Rangkuman kesimpulan ekonomi mikro

59,605
-1

Published on

Published in: Education
5 Comments
13 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
59,605
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
1,100
Comments
5
Likes
13
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Rangkuman kesimpulan ekonomi mikro

  1. 1. RANGKUMAN KESIMPULAN <br />BAB EKONOMI MIKRO<br />Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak terlepas dari kegitan ekonomi, dimana suatu aktivitas yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dengan tujuan mencapai kemakmuran. Untuk itu ilmu ekonomi sangat perlu untuk dipelajari. Pengertian dari Ilmu Ekonomi itu sendiri yaitu suatu telaah mengenai individu-individu dan masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya dengan menggunakan sumber daya terbatas sebagai konsekuensi dari adanya kelangkaan (scarcity). ilmu ekonomi ini adalah ilmu yang mempelajari tentang upaya manusia baik secara individu atau masyarakat dalam menentukan sumber daya yang terbatas jumlahnya, untuk memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas.Ilmu ekonomi dibagi menjadi 2 (dua), yakni:<br /><ul><li>Ekonomi Mikro : cabang dari Ilmu Ekonomi yang lebih memfokuskan pada keputusan-keputusan individu baik sektor rumah tangga maupun perusahaan dalam mengalokasikan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya atau ilmu yang mempelajari tentang perilaku ekonomi, individu rumah tangga, perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang, dan jasa yang diperjualbelikan juga kaitannya dalam pengelolaan sumber daya ekonomi secara efektif dan efisien.
  2. 2. Ekonomi Makro : cabang dari Ilmu Ekonomi yang mempelajari tentang perekonomian secara keseluruhan (agregatif). Istilah keseluruhan (agregat) menunjukkan bahwa yang menjadi kajian perhatian dari ekonomi makro adalah variabel-variabel total, seperti pendapatan total, produksi total, konsumsi, tabungan, investasi serta ekspor impor total.
  3. 3. Ekonomi MIkroEkonomi MakroPengertianPengertiancabang dari Ilmu Ekonomi yang lebih memfokuskan pada keputusan-keputusan individu baik sektor rumah tangga maupun perusahaan dalam mengalokasikan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan hidupnyacabang dari Ilmu Ekonomi yang mempelajari tentang perekonomian secara keseluruhan (agregatif). Istilah keseluruhan (agregat) menunjukkan bahwa yang menjadi kajian perhatian dari ekonomi makro adalah variabel-variabel totalRuang LingkupRuang Lingkup Interaksi di Pasar BarangPertemuan permintaan dan penawaran dengan interaksi antara penjual dan pembeli yang akan menentukan harga dan jumlah barangTinkah laku pembeli dan penjualMenjalankan keg. Ekonomi secara rasional yaitu sama-sama memaksimalkan kepuasan dan keuntunganInteraksi di faktor produksiPenentuan tingkat Kegiatan Perekonomian NegaraSejauh mana suatu perekonomian akan menghasilkan barang dan jasaPengeluaran agregatPengeluaran RT, Pemerintah, perusahaan atau investasi, ekspor & imporMengatasi pengangguran dan inflasiMelalui serangkaian kebijakan berupa moneter(kaitannya pengendalian money supply dan tingkat suku bunga) dan fiscal ( perubahan struktur dan jumlah pajak serta pengeluarannya)
  4. 4. Meskipun kajian ekonomi dikelompokkan menjadi dua yakni mikro dan makro, namun pembagian ini tidaklah mutlak. Sebagai contoh bila kita membahas mengenai variabel pendapatan total (agregate), variabel ini akan masuk dalam kelompok makro. Namun sebetulnya pendapatan total adalah penjumlahan dari pendapatan-pendapatan sektor rumah tangga. Demikian pula variabel harga yang menjadi variabel penting dalam kelompok ekonomi mikro, juga dipelajari dalam kelompok ekonomi makro, namun dengan pembahasan yang lebih luas yakni secara keseluruhan (agregatif).
  5. 5. Ekonomi juga tidask lepas dari masalah-masalah ekonomi seperti:
  6. 6. Barang apa yang harus diproduksi dan berapa banyak?
  7. 7. Barang dan jasa yang memberikan manfaat atau kegunaan
  8. 8. Bagaimana cara memproduksinya?
  9. 9. Dengan menggunakan metode dan teknologi. Metode yang dimaksud adalah manajemen (kemampuan produksi dan financial) dan teknologi yang digunakan adalah teknologi yang canggih, efisien dan berskala besar
  10. 10. Untuk siapa barang dan jasa diproduksi?
  11. 11. Keputusan untuk siapa barang dan jasa diproduksi berkaitan dengan konsep yang berdimensi keadilan dan pemerataan
  12. 12. Ada objek dalam setiap kegiatan ekonomi tidak lain yaitu:
  13. 13. Barang
  14. 14. Benda-benda yang berwujud, yang digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya atau untuk menghasilkan benda lain yang akan memenuhi kebutuhan masyarakat.
  15. 15. Barang dibagi menjadi 2 :
  16. 16. Barang Ekonomi (economic good): barang yang mempunyai kegunaan dan sifatnya langka yaitu jumlah yang tersedia lebih sedikit dibandingkan jumlah yang dibutuhkan masyarakat.
  17. 17. Jenis-jenis barang ekonomi:
  18. 18. Berdasarkan segi kepemilikan:
  19. 19. Barang privat, yaitu barang yang kepemilikannya dimiliki seseorang.</li></ul>Barang publik, yaitu barang yang kepemilikannya dimiliki publik,contohnya jalan dan jembatan umum.<br />Berdasarkan segi pemakaian:<br /><ul><li>Barang konsumsi, yaitu barang yang bisa langsung memenuhi kebutuhan, contohnya makanan.</li></ul>Barang produksi, yaitu barang yang digunakan sebagai alat untuk memproduksi barang lain, contohnya mesin.<br />Berdasarkan segi sifat pemakaian:<br />Barang substitusi, yaitu barang yang bisa saling menggantikan pemakaiannya, contohnya beras dengan sagu atau jagung.<br />Barang komplementer, yaitu barang yang pemakaiannya harus secara bersama-sama, contohnya mobil dengan bensin.<br />Berdasarkan segi sifat barang:<br />Barang konkret, yaitu barang yang fisiknya dapat dilihat, contohnya komputer.<br />Barang abstrak, yaitu barang yang secara fisik tidak dapat dilihat contohnya lagu.<br />Berdasarkan proses produksinya:<br /><ul><li>Barang Akhir
  20. 20. Barang Mentah/Barng Modal
  21. 21. Barang Antara
  22. 22. barang bebas adalah barang berguna yang jumlah persediaannya lebih banyak dibandingkan dengan jumlah permintaannya dan tidak diperlukan pengorbanan untuk memperolehnya. Contohnya udara, air sungai, pasir di sungai. Berbeda halnya jika yang dijadikan contoh adalah air PDAM, air ini adalah barang ekonomi, karena persediaan terbatas, tapi permintaan jauh lebih banyak.
  23. 23. Dalam pembahasan teori ekonomi barang bebas tidak masuk pembahasan, hanya barang-barang ekonomilah yang dibahas dalam teori ekonomi ini.
  24. 24. Jasa
  25. 25. Perbuatan atau kegiatan yang ditawarkan produsen ke pihak konsumen yang bermanfaat dan tidak berwujud namun dapat memberikan kepuasan bagi individu, kelompok serta khalayak dalam rangka pemenuhan kebutuhannya.
  26. 26. Tujuan Mempelajari Ekonomi:
  27. 27. Memperbaiki cara berpikir yang membantu dalam pengambilan keputusan
  28. 28. Membantu memahami kebutuhan masyarakat
  29. 29. Membantu memahami masalah-masalah internasional
  30. 30. Bermanfaat dalam membangun masyarakat yang demokrasi</li></ul>Sedangkan Metode dalam Ilmu Ekonomi terdiri dari:<br /><ul><li>Teori Ekonomi: kemampuan member penjelasan dan prediksi atas gejala-gejala yang diamati
  31. 31. Tujuan teori:
  32. 32. Meramalkan, menjelaskan, mengadopsi, menyederhanakan, menggeneralisasikan rincian peristiwa
  33. 33. Unsur-unsur penting dalam teori ekonomi:
  34. 34. Definisi-definisi: menjelaskan variable-variabel
  35. 35. Asumsi (pemisalan): gambaran sederhana dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya
  36. 36. Hipotesis: pernyataan umum bagaimana variabel berhubungan satu sama lain
  37. 37. Estimasi (membuat ramalan): meramalkan keadaan sebagai landasan merumuskan ;angkah-langkah untuk memperbaiki kehidupan perekonomian
  38. 38. Model Ekonomi: pernyataan formal sebuah teori secara verbal, diagramatis dan matematis ukuran dan nilainya dapat berubah dari waktu ke waktu dan dari observasi ke observasi
  39. 39. Contoh Model Ekonomi:
  40. 40. Metode Deduktif (pengambilan keputusan untuk hal-hal khusus dari hal-hal yangbbersifat umum) dan Induktif (kegiatan penelitian ekonomi telah banyak menghasilkan pemahaman-pemahan baru baik dalam ekonomi makro maupun mikro)
  41. 41. Cateris Paribus (kesimpulan yang ditarik berdasarkan asumsi variable-variabel lain dianggap tidak berubah) dan Fallacy of composition (apa yang baik dalam skala kecil belum tentu baik dalam skala besar)
  42. 42. Ekonomi Positif (antara dunia nyata dengan dunia ideal, dipakai sebagai pendekatan dalam kebijakan ekonomi yang dijalankan) dan Ekonomi Normatif ( pandangan subjektif yang dipengaruhi banyak factor/variable mengenai apa yang terjadi tidak seharusnya terjadi)
  43. 43. Dari uraian diatas dapat dilihat bahwa ekonomi merupakan proses yang sangat kompleks itu sebabnya ekonomi dikatakan sebagai Ilmu Sosial.</li></ul>Tinjauan Tentang Ekonomi Pasar<br />Pasar merupakan: institusi/badan atau tempat menjalankan aktifitas jual beli barang dan jasa.<br /><ul><li>Fungsi pasar:
  44. 44. Menentukan harga barangd. Melakukan penjatahan
  45. 45. Mengorganisasi produksie. menyediakan barang dan
  46. 46. Mendistribusikan barang dan jasa jasa untuk masa mendatang
  47. 47. Klasifikasi Pasar:
  48. 48. Pasar persaingan sempurna (perfect competitive market) dimana produksi perusahaan > permintaan konsumen, sehingga mengakibatkan harga jual barang/jasa terjangkau, jumlah output banyak dan rasio output /penduduk maksimal, nyaman dalam konsumsi dan tidak terlalu memerlukan informasi sempurna.
  49. 49. Pasar persaingan tidak sempurna (inperfect competitive market) dimana produksi perusahaan < permintaan konsumen sehingga mengakibatkan harga jual barang/jasa mahal, jumlah output kecil dan rasio output /penduduk tidak terpenuhi, tidak nyaman dalam konsumsi serta kualitas harga dan harga tidak terjamin.
  50. 50. Pasar Monopoli (satu produsen dan tanpa pesaing langsung maupun tidak langsung, nyata maupun tidak nyata). Penyebab terbentuknya: Hambatan teknis (secara teknis) dan hambatan legalitas (seperti UU dan Hak cipta)
  51. 51. Pasar Oligopoly (beberapa perusahaan, memiliki kekuatan besar mempengaruhi pasar). Penyebab terbentuknya: efisiensi skala besar dan kompleksitas manajemen.
  52. 52. SURPLUS DALAM EKONOMI PASAR
  53. 53. Mikro:
  54. 54. Surplus produsen (keuntungan yang diperoleh produsen pada pasar melebihi target yang ingin dicapai)
  55. 55. Surplus konsumen (keuntungan konsumen dimana harga lebih rendah dari yang diperkirakan)
  56. 56. Makro:
  57. 57. Surplus funds/budget (pengalokasian dana dibawah standar dari yang telah ditentukan)
  58. 58. Surplus Trading (ukuran yang telah dicapai oleh para pelaku ekonomi diatas profit yang ditargetkan)
  59. 59. Menurut jenisnya:
  60. 60. Pasar Konsumsi
  61. 61. Pasar Produksi
  62. 62. Menurut jenis barang yang dijual
  63. 63. Pasar Menurut Lokasi
  64. 64. Pasar Menurut Hari
  65. 65. Pasar Menurut Luas Jangkauan
  66. 66. Pasar Lokal
  67. 67. Pasar Nasional
  68. 68. Pasar Internasional
  69. 69. Pasar menurut wujud
  70. 70. Pasar Konkret
  71. 71. Pasar Abstrak
  72. 72. Perlu diketahui dalam kegiatan ekonomi terdapat unsure subjek atau para pelaku ekonomi diaman salah satu kegiatannya adalah mengambil keputusan. Mereka terdiri dari:
  73. 73. Rumah tangga/masyarakat
  74. 74. Perusahaan
  75. 75. Pemerintah
  76. 76. Mekanisme Pasar Permintaan & Penawaran
  77. 77. Faktor-faktor yang mempengaruhi
  78. 78. Permintaan: - Penawaran
  79. 79. Harga barang itu sendiri a. Harga barang itu sendiri
  80. 80. Harga barang lain yang berhubungan b. Harga barang yang terkait
  81. 81. Tingkat pendapatan /kapita c. Harga faktor produksi
  82. 82. Selera d. Biaya produksi
  83. 83. Jumlah penduduk e. Teknologi produksi
  84. 84. Perkiraan harga di masa mendatang f. Jumlah pedagang/penjual
  85. 85. Distribusi pendapatan g. Tujuan perusahaan
  86. 86. Usaha-usaha produsen meningkatkan h. Kebijakan pemerintah
  87. 87. penjualan
  88. 88. Kegagalan Pasar</li></ul>Dalam ekonomi mikro, istilah "kegagalan pasar" tidak berarti bahwa sebuah pasar tidak lagi berfungsi. Malahan, sebuah kegagalan pasar adalah situasi dimana sebuah pasar efisien dalam mengatur produksi atau alokasi barang dan jasa ke konsumen. Hal ini disebabkan karena:<br /><ul><li>Informasi tidak sempurna (incomplete Information)
  89. 89. Daya Monopoli (Monopoly Power)
  90. 90. Eksternalitas (Externality)
  91. 91. Barang Publik (Public Good)
  92. 92. Barang Altruism (Altruism Good)
  93. 93. Keseimbangan Pasar
  94. 94. Qd = QsPermintaan=Penawaran => </li></ul>Top of Form<br />Elastisitas Permintaan dan Penawaran<br />Elastisitas Harga Permintaan<br />Elastisitas harga permintaan mengukur seberapa banyak permintaan barang dan jasa (konsumsi) berubah ketika harganya berubah. Elastisitas permintaan ditunjukkan dalam bentuk prosentase perubahan atas kuantitas yang diminta sebagai akibat dari satu persen perubahan harga<br />empat faktor utama dalam menentukan elastisitas permintaan :<br />Produk Substitusi<br />Presentase pendapatan yang dibelanjakan<br />Produk mewah versus kebutuhan<br />Jangka waktu permintaan dianalisis<br />Koefisien Elastisitas Permintaan<br />Perhitungan koefisien elastisitas permintaan dengan menggunakan metode mid point adalah sebagai berikut :<br />Ed = % perubahan kuantitas diminta / % perubahan harga,<br />atau  <br />Ed=0 (inelastis sempurna)Ed<1 (inelastis)Ed=1 (Uniter elastic)Ed>1 (elastic)Ed∞ tak terhingga elastis sempurnaKeterangan :<br />ED = Elastisitas permintaanQ2 = Kuantitas permintaan setelah perubahanQ1 = Kuantitas permintaan awalP2 = Harga setelah perubahanP1 = Harga awal<br />Elastisitas Harga Penawaran<br />Elastisitas harga penawaran mengukur seberapa banyak penawaran barang dan jasa berubah ketika harganya berubah. Elastistas harga ditunjukkan dalam bentuk prosentase perubahan atas kuantitas yang ditawarkan sebagai akibat dari satu persen perubahan harga.<br />Dua faktor yang sangat penting dalam menentukan elastisitas penawaran, yaitu :<br />1. Kemampuan penjual/produsen merubah jumlah produksi<br />2. Jangka waktu analisis<br /><ul><li>Koefisien Elastisitas Penawaran
  95. 95. Perhitungan koefisien elastisitas permintaan dengan menggunakan metode mid point adalah sebagai berikut :
  96. 96. Es = % perubahan kuantitas penawaran / % perubahan harga,
  97. 97. Es=0 (inelastis sempurna)Es<1 (inelastis)Es=1 (Uniter elastic)Es>1 (elastic)Es∞ tak terhingga elastis sempurnaatau
  98. 98. Keterangan :ES = Elastisitas penawaranQ2 = Kuantitas penawaran setelah perubahanQ1 = Kuantitas penawaran awalP2 = Harga setelah perubahanP1 = Harga awal
  99. 99. TEORI KESEIMBANGAN UMUM DAN KESEJAHTERAAN EKONOMI
  100. 100. 1. Ada dua kriteria general equilibrium/keseimbangan:
  101. 101. a. Efficiency in Exchange / efisiensi pertukaran: Efisiensi pertukaran ( transaksi) menurut alfred pareto bahwa alokasi sumber daya dikatakan efisien bila barang & jasa dalam kondisi keseimbangan melalui mekanisme transaksi yaitu input dan output seimbang.
  102. 102. b. Efficiency in production/ efisiensi produksi: Efficiency in production/efisiensi produksi menurut alfred pareto bahwa produksi dikatakan efisien bila penggunaan faktor-faktor produksi maupun penjualan output (barang & jasa) secara kuantitatif dan kualitatif dapat direalokasi untuk menambah output tanpa mengurangi jumlah produksi.
  103. 103. 2. Kesejahteraan Ekonomi
  104. 104. yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi yaitu :
  105. 105. Efisiensi dan efektifitas sumber daya dalam perekonomian (tenaga kerja,modal & kemampuan kewirauasahaan)
  106. 106. Meningkatkan produktivitas faktor-faktor produksi (SDM) dalam kaitannya dengan pendapatan perkapita
  107. 107. Menekan laju pertumbuhan penduduk karena apabila jumlah penduduk meningkat, pemerataan ekonomi semakin menurun/lambang dan menghambat pertumbuhan ekonomi .
  108. 108. Memberdayakan usaha kecil & menengah/usaha mikro ekonomi , melalui kebijakan pemerintah(kebijakan moneter) dengan pemberian kredit, tingkat bunga yang rendah/terjangkau.
  109. 109. 5.Meningkatkan pendapatan pemerintah dari sektor pajak melalui kebijakan pemerintah (kebijakan fiskal) dengan pemberlakuan pajak tinggi terhadap barang-barang impor dan tempat-tempat hiburan malam.
  110. 110. Tujuan akhir kebijakan ekonomi pemerintah adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat.
  111. 111. Kunci dari peningkatan kesejahteraan rakyat menurut Dorojatun kuncoro jakti ada dua :
  112. 112. Pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan
  113. 113. Stabilitas ekonomi untuk menjaga agar penghasilan masyarakat yang kita upayakan meningkat dan tidak digerogoti oleh kenaikan harga
  114. 114. Teori Ekonomi
  115. 115. Menurut Lipsey (1995) menguraikan tentang etika/cara bagaimana menggunakan sumber daya ekonomi secara efektif, efisien, terjangkau dan mencapai kepuasan maksimum.
  116. 116. Beberapa asumsi-asumsi utama yang mendasari teori perilaku konsumen:
  117. 117. Commodities (benda/jasa yang dikonsumsi untuk memperoleh manfaat/kegunaan)
  118. 118. Utility (manfaat karena mengonsumsi commodity/barang)
  119. 119. Pengetahuan Sempuran/Perfect Knowledge (konsumen memiliki informasi lengkap berkaitan dengan keputusan konsumsinya)
  120. 120. Konsisten Preferensi/transitivity (kemampuan konsumen menyusun prioritas pilihan)
  121. 121. 2 (dua) Komponen teori perilaku konsumen:
  122. 122. Teori Cardinal (kegunaan dapat dihitung secara nominal, contoh berat dengan gram, panjang dengan centi, dsb)
  123. 123. Teori Ordinal (komparasi antara produk yang sejenis)
  124. 124. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen secara internal:
  125. 125. Faktor Sosial (Group, Family Influence, Roles and status)
  126. 126. Faktor Personal (Economic Situation, Lifestyle, Personality and Self Concept, Age and Life Cycle Stage, Occupation)
  127. 127. Faktor Psychological (Motivation, Perception, Learning, Beliefs and Attitude)
  128. 128. Faktor Cultural (Subculture, Social Class)
  129. 129. Teori Produksi & Biaya Produksi
  130. 130. Teori Produksi
  131. 131. Produksi adalah kegiatan untuk menaikkan nilai tambah pada suatu barang melalui penambahan guna bentuk (form utility), guna waktu (time utility), dan guna tempat (place utility)
  132. 132. Bentuk Organisasi Perusahaan dalam Teori Produksi
  133. 133. Perusahaan Perseorangan (hasil produksi tidak terlalu besar)
  134. 134. Firma (dimiliki beberapa orang, modal besar, tanggung jawabbersama)
  135. 135. Perseroan Terbatas (modal besar, pemegang saham adalah pemilikpeusahaan)
  136. 136. Perusahaan Negara (umumnya berbentuk PT, pemiliki saham adalahpemerintah, pengurus perusahaan diatur pemerintah)
  137. 137. Koperasi (koperasi konsumsi, produksi dan koperasi kredit)
  138. 138. Proses produksi =>menghasilkan produk untuk kemudiandipasarkan dengan tujuan memeproleh keuntungan/profit
  139. 139. Klasifikasi Produksi:
  140. 140. Produksi total/total product (banyaknya produk yang dihasilkan dari penggunaan total produksi)
  141. 141. Produksi Marginal/marginal product(tambahan produk karena penambahan factor produksi)
  142. 142. Produksi rata-rata/average product(rata-rata output yang dihasilkan /unit)
  143. 143. Tahap-tahap produksi:
  144. 144. Tahap I, penambahan tenaga kerja meningkatkan produksi totalmaupun produksi rata-rata dengan hasil yang diperoleh dari tenaga kerja > tambahan upah yang dibayarkan
  145. 145. Tahap II, penambahan tenaga kerja akan tetap menambah produksi total sampai mencapai nilai maksimum dengan hasil yang diperoleh = upah tenaga kerja
  146. 146. Tahap III, perusahaan tidak mungkin melanjutkan produksi karena penambahan tenaga kerja justru menurunkan produksi totald engan hasil yang diperoleh perusahaan mengalami kerugian (MV < Nol/negatif
  147. 147. Perkembangan teknologi
  148. 148. Menurut Hicks perkembangan teknologi berdasarkan pengaruhnya terhadap kombinasi penggunaan factor produksi yaitu:
  149. 149. Teknologi Padat Modal/Capital Intensive (kemajuan teknologi dimana porsi penggunaan barang modal lebih besar dibanding tenaga kerja)
  150. 150. Teknologi Padat Karya/Labour Intensive (kemajuan teknologi dimana porsi penggunaan tenaga kerja lebih besar dibanding barang modal)
  151. 151. Fungsi Produksi
  152. 152. Q = f (K, L, R, T)Ket:
  153. 153. Q : jumlah produksi yang dihasilkan
  154. 154. K : Jumlah modal
  155. 155. L : jumlah tenaga kerja
  156. 156. R : kekayaan alam
  157. 157. T : teknologi yang digunakan
  158. 158. Teori produksi dengan faktor produksi variable
  159. 159. Teori produksi sederhana (hubungan antara tingkat produksi suatu barang dengan jumlah tenaga kerja (Faktor produksi lain : tetap)
  160. 160. Produksi sama/Isoquant (gabungan tenaga kerja dan modal yang akan menghasilkan suatu tingkat produksi tertentu)
  161. 161. Hukum hasil lebih yang semakin berkurang/The Law of Deminishing Return (apabila factor produksi diubah jumlahnya (tenaga kerja) terus menerus ditambah sebanyak satu unit, pada mulanya produksi total akan semakin banyak pertambahannya, tapi sesudah mencapai tingkat tertentu produksi tambahan akan semakin berkurang hingga mencapai nilai negatifdan akhirnya mencapai tingkat maksimum menurun
  162. 162. Skala penggunaan Produksi/Return to scale
  163. 163. Skala Hasil Menaik/Increasing Return to Scale (penambahan faktor produksi 1 unit menyebabkan output meningkat lebih dari 1 unit. Karakter skala menaik)
  164. 164. Skala Hasil Konstan/Constant Return to scale (pelipatgandaan faktor produksi menambah output sebanyak 2x lipat, fungsi produksi memiliki karakter skala konstan)
  165. 165. Skala Hasil menurun/Decreasing Return to scale (penambahan 1 unit faktor produksi menyebabkan output berkurang 1 unit, fungsi produksi memiliki karakter skala menurun)
  166. 166. Teori biaya produksi
  167. 167. Konsep biaya:
  168. 168. Biaya tenaga kerja: biaya yang dikeluarkan untuk menggunakan tenaga kerja /orang /satuan waktu, harga tenaga kerja adalah upahnya (perjam atau perhari)
  169. 169. Biaya barang modal:
  170. 170. Akuntan menggunakan konsep historis yaitu berapa besar biaya yang dikeluarkan untuk menggunakan barang modal
  171. 171. Ekonom menggunakan konsep biaya implicit yaitu berapa besar pendapatan yang diperoleh untuk menggunakan barang modal
  172. 172. Biaya kewirausahaan: biaya yang dipakai perusahaan atau personal dengan kombinasi berbagai faktor produksi untuk ditransformasi menjadi output berupa barang dan jasa
  173. 173. - Biaya Produksi jangka pendek:
  174. 174. Biaya total/fixes cost (biaya yang besarnya tidak tergantung pada jumlah produksi
  175. 175. Biaya rata-rata/average cost (biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi 1 unit output biaya rata-rata/biaya total dibagi jumlah output)
  176. 176. Biaya marjinal/marjinal cost (tambahan biaya karena menambah produksi)
  177. 177. Biaya produksi jangka panjang
  178. 178. Teknologi Produksi (salah satu sumber peningkatan efisiensi adalah kemajuan teknologi dapat meningkatkan jumlah dan kualitas produksi)
  179. 179. Manajemen (peningkatan kemampuan manajemen memungkinkan teknologi yang ada lebih diefisiensikan penggunaannya)
  180. 180. Sumber Daya Manusia
  181. 181. MEMAKSIMUMKAN LABA PERUSAHAAN
  182. 182. Ada tiga pendekatan yang dipakai dalam memaksimumkan laba perusahaan:
  183. 183. Pendekatan totalitas/totality approach => Q = FC
  184. 184. (P-v)
  185. 185. Pendekatan rata-rata (average approach) => f = (P-AC).Q
  186. 186. Pendekatan marjinal (marginal approach) => TR = ( TC ).Q
  187. 187. P
  188. 188.

×