Your SlideShare is downloading. ×
0
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Struktur dan Fungsi sel
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Struktur dan Fungsi sel

3,408

Published on

0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
3,408
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
521
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide
  • Suatu mekanisme elastisitas yang memungkinkan sel untuk mengeluarkan zat / bahan yang relatif lebih besar
  • Transcript

    • 1. Struktur & Fungsi Sel
    • 2. SEL  Satuan kehidupan terkecil yang menyusun tubuh makhluk hidup  Tempat terselenggaranya fungsi kehidupan
    • 3. Sejarah Sel  Anthoni van Leuwenhock (1665) membuat dan menggunakan mikroskop, menyebut sel sebagai satuan kehidupan. Anthoni van Leuwenhock adalah orang yang pertama kali yang melihat sel tunggal dan mengamati darah, cairan mani, feses, dan email gigi
    • 4. Sejarah Sel  Robert Hooke (1666) melihat rongga kosong pada sayatan jaringan gabus tumbuhan kemudian dinamakan cellula Mikroskop rancangan Hooke yang digunakan untuk mengamati sel tumbuhan
    • 5. 4.1 Microscopes provide windows to the world of the cell  The light microscope enables us to see the overall shape and structure of a cell Figure 4.1A Image seen by viewer Eyepiece Ocular lens Objective lens Specimen Condenser lens Light source
    • 6.  Cell size and shape relate to function Figure 4.2
    • 7. Sejarah Sel  Schleiden & Schwann (1838 & 1839) Teori sel: semua mh terdiri dari sel-sel, sel = unit struktural dan fungsional terkecil dari semua mh.  Johannes Evangelista Purkinje (1839) mengenalkan istilah protoplasma (zat yg pertama kali dibentuk, tersusun dari nukleus dan sitoplasma [lebih cair])  Rudolf Virchow (1858) setiap sel yg ada berasal dari sel yg sebelumnya
    • 8. Bagian-Bagian Sel Membran Plasma Sitoplasma Nukleus Organel
    • 9. Sel Hewan
    • 10. Sel Tumbuhan
    • 11. Molekul-molekul penyusun Sel KAPALAN Karbohidrat Protein Air Lipid Asam Nukleat
    • 12. Macam Sel  Prokariot  Tanpa membran inti sel  Contoh: Bakteri  Eukariot  Memiliki membran inti sel  Contoh: Tumbuhan, Hewan, Jamur Ribosomes Figure 4.4 Capsule Cell wall Plasma membrane Prokaryotic flagella Nucleoid region (DNA) Pili
    • 13. Organel
    • 14. Persamaan Sel Tumbuhan dengan Sel Hewan 1. Membran Plasma 2. Inti Sel 3. Sitoplasma 4. Sitoskeleton 5. Ribosom 6. Retikulum Endoplasma 7. Badan Golgi 8. Lisosom 9. Peroksisom 10. Mitokondria
    • 15. 1. Membran Plasma  Pelindung bagi sel agar isi sel tidak keluar  Pengatur pertukaran zat yang keluar masuk ke dalam sel  Melakukan seleksi terhadap zat yang boleh keluar dan masuk dari dalam atau luar sel (selektif permeable)  Tersusun atas Karbohidrat, protein, dan lemak
    • 16. Gambar Membran Plasma Kepala (Fosfat)  Hidrofilik Ekor (Lipid)  Hidrofobik Glikoprotein (mengikat molekul sel tetangga) Protein integral (protein yang terbenam) Protein periferal (protein menempel)
    • 17. 2. Inti Sel Mengendalikan metabolisme sel Menyimpan informasi genetika berupa DNA Tempat penggandaan DNA
    • 18. 3. Sitoplasma Merupakan cairan sel dalam sel Disebut juga dengan sitosol karena mirip dengan jelly (koloid) Berfungsi sebagai tempat berlangsungnya metabolisme sel. Di dalamnya terdapat berbagai organel sel
    • 19. 4. Sitoskeleton Sebagai pemberi bentuk sel Pengatur gerakan sel Berupa jaringan protein filamen dan tubulus
    • 20. 5. Ribosom  Butiran kecil nukleoprotein yang tersebar di sitoplasma  Ada yang melekat di Retikulum Endoplasma (sehingga menjadikan RE tersebut dinamakan RE Kasar)  Melakukan sintesis protein
    • 21. 6. Retikulum Endoplasma (RE)  Terbagi menjadi 2:  RE Kasar  Ditempeli ribosom  Untuk sintesis protein  RE Halus  tidak punya ribosom  Untuk sintesis lemak
    • 22. Figure 4.6 Chromatin Nucleolus Pore NUCLEUS Two membranes of nuclear envelope ROUGH ENDOPLASMIC RETICULUM Ribosomes
    • 23. SMOOTH ER ROUGH ER Nuclear envelope Ribosomes SMOOTH ER ROUGH ER Figure 4.9
    • 24. 7. Badan Golgi Berbentuk kantong pipih yang berkelok- kelok Memodifikasi protein dengan menambahkan oligosakarida (Glikosilasi) Membentuk lisosom
    • 25.  The Golgi apparatus Golgi apparatus “Receiving” side of Golgi apparatus Transport vesicle from ER New vesicle forming Transport vesicle from the Golgi Golgi apparatus “Shipping” side of Golgi apparatus Figure 4.10
    • 26. 8. Lisosom Mencerna makromolekul secara intraseluler Menghidrolisis lemak, protein, asam nukleat, polisakarida
    • 27. Figure 4.11B Rough ER Transport vesicle (containing inactive hydrolytic enzymes) Golgi apparatus Plasma membrane LYSOSOMES “Food” Engulfment of particle Food vacuole Digestion Lysosome engulfing damaged organelle
    • 28. 9. Peroksisom Menghasilkan enzim oksidatif untuk membentuk H2O2 untuk merombak lemak Menghasilkan enzim katalase untuk mengubah H2O2 menjadi H2O dan O2 10. Mitokondria  Tempat terjadinya respirasi sel menghasilkan energi
    • 29. Figure 4.16 Outer membrane MITOCHONDRION Intermembrane space Inner membrane Cristae Matrix
    • 30. Perbedaan Sel Tumbuhan dan Hewan No Nama Organel Hewan Tumbuha n 1 Sentriol Ada Tiada 2 Dinding Sel Tiada Ada 3 Vakuola Kecil Besar 4 Plastida Tiada Ada
    • 31. Perbedaan Sel Tumbuhan dan Hewan
    • 32. 1. Sentriol Mengatur pembelahan sel dan pemisahan kromosom selama pembelahan sel pada hewan 2. Dinding sel  Keras karena disusun oleh selulosa, pektin, glikoprotein, dan hemiselulosa
    • 33. 3. Vakuola Kantong yang berisi cairan, pada tumbuhan berfungsi sebagai pengatur tekanan turgor 4. Plastida  Terdiri dari:  Kloroplas  mengandung klorofil  Tilakoid  tempat terjadinya fotosintesis  Stroma  menyimpan hasil fotosintesis  Kromoplas  mengandung karoten  Leukoplas  menyimpan cadangan makanan
    • 34. Kloroplas Chloroplast Stroma Inner and outer membranes Granum Intermembrane spaceFigure 4.15
    • 35. 10 Figure 4.5A 11 12 1 2 3 9 Not in most plant cells 8 4 5 6 7 Gambar sel apa di bawah ini? Microtubule Intermediate filament Microfilament
    • 36. Plasma membrane Figure 4.5A Golgi apparatus Ribosomes Nucleus Smooth endoplasmic reticulum Rough endoplasmic reticulum Mitochondrion Not in most plant cells Cytoskeleton Flagellum Lysosome Centriole Peroxisome Microtubule Intermediate filament Microfilament
    • 37. Gambar sel apa di bawah ini? Figure 4.5B 1 2 Not in animal cells 3 4 5 6 7 8 12 11 10 9 Microtubule Intermediate filament Microfilament Gambar sel apa di bawah ini?
    • 38. Figure 4.5B Nucleus Golgi apparatus Not in animal cells Central vacuole Chloroplast Cell wall Mitochondrion Peroxisome Plasma membrane Rough endoplasmic reticulum Ribosomes Smooth endoplasmic reticulum Cytoskeleton Microtubule Intermediate filament Microfilament
    • 39. TRANSPOR PASIF (Transpor tanpa menggunakan energi) TRANSPOR AKTIF (Transpor dengan menggunakan energi) karena dari konsentrasi rendah  tinggi Transpor pada membran plasma DIFUSI OSMOSIS Sederhana Terfasilitasi Dibantu dengan protein pembawa di membran palsma sehingga membentuk kanal dan molekul bergerak melintasi membran Difusi molekul air melintasi membran permeabel Endositosis Eksositosis “memakan” (fagositosis) “memuntahkan” “meminum” (pinositosis)
    • 40. DIFUSI SEDERHANA KRISTAL DALAM AIR GAS DALAM RUANG
    • 41. DIFUSI TERFASILITASI Dibantu dengan protein pembawa di membran palsma sehingga membentuk kanal dan molekul bergerak melintasi membran
    • 42. OSMOSIS Perpindahan molekul zat pelarut dari daerah konsentrasi pelarut tinggi ke daerah konsentrasi pelarut rendah melalui membran selektif permeabel.
    • 43. Efek Osmosis  Jika konsentrasi larutan sel lebih rendah dibandingkan konsentrasi lingkungan sekitarnya, maka air akan segera bergerak ke luar meninggalkan sel secara otomatis, akibatnya sel menyusut dan mati (PLASMOLISIS)  Jika konsentrasi larutan sel lebih tinggi dibandingkan konsentrasi lingkungan sekitarnya, maka air akan segera bergerak masuk ke dalam sel secara otomatis, akibatnya sel membengkak dan pecah, kecuali pada sel tumbuhan hanya menggelembung dan menegang (TURGID)
    • 44. ZAT MASUK/KELUAR KE/DARI DALAM SEL MELAWAN GRADIEN KONSENTRASI
    • 45. Molekul Difusi sederhana Protein kanal Protein pembawa Protein pompa Difusi terfasilitasi Transpor pasif Transpor aktif Energi Potensi elektrokimia tinggi Potensi elektrokimia rendah
    • 46. Endositosis & Eksositosis BAHAN YANG SANGAT BESAR TIDAK DAPAT MELALUI MEMBRAN MAKA BAHAN DIBUNGKUS DALAM GELEMBUNG DENGAN MEKANISME TERTENTU DIKELUARKAN DARI SEL (EKSOSITOSIS) ATAU MASUK (ENDOSITOSIS) BAHAN CAIR (PINOSITOSIS) BAHAN PADAT (FAGOSITOSIS)

    ×