, karena dengan syariat Islam yang bersumber dari Allah SWT, kita akan mendapat rahmat dari Allah SWT yang Maha Sempurna. Pemimpin yang baik, adalah pemimpin yang mau tunduk kepada sistem yang baik dan bisa menegakkan syariat Islam. Oleh karena itu di era demokrasi sekarang ini, di mana umat hidup dengan keterpurukan disegala bidang, miskin, lemah, rendah diri, dan bodoh, marilah kita kembali kepada sistem yang penuh rahmat dan keberkahan, di dalamnya umat diatur oleh pemimpin yang amanah dengan syariat Islam yaitu khilafah. Hartati. Cembul Katapang-Kab Bandung. +6289649279xxx Penguatan bagi Pejuang Dakwah Dakwah adalah pilihan bukan pelarian. Dakwah adalah perjuangan bukan profesi. Dakwah adalah menyeru bukan kompromi atau toleransi buta. Dakwah adalah berpihak pada yang haq bukan yang bathil. Dakwah adalah memberi peringatan dan kabar gembira bukan hiburan yang bikin orang tertawa. Dakwah adalah kontinyuitas bukan sesaat. Dakwah adalah ikhlas, sabar dan istiqamah bukan tergesa-gesa dan cepat putus asa, dakwah butuh keikhlasan, pengorbanan, perjuangan untuk tegaknya syariah dan khilafah. Insya Allah. Muh.Erwin. PangkepSulsel. +6281355613xxx Zaman Mendekati Akhir Ya Rabb, Engkau telah memberitahu kami tentang peristiwa akhir zaman melalui lisan nabiMu, bahwa di akhir zaman rumah- rumah setan (night club, diskotik,bar dll) penuh ramai, sementara rumah-rumahMu (masjid, majelis taklim, majelis dzikir dll) dibiarkan lengang. Perempuan-perempuan dijadikan hiasan oleh tangan - tangan durjana. Ya Allah, sekarang semuanya jadi kenyataan. Berarti sekarang zaman sudah mendekati akhir. Wahai sahabat, apa yang sudah kita persiapkan untuk mempertanggung jawabkan semuanya dihadapan Allah, sementara khilafah belum tegak di muka bumi. Umi Fila. Tangerang. +6287875171xxx Demokrasi hanya Ilusi Pemerintah melanggar demokrasi yang hanya merupakan ilusi. Katanya demokrasi menempatkan kebijakan ada pada rakyat atas nama suara yang terbanyak, tapi mengapa pada saat pemerintah mengeluarkan kebijakan seperti menaikkan harga BBM lalu kemudian mayoritas rakyat menolak kenaikan harga BBM namun tidak didengar oleh penguasa di negeri ini? Ini berarti suara mayoritas rakyat tidak lagi didengarkan oleh penguasa, tapi penguasa di negeri ini lebih mendengar dan berpihak kepada penguasa imperialis AS dari pada rakyatnya sendiri. Saatnya kita cmpakkan demokrasi, tegakkan syariah dan khilafah. Afdhal. Makassar-Sulsel. +6289699627xxx Dalih Demokrasi Allah tidak selalu memberikan apa yang hambaNya minta, tetapi Allah senantiasa mempersembahkan yang terbaik bagi-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Masalahnya, kebanyakan manusia tidak pernah mau meyakini hal itu. Mereka menilai apa yang terbaik bagi mereka adalah apa-apa yang dirasa baik dan mereka senangi atas dasar manfaat terhadap nafsu mereka. Inilah yang umumnya terjadi kepada penentang syariat Islam, mereka beranggapan bahwa syariat Islam tidak layak diterapkan di tengah-tengah kehidupan SMS Media Pembaca/Komentar untuk MU: 08998206844. SMS Redaksi: 081288020261. Sertakan Nama dan Asal Sertakan Nama dan Asal daerah. SMS Berlangganan: 0857 8013 7043 Penerbit: Pusat Kajian Islam dan Peradaban. Dewan Penasihat : KH Ma'ruf Amien, KH Nazri Adlani, KH Amrullah Ahmad, KH Syukron Makmun, KH Muhammad Arifin Ilham , KH Athian Ali M Dai, Achmad Michdan SH, H Azwir, KH dr Muhammad Utsman, H Hari Moekti, Ustadz Abu Bakar Baa'syir, AGH Sanusi Baco, Lc, KH DR Miftah Faridl, Dra Hj Nurdiati Akma M.Si, Dra Hj Nurni Akma, Prof Dr Ir Zoer’aini Djamal Irwan MS, KH Husin Naparin, Lc, MA. Penasihat Hukum: Achmad Michdan SH. Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Farid Wadjdi. Pemimpin Perusahaan: Anwar Iman. Sidang Redaksi: Hafidz Abdurrahman, MR Kurnia, Harist Abu Ulya, Muhammad Ismail Yusanto, Rochmat S. Labib. Redaktur Pelaksana: Mujiyanto. Redaksi: W almaroky, Zulkifli, Joko Prasetyo, Iwan Setiawan, Zulia Ilmawati, Nanik Wijayati, Febrianti Abbasuni, Kholda. Kontributor Daerah: Rifan (Jatim), Fakhruddin (Babel), Apri Siswanto (Riau), Rikhwan Hadi (Sumbar), Kurdiyono & Ahmad Sudrajat (DIY), Eko (Sultra), Nazar Ali & Handani (Jabar), Bahrul Ulum (Sulsel), Abduh (Kalsel), Budianto Haris (Sumsel), Dani Umbara Lubis (Sumut), Dadan Hudaya (Banten) Desain dan Pracetak: Kholid Mawardi. Keuangan: Budi Darmawan . Marketing: Muhammad Ihsan. Sirkulasi: W Wahyudi. Iklan: Aris Rudito, M Rosyid Aziz. Alamat Redaksi: Jl. Prof. Soepomo No. 231, Jakarta Selatan 12790. Email: pembaca.tabloidmu@gmail.com. Iklan Pemasaran: Jl. Prof. Soepomo No. 231, Jakarta Selatan 12790. Email Iklan: iklan.tabloidmu@gmail.com . Email Marketing: marketing.tabloidmu@gmail.com Hunting Pemasaran: 085711044000, sms: 089650202478. Hunting Iklan: 085780137043. Rekening: Bank Muamalat No Rek 9064150699 a.n Budi Darmawan.
  • 3. Media Umat | Edisi 114, 20 Dzulhijjah 1434 H - 3 Muharram 1435 H/ 25 Oktober - 7 November 2013 Editorial 3 mereka dengan berbagai dalih padahal alasan sebenarnya adalah penerapan syariat Islam yang akan menjadikan manusia sesuai dengan fitrahnya mereka rasa akan mengekang, membelenggu dan membatasi upaya mereka dalam memenuhi hawa nafsunya. Di sisi lain, demokrasi mereka yakini sebagai sistem yang tepat untuk diterapkan sebagai pengatur kehidupan, dalih yang mereka kemukakan; sesuai dengan HAM dan menjamin kebebasan, padahal untuk menjaga eksistensinya para penjaga demokrasi yang merupakan kepanjangan tangan kaum kapitalis, telah menjadi pelanggar HAM dan merenggut kebebasan jutaan kaum Muslim di dunia. Itulah salah satu karakter penganut sistem demokrasi yang hipokrit, munafik! Ari Laros. Sidoarjo-Jatim. +6285790809xxx Ada Salah dengan Hukum Belum selesai awak media memberitakan kasus dugaan praktik suap dalam fit and proper test calon hakim agung di Komisi III DPR Muncul lagi Kasus yang menimpa di lembaga Mahkamah Konstitusi (MK) yang melibatkan salah satu Ketua MK. Kasus-kasus ini tak ada akhirnya menimpa bangsa ini yang bernama Indonesia. Jika kita telusuri lebih jauh ada yang salah rasanya dengan penerapan hukum di negara ini. Kita terlalu bangga dengan hukum demokrasi. Padahal, inilah yang menjadi biang kerok sehingga membuat orang tidak beriman dan tidak ta'at pada sang Khaliq. Saatnya sekarang kita membuang demokrasi di bumi ini dengan menjadikan syariah dan khilafah salah satu kebenaran yang datangnya dari Allah SWT. SAB. Pangkep-Sulsel. +6281342147xxx Komentar untukMU Tulisan Bagus Assalamualaikum. Tulisan Farid Wajdi tentang Jokowi "asik banget", membuat inget Abdurrahman Wahid jadi Presiden, al Baqarah 120 lenyap. Mega wakil. Abdurrahman lengser, Mega jadi Presiden, "laki-laki adalah pemimpin wanita", gugur, tatanan berubah, syaf wanita di istiqlal pun berubah, sejajar. Jokowi nyalon Presiden. Otomatis Ahok jadi Gubernur DKI. Maka al Maidah 51 sampai 57 gugur. Dengan seenaknya dhewe Ahok atur imam masjid dan seluruh kegiatan-kegiatan Islam. Nah lo!!! Obama datang dengan senyum kemenangan.Wassalam. Buya Amir. Desa Selawi-Lahat. +6285282364xxx Tidak Memberikan Solusi Kenapa dalam rubrik bisnis syariah MU edisi 111 yang berjudul "Harta Haram, Rugi...!" tidak memberikan solusi terhadap harta haram yang telanjur didapat, hanya ada 4 opsi perlakuan yang kesemuanya haram. Mana solusinya? Fadholi. Pasuruan. +6285645080xxx Cover Depan MU Assalamualaikum. Yang terhormat Redaksi Tabloid Media Umat, edisi no.113 11 Oktober 2013 dengan cover depan warna hijau sangat indah di pandang mata dan kalau bisa setiap terbit tetap warna tersebut. Juga kalau bisa garis putih di atas huruf M dihapus/dihilangkan, karena sedikit menyamarkan/menutup kata. M. Natsir Nashrullah. Ciomas. Bogor. +6281511670xxx Wassalamualaikum wr wb. Terima kasih atas kritikan dan masukannya. Kritikan insyaallah akan langsung ditanggapi oleh pengasuh rubrik. Redaksi Soal Jawab bersama Amir Hizbut Tahrir Ata Bin Khalil Abu Al-Rashtah klik www.hizbut-tahrir.or.id Visi Kenegaraan dan Janji Kemenangan S alah satu perkara penting yang harus dimiliki para pemimpin bangsa demikian juga rakyatnya adalah visi kenegaraan. Inilah yang justru hilang dari bangsa kita sehingga membuat bangsa ini hilang arah atau sekadar menjadi pembebek negara penjajah. Yang lebih parah lagi, mereka merelakan diri untuk dijajah oleh negara lain. Kalau sudah seperti ini, bagaimana mungkin kita bangkit? Visi kenegaraan ini merupakan perkara penting di dalam Islam. Islam telah menggariskan dengan sangat jelas negara Islam adalah negara adi daya yang akan memimpin dunia dan memberikan kebaikan kepada dunia. Negara ini dibangun dengan asas akidah Islam, yang menjadikan syariah Islam sebagai hukum yang mengatur seluruh aspek kehidupan. Dalam Alquran surat Ali Imran: 110, Allah SWT menyatakan dengan tegas bahwa umat Islam merupakan umat yang terbaik (kuntum khaira ummah) dengan tugas yang jelas: menyeru kepada perkara yang ma'ruf (kebaikan), mencegah dari yang munkar (keburukan) dan beriman kepada Allah. Allah pun menjanjikan umat Islam akan menjadi pemimpin dunia sebagaimana firmannya dalam QS An Nuur: 55. Berkaitan dengan ayat ini Imam Ibnu Katsir, menyatakan, “Inilah janji dari Allah SWT kepada Rasulullah SAW, bahwa Allah SWT akan menjadikan umat Nabi Muhammad SAW sebagai khulafâ' al-ardh; yakni pemimpin dan pelindung manusia. Dengan merekalah (para khalifah) akan terjadi perbaikan negeri dan seluruh hamba Allah akan tunduk kepada mereka.” (Imam Ibnu Katsir, Tafsîr Ibn Katsîr, VI/77). Janji agung ini tidak hanya berlaku bagi orang-orang yang beriman dan beramal shalih pada generasi Sahabat belaka, namun berlaku juga sepanjang masa bagi orang-orang Mukmin yang beramal shalih. Imam asySyaukani berkata, “Inilah janji dari Allah SWT kepada orang yang beriman kepada-Nya dan melaksanakan amal shalih tentang kekhilafahan bagi mereka di muka bumi, sebagaimana Allah pernah mengangkat sebagai penguasa orang-orang sebelum mereka. Inilah janji yang berlaku umum bagi seluruh generasi umat. Ada yang menyatakan bahwa janji ini hanya berlaku bagi Sahabat saja. Sesungguhnya, pendapat semacam ini tidak memiliki dasar sama sekali. Alasannya, iman dan amal shalih tidak hanya khusus ada pada Sahabat saja, namun bisa saja dipenuhi oleh setiap generasi dari umat ini.” (Imam asy-Syaukani, Fath al-Qadîr, V/241). Ayat di atas dengan tegas menunjukkan umat Islam dengan negara Islam yaitu Khilafah Islam akan menjadi umat terbaik, pemimpin dan pelindung umat manusia (khulafâ' al-ardh), yang akan memperbaiki dunia. Visi kenegaraan inilah yang memberikan asa (harapan) dan tekad yang kuat kepada umat Islam terdahulu untuk mewujudkannya. Ketika Rasulullah SAW mengabarkan bahwa umat Islam akan menaklukkan Konstantinopel, kota dari sebuah negara adi daya dunia saat itu dalam hadistnya : “Sungguh Konstantinopel akan ditaklukkan, dan sebaikbaik amir adalah amirnya dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan itu” (HR Ahmad), umat Islam dan para khalifah berusaha keras untuk mewujudkannya. Meskipun hadist ini adalah khabar, di dalamnya mengandung makna amal. Maka diberangkatkanlah sejumlah pasukan untuk menaklukkan Konstantinopel hingga Allah memuliakan Muhammad al-Fatih dengan penaklukan itu. Penting dicatat, visi kenegaraan sebagai negara adi daya ini akan terwujud melalui tegaknya negara khilafah yang berlandaskan akidah Islam. Negara khilafah disegani oleh kawan dan ditakuti oleh musuh. Negara itu akan memberikan kebaikan kepada seluruh umat manusia dan memberikan sumbangan tak ternilai bagi peradaban dunia. Keberadaan negara khilafah secara jujur diakui kebesarannya oleh sejarawan Will Durant dalam The Story of Civilization: “Para khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan usaha keras mereka. Para khalifah telah mempersiapkan berbagai kesempatan bagi siapapun yang memerlukannya dan meratakan kesejahteraan selama berabad-abad dalam luasan wilayah yang belum pernah tercatatkan lagi fenomena seperti itu setelah masa mereka.” Visi sebagai umat yang terbaik, negara adi daya terbaik, ini harus terus menerus kita sampaikan kepada umat ini. Kita terbaik karena kita berpegang teguh pada Islam, satu-satunya agama yang benar. Kita terbaik karena kita memiliki Alquran dan Sunnah sebagai pedoman hidup yang dijamin kebenarannya. Perkara inilah yang terus menerus diajarkan oleh sang ulama, guru Muhammad al Fatih sang penakluk, al Alim al Kabir Aaq Syamsudin : “Engkau adalah pembebas Konstantinopel.” Kata-kata ini sangat membekas dalam diri al Fatih yang kemudian berhasil mewujudkannya. Lantas bagaimana sikap kita sekarang? Sebagaimana Rasulullah SAW dan para sahabatnya, para Khulafa' ar-rasyiddin, kita tentu harus bersikap yang sama. Berusaha keras menegakkan kembali negara adi daya itu, yaitu negara Khilafah. Kalau Muhammad al Fatih berhasil menaklukkan Konstantinopel, maka kita punya kesempatan untuk menaklukkan kota kedua yang dijanjikan oleh Rasulullah, yakni Roma. [] farid wadjdi
  • 4. 4 Media Umat | Edisi 114, 20 Dzulhijjah 1434 H - 3 Muharram 1435 H/ 25 Oktober - 7 November 2013 Media Utama Pembunuhan Merajalela, Negara Tak Berdaya Jangankan melindungi masyarakat, aparat kepolisian sendiri tak luput dari peristiwa pembunuhan. K asus pembunuhan kian marak di negeri ini. Seolah nyawa diobral. Demikian mudah nyawa melayang dengan alasan yang kurang masuk akal. Pelaku pembunuhan pun berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari kalangan bawah hingga kalangan pejabat. Korbannya pun ada yang anak-anak, dewasa, hingga orang yang sudah tua. Bahkan pembunuhan terjadi di dalam satu keluarga. Motif yang melatarbelakanginya pun berbeda-beda. Ada yang motif ekonomi karena masalah utang piutang, tersinggung, hingga masalah asmara. Ada juga yang membunuh karena uang, menjadi algojo karena dibayar mahal. Fenomena itu menjelaskan bahwa saat ini orang tak lagi takut berbuat kejahatan, termasuk membunuh. Sedikit saja ada masalah, yang muncul adalah kekerasan. Kondisi ini seolah menda- pat pelaziman karena media massa mengeksploitasinya dengan membabi buta tanpa memperhitungkan dampak yang ditimbulkannya. Saking seringnya media menayangkan, sampai-sampai pembunuhan menjadi hal yang biasa. Budaya luhur yang digembor-gemborkan selama ini seolah telah lenyap. Kebanyakan bangsa ini telah menjadi pemberang. Sifat anarkhis menjadi adat kebiasaan baru. Negara sendiri tak berdaya dibuatnya. Jangankan melindungi masyarakat, aparat kepolisian sendiri tak luput dari peristiwa pembunuhan. Ada sebuah pergeseran nilai yang sangat mendasar dalam masyarakat. Norma-norma agama telah dipinggirkan. Sikap mengasihi sesama saudara —apalagi sesama Muslim— berganti menjadi sikap individualistik yang tak peduli lagi dengan nasib sesama. Secara individual, banyak orang telah kehilangan jati dirinya. Sifat kebinatangan, yang kuat memangsa yang lemah, malah mengedepan. Orang tak takut lagi dengan siapapun. Jangankan terhadap manusia, terhadap tuhan pun mereka tak takut. Bahkan ada yang lebih memilih uang daripada takut kepada tuhan. Situasi ini memang tidak berdiri sendiri. Secara sosio kultural, masyarakat sedang meng- alami transformasi ke arah kehidupan yang liberalistiksekuleristik. Nilai-nilai agama mulai dikikis secara sistemik. Manusia mulai diajari untuk menuruti hawa nafsunya sendiri. Dalam situasi seperti itu, hukum yang berfungsi menjaga masyarakat, ternyata tak bisa diharapkan. Keadilan ibarat jauh panggang dari api. Banyak faktor penyebabnya. Pertama, hukumnya sendiri penuh dengan celah yang bisa digunakan oleh orang untuk menghindar dari sanksi hukum, selain hukumnya sendiri merupakan produk penjajah Belanda. Kedua, pelaksana hukum pun sangat mudah dibeli. Tak heran jika kemudian banyak terpidana pembunuhan hanya mendapatkan hukuman ringan. Hukuman mati sangat jarang dilakukan, padahal ratusan orang sudah dijatuhi vonis mati. Bahkan yang aneh, terpidana mati pun masih bisa mendapat grasi dari presiden. Sistem hukum yang demikian terbukti tidak mampu menjerakan pelakunya dan mencegah masyarakat untuk melanggar hukum. Inilah fenomena umum dalam sistem hukum yang dibuat oleh manusia. Sistem Hukum Islam Apa yang terjadi dalam sistem yang ada sekarang sangat berbeda dengan sistem hukum Islam. Islam memiliki sistem hu- kum yang memiliki dua fungsi sekaligus yakni mencegah dan menebus. Mencegah dimaksudkan agar kejahatan yang sama tidak terulang atau ditiru oleh masyarakat lainnya. Sementara menebus dimaksudkan bahwa dengan pelaksanaan hukuman maka sanksi di akhirat sudah terhapus. Sanksi hukum dalam sistem hukum Islam sangat jelas dan memberi kepastian hukum. Bagi para pembunuh yang melakukan dengan sengaja maka tidak ada hukuman lain kecuali dibunuh. Tapi itu pun masih bisa batal dengan syarat wali korban memaafkan. Sebagai gantinya, pembunuh harus membayar diyat. Dan itu tak tanggung-tanggung yakni 100 ekor unta, 40 di antaranya harus bunting. Andai saja harga seekor unta Rp 10 juta, maka pembunuh harus membayar diyat sebesar Rp 1 milyar. Dengan sanksi yang demikian berat, pasti orang akan berpikir seribu kali untuk melakukan pembunuhan. Hanya saja sistem hukum Islam ini tidak akan bisa berjalan dalam sistem yang tidak islami seperti sekarang. Sistem hukum Islam memerlukan prasyarat yakni penerapan sistem Islam secara kaffah. Dan itu hanya ada dalam sistem khilafah. Penerapan hukum Islam dalam sejarah kaum Muslim terbukti mampu mencegah tindak pembunuhan sampai tingkat yang tidak terbayangkan sekarang. Pembunuhan sangat minim terjadi. Sebuah penelitian mengungkapkan, selama beberapa abad, hanya sekitar 200 orang yang terkena hukum mati. Mengapa itu bisa terjadi? Karena semua sistem berjalan secara islami. Sistem Islam mampu membentuk masyarakat yang takwa. Ketakwaan individu ini paling tidak menjadi benteng setiap orang untuk melanggar aturan Allah. Tata hubungan sosial pun berlandaskan kepada aturan main yang sangat jelas. Ini memungkinkan konflik sangat minim. Dan pengadilan bertindak sangat adil pada semua level masyarakat. Walhasil, untuk menuju kepada penerapan sistem hukum Islam mengharuskan penegakan khilafah. Tentu ini harus didahului dengan membangun masyarakat dengan mengembalikan prinsip hidup masyarakat dari prinsip kapitalisme-sekuler menjadi prinsip Islam. Dan itu butuh perjuangan. Di negara khilafah, keadilan akan menyinari bumi. Manusia akan dimanusiakan. Dan karenanya alam semesta pun akan merasakannya. Sehingga Allah akan menurunkan berkah dari langit dan bumi, mulai dari timur hingga barat. Di situlah Islam benar-benar menjadi rahmat bagi seluruh alam. [] mujiyanto
  • 5. Media Umat | Edisi 114, 20 Dzulhijjah 1434 H - 3 Muharram 1435 H/ 25 Oktober - 7 November 2013 Obral Nyawa Hampir setiap hari pembunuhan terjadi di Indonesia dengan berbagai motif dan dilakukan oleh berbagai kalangan. I ndonesia katanya negara yang berbudaya, tapi anehnya nyawa diobral dengan murahnya. Hampir setiap hari televisi menayangkan bagaimana rakyat meregang nyawa karena pembunuhan. Yang terbaru, Ramot Tambunan (30) terkapar bersimbah darah di Jalan Pengilar, Medan Amplas, Sabtu (19/10) malam. Laki-laki ini tewas dengan sembilan tikaman, setelah sempat baku hantam dengan pelaku. Sebelum tewas, warga sekitar sempat melihat Ramot terlibat perkelahian dengan kakak beradik HH (23) dan RH (21) di persimpangan jalan tersebut. Alasannya pun ternyata sepele, karena merasa tidak mendapat upah sesuai harapan setelah diajak bekerja sebagai buruh bangunan di kawasan Jalan Pancing, Medan. "Aku digaji harian, padahal itu kerja borongan," kata RH yang ditangkap polisi. Sehari sebelumnya, warga Desa Sindang Jaya, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat digegerkan dengan penemuan mayat mengapung di kali Ciherang. Diduga, pria itu korban pembunuhan. Saat ditemukan terdapat luka di bagian leher diduga akibat sayatan senjata tajam, bahkan kondisinya nyaris putus. Kamis (17/10), di Palu, Sulawesi Tengah, bocah kelas 4 SD ditemukan tak bernyawa di sebuah penginapan di kota tersebut. Bocah itu ditemukan di dalam bak kamar mandi dengan posisi tertelungkup. Hasil olah tempat kejadian perkara menyebutkan, korban mengalami luka-luka di bagian anus akibat kekerasan seksual. Polisi sudah mengetahui identitas pelakunya dan sedang melakukan pengejaran. Di Bekasi, Jawa Barat Yusup alias Ucup (19) dengan sadis membunuh kawannya sendiri Yosep Giantino Raflistian (17), warga Cibitung pada Ahad (7/10). Ucup yang ditangkap lima hari kemudian mengaku tega melakukan itu karena ingin memiliki motor milik siswa kelas 3 SMK itu. Sebelum membunuh, Ucup mengajak kawannya itu minum miras di tanah lapang. Pada saat santai itulah, pelaku memukul kepala korban dari belakang menggunakan botol hingga botol itu pecah. Botol yang sudah pecah itu kemudian ditikamkan ke leher korban. Di Medan, Mustafa Bakri (21) tewas dengan dua lubang di dada dan di lengan, Sabtu (12/10) malam. Anak polisi ini terkapar bersimbah darah setelah ditikam Reza Falipi (25), yang diketahui adalah abang pacarnya. Peristiwa bermula dari kedatangan korban ke rumah pacarnya berinisial AA (13) di Jalan Pendidikan, Medan Tembung. Mahasiswa Yayasan Harapan itu datang dengan berjalan kaki karena rumah keduanya tidak begitu jauh. Kedatangan Mustafa menyulut emosi keluarga AA. Rupanya, orang tua AA tidak senang dengan kedatangan korban. Pemuda itu lantas langsung diusir. Tak terima diperlakukan demikian, keduanya terlibat perkelahian. Korban ditikam dengan pisau. Di Langkat, masih di Sumatera Utara, satu keluarga dibunuh. Korban adalah Misman (43) serta dua anaknya; Dedek Febrianto (21) dan adiknya Tria Winanda Aulia (13). Mayat ketiganya ditemukan warga di Kecamatan Batang Serangan, Kamis (10/10). Polisi belum bisa menyimpulkan siapa pelaku pembunuhan terhadap satu keluarga ini, namun polisi sudah mencurigai beberapa orang. Pembunuhan sadis satu keluarga pun terjadi di Semarang, Jawa Tengah. Dua bocah yang tidak mengerti apa-apa, Kanaya Nadin Aulia Zahrani Wiyana (1) dan Keanu Rifky Ontoseno Wiyono (2), dibunuh perampok gara-gara menangis ketika aksi perampok an terjadi K amis (10/10). AM dan AR, dua peram- pok itu memukul balita ini dengan linggis dan melukai pembantu rumah tangga. Keduanya kabur membawa perhiasan emas. Heboh Kasus pembunuhan paling menghebohkan adalah pembunuhan terhadap Holly Angela (37) di apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Pembunuhan berencana itu terjadi di lantai 9 Apartemen Kalibata City yang dihuni oleh Holly pada senin (30/9) lalu. Bersamaan dengan terbunuhnya Holly, salah satu pelaku pembunuhan El Rizki pun tewas karena terjatuh dari lantai sembilang apartemen itu saat akan melarikan diri. Berdasarkan pengungkapan polisi, pembunuhan dilakukan berlima. Abdul dan Surya yang ditangkap kemudian, mengaku dibantu tiga rekanya yaitu El Riski, R dan PG—dua yang terakhir masih buron. Dari pengembangan kasus dan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi akhirnya menetapkan suami siri Holly yaitu Gatot Supiartono sebagai tersangka. Auditor utama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ini diduga sebagai otak dari pembunuhan tersebut. Pejabat eselon 1 BPK itu menyuruh pembunuh bayaran dan memberi imbalan uang Rp 250 juta kepada pembunuh. Motif pembunuhan karena Gatot kesal Holly memintanya menceraikan istri pertamanya. Aksi pembunuhan yang tergolong sadis dilakukan AS (18) terhadap mahasiswi Universitas Negeri Makassar (UNM) Nur Halima (20) di Makassar awal Oktober lalu. Pelaku menikam tubuh korban berkali-kali. Tidak hanya itu, pelaku juga memerkosa jasad korban. Sebelumnya publik digegerkan pembunuhan Sisca Yofie Agustus lalu. Pasalnya, pengakuan dari dua tersangka yakni Wawan dan Ade penuh kejanggalan. Pelaku ini mengaku tidak sengaja membunuh. Pengakuan tersangka, korban memberontak ketika tasnya akan dijambret sehingga bergelayut ke tubuh pelaku yang berboncengan sepeda motor. Lalu rambut Sisca masuk gir motor dan tewas terseret. Rekonstruksi yang dilakukan polisi pun tidak sinkron dengan fakta yang ditemukan para saksi. Ada tudingan, di balik pembunuhan itu adalah anggota Polda Jawa Barat Kompol Albertus Eko Budiarto (atau istrinya), dengan motif asmara cinta segitiga, dimana kompol Albertus dan Sisca terlibat hubungan asmara selama bertahun-tahun tanpa ada ujung yang pasti. Namun polisi menyatakan Albertus tak terkait.[] emje dari berbagai sumber Penjara Tak Membuat Jera N amanya Sutinah (50). Perawakannya tidak terlalu tinggi. Bicaranya polos. Tapi siapa sangka, ia adalah pembunuh berdarah dingin. Ia dengan tega membunuh suaminya, Amang (58), Kamis (3/10) di rumah kontrakannya di Jl Pahlawan, Kampung Cerewet, Durenjaya, Bekasi Timur. Ia memukul bagian belakang kepala suami yang menikahinya secara siri tersebut dan kemudian membungkus jasad korban dengan kasur. Wanita itu mengaku membunuh karena sakit hati. Kepada polisi, ia mengaku kerap disakiti dan suaminya sering selingkuh. Ini adalah kali kedua Sutinah membunuh suaminya. Tahun 2011 lalu, ia baru bebas dari lembaga pemasyarakatan Pondok Bambu, Jakarta Timur, sebagai terpidana kasus pembunuhan. Ia divonis 4 tahun penjara. Namun ia hanya menjalani kurungan selama dua tahun karena mendapatkan proses asimilasi. Kasus terbaru ini akan mengantarkan kembali Sutinah ke penjara. Tapi apakah penjara akan membuatnya jera?[] emje
  • 6. 6 Media Umat | Edisi 114, 20 Dzulhijjah 1434 H - 3 Muharram 1435 H/ 25 Oktober - 7 November 2013 Media Utama Ketika Rasa Takut Sudah Tercabut Ini bukan persoalan budaya Nusantara yang pudar, tapi akibat nilai-nilai agama khususnya Islam yang makin dipinggirkan. L ebih dari 113 orang telah dijatuhi hukuman mati. Terbanyak dari mereka terlibat kasus pembunuhan, berjumlah 60 orang. Sisanya adalah kasus narkoba 58 orang dan terorisme dua orang. Anehnya, eksekusi terhadap mereka sampai sekarang tak dilakukan. Bahkan ada terpidana yang sudah menunggu eksekusi puluhan tahun lamanya. Bersamaan dengan itu, jumlah pembunuhan di Indonesia, berdasarkan data statistik, trennya meningkat dari tahun ke tahun. Di DKI Jakarta misalnya, tahun 2012 lalu tercatat terdapat 69 kasus pembunuhan. Jumlah ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya 67 kasus. Yang mencengangkan di Jawa Timur, tahun 2012 hanya ada sekitar 69 kasus pembunuhan, tapi tahun 2012 lalu tercatat 1.357 kasus pembunuhan. Secara umum, tindakan para pembunuh itu umumnya tidak dibalas setimpal. Hampir sebagian besar para pembunuh itu hanya dijatuhi hukuman penjara, mulai dari 4 tahun hingga seumur hidup. Itu pun mereka masih mendapatkan potongan hukuman atau remisi setiap tahunnya. Walhasil, sekitar setengah masa hukuman, mereka sudah bisa menghirup udara bebas. Mantan Komisioner Komnas HAM Saharuddin Daming menilai, pembunuhan yang marak di Indonesia terjadi karena hukuman yang ada tidak membuat jera. Pertimbangan putusan, katanya, biasanya hanya berdasarkan motif belaka. Misalnya dalam kasus pembunuhan, pembunuh yang melakukan perencanaan sebelumnya saja yang Hukum Positif tak Beri Kepastian S istem peradilan bertingkat yang berlaku di Indonesia memungkinkan hukum menjadi permainan. Orang yang divonis bersalah di tingkat pengadilan negeri, bisa dibebaskan oleh pengadilan tinggi, atau oleh Mahkamah Agung. Bahkan orang yang telah divonis mati sekalipun oleh Mahkamah Agung (MA) bisa bebas jika presiden memberikan grasi kepadanya. Kasus terbaru, Deni Setia Maharwan alias Rapi Mohammed Majid. Ia adalah terpidana mati kasus narkoba dan menjadi bagian dari jaringan narkoba internasional. Vonis hukuman mati Deni sempat dikuatkan putusan kasasi MA yang dijatuhkan pada 18 April 2001. Namun, vonis mati itu tak berlaku lagi setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan grasi melalui Keppres Nomor 7/G/2012. Keppres yang ditandatangani SBY pada 25 Januari 2012 itu mengubah hukuman mati Deni menjadi hukuman seumur hidup. SBY juga memberikan grasi kepada gembong narkoba Merika Pranola alias Ola alias Tania. Grasi Ola, yang masih satu kelompok dengan Deni, tertuang dalam Keppres Nomor 35/G/20122 yang ditandatangani 26 September 2011. Juru bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, menjelaskan, Presiden memberikan grasi itu berdasarkan alasan HAM, konstitusional, dan kemanusiaan. "Dari sisi kemanusiaan, perubahan hukuman mati menjadi hukuman seumur hidup bukan berarti yang terhukum bebas," katanya. Pengacara senior Mahendradatta menilai, sistem hukum yang berlaku di Indonesia memang sudah rusak dan kuno. Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang menjadi rujukan dalan sistem hukum nasional memiliki banyak celah bagi orang untuk menghindar dari hukum. Di dalamnya banyak ketidakpastian. Banyak orang yang menafsirkan sendiri pasal-pasalnya. “Karena pasal itu tidak jelas,” katanya. Maklum, lanjut Ketua Presidium Tim Pengacara Muslim ini, KUHP merupakan hukum Belanda kuno yaitu Reglement Verondening. Di Belanda sendiri kitab hukum itu sudah lama tidak dipakai. Makanya, selama sistem hukum Indonesia tetap mengacu pada kitab tersebut, keadilan hukum tidak akan pernah terwujud di Indonesia. “Sudah hukum dari luar, kuno lagi, dalam arti kata buatan manusia lagi, sudah buatan manusia eh ternyata yang membuatnya itu adalah semangatnya untuk melindungi penjajah! Jadi yang masih mempertahankan hukum thaghut ini bukan naif kalau kata saya, tetapi sangat bodoh!” tandasnya. [] emje akan dijatuhi hukuman mati. “Ini jelas tidak menimbulkan efek jera yang tinggi. Karena pelaku dapat menyiasati sedemikan rupa agar tidak terkesan direncanakan,” katanya. Belum lagi, lanjutnya, penegakan hukum mudah diintervensi. Banyak orang yang mempunyai banyak finansial atau otoritas, bisa meringankan hukumannya. “Karena penegak hukum bisa dia beli. Itu kan sering terjadi,” paparnya. Selain itu, Saharuddin menilai faktor depresi sosial yang berat menjadi pemicu bagi masyarakat untuk marah dan gelap mata kemudian membunuh. Faktor ekonomi yang kian sulit menimbulkan stres yang tinggi di masyarakat sehingga persoalan-persoalan kecil yang remeh, diselesaikan dengan membunuh. Ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia Shiddiq Al Jawi berpendapat, ada tiga faktor yang menyebabkan pembunuhan marak di Indonesia. Pertama, faktor individu pelakunya. Yakni, sikap dan mentalnya sudah rusak, misalnya tidak takut dosa, meremehkan nyawa manusia, kehilangan kontrol diri, dan sebagainya. Faktor kedua adalah kondisi keluarga atau masyarakat. Misalnya ada sengketa rumah tangga, terlilit utang, gagal usaha, dan sebagainya. Ini bisa mendorong orang nekat membunuh. Ini pun terkait dengan faktor pertama. Sedangkan faktor ketiga adalah lemahnya penegakan hukum oleh negara. Pembunuh hanya dikenai pasal tentang pembunuhan dengan hukuman maksimal 15 tahun. Senada dengan Saharuddin, kata Shiddiq, hukuman kurungan itu pun ma- sih bisa dibeli. Belum lagi, Kalau dipenjara petugasnya bisa disuap supaya mendapat fasilitas, seperti ruang penjara ber-AC, ruang khusus untuk bercinta, boleh membawa HP, dan sebagainya. Dan seterusnya. “Jadi, apa yang perlu ditakutkan? “ kata pengasuh rubrik 'Ustadz Menjawab' Media Umat ini. Pengamat sosial Iwan Januar menambahkan, bangsa ini sudah dirasuki budaya barbar. Menurutnya, ini bukan persoalan budaya Nusantara yang pudar, tapi akibat nilai-nilai agama khususnya Islam yang makin dipinggirkan. “Tapi ketika nilainilai Islam apalagi syariatnya dieliminasi dari kehidupan, inilah yang terjadi. Salah satunya adalah maraknya kekerasan,” katanya. Jika ditanya apa yang salah, ia menegaskan, sekulerisme inilah yang salah. Menurutnya, kaum Muslim sendiri yang harus bertanggung jawab karena mereka lebih memilih menjadi manusia sekuler ketimbang menjadi orang beriman dan bertakwa. Maka, lanjutnya, ada persoalan yang sangat mendasar dalam diri manusia Indonesia, khususnya, umat Islam yakni kehilangan nilai-nilai luhur yang dibangun oleh Islam. Oleh karena itu, pencegahan terhadap tindak kejahatan, termasuk pembunuhan, tidak cukup sekadar menambah jumlah polisi dan memberikan sanksi yang berat tapi harus membongkar landasan umat ini menggantinya dengan akidah Islam dan membangun kehidupan sesuai nilai-nilai Islam. “Artinya harus ada syariat Islam yang ditegakkan,” tandasnya. [] emje
  • 7. Media Umat | Edisi 114, 20 Dzulhijjah 1434 H - 3 Muharram 1435 H/ 25 Oktober - 7 November 2013 Media Utama 7 Sistem Hukum Islam Pasti, Menjerakan, dan Menebus Dosa Fungsi hukuman itu ada dua yakni mencegah si pelaku dan orang lain agar tidak mengulangi perbuatan tersebut serta menebus dosa bagi si pelaku atas kejahatan yang dilakukannya. C erita Sutinah yang membunuh sampai dua kali, tidaklah sendiri. Ternyata banyak pembunuh tak kapok dengan jeruji besi. Sebut saja Dedy Arianto Nasution, yang membunuh temannya gara-gara tak mau membayar utang. Dedy yang kemudian disebut sebagai Koboi Medan itu telah lima kali keluar masuk penjara dalam kasus yang berbeda. Kasus pertamanya juga pembunuhan. Ia divonis sembilang tahun, tapi yang ia jalani hanya setengahnya. Walhasil, cerita bahwa penjara tak membuat jera, benar adanya. Bahkan, di masyarakat berkembang opini bahwa orang jahat yang dipenjara, begitu keluar makin pintar karena mendapatkan pelajaran kejahatan yang lebih canggih di penjara. Nah hal ini tidak akan terjadi dalam sistem hukum Islam. Seperti halnya sistem hukum yang ada, Islam pun mengenal sanksi hukum bagi para pelaku kejahatan. Hanya saja ada fungsi yang berbeda antara Islam dan sistem hukum buatan manusia. Dalam Islam, fungsi hukuman itu ada dua yakni mencegah si pelaku dan orang lain agar tidak mengulangi perbuatan tersebut serta menebus dosa bagi si pelaku atas kejahatan yang dilakukannya. Makanya, hukuman di dalam Islam sangat keras dan tegas. Abdurrahman Al Maliki dalam bukunya Nidzam Uqubat menjelaskan, pembunuhan termasuk dalam pembahasan jinayat yakni pelanggaran yang terhadap badan yang didalamnya mewajibkan qishash atau harta (diyat). Ia membagi tiga kategori pembunuhan yakni pembunuhan yang disengaja, mirip disengaja, dan tidak disengaja. Sanksi bagi pembunuh disengaja adalah dibunuh jika wali orang yang dibunuh tidak memaafkan. Jika ada pengampunan, maka pembunuh harus membayar diyat. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Amru bin Syu'aib diyat berupa 30 unta dewasa, 30 unta muda, dan 40 unta yang sedang bunting. Pembunuhan mirip disengaja adalah pembunuhan yang sengaja dilakukan tapi menggunakan alat yang umumnya tidak bisa membunuh. Kadang-kadang maksudnya untuk menyiksa tapi melampaui batas. Pembunuhan seperti ini sanksinya adalah diyat berupa 100 ekor unta, 40 di antaranya adalah unta bunting. Sedangkan pembunuhan yang tidak disengaja, seperti (1) orang yang tidak bermaksud membunuh tapi tindakannya menyebabkan orang terbunuh atau (2) pelaku membunuh orang di negeri kafir terhadap orang yang disangka kafir harby ternyata Muslim, maka sanksinya berbeda. Bagi tindakan (1) maka sanksu bagi yang bersangkutan hanya membayar diyat 100 ekor unta dan membayar kafarat dengan membebaskan budak. Jika tidak ada budak, maka ia harus berpuasa selama 2 bulan berturut-turut. Bagi pembunuhan model ke-2, maka cukup membayar kafarat tanpa diyat. Sementara itu, Islam pun mengatur sanksi terhadap orang-orang yang bersekutu dalam pembunuhan. Termasuk di dalamnya aktor yang memerintahkan tindak pembunuhan. Pihak-pihak yang bersekutu dalam pembunuhan ini sanksi- nya sama yakni dibunuh. Dengan sistem hukum yang demikian, maka orang akan berpikir seribu kali untuk melakukan tindak pembunuhan dan kejahatan lainnya yang bisa menimbulkan seseorang terbunuh. Di sinilah, sistem hukum Islam akan mampu mencegah orang untuk berbuat jahat. Dan bagi pembunuh, sanksi berupa dibunuh pun menjadi jalan pintas untuk menghindarkan diri dari siksa Allah di akhirat. Hanya saja, menurut Ketua Lajnah Tsaqafiyah DPP Hizbut Tahrir Indonesia Hafidz Abdurrahman, sistem hukum seperti itu tentu tidak mungkin bisa tumbuh dalam masyarakat yang sekuler seperti sekarang. Makanya, kata Hafidz, harus ada perombakan sistem hukum secara total termasuk pelaksana-pelaksana hukumnya. Sistemnya harus diganti dengan sistem Islam. Sistem itu Islam yang kaffah akan melahirkan masyarakat yang takwa. Dari situlah, takwa individu bisa mencegah seseorang dari tindakan kriminal, termasuk pembunuhan. Di sisi lain, masyarakat akan menjadi kontrol bagi anggotanya untuk tidak berbuat kriminal. Dan dari sisi negara, negara akan menjadi hakim yang adil yang memberikan keadilan bagi seluruh rakyat. Apakah Anda tidak ingin seperti itu? [] mujiyanto Khilafah, Negara Minim Pembunuhan T ahukah Anda, berapa kejahatan yang terjadi dalam pemerintahan Utsmaniyah selama berabad-abad? Menurut catatan sejarah dari Universitas Malaya, Malaysia, sepanjang kurun waktu itu hanya ada sekitar 200 kasus yang diajukan ke pengadilan. Jumlah ini jauh sangat kecil dibandingkan dengan kasus kejahatan yang terjadi di Indonesia tahun 2012. Jumlah ini jauh sangat-sangat kecil lagi dibandingkan dengan tindak kriminal yang terjadi di Amerika. Di negara dedengkot demokrasi itu, setiap tahun rata-rata ada 20 juta kasus kejahatan. Belakangan di Amerika marak berlangsung aksi penembakan yang menyebabkan banyak orang terbunuh tanpa ada kesalahan apapun. September lalu, sedikitnya 13 orang tewas di markas Angkatan Laut Amerika akibat ulah seorang mantan marinir yang menembak secara membabi buta. Sebelumnya, seorang pria secara membabi buta menembakkan senapan mesin ke arah penonton film di sebuah bioskop ketika ada pemutaran film Batman terbaru "The Dark Knight Rises." Sebanyak 12 orang tewas dan 59 orang cidera. Muncul tren di Amerika berupa pembunuhan massal yang dilakukan oleh individu. Kenyataan ini yang mengkhawatirkan warga Amerika. Nyatanya memang di negara adidaya itu kejahatan memang sangat luar biasa. Juru bicara kantor pendataan di Kementerian Kehakiman AS menandaskan, dari keseluruhan angka tersebut 4.300.000 kasus lebih terkait dengan aksi pemerkosaan, perampokan dan penganiayaan. Laporan yang sama menyebutkan bahwa di AS dengan populasi jumlah penduduk 300 juta jiwa, tercatat dari 100 orang tujuh di antaranya menjadi korban kejahatan dan pencurian. Menjadi pertanyaan kemudian adalah bukankah penduduk Amerika memiliki kesejahteraan yang lebih baik dibandingkan dengan negara lain di dunia? Bukankah sistem hukumnya sudah stabil? Dan banyak pertanyaan lainnya? Walhasil, modernisasi tidak serta merta menjadikan rakyat sejahtera baik secara fisik maupun mental. Sistem kapitalisme akan melahirkan masyarakat yang rakus, tamak, dan rusak, meski dibungkus dengan kemajuan. Sebaliknya, Islam dengan sistem yang datang dari Yang Maha Benar akan melahirkan masyarakat yang harmonis karena kehidupan mereka sesuai dengan fitrahnya sebagai manusia. Sistem Islam menjamin kehidupan warga negaranya lahir dan batin dengan tolok ukur kebahagiaan hanyalah menggapai ridha Allah SWT. Pantas jika dalam sistem seperti ini orang akan tercegah untuk berbuat kejahatan. Hanya orang-orang yang keblinger dan melampaui batas saja yang bertindak jahat. Tapi Islam pun telah menyiapkan seperangkat aturan hukum untuk membalas kejahatan rakyatnya sehingga virus kejahatan itu tak menyebar luas. Inilah fakta khilafah yang tak terbantahkan dalam sejarah. [] emje
  • 8. Media Umat | Edisi 114, 20 Dzulhijjah 1434 H - 3 Muharram 1435 H/ 25 Oktober - 7 November 2013 Shaharuddin Daming, Mantan Komisioner Komnas HAM Hukum Kita Tidak Adil Pembunuhan akhir-akhir ini marak di tengah masyarakat dan melibatkan banyak kalangan. Bukan hanya kalangan bawah yang tertekan hidupnya dan motifnya urusan perut, tapi sampai kalangan atas. Mengapa mereka tidak ada yang merasa takut terhadap tindakan kejamnya itu? Apa yang salah? Berikut wawancara wartawan Media Umat Joko Prasetyo dengan mantan Komisioner Komnas HAM yang juga ahli hukum Saharuddin Daming. Berikut petikannya. Hukum ditegakkan tetapi pembunuhan semakin merajalela. Mengapa? Ini tentu masuk pada pendekatan sosio yuridis. Dimulai dengan aturan hukum kita yang tidak begitu masif memberikan jaminan perlindungan kepada korban mau pun kepada manusia secara keseluruhan. Kalau kita membongkar kondisi hukum di Indonesia yang merupakan impor dari Belanda, memang ada masalah. Termasuk Hukum Pidana yang di dalamnya ada pasal-pasal mengenai pembunuhan, terutama pembunuhan secara berencana, seluruhnya itu diambil dari hukum Belanda. Belanda sendiri mengambilnya dari hukum Romawi. Belanda membawa masuk ke Indonesia melalui asas konkordansi, ketika Belanda menjajah kita itu berarti hukum yang berlaku di Belanda diberlakukan pula di negara jajahannya. Di sinilah timbul masalah, karena secara sistem nilai, itu sangat berbeda antara hukum dengan subjek hukum yang terikat dengan hukum itu. Maksudnya? Sistem hukum yang mengikat itu kan dari Barat yang tentu bernilai Barat, yaitu individualis, sekuler, sedangkan di Indonesia, masyarakatnya itu komunal dan agamis. Di situ terjadi syok, masyarakat tidak mempunyai tatanan nilai yang padu padan antara hukum dengan hukum yang diberlakukan. Itu sarjana hukum dari dulu sudah tahu, tetapi mengapa syok itu terus saja dibiarkan. Maraknya pembunuhan terjadi juga lantaran ringannya hukuman? Ya, ancaman pidana bagi si pembunuh dengan kualifikasi pemberatan hukuman pidana hukuman mati misalnya, itu berangkat dari satu hal saja, yaitu motif. Hanya karena faktor “perencanaan” delik pembunuhan maka pelaku terancam pidana mati. Ini jelas tidak menimbulkan efek jera yang tinggi. Karena pelaku dapat menyiasati sedemikan rupa agar tidak terkesan direncanakan. Ke depan, seharusnya bukan hanya motif yang dilihat tetapi dampak dari pembunuhan juga. Misalnya, bapak yang dibunuh, anak dan istrinya pasti merana. Itu juga harus dipertimbangkan. Begitu juga dengan cara dia membunuh dapat dijadikan faktor pemberat agar dihukum mati. Jadi pelaku mutilasi pun harus dihukum mati. Artinya, hukum yang diperlakukan sekarang ini, secara psiko yuridis, tidak menimbulkan rasa takut atau pun efek jera. Karena hukum kita tidak cukup keras. Bila dibandingkan dengan qishash? Dalam pidana Islam tersebut, siapa pun yang membunuh, dengan cara apa pun, maka pasti pidana mati (qishash). Maka orang itu akan berhitung dua kali untuk melakukan pembunuhan, lantaran akan berhadapan dengan resiko yang sangat tinggi. Di samping itu juga hukum dapat dibeli? Ya, yang ikut juga memengaruhi adalah, penegakan hukum kita yang tidak adil. Sehingga banyak orang yang mempunyai banyak finansial atau otoritas, mungkin dengan menggunakan uang dan kekuasaan, dengan leluasa menghilangkan nyawa orang. Begitu dia marah, begitu dia dendam, itu dia tidak suka kepada orang yang mengganggu atau mengancam, ia gunakan uang atau kekuasaannya untuk menyuruh orang membunuh. Dia juga akan merasa yakin, dirinya tidak akan tersentuh hukum, karena penegak hukum bisa dia beli. Itu kan sering terjadi. Ada faktor lainnya? Faktor lainnya adalah depresi sosial kelas berat. Karena bangsa kita ini selain dihimpit masalah besar, ekonomi kita ditata untuk meningkatkan pendapatan negara, sehingga harga yang diproduksi oleh negara itu tinggi sehingga memicu harga-harga lain menjadi tinggi, ini memicu tingkat stres yang tinggi di tingkat masyarakat. Mereka berupaya mengejar penghasilan, sehingga nilai manusia itu diukur dari materi semata-mata. Tidak ada lagi penghargaan yang tinggi kepada manusia sebagai sosok yang harus dimuliakan. Sehingga persoalan-persoalan kecil yang remeh, diselesaikan dengan membunuh. Apakah media massa juga berperan dalam menyuburkan tren pembunuhan? Tentu, khususnya media audio visual. Tayangan-tayangan kasus pembunuhan tersebut dapat menginspirasi sebagian penonton yang berpotensi untuk meniru. Karena televisi itu, lebih sering menayangkan modusnya, tapi minim tayangan pelaku ketika dipidana. Tidak pernah ada penayangan, si anu dihukum mati apalagi siaran langsung, ya tidak ada. Karena yang terakhir ini sebagai sesuatu yang dilarang. Akibatnya? Masyarakat tidak tahu, kalau orang membunuh dengan cara begitu akan dipidana dengan cara yang sangat sadis, hingga orang merasa takut. Jadi efek rasa takut akibat perbuatan keji itu tidak ada. Inilah hikmahnya, mengapa dalam pidana Islam itu ada yang disebut dengan hukum rajam. Terpidana itu ketika dieksekusi dipertontonkan. Tujuannya apa? Agar menimbulkan ketakutan untuk melakukan hal yang sangat keji, karena resikonya begitu. Sebenarnya, menurut saya, ada penempatan humanisme yang salah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia itu. Yang disebut humanisme itu hanya sebatas seruan-seruan moral, tetapi ketika persoalan-persoalan yang sudah melampaui pelanggaran hukum, humanisme itu menjadi kerdil. Mengapa? Itu karena tidak lain, kita menggunakan model pendekatan bernegara itu secara sekuler, yang melihat manusia itu tidak lebih dalam bentuk moral semata. Tentu berbeda kalau kita menggantungkan semua proses kehidupan berbangsa dan bernegara itu dalam konteks Islam. Dalam konteks Islam, manusia itu ditempatkan tidak hanya dalam konteks moral semata-mata tetapi ada keterkaitannya dengan soal akidah, ibadah dan amanah dari Allah SWT. Sehingga kita ini diikat dalam satu persaudaraan yang sangat dalam. Ini belum membahas bagaimana hukum pidana Islam dalam kasus pembunuhan yang berisiko sangat tinggi, dalam membicarakan humanisme saja sudah sangat menyeluruh dan tidak hanya bahas soal moral. Jadi itu yang menyebabkan mengapa belakangan ini terjadi pembunuhan yang sporadis. Bagaimana mengatasi semua masalah ini? Satu-satunya jalan menurut saya ya, kembalikan soal ke agama Islam. Karena Islam sudah memberikan tekanan bahwa kita ini harus sadar di tengah-tengah kita ini hadir iblis dan aliansi setan. Merekalah yang terus menggelindingkan pengaruhpengaruh jahat agar kita melakukan segala bentuk kejahatan. Karena itu, Allah SWT sudah memberikan peringatan bahwa setan itu dalam segala bentuknya adalah musuhmu yang nyata, karena itu jauhi, jangan ikuti kemauannya. Sekarang ini masalahnya, manusia itu bukan menjauhi, malah bersahabat dengan iblis. Karena pelindung satu-satunya, yaitu Islam, malah dijauhi, disingkirkan dari akar tradisi kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Itu menjadi penyebab utama dan untuk membangun peradaban yang menempatkan manusia secara bermartabat tiada lain, ya harus menjadikan Islam sebagai aturan yang mengikat bangsa ini secara formal. Karena hanya Islamlah yang dapat memberikan respon terhadap pertanyaan mengapa orang itu melakukan kejahatan. Jadi sampai kiamat pun, bila negara kita tetap sekuler tidak akan pernah ketemu pemecahannya.[]
  • 9. Media Umat | Edisi 114, 20 Dzulhijjah 1434 H - 3 Muharram 1435 H/ 25 Oktober - 7 November 2013 Muhammad Shiddiq Al Jawi, Anggota DPP HTI Akibat Meninggalkan Syariat Islam Pembunuhan merajalela lantaran sistem yang diterapkan meminggirkan syariat Islam. Sehinggga pemikiran, perasaan dan aturan yang berkembang di tengah masyarakat menjadi rusak dan merusak. Lantas bagaimana syariat Islam meminimalisir angka pembunuhan? Bagaimana pula agar syariat Islam dapat ditegakkan? Temukan jawabannya dalam perbincangan wartawan Media Umat Joko Prasetyo dengan anggota DPP Hizbut Tahrir Indonesia Muhammad Shiddiq Al Jawi. Berikut petikannya. Bagaimana tanggapan Anda dengan maraknya pembunuhan di Indonesia? Ini tanda masyarakat Indonesia telah mengalami kerusakan hebat. Karena dalam ajaran Islam, membunuh satu jiwa itu seakan-akan membunuh seluruh manusia (QS Al Maidah: 32). Bahkan jika korban pembunuhan itu seorang Muslim, Islam menilainya sebagai sesuatu yang sangat besar di sisi Allah, sampaisampai Nabi SAW bersabda, “Sungguh hancurnya dunia lebih ringan di sisi Allah daripada terbunuhnya seorang Muslim.” (HR Ibnu Majah no 2619). Apa penyebab pembunuhanpembunuhan itu terjadi? Banyak faktor penyebabnya. Tapi secara garis besar ada tiga. Pertama, faktor individu pelakunya. Yakni, sikap dan mentalnya sudah rusak, misalnya tidak takut dosa, meremehkan nyawa manusia, kehilangan kontrol diri, dan sebagainya. Kedua, faktor kondisi keluarga atau masyarakat. Misalnya ada sengketa rumah tangga, terlilit utang, gagal usaha, dan sebagainya. Ini bisa mendorong orang nekat membunuh. Ketiga, faktor lemahnya penegakan hukum oleh negara. Misalnya hukum yang bisa direkayasa atau dibeli, atau hukuman ringan yang tidak menimbulkan efek jera. Mengapa dengan alasanalasan tersebut, mudah sekali seseorang melampiaskannya dengan membunuh? Karena tidak ada sesuatu yang dia takutkan. Dia merasa tidak perlu berpikir panjang sebelum membunuh. Mengapa? Karena dia sudah belajar dari realitas yang rusak ini, yang memberi banyak peluang atau dorongan untuk gampang membunuh. Pembunuh paling dikenai pasal 338 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun. Kalau diadili hakimnya bisa disuap agar vonis lebih ringan. Kalau dipenjara petugasnya bisa disuap supaya mendapat fasilitas, seperti ruang penjara ber-AC, ruang khusus untuk bercinta, boleh membawa HP, dan sebagainya. Dan seterusnya. Jadi, apa yang perlu ditakutkan? Bukankah dengan realitas seperti itu, orang jadi tidak takut dan tidak perlu berpikir panjang lagi untuk membunuh? Ada yang menyatakan dendam dan amarah tak terbendung sebagai penyebab utama pembunuhan. Bagaimana pendapat Anda? Yang Anda sebutkan itu, seperti kebencian dan dendam, adalah faktor yang menyangkut individu. Prinsipnya, individu bisa rusak karena masyarakatnya rusak. Masyarakat itu sendiri tidak hanya kumpulan individu, melainkan suatu sistem sosial yang diikat oleh unsur pemikiran, perasaan, dan peraturan. Sekarang ini sayangnya kita dipaksa hidup dalam masyarakat demokrasisekuler yang didominasi oleh pemikiran, perasaan, dan peraturan yang serba rusak. Pemikiran rusak, misalnya sekulerisme yang menyingkirkan peran agama dari kehidupan. Perasaan rusak, misalnya pemujaan yang berlebihan terhadap harta benda, sehingga orang tidak mikir lagi halal dan haram. Peraturan rusak, misalnya sistem ekonomi kapitalis yang menimbulkan kesenjangan lebar antara si kaya dengan si miskin, dan sebagainya. Wajar, akibat dari kerusakan masyarakat ini adalah rusaknya mentalitas individuindividunya. Ditambah lagi hukuman yang tidak membuat jera... Iya, hukuman bagi pembunuh yang berlaku saat ini memang tidak ada efek jeranya. Terlalu ringan hukumannya, maksimal hanya penjara 15 tahun. Jarang ada yang dihukum mati. Kalau dihukum mati pun, tidak langsung dieksekusi. Tapi menunggu waktu lama karena ada proses banding, kasasi, grasi, dan sebagainya, sehingga publik sudah lupa kasusnya. Kalau dieksekusi mati pun, tidak dilakukan di muka umum, tapi dilakukan secara tertutup dengan penuh kerahasiaan. Jadi, mana mungkin sistem hukum yang toleran terhadap pembunuhan ini bisa membikin jera? Bagaimana syariat Islam memberikan solusi atas berbagai masalah pembunuhan tersebut? Syariah Islam memberikan solusi pada dua level. Pertama, perbaikan umum, yaitu perbaikan masyarakat, dengan cara mengoreksi berbagai pemikiran, perasaan, dan peraturan yang menyimpang dari Islam. Pemikiran rusak seperti sekulerisme tidak boleh ada, wajib dihancurkan. Perasaan rusak seperti pemujaan berlebihan kepada harta benda, dihilangkan dengan dakwah Islam yang menggugah kesadaran. Selanjutnya peraturan rusak juga harus dienyahkan, seperti sistem kapitalis yang tidak adil, sistem pidana Barat yang tidak memberi efek jera, dan sebagainya. Kedua, perbaikan khusus, yaitu perbaikan sistem pidana (nizhamul 'uqubat), dengan cara menghentikan penerapan sistem pidana Barat warisan penjajah, diganti dengan sistem pidana Islam berdasarkan Alquran dan Sunah. Bagaimana syariat Islam bisa menekan berbagai faktor penyebab dari berbagai aspek yang membuat seseorang dengan mudahnya, timbul kebencian, dendam, mudah tersinggung, dll, yang ujungnya dilampiaskan dengan membunuh? Syariah Islam mengatasi masalah itu dengan dua cara. Pertama, memperbaiki sikap dan mental individunya dengan memperkuat keimanan dan ketakwaannya. Syariah Islam, misalnya, telah menerangkan bahwa membenci orang lain itu tidak baik, kecuali membenci karena Allah, misalnya membenci orang yang berbuat maksiat. Dendam itu tidak baik, karena yang lebih utama adalah memberi maaf dan bersabar. Dan seterusnya. Kedua, menyelesaikan akar masalahnya, mengapa kok sampai timbul kebencian, dendam, mudah tersinggung, dll? Jika karena perselisihan rumah tangga, atau karena utang piutang, atau karena sengketa bisnis, syariah Islam mempunyai hukum-hukum syara' yang sangat mencukupi sebagai solusinya, termasuk solusi berupa pengadilan syariah (al qadha`) yang adil. Apakah syariat Islam tersebut bisa diterapkan dalam sistem pemerintahan yang berlaku sekarang? Tidak bisa, kecuali secara parsial. Karena sistem pemerintahan saat ini adalah pemerintahan sekuler, yang memosisikan agama hanya menjadi persoalan pribadi yang mengatur hubungan individu dengan tuhannya. Agama, dalam hal ini Islam, tidak diposisikan secara benar sebagai pengatur segala bidang kehidupan, seperti pemerintahan, ekonomi, pendidikan, dan sebagainya. Islam sekarang telah mengalami reduksi atau distorsi yang luar biasa, yakni tidak diposisikan secara benar sesuai contoh Rasulullah SAW, melainkan diposisikan sesuai ideologi sekulerisme yang dipaksakan oleh kaum kafir penjajah. Inilah mengapa syariat Islam tak bisa diterapkan pemerintahan sekarang. Lantas apa yang harus dilakukan agar syariat Islam tersebut dapat terlaksana secara sempurna sehingga darah warga negaranya pun terjaga? Yang harus dilakukan, adalah menegakkan sistem pemerintahan yang pro syariah. Itulah khilafah. Karena khilafah sajalah satu-satunya sistem pemerintahan yang menjamin penerapan syariah Islam secara keseluruhan (kaaffah). Sistem pemerintahan sekarang adalah sistem sekuler yang buruk dan terbukti gagal, termasuk gagal melindungi darah warga negaranya sendiri. Apakah kegagalan ini mau terus dipertahankan? Tidak bisa. Karenanya, harus segera diganti dengan Negara Khilafah.[]
  • 10. 10 Media Umat | Edisi 114, 20 Dzulhijjah 1434 H - 3 Muharram 1435 H/ 25 Oktober - 7 November 2013 Aspirasi Mereka Bicara Maraknya Pembunuhan Dadang Hawari, Psikiater Pemerintah Tak Tegas Masyarakat sekarang ini tidak aman. Kejahatan yang dilakukan tidak hanya maling namun juga korupsi di semua lini mulai dari aparat sipil hingga militer. Pemerintah sudah tidak mampu menyetop peredaran narkoba. Sedangkan, minuman keras adalah pemicu kekerasan dan pemerintah melegalkan, padahal Allah melarang. Dengan situasi masyarakat yang seperti ini, ini merupakan sumber kerusakan. Orang sekarang ini tidak bisa membedakan lagi mana yang halal mana yang haram. Melihat pembunuhan marak harusnya pemerintah bertindak tegas, prosedurnya muter-muter kelamaan, dan tidak mau memakai hukum yang Allah ciptakan. Orang Islam sendiri tidak ingin menerapkan hukum Allah padalah Allah yang menciptakan manusia, pencuri maling potong tangannya. Yang kena hukuman mati tidak dilakukan eksekusi malah diberikan keringanan hukuman. Ini bagaimana? Hukuman tidak kuat, karena penyelenggara hukum main juga.[] Seto Mulyadi, Psikolog Anak Perlu Gerakan Perlindungan Anak Kekerasan pada anak terjadi karena kesalahan paradigma orang dewasa terhadap anak. Paradigma itu apakah orang tua, keluarga seperti kakek , paman, sepupu dan sebagainya kemudian juga guru, aparat baik kepolisian yang menyiksa dan menghukum anak-anak yang ditangkap. Paradigma yang salah ini adalah karena menganggap anak tidak berdaya dan boleh diperlakukan apa saja oleh orang dewasa. Jadi paradigma ini harus diubah dengan kampanye besar-besaran dengan gerakan nasional stop kekerasan pada anak. Kekerasan pada anak jumlahnya terus semakin bertambah berarti upaya merubah paradigma tadi belum efektif. Karena memang hanya diserukan pada para aktivis. Secara yuridis hukum sudah melindungi anak, namun pada implementasinya masih lemah.[] Ahmad Yani, Komisi III DPR RI Pelayanan Polisi Harus Prima Ini yang kemarin saya tanyakan kepada Pak Tarman pada waktu uji kelayakan dan kepatutannya menjadi Kapolri, dalam kondisi umat merasa amat tidak aman dan nyaman karena terjadi pembunuhan begitu banyak, kekerasan begitu banyak di mana-mana. Polisi sendiri pun dengan masih berpakaian dinas dibunuh. Itu yang saya tanyakan, langkahlangkah apa yang akan diambil oleh pihak kepolisian. Karena ini kan tupoksinya polisi. Pak Tarman jawab, itu betul dan dirinya akan mengokohkan dua langkah yaitu preventif dan represif berupa penegakan hukum. Saya katakan, tindakan preventif yang selama ini dilakukan dengan mobil patroli itu sangat tidak efektif. Biaya operasional BBM nya pun tersendat-sendat. Karena itu saya sarankan diperbanyak pos polisi yang memudahkan masyarakat mengakses dengan cepat bila terjadi apa-apa. Kedua, Babinkamtibmas itu menjadi penting, maka polisi itu di setiap Polres dan Polsek harus mengoptimalkan Babinkamtibmas, berkoordinasi dengan RT RW mendatangi masyarakat. Siapa saja penduduk yang baru datang, yang dicurigai, dll, jadi ini sekaligus mendeteksi dini teroris. Dalam konteks penegakan hukum, saya kira polisi sudah mulai kan. Harus betul-betul tidak ada toleransi terhadap pelaku-pelaku kriminal, apakah dia itu perorangan atau pun terorganisir. Kalau sudah seperti itu, rakyat baru merasa aman. Kehadiran polisi dapat dirasakan. Akhrinya polisi jadi sahabat rakyat. Kalau sekarang kan belum. Jadi polisi harus memberikan pelayanan yang prima, jangan sampai rakyat mengadu ke polisi malah timbul masalah lagi.[] Irjen Pol Ronny F Sompie, Kadiv Humas Mabes Polri Perlu Kepedulian Masyarakat Persentasi terungkapnya kasus dan berhasil dalam melakukan penangkapan terhadap tersangka sangat bergantung kepada jejak yang diperoleh penyidik untuk mengungkap setiap kasus pembunuhan. Serapih-rapihnya pelaku dalam berupaya menghilangkan jejaknya, ada saja jejak yang tertinggal dan bisa menjadi bukti yang mengantar penyidik kepada analisis siapa pelakunya. Kalau tempat kejadian sudah tidak murni dan rusak akibat sudah diacak-acak oleh orang yang menemukan kejadian ini pertama kali, tentu menyulitkan proses pengolahan tempat kejadian untuk menemukan jejak pelakunya. Untuk mengatasi rusaknya tempat kejadian pembunuhan, perlu ada kepedulian masyarakat untuk menutup dan menjaga agar tempat kejadian masih murni seperti sediakala saat diterima laporannya dari masyarakat sampai penyidik Polri datang dan melakukan tindakan di tempat kejadian dalam rangka mengolahnya dan menemukan jejak pelaku pembunuhan.[] Mahendradatta, Pakar dan Praktisi Hukum Bodoh! Kalau Masih Pertahankan KUHP Pembunuhan berencana itu kan ada di Pasal 338 KUHP. Kalau dikatakan banyak celah dalam KUHP, ya pastinya. Kenapa? Karena itukan hukum Belanda kuno yaitu Reglement Verondening. Sedangkan di Belanda sendiri sudah lama tidak dipakai. Tapi malah diberlakukan lagi oleh pemerintah Indonesia sejak tahun 1949. Jadi apa yang bisa kita harap dari UU seperti itu? Yang lucu adalah, sekarang saya berbicara sebagai Ketua Dewan Pembina Tim Pengacara Muslim ya, yang lucu adalah orang kadang-kadang terlalu menghina-hina syariah. Itu dianggapnya sebagai hukum dari luar. Apa tidak lebih parah ini, sudah hukum dari luar, kuno lagi, dalam arti kata buatan manusia lagi, sudah buatan manusia eh ternyata yang membuatnya itu adalah semangatnya untuk melindungi penjajah! Jadi yang masih mempertahankan hukum thagut ini bukan naif kalau kata saya, tetapi sangat bodoh! Jadi sudah pasti banyak celahnya dalam KUHP itu. Contohnya, sudah banyak orang yang menafsirkan sendiri pasal-pasalnya itu. Karena pasal itu tidak jelas. Seperti frasa “tidak sengaja” ditafsirkan sendiri-sendiri bahkan di Indonesia tafsirannya malah mengikuti pakar hukum Belanda yang sekarang sudah tidak laku lagi di Belanda, karena terlalu diperluas makna“kesengajaan”-nya.[] Iwan Januar, Pengamat Sosial Islam Dipinggirkan, Budaya Barbar Marak Kekerasan semakin mengkhawatirkan di Tanah Air karena mengalami peningkatan secara kuantitas maupun kualitasnya. Hampir setiap hari kita mendapat pemberitaan kekerasan bukan di satu atau dua tempat, tapi banyak tempat bahkan tidak sedikit yang berujung pada pembunuhan. Kualitas kekerasan yang terjadi juga makin meningkat. Pelaku bukan saja sekadar ingin mencelakakan korban tapi juga ingin memberikan rasa sakit yang sangat dan efek kerusakan yang parah kepada korban. Seperti terlihat penggunaan air keras dalam beberapa kasus. Korban yang disasar ada yang sporadis ada juga yang spesifik. Dalam kasus geng motor, pelemparan air keras di bus, pelaku tidak pandang bulu. Siapa saja bisa jadi korban. Tapi dalam kasus penembakan polisi tampak jelas ada kekerasan yang memang terarah. Bahwa bangsa kita dulu dikenal ramah, itu kan dulu. Pergeseran nilai-nilai budaya sudah berjalan cepat dan masif di Tanah Air. Kebersamaan dan jiwa gotong royong sudah diganti dengan individualistik. Di banyak sekolah bahkan pesantren sudah masuk budaya bullying. Di jejaring sosial orang terbiasa saling mencaci maki, bahkan sesama aktifis dakwah hal ini terjadi. Kemudian KDRT meningkat bahkan anak-anak jadi korban. Termasuk ada bayi yang dicabuli hingga meninggal. Apa artinya ini? Bangsa ini sudah dirasuki budaya barbar. Ini bukan persoalan budaya Nusantara yang pudar, tapi akibat nilai-nilai agama khususnya Islam yang makin dipinggirkan. Budaya Nusantara itu penopang terbesarnya adalah ajaran Islam. Tapi ketika nilai-nilai Islam apalagi syariatnya dieliminasi dari kehidupan, inilah yang terjadi. Salah satunya adalah maraknya kekerasan. Jadi kalau ditanya apa yang salah? Sekulerisme ini yang salah. Siapa yang bertanggung jawab? Kaum Muslimin yang lebih memilih menjadi manusia sekuler ketimbang menjadi orang beriman dan bertakwa. Maka kekerasan di Tanah Air tidak akan berhenti hanya sekadar meningkatkan jumlah polisi atau sanksi yang berat, tapi harus membongkar landasan umat ini menggantinya dengan akidah Islam dan membangun kehidupan sesuai nilai-nilai Islam. artinya harus ada syariat Islam yang ditegakkan.[] fm-joy
  • 11. Media Umat | Edisi 114, 20 Dzulhijjah 1434 H - 3 Muharram 1435 H/ 25 Oktober - 7 November 2013 Telaah Wahyu 11 Kemenangan Berpihak kepada Kaum Muslimin Oleh: Rokhmat S Labib, MEI Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang Muslimin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati (TQS Ali Imran [3]: 13). K Allah SWT berfirman: Qad kâna lakum ayah fî fiatayni [i]ltaqatâ (sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu [bertempur]). Kandungan ayat ini bahwa pihak yang diseru ayat ini adalah orang kafir secara umum. Ibnu 'Abbas, sebagaimana dikutip Abu Hayyan, adalah di antara yang berpendapat demikian. Ayat ini berguna untuk menciptakan rasa takut kepada mereka dan memberitahukan bahwa Allah SW T akan menolong agama-Nya. Sungguh, Dia telah memperlihatkan kepada mereka contoh nyata yang dialami kaum musyrik Quraisy yang kalah, terbunuh, dan ditawan. Menurut lainnya, ditujukan kepada orang Mukmin. Di antaranya, sebagaimana dikutip Abu Hayyan, adalah Ibnu Mas'ud dan al-Hasan. Ini berarti, ayat tersebut mengokohkan dan mengobar- masih kelanjutan dari ayat sebelumnya. Dalam ayat tersebut Allah SWT berfirman: Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: "Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka Jahanam. Dan itulah tempat yang seburukburuknya" (TQS Ali Imran [3]: 12). Ada beberapa penjelasan tentang pihak yang diseru ayat ini. Menurut al-Alusi, khithâb ayat in ditujukan kepada kaum Yahudi di Madinah. Kesimpulan ini didasarkan kepada sabab nuzul ayat ini, setelah Perang Badar Yahudi Qunaiqa' berkata, “Sesungguhnya Quraisy adalah orang-orang bodoh. Seandainya mereka (kaum Mukmin) memerangi kami, niscaya kamu akan menyaksikan para ksatria”. Lalu turunlah ayat ini. Ada juga yang mengatakan kan semangat jiwa umat Islam. Sebab, ketika mereka diperintahkan menyampaikan perkataan tersebut kepada kaum kafir (bahwa kaum kafir akan dikalahkan dan dimasukkan ke dalam neraka), memungkinkan bagi kaum munafik dan orang yang lemah imannya menganggap mustahil berita tersebut. Bisa jadi, khithâb ini ditujukan kepada mereka semuanya, baik kaum Mukmin, kaum Yahudi, maupun kaum kafir. Yang pasti, ayat ini memberikan bukti kebenaran ancaman tersebut, bahwa telah ada âyah bagi mereka. Pengertian ayah di sini adalah 'alâmah 'azhîmah (tanda yang besar) yang menunjukkan kebenaran firman Allah dalam ayat sebelumnya. Demikian penjelasan al-Syaukani dan al-Alusi. eimanan dan kekufuran tidak akan bersatu. Demikian pula para pengembannya. Ketika masingmasing memegang erat prinsipnya dan berupaya mewujudkannya dalam kehidupan, maka pertarungan antara keduanya tak terhindarkan. Dua Kelompok yang Berlawanan Bukti kebenaran itu adalah peristiwa yang terjadi pada fiatayni iltafatâ, dua golongan yang bertemu. Pengertian fiah adalah firqah atau jamâ'ah dari kalangan manusia. Sedangkan iltafatâ dalam ayat ini berarti pertemuan dalam medan pertempuran dan peperangan. Menurut para mufassir, pertemuan dua kelompok yang dimaksud adalah Perang Badar. Golongan pertama dalam perang tersebut adalah: Fiat[un] tuqâtilu fî sabîlil-Lâh (segolongan berperang di jalan Allah). Mereka adalah fiah mu`minah, golongan kaum Mukmin. Tepatnya, adalah Rasulullah SAW bersama orangorang Mukmin. Sebab, merekalah yang terjun dalam peperangan tersebut. Mereka disebut berperang di jalan Allah SWT karena perang mereka dilandasi oleh keimanan, menjalankan ketaatan kepada Allah SWT, untuk menegakkan agama-Nya, dan mengharapkan keridhan-Nya. Tetang perangnya kaum Mukmin, Allah SWT berfirman: Orangorang yang beriman berperang di jalan Allah (TQS al-Nisa' [4]: 76). Sedangkan golongan kedua: Wa ukhrâ kâfirah (dan [segolongan] yang lain kafir). Mereka adalah orang-orang yang ingkar kepada Allah SWT dan perkara keimanan lainnya. Berkebalikan dengan kaum Mukmin yang berperang di jalan Allah SWT, golongan ini berperang di jalan selain-Nya. Allah SWT berfirman: Dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut (TQS al-Nisa' [4]: 76).. Kemudian diberitakan peristiwa yang terjadi pada perang tersebut dengan firman-Nya: Yarawnahum mitslayhim ra`ya al'ayn (yang dengan mata kepala melihat [seakan-akan] orangorang Muslimin dua kali jumlah mereka). Kata ra'y al-'ayn merupakan mashdar muakkid, berguna untuk mengukuhkan kata yarawnahum (mereka melihat mereka). Artinya, mereka benarbenar melihat secara jelas dan nyata, dan tidak ada kekaburan tentangnya. Demikian al-Syaukani dalam tafsirnya. Ada beberapa penjelasan tentang pelaku dan objek yang dimaksud ayat ini. Di antaranya adalah penafsiran yang mengatakan bahwa kaum kafir melihat jumlah kaum Mukmin dua kali lipat, yakni 950 pasukan. Semuanya bersenjatakan lengkap. Di antara yang berpendapat demikian, sebagaimana dikutip al- Alusi, adalah al-Sudi. Diriwayatkan dari Said bin Aus, dia berkata: Kaum musyrikin menawan seseorang dari pasukan kaum Muslimin. Mereka bertanya kepadanya, “Berapa jumlah kalian?” dijawab, “Tiga ratus dan beberapa puluh orang.” Mereka berkata, “Kami tidak melihat kalian kecuali dilipatgandakan dari jumlah kami.” Maksud mereka, jumlah pasukan kaum Muslimin adalah seribu sembilan ratus.” Dengan jumlah yang terlihat lebih banyak tersebut membuat mereka menjadi gentar, takut, cemas, dan gelisah. Dikatakan Ibnu Katsir, Allah SWT menjadikan hal itu sebagai sebab bagi kemenangan Islam atas mereka. Pertolongan Allah SWT bagi Kaum Mukmin Allah SWT berfirman: Wallâh yuayyidu bi nashrihi man yasyâ` (Allah menguatk an dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya). Dijelaskan alAlusi, kata yuayyidu berarti yuqawwi (menguatkan). Sedangkan bi nashrihi berarti bi 'awnihi (pertolongan-Nya). Dalam Perang Badar itu, kaum Muslim diberikan pertolongan oleh-Nya sehingga tampil menjadi pemenang. Allah SWT memenangkan keimanan atas kekufuran, memuliakan kaum Mukmin dan menghinakan kaum kafir. Perang Badar memang luar biasa. Dalam beberapa aspek, pasukan kaum kafir tampak lebih unggul. Jumlah mereka lebih dari dari dua kali lipat, 950 pasukan. Seratus di antara pasukan berkuda. Mereka juga terdiri para pasukan terlatih dengan persenjataan lebih lengkap. Sehingga, mereka pun optmis akan mendapatkan kemenangan. Akan tetapi, bayangan dan harapan mereka hancur. Mereka menderita kekalahan besar. Banyak pemimpinnya terbunuh, seperti 'Utbah bin Rabi'ah, Abul Hakam bin Hisyam, Umayyah bin Khalaf, dan lain-lain. Tentang pertolongan Allah SWT dalam perang Badar diberitakan lebih lengkap dalam firman-Nya: Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah (Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya. (Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang Muk- Ikhtisar: 1. Kaum kafir pasti akan terkalahkan. 2. Kemenangan kaum Muslimin dalam perang menjadi salah satu buktinya. 3. Allah SWT memberikan pertolonganNya kepada orang yang dikehendakiNya. min: "Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?" (TQS Ali Imran [3]: 123-124). Tentang bantuan pasukan malaikat ini diceritakan dalam banyak riwayat. Abu Dawud alMazini berkata, “Selagi aku mengejar salah seorang musyrik untuk menebasnya, tiba-tiba kepalanya sudah tertebas sebelum pedangku mengenainya. Aku sadar bahwa rupanya dia telah dibunuh seseorang sebelum aku.” Ibnu 'Abbas berkata, “Tatkala seseorang dari pasukan Muslimin berusah keras menghabisi salah seorang musyrik di hadapannya, tiba-tiba dia mendengar suara lecutan cambuk di atasnya dan suara seorang penunggang kuda yang berkata, “Majulah terus wahai Haizum?” Lalu orang Muslim itu memandang orang musyrik tersebut sudah terjerembab. Seorang Anshar melihat kejadian itu dan memyampaik annya kepada Rasulullah SAW. Beliau bersabda, “Engkau benar. Itulah pertolongan dari langit ketiga.” Allah SWT berfirman: Inna fî dzâlika la'ibrah li uliy al-abshâr (sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati). Yang ditunjuk oleh dzâlika adalah al-nashr (pertolongan) yang diberikan Allah SWT kepada pasukan kaum Muslimin. Sungguh dalam peristiwa itu ada 'ibrah, pelajaran berharga, bagi ulî al-abshâr. Kata al-abshâr merupakan bentu jamak dari kata al-bashar (penglihatan), bermakna al-bashîrah. Menurut Abu Hayyan, artinya orang-orang yang memiliki akal sehat yang menerima pelajaran. Demikianlah. Peristiwa Perang Badar itu harus menjadi salah satu bukti kekuasaan Allah. Sehebat apa pun kekuatan kafir, mereka pasti akan dapat dikalahkan. Jika Allah SWT berkehendak mengalahkan dan menghinakan suatu kaum, siapa yang bisa menghalangi-Nya? Wal-Lâh a'lam bi al-shawâb.[]
  • 12. 12 Media Umat | Edisi 114, 20 Dzulhijjah 1434 H - 3 Muharram 1435 H/ 25 Oktober - 7 November 2013 Media Daerah Suasana wilayah rumah Suardi Imam Masjid itu Ditembak Densus 88 Pemerintahan yang anti Islam ini pada akhirnya menangkapi merekamereka yang mempelajari Islam dan membuat stigma negatif. I dul Adha tahun ini menjadi akhir tragis Suardi (51), selepas balik dari Makassar, Kamis (17/10). Suardi ditemukan tewas ditembak oleh Densus 88. Dua hari sebelumnya, ia menjadi imam shalat Idul Adha. Benarkah ia seorang teroris seperti yang disangkakan polisi? Suardi tak lagi bisa membela diri. Aksi penembakan Densus 88 terhadap terduga teroris di wilayah Sulawesi Selatan bukan pertama kalinya. Januari lalu, di RS Wahidin Sudirohusodo Makassar juga terjadi penembakan yang menewaskan satu orang dengan tuduhan sama terduga teroris. Kasus berulang dengan nasib korban tragis, tidak ada delik tidak ada pembelaan, mereka tewas dibunuh. Suardi, berasal dari Dusun Cebba, Desa Allinge, keca-matan Amali, Bone. Mantan PNS guru di sekolah Dasar Inpres Ka-lakkang Kec. Amali ini dikenal sebagai aktivis dakwah di bebe-rapa kelompok kajian seperti Wahdah dan Hidayatullah. Selain aktif di beberapa kelompok kaji-an Suardi juga dikenal masyara-kat sebagai Imam Masjid SMPN 2 Bila, Kec Amali sekaligus membina TPA di rumahnya yang tidak jauh dari masjid tersebut. Setelah mengundurkan diri Kenapa Suami Saya di Bunuh? uasana duka meliputi rumah Suardi. Tangis pun tak terbendung ketika jenazah Suardi tiba. Ismawati masih tak mengerti kenapa suami dibunuh. Apa yang salah dari suaminya. “Suami saya bukan teroris tapi mereka tuduh teroris,” ucapnya lirih sambil memeluk kedua anaknya. Ismawati pun mempertanyakan keterlibatan suaminya yang dituduh terlibat tindakan terorisme namun tanpa bukti. ”Saya pribadi tidak terlalu bermasalah tapi kasihan anak-anak saya masih kecil-kecil, sudah dicap anak teroris. Padahal belum tentu benar bapaknya teroris. Kenapa suami saya ditembak padahal baru terduga," ujarnya dengan suara parau. Yang jelas Suardi telah meninggal. Ia tak bisa lagi membela diri. Lagilagi kasus kebiadaban aparat Densus 88 kembali terulang. Kasus ditutup bersamaan jenazah Suardi dimakamkan.[] fatih S dari PNS, Suardi semakin aktif membina dan membentuk kelompok-kelompok kajian di beberapa masjid termasuk di masjid di dekat rumahnya. Masyarakat setempat mengetahui bahwa pengajian yang Suardi bina kurang lebih seputar masalah-masalah ibadah dan akhlak. Untuk menafkahi keluarganya pasca mundur dari PNS, Suardi menekuni bisnis-bisnis peternakan ayam, berkebun coklat dan dagang. Sedangkan istrinya yang juga masih PNS sebagai guru ikut membantu suaminya kala dia tidak mengajar di sekolah. Ismawati (istri Suardi) menuturkan kepada Media Umat bahwa suaminya hanyalah sekolah guru mengaji yang membina anak-anak TPA di rumah dan masjid dekat rumah dan membina pengajian bapak-bapak dan anak muda seminggu sekali tiap hari Selasa malam, tidak lebih dari itu. Memang, menurut istrinya, kadang suaminya pergi ke Makassar beberapa hari untuk mengikuti kajian di sana. Satu tahun terakhir, menurut pengakuan anggota keluarga yang lain, mereka pernah diajak Suardi ke Makassar dan Kab Mamuju untuk mengikuti kajian. Selain kajian juga diajarkan berlatih renang dan permainan senjata kurang lebih sekitar 2 – 4 minggu tidak pulang ke rumah. Tapi, menurutnya, itu hanya untuk kebutuhan olahraga dan kebugaran, bukan yang lain. Proyek Terorisme Menurut istrinya, usai menjadi imam shalat Idul Adha di masjid dekat rumahnya pada Selasa, Suardi bersama anak per- tamanya (17 tahun) pergi ke Makassar selama 2 hari. Pada Kamis waktu hendak pulang ke Bone, mereka dibuntuti mobil sejak dari Makassar. Kurang lebih 10 km sebelum sampai rumahnya, tepatnya di jalan poros yang sepi, kirikanannya kebun coklat di Dusun Kampung Baru Toddang Bonga Desa Teamusu (Alinge), mobilnya diserempet oleh mobil yang membuntuti dari Makassar. Sesaat setelah berhenti penumpang mobil yang menyerempet mengeluarkan senjata dan langsung menembak Suardi dan langsung meninggal di tempat tanpa ada perlawanan. Aksi ini terjadi sekitar pukul 5 sore. Warga kaget mengira ada perampok yang ditembak. Sedangkan, anak Suardi diamankan Densus 88, ada juga sahabat Suardi bernama Joni yang berasal dari Kab Jeneponto. Pihak keluarga pun meragukan Suardi memiliki atau membawa senjata. Mendengar suaminya tertembak polisi, istri Suardi ketakutan dan bersembunyi di rumah keluarganya. Ismawati kaget saat mendengar, hasil penggeledahan Densus di rumahnya menemukan pistol dan peluru, granat, bahan pembuat bom, dan uang 1 peti. Padahal, menurut Ismawati, sebelum pergi bersembunyi, dia mengaku tidak pernah ada dia lihat barangbarang tersebut di rumahnya, yang ada adalah pupuk tanaman sisa yang belum terpakai di kebun coklatnya. Humas DPD I HTI Sulsel, Dirwan Abdul Jalil mengkritik sikap Densus 88 yang melakukan aksi penembakan tanpa proses hukum pada Suardi padahal Suardi dikenal masyarak at sekitar sebagai orang baik, saleh dan banyak membantu warga. “Densus 88 harus membuktikan tuduhan mereka jangan sampai hanya klaim sepihak atau korban salah tembak sebagaimana beberapa orang sebelumnya,” ujarnya kepada Media Umat. Ulama Sulsel, H M Basri pun geram terhadap sikap Densus 88. Menurut Pimpinan pondok tahfidzul Qur'an Makassar ini, penembakan ini adalah murni order Densus 88 untuk mencari pundipundi penghidupan. Densus menciptakan sebuah modus, menyebut Makassar berbahaya dan merupakan sarang teroris. “Saya rasa semua itu cuma rekayasa saja. Karena ini merupakan order. Merupakan proyek. Maka tidak ada cara kecuali melakukan yang seperti itu,” tuturnya kepada Media Umat. Basri juga menambahkan, hal inilah yang membuat negara ini morat marit. Negara ini tidak bisa aman lagi, karena banyak orang dibunuh tanpa salah. “Baru terindikasi sudah ditembak,” katanya. Pemerintahan yang anti Islam ini pada akhirnya menangkapi mereka-mereka yang mempelajari Islam, dan mulai ditengarai sebagai teroris. Islam ini di jadikan sebagai momok yang menakutkan. Harapan Basri, semoga Allah melaknat mereka dengan laknat yang sangat keras karena ini pelanggaran hak asasi manusia yang luar biasa.[] iton/fatih
  • 13. Media Umat | Edisi 114, 20 Dzulhijjah 1434 H - 3 Muharram 1435 H/ 25 Oktober - 7 November 2013 Media Nasional 13 Pemprov DKI Beri Izin Gedung Kedubes Amerika Dibangun Sangat naif memandang pembangunan renovasi Kedubes Amerika hanya dilihat dari segi teknis, ini sangat konyol. G edung lama Kedubes Amerika Serikat yang berjejer dengan Gedung Wakil Presiden di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta sudah diruntuhkan. Ini menandakan gedung itu siap dibangun dengan gedung baru sesuai rencana. Peralatan besar sudah tampak berada di sekitar Kedubes Amerika. Terkait pembangunan itu Kepala Perijinan Bangunan P2B Heru Hermawanto membenarkan bahwa pembangunan gedung Kedubes Amerika telah mendapatkan izin pembangunannya. Pemda hanya mengecualikan gedung Syahrir. “Kalau wilayah Amerika sendiri tidak masalah, dan P2B telah mengeluarkan izinnya, bukan gedung Syahrirnya karena itu kewenangan Kementerian Pariwisata,” ungkap Kepala Perijinan Bangunan P2B Pemda DKI Jakarta Heru Hermawanto kepada Media Umat, Jumat (11/10) di Gedung Penataan dan Pengawasan Bangunan (P2B), Jakarta. Menurutnya, izin itu dikeluarkan karena secara teknis telah memenuhi syarat. “Kalau kita murni teknis, kaidah-kaidah pembangunannya sudah terpenuhi. Teknis itu arsitektur, struktur dan instalasi,” ungkapnya. Heru juga menyatakan untuk relokasi gedung Syahrir sebenarnya sejak zaman Gubernur Sutiyoso sudah ada izin, hanya saja masih berkendala hingga saat ini di Kementerian Pariwisata. Menanggapi hal itu, Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia Ismail Yusanto mengkritik sikap Pemprov DKI Jakarta, yang dianggapnya sangat naif hanya melihat persoalan pembangunan Kedubes Amerika itu dari segi teknisnya saja. “Melihat persoalan ini hanya dari segi teknis itu sangat naif, bagaimana bisa memandang gedung Kedutaan Besar Negara seperti Amerika hanya dipandang dari segi teknis, ini sangat konyol,” ujarnya kepada Media Umat. Ismail pun menambahkan kalau pemerintah tidak mengerti tugas pokok dan fungsinya sebagai penjaga kedaulatan rakyat. “Ini juga khusus ditunjukkan pada pemerintah pusat,” tegasnya. Menurut Ismail, meskipun Pemda DKI Jakarta berargumentasi ini persoalan teknis harusnya pemerintah pusat menganulir perizinan tersebut dengan pertimbangan gedung kedutaan yang akan direnovasi dengan sebesar itu memiliki fungsi dan tugas pokok sangat besar untuk kepentingan Amerika. “Tentunya kepentingan itu untuk mencengkeram Indonesia dengan dominasi ekonomi mereka di Indonesia,” terangnya. Harusnya juga, lanjut Ismail, Pemda daerah yang dipimpin Jokowi dari partai yang katanya nasionalis memberikan saran kepada pemerintah pusat untuk tidak menyetujui pembangunan ini. Pemerintah AS akan membangun kompleks Kedubes AS di Jakarta senilai US$ 450 juta. Gedung yang terletak di Jalan Medan Merdeka Selatan No 4 Jakarta Pusat itu akan dimodernisasi dengan menggunakan teknologi dan standar tinggi dalam hal perancangan dan tata ruang. Pembangunan gedung baru 10 lantai yang menempati lahan seluas 36 ribu meter persegi ini ditargetkan akan selesai pada 2017. Pihak AS menyatakan gedung baru itu akan menampung para staf kedutaan dan misi AS untuk ASEAN di Jakarta. Kalau gedung ini jadi, menurut Ismail, ini akan menjadi gedung Kedubes AS ketiga terbesar setelah di Irak dan Pakistan. “Ketiganyakan negeri Muslim, kita bisa melihat kalau Amerika memiliki perhatian khusus terhadap negeri ini, baik secara politis maupun ekonomi, jadi sangat konyol memandangnya hanya dari segi teknis,” pungkasnya.[] fatih mujahid MEDIA GAUL Korean Wave? No Way! Oleh: Eresia N Winata, Yogyakarta K orea? Arggh! Remaji mana yang tidak kenal dengan aksi Song Hye Gyo dan Rain Bi di drama komedi Full House? Remaja mana yang tidak kenal betapa centil dan seksinya para vokalis SNSD (So Nyeu Shi Dae)? Atau adakah yang merasa asing dengan personil Super Junior yang guanteng nan imut2 itu? Yap. Ngomongin korea memang gak ada matinya, mulai dari boyband, girlband, sampai dramanya yang terkenal banget. Gak bisa dipungkiri kalo daya tarik artis Korea itu bisa bikin manusia, baik laki-laki maupun wanita dari segala usia jadi klepekklepek. Mereka cantik, tampan, tinggi semampai, kulit putih mulus, akting mereka top, dan tentu saja dandanan plus outfit (fashion) yang mereka kenakan selalu seger buat diliat. Makin banyaklah bermunculan penyanyi karbitan dalam negeri yang ngadopsi penampilan n gaya artis Korea, sebut aja SM*SH, 7 Icon, HITZ, dll. Korean Wave (gelombang Korea) berhasil banget deh membuat manusia Asia dan sebagian Eropa kesengsem berat sama mode, artis, dan budaya yang disebarluaskan lewat drama, film, dan lagu-lagu mereka. Wajar kalo bejibun banget yang jadi fans berat pemeran drama en personil girlband/boybandnya. Namun, tahukah kamu kalau sebenarnya Korea merupakan negeri dengan beberapa fakta aneh yang mencengangkan? Pertama: Separuh Orang Korea adalah ATHEIS! Menurut berita yang dilansir KBS (siaran eksternal Korea Selatan) hanya 53,1 persen orang Korea yang punya agama. Itu berarti ada sekitar 46,9 persen atau 24 juta orang Korea yang atheis. Gak kebayang ya orang-orang ini makan, tidur, kerja, n sekolah tanpa sebuah keimanan pada Pencipta. Mereka gak akan malu untuk mengatakan bahwa mereka gak percaya pada Tuhan! Kedua: Korea adalah negara dengan angka bunuh diri NOMER 1 di dunia. Sebagai sebuah negara kapitalis dengan industri yang maju, tentu saja persaingan hidup di sana sangat tinggi. Orang Korea memiliki waktu belajar dan kerja lebih tinggi dibanding Jepang. Jangankan orang biasa, para artis Korea pun harus bekerja mati-matian untuk bisa survive di sana. Seorang pelajar SMA menuntut ilmu hingga 13-15 jam/hari. Lihat pula bagaimana Kim Yoona (vokalis SNSD) yang mengaku tidur tidak lebih dari 10 jam tiap minggunya. Semua ini menjadi rutinitas yang sangat melelahkan dan bikin stres. Menurut Menteri Kesehatan Korea Selatan ada sekitar 35 orang Korea bunuh diri SETIAP HARI, baik dari kalangan artis maupun orang biasa. Artis Park Jin Hee mengungkapkan dalam tesisnya bahwa lebih dari 40 persen artis Korea mengalami depresi dan ingin mengakhiri hidupnya. Bahkan ada situs yang bisa dipakai untuk dijadikan tempat ketemu n janjian untuk bunuh diri. Ckckck, parah! Ketiga: Operasi plastik adalah hal biasa. Sebuah lembaga pekerja berbasis online di Seoul mengadakan survey mengenai 'seberapa penting penampilan untuk orang Korea' mendapatkan hasil bahwa 90 persen responden pria dan wanita menginginkan operasi plastik untuk mendukung penampilan mereka. Guys, operasi plastik di Korea sana sudah sama seperti kebutuhan akan makan, gak bisa ditinggalin. Rata-rata orang Korea berusia 18-35 tahun lebih menginginkan hadiah supaya mata, dagu, pipi, dan hidung mereka dirombak dengan operasi plastik dibanding keinginan memiliki gadget atau kendaraan pribadi. Apalagi di kalangan artis, wah justru aneh kalo gak operasi. Pantengin aja tuh artis korea, rata-rata semua hasil operasi bo! Jait sana robek sini, tambal sulam, gak orisinil. Sama seperti angka bunuh diri, budaya operasi plastik di Korea merupakan yang NOMER WAHID DI DUNIA. Olala.. Fakta-fakta di atas sangat kontras dengan corak kehidupan Muslim yang senantiasa dihiasi keimanan dan pengabdian pada Allah SWT. Keimanan pada Allah SWT adalah kunci kesuksesan dunia akhirat, ia ibarat cahaya penunjuk jalan. Wajar kalau akhirnya orang-orang Korea ini gampang banget bunuh diri. Diputusin pacar, lompat dari gedung. Gak punya uang, gantung diri. Gak lulus sekolah, minum racun. Ini fakta bahwa orang yang atheis itu tidak mampu bersabar dan mencari solusi atas masalah yang menimpa mereka. Mereka gak punya tempat memohon, tempat meminta, tempat berkeluh kesah karena mereka gak percaya sama Allah. Wah ngeri euy! Makanya, hati-hati deh dengan Korean Wave yang kian mengganas. Kalo nggak dikendalikan, aktivitas nonton drama & acara Korea bisajadi bikin kita benerbener ngefans berat sama mereka. Sampe rela ngabisin ratusan ribu buat beli tiket konser, atau niru cara berpakaian wanita korea yang suka banget pakein baju adek bayinya (maksudnya minim banget getoh >.<), atau bagi yang laki-laki demen banget niru gaya pria Korea yang cenderung sangat girly (mirip banci), atau rela berantem kalo ada yang jelek-jelekin idolanya, atau malah kepikiran untuk operasi plastik atau bahkan bunuh diri ala mereka kalo ada masalah. Naudzubillah! Jangan sampe deh. HARAM! So..kalo memang kamu bener-bener ngerasa seorang Muslim dan pantas menjadi penghuni taman-taman indah di jannah sebagai tempat kembali yang kekal, udah saatnya kamu bertekad bulat en berkata mantap, “Woiiiii artis korea,,, LO..GUE..END!!!”[]
  • 14. 14 Media Umat | Edisi 114, 20 Dzulhijjah 1434 H - 3 Muharram 1435 H/ 25 Oktober - 7 November 2013 Ekonomi Penelitian rinci pada tahun 2009 dalam jurnal PLoS ONE menemukan makanan sampah per orang Amerika Serikat telah melonjak 50 persen sejak tahun 1974. I deologi kapitalisme tak mampu menyejahterakan warga dunia. Kemajuan yang dicapai ternyata hanya diperuntukkan bagi sebagian warga dunia. Yang lain tetap menjadi sasaran eksploitasi dan tak beranjak dari kondisi kemiskinan dan kelaparan. Bank Dunia dalam rilisnya yang dikeluarkan Ahad (13/10) lalu mengungkapkan, jumlah penduduk sangat miskin yang hidup kelaparan di dunia telah mengalami penurunan dalam tiga dekade terakhir. Namun, sejak 2010 angka tersebut belum mencakup 400 juta anak-anak kelaparan. Dan sepertiga dari angka tersebut hidup dalam kondisi yang parahnya bukan main. Laporan itu menyebutkan pada tahun 2010, penduduk miskin berkurang 721 juta orang yang berpenghasilan US$ 1,25 per hari jika dibandingkan dengan tahun 1981. Namun jumlah tersebut pun mencakup angka anak-anak yang jumlah tidak proporsional, ditandai dengan 400 Juta Anak Kelaparan, Setengah Makanan Dunia Dibuang satu dari tiga penduduk miskin dan kelaparan merupakan anakanak, dibanding satu dari lima penduduk miskin yang hidup di garis kemiskinan adalah anakanak. Di negara miskin, presentase tersebut malah lebih buruk lagi. “Kita menyaksikan sendiri sebuah pergerakan bersejarah mengenai penduduk yang mengeluarkan diri mereka dari garis kemiskinan dalam tiga dekade terakhir, tapi jumlah anak-anak miskin dan kelaparan masih banyak dan perlu dilakukan upaya lebih besar lagi," kata Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim. Ia mengatakan, dunia bisa mencapai target dalam menyelesaikan persoalan kemiskinan dan memberikan kesejahteraan bagi mereka, tapi hanya dengan cara bekerja sama dengan kepentingan yang baru. “Anak-anak seharusnya tidak dihukum ke kehidupan tanpa harapan, tanpa pendidikan yang baik, dan tanpa akses pada kesehatan yang baik. Kita harus melakukan yang lebih baik bagi mereka," katanya. Enam bulan lalu, Gubernur Bank Dunia Group memaparkan dua target yakni mengakhiri kemiskinan di tahun 2030 dan mempromosikan kesejahteraan dengan menjaga pertumbuhan pendapatan di bawah 40 persen dari populasi di negara berkembang. Penurunan angka kemiskinan melaju sangat cepat dari yang diperkirakan. Sementara angka kemiskinan menurun, 35 negara dengan pendapatan rendah 26 negara berada di benua Afrika menghasilkan 100 juta rakyat miskin yang baru selama tiga dekade terakhir. Di tahun 2010, 33 persen dari kehidupan tersebut berada di negara berpendapatan rendah. Kelebihan Makanan Jika di negara-negara miskin yang umumnya berada di belahan bumi bagian selatan, maka di belahan bumi utara —negara Barat yang umumnya adalah penjajah— mengalami kondisi yang sebaliknya. British Institution of Mechanical Engineers (IMechE) mengeluarkan hasil studi yang sangat mengejutkan. Sebuah studi baru menemukan hingga setengah dari makanan dunia dibuang tanpa dimakan. Mereka mengklaim bahwa 30 hingga 50 persen dari semua biji-bijian, buah-buahan, sayuran dan daging yang dihasilkan tiap tahun dibuang. Jumlah ini hampir 2,2 milyar ton dari seluruh makanan dunia yang terbuang di tempat sampah. Laporan ini ditulis rinci oleh IMechE dalam judul "Global Food: Waste Not, Want Not.” “Jumlah makanan yang terbuang dan hilang di seluruh dunia sangat mengejutkan," kata tim Fox, kepala Energi dan Lingkungan di IMechE. Penelitian rinci pada tahun 2009 dalam jurnal PLoS ONE menemukan makanan sampah per orang Amerika Serikat telah melonjak 50 persen sejak tahun 1974. Bahkan di negara-negara berkembang, limbah makanan adalah endemik. Bukan karena konsumen menolaknya. Menurut laporan IMecE, di daerah seperti sub-Sahara Afrika dan Asia Tenggara, makanan dibuang karena pembusukan akibat pengiriman dan infrastruktur penyimpanan. Pasar juga menyalahkan atas penggunaan tanggal yang ketat sering mengakibatkan makanan yang masih baik dijual cepat. Sehingga seringkali mendorong konsumen untuk membeli makanan lebih dari yang dapat mereka konsumsi realistis. Laporan IMechE merekomendasikan perbaikan infrastruktur di negara-negara berkembang. Selain itu perubahan kebijakan ritel yang mendorong limbah sebagai cara praktis untuk mengurangi limbah makanan. Apa yang terjadi ini menunjukkan sebenarnya dunia tidak kekurangan pangan dan tidak terbebani dengan kenaikan jumlah penduduk. Yang menjadi masalah adalah distribusi harta kekayaan dunia termasuk pangan yang tidak merata. Harta kekayaan hanya berputar di negara-negara Barat. Inilah hasil ideologi kapitalisme. [] emje Bisnis Syariah Haris Islam LKP Pusat HTI, Coach di Bidang Bisnis Syariah I ndonesia merupakan pasar yang empuk bagi investor asing. Dengan jumlah penduduk lebih dari 240 juta jiwa, serta pertumbuhan kelas menengah yang sangat signifikan, Indonesia bisa menjadi pasar potensial yang begitu menjanjikan. Lihat saja jumlah waralaba asing di sampai dengan Maret 2013 sudah mencapai 400 waralaba. Tentu saja bombardir ini tidak akan berhenti sampai di sini. Dengan alasan pertumbuhan ekonomi, pemerintah justru semakin menggenjot investasi asing masuk ke Indonesia. Tahun ini saja nilai investasi asing diperkirakan mencapai Rp 272,6 trilyun. Di ajang Trade Expo Indonesia (TEI), sudah ada 19 negera yang menyatakan kesediaannya untuk berinvestasi di Indonesia. Tak tanggung-tanggung nilainyapun cukup besar yakni US$ 1 milyar. Belum lagi investor asing dari pertemuan pemerintah Indonesia dengan negara-negara anggota APEC di Bali beberapa waktu yang lalu. Yang membuat ironi adalah masuknya investor asing ini tidak disertai dengan regulasi untuk membentengi moral bangsa ini. Bagaimana tidak, investor asing banyak sekali yang menyasar bisnis 3F yakni : Food, Fashion and Fun. Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa bisnis 3F inilah yang digunakan ideologi kapitalis untuk merusak moral kaum Muslim. Tak ayal lagi kebejatan moral bangsa ini pun semakin sulit dibendung. Pemerintah tidak peduli lagi makanan penduduknya halal ataukah haram, mereka juga tidak peduli jika wanita di negeri ini mengumbar aurat bahkan berfoya-foya dengan banyaknya tempattempat hiburan yang dibuka. Sebut saja di bidang makanan (food), Lotteria, restoran fast food dari Korea ini akan membuka 100 Gempuran Investor Asing Hancurkan Moral cabang sampai dengan 2015. Tentu kehalalan dari produknya pun masih kita ragukan. Belum lagi departemen store yang didalamnya banyak menjual makanan dan minuman yang haram juga terus tumbuh. Ada Gallery La Fayette dari Prancis (Juni 2013) & Central Department Store asal Thailand (Mei 2013). Semua itu semakin menyuburkan gaya hidup konsumerisme. Di bidang pakaian (fashion), meskipun bisnis kerudung dan jilbab cukup menjamur di Indonesia namun gempuran dari barat pun mulai terasa. Lihat saja peritel fesyen asal Taiwan, IROO, juga sudah membuka tokonya yang pertama kali di Indonesia Agustus 2013. Selain itu Uniqlo, merek fesyen kenamaan asal Jepang, telah membuka toko pertamanya di Indonesia pada Juni 2013. Sebelumnya juga ada Penshoppe (Filipina) yang menjual pakaian santai sehari-hari. Bukankah bisnis ini juga akan menumbuh suburkan exploitasi terhadap aurat wanita? Belum lagi bisnis di bidang hiburan (fun). Bisnis ini telah mengalami pertumbuhan yang begitu pesat. Berapa jumlah konser musik yang diselenggarakan di negeri ini. Di tahun 2012 saja ada 50 artis asing yang manggung di Indonesia. Bahkan di tahun 2013 ini angkanya sudah melewati 50 jadwal konser. Belum lagi konser musik artisartis lokal yang menjamur sampai ke kampung-kampung. Mampukah kita menolaknya ramai-ramai semua konser ini, seperti yang pernah kita lakukan pada konsernya Lady Gaga? Belum lagi ajang Miss World di Bali beberapa waktu yang lalu, juga turut serta menumbuh suburkan konteskontes sejenis di negeri ini. Belum lagi bisnis hiburan di bidang ajang pencarian bakat anak-anak muda. Hampir semua stasiun televisi di Indonesia membuat acara yang serupa. Bukankah ini perusakan moral anak muda yang dibuat secara sistematis? Gempuran investor dan bisnis asing telah menjajah negeri ini. Di sisi lain pengusaha negeri ini ikut-ikutan membebek kepada mereka. Mereka asyik memikirkan bisnis mereka sembari terus menjalin kerjasama dengan para investor asing. Padahal ideologi kapitalismelah yang dipakai para investor asing itu untuk menjalankan bisnis mereka. Ideologi yang tidak pernah mengenal kata halal haram, tidak pernah menghargai aurat wanita dan tidak pernah menghargai ketinggian moral. Tapi hanya mengenal kata keuntungan dan kekayaan. Maka bisa dipastikan, para pengusaha Muslim juga akan ikut tergerus dengan ideologi kapitalisme. Lantas siapa lagi yang bisa kita harapkan untuk memperbaiki negeri ini? Maka, kepada para pengusaha Muslim perlu diingatkan bahwa berbisnis bukan hanya mencari untung melainkan juga ridha Allah SWT. Jangan sampai bertambahnya uang kita diikuti bertambahnya dosa kita. Sudah saatnya kita bangkit! Sudah saatnya menjalin kerja sama dengan pengusaha Muslim lainnya. Menjalin kerjasama juga dengan ulama, akademisi, politikus, tokoh masyarakat dan seluruh komponen umat. Bukan sekadar untuk tujuan bisnis semata, melainkan untuk tujuan yang lebih mulia yakni kemulian Islam dan kaum Muslimin. Bersama-sama berjuang, menyongsong surga di depan mata dengan menerapkan nilai-nilai syariah disegala aspek kehidupan serta menegakkan institusi yang menjaga syariah yakni khilafah.[]
  • 15. Media Umat | Edisi 114, 20 Dzulhijjah 1434 H - 3 Muharram 1435 H/ 25 Oktober - 7 November 2013 Siyasah Syar’iyyah 15 Sistem Penganggaran dalam Negara Khilafah Oleh: Hafidz Abdurrahman, Lajnah Tsaqafiyah DPP HTI D alam sejarah perjalanan bangsa Amerika sangat akrab dengan shutdown (pemberhentian sementara sebagian fungsi pemerintahan karena ada permasalahan anggaran). Shutdown sudah berulang sebanyak 17 kali, terakhir shutdown terjadi di masa pemerintahan Clinton 1995/1966 (17 tahun yang lalu). Shutdown itu lahir lebih dikarenakan pertarungan politik kepentingan antara Demokrat vs Republik. Shutdown itu bersifat temporer, lamanya shutdown biasanya berlangsung hanya dalam hitungan hari dan minggu, tidak sampai bulan. Sejumlah pelayanan penting tetap berjalan selama “macetnya” pemerintahan, seperti patroli perbatasan dan pengawasan lalu lintas udara. Departemen Luar Negeri akan terus memproses aplikasi visa asing, dan kedutaan besar dan konsulat di luar negeri akan terus memberikan layanan kepada warga Amerika. Kasus ini membuka mata dunia, bahwa ada dua masalah fundamental dalam sistem ketatanegaraan di AS. Pertama, pertarungan politik antara dua partai, Republik vs Demokrat, dengan berbagai kepentingannya telah mengorbankan kepentingan rakyatnya sendiri. Ini membuktikan, rapuhnya sistem demokrasi yang selama ini diagung-agungkan oleh sebagian orang. Kedua, masalah anggaran, baik yang terkait dengan mekanisme penyusunannya, maupun besarannya, yang diputuskan antara pemerintah dengan parlemen terbukti rawan masalah. Berbeda dengan sistem khilafah. APBN-nya tidak disusun tiap tahun. Karena, baik anggaran pendapatan maupun belanjanya merupakan hukum syara' yang sudah baku, sehingga tidak membutuhkan pembahasan atau musyawarah. Mengenai besarannya juga demikian, karena ini mengikuti hukum pokoknya, meski diserahkan kepada khalifah, pada dasarnya khalifah tetap menginduk kepada hukum pokok tersebut. Hanya saja, khalifah diberi hak untuk menentukan besaran tersebut sesuai dengan pandangannya. Dengan mekanisme seperti terjadi pembahasan APBN yang bertele-tele, dan melelahkan. Karena semua keputusan ada di tangan khalifah. Bahkan, majelis umat pun tidak diberi hak untuk membahas untuk mencampuri masalah APBN ini, karena ini bukan wilayah yang harus dibahas dengan mereka. Jika pun memberi pandangan, maka pandangan mereka tidak memiliki kekuatan hukum, karena pendapat mereka dalam hal ini tidak bersifat mengikat. Ketika APBN Membengkak Dengan mekanisme seperti khalifah mengambil sejumlah langkah yang memang dibenarkan oleh syara', di antaranya dengan mengambil pajak dari kaum Muslim, laki-laki dan dewasa. Ini dialokasikan untuk: 1- Menutupi kebutuhan fakir, miskin, ibn sabil dan jihad fi sabilillah; 2- Menutupi kebutuhan yang merupakan kompensasi, seperti gaji PNS, tentara, dan para hukkam (Khalifah, Mu'awin Tafwidh dan Wali); 3- Menutupi kebutuhan Baitul Mal untuk kemaslahatan publik yang bersifat vital, seperti jalan raya, penggalian sumber air, Kesimpulan Penyusunan APBN Negara Khilafah Negara Khilafah jelas tidak menganut sistem penyusunan APBN sebagaimana yang dianut oleh negara kapitalis, seperti AS. APBN di AS, dan negara-negara yang menganut sistem kapitalisme, termasuk Indonesia, disusun tiap tahun. Ditetapkan dalam UU APBN, setelah dibahas oleh pemerintah bersama parlemen. Bisa disetujui, dan bisa juga ditolak. Ini menimbulkan kerawanan. Jika deadlock, seperti dalam kasus 1 Oktober 2013 lalu di AS, maka dampaknya terjadilah Government Shutdown. Bisa juga membuka praktik percaloan, dan suap-menyuap agar APBN disetujui. Kebolehan mencari dana talangan (pinjaman), karena kondisi darurat, dan dikhawatirkan akan menyebabkan terjadinya kerusakan tersebut dialokasikan untuk menutupi beberapa kebutuhan, antara lain: 1- Kebutuhan fakir, miskin, ibn sabil, jihad fi sabilillah; 2- Kebutuhan yang merupakan kompensasi, seperti gaji PNS, tentara, dan para hukkam (Khalifah, Mu'awin Tafwidh dan Wali); 3- Kebutuhan karena kondisi darurat, seperti untuk mengatasi paceklik, angin taufan dan gempa bumi; Dalam berbagai kondisi yang disebutkan di atas, khalifah sebenarnya bisa langsung mengambil keputusan tanpa harus menunggu pertimbangan atau pandangan pihak lain. Hanya saja, terkait dengan kondisi darurat yang dikhawatirkan bisa memicu kerusakan, di mana khalifah diperbolehkan untuk mencari dana talangan, ketika cadangan dana di Baitul Mal kosong, maka dia bisa meminta pertimbangan pakar (ahl alkhibrah). Khususnya terkait dengan penentuan, apakah suatu kondisi bisa dikategorikan gawat (darurat) atau tidak. ini, maka di dalam negara khilafah tidak ada masalah yang terkait dengan penyusunan APBN. Dengan cara yang sama, sistem ini telah mampu mengiliminasi potensi konflik kepentingan antara partai pemerintah dan oposisi, yang bertarung untuk kepentingan mereka sendiri. Dengan begitu, rakyat akan terhindar menjadi korban politik kepentingan. Negara juga tidak akan mengalami Government Shutdown. Dengan mekanisme yang simpel, yaitu keputusan di tangan khalifah, maka tidak akan ini, negara tidak akan mengalami masalah, baik ketika APBN normal ataupun membengkak. Karena ketika APBN membengkak pun, dengan mudah khalifah langsung membuat keputusan, tidak perlu menunggu majelis umat. Sebab, masalah membengkaknya anggaran ini hanya terkait dengan besarannya, yang nota bene merupakan derivasi dari hukum-hukum pokok yang terkait dengan APBN tadi. Masalah timbul, ketika pendapatan APBN tersebut tidak bisa menutupi besaran belanjanya. Dalam kondisi seperti ini, pembangunan masjid, sekolah dan rumah sakit; 4- Menutupi kebutuhan Baitul Mal karena kondisi darurat, seperti untuk mengatasi paceklik, angin taufan dan gempa bumi; Pajak yang diambil oleh negara khilafah dalam hal ini bersifat darurat, yang hanya boleh diambil sebatas untuk menutupi kebutuhan di atas. Tidak lebih. Hanya saja, selain opsi pengambilan pajak ini, negara khilafah juga dibenarkan untuk mencari dana talangan (pinjaman), jika kondisinya sangat kritis. Mekanisme penyusunan APBN dalam negara khilafah di atas telah membuktikan keunikan sistem Islam. Tidak hanya itu, ini sekaligus menjawab problem sistemik yang tidak bisa diselesaikan oleh sistem pemerintahan dan ekonomi kapitalis. Pada saat yang sama, sistem Islam juga memberikan jaminan ekonomi, stabilitas politik dan keamanan di dalam negara. Pada saat yang sama, seluruh kebutuhan rakyat, fasilitas umum dan vital terjamin dengan baik. A n c a m a n G ove r n m e n t Shutdown sebagaimana yang sering terjadi di AS, atau percaloan dan kongkalikong anggaran tidak akan terjadi dalam sistem khilafah. Bukan hanya itu, keputusan dan pemenuhan kebutuhan yang bersumber dari APBN ini pun bisa dilakukan dengan cepat dan tepat, karena keputusannya hanya di tangan satu orang, yaitu khalifah. Selain itu, ketentuan hukum yang mengatur keputusan tersebut juga sudah ada, yaitu hukum-hukum syara' tentang APBN ini. Dengan begitu, seluruh problem genetik dan bawaan dalam sistem kapitalis ini tidak akan ada dalam sistem khilafah. []
  • 16. 16 Media Umat | Edisi 114, 20 Dzulhijjah 1434 H - 3 Muharram 1435 H/ 25 Oktober - 7 November 2013 Fokus Kekuasaan yang katanya milik rakyat kini telah dikebiri sedemikian rupa sehingga dimiliki oleh para dinasti penguasa. Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menyebut ada 58 daerah yang dipimpin oleh dinasti. Satu yang menggemparkan bagaimana dinasti Atut mencengkeram Banten. Seperti apa politik dinasti ini berlangsung dan apa konsekuensinya bagi rakyat serta bagaimana pandangan Islam? Fokus mengupasnya berikut ini. Gurita Politik Dinasti Kalau dibilang semua atas pilihan rakyat, tapi bukankah mereka naik ke tampuk kekuasaan atas permainan politik keluarga? S eandainya adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chairi Wardana, tidak ditangkap KPK, mungkin politik dinasti tidak mencuat ke permukaan. Penangkapan Wawan, nama panggilan adik Gubernur Banten itu, menjadi pintu gerbang banyak kalangan untuk mengungkap praktek politik dinasti dalam demokrasi di tanah air. Sepertinya publik dan para pengamat politik baru berani mengkritik keras jaringan politik dinasti belakangan. Apalagi, suami dari Walikota Tangsel ini tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga terlibat dalam penyuapan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar. Penangkapan ini menjadikan publik kian percaya bahwa politik dinasti cenderung menimbulkan penyimpangan kekuasaan. Karenanya penentangan terhadapnya semakin lantang. Usai Wawan menjadi pesakitan KPK, Ratu Atut, sang kakak yang Gubernur Banten, juga tengah cenat cenut diperiksa KPK. Jaringan Gurita Provinsi Banten memang menjadi contoh nyata kuatnya politik dinasti di alam demokrasi. Separuh dari delapan kota atau kabupaten di provinsi tersebut dikuasai keluarga Chasan Sochib, ayah Ratu Atut, Gubernur Banten sekarang, dalam waktu tujuh tahun. Anak dan suami Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah ini hendak mencalonkan diri menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Golkar untuk pemilu legislatif 2014. Ada dua lagi anggota keluarga Atut yang mengincar kursi anggota Dewan pada Pemilu 2014. Anak ketiganya, Andiara Aprilia Hikmat, menjadi calon anggota DPD. Lalu, Ade Rossi Chaerunnisa ingin naik “status” dari DPRD Kota Serang ke DPRD Banten. Ade adalah istri Andika. Selain keluarga intinya, sejumlah kerabat Atut menduduki posisi-posisi strategis di bumi jawara tersebut, antara lain Ratu Tatu Chasanah (adik), menjabat Wakil Bupati Serang; Tubagus Haerul Jaman (adik tiri), Wali Kota Serang; Heryani (ibu tiri), Wakil Bupati Pandeglang; dan Airin Rachmi Diany (adik ipar), Wali Kota Tangerang. Tapi politik dinasti bukan saja terjadi di tanah jawara. Kementerian Dalam Negeri mengidentifikasi kepala daerah yang terlibat dalam politik kekerabatan atau politik dinasti. Total, ada 58 kepala daerah dan calon kepala daerah yang terlibat dalam politik dinasti. Beberapa daerah yang teridentifikasi ada di Provinsi Lampung, Banten, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sumatera Utara, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur. Ada pula di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Maluku. Mulai dari saudara kandung, anak, ipar, ibu tiri bahkan hingga istri pertama dan kedua dibawa-bawa dalam lingkaran kekuasaan di sejumlah daerah tersebut. Yang unik pada pilkada di Kabupaten Kediri tahun 2010. Bupati petahana Sutrisno yang sudah tidak bisa mencalonkan lagi memajukan dua orang istrinya dalam pilkada. Haryanti, istri pertama, dan Nurlela, istri kedua, bertarung untuk meme- nangkan pilkada menggantikan suami mereka. 'Perang' dua istri ini akhirnya dimenangkan Haryanti, istri pertama. Ia dilantik menggantikan suaminya. Kekuasaan pun lagi-lagi jatuh dalam keluarga Sutrisno. Pilkada beraroma poligami juga terjadi Di Bone Bolango, Gorontalo, Sulawesi Utara. Bupati incumbent Ismet Mile, bertarung dalam pilkada melawan istri pertamanya, Ruwaida. Usut punya usut hubungan sang Bupati dengan istri pertamanya kisruh setelah ia menikah lagi. Entah sebagai balas dendam atau unjuk kekuatan, istri pertama pun menantang suami dalam pilkada. Pertahankan Kekuasaan Politik model kekerabatan di alam demokrasi sebenarnya sudah dimulai semenjak Golkar di masa Orde Baru yang diisi oleh putra-putri Soeharto. Tutut, Bambang, Tomi mengisi tampuk jajaran kepengurusan di partai beringin. Bahkan Tutut akhirnya didaulat menjadi menteri sosial di masa akhir jabatan sang ayah. Parpol lain yang sejak lama bernuansa dinasti adalah PDI-P. Partai berkepala banteng ini dikuasai klan Presiden pertama RI Soekarno. Anak-anak Soekarno menduduki jabatan strategis termasuk ketua umumnya, Megawati. Mendiang suaminya, Taufik Kiemas juga menjadi orang penting bahkan paling berpengaruh di partai tersebut. Pola sama juga diberlakukan di tubuh Parpol Demokrat. Keluarga SBY menduduki jabatan strategis di parpol itu. Mulai dari istrinya hingga putranya, Ibas. Bahkan Ani Yudhoyono sempat santer digadang-gadang sebagai capres untuk pemilu 2014. Politik kekerabatan yang dulu dikenal dengan istilah nepotisme pastinya mengundang sejumlah kecaman. Pengamat ekonomi politik Ichsanuddin Noorsy menyebut politik dinasti adalah kemunafikan. Rezim Soeharto pun ditumbangkan karena tudingan praktek KKN. Tetapi di zaman reformasi parpol dan elite politisi justru mempraktikkan nepotisme. Sementara itu Marwan Ja'far, Ketua Fraksi PKB, politik dinasti bertentangan dengan semangat reformasi. Meski berpolitik adalah hak setiap orang akan tetapi praktik politik dinasti berdampak buruk. Menurutnya ini akan menumbuhkan oligarki politik serta tidak sehat bagi upaya regenerasi kepemimpinan politik. Kekuasaan hanya dikuasai oleh beberapa orang yang berasal dari satu keluarga, tanpa memberikan ruang kepada pihak lain untuk ikut berpartisipasi. Tersindir dengan berbagai pemberitaan dan kritik atas praktek politik dinasti, sejumlah petinggi parpol dan pejabat ramai-ramai membela diri. Ketua DPP bidang hukum Partai Demokrat Didi Irawadi menganggap dinasti politik adalah hal wajar untuk menguntungkan sebuah partai politik. Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie juga menegaskan politik dinasti sah saja selama tak membuat partainya terpuruk. "Selama itu baik untuk partai jalani dengan baik. Politik bukan dinasti yang salah. Kalau bukan dinasti tapi melanggar hukum ya sama saja," katanya. Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subiyakto juga menilai dinasti politik sah saja asal tidak ditempuh dengan cara curang atau rekayasa. Sementara itu keluarga kepala daerah terpilih yang meneruskan jabatan kerabat atau ayahnya juga membela diri. Putra Bupati Indramayu yang juga Ketua DPD Golkar Kabupaten Indramayu, Daniel Muttaqien, malah tegas menyatakan keberadaan dinasti politik merupakan pilihan rakyat. ''Ini sistem demokrasi yang kedaulatannya ada di tangan rakyat,'' katanya. Bupati Indramayu saat ini, Anna Sophanah, terpilih menggantikan suaminya Irianto MS Syafiuddin, atau yang biasa disapa Yance. Jadi siapa sebenarnya yang diperjuangkan oleh demokrasi? Rakyat atau kerabat? Kalau dibilang semua atas pilihan rakyat, tapi bukankah mereka naik ke tampuk kekuasaan atas permainan politik keluarga? Susah bagi orang luar untuk bisa bersaing dengan politisi yang punya link kekerabatan. Selain itu politik dinasti bukan saja berfungsi untuk mempertahankan kekuasaan. Tapi juga demi mempertahankan dan menambah kekayaan keluarga. Kasus penangkapan Wawan dan Akil Mochtar, akhirnya menguak mengguritanya jaringan bisnis keluarga Ratu Atut di Banten. Dengan kekuasaan di tangan, mudah saja bagi Ibu Gubernur dan keluarganya menggarap berbagai proyekproyek di tanah jawara tersebut. Kekayaan mereka pun meningkat berlipat-lipat. Inilah sebenarnya motif praktek politik dinasti di alam demokrasi. Uang dan kekuasaan.[] iwan januar
  • 17. Media Umat | Edisi 114, 20 Dzulhijjah 1434 H - 3 Muharram 1435 H/ 25 Oktober - 7 November 2013 Fokus 17 Menjarah dan Merusak Demokrasi yang digadang-gadang lebih baik dari khilafah, juga berisi praktik politik nepotisme. B erulangkali di layar kaca juru bicara keluarga Ratu Atut, Noor Fitrah Ichsan, memberikan pembelaan kepada bosnya. Termasuk membantah adanya bagi-bagi proyek di antara keluarga. Selama ini, katanya, keluarga Ratu Atut menerapkan tata kelola perusahaan yang fair dan selalu taat aturan. “Ini kan faktanya, ini proses demokrasi yang diikuti,” tuturnya. Tapi banyak orang sulit percaya kalau dinasti Ratu Atut tidak 'bermain' dalam berbagai proyek di Banten. Sang 'Ratu' beserta kerabatnya menguasai 175 proyek di Provinsi Banten dalam rentang waktu 2011-2013 dengan total nilai Rp 1,148 trilyun. Berdasarkan penelusuran Indonesia Corruption Watch (ICW) katanya . Sementara itu, menurutnya, dinasti politik akan menjadikan birokrasi sebagai alat keserakahan demi membangun politik dinasti yang tidak sehat. "Birokrasi yang tidak reformatif, akan berdampak pada munculnya budaya nepotisme," ungkapnya. Selain merusak tatanan birokrasi dan sarat korupsi, politik dinasti seringkali mengabaikan etika politik dan mengebiri hak politik orang lain. “(Politik dinasti) menempatkan pejabat bukan karena kapasitasnya tetapi karena kekerabatannya," kata Wakil Sekjen DPP Perindo, Hendrik Kawilarang Luntungan. Menurut calon legislatif Partai Hanura daerah pemilihan Sulawesi Utara itu, politik dinasti memberikan dampak buruk bagi politik Indonesia. Dinasti politik nakan dalam periode panjang kekhilafahan dikuasai oleh beberapa keluarga besar. Dinasti Umayyah, Abbasiyyah, dan terakhir Utsmaniyyah di Turki. Karena alasan itu mereka mengatakan sistem khilafah tidak layak digunakan. Sarat dengan nepotisme. Namun demikian demokrasi yang digadang-gadang lebih baik dari khilafah, juga berisi praktik politik nepotisme. Bahkan di negara-negara Barat demokrasi memang sudah lama diisi oleh praktik politik dinasti. Ada dinasti Kennedy yang mengisi berbagai jabatan pemerintahan. Selain dinasti Kennedy, masih ada keluarga Rockefeler, dinasti Bush, atau kelompok usaha Halliburton (Dick Cheney). Di Singapura, Lee Kuan Yew membangun dinasti politik. rena urusan umat umat Muhammad.” (Tarikh ath-Thabary, juz 2 hal. 580). Sistem kekhilafahan tidak mengenal dinasti politik atau putra mahkota (wilayatul 'ahd/istikhlaf). Anak atau kerabat yang sudah dipersiapkan untuk meneruskan kepemimpinan. Baik di tingkat pusat, kekhilafahan, maupun di level daerah seperti wali (gubernur) maupun 'amil (setara kabupaten). Munculnya dinasti politik pertama kali dilakukan oleh Mu'awiyah bin Abi Sufyan ra untuk putranya, Yazid. Dan hal itu merupakan sebuah penyimpangan dari hukum syara', statusnya adalah haram. Ketika di Syams ia yang menjabat khalifah memaksa dan mengancam kaum Muslimin untuk memberikan baiat kepada putranya, Yazid. Praktek politik dinasti di dalam kekhilafahan sebenarnya baru terjadi pasca Khulafa arRasyidin. Di masa Khulafa arRasyidin hal ini tidak terjadi. Saat terluka parah menjelang ajal, Amirul Mukminin Umar bin Khaththab ra mendapat usulan dari seseorang agar menunjuk putranya Abdullah sebagai penggantinya. Tetapi Umar menolak dan berkata, “Tidak, aku tidak ingin mewariskan urusan kalian kepada keluargaku. Aku tidak mengharapkan pujian dengan menyerahkan urusan ini kepada salah seorang anggota keluargaku. Kalau baik, kita bisa merasakan dari salah seorang di antara keluarga kami, dan kalau jelek cukuplah salah seorang dari kelaurga Umar yang dihisab ka- Karena berada di bawah ancaman pedang para sahabat terdiam. Ini adalah penyimpangan kekuasaan pertama yang terjadi dalam sistem kekhilafahan. Sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh Khulafa ar-Rasyidin. Ketidaksesuaian dengan hukum syara makin terlihat dari penentangan sebagian sahabat saat Muawiyah memerintahkan Marwan bin Hakam di Madinah untuk meminta baiat dari penduduk Madinah. Setelah mendapat surat dari Muawiyah, Marwan berkhutbah; “Sesungguhnya Amirul Mukminin (Muawiyah) berpendapat untuk menunjuk bagi kalian putranya, Yazid, sebagaimana sunnah Abu Bakar dan Umar.” Berdirilah Abdurrahman Koleksi mobil mewah ‘Dinasti Ratu Atut’. dan Masyarakat Transparansi Anggaran (Mata) Banten, 175 proyek tersebut dikuasai 10 perusahaan keluarga Atut dan 24 perusahaan yang berafiliasi dengan keluarga Atut. Layaknya arisan keluarga, pemenang proyek itu digilir baik dari 10 perusahaan keluarga Atut maupun 24 perusahaan yang berafiliasi. Data tersebut berdasarkan hasil penelusuran Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Jaringan Masyarakat Banten. Karena itulah Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Ja'far menilai, politik dinasti merusak rencana besar reformasi birokrasi. "Kita semua harus mendorong reformasi birokrasi. Birokrasi yang bersih, akuntabel, profesional dan kredibel," akan menumbuhkan oligarki politik serta tidak sehat bagi upaya regenerasi kepemimpinan politik lantaran kekuasaan hanya dikuasai segelintir orang. Politik dinasti juga menjadi modus bagi pejabat daerah untuk menutupi berbagai penyimpangan kekuasaan yang pernah dilakukan oleh keluarga mereka. Dengan kekuasaan di tangan, mudah saja bagi keluarga yang bersangkutan untuk menutupi jejak berbagai skandal. Termasuk membungkam para saksi agar tidak bernyanyi kepada aparat hukum. Islam vs Politik Dinasti Para pendukung demokrasi acapkali mengkritik khilafah sebagai sistem kerajaan. Itu dikare- bin Abu Bakar ash-shiddiq ra menentangnya sambil berkata, “Bahkan ini adalah sunnah Kisra (Persia) dan Kaisar (Romawi)! Sesungguhnya Abu Bakar dan Umar tidak menjadikan kekhilafahan bagi anak-anak keduanya juga tidak pada salah seorang keluarganya!” (Tarikhul Khulafa, as-Suyuti, juz 1 hal 80). Para sahabat radliallahu 'anhum telah memahami bahwa dalam sistem politik Islam tidak dikenal pewarisan tahta atau putra mahkota. Maka mereka menentang penyelewengan yang dilakukan Muawiyah. Akan tetapi sah saja bagi setiap Muslim yang menjadi warga negara khilafah untuk mencalonkan atau dicalonkan sebagai khalifah, maupun mengisi jabatan-jabatan lain. sekalipun mereka adalah putra atau kerabat dari pejabat negara selama memenuhi syarat kompetensi. Rasulullah saw. bersabda: ”Barangsiapa mengangkat seseorang untuk mengurusi perkara kaum Muslimin, lalu ia mengangkat orang tersebut, sementara dia mendapatkan orang yang lebih layak dan seusai daripada orang yang diangkatnya, maka dia telah berkhianat kepada Allah dan RasulNya.”(HR. Hakim). Para khalifah yang lurus dan mengikuti syariat Islam juga amat menjaga diri dan keluarga mereka agar tidak menikmati fasilitas negara yang bukan haknya. Umar bin Khaththab ra pernah marah kepada anaknya, Abdullah, karena menggembalakan untanya di ladang penggembalaan unta-unta milik Baitul Mal. Maka ia memerintahkan agar unta milik anaknya dijual dan uangnya diserahkan ke Baitul Mal. Sedangkan Khalifah Umar bin Abdul Aziz rahimahullah mematikan lampu di ruang kerjanya saat putranya datang untuk urusan keluarga. Ketika putranya menanyakan alasan tindakan sang ayah, dijawab, “Sesungguhnya minyak lampu ini dibiayai oleh negara sehingga tidak layak digunakan oleh kita.” Subhanallah! Praktek dinasti politik dalam Islam adalah sebuah bentuk pengkhianatan terhadap hukum-hukum Allah. Oleh karena itu para Khulafa arRasyidin tidak pernah membuka celah sedikitpun bagi anak dan kerabat mereka untuk menjabat jabatan tertentu dalam pemerintahan. Apalagai menjadikan kekuasaan sebagai alat unuk memperkaya keluarga.[] iwan januar
  • 18. 18 Potret Media Umat | Edisi 114, 20 Dzulhijjah 1434 H - 3 Muharram 1435 H/ 25 Oktober - 7 November 2013 Shalat Idul Adha 1434 H Hizbut Tahrir Indonesia Ketaatan dan Pengorbanan untuk Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah Bandung Banjarmasin Banten Jakarta Bima Semarang Gresik Surabaya
  • 19. Media Umat | Edisi 114, 20 Dzulhijjah 1434 H - 3 Muharram 1435 H/ 25 Oktober - 7 November 2013 Potret Jombang Kediri Makassar Malang Medan Palangkaraya Delegasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kota Bogor beraudiensi ke Kejaksaan Negeri Kota Bogor, Kamis (17/10). Mereka diterima langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor Yudhi Sutoto. [] mi bogor Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Tengah menggelar Halqoh Islam dan Peradaban, Ahad (13/10) di Hotel Grasia Semarang, bertajuk APEC, Alat Invasi Ekonomi dan Politik.[] mi semarang Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) menggelar Kampanye Kebangkitan Pemuda 2013, Ahad (13/10) di Aula Perpustakaan Pusat Dakwah Islam (PUSDAI) Bandung Jawa Barat, hadir sebagai pembicara Felix Siauw.[] fatih s Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sumatera Utara silaturahmi ke Pangdam I Bukit Barisan Jum’at (11/10) di Jalan Gatot Subroto, Medan. Delegasi diterima langsung oleh Pangdam Mayjend Burhanuddin Siagian.[] mi medan 19
  • 20. 20 Media Umat | Edisi 114, 20 Dzulhijjah 1434 H - 3 Muharram 1435 H/ 25 Oktober - 7 November 2013 Cermin Khilafah 'Abbasiyyah Melestarikan Tempat Bai'at Aqabah J ika ada peristiwa yang mengubah sejarah, maka peristiwa itu adalah peristiwa Bai'at 'Aqabah. Karena melalui bai'at ini, Nabi SAW mendapatkan kekuasaan dari penduduk Yatsrib, dan mengantarkan terjadinya revolusi Islam. Revolusi ini telah mengantarkan Nabi SAW ke tampuk kekuasaan, dan menjadikan Islam sebagai agama dan ideologi yang berdaulat di muka bumi. Melalui peristiwa ini, Rasulullah SAW telah membuktikan sabdanya, bahwa dengan Lailaha illa-Llah, seluruh bangsa Arab akan tunduk kepada umat Islam, dan bangsa non-Arab akan membayar jizyah kepada mereka. Disebut Bai'at 'Aqabah, karena memang peristiwa penting ini terjadi di Aqabah, jaraknya kira-kira 50 m dari tempat melempar Jumrah 'Aqabah, di tiang 'Aqabah, tanggal 10 Dzulhijjah. Tempat yang digunakan Nabi untuk mengambil bai'at dari penduduk Yatsrib itu kemudian diabadikan oleh Khalifah 'Abbasiyyah. Di tempat itu, dibagun masjid berukuran 7 x 10 m. Masjid ini sangat mudah dikenali, selain karena tempatnya dekat dengan tiang 'Aqabah, juga karena bentuknya yang klasik. Masjidnya dicat warna krem, tidak beratap, berukuran sekitar 7 X 10 meter, tapi tidak ada jamaah di dalamnya. Bagaimana mungkin ada jemaah, pagar besi yang mengelilinginya selalu dikunci siang malam. Lagi pula tak ada tempat berwudhu dan toilet sebagaimana lazimnya masjid. Meski begitu, pengunjung bisa melihat dalamnya masjid. Sebab, pintu dari sayap kanan terbuka. Inilah Masjid Baiat, masjid yang dibangun oleh Khilafah Abbasiah untuk mengabadikan peristiwa bersejarah itu. Masjid ini sempat terkubur tanah. Namun dalam proses pembangunan besar-besaran Jamarat, buldozer yang melakukan pengerukan tanah terantuk batu yang sangat keras. Setelah diteliti, ternyata batu keras tersebut merupakan masjid. Maka, masjid itu dibiarkan seperti apa adanya. Meski demikian, masjid ini tidak difungsikan sebagaimana masjid pada umumnya, hanya sebagai tempat berziarah. Meski demikian, bentuk masjid tetap dipelihara. Misalnya tempat imam shalat diberi sajadah. Demikian pula dua saf di belakang imam. Semua sajadah dibiarkan kotor dan berdebu, karena memang tidak digunakan. Di tempat imam juga terdapat tempat meletakkan microphone, sehingga terkesan masjid ini aktif digunakan. Di beberapa sudut juga terdapat tempat Alquran. Karena masjid ini terbuka tanpa atap, maka ruang dalamnya tak ubahnya pelataran. Tak ada keramik yang bagus apalagi marmer sebagaimana Masjidil Haram. Tapi tempat ini mempunyai nilai sejarah yang sangat penting dalam Islam. Karena begitu pentingnya tempat ini bagi umat Islam, maka di luar musim haji, biasanya masyarakat Arab sering mengunjungi masjid ini. Di tempat inilah, penduduk Yatsrib (Madinah) melakukan baiat kepada Rasulullah untuk taat dan tidak berbuat syirik. Ketika itu, Rasulullah SAW ditemani pamannya 'Abbas bin 'Abdul Muthalib yang belum beriman. Meski demikian, dia sangat memperhatikan keponakannya dan sangat menjaga keselamatannya. Bai'at 'Aqabah terjadi dua kali. Baiat pertama terjadi tahun 621 M, yaitu perjanjian antara Rasulullah dengan 12 orang dari Yatsrib yang kemudian mereka memeluk Islam. Baiat Aqabah ini terjadi pada tahun kedua belas kenabiannya. Baiat ini berisi penyataan mereka untuk tidak menyekutukan Allah dengan apa pun. Mereka akan melaksanakan apa yang Allah perintahkan. Ketiga, mereka akan meninggalkan larangan Allah. Setahun kemudian, tahun 622 M, Rasulullah kembali melakukan bai'at di Aqabah. Kali ini perjanjian dilakukan Rasulullah terhadap 73 orang pria dan 2 orang wanita dari Yatsrib. Wanita itu adalah Nusaibah bint Ka'ab dan Asma' bint 'Amr bin 'Adiy. Bai'at ini terjadi pada tahun ketiga belas kenabian. Mush'ab bin 'Umair yang menjadi utusan Nabi di Madinah ikut bersama penduduk Yatsrib yang sudah terlebih dahulu masuk Islam, datang ke tempat tersebut. Isi baiat mereka adalah, bahwa mereka akan mendengar dan taat, baik dalam perkara yang mereka sukai maupun yang mereka benci. Mereka akan berinfak, baik dalam keadaan sempit maupun lapang. Mereka akan beramar ma'ruf dan nahi munkar. Mereka juga berjanji agar tidak terpengaruh celaan orang-orang yang mencela di jalan Allah. Mereka berjanji akan melindungi Nabi Muhammad sebagaimana mereka melindungi para wanita dan anak mereka sendiri. Mereka pun berjanji untuk siap mengorbankan kehormatan mereka, dan berperang demi membela Nabi Muhammad SAW. Inilah peristiwa bersejarah dan merupakan titik balik kemenangan Islam dan kaum Muslim, yang banyak dilupakan. Bagaimana tidak, tanggal 10 Dzulhijjah, saat mereka di Mina hanya melempar Jumrah 'Aqabah, seolah tempat dan peristiwa bersejerah itu pun tidak ada dalam ingatan merek a. Padahal, seharusnya dengan dikhususkannya Jumrah 'Aqabah tanggal 10 Dzulhjjah itu bisa menggugah pertanyaan dalam benak mereka, ada apa dengan 'Aqabah? Namun, nyatanya tidak. [] har Kristologi Konsep Nabi Menurut Kristen (Nabi Ya'kub AS) Hj Irena Handono, Pakar Kristologi, Pendiri Irena Center M asih melanjutkan pembahasan yang lalu, kini kita akan membahas tentang Nabi Ya'kub AS Kita akan lihat, bagaimana Bibel sebagai kitab 'suci' umat Kristen membahas tentang mereka. Nabi Ya'kub AS menurut Bibel Kata Yakub kepada ayahnya: "Akulah Esau, anak sulungmu. Telah kulakukan, seperti yang bapa katakan kepadaku. Bangunlah, duduklah dan makanlah daging buruan masakanku ini, agar bapa memberkati aku." .... Lalu kata Ishak kepada Yakub: "Datanglah mendekat, anakku, supaya aku meraba engkau, apakah engkau ini anakku Esau atau bukan." Maka Yakub mendekati Ishak, ayahnya, dan ayahnya itu merabanya serta berkata: "Kalau suara, suara Yakub; kalau tangan, tangan Esau." Jadi Ishak tidak mengenal dia, karena tangannya berbulu seperti tangan Esau, kakaknya. Ishak hendak memberkati dia, tetapi ia masih bertanya: "Benarkah engkau ini anakku Esau?" Jawabnya: "Ya! .... Setelah Ishak selesai memberkati Yakub, dan baru saja Yakub keluar meninggalkan Ishak, ayahnya, pulanglah Esau, kakaknya, dari berburu. Ia juga menyediakan makanan yang enak, lalu membawanya kepada ayahnya. Katanya kepada ayahnya: "Bapa, bangunlah dan makan daging buruan masakan anakmu, agar engkau memberkati aku." Tetapi kata Ishak, ayahnya, kepadanya: "Siapakah engkau ini?" Sahutnya: "Akulah anakmu, anak sulungmu, Esau." Lalu terkejutlah Ishak dengan sangat serta berkata: "Siapakah gerangan dia, yang memburu binatang itu dan yang telah membawanya kepadaku? Aku telah memakan semuanya, sebelum engkau datang, dan telah memberkati dia; dan dia akan tetap orang yang diberkati." Sesudah Esau mendengar perkataan ayahnya itu, meraung-raunglah ia dengan sangat keras dalam kepedihan hatinya serta berkata kepada ayahnya: "Berkatilah aku ini juga, ya bapa!" Jawab ayahnya: "Adikmu telah datang dengan tipu daya dan telah merampas berkat yang untukmu itu." Kata Esau: "Bukankah tepat namanya Yakub, karena ia telah dua kali menipu aku. Hak kesulunganku telah dirampasnya, dan sekarang dirampasnya pula berkat yang untukku." Lalu katanya: "Apakah bapa tidak mempunyai berkat lain bagiku?" (Kejadian 27:19-36) Sengaja saya mengutip ayat yang cukup panjang untuk menjelaskan kisah tentang Nabi Ishak AS dan anak-anaknya, yakni yang dalam Bibel disebut Esau dan Ya'kub. Ya'kub di sini yang dimaksudkan adalah Nabi Ya'kub AS. Ayat Bibel di atas menceritakan tentang Nabi Ya'kub AS yang menipu ayahnya yakni Nabi Ishak AS agar mendapatkan berkat sebagai anak sulung. Apakah pantas seorang 'nabi' manusia pilihan Allah, manusia teladan memiliki akhlak tercela sebagaimana yang disampaikan dalam Bibel? TUHAN mempunyai perbantahan dengan Yehuda, Ia akan menghukum Yakub sesuai dengan tingkah lakunya, dan akan memberi balasan kepadanya sesuai dengan perbuatan-perbuatannya. Di dalam kandungan ia menipu saudaranya, dan dalam kegagahannya ia bergumul dengan Allah. Ia bergumul dengan Malaikat dan menang; ia menangis dan memohon belas kasihan kepada-Nya. Di Betel ia bertemu dengan Dia, dan di sanalah Dia berfirman kepadanya: (Hosea 12:2-4) Menurut Bibel, Nabi Ya'kub AS tidak hanya seorang penipu, tapi juga suka berbantah dengan tuhan, bergumul atau berkelahi dengan tuhan, dengan malaikat bahkan sampai menang!!. Nabi Ya'kub AS Menurut Alquran Bagaimana sesungguhnya Nabi Ya'kub AS? Demikian yang dinformasikan Alquran: Dan Kami telah memberikan kepadanya (Ibrahim) lshak dan Ya'qub, sebagai suatu anugerah (daripada Kami). Dan masing-masingnya Kami jadikan orangorang yang shalih. Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada, mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah, (Terjemah Alquran, surah AlAnbiyaa (21):72,73) Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Ya'qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmuilmu yang tinggi. Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik. (Terjemah AlQur'an, surah Shaad (38): 45-47).[]
  • 21. Media Umat | Edisi 114, 20 Dzulhijjah 1434 H - 3 Muharram 1435 H/ 25 Oktober - 7 November 2013 Mercusuar 21 Kecerdasan Spasial Ilmuwan Khilafah Oleh: Prof Dr Ing Fahmi Amhar P ada musim haji tahun ini, quota haji dari seluruh dunia dikurangi 20 persen karena di Mekkah, khususnya di seputar Masjidil Haram sedang ada pembangunan besar-besaran untuk meningkatkan kapasitas. Untuk thawaf, tahun ini lingkaran thawaf lantai 2 dan lantai 3 sudah dioperasikan. Bila Gambaran Universitas Survei & Pemetaan di Baghdad saatnya tiba nanti, seluruh jamaah haji sudah bisa ditampung di ratusan kondominium yang berjajar di seputar masjid. Turun lift sudah langsung ke koridor ber-AC menuju masjid. Tetapi sehebat apapun pembangunan di Tanah Suci, tetap saja ada batas yang tidak bisa dilalui. Ada tiga lokasi yang akan selalu terjadi penumpukan massa, yakni di Masjidil Haram (lingkar thawaf dan jalur sa'i), di padang Arafah, dan di Mina tempat jamarat. Sekadar ilustrasi, karena “Haji itu Arafah”, sedangkan Arafah adalah suatu padang yang jelas di masa Nabi, maka kita mulai dari sini. Arafah punya luas 3,5 km x 3,5 km. Jadi luas Arafah itu adalah 12.250.000 meter persegi. Kalau orang disuruh duduk di shaf berdesakan, 1 meter persegi cukup untuk maksimum 3 orang. Jadi kapasitas maksimum Arafah 36.750.000 orang. Karena perlu ada tempat untuk koridor jalan atau pintu ke MCK (yang bisa ditaruh di bawah tanah), kita set saja maksimum 36 juta orang. Kalau untuk Mina dan Masjidil Haram, bisalah dibuat tingkat lagi, walaupun konstruksi yang sekarang cuma didesain maksimum 4 juta orang. Arafah tidak bisa dibuat bertingkat. Kalau bertingkat namanya bukan lagi “wukuf di Padang Arafah, tetapi wukuf di Gedung Arafah! Tentu akan diprotes banyak orang sebagai menyalahi syara'. Kalau jama'ah sekitar 36 juta orang tadi, maka dengan jumlah populasi Muslim di dunia (saat ini) sekitar 1,8 milyar orang, maka quota per negara adalah 2/100 (saat ini 1/1000). Artinya kalau Muslim di Indonesia ada 200 juta orang, nantinya yang berangkat bukan 200 ribu, tetapi 4 juta orang. Jadi kalau mau mengulang, harusnya setelah 50 tahun! Ini berarti sudah peningkatan kapasitas 20 kali. Tinggal nanti harus dipikirkan bagaimana mengatur perjalanan ke sana dan pemondokan di sana! Bukan suatu perkara yang mudah. Padahal, Mekkah dan waktu haji adalah tempat dan waktu terbaik bagi umat Islam untuk mengadakan pertemuan sedunia. Sekarang mungkin masih sulit membayangkan bahwa pemerintah Saudi akan mengizinkan, atau bahkan menjadi sponsor konferensi tahunan sedunia para ahli komputer, para pakar halal food, para maestro karpet, para insinyur semen, para praktisi perbankan syariah, juga festival para muadzin? Konferensi ini bisa saja diadakan di Mekkah menjelang haji, dilaksanakan simultan di beberapa hotel terpisah, diikuti perwakilan dari setiap negeri Muslim. Di sana mereka berdiskusi tentang "state of the art" dari tiap bidangnya itu, juga tentang perkembangan hukum syara' & ijtihad yang terkait. Jadi, jama'ah haji yang di Tanah Suci 40 hari itu pulang tidak hanya membawa "gelar Haji", tetapi juga membawa banyak ilmu baru yang dibagi selama konferensi, contoh produk yang di dapat saat World-Expo, daftar relasi baru di seluruh dunia, dsb. Insya Allah, pada saat Khilafah Rasyidah ke-II nanti, setiap tahun umat Islam selalu mengadakan serangkaian acara kelas dunia. Misalnya Muktamar Ulama' Sedunia, Kongres Muslimpreneurs Internasional; Global Islamic Trade & Industrial Expo; World Muslim Scientists, Technologs & Intelectuals Symposia; International Islamic Sport & Culture Festivals; dan diakhiri dengan sebuah Konferensi Tingkat Tinggi antar Sultan/Wali wilayah Islam. Venue & Timingnya sangat jelas: di Mekkah & sekitarnya, pada musim haji. Satu hal yang harus dimiliki: semunya perlu pengaturan ruang agar optimal secara spasial. Tapi memang jalan ke sana itu sukar dan mendaki. Saat ini, kaum Muslim juga sering kelihatan kurang cerdas dalam soal lokasi. Tak jarang dua masjid terletak berdampingan, sedang pada saat yang sama ada satu kampung yang sangat jauh dari masjid, atau ukuran masjidnya sangat tidak memadai. Dalam bertanipun, tidak sedikit kaum Muslim yang menanam secara latah. Ketika harga suatu komoditas pertanian sedang tinggi, mereka ramai-ramai menanamnya, tanpa ilmu tentang apakah tanah itu optimal untuk jenis komoditas yang ditanam. Kalau ini dilakukan oleh petani kecil yang miskin dan tak pernah sekolah, mungkin kita paham. Tetapi bila ini dimobilisasi oleh pemerintah, tentu kita bertanya-tanya. Dan kalau kita tanya para pelajar dan mahasiswa tentang nama-nama negeri Muslim, atau bahkan lokasi kota-kota di negeri mereka sendiri, kita kadang-kadang mengelus dada. Kalau mereka tidak tahu di mana lokasi dan batas-batas kedaulatan mereka, bagaimana mereka akan peduli kalau tanah-tanah mereka telah dijarah penjajah dan sumberdaya alamnya telah dihisap? Padahal kaum Muslim generasi awal adalah kaum yang cerdas spasial, atau cerdas dalam mengenali dan memanfaatkan ruang. Mereka didorong untuk mengenali ruang tempat hidupnya. Dan lebih dari itu mereka ditantang mengenali ruang hidup bangsabangsa lain karena dorongan dakwah dan jihad. Allah SWT berfirman: “Sungguh telah berlaku sunnah Allah, maka berjalanlah kamu di muka bumi dan lihatlah bagaimana akibat (perbuatan) orang-orang mendustakan ayat-ayat-Nya”. (QS. Al-Imran: 137). Perintah ini telah membuat umat Islam di abadabad pertama berupaya untuk melakukan ekspedisi. Mereka mulai menjelajah daratan dan mengarungi lautan untuk menyebarkan agama Allah. Jalur-jalur darat dan laut yang baru dibuka, menghubungkan seluruh wilayah Islam yang berkembang dari Spanyol di barat hingga Asia Tenggara di timur, dari Sungai Wolga di utara hingga lereng gunung Kilimanjaro di pedalaman Afrika. Ekspedisi di abad-abad itu mendorong para sarjana dan penjelajah Muslim untuk mengembangkan ilmu-ilmu kebumian seperti geodesi dan geografi, atau di era modern disebut geospasial. Umat Islam memang bukan yang pertama menguasai ilmu bumi. Ilmu ini diwarisi dari bangsa Yunani, dari tokoh-tokoh seperti Thales dari Miletus, Herodotus, Eratosthenes, Hipparchus, Aristoteles, Dicaearchus dari Messana, Strabo, dan Ptolemeus. Salah satu buku karya Ptolomeus yang sudah diterjemahkan ke bahasa Arab, yaitu Almagest, adalah buku favorit yang dipakai sebagai pegangan kajian tafsir di Baghdad, ketika yang dibahas adalah surat al-Ghasiyah. Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta, bagaimana dia diciptakan, dan langit, bagaimana ia ditinggikan, dan gununggunung bagaimana ia ditegakkan, dan bumi bagaimana ia dihamparkan (Qs. 88:17-20) Kerja keras para sarjana Muslim itu berbuah manis. AlBiruni mampu menghitung keliling bumi lebih akurat dari yang pernah didapat Eratosthenes. Khalifah AlMa'mun memerintahkan para intelektualnya menciptakan peta bumi yang besar. Adalah Musa Al-Khawarizmi bersama 70 ahli lainnya membuat globe pertama pada 830 M. Dia juga menulis kitab Surah Al-Ardh (Risalah Bumi). Pada abad yang sama, Al-Kindi juga menulis sebuah buku berjudul “Tentang Bumi yang Berpenghuni”. Pada awal abad ke-10 M, Abu Zayd Al-Balkhi mendirikan universitas khusus survei pemetaan di Baghdad. Pada abad ke-11 M, Abu Ubaid AlBakri dari Spanyol menulis kitab Mu'jam Al-Ista'jam (Eksiklopedi Kebumian) dan Al-Masalik wa Al-Mamalik (Jalan dan Kerajaan). Ini buku pertama tentang toponimi (nama-nama tempat) di Jazirah Arab. Pada abad ke12, Al-Idrisi membuat peta dunia dan menulis Kitab Nazhah Al-Muslak fi Ikhtira Al-Falak (Tempat Orang yang Rindu Menembus Cakrawala). Kitab ini begitu berpengaruh sehingga diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, Geographia Nubiensis. Seabad kemudian, Qutubuddin Asy-Syirazi (1236–1311 M) membuat peta Laut Tengah, dan Yaqut Ar-Rumi (1179-1229 M) menulis enam jilid ensiklopedi bertajuk Mu'jam Al-Buldan (Ensiklopedi Negeri-negeri). Penjelajah Muslim asal Maroko, Ibnu Battuta di abad 14 M memberi sumbangan yang signifikan dalam menemukan rute perjalanan baru setelah berekspedisi selama hampir 30 tahun. Penjelajah Muslim lainnya, yaitu Laksamana Cheng Ho dari Tiongkok menemukan banyak rute baru perjalanan laut setelah berekspedisi tujuh kali dari tahun 1405 hingga 1433 M. Mereka juga mendata sebaran objek tematik yang diamatinya di atas peta. Muncullah antara lain geo-botani, untuk mencatat distribusi dan klasifikasi tumbuhan, atau geo-lingua untuk mencatat sebaran bahasa dan dialek. Karena dorongan syariah, kaum Muslim generasi awal telah cerdas spasial, sehingga mereka lalu pantas diberi amanah menguasai negeri Barat dan Timur. Kapan kita akan secerdas mereka, atau lebih cerdas lagi?[]
  • 22. Media Umat | Edisi 114, 20 Dzulhijjah 1434 H - 3 Muharram 1435 H/ 25 Oktober - 7 November 2013 Sosok Kenneth “Abdul Haleem” George Watson Aktivis Hizbut Tahrir Inggris Awalnya Salah Sangka, Lalu Jatuh Cinta S ebagai seorang Kristen yang lahir dan dibesarkan di Inggris, Kenneth George Watson mengira bahwa Islam itu teroris dan terbelakang serta tidak memberikan hak sama sekali kepada wanita. Namun sangkaan Watson yang kala itu bekerja sebagai instruktur mengemudi terbantahkan oleh argumen seorang Muslimah yang menjadi muridnya. Waktu itu, tepatnya pada 1999, wanita yang mengenakan kerudung tersebut membantah sangkaannya dengan menyatakan bahwa Islam memberikan banyak hak, yaitu hak untuk memilih siapa yang dia kehendaki untuk menikah, hak untuk bercerai, hak waris, dan menjalankan bisnis miliknya sendiri. Tentu saja kenyataan itu membuat lelaki kelahiran Camber Well, kota yang berada di selatan London, tersentak dan berpikir bahwa dirinya sebenarnya sama sekali tidak tahu apa-apa tentang Islam. “Jadi saya mulai membeli bukubuku tentang Islam,” ungkapnya kepada Ardi Muluk, kontributor Media Umat di Inggris. Di kesempatan berikutnya, ia mengajar mengemudi seorang Muslimah lain yang mengenakan kerudung dan jilbab lalu banyak berdiskusi tentang tatacara berpakaiannya. “Si Muslimah kemudian meminjamkan saya rekamanrekaman dan video-video, dan mulailah saya melihat sisi lain yang sangat berbeda tentang Islam,” kenang Watson. Dari rekaman dan video itu, Watson melihat masyarakat yang maju di berbagai bidang, seperti obat-obatan, arsitektur, pertanian, sains. Ia juga ditarik dengan melihat bagaimana Muslim bersikap dengan adil, murah hati dan dengan kasih sayang dalam memperlakukan non Muslim. Masuk Islam Setelah tiga tahun mempelajari, ia pun jatuh cinta pada Islam dan ingin menjadi seorang Muslim. Lalu ia mendiskusikannya dengan istri. Tapi istrinya tak setuju. Melihat penentangan yang begitu keras dari sang istri, ia pun mengurungkan niat baiknya. Akan tetapi keputusan keliru tersebut tidaklah membuat Watson tenang. Ia tetap mempelajari dan membaca buku-buku Islam. Itu semua membuat keinginannya menjadi seorang Muslim mengkristal. Hingga akhirnya biduk rumah tangganya pecah, karena sudah tidak ada kesepahaman lagi. Tetapi, Watson malah merasa diberkahi karena telah bertemu dengan saudarasaudara Muslim yang tulus, yang tidak mendesak dirinya untuk segera mengucapkan dua kalimat syahadat. “Tetapi membiarkan saya berpikir tentang tuhan, dan apa yang menjadi tujuan saya dihidupkan di muka bumi ini,” bebernya. Setelah pertanyaan itu terjawab dengan mantap, Watson mengucapkan dua kalimat syahadat di Mesjid King Cross London pada 2006. Kemudian ia pun mendapat nama baru yakni Abdul Haleem Watson. Tidak disangka, keluarga besarnya menerima keputusan dirinya masuk Islam. Padahal pada awalnya ia menyangka mereka akan kaget dan kecewa. Tidak banyak pertanyaan dari mereka pada saat itu, akan tetapi dengan berjalannya waktu keluarga besar Watson mulai membicarakan tentang bukti adanya tuhan, hak-hak wanita di dalam Islam, sistem perekonomian Islam, dan lainlain. “Kadang-kadang saya mengetahui jawabannya tetapi terkadang saya harus bertanya kepada orang yang mengetahui ilmunya, atau membaca materimaterinya untuk mencari tahu jawabannya,” ungkapnya. Mengenal HT Meski sudah masuk Islam, Watson tetap sama sekali tidak dapat mengerti bagaimana Islam yang dahulunya sangat maju dan memimpin dunia bisa runtuh di keadaannya saat sekarang ini. Islamlah paling tinggi, umatnya seharusnya menjadi umat yang terbaik dan maju. “Tetapi yang menjadi pertanyaan bagi saya kenapa umat Islam dari agama yang paling benar tersebut tidak lagi menjadi umat yang terbaik? Kenapa umat Islam saat ini sekarang terpuruk?” Akhirnya pada suatu waktu, Watson bertemu dengan saudara Muslim lainnya yang mengajaknya pada sebuah konferensi tentang Islam. Tetapi seorang saudara Muslim yang lain menyarankan agar jangan pergi ke konferensi yang diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Inggris tersebut. “Karena HT, kata dia, no good (tidak baik), akan tetapi saya berpikir, dulu saya juga selalu menganggap Islam no good (tidak baik),” ungkapnya. Jadi, Watson memutuskan untuk pergi dan mendengarkan dengan pikiran yang jernih dan mengambil keputusan sendiri atas apa yang didengarnya dalam konferensi itu. Benar saja, Watson pun kegirangan karena ternyata pertanyaan yang menggelayuti benaknya dalam beberapa bulan terakhir itu terjawab oleh para pembicara dalam konferensi tersebut. “Well... saya takjub, di sini para pembicara membahas bagaimana Islam sangat jaya di masa lalu dan bagaimana Islam runtuh menjadi di keadaannya yang sekarang ini,” ungkapnya. Umat Islam ini tidak menjadi umat terbaik karena Islam tidak diterapkan sebagai aturan kehidupan dalam sebuah negara, sehingga umat Islam menjadi umat yang terpuruk bukan menjadi umat yang terbaik. Aturan-aturan Islam tidak diimplementasikan secara keseluruhan dalam aspek kehidupan, sehingga kebaikan aturan Islam tersebut tidak terpancar di dalam kehidupan pemeluk Islam. “Jadilah umat yang mempunyai identitas Islam tetapi tidak mempunyai kebaikan Islam, karena yang terpancar dalam kehidupan mereka adalah cahaya suram aturan kufur dan sekuler. Itulah penyebab utamanya,” ungkapnya menirukan jawaban pembicara. Dan kemudian, lanjut Watson, mereka membahas dan memberikan solusi tentangnya dan bagaimana mengembalikan kekhilafahan Islam. “Hal ini sangat masuk akal buat saya sehingga saya membeli beberapa buku dari stand mereka,” akunya. Beberapa waktu kemudian beberapa saudara Muslim yang dikenalnya datang untuk berbicara kepada Watson. “Saya tidak tahu bahwa mereka adalah anggota HT pada saat itu, mereka menjelaskan lebih banyak tentang HT,dan menanyakan apakah saya tertarik untuk membantu dakwah mereka,” ungkap Watson. Dengan sigap dan tanpa ragu, Watson pun menjawab: “Ya!” Karena terus terang sebagai seseorang mualaf, Watson merasa tidak berdaya menghadapi apa yang terjadi di dunia Islam dan ia tidak bisa melihat solusi apapun untuk mengatasinya, “Saya melihat dengan Hizbut Tahrir, insya Allah saya akan memberikan solusi kepada dunia Islam,” simpulnya. Memang agak sedikit mengerikan pada awalnya, karena Watson tidak pernah mengira akan berkecimpung di dalam politik. Tetapi dunia Islam sedang kacau balau, dan ia merasa bersemangat karena Islam adalah solusi terbaik buat umat manusia. “Saya yakin bahwa sebuah pemerintahan Islam yang shahih akan memberikan itu semua dan menghentikan penderitaan saudara-saudari sesama Muslim sedunia,” ungkapnya. Untuk memperdalam Islam dan mendukung dakwahnya, Watson rajin belajar bahasa Arab, mempelajari sirah Rasulullah SAW, mempelajari surah-surah pendek. Ia pun menikah lagi dengan seorang Muslimah yang baik dan memiliki tiga orang anak angkat laki-laki. Selain itu, ia pun lebih banyak belajar dan banyak membaca, lebih memperhatikan apa yang terjadi di dunia. “Islam membuat saya lebih memakai otak saya. Saya mendapatkan kesempatan untuk lebih banyak berbincang tentang Islam kepada anak didik saya dan untuk melenyapkan ide-ide yang salah tentang Islam,” ungkapnya. Sejak 2007, Watson rajin mengikuti semua aktifitas dakwah Hizbut Tahrir Inggris. Di akhir wawancara, Watson berpesan bahwa sangatlah penting untuk tidak malu-malu berdakwah dan berbicara kepada masyarakat luas tentang Islam. Menurutnya, umat membawa anggapannya masing-masing tentang Islam dan adalah tergantung kepada pengemban dakwah untuk memenangkan hati mereka. Jika pengemban dakwah tidak pernah memberikan solusi yang berlandaskan Islam kepada permasalahan-permasalahan manusia pada mereka, maka mereka akan tetap membawa sudut pandangnya tersebut dan umat tidak akan pernah berubah. “Karena itu, bicaralah, berdakwahlah pada keluargamu, tetanggamu, rekan kerjamu dan kepada setiap orang yang engkau temui,” pungkasnya.[] joko prasetyo
  • 23. Media Umat | Edisi 114, 20 Dzulhijjah 1434 H - 3 Muharram 1435 H/ 25 Oktober - 7 November 2013 Anjangsana 23 Pondok Pesantren Al-Ihsan, Nganjuk, Jawa Timur Sekolah Sang Juara, Calon Ulama dan Pengusaha A da kegiatan yang berbeda dari biasanya setiap hari Sabtu tiba. Santri tampak berkelompok di beberapa kelas. Mereka dipandu oleh seorang coach. Di salah satu kelas tampak beberapa santri sedang berbicara dalam bahasa Arab. Ya, mereka sedang melatih diri agar mampu berpidato dalam bahasa Arab. Di kelas yang lain tampak beberapa santri sedang menyimak penjelasan dari coach tentang mengelola bisnis secara islami. Tak ketinggalan di kelas satu lagi tampak beberapa santri sedang asyik berlatih soal matematika untuk persiapan Fakhruddin ar-Razi Competition yang diselenggarakan setiap tahun. Itulah sekilas suasana di SMP Bina Insan Mandiri Nganjuk, Jawa Timur, yang merupakan bagian dari Pondok Pesantren Al-Ihsan (PP Al-Ihsan), yang berada di bawah naungan Yayasan Bina Insan Mandiri Nganjuk. Dua lembaga tersebut di-launching pada 8 Juli 2012. Setahun kemudian Sekolah Menengah Atas (SMA) pun dilaunching. Sebagai lembaga pendidikan yang baru beroperasi kurang dari 16 bulan, pada tahun 2012 alhamdulillah telah mendapatkan legalitas formal dari Diknas Nganjuk untuk SMP. “Insya Allah sekolah ini didirikan untuk mencetak generasi pejuang syariah dan khilafah serta berkeahlian spesial melalui deliberate practice (latihan yang terdesain dan terencana),” papar Ustadz HM Arodli, Direktur LPI Bina Insan Mandiri. Untuk itulah, SMP dan SMA Bina Insan Mandiri Nganjuk menciptakan program pendidikan yang kreatif dan inovatif berbasis Alquran dan Sunah. Pengelolaan sekolah pun berbentuk boarding school dengan sistem penjurusan. Adapun jurusan yang ditetapkan ada tiga. Pertama, The Winner atau Sang Juara, jurusan ini didedikasikan untuk anak-anak yang ingin mengasah kemampuan materi-materi akademik, terutama di bidang MIPA, penelitian, karya ilmiah, dll. Berbagai olimpiade akan dipersiapkan secara khusus agar bisa diikuti oleh mereka. Kedua, Moslem Scholar, diperuntukkan bagi anak-anak yang ingin menempa dirinya dengan materi Islam lebih mendalam sehingga pada saatnya nanti bisa menjadi ulama atau trainer ternama. Ketiga, Entrepreneur, disiapkan bagi anak-anak yang mempunyai keinginan kuat untuk menjadi pengusaha sukses berkah pejuang syariah dan khilafah. Sekalipun sekolah ini dijuruskan, seluruh anak-anak mendapatkan pelajaran yang sama pada hari Senin-Jumat, baik itu pelajaran ponpes maupun pendidikan formal yang menggunakan kurikulum Diknas dan khas Bina Insan Mandiri dengan perpaduan kurikulum internasional. Sementara program penjurusan dilakukan pada hari Sabtu. Nuansa ponpes juga semakin lengkap karena anakanak dibimbing oleh seorang hafidz untuk bisa menghafal Alquran. Namun sebelum mulai menghafal, santri diharuskan terlebih dahulu mengikuti program Tahsin dengan metode UMMI untuk standarisasi bacaan Alqurannya. Target umum untuk hafalan Alquran, untuk tingkat SMP tiga juz dan SMA enam juz. Saat ini santri berjumlah 149 anak, berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Batam, Sumatera, Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi sampai Nusa Tenggara Barat. Itu artinya lembaga ini mulai dikenal oleh masyarakat luas. Dengan kegiatan sekolah dan ponpes seperti itu, tantangan lembaga menjadi sangat besar agar anak-anak bisa memiliki kepribadian Islam (syakhsiyah islamiyah) yang tinggi, berkeahlian khusus, dan mempunyai visi dan misi yang kuat dalam memperjuangkan syariat Islam. Untuk menyempurnakan itu, anak-anak dibina dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari lima anak dan satu pembina dengan sebuah proses tasqif yang terstruktur. Dengan sistem ini diharapkan bisa mengkaji tsaqafah Islam lebih mendalam serta merangkai ilmu-ilmu ponpes dengan materi-materi halqah sehingga terbentuk pola pikir yang sistematis dalam diri anak-anak. Pembinaan intensif ini juga akan menjadikan tsaqafah yang didapatkan di ponpes tidak hanya dipahami sebatas transfer ilmu belaka dalam bentuk taklim yang seringkali tidak berbekas ketika lulus pesantren. Anak-anak bisa belajar ithishal/berinteraksi dengan orang lain untuk menyampaikan dakwah, menyebar nasyrah, belajar berinfak, belajar mengisi kajian bila sudah memiliki tsaqafah yang cukup, bahkan menjadikan anak-anak mampu tampil dalam medan dakwah yang sesungguhnya. Insya Allah, ketika Daulah Khilafah Islamiyah tegak, mereka akan menjadi sosok yang mampu mengisi sekaligus penjaga yang terpercaya bagi keberlangsungan Daulah Khilafah Islamiyah tersebut. Prestatif Meski terbilang baru, SMA Bina Insan Mandiri mendapatkan kepercayaan dari Klinik Pendidikan MIPA yang bekerjasama dengan Majalah Gontor menjadi panitia sekaligus tempat penyelenggaraan kompetisi tingkat nasional di bidang matematika, yaitu Fachruddin Ar-Razi Competition (FRC) dan Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR). Burhanudin Fahmi, Fahmia dan Saddad bil Haq masuk finalis yang diadakan di Jakarta pada 2013. Saddad bil Haq, jurusan Moslem Scholar, pernah mengisi Majlis Ta'lim Islamic Center Gontor Nganjuk, berbagai masyiroh, Liqa' Syawwal DPD II HTI Surabaya dengan peserta ribuan orang pada awal September 2013. Kiprah Keberadaan pondok harus benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar. Melalui, LPPM, PP AlIhsan melakukan aktivitas pemberdayaan peternak dan menyalurkan hewan qurban. Pada musim qurban 2013, 628 kambing disalurkan ke 263 desa, di wilayah Nganjuk dan sekitarnya. Majelis Taklim AlIhsan juga melakukan pembinaan rutin kepada masyarakat dalam bentuk penerbitan buletin, pengajian rutin, dan pengobatan gratis. Sementara Klinik Dokter Kita memberikan pengobatan murah dengan praktik 24 jam. Bekerjasama dengan Badan Wakaf Peduli Dhuafa, anak-anak dilibatkan dalam penyaluran dan prosesi walimatul'aqiqah, sebagai pembawa acara, tilawah dan mengisi pengajian.[] joko prasetyo Kyai Abdul Karim, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ihsan Mari Berdakwah Perjuangkan Tegaknya Khilafah T ahun 1980-an, Kyai Abdul Karim belajar dasardasar agama pada seorang guru yang mukhlis, yang senantiasa memikirkan nasib Islam dan kaum Muslimin, yaitu Sholohin bin Sahri, di sebuah kampung kecil di Jombang. Tahun 1990-an belajar di Ma'had Ulul Albab Surabaya dan pernah nyantri pada KH Ihya' Ulumuddin di Keputran Surabaya saat menempuh pendidikan formal di Surabaya. Saat ini, di samping sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ihsan, ia juga sebagai pengurus LKU DPD I HTI Jawa Timur. Dalam hidupnya, ia berperinsip, “Bila kita tidak sibuk dalam urusan akhirat, maka kita akan sibuk dalam urusan dunia.” Nah, salah satu bagian terpenting dalam urusan akhirat adalah dakwah memperjuangkan tegaknya khilafah li tathbiiqi syari'atillah. “Karenanya kami mengajak kepada kaum Muslim bil khusus kepada para ulama/kyai untuk menyibukkan diri dalam dakwah memperjuangkan tegaknya khilafah li tathbiiqi syari'atillah,” ajaknya.[] joy
  • 24. 24 Media Umat | Edisi 114, 20 Dzulhijjah 1434 H - 3 Muharram 1435 H/ 25 Oktober - 7 November 2013 Muslimah Sistem Islam hentikan kejahatan pada perempuan J ika ada seorang perempuan cantik meminta tolong, pasti banyak yang sigap mengulurkan tangan. Sebaliknya jika nenek-nenek yang minta tolong, hanya sedikit atau bahkan tidak akan ada yang bersedia membantu. Begitu digambarkan dalam tayangan bertajuk 'Tolong' yang pernah menghiasai layar kaca di masa dulu. Ya, perempuan cantik itu sungguh beruntung. Biasanya, banyak kemudahan ia dapatkan. Di sekolah jadi bintang, di lingkungan disebut kembang, hingga banyak dikerubuti 'kumbang'. Bermodal kecantikan, pekerjaan segera didapat, jabatan mudah digenggam dan jodoh antre mendekat. Begitu persangkaan semua orang yang kebanyakan benar adanya. Namun, siapa nyana, kecantikan juga bisa berujung petaka. Seperti yang belakangan ini menghiasi media massa. Entah kebetulan atau tidak, banyak perempuan cantik menjadi korban kekerasan, bahkan pembunuhan. Belum hilang ingatan, bagaimana kecantikan Sisca Yofie menjadi buah bibir, justru ketika ia ditemukan telah tewas bersimbah darah. Kendati penjambret yang mengaku membunuhnya, misteri di balik kisah hidupnya terus dikulik. Lalu seorang mahasiswi Bina Nusantara (Binus) yang terpaksa menanggung cacat seumur hidup gara-gara disiram air keras mantan pacarnya. Pasti ia tak mengira, pria yang pernah dicintanya, ternyata begitu kejam. Tak kalah nelangsa kisah nahas Holly Angela yang juga dibayar dengan nyawa. Menjadi istri seorang pejabat tinggi berkantong tebal, justru berujung petaka baginya. Sosok yang dicintanya ternyata serigala berbulu domba. Tentu, bukan salah para perempuan itu jika dianugerahi wajah cantik. Itu adalah anugerah ilahi. Bukan pinta mereka pula jika kemudian menjadi korban kejahatan. Meski di luar sana masih banyak perempuan—yang kebetulan tidak cantik—juga menjadi korban kriminalitas, namun ini peringatan bagi para perempuan, terutama yang cantik rupa. Rawan Jadi Korban Banyaknya perempuan cantik menjadi korban kejahatan, hendaknya menjadi momentum introspeksi bagi para perempuan (yang merasa cantik) agar tak terlalu mendewakan kecantikan. Apalah arti kesempurnaan wajah dan fisik di dunia, jika hanya memperbesar peluang datangnya petaka. Walaupun memang, kejahatan tak pandang bulu terhadap korbannya. Cantik atau tidak, jika penjahat sudah kesetanan, semua bisa jadi korban. Tapi, kali ini digarisbawahi khusus untuk perempuan cantik, karena memang rawan menjadi korban. Mengapa? Tanpa bermaksud menyalahkan para korban seperti disebut di atas, memang hal yang tak bisa dipungkiri jika kecantikan perempuan menjadi daya pikat banyak hal. Apalagi jika kecantikan itu diumbar dan dipertontonkan. Perempuan cantik hampir selalu menjadi pusat perhatian. Banyak yang mendambakan untuk memilikinya, tapi sebaliknya, tak sedikit yang iri dengki atas kecantikannya. Banyak yang ingin mendekat menjadi teman atau kekasih, tapi tak sedikit yang menganggapnya pesaing atau bahkan musuh. Apalagi, sistem sekulerkapitalis yang diterapkan saat ini sangat mendewakan kecantikan. Akibatnya, banyak perempuan mengejar kecantikan seolah dirinya paling buruk rupa di dunia. Ini karena perempuan sudah terdoktrin dengan pemikiran bahwa modal cantik akan membawa dirinya mewujudkan segala impian. Kalau mau sukses dalam kehidupan ini, baik dalam karier maupun rumah tangga, harus cantik. Apalagi jika terkait dengan harta, kebahagiaan materialisme hanya akan terwujud jika cantik. Bukankah syarat mendapat pekerjaan bagi perempuan haruslah 'berpenampilan menarik?' Demikian pula dalam mendapatkan suami. Ya, semua mafhum, para lelaki berkantong tebal hanya akan royal kepada perempuan cantik. Mana mau ia menikahi janda-janda miskin, jika pada saat yang sama masih banyak perempuan—baik perawan maupun janda—yang cantik. Para pria pun seolah memanfaatkan kelemahan para wanita ini. Iming-iming materi sukses menaklukkan para perempuan dalam pelukan. Kalau sudah tidak diharapkan, dengan mudahnya disakiti dan bahkan 'ditendang'. Tak heran bila semakin banyak perempuan cantik namun ujung-ujungnya tak bernasib seindah parasnya. Itu juga dipengaruhi pandangan keliru soal kecantikan. Ya, kecantikan kerap berbanding lurus dengan sifat materialistis. Mengapa begitu? Pasalnya, demi mendapat kecantikan itu, segalanya dilakukan. Perawatan wajah dan tubuh butuh biaya tak murah. Kalau perlu operasi sana-sini untuk mempermak tubuhnya demi mendapatkan postur ideal. Tapi, itu nanti akan terbayar, karena kalau sudah cantik, segalanya akan didapat. Persis pola pikir para peserta kontes kecantikan yang rela habis-habisan di awal demi memenangkan gelar. Sebab, jika gelar itu didapat, ketenaran dan materi akan berlimpah. Lindungi Kecantikan Cantik itu anugerah. Tidak cantik juga anugerah. Semua memiliki peluang untuk menjadi korban kejahatan. Namun akan memperkecil peluang itu jika kecantikan tidak diumbar. Ya, Islam melindungi kecantikan itu dalam bingkai syariah. Caranya, dengan mensyukuri apapun pemberian Allah SWT atas wajah dan fisik kita. Jalankan semua perintah Allah SWT sebagai wujud rasa syukur seorang hamba. Seperti mengenakan busana Muslimah, tidak tabaruj, tidak berlenggaklenggok yang menarik perhatian, tidak mengenakan busana menyerupai pria, tidak memakai wewangian yang memalingkan kaum adam, dll. Mensyukuri ketidakcantikan, sama wajibnya dengan mensyukuri kecantikan. Syukur inilah yang membedakan iman seorang perempuan, khususnya Muslimah. Bagi Muslimah, kecantikan bukanlah kail untuk mewujudkan segala impian. Seperti merengkuh kepopuleran, mencari materi sebanyak-banyaknya atau sekadar menggaet pria berkantong tebal. Islam melarang seorang perempuan untuk memanfaatkan kecantikannya dalam meraih target dan tujuan. Semisal menjadikan modal kemolekan tubuhnya untuk bekerja. Lebih dari itu, bagi seorang Muslimah, kecantikan bukan segalanya. Seorang Muslimah sadar betul bahwa pembeda dirinya di hadapan Allah SWT hanyalah keimanan dan amal saleh. Dengan berusaha terus mendekatkan diri pada Allah SWT, semoga seorang Muslimah tak menjadi korban kejahatan. Tegakkan Islam Kejahatan pada perempuan harus dihentikan. Hukuman berat wajib ditegakkan. Jaminan keamanan harus diberikan pada perempuan oleh negara. Perempuan butuh keamanan dan kenyamanan dalam menjalankan segala aktivitasnya. Baik ia berwajah biasa atau cantik, semua memiliki hak yang sama. Bahkan tak hanya perempuan, juga seluruh warga negara. Semua hanya bisa dijamin oleh negara yang menerapkan sistem Islam. Sistem sekuler saat ini, terbukti gagal menjamin keamanan dan kenyamanan warga negaranya, terutama perempuan.[]
  • 25. Media Umat | Edisi 114, 20 Dzulhijjah 1434 H - 3 Muharram 1435 H/ 25 Oktober - 7 November 2013 Muslimah 25 Agar Anak Tak Jadi Korban Pelecehan J akarta gempar dengan beredarnya video adegan pelecehan seksual di ruang kelas salah satu SMP di Jakarta Pusat, pekan ini. Menurut melakukan hubungan intim kepada adik kelasnya pada 13 September lalu. Adegan tersebut disaksikan dan direkam video oleh 5 orang perempuan lain melakukan tindak asusila di lingkungan pendidikan. Kasus ini bukan pertama, tapi terus berulang. Benar-benar dunia di ambang kiamat. Lantas bagaimana agar remaja terhindari dari pelecehan? Orangtua perlu menanamkan hal-hal berikut pada anak-anaknya: (1) Selalu waspada Di manapun berada, hiasi bibir dengan zikir dan doa agar diberi keselamatan. Makanya, penting memulai aktivitas apapun dengan doa. Jangan mencoba berinteraksi dengan orang asing yang belum kenal. Sementara dengan yang sudah kenal, batasi interaksi. Ingat, Islam mengajarkan hanya muamalah syar'i dalam bersosialisasi dengan lawan jenis. laporan korban di Mapolres Jakarta Pusat, siswi kelas IX tersebut dipaksa oleh salah orang temannya untuk yang juga merupakan teman seangkatan korban. Sungguh miris, pelajar yang baru belasan tahun itu bisa-bisanya (2) Jangan mau disentuh lawan jenis yang bukan mahram. Kalaupun sampai ada sentuhan, baik oleh mahram atau bukan mahram, kenali tiga macam jenis sentuhan. Pertama, sentuhan kasih sayang, yaitu sentuhan yang dilakukan seseorang karena kasih sayang, misalnya mengusap, membelai kepala, atau cium tangan (salim). Kedua, sentuhan yang membingungkan, yaitu sentuhan yang dilakukan antara menunjukkan kasih sayang dan nafsu. Misalnya, mula-mula mengelus kepala, kemudian meraba bagian tubuh lain seperti leher, punggung atau dada. Ketiga, sentuhan daerah terlarang, yaitu kalau seseorang melakukan sentuhan di bagian tubuh dari bawah bahu sampai atas dengkul. Misalnya meraba paha, pantat, dada, atau bagian yang dekat dengan kemaluan. (2) Dengarkan kata hati dan perasaan. Sensitiflah. Rasakan, apakah sentuhan atau perlakuan orang lain terhadapmu itu mencurigakan, membuatmu bingung, takut, atau merasa tidak nyaman. Jika iya, menghindarlah untuk berinteraksi dengannya. (3) Bersikap tegas. Meskipun dengan teman, guru atau orang dewasa lain yang berusaha berbuat tidak pantas terhadapmu, tolaklah. Katakan “jangan, tidak, nggak mau, atau pergi”. Sesegera mungkin kabur dan menghindar dari tempat itu. Kalau lokasinya sepi, segera berteriak. Tidak usah takut meski diancam. Takutlah hanya kepada Allah SWT. Kuatkan hati dan yakinlah, Allah SWT akan mengawasi dan menolongmu. (4) Segera melapor. Ceritakan pada orangtua, guru, guru ngaji atau pihak yang bisa dipercaya. Bila ada dugaan seseorang berusaha atau bahkan sudah melakukan pelecehan, segeralah ceritakan. Ini penting agar pelaku bisa segera ditangani dan tidak seenaknya berlaku yang sama pada korban lain. Biar kapok.[] kholda Konsultasi Jika Anak Berbeda Pemahaman dengan Orang Tua Assalaamu'alaikum Wr. Wb. Ibu Pengasuh Rubrik Konsultasi Keluarga yang saya hormati, saya seorang pendidik di sebuah SMPIT. Ada siswi yang sudah tergerak untuk taat pada syariat, misalnya dalam masalah menutup aurat dan pergaulan dengan lawan jenis, namun secara terang-terangan orang tuanya menentang keinginan dan usaha anak, baik secara ide maupun tindakan. Sebagai guru, sekaligus pengemban dakwah, apa yang semestinya saya lakukan agar kondisi psikologis anak tetap terjaga, tidak muncul efek negatif, karena pemahaman yang berbeda dengan orang tua. Sementara, anak-anak didik saya masih sangat tergantung dengan orang tuanya. Terima kasih untuk sarannya. Wassalamu'alaikum Wr.Wb. DN - 081316xxxxxx Wa'alaikumsalam Wr.Wb. Ibu DN yang baik, Anak usia SMP sebagian besar sudah memasuki usia baligh. Sudah semestinya mereka memperhatikan hukum-hukum syara dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Alhamdulillah, siswi Anda sudah tergerak dan memiliki keinginan untuk menjalankan hukum-hukum syara dengan baik, di tengah kehidupan remaja yang semakin bebas dan longgar. Ketidakpahaman terhadap syariat Islam, dan adanya paham kebebasan yang ditawarkan melalui berbagai sarana, telah membuat para remaja terperosok dalam kehidupan yang rusak. Prinsip mereka, yang penting senang dan bermanfaat, tidak lagi memandang apakah yang dilakukan bertentangan dengan hukum syara atau tidak. Semangat yang ada pada siswi Anda harus terus dipelihara dan dijaga. Ibu DN yang baik, Dalam sebuah keluarga Muslim, banyak kita jumpai orang tua yang berbeda pemahaman dengan anak-anak terkait dengan aturan Islam. Bukan mendukung semangat anak mempelajari dan menjalankan ajaran Islam dengan baik, tapi malah menentangnya, dianggap terlalu ekstrim dan sebagainya. Bagaimana mungkin sebuah keluarga yang demikian, akan mampu menciptakan keluarga yang sakinah. Orang tua adalah pendidik utama sekaligus contoh yang terdekat bagi anak-anaknya. Sudah seharusnya memberikan contoh yang baik dan siap menjadi panutan. Tapi sayang, sekarang ini, banyak orang tua yang justru sebaliknya. Berseberangan pemahaman dengan anak-anak, Diasuh oleh: Dra (Psi) Zulia Ilmawati sulit untuk diajak meniti jalan yang sudah ditetapkan dalam Islam. meruncing. Tidak sedikit orang tua yang biasanya merasa lebih benar dari pada anaknya. Ibu DN yang baik, Agar kondisi psikologis siswi Anda tetap terjaga, yang pertama harus Anda lakukan adalah menguatkan akidah dan pemahamannya. Tumbuhkan kecintaan pertama dan utama kepada Allah SWT melalui proses berpikir, sehingga akan tumbuh kecintaan dan ketaatan yang benar kepada-Nya. Kekuatan akidah dan pemahaman ini diperlukan agar dia mantap dengan yang diyakininya, teguh dalam menjalankan syariat-Nya, dan siap menghadapi segala tantangan. Berikan gambaran kepada siswi Anda, bahwa tantangan itu bisa datang dari siapa saja, termasuk orang-orang terdekat. Bukan untuk dihindari, tapi dihadapi. Dan menjadi kewajibannya juga untuk mendekati orang tua, memberikan pemahaman pada mereka. Adakalanya orang tua yang menentang, lebih karena ketidaktahuan, dan kekhawatiran yang berlebihan. Bantu siswi Anda untuk mencari cara pendekatan yang tepat kepada orang tuanya agar terhindar dari risiko yang besar. Sering terjadi, karena semangat yang menyala-nyala, maka yang didapatkan justru ancaman dari orang tua, dan perbedaan semakin Ibu DN yang baik, Secara faktual, pendidikan melibatkan tiga unsur pelaksana, yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Pendidikan seharusnya dapat mengondisikan anak didik dalam pengaruh yang positif dari semua unsur pelaksana pendidikan tersebut, agar arah dan tujuan pendidikan tercapai. Sekolah sebagai sebuah lembaga pendidikan, melakukan proses belajar mengajar dan meminimalisir pengaruh-pengaruh negatif yang ada. Pada saat yang sama sekolah juga meningkatkan pengaruh positif pada anak didik, agar sejalan dengan arahan Islam. Sinergi pengaruh positif dari faktor pendidikan sekolah, keluarga, dan masyarakat inilah yang akan menjadikan pribadi anak yang utuh sesuai dengan kehendak Islam. Orang tua tidak hanya menyerahkan sepenuhnya pada sekolah, tapi juga berupaya untuk membangun sinergi agar memiliki visi dan misi yang sama. Selamat berjuang, semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan kemudahan pada Anda dan siswi Anda dalam setiap keadaan.[]
  • 26. 26 Media Umat | Edisi 114, 20 Dzulhijjah 1434 H - 3 Muharram 1435 H/ 25 Oktober - 7 November 2013 Ustadz Menjawab Hukum Mengadopsi Anak Diasuh Oleh: Ust M Shiddiq Al Jawi Tanya : Ustadz, bagaimana hukum mengadopsi anak menurut Islam? Hamba Allah, Sleman Jawab : Adopsi dalam istilah fiqih Islam disebut dengan “tabanni”, yang didefinisikan sebagai perbuatan seseorang menjadikan anak orang lain sebagai anak kandungnya. (M. Rawwas Qal'ah Jie, Mu'jam Lughah Al Fuqoha`, hlm. 90; Al Mausu'ah Al Fiqhiyyah, 10/120). Adopsi sudah dikenal di kalangan masyarakat Arab pada masa jahiliyah, yaitu sebelum diutusnya Muhammad SAW sebagai rasul. Anak yang diadopsi saat itu diperlakukan sebagai anak kandung dalam berbagai aspek hukumnya, misalnya dinasabkan kepada ayah angkatnya, mendapat waris dari ayah angkatnya, bekas istrinya tak boleh dinikahi oleh ayah angkatnya, dsb. Adopsi ini masih dibolehkan hingga masa awal Islam. Namun kemudian kebolehannya di-nasakh (dihapus) saat turunnya surat Al Ahzab ayat 4 dan 5 yang mengharamkan adopsi atas umat Islam secara mutlak. (Tafsir Ibnu Katsir, 4/508; Al Mausu'ah Al Fiqhiyyah, 10/121). Berdasarkan ayat-ayat tersebut, Islam telah mengharamkan mengadopsi anak dan membatalkan segala akibat hukumnya. Allah SWT berfirman (artinya) : “Dan Dia [Allah] tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanya perkataanmu di mulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar).” (TQS Al Ahzab [33] : 4). Allah SWT juga berfirman (artinya) : “Panggilan mereka (anak-anak angkat itu) dengan memakai (nama) ayah-ayah mereka, itulah yang lebih adil di sisi Allah.” (TQS Al Ahzab [33] : 5). Dengan ayat-ayat ini, Islam telah mengharamkan dan membatalkan tradisi adopsi anak dan memerintahkan orang yang mengadopsi anak untuk tak menasabkan anak angkat kepada dirinya, melainkan kepada ayah kandung anak itu sendiri. (Al Mausu'ah Al Fiqhiyyah, 10/121). Maka dari itu, segala bentuk peraturan dalam hukum positif Indonesia yang membolehkan adopsi anak, adalah peraturan kufur yang melawan dan bertentangan dengan syariah Islam. Misalnya Staatblaad tahun 1917 No 129 dan SEMA (Surat Edaran Mahkamah Agung) No. 6 Tahun 1983. Semua peraturan ini adalah peraturan kufur sehingga secara mutlak haram diterapkan oleh pemerintah saat ini dan haram pula diamalkan oleh umat Islam. Siapa saja Muslim yang mengamalkan peraturan itu seraya meyakini kebenarannya dan mengingkari haramnya adopsi anak dalam Alquran, berarti telah murtad (keluar dari agama Islam). Adapun yang mengamalkan tapi tak meyakini kebenarannya, juga tak mengingkari haramnya adopsi anak dalam Alquran, ia masih dihukumi Muslim (tak murtad), tapi tetap berdosa besar (kaba`ir). (Abdurrahman Maliki, Nizhamul Uqubat, BACA TELPON AGEN KAMI SEKARANG JUGA UNTUK BERLANGGANAN Bingung Memilih Informasi yang Benar? JAKARTA Jakarta Pusat : Yudi 0858 8324 0048; Jakarta selatan: jagakarsa: Joko Prasetyo 081288020261; Tanjung Barat: Abu Mahariq 08211471011; Cilandak: deni 0856 7039 810; Kebayoran Lama: A Zidan Telp. 081510642452. Jakarta Barat : Slipi: Luqi: 08567100480; Kebayoran baru: Abu Zidan 08973747576, kalideres: Abdurrahman 081330145148. Jakarta Timur: Cipayung: Bini Santoso Hp 081311447433; Jatisampurna (Kranggan): Joko Hp. 0813 83265915. Ciracas: Irfan Telp. 021-32584167/ 083873930179. Duren Sawit: Ali Akbar 08111898408. Cakung: Yusuf 081511748827. Cempaka Putih: Hamzah, Klender: H. Abd Rahman S. 021-860 9612; Utan kayu: Adeng 081334670290; RS Islam Pondok Kopi Jaktim Agus Hamzah Hp 081317000605. Jakarta Utara : Koja: Akrom 085283435391; Yudi 0858 8324 0048; JAWA BARAT hlm. 44; Imam Dzahabi, Al Kaba`ir, hlm. 154-155; Al Mausu'ah Al Fiqhiyyah, 40/233). Namun meski Islam mengharamkan mengadopsi anak, Islam tak mengharamkan sepasang suami istri mengasuh anak orang lain bersama mereka, misalnya anak yatim, anak pungut (al laqiith), atau anak orang fakir/miskin. Dalam arti, anak itu sekadar mendapat pemeliharaan dan nafkah yang layak, namun tak diperlakukan sebagai anak kandung sendiri. Misal tetap dinasabkan kepada ayah kandungnya, tetap tak mendapat hak waris, tetap tak mendapat perwalian nikah (jika anak itu perempuan), dan tetap diperlakukan sebagai ajnabi (bukan mahram) jika sudah baligh apabila memang tak termasuk mahram bagi suami/istri tersebut. (Yusuf Qaradhawi, Al Halal wa Al Haram fi Al Islam, hlm. 198-199). Jika demikian halnya, hukumnya boleh dan tidak haram. Karena hal itu tidak termasuk mengadopsi anak, melainkan termasuk perbuatan memberi bantuan/pertolongan kepada sesama Muslim, yang telah dibenarkan berdasarkan dalil-dalil umum dari Alquran dan As Sunnah. Allah SWT berfirman (artinya) : “Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.” (TQS Al Ma`idah [5] : 2). Sabda Rasulullah SAW, ”Dan Allah akan selalu menolong hamba-Nya, selama hamba-Nya selalu menolong saudaranya.” (HR Muslim no 2699; Tirmidzi no 1995). Wallahu a'lam.[] ! Salatiga: Ummah Wahidah Agency 0812 2890594. Purbalingga: Amin Agency 085227085935; Banjarnegara: Adi Agency 081334670290; Kendal: Almira Sahda Agency 08156548388.Pekalongan: Bp Ridho 081325075511. Klaten: Ahmad Faiz 0852 9102360; Solo : Abu Yusro 0817 443051. Sragen: UD Salsa Bila 0852 93711479. Boyolali: Wasith, Bendan, 0815 7641207. Wonogiri: Royyan 0813 29317863. Sukoharjo: Abu Ibrahim (0271) 7560751. Purworejo: Yasin, 0813 28710443. Magelang: Pustaka Maqwa 0293-5500222, Hp 081328665825. Cilacap : Sulthon Agency 0856 47673766, Rahmat 08157933384. Purwokerto: Faizah Agency 081905352881. Pemalang: Bp Syahru 0816667035; Wonosobo: Marsaid 085221532359; Temanggung: Wahyu 0817 270 329. Tegal: Guntur Agency Kedung Banteng Tegal Hp 0815 4216 0113 07219924126; Kalianda: M. Ihsan Hp. 081369517774. BENGKULU: Faizar-Fatih agency 0813 6862 5180; BANGKA BELITUNG: Pangkalpinang: Endi Surahman Hp. 0852 68189888/ 081377776888/ Telp.0717436507, Suryadi 081278435108; Malian 082177388921; MEDAN: Salman. Jl. Eka Rasmi No.72, Kel Gedung Johor Hp. 0819 6000180/ 0852 6276 5025/ 0813 9713 1505; Junaidi Agency Hp. 0852 7029 2450; TB Khilafah (061) 76575301 Hp. 085261768890; Taher 0857 6182 3531; Amali 0813 7626 1198; Tono 0857 6085 2768; Khalid 0813 7690 6741; Miko 0852 6176 2818; Kab. Batubara: Yudi Setiadi Hp 0813 7005 0017; Deli Serdang : TB IQRO' MEDIA 085361997066. Sergai: Biru Ponsel Hp 0812 6452 009; Dolok masihul Lilik Hp 0853 6027 5189; Tebing: Nilwan Hp. 0813 9760 3789; Binjai: Auliya Rasyidah, 76274439. Darto 0813 9777 7531; Padang Sidempuan: Maratua Simanjuntak Hp. 0813 7622 4487; JAWA TIMUR ACEH: Banda Aceh: Rahmat Basuki 0852 62552485/ 081360241061. Meulaboh: Surabaya: Wacana Islamiyah Agency 031-5993408 / 71494080, Zahro Agency Hp Rusmanita 0813 60021154/ 0852 77182174. 08563118552 / 085706631975, Anjik Permata Agency 031-71251217, Faizah Agency, SULAWESI Jl. Ketintang 031-72732961. Container Crane Agency 0857 3133 2733; Aulia Agency 031-72536907; Jombang: Jundi Muda Agency 0321-5147405. Pasuruhan: Pustaka SULSEL: Makassar, Ahmad Danial 085242144840. Bantaeng: Suharno 0813 20457662, Arrisalah, 03437831801. Sidoarjo: Ar Rowi Agency 031-71654022/ 081703742236. Jeneponto: Said Hp. 0813 55669269; Gowa: Abd Hafiz Thoha 0411-5318997/ Probolinggo: Rahmania Agency 0335-682890/ 08124952963 Jember : Kamil Agency 081355099626, Maros: Rahmat Telp. 0411-2303382 Hp. 0852 4277 3082; Parepare : 0331-330124 Hp.08123254134. Gresik : Nada Agency 081553401845 Gresik: Media Muh Shaleh 0852 99066543, Palopo : A. Massiwa Hp.0852 99235946, Barru: Mukti Ummah Agency 081615063909 Ngawi : Smile Center 0351745934. Madiun : Luqman Alimin 0813 42671857, Pangkep: H. Erwin/ H. Onge 081355613017. Luwu Timur: Trisno Agency 0351495027 Hp. 081335668774. Lumajang : Aftoni Agency 0334-884121 Hp. 0813 55406162. Luwuk Banggai: Shodiqin 0856 56711376; SULTRA : Awaluddin Raga 081336762535. Banyuwangi : Khasanah Semesta 0333-7765856 Hp. 081358332444. 0813 41552048; AN NAHDHAH Agency 085241042526/ 081341388318/ 0852 Kediri : Al Ma'ruf Agency 0354-7061173 Hp.081931036614. Tuban : Cipta Agency 0852 41026965. SULTENG: Palu: Sardi 0857 5630 7930; MALUKU: Ternate: Sabarudin Hp. 30316968. Bojonegoro : Harik Agency Lebak Kulon 0852 32590536. Malang : Zhafira 0813 40187185/ 08124493965/ 0921 3302034; Sulawesi Barat: Andi rahmawan Agency Hp. 081333007744. Tulung Agung : Kios Muslim “Arinal Haq” Hp. 0852 3354 081354622248; Mamuju: Haris 081355106685. Majene: Syafril 085299100068, 8294; Sampang : Cendekia Agency 0817 03630599. Sumenep : Rusliy Agency 0328- Mamasa: Muhammad Yusron 081342682787. 7710028 Hp. 081703030119. Bangkalan : Global Partner Agency 031 81045451, KALIMANTAN 087849943666 . Pamekasan : Ust Harun 0813 3285 6752/ 0819 1379 6115; Mojokerto : KALSEL : Banjarmasin. TB Al Ashar. Jl Brigjen H. Hasan Basri, Kayutangi ( Seberang Wahana Karya 0321-7174466, Hp. 08563439049. Situbondo : Media Umah,Irfan, 033 Gedung Iqro') Telp. 0511 240942. Umar, Spd Hp 085752606267; Banjarbaru: Natsir 80673015 Hp. 08113502243. Magetan : Forkisma Agency 0351-7681700. Nganjuk : Telp. 0511 7560103. KALBAR : Al-Ponty Agency 0852 52585193. Violeta Agency Candra Agency 035 86132967 Hp 0857 3544 4488; Blitar: Mukhlish Agency Telp. 0342760589. KALTIM : Balik Papan: Imam Sujono Hp. 0815 20368808. Balikpapan Utara: Abu 809515. Lamongan : Hari Agency Hp 0856 4508 2121; Ridho 08125343526. Tanah grogot: Fahliannor (Abu Karamah) 085393481117. Tarakan: YOGYAKARTA Mansyur 0852 47424945; Berau : Madzudi/ TB Kiass 085246080726. SAMARINDA: Yogyakarta : Nur Widianto Hp. 0811 2503937; Gunung Kidul : Anang Ma'ruf 0274- Hamsan Hp 0852 5017 2441; KALTENG : Palangkaraya: Muhjidinnur Hp. 082156781924, 7406061/ 08175463111. Sleman : Jumardi Yanto 0811 2503937. Bantul : Farid Ma'ruf Mursyid Alfandy 0852 5288 1980/ 0857 5267 9700; Firdaus agency 0812 5151011, Abu Telp. 0274-2660609/ 08175423370. Kulonprogo : M. Hanif Telp. 0274-7131593. Farhan Supianur; Jl. Merak 0813 48149268. Barito Timur: Agus Supriyanto 0857 51551682, Buntok: Siti Jubaidah Jl Pelita Raya 0815 2808748; SUMATERA BEKASI: Bekasi Kota: Jumadi 021 71398949; Bekasi Timur: Yusuf 08881054020; Cikarang Abu Rifadh 081319873253; Abu Zafiroh 0878899091133; Rasa 085714899471; Karawang: Abu Hamzah 0816842819/02679154424, Purwakarta: Ahmad Sapan 0817 4872742. SUBANG: Dindin Awaludin 0812 9515 489; Cikampek: Wahid Ali 0821 1081 0495; Depok: Irfan 085777517380; Toko buku Masjid UI Depok: Mas Ncep, Beji Panmas: Marno 0818 0823 0217. BOGOR: Tedy 085717365900; AZIZ 085283779097/Telp.0251 8360665; Cilebut: M.Izzata 081381361993/ Telp. 02517542807; Cibinong: Andi zaenal 08179912458; SUKABUMI: Cikole: Yusuf 081563563216; Cibadak: Soma 085716895674; Cisaat: Ust Damanhuri 081382502197/ 081563122853, Pelabuhan Ratu : Abdussalam 085721415414. BANDUNG: Regol: Dodiman Ali 022-76542224/ 08562187497; Imansyah 085724991065; Riki 085315531924; Ujung Berung: Ruswandi 08997119081. Cimahi: Azhari 08170228025/ 08176509636/ 022 92557147; Padalarang: Ade Gustiadi 085724420962; Margahayu: Zaenudin 085320137503; Ranca Ekek Barat: Budi Saifullah 0852 2276 0768, Rancaekek Timur: Dodi Adi Kusuma 0852 9521 6738; Cileunyi: Sahlan 081321712170; Jatinangor: Asoed 085759159591; Majalaya: Arifin 087824035731. Cangkuang: Anggara kelana 085320916842; Solokan Jeruk: Alit Haeruman 085722597660/ 081320732334. Soreang: Achmad Mulyana 081573059743; SUMEDANG kota: Ence Hidayat 081572024919; Tanjungsari: Cucu 085221174604. CIANJUR: Usman Abu Ihsas 087778880443/0815 6376 5443; Tasikmalaya; Beny Agency 0853 5312 5778/ 0265 338734. CIAMIS-BANJAR: Priyo 087826557000/ 085723557000; Oyah Rokayah 0812 2282678/ 0265 741260; GARUT: Agus Kurniawan 085223994229, Syahid 0821180024377; CIREBON: Acong 0852 24008686/ Telp. 0231 221040. KUNINGAN: Suwaji 08170969411. INDRAMAYU: Barat: Syafrudin Abd Rojak Hp 089608148991; Timur: Haryono 0813 22537243; Haurgeulis: Abu Zhaki 085724071364. MAJALENGKA: Jatiwangi: Tatang SP 0813 95101850/ 08172308582; SUMBAR: Padang : Fadhilah 085762937889, Ardion 0852 6501 9429; Bukittinggi: Agus Putra Hp: 081374668766, Lb. Alung: Usman 0857 6611 5006; Payakumbuh: irvan 0813 Obay Sobari 081324993057/ 0233 8286812; Cicurug: Indra Subana 08996322216. 7700 0771; Maninjau: Medios 0813 7463 2749; Lb Basung: Syaf 0852 6319 7476; BANTEN Solok: Dedi 0852 6379 7487; Dharmasraya: Syaiful Hp. 0852 7479 4940; Pesisir SERANG: Nizar, Pesantren AL abqory, Hp 085295121283/085716791554. Pandeglang: Selatan: Bustanuddin Hp. 0821 7144 5938. Pasaman: Ibnu Aslim 0813 6370 2275; Muhamad Faiz Hp 0852 10514141; TANGERANG: Rahmat Nur 0813 8610 2196/ 0888 SUMSEL: Palembang Syaiful Islam 0819 7815225/ 07117423504; Lubuk Linggau: 1888 588; Ali (Granada Agency) 021-9977 8904; Tangerang Kota: Abu Hanif Hp. Supartono Hp.0852 8299 4889; Prabumulih: Fery Sofana 085268682244/ 085311050252 / 087771674545; CIPUTAT: Abu Fariz Hp. 0815 978 5498. 085294241272; RIAU PEKANBARU: Muhammad Ihsan Hp. 081268090955/ JAWA TENGAH 083187441188, Syahroni 081371281403. Bengkalis Dumai: Riau agency Bpk Faisal Semarang; Cahaya Umat 08174156771. Rembang: Bp. Jady 085290471147. Pati: Bp. 0852 7129 9488, Ust Armen Hp. 0852 7142 9632; KEPULAUAN RIAU: Erwin Susanto Hp. Edi 085726364422. Kudus: Isham Agency 085876767330. Jepara: Ghuroba Agency 0811 774272/ Telp. 0771 28992; Batam: Nurul Izzati 08992009197, Azzam Hp. 0813 085290730166. Blora: Fauzi 085878718661; Ungaran: Fazsy Agency 085865286444. 6477 4645, Dodi 083154060774. JAMBI: Yunaedi 0852 6660 5704, Siti 0856 6989 3721; LAMPUNG: Bandar Lampung : Sulthon Agency Hp. 085279756668/ Telp. NTB: Mataram: Anjani Hp.0818 03750962; Amanah Jl. Pemuda No.11 Telp.03706601673. Sumbawa: Ibrahim Kantor Bupati Jl. Garuda No.1 Hp. 0813 53657551. BALI: Denpasar: Hanif 0813 3064 1459, Yoshi Kab Buleleng Singaraja 0813 4384 80190 PAPUA : Jayapura: Giri 0813 4463 5563; Sorong: Muh. Ja'far Abdullah 0852 4444 8979 Dapat dibeli di toko Gunung Agung Se-Jabotabek dan Toko Buku Walisongo Kwitang Jakarta Pusat Pendaftaran dan perubahan keagenan, Hubungi: Muh. Ihsan 0857 1104 4000
  • 27. Media Umat | Edisi 114, 20 Dzulhijjah 1434 H - 3 Muharram 1435 H/ 25 Oktober - 7 November 2013 Opini 27 NKRI Bersyariah? Oleh: Agus Trisa, Aktivis HTI Kota Surakarta G agasan NKRI Bersyariah, gagasan orang-orang yang terbeli. Terbeli atas apa? Atas apa pun. Jabatan, kuasa, harta, bahkan kondisi. Jabatan, kuasa, dan harta mungkin akan bisa ditolak oleh para aktivis Muslim. Namun “kondisi” inilah yang seringkali menyebabkan para aktivis itu mulai goyah pendiriannya. Yang semula hanya berpikir soal khilafah, namun entah karena kondisi tertentu maka gagasan khilafah itu pun dinomorduakan dan yang dinomorsatukan adalah gagasan NKRI Bersyariah. Sungguh sangat disayangkan mereka orang-orang yang terbeli dalam perjuangan. Mungkinkah mereka kurang bersabar atas perjuangan ini sehingga mereka pun berbalik arah dan mengabaikan arah perjuangan semula? Perlu kita ketahui bersama, orang kafir, butuh waktu ratusan tahun untuk menghancurkan negara berideologi Islam (khilafah). Orang kafir butuh waktu yang tidak sebentar untuk bisa membangun peradaban kapitalisme yang bakal menguasai dunia. Namun, mereka tetap “bersabar” dalam perjuangannya itu. Sebab, mereka (orang kafir) paham bahwa untuk menghancurkan sebuah negara khilafah, bukan saja menghancurkan bangunan fisiknya. Namun kaum kafir juga harus menghancurkan bangunan pemikiran kaum Muslim yang telah mengakar dalam dirinya. Sejak mulai dari masuknya misionaris-misionaris ke dalam tubuh Daulah Islamiyah, hingga mampu memukul telak pada tahun 1924. Demikian pula perjuangan penegakan khilafah. Butuh waktu, memang iya. Sebab, untuk membangun kembali masyarakat Islam, bukanlah membangun bangunan fisik sebuah istana negara Islam lengkap dengan perangkat-perangkat kenegaraannya. Namun membangun kembali masyarakat Islam adalah dengan membangun pemikiran Islam, perasaan Islam, dan aturan-aturan Islam. Ini bukan jalan mudah. Sebab, yang pertama kali harus dihancurkan adalah bangunan pemikiran yang ada sebelumnya. Baru kemudian menggantinya dengan bangunan pemahaman (mafaahim) Islam. Ini juga yang ditempuh oleh orang kafir, setelah mereka mengetahui bahwa yang harus dihancurkan adalah pemahaman masyarakat Islam, bukan bangunan fisiknya. Sebab, jika hanya menghancurkan bangunan fisik, tanpa bangunan ideologi, maka bangunan fisik itu akan bisa kembali berdiri dengan mudahnya, selama bangunan ideologi itu masih ada. Namun, kita tidak meniru orang kafir. Justru kita berupaya membangun masyarakat Islam (negara Islam) berangkat dari teladan kita, Rasulullah SAW yang telah mencontohkannya dengan cara menghancurkan ideologi jahiliyah orang-orang Arab dan menggantinya dengan ideologi Islam yang berasaskan pada ketauhidan. Jika memang meneladani Rasulullah SAW, lantas mengapa waktu yang digunakan untuk membangun masyarakat Islam begitu lama dan tidak seperti waktu yang digunakan oleh Rasulullah SAW? Jika kita sudah sampai pada pembicaraan ini, maka banyak faktor yang harus dipahami. Misalnya berkaitan dengan datangnya nashrullah (pertolongan Allah). Berkaitan dengan nashrullah, ini hanyalah hak Allah. Sebagaimana dulu Rasulullah SAW pun tidak memahami kapan pertolongan Allah akan tiba. Adanya hambatan dakwah menuju tegaknya Islam yang berasal dari kalangan Muslim sendiri, juga merupakan faktor yang memperlama perjuangan tegaknya masyarakat Islam. Hambatan ini bisa berbentuk serangan pemikiran (pahampaham kufur yang telah merasuk ke dalam diri kaum Muslim), maupun hambatan politis melalui undang-undang yang diterapkan oleh negara. Namun, apakah karena adanya hambatan-hambatan itu lantas membuat kita harus “memotong kompas” perjuangan, mencari jalan pintas, yang jauh dari metode perjuangan Rasulullah SAW yang penuh dengan kesabaran? Apakah kondisi yang demikian berat membuat para aktivis harus menerima kenyataan berdasarkan kaidah “daripada”? Daripada tidak berkuasa, mending NKRI Bersyariah. Seperti itukah? Orang bijak, tentu tidak akan berpikir demikian. Jadi, tetaplah bersabar sebagaimana Rasulullah SAW dan para sahabat bersabar. [] Road To JICMI 2013: Faktor-Fakor Utama Kebangkitan Ilmu, Sains dan Teknologi Oleh: Yan S Prasetiadi, Dosen STAI Purwakarta S etiap bangsa manapun pasti secara fitrahnya, menghendaki menjadi negara maju dan memiliki perkembangan yang pesat dalam bidang ilmu, sains dan teknologi; tiada yang mau jadi negara nomor dua. Karena itu terdapat beberapa pandangan terkait faktor-faktor apa saja yang bisa menghantarkan suatu bangsa menuju kemajuan di bidang tersebut, yakni: Pertama, Faktor SDM Kaum individualis berpandangan, maju dan mudurnya suatu peradaban dipengaruhi oleh faktor kualitas sumber daya manusia (SDM) di suatu negeri, jika SDM-nya unggul maka negeri tersebut unggul. Pernyataan ini bisa jadi benar di aspek individu namun keliru jika kita lihat lebih luas lagi. Bayangkan di sebuah negeri terdapat sarjana yang sangat banyak, namun ketika mereka mau berkarya, akses sumber daya alam (SDA) dikuasai oleh asing sehingga mereka tidak memiliki modal yang cukup untuk berkarya; lalu mereka tidak didukung oleh pemerintahnya. Setelah lulus mereka tidak ditempatkan pada posisi sesuai bidang keahlian, karena para aparat pemerintahannya bisa disuap, sehingga posisi-posisi yang mestinya diisi orang pilihan malah diisi oleh orang yang tidak berkompeten. Kedua, Faktor SDA Kaum kapitalis, berpandangan bahwa SDA adalah faktor utama kebangkitan ilmu, sains dan teknologi. Mereka menduga yang penting kaya sumber daya alam pasti negara tersebut makmur. Pendapat ini kurang tepat sebab kalau SDA-nya melimpah namun tidak ditunjang oleh orang-orang yang ahli, yang terjadi adalah pemborosan APBN negara, karena banyak SDA yang akan ludes sia-sia karena faktor human error dan kesalahankesalahan lainnya sehingga SDA akan tidak dapat dimanfaatkan dengan baik. Belum lagi jika sumber daya memang kaya namun SDM-nya kurang bermutu dan ditambah pemerintahnya kurang peka, akhirnya negara tersebut akan memanfaatkan SDM negara lain, dan SDM negara lain itulah yang kelak akan mencuri SDA yang ada dengan berbagai dalih. Ketiga, Faktor Dukungan Pemerintah Kaum sosialis-komunis berpandangan, peran negara sangat penting dalam menunjang SDM agar berkualitas dan SDA agar pengelolaannya bisa mandiri. Pandangan seperti ini tidak salah, namun kurang benar. Karena negara yang mempunyai kebijakan seperti itu hanya negara ideologis, sedangkan di dunia ini negara ideologis sangat sedikit. Yang banyak adalah negara pembebek. Negara-negara pembebek tersebut memang mengatur SDA dan SDM namun dengan cara yang salah, karena mereka dikendalikan oleh negara ideologis. Keempat, Faktor Ideologis Faktor ideologis inilah sebenarnya yang ak an mengantark an kepada kebangkitan, walaupun SDA minim. Dia akan berupaya mencari subtisusi SDA yang lain sehingga kebutuhan industrinya akan tercukupi dan negara tersebut tidak bergantung kepada negara lain, justru negara lain bergantung kepadanya. Jika SDM lemah, maka negara ideologis akan menciptakan pendidikan bermutu dalam melahirkan SDM berkualitas. Ideologi yang benar adalah yang bersumber dari wahyu, karena itu hanya Islam sebenarnya yang akan menciptakan teknologi yang benar-benar bermanfaat untuk kepentingan umat manusia. Negara ideologis yang tidak berdasarkan wahyu, hanya akan menciptakan ekspoitasi, penjajahan, manipulasi dan monopoli kepentingan dalam bidang ilmu, sains dan teknologi. Karena itu, ideologinya harus diambil dari Islam, agar dunia aman dan sentosa di bawah naungan negara yang menerapkan ideologi tersebut. Pada masa keemasannya negara yang menerapkan ideologi wahyu biasa dikenal dengan sebutan Khilafah Islamiyah. Karena itu jika kita ingin menciptakan ilmu, sains dan teknologi yang benarbenar manusiawi maka pilihlah ideologi Islam. Wallahu A'lam.[]
  • 28. 28 Media Umat | Edisi 114, 20 Dzulhijjah 1434 H - 3 Muharram 1435 H/ 25 Oktober - 7 November 2013 Mancanegara Muslim Moskow Tertekan di Bawah Bayang-bayang Islamophobia T ahukah Anda ternyata Moskow, ibukota Rusia, merupakan tempat bagi 2 juta Muslim. Jumlah ini melebihi jumlah Muslim di kota-kota Eropa. Sebagaimana yang diberitakan situs voanews.com (16/10), puluhan ribu umat Islam tampak menggelar sajadah mereka di aspal-aspal di jalan Kota Moskow. Seperti umat Islam di belahan dunia lainnya, mereka menyerukan takbir dan tahlil melaksanakan shalat Idul Adha pada Selasa (15/10) lalu. Subhanallah, umat Islam berdoa di tengah hujan dan salju. Di sisi lain, tampak menjulang tinggi menara baru Masjid Moskow, sebuah masjid abad lama yang sekarang sedang diperluas. Ini adalah salah satu dari hanya empat masjid di seluruh Moskow. "Tentu saja kami memerlukan masjid. Masjid yang diperlukan di setiap mikro-distrik/kecamatan," kata Abdul Bari Sultanov, Muslim Rusia dari Ta-tarstan, wilayah Islam, setelah shalat. "Seperti halnya madrasah, sekolah, imam, sehingga kami bisa mempersiapkan diri secara moral bertemu dengan Tuhan." Sikap diskriminasi terhadap umat Islam tampak jelas di negara yang dahulunya komunis Kehabisan Akal Hadapi Dakwah Hizbut Tahrir A parat keamanan Rusia melakukan serangan berkala terhadap anggota Hizbut Tahrir, sejak kegiatan Hizbut Tahrir di Rusia marak dalam bentuk yang luar biasa. Hal itu dilakukan karena khawatir akan terus meningkatnya penerimaan kaum Muslim Rusia terhadap ide-ide Hizbut Tahrir. Khususnya ide melanjutkan kehidupan Islam dan mendirikan khilafah di wilayah kaum Muslim yang manapun di dunia, termasuk Rusia. Dengah khilafah keamanannya menjadi keamanan Islam dan hukumnya pada Alquran dan as-Sunnah. Negara Rusia berusaha dengan keras mengaitkan tuduhan terorisme dengan Hizbut Tahrir. Apalagi tujuannya kalau tidak menakut-nakuti kaum Muslim Rusia agar tidak berhubungan dengan Hizbut Tahrir yang mengemban ide khilafah dan jihad. Namun, semua upaya penindasan yang dilakukan oleh aparat keamanan Rusia terhadap para aktivis Hizbut Tahrir tidak pernah berhasil menjauhkan kaum Muslim Rusia dari aktivitas dan ide-ide Hizbut tahrir. Tidak pernah berhasil memalingkan para aktivis Hizbut Tahrir dari berdakwah kepada Islam di tengah-tengah kehidupan masyarakat Muslim Rusia. Pengadilan Negeri Chelyabinsk Pusat Rusia pernah menjatuhkan hukuman kepada empat anggota gerakan Islam Hizbut Tahrir (HT). Satu di antaranya dijatuhi hukuman tiga setengah tahun penjara, sementara yang lain masing-masing 13 bulan pejara. Mereka dihukum hanya karena merekrut anggota baru untuk berdakwah membicarakan tentang agama, dan menyebarkan media koran Sakaafat (Pencerahan), Majalah ALVai (al Waie), serta buku Nidzamul Islam (Sistem Islam) dan as Syakhsiyah al Islamiyah (Kepribadian Islam), beserta brosur-brosur yang dianggap sebagai materi-materi propaganda dari Hizbut Tahrir. Putusan ini jelas-jelas tidak adil, karena mereka tidak melakukan tindakan kriminal apalagi kekerasan. Semua ini menunjukkan negeri tersebut sebagai negeri totaliter dan fasis. Namun semua ini tidak menyurutkan para pengemban dakwah HT untuk menyebarkan Islam di tanah Rusia.[] fw tersebut. Gereja Ortodoks Rusia saat ini sedang membangun 200 gereja baru di sekitar Moskow. Sebaliknya, pembangunan masjid baru, tidak pernah mendapatkan izin. Aktifis Muslim Rusia Geydar Dzhemal mengklaim Kremlin memang menghalangi berdirinya masjid baru di ibukota Rusia ini. "Mereka memahami politik penindasan-penindasan langsung," kata Dzhemal, yang telah mengkritik kebijakan Moskow tentang Islam sejak zaman Soviet. "Dan mereka tidak mengerti bahwa hal ini akan menciptakan masalah bagi diri mereka sendiri, jauh lebih buruk, maka mereka mencoba untuk mengerti sekarang." Walikota Moskow Sergei Sobyanin telah bersumpah tidak ada ada masjid baru yang akan dibangun di Moskow. Dia menganggap umat Islam yang shalat berjamaah di jalan-jalan pada hari libur sebagian besar berasal dari Asia Tengah, pekerja tamu yang akhirnya akan pulang. “Ternyata Muslim yang shalat bukanlah warga Rusia dan mereka bukan penduduk Moskow,” ujarnya. “Mereka adalah tenaga kerja migran. Hanya ada 10 persen warga Moskow di antara mereka,” lanjut Walikota. Kebenciannya terhadap Muslim pun tampak dari pernya- taannya yang merasa terganggu dengan kedatangan migran Muslim. “Moskow sekarang terganggu oleh orang-orang yang berbicara bahasa yang berbeda, memiliki perilaku yang berbeda, dengan perilaku agresif,” tambahnya. Sobyanin, sekutu Kremlin, memenangkan pemilihan walikota bulan lalu. Dia sepertinya tahu apa yang dipikirkan oleh pemilihnya, yang juga mengidap sikap anti migran asing. Seperti yang tampak dalam kerusuhan pada Ahad (13/10), warga Slavia yang berasal dari lingkungan kelas pekerja melakukan kerusuhan menentang keberadaan orang-orang Asia Tengah. "Rusia Maju! Rusia Maju!" teriak mereka. Kerusuhan ini berawal dari terbunuhnya pekan lalu seorang pria muda Rusia Slavia. Seorang imigran dari Azerbaijan ditangkap dan dituduh sebagai pelaku. Sementara polisi membebaskan sebagian besar perusuh, 2000 pekerja migran justru ditahan untuk pemeriksaan identitas. Islamophobia juga mengidap para politisi negeri beruang itu. Politisi Rusia menyerukan larangan penjualan apartemen untuk orang asing dan memaksakan pembatasan visa pada migran dari negara-negara Muslim selatan, yang dulunya merupakan daerah yang dicaplok Uni Soviet. Seperti Eropa yang merasa terancam dengan kehadiran Muslim, hal yang sama dirasakan sebagian penduduk Moskow di antara Isolda Kukushkina. Setelah runtuhnya Uni Soviet, dia pindah ke Moskow dari Ukraina negeri yang dianggap sarat dengan budaya Rusia. Pada Selasa, dekat Katedral Moskow, ia melihat gelombang Muslim yang berjalan melewati Gereja Ortodoks-nya, yang didedikasikan untuk St Philip. Ia khawatir tentang masa depan Moskow. “Ini akan menjadi Muslim, saya takut,” katanya. “Percayalah aku menyukai mereka, tetapi Moskow harus Slavia. Bagaimanapun harus seimbang. Masuknya imigran mempengaruhi hidup kita dengan cara yang buruk,” kata Kukushkina.[] fw
  • 29. Media Umat | Edisi 114, 20 Dzulhijjah 1434 H - 3 Muharram 1435 H/ 25 Oktober - 7 November 2013 Arnoud Van Doorn (kanan) sedang di depan Kabah. Air Mata Arnoud Van Doorn Di Tanah Suci Mantan penghina Islam itu berharap air matanya di depan Ka'bah akan menghapuskan dosanya dan bertekad menghasilkan karya besar untuk Islam S iapa sangka seorang penghina Islam menunaikan ibadah haji? Begitulah faktanya yang dialami Arnoud Van Doorn. Awal 2008 lalu, Van Doorn pernah membuat gempar dunia. Kala itu ia bersama Geert Wilders, membuat film berjudul 'Fitna' yang menghina umat Islam dan Alquran. Namun, sekitar lima tahun kemudian situasi berbalik 180 derajat. Tepatnya 27 Februari 2013, Van Doorn sekali lagi mengejutkan dunia. Melalui Twitter, mantan politisi Partai Kebebasan Belanda itu mengumumkan dirinya masuk Islam. Dan, musim haji tahun ini, ia berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan rukum Islam kelima. "Saya menemukan diri saya di antara hati-hati yang yakin. Saya berharap air mata penyesalan saya mengeluarkan semua dosa-dosa setelah pertaubatan saya," kata Van Doorn, seperti dilansir Tribun dari Saudi Gazette, Sabtu (19/10). Van Doorn berjanji, sebagai tanda penebusan, ia akan memproduksi film baru yang menunjukkan esensi sejati Islam dan kepribadian yang benar tentang Nabi Muhammad SAW. Van Doorn pun menegaskan, film Fitna benar-benar salah, karena sarat informasi yang menyesatkan. Sejak kedatangannya di Tanah Suci, Van Doorn mengaku telah menjalani hari terbaik dalam hidupnya. Ia pun berharap bisa menghabiskan lebih banyak waktu di Madinah. "Saya merasa malu berdiri di depan makam Nabi. Saya pikir kesalahan besar yang telah saya buat dengan memproduksi film tercela itu. Saya berharap bahwa Allah akan mengampuni saya dan menerima taubat saya," ujar Van Doorn seraya menitikkan air mata. Sang produser film Fitna ini mengakui, sejak kedatangannya di Mekkah, ia tak mampu membendung air matanya. Ia merasakan bahwa haji adalah momen paling indah dalam hidupnya. Kepada surat kabar Saudi Ukaz, mantan wakil Ketua Partai Kebebasan (PVV) Belanda itu mengaku bahwa dalam Islam, ia mendapatkan apa yang selama ini dicarinya. Ibadah haji pun dimanfaatkannya untuk memohon ampun atas kesalahannya selama ini. Sejak filmnya memantik heboh di dunia, dan kebijakan partainya yang selalu memusuhi Islam, sejak itu pula hatinya terusik. Rasa penasaran Van Doorn terhadap Islam makin tak terbendung. Ia mulai mempelajari apa itu Islam yang sebenarnya. "Saya benar-benar mulai memperdalam pengetahuan saya tentang Islam karena penasaran," kenangnya kala hidayah Islam menghampirinya. Rasa penasaran itu membuat Van Doorn mencari terjemah Alquran, hadits, dan bukubuku referensi Islam. Hari demi hari ia lalui dengan membaca dan mengkaji buku-buku itu satu per satu, tanpa meninggalkan aktifitasnya yang lain. Selama ini Van Doorn hanya tahu Islam dari perkataan orang-orang yang membencinya. Orangorang yang dekat dengan Van Doorn sebenarnya tahu, bahwa Van Doorn membaca referensi Islam, tapi agaknya mereka tak sampai berpikir bahwa itu akan menjadi jalan hidayah bagi Van Doorn. Damai Nan Indah Lazim dalam dunia mereka, mengkaji pemikiran atau paham tanpa harus mempercayai dan mengikutinya. Bahkan, tak sedikit orang yang mempelajari Islam untuk kemudian menyerangnya. Van Doorn menghabiskan waktu hampir setahun untuk mengkaji Alquran, sunnah dan sejumlah referensi Islam. Ia juga menyempatkan berdialog dengan penganut Islam untuk mengetahui lebih dalam tentang agama yang menarik hatinya itu. "Orang-orang di sekitar saya tahu bahwa saya telah aktif meneliti Alquran, sunnah dan tulisantulisan lain selama hampir setahun ini. Selain itu, saya juga telah banyak melakukan percakapan dengan Muslimin tentang agama," tutur Van Doorn dilansir televisi Al-Jazirah Inggris. Semakin lama mempelajari Islam, Van Doorn makin tertarik. Ia mulai merasakan Islam sebagai sesuatu yang spesial. Meskipun sebelumnya ia juga memiliki pondasi agama lain yang dipeluk sejak kecil. Apa yang selama ini ada di benaknya, bahwa Islam itu, menindas wanita, tak toleran, membabibuta memusuhi Barat, perlahan sirna. Van Doorn menemukan Islam sebagai sesuatu yang sama sekali berbeda dari apa yang pernah ia sangka. Van Doorn juga menemukan, Islam sebagai agama yang cinta damai. Tidak seperti tuduhan Barat yang selama ini mencitrakan Islam sebagai teroris. "99 persen kaum Muslimin adalah pekerja keras dan pecinta damai. Jika lebih banyak orang mempelajari Islam yang benar, makin banyak orang yang akan melihat keindahan itu," tegas Van Doorn. Jalan hidayah bagi Van Doorn kian terbuka lebar ketika bertemu Muslimin, Aboe Khoulani yang notabene rekannya yang menjabat di Dewan Kota Den Haag. Selain menjelaskan Islam lebih mendalam, menghubungkan Van Doorn dengan Masjid As-Soennah. Kini, sebagai penebus atas kesalahannya membuat film Fitna, Van Doorn berjanji membuat karya besar untuk melayani Islam. "Saya berdoa semoga air mata saya ini mampu menghapus segala dosa yang telah saya lakukan di masa lalu, dan saya akan bekerja untuk menghasilkan karya besar guna melayani Islam dan kaum muslimin setelah kembali dari ibadah haji ini," tandas Van Doorn dengan wajah berseri. [] fw/tribunnews Mancanegara 29 Kronik Mancanegara Karena Mewajibkan Berkerudung, Sekolah Islam di Inggris Terancam Ditutup Sebuah sekolah Islam (Islamic School) di kota Derby, Inggris, seperti dilansir bbcarabic beberapa waktu lalu telah menerima peringatan dari pemerintah bahwa mereka menghadapi risiko penutupan jika tidak menghentikan apa yang disebut oleh pemerintah Inggris sebagai 'diskriminasi terhadap kaum perempuan di sekolah tersebut'. Pasalnya, pihak sekolah islami tersebut telah mewajibkan penggunaan kerudung bagi kalangan siswi dan staf perempuan. Hal inilah yang menjadi salah satu poin pelanggaran yang melanggar kebebasan seseorang yang telah ditetapkan pemerintah Inggris. Pihak sekolah menegaskan bahwa peraturan dan kegiatan yang mereka lakukan adalah untuk kepentingan mahasiswa dan masyarakat Inggris sendiri. Sebanyak 412 orang siswa bersekolah di Islamic School ini, para siswa yang belajar biasanya berusia antara 6 sampai 16 tahun.[] Akibat Resesi Setiap Dua Hari Satu Petani Prancis Bunuh Diri Institut Nasional Kesehatan Prancis, seperti diberitakan worldbulletin baru-baru ini, telah mengumumkan bahwa setidaknya satu orang petani melakukan aksi bunuh diri setiap dua hari selama tiga tahun terakhir. Penelitian ini mengungkapkan bahwa tragedi petani Prancis yang melakukan aksi bunuh diri lebih diakibatkan karena mereka telah mengalami stres akibat resesi ekonomi global. Penelitian ini menunjukkan bahwa bunuh diri adalah penyebab ketiga kematian di antara petani setelah kanker dan serangan jantung. Selama tiga tahun terakhir, sekitar 500 petani telah melakukan aksi bunuh diri. Tidak hanya di kalangan petani, aksi bunuh diri juga dilakukan oleh sebagian kalangan peternak. Tingkat bunuh diri di kalangan petani laki-laki menurut penelitian tersebut, 20 persen lebih tinggi dibandingkan laki-laki Prancis lainnya.[] The New York Times: Ternyata Sisi Lebih “Israel” Dari Rezim Sebelumnya Surat kabar Amerika The New York Times, baru-baru ini mengutip dari para pejabat Amerika Serikat dan pakar Zionis bahwa kerjasama keamanan antara Mesir dan entitas Yahudi selama pemerintahan Jenderal Abdul Fattah al-Sisi tumbuh jauh lebih besar dari rezim sebelumnya. Surat kabar itu mengatakan bahwa Sisi melakukan sejumlah operasi militer besar-besaran terhadap mereka yang disebutnya sebagai kelompok teroris di Sinai, serta melakukan pembongkaran terowongan-terowongan yang menghubungkan Mesir ke Jalur Gaza, yang banyak dimanfaatkan oleh Gerakan Perlawanan Islam, Hamas.[] joko prasetyo dari berbagai sumber
  • 30. 30 Media Umat | Edisi 114, 20 Dzulhijjah 1434 H - 3 Muharram 1435 H/ 25 Oktober - 7 November 2013 Hikmah Haji Mabrur dan Ciri-cirinya D alam sebuah riwayat yang dituturkan oleh Abu Hurairah ra disebutkan bahwa Baginda Rasulullah SAW pernah ditanya, “Amal apa yang paling utama?” Beliau menjawab, “Iman kepada Allah dan RasulNya?” Beliau ditanya lagi, “Lalu apa?” Beliau menjawab, “Jihad fi sabilillah.” Beliau kembali ditanya, “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab lagi, “Haji mabrur.” (Muttafaq 'alaih). Hadits ini sejatinya telah cukup menjadikan setiap Muslim untuk selalu mempertahankan keimanannya yang lurus kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, selalu merindukan bisa berjihad di jalan-Nya serta selalu merindukan bisa menunaikan ibadah haji minimal sekali selama hidupnya. Khusus terkait ibadah haji, kebanyakan Muslim bukan hanya rindu, tetapi juga banyak yang bekerja keras dan bersungguh-sungguh untuk bisa mewujudkan kerinduannya itu, yang sejatinya menjadi mimpi sekaligus salah satu cita-citanya itu. Karena itulah, tidak aneh jika, misalnya, banyak yang kemudian menabung bertahun-tahun demi mewujudkan mimpi dan cita-citanya beribadah haji ke Tanah Suci. Khusus bagi seorang Muslimah, pahala ibadah haji disetarakan dengan pahala jihad di jalan Allah SWT. Bahkan bagi Muslimah, ibadah haji adalah 'jihad' yang paling utama. Dalam hal ini Aisyah ra pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, kami melihat jihad adalah amalan yang paling utama. Bolehkah kami berjihad?” Baginda Rasulullah SAW, “Akan tetapi, jihad yang paling utama (bagi kaum Muslimah, pen.) adalah haji mabrur.” (HR al-Bukhari). Begitu utamanya, ibadah haji akan menghapuskan dosa-dosa pelakunya sehingga ia seperti bayi yang baru lahir alias tidak memiliki dosa. Baginda Rasulullah SAW pernah bersabda, sebagaimana dituturkan oleh Abu Hurairah ra. “Siapa saja yang menunaikan ibadah haji, sementara di dalamnya dia tidak berbuat dosa dan kefasikan, maka dia akan kembali seperti pada hari saat ia dilahirkan oleh ibunya.” (Muttafaq alaih). Baginda Rasulullah SAW juga pernah bersabda, sebagaimana dituturkan oleh Amr bin al-'Ash, “Siapa saja yang datang (Ke Baitullah) untuk menunaikan ibadah haji ikhlas semata-mata karena Allah, Allah pasti akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang, dan Allah akan memberikan syafaat kepada orang-orang yang dia doakan.” Ibn Abbas ra menuturkan bahwa Baginda Rasulullah SAW pun pernah bersabda, “Siapa saja yang memasuki Baitullah, dia masuk dalam satu kebajikan dan keluar dari suatu keburukan dan dia akan diampuni.” (HR Ibn Khuzaimah). Jabir bin Abdillah ra menuturkan bahwa Baginda Rasulullah SAW pun pernah bersabda, “Siapa saja yang telah menyelesaikan rangkaian ibadah haji, lalu kaum Muslim selamat dari lisan dan tangannya, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu maupun yang akan datang.” (HR Abu Ya'la) (Lihat: Al-Qabuni, Basyarah al-Mahbub bi Takfir adz-Dzunub, I/10-11). Lebih dari itu, Baginda Rasulullah SAW bahkan turut mendoakan orang-orang yang beribadah haji. Baginda Rasulullah SAW pernah berdoa khusus bagi orang-orang yang beribadah haji, sebagaimana dituturkan oleh Abu Hurairah ra, “Ya Allah, ampunilah orang yang menunaikan ibadah haji dan ampunilah siapa saja yang memintakan ampunan untuk dirinya.” (HR ath-Thabrani dan Ibn Khuzaimah). Doa beliau tentu saja pasti dikabulkan oleh SWT. Keutamaan lain ibadah haji tentu saja karena bisa mengantarkan pelakunya masuk surga. Abu Hurairah ra menuturkan bahwa Baginda Rasulullah SAW pernah bersabda, “Dari satu ibadah umrah ke ibadah umrah yang lain menjadi kafarat (penghapus dosa) di antara keduanya. Adapun haji mabrur tidak ada balasan (bagi pelakunya) kecuali surga.” (Muttafaq 'alaih). Lalu apa tanda atau ciri-ciri dari haji mabrur itu? Haji mabrur bisa dikenali tandanya saat ibadah haji itu ditunaikan. Disebutkan bahwa haji mabrur adalah orang yang saat menunaikan ibadah haji tidak melakukan kemaksiatan apa pun. (Lihat: Imam an-Nawawi, Riyadh ash-Shalihin, I/41) Ciri lain haji mabrur ditegaskan oleh Baginda Rasulullah SAW dalam sabdanya, “Haji mabrur itu tidak ada balasannya selain surga.” Rasul SAW kemudian ditanya, “Apa ciri haji mabrur itu.” Beliau menjawab, “Selalu berkata-kata yang baik dan biasa memberi makan (kepada orang-orang yang membutuhkan, pen.). (Abu Thalib al-Makki, Qut al-Qulub, II/39). Menurut Imam al-Ghazali, ciri-ciri haji mabrur itu adalah pelakunya (saat kembali dari menunaikan ibadah haji) menjadi orang yang zuhud terhadap dunia, selalu rindu terhadap akhirat (surga) dan senantiasa berusaha mempersiapkan diri untuk berjumpa dengan Allah Pemilik Ka'bah setelah berjumpa dengan Ka'bah (AlGhazali, Ihya' Ulum ad-Din, I/272). Semoga kita bisa meraih keutamaan haji mabrur. WalLahu a'lam bi ash-shawab. [] abi Mutiara Hikmah Ciri-Ciri Haji Mabrur Imam al-Hasan ra berkata, “Sesungguhnya tanda/ciri bahwa ibadah haji diterima oleh Allah (haji mabrur) adalah ibadah haji yang menjadikan pelakunya meninggalkan berbagai maksiat, mengganti teman-temannya yang berperilaku buruk dengan orng-orang shalih, mengganti majelisnya yang penuh dengan senda-gurau dan kelalaian dengan majelis yang dipenuhi dengan zikir dan kewaspadaan. Siapa saja yang selaras perilakunya dengan apa yang disebutkan, berarti ibadah hajinya diterima oleh Allah (haji mabrur).” (Abu Thalib al-Makki, Qut alQulub, II/44).[] Dapatkan Buku Rp 40.00 0 Isi Buku Reportase ?Kegiatan MK 2013 se-Indonesia ? Inspiratif Kisah-kisah ? Testimoni Tokoh ? Pidato & Makalah Pejuang Khilafah dari Berbagai Negeri ? dll Spesifikasi Buku ? x 23,5 cm Ukuran 15,5 ? Softcover artcarton 230 gr + laminasi doft ? (180 halaman BW 220 halaman & 40 halaman FC) Diskon Spesial untuk pembelian cash hubungi: Anwar Iman (08121100564)
  • 31. Media Umat | Edisi 114, 20 Dzulhijjah 1434 H - 3 Muharram 1435 H/ 25 Oktober - 7 November 2013 Judul Penulis Volume Penerbit ISBN : Jilbab Syar'i : Arief B Iskandar : 14,5 X 21,5 cm, 186 halaman : Khilafah Press : 978-602-97164-6-7 Di antara tuntunan syariah Islam adalah perintah kepada kaum Muslimah untuk menutup aurat dengan kerudung (yang menutup kepala dan dada mereka) serta jilbab (yang menutupi seluruh tubuh mereka kecuali wajah dan kedua telapak tangan). Bagi seorang Muslimah, menutup aurat dengan memakai kerudung dan berjilbab ini tentu saja menjadi salah satu pembuktian keimanannya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Sebabnya jelas, karena berkerudung dan berjilbab memang merupakan salah satu dari ketentuan syariah Allah SWT dan Rasul-Nya. Buku ini sangat penting bagi Muslimah manapun yang ingin lebih 'menyempurnakan' keimanan dan ketakwaannya di hadapan Allah SWT. Salah satunya dengan menyempurnakan tatacaranya dalam hal menutup aurat dengan memakai kerudung dan jilbab syar'i, yakni kerudung dan jilbab yang benar-benar sesuai dengan tuntunan syariah. Karena itu, penting bagi setiap Muslimah untuk mengkaji ulang pemahamannya tentang busana Muslimah, yang tentu terkait erat dengan kerudung dan jilbab. Mengapa perlu mengkaji ulang? Sebabnya, ungkap penulis buku ini, tanpa bermaksud mengecilkan niat suci mereka yang telah benar-benar ikhlas untuk menutup aurat, masih dijumpai sejumlah kekeliruan mereka dalam memaknai sekaligus mempraktikan kerudung dan jilbab. Oleh karena itu buku ini hadir, selain dilengkapi dengan dalil dan pembahasannya yang terperinci, dilengkapi pula dengan pembahasan yang meluruskan pemahaman yang keliru tentang berbagai istilah dan praktik berbusana Muslimah.[] Judul Penulis Editor Volume Cetakan ISBN Penerbit : Menghidupkan Kembali Kehidupan Nabi dan Para Sahabat, Di Balik Simbol dan Monumen Umroh-Haji Di Dua Tanah Suci : KH. Hafidz Abdurrahman : Abdul Aziz Nasution : 15.5 x 23.5 cm, 308 hal : ke 1 September 2013 : 978-602-7986-05-3 : Al Azhar Press Buku “Menghidupkan Kembali Kehidupan Nabi dan Para Sahabat di Balik Simbol Haji dan Umroh” ini sangat menggugah. Bukan hanya memaparkan fakta, tetapi juga kisah dibalik fakta yang ada. Seolah menarik pembaca ke belakang dan menempatkannya di tengah-tengah pergulatan hidup Nabi SAW dan para sahabatnya. Bahkan, tidak jarang membuat kita meneteskan air mata, saat membaca kisah-kisah luar biasa, dan penuh inspirasi dari kehidupan Nabi dan para sahabat. Buku ini lahir dari keprihatinan akan kondisi umat Nabi SAW. Meski mereka di tanah suci, Makkah dan Madinah, tetapi banyak diantara mereka yang tidak bisa memanfaatkan kesempatan berharga tersebut untuk meningkatkan kualitas diri. Haji dan Umroh, seolah hanya ritual. Datang dan pergi umat Islam ke tanah suci, namun tidak ada yang berubah dalam hidup mereka. Mereka hanya menikmati kepuasan beribadah, tetapi sayangnya hampa. “Menghidupkan Kembali Kehidupan Nabi dan Para Sahabat di Balik Simbol Haji dan Umroh” merupakan upaya untuk menghadirkan kembali gambaran yang hilang dari benak kita, justru di saat kita berada di tanah suci tempat Nabi dan para sahabat berada. Dengan hadirnya kembali gambaran kehidupan mereka, maka umat Islam akan bias mensetup kehidupan mereka, sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi dan para sahabatnya. Seperti ungkapan Sayyidina 'Ali bin Abi Thalib, “Inna akhira hadza al amri la yashluhu illa bima shaluha awwaluhu.” (penghujung urusan ini tidak akan menjadi baik, kecuali mengikuti apa yang menjadikan permulaannya baik). Maka dengan menghidupkan kembali kehidupan Nabi dan para sahabat dalam kehidupan mereka saat ini akan menjadikan mereka generasi terbaik, sebagaimana di masa lalu.[] Judul Penulis Pengantar Volume Penerbit ISBN Iqra’ 31 : Kota Roma Menanti Anda : Muhammad Choirul Anam : Husain Matla : 14,5 X 21,5 cm, 180 halaman : Khilafah Press, Februari 2012 : 978-602-97164-3-6 Buku ini tidak hanya mengajak dan memotivasi pembaca untuk mengikuti Rasulullah SAW dan para sahabat, kemudian bergejolak dan punya semangat menggebu untuk mengikuti mereka, namun setelah itu lupa dan kembali sibuk urusan sendiri-sendiri. Bukan. Lebih dari itu, buku ini menghadirkan kehidupan Rasulullah SAW dan para sahabat dengan jeli dan memotretnya dengan seksama, sehingga pembaca hanyut dan larut dengan ruang dan waktu mereka. Tidak hanya mengikuti Umar bin Khaththab dan Ali bin Abi Thalib, bahkan pembaca menjadi mereka. Keputusan mereka berislam dan mengikuti Rasulullah SAW beserta segala hambatan perjuangan, tekad mereka untuk terus berjuang, serta kesiapan mereka untuk menghadapi resiko, semuanya betul-betul terasa dengan alasan yang jelas. Namun, istimewanya buku ini , tidak hanya dapat membuat pembaca 'tidak berkutik' untuk mencari-cari alasan menolak berjuang, sebaliknya justru menjadikan pembaca bahagia dan ikhlas dengan desain kehidupan yang 'tidak biasa' itu. Merasakan kebahagiaan Umar bin Khaththab dan Ali bin Abi Thalib. Itulah totalitas keikhlasan dan puncak kebahagiaan. Kemudian segala pengalaman eksotis di abad ke-7 itu dibawa ke alam saat ini, ke ruang dan waktu abad 21. Ternyata begitu simetris. Abu Lahab masih ada tetapi sekarang memakai dasi dan Mercy. Perang opini Islam dan kafir terus berlanjut tetapi memakai sarana elektronik. Buku ini mengajak pembaca melanjutkan hidup di alam sekarang dengan mentalitas dan kepribadian luar biasa yang didapat dari 'alam lain' tadi, sehingga kelak Kota Roma pun jatuh ke pangkuan umat Islam. “Kotanya Heraklius (Konstantinopel) dibebaskan lebih dulu,” jawab Rasulullah SAW saat ditanya apakah Roma atau Konstantinopel yang dibebaskan lebih dulu oleh umat Islam. (HR Ahmad, Al Hakim, Ad Darimi). Konstantinopel telah dibuka umat Islam tahun 1453 Masehi dipimpin Sultan Muhammad Al Fatih. Sekarang? Kota Roma menanti Anda! []

×