• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Psikologi komunikator
 

Psikologi komunikator

on

  • 4,530 views

 

Statistics

Views

Total Views
4,530
Views on SlideShare
4,530
Embed Views
0

Actions

Likes
2
Downloads
0
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Psikologi komunikator Psikologi komunikator Presentation Transcript

      • KELOMPOK 9:
      • Rezka Judittya Dian P.
      • Anugrah A.
      • Alifa Zahara
      PSIKOLOGI KOMUNIKASI Komponen Psikologi Komunikator Internalisasi, Identifikasi, Ketundukan (Kredibilitas, Atraksi, Kekuasaan )
    • A. ETHOS
      • Ethos diartikan sebagai sumber kepercayaan (source credibility) , yang ditunjukkan oleh seorang orator (komunikator) bahwa ia memang pakar dalam bidangnya, sehingga oleh karena seorang ahli, maka ia dapat dipercaya. Seorang komunikator yang handal, mau tidak mau harus melengkapi dirinya dengan dimensi ethos ini yang memungkinkan orang lain menjadi percaya.Seperti yang di kemukakan oleh Aristoteles, ethos terdiri dari pikiran baik, akhlak yang baik, dan maksud yang baik (good sense, good moral character, good will).
    • Ketiga dimensi yang dimaksud adalah : kredibilitas, Atraksi, dan Kekuasaan . Sebelum menguraikan ketiga dimensi tersebut, kami akan menjelaskan pengaruh komunikasi kita pada orang lain, yang dikemukakan oleh Herbert C. Kelman.
    • PENGARUH KOMUNIKASI KITA PADA ORANG LAIN BERUPA 3 HAL http://kelman.socialpsychology.org/
      • Internalisasi
      • Identifikasi
      • Ketundukan
    • 1. INTERNALISASI
      • Internalisasi terjadi bila seseorang menerima pengaruh karena perilaku yang dianjurkan itu sesuai dengan sistem nilai yang dimilikinya. Kita menerima gagasan, pikiran, atau anjuran orang lain karena gagasan, pikiran, atau anjuran orang lain itu berguna untuk memecahkan masalah, penting dalam menunjukkan arah, atau dituntut oleh sistem nilai kita. Internalisasi terjadi ketika kita menerima anjuran orang lain atas dasar rasional.
      . Dimensi ethos yang paling relevan dalam hal ini adalah kredibilitas, yaitu keahlian yang dimiliki oleh komunikator atau kepercayaan kita pada komunikator .
    • 2. IDENTIFIKASI
      • Identifikasi terjadi bila individu mencontoh dan mengekspresikan perilaku yang berasal dari orang atau kelompok lain, karena perilaku itu berkaitan dengan hubungan yang mendefinisikan diri secara memuaskan (satisfying self-defining relationship) dengan orang atau kelompok itu.
      • Hubungan yang mendefinisikan diri artinya memperjelas konsep diri. Dalam identifikasi, individu mendefinisikan perannya sesuai dengan peranan orang lain.
      Dimensi ethos yang paling relevan dengan identifikasi ialah atraksi (daya tarik komunikator).
    • 3. KETUNDUKAN (COMPLIANCE)
      • Ketundukan terjadi bila individu menerima pengaruh dari orang atau kelompok lain karena ia berharap memperoleh reaksi yang menyenangkan dari orang atau kelompok lain tersebut. Ia ingin memperoleh ganjaran atau menghindari hukuman dari pihak yang mempengaruhinya.
      • Dalam ketundukan, orang menerima perilaku yang dianjurkan bukan karena mempercayainya, tetapi karena perilaku tersebut membantunya untuk menghasilkan efek sosial yang memuaskan.
      Dimensi ethos yang berkaitan dengan ketundukan ialah kekuasaan.
    • A. I. KREDIBILITAS
      • Kredibilitas adalah seperangkat persepsi komunikasi tantang sifat-sifat komunikator. Dari definisi ini terkandung dua hal, yaitu :
      • Pertama : kredibilitas adalah persepsi komunikasi, jadi tidak inheren dalam diri komunikator.
      • Kedua : kredibilitas berkenaan dengan sifat-sifat komunikator (disebut juga komponen-komponen kredibilitas).
    • Komponen- Komponen Kredibilitas
      • Keahlian , adalah kesan yang di bentuk oleh komunikan tentang kemampuan komunikatordalam hubungannya dengan topik yang dibicarakan. Komunikator yang dinilai tinggipada keahlian, dianggap sebagai cerdas, mampu, ahli, tahu banyak, berpengalaman, atau terlatih,atau sebaliknya yang tidak berpengalaman akan dianggap bodoh,serta tidak terlatih.
      • b. Kepercayaan , adalah kesan komunikan tentang komunikator yang berkaitan dengan wataknya. Apakah komunikator dinilai jujur,tulus, bermoral, adil, sopan,dan etis. Atau komunikator dinilai tidak jujur, penipu, lancung, tidak adil,serta tidak etis.
    • Tokoh lain, Koehler, Annatol, dan Applbaum menambahkan empat komponen kredibilitas , yaitu:
      • Dinamisme: bila komunikator dipandang bergairah, bersemangat, aktif, tegas, dan berani. Lawannya: pasif, ragu-ragu, lesu dan lemah.
      • 2. Sosiabilitas: bila komunikator sebagai seorang yang periang dan sangat bergaul
      • 3. Koorientasi: bila komunikator mewakili kelompok yang kita senangi, yang mewakili nilai-nilai kita.
      • 4. Karisma: bila komunikator menunjukkan sifat luar biasa yang dimilikiya sehingga dapat menarik dan mengendalikan komunika n seperti magnet.
    • B. ATRAKSI (ATTRACTIV E NESS)
      • Atraksi fisik menyebabkan komunikator menarik, dan karena menarik ia memiliki daya persuasive. Tetapi kita juga tertarik pada seseorang karena adanya beberapa kesamaan antara dia dengan kita.
      Karena itulah komunikator yang ingin mempengaruhi orang lain sebaiknya memulai dengan menegaskan kesamaan antara dirinya dengan komunika n . Kita dapat mempersamakan diri kita dengan komunika n dengan menegaskan persamaan dalam kepercayaan, sikap, maksud, dan nilai-nilai sehubungan dengan suatu persoalan.
    • C. KEKUASAAN
      • Kekuasaan menyebabkan seorang komunikator dapat “memaksakan” kehendaknya kepada orang lain, karena ia memiliki sumber daya yang sangat penting (critical resources). Berdasarkan sumber daya yang dimilkinya, French dan Raven menyebutkan jenis-jenis kekuasaan.
      Kekuasaan adalah kemampuan menimbulkan ketundukan. Seperti halnya dengan kredibilitas dan juga atraksi,ketundukan timbul dari antara komunikator dengan komunikan.
      • kekuasaan koersif (coersive power).
      • kekuasaan keahlian (expert power).
      • kekuasaan informasional (informasional power).
      • kekuasaan rujukan (referent power).
      • kekuasaan legal (legitimate power).
      Kekuasaan menyebabkan seorang komunikator dapat “memaksakan” kehendaknya kepada orang lain, karena ia memiliki sumber daya yang sangat penting (critical resources). Berdasarkan sumber daya yang dimilkinya, French dan Raven menyebutkan jenis-jenis kekuasaan. Klasifikasi ini kemudian dimodifikasikan Raven (1974) dan menghasilkan lima jenis kekuasaan :
    •