dr. Bambang Prijadi, MSLABORATORIUM BIOKIMIA BIOMOLFAKULTAS KEDOKTERAN UB
Ikterus / Jaundice• Di masyarakat dikenal penyakit kuning• Di klinik dibedakan berdasarkan penyebab  timbulnya ikterus• Di...
PORFIRIN :Porfirin adalah Senyawa siklik gabungan dari 4cincin pirol dan jembatan metenil ( - CH =)SENYAWA INI DAPAT BERIK...
HEMOPROTEIN TUBUH :• HEMOGLOBIN ( Hb )        TRANSPORTASI  O 2 / CO 2• MIOGLOBIN     PADA OTOT ( MUSCLE )• SITOKROM  T...
STRUKTUR PORFIRIN :HC             CH                N         N                         PIROL     N   Fe    N HC      N   ...
STRUKTUR PORFIRIN
1          2   δ                  α  8                       3                          4  7γ       6          5 βGUGUS SA...
A       P                                A       PP                   A                           A                       ...
SIFAT-SIFAT PORFIRIN :1. ABSORPSI SPEKTRUM YANG KHAS   PADA   PANJANG GELOMBANG 400 nm2. SEMUA JENIS PORFIRIN BERWARNA,   ...
HARACTERISTIC OF PORPHYRIN•PROPHYRIN HAS COLOUR, ABSORBS SPECTRUM OFLIGHT,•ESPECIALLY     400 nm  ( SORET BAND)           ...
CANCER PHOTO THERAPY”                                 HEMATOPORFIRIN/                                  OTHER PORFIRIN     ...
BIOSINTESIS PORFIRIN DAN HEME :TERJADI DI SEMUA SEL ( RES ), TERUTAMA DI  SUMSUNG TULANG. PROSES REAKSI TERJADI DI MITOK...
COOHSUKSINIL- CH                                      COOH                             COOH            2KoA               ...
HOOC                          COOH  A              H 2C                         CH 2      P                               ...
A                      P                                        M                       P                      I          ...
TAHAPAN SINTESIS DERIVAT PORFIRIN dari PORFOBILINOGEN                                       PORFOBILINOGE                 ...
PORPHYRIN BIOSYNTHESIS (HEME)
DECARBOXILATION OFUROPORPNYRINOGEN
REAKSI SINTESIS PORFIRIN :                                 KoA1.   GLISIN + SUKSINIL-KoA                    ASAM AMINO β-K...
5.   UROPORFIRINOGEN I                      UROPORFIRINOGEN III               CO2       Uroporfirinogen dekarboksilase    ...
PENGENDALIAN SINTESIS HEMOGLOBIN   :   GEN        SUKSINIL-KoA + GLISIN   OPERATOR          1        ALA Sintase          ...
PORFIRIA SEKELOMPOK PENYAKIT KETURUNAN / HEREDITER YANGBERHUBUNGAN  DENGAN SINTESIS HEM.SEBAB : KELAINAN SINTESIS ( MUTA...
GEJALA PORFIRIA• PORFIRIA DIKLASIFIKASIKAN SEBAGAI GANNGUAN  HEPATIK ATAU ERITROPOETIK, DISEBABAKAN  PASIEN TERPAPAR OBAT,...
PORPHYRIA                       DNA MUTATION         (GENE OF THE ENZIME FOR HEME SYNTHESIS)FIRST STEP ENZYME ABNORMALITY ...
TABEL PORFIRIA      JENIS            DEFISIENSI ENZIM          GEJALA UTAMAACUTE INTERMITTEN    UROPORFIRINOGEN SIN –   NY...
KATABOLISME                  HEMESETIAP 120 HARI ERITROSIT / Hb DIPECAH.ERITROSIT  HEMOGLOBIN  HEME  Fe+++ + GLOBIN + B...
DI R E S    :    ERI TUA / RUSAK                            DIMAKAN OLEH MAKROFAG                              ERI       ...
DI HEPAR :   ALBUMIN DILEPASKAN, DIGANTI DENGAN LIGANDIN.BILIRUBIN-LIGANDIN MASUK KE SEL HAPATOSIT, KEMUDIAN DIKONJU-  G...
BILIRUBIN DIGLUKORONIDA  DISEKRESI KE DALAM EMPEDU, SECARA  AKTIF  DITERUSKAN KE USUS.DI USUS :   DI ILEUM & COLON, KON...
KATABOLISME & Fibroblas              EKSKRESI HEME             OTAK                                     R E S             ...
KATABOLISME Hb DAN EKSKRESI                BILIRUBIN HEPA R                                                               ...
HIPERBILIRUBINEM                      IA KADAR BILIRUBIN DARAH >> 1 mg/dl             1. PRODUKSI BILIRUBIN MENINGKAT dan...
TEST UNTUK BILIRUBIN : VAN DEN BERG, DENGAN MEMAKAI DASAR REAKSI EHRLICH.        ASAM SULFANILAT DIAZO + BILIRUBIN        ...
HIPERBILIRUBINEMIA BERDASAR JENISBILIRUBINNYA :I. UNCONJUGATED HYPERBILIRUBINEMIA : 1.1. KEMAMPUAN HEPAR DLM MENGKONYUGASI...
1.3 C. SINDROMA CRIGLER NAJJ AR TIPE II :   > HEREDITER   > ENZIM UDP GLURONIL TRANSFERASE , TAPI TIDAK     MAMPU MENEMPEL...
II. CONJUGATED HYPERBILIRUBINEMIA :      CONJUGATED BILIRUBIN LARUT DALAM AIR   DAPAT       DIKELUARKAN MELALUI URINE ...
SEBAB-SEBAB BILIRUBIN DARAH                 MENINGKAT :1. PEMECAHAN HEMOGLOBIN / HEM MENINGKAT :     MISAL : * MALARIA    ...
3. SUMBATAN SALURAN EMPEDU :   > KARENA BATU, CACING, CIRRHOSIS HEPATIS.   > LAB. : BILI. DIREK ↑    . STERKOBILIN FESES ↓...
DATA LABORATORIUM IKTERUS• JENIS IKTERUS        DARAH                URINE  FAECES NEONATORUM FIS   BIL. DIREK N       URO...
45
Metab.porfirin fkub 2012 smt1
Metab.porfirin fkub 2012 smt1
Metab.porfirin fkub 2012 smt1
Metab.porfirin fkub 2012 smt1
Metab.porfirin fkub 2012 smt1
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Metab.porfirin fkub 2012 smt1

2,489

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
2,489
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
63
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Metab.porfirin fkub 2012 smt1

  1. 1. dr. Bambang Prijadi, MSLABORATORIUM BIOKIMIA BIOMOLFAKULTAS KEDOKTERAN UB
  2. 2. Ikterus / Jaundice• Di masyarakat dikenal penyakit kuning• Di klinik dibedakan berdasarkan penyebab timbulnya ikterus• Diagnosa klinis : Anamnese, pemeriksaan fisik, Laboratorium dalam darah, faeces, urine dan tinja Ikterus merupakan bagian dari metabolisme Porfirin dalam tubuh .
  3. 3. PORFIRIN :Porfirin adalah Senyawa siklik gabungan dari 4cincin pirol dan jembatan metenil ( - CH =)SENYAWA INI DAPAT BERIKATANDENGAN LOGAM Fe ATAU Mg Fe heme heme + protein  hemoprotein contoh : Hb Mg : Khloropil Ikatan Porfirin + logam Metalopofirin
  4. 4. HEMOPROTEIN TUBUH :• HEMOGLOBIN ( Hb )  TRANSPORTASI O 2 / CO 2• MIOGLOBIN  PADA OTOT ( MUSCLE )• SITOKROM  TRANSPORTASI ELEKTRON /PROTON• SITOKROM P 450  UNTUK XENOBIOTIC / HIDROKSI LASI RACUN.
  5. 5. STRUKTUR PORFIRIN :HC CH N N PIROL N Fe N HC N CH I PORFIN IV( C10H14N4 ) II III
  6. 6. STRUKTUR PORFIRIN
  7. 7. 1 2 δ α 8 3 4 7γ 6 5 βGUGUS SAMPING ( Menentukan Nama Senyawat tsb ). ASETAT ( A ) : CH2-COOH. PROPIONAT ( P ) : CH2-CH2-COOH. METIL (M) : CH3. VINIL (V ) : CH=CH
  8. 8. A P A PP A A AA P P P P A A P UROPORFIRIN I UROPORFIRIN III M P M P P M M M M P P P P M P MKOPROPORFIRIN I KOPROPORFIRIN III
  9. 9. SIFAT-SIFAT PORFIRIN :1. ABSORPSI SPEKTRUM YANG KHAS PADA PANJANG GELOMBANG 400 nm2. SEMUA JENIS PORFIRIN BERWARNA, MENYERAP SPECTRUM CAHAYAPALING TAJAM PADA α 400 nm3. MEMBERIKAN FLUORENSENSIMERAH PADA SINAR U.V.
  10. 10. HARACTERISTIC OF PORPHYRIN•PROPHYRIN HAS COLOUR, ABSORBS SPECTRUM OFLIGHT,•ESPECIALLY 400 nm ( SORET BAND) Log. ABSORBTION 5 3 1 400 λ nm 600 200 • IF PORPHYRIN DISSOLVED IN STRONG ACID/ORGANIC SOLVENT THEN EXPOSE TO UV LIGHT, RED COLOUR •APLICATION : “CANCER PHOTO THERAPY” WILL BE OBSERVED
  11. 11. CANCER PHOTO THERAPY” HEMATOPORFIRIN/ OTHER PORFIRIN ARGON LASER FOCUS ON CANCER CANCER CELL O2 . O2 OH. FREE RADICAL REACTION FREE RADICAL & KILL CANCER CELL
  12. 12. BIOSINTESIS PORFIRIN DAN HEME :TERJADI DI SEMUA SEL ( RES ), TERUTAMA DI SUMSUNG TULANG. PROSES REAKSI TERJADI DI MITOKON DRIA DAN SITOPLASMA BAHAN BAKUNYA : . ASAM AMINO GLISIN . SUKSINIL - KoA . Ko enzim PIRIDOKSAL FOSFAT.
  13. 13. COOHSUKSINIL- CH COOH COOH 2KoA ALA-SINTASE CH2 ALA-SINTASE CH2 C=O S-CoA KoA-SH C=O CO2 CH 2 + C-NH2 H Piridoksal C=O fosfat COOH GLISIN H-C-NH δ-AMINO-β-KETO ADIPAT C-NH2 2 δ-AMINO LEVULINAT COOH (ALA) H COOH COOH COOH COOH CH2 CH2 CH2 CH2 ALA- DEHIDRATASE C CH2 CH2 CH2 C C C=O O=CCH2 2 H2O C CH2 NH H-C-HNH2 NH2 H NH PORFOBILINOGEN ( prekursor pertama2 MOL. δ-AMINO ( PBG )
  14. 14. HOOC COOH A H 2C CH 2 P CH 2 C C UROPORFIRINOGEN HIDROKSI METIL BILAN I SINTASE ( TETRA PIROL LINEAR) C CH 4 NH 3 H2C N UROPORFIRINOGE NH 2 H OKSIDASI N I SINTASE &4 MOL. PORFOBILINOGEN SPONTAN UROPORFIRINOGE N III KOSINTASE A P A P A P A P H2 I II H2 I C N N II N C N CH 2 CH 2 CH2 N CH2 N N C C N H2 IV III A P H2 P P IV A P III A A UROPORFIRINOGEN I UROPORFIRINOGEN III
  15. 15. A P M P I I P P MA 4 CO 2 IV II IV II M P A III III P P M UROPORFIRINOGEN UROPORFIRINOGEN KOPROPORFIRINOGEN I P A A DEKARBOKSILASE I M PP I I A M M A IV II 4 CO 2 IV II P P P P III III P A P M UROPORFIRINOGEN III KOPROPORFIRINOGEN III
  16. 16. TAHAPAN SINTESIS DERIVAT PORFIRIN dari PORFOBILINOGEN PORFOBILINOGE PORFOBILINOGE UROPORFIRINOGE N UROPORFIRINOGEN I N III KOSINTASE & SINTASE HIDROKSIMETILBILAN UROPORFIRINOGE N I SINTASE SPONTAN 6 H 6 H UROPORFIRINOGENUROPORFI UROPORFIRINOGENRIN III CAHAYA UROPORFIRIN CAHAYA UROPORFIRINOGEN III -DEKARBOKSILASE 4 CO2 6H 4 CO2 6HKOPROPOR KOPROPORFIRINO KOPROPORFI- KOPORPOR- CAHAYA RINOGEN I FIRIN IFIRIN III GEN III KOPROPORFIRINO- GEN OKSIDASE PROTOPORFIRINOGEN III PROTOPORFIRINOGEN OKSIDASE PROTOPORFIRIN III FERROKELATASE Fe++ HEME
  17. 17. PORPHYRIN BIOSYNTHESIS (HEME)
  18. 18. DECARBOXILATION OFUROPORPNYRINOGEN
  19. 19. REAKSI SINTESIS PORFIRIN : KoA1. GLISIN + SUKSINIL-KoA ASAM AMINO β-KETO ADIPAT ALA-Sintase CO2 ASAM AMINO β-KETO ADIPAT ASAM α-AMINO LEVULINAT ALA-Sintase ( AMLEV = ALA ) 2 H2O2. 2 MOL. AMLEV PORFOBILINOGEN ( PBG ) Amlev. Dehidrogenase ( Pra zat pertama dari pirol )3. 4 Mol. PORFOBILINOGEN HIDROKSI METIL BILAN ( PBG ) Uroporfirinogen I sintase SPONTAN UROPORFIRINOGEN I4. HIDROKSI METIL BILAN Uroporfirinogen I sintase & Uroporfirinogen III kosintase UROPORFIRINOGEN III
  20. 20. 5. UROPORFIRINOGEN I UROPORFIRINOGEN III CO2 Uroporfirinogen dekarboksilase CO2 KOPROPORFIRINOGEN I KOPROPORFIRINOGEN III6. Koproporfirinogen oksidase CO2 PROTOPORFIRINOGEN IX7. Protoporfirinogen oksidase O2 PROTOPORFIRIN III Fe++ FerrokelataseH E M E ( HEM ) GLOBIN HEMOGLOBINREAKSI 1 TERJADI DIDALAM MITOKONDRIAREAKSI 2 s/d 5 TERJADI DIDALAM SITOPLASMAREAKSI 6 dan 7 TERJADI DIDALAM MITOKONDRIA.ALA SINTASE MERUPAKAN ENZIM KUNCI ( KEY ENZYME ).
  21. 21. PENGENDALIAN SINTESIS HEMOGLOBIN : GEN SUKSINIL-KoA + GLISIN OPERATOR 1 ALA Sintase δ- AMINO LEVULINAT 2 ALA dehidratase PORFOBILINOGEN 3 Uroporfirinogen I sintase HIDROKSI METIL BILAN 4 Uroporfirinogen III kosintase UROPORFIRINOGEN III UROPORFIRINOOGEN I 5 Uroporfirinogen dekarboksilase KOPROPORFIRINOGEN III 6 Koproporfirinogen oksidase PROTOPORFIRINOGEN IX 7 Protoporfirinogen oksidase PROTOPORFIRIN III 8 Fe Ferrokelatase HEME HEMOGLOBINAPOREPRESO
  22. 22. PORFIRIA SEKELOMPOK PENYAKIT KETURUNAN / HEREDITER YANGBERHUBUNGAN DENGAN SINTESIS HEM.SEBAB : KELAINAN SINTESIS ( MUTASI GENE ) ENZIM-ENZIM YANG MENGKATALISIS SINTESA HEMPORFIRIA : KELOMPOK I : > KELAINAN ENZIM PD TAHAP AWAL SINTESIS HEM > TERJADI PENUMPUKAN ALA & PBG  NEUROTOKSIK  NYERI ABDOMEN KELOMPOK II : > KELAINAN ENZIM-ENZIM PADA TAHAP AKHIR SINTESA HEM > TERJADI PENUMPUKAN PORFIRIN DI JARINGAN-JARINGAN DAN KULIT   KULIT PEKA TERHADAP CAHAYA
  23. 23. GEJALA PORFIRIA• PORFIRIA DIKLASIFIKASIKAN SEBAGAI GANNGUAN HEPATIK ATAU ERITROPOETIK, DISEBABAKAN PASIEN TERPAPAR OBAT, ALKOHOL KENA CAHAYA MATAHARI DENGAN GEJALA : PORFIRIA HEPATIK : NEUROVISERAL SEPERTI MUAL, MUNTAH , SAKIT PERUT, TAKIKARDI, HIPERTENSI , NEU ROPATI PERIFER DAN GEJALA MENTAL ( HALU SINASI, CEMAS , KEJANG ) PORFIRIA ERITROPOETIK : GANGGUAN FOTOSENSITIVITAS. ( KULIT PEKA TERHADAP CAHAYA )
  24. 24. PORPHYRIA DNA MUTATION (GENE OF THE ENZIME FOR HEME SYNTHESIS)FIRST STEP ENZYME ABNORMALITY LAST STEP ENZYME ABNORMALITY INCREASE OF INCREASE OF ALA & PBG PORPHYRINOGEN (SKIN/TISSUE) NEUROPSYCIATRIC SPONTANEOUS OXIDATION OF DISORDER PORFIRINOGEN TO PORFIRIN PHOTOSENSITIVE
  25. 25. TABEL PORFIRIA JENIS DEFISIENSI ENZIM GEJALA UTAMAACUTE INTERMITTEN UROPORFIRINOGEN SIN – NYERI ABDOMEN PORFIRIA TASECONGENITAL ERY- UROPORFIRINOGEN III NEUROPSIKIATRISTHROPOETIC PORFIRI KOSINTASEPORFIRIA CUTANEA UROPORFIRINOGEN - NEUROPSIKIATRIS TARDA DEKARBOKSILASEHEREDITARY COPRO- KOPROPORFIRINOGEN - NYERI ABDOMEN,PORFIRIA OKSIDASE NEUROPSIKIATRISPORFIRIA VARIGATA PROTOPORFIRINOGEN – NYERI ABDOMEN, NEURO- OKSIDASE PSIKIATRIS, PEKA CAHAYAPROTOPORFIRIA FERROKELATASE PEKA / RENTAN TERHADAP CAHAYA
  26. 26. KATABOLISME HEMESETIAP 120 HARI ERITROSIT / Hb DIPECAH.ERITROSIT  HEMOGLOBIN  HEME  Fe+++ + GLOBIN + BILI- RUBINPEMECAHAN TERJADI DI SEL-SEL RES ( HEPAR, LIEN & SUMSUMTULANG ), OLEH SEL-SEL MAKROFAG.PADA ORANG DEWASA, 70 Kg, SETIAP HARI ± 6 GRAM Hb DIPECAH1 GRAM Hb MENGHASILKAN 35 MG BILIRUBIN  TIAP HARI DIHA-SILKAN 250 – 350 MG BILIRUBIN.
  27. 27. DI R E S : ERI TUA / RUSAK DIMAKAN OLEH MAKROFAG ERI Hb HEME + GLOBIN GLOBIN ASAM AMINO HAPTOGLOBIN HEM DI OKSIDASI OLEH SISTEM HEMOKSIGENASE, MENGHASILKAN : > Fe++ Fe++ + ( HEMIN ) > BILIVERDIN ( TETRA PIROL LINEAR / TERBUKA ) DARAH Fe +++ lepas TRANSFERIN HEPAR BILIVERDIN DI OKSIDASI BILIRUBIN DARAH ( pigmen hijau ) ( pigmen kuning merah ) SIFAT BILIRUBIN INI : - SANGAT TOKSIK TAK LARUT DALAM AIR, TETAPI DAPAT MENEMBUS JARINGAN OTAK .BILIRUBIN + ALBUMIN BILIRUBIN ALBUMIN  DARAH  HEPAR
  28. 28. DI HEPAR :  ALBUMIN DILEPASKAN, DIGANTI DENGAN LIGANDIN.BILIRUBIN-LIGANDIN MASUK KE SEL HAPATOSIT, KEMUDIAN DIKONJU- GASI-KAN DENGAN ASAM GLUKORONAT OLEH ENZIM URIDINDIFOSFO- GLUKORONIL TRANSFERASE ( UDP-GLUKORONIL TRANSFERASE ). HASILNYA : BILIRUBIN DIGLUKORONIDA + BIIRUBIN TIDAK UDP-GLUKOSA DEHIDROGENASEKONJUGASI UDP-GLUKOSA UDP-GLUKORONAT 2 NAD 2 NADH + 2 H + UDP-GLUKORONAT UDP-GLUK.TRANSFERASE BILIRUBIN MONO GLUKORONIDA + + UDP UDP-GLUK.TRANSFERASE BILIRUBIN UDP-GLUKORONAT + BILI.MONOGLUKORONIDA BILI. DIGLUKJORONIDA + UDP
  29. 29. BILIRUBIN DIGLUKORONIDA  DISEKRESI KE DALAM EMPEDU, SECARA AKTIF  DITERUSKAN KE USUS.DI USUS :  DI ILEUM & COLON, KONJUGASI DILEPASKAN.  BILIRUBIN   DI REDUKSI OLEH BAKTERI USUS menjadi UROBILINOGEN / STERKOBILINOGEN. UROBILINOGEN / Sebagian di SEKRESI MELALUI FESES Sebagian di REABSORPSI  MASUK KE STERBILINOGEN HEPAR: sebagian di OKSIDASI MENJADI BILIRUBIN LAGI  KONJUGASI lagi   DAN SETERUSNYA. SIKLUS ENTEROHEPATIK Sebagian lagi  PEREDARAN DARAH HEPAR   PEREDARAN DARAH SISTEMIK   KE GINJAL   KE URINE.
  30. 30. KATABOLISME & Fibroblas EKSKRESI HEME OTAK R E S SDM Hb GLOBULIN HEME Heme-Oksigenase Fe+++ REOKSIDASI BILIRUBIN BILIVERDIN HEPAR LIGANDIN ALBUMIN BILIRUBIN UDP-Glukuronil BILIRUBIN BILI-GLUK BILI-GLUK Transferase2 2 ALUR PIGMEN GINJAL 2-GLUKURONAT SIRKULASI ENTERO-HEPATIK Saluran Empedu V. PORTA UROBILIN STERKOBLNG STERKOBILIN STERKOBLNG ENZ. FLORA USUS USUS STERKOBILINMUSCLE
  31. 31. KATABOLISME Hb DAN EKSKRESI BILIRUBIN HEPA R R E Hb . ASAM GLUKORONAT LI LU K S HEME +GLOBIN BI I G BILIRUBIN BILIRUBIN M BIN D UDP Glukoronil IN BU U Transferase AL LIR A.A BI BILIVERDIN HAPTOGL E OBIN G UROBILINOGEN O N LI BI GINJAL O R GINJAL U N UROBILINOGEN UROBILINUSU NO GEN STE RKOBILI (URINE )S BILI.DIGLU BILI. RED U ROBILI / K COLON STERKOBILIN ( FESES )
  32. 32. HIPERBILIRUBINEM IA KADAR BILIRUBIN DARAH >> 1 mg/dl 1. PRODUKSI BILIRUBIN MENINGKAT danPENYEBAB : HEPAR NORMAL. 2. HEPAR ADA KERUSAKAN  GAGAL MENGEKSKRESI 3. SUMBATAN SALURAN EKSKRESI. BILIRUBIN TERTIMBUN DALAM DARAH  KE JARINGAN- JARINGAN, TERUTAMA KE KULIT DAN SKLERA MATA  TERJADI JAUNDICE = IKTERUS. ( Bilirubin darah > 2,0 – 2,5 mg / dl )
  33. 33. TEST UNTUK BILIRUBIN : VAN DEN BERG, DENGAN MEMAKAI DASAR REAKSI EHRLICH. ASAM SULFANILAT DIAZO + BILIRUBIN ( diazo Ehrlich ) SENYAWA KEMERAHAN1. LANGSUNG BEREAKSI DENGAN REAGENT EHRLICH  DIRECT RECTING :  DIRECT BILIRUBIN = BILIRUBIN KO - NJUGASI = CONJUGATED BILIRUBIN2. TIDAK LANGSUNG BEREAKSI , DITUNGGU 30 MENIT TEST ( + )  SETELAH DITAMBAH DENGAN METHANOL  TEST (+) :  BILIRUBIN TAK TERKONYUGASI = UNCONJUGATED BILIRUBIN = INDIRECT BILIRUBIN.
  34. 34. HIPERBILIRUBINEMIA BERDASAR JENISBILIRUBINNYA :I. UNCONJUGATED HYPERBILIRUBINEMIA : 1.1. KEMAMPUAN HEPAR DLM MENGKONYUGASI RENDAH I.1. A. IKTERUS NEONATORUM FISIOLOGIKUM : >BERSIFAT SEMENTARA CAUSA : SISTEM KONJUGASI HEPAR MASIH BELUM SEMPURNA, AKTIVITAS ENZIM UDP-GLUKORO- NIL TRANSFERASE MASIH RENDAH. UNCONJUGATED BILIRUBIN ( FREE BILIRUBIN = BILIRU- BIN ALBUMIN ) DALAM DARAH I.2. B. SINDROMA CRIGGLER NAJJAR TIPE I ( IKTERUS NON HEMOLITIKUS KONGENITAL ) : > PENYAKIT KETURUNAN > ENZIM UDP GLUKORONIL TRANSFERASE TIDAK ADA > BAYI BERUMUR SAMPAI ± 16 BULAN
  35. 35. 1.3 C. SINDROMA CRIGLER NAJJ AR TIPE II : > HEREDITER > ENZIM UDP GLURONIL TRANSFERASE , TAPI TIDAK MAMPU MENEMPELKAN ASAM GLUKORONAT YANG KEDUA HASILNYA : HANYA BILIRUBUIN MONOGLUKORIDA > DAPAT DI TX DENGAN PHENOBARBITAL DOSIS TINGGI 1.4 D. PENYAKIT GILBERT : > HERIDITER > KELAINAN PADA IKATAN LIGANDIN , KEMAMPUAN HEPAR MENANGKAP BILIRUBIN RENDAH > AKTIVITAS ENZ.UDP GLUKORONIL TRANSFERASE MENURUN1.2 PENINGKATAN HEMOLISIS DARAH > CAUSA : MALARIA , KADAR HbF MENINGKAT
  36. 36. II. CONJUGATED HYPERBILIRUBINEMIA :  CONJUGATED BILIRUBIN LARUT DALAM AIR   DAPAT DIKELUARKAN MELALUI URINE  WARNA URINE SE – PERTI EMPEDU  CHOLURIC JAUNDICE II.1. SINDROMA DUBIN JOHNSON ( IKTERUS IDIOPATIK ) : =. SISTEM EKSKRESI EMPEDU TIDAK SEMPURNA II.2. SUMBATAN SALURAN EMPEDU ( INTRA & EKSTRA HEPATAL )PEMBAGIAN BERDASAR KEADAAN KLINIS : 1. NEONATORUM JAUNDICE = IKTERUS NEONATORUM 2. HAEMOLYTIC JAUNDICE = IKTERUS HEMOLITIK 3. HEPATIC JAUNDICE = IKTERUS HEPATIK 4. OBSTRUCTIVE JAUNDICE = IKTERUS SUMBATAN
  37. 37. SEBAB-SEBAB BILIRUBIN DARAH MENINGKAT :1. PEMECAHAN HEMOGLOBIN / HEM MENINGKAT : MISAL : * MALARIA * KELAINAN SEL DARAH MERAH  HbF >> LAB. : * BILIRUBIN ALBUMIN ( FREE BILI. = BILI. INDIREK ) * UROBILIN URINE STERKOBILIN FECES * BILIRUBIN URINE (-)2. KEMAMPUAN KONJUGASI HEPAR MENURUN : MISALNYA PADA BAYI PREMATUR  SINTESIS UDP-GLUKORONIL TRANSFERASE KURANG. LAB. : - BILIRUBIN INDIREK - STERKOBILIN FESES dan UROBILIN URINE  IKTERUS NEONATORUM PHYSIOLOGICUM : -. BILA KURANG DARI 1 MINGGU BILIRUBINNYA SUDAH HILANG. -. BILA BILIRUBIN LEBIH DARI 1 MINGGU  B A H A Y A : ENCEPHALOPATHIA  KERN ICTERUS
  38. 38. 3. SUMBATAN SALURAN EMPEDU : > KARENA BATU, CACING, CIRRHOSIS HEPATIS. > LAB. : BILI. DIREK ↑ . STERKOBILIN FESES ↓ ATAU (-) BILI. URINE (+) . UROBILIN URINE ↓ ATAU (-)4. KERUSAKAN SEL HEPAR : > TERJADI PADA HEPATITIS. > SEL RUSAK / SAKIT  ISI SEL JADI BOCOR KELUAR   MASUK KE SINUSOID HEPAR  KE PEREDARAN DARAH SISTEMIK. > LAB. : . BILIRUBIN DIREK . BILIRUBIN URINE (+) . UROBILIN URINE ↑ . STERKOBILIN ↓KADAR NORMAL BILIRUBIN DALAM DARAH : BILIRUBIN DIREK : 0,1 - 0,4 mg/dl BILIRUBIN INDIREK : 0,2 - 0,7 mg/dl
  39. 39. DATA LABORATORIUM IKTERUS• JENIS IKTERUS DARAH URINE FAECES NEONATORUM FIS BIL. DIREK N UROBILIN < STERKOBILIN < BIL. INDIREK > BILIRUBIN (-) HEMOLITIKUM BIL. DIREK N UROBILIN > STERKOBILIN > BIL. INDIREK N/> BILIRUBIN (-) STERKOBILIN > OBSTRUKSI BIL.DIREK > UROBILIN < STERKOBILIN < BIL.INDIREK N BILIRUBIN (+) HEPATIKUM BIL. DIREK > UROBIL </ N/> STERKOBILIN < BIL.INDIREK > BILIRUBIN (+)
  40. 40. 45
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×