Your SlideShare is downloading. ×
Jubir hti  “jadilah intelektual pejuang bukan sekedar akademisi atau peneliti”
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Saving this for later?

Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime - even offline.

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Jubir hti “jadilah intelektual pejuang bukan sekedar akademisi atau peneliti”

28
views

Published on


0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
28
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
1
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. 18/12/13 Jubir HTI: “Jadilah Intelektual Pejuang bukan Sekedar Akademisi atau Peneliti” | Islam Will Dominate Jubir HTI: “Jadilah Intelektual Pejuang bukan Sekedar Akademisi atau Peneliti” Posted by Hisyam Ad dien GM, Hizbut Tahrir, JICMI 11:19 PM Di hadapan sekitar 1800 akademisi dan peneliti Muslim Indonesia dan lima negara lainnya, Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia Muhammad Ismail Yusanto menyatakan pentingnya menjadi intelektual yang ideologis. “Kehadiran intelektual ideologis menjadi penting untuk menjadi agen perubahan sejati, itulah intelektual sejati bukan sekedar akademisi atau peneliti,” ungkapnya dalam konferensi intelektual Muslim internasional Jak arta International Conference of Muslim Intellectuals (JICMI 2013) hari ke-2, Ahad (15/12) di Gedung Smesco, Gatot Subroto, Jakarta. Ismail menyatakan hari ini merupakan sosialisasi hasil pembahasan dari 98 makalah — dari 140 makalah yang masuk— yang dibahas secara paralel oleh 200 intelektual dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia serta partisipan dari Malaysia, Australia, Inggris, Libanon dan Aljazair dan Jepang di tujuh komisi kemarin di UI Depok. “Seluruh peserta menyambut gagasan Hizbut Tahrir untuk mengembalikan peradaban dunia pada Islam, memimpin umat dalam perang gagasan dengan musuh utamanya ideologi materialisme kapitalis, dan turut berjuang secara nyata untuk menumbangkan kemunkaran dengan mengembalikan tauhid sebagai prinsip peradaban dunia,” ungkapnya. Menurut Ismail, JICMI hadir untuk membuktikan gagasan Hizbut Tahrir untuk mengembalikan peradaban emas Islam untuk dunia dengan tegaknya khilafah bukanlah gagasan emosional semata tetapi juga melalui proses intelektual yang mendalam .[joko-prasetyo/htipress/syabab/www.globalmuslim.web.id] www.globalmuslim.web.id/2013/12/jubir-hti-jadilah-intelektual-pejuang.html 1/1