Perkembangan perbankan di indonesia

14,220 views
13,913 views

Published on

Published in: Economy & Finance
1 Comment
3 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
14,220
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
181
Comments
1
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Perkembangan perbankan di indonesia

  1. 1. Assalamu AlaikumWarahmatullahi Wabarakatuh
  2. 2. Kelompok II Nama NPM Ilham Supra Yogi  1005170006 M. Ridwansyah Tarigan  1005170014 Rio Dwitra Marfiza  1005170033 Doni Suhendro  1005170034 Ahmad Mustopa  1005170042 Nasution
  3. 3. Perkembangan Perbankan di IndonesiaSetelah Indonesia merdeka pada bulan Agustus1945, sebagian besar bank di Indonesia adalahberasal dari lembaga keuangan Belanda yang telahberoperasi antara dua hingga tiga dekade diIndonesia. Lembaga-lembaga tersebut digunakanuntuk mengeksploitasi Indonesia bagi keuntunganBelanda VOC (Verenigde Oost-IndischeCompagnie). Bank-bank Indonesia sendiri barumulai didirikan pada tahun 50-an dengan adanyaketentuan pemerintah pada saat itu, untukmenasionalisasikan dan menyita ratusan parusahaanmaupun lembaga keuangan milik Belanda ataunegara-negara sekutu.
  4. 4. Komite Ekonomi saat itu, Dekon, yang terdiri dari kaumintelektual Indonesia dengan latar belakang pendidikanBelanda - memulai industri perbankan pada tahun 50andengan satu bank sentral (juga berfungsi sebagai bankkomersial), empat bank komersial yang semuanya adalah hasilnasionalisasi bank Belanda, 100 bank swasta kecil dan empatbank asing – untuk memfasilitasi perdagangan.Tujuan industri perbankan pada saat itu adalah untukmemfasilitasi perdagangan internasional dan membiayaiproyek-proyek pemerintah termasuk pengembanganinsfrastuktur dan industri.Pada tahun 1968, Bank Indonesia selaku banksentral, memberhentikan fungsi komersialnya dan secarapenuh beroperasi sebagai bank sentral termasuk:o Mengawasi industri perbankano Berperan sebagai fasilitator pembayarano Mengatur industri perbankano Menjaga kestabilan keuangan melalui pengontrolan yang lebih baik atas persediaan uang.
  5. 5. Saat itu bank-bank swasta dan bank-bank joint venture mulai bermunculan.Pada waktu itu bank-bank swasta utama mendapat fasilitaskhusus dari pemerintah sebagai ganti pembiayaan atas merekapada berbagai proyek di sektor ekonomi.Sebaliknya bank pemerintah hanyalah merupakan kepanjanganpemerintah untuk mendistribusikan dana pemerintah tanpaperlu berlaku efisien, efektif dan kompetitif secarastrategis. Adanya dualisme dalam tujuan telah memperlemahindustri perbankan Indonesia secara umum mengingat bahwaseluruh bank pemerintah mengontrol lebih dari 80 persenkredit yang didistribusikan kepada pasar.Pemikiran seperti ini menjadi masalah biasa pada bank-bankpemerintah hingga krisis yang terjadi di Asia pada tahun 1997.Bahkan hingga kini saat kebanyakan dari mereka masihmenjalankan restrukturisasi dan reorientasi besar-besaran.
  6. 6. Jatuhnya Industri Perbankan IndonesiaJatuhnya industri perbankan Indonesia secara garis besaradalah karena dikeluarkannya Paket Deregulasi SektorKeuangan 27 October 1988 (PAKTO 88), dan krisismoneter hanya merupakan pencetus yang mempercepatjatuhnya sektor perbankan. Dengan dikeluarkannyaPAKTO 88, jumlah bank dan kantor cabang meningkattajam antara tahun 1989 dan 1990. Jumlah bankkomersial naik 50 persen dari 111 bank pada Maret 1989menjadi 176 bank pada Maret 1991.
  7. 7. Untuk menarik investor asing agar menghasilkan bisnis yangmenguntungkan, pemerintah mengizinkan pendirian bank jointventure.Peraturan yang baru sangat efektif:o Jumlah bank komersial lokal meningkat dari 63 tahun 1988 menjadi 144 tahun 1997o Jumlah kantor cabang naik dari 559 tahun 1988 menjadi 4.150 tahun 1997o Jumlah bank asing, termasuk bank joint venture, tumbuh dari 11 tahun 1988 menjadi 44 tahun 1997, dengan jumlah kantor cabang meningkat dari 21 menjadi 90 di tahun yang sama.o Bank Pemerintah meningkat dari 815 tahun 1988 menjadi 1,527 tahun 1997.Banyak bank lokal yang didirikan sebagai bagian dari kelompokperusahaan besar.Bank-bank tersebut memberikan pendanaan untuk mendukungpertumbuhan bisnis kelompok usahanya.
  8. 8. Jatuhnya Industri Perbankan IndonesiaPada tahun 1998, ekonomi Indonesia jatuh dimana tidakseorangpun yang dapat menyelamatkan. Minimnyalikuiditas dan hilangnya kepercayaan masyarakat padasektor perbankan menghasilkan saldo negatif (negativebalance) pada clearingaccount bank-bank tersebut denganBank Indonesia.Kepailitan sektor keuangan di Indonesia terlihat denganadanya liquidasi terhadap 16 bank swasta oleh BankIndonesia pada tahun 1998. Masyarakat banyak yangmenarik uang dari tabungannya dan membuat masalahlikuiditas pada bank-bank tersebut. Untuk mengantisipasikondisi tersebut, pemerintah memberikan BantuanLikuiditas kepada bank-bank yang mengalami masalah danProgram Garansi kepada deposito masyarakat.
  9. 9. Bangkitnya Perbankan IndonesiaPerkembangan industri perbankan Indonesia setelah krisisekonomi tidak dapat dipisahkan dengan Badan PenyehatanPerbankan nasional (BPPN). Lembaga ini didirikan padatahun 1998 untuk mendapatkan kembali kepercayaanmasyarakat pada industri ini, merestrukturisasi, menjualaset dan memulihkan kembali dana bantuan pemerintahyang telah disuntikkan untuk mencegah keterpurukanindustri perbankan serta menutup defisit anggaran negaradan mempersiapkan transisi industri perbankan sebelumBPPN dibubarkan. BPPN telah berhasil mendivestasikanataupun memprivatisasikan semua bank-bank pemerintahbesar yang selama ini dikenal sebagai fondasi industriperbankan Indonesia.
  10. 10. Perkembangan Perbankan di IndonesiaDalam dunia Perbankan di Indonesia dalam kurun waktubelakangan ini mengalami berbagai macam perubahan.Dalam pembahasan ini Kita bahas 4 macam periode yangpernah terjadi di Indonesia :1. Dari tahun 1988-19962. Dari tahun 1997-19983. Dari tahun 1999-20024. sampai sekarang.
  11. 11. 1. Periode 1988 – 1996Dikeluarkannya paket deregulasi 27 Oktober 1988 (Pakto88), antara lain berupa relaksasi ketentuan permodalanuntuk pendirian bank baru telah menyebabkan munculnyasejumlah bank umum berskala kecil dan menengah. Padaakhirnya, jumlah bank umum di Indonesia membengkakdari 111 bank pada Oktober 1988 menjadi 240 bank padatahun 1994‐1995, sementara jumlah Bank PerkreditanRakyat (BPR) meningkat drastis dari 8.041 pada tahun1988 menjadi 9.310 BPR pada tahun 1996
  12. 12. 2. Periode 1997 – 1998Pertumbuhan pesat yang terjadi pada periode 1988 – 1996berbalik arah ketika memasuki periode 1997 – 1998 karenaterbentur pada krisis keuangan dan perbankan. BankIndonesia, Pemerintah, dan juga lembaga‐lembagainternasional berupaya keras menanggulangi krisistersebut, antara lain dengan melaksanakan rekapitalisasiperbankan yang menelan dana lebih dari Rp 400 triliunterhadap 27 bank dan melakukan pengambilalihankepemilikan terhadap 7 bank lainnya.
  13. 13. Secara spesifik langkah‐langkah yang dilakukan untukmenanggulangi krisis keuangan dan perbankan tersebut adalah: Penyediaan likuiditas kepada perbankan yang dikenal dengan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Mengidentifikasi dan merekapitalisasi bank‐bank yang masih memiliki potensi untuk melanjutkan kegiatan usahanya dan bank‐bank yang memiliki dampak yang signifikan terhadap kebijakannya Menutup bank‐bank yang bermasalah dan melakukan konsolidasi perbankan dengan melakukan marger Mendirikan lembaga khusus untuk menangani masalah yang ada di industri perbankan seperti Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Memperkuat kewenangan Bank Indonesia dalam pengawasan perbankan melalui penetapan Undang‐Undang No. 23/1999 tentang Bank Indonesia yang menjamin independensi Bank Indonesia dalam penetapan kebijakan.
  14. 14. 3. Periode 1999 – 2002Krisis perbankan yang demikian parah pada kurun waktu 1997 –1998memaksa pemerintah dan Bank Indonesia untuk melakukanpembenahan di sektor perbankan dalam rangka melakukan stabilisasisistem keuangan dan mencegah terulangnya krisis. Langkah pentingyang dilakukan sehubungan dengan itu adalah: Memperkuat kerangka pengaturan dengan menyusun rencana implementasi yang jelas untuk memenuhi 25 Basel Core Principles for Effective Banking Supervision yang menjadi standard internasional bagi pengawasan bank Meningkatkan infrastruktur sistem pembayaran dengan mengembangkan Real Time Gross Settlements (RTGS) Menerapkan bank guarantee scheme untuk melindungi simpanan masyarakat di bank Merekstrukturisasi kredit macet, baik yang dilakukan oleh BPPN, Prakarsa Jakarta maupun Indonesian Debt Restrukturing Agency (INDRA) Melaksanakan program privatisasi dan divestasi untuk bankbank BUMN dan bank‐bank yang direkap Meningkatkan persyaratan modal bagi pendirian bank baru.
  15. 15. 4. Periode 2002 – SekarangBerbagai perkembangan positif pada sektor perbankansejak dilaksanakannya program stabilisasi antara laintampak pada pemberian kredit yang mulai meningkat padainovasi produk yang mulai berjalan, seperti pengembanganproduk derivatif (antara laincredit linked notes), sertakerjasama produk dengan lembaga lain (reksadana danbancassurance)
  16. 16. Jumlah Bank Umum 5 Tahun Terakhir 2011Keterangan 2007 2008 2009 2010 (Septem ber)Jumlah Bank 130 126 131 122 121
  17. 17. JUMLAH BANK UMUM 5 TAHUN TERAKHIR Jumlah Bank Umum 132 130 128 126 124 122 120 118 116 2011 2007 2008 2009 2010 (Septe mber)Jumlah Bank Umum 130 126 131 122 121
  18. 18. Jumlah Kantor Cabang Bank Umum 5 Tahun Terakhir 2011 Keterangan 2007 2008 2009 2010 (Septem ber)Jumlah Kantor 2633 2759 2902 3099 3202 Cabang
  19. 19. JUMLAH KANTOR CABANG BANK UMUM 5 TAHUN TERAKHIR Jumlah Kantor Cabang 3500 3000 2500 2000 1500 1000 500 0 2011 2007 2008 2009 2010 (Septe mber)Jumlah Kantor 2633 2759 2902 3099 3202 Cabang
  20. 20. Jumlah Bank PerkreditanRakyat/Syariah 5 Tahun Terakhir 2011 Keterangan 2007 2008 2009 2010 (Septem ber)Jumlah BPR/S 605 655 829 990 1070
  21. 21. Jumlah Bank PerkreditanRakyat/Syariah 5 Tahun Terakhir Jumlah BPR/S 1200 1000 800 600 400 200 0 2011 2007 2008 2009 2010 (Septe mber) Jumlah BPR/S 605 655 829 990 1070
  22. 22. Jumlah Kantor Cabang BPR/S 5 Tahun Terakhir 2011 Keterangan 2007 2008 2009 2010 (Septem ber)Jumlah Kantor 1139 1309 1663 2001 2202 Cabang
  23. 23. Jumlah Kantor Cabang BPR/S 5 Tahun Terakhir Jumlah Kantor Cabang 2500 2000 1500 1000 500 0 2011 2007 2008 2009 2010 (Septe mber)Jumlah Kantor 1139 1309 1663 2001 2202 Cabang
  24. 24. Wassalamu AlaikumWarahmatullahi Wabarakatuh
  25. 25. Terima kasih kepada: God and Prophet Dosen Pembimbing Ibu Zuwina Miraza Seluruh Anggota Kelompok II: Ilham Supra Yogi Selesai M. Ridwansyah Tarigan Rio Dwitra Marfiza Doni Suhendro Ahmad Mustopa Nasution Sumber-sumber Referensi: Buku Bank dan Lembaga Keuangan Media InternetWebsite Resmi Bank Indonesia (www.bi.go.id)
  26. 26. Sponsored by:

×