PARTICIPATORY RURALAPPRAISALPENGALAMANINDONESIA
Dari Orde Baru ke ReformasiPRA yang berkembang di Indonesia sejak tahun1990-an, berasal dari Myrada-India yang menjadiangg...
Di Indonesia, PRA menyebar dikalangan LSM Comdev sejak 1990-an   Partisipasi dikaitkan dengan    metodologi pendekatan   ...
PRA diterima Pemerintah sejak OrdeBaru                      Konteks politik masa                       itu, partisipasi m...
Penerapan oleh Pemerintah Indonesia ERA ORDE BARU (s.d. 1998)          ERA OTONOMI DAERAH PRA diadopsi secara            ...
PRA di Kalangan LSM Lingkungan   PRA digunakan sebagai alat bantu pemetaan    partisipatif oleh LSM lingkungan.   Isu ya...
PRA di Kalangan Universitas   Beberapa universitas/fakultas juga menggunakan    materi PRA dalam kegiatannya. Misalnya:  ...
REVIEW PRAPRA dianggap mengembangkan partisipasiinstrumentalis –sebagai alat program, bukanpartisipasi ideologis –sebagai ...
PRA = Partisipasi Instrumentalis??   Kritik utama terhadap PRA di              PEMBERDAYAAN telah    Indonesia:         ...
Forum Pengembangan PartisipasiMasyarakat (FPPM)   Terbentuk sebelum    Reformasi terjadi.   Setelah reformasi Tahun    1...
Contoh-contoh PenerapanBerikut ini sejumlah contoh penerapan PRAdi Indonesia. Mungkin masih banyak lagi yanglainnya yang t...
Contoh (1) Metode PRA untuk DaurProgram Comdev   Kajian Tingkat             Dikembangkan antara    Kelompok dengan      ...
Prinsip-prinsip PRA versi KPMNT(jaringan LSM Comdev)   Pemberdayaan                         Triangulasi Informasi   Keb...
Contoh (2) Perencanaan Kebun   Kajian Kebun yang        Dikembangkan oleh    dimiliki                  KPMNT.   Kajian ...
Contoh (3) Pengelolaan SDA BerbasisMasyarakat (PSABM)   Kajian desa dan sub-      Dikembangkan oleh    sub kawasan      ...
Metode PRA untuk Comdev   (Pertanian Lahan Kering dan Pengelolaan Kawasan Hutan)Tim fasilitator pertama di KPMNTbelajar ke...
Contoh (4) Pra Musrenbang Desa   Kajian Tingkat Dusun/RW                      Merujuk pada    dengan Metode PRA         ...
Contoh (5) Pengkajian Partisipatif PekaPerdamaian   Pra Musrenbang Desa         Merujuk pada    dengan memasukkan       ...
Metode PRA untuk Pra-MusrenbangDesa                     Sumber: Forum Pengembangan                     Partisipasi Masyara...
Contoh (6) Analisis Gender   Analisis Gender dengan    Metode2 PRA sebagai    alat need assessment    (pengkajian kebutuh...
Contoh (7) Pemetaan Partisipatif   Kombinasi antara Sketsa    Peta dengan Metode    PRA dan Pemetaan GIS.   Dikembangkan...
Contoh (8) Penyusunan Dokumen RDTRKdan RTRW Partisipatif   “Peta masyarakat” (kombinasi PRA    dengan GIS) menjadi alat a...
Contoh (9) CLAPP = Community LedAction Participatory Process   Pengkajian kemiskinan      Modul/panduan    dengan Metode...
Contoh (10) Pengkajian SistemKomunikasi dan Informasi Masyarakat   Metode PRA    digunakan untuk    kajian sistem    komu...
Era Otonomi dan Trend IsuSejak reformasi di Indonesia, bergulirlah eraotonomi daerah. Pemerintah pun tidak lagimenggunakan...
Trend Isu Pasca Reformasi   Penguatan tatapemerintahan lokal (good governance)   Akuntabilitas, keterbukaan, anti KKN  ...
Isu informasi   Informasi masa kini didorong oleh perkembangan pesat    teknologi, terutama internet.     Program berbas...
Trend Program   Pemerintah:     Program pembangunan berbasis masyarakat: PNPM      Mandiri Perdesaan, Perkotaan, Infrast...
Trend Program
Perubahan Hubungan LSM-Pemerintah   “.... setelah reformasi/otonomi daerah, terjadi    perubahan mendasar hubungan Organi...
Perkembangan PRA KiniPRA yang memiliki merk “metode kelompok”perlu di-scale up dalam wilayah sasaran yangdisebut “publik”....
Apa yang terjadi di Indonesia?   Paska reformasi/otonomi daerah di Indonesia, era    program comdev di kalangan LSM lokal...
PRA di Kalangan LembagaInternasional di Indonesia   PRA pernah menjadi prasyarat proposal oleh funding-    funding di Ind...
Lain di Indonesia, Lain di Luar Sana   Sementara itu, publikasi PRA/PLA yang    dikembangkan oleh jaringan PLA internasio...
Tantangan ke Depan di Indonesia   Sedangkan di Indonesia, kalangan LSM advokasi    anggaran lebih melakukan pencarian met...
Sumber Belajar PRA
IDS dan IIED   Perkembangan tentang metode RRA/PRA/PLA    didokumentasikan oleh:     The  Institute of Development Stdy ...
Robert Chambers   Buku-bukunya:     Rural Development; Putting The Last First, 1983      diterjemahkan menjadi: Pembangu...
Indonesia - KPMNT   Salah satu sumber belajar PRA adalah: Konsorsium    Pengembangan Masyarakat Nusa Tenggara (KPMNT)    ...
Ilustrasi: Kuilu/Studio Driya Media Bandung danForum Pengembangan Partisipasi Masyarakat (FPPM).                          ...
2 participatory rural appraisal-pengalaman di indonesia
2 participatory rural appraisal-pengalaman di indonesia
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

2 participatory rural appraisal-pengalaman di indonesia

2,973
-1

Published on

Participatory Rural Appraisal (PRA) di masa Orde Baru lebih marak berkembang. Setelah reformasi, kurang berkembang lagi di Indonesia. Kenapa?

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
2,973
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
164
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

2 participatory rural appraisal-pengalaman di indonesia

  1. 1. PARTICIPATORY RURALAPPRAISALPENGALAMANINDONESIA
  2. 2. Dari Orde Baru ke ReformasiPRA yang berkembang di Indonesia sejak tahun1990-an, berasal dari Myrada-India yang menjadianggota jaringan PRA internasional bekerjasamadengan IDS-UK & IIED-UK. Bagaimanapenyebarannya di Indonesia?
  3. 3. Di Indonesia, PRA menyebar dikalangan LSM Comdev sejak 1990-an Partisipasi dikaitkan dengan metodologi pendekatan program. Pemberdayaan masyarakat dikaitkan dengan penguatan kapasitas masyarakat. Isu-isunya sektoral: pertanian dan teknologi tepat guna, pengelolaan hutan berbasis masyarakat, penguatan ekonomi, kesehatan masyarakat, dsb.
  4. 4. PRA diterima Pemerintah sejak OrdeBaru  Konteks politik masa itu, partisipasi masih hal yang “tabu”, “haram”, dicurigai.  Diterima dalam format yang lebih lunak: Partisipasi dalam pengembangan program.
  5. 5. Penerapan oleh Pemerintah Indonesia ERA ORDE BARU (s.d. 1998) ERA OTONOMI DAERAH PRA diadopsi secara (Tahun 2000-an) nasional oleh pemerintah  P3MD diadopsi menjadi bersama Yayasan Agro metode untuk pra Ekonomika (YAE) Bogor musrenbang desa. untuk Penelitian Data Dasar  PNPM Mandiri menjadi Desa Tertinggal Parah program pemberdayaan (PD2DTP), program Inpres skala nasional dengan Desa Tertinggal (IDT). mengadopsi PRA. PRA diadopsi oleh Depdagri bersama GTZ Jerman untuk Perencanaan Partisipatif Pembangunan Masyarakat Desa (P3MD).
  6. 6. PRA di Kalangan LSM Lingkungan PRA digunakan sebagai alat bantu pemetaan partisipatif oleh LSM lingkungan. Isu yang diperjuangkan adalah hak ulayat adat. Menggunakan “peta masyarakat” sebagai alat advokasi kepada Pemerintah Pusat.
  7. 7. PRA di Kalangan Universitas Beberapa universitas/fakultas juga menggunakan materi PRA dalam kegiatannya. Misalnya:  Materi PRA untuk mata kuliah sosiologi perdesaan (Faperta Unpad dan IPB), community development dan perencanaan wilayah (Planologi ITB).  PRA untuk pengabdian masyarakat (Unpad, STKS Bandung)  PRA untuk pengkajian/studi, misal Pusat Studi Wanita UI dan Unpad.
  8. 8. REVIEW PRAPRA dianggap mengembangkan partisipasiinstrumentalis –sebagai alat program, bukanpartisipasi ideologis –sebagai gerakan perubahan.Itu sebabnya PRA di Indonesia populer di kalanganLSM comdev dan dapat diterima pemerintah.
  9. 9. PRA = Partisipasi Instrumentalis?? Kritik utama terhadap PRA di  PEMBERDAYAAN telah Indonesia: disalahartikan  Partisipasi instrumentalis sama (dimanipulasi) sedemikian dengan mobilisasi (Partisipasi rupa. Seharusnya: Semu).  Pihak yang lemah  Partisipasi asli (genuine) akan (powerless) diperkuat memberdayakan dalam  Pihak yang kuat (powerfull) pengertian mengubah struktur dikurangi penindasan.  Terjadi pembagian kekuasaan (Power Sharing)Berkumpulnya para praktisi PRA dan yang artinya perubahanpartisipasi untuk mereposisi Partisipasi pola relasi kekuasaandan Pemberdayaan, melahirkan ide yang di masa Orde Barumembentuk Forum Pengembangan bersifat diktator/rejim.Partisipasi Masyarakat (FPPM) padatahun 1996/1997.
  10. 10. Forum Pengembangan PartisipasiMasyarakat (FPPM) Terbentuk sebelum Reformasi terjadi. Setelah reformasi Tahun 1998, bergulir otonomi daerah/desa:  FPPM membelah dua menjadi Forum Pengembangan Pembaharuan Desa (FPPD). FPPM menyusun “body of  FPPM lebih ke Partisipasi knowledge” pengembangan di level daerah partisipasi di Indonesia. Namun (kabupaten/kota). yang menjadi trend adalah Partisipasi dalam Perencanaan dan Penganggaran Daerah.
  11. 11. Contoh-contoh PenerapanBerikut ini sejumlah contoh penerapan PRAdi Indonesia. Mungkin masih banyak lagi yanglainnya yang tidak tercatat di sini.
  12. 12. Contoh (1) Metode PRA untuk DaurProgram Comdev Kajian Tingkat  Dikembangkan antara Kelompok dengan lain oleh Konsorsium Metode PRA Pengembangan Pleno Hasil Kajian Masyarakat Nusa Tenggara (KPMNT) Perencanaan Program bersama Studio Driya Pendampingan di Suatu Media Bandung dan Desa World Neighbours Pendampingan (1992 – 2000an). Monev  Buku: Berbuat Bersama Berperan Setara (1996) dan Modul Pelatihan PRA (tahun 2000).
  13. 13. Prinsip-prinsip PRA versi KPMNT(jaringan LSM Comdev) Pemberdayaan  Triangulasi Informasi Keberpihakan  Metode berbeda OD sebagai pelaku utama,  Tim/pelaku beragam OL sebagai fasilitator  Cek dan recek informasi Saling belajar dan  Orientasi praktis -> PRA menghargai perbedaan dilakukan untuk menyusun Mengoptimalkan hasil program pendampingan  Pemahaman/ketidakpahaman  Keberlanjutan dan selang optimal (optimal ignorance) waktu -> orientasi strategis  Kecermatan yang tepat guna  Santai dan informal (appropriate imprecision)  Belajar dari kesalahan  Terbuka -> inovasi terus
  14. 14. Contoh (2) Perencanaan Kebun Kajian Kebun yang  Dikembangkan oleh dimiliki KPMNT. Kajian Kebun Impian  Buku: Perencanaan Perencanaan Kebun Kebun, Hutan Impian (percontohan Keluarga, seri milik kelompok atau Pertanian Lahan keluarga/individu) Kering.
  15. 15. Contoh (3) Pengelolaan SDA BerbasisMasyarakat (PSABM) Kajian desa dan sub-  Dikembangkan oleh sub kawasan KPMNT. Lokakarya multipihak  Buku: hasil pengkajian dan  Demokratisasi perencanaan Pengelolaan Sumber kolaboratif Daya Alam. pengelolaan kawasan  Kaji Tindak Partisipatif hutan untuk PSABM pada Skala Kawasan. Program dan mediasi  Modul Pelatihan isu-isu sengketa Pengelolaan Sengketa.
  16. 16. Metode PRA untuk Comdev (Pertanian Lahan Kering dan Pengelolaan Kawasan Hutan)Tim fasilitator pertama di KPMNTbelajar ke Myrada-India tahun 1993dan melatih mitra-mitra LSM lainnyaselama tahun 1993-2000. Sekarangfasilitator PRA ada di banyak lembagadi Indonesia. Buku PRA KPMNT (1996)tersebar hampir di seluruh Indonesia.
  17. 17. Contoh (4) Pra Musrenbang Desa Kajian Tingkat Dusun/RW  Merujuk pada dengan Metode PRA Permendagri No.66 Pleno Dusun/RW Tahun 2007 tentang Desa. Sebelumnya SEB Persiapan dan Pelaksanaan Musrenbang. Musrenbang desa  Hasil: RKPDesa dan APBDesa  Buku Panduan (Tahunan) dikembangkan oleh Forum Pengembangan Partisipasi MasyarakatP3MD = Perencanaan Partisipatif (FPPM) bersama InisiatifPembangunan Masyarakat Desa, kombinasi PRA dan Studio Driya Mediadengan metode ZOPP, dikembangkan oleh (Tahun 2008).Depdagri dengan GTZ Jerman pada masaOrba, dan kemudian diadopsi ke dalammusrenbang setelah berlaku otonomi daerayh.
  18. 18. Contoh (5) Pengkajian Partisipatif PekaPerdamaian Pra Musrenbang Desa  Merujuk pada dengan memasukkan Permendagri No.66 kajian isu potensial Tahun 2007 tentang konflik dan Desa. Sebelumnya SEB pengembangan Musrenbang. perdamaian dalam  Buku Panduan penggunaan Metode dikembangkan oleh PRA: Program PTD kerjasama  Conflict Sensitive Bappenas-UNDP Planning (CSP) bersama FPPM, P3ML Sumedang dan Inisiatif Tahun 2010.
  19. 19. Metode PRA untuk Pra-MusrenbangDesa Sumber: Forum Pengembangan Partisipasi Masyarakat (FPPM) http://www.desentralisasi.net
  20. 20. Contoh (6) Analisis Gender Analisis Gender dengan Metode2 PRA sebagai alat need assessment (pengkajian kebutuhan) dan perencanaan program peka gender:  Gender and Development (GAD) Panduan dikembangkan antara lain oleh Birgit Kerstan, GTZ Jerman, untuk Depdagri.
  21. 21. Contoh (7) Pemetaan Partisipatif Kombinasi antara Sketsa Peta dengan Metode PRA dan Pemetaan GIS. Dikembangkan oleh kalangan LSM lingkungan. Sumber: Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif JKPP), website: http://www.jkpp.org
  22. 22. Contoh (8) Penyusunan Dokumen RDTRKdan RTRW Partisipatif “Peta masyarakat” (kombinasi PRA dengan GIS) menjadi alat advokasi kepada Pemerintah Pusat dan Daerah. Menjadikan pemetaan partisipatif sebagai tools untuk penyusunan RDTR Kecamatan yang menjadi bagian dari dokumen RTRW Kabupaten/kota.  Dokumen tata ruang ini harus menjadi rujukan perencanaan daerah (dengan mekanisme musrenbang). Sumber: Fauna dan Flora International (FFI) Banda Aceh.
  23. 23. Contoh (9) CLAPP = Community LedAction Participatory Process Pengkajian kemiskinan  Modul/panduan dengan Metode2 PRA dikembangkan oleh yang ditambahkan ke Mitra Samya NTB dalam proses pra bersama Program Musrenbang Desa. ACCESS.
  24. 24. Contoh (10) Pengkajian SistemKomunikasi dan Informasi Masyarakat Metode PRA digunakan untuk kajian sistem komunikasi informasi masyarakat. Buku Panduan dikembangkan oleh Program PePP kerjasama Bappenas- UNDP.
  25. 25. Era Otonomi dan Trend IsuSejak reformasi di Indonesia, bergulirlah eraotonomi daerah. Pemerintah pun tidak lagimenggunakan partisipasi secara sempit dalampengertian program. Partisipasi diartikan sebagaipelibatan warga dalam penyelenggaraanpemerintahan (civic engagement), termasuk dalamproses penyusunan kebijakan dan regulasi.
  26. 26. Trend Isu Pasca Reformasi Penguatan tatapemerintahan lokal (good governance) Akuntabilitas, keterbukaan, anti KKN Penanggulangan kemiskinan (komitmen MDGs 2015) Perencanaan partisipatif (musrenbang) Penganggaran partisipatif Konsultasi publik untuk penyusunan kebijakan dan regulasi daerah (a.l. Perda partisipatif) Monitoring pelayanan publik Informasi publik sebagai kebutuhan/hak dasar (isu: asimetri informasi, kesenjangan informasi/digital divide, literasi media/internet)
  27. 27. Isu informasi Informasi masa kini didorong oleh perkembangan pesat teknologi, terutama internet.  Program berbasis internet dikembangkan oleh Kominfo, Kemristek, Bappenas, Telkom, Donor, Badan PBB, dll.  Target MDG’s 2015 utk penyebaran internet. Konsep yang digunakan memperlihatkan “aliran” dari lembaga program informasi:  Penyuluhan, difusi inovasi, informasi sebagai kebutuhan dasar; kesenjangan informasi; kesenjangan dijital; informasi sebagai hak dasar; informasi sebagai hak publik.
  28. 28. Trend Program Pemerintah:  Program pembangunan berbasis masyarakat: PNPM Mandiri Perdesaan, Perkotaan, Infrastruktur, dll.; PNPM Integrasi -> penguatan musrenbang desa.  Pengembangan standar minimal pelayanan publik, dll. LSM: Pendidikan warga (civic education), pengorganisasian masyarakat dan penguatan tata pemerintahan desa, penguatan kapasitas (teknikal asistensi) pemda baik eksekutif/legislatif, advokasi anggaran, pengembangan informasi publik, dsb.. Main stream: civic engagement, pro poor, pro gender, pro public, social justice (ecosoc rights), pro lingkungan, pembangunan berkelanjutan, conflict sensitive, disaster risk sensitive.
  29. 29. Trend Program
  30. 30. Perubahan Hubungan LSM-Pemerintah “.... setelah reformasi/otonomi daerah, terjadi perubahan mendasar hubungan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) dengan Negara. Pada jaman Orde Baru tidak ada kontak sama sekali antara OMS dengan partai dan parlemen. Sekarang banyak aktivis CSO menjadi bagian dari partai –formal dan informal. Selain itu, sekarang CSO menjadi mitra strategis dalam proses pembuatan kebijakan....” (Cornelis Lay, materi paparan studi tentang LSM di Indonesia, Des 2011, kerjasama Fisipol-UGM dan ODI-UK).
  31. 31. Perkembangan PRA KiniPRA yang memiliki merk “metode kelompok”perlu di-scale up dalam wilayah sasaran yangdisebut “publik”. Partisipasi dalam konteks tatapemerintahan daerah ditujukan untuk publikatau warga masyarakat, bukan lagi kelompokdampingan atau desa dampingan.
  32. 32. Apa yang terjadi di Indonesia? Paska reformasi/otonomi daerah di Indonesia, era program comdev di kalangan LSM lokal/nasional menurun dan penggunaan metode PRA pun menurun. Yang masih menerapkan PRA secara luas justru adalah pemerintah karena PRA diadopsi ke dalam proses musrenbang desa dan PNPM Mandiri berskala nasional.
  33. 33. PRA di Kalangan LembagaInternasional di Indonesia PRA pernah menjadi prasyarat proposal oleh funding- funding di Indonesia di masa Orde Baru  Ford Foundation adalah pendukung utama pengembangan partisipasi melalui KPMNT dan FPPM, serta mitra yang lain.  Akibat “syarat” tsb,. buku PRA KPMNT menjadi “kacang goreng” yang laris dan terus menerus direproduksi. Sejak pertengahan 2000-an (2005/2006), perubahan trend program diikuti (sejalan?) dengan perubahan trend dukungan funding:  Funding mendukung penguatan partisipasi warga.  Funding mendukung LSM-LSM yang melakukan penguatan kapasitas pemerintah daerah.
  34. 34. Lain di Indonesia, Lain di Luar Sana Sementara itu, publikasi PRA/PLA yang dikembangkan oleh jaringan PLA internasional, IDS- UK dan IIED-UK sudah beralih:  dari topik-topik sektoral (pertanian, kehutanan, kesehatan, air dan sanitasi, ekonomi masyarakat, HIV- AIDS, dll.)  Menjadi topik-topik partisipasi warga, termasuk participatory budgeting!!!
  35. 35. Tantangan ke Depan di Indonesia Sedangkan di Indonesia, kalangan LSM advokasi anggaran lebih melakukan pencarian metode yang khalayak sasarannya publik, misalnya:  monitoring pelayanan publik, mekanisme complain, konsultasi publik untuk penyusunan kebijakan dan regulasi, dsb. Apakah PRA bisa di-scale up ataukah dikembangkan untuk kebutuhan ini?
  36. 36. Sumber Belajar PRA
  37. 37. IDS dan IIED Perkembangan tentang metode RRA/PRA/PLA didokumentasikan oleh:  The Institute of Development Stdy (IDS) University of Sussex, United Kingdom: www.ids.ac.uk/ids/part  International Institute for Environment and Development (IIED), United Kingdom: www.iied.org dan www.planotes.org Jaringan yang dikembangkan:  ResourceCentres for Participatory Learning and Action Network (RCPLA Network).
  38. 38. Robert Chambers Buku-bukunya:  Rural Development; Putting The Last First, 1983 diterjemahkan menjadi: Pembangunan Desa; Mulai dari Belakang, LP3ES, 1987.  Rural Appraisal: Rapid, Rilex and Participatory, 1992 diterjemahkan menjadi PRA – Memahami Desa Secara Cepat, OXFAM dan Kanisius Yogyakarta, 1996.  Whose Reality Counts, Putting The First Last, 1992. Produktif menulis baik untuk IDS-UK maupun IIED, alamat: http://www.ids.ac.uk/go/idsperson/professor- robert-chambers
  39. 39. Indonesia - KPMNT Salah satu sumber belajar PRA adalah: Konsorsium Pengembangan Masyarakat Nusa Tenggara (KPMNT) yang dapat dihubungi melalui:  World Neighbors Bali, contact person: Putra Suardhika  Studio Driya Media Bandung, contact person: Ilya Moeliono  Studio Driya Media Kupang, Timor-NTT, contact person: Paskalis Nai  Mitra Samya Mataram, Lombok-NTB, contact person: Purnama Sidhi/Bagus Aryawa  Yayasan Mitra Tani Mandiri (YMTM) TTU, contact person: Vinsent Nurak, Flores, contact person: Josef Maan
  40. 40. Ilustrasi: Kuilu/Studio Driya Media Bandung danForum Pengembangan Partisipasi Masyarakat (FPPM).  Rianingsih Djohani
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×