Your SlideShare is downloading. ×
MAKALAH MSDM “PERENCANAAN SDM SEBAGAI SENJATA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ORGANISASI” (PT. PATRA TELEKOMUNIKASI)
MAKALAH MSDM “PERENCANAAN SDM SEBAGAI SENJATA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ORGANISASI” (PT. PATRA TELEKOMUNIKASI)
MAKALAH MSDM “PERENCANAAN SDM SEBAGAI SENJATA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ORGANISASI” (PT. PATRA TELEKOMUNIKASI)
MAKALAH MSDM “PERENCANAAN SDM SEBAGAI SENJATA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ORGANISASI” (PT. PATRA TELEKOMUNIKASI)
MAKALAH MSDM “PERENCANAAN SDM SEBAGAI SENJATA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ORGANISASI” (PT. PATRA TELEKOMUNIKASI)
MAKALAH MSDM “PERENCANAAN SDM SEBAGAI SENJATA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ORGANISASI” (PT. PATRA TELEKOMUNIKASI)
MAKALAH MSDM “PERENCANAAN SDM SEBAGAI SENJATA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ORGANISASI” (PT. PATRA TELEKOMUNIKASI)
MAKALAH MSDM “PERENCANAAN SDM SEBAGAI SENJATA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ORGANISASI” (PT. PATRA TELEKOMUNIKASI)
MAKALAH MSDM “PERENCANAAN SDM SEBAGAI SENJATA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ORGANISASI” (PT. PATRA TELEKOMUNIKASI)
MAKALAH MSDM “PERENCANAAN SDM SEBAGAI SENJATA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ORGANISASI” (PT. PATRA TELEKOMUNIKASI)
MAKALAH MSDM “PERENCANAAN SDM SEBAGAI SENJATA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ORGANISASI” (PT. PATRA TELEKOMUNIKASI)
MAKALAH MSDM “PERENCANAAN SDM SEBAGAI SENJATA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ORGANISASI” (PT. PATRA TELEKOMUNIKASI)
MAKALAH MSDM “PERENCANAAN SDM SEBAGAI SENJATA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ORGANISASI” (PT. PATRA TELEKOMUNIKASI)
MAKALAH MSDM “PERENCANAAN SDM SEBAGAI SENJATA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ORGANISASI” (PT. PATRA TELEKOMUNIKASI)
MAKALAH MSDM “PERENCANAAN SDM SEBAGAI SENJATA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ORGANISASI” (PT. PATRA TELEKOMUNIKASI)
MAKALAH MSDM “PERENCANAAN SDM SEBAGAI SENJATA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ORGANISASI” (PT. PATRA TELEKOMUNIKASI)
MAKALAH MSDM “PERENCANAAN SDM SEBAGAI SENJATA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ORGANISASI” (PT. PATRA TELEKOMUNIKASI)
MAKALAH MSDM “PERENCANAAN SDM SEBAGAI SENJATA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ORGANISASI” (PT. PATRA TELEKOMUNIKASI)
MAKALAH MSDM “PERENCANAAN SDM SEBAGAI SENJATA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ORGANISASI” (PT. PATRA TELEKOMUNIKASI)
MAKALAH MSDM “PERENCANAAN SDM SEBAGAI SENJATA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ORGANISASI” (PT. PATRA TELEKOMUNIKASI)
MAKALAH MSDM “PERENCANAAN SDM SEBAGAI SENJATA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ORGANISASI” (PT. PATRA TELEKOMUNIKASI)
MAKALAH MSDM “PERENCANAAN SDM SEBAGAI SENJATA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ORGANISASI” (PT. PATRA TELEKOMUNIKASI)
MAKALAH MSDM “PERENCANAAN SDM SEBAGAI SENJATA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ORGANISASI” (PT. PATRA TELEKOMUNIKASI)
MAKALAH MSDM “PERENCANAAN SDM SEBAGAI SENJATA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ORGANISASI” (PT. PATRA TELEKOMUNIKASI)
MAKALAH MSDM “PERENCANAAN SDM SEBAGAI SENJATA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ORGANISASI” (PT. PATRA TELEKOMUNIKASI)
MAKALAH MSDM “PERENCANAAN SDM SEBAGAI SENJATA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ORGANISASI” (PT. PATRA TELEKOMUNIKASI)
MAKALAH MSDM “PERENCANAAN SDM SEBAGAI SENJATA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ORGANISASI” (PT. PATRA TELEKOMUNIKASI)
MAKALAH MSDM “PERENCANAAN SDM SEBAGAI SENJATA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ORGANISASI” (PT. PATRA TELEKOMUNIKASI)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

MAKALAH MSDM “PERENCANAAN SDM SEBAGAI SENJATA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ORGANISASI” (PT. PATRA TELEKOMUNIKASI)

32,741

Published on

Published in: Education
2 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • i'm good. thankyou. i'm happy you get my profil. but what the suppose you ask me to give you my ID via email.
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • How are you today,
    i hope fine,my name is miss blessing, i saw your profile today at (www.slideshare.net) and i became interested in you i will also like to know more about you, and i will like you to send an email to me so that i can send my photos to you, remember that distance, color or language does not matter but love matters allot in life, am waiting for your reply in my E-mail ID at blessingandrew3@yahoo.com have a nice day yours blessing.
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total Views
32,741
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
719
Comments
2
Likes
3
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. PENUGASAN MAKALAH MSDM“PERENCANAAN SDM SEBAGAI SENJATA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ORGANISASI” (PT. PATRA TELEKOMUNIKASI) Disusun Oleh: Retna Rindayani (201042017) Sri Wahyuni (201042029) Purwadi (201042028) Sumarmi (201042016) Agung Triono (201042031) Sony Sulisdianto (201042019)SEKOLAH TINGGI ILMU MANAJEMEN KOSGORO J A K A R T A
  • 2. BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Lingkungan menuntut perubahan konstan pada sebuah organisasi. Untuk memenuhi tantangan ini, organisasi perlu menjadi dinamis dan mudah beradaptasi. Mereka perlu memiliki orang yang tepat ditempat untuk memenuhi perubahan kebutuhan. Hal ini melibatkan perencanaan tenaga kerja yang mencakup seluruh organisasi. Perencanaan ini memastikan bahwa organisasi dapat mencapai tujuannya tidak hanya sekarang tetapi juga dimasa depan. Perencanaan tenaga kerja melibatkan berpikir ke depan agar sesuai individu dengan keterampilan yang tepat ke dalam berbagai bagian organisasi. Hal ini memungkinkan organisasi untuk fokus dengan kegiatan perekrutan mereka. Ini memberikan perkiraan apakah kebutuhan sekarang dan masa depan dapat dipenuhi oleh staf yang ada. Di mana staf tidak dapat dilatih ulang atau didistribusikan, organisasi menyusun deskripsi pekerjaan untuk memulai proses perekrutan.Manajemen Sumber Daya Manusia Stima Kosgoro |Page 2
  • 3. 1.2 Analisis Internal Perusahaan A. Profil Perusahaan PT. Patra Telekomukasi Indonesia Didirikan Tahun 1995 yang lebih dikenal dengan nama Patrakom, telah tumbuh menjadi sebuah perusahaan terkemuka dibidang penyedia layanan jaringan telekoimunikasi berupa komunikasi data, suara, video, multimedia dan internet. Patrakom telah menyediakan layanan telekomunikasi melalui beberapa lokasi kantornya yang berada di Jakarta, Cibubur, dan Balikpapan. Dan Patrakom terus menyediakan jaringan telekomunikasi berkualitas tinggi dan efisien bagi pelanggan-pelanggannya, pada saat yang bersamaan Patrakom juga tersu mengembangkan layanan-layanan baru dan perspektif baru di dunia telekomuniaksi yang cepat berubah. Patrakom terus memberikan komitmennya untuk mendukung korporasi, perusahaan milik negara berskala nasional serta perusahaan laiinya, dalam mecapai pengembangan jaringan telekomunikasi baik secara nasional maupun regional melalui penyediaan infrastruktur teknologi yang efisien dan sumber daya manusia kompeten dibidangnya dengan tetap menjaga standard tinggi etika dan integritas.Manajemen Sumber Daya Manusia Stima Kosgoro |Page 3
  • 4. B. Sejarah Singkat Media 1990-an salah satu institusi industri perminyakan nasional yang kemudian menjadi pelanggan Patrakom membutuhkan fasilitas telekomunikasi. Tujuannya adalah secara efektif dan efisien memfasilitasi komunikasi antara unit-unit usaha didaerah terpencil dengan kantor pusat, berkaitan dengan pengambilan keputusan dan tindakan yang cepat & tepat dalam melakukan kegiatan eksplorasi, produksi dan distribusi minyak. Beranjak dari kebutuhan tersebut, pada tanggal 28 September 1995 digedung Graha Citra Caraka, Jakarta ditanda tangani Akta Pendirian dan Anggaran Dasar perusahaan PT. Patra Telekomunikasi Indonesia oleh PT. Elnusa, PT. Telkom, PT. Tanjung Mustika dam PT. Indosat. Patrakom didukung oleh perusahaan induk berskala nasional, infrastruktur teknologi yang mencukupi dan sumber daya manusia handal yang memahami kebutuhan pelanggan. Dengan bekal tersebut, Patrakom siap melayani kebutuhan jaringan telekomunikasi tetap maupun bergerak (GSM) sampai ke seluruh Pelosok Nusantara. Kesiapan Kami terbukti dengan diterbitakannya lisensi sebagai berikut: Izin Penyelenggaraan Jaringan Tetap Tertutup PT. Patra Telekomunikasi Indonesia, Keputusan Menteri Perhubungan No. 319 tahun 2002. Izin Penyelenggaraan Jasa Internet, Keputusan Direktur Jendral Pos dan Telekomunikasi No: 39 / Dirjen / 2001.Manajemen Sumber Daya Manusia Stima Kosgoro |Page 4
  • 5. APJT31 (Asosiasi Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi Tetap Tertutup Indonesia). Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia Certifate EN ISO 9001 : 2000 TUV 04100-32412 C. Visi Perusahaan Menjadi perusahaan terkemuka yang melayani kebutuhan telekomunikasi dengan cakupan Nasional, Regional dan Internasional di bidang penyedia jasa jaringan telekomunikasi. D. Misi Perusahaan Menyediakan layanan jaringan dan jasa telekomunikasi berserta nilai tambah yang dapat memberikan kelancaran dan peningkatan bisnis pelanggan, peduli terhadap lingkungan serta didukung oleh sumber daya manusia yang professional dan sehjatera. Dalam rangka membangun profesionalisme dan integritas yang kokoh, Patrakom kerap menjalin dan membina kemitraan yang baik dengan pihak internal dan eksternal perushaan serperti karyawan, pelanggan, pemasok dan pendukung. E. Komitmen Perusahaan Patrakom berkomitmen untuk memberikan layanan yang tepat waktu, harga yang kompetitif dan tingkat gangguan seminim mungkin.Manajemen Sumber Daya Manusia Stima Kosgoro |Page 5
  • 6. BAB II PERMASALAHAN2.1 Rumusan Masalah Untuk memberikan arah, penulis bermaksud membuat suatu perumusan masalah sesuai dengan arah yang menjadi tujuan dan sasaran penulisan dalam makalah ini. Perumusan masalah menurut istilahnya terdiri atas dua kata yaitu rumusan yang berarti ringkasan atau kependekan, dan masalah yang berarti pernyataan yang menunjukkan jarak antara rencana dengan pelaksanaan, antara harapan dengan kenyataan. Perumusan masalah dalam makalah ini berisikan antara lain : 1. Bagaimana deskripsi perencanaan SDM di PT. Patra Telekomunikasi 2. Apasaja yang menjadi tantangan bagi PT. Patra Telekomunikasi 3. Bagaimana cara menghadapi tantangan-tantangan dengan menggunakan perencanaan SDM yang digunakan oleh perusahaan tersebut?2.2 Analisis Pemecahan Masalah Masalah adalah adanya kesenjangan antara das sollen/teori dengan das sein/fakta empriris; antara yang ditetapkan sebagai kebijakan dengan kenyataan implementasi kebijakan. Penulis menemukan beberapa masalah kaitannya tentang MENCAPAI TUJUAN BISNIS MELALUI PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA di PT. Pusaka Internusa Semesta, seperti tertulis pada Rumusan Masalah BAB I Bagian A. UntukManajemen Sumber Daya Manusia Stima Kosgoro |Page 6
  • 7. memecahkan masalah tersebut diatas, penulis menggunakan beberapa teknik, yakni: 1. Curah pendapat (Brainstorming): suatu metode untuk menghasilkan ide gagasan yang banyak mengenai topik tertentu secara kreatif dan efisien 2. Konsensus: teknik pemecahan masalah yang efektif jika mereka yang terlibat memiliki pengetahuan yang relatif sama 3. Teknik Moderasi yang salah satunya adalah penentuan faktor penyebab masalah dan solusinya. Untuk satu masalah tertentu, dapat saja disebabkan oleh beberapa faktor dan membutuhkan beberapa solusi. Jadi tidak berlaku one problem, one cause dan one solution2.3 Maksud dan Tujuan Selain daripada memenuhi tugas terstruktur kelompok mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia sebagai tugas wajib Akhir Semester, maksud dan tujuan makalah ini berdasarkan rumusan masalah diatas adalah sebagai berikut: 1. Mengetahui sistem perencanaan SDM di PT. Patra Telekomunikasi 2. Menganalisis apa yang menjadi tantangan bagi PT. Patra Telekomunikasi 3. Merumuskan rekomendasi dalam menghadapi tantangan perusahaan dengan perencanaan tenaga kerjaManajemen Sumber Daya Manusia Stima Kosgoro |Page 7
  • 8. BAB III TEORI PUSTAKA3.1 Pengertian Perencanaan SDM Para ahli Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) memberikan berbagai macam definisi/pengertian mengenai perencanaan sumber daya manusia, yaitu sebagai brikut: George Milkovich dan Paul C. Nystrom (Dale Yoder, 1981:173) mendefinisikan bahwa: “Perencanaan tenaga kerja adalah proses peramalan, pengembangan, pengimplementasian dan pengontrolan yang menjamin perusahaan mempunyai kesesuaian jumlah pegawai, penempatan pegawai secara benar, waktu yang tepat, yang secara otomatis lebih bermanfaat”. Barry Cushway, 1994:22) mendefinisikan bahwa: “Perencanaan sumber daya manusia adalah Proses yang sistematis dan terus-menerus dalam menganalisis kebutuhan-kebutuhan organisasi akan sumber daya manusia dalam kondisi yang selalu berubah-ubah dan mengembangkan kebijakan personalia yang sesuai dengan rencana jangka panjang organisasi. Hal ini merupakan bagian yang integral dari perencanaan dan anggaran perusahaan karena pembiayaan dan perkiraan sumber daya manusia akan berpengaruh dan dipengaruhi oleh rencana jangka panjang perusahaan”.Manajemen Sumber Daya Manusia Stima Kosgoro |Page 8
  • 9. William F. Glueck, 1982:85) mendefinisikan bahwa: “Human Resource planning is the process by wich management determines how the organization should move from its current (human resource) position to its desired (human resource) position”. James B. Shaw, 1993:90) mendifinisikan bahwa: “Human Resource Planning is the process through which organizational goals, as put fourth in mission statements and business plans, are translated into human resource objectives concerning staffing levels and flow rates, and from these, into an intergrated set of personnel policies and programs. Human resource planning helps to assure that organizations are neither over nor understaffed, that the right employees are placed in the right jobs at the right time, that organizational and environmental change is anticipated and adjusted to with a minimum cost, and that there is direction and coherence to personnel activities”. Dari konsep definisi dan pengertian yang diungkapkan oleh para pakar tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: “Perencanaan SDM (human resource planning) marupakan fungsi pertama dalam manajemen SDM dan sebagai bagian dari fungsi perencanaan strategis organisasi yang didefinisikan sebagai suatu proses sistematis dan berkesinambungan dalam menentukan kebutuhan SDM dimasa depan baik kuantitas maupun kualitas pada waktu yang tepat, dalam jangka panjang guna mengantisipasi perubahan lingkungan dan organisasi serta meminimasi biaya dalam rangka pencapaian tujuan individu dan organisasiManajemen Sumber Daya Manusia Stima Kosgoro |Page 9
  • 10. 3.2 Lingkungan Perencanaan SDM Lingkungan yang berpengaruh terhadap perencanaan SDM antara lain adalah: 1. Lingkungan Demografi Lingkungan Demografi dibentuk oleh beberapa factor seperti: a. Populasi b. Perluasan Tenaga Kerja c. Tenaga Kerja Wanita d. Tingkat Pendidikan yang Lebih Tinggi 2. Lingkungan Ekonomi Bukan merupakan hal yang luar biasa nahwa kondisi ekonomi akan berpengaruh terhadap manajemen SDM tingkat inflasi yang merupakan salah satu fakta nyata dalam kehidupan akan berpengaruh terhadap biaya kepegawaian. Resesi ekonomi akan membatasi praktik- praktik manajemen. 3. Lingkungan Teknologi Perkembangan dan aplikasi teknologi baru akan memiliki dampak yang signifikan terhadap bentuk-bentuk organisasi dan praktik-praktik manajemen. Perubahan teknologi masa depan akan merupakan tantangan lebih lanjut bagi adaptasi, khususnya bagi berbagai aspek kajian perencanaan SDM.Manajemen Sumber Daya Manusia Stima Kosgoro |Page 10
  • 11. 4. Lingkungan Hukum Terjadi peningkatan terhadap praktik-praktik manajemen SDM yang dipengaruhi oleh hukum. Hukum mengenai anti diskriminasi tenaga kerja merupakan salah satu faktor yang berpengaruh secara langsung terhadap perencanaan SDM. 5. Lingkungan Budaya Perubahan lingkungan demografi, ekonomi, hukum dan teknologi akan diikuti dengan perubahan budaya khususnya sikap kerja. Pertumbuhan angkatan kerja juga disebabkan oleh masuknya wanita pekerja yang menunjukkan perubahan sikap terhadap pekerjaan dan aturan seksual, aspirasi karyawan , wanita pekerja dan karir ganda serta pola mobilitas.3.3 Efektivitas Proses Perencanaan SDM Efektivitas perencanaa SDM merupakan suatu proses menganalisis kebutuhan-kebutuhan sumber daya manusia organisasi dalam perubahan kondisi-kondisi dan pengembangan aktivitas-aktivitas yang diperlukan untuk mencapai kepuasan terhadap kebutuhan-kebutuhan tersebut. Pengertian proses perencanaan SDM menurut James W. Walker (1980:11) dibatasi dalam dua tahap, yaitu: tahap peramalan kebutuhan (need forecasting) dan tahap perencanaan program (program planning).Manajemen Sumber Daya Manusia Stima Kosgoro |Page 11
  • 12. 3.4 Tujuan Perencanaan SDM Tujuan perencanaan SDM adalah sebagai berikut: 1. Bagi kepentingan organisasi adalah sebagai berikut: a. Menarik dan mempertahankan jumlah karyawan yang cukup dengan keahlian yang memadai untuk dapat berperan secara efektif dalam mencapai tujuan organisasi b. Menggunakan karyawan secara maksimal. Perencanaan SDM dapat menjadi alat untuk mengevaluasi dampak kebijakan dan tindakan alternatif penggunaan SDM c. Mengantisipasi dan menghadapi perubahan-perubahan tuntutan kerja/perubahan-perubahan sumber daya manusia yang tersedia. Perencanaan SDM meningkatkan proses perencanaan bisnis secara keseluruhan d. Memenuhi kriteria sumber daya manusia dimasa dating yang berasal dari sumber internal. Perencanaan SDM dapat menjadi suatu bentuk perhatian yang besar dari manajemen SDM terhadap berbagai tingkatan manajerial dalam organisasi e. Mengontrol biaya SDM dan mengantisipasi secara efektif bila terdapat biaya karyawan yang baru muncul f. Mengintegrasikan seluruh aktivitas manajemen SDM. Berbagai perbedaan dalam aktivitas SDM harus dapat diintegrasikan untuk mempertinggi nilai SDMManajemen Sumber Daya Manusia Stima Kosgoro |Page 12
  • 13. 2. Bagi kepentingan pribadi karyawan, perencanaan SDM adalah sebagai alat untuk menyusun rencana pengembangan karir pribadi, yaitu: a. Mengetahui mengenai kemampuan pengembangan jenjang karirnya b. Mengetahui mengenai kemampuan apa yang harus dimilikinya untuk menduduki jabatan tertentu c. Mengetahui mengenai waktu terbaik untuk mencapai jenjang karir tersebut 3. Bagi kepentingan negara a. Penentuan struktur serikat pekerja yang ekonomis b. Inventarisasi klasifikasi jabatan c. Penetapan tingkat kepandaian dan keahlian karyawan asing dalam rangka alih teknologi “Program-program penampungan dan pelatihan kerja bagi para penganggur”3.5 Aktivitas-aktivitas Perencanaan SDM Berikut adalah daftar aktivitas-perencanaan SDM yang merupakan bagian pekerjaan dari seorang professional/ahli perencanaan SDM, sebagai berikut: Merumuskan strategi-strategi SDM: Mengusulkan tujuan dan sasaran bagi perencanaan SDM Mengusulkan pendekatan-pendekatan atau strategi-strategiManajemen Sumber Daya Manusia Stima Kosgoro |Page 13
  • 14. Menentukan sumber daya dan persyaratan implementasi yang berhubungan dengan sumber daya Aktivitas-aktivitas professional pribadi: Menjaga agar para manajer/penyelia menginformasikan setiap aktivitas dan hasilnya Menghadiri program-program dan pertemuan-pertemuan eksternal mengenai perencanaan SDM Merancang dan mengembangkan system data dan inventori (penyimpanan) Perancangan dan penggunaan sistem peramalan: Merancang dan mengembangkan system dan teknik-teknik perencanaan SDM Merancang system peramalan Meramalkan kebutuhan-kebutuhan penarikan/penempatan karyawan Mengelola pengembangan karir: Memimpin atau memelihara data penilaian kerja Memelihara rencana-rencana keberhasilan Merancang dan mengembangkan system bagi manajemen karirManajemen Sumber Daya Manusia Stima Kosgoro |Page 14
  • 15. BAB IV PEMBAHASAN DAN INTERPRETASI4.1 Mengetahui sistem perencanaan SDM di PT. Patra Telekomunikasi Perencanaan SDM merupakan bagian yang penting dalam manajemen SDM dan sebagai kontributor pada proses perencanaan strategis organisasi, mengingat perencanaan SDM tidak hanya membantu organisasi dalam menentukan sumber daya manusia yang diperlukan untuk mencapai tujuan, tetapi juga menentukan apa yang benar-benar dapat dicapai dengan sumber daya manusia yang tersedia. Bermula dari perencanaan SDM, kebutuhan staf organisasi berubah terus-menerus. Tanpa perencanaan yang tepat, organisasi dapat menderita kekurangan keterampilan. Sehingga mungkin tidak dapat memberikan pelayanan yang baik karena tidak memiliki staf yang cukup dengan pengalaman yang tepat. Perencanaan tenaga kerja melibatkan perkirakan kebutuhan staf sekarang dan masa depan organisasi. Perlu mempertimbangkan bahwa: karyawan yang ada mungkin pensiun, mengundurkan diri atau dipromosikan teknologi baru dapat mengubah metode kerja dan membutuhkan keahlian yang berbedaManajemen Sumber Daya Manusia Stima Kosgoro |Page 15
  • 16. lebih banyak staf (atau staf dengan keterampilan yang berbeda) mungkin diperlukan untuk memenuhi bisnis baru atau persyaratan operasional. Proses ini membantu PT. Patra Telekomunikasi untuk mengidentifikasi keterampilan apa yang dibutuhkan untuk memberikan tujuan strategisnya serta menilai keterampilan yang tersedia dalam angkatan kerja yang ada dan melihat di mana mungkin ada kesenjangan di masa depan. Berdasarkan hal diatas PT. Patra Telekomunikasi memiliki perencanaan-perencanaan SDM yang dapat dijabarkan sebagai berikut: a. Kerja legislasi PT. Patra Telekomunikasi juga perlu mematuhi undang-undang ketenagakerjaan. Ini mungkin berarti harus mengubah praktek kerja. Sebagai contoh, karyawan sekarang memiliki hak hukum untuk mengajukan permohonan kerja yang fleksibel. Beberapa orang ingin melakukan hal ini ketika mereka pribadi keadaan berubah, seperti ketika mereka memiliki anak yang sangat muda. Mereka dapat merasa sulit untuk bekerja delapan jam sehari standar dalam jam kerja. Jadi, misalnya, mereka mungkin ingin bekerja paruh waktu atau untuk mengatur hari kerja agar sesuai dengan tanggung jawab domestik mereka. Hal ini melibatkan pengusaha mengadaptasi pola kerja sesuai dengan kebutuhan individu. Namun, tidak memungkinkan mereka untuk mempertahankan staf yang dinyatakan mungkin dipaksa untuk mengundurkan diri.Manajemen Sumber Daya Manusia Stima Kosgoro |Page 16
  • 17. b. Rekrutmen Adalah penting bahwa PT. Patra telekomunikasi menarik dan mempertahankan staf berbakat. c. Pemeriksaan PT. Patra Telekomunikasi ingin merekrut orang yang tertarik dalam urusan Komunikasi. Mereka harus tertarik segala hal yang berhubungan dengan sistem telekomunikasi. Namun, mereka bisa datang dari berbagai latar belakang atau masyarakat. Pelamar untuk PT. Patra Telekomunikasi harus menjalani proses pemeriksaan. Adalah penting bahwa kandidat dapat memenuhi persyaratan keamanan yang ketat. d. Kompetensi Kompetensi membantu untuk menggambarkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan organisasi pada setiap tingkat. Mereka menyediakan kerangka kerja yang membantu untuk mengidentifikasi apa tindakan dan perilaku yang diharapkan dari individu di tempat kerja. PT. Patra Telekomunikasi kemudian membuat deskripsi pekerjaan. Ini menyoroti peran kunci dan tanggung jawab untuk setiap posting. Sebagai contoh, ini adalah keterampilan dan pengalaman yang diperlukan untuk posisi Chief Pelaksana Lapangan: a. pengalaman bekerja dengan anggota masyarakat b. pengalaman mengatur dan memprioritaskan beban kerjaManajemen Sumber Daya Manusia Stima Kosgoro |Page 17
  • 18. c. kemampuan untuk berkomunikasi dengan jelas dan ringkas, baik secara lisan dan tertulis d. Kemampuan untuk mengikuti prosedur yang ditetapkan dan pedoman yang ditetapkan e. Mengelola Karir Setelah bekerja dalam PT. Patra Telekomunikasi, masyarakat dianjurkan untuk mengelola karir mereka sendiri. Daripada manajer atau departemen Sumber Daya Manusia mengalokasikan pekerjaan baru untuk individu ketika mereka ingin bergerak ke samping atau menang promosi, orang dapat memilih arah mana yang ingin mereka ambil. f. Job Perkembangan Kesempatan untuk pindah pekerjaan dan peran saklar menyediakan staf dengan berbagai keterampilan dan pengalaman. Hal ini juga memungkinkan staf untuk mengelola jalan mereka sendiri dalam organisasi dan untuk lebih karir mereka melalui promosi.4.2 Menganalisis apa yang menjadi tantangan bagi PT. Patra Telekomunikasi A. Tantangan Organisasi Tantangan organisasi adalah konsentrasi atau masalah internal perusahaan. Seringkali merupakan hasil kekuatan lingkungan karena tidak ada perusahaan yang beroperasi kosong. Manajer biasanya menggunakan lebih banyak kontrol terhadap tantangan organisasiManajemen Sumber Daya Manusia Stima Kosgoro |Page 18
  • 19. dibandingkan tantangan lingkungan. Manajer yang efektif melihat masalah-masalah organisasi dan menanganinya sebelum masalah- masalah tersebut menjadi masalah besar. Adalah perlu bagi perusahaan untuk mengambil tindakan secara proaktif sebelum masalah tidak lagi dapat dikuasai. Ini hanya dapat dilakukan oleh manajer yang mengetahui dengan baik betapa pentingnya isu-isu Sumber daya manusia dan tantangan organisasi. Yang termasuk tantangan organisasi adalah : 1. Posisi Organisasi dalam Bisnis yang Bersaing (Competitive Position) Suatu organisasi akan melebihi pesaingnya jika berhasil menggunakan kombinasi unik antar keahlian dan kemampuan dalam menguasai peluang lingkungan dan meminimalkan ancaman. Kebijakan sumber daya manusia dapat mempengaruhi posisi bersaing organisasi dengan mengendalikan biaya, meningkatkan kualitas dan menciptakan kemampuan khusus. 2. Desentralisasi. Pada struktur organisai tradisional, keputusan-keputusan utama dibuat di tingkat atas dan diimplementasikan pada tingkat yang lebih rendah.Manajemen Sumber Daya Manusia Stima Kosgoro |Page 19
  • 20. 3. Pengurangan Tenaga Kerja Penurunan secara berkala pada tenaga kerja di suatu perusahaan untuk memperbaiki lini bawah, yang disebut downsizing, telah menjadi praktek usaha standar, bahkan diantara perusahaan seperti AT&T, IBM, Kodak dan Xerox. 4. Penyusunan Kembali Organisasi Agar suskes, penyusunan kembali organisasi membutuhkan manajemen yang efektif dari sumber daya manusia. 5. Budaya organisasi Istilah budaya organisasi mengacu pada asumsi dasar dan istilah tersebut mempercayai bahwa budaya tersebut dibagi oleh anggota-anggota organisasi. 6. Teknologi Teknologi berpasangan dengan perkembangan internet, memiliki banyak pengaruh terhadap manajemen sumber daya manusia, khususnya : Perkembangan telekomunikasi, etika penggunaan data yang benar dan penggunaan software yang dapat mengawasi pekerjaan yang dilakukan pegawai di belakang manajernya. 7. Keamanan Internal Sejak serangan terorit pada tanggal 11 September 2001, Amerika Serikat terobsesi dengan keamanan. Ini secara dramatisManajemen Sumber Daya Manusia Stima Kosgoro |Page 20
  • 21. meningkatkan pengawasan terhadap pekerja yang melamar pekerjaan. Banyak perusahaan saat ini memfokuskan perhatian mereka pada bagaimana mendeteksi masalah keamanan yang potensial. 8. Outsourcing Ada perpindahan pekerjaan di dalam perusahaan kepada pihak luar seperti penyedia dan kontraktor, proses ini disebut outsourcing. Tujuannya adalah untuk menghemat uang. B. Tantangan Individu Tantangan individu adalah sebagai berikut : 1. Keserasian antara Pekerja dan Organisasi Penelitian menyatakan bahwa strategi sumber daya manusia memberikan sumbangsih kepada kinerja perusahaan yang paling banyak saat perusahaan tersebut menggunakan strategi-strategi ini untuk menarik dan memelihara jenis karyawan yang terbaik dalam mencocokkan budaya perusahaan dan tujuan-tujuan usaha secara menyeluruh. 2. Tanggung-jawab Ethis dan Sosial Kekhawatiran orang-orang bahwa para pekerja mereka akan berprilaku tidak etis akan meningkat. Maka banyak perusahaan dan organisasi profesional menciptakan kode etik yang menggarisbawahi prinsip-prinsip dan standar-standar pelaksanaanManajemen Sumber Daya Manusia Stima Kosgoro |Page 21
  • 22. pribadi bagi anggota mereka. Celakanya kode-kode ini sering tidak memuaskan harapan-harapan karyawan tentang sikap manajer yang layak. 3. Produktivitas Produktifitas adalah suatu ukuran seberapa banyak nilai karyawan secara individu yang ditambahkan kepada barang atau pelayanan yang organisasi produksi. 4. Pemberdayaan Banyak perusahaan telah mengurangi ketergantungan karyawan pada atasan dan menempatkan lebih banyak tekanan pada kontrol individu selama pekerjaan yang dibutuhkan selesai. Proses ini dinamakan pemberdayaan. 5. Brain Drain Dengan sukses organisasi yang semakin tergantung pada pengetahuan yang dimiliki pegawai khusus, perusahaan menjadi lebih rentan terhadap perpindahan karyawan keluar dari perusahaan (Brain Drain). 6. Rasa Ketidakamanan dalam Bertugas Kebanyakan pekerja tidak dapat mengharapkan tugas tetap dan promosi reguler. Hampir setengah juta pekerjaan di Amerika hilang setiap tahun. Bahkan pada perusahaan yang profitnya paling besar (termasuk Procter & Gamble) kehilangan para pekerjanya. Ketidakamanan pekerjaan bukan hanya fenomena di Amerika.Manajemen Sumber Daya Manusia Stima Kosgoro |Page 22
  • 23. Peningkatan jumlah perusahaan Jepang telah meruntuhkan kebijakan pekerjaan tradisional mereka pada saat ini.4.3 Merumuskan rekomendasi dalam menghadapi tantangan perusahaan dengan perencanaan tenaga kerja A. Tantangan Organisasi 1. Posisi Organisasi dalam Bisnis yang Bersaing (Competitive Position) Posisi Organisasi dalam Bisnis yang Kompetitif Untuk mewujudkan organisasi/perusahaan yang kompetitif , diperlukan berbagai kegiatan MSDM yang dapat meningkatkan kemampuan SDM. Usaha itu dapat dilakukan oleh PT. Patra Telekomunikasi dengan mendesain sistem pemberian ganjaran yang mampu memotivasi berlangsungnya kompetisi prestasi antar para pekerja. 2. Desentralisasi Desentralisasi atau Fleksibilitas Organisasi PT. Patra Telekomunikasi memerlukan pengembangan sistem desentralisasi yang mengutamakan pelimpahan wewenang dan tanggung jawab secara berjenjang. Fleksibilitas juga menyangkut penggunaan tenaga kerja, dengan mengurangi kecenderungan mengangkat pekerja reguler (pekerja tetap). Pengangkatan sebaiknya lebih difokuskan pada penggunaan tenaga kerja temporer (tidak tetap). (Lihat gambar Sistem Organisasi Desentralisasi)Manajemen Sumber Daya Manusia Stima Kosgoro |Page 23
  • 24. 3. Pengurangan Tenaga Kerja Pengurangan Tenaga Kerja Manajemen SDM suatu perusahaan sering dihadapkan dengan keharusan mengurangi secara besar- besaran tenaga kerja, karena berbagai sebab, seperti resessi, berkurangnya aktivitas bisnis, dan lain-lain harus diatasi dengan cara memperbaiki struktur pekerja lini dari tingkat bawah, dengan mendesain kembali proses produksi. Hal ini perlu dipikirkan serta direncanakan bagi PT. Patra Telekomunikasi atau yang lebih dikenal dengan PT. Patrakom, karena pengurangan tenaga kerja bukan perkara mudah melainkan rumit karena melibatkan banyak pihak. 4. Penyusunan kembali organisasi Sangat perlu untuk dilakukan bagi PT. Patra Telekomunikasi pasalnya Tantangan restrukturisasi dianggap sebagai usaha menyesuaikan struktur organisasi/perusahaan karena dilakukan perluasan atau penambahan dan sebaliknya juga pengurangan kegiatan bisnisnya. 5. Budaya Organisasi Perlunya memoles Budaya Organisasi perusahaan yang dapat mewarnai dan menghasilkan perilaku atau kegiatan berbisnis secara operasional, yang tanpa disadari akan menjadi kekuatan yangManajemen Sumber Daya Manusia Stima Kosgoro |Page 24
  • 25. mampu atau tidak mampu menjamin kelangsung eksistensi organisasi/perusahaan. 6. Serikat pekerja Dengan kerjasama, PT. Patra Telekomunikasi setidak-tidaknya harus berusaha agar serikat pekerja tidak menjadi penghambat proses produksi, dengan tidak menempatkanya sebagai lawan. B. Tantangan Individu Segala yang menjadi tantangan individu sejatinya hanya mampu dikontrol oleh individu atau karyawan itu sendiri. Perencanaan- perencanaan untuk masa depan bagi diri sendiri harus dianggap penting, sehingga inisiatif melakukan perencanaan-perencanaan seperti perencanaan aktivitas professional pribadi, perencanaan pengembangan karir, serta perencanaan pencapaian rencana-rencana pun dapat berjalan secara terstruktur dan teratur.Manajemen Sumber Daya Manusia Stima Kosgoro |Page 25
  • 26. BAB V PENUTUP5.1 Kesimpulan Analisis tantangan bagi sebuah perusahaan sangat diperlukan terlebih perusahaan dengan tingkat kompetitif tinggi, hal ini tidak bisa berdiri sendiri namun harus dibarengi dengan perencanaan tenaga kerja yang matang sebagai bentuk tuntutan perubahan pada suatu organisasi. Perencanaan tenaga kerja selain membantu untuk mengidentifikasi pekerjaan dan persyaratan suksesi manajemen juga dapat digunakan sebagai senjata dalam menghadapi tantangan organisasi tidak hanya bagi PT. Patra Telekomunikasi saja namun semua jenis perusahaan didunia. Terlibat dalam proses ini memungkinkan PT. Patra Telekomunikasi dalam memenuhi tujuan untuk mempromosikan kepentingan perusahaan dalam basis bisnis yang mendunia dan terkemuka.5.2 Saran-saran Tidak hanya berhenti pada analisis tantangan dan perencanaan tenaga kerja saja namun PT. Patra Telekomunikasi perlu dilakukan pengawasan dalam hal pengimplementasiannya secara efektif dan transparan.Manajemen Sumber Daya Manusia Stima Kosgoro |Page 26
  • 27. BAB VI LAMPIRAN6.1 Referensi Company Profil Perusahaan PT. Patra Telekomunikasi Indonesia (Patrakom) thn 2010 Sofyandi, Herman. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Graha Ilmu Umar, Husein. 2005. Riset SDM Dalam Organisasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Marihot, Tua E.H. 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Grasindo Helmi, Syafrizal. 2008. Perencanaan Sumber Daya Manusia. http://shelmi.wordpress.com/2008/10/25/perencanaan-sumber-daya- manusia/. Diakses pada tanggal 1 Juni 2012 pukul 20.00 WIB Novyanti, Rika. 2010. Kobsep dan Peran Perencanaan SDM. http://rikanovyanti.wordpress.com/2010/02/18/konsep-dan-peran- perencanaan-sdm/. Diakses pada tanggal 3 Juni 2012 pukul 17.15 WIBManajemen Sumber Daya Manusia Stima Kosgoro |Page 27
  • 28. 6.2 Gambar Gambar Sistem Organisasi Desentralisasi:Manajemen Sumber Daya Manusia Stima Kosgoro |Page 28

×