• Save
Jurnal   analisa perubahan manajemen dalam implementasi siti pada perguruan tinggi abc
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Jurnal analisa perubahan manajemen dalam implementasi siti pada perguruan tinggi abc

on

  • 824 views

 

Statistics

Views

Total Views
824
Views on SlideShare
809
Embed Views
15

Actions

Likes
2
Downloads
0
Comments
0

1 Embed 15

http://datamatkul.blogspot.com 15

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Jurnal   analisa perubahan manajemen dalam implementasi siti pada perguruan tinggi abc Jurnal analisa perubahan manajemen dalam implementasi siti pada perguruan tinggi abc Document Transcript

  • Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2010 (SNATI 2010) ISSN: 1907-5022Yogyakarta, 19 Juni 2010A-1ANALISA PERUBAHAN MANAJEMEN DALAMIMPLEMENTASI SI/TI PADA PERGURUAN TINGGI ABCRahmat Dedi Gunawan1, Ryan Randy Suryono2, Iwan Purwanto31Jurusan Teknik Informatika STMIK Teknokrat Lampung,2Jurusan Teknik Informatika STMIK Teknokrat Lampung,3Jurusan Sistem Informasi STMIK Teknokrat Lampung,Jl. H. Z. Abidin Pagaralam 9-11 Labuhan Ratu, Bandar Lampunge-mail: dedy130@gmail.com, ryan.teknokrat@gmail.com, iwanpurwanto79@gmail.comABSTRAKSAbad 21 merupakan era globalisasi yang tentu saja berbeda dengan kondisi beberapa puluh tahun yang lalu.Era yang baru ini memberikan tantangan yang lebih berat dari sebelumnya yang bila mana perguruan tinggitidak membenahi diri guna mengikuti perubahan yang terjadi, maka bukan tidak mungkin akan tersingkir daripersaingan. Langkah-langkah yang sebelumnya digunakan untuk menjalankan misi-misinya sudah tidak lagisesuai dan harus diganti dengan yang lebih inovatif dan sesuai demi tercapainya visi. Perguruan tinggi harusmencermati trend-trend yang sedang berkembang untuk tetap bisa eksis dan secara terus menerus mengamatikondisi yang sedang terjadi.Salah satu kunci keberhasilan strategi peningkatan kinerja adalah pada sistem informasi yang handal memangtidak bisa dipungkiri,diharapkan dengan adanya informasi yang efektif dapat membantu sejumlah stakeholderuntuk melakukan hal-hal yang terkait dengan mekanisme proses pengambilan keputusan yang berkualitas,proses penyelengaraan manajemen perguruan tinggi yang efesien, budaya komunikasi, berkolaborasi dan ber-cooperative yang efektif perlu adanya strategi-strategi dan langkah-langkah dalam melakukan penerapanmanajemen perubahan dalam implementasi sistem informasi di perguruan tinggi .Untuk menerapkan sistem informasi sangat dipengaruhi oleh budaya, struktur organisasi dan politik, yangmenyentuh aspek rasional dan emosional, untuk mencapai keberhasilan proyek program pengembangan TI.Pengkajian masalah mengenai kondisi sistem informasi, master plane dan kondisi organisasi denganmenggunakan analasisi SWOT sangat diperlukan terutama untuk faktor-faktor internal dan eksternal dariproyek program pengembangan TI untuk mendapatkan program-program strategi manajemen perubahan danskala prioritas berdasarkan kriteria kelayakan yang dikelompokan berdasarkan teori Kurt Lewin dan JohnKotter.Kata Kunci: Manajemen Perubahan, Implementasi Sistem Informasi.1. PendahuluanDengan berada di era digital, kebutuhan akaninformasi sebagai data dasar pengambilan keputusansudah menajadi hal yang sangat penting. Informasidigital merupakan perbaikan dalam hal perolehan,proses, dan penggunaan data sehingga menjadiinformasi yang lebih baik. Konsep pengadaaninformasi baru ini mempengaruhi semua aspek yangmenggunakan model digital, termasuk di dalamnyadunia bisnis. Terjadi perubahan di dalam carapandang dan menyusun strategi untuk masuk danbermain di dalam bisnis di dunia maya (MohanSahwney, 2002). Menyusun faktor-faktor perubahanmerupakan hal yang sangat penting bagi setiaporganisasi terutama dalam segi biaya, karena dapatditekan.Penjelasan mengenai spesifikasi kebutuhansistem akademik Perguruan Tinggi ABC didasarkanpada beberapa hal sebagai berikut:1. Akomodasi terhadap kebutuhan yang mendasaryang sudah bisa dipenuhi oleh sistem yanglama.2. Kebutuhan mendesak saat ini yang belum bisadipenuhi oleh sistem yang lama.3. Kebutuhan mendatang untuk mengantisipasi erainformasi digital dan teknologi komunikasiyang semakin maju sehingga universitasdituntut untuk memperbaiki sistem informasiuniversitas dalam rangka meningkatkan“compettive advantage”.4. Sistem akademik adalah “core system” yangmerupakan jantung dari sistem informasi yangterintegrasi dengan sistem-sistem lain.5. Mengacu pada Master Plan IT PerguruanTinggi ABC dimana sistem informasi PerguruanTinggi ABC dikembangankan untukmengantisipasi kebutuhan informasi dalamjangaka panjang.Mendefenisikan secara lengkap kebutuhansistem informasi dalam jangaka panjang merupakanhal yang tidak mudah dan sangat beresiko. Tidakmudah karena tidak semua pengguna akademikasudah “IT literate”. Antara rencana pengembanganteknologi informasi dalam jangka panjang denganstrategi pengembangan perguruan tinggi memiliki
  • Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2010 (SNATI 2010) ISSN: 1907-5022Yogyakarta, 19 Juni 2010A-2keterkaitan yang sangat erat. Bukan hal yang mudahmenterjemahkan strategi menjadi perencanaanpengembangan sistem informasi. Selain itu jugaberesiko karena kebutuhan bisa berubah-ubah baikkarena pengaruh pasar global, tetapi juga perubahankebijakan organisasi internal bisa membuatspesifikasi kebutuhan juga ikut berubah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetehauisejauh mana resistensi individu dan organisasionaldalam mengimplementasian sistem informasiperguruan tinggi, menyusun perencanaan danmenjalankan manajemen perubahan yang bisadigunakan sebagai panduan dalammengimplementasikan sistem informasi perguruantinggi, serta membuat perusahaan menjadi lebihpeka akan kebutuhan perubahan yang dituntut darisisi bisnis. Sehingga strategi yang terbaik untukmanajemen perubahan didapatkan gunamempercepat implementasi sistem informasi padaPerguruan Tinggi ABC.Dalam tulisan ini penulis akan dibahasmengenai strategi organisasi dalam melakukanmanajemen perubahan untuk perencanaan,pengembangan, pemeliharaan, dan pengelolaansistem informasi yang dimiliki, serta rencanapengembangan dan pembangunan aplikasi portofolioyang akan datang.2. Tinjauan Pustaka2.1. Masalah dalam perubahanBanyak masalahan yang akan timbul pada saatperubahan akan dilakukan. Masalah yang palingsering muncul dan menonjol adalah “penolakan atasperubahan itu sendiri” karena merupakan hal yangpaling sulit untuk dapat meninggalkan kebiasaanlama yang sudah melekat dengan kuat. Istilah untukhal ini dalam manajemen dikenal dengan resistensiperubahan (resistance of change). Sikap menolakatas perubahan bisa terjadi karena informasimengenai perlunya dan dampak bila tidakmelakukan perubahan sangat kurang.Bentuk dari penolakan atas perubahan tidakselalu tampak secara langsung dalam bentuk yangstandar. Penolakan bisa dengan jelas terlihat(eksplisit) dan segera misalnya mengajukan protes,mengancam mogok, demonstrasi, dan sejenisnya,atau bisa juga tersirat (implisit) dan lambat launmisalnya loyalitas pada organisasi berkurang,motivasi kerja menurun, kesalahan kerja meningkat,tingkat absensi meningkat dan lain-lain. Hal yanglain juga bisa menjadi masalah seperti tidaktersedianya informasi konfigurasi padainfrakstruktur yang up to date.2.2. Faktor PendorongAda banyak faktor yang bisa membuatdibutuhkannya tindakan perubahan. Pakar perilakudi dalam perusahaan, Robert Kreitner dan AngeloKinicki (2001) dalam bukunya OrganizationalBehavior, menyatakan bahwa ada dua kekuatan yangdapat mendorong munculnya kebutuhan untukmelakukan perubahan di dalam perusahaan yaitu:1. Kekuatan eksternal, yaitu kekuatan yangmuncul dari luar perusahaan, seperti:karakteristik demografis (usia, pendidikan,tingkat keterampilan, jenis kelamin, imigrasi,dan sebagainya), perkembangan teknologi,perubahan-perubahan di pasar, tekanan-tekanansosial dan politik.2. Kekuatan internal, yaitu kekuatan yang munculdari dalam perusahaan, seperti: masalah-masalah/prospek Sumber Daya Manusia(kebutuhan yang tidak terpenuhi, ketidak-puasan kerja, produktifitas, motivasi kerja, dansebagainya), perilaku dan keputusanmenajemen.Dalam kasus yang dihadapi penulis, kekuataneksternal (lingkup diluar proyek programpengembangan teknologi informasi), maupunkekuatan internal (lingkup internal proyek programpengembangan teknologi informasi) memaksaperusahaan untuk melakukan perubahan sebagaikebutuhan yang harus segera dipenuhi.2.3. Resistensi PerubahanSalah satu penyebab kegagalan yang dialamioleh perusahaan dalam melakukan perubahanmenurut Kotter (1996) adalah tidak terbentuknyakoalisi yang cukup kuat diantara orang-orang yangmempunyai wewenang dan kemampuan untukmendorong perubahan. Suatu tindakan perubahanyang dilakukan tanpa dukungan koalisi yang cukupbisa jadi sukses namun tidak akan bertahan lama.Lalu akan muncul perlawanan-perlawanan yangakan membuat usaha dari perubahan menjadi lemah.Menurut John Kotter dalam bukunya LeadingChange, delapan tingkatan dalam proses perubahanitu sendiri adalah:1. Membangun rasa urgensi, meliputi Mengkaji realitas pasar dan kompetisi Mengidentifikasi dan membahas krisis,potensi krisis, atau peluang besar.2. Menciptakan koalisi penuntun, meliputi: Membentuk sebuah kelompok yangmemiliki kekuasaan yang cukup untukmemimpin perubahan. Membuat kelompok tersebut bekerjabersama seperti layaknya sebuah tim.3. Merumuskan visi dan strategi, meliputi: Menciptakan visi untuk membantumengarahkan upaya perubahan. Merumuskan strategi untuk mencapai visitersebut.4. Mengkomunikasikan visi perubahan, meliputi:
  • Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2010 (SNATI 2010) ISSN: 1907-5022Yogyakarta, 19 Juni 2010A-3 Menggunakan setiap waktu wahana yangmungkin untuk mengkomunikasikan visidan strategi baru secara terus menerus. Menjadikan koalisi penuntun sebagaiteladan perilaku yang diharapkan darikaryawan.5. Memberdayakan tindakan yang menyeluruh,meliputi: Menyingkirkan rintangan. Mengubah sistem atau struktur yangmerusak visi perubahan. Mendorong keberanian mengambil resikoserta ide, aktivitas, dan tindakan non-tradisional.6. Menghasilkan kemenangan jangkapendek,meliputi: Merencanakan peningkatan kinerja ataukemenangan yang dapat dilihat Menciptakan kemenangan tersebut. Memberikan pengakuan dan ganjaran yangdapat dilihat kepada orang-orang yangmemungkinkan tercapainya kemenangan.7. Mengkonsolidasi hasil dan mendorongperubahan yang lebih besar, meliputi: Menggunakan kredibiltas yang semakinmeningkat untuk mengubah semua sistem,struktur, dan kebijakan yang tidak cocokdan tidak sesuai denga visi transformasi. Mengangkat, mempromosikan, danmengembangkan orang-orang yang dapatmengimplementasikan visi perubahan. Meremajakan proses perubahan denganproyek, tema, dan agen perubahan yangbaru.8. Menambahkan pendekatan baru dalam budaya,meliputi: Menciptakan kinerja yang lebih baikmelalui perilaku yang berorientasi padapelanggan dan produktifitas, kepemimpinanyang lebih baik, serta manajemen yanglebih efektif. Mengartikulasi hubungan antara perilakubaru dan kesuksesan organisasi. Mengembangkan berbagai cara untukmenjamin perkembangan kepemimpinandan suksesi.Delapan tingkatan itu merupakan satu kesatuanyang berurutan,tetapi jika tingkatan-tingkatan yangawal sudah dilaksanakan maka tidak perlumengulangainy lagi, namun semua tingkatan harusdijalankan dan masing-masing harus dilaksanakansepenuhnya.Dampak utama dari kesalahan yang dilakukandalam mengelola perubahan adalah munculnyaresistensi dari para manajer atau para karyawan yangterkait terhadap perubahan yang dilakukan olehperusahaan. Kritner dan Kinicki (2001)mendefenisikan resistensi terhadap perubahansebagai suatu reaksi emosional/tingkah laku yangmuncul sebagai respon terhadap munculnyaancaman, baik nyata atau imajiner bila terjadiperubahan pada pekerjaan rutin.Resistensi terhadap perubahan ini dapat munculdalam berbagai macam bentuk reaksi. Judson (1991)seperti yang dikutip oleh Kreitner dan Kinicki(2000) menggolongkan bentuk-bentuk resistensiterhadap perubahan kedalam 4 kelompok yangsemuanya berada dalam sebuah kontinum, yaitu:resisten aktif (misal: sabotase, memperlambat kerja),resistensi pasif (misal: bekerja sesedikit mungkin,tidak ingin mempelajari tugas baru), reaksi yangtidak dapat dibedakan (bekerja hanya berdasarkanperintah, kehilangan minat terhadap pekerjaan) danpenerimaan (misal: mau bekerja sama, antusias).Sumber-sumber penolakan atas perubahan dapatdikategorikan sebagai berikut:1. Resistensi individual karena persoalankepribadian, persepsi, dan kebutuhan.Gambar 1. Resistensi Individu2. Resistensi Organisasional, organisasi padahakatnya memang konservatif. Secara aktifmenolak perubahan. Misalnya saja organisasipendidikan yang mengenalkan doktrinketerbukaan dalam menghadapi tantanganternyata merupakan lembaga yang paling sulitberubah.Gambar 2. Resistensi OrganisionalResistensiIndividuKebiasaanKetidak-pastianPersepsiFaktorEkonomiRasa AmanResistensiOrganisionalInersiaStrukturalAncamanKeahlianAncamanAlokasiSumber DayaInersiaKelompokDampak LuasperubahanAncamanKekuasaan
  • Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2010 (SNATI 2010) ISSN: 1907-5022Yogyakarta, 19 Juni 2010A-42.4. Pendekatan dalam Manajemen PerubahanOrganisasiPendekatan klasik teori Kurt Lewin, dalam bukuResolving social conflicts; and, field in socialScience, 1997. Merupakan model perubahan dalamtiga langkah yang dikenal sebagai unfreezing-movement-refreezing, mempelajari tentang drivingforces dan restraining forces. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:1. Tahapan awal perubahan (Unfreezing)Tahap yang pertama ini dibentuk dengan teoriperilkau manusia dan perilkau organisasi, yangterbagi dalam tiga sub proses yang mempunyairelevansi terhadap kesiapan perubahan, yaitu: Perlunya kondisi perubahan karena adanyagap yang besar antara tujuan dankenyataan. Adanya survival anxiety Mempelajari defensiveness dan resistancedalam organisasi2. Tahapan proses transisi (Movement)menganalisa gap antara desire status denganstatus quo, dan mencermati program-programperubahan yang sesuai untuk dilakukan agardapat memberi solusi yang optimal untukmengurangi resistensi terhadap perubahan.3. Tahapan keberlanjutan (Refreezing)Membuat agar perilaku yang baru tetap berjalandengan mengembangkan new self-concept &identity dan new interpersonal relationships.Gambar 3. Teori Kurt Lewin (Kurt Lewin, 1997)Strategi yang dikemukakan oleh Kurt Lewisdapat membuat kekuatan pendukung akan semakinbanyak dan kekuatan penolak akan semakin sedikit.3. Pemahaman dan PembahasanProses perubahan menjadi menarik adalah padasaat masing-masing individu di dalam organisasibertanya “Mengapa harus berubah ?” dan “Mengapaharus sekarang berubahnya ?”. Untuk itu, diperlukansuatu usaha untuk memperoleh apa yang dikatakansebagai Heart Share dari mereka yang terlibat prosesperubahan.3.1. Metode Penelitian Dan Tahapan Proses atauPencapaian TujuanMetode penelitian merupakan metode yangdigunakan dalam melakukan langkah-langkah yangharus dikerjakan dalam penulisan suatu karyailmiah. Penelitian ini menggunakan metodepenelitian kualitatif dengan metodologi penelitianCase Study.Tahap ini adalah tahap untuk mengumpulkandata sebanyak-banyaknya dan memahami kondisiorganisasi, kondisi sistem informasi, dan dokumenmaster plan sistem informasi dan menganalisafaktor-faktor internal dan eksternal yangmempengaruhi implementasi sistem informasiPerguruan Tinggi ABC dan menganalisa denganSWOT anilisis sehingga didapat programp-programmanajemen perubahan.EksternalInternalOppurtinities(O)Threats(T)Strenght(S)SO STWeakness(W)WO WTGambar 4. Analisa SWOT (Michael Porter, 1980)Dalam menganilisa SWOT untuk faktor internaladalah seluruh sumber daya internal yaitu: sumberdaya manusia, teknologi, dan investasi baik yangreisisting forces dan driving forces. Begitu jugauntuk eksternal adalah semua pihak di luar proyekseperti pemakai/users, board of director, projectowner. Dari faktor eksternal dan internal akandisilangkan antara Strenght vs Oppurtinities (SO),Weakness vs Oppurtinities (WO), Strenght vsThreats (ST), dan Weakness vs Threats (WT), yangmenghasilkan program-program strategi manajemenperubahan.Penyeleksian hasil dari analisis SWOTmengenai program-program strategi manajemenperubahan harus dilakukan, dikarenakan banyaknyahasil yang didapatkan dengan menggunakan kriteriakelayakan.Hasil program-program strategi manajemenperubahan terseleksi dikelompokan denganmenggunakan teorti Kurt Lewin dalam tigakelompok yaitu: Unfreezing, Movement, danRefreesing selanjutnya dikelompokan berdasarkan 8tingkatan teori John Kotter.4. Implementasi dan PembahasanDesireStatusStatusQuoDriving ForcesUnfreezingRefreezingTimesRestraining Forces
  • Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2010 (SNATI 2010) ISSN: 1907-5022Yogyakarta, 19 Juni 2010A-54.1. Analisis SWOTPengidentifikasian berbagai faktor secarasistematis untuk membuat strategi organisasi adalahmenggunakan analisis SWOT. Dalam anilisisSWOT faktor internal adalah kondisi internal proyekprogram pengembangan SI/TI dan faktor eksternaladalah lingkup di luar proyek programpengembangan SI/TI yang memiliki dampak. Prosesanalisa ini berdasarkan pada logika yang dapatmemaksimalkan kekuatan (Strenght) dan peluang(Opportunities), namun secara bersama dapatmeminimalkan kelemahan (Weakness) dan ancaman(Threats).Kedua faktor tersebut harus dipertimbangkandengan menggunakan analisis SWOT. MenurutAlbert Humphrey, 1970 analisis SWOT adalahsingkatan dari lingkungan internal Strenght danWeakness serta lingkungan eksternal Oppurtunitiesdan Threats.Gambar 5. Analisis SWOT (Michael Porter, 1980)Kuadaran 1, merupakan situasi yang sangatmenguntungkan, organisasi yang berada di kuadrantersebut memiliki peluang dan kekuatan sehinggadapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategiyang harus diterapkan dalam kondisi ini adalahmendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif.Kuadran 2, walaupun terdapat berbagaiancaman, organisasi yang ada pada kuadaran 2masih memiliki kekuatan dari segi internal, strategiyang harus diterapkan adalah menggunakankekuatan untuk memanafaatkan peluang jangkapanjang dengan cara strategi diversifikasi produkdan jasa.Kuadaran 3, keadaan pada kuadran iniorganisasi menghadapi masalah-masalah internalorganisasi sehingga dapat merebut peluang pasaryang lebih baik.Kuadran 4, adalah kuadaran yang memberikansituasi yang sangat merugikan organisasi,menghadapi ancaman dan kelemahan internal.4.2. Daftar Analisa SWOTDaftar analisa SWOT merupakan hasil kajiandari data kuesioner dan wawancara dikelompokanberdasarkan kekuatan, kelemahan, ancaman dankesempatan dalam mengimplementasikan proyekpengembangan SI/TI dengan mempertimbangkankondisi sistem informasi, master plan sisteminformasi dan kondisi organisasi.1. Strenght (Kekuatan)Faktor-faktor kekuatan internal dalam lingkupproyek atau program pengembangan TI2. Weakness (Kelemahan)Faktor-faktor kelemahan Internal dalam lingkupproyek atau program pengembangan TI3. Opportunities (Kesempatan)Kesempatan, faktor-faktor dari luar lingkupproyek atau program pengembangan TI baikdidalam organisasi maupun diluar organisasiyang mempengaruhi implementasi SI/TI.4. Threat (Ancaman)Ancaman, faktor-faktor dari luar lingkup proyekatau program pengembangan TI baik didalamorganisasi maupun diluar organisasi yangmempengaruhi implementasi SI/TI.4.3. Daftar Strategi-strategi hasil dari SWOTDari hasil pengelompokan faktor-faktor internal(strenght dan weakness) dan eksternal (opportunitiesdan threat) proyek pengembangan SI/TI didapatkanhasil matrik dari faktor-faktor tersebut.1. SO (Strenght-Opportunities)Penerapan strategi yang harus dilakukan dalamkondisi ini adalah mendukung kebijakanpertumbuhan yang agresif (mendukung strategiagresif).2. ST (Strenght- Threat)Penerapan strategi yang harus dilakukan adalahmenggunakan kekuatan untuk memanfaatkanpeluang jangka panjang dengan cara strategidiversifikasi produk dan jasa (mendukungstrategi diversifikasi).3. WO (Weakness-Opportunities)Penerapan strategi yang harus dilakukan dalamkondisi ini adalah peluang untuk prosesperubahan yang defensif (mendukung strategidefensif).4. WT (Weakness- Threat)Penerapan strategi yang harus dilakukan dalamkondisi ini untuk menghadapi ancaman dankelemahan internal yang Turnaround(mendukung strategi Turnaround).4.4. Daftar kelayakan strategi-strategimanajemen perubahanHasil matrix analisa SWOT strategi-strategiproyek program pengembangan SI/TI sebagai faktoruntuk menentukan strategi-strategi yang layakBerbagi Peluang(Opportunities)Berbagi Ancaman(Threats)Kekuatan(Strenght)Kelemahan(Weakness)Kuadran 4Mendukung StrategiDiversifikasiKuadran 3Mendukung StrategiDefensifKuadran 2Mendukung StrategiTurnaroundKuadran 1Mendukung StrategiAgrisif
  • Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2010 (SNATI 2010) ISSN: 1907-5022Yogyakarta, 19 Juni 2010A-6diterapkan berdasarkan kriteria kelayakan dari teorikeputusan mutlak (absolute dicision), artinya adalahseluruh kriteria harus dipenuhi sehingga program-program atau strategi-strategi layak dipilih ataudiimplementsikan.4.5. Program-program strategi terseleksiDari hasil yang didapat dari daftar kelayakandengan berdasarkan kriteria kelayakan yaitu :alokasi biaya, kompetensi SDM, meningkatkanefesien dan efektivitas, dukungan manajemen,keterlibatan pemakai (User involvement), dankejelasan tujuan bisnis (clear business objectives),maka diambilah strategi-strategi yang layak untukdilaksanakan.4.6. Strategi-strategi manajemen perubahanSetelah dikelompokan menggunakan teori KurtLewin dan delapan langkah teori John Kotterdidapatkanlah strategi-strategi manajemenperubahan, yang terbagi menjadi:1. UnfreezingTahapan awal manajemen perubahan2. MovementTahapan transisi manajemen perubahan3. RefreezingTahapan akhir manajemen perubahan untukmerangkai dan menjaga keberlangsungan proses5. SimpulanKunci sukses implementasi perubahan terletakpada beberapa faktor utama, masing-masing terkaitdengan keberhasilan proses:1. Menginformasikan dan mengkomunikasikanperlunya perubahan dengan menyentuh aspekrasional maupun emosional.2. Memonitor perkembangan implementsi sisteminformasi secara keseluruhan termasukinfrastruktur jaringan.3. Memperbaiki secara terus-menerus (fine turnig)spesifikasi kebutuhan dan diagram proses untukmemastikan bahwa kebutuhan pemakai sudahtercakup.4. Workshop untuk melihat perkembangan darisistem yang dibuat dan melihat prototype sistemsehingga jika ada yang tidak sesuai bisa segeradiketahui.5. Mengevaluasi modul-modul yang selesai dibuatuntuk mengetahui apakah sudah berjalan sesuaidengan yang diinginkan.6. Mendayagunakan sumber daya manusia didalam organisasi Unika Perguruan Tinggi ABCagar masing-masing dari mereka mampu untukmelaksanakan proses perubahan untukmendukung implementasi SI/TI dengan carapelatihan, workshop untuk meningkatkankompetensi.Daftar PustakaCarr Nicholas G (2003)” IT Doesn’t Matter”,Havard Business Review.Kathy Schwalbc (2006) “Information TechnologyProject Management”, Thomson CourseTechnology.K.C. Chan, Peter Org, dan R. Eko Indrajit (2003)“Integrated Project Managements”Kotter, John P (1996) “Leading Change”, HavardBusiness School Press.Kotter, John P (2002) “The Heart of Change”,Havard Business School Press, BostonMassachusetts.Lewin, Kurt (1997) “Resolving social cinflicts; and,field theory in social science, AmericanPsychological Association”.M.E Porter (1980) “Competitive Strategy:Techniques for Analysing Industries andCompetitors”, Free Press, New York.PMBOK Guide (2000) “A Guide to the ProjectManagement Body of Knowledge”, ProjectManagement Institute, Pennsylvania.Robert Kreitner, Angelo Kinicki (2001)“Organizational behavior”, McGraw Hill,Boston.R. Eko Indrajit dan R. Djokopranoto (2004)“Manajemen Perguruan Tinggi Modern”STMIK Perbanas dan Yayasan Atma Jaya,Jakarta.Sugiyono, Prof.Dr (2006) “Metode PenelitianKualitatif dan R&D”, Alfabeta, Bandung.