Your SlideShare is downloading. ×
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Buku Sekolah Elektronik [BSE] PLH SMP Kelas IX-2009

22,657

Published on

Published in: Education
3 Comments
10 Likes
Statistics
Notes
  • trimakasih bnyak atas sy sgt trbantu krna adanya buku ini trutama kami yg mngajar d daerah yg jauh dr internet
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • sempurna (y)
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • I WANA TO DOWNLOAD
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total Views
22,657
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
782
Comments
3
Likes
10
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. PENDIDIKANLINGKUNGAN HIDUP Untuk SMP Kelas IX Jilid 3
  • 2. Pendidikan Lingkungan Hidup Untuk Sekolah Menengah Pertama Kelas IX Jilid 3     Tim Penulis:  1. Dr. Fathur Rohman, M.Si.  2. Dr. Sugeng Utaya, M.Si.  3. Dra. Susriyati Mahanal, M.Pd.  4. Drs. Rudi Hartono, M.Si.  5. Drs. Yudhi Utomo, M.Si.  6. Neena Zakia, S.Si., M.Si.  7. Samsul Hidayat, S.Si., M.T.          Editor:  1. Dr. Mardi Wiyono, M.Pd.  2. Dr. Sutrisno, M.Si.       PUSAT PENELITIAN LINGKUNGAN HIDUPLEMBAGA PENELITIANUNIVERSITAS NEGERI MALANGJalan Semarang 5 Malang 65145, Telp (0341) 551-312 psw 496 Fax (0341) 580311Email: pplh@lemlit.um.ac.id • Website: http://www.lemlit.um.ac.idKerjasama denganBADAN LINGKUNGAN HIDUP PROVINSI JAWA TIMURTAHUN 2009
  • 3. KATA PENGANTAR Kami panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atastaufiq dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan penulisanbuku ini. Buku ini dirancang untuk mendukung tercapainya tujuanpembelajaran pendidikan lingkungan hidup di Sekolah Menengah Pertamaatau Tsanawiyah. Buku Pendidikan Lingkungan Hidup untuk SekolahMenengah Pertama Kelas IX Jilid 3 ini telah dirancang sesuai dengankompetensi dasar yang telah ditetapkan dalam kurikulum pendidikanlingkungan hidup, mulai dari manusia dan lingkungan, memeliharakebersihan lingkungan, sumber daya alam, air, persisir dna laut, sungaidan danau, tanah dan lahan, energi, hutan, bencana alam. Pada buku ini diberikan pula kasus/permasalahan yang harusdiselesaikan oleh siswa sehingga akan melatih untuk bersikap danberperilaku positif terhadap lingkungan. Kami berharap buku ini dapat bermanfaat untuk mengembangkanpengetahuan, sikap dan keterampilan siswa sehingga mampu menerap-kan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Akhir kata, kami tunggu kritik dan saran untuk perbaikan buku ini dimasa yang akan datang. Kami juga mengucapkan terima kasih kepadaBadan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur yang telah mempercayakanpenyusunan buku ini kepada PPLH Lembaga Penelitian UniversitasNegeri Malang. Malang, Desember 2009 Tim PenulisKata Pengantar ii
  • 4. DAFTAR ISIKATA PENGANTAR --------------------------------------------------------------- iiDAFTAR ISI -------------------------------------------------------------------------- iiiBAB I MANUSIA DAN LINGKUNGAN----------------------------------------- 1 A. Pendahuluan ----------------------------------------------------------- 2 B. Pengaruh Globalisasi terhadap Perubahan Perilaku -------- 2 C. Pencegahan Pengaruh Globalisasi ------------------------------ 4 D. Pengaruh Negatif Perubahan Lingkungan Fisik terhadap Kesehatan-------------------------------------------------- 5 E. Rangkuman ------------------------------------------------------------ 7 F. Kasus/Permasalahan ------------------------------------------------ 8BAB II MEMELIHARA KEBERSIHAN LINGKUNGAN--------------------- 9 A. Pendahuluan ----------------------------------------------------------- 10 B. Pemanfaatan Sampah (Barang Bekas) ------------------------- 10 C. Sumber Air Limbah Rumha Tangga dan Pengelolaannya - 12 D. Pemeliharaan Saluran Air ------------------------------------------ 13 E. Rangkuman ------------------------------------------------------------ 14 F. Kasus/Permasalahan ------------------------------------------------ 15BAB III SUMBER DAYA ALAM ------------------------------------------------- 16 A. Pendahuluan ----------------------------------------------------------- 17 B. Pelestarian Sumberdaya Alam ------------------------------------ 17 C. Rangkuman ------------------------------------------------------------ 19 D. Kasus/Permasalahan ------------------------------------------------ 20BAB IV AIR --------------------------------------------------------------------------- 21 A. Pendahuluan ----------------------------------------------------------- 22 B. Siklus Hidrologi -------------------------------------------------------- 23 C. Air dan Kesehatan ---------------------------------------------------- 24 D. Pemeriksaan Kualitas Air ------------------------------------------- 24 E. Rangkuman ------------------------------------------------------------ 26 F. Kasus/Permasalahan ------------------------------------------------ 26BAB V PESISIR DAN LAUT ----------------------------------------------------- 27 A. Pendahuluan ----------------------------------------------------------- 28 B. Pencemaran Laut ----------------------------------------------------- 28 C. Pemeliharaan Lingkungan Pesisir dan Laut ------------------- 29 D. Rangkuman ------------------------------------------------------------ 32 E. Kasus/Permasalahan ------------------------------------------------ 32Daftar Isi iii
  • 5. BAB VI SUNGAI DAN DANAU -------------------------------------------------- 33 A. Pendahuluan ----------------------------------------------------------- 34 B. Pencemaran Sungai dan Danau ---------------------------------- 34 C. Pemeliharaan Sungai dan Danau -------------------------------- 35 D. Rangkuman ------------------------------------------------------------ 36 E. Kasus/Permasalahan ------------------------------------------------ 36BAB VII TANAH DAN LAHAN --------------------------------------------------- 37 A. Pendahuluan ----------------------------------------------------------- 37 B. Degradasi Lahan------------------------------------------------------ 38 C. Cara Mengatasi Degradasi Lahan-------------------------------- 39 D. Rangkuman ------------------------------------------------------------ 41 E. Kasus/Permasalahan ------------------------------------------------ 42BAB VIII ENERGI------------------------------------------------------------------- 43 A. Pendahuluan----------------------------------------------------------- 43 B. Macam-macam Energi ---------------------------------------------- 44 C. Penghematan Energi ------------------------------------------------ 48 D. Rangkuman ------------------------------------------------------------ 49 E. Kasus/Permasalahan ------------------------------------------------ 50BAB IX HUTAN---------------------------------------------------------------------- 51 A. Pendahuluan ----------------------------------------------------------- 51 B. Kerusakan Hutan ----------------------------------------------------- 52 C. Upaya yang Dilakukan Pemerintah ------------------------------ 56 D. Rangkuman ------------------------------------------------------------ 57 E. Kasus/Permasalahan ------------------------------------------------ 58BAB X BENCANA ALAM --------------------------------------------------------- 59 A. Pengantar--------------------------------------------------------------- 59 B. Kejadian Bencana Lokal -------------------------------------------- 60 C. Kegiatan Manusia Penyebab Terjadinya Bencana ----------- 63 D. Rangkuman ------------------------------------------------------------ 65 E. Kasus/Permasalahan ------------------------------------------------ 65DAFTAR PUSTAKA---------------------------------------------------------------- 66Daftar Isi iv
  • 6. BAB I MANUSIA DAN LINGKUNGAN Standar Kompetensi: 1. Memahami lingkungan sosial, lingkungan fisik, dan ekosistem. 2. Memahami pengaruh globalisasi terhadap lingkungan sosial. Kompetensi Dasar: 1. Mengidentifikasi pengaruh globalisasi terhadap perubahan perilaku. 2. Mengidentifikasi peran pencegahan pengaruh negatif globalisasi. 3. Melakukan upaya peningkatan potensi melalui aktivitas sosial berwahana lingkungan. 4. Menjelaskan dampak negatif perubahan lingkungan fisik dalam bidang produksi pangan. 5. Menjelaskan dampak negatif perubahan lingkungan fisik terhadap kesehatan. Indikator: 1. Memaparkan kembali pengaruh globalisasi terhadap perubahan perilaku. 2. Menentukan peran pencegahan pengaruh negatif globalisasi. 3. Menemukan kembali upaya peningkatan potensi melalui aktivitas sosial berwahana lingkungan. 4. Memaparkan kembali dampak negatif perubahan lingkungan fisik dalam bidang produksi pangan. 5. Mendeskripsikan kembali dampak negatif perubahan lingkungan fisik terhadap kesehatan.Bab 1 Manusia dan Lingkungan 1
  • 7. A. Pendahuluan Globalisasi dapat diartikan suatu proses mendunia atau menujusatu dunia. Peristiwa yang terjadi di bagian belahan dunia dapat disaksi-kan, didengarkan dan terkabarkan secara langsung tanpa harusmendatanginya. Manusia pada sisi belahan dunia berbeda dengan jarakyang jauh dapat berkomunikasi melalui alat telekomunikasi. Suatuperistiwa bencana alam di wilayah Yogyakarta pada tahun 2006,beberapa detik setelah itu kabarnya segera dapat diterima oleh orang-orang di Amerika, Eropa atau lainnya yang tempatnya sangat jauh daritempat kejadian. Sekarang ini seseorang dengan sanak-saudara atausahabat di negeri yang jauh dapat dengan mudah melakukan percakapan.Manusia juga dapat menempuh perjalanan jauh hanya beberapa jamdengan pesawat. Sesuatu yang kita butuhkan dapat dengan mudahditemui di toko-toko atau supermarket.B. Pengaruh Globalisasi terhadap Perubahan Perilaku Arus globalisasi membawa pengaruh signifikan terhadap perubah-an global kehidupan sosial dan budaya kemasyarakatan. Seiring denganperkembangan teknologi yang mampu menggabungkan unsur informasidan komunikasi sehingga menjadi bentuk interaksi sosial masyarakatmodern. Tak dapat dihindari perubahan yang sangat cepat, dunia beradadalam situasi dan kondisi kehidupan antarbangsa dan negara tanpa batas.Media adalah “alat penyampai” masyarakat modern dalam mengubahtatatan struktur sosial budaya, politik, ekonomi dan aspek kehidupanlainnya. Media merupakan alat yang digunakan masyarakat dalammemasarkan produk budaya dan menciptakan gaya hidup materialistikdan konsumtif. Meskipun disisi lain media membawa pengaruh positifdalam menggali informasi berbagai gagasan pemikiran manusia yangdapat menunjang pembentukan masyarakat kritis. Beragam bentuk media, seperti televisi, radio, internet, surat kabardan lain sebagainya digunakan sebagai sarana informasi komunikasimasyarakat modern. Televisi adalah media paling utama yang dapatBab 1 Manusia dan Lingkungan 2
  • 8. diakses, dinikmati, dan mudah terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakatserta senantiasa menjadi populer di belahan dunia berkembang. Adapun dampak negatif adanya globalisasi dapat diidentifikasisebagai berikut:1. Orang menjadi sangat individualis, artinya seseorang cenderung berperilaku untuk kepentingan diri sendiri.2. Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya bangsa, misalnya dalam pola berpakaian dan pergaulan. Kebanyakan para remaja meniru gaya berpakaian dan bergaul orang-orang Barat, suatu contoh sebagian remaja memakai anting-anting bagi laki-laki dan lain- lain.3. Budaya konsumtif, kebiasaan orang senang menghamburkan uangnya untuk kepentingan yang kurang bermanfaat. Sekarang kecenderungan setiap orang memiliki telepon genggam lebih dari satu. Padahal dari segi fungsi sebagai alat komunikasi sebenarnya setiap orang sudah cukup hanya memiliki satu telepon genggam. Coba renungkan jika barang-barang tersebut sudah rusak dan tidak terpakai lagi maka berapa banyak bangkai telepon genggam akan menjadi limbah elektronik, sehingga jenis timbulan sampah/limbah di dunia ini akan bertambah yaitu sampah elektronik.4. Sarana hiburan yang bersifat melalaikan, cenderung menimbulkan kecanduan dan membuat malas, misalnya playstation. Dengan adanya playstation, banyak anak melupakan waktu untuk belajar, membantu orang tua, dan beristirahat.5. Budaya permisif, artinya menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan dengan sarana canggih. Penipuan dengan alat komunikasi di masyarakat marak terjadi, misalnya menipu dengan informasi lewat HP. Sebagai contoh “Selamat anda mendapat sebuah mobil Sedan”, dengan cara silakan transfer uang sebanyak 25 juta ke nomer rekening 09995678 di bank “Jebakan” atas nama “Kutipu Kau”.Bab 1 Manusia dan Lingkungan 3
  • 9. 6. Menurunnya ikatan rohani, pada era globalisasi orang banyak yang meninggalkan ibadah dengan alasan sibuk. Orang juga banyak meninggalkan ajaran agama. Mereka hanya mementingkan duniawi saja.C. Pencegahan Pengaruh Globalisasi Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya untuk menanggulangipengaruh negatif globalisasi. Adapun upaya penanggulangannya dapatditerapkan di berbagai lingkungan yang berbeda-beda.1. Lingkungan sekolah Di sekolah perlu ditekankan pelajaran budi pekerti serta pengeta-huan tentang globalisasi. Dengan demikian siswa tidak terjerumus dalamperilaku negatif akibat globalisasi seperti kenakalan remaja atau tawuranantarpelajar. Untuk itu, peranan orang tua, guru, serta siswa sangatdiperlukan. Peran serta tersebut dapat diwujudkan dalam kerja sama dankomunikasi yang baik. Misalnya guru dan orang tua selalu mengawasi danmembimbing siswa. Siswa juga harus mematuhi perintah orang tua danguru. Selain itu, siswa juga harus menerapkan peraturan sekolah dengandisiplin. Hal ini untuk mencegah pengaruh negatif globalisasi masuk kesekolah.2. Lingkungan keluarga Cara yang baik mencegah masuknya pengaruh negatif globalisasimelalui keluarga adalah meningkatkan peran orang tua. Orang tuahendaknya selalu menekankan rasa tanggung jawab pada anak. Orangtua juga menerapkan aturan yang tegas yang harus ditaati setiap anggotakeluarga, namun tanpa mengurangi kasih sayang dan perhatian padaanak. Di samping itu, orang tua juga harus memberi keteladanan. Orangtua harus menjadi contoh yang patut ditiru anak-anaknya. Dan yang tidakkalah pentingnya, berusaha menciptakan komunikasi yang baik antaranggota keluarga. Bagi anak, juga harus mengembangkan potensi diri keBab 1 Manusia dan Lingkungan 4
  • 10. arah yang positif. Misalnya aktif mengisi waktu luang dengan membaca,berolahraga, mengikuti kursus-kursus, dan lain-lain. Penerapan perilakusopan santun juga harus dilakukan anak. Misalnya menghormati danmematuhi orang tua, menyayangi saudara, membimbing adik, dan lain-lain.3. Lingkungan masyarakat dan lingkungan keagamaan Dalam mencegah pengaruh negatif globalisasi masuk kemasyarakat, peran tokoh masyarakat dan agama sangat diperlukan.Mereka harus mampu menjadi contoh bagi umat atau anggota masyara-katnya. Nasihat atau saran-saran yang diberikan tokoh masyarakat atauagama akan membekas dan mampu memengaruhi pola kehidupanmasyarakatnya. Bagi anak sendiri, hendaknya aktif mengikuti danmelaksanakan ajaran agamanya dengan disiplin. Misalnya disiplinberibadah.4. Lingkungan pemerintah dan negara Pemerintah merupakan salah satu lembaga yang berwenangmengeluarkan peraturan atau hukum, salah satu di antaranya berusahamencegah masuknya pengaruh negatif globalisasi. Misalnya peraturanyang melarang merokok di tempat umum, larangan minum-minumankeras, larangan mengkonsumsi narkoba, dan lain-lain. Untuk mewujud-kannya, pemerintah dapat melakukannya melalui lembaga peradilan,kepolisian, dan lain-lain.D. Dampak Negatif Perubahan Lingkungan Fisik terhadap Kesehatan Keadaan kesehatan lingkungan di Indonesia masih merupakan halyang perlu mendapaat perhatian, karena menyebabkan status kesehatanmasyarakat berubah. Hal-hal yang dapat memicu terjadi perubahanlingkungan dan akhirnya juga berdampak pada kesehatan antara lainpeledakan penduduk, penyediaan air bersih, pengolalaan sampah,pembuangan air limbah, penggunaan pestisida, masalah gizi, masalahBab 1 Manusia dan Lingkungan 5
  • 11. pemukiman, pelayanan kesehatan, ketersediaan obat, populasi udara,abrasi pantai, penggundulan hutan dan masih banyak lagi lainnya. WHO(World Health Organization) menyatakan “Kesehatan adalah suatukeadaan sehat yang utuh secara fisik, mental dan sosial serta bukanhanya merupakan bebas dari penyakit”. Pada saat ini pembangunan di sektor perumahan sangat berkem-bang, karena merupakan kebutuhan yang utama bagi masyarakat.Perumahan juga harus memenuhi syarat bagi kesehatan baik ditinjau darisegi bangungan, drainase, pengadaan air bersih, pengolalaan sampahdomestik yang dapat menimbulkan penyakit infeksi dan ventilasi untukpembangunan asap dapur. Pola makanan yang tidak sehat berdampak pula pada ragampenyakit yang timbul di masyarakat. Pemenuhan gizi yang memadai padamasyarakat sering menjadi topik pembicaraan. Penduduk yang belumberdaya secara ekonomi masih mengalami kekurangan karbohidrat,kekurangan protein, kekurangan vitamin A dan kekurangan Iodiumdengan diikuti berbagai bentuk penyakitnya. Di Indonesia sebagian besarpenyakit yang diderita masyarakat berhubungan dengan kekurangan gizi. Pengaruh kualitas lingkungan terhadap kesehatan dapat dikategori-kan menjadi pengaruh positif dan negatif. Pengaruh positif, karenalingkungan atau alam sekitar masih dapat mendukung kebutuhan hidupmasyarakat seperti ketersediaan bahan makanan, sumber daya hayatiyang diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraannya, bahan baku untukpapan, sandang, industri, mikroba dan serangga yang berguna dan lain-lainnya. Manusia membutuhkan sumber energi yang diambil dari ling-kungannya yakni makanan. Makanan yang harus tersedia sangat besaruntuk kebutuhan manusia di dunia disamping masalah distribusi. Secaratidak langsung elemen-elemen di dalam biosfir banyak dimanfaatkanmanusia untuk meningkatkan kesejahteraanya. Semakin sejahteramanusia, diharapkan semakin naik pula derajat kesehatannya. Dalam halini, lingkungan digunakan sebagai sumber bahan mentah untuk berbagaiBab 1 Manusia dan Lingkungan 6
  • 12. kegiatan industri kayu, industri meubel, rotan, obat-obatan, papan,pangan, fermentasi dan lain-lainnya. Pengaruh negatif, karena elemen lingkungan yang merugikanseperti timbulan sampah yang tidak terkelola dengan baik, pencemaran diudara, di perairan dan di tanah, emisi/keluaran gas polutan dari industriyang tidak terkendali, keberadaan mikroba patogen, hewan dan tanamanberacun, hewan berbahaya secara fisik, vektor penyakit dan reservoirpenyebab dan penyebar penyakit. Adanya elemen mikroorganisme yangdapat menyebabkan penyakit (patogen). Mikroba ini digolongkan kedalamberbagai jenis seperti virus, ricketssia, bakteri, protozoa, fungi danmetazoa. Adanya vektor yakni serangga penyebar penyebab penyakit danreservoir agent penyakit. Vektor penyakit yang memegang perananpenting dalam penyebaran penyakit nyamuk, lalat, kutu, pinyal dantungau.E. Rangkuman Arus globalisasi membawa pengaruh signifikan terhadapperubahan global kehidupan sosial dan budaya kemasyarakatan. Takdapat dihindari perubahan yang sangat cepat, dunia berada dalam situasidan kondisi kehidupan antar bangsa dan negara tanpa batas. Di sisi lainmedia membawa pengaruh positif dalam menggali informasi berbagaigagasan pemikiran manusia yang dapat menunjang pembentukanmasyarakat kritis. Adapun dampak negatif adanya globalisasi dapatdiidentifikasi antara lain orang menjadi sangat individualis, masuknyabudaya asing yang tidak sesuai dengan budaya bangsa, budayakonsumtif, kebiasaan orang senang menghamburkan uangnya untukkepentingan yang kurang bermanfaat, sarana hiburan yang bersifatmelalaikan, cenderung menimbulkan kecanduan dan membuat malas,misalnya playstation, budaya permisif, dan menurunnya ikatan rohani.Upaya-upaya untuk menanggulangi pengaruh negatif globalisasi dapatdilakukan di berbagai lingkungan antara lain lingkungan sekolah,Bab 1 Manusia dan Lingkungan 7
  • 13. lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat dan lingkungan keagamaan,lingkungan pemerintah dan negara.F. Kasus/Permasalahan Salah satu media cetak menginformasikan bahwa masih banyaksinema elektronik (sinetron) yang ditayangkan stasiun televisi tidak layaktonton karena tidak memberi pendidikan, terutama bagi anak-anak."Kendati diminati pemirsa, banyak sinetron itu tidak layak menjaditontonan, terutama bagi anak-anak," kata Ratu, anggota DPR RI. Saatmelakukan kunjungan ke lembaga pemasyarakatan (Lapas) Anak SungaiBuluh, Kabupaten Batanghari, ia mengatakan, tontonan di televisi menjadisalah satu pemicu munculnya kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak.Ratu mengungkapkan menyebutkan pengaruh menonton sinetron ditelevisi 80 persennya berdampak negatif, baik berupa kekerasan,pornografi dan lainnya. Sementara itu, dari kunjungan itu juga terungkap,dari 40 anak penghuni Lapas Anak Sungai Buluh Batanghari, 18 diantaranya atau 45 persen dipenjara karena melakukan kejahatankesusilaan, tujuh anak terlibat kasus pembunuhan, delapan anak kasusperampokan, empat anak kasus pencurian, dua anak kasus psikotropikadan satu orang kasus pemerasan. Kejahatan susila yang dilakukan anak-anak juga merupakan imbas dari globalisasi, sementara komitmenpemerintah untuk memproteksi generasi mudanya dari pengaruhglobalisasi juga belum jelas. Bagaimana tanggapan kalian dengan kasus-kasus tersebut?Bab 1 Manusia dan Lingkungan 8
  • 14. BAB II MEMELIHARA KEBERSIHAN LINGKUNGAN (sumber: http://gambang.files.wordpress.com/2008/02/sampah.jpg) Standar Kompetensi: 1. Memahami pengelolaan sampah. 2. Memahami sumber air limbah rumah tangga, sistem pembuangan, dan cara pemeliharaannya. Kompetensi Dasar: 1. Menjelaskan pemanfaatan sampah melalui prinsip 3R (reuse, reduce, recycle). 2. Mempratekkan salah satu pemanfaatan sampah (barang bekas). 3. Mengidentifikasi sumber air limbah rumah tangga. 4. Menjelaskan cara mengelola air limbah rumah tangga. 5. Mendiskripsikan cara-cara memelihara kelancaran saluran air. 6. Menjelaskan dampak genangan air limbah. Indikator: 1. Menjelaskan kembali pemanfaatan sampah melalui prinsip 3R (reuse, reduce, recycle). 2. Mempratekkan salah satu pemanfaatan sampah (barang bekas). 3. Menemukan kembali sumber air limbah rumah tangga. 4. Mendeskripsikan kembali cara mengelola air limbah rumah tangga. 5. Mendeskripsikan kembali cara-cara memelihara kelancaran saluran air. 6. Menjelaskan kembali dampak genangan air limbah.Bab 2 Memelihara Kebersihan Lingkungan 9
  • 15. A. Pendahuluan Kondisi lingkungan yang bersih merupakan tanggungjawab setiapindividu dan semua warga yang hidup di lingkungan tersebut. Upayamemelihara kebersihan lingkungan tidak cukup bila hanya dilakukan olehperorangan. Petunjuk lingkungan yang bersih umumnya dikaitkan dengankeberadaan timbulan sampah lancarnya aliran air limbah rumah tangga disekitar lingkungan. Pengelolaan sampah dan kelancaran aliran air limbahsudah menjadi kebutuhan mutlak bila ingin menciptakan lingkungan yangbersih. Dalam rangka menangani permasalahan sampah maka upayayang dapat dilakukan adalah mengurangi (reduce), menggunakan ulang(reuse), dan mendaur ulang (recycle).B. Pemanfaatan Sampah (Barang Bekas) Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padatyang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan,pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai. Botol Bekaswadah kecap, saos, sirup, creamer, dll. baik yang putih bening maupunyang berwarna terutama gelas atau kaca yang tebal. Kertas, terutamakertas bekas di kantor, koran, majalah, kardus kecuali kertas yang berlapisminyak. Aluminium bekas wadah minuman ringan, bekas kemasan kue dll.Besi bekas rangka meja, besi rangka beton, dll. Plastik bekas wadahshampoo, air mineral, jerigen, ember, dll.Reduce (Mengurangi Sampah)caranya : Membawa tas belanja sendiri untuk mengurangi sampah kantong plastik pembungkus barang belanja Membeli kemasan isi ulang untuk shampoo dan sabun daripada membeli botol baru setiap kali habis Membeli susu, makanan kering, deterjen, dan lain-lain dalam paket yang besar daripada membeli beberapa paket kecil untuk volume yang samaBab 2 Memelihara Kebersihan Lingkungan 10
  • 16. Reuse (Menggunakan sisa sampah yang masih bisa dipakai)caranya : Memanfaatkan botol-botol bekas untuk wadah Memanfaatkan kantong plastik bekas kemasan belanja untuk pembungkus Memanfaatkan pakaian atau kain-kain bekas untuk kerajinan tangan, perangkat pembersih (lap), maupun berbagai keperluan lainnyaRecycle (Daur Ulang Sampah) Daur ulang sendiri memang tidak mudah, karena kadangdibutuhkan teknologi dan penanganan khusus. Adapun cara-caranyaseperti berikut ini : Mengumpulkan kertas, majalah, dan surat kabar bekas untuk di daur ulang Mengumpulkan sisa-sisa kaleng atau botol gelas untuk di daur ulang Menggunakan berbagai produk kertas maupun barang lainnya hasil daur ulang Gambar 2.1 Pemanfaatan Sampah Sebagai Tas (Sumber: http://matoa.org/wp-content/uploads/2008/11/tas-dari-sampah-plastik1.jpg)Bab 2 Memelihara Kebersihan Lingkungan 11
  • 17. C. Sumber Air Limbah Rumah Tangga dan Pengelolaannya Limbah rumah tangga adalah limbah yang berasal dari dapur,kamar mandi, cucian, limbah bekas industri rumah tangga dan kotoranmanusia. Limbah merupakan buangan/bekas yang berbentuk cair, gasdan padat. Dalam air limbah terdapat bahan kimia sukar untuk dihilangkandan berbahaya. Bahan kimia tersebut dapat memberi kehidupan bagikuman-kuman penyebab penyakit disentri, tipus, kolera, dsb. Air limbahtersebut harus diolah agar tidak mencemari dan tidak membahayakankesehatan lingkungan. Gambar 2.2 Air Limbah Rumah Tangga yang Dibuang di Sungai Air limbah harus dikelola untuk mengurangi pencemaran.Pengelolaan air limbah dapat dilakukan dengan membuat saluran air kotordan bak peresapan dengan memperhatikan ketentuan sebagai berikut: a. Tidak mencemari sumber air minum yang ada di daerah sekitarnya baik air dipermukaan tanah maupun air di bawah permukaan tanah. b. Tidak mengotori permukaan tanah. c. Menghindari tersebarnya cacing tambang pada permukaan tanah. d. Mencegah berkembang biaknya lalat dan serangga lain. e. Tidak menimbulkan bau yang mengganggu. f. Konstruksi agar dibuat secara sederhana dengan bahan yang mudah didapat dan murah. g. Jarak minimal antara sumber air dengan bak resapan 10 m.Bab 2 Memelihara Kebersihan Lingkungan 12
  • 18. Pengelolaan air limbah rumah tangga dapat dibagi menjadi tiga bagian,yaitu: a. Pengelolaan yang paling sederhana ialah pengelolaan dengan menggunakan pasir dan benda-benda terapung melalui bak penangkap pasir dan saringan. Benda yang melayang dapat dihilangkan oleh bak pengendap yang dibuat khusus untuk menghilangkan minyak dan lemak. Lumpur dari bak pengendap pertama dibuat stabil dalam bak pembusukan lumpur, di mana lumpur menjadi semakin pekat dan stabil, kemudian dikeringkan dan dibuang. b. Pengelolaan sekunder dibuat untuk menghilangkan zat organik melalui oksidasi dengan menggunakan saringan khusus. c. Pengelolaan secara tersier hanya untuk membersihkan saja. Cara pengelolaan yang digunakan tergantung keadaan setempat, seperti sinar matahari, suhu yang tinggi di daerah tropis yang dapat dimanfaatkan.D. Pemeliharaan Saluran Air Saluran pembuangan air atau drainase merupakan tempatpembuangan air limbah dari rumah tangga, industri, pertanian. Saluran airini memerlukan pemeliharaan sehingga dapat berfungsi dengan baik. Salah satu kebutuhan penting akan kesehatan lingkungan adalahmasalah air bersih, persampahan dan sanitasi, yaitu kebutuhan akan airbersih, pengelolaan sampah yang setiap hari diproduksi oleh masyarakatserta pembuangan air limbah yang langsung dialirkan pada saluran/sungai.Bab 2 Memelihara Kebersihan Lingkungan 13
  • 19. Gambar 2.3 Saluran Air yang Baik Hal tersebut menyebabkan pandangkalan saluran/sungai, tersum-batnya saluran/sungai karena sampah. Pada saat musim penghujanselalu terjadi banjir dan menimbulkan penyakit. Beberapa penyakit yang ditimbulkan oleh sanitasi yang kurang baikserta pembuangan sampah dan air limbah yang kurang baik diantaranyaadalah: diare, demam berdarah, disentri, hepatitis A, kolera, tiphus,cacingan, dan malaria.E. Rangkuman Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padatyang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan,pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai. Dalamrangka mengurangi produksi timbulan sampah maka dapat melalui 3R(reduce, reuse, dan recycle). Limbah merupakan buangan/bekas yangberbentuk cair, gas dan padat. Saluran pembuangan air atau drainasemerupakan tempat pembuangan air limbah dari rumah tangga, industri,dan pertanian. Saluran air ini memerlukan pemeliharaan sehingga dapatberfungsi dengan baik.Bab 2 Memelihara Kebersihan Lingkungan 14
  • 20. F. Kasus/Permasalahan Pencemaran lingkungan yang terjadi pada tempat pembuanganakhir (TPA) sampah di Jakarta telah terjadi sejak tahun 1990, yangmenimbulkan protes masyarakat sekitar TPA dan selalu dapatdiselesaikan dengan negosiasi yang dilakukan oleh pemerintah provinsiJakarta dengan penduduk sekitar TPA (Kompas, 2 februari 2004).Berulangkali protes masyarakat sekitar TPA dilakukan, namun tetappermasalahan pengelolaan sampah belum dapat dituntaskan, sehinggapada awal tahun 2004 muncul kembali terjadinya pencemaran lingkungandi wilayah sekitar TPA Cilincing. Sementara itu, upaya pemecahannyayang dilakukan selama ini seringkali tidak menyentuh akar permasalahan-nya (Menteri Riset dan Teknologi, 2004). Tingginya volume sampah inidisebabkan oleh jumlah penduduk Jakarta yang cukup banyak.Soemarwoto, 2001, mengatakan bahwa faktor pertambahan pendudukmempengaruhi perubahan yang besar dalam lingkungan hidup. Daripermasalahan tersebut dapat dilihat bahwa sampah sangat menggangguaktivitas dan kesehatan masyarakat di Jakarta. Ini merupakan imbas darimasyarakat yang tidak dapat memelihara dan mengerti pengelolaanlingkungan dengan baik.Lakukan diskusi kelompok (masing-masing 5 orang) untuk menanggapipermasalahan tersebut !Bab 2 Memelihara Kebersihan Lingkungan 15
  • 21. BAB III SUMBER DAYA ALAM Standar Kompetensi: Memahami pelestarian sumber daya alam dan pencegahan kerusakannya. Kompetensi Dasar: 1. Menjelaskan kebijakan pemerintah dalam pengendalian sumber daya alam. 2. Menyimpulkan usaha-usaha pencegahan kerusakan sumber daya alam melalui pengamatan langsung. Indikator: 1. Menjelaskan kebijakan pemerintah dalam pengendalian sumber daya alam. 2. Menyimpulkan usaha-usaha pencegahan kerusakan sumber daya alam melalui pengamatan langsung.Bab 3 Sumber Daya Alam 16
  • 22. A. Pendahuluan Alam pada dasarnya mempunyai sifat yang beraneka ragam,namun serasi dan seimbang. Oleh karena itu, perlindungan danpengawetan alam harus terus dilakukan untuk mempertahankankeserasian dan keseimbangan itu. Semua kekayaan bumi, baik biotikmaupun abiotik, yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusiamerupakan sumber daya alam. Tumbuhan, hewan, manusia, dan mikrobamerupakan sumberdaya alam hayati, sedangkan faktor abiotik lainnyamerupakan sumber daya alam nonhayati. Pemanfaatan sumber dayaalam harus diikuti oleh pemeliharaan dan pelestarian karena sumber dayaalam bersifat terbatas.B. Pelestarian Sumberdaya Alam1. Kebijakan pemerintah dalam pengendalian sumberdaya alam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 antara lain menggariskanagar Pemerintah Negara Republik Indonesia melindungi segenap bangsaIndonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukankesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan untukmelaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,perdamaian abadi dan keadilan sosial. Selain itu pasal 33 ayat (3)Undang-undang Dasar 1945 menggariskan bahwa “Bumi dan air dankekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dandipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”. Salah satuasas penting dalam pemanfaatan kekayaan alam dalam pembangunanIndonesia adalah pengutamaan pengelolaan sumberdaya alam yangdapat diperbarui. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik IndonesiaNo. II/MPR/1993 tentang GBHN khususnya tentang lingkungan hidupumumnya dan keanekaragaman hayati pada khusunya antara lainmenegaskan sebagai berikut: 1. Pembangunan lingkungan hidup yang merupakan bagian penting dari ekosistem yang berfungsi sebagai penyangga kehidupanBab 3 Sumber Daya Alam 17
  • 23. seluruh makhluk hidup di muka bumi diarahkan pada terwujudnya kelestarian fungsi lingkungan hidup dalam keseimbangan dan keserasian yang dinamis dengan perkembangan kependudukan agar dapat menjamin pembangunan nasional yang berkelanjutan. Pembangunan lingkungan hidup bertujuan meningkatkan mutu, memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan, merehabilitasi kerusakan lingkungan, mengendalikan pencemaran, dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup. 2. Sumber daya alam di darat, di laut maupun di udara dikelola dan dimanfaatkan dengan memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup agar dapat mengembangkan daya dukung dan daya tampung lingkungan yang memadai untuk memberikan manfaat bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, baik bagi generasi masa kini maupun bagi generasi masa depan. 3. Konservasi kawasan hutan nasional termasuk flora dan faunanya serta keunikan alam terus ditingkatkan untuk melindungi keaneka- ragaman plasma nutfah, jenis spesies, dan ekosistem. 4. Kerjasama regional dan internasional mengenai pemeliharaan dan perlindungan lingkungan hidup dan peran serta dalam pengem- bangan kebijaksanaan internasional serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tentang lingkungan perlu terus ditingkatkan bagi kepentingan pembangunan berkelanjutan. Selain itu Indonesia telah memiliki peraturan prundang-undanganyang berkaitan dan mendukung upaya pengelolaan kekayaan hayati danlingkungan. Adapun peraturan perundang-undangan yang berlaku antaralain: 1. Undang-Undang No 5 Tahun 1967 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kehutanan. 2. Undang-Undang No 9 Tahun 1985 tentang Perikanan. 3. Undang-Undang No 23 Tahun 1997 tentang pengelolaan Lingkungan Hidup.Bab 3 Sumber Daya Alam 18
  • 24. 2. Usaha-usaha pencegahan kerusakan sumberdaya alam melalui pengamatan langsung Di bumi ini, penyebaran sumber daya alam tidak merata letaknya.Ada bagian bumi yang sangat kaya akan mineral, ada pula yang tidak.Ada yang baik untuk pertanian ada pula yang tidak. Oleh karena itu, agarpemanfaatannya dapat berkesinambungan, maka tindakan eksploitasisumber daya alam harus disertai dengan tindakan perlindungan.Pemeliharaan dan pengembangan lingkungan hidup harus dilakukandengan cara yang rasional antara lain sebagai berikut :a. Memanfaatkan sumberdaya alam yang dapat diperbaharui dengan hati-hati dan efisien, misalnya: air, tanah, dan udara.b. Menggunakan bahan pengganti, misalnya hasil metalurgi (campuran).c. Mengembangkan metoda menambang dan memproses yang efisien, serta pendaurulangan (recycling).d. Melaksanakan etika lingkungan berdasarkan falsafah hidup secara damai dengan alam. Krisis-krisis lingkungan, sebagai akibat tidak seimbangnyapemanfaatan sumberdaya alam dengan pembangunan atau rehabilitasipada akhirnya melahirkan pemikiran untuk mengkonservasi sumberdayaalam. Banyak upaya dilakukan antara lain dengan prinsip-prinsipmengurangi eksplorasi (reduce), menggunakan kembali (reuse), mendaurulang (recycle) memulihkan kembali (recovery), serta memperbaikikembali (reserve).C. Rangkuman Alam pada dasarnya mempunyai sifat yang beraneka ragam,namun serasi dan seimbang. Semua kekayaan bumi, baik biotik maupunabiotik, yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusiamerupakan sumber daya alam. Adapun kebijakan pemerintah yangmengatur tentang pemeliharaan sumber daya alam tertuang padapembukaan UUD 1945 dan pasal 33 ayat (3). Salah satu asas pentingdalam pemanfaatan kekayaan alam dalam pembangunan IndonesiaBab 3 Sumber Daya Alam 19
  • 25. adalah pengutamaan pengelolaan sumber daya alam yang dapatdiperbarui. Usaha-usaha yang dilakukan pemerintah salah satunyamelalui pengamatan langsung pengelolaan sumber daya alam tersebut.D. Kasus/Permasalan Kasus yang baru-baru ini dan sebenarnya sudah sering kalimencuat adalah kelangkaan beberapa jenis bahan bakar terutamapremium dan minyak tanah. Menurut pengamatan dan penelitan hampir60 persen sumber bahan bakar tersedot pada transportasi. Kelakuanoknum yang tidak bertanggung jawab turut memperparah keadaan. Hal inidipicu dari lemahnya pengawasan pemerintah terhadap sistem distribusibarang yang menjadi hajat hidup orang banyak ini. Sebagai contoh nyata,penjualan gas alam yang dihasilkan di Arun, Aceh ke negeri ginseng,Korea. Padahal di saat yang sama, PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM)sangat membutuhkan pasokan gas alam untuk produksi pupuknya.Akhirnya kegiatan operasional perusahaan itu harus dihentikan selama 3tahun dan kerugian yang ditimbulkan tidak kurang dari 300 juta dolar AS.Kasus lain yang sangat mencoreng muka negeri ini tentunya adalahtindakan beberapa penduduknya sendiri yang sengaja menyelundupkanbahan bakar minyak (BBM) ke luar negeri, khususnya ke negeri tetanggaseperti Malaysia dan Singapura. Alasannya di kedua negara tersebutharga jualnya lebih tinggi dan tidak terkena PPN. Bukankah ini adalahkeadaan yang sangat ironis.(Sumber: http://ppsdms.org/kemiskinan-dalam-kekayaan-sumber-daya-alam-indonesia.htm)Energi alternatif apa di sekitar klaian yang dapat menggantikan BBM?Bab 3 Sumber Daya Alam 20
  • 26. BAB IV AIR Standar Kompetensi: 1. Mengenal jenis-jenis air, siklus hidrologi, dan pencemaran air. 2. Mengetahui cara melakukan penjernihan air dan mencegah terjadinya pencemaran air. Kompetensi Dasar: 1. Mengidentifikasi berbagai dampak perubahan siklus hidrologi terhadap kehidupan. 2. Menyebutkan jenis-jenis penyakit yang berhubungan dengan air. 3. Menjelaskan dampak kekurangan air terhadap timbulnya berbagai macam penyakit. 4. Menyimpulkkan hasil pengamatan tentang kualitas air sungai/ danau/sumber lainnya dengan metode sederhana (minimal secara fisik). 5. Menyimpulkan hasil pengamatan tentang kualitas air melalui bioindikator. Indikator: 1. Mengidentifikasi berbagai dampak perubahan siklus hidrologi terhadap kehidupan. 2. Menyebutkan jenis-jenis penyakit yang berhubungan dengan air. 3. Menjelaskan dampak kekurangan air terhadap timbulnya berbagai macam penyakit . 4. Menyimpulkan hasil pengamatan tentang kualitas air sungai/ danau/sumber lainnya dengan metode sederhana (minimal secara fisik). 5. Menyimpulkan hasil pengam,atan tentang kualitas air melalui bioindikator.Bab 4 Air 21
  • 27. A. Pendahuluan Mungkinkah anda sempat memikirkan bahwa dasar dari kehidupanadalah air. Mungkin anda pernah memikirkan bahwa air, seperti halnyaudara dan tanah, merupakan zat yang sangat penting bagi semua makh-luk hidup, dan tidak ada satupun makhluk hidup yang tidak membutuhkanair selama hidupnya di permukaan bumi. Ketersediaan air di permukaanbumi ada secara berkelanjutan terus menerus karena terjamin olehadanya peristiwa siklus hidrologi. Siklus hidrologi dapat berlangsungkarena air memiliki sifat fisik yakni dapat berubah wujud. Air dapatberubah wujud dari cair menguap menjadi gas, mengembun danmembeku menjadi es. Hal ini dapat dapat berlangsung secara bolak balik.Ketersediaan air di permukaan bumi dapat dijumpai di dalam tubuhmakhluk hidup, di sungai, di dalam tanah, di laut dan di udara setelahmengalami penguapan. Air merupakan sumber kehidupan artinya jika makhluk hidupkekurangan air maka hidupnya akan merana dan tampak tidak sehat. Airmerupakan kebutuhan mutlak bagi kehidupan manusia. Secara langsungair dapat dimanfaatkan bagi pencukupan kebutuhan hidup sehari-hari,sedangkan secara tidak langsung air dimanfaatkan bagi upaya pengem-bangan lingkungan hidupnya. Air yang tercemar baik secara fisik, kimiawi,maupun mikrobiologik, apabila diminum atau digunakan untuk memasak,mandi, dan mencuci, maka dapat menimbulkan penyakit atau gangguankesehatan. Kualitas air untuk pemenuhan kebutuhan manusia dapat ditentukandengan cara fisik, kimia dan biologi. Air secara alami tidak pernah dijumpaidalam keadaan benar-benar murni. Ketika uap air mengembun di udaradan jatuh dalam bentuk hujan di permukaan bumi, air tesebut telahmenyerap debu atau melarutkan oksigen, karbon dioksida dan berbagaijenis gas lain. Kemudian air tersebut baik yang di atas maupun di dibawah permukaan tanah bergerak mengalir menuju ke berbagai tempatyang lebih rendah letaknya, melarutkan berbagai jenis batuan yangdilaluinya atau zat anorganik lainnya. Selain itu sejumlah kecil hasil uraianBab 4 Air 22
  • 28. zat organik seperti nitrit, nitrat, amoniak, dan karbondioksida akan larut kedalamnya.B. Siklus Hidrologi Panas matahari dapat menyebabkan air permukaan sungai, danau,lauatan berubah menjadi uapdan dikenal dengan istilah evaporasi. Uapair juga dapat berasal dari penguapan air tubuh tumbuhan yang dikenalsebagai peristiwa evapotranspirasi. Uap air membumbung tinggi ke udara.Karena suhu dingin, uap air berubah menjadi gumpalan awan yang tertiupangin menuju ke daerah daratan. Suhu terus menurun sehingga uap airmengembun manjadi titik-titik air dan turun ke permukaan bumi berupa airhujan atau dikenal dengan istilah presipitasi. Gambar 4.1 Skematis Siklus Hidrologi di Permukaan Bumi (sumber: http://1.bp.blogspot.com/_CHMlH-/siklus+hidrologi) Air hujan yang menimpa dedaunan kemudian turun meresap kedalam tanah atau dikenal dengan istilah perkolasi. Sedang air yangmengenai langsung ke permukaan tanah akan mengalami perkolasi danmengalir ke permukaan tanah yang lebih rendah dan dikenal sebagai air“run-off” (air larian). Air ini mengalir melalui permukaan bumi sebagai airsungai menuju ke lautan. Di lautan air akan menguap (evaporasi) lagi keudara jika terkena sinar matahari. Sebagian air di dedaunan dan permu-kaan batang akan diuapkan kembali ke udara atau dikenal mengalamiBab 4 Air 23
  • 29. evapotranspirasi, sebagian lagi menyusup ke tanah dan diserap lagi olehakar tumbuhan. Air yang menyusup ke dalam tanah akhirnya terkumpulsebagai air bawah tanah (groundwater). Air bawah tanah dapat muncul kepermukaan tanah menjadi sumber mata air.C. Air dan Kesehatan Penyakit atau gangguan kesehatan yang dapat timbul karena airyang tercemar dapat dibagi dalam dua golongan, yaitu penyakit menulardan penyakit tidak menular. Penyakit menular yang ditularkan melalui airantara lain kolera, tipus, disentri basiler, diare, hepatitis, infeksi kulit danmata, schistosomiasis (demam keoang), dll. Pada tahun 1986 ditaksir 40%dari rumah tangga yang mendapat pasokan air bersih, selebihnyamengambil lansung dari alamyang mungkin telah tercemar oleh limbahmanusia, industri, pertanian, dan sebagainya. Tidak mengherankan bilasebagian besar kesakitan dan kematian penduduk ada kaitan dengankurang tersedianya air bersih. Pada tahun 1983 sekitar 400.000 orangmeninggal karena diare dan 40.000 karena kolera. Penyakit kulit dan matapada umumnya tidak menimbulkan kematian. Banyaknya penderitapenyakit kulit dan mata erat hubungannya dengan kualitas air untuk mandidan cuci yang buruk. Penyakit tidak menular yang perantaranya air antara lain keracunanakut karena minum air yang mengandung racun, gangguan saraf keru-sakan ginjal, otak dan hati karena akumulasi logam berat melalui makanandan minuman. Kanker karena secara terus menerus meminum air yangmengandung zat bersifat karsinogenik. Tekanan darah tinggi bila dalamair minum terkandung banyak garam (NaCl). Batu ginjal bila air minumterkandung banyak kapur, atau mineral lain dengan kadar yangmelampaui batas.D. Pemeriksaan Kualitas Air Dalam Undang-undang nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatanpada pasal 22 ayat 23 mengatakan bahwa Penyehatan Air meliputiBab 4 Air 24
  • 30. pengamanan dan penetapan kualitas air untuk berbagai kebutuhan hidupmanusia. Upaya penyehatan air bertujuan untuk menjamin tersedianya airminum ataupun air bersih yang memenuhi persyaratan kesehatan bagiseluruh masyarakat baik perkotaan maupun pedesaan. Untuk menjamintersedianya kualitas air yang memenuhi persyaratan tersebut, berbagaiupaya telah dilaksanakan oleh pemerintah maupun masyarakat, sepertipembangunan dan perbaikan sarana air bersih/air minum, Upayapengawasan kualitas air dan penyuluhan–penyuluhan mengenaihubungan kesehatan dengan tersedianya air yang memenuhi persyaratankesehatan. Berdasarkan Pedoman Teknis tentang Pengawasan KualitasAir yang dikeluarkan Direktorat Jenderal PPM & PLP Departemenkesehatan 1977 bahwa parameter kualitas air minum/air bersih yangminimal diharapkan diperiksa di laboratorium adalah pengujian danpemeriksaan Kimia, Fisika dan Biologi (Bakteriologi).Jenis pemeriksaan kualitas air adalah:1. Pemerikasaan Kimia meliputi pemeriksaan kimia anorganik: Arsen, Flourida, Kadmium, Nitrat, Nitrit, Sianida, Selenium, Alumunium, Besi, Amonia, Zeng, Tembaga, Sulfat, Mangan, pH dan Kesadahan. Kimia organik, kandungan senyawa organik yang pengukurannya secara tidak langsung yaitu dengan memeriksa BOD (Biological Oxigens Demand) yang menggambarkan kebutuhan oksigen oleh organisme untuk menguraikan senyawa organik dan oksigen terlarut/ DO (Disolved Oxigens).2. Pemeriksaan Fisika meliputi pemeriksaan: zat padat terlarut, salinitas, kekeruhan, bau, rasa, suhu dan warna.3. Pemerikasaan Biologi meliputi pemeriksaan: keberadaan Escherichia coli (Coli tinja) dengan indeks MPN (Most Probable Number) atau jumlah erkiraan terdekat yang disesuaikan Tabel JPT (Jumlah Perkiraan Terdekat)Pemeriksaan, Pengawasan, dan Pemeliharaan Kualitas Air merupakansalah satu upaya kesehatan MasyarakatBab 4 Air 25
  • 31. E. Rangkuman Air merupakan kebutuhan mutlak bagi kehidupan manusia. Secaralangsung air dapat dimanfaatkan bagi pencukupan kebutuhan hidupsehari-hari, sedangkan secara tidak langsung air dimanfaatkan bagi upayapengembangan lingkungan hidupnya. Air yang tercemar baik secara fisik,kimiawi, maupun mikrobiologik, apabila diminum atau digunakan untukmemasak, mandi, dan mencuci, maka dapat menimbulkan penyakit ataugangguan kesehatan. Penyakit menular yang ditularkan melalui air antaralain kolera, tipus, disentri basiler, diare, hepatitis, infeksi kulit dan mata,schistosomiasis (demam keoang), dll. Adapun upaya pemerintah mealuipengawasan kualitas air dan penyuluhan-penyuluhan.F. Kasus/Permasalahan Berdasarkan data WHO (2000), diperkirakan terdapat lebih 2 milyarmanusia per hari terkena dampak kekurangan air di lebih dari 40 negaradidunia. 1,1 milyar tidak mendapatkan air yang memadai dan 2,4 milyartidak mendapatkan sanitasi yang layak. Sedangkan pada tahun 2050diprediksikan bahwa 1 dari 4 orang akan terkena dampak dari kekuranganair bersih. Penurunan kualitas air di sumber mata air menjadi ancamanserius di Kota Batu saat ini. Dari puluhan sumber mata air yang ada,diperkirakan hanya tinggal satu sumber saja yang masih layak digunakan.Sampah ditenggarai adalah penyebab utama turunnya kualitas air ini.Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Batu, Bambang Parianommenuturkan bahwa terdapat satu sumber air yang dinyatakan sudahsangat kotor dan nyaris di bawah ambang batas kelayakan konsumsi.Sebagai seorang siswa, bagaimana kalian menanggapi permasalahanyang terjadi di Kota Batu tersebut?Bab 4 Air 26
  • 32. BAB V PESISIR DAN LAUT Standar Kompetensi: Mengenal ekosistem pesisir dan laut, pencemaran dan dampak yang ditimbulkan, serta cara pemeliharaannya. Kompetensi Dasar: 1. Menjelaskan dampak pencemaran laut bagi biota laut dan terumbu karang. 2. Mengidentifikasi dampak pencemaran laut dari aspek sosial dan ekonomi. 3. Menjelaskan peran pemerintah, swasta dan masyarakat dalam pemeliharaan lingkungan pesisir laut. 4. Menjelaskan pengaturan yang terkait dengan pencegahan dan pengendalian kerusakan dan pencemaran laut. 5. Sebagai individu menyebutkan tindakan-tindakan yang dapat turut serta memelihara pesisir laut. Indikator: 1. Siswa dapat menjelaskan dampak pencemaran laut bagi biota laut dan terumbu karang. 2. Siswa dapat mengidentifikasi dampak pencemaran laut dari aspek sosial dan ekonomi. 3. Siswa dapat menjelaskan peran pemerintah, swasta dan masyarakat dalam pemeliharaan lingkungan pesisir laut. 4. Siswa dapat menjelaskan pengaturan yang terkait dengan pencegahan dan pengendalian kerusakan dan pencemaran laut. 5. Siswa dapat menyebutkan tindakan-tindakan yang dapat turut serta memelihara pesisir laut.Bab 5 Pesisir dan Laut 27
  • 33. A. PendahuluanLaut merupakan anugrah terbesar bagi umat manusia. Didalamnya begitubanyak sumberdaya yang tak ternilai harganya. Dari waktu ke waktuterlihat penurunan kualitas dan kuantitas sumberdaya pesisir dan laut.Sumberdaya yang paling terdegradasi adalah terumbu karang dan hutanmangrove. Kita tidak dapat memungkiri bahwa kerusakan karena ulahmanusia adalah hal terburuk yang sampai saat ini terus terjadi.B. Pencemaran Laut Menurut Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 1999, pengertianpencemaran laut adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup,zat, energy, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan laut olehkegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentuyang menyebabkan lingkungan laut tidak sesuai lagi dengan baku mutudan/atau fungsinya. Pencemaran oleh limbah pabrik-pabrik mengakibatkan kerugiancukup besar bagi nelayan. Laut tak lagi jernih dengan aneka hasilnyayang kian menyusut, jadi indikasi betapa buramnya potret kehidupannelayan kita. Pemerintah yang diharapkan memberi solusi pun ternyatatak banyak membantu. Aktivitas di laut yang mengancam terumbu karangantara lain pencemaran dari pelabuhan, tumpahan minyak, pembuanganbangkai kapal, pembuangan sampah dari atas kapal, dan akibat langsungdari pelemparan jangkar kapal. Salah satu bahan pencemaranlaut yang utama adalah kebocorantanker minyak. Dampak yang ditimbul-kan oleh minyak tersebut sangat berba-haya bagi biota laut baik di jangkapendek maupun jangka panjang.Jangka Pendek, masuknya molekul-molekul hidrokarbon minyak ke dalam sel. Berbagai jenis udang dan ikanakan beraroma dan berbau minyak. Minyak dapat menyebabkan kematianBab 5 Pesisir dan Laut 28
  • 34. pada ikan karena kekurangan oksigen, keracunan karbondioksida dankeracunan bahan berbahaya lainnya.Jangka Panjang, terutama bagi biota laut yang masih muda. Minyak dalamlaut dapat termakan oleh biota-biota tersebut. Sebagian senyawa minyakdapat terakumulasi dalam senyawa lemak dan protein. Pencemaran laut juga berdampak bagi terumbu karang. Indonesiamemiliki 10% terumbu karang dunia. Terumbu karang bermanfaat sebagaipenyangga daerah pantai. terumbu karang juga dimanfaatkan sebagaibahan bangunan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar pantai. selain itu,terumbu karang juga berfungsi sebagai kawasan wisata, bahan bakukosmetik dan obat-obatan. Terumbu karang atau koral seluas 75 ribu kilometer persegi yang merupakan rumah-rumah ikan di perairan Indonesia kini rusak parah akibat tangan-tangan manu- sia tak bertanggung jawab. Penyebabnya adalah pe- nangkapan ikan menggunakanbom dan pencabutan terumbu karang untuk hiasan aquarium. Padahal,keberadaan terumbu karang dapat mengurangi efek rumah kaca yangmengakibatkan pemanasan global dan meningginya permukaan laut.Semakin menipis koral, semakin panas pula suhu bumi. Bagi kehidupan sosial ekonomi masyarakat terutama para nelayan,pencemaran laut sangat berdampak negatif. Hal ini dikarenakan hasil lautseperti ikan, udang, kerang hijau,dll semakin menurun. Penurunan hasillaut ini diakibatkan oleh maraknya pembuangan limbah ke laut.C. Pemeliharaan Lingkungan Pesisir dan Laut Pemeliharaan lingkungan pesisir laut sangat diperlukan. Perlin-dungan mutu laut adalah setiap upaya atau kegiatan yang dilakukan agarmutu laut tetap baik. Pengendalian pencemaran dan/atau perusakan lautBab 5 Pesisir dan Laut 29
  • 35. adalah setiap upaya atau kegiatan pencegahan dan/atau penanggulangandan/atau pemulihan pencemaran dan/atau perusakan laut. Pengaturanyang terkait dengan pencegahan dan pengendalian kerusakan danpencemaran laut adalah Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor19 tahun 1999. Penyebab kerusakan pantai lebih banyak karena ulah manusiaseperti perusakan karang pantai, penebangan bakau, penambanganpasir, serta bangunan yang melewati garis pantai. Selain itu penggaliankarang menyebabkan pertambahan kedalaman perairan dangkal yangsemula berfungsi meredam energi gelombang, akibatnya gelombangsampai ke pantai dengan energi yang cukup besar. Kegiatan pembangunan, industri dan aktivitas manusia sertapengaruh faktor alam pada umumnya telah memberikan pengaruh negatifpada kestabilan kawasan pantai. Faktor alam yang berpengaruh tehadapkondisi pantai antara lain timbulnya gelombang dan arus, terjadinyapasang surut, terjadinya sedimentasi dan abrasi yang berpengaruh padaberubahnya garis pantai serta kondisi sungai yang bermuara di perairantersebut. Aktivitas manusia yang berpengaruh terhadap kondisi pantai antaralain adalah pembangunan, reklamasi dan pengerukan dasar perairanuntuk tujuan komersial yang berlebihan. Berkembangnya wisata bahari dibeberapa daerah pantai juga mendorong terjadinya perubahan kondisialam menjadi lingkungan buatan dengan dibangunnya beberapa fasilitaspenunjang yang diperlukan. Selain hal di atas, terjadinya pantai mundur merupakan akibat pro-ses erosi pantai (abrasi) sehingga garis pantai menjadi mundur jauh darigaris pantai lama. Garis pantai secara alami berubah dari waktu ke waktusejalan dengan perubahan alam seperti adanya aktivitas gelombang,angin, pasang surut dan arus serta sedimentasi daerah delta sungai. Namun perubahan garis pantai dapat meningkat dengan adanyagangguan ekosistim pantai seperti hutan bakau sebagai penyangga pantaibanyak dirubah fungsinya untuk dijadikan sebagai daerah pertambakan,Bab 5 Pesisir dan Laut 30
  • 36. hunian, industri dan daerah reklamasi kemudian pembuatan tanggul dankanal serta bangunan-bangunan yang ada di sekitar pantai. Upaya manusia dalam penanggulangan pantai yang rusak adabeberapa metode disesuaikan dengan karakter dan sifat gelombang yangmenerjang pantai, metode penanggulangan abrasi pantai seperti pemecahgelombang sejajar garis pantai (detached beakwater), struktur pemotongarus-sejajar-pantai tegak lurus garis pantai (groin), dan pembangunandinding laut (seawall) telah banyak diaplikasikan dalam berbagai kasuserosi pantai di Indonesia. Gambar 5.3 Upaya Penanggulangan Pantai yang Rusak (Sumber: www.imred.org/files/penanaman.jpg)Bab 5 Pesisir dan Laut 31
  • 37. D. Rangkuman Pencemaran oleh limbah pabrik-pabrik mengakibatkan kerugiancukup besar bagi nelayan. Salah satu bahan pencemaran laut yang utamaadalah kebocoran tanker minyak. Dampak yang ditimbulkan oleh minyaktersebut sangat berbahaya bagi biota laut baik di jangka pendek maupunjangka panjang. Selain itu, aktivitas manusia yang berlebihan juga dapatmengakibatkan kerusakan lingkungan pesisir dan laut. Untuk itu diperlu-kan pemeliharaan lingkungan pesisir laut yaitu perlindungan mutu laut.Upaya manusia dalam penanggulangan pantai yang rusak ada beberapametode disesuaikan dengan karakter dan sifat gelombang yangmenerjang pantai.E. Kasus/Permasalahan Untuk mengurangi dampak abrasi laut di pesisir Jatim danpemanasan global, perlu dilakukan penanaman mangrove atau bakau.Pasalnya, hutan mangrove yang banyak terdapat hampir di seluruh pantaidi Jatim seluas 85.000 Ha atau 6,24 persen dari luas hutan di Jatim, 15persennya atau sekitar 13.000 Ha dalam kondisi rusak. Menteri Kelautandan Perikanan Freddy Numberi kemarin, Selasa (13/10) juga telahmelakukan pencanangan penanaman pohon mangrove (bakau) diPamekasan. Adapun mangrove yang ditanam sebanyak 115 ribu pohondari bantuan pemerintah pusat. Untuk lokasi penanaman dilakukan di dualokasi, yakni di wilayah Kecamatan Tlanakan sebanyak 30 ribu pohon dansisanya di wilayah Kecamatan Pademawu. Bagaimana tanggapan kalianterhadap upaya pemerintah tersebut?Bab 5 Pesisir dan Laut 32
  • 38. BAB VI SUNGAI DAN DANAU (Sumber: vikakura.files.wordpress.com/2009/10/sungai) Standar Kompetensi: Mengenal ekosistem sungai dan danau, pencemaran dan dampak yang ditimbulkan, serta cara pemeliharaannya. Kompetensi Dasar: 1. Menjelaskan dampak pencemaran sungai dan danau. 2. Mengidentifikasi dampak pencemaran sungai dan danau. 3. Menjelaskan peran pemerintah, swasta dan masyarakat dalam pemeliharaan lingkungan sungai dan danau. 4. Menjelaskan pengaturan yang terkait dengan pencegahan dan pengendalian kerusakan dan pencemaran sungai dan danau. 5. Menyebutkan tindakan-tindakan dalam memelihara lingkungan sungai dan danau. Indikator: 1. Siswa dapat menjelaskan dampak pencemaran sungai dan danau. 2. Siswa dapat mengidentifikasi dampak pencemaran sungai dan danau. 3. Siswa dapat menjelaskan peran pemerintah, swasta dan masyarakat dalam pemeliharaan lingkungan sungai dan danau. 4. Siswa dapat menjelaskan pengaturan yang terkait dengan pencegahan dan pengendalian kerusakan dan pencemaran sungai dan danau. 5. Siswa dapat menyebutkan tindakan-tindakan dalam memelihara lingkungan sungai dan danau.Bab 6 Sungai dan Danau 33
  • 39. A. Pendahuluan Air adalah sumberdaya alam yang dinamik (dynamic resources),yang memberikan manfaat untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruhrakyat Indonesia dalam segala bidang, sehingga memberikan implikasiyang relatif pelik dan khas dalam upaya pengelolaan dan pemanfaatan-nya. Pengelolaan sungai, danau dan waduk adalah upaya merencana-kan, melaksanakan, memantau dan mengevaluasi kegiatan konservasisumberdaya air, pendayagunaan sumberdaya air dan pengendalian dayarusak air agar terciptanya konservasi sumber daya air. Konservasi sum-berdaya air sendiri adalah upaya memelihara keberadaan serta keberlan-jutan keadaan, sifat dan fungsi sumber daya air agar senantiasa tersediadalam kuantitas dan kualitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhanmahluk hidup, baik pada waktu sekarang maupun yang akan datang. Tujuan pengelolaan sungai, danau dan waduk untuk konservasisumber daya air adalah upaya pencegahan banjir dan kekeringan,pencegahan erosi dan sedimentasi, pencegahan kerusakan bantaransungai, pencegahan tercemarnya sumber air, dan juga untuk menghindarikonflik dan degradasi sumber daya alam dan lingkungan. Sumberdaya airdapat dikelola oleh suatu badan usaha atau swasta tetapi dalam pengelo-laannya khususnya pada aspek penggunaan harus proporsional karenakenyataan menunjukkan bahwa air permukaan (air sungai) cukup banyakyang tidak dikelola secara profesional. Apabila sumberdaya air ini dikelolasecara profesional dan penggunaannya proporsional antara kepentinganbadan usaha dan kepentingan masyarakat luas, maka akan menambahsumber devisa negara yang pada akhirnya akan bermuara padakesejahteraan masyarakat.B. Pencemaran Sungai dan Danau Pencemaran sungai dapat disebabkan oleh berbagai hal dan dapatmemiliki karakteristik yang berbeda-beda. Meningkatnya kandungannutrien dapat mengarah pada eutrofikasi. Sampah organik seperti airBab 6 Sungai dan Danau 34
  • 40. comberan menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yangmenerimanya mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapatberdampak terhadap seluruh ekosistem. Limbah industri seperti logamberat, toksik organik, minyak, nutrien dan padatan yang dibuang ke sungaidapat menguramgi oksigen dalam air sehingga menganggukeseimbangan ekosistem.C. Pemeliharaan Sungai dan Danau Pemeliharaan sungai pada dasarnya bertujuan untuk memperta-hankan kapasitas alir dan kapasitas tampung dari semua sistem tata airsungai yang berada di daerah pengaliran sungai seperti sungai, situ,waduk, saluran drainase beserta semua bangunan air yang terdapat padasistem tersebut. Pemeliharaan sungai dibagi dalam dua bagian besar, yang pertamaialah pemeliharaan terhadap bangunan pengendali banjir yaitubangunan yang berfungsi untuk pengaturan aliran air. Pemeliharaanterhadap bangunan pengatur aliran seperti bendung, pintu air, pengaraharus, dan lain-lain dimaksudkan agar bangunan tersebut dapat berfungsidengan baik pada saat diperlukan. Sebagai contoh kasus terjadinya banjirakibat kerusakan pintu air dari pemukiman yang telah diproteksi dengantanggul. Semula tanggul dimaksudkan untuk menghindari limpasan airsungai akan tetapi pada saat banjir justru pintu air tersebut menjadi jalanmasuknya air dari sungai karena tidak dapat berfungsi dengan baik akibatkurangnya pemeliharaan. Pemeliharaan terhadap bangunan pengaturanair perlu dilaksanakan secara rutin agar dapat siap berfungsi pada saatdiperlukan. Pemeliharaan bangunan pengendali banjir dapat dilakukanoleh Dinas yang terkait atau melibatkan partisipasi masyarakat yangberada di daerah permukiman. Kedua, pemeliharaan saluran pengendali banjir atau salurandrainase untuk mempertahankan kapasitas alir dan tampung sungai-sungai dan atau saluran drainase sebagai satu kesatuan sistem denganbangunan pengendali banjir. Seperti yang diuraikan di atas berkurangnyaBab 6 Sungai dan Danau 35
  • 41. kapasitas alur dan tampung disebabkan oleh tumbuhnya pemukiman liardi bantaran sungai, pengendapan sampah, dan sedimen hasil erosi dihilir.D. Rangkuman Pencemaran sungai dapat disebabkan oleh berbagai hal dan dapatmemiliki karakteristik yang berbeda-beda. Limbah industri seperti logamberat, toksik organik, minyak, nutrien dan padatan yang dibuang ke sungaidapat menguramgi oksigen dalam air sehingga menganggu keseim-bangan ekosistem. Pemeliharaan sungai pada dasarnya bertujuan untukmempertahankan kapasitas alir dan kapasitas tampung dari semua sistemtata air sungai yang berada di daerah pengaliran sungai seperti sungai,situ, waduk, saluran drainase beserta semua bangunan air yang terdapatpada sistem tersebut.E. Kasus/Permasalahan Kondisi daerah tangkapan hujan di bagian DAS Brantas hulumemburuk akibat penebangan liar dan pengelolaan lahan yang tidakmengindahkan aspek konservasi tanah. Hal ini menyebabkan peningkatanerosi lahan yang kemudian akan mengakibatkan peningkatan sedimentasidi waduk, berkurangnya volume efektif waduk, kekeringan pada musimkemarau dan terjadinya banjir bandang di musim penghujan, sepertikejadian pada tanggal 3-4 Pebruari 2004, Kali Brantas Hulu mengalamibanjir lumpur yang sangat parah karena hujan deras. Permasalahanpokok lain yang terjadi adalah matinya mata air DAS Brantas, degradasidasar sungai dan penurunan kualitas air akibat pencemaran. Buatkelompok dan coba kalian pikirkan apabila kerusakan DAS Brantastersebut terkadi secara terus-menerus?Bab 6 Sungai dan Danau 36
  • 42. BAB VII TANAH DAN LAHAN Standar Kompetensi: Memahami terjadinya degradasi lahan dan cara mengatasinya. Kompetensi Dasar: Mengidentifikasi penyebab dan cara mengatasi degradasi lahan. Indikator : Siswa dapat mengidentifikasi penyebab dan cara mengatasi degradasi lahan.A. Pendahuluan Tanah sangat vital peranannya bagi semua kehidupan di bumikarena tanah mendukung kehidupan tumbuhan dengan menyediakanhara dan air sekaligus sebagai penopang akar. Struktur tanah yangberongga-rongga juga menjadi tempat yang baik bagi akar untuk bernafasdan tumbuh. Tanah juga menjadi habitat hidup berbagai mikroorganisme.Bagi sebagian besar hewan darat, tanah menjadi lahan untuk hidup danbergerak.Bab 7 Tanah dan Lahan 37
  • 43. B. Degradasi Lahan Degradasi lahan berarti hilangnya fungsi lahan atau berubahnyakualitas dan manfaat dari suatu lahan. Jadi, kerusakan lahan tidak hanyamenyangkut kerusakan pada tanah, tetapi juga sumber daya berupaorganisme yang ada di atas tanah. Degradasi lahan dipengaruhi olehfaktor manusia dan faktor lingkungan. Degradasi lahan yang disebabkanoleh faktor manusia antara lain:1. Penebangan hutan secara terus menerus yang menyebabkan hutan menjadi gundul2. Kerusakan lahan oleh manusia sering didasari oleh kepentingan ekomoni belaka tanpa mementingkan kelestarian lingkungan3. Pertumbuhan penduduk yang tinggi, sehingga membutuhkan lahan untuk permukiman maupun aktivitas pertanian.4. Aktivitas pertanian yang seringkali tidak cocok dengan kondisi lahan. Misalnya aktivitas pertanian yang dilakukan pada lahan dengan kemiringan lereng yang curam, jika pengelolaan lahannya tidak direncanakan dengan baik. Lahan yang curam rawan terhadap erosi, terlebih lagi jika turun hujan5. Sejumlah penduduk miskin atau tidak memiliki lahan, membuka lahan baru di daerah pegunungan. Akibatnya, tumbuhan dan hewan di dalamnya terancam serta tanahnya rawan terhadap erosi.6. Lahan – lahan bekas penambangan bahan galian seringkali dibiarkan begitu saja jika bahan galiannya telah habis sehingga lahan menjadi rusak.7. Reboisasi dan reklamasi yang gagal. Upaya reboisasi hutan yang telah ditebang dan reklamasi lubang/tanah terbuka bekas galian tambang sangat minim hasilnya karena prosesnya memerlukan waktu puluhan tahun dan dananya tidak mencukupi karena banyak disalahgunakan (dikorupsi).8. Lemahnya penegakan hukum. Sudah banyak peraturan perundangan yang telah dibuat berkenaan dengan pengelolaan lingkungan dan khususnya hutan, namun implementasinya di lapangan seakan-akanBab 7 Tanah dan Lahan 38
  • 44. tidak tampak, karena memang faktanya apa yang dilakukan tidak sesuai dengan peraturan yang telah dibuat.9. Kesadaran masyarakat yang rendah. Kesadaran sebagian besar warga masyarakat yang rendah terhadap pentingnya pelestarian lingkungan/hutan merupakan satu hal yang menyebabkan ketidak- pedulian masyarakat atas degradasi lingkungan yang semakin intensif. Rendahnya kesadaran masyarakat ini disebabkan mereka tidak memiliki pengetahuan tentang lingkungan hidup yang memadai. Selain dari faktor manusia, beberapa faktor alam yang dapatmenyebabkan terjadinya degradasi lahan antara sebagai berikut.a) Bencana alam seperti banjir, longsor, badai, gempa atau letusan gunung merapi.b) Iklim, jenis tanah dan kemiringan lereng sangat memengaruhi laju kerusakan lahan.C. Cara Mengatasi Degradasi Lahan Untuk mencegah degradasi lahan, diperlukan upaya yangdilakukan agar keberadaan lahan dapat terus dimanfaatkan denganmemperhatikan kelestarian lingkungan. Upaya–upaya yang dilakukansebagai berikut.a. Lahan–lahan yang tidak cocok untuk pertanian sebaiknya dijadikan sebagai hutan, seperti lereng gunung yang curam atau daerah tanah berkapur yang mudah longsor.b. Lahan–lahan yang kering sebaiknya dibuat teras agar dapat mengurangi aliran di permukaan.c. Daerah yang memiliki curah hujan tinggi seperti Jawa Barat, lahan yang miring tidak hanya dibuat sangkedan, saluran pelepas air perlu dibuat memanjang lereng. Terjunan air perlu diperkuat bambu, batu dan rumput yang akarnya kuat.d. Hindari penyiangan yang bersih di antara tanaman keras. Jika tidak ada pupuk hijau penutup tanah, dapat pula dengan rumput yang tidakBab 7 Tanah dan Lahan 39
  • 45. berbahaya bagi tanaman pokok. Keberadaan tanaman penutup tanah juga menentukan tingkat erosi.e. Melakukan reboisasi terhadap lahan yang sudah kritisf. Tidak membakar hutan pada musim kemarau. Selain dapat menyebabkan degradasi lahan, asap dari kebakaran tersebut juga menimbulkan polusi udara.Upaya lain yang dapat digunakan untuk mengatasi degradasi lahan yaitudengan cara remediasi dan bioremediasi. • Remediasi Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah.Sebelum dilakukan remediasi hal yang perlu diketahui adalah: 1. Jenis perusak atau pencemar (organik/anorganik), terdegredasi/ tidak, berbahaya atau tidak. 2. Berapa banyak zat perusak/pencemar yang telah merusak/ mencemari tanah tersebut. 3. Perbandingan Karbon (C), Nitrogen (N), dan Fosfat (P) 4. Jenis tanah 5. Kondisi tanah (basa, kering) 6. Telah berapa lama zat perusak terendapkan di lokasi tersebut. Ada dua jenis remediasi tanah: a) In situ (on-site) In situ adalah pembersihan di lokasi. Pembersihan ini lebih murah dan lebih mudah, terdiri dari pembersihan, venting (injeksi), dan bioremediasi. b) Ex situ (off site) Ex situ meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. Dari daerah aman, tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar, caranya: Tanah tersebut disimpan di bak/tangki yang kedap Kemudian pembersih dipompakan ke bak/tangki tersebutBab 7 Tanah dan Lahan 40
  • 46. Selanjutnya zat perusak/pencemar dipompakan keluar dari bak yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah. Pembersihan off-site ini jauh lebih mahal dan rumit. • Bioremediasi Bioremediasi adalah proses pembersihan perusakan atau pence-maran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri).Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemarmenjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun (karbondioksidadan air).Empat teknik dasar yang biasanya digunakan dalam bioremediasi: 1. Stimulasi aktivitas mikroorganisme asli (di lokasi tercemar) dengan penambahan nutrient, pengaturan kondisi redoks, optimasi PH, dan sebagainya. 2. Inokulasi (penanaman) mikroorganisme di lokasi tercemar, yaitu mikroorganisme yang memiliki kemampuan biotransformasi khusus. 3. Penerapan immobilized enzymes. 4. Penggunaan tanaman (phyroremediation)Proses bioremediasi harus memperhatikan: temperatur tanah, keter-sediaan air, nutrient (N, P, K), perbandingan C:N kurang dari 30:1 danketersediaan oksigen.D. Rangkuman Degradasi lahan berarti hilangnya fungsi lahan atau berubahnyakualitas dan manfaat dari suatu lahan. Jadi, kerusakan lahan tidak hanyamenyangkut kerusakan pada tanah, tetapi juga sumber daya berupaorganisme yang ada di atas tanah. Degradasi lahan dipengaruhi olehfaktor manusia dan faktor lingkungan. Upaya yang dilakukan agarkeberadaan lahan dapat terus dimanfaatkan dengan memperhatikankelestarian lingkungan antara lain remediasi dan bioremediasi.Bab 7 Tanah dan Lahan 41
  • 47. E. Kasus/Permasalahan Akibat dari pemanfaatan sumberdaya hutan yang tak terkendaliadalah laju kerusakan hutan yang terjadi diperkirakan semakin merajaleladan mengkhawatirkan. Selain itu, akibat konversi kawasan hutanmenyebabkan meluasnya lahan-lahan kritis. Di lain pihak, pelaksanaanrehabilitasi lahan kritis selama ini belum sepenuhnya berhasildilaksanakan, masih banyak kendala yang dihadapi. Pengalamanmembuktikan bahwa pemanfaatan sumberdaya tanah yang dilaksanakanpada masa lalu lebih mengutamakan kepada upaya mengejar perolehandevisa negara, sehingga dalam mengekploitasi sumberdaya alam kurangmemperhatikan kaidah-kaidah pengelolaan sumberdaya alam yangberkelanjutan dan kelestarian lingkungan hidup. Hal ini disebabkan olehrendahnya pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan sumberdaya alam. Bagaimana tindakan kita untuk mengatasi lahan kritis?Bab 7 Tanah dan Lahan 42
  • 48. BAB VIII ENERGI (Sumber: http://geothermal.marin.org/GEOpresentation/images/img121.jpg) Standar Kompetensi: Mengenal dan menerapkan perilaku hemat energi. Kompetensi Dasar: Memberikan contoh perilaku yang dapat menghemat energi. Indikator : 1. Menentukan macam-macam bentuk sumberdaya energi. 2. Menemukan tindakan-tindakan yang dapat menghemat energi.A. Pendahuluan Energi secara umum diartikan sebagai tenaga, kekuatan, atau dayayang dapat menggerakkan atau menggiatkan sesuatu. Energi adalahBab 8 Energi 43
  • 49. suatu bagian yang mendasar di alam semesta. Manusia menggunakanenergi untuk bekerja. Mobil, kereta api, pesawat terbang, becak, manusiadan sebagainya dapat bergerak karena energi. Energi bersama materimerupakan dua unsur fisik di alam semesta yang saling berkaitan. Semuamateri mengandung energi. Jadi energi dapat dikatakan juga sebagaikemampuan untuk melakukan kerja yang menyebabkan suatu peubahan. Energi di alam terdapat dalam berbagai bentuk. Energi cahayamatahari berasal dari reaksi nuklir di matahari dan dipancarkan ke bumi.Energi matahari disebut juga sebagai energi radiasi karena energi tersbutdipancarkan ke bumi. Air yang mengalir dan memutar turbin listriksebenarnya juga melakukan kerja dengan energi potensial. Energipotensial terdapat dalam benda yang mempunyai kedudukan pada jaraktertentu di atas permukaan bumi karena benda itu mengalami tarikan gayaberat bumi. Energi kinetik terdapat dalam benda yang bergerak. Peluruyang ditembakkan dari pistol akan bergerak dengan sangat cepat. Energikinetik dalam peluru yang melesat itu dapat menembus benda yangmenghalanginya. Enegi kimia dapat ditemukan dalam semua benda.Bensin mengandung energi kimia. Energi tersebut dapat dirasakan ketikabensin dalam mesin mobil terbakar. Pembakaran senyawa kimia dalambensin itu dapat menyebabkan mobil bergerak.B. Macam-macam Energi Berdasarkan keragaman sumberdaya energi, secara garis besardapat dibedakan menjadi:1. Sumberdaya energi hayati, pada dasarnya energi hayati merupakan hasil proses fotosintesis yang mengubah energi matahari menjadi energi kimia yang tersimpan dalam makhluk hidup. Energi hayati ini mengalir dan mengalami perubahan dari satu organisme ke organisme lain. Energi hayati masih dapat dibedakan lagi menjadi: a) energi manusia, dalam diri manusia energi tersebut dapat disimpan pada otot atau bagian tubuh lainnya. Penggunaan energi otot sebagian membawa manfaat, olah raga, berjalan, menulis,Bab 8 Energi 44
  • 50. menggambar, berpikir dan bentuk kegiatan lainnya merupakan contoh pemanfaatan energi otot. b) energi hewan, penggunaan utamanya adalah untuk alat trans- portasi dan di pertanian. Hewan yang digunakan untuk transpor adalah sapi, kerbau dan kuda. Sedang hewan yang digunakan dalam pertanian adalah sapi dan kerbau untuk membajak sawah atau ladang. Bentuk energi hewan lain adalah kotoran hewan ternak. Energi yang tersimpan dalam kotoran tersebut dapat diubah menjadi kompos sebagai pupuk dan biogas yang berguna sebagai bahan bakar. Biogas sebagian besar terdiri atas gas metan yang dapat dibakar. Biogas terbentuk dari proses fermentasi oleh bakteri metan. c) biomasa, energi bahan organik yang terkandung dalam tumbuhan, misalnya kayu, ranting, daun, pati, gula dan bagian tubuh tumbuhan lainnya. Kayu merupakan sumber energi yag telah digunakan manusia sejak lama terutama di pedesaan untuk memasak, memanaskan ruangan tempat hidup, mengeringkan atau mengawetkan hasil panen. Gambut merupakan biomasa yang digunakan untuk bahan bakar.2. Sumberdaya energi surya, secara tradisional telah banyak diman- faatkan manusia untuk menjemur pakaian, padi, jagung, kedelai dan lain sebagainya. Pemanfaatan lain oleh manusia adalah untuk pemanasan air, pemanasan ruang, pengeringan hasil pertanian hingga dimanfaatkan untuk pembangkit listrik.3. Sumberdaya energi air, dengan dibuatkan pembangkit tenaga listrik energi potensial air dapat diubah menjadi energi listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Karangkates, Selorejo, Wlingi dan tempat lain di Jawa Timur telah menyumbangkan pemenuhan daya listrik yang dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya di Jawa Timur. Salah satu bentuk PLTA dapat sajikan pada Gambar 8.1.4. Sumberdaya energi Laut, pemanfaatan potensi energi laut masih diteliti dan dikembangkan. Pantai mempunyai area pasang surutBab 8 Energi 45
  • 51. secara periodik. Pada tempat teentu perbedaan tinggi permukaan laut antara pasang dan surut menyimpan potensi energi apabila dimanfaatkan akan dapat menghasilkan energi listrik. Gambar 8.1 Pembangkit Listrik Tenaga Air (Sumber: http://iselantang.files.wordpress.com/2007/10/potensi41.jpg)5. Sumberdaya energi angin, udara yang bergerak karena perbedaan tekanan dan suhu udara menyebabkan terjadinya angin. Ketika melintasi pantai utara Jawa Timur di tambak-tambak akan terlihat kincir angin. Sebagian penduduk menggunakan energi angin dari kincir tersebut untuk memompa air. Energi angin di Indonesia masih memegang peranan utama. Para nelayan memanfaatkan angin untuk menggerakan perahu layar menuju kelaut dalam rangka mencari ikan. Perahu layar untuk tujuan wisata pun memanfaatkan energi angin, seperti tampak pada Gambar 8.2. Kincir angin juga dapat dimanfaat- kan untuk menghasilkan listrik. Sebagai gambaran kincir angin yang dapat mengubah energi angin menjadi energi listrik seperti tampak pada Gambar 8.3.Bab 8 Energi 46
  • 52. Gambar 8.2 Perahu Layar yang Digerakkan oleh Energi Angin (sumber: http://i97.photobucket.com/albums/l212/munawir/pinisi2.jpg) Gambar 8.3 Salah Satu Kincir Angin yang Dapat Digunakan untuk Menghasilkan Energi Listrik(Sumber: http://thebibliothek.files.wordpress.com/2009/10/pitstone-windmill-600px1.jpg)6. Energi bahan fosil, umumnya dapat ditemukan di dalam bumi dan biasa dipakai sebagai sumber bahan bakar minyak (BBM). Bentuk lain energi fosil ini adalah batubara dan gas alam. Indonesia sangat kayaBab 8 Energi 47
  • 53. akan energi fosil ini. Bahan bakar minyak dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk kendaraan bermotor. Batubara, dimanfaatkan untuk energi pembangkit listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Paiton sumber energinya berasal dari batubara. Gas alam telah dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk keperluan rumah tangga dan pembangkit listrik.7. Energi panas bumi, berasal dari aktivitas vulkanisme. Indonesia banyak memiliki gunung berapi yang masih aktif dan menyimpan energi panas. Energi panas bumi ini juga dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik. Kawah Kamojang di Jawa Barat telah dimanfaatkan untuk pembangkit listri tenaga panas (PLTP).8. Energi nuklir, diperoleh dari reaksi kimiawi yang menghasilkan energi. Reaksi kimiawi tersebut pada dasarnya adalah peristiwa penguraian atau penggabungan inti atom. Energi nuklir dapat juga dimanfaatkan untuk sumber pembangkit listrik. Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang sekarang ada menggunakan proses penguraian Uranium. Stasiun tenaga nuklir menggunakan panas dari penguraian inti atom untuk mengasilkan uap yang menggerakkan turbin untuk menghasil- kan listrik.C. Penghematan Energi Penggunaan energi disamping menguntungkan bagi kehidupanmanusia juga menimbulkan dampak negatip. Perkembangan sektor energicenderung membawa konsekuensi pada kualitas lingkungan hidup.Peningkatan konsumsi energi akan meningkatkan beban pencemarlingkungan, terutama yang dilepaskan di udara. Hal ini akan memberisumbangan terhadap efek rumah kaca dan pemanasan global yangsekarang menjadi isu dunia. Aktivitas yang menggunakan energi telahmenimbulkan dampak yang cukup serius. Di kota besar Jakarta, Bandungdan Surabaya dilaporkan bahan buangan pencemar udara sudahtergolong tinggi akibat meningkatnya aktivitas transportasis dan industriyang ada. Jika manusia telah terjebak dalam kemudahan-kemudahanBab 8 Energi 48
  • 54. hidup karena didukung ketersediaan energi yang menjadi sumbertenaganya maka akan terancam oleh kecukupan energi dan hal ini tidakboleh dibiarkan berlarut-larut. Dengan demikian diperlukan tindakan atauaktivitas penghematan energi. Upaya untuk dapat menghemat penggunaan energi perlu segeradilakukan. Beberapa kegiatan yang dapat menghemat energi tersebutadalah:1. Penggunaan alat angkutan umum bila bepergian dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.2. Penggiatan pengembangan sistem transportasi umum yang makin baik secara terus menerus.3. Penggunaan kendaraan yang efisien bahan bakar.4. Penggunaan lampu dan peralatan listrik yang efisien energi baik dilingkugan rumah maupun di kantor-kantor.5. Penggunaan gas sebagai ganti tenaga listrik untuk memanaskan ruang dan memasak air.6. Penggunaan tenaga surya untuk memasak dan memanaskan air.7. Pengembangan dan memanfaatkan sumber energi alternatif, dan lain lain.D. Rangkuman Energi secara umum diartikan sebagai tenaga, kekuatan, atau dayayang dapat menggerakkan atau menggiatkan sesuatu. Beberapa sumber-daya energi meliputi sumberdaya energi hayati terdiri dari energi manusia,hewan, dan biomasa, sumberdaya energi surya, air, laut, angin, fosil,panas bumi dan nuklir. Tindakan hemat energi yang perlu dikembangkanadalah penggunaan alat angkutan umum bila bepergian dan mengurangipenggunaan kendaraan pribadi, penggiatan pengembangan sistemtransportasi umum yang makin baik secara terus menerus, penggunaankendaraan yang efisien bahan bakar, penggunaan lampu dan peralatanlistrik yang efisien energi baik dilingkugan rumah maupun di kantor-kantor,penggunaan gas sebagai ganti tenaga listrik untuk memanaskan ruangBab 8 Energi 49
  • 55. dan memasak air, penggunaan tenaga surya untuk memasak danmemanaskan air, dan pengembangan dan memanfaatkan sumber energialternatif, dan lain lain.E. Kasus/Permasalahan Cuaca cerah sang mentari bersinar terang sehinga cahayanyadapat menerangi di segala sudut ruang kelas atau kantor. Para siswabelajar dalam suasana terang dan para karyawan dapat beraktivitasdengan leluasa karena ruangan dalam keadaan terang. Tetapi lampu-lampu yang memanfaatkan energi listrik dalam ruang-ruang tersebutmenyala. Beberapa alat elektronik dalam keadaan aktif (on) misalnya AChidup, padahal bila tidak menggunakan AC suasana sudah sejuk. Andasebagai siswa di sekolah itu tidak punya kuasa atau wewenang kemudianmelihat keadan terjadinya pemborosan energi, Apa yang perlu andalakukan dan sarankan kepada pihak berwenang di sekolahmu itu?.Bab 8 Energi 50
  • 56. BAB IX HUTAN (Sumber: www.lablink.or.id/Env/Hutan/Forest1.jpg) Standar Kompetensi: Mengenal kerusakan hutan, penyebab kerusakan hutan dan upaya mengatasinya. Kompetensi Dasar: Mengidentifikasi upaya-upaya untuk mencegah/membatasi kerusakan hutan melalui kearifan lokal. Indikator : Siswa dapat mengidentifikasi upaya-upaya untuk mencegah/ membatasi kerusakan hutan melalui kearifan lokal.A. Pendahuluan Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat olehpepohonan dan tumbuhan lainnya. Hutan merupakan sistem penggunaanlahan yang tertutup dan tidak ada campur tangan manusia, masuknyakepentingan manusia secara terbatas seperti pengambilan hasil hutanuntuk subsistem tidak mengganggu hutan dan fungsi hutan. TekananBab 9 Hutan 51
  • 57. penduduk dan tekanan ekonomi yang semakin besar, mengakibatkanpengambilan hasil hutan semakin intensif (penebangan kayu). Penebang-an hutan juga dilakukan untuk kepentingan yang lain, misalnya untukmengubah menjadi ladang pertanian atau perkebunan. Akibat darigangguan-gangguan hutan tersebut akan menyebabkan terjadinyaperubahan fungsi hutan. Perubahan-perubahan tersebut lebih menekan-kan kearah fungsi ekonomi dengan mengabaikan fungsi sosial atau fungsiekologis. Konsep pengelolaan hutan secara bijaksana, harus mengemba-likan fungsi hutan secara menyeluruh (fungsi ekologis, fungsi sosial danfungsi ekonomi) dengan lebih menekankan kepada peran pemerintah,peran masyarakat dan peran swasta. Langkah- langkah yang sinergi darike tiga komponen (pemerintah, masyarakat dan swasta) akan mewujud-kan fungsi hutan secara menyeluruh yang menciptakan pengamanan danpelestarian hutan. Model pengelolaan hutan dalam jangka menengah dan jangkapanjang dilakukan dengan membuat Master Plan Pengelolaan Hutan,yang proses penyusunannya melibatkan semua unsur terkait (Pemerintahdaerah, masyarakat dan perhutani). Master plan pengelolaan hutanpenyusunannya didasarkan pada sistem Social Forestry, dengan harapandapat mewujudkan: pengamanan hutan secara berkesinambungan,menjaga pelestarian hutan dan peran hutan sebagai penyeimbanglingkungan.B. Kerusakan Hutan Kerusakan yang terjadi terhadap salah satu ekosistem dapatmenimbulkan dampak lanjutan bagi aliran antar ekosistem maupunekosistem lain di sekitarnya. Kerusakan hutan dipicu oleh kebutuhanmanusia yang semakin banyak dan berkembang, sehingga terjadi hal-halyang dapat merusak hutan Indonesia Pengelolaan hutan sangat pentingdemi pengawetan maupun pelestariannya karena banyaknya fungsi hutanseperti berikut ini:Bab 9 Hutan 52
  • 58. 1. Mencegah erosi; dengan adanya hutan, air hujan tidak langsung jatuh ke permukaan tanah, dan dapat diserap oleh akar tanaman.2. Sumber ekonomi; melalui penyediaan kayu, getah, bunga, hewan, dan sebagainya.3. Sumber plasma nutfah; keanekaragaman hewan dan tumbuhan di hutan memungkinkan diperolehnya keanekaragaman gen.4. Menjaga keseimbangan air di musim hujan dan musim kemarau. Dengan terbentuknya humus di hutan, tanah menjadi gembur. Tanah yang gembur mampu menahan air hujan sehingga meresap ke dalam tanah, resapan air akan ditahan oleh akar-akar pohon. Dengan demikian, di musim hujan air tidak berlebihan, sedangkan di musim kemarau, danau, sungai, sumur dan sebagainya tidak kekurangan air. Dalam mengeksploitasi sumber daya tumbuhan, khususnya hutan,perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut.1. Tidak melakukan penebangan pohon di hutan dengan semena-mena (tebang habis).2. Penebangan kayu di hutan dilaksanakan dengan terencana dengan sistem tebang pilih (penebangan selektif). Artinya, pohon yang ditebang adalah pohon yang sudah tua dengan ukuran tertentu yang telah ditentukan.3. Cara penebangannya pun harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga tidak merusak pohon-pohon muda di sekitarnya.4. Melakukan reboisasi (reforestasi), yaitu menghutankan kembali hutan yang sudah terlanjur rusak.5. Melaksanakan aforestasi, yaitu menghutankan daerah yang bukan hutan untuk mengganti daerah hutan yang digunakan untuk keperluan lain.6. Mencegah kebakaran hutan.Bab 9 Hutan 53
  • 59. Gambar 9.1 Kerusakan Hutan: a. Penggundulan Hutan; b. Penebangan Liar (Sumber: racheedus.files.wordpress.com/2009/03/hutan) Di bawah ini adalah teknik dan cara yang dapat digunakan untukmenjaga hutan kita tetap terjaga dari tangan-tangan perusak jahat.Perambahan hutan tanpa perencanaan dan etika untuk mencari keun-tungan sebesar-besarnya sangatlah berbahaya karena dapat merusakalam dan habitat serta komunitas hewan yang ada di dalamnya.1) Mencegah cara ladang berpindah/perladangan berpindah-pindah Terkadang para petani tidak mau pusing mengenai kesuburantanah. Mereka akan mencari lahan pertanian baru ketika tanah yangditanami sudah tidak subur lagi tanpa adanya tanggung jawab membiar-kan ladang terbengkalai dan tandus. Sebaiknya lahan pertanian dibuatmenetap dengan menggunakan pupuk untuk menyuburkan tanah yangsudah tidak produktif lagi.2) Waspadalah & hati-hati terhadap api Hindari membakar sampah, membuang puntung rokok, membuatapi unggun, membakar semak, membuang obor, dan lain sebagainyayang dapat menyebabkan kebakaran hutan. Jika menyalakan api di dekatatau di dalam hutan harus diawasi dan dipantau agar tidak terjadi hal-halyang lebih buruk. Kebakaran hutan dapat mengganggu kesehatanmanusia dan hewan di sekitar lokasi kebakaran dan juga tempat yangjauh sekalipun jika asap terbawa angin kencang.3) Reboisasi lahan gundul dan metode tebang pilih Kombinasi kedua teknik adalah sesuatu yang wajib dilakukan olehpara pelilik sertifikan HPH atau Hak Pengelolaan Hutan. Para perusahaanBab 9 Hutan 54
  • 60. penebang pohon harus memilih-milih pohon mana yang sudah cukupumur dan ukuran untuk ditebang. Setelah meneang satu pohon sebaiknyadiikuti dengan penanaman kembali beberapa bibit pohon untuk menggan-tikan pohon yang ditebang tersebut. Lahan yang telah gundul dan rusakkarena berbagai hal juga diusahakan dilaksanakan reboisasi untukmengembalikan pepohonan dan tanaman yang telah hilang.4) Menempatkan penjaga hutan/polisi kehutanan/jagawana Dengan menempatkan satuan pengaman hutan yang jujur danmenggunakan teknologi dan persenjataan lengkap diharapkan mempumenekan maraknya aksi pengrusakan hutan oleh oknum-oknum yangtidak bertanggung jawab. Bagi para pelaku kejahatan hutan diberikansangsi yang tegas dan dihukum seberat-beratnya. Hutan adalah aset/harta suatu bangsa yang sangat berharga yang harus dipertahankankeberadaannya demi anak cucu di masa yang akan datang.Gambar 9.2 Masyarakat yang Mempunyai Kepedulian terhadap Kelestarian Hutan Mangrove, Bergotong Royong Melakukan Reboisasi agar Terhindar dari Aabrasi dan Polusi yang Semakin Meningkat. Pemerintah Indonesia melalui keputusan bersama DepartemenKehutanan dan Departemen Perindustrian dan Perdagangan sejak tahun2001 telah mengeluarkan larangan ekspor kayu bulat (log) dan bahanbaku serpih. Selain itu, Pemerintah juga telah berkomitmen untuk melaku-kan pemberantasan illegal logging dan juga melakukan rehabilitasi hutanmelalui Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GNRHL) yangBab 9 Hutan 55
  • 61. diharapkan di tahun 2008 akan dihutankan kembali areal seluas tiga jutahektar.C. Upaya yang Dilakukan Pemerintah Pemerintah sebagai penanggung jawab terhadap kesejahteraanrakyatnya memiliki tanggung jawab besar dalam upaya memikirkan danmewujudkan terbentuknya pelestarian lingkungan hidup. Hal-hal yangdilakukan pemerintah antara lain:1. Mengeluarkan UU Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960 yang mengatur tentang Tata Guna Tanah.2. Menerbitkan UU No. 23 Tahun 1997, tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.3. Memberlakukan Peraturan Pemerintah RI No. 24 Tahun 1986, tentang AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan).4. Pada tahun 1991, pemerintah membentuk Badan Pengendalian Lingkungan, dengan tujuan pokoknya: a) Menanggulangi kasus pencemaran. b) Mengawasi bahan berbahaya dan beracun (B3). c) Melakukan penilaian analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).5. Pemerintah mencanangkan gerakan menanam sejuta pohon. Berangkat dari kompleksnya faktor penyebab kerusakan hutan diIndonesia dibutuhkan solusi yang cepat dan tepat, untuk menyatukan visidan misi seluruh stakeholders dalam menjaga eksistensi hutan di negaraini. Jeda penebangan hutan atau Moratorium Logging adalah suatumetode pembekuan atau penghentian sementara seluruh aktifitas pene-bangan kayu skala besar (skala industri) untuk sementara waktu tertentusampai sebuah kondisi yang diinginkan tercapai. Lama atau masa diberla-kukannya moratorium biasanya ditentukan oleh berapa lama waktu yangdibutuhkan untuk mencapai kondisi tersebut (Hardiman dalam HutanHancur, Moratorium Manjur).Bab 9 Hutan 56
  • 62. Sebagai langkah awal dalam pencegahan kerusakan hutannasional, metode ini dapat dilaksanakan oleh berbagai pihak. Bentuknyadapat berupa reformasi hutan yang dilaksanakan oleh semua pihak sebgaibentuk partisipasi pemerintah, privat, dan masyarakat dalam melindungihutan dari kerusakan. Moratorium Logging dapat memberikan manfaatbagi semua pihak, berikut adalah gambaran manfaat yang dapat diterimaoleh stakeholders bila jeda penebangan hutan dilaksanakan saat ini: • Pemerintah mendapatkan manfaat berupa jangka waktu dalam melakukan restrukturisasi dan renasionalisasi industri olahan kayu nasional, mengkoreksi over kapasitas yang dihasilkan oleh indsutri kayu, serta mengatur hak-hak pemberdayaan sumber daya hutan, dan melakukan pengawasan illegal logging bersama sector private dan masyarakat. • Private/investor mendapatkan keuntungan dengan meningkatnya harga kayu di pasaran, sumber daya (kayu) kembali terjamin keberadaannya, serta meningkatkan efisiensi pemakaian bahan kayu dan membangun hutan-hutan tanamannya sendiri. • Masyarakat mendapatkan keuntungan dengan kembali hijaunya hutan disekeliling lingkungan tinggal mereka, serta dapat terhindar dari potensi bencana akibat kerusakan hutan.D. Rangkuman Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat olehpepohonan dan tumbuhan lainnya. Kerusakan hutan dipicu olehkebutuhan manusia yang semakin banyak dan berkembang, sehinggaterjadi hal-hal yang dapat merusak hutan Indonesia. Pengelolaan hutansangat penting demi pengawetan maupun pelestariannya karenabanyaknya fungsi hutan. Ada beberapa teknik dan cara yang dapatdigunakan untuk menjaga hutan kita tetap terjaga dari tangan-tanganperusak jahat. Perambahan hutan tanpa perencanaan dan etika untukmencari keuntungan sebesar-besarnya sangatlah berbahaya karenaBab 9 Hutan 57
  • 63. dapat merusak alam dan habitat serta komunitas hewan yang ada didalamnya.E. Kasus/Permasalahan Salah satu penyebab kerusakan hutan di Indonesia adalah Illegallogging (penebangan kayu liar tanpa reboisasi). Lemahnya penegakanhukum di Indonesia merupakan salah satu faktor utama yang turutmemperparah kerusakan hutan Indonesia. Selama ini penegakan hukumyang sudah dilakukan lebih menjangkau para pelaku di lapangan saja.Biasanya mereka adalah pihak yang bekerja sebagai buruh upahan yanguntuk memenuhi kehidupan sehari-harinya. Sementara para pelaku yangsebenranya masih leluasa berkeliaran. Kejahatan seperti kadang melibat-kan aparat yang berwenang seperti polisi hutan dan dinas kehutanan.Bagaimana pendapat kalian terhadap permasalahan ini?Bab 9 Hutan 58
  • 64. BAB X BENCANA ALAM Standar Kompetensi: Memahami bencana alam, penyebab terjadinya bencana alam. Kompetensi Dasar: Mengidentifikasi kegiatan manusia/masyarakat di daerahnya masing- masing yang dapat menimbulkan bencana alam. Indikator: Siswa dapat mengidentifikasi upaya-upaya untuk mencegah/ membatasi kerusakan hutan melalui kearifan lokal.A. Pengantar Bencana alam adalah salah satu bagian peristiwa alam yangmengakibatkan kerugian besar pada kehidupan manusia. Bencana alampada dasarnya disebabkan oleh peristiwa fisik misalnya letusan gunungberapi, gempa bumi, tanah longsor, badai dan aktivitas manusia.Beberapa contoh peristiwa bencana alam yang disebabkan manusiaBab 10 Bencana Alam 59
  • 65. adalah banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, penggundulan hutan, danlain sebagainya. Peristiwa longsor sebenarnya dipicu oleh factor alam danfaktor manusia. Apabila material yang longsor didominasi oleh tanah makapenggundulan huta dan pemotongan bukit menjadi faktor pemicunya.B. Kejadian Bencana Lokal Lumpur lapindo yang terjadi di Sidoarjo Jawa Timur merupakansalah satu bencana alam yang disebabkan manusia. Kejadian bencanaLumpur Lapindo dipicu oleh aktivitas manusia. Kecerobohan pihakpengusaha tertentu dalam memanfaatkan sumberdaya alam rupanyamenjadi pemicu terjadinya bencana tersebut. Meskipun kepastian penye-bab terjadinya masih mejadi perdebatan, sebagian berpendapat kejadianlumpur lapindo merupakan bencana alam murni. Dampak bencana lumpurlapindo mengenai beberapa hal meliputi aspek sosial, ekonomi,keamanan, menghambat kelancaran transportasi, dan sebagainya. Seba-gai gambaran kejadian Lumpur lapindo dapat dilihat pada Gambar 10.1 Gambar 10.1 Sebagian Sudut Tempat Terdampak Lumpur Lapindo Sidoarjo (Sumber: http://www.flickr.com/photos/jrki/242355444/)Bab 10 Bencana Alam 60
  • 66. Kejadian bencana alam akibat aktivitas manusia diantaranya banjir.Faishol Taselan wartawan Media memberitakan bahwa beberapa wilayahJawa Timur dilanda banjir. Tampak dari udara kawasan perindustrian diKabupaten Pasuruan, Jawa Timur, terendam air karena hujan deras diser-tai pasang air laut, kemarin. Peristiwa banjir bandang ini menewaskansatu orang, menggenangi sekitar 25 kecamatan, dan ribuan orangmengungsi, serta memutus jalur transportasi Surabaya-Probolinggo. Banjirdi Pasuruan melanda lima wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Grati,Wanongan, Bangil, Pasuruan Kota, dan Kecamatan Kedung Paron. Sedangkan di Kabupaten Mojokerto, yang dilanda banjir adalahwilayah Kecamatan Sooko, Gondang, Jati Rejo, Trowulan, Jati Anyar, danKecamatan Bangsal. Pantaun Media dari udara bersama tim SampoernaRescue terlihat separuh Kota Pasuruan digenangi air. Jalur lalu lintas dariSurabaya ke Probolinggo terputus, karena ketinggian air mencapai sekitarsatu meter. Kendaraan yang telanjur masuk kota terpaksa berhenti ditengah kota, sedangkan yang belum masuk kota dialihkan ke jalurPandaan untuk menghindari kemacetan. Banjir mulai merendam wilayahtersebut sekitar pukul 03.00 dini hari, setelah hujan deras bersamaandengan pasangnya air laut. Dalam hitungan jam, air langsung mengenangirumah penduduk di lima kecamatan hingga mencapai ketinggian sekitarsatu meter. Warga kemudian berbondong-bondong keluar rumah untukmenyelamatkan harta benda mereka. Bahkan, sedikitnya 1.300 jiwadiungsikan ke jalan dan lapangan yang luput dari bencana itu. Air jugamenggenangi beberapa sekolah, sehingga kegiatan belajar mengajardiliburkan. Sebuah perusahaan, PT Ciel Samsung, juga terpaksa melibur-kan karyawannya karena pabrik terendam banjir. Banjir di KabupatenMojokerto juga menenggelamkan sebagian wilayah itu. Banjir yangmencapai ketinggian sekitar 1,5 meter terjadi akibat jebolnya tanggulSungai Brangkal setelah wilayah tersebut sejak malam diguyur hujanderas. Hujan deras di Kota Malang sejak Selasa (3/2) malam jugamenyebabkan banjir, sehingga ratusan warga yang tinggal di sepanjangBab 10 Bencana Alam 61
  • 67. tepi Sungai Brantas terpaksa mengungsi karena rumah mereka terendam.Akibat bencana ini sedikitnya 200 rumah rusak berat.(http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2004020500314013). Pada tanggal 5 Januari 2010 pukul 13.30 WIB terjadi angin putingbeliung di 3 desa (Desa Cermee, Desa Bercak dan Desa Bercak Asri),Kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Akibatkejadian tersebut sebanyak 18 unit rumah rusak berat dan 227 unit rumahrusak ringan. Korban meninggal dunia sebanyak 1 orang, sedangkankorban luka ringan sebanyak 11 orang. Tidak ada sarana kesehatan yangrusak maupun terjadinya pengungsian.(www.ppk-depkes.org/.../berita/berita.../1697-angin-puting-beliung-di-kabupaten-bondowoso-provinsi-jawa-timur.html) Gambar 10.2 Salah Satu Dampak Akibat Bencana Puting Beliung (Sumber: http://www.beritajatim.com/fotoberita.php?newsid=3210) Tanah longsor juga merupakan salah satu bentuk bencana alamakibat perilaku manusia. Pada tanggal 16 September 2009 pukul 06.00WIB telah terjadi tanah longsor di Desa Taman Ayu Kecamatan Pronojiwo,Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur. Kejadian tersebut tidakmenimbulkan adanya korban meninggal dunia, luka berat maupun hilang.Korban luka ringan sebanyak 3 orang.(www.beritajatim.com/.../Tanah_Longsor_di_Pacitan,_Lsitrik_3_Kecamatan_Padam -)Bab 10 Bencana Alam 62
  • 68. Di Pacitan pada bulan Nopember 2009 juga dilaporkan terjaditanah longsor. Akibat tanah longsor tersebut satu tiang listrik di Desa JatiGunung, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan roboh dan memimpasatu rumah warga dan mengakibatkan pemadaman aliran listrik di tigakecamatan (beritajatim.com). Gambar 10.3 Lokasi yang Menunjukkan Tanah Longsor (Sumber: http://www.cakrabuananews.com/foto_berita/27kelok-9.jpg)C. Kegiatan Manusia Penyebab Terjadinya Bencana Beberapa kegiatan manusia yang dapat menyebabkan terjadinyabencana alam banjir dan tanah longsor teridentifikasi sebagai berikut:1. Menyalahgunakan peruntukan kawasan. Sebagai gambaran nyata bahwa banyak lahan tangkapan air yang kini mengalami pembukaan, sehingga banyak perluasan lahan terbuka. Apabila kita menuju ke Cangar Taman Hutan Soerjo Batu maka pemandangan sepanjang jalan terlihat lahan di bukit sekitar kawasan tersebut sudah beralih fungsi menjadi lahan pertanian.2. Kebiasaan membuang sampah di daerah sungai atau selokan oleh masyarakat. Keberadaan tumpukan sampah di pinggir dan di badan sungai akan mengambat laju air yang mengalir ke selokan dan sungai.Bab 10 Bencana Alam 63
  • 69. 3. Ketidaksesuaian antara kapasitas tampungan sungai dengan limpasan air yang masuk ke sungai menjadi faktor penyebab banjir.4. Keleluasaan pemberian ijin bangunan pada kawasan konservatif, daerah sepadan sungai dan menyalahi tata ruang wilayah atau kota.5. Pembukaan hutan menjadi kawasan hunian. Banyak vila atau bungalow yang dibangun di kawasan lereng yang sangat miring sampai dekat puncak bukit. Kawasan hutan semakin berkurang, jika hal ini dibiarkan maka terjadinya tanah longsor semakin sering. Akibatnya sungai semakin dangkal karena kemasukan lumpur atau tanah longsor dan terjadi banjir. Beberapa pemecahan yang dapat dilakukan untuk mengurangiatau mencegah terjadinya bencana alam banjir dan tanah longsor adalahsebagai berikut:1. mengurangi dilakukannya eksploitasi hutan,2. tindakan yang tegas terhadap pembukaan area untuk kegiatan apapun di kawasan konservasi atau hutan lindung,3. melakukan penghijauan yang intensif pada kawasan hutan maupun di luar kawasan hutan yang teridentifikasi sebagai lahan kritis,4. mengambil tindakan dan sangsi yang tegas terhadap perusahaan yang mengabaikan reklamasi dan revegetasi,5. memperketat pemberian ijin bangunan yang akan didirikan di atas lahan yang tidak sesuai dengan tata ruang wilayah dan ruang kota,6. harus ada sanksi tegas bagi masyarakat yang membuang sampah di sungai-sungai,7. melakukan kampanye besar-besaran pelestarian lingkungan, seperti: a) Penyebaran leaflet himbauan untuk tidak membakar hutan dan lahan, serta pelestarian hutan tropis, b) Penyebaran VCD dampak kerusakan lingkungan terhadap manusia dan lingkungannya.Bab 10 Bencana Alam 64
  • 70. D. Rangkuman Bencana alam adalah salah satu bagian peristiwa alam yangmengakibatkan kerugian besar pada kehidupan manusia. Bencana alamdapat disebabkan adanya aktivitas alam dan manusia. Bencana alambanjir dan tanah longsor pada dasarnya diakibatkan oleh manusia yangtidak memperdulikan kelestarian alam dan lingkungan. Penyebab bencanaalam banjir dan tanah longsor adalah sebagai berikut menyalahgunakanperuntukan kawasan, kebiasaan membuang sampah di daerah sungaiatau selokan, ketidaksesuaian antara kapasitas tampungan sungaidengan limpasan air yang masuk ke sungai, kemudahan memperoleh ijinbangunan pada kawasan konservatif, daerah sepadan sungai danmenyalahi tata ruang wilayah atau kota, dan pembukaan hutan menjadikawasan hunian.E. Kasus/Permasalahan Masih dapat diingat bahwa pada awal desember 2002 terjadibencana banjir lumpur yang melanda Taman Wisata Pemandian PacetMojokerto. Kurang lebih yang menjadi korban tewas sebanyak 29 orang.Banjir lumpur yang datangnya tiba-tiba akan menerjang benda apa sajayang dilalui dengan kekuatan amat dahsyat, sehingga sering memakanbanyak korban baik harta benda maupun jiwa manusia. Berdasarkankasus tersebut coba jelaskan mengapa bencana itu dapat terjadi dankemukakan upaya pencegahannya!Bab 10 Bencana Alam 65
  • 71. DAFTAR PUSTAKAAmarullah A. 2010. Sampah Ancam Kualitas Air di Jatim, (Online), (http://jatim.vivanews.com/news/read/121100- sampah_ancam_kualitas_air_di_jatim, diakses 1 November 2009)Anonimous. 2008. Krisis Air bersih di Indonesia, (Online), (http://mandaazzahra.wordpress.com/2008/06/10/krisis-air-bersih- di-indonesia/, diakses 25 Oktober 2009)Anonimous. 2009. Banyak Sinetron tidak Mendidik, (Online), (http://www.mediaindonesia.com/read/2009/12/18/112259/63/10/Ba nyak-Sinetron-tidak-mendidik, diakses 17 Oktober 2009)Anonimous. 1992. Kualitas Lingkungan Hidup Indonesia 1992: 20 tahun Setelah Stockholm. Jakarta: Kantor Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup, 122 hal.Badan Lingkungan Hidup Jawa Timur. 2009. Kondisi DAS Brantas hulu. (Online), (http://www.blhjatim.net/index.php?option=com_content&view=articl e&id=49:-kondisi-das-brantas-hulu&catid=14:berita&Itemid=31, diakses 20 November 2009)Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Jatim. 2009. Mangrove Mampu Kurangi Dampak Abrasi Laut Dan Pemanasan Global. (Online), (http://www.jatimprov.go.id/index.php?option=com_content&task=vi ew&id=5558&Itemid=1, diakses 1 November 2009)Hadianto, M. A. 2007. Kemiskinan Dalam (Kekayaan) Sumber Daya Alam Indonesia, (Online), (http://ppsdms.org/kemiskinan-dalam- kekayaan-sumber-daya-alam-indonesia.htm, diakses 2 Desember 2009)Kasim, M. 2009. Lingkungan Ekosistem Pesisir. (Online), (http://maruf.wordpress.com/, diakses 2 Desember 2009)Soemarwoto, O. 1994. Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Bandung: Djambatan, 365 hal.Soeriaatmadja, R. E. 1989. Ilmu Lingkungan. Bandung: Penerbit ITB. 133 hal.Soleiman, N. 2004. Pengelolaan Sampah Di Jakarta Dengan Konsep 4R, (Online), (http://rudyct.com/PPS702- ipb/08234/nuraini_soleiman.htm, diakses 2 Desember 2009).Daftar Pustaka 66
  • 72. Suripto, B. A. 1998. Prinsip-Prinsip dan Pengelolaan Sumber Daya Keanekaragaman Hayati di Indonesia. Dirjen Dikti, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 168 hal.Winarno, R, Susilo, H, syamsuri, I, Soebagio, Astima, K. 1997. Lingkungan Hidup Kita. Malang: PKPKLH Lembaga Penelitian IKIP Malang, 302 hal.http://matoa.org/wp-content/uploads/2008/11/tas-dari-sampah-plastik1.jpghttp://gambang.files.wordpress.com/2008/02/sampah.jpghttp://1.bp.blogspot.com/_CHMlH-/siklus+hidrologiwww.imred.org/files/penanaman.jpgvikakura.files.wordpress.com/2009/10/sungaihttp://geothermal.marin.org/GEOpresentation/images/img121.jpghttp://iselantang.files.wordpress.com/2007/10/potensi41.jpghttp://i97.photobucket.com/albums/l212/munawir/pinisi2.jpghttp://thebibliothek.files.wordpress.com/2009/10/pitstone-windmill- 600px1.jpgwww.lablink.or.id/Env/Hutan/Forest1.jpgracheedus.files.wordpress.com/2009/03/hutanhttp://www.flickr.com/photos/jrki/242355444http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2004020500314013www.ppk-depkes.org/.../berita/berita.../1697-angin-puting-beliung-di- kabupaten-bondowoso-provinsi-jawa-timur.htmlhttp://www.beritajatim.com/fotoberita.php?newsid=3210www.beritajatim.com/.../Tanah_Longsor_di_Pacitan,_Lsitrik_3_Kecamatan _PadamDaftar Pustaka 67

×