MINYAK BUMI Industri Pengolahan Bahan Bakar
Proses Penyulingan
Kandungan Utama Minyak Bumi <ul><li>n-parafin (CnH2n+1) </li></ul><ul><li>Isoparafin (CnH2n+2) </li></ul><ul><li>Olefin (C...
Karakteristik Minyak Bumi <ul><li>Sifat Fisik : </li></ul><ul><li>Berat Jenis </li></ul><ul><li>Viskositas </li></ul><ul><...
Proses Hidrokarbon <ul><li>Cracking </li></ul><ul><li>Reforming </li></ul><ul><li>Alkilasi dan Polimerisasi </li></ul><ul>...
. <ul><li>Cracking </li></ul><ul><li>Pemecahan hidrokarbon  besar  menjadi molekul-molekul kecil  </li></ul><ul><li>Pereng...
Sifat Kimia  Minyak  Bumi Unsur Gas bumi (%) Aspal (%) Minyak mentah (%) Karbon 65-80 80-85 82,2-87,1 83-87 Hidrogen 1-25 ...
Pengolahan Minyak Bumi <ul><li>Proses Penyulingan  </li></ul><ul><li>Proses Hidrokarbon </li></ul>
Perengkahan termal <ul><li>Suhu   >400°C  </li></ul><ul><li>n-C 30 H 62     C 8 H 8  +  C 6 H 12  +  C 14 H 28 </li></ul>...
Perengkahan katalitik <ul><li>Katalis SiO 2  dan Al 2 O 3  (bauksit )  </li></ul><ul><li>RCH 2 CH 2 CH=CH 2   +   H +    ...
H y drocracking   <ul><li>Hidrocracking merupakan kombinasi antara perengkahan dan hidrogenasi ,  pada tekanan tinggi. </l...
Reforming <ul><li>proses pengubahan hidrokarbon parafin menjadi aromatik dengan bilangan oktan tinggi   </li></ul><ul><li>...
Alkilasi dan Polimerisasi <ul><li>Alkilasi :  penambahan jumlah atom dalam molekul menjadi    molekul yang lebih panjang d...
Pemurnian <ul><li>Copper sweetening dan doctor treating  </li></ul><ul><li>Acid treatment </li></ul><ul><li>Desulfurizing ...
Pencampuran <ul><li>Pencampuran yang dimaksud adalah   penambahan zat aditif pada bahan bakar </li></ul>
Skema Alat
Dampak Lingkungan <ul><li>Dampak terhadap udara </li></ul><ul><li>Dampak global </li></ul><ul><li>Dampak terhadap tanah </...
BIODIESEL Biodiesel   bahan bakar alternatif untuk  mesin diesel yang diperoleh dari minyak  nabati.  Reaksi pada pembuat...
Metode Dasar Transesterifikasi Metanol + KOH Gliserin  mentah Biodiesel mentah Biodiesel Pemurnian Gliserin Pemurnian  Gli...
Pembuatan Biodiesel <ul><li>3 L minyak kedelai </li></ul><ul><li>- dimasukkan dalam reaktor spheric </li></ul><ul><li>+ Et...
Pengukuran Natrium Hidroksida
Pencampuran Minyak Nabati dan Alkohol
Proses Pemanasan Minyak Nabati
Pencampuran Bahan
Campuran Terpisah
Tangki Penyimpanan
Emisi Biodiesel <ul><li>Uji emisi biodiesel </li></ul><ul><li>Biodiesel telah memenuhi evaluasi komplit uji emisi terhadap...
Emisi Biodiesel Tabel 1 .  Acuan EPA tentang emisi rata-rata bahan bakar biodiesel
Emisi Biodiesel <ul><li>Perbandingan emisi CO2 dari biodiesel  dan bahan bakar solar </li></ul><ul><li>Sumber CO2 yang pal...
Uji Emisi <ul><li>Solar menghasilkan 86,54% CO2  dari total kesuluruhan CO2 hasil pembakaran bahan bakar, sedangkan biodie...
Emisi Biodiesel <ul><li>Tabel 2.  emisi co2 dari biodiesel dan bahan bakar solar </li></ul>
Emisi Biodiesel <ul><li>Gambar 5. Emisi B100 dan B20 dibandingkan dengan emisi  solar </li></ul>
Nilai angka cetan, besar pembakaran dan viskositas pada beberapa bahan bakar
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Bbm ho

1,426

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,426
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
129
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bbm ho

  1. 1. MINYAK BUMI Industri Pengolahan Bahan Bakar
  2. 2. Proses Penyulingan
  3. 3. Kandungan Utama Minyak Bumi <ul><li>n-parafin (CnH2n+1) </li></ul><ul><li>Isoparafin (CnH2n+2) </li></ul><ul><li>Olefin (CnH2n) </li></ul><ul><li>Aromatik (CnH2n-6) </li></ul><ul><li>Nafthena (CnH2n) </li></ul><ul><li>Senyawa belerang </li></ul>
  4. 4. Karakteristik Minyak Bumi <ul><li>Sifat Fisik : </li></ul><ul><li>Berat Jenis </li></ul><ul><li>Viskositas </li></ul><ul><li>Titik didih dan Titik nyala </li></ul><ul><li>Titik tuang (Pour point) </li></ul><ul><li>Warna </li></ul><ul><li>Bau </li></ul><ul><li>Fluorosensu </li></ul><ul><li>Rentang pendidihan atau destilasi </li></ul><ul><li>Aktifitas Optik </li></ul><ul><li>Nilai Kalori </li></ul>
  5. 5. Proses Hidrokarbon <ul><li>Cracking </li></ul><ul><li>Reforming </li></ul><ul><li>Alkilasi dan Polimerisasi </li></ul><ul><li>Pemurnian </li></ul><ul><li>Pencampuran </li></ul>
  6. 6. . <ul><li>Cracking </li></ul><ul><li>Pemecahan hidrokarbon besar menjadi molekul-molekul kecil </li></ul><ul><li>Perengkahan Termal </li></ul><ul><li>Perengkahan katalik </li></ul><ul><li>Hidrocracking </li></ul>
  7. 7. Sifat Kimia Minyak Bumi Unsur Gas bumi (%) Aspal (%) Minyak mentah (%) Karbon 65-80 80-85 82,2-87,1 83-87 Hidrogen 1-25 8,5-11 11,7-14,7 11-25 Belerang 0-0,2 2-8 0,1-5,5 0-6 Nitrogen 1-15 0-2 0,1-1,5 0-0,7 Oksigen - - 0,1-4,5 0-0,5 Logam - - - 0-0,1
  8. 8. Pengolahan Minyak Bumi <ul><li>Proses Penyulingan </li></ul><ul><li>Proses Hidrokarbon </li></ul>
  9. 9. Perengkahan termal <ul><li>Suhu >400°C </li></ul><ul><li>n-C 30 H 62  C 8 H 8 + C 6 H 12 + C 14 H 28 </li></ul><ul><li>n-C 30 H 62  C 7 H 16 + C 9 H 18 + C 4 H 8 + C 10 H 20 </li></ul>
  10. 10. Perengkahan katalitik <ul><li>Katalis SiO 2 dan Al 2 O 3 (bauksit ) </li></ul><ul><li>RCH 2 CH 2 CH=CH 2 + H +  RCH 2 CH 2 C + HCH 3 </li></ul><ul><li>RCH 2 CH 2 CH 2 CH 3  H - + RCH 2 CH 2 C + HCH 3 </li></ul>
  11. 11. H y drocracking <ul><li>Hidrocracking merupakan kombinasi antara perengkahan dan hidrogenasi , pada tekanan tinggi. </li></ul><ul><li>Keuntungannya : </li></ul><ul><li>B elerang yang terkandung dalam minyak diubah menjadi hidrogen sulfida yang kemudian dipisahkan. </li></ul>
  12. 12. Reforming <ul><li>proses pengubahan hidrokarbon parafin menjadi aromatik dengan bilangan oktan tinggi </li></ul><ul><li>K atalis molibdenum oksida dalam Al 2 O 3 atau platina </li></ul><ul><li>H 3 CH 2 -CH 2 -CH 2 -CH 2 -CH 2 -CH 3 C 6 H 6 + H 2 </li></ul>
  13. 13. Alkilasi dan Polimerisasi <ul><li>Alkilasi : penambahan jumlah atom dalam molekul menjadi molekul yang lebih panjang dan bercabang </li></ul><ul><li>K atalis H 2 SO 4 , HCl, AlCl 3 </li></ul><ul><li>RH + CH 2 = CR’R’’  R-CH 2 -CHR’R” </li></ul><ul><li>Polimerisasi : penggabungan molekul-molekul kecil (gas) dengan rantai karbon kurang dari lima menjadi molekul-molekul </li></ul><ul><li>yang lebih besar. </li></ul><ul><li>C m H 2n  C m +n H 2(m+n) </li></ul>
  14. 14. Pemurnian <ul><li>Copper sweetening dan doctor treating </li></ul><ul><li>Acid treatment </li></ul><ul><li>Desulfurizing </li></ul><ul><li>Dewaxing </li></ul><ul><li>Deasphalting </li></ul>
  15. 15. Pencampuran <ul><li>Pencampuran yang dimaksud adalah penambahan zat aditif pada bahan bakar </li></ul>
  16. 16. Skema Alat
  17. 17. Dampak Lingkungan <ul><li>Dampak terhadap udara </li></ul><ul><li>Dampak global </li></ul><ul><li>Dampak terhadap tanah </li></ul><ul><li>Dampak terhadap air dan laut </li></ul>
  18. 18. BIODIESEL Biodiesel  bahan bakar alternatif untuk mesin diesel yang diperoleh dari minyak nabati. Reaksi pada pembuatan biodiesel :
  19. 19. Metode Dasar Transesterifikasi Metanol + KOH Gliserin mentah Biodiesel mentah Biodiesel Pemurnian Gliserin Pemurnian Gliserin Pemurnian metanol Transesterifikasi Minyak Nabati
  20. 20. Pembuatan Biodiesel <ul><li>3 L minyak kedelai </li></ul><ul><li>- dimasukkan dalam reaktor spheric </li></ul><ul><li>+ Etanol anhidrous dan NaOH {100:1 (g/g)} </li></ul><ul><li>- dibiarkan selama 5 menit </li></ul><ul><li>Ester </li></ul><ul><li>+ 7,5% gliserin dari berat minyak </li></ul><ul><li>Fasa atas Fasa bawah </li></ul><ul><li> - dicuci dengan larutan - didestilasi vakum pada 80 o C </li></ul><ul><li> 1,5 L aquades 90 o C </li></ul><ul><li> dan HCl 0,5% (v/v) </li></ul><ul><li> - dicuci dengan air Etanol </li></ul><ul><li> - disaring dengan natrium </li></ul><ul><li> sulfat </li></ul><ul><li>Etil ester </li></ul>
  21. 21. Pengukuran Natrium Hidroksida
  22. 22. Pencampuran Minyak Nabati dan Alkohol
  23. 23. Proses Pemanasan Minyak Nabati
  24. 24. Pencampuran Bahan
  25. 25. Campuran Terpisah
  26. 26. Tangki Penyimpanan
  27. 27. Emisi Biodiesel <ul><li>Uji emisi biodiesel </li></ul><ul><li>Biodiesel telah memenuhi evaluasi komplit uji emisi terhadap efek kesehatan yang disampaikan oleh EPA ( Environmental Protection Agency ) dibawah pengawasan CAAC ( Clean Air Act Section ). Program ini menguji zat aditif pada bahan bakar dan bahan bakar itu sendiri. </li></ul><ul><li>. </li></ul>
  28. 28. Emisi Biodiesel Tabel 1 . Acuan EPA tentang emisi rata-rata bahan bakar biodiesel
  29. 29. Emisi Biodiesel <ul><li>Perbandingan emisi CO2 dari biodiesel dan bahan bakar solar </li></ul><ul><li>Sumber CO2 yang paling dominan pada emisi bahan bakar solar maupun biodiesel dihasilkan dari bus. Solar menghasilkan 86,54% CO2 dari total kesuluruhan CO2 hasil pembakaran bahan bakar, sedangkan biodiesel menghasilkan 84.43%. Pada tabel dibawah menunjukkan emisi CO2 dari B100 sebesar 78,45% lebih rendah dibandingkan dengan bahan bakar solar </li></ul>
  30. 30. Uji Emisi <ul><li>Solar menghasilkan 86,54% CO2 dari total kesuluruhan CO2 hasil pembakaran bahan bakar, sedangkan biodiesel menghasilkan 84.43%. </li></ul><ul><li>Penggunaan B100 sebagai pengganti bahan bakar solar dapat menghemat solar sebesar 95%. </li></ul><ul><li>Emisi partikulat total (TPM) dari B100 adalah sebesar 32.41%, hasil tersebut lebih endah daripada bahan bakar solar. </li></ul><ul><li>Emisi yang dihasilkan pada PM10 dengan penggunaan biodiesel B100 pada bahan bakar bus 68% lebih kecil daripada bahan bakar solar. </li></ul><ul><li>Emisi CH4 untuk B100 memiliki kadar lebih rendah sebesar 2,57%, sedangkan untuk B20 lebih rendah 0,51% dibandingkan dengan bahan bakar solar. </li></ul><ul><li>Untuk SOx, Biodiesel memiliki kadar yang lebih rendah 8,03% untuk B100 dan 1,61% untuk B20 dibandingkan dengan bahan bakar solar . </li></ul><ul><li>Dari data-data yang sudah ada biodiesel memiliki kelebihan yang signifikan dibandingkan dengan solar, antara lain; angka setan yang lebih tinggi, kandungan nol sulfur, dan nilai flashpoint yang lebih rendah . </li></ul>
  31. 31. Emisi Biodiesel <ul><li>Tabel 2. emisi co2 dari biodiesel dan bahan bakar solar </li></ul>
  32. 32. Emisi Biodiesel <ul><li>Gambar 5. Emisi B100 dan B20 dibandingkan dengan emisi solar </li></ul>
  33. 33. Nilai angka cetan, besar pembakaran dan viskositas pada beberapa bahan bakar
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×