Jurnal arsitektur sistem informasi untuk institusi perguruan tinggi di

  • 1,210 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
1,210
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1

Actions

Shares
Downloads
0
Comments
0
Likes
5

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Prosiding Konferensi Nasional Teknologi Informasi & Komunikasi untuk Indonesia3-4 Mei 2006, Aula Barat & Timur Institut Teknologi Bandung102ARSITEKTUR SISTEM INFORMASI UNTUK INSTITUSI PERGURUAN TINGGI DIINDONESIAKuswardani Mutyarini, ST., Dr. Ir. Jaka SembiringLaboratorium Sinyal dan Sistem Dept. Teknik Elektro ITBLabtek VIII ITB, Jl. Ganeca 10 BandungABSTRAKPerencanaan arsitektur sistem informasi organisasi adalah sebuah proses yang kompleks, karena itu prosesperencanaan harus dikelola berdasarkan suatu petunjuk yang jelas dengan tujuan menyelaraskan strategi bisnisorganisasi dan strategi teknologi untuk memberikan hasil yang maksimal bagi organisasi. Saat ini belum terdapatkerangka dasar yang khusus untuk melakukan perancangan arsitektur teknologi informasi untuk institusipendidikan.TOGAF ADM adalah metoda di dalam TOGAF (The Open Group Architecture Framework) framework untukmelakukan perencanaan Arsitektur Sistem Informasi (SI) organisasi. Sedangkan COBIT (Control Objectives forInformation and Related Technology) adalah suatu metodologi yang memberikan kerangka dasar untk menciptakanTeknologi Informasi (TI) yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Selain itu COBIT dapat digunakan untukmelakukan pengukuran (maturity level) dari TI suatu organisasi.Dengan menggunakan perpaduan prinsip-prinsip dalam TOGAF ADM dan COBIT dapat dirancang kerangka dasarsistem informasi untuk institusi pendidikan di Indonesia yang sekaligus mampu mengukur perfomansi dari hasilimplementasi kerangka dasar tersebut.Kata Kunci : enterprise architecture, arsitektur sistem informasi, perguruan tinggi, pendidikan, IT Governance,TOGAF, TOGAF ADM, COBIT1. PENDAHULUANPeran Teknologi Informasi (TI) sebagai bagian dariSistem Informasi (SI) telah mengalami perubahanansecara dramatis. Saat ini, TI tidak hanya diharapkansebagai perangkat pembantu kegiatan berorganisasitetapi sudah merupakan bagian strategi dari suatuorganisasi untuk mencapai tujuannya.Namun yang menjadi masalah dewasa ini adalahbagaimana menyelaraskan antara strategi bisnis danstrategi teknologi. Untuk menjawab tantangan ini,organisasi harus melaksanakan perencanaanarsitektur sistem informasi perusahaan (enterprisearchitecture) yang akan menyediakan frameworkuntuk membuat keputusan teknologi informasi jangkapanjang yang tepat guna dengan mempertimbangkankepentingan organisasi secara keseluruhan.Enterprise architecture merupakan kegiatanpengorganisasian data yang dipergunakan dandihasilkan oleh organisasi yang mencakup tujuanproses bisnis dari organisasi tersebut. SedangkanArsitektur informasi organisasi (EA) adalah sebuahcetak biru (blueprint) yang menjelaskan bagaimanaelemen TI dan manajemen informasi bekerjasamasebagai satu kesatuan. Kerangka kerja seperti iniakan menggambarkan infrastruktur yang dibutuhkanoleh organisasi untuk mencapai tujuan dan visinyamembentuk IT Governance yang baik.IT Governance adalah suatu sistem untukmengarahkan dan mengontrol organisasi untukmencapai tujuannya dengan menambahkan suatuteknologi informasi dan prosesnya.Institusi perguruan tinggi adalah sebuah organisasiakademis yang menggunakan teknologi informasidalam membantu berbagai proses bisnis di dalamnya.Bentuk organisasi ini memiliki karakter tersendiri
  • 2. Prosiding Konferensi Nasional Teknologi Informasi & Komunikasi untuk Indonesia3-4 Mei 2006, Aula Barat & Timur Institut Teknologi Bandung103yang sifatnya khas. Sehingga bentuk sisteminformasi yang diperlukan pun haruslah memilikikarakter tersendiri. Namun selama ini, belum adamodel kerangka dasar yang khusus untukmembangun sistem informasi di perguruan tinggikhususnya di Indonesia.Pada makalah ini akan dibahas mengenai modelkerangka dasar arsitektur sistem informasi untukinstitusi perguruan tinggi di Indonesia.2. BADAN PERGURUAN TINGGIBerdasaran ketentuan dalam UU No.20 tahun 2003dan Peraturan Pemerintah RI No.60 Tahun 1999bahwa perguruan tinggi di Indonesia haruslahmemiliki tujuan:1. Menyiapkan peserta didik untuk menjadianggota masyarakat yang memiliki kemampuanakademik dan/atau profesional yang dapatmenerapkan, mengembangkan, dan ataumenciptakan ilmu pengetahuan, teknologi,dan/atau kesenian.2. Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmupengetahuan, teknologi, dan/atau kesenian sertamengupayakan penggunaannya untukmeningkatkan taraf kehidupan masyarakat danmemperkaya kebudayaan nasional.Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 1999 tentangPenetapan Perguruan Tinggi Negeri sebagai BadanHukum Milik Negara (BHMN) mensyaratkanpendidikan tinggi negeri berubah status. Dengankata lain, pendidikan tinggi yang berstatus BHMNharus mandiri dalam menyelenggarakan kegiatanperguruan tinggi.Dengan mengambil contoh perguruan tinggi negeriyang telah berstatus BHMN maupun yang akanmenuju status BHMN secara umum memiliki visi danmisi seperti berikut ini.Visi:Menjadi lembaga pendidikan tinggi yang mandiri,unggul, andal, berkelas dunia serta terbaik diIndonesia untuk mengantarkan masyarakat Indonesiamenjadi bangsa berdaulat dan sejahtera.Misi:Pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdianpada masyarakat.Secara umum perguruan tinggi negeri memilikistruktur organisasi sebagai berikut (Gbr. 2.1) :Gambar 2.1 : Struktur Organisasi Perguruan Tinggi NegeriDari beberapa perguruan tinggi yang diteliti, ditarikkesimpulan bahwa karakteristik Sistem Informasidalam Perguruan Tinggi adalah sebagai berikut:1. Sebagai pendukung lembaga pendidikan tinggiuntuk mencapai tujuannya2. Memiliki tujuan:a. Memberikan layanan yang diperlukanmasyarakat akademis secaramemuaskan, andal dan terjangkaub. Menaikkan mutu pelayanan sesuaidengan misi pendidikan tinggic. Memberikan informasi yang akurat kedalam dan luar institusi3. Terdiri dari unit-unit sistem informasi yangberdiri sendiri namun tetap sehaluan dengan visidan misi institusi.Tiap-tiap unit dapat mengelola sendiri sisteminformasinya sehingga standar dan aplikasi yangdigunakan antar unit berbeda-beda.4. Diakses oleh berbagai ragam masyarakatakademisi dengan tingkat kebutuhan, peran danpengetahuan yang berbeda.Setelah meninjau tujuan badan pendidikan tinggi dankarakter sistem informasinya, disimpulkan bahwauntuk membangun enterprise architecture institusipendidikan dibutuhkan metoda yang bersifat:1. Bersifat generik.2. Mampu menyatukan artefak-artefak yangmemiliki standar yang berbeda-beda.3. Mudah diimplementasikan.4. Tidak rentan terhadap perubahan (andal).5. Memiliki tolak ukur dan kontrol dalammenentukan tingkat keberhasilan dalampelaksanaan IT Governance.
  • 3. Prosiding Konferensi Nasional Teknologi Informasi & Komunikasi untuk Indonesia3-4 Mei 2006, Aula Barat & Timur Institut Teknologi Bandung1043. ARSITEKTUR SISTEM INFORMASI3.1 Perbandingan Zachman - TOGAFBerdasarkan hasil survey diperoleh 3 frameworkyang paling sering digunakan adalah Zachman,TOGAF dan produk organisasi itu sendiri [3].Berikut ini adalah hasil perbandingan antara 2 macamframework yang sering digunakan [9].Zachman Framework ------ Kelebihan :• Merupakan standar secara de-facto untukmengklasifikasikan artefak arsitektur Enterprise• Struktur logikal untuk analisis dan presentasiartefak dari suatu perspektif manajemen• Menggambarkan secara parallel baik dari sisienjinering yang sudah sangat dimengerti maupunparadigma konstruksi• Dikenal secara luas sebagai tool manajemen untukmemeriksa kelengkapan arsitektur dan maturity levelZachman Framework ------ Kekurangan :• Tidak ada proses untuk tahap implementasi• Sulit untuk diimplementasikan secara keseluruhan• Tidak ada contoh maupun ceklis yang siap secarautuh• Perluasan coverage sel-sel tidak jelasTOGAF ------ Kelebihan :• Fokus pada siklus implementasi (ADM) dan proses• Kaya akan area teknis arsitektur• Resource base menyediakan banyak materialreferensiTOGAF ------ Kekurangan :• Tiga layer teratas masih perlu diperkuat• Tidak ada templates standar untuk seluruh domain(misalnya untuk membuat blok diagram)• Tidak ada artefak yang dapat digunakan ulang(ready made)3.2 The Open Group Architecture Framework(TOGAF)TOGAF merupakan sebuah framework[2]untukmengembangkan arsitektur perusahaan. TOGAFmemiliki metode yang detail sekaligus toolspendukung untuk mengimplementasikannya.Framework ini dikeluarkan oleh The Open Group’sArchitecture Framework pada tahun 1995.Pada awalnya TOGAF digunakan untuk DepartemenPertahanan Amerika Serikat. Selanjutnya TOGAFtelah diimplementasikan pada berbagai bidangseperti:1. Manufaktur2. Perbankan3. Departemen NegaraDalam bidang pendidikan TOGAF telahdiimplementasikan oleh Monash University.Berikut ini adalah struktur dan komponen dariTOGAF[2]:1. Architecture Development MethodArchitecture Development Method menjelaskanbagaimana menemukan sebuah arsitekturperusahaan/organisasi secara khusus berdasarkankebutuhan bisnisnya. Ini merupakan bagianutama dari TOGAF.Bentuk struktur dari TOGAF-ADM adalahseperti pada Gambar 3.1 berikut ini.Gambar 3.1: TOGAF Architecture Development Method[2]2. Foundation Architecture (Enterprise Continuum)Foundation Architecture merupakan sebuah“framework-within-a-framework” yangmenyediakan hubungan bagi pengumpulan asetarsitektur yang relevan dan menyediakanbantuan petunjuk pada saat terjadinyaperpindahan abstraksi level yang berbeda.Foundation Architecture terdiri dari:a. Technical Reference Model – menyediakansebuah model dan klasifikasi dari platformlayanan generik.b. Standard Information Base – menyediakanstandar-standar dasar dari informasi.c. Building Block Information Base –menyediakan blok-blok dasar informasi dimasa yang akan datang.3. Resource BaseBagian ini memberikan sumber-sumberinformasi berupa guidelines, templates,checklists, latar belakang informasi dan detilmaterial pendukung yang membantu arsitek didalam penggunaan Architecture DevelopmentMethod.TOGAF digunakan sebagai framework untukarsitektur sistem informasi perguruan tinggi karena
  • 4. Prosiding Konferensi Nasional Teknologi Informasi & Komunikasi untuk Indonesia3-4 Mei 2006, Aula Barat & Timur Institut Teknologi Bandung105cocok dengan karakteristik perguruan tinggi dansistem informasinya itu sendiri, yaitu:1. Dibutuhkan suatu metoda yang fleksibel untukmengintegrasikan unit-unit informasi danmungkin juga sistem perencanaan sisteminformasi (SI) dengan flatform dan standar yangberbeda-beda. TOGAF mampu untukmelakukan integrasi untuk berbagai sistem yangberbeda-beda.2. TOGAF cenderung merupakan suatu metodayang bersifat generik serta fleksibel yang dapatmengantisipasi segala macam artefak yangmungkin muncul dalam proses perancangan(karena TOGAF memiliki resource base yangsangat banyak), standarnya diterima secara luas,dan mampu mengatasi perubahan.3. TOGAF mudah diimplementasikan.4. TOGAF bersifat open source .3.3 Control Objectives for Information and RelatedTechnology (COBIT)COBIT adalah suatu metodologi yang memberikankerangka dasar dalam menciptakan sebuah TI yangsesuai dengan kebutuhan organisasi. Tujuan COBITadalah menyediakan model dasar yangmemungkinkan pengembangan aturan yang jelas danpraktek yang baik dalam mengontrol informasidalam suatu organisasi/perusahaan dalam mencapaitujuannya.COBIT adalah suatu framework untuk membangunsuatu IT Governance. Dengan mengacu padaframework COBIT, suatu organisasi diharapkanmampu menerapkan IT governance dalampencapaian tujuannya. IT governancemengintegrasikan cara optimal dari prosesperencanaan dan pengorganisasian,pengimplementasian, dukungan serta prosespemantauan kinerja TI [5].Framework COBIT terdiri dari 34 high-level controlobjective, dimana tiap-tiap IT proses dikelompokkandalam empat domain utama, yaitu[5]:1. Planning and Organization: mencakup strategidan taktik yang menyangkut identifikasi tentangbagaimana TI dapat memberikan kontribusiterbaik dalam pencapaian tujuan bisnisorganisasi sehingga terbentuk sebuah organisasiyang baik dengan infrastruktur teknologi yangbaik pula.1. Acquisition and Implementation: identifikasisolusi TI dan kemudian diimplementasikan dandiintegrasikan dalam proses bisnis untukmewujudkan strategi TI.2. Delivery and Support: Domain yangberhubungan dengan penyampaian layanan yangdiinginkan, yang terdiri dari operasi pada sistemkeamanan dan aspek kesinambungan bisnissampai dengan pengadaan training.3. Monitoring: Semua proses TI perlu dinilai secarateratur dan berkala bagaimana kualitas dankesesuaiannya dengan kebutuhan kontrol.Gambar 3.2 berikut ini adalah bentuk frameworkCOBIT.Framework ini dipilih karena:1. Memiliki tolak ukur dan kontrol yang sesuaidengan karakteristik TI PT dalam menentukantingkat keberhasilan dalam pelaksanaan ITGovernance.2. Direkomendasikan dalam dokumen TOGAFsebagai alat untuk menerapkan IT Governance.Gambar 3.2: Framework COBIT [5]4. MODEL ARSITEKTUR SI UNTUKPERGURUAN TINGGIDengan mempertimbangkan hal yang telah dibahassebelumnya, maka dibuatlah model seperti padaGambar 4.1 dengan mempergunakan acuanframework TOGAF-ADM dan COBIT.
  • 5. Prosiding Konferensi Nasional Teknologi Informasi & Komunikasi untuk Indonesia3-4 Mei 2006, Aula Barat & Timur Institut Teknologi Bandung106Arch.BusinessArch.TechArch. ISPODSM AIControl ObjectiveArchitecture PrincipleScope& ReqImplementationENTERPRISE ARCHITECTUREGambar 4.1 : Model Framework SI PTMisi dan Visi Perguruan Tinggi seperti telahditetapkan sebelumnya mengacu pada Undang-Undang yang berlaku. Sedangkan scope danrequirement mengacu pada misi dan visi padamasing-masing perguruan tinggi.Selanjutnya arsitektur bisnis, sistem informasi (datadan aplikasi) dan teknologi mengacu padarequirement, proses bisnis dan sumber daya yangtersedia.Dengan mengacu pada model di atas maka akandibahas ketentuan sebagai berikut.4.1. Prinsip-prinsip ArsitekturPrinsip-prinsip arsitektur akan mempengaruhikeseluruhan proses desain.Prinsip-prinsip arsitektur yang digunakan untukarsitektur sistem informasi perguruan tinggidiadaptasi dari Monash University yang telahmengimplementasikan TOGAF untuk membangunsistem informasinya. Prinsip-prinsip tersebut dapatpula diberlakukan pada perguruan tinggi di Indonesiauntuk mencapai misi TriDharma Perguruan TinggiIndonesia. yaitu [7]:1. Keputusan SI harus mengacu pada TujuanStrategis Universitas2. Menggunakan Open Standards bilamemungkinkan3. Sistem tidak tergantung platform dan dapatdiakses secara global4. Mengadopsi produk dan platform yang telahdistandarkan untuk mengurangi perbedaan5. Merancang dengan target yang tercakup dalamInformation Criteria6. Sistem menggunakan sumber data yangterotorisasi (valid)7. Sistem dirancang agar mudah melakukanpenambahan dan pengembangan8. Manajemen sistem mudah9. Sistem harus aman10. Sistem melindungi privasi dan hak atas kekayaanintelektual4.2. Control ObjectiveSemua control objective cocok digunakan untukperguruan tinggi BHMN . Namun control objectivedasar untuk perguruan tinggi negeri yang harusdigunakan adalah sebagai berikut:1. Domain Planning and Organisation (PO)PO1 - Define a strategic IT planPO3 - Determine technological directionPO4 - Define the IT organisation andrelationshipsPO5 - Manage the IT investmentPO7 - Manage human resourcesPO11- Manage quality2. Domain Acquisition and ImplementationAI1 - Identify automated solutionsAI2 - Acquire and maintain application softwareAI3 - Acquire and maintain technologyinfrastructureAI5 - Install and accredit systemsA16 – Manage changes3. Domain Delivery and SupportDS2 – Manage third party servicesDS3- Manage performance and capacityDS4- Ensure continuous serviceDS5- Ensure systems securityDS7- Educate and train usersDS8 – Assist and advise customersDS11 - Manage dataDS12 - Manage facilitiesDS13 - Manage operations4. Domain MonitoringM1 - Monitor the processYang tercakup dalam proses implementation adalahmanajemen resiko (jika ada), arsitektur changemanagement dan rencana migrasi. Kemudian darihasil tersebut akan diuji hasilnya dengan model daricontrol objective yang dipilih apakah telah sesuaidengan target yang ditentukan.5. PENUTUPDesain di atas baru merupakan konsep awal danmasih diperlukan proses lebih lanjut untukmelakukan pengukuran hasilnya.
  • 6. Prosiding Konferensi Nasional Teknologi Informasi & Komunikasi untuk Indonesia3-4 Mei 2006, Aula Barat & Timur Institut Teknologi Bandung1076. REFERENSI[1].Steven H. Spewak, John Wiley & Sons, Inc.,“Enterprise Architecture Planning, Developing aBlueprint for Data, Applications andTechnology”, New York, 1992.[2].The Open Group, “TOGAF (The Open GroupArchitecture Framework) version 8.1 EnterpriseEdition”, 2003.[3].Jaap Schekkerman, B.Sc., “A Comparative Surveyof Enterprise Architecture Framework”, 2004.[4].Jaap Schekkerman, B.Sc., “Be Enterprising: WhatWe can Learn from Other Countries”, 2004.[5].Jack Champlain, CPA, CISA, CIA, CFSA,“Practical IT Auditing”, 2003.[6].“COBIT: Audit Guideline”, COBIT SteeringCommittee and the IT Governance Institute, July2003.[7].Monash University, Monash IT Architecture2004-1, 2004[8].Stuart McGregor, Enterprise Architecture andCOBIT, The Open Group, 2003[9].Vish Viswanathan, Whereto From Zachman, TheOpen Group, 2003[10]. http://www.itb.ac.id[11]. http://www.ui.ac.id[12]. http://www.ugm.ac.id[13]. http://www.unpad.ac.id