0
Teori Sifat
Oleh Kelompok 1
•Teori Sifat
Teori Ini muncul setelah teori “The Great Man” yang menjadi
keyakinan terdahulu dianggap sudah kurang tepat. ...
 Teori ini bertolak atas pemikiran bahwa keberhasilan seorang
pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ci...
 Berbagai Macam Pendapat
 Tokoh yang mengupas sifat kepemimpinan adalah
Barnard, Ordway Tead, Millet, Stogdill, Davis, G...
 1. Ordway Tead
 Ada sepuluh macam sifat atau perangai yang harus dimiliki
seorang pemimpin, yaitu :

a. Energi jasmani...
 e. Integritas atau pribadi yang bulat
(integrity)

f. Kecakapan teknis (technical mastery)

g. Mudah mengambil keputus...
 2. John D. millet
 Ada empat sifat yang perlu dimiliki oleh seorang
pemimpin, yaitu :

a. Kemampuan melihat organisasi...
 3. Keith Davis
 Dalam bukunya yang berjudul Human Behavior
at Work : Human relations and Organizational
Behavior, Davis...
 4. Chester I. Barnard

Ada dua sifat utama yang perlu dimiliki
pemimpin, yaitu :

a. Sifat-sifat pribadi yang meliputi...
mm
 5. Ralph Stogdill

Berdasarkan penelitian Stogdill ada dua periode
penelitian yaitu periode 1904-1947 dan periode
19...
 4) Participation, meliputi aktif,
kemampuan bergaul (social ability), kerja
sama (cooperation), mudah
menyesuaikan diri ...
 b. Periode 1948-1970

Pada tahap ini ada banyak variabel yang dikelompokkan
menjadi komponen pokok sebagai berikut :

...

4) Personalty (kepribadian), adaptability (penyesuaian
diri), adjustment, normality (penyesuaian diri, biasa),
aggressiv...
 6) Social characteristic (semangat kerja
sama) : ability to enlist cooperative
(kesanggupan untuk memperoleh kerja
sama)...
 kelemahan

Teori yang dikemukakan di atas disamping mendapat
pertentangan dari berbagai pihak, dalam prakteknya mempuny...
Teori sifat
Teori sifat
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Teori sifat

1,209

Published on

salah satu teori kepemimpinan

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,209
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
27
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Teori sifat"

  1. 1. Teori Sifat Oleh Kelompok 1
  2. 2. •Teori Sifat Teori Ini muncul setelah teori “The Great Man” yang menjadi keyakinan terdahulu dianggap sudah kurang tepat. Teori “the great man” menyatakan bahwa pemimpin itu dilahirkan, bukannya dibuat. Seseorang yang dilahirkan sebagai pemimpin akan mejadi pemimpin tanpa memperhatikan apakah dia memiliki sifat atau tidak sebagai seorang pemimpin.
  3. 3.  Teori ini bertolak atas pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu. Sifat tersebut dapat berupa sifat fisik atau sifat psikologis. Untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil sangat ditentukan kemampuan pribadi pemimpin.  Kemampuan pribadi yang dimaksud adalah kualitas seseorang dengan berbagai macam sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri di dalamnya. Oleh karena itu timbul usaha para ahli untuk meneliti dan memerinci lebih jauh kualitas seorang pemimpin yang berhasil di dalam melaksanakan tugas-tugas kepemimpinannya, kemudian hasil-hasil tersebut dirumuskan ke dalam sifat-sifat umum seorang pemimpin. Usaha tersebut melahirkan dan berkembang menjadi teori kepemimpinan yang disebut “teori sifat-sifat kepemimpinan” atau traits theory of leadership”
  4. 4.  Berbagai Macam Pendapat  Tokoh yang mengupas sifat kepemimpinan adalah Barnard, Ordway Tead, Millet, Stogdill, Davis, G.R. Terry, Ruslan Abdulgani, dan sebagainya. Usaha yang dilakukan para ahli sangat heterogen, sehingga kadang-kadang timbul keragu-raguan terhadap hasil tersebut. Berbagai pendapat yang berbeda-beda diantaranya adalah :
  5. 5.  1. Ordway Tead  Ada sepuluh macam sifat atau perangai yang harus dimiliki seorang pemimpin, yaitu :  a. Energi jasmani dan rohani (physical and nervous energy)  b. Kepastian akan maksud dan arah tujuan (a sense of purpose and direction)  c. Antusiasme atau perhatian yang besar (anthusiasm)  d. Ramah tamah, penuh rasa persahabatan dan ketulusan hati (friendlieness and effecticeness) 
  6. 6.  e. Integritas atau pribadi yang bulat (integrity)  f. Kecakapan teknis (technical mastery)  g. Mudah mengambil keputusan (decisioness)  h. Cerdas (intelligence)  i. Kecakapan mengajar (teaching skill)  j. Kesetiaan (faith)
  7. 7.  2. John D. millet  Ada empat sifat yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin, yaitu :  a. Kemampuan melihat organisasi sebagai satu keseluruhan (the ability to see an enterprise as a whole)  b. Kemampuan mengambil keputusan-keputusan (the ability to make decisions)  c. Kemampuan melimpahkan atau mendelegasikan wewenang (the ability to delegate authority)  d. Kemampuan menanamkan kesetiaan (the ability to command loyality)
  8. 8.  3. Keith Davis  Dalam bukunya yang berjudul Human Behavior at Work : Human relations and Organizational Behavior, Davis mengemukakan empat macam kelebihan kelebihan sifat-sifat yang perlu dimilki oleh pemimpin, yaitu :  a. Intelegensia (intelligence)  b. Kematangan dan keluasan pandangan social (social maturity and breadth)  c. Mempunyai motivasi dan keinginan berprestasi yang datang dari dalam (inner motivation and avhievement desires)  d. Mempunyai kemampuan mengadakan hubungan antar manusia (human relations attitudes)
  9. 9.  4. Chester I. Barnard  Ada dua sifat utama yang perlu dimiliki pemimpin, yaitu :  a. Sifat-sifat pribadi yang meliputi : fisik, kecakapan (skill), teknologi (technology), daya tanggap (perception), pengetahuan (perception), daya ingat (memory), imajinasi (imagination)  b. Sifat-sifat pribadi yang mempunyai watak yang lebih subjektif, yaitu keunggulan seorang pemimpin di dalam : keyakinan (determination), ketekunan (persistence), daya tahan (endurance), keberanian (courage)
  10. 10. mm  5. Ralph Stogdill  Berdasarkan penelitian Stogdill ada dua periode penelitian yaitu periode 1904-1947 dan periode 1948-1970.  a. Periode 1904-1947  1) Capacity, meliputi kecerdasan (intelligence), kewaspadaan (alertness), kemampuan berbicara (verbal facility), keslian (originality), dan kemampuan menilai (judgement)  2) Achievement, meliputi gelar kesarjanaan (scholarship), pengetahuan (knowledge), keberhasilan dalam olah raga (athletic accomplishment).  3) Responsibility, meliputi berdikari (independability, iisiatif, ketekunan (persistence), agresif (aggressiveness), percaya pada diri sendiri (self confidence), keinginan untuk unggul (desire to exel) 
  11. 11.  4) Participation, meliputi aktif, kemampuan bergaul (social ability), kerja sama (cooperation), mudah menyesuaikan diri (adaptability), humor  5) Status, meliputi kedudukan sosial ekonomi (social economic position), ketenaran (popularity) Selain lima kelompok di atas, Stognill mengemukakan kelompok lain yaitu situasi (situation) yang meliputi mental level, status, skills, needs, interest of followers, objectives to be achieved, etc.
  12. 12.  b. Periode 1948-1970  Pada tahap ini ada banyak variabel yang dikelompokkan menjadi komponen pokok sebagai berikut :  1) Physical characteristics (cirri-ciri fisik) : activity, energy (aktivitas, kekuatan), age (usia), appearance, grooming (penampilan, kerapihan), height (tinggi badan), weight (berat badan)  2) Social background (latar belakang sosial) : education (pendidikan), social status (atatus sosial), mobility (mobilitas) 3) Intellegence and ability (kecerdasan dan kecakapan) : intelligence judgement, decisiveness (kemampuan menilai, pengambilan keputusan), knowledge 
  13. 13.  4) Personalty (kepribadian), adaptability (penyesuaian diri), adjustment, normality (penyesuaian diri, biasa), aggressiveness, assertiveness, alertness (ketekunan), ascendance, dominance (pengaruh, keunggulan), emotional balance, control (penguasaan emosi, pengendalian), anthusiasm, extroversion, independence, nonconformity (kebebasan, ketidakserasian), objectivity, though-mindedness, originality, creativity, personal integrity, ethical conduct, resourcefulness (banyak akal budinya), self confidence, strongth of conviction (kuat pendirian), tolerance of stress  5) Task related characteristic (ciri-ciri yang berorientasi pada tugas) : achievement drive, desire to excel (dorongan berprestasi, unggul), drive for responsibility (dorongan bertanggung jawab), enterprise, initiative (kepelaporan, inisiatif), persistence against (tangguh menghadapi halangan), responsible in pursuit of objectives (bertanggung jawab dalam mencapai tujuan), task orientation (berorientasi pada tugas). 
  14. 14.  6) Social characteristic (semangat kerja sama) : ability to enlist cooperative (kesanggupan untuk memperoleh kerja sama), administrative ability, attractiveness (daya tarik), cooperative nurturance (berjiwa mengasuh), popularity, prestige, sociability, interpersonal skills (kemampuan bekerja sama, kecakapan saling berhubungan) social participation, tact, diplomacy.
  15. 15.  kelemahan  Teori yang dikemukakan di atas disamping mendapat pertentangan dari berbagai pihak, dalam prakteknya mempunyai kelemahan yang sulit dipraktekkan. Kelemahan tersebut antara lain :  1. Diantara para pendukung teori tersebut tidak ada kekompakan sehingga timbul berbagai pendapat diantara para pendukung teori tersebut  2. Teori sifat terlalu bersifat deskriptif, tidak mempunyai analisis bagaimana sifat-sifat itu kaitannya dengan keberhasilan seorang pemimpin  3. Tidak selalu ada relevansi antara-antara sifat yang dianggap unggul tersebut dengan efektivitas kepemimpinan  4. Terlalu sulit untuk menentukan dan mengukur masing-masing sifat yang berbeda-beda satu dengan yang lain  5. Situasi dan kondisi tertentu dimana kepemimpinan dilaksanakan, memerlukan sifat pemimpin yang tertentu pula. 
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×