MAKALAH ANNELIDA
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

MAKALAH ANNELIDA

on

  • 17,812 views

 

Statistics

Views

Total Views
17,812
Views on SlideShare
17,356
Embed Views
456

Actions

Likes
1
Downloads
230
Comments
0

3 Embeds 456

http://biologikelasb.blogspot.com 429
https://twitter.com 26
https://abs.twimg.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

MAKALAH ANNELIDA MAKALAH ANNELIDA Document Transcript

  • MAKALAH BIOSISTEMATIK HEWAN “FILLUM ANNELIDA DAN PLATYHELMINTHES”Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Biosistematik Hewan yang yang dibina oleh Ibu Hj. Dwi Santy Damayanti, SKM., M.Kes Disusun oleh: KELOMPOK 1 Khoerunisa Nur M 1211702044 Rangga Rifky L 1211702061 Resty Maryam 1211702064 Rini Mulyani 1211702068 Seftia Maulani 1211702070 Tessa Fauziah 1211702078 BIOLOGI/III/B Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung 2012
  • KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kita berbagaimacam nikmat, sehingga aktifitas hidup yang kita jalani ini akan selalu membawakeberkahan, baik kehidupan di alam dunia ini, lebih-lebih lagi pada kehidupan akhirat kelak,sehingga semua cita-cita serta harapan yang ingin kita capai menjadi lebih mudah dan penuhmanfaat. Terima kasih sebelum dan sesudahnya kami ucapkan kepada Dosen serta teman-temansekalian yang telah membantu, baik bantuan berupa moriil maupun materil, sehingga makalahini terselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan. Kami menyadari sekali, didalam penyusunan makalah ini masih jauh darikesempurnaan serta banyak kekurangan, baik dari segi tata bahasa yang kadangkala hanyamenuruti egoisme pribadi, untuk itu besar harapan kami jika ada kritik dan saran yangmembangun untuk lebih menyempurnakan makalah dilain waktu. Harapan yang paling besar dari penyusunan makalah ini ialah, mudah-mudahan apayang saya susun ini penuh manfaat, baik untuk pribadi, teman-teman, serta orang lain yangingin mengambil atau menyempurnakan lagi atau mengambil hikmah dari judul ini ( FilumAnnelida dan Platyhelminthes) sebagai tambahan dalam menambah referensi yang telah ada. Bandung, 22 November 2012 Penulis i
  • DAFTAR ISIKATA PENGANTAR………………………………………………………….….iDAFTAR ISI………………………………………………………………….…..iiBAB I PENDAHULUAN1.1 LATAR BELAKANG ....................................................................................... 11.2 RUMUSAN MASALAH .................................................................................. 21.3 TUJUAN............................................................................................................ 2BAB II PEMBAHASAN2.1 ANNELIDA2.1.1 Pengertian dan Karakteristik Annelida ........................................................... 32.1.2 Kelas dari Filum Annelida .............................................................................. 42.1.3 Cara gerak Filum Annelida............................................................................. 72.1.4 Sistem reproduksi .......................................................................................... 82.1.5 Sistem Ekskresi…………………………………………………………..….82.1.6 Sistem transportasi........................................................................................ 112.1.7 Sistem respirasi ............................................................................................. 132.1.8 Sistem pencernaan ........................................................................................ 152.1.9 Sistem sirkulasi ............................................................................................. 172.10 Hubungan antar Filum Annelida ................................................................... 172.2 FILUM PLATYHELMINTHES 2.2.1 Pengertian dan Karakteristik Filum Platyhelminthes……………….15 2.2.2 Sistem Ekskresi……………………………………………………...16 2.2.3 Sistem Saraf………………………………………………………....17 2.2.4 Sistem Reproduksi…………………………………………………..17 2.2.5 Klasifikasi Platyhelminthes…………………………………………18 2.2.6 Peranan Platyhelminthes Bagi Kehidupan Manusia………………...242.3 FILUM ACOELAMORPHA 2.3.1 Karakteristik Acoelamorpha…………………………………………24 2.3.2 Ciri Khusus Platyhelminthes Modern………………………………..25BAB III PENUTUP3.1 Simpulan…………………………………………………………………..….28DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………….29 ii
  • BAB I PENDAHULUAN1.1 LATAR BELAKANG Annelida adalah cacing protostome dengan tiga lapisan sel, saluran cerna denganmulut dan anus, sebuah dinding tubuh dengan otot membujur dan melingkar.Rongga tubuhcoelomic terbentuk karena pemisahan mesoderm embrio. Epidermis luar diselubungi olehkulit ari tipis, sejenis bulu-bulu chitinous (‘chaetae atau setae’).Segmentasi metamerik,yangselalu ditunjukkan dalam muskular dan sistem saraf adalah karakteristik yang jelas.Sistemsaraf memiliki ganglion supraoesophaegal (kelompok tubuh utama sel saraf) yang disebutotak meskipun lebih banyak daripada sensor penyampai pesan, dan kawat saraf ventral yangyang menuju segmen ganglia memberikan segmen saraf.Terdapat sistem darah tertutupdengan darah yang bergerak menuju pembuluh membujur dorsal. Pembuluh segmen antaracoelom dan luar digunakan untuk sekresi dan reproduksi. Cacing anelida adalah hewan berongga dengan segmen metamerik. Coelom aneliddipenuhi cairan pengisi rongga tubuh disekitar mesoderm, yang menyediakan kerangkahidrostatis yang efisien. Metameris adalah rangkaian repetisi dari bagian yang sama disepanjang tubuh hewan, yang dimuat oleh pemisahan primer mesoderm menjadi blok segmenotot. Pada anelida terdapat sekat dalam (septa) antar segmen. Coelom dan metemerismeningkatkan efektifitas kontraksi otot sehingga pergerakan aktif dapat lebih cepat daripadahewan acoelomate. Pada waktu yang sama, kelanjutannya memberikan kerumitan yaitu ketikacoelom luas terpisah dari jaringan luar dan dalam, sistem transport diperlukan dan organekskresi dan respirasi mungkin perlu berkembang. Kerumitan ini kemudian menyebabkanperbedaan struktural dan peningkatan ukuran. Sebanyak 15000 spesies cacing anelida yang diketahui hidup di laut, merayap dibawahbebatuan pantai dan di dasar laut, berenang bebas atau mencari perlindungan dari predatordalam lubang atau tabung. Penyebaran anelida di air tawar dan daerah terrestrial hanyasedikit, kecuali cacing tanah, yang bertahan dengan sukses, dan lintah yang menyebar luas.Panjang anelida mulai dari 1 mm diantara butiran pasir sampai 3 m di beberapa cacing tanahAustralia. 1
  • 1.2 RUMUSAN MASALAH Rumusan masalah yang dikemukakan dalam makalah ini antara lain: 1. Apakah itu Annelida? 2. Bagaimana karakteristik hewan yang termasuk ke dalam dari filum Annelida? 3. Kelas apa saja yang termasuk filum Annelida? 4. Apa saja perbedaan yang terdapat pada setiap kelas Annelida? 5. Bagaimana sistem reproduksi, sistem pernafasan, sistem ekskresi, system respirasi, sistem pencernaan, sistem gerak dan sistem saraf pada Annelida? 6. Bagaimana karakteristik dari Filum Platyhelminthes dan Acoelomorpha? 7. Klasifikasi filum Platyhelminthes dan Acoelomorpha? 8. Bagaimana daur hidup kelas yang terdapat pada filum Platyhelminthes dan Acoelomorpha? 9. Apa peranan Platyhelminthes dalam kehidupan manusia?1.3 TUJUAN Tujuan dari penulisan makalah ini antara lain: 1. Untuk mengetahui dan memahami bagaimana karakteristik umum Annelida 2. Untuk mengetahui dan memahami perbedaan pada setiap kelas Annelida 3. Untuk mengetahui dan memahami bagaimana sistem reproduksi, sistem pernafasan, sistem ekskresi, system respirasi, sistem pencernaan, sistem gerak dan sistem saraf pada Annelida 4. Mengetahui dan memahami lebih jauh tentang filum Platyhelminthes dan Acoelomorpha dan peranannya dalam kehidupan manusia. 2
  • BAB II PEMBAHASAN2.1 FILUM ANNELIDA 2.1.1 Pengertian dan Karakteristik Annelida Annelida berasal dari bahasa latin: annulus = cincin/gelang, maka sering juga disebut cacing gelang karena tubuhnya tersusun atas segmen yang menyerupai cincin atau gelang. Annelida merupakan binatang triploblastik selomata, tubuhnya bersegmen. Setiap segmen dibatasi oleh sekat (septum). Sudah memiliki sistem syaraf, pencernaan, ekskresi, reproduksi dan sistem pembuluh. Hidup di air tawar, laut darat atau parasit. Annelida adalah cacing protostome dengan tiga lapisan sel, saluran cerna dengan mulut dan anus, sebuah dinding tubuh dengan otot membujur dan melingkar. Annelida memiliki panjang tubuh sekitar 1mm sampai 3 m, tubuhnya simetri bilateral, berbentuk seperti gelang (anellus = cincin), memiliki alat gerak berupa bulu-bulu kaku pada setiap segmen dan memiliki sistem peredaran darah tertutup serta tubuh tertutupi oleh kutikula yang licin yang terletak diatas ephitelium. 3
  • Rongga tubuh coelomic terbentuk karena pemisahan mesoderm embrio. Epidermis luar diselubungi oleh kulit ari tipis, sejenis bulu-bulu chitinous (‘chaetae atau setae’).Segmentasi metamerik,yang selalu ditunjukkan dalam muskular dan sistem saraf adalah karakteristik yang jelas.Sistem saraf memiliki ganglion supraoesophaegal (kelompok tubuh utama sel saraf) yang disebut otak meskipun lebih banyak daripada sensor penyampai pesan, dan kawat saraf ventral yang menuju segmen ganglia memberikan segmen saraf.Terdapat sistem darah tertutup dengan darah yang bergerak menuju pembuluh membujur dorsal.Pembuluh segmen antara coelom dan luar digunakan untuk sekresi dan reproduksi2.1.2 Kelas dari Filum Annelida Filum Annelida terdiri dari tiga kelas yaitu 1. Polychaeta Polychaeta (dalam bahasa yunani, poly = banyak, chaetae = rambut kaku). Tubuhnya dibedakan menjadi daerah kepala (prostomium) dengan mata, antena, dan sensor palpus. Tubuh memanjang dan mempunyai segmen. Mereka memiliki sepasang struktur seperti dayung yang disebut parapodia (tunggal = parapodium) pada setiap segmen tubuhnya kecuali pada segmen terakhir. Fungsi parapodia adalah sebagai alat gerak dan mengandung pembuluh darah halus sehingga dapat berfungsi juga seperti insang untuk bernapas. Setiap parapodium memiliki rambut kaku yang disebut seta yang tersusun dari kitin. Polychaeta hidup dalam pasir atau menggali batu-batuan di daerah pasang surut air laut. Contoh cacing ini adalah : 4
  • 1) Eunice viridis (cacing wawo) 2) Lysidice oele (cacing palolo) 3) Nereis virens (kelabang laut) Gambar a. Gambar b2. Oligochaeta Oligochaeta dalam bahasa yunani berasal dari dua kata yaitu oligo = sedikit dan chaetae = rambut kaku. Oligochaeta merupakan annelida air tawar atau terrestial umumnya, tanpa parapodia dan beberapa chaetae tanpa sendi. Cara makannya bersifat suctorial yaitu tidak memiliki rahang. Oligochaetes dikenali dengan ‘clitellum’ berbentuk tongkat, epiderm kental yang mengeluarkan kepompong. Contohnya : Lumbricus terrestris (cacing tanah – Eropa dan Amerika) Perichaeta (cacing hutan) Tubifex (cacing air) Pheretima posthurna (cacing tanah – Asia) 5
  • Gambar c. Gambar d3. Hirudina (lintah). Hirudina merupakan kelas annelida dengan jenis yang paling sedikit. Mereka memiliki ciri –cirri antara lain: tidak memiliki parapodium maupun seta pada segmen tubuhnya, panjang bervariasi dari 1 – 30 cm, tubuhnya pipih dengan ujung anterior dan posterior yang meruncing, pada anterior dan posterior terdapat alat pengisap yang digunakan untuk menempel dan bergerak. Lintah ada yang bersifat ektoparasit pada permukaan tubuh inangnya yang berupa hewan vertebrata termasuk manusiadengan mengisap darah inangnya dan ada pula yang hidup bebas dengan memangsa invertebrata kecil seperti siput. Contoh Hirudinea parasit : Haemadipsa (pacet), hidup di rawa-rawa dan di hutan basah Hirudo medicinalis (lintah). Hirudo medicinalis (lintah) Haemadipsa (pacet) 6
  • Saat merobek atau membuat lubang, lintah mengeluarkan zat anestetik (penghilang sakit), sehingga korbannya tidak menyadari adanya gigitan. Setelah ada lubang, lintah akan mengeluarkan zat anti pembekuan darah (hirudin). Dengan zat tersebut lintah dapat mengisap darah sebanyak mungkin. Gambar e gambar f2.1.3 Cara gerak Filum Annelida Cara jalan yang lambat jenis polychaete seperti Nereis dicapai dengan melangkah dengan parapodia, chaetae mereka yang meningkatkan gaya tarik dengan substratum. Yang berjalan cepat malah menggunakan sedikit parapodia. Tubuhnya dibentuk menjadi gelombang horizontal oleh kontraksi dan relaksasi otot dinding utama dalam dua sisi,komponen lateral tenaga desakan akan batal dan cacing bergerak maju dengan menekankan tubuhnya pada lingkungan tempat ia berada,ketika polychaetae berubah dari berjaalan cepat menjadi berenang, gelombang menggambarkan aktivitas yang mungkin untuk cacing coelomate bersegmen. Gelombang lateral poluchaetae berbeda dari dorongan gelombang dalam nematoda, belut atau ular yang terdapat parapodia ini. mereka tidak memperbesar secara langsung, tapi kehadiran mereka, menyebar pada sisi luar dan dikumpulkan di bagian dalam setiap tekukan,berarti bahwa desakan yang mendorong ditekan pada permukaan cembung luar dan tidak menekan sisi dalam yang cekung. Kontraksi gelombang harus dikembangkan dari belakang hingga ke depan bagian cacing, tidak bergelombang dari depan ke belakang sperti nematoda, belut, ular dan polychaete. Otaknya harus memulai perpindahan pada ujung terjauh tubuhnya. Polychaete dengan semua parapodia yang hilang berenang ke belakang. Oligochaetes menggunakan kontraksi otot sirkular dan membujur secara bergantian tidak bergelombang melainkan peristaltik.kontraksi otot sirkular 7
  • memungkinkan cacing tanah memanjangkan bagian anteriornya lebih ramping dan panjang sementara cengkraman chaetae di tanah di bagian belakang, membuat lebih pendek dan gemuk dengan kontraksi otot longitudinal atau membujur. Otot sirkular anterior kemudian berelaksasi dan gelombang kontraksi sirkular melewati seluruh bagian cacing. Lintah mungkin menukik dengan melekat dan menyobek penghisapan mereka atau mungkin berenang ke atas-kebawah dengan gelombang yang disebarkan dari ujung anterior. Untuk melakukan ini, mereka harus memipihkan dan mengeraskan tubuh mereka dengan kontraksi otot dorsovental sehingga mereka bisa melenturkan ototnya tanpa memendekan tubuhnya. Pengaturan pergerakan ini lebih maju daripada annelida lainnya, dengan sistem saraf yang lebih singkat dan lebih memusat fungsinya.2.1.4 Sistem reproduksi Polycahaete adalah hewan laut dan memiliki alat kelamin terpisah, transfer sperma eksternal dan fertilisasi eksternal. Telur dilepaskan menembus organ segmen kedalam laut, diamana mereka berkembang menjadi larva planktonik ‘trochophore’. oligochaetes dalam air tawar atau di tanah, adalah hermaprodit fertilisasi menyilang dengan tidak mentransfer sperma eksternal yaitu kuning telur dibuahi dalam cacing atau dalam kepompong. Clittelum yang berada di dekat poti betina, mengeluarkan kepompong yang telurnya dikeluarkan sebelum atau sesudah pembuahan), dan dimana mereka berkembang secara langsung tanpa tingkatan larva. Lintah di habitatnya bereproduksi seperti oligochaete dengan perkembangan langsung dalam kepompong. 8
  • Generalisasi menyediakan sebuah kerangka berguna, tapi menghentikanjumlah bentuk seleksi alam. Polychaete tidak semuanya hewan laut tapi mempunyaibeberapa spesies yang hidup di air tawar, dan ada juga yang hidup di gelondongankayu busuk di darat seperti oligochate yang mempunyai sejumlah spesies laut.Sedangkan generalisasi tentang reproduksi dan perkembangan oligochaete bisatertahan, polychaete sangat bervariasi. Betinanya bisa mengumpulkan dan menyimpansperma, contohnya seperti larva trochopore bisa dimodifikasi atau ditekan dimanaperkembangan terjadi dalam kuning telur. Reproduksi seksual (dengan kekuatanregenerasi yang berhubungan) bisa terjadi ketika ujung belakang Nereis pecah danmenjadi transformasi pelagic ‘heteronereis’ yaitu seperti pelagic lain polychaete,kemudiian mengapung karena perpanjangan permukaannya dan mempunyai mata 9
  • yang lebar. Pelepasan gamet bisa diseimbangkan dalam kawanan polycahete dewasa secara seksual.2.1.5 Sistem ekskresi Sebagian besar polychaete adalah osmoconformer, regulasi osmosis adalah aspek penting dalam annelida yang mampu untuk mengumpulkan air dari lingkungan. Contohnya, Nereis diversicolour pada estuaria dan cacing tanah dapat memproduksi urin hipotonik sampah gas nitrogen bisa dikeluarkan dalam bentuk ammonia, atau dimana air hanya sedikit dibebaskan dengan sel khusus (pada oligochates) atai sel botroidal (lintah) bisa menggabungkan amonia dengan karbondioksida untuk membentuk urea. Organ ekskresi pada larva dan beberapa polychaetes dewasa (dan pada annelida anchestral) adalah protonephridia, tabung dengan ujung samar-samar dimana filtrasi menggunakan cilia terjadi. Sebagian besar polychate memiliki metanephridia, pembuluh terbuka dari coelom dengan saluran ciliata. Tabung bisa terpisah keluar tapi lebih sering membuka kedalam pembuluh gonad mesoderm yang terjadi pada banyak segmen. Oligochaete dan lintah memiliki segmen metanephridia dengan gonad dan pembuluh yang dibatasi oleh beberapa segmen anterior.Cara kerja organ ekskresi bekerja Ada dua proses yang terjadi : Ultrafiltrasi. Tekanan mendesak air dan molekul larutan kecil menerobos membran semi permeable yang menahan balik molukul besar seperti protein. 10
  • Transport aktif ion (bukan air) adalah langkah penting kedua:filtrasi dalam tubula ekskresi dimodifikasi ketika lewat : substansi yang dipilih ditambahkan atau diserap kembali. Ini dilapisi ketika proses filtrasi, transport aktif mungkin memulai ekskresi, seperti hamocoel serangga, jika tekanan darah rendah.Hasil ekskresiSelain air dan ion, produk ekskresi di antaranya: Karbondioksida, CO2, hasil dari pernapasan pada semua hewan Ammonia, NH3, ion NH4+, produk primer deaminasi asam amino. Ini adalah racun dan perlu air untuk membuangnya. Urea,CO(NH2)2, sedikit beracun dan memerlukan sedikit air untuk menghilangkannya. Ini adalah poin akhir yang umum pada metabolisme nitrogen yang diproduksi oleh pemadatan molekul CO2 dengan dua molekul amonia. Asam uric, C5O3N4H4 pada titik akhir metabolisme purin ini adalah molekul yang komplek, lebih mahal pembentukannya. Dapat dikeluarkan dengan semi padat dengan sedikit air, atau disimpan dalam hewan atau telur tapi membahayakan. Biasanya diproduksi oleh hewan terrestial, contohnya serangga dan siput (laba-laba menngunakan purin lain, guanin) Kebanyakan hewan mengeluarkan campurab dari tiga substansi (lainnya), tapi biasanya titik akhir nitrogen lebih mendominasi. Ammonia contohnya, 80% pada annelida Aphrodite, 60% pada udang karang Astacus, 67% pada sotong Sepia dan 30% pada bintang laut Asterias(dimana sebagian besar sampah nitrogen dalam bentuk asam amino). Di darat siput pulmonate Helix, asam uric berisi 70% sampah nitrogen, sementara di pantai yang lebih rendah siput laut Littorina littorea hanya 0,8-1,2%. Kutu kayu termasuk ke dalam hewan terrestial yang mampu mengeluarkan gas ammonia.2.1.6 Sistem transportasi Diffusi Difusi, pergerakan substansi lebih tinggi ke konsentrasi substansi yang lebih rendah, ini tidak cukup untuk komunikasi antar bagian tubuh pada hewan kecil. Planaria contohnya, mengandalkan difusi suplai oksigen dan menggunakan oksigen sekitar 0,1 sampai 0,2 ml oksigen pergram perjam pada 15ᵒC. Penghitungan berdasarkan jumlah difusi meyakinkan bahwa planaria harusnya tidak lebih dari 0,5 mm.Pada titik ini,banyak planaria bernapas secara anaerob pada waktu tertentu, dan banyak pusat cacing bukanlah pada jaringan tapi pada makanan dalam saluran cerna. Transportasi atau sistem „vaskular‟ 11
  • Sistem transportasi terumum adalah darah, jaringan cair (mengandung sel)dalam pembuluh tertutup atau rongga haemocoelic. Fungsinya untuk mengangkut gashasil pernapasan, makanan, materi ekskresi, hormon dan substansi lainnya. Dugaanbahwa sisteem darah dahulu berkembang untuk transport oksigen itu salah nemertinesmempunyai sistem darah di dalam tubuhnya dan tidak ada hubungannya dengantransport oksigen. Nemertines, tidak seperti planaria, mempunyai saluran cernaterbuka pada kedua ujungnya dengan pergerakan makanan satu arah,secara langsungini memerlukan sistem transport jika makanan disebarkan ke seluruh tubuh. Pada planaria, dimana hanya ada mulut yang terbuka, makanan tidak akanmencapai semua jaringan tapi untuk cabang saluran cerna. Transport oksigen dankarbonsioksida Pigmen respirasi Pigmen yang bergabung dengan oksigen ada di hampir semua hewan yangmembantu pernapasan. Sejauh ini yang paling umum adalah hemoglobin (Hb),ditemukan sedikitnya pada beberapa anggota hampir semua Filum. Struktur proteinyang berisi zat besi dan hemoglobin, ini terhubung pada enzim pernapasancytochrome yang digunakan dalam respirasi sel pada semua hewan. Hemoglobinmungkin terdapat pada larutan atau sel darah,dimana ini akan menjadi lebihterkonsentrasi tanpa memunculkan tekanan osmosis darah, pertama ini mengangkutoksigen, tapi mungkin ini hanya cadangan oksigen, seperti bentuk yang lebihsederhana molekul yang disebut ‘myoglobin, ini mungkin memudahkan difusioksigen. Hemocyanin adalah pigmen berbahan dasar tembaga yang terdapat padabanyak arthropoda atau moluska. Ini mempunyai capasitas pengangkut oksigen yanglebih rendah daripada hemoglobin dan tidak bisa diisikan pada sel darah. Pigmenrespirasi lainnya seperti haemerythrin dan chlorocruoin terjadi khususnya padaannelida yang mempunyai rangkaian luas pigmen khusus respirasi.Karbondioksida Karbondioksida juga diangkut dalam kombinasi arah sebaliknya olehhemoglobin sebagai ion bikarbonat (HCO3)- atau dalam larutan padat.Sistem penghitungan ukuran Ketika arah aliran berlawanan dalam saluran yang tepat dan tertutup, sistempenghitungan ukuran meningkatkan pengambilan oksigen pada permukaanpernapasan. Dengan aliran penghitungan ukuran, ada gradien konsentrasi oksigen (atau substansi lain, atau panas) sepanjang seluruh permukaan, yang menyebabkan 12
  • lebih banyak difusi terjadi pada aliran paralel (co_current), dimana ada peningkatan gradien yang tinggi –lihat diagram c dan d.2.1.7 Sistem respirasi Respirasi adalah oksidasi makanan organik dengan pelepasan energi. Ini termasuk kedalam anaerob (menggunakan oksigen ingkungan) dan memiliki tiga tahap: 1. Pertukaran gas. Oksigen dimasukkan dan karbondioksida dikeluarkan pada permukaan respiratori, sering dibantu oleh pergerakan ventilasi. 2. Pengangkutan oksigen Pengangkutan oksigen dari organ respirasi menuju sel, biasanya dalam darah dan karbondioksida di arah sebaliknya. 3. Terjadinya proses biokimia Dalam setiap sel proses biokimia cenderung sama dalam semua hewan. Gula disusun dan dipecahkan dengan glikosis menjadi pirufat, yang melepaskan energi yang tergabung menjadi ATP atau kehilangan panasnya. Ini adalah tahap anaerobik respirasi,ketiadaan oksigen pirufat yang terbentuk diubah menjadi asam laktid. Pemecahan tidak sempurna ini mungkin menjadi satu-satunya tahap respirasi seluler pada beberapa hewan atau beberapa keadaan, ketika otot membangun bank oksigen. Sebagian besar hewan mengoksidasi pirufat (dalam siklus ‘krebs’ atau ‘asam trikarboksil) yang menggunakan molekul oksigen sebagai penerima akhir hidrogen. Respirasi aerobik membuat persediaan energi yang lebih banyak. Persamaannya adalah : C6H12O6+6O2 =6CO2+6H20 Repirasi akuatik dan udara Oksigen mungkin diperoleh dari larutan dalam air. Kelebihan pernapasan di udara Kandungan oksigen di udara lebih banyak 30 kali lipat daripada dalam air : udara berisi 20% oksigen sementara seliter air tawar pada 15ᵒC tidak akan mengandung oksigen lebih dari 7,0 ml oksigen. Oksigen berdifusi 10000 kali lebih cepat daripada dalam air. Udara, menjadi tebal dan kental, bergerak lebih cepat daripada air pada permukaan organ pernapasan. 13
  • Kelebihan bernapas dalam air 1) Permukaan organ respirasi didukung oleh air dan tidak akan mengering 2) Pengeluaran karbondioksida lebih mudah : ini dapat larut dan air tawar dapat menahan sekitar 3 volume% CO2 sementara udara hanya mampu berisi 0,03 volume %.Tekanan oksigen Ketersediaan oksigen dalam larutan diukur dalam tekanannya, bukanvolumenya. Tekanan bagian oksigen (bagian keseluruhan yang menyebabkanoksigen) disebut tekanan oksogen. Tekanan lingkungan pada tingkatan lautdikukur dalam sebuah barometer 760 milimeter merkuri (mm Hg: dalam unit Sl,101, 3 kilopaskal, kPa). Udara kira-kira mengandung 21% oksigen sehinggatekanan oksigen dalam air laut yang mengandung udara kira-kira 0,21X760=160mm Hg (21,3 kPa). Air tawar secara umum akan di oksigenasi lebih baik daripada di laut, karenaoksigen kehilangan larutan dalam garam. Udara yang seimbang lebih mudah untuk pengambilan oksigen, sehinggarespirasi akuatik akan membutuhkan permukaan respirasi yang luas Alat-alat respirasi Permukaaan tubuh mungkin dapat ditembus pada udara respirasi hewanlaut.Contohnya sponge, cnidaria, cacing acoelomate, crustaceae dan larva dantelur hewan laut.Insang Insang adalah perpanjangan permukaan yang berdinding tipis pada hewanair. Insang luar mungkin dibuka oleh air yang bergerak melewati hewan ataudengan pergerakan hewan menembus air: ventilasi insang dalam mungkinmemerlukan energi lebih banyak. Porsi struktur dan insang yang termasuk cupingparapodial polychaetae yang berenang bebas, tentakel (insang terpisah) polychaeteyang hidup dalam tabung, ctenidia moluska dan lipatan mantel siput, anggotatubuh semua atau bagian crustaceae dan kaki tabung echinodermata.Paru-paru Paru-paru adalah kantung internal yang berisi udara dengan sebuahpembuka pada dunia luar dan darah tertutup yang diterapkan ada dinding luarmereka. Pada paru-paru invertebrata berisi pertukaran udara dengan diffusi tanpapergerakan ventilasi, seperi pada siput dan keong. 14
  • Sistem trakea Pada serangga dan arthropoda terrestial lainnya, sistem trakea berisi tabung berisi udara yang bercabang ke seluruh tubuh dan masuk di antara sel, yang menyediakan respirasi aerial yang effisien untuk hewan kecil. Jumlah respirasi Jumlah pernapasan akan bervariasi menurut sifat dan lingkungan invertevrata. Ini juga tergantung pada ukuran tubuh, aktifitas dan suhu lingkungan. Biasanya disamakan dengan jumlah metabolisme, jumlah total aktifitas hewan. Dalam jumlah metabolisme hewan dapat diukur dengan penggunaan oksigen per unit waktu. Endotermik (cacing darah) vertebrata menjaga jumlah metabolisme basal agar stabil pada saat beristirahat, tapi ektoderm (termasuk invertebrata) tidak : mereka mempunyai kelebihan menjadi berhenti dengan menghemat air dan energi dalam kondisi yang tidak baik. Pada vertebrata ini dimana jumlah metabolisme ketika istirahat dapat diukr, ini lebih hebat pada hewan yang lebih besar tapi tidak berskala 1:1 dengan massa tubuh. Pada vertebrata, jumlah metabolisme ketika istirahat cenderung pada proporsi masa tubuh yang mencapai 0,75. Pernapasan Kemampuan menembus permukaan luar umumnya tidak cukup bagi annelida untuk menyerap oksigen yang diperlukan padahal mereka adalah hewan yang bergerak dan hidup aktif dalam galian atau tabung. Insang diperlukan, seperti pada cuping parapodial dengan area permukaan luas dan cadangan darah internal. Plychaetes yang hidup dalam tabung mungkin perlu insang terpisah jika tentakelnya mengupulkan makanannya dari pasir. Pigmen respirasi diperlukan, juga dalam darah untuk meningkatkan kapasitas pengangkutan oksigen atau dalam jaringan untuk memudahkan difusi. Hemoglobin adalah pigmen respirasi paling umum, yang terjadi pada sebagian besar hewan. Itu terjadi pada annelida, tapi juga dengan pigmen berbahan dasar besi yang sangat jarang, haemerythrin dan chlorocruorin dan hemocyanin yang berbahan dasar tembaga, tidak ada pilum lain yang memiliki susunan hebat itu.2.1.8 Sistem pencernaan Polychaete merayap atau berenang bebas dalam laut dan biasanya merupakan predator aktif berwarna, dengan rahang tajam pada faringnya. Sebagian mereka adalah karnivora, tapi ada juga herbivora, detritivora dan omnivora. Ada banyak genus, 15
  • kebanyakan namanya berasal dari nama dewa dan dewi Yunani. Nereis adalahragworm, seperti Nephtys dan Phylloduce; sillidaenya ramping dengan parapodialembut, glyceridae memiliki faring seperti balon, eunicidae memiliki rahang kuatkhusus dan cacing sisik seperti Aphrodite memiliki insang menutupi seluruh bagianpunggungnya. Ada 25 famili, yang dikelompokkan sebagai ‘Errantia’, tapi mereka tidak semunayamemiliki hubungan dekat. Pendatang baru arthropoda predator tidak diragukan lagiadalah sebuah oerangsang bagi evolusi sepanjang keberadaan cacing; mereka hidupdalam lubang galian sepanjang waktu sebagai pemakan runtuhan dan pelapukan.Struktur eksternal menjadi berkurang tapi otot terjaga dan berkembang baik, daninsang diperlukan. Contohnya Arenicola pada lugworm,bertanggung jawab padamakanan cacing di pantai berpasir atau lumpur, dan Chaetopterus, dengan perbedaananggota badan yang menggerakan air menembus tabung U. Polychaete bertabungsessile mengeluarkan tabung dimana mereka tinggal, sekarang telah dimodifikasidengan saluran cerna berbentuk U. Syaraf berkembang baik dan otot tidak terlalupenting dalam perpindahan tapi sangat cepat dalam penarikan kembali tabung.Kepalanya menjadi bertentakel yang bisa meregang pada pasir dan membawa partikel,seperti Terebellidae, yang memungkinkan ciliari makan seperti pada cacing kipasSabella dan serpulidae, pembuat tabung calcareous umumnya ditemukan pada batuatau rumput laut. Perbedaan makanan sangat tipis antara oligochaetes, yang memiliki faringnoneversible dan memakan tumbuhan yang runtuh, dan lebih tipis lagi pada lintah.Kesergaman morfologi yang dimiliki Hirudina mencapai 33 segmen dan embriologimereka diarahakn oleh sel turunan dalam nematoda. 16
  • 2.1.9 Sistem sirkulasi Sistem darah merupakan bagian kecil rongga tubuh primer atau blastosol annelida berlangsung selama perkembangan, menjadi terisi dengan darah dan membentuk pembuluh sistem tertutup. Contraksi secar umum pembuluh longitudinal dorsal menekan darah maju, dan kemudian menembus sejumlah pembuluh yang terhubung untuk mengalir ke dalam pembuluh ventral di bawah saluran cerna. Tidak ada jantung yang sebenarnya, mungkin ada beberapa pembuluh kontraksi yang memiliki ujung samar-samar yang membantu aliran darah. Mungkin ada pembuluh lain, contohnya parapodia dalam polychaetes. Pembuluh melintang memerlukan dukungan septa segmen. Lintah memiliki sistem sirkulasi berbeda. Coelom menjadi terbungkus dengan jaringan ‘botryoidal’ penghubung, yang meninggalkan saluran coelomik dalam sirkulasi cairan. Sistem darah ini kemudian menjadi berkurang atau malah tidak ada.2.1.10 Hubungan antar Filum Annelida Hubungan antara tiga kelas utama annelida sudah jelas, bahwa Clitellata berbeda, apapun asal-usulnya. Dalam kelompok ini, tidaka akan bisa lagi ada pembatasan kelas,munculnya spesialisasi Hirudina (lintah), mungkin lebih dari satu kali dari semua oligochates. Kelihatannya Clitellata adalah asli cacing terrestial, yang kemudian hidup di air. Asal-usul dan komposisi polychaeta tidak cukup jelas. Banyak cacing yang dikira merupakan pilum terpisah sekarang dikenal sebagai polychaetes yang telah berubah, perrtama adalah Archiannelida,sekumpulan annelida yang kecil dan sederhana yang pernah dikira anchestral, dikenali sebagai poychaetes yang bersatu dari beberapa famili. Kemudian Echiura dan mungkin juga Sipuncula dianggap kelompok polycahetes dengan kehilangan 17
  • segmentasi dan kekuatan perpindahan ketika dewasa. Sekarang pogonophora dipercaya, dengan dukungan bukti molekul, dimasukkan kedalam anggota polychaete untuk memiliki saluran cerna dengan pemanjangan endoderm berisis bakteri chemosynthetic. Mereka bisa dikatakan dekat dengan Sabella.2.2 FILUM PLATYHELMINTHES2.2.1Pengertian dan Karakteristik Filum Platyhelminthes Struktur dasar platyhelmintes sederhana, mereka triploblastik, mempunyai tiga lapisansel, ektoderm (luar), mesoderm, dan endoderm (dalam). Dalam kehidupan bebas adapenguraian sistem reproduksi hermaprodit dan sistem tabung ectoderm excretori,protonephridia (sel api). Platyhelmintes yang hidup bebas mempunyai ujung kepala denganorgan perasa anterior dan otak tidak sempurna. Mereka bergerak dengan cilia atau gelombangkontraksi dalam otot yang bekerja melawan tekanan cairan isi tubuhnya (saluran cerna,parenkim, genitalia,dll). Hewan ini biasanya dikenal sebagai primitif berdasarkan jumlah karakter negatifnya,mulut hanya terbuka hingga saluran pencernaan, dan mereka tidak punya rongga tubuh,sistem respirasi, sistem peredaran darah, anggota badan dan rangka keras. Hewan tanpa sistempernapasan dan darah biasanya datar, menjadi terbatas oleh difusi oksigen, dan merekamemiliki tubuh lunak dengan panjangnya yang lebih daripada lebarnya, mereka dikenalsebagai cacing pipih. Platyhelminthes, asal kata : platy = pipih dan helmins = cacing. Pada platyhelminthessudah tedapat alat atau organ sederhana seperti pharynx yang bersifat musculer, ocelli danalat-alat yang lebih kompleks misalnya organ genitalia dan organ excretoria. Namun merekamasih mempunyai systema gastrovasculare seperti diketemukan pada Coelenterata denganhanya satu muara keluar yang berfungsi baik sebagai mulut maupaun sebagai anus.Platyhelminthes memiliki tubuh pipih, lunak dan epidermis bersilia. Cacing pipih inimerupakan hewan tripoblastik yang tidak mempunyai rongga tubuh (acoelomata). Hidupbiasanya di air tawar, air laut dan tanah lembab. Ada pula yang hidup sebagai parasit padahewan dan manusia. Cacing parasit ini mempunyai lapisan kutikula dan silia yang hilangsetelah dewasa. Hewan ini mempunyai alat pengisap yang mungkin disertai dengan kait untukmenempel. Cacing pipih belum mempunyai sistem peredaran darah dan sistem pernafasan.Sedangkan sistem pencernaannya tidak sempurna, tanpa anus. Contoh Platyhelmintes adalahPlanaria. Planaria mempunyai sistem pencernaan yang terdiri dari mulut, faring, usus(intestine) yang bercabang 3 yakni satu cabang ke arah anterior dan 2 cabang lagi ke bagian 18
  • samping tubuh. Percabangan ini berfungsi untuk peredaran bahan makanan dan memperluasbidang penguapan. Planaria tidak memiliki anus pada saluran pencernaan makanan sehinggabuangan yang tidak tercerna dikeluarkan melalui mulut. Perhatikan gambar susunan saluranpencernaan Planaria berikut ini. Gambar 1. Susunan saluran pencernaan Planaria2.2.2 Sistem Eksresi Sistem ekskresi pada cacing pipih terdiri atas dua saluran eksresi yang memanjangbermuara ke pori-pori yang letaknya berderet-deret pada bagian dorsal (punggung). Keduasaluran eksresi tersebut bercabang-cabang dan berakhir pada sel-sel api (flame cell).Perhatikan gambar sistem eksresi dan sel api Planaria di bawah ini. Gambar 2. a) Susunan saluran eksresi pada Planaria; b) Sel api (flame cell) Platyhelminthes adalah merupakan sebagian besar acelomata yang mempunyai 3 (tiga)lapisan dermoblast, yaitu berturut-turut dari luar ke dalam: a. Ectiderm b. Mesoderm c. Entoderm 19
  • Pada Platyhelminthes dari lapisan-lapisan tersebut akan terbentuk alat-alat yaitu dariectoderm misalnya membentuk epidermis yang selanjutnya akan terbentuk cuticula.Mesoderm membentuk lapisan-lapisan otot, jaringan pengikat dan alat reproduksi. Danentoderm akan terbentuk gastrodermis.2.2.3 Sistem Saraf Sistem saraf berupa tangga tali yang terdiri dari sepasang ganglion otak di bagiananterior tubuh. Kedua ganglia ini dihubungkan oleh serabut-serabut saraf melintang dan darimasing-masing ganglion membentuk tangga tali saraf yang memanjang ke arah posterior.Kedua tali saraf ini bercabang-cabang ke seluruh tubuh. Perhatikan gambar sistem sarafPlanaria berikut : Gambar 3. Sistem saraf Planaria2.2.4 Sistem Reproduksi Reproduksi pada cacing pipih seperti Planaria dapat secara aseksual dan secaraseksual. Reproduksi aseksual (vegetatif) dengan regenerasi yakni memutuskan bagian tubuh.Sedangkan reproduksi seksual (generatif) dengan peleburan dua sel kelamin pada hewan yangbersifat hemafrodit. Sistem reproduksi seksual pada Planaria terdiri atas sistem reproduksibetina meliputi ovum, saluran ovum, kelenjar kuning telur. Sedangkan reproduksi jantanterdiri atas testis, pori genital dan penis. Perhatikan gambar sistem reproduksi Planariadibawah ini : 20
  • Gambar 4. Sistem reproduksi PlanariaSelanjutnya perhatikan gambar reproduksi aseksual Planaria di bawah ini! Gambar 5. Reproduksi aseksual Planaria A.Terpotong secara alami B.Dibelah dua C.Dibelah tiga2.2.5 Klasifikasi Filum Platyhelminthes2.2.5.1 Platyhelminthes yang hidup bebas Dengan sel epidermis ciliate. Mereka adalah tubelaria, kelempok heterogen yangtermasuk dalam Catenulida. Kebanyakan cacing kecil hidup di air tawar dengan banyakkarakter sederhana. 21
  • Gambar 6. Catenulida Rhabditophora, grup yang banyak dan bervariasi termasuk planaria, hidup di airtawar atap daratan berlumpur dan air laut. Gambar 7. Planaria2.1.5.2 Platyhelminthes parasit Kebanyakan platyhelminthes bersifat parasit. Terbagi menjadi 3 kelas : a. Monogenea, pipih ‘gepeng’, ectoparasit pada hewan air (biasanya pada ikan) b. Trematoda termasuk Digenea (cacing hati), endoparasit pada veterbrata c. Cestoida, cacing pita, termasuk endoparasit, tersebar dimana saja Di semua bentuk parasit ini, epidermis digantikan oleh ‘tegumen’ yang melindungiparasit dan mengatur apa yang bisa diserapnya dari inangnya. 22
  • Platyhelminthes (cacing pipih) dibedakan menjadi 3 kelas yaitu Turbellaria,Trematoda dan Cestoda. Berikut akan dijelaskan satu-persatu. 1. Kelas Turbellaria Hewan dari kelas Turbellaria memiliki tubuh bentuk tongkat atau bentuk rabdit(Yunani : rabdit = tongkat). Hewan ini biasanya hidup di air tawar yang jernih, air laut atautempat lembab dan jarang sebagai parasit. Tubuh memiliki dua mata dan tanpa alat hisap.Hewan ini mempunyai kemampuan yang besar untuk beregenerasi dengan cara memotongtubuhnya seperti tampak pada gambar 5 di atas. Contoh Turbellaria antara lain Planariadengan ukuran tubuh kira-kira 0,5 – 1,0 cm dan Bipalium yang mempunyai panjang tubuhsampai 60 cm dan hanya keluar di malam hari. Permukaan tubuh Planaria bersilia dan kira-kira di tengah mulut terdapat proboscis (tenggorok yang dapat ditonjolkan keluar) sepertipada gambar berikut. Gambar 6. Proboscis pada Planaria Planaria tubuhnya bersifat fleksibel, dapat memanjang atau memendek atau membelokdalam tiap arah. Planaria hidup di air tawar dalam danau, sungai dan rawa. Merekamenghindari sinar matahari dengan melekat di bawah permukaan batu atau sepotong kayu.2. Kelas Trematoda Hewan Trematoda memiliki tubuh yang diliputi kutikula dan tak bersilia. Pada ujunganterior terdapat mulut dengan alat penghisap yang dilengkapi kait. Tubuh dengan panjanglebih kurang 2,5 cm dan lebar 1cm serta simetris bilateral. Trematoda termasuk hewanhemafrodit,dan sebagai parasit pada Vertebrata baik berupa ektoparasit (pada ikan) maupunsebagai endoparasit. Contoh hewan Trematoda adalah : a) Fasciola hepatica Cacing hati atau Fasciola hepatica (parasit pada hati domba), dalam keadaan dewasacacing hati hidup di dalam hepar domba, sapi, babi dan kadang-kadang dalam manusia,cacing ini juga dapat menyebabkan banyak kerugian dalam bidang peternakan. Fasciola 23
  • hepatica menyerupai Planaria baik dalam bentuk tubuh maupun strukturnya. Tubuhnyaberbentuk daun, panjangnya sampai 30 mm. Gambar 7. Anatomi Fasciola hepatica b) Fasciola gigantica Fasciola gigantica (parasit pada hati sapi) dan cacing hati parasit pada manusia(Chlonorchis sinensis) serta Schistosoma japonicum (cacingdarah Daur Hidup Kelas Trematoda. Berikut ini diuraikan mengenai daur hidup beberapajenis cacing yang termasuk kelas Trematoda.• Cacing dewasa bertelur di dalam saluran empedu dan kantong empedu sapi atau domba.Kemudian telur keluar ke alam bebas bersama feses domba. Bila mencapai tempat basah, telurini akan menetas menjadi larva bersilia yang disebut mirasidium. Mirasidium akan mati bilatidak masuk ke dalam tubuh siput air tawar (Lymnea auricularis-rubigranosa).• Di dalam tubuh siput ini, mirasidium tumbuh menjadi sporokista (menetap dalam tubuhsiput selama + 2 minggu).• Sporokista akan menjadi larva berikutnya yang disebut Redia. Hal ini berlangsung secarapartenogenesis.• Redia akan menuju jaringan tubuh siput dan berkembang menjadi larva berikutnya yangdisebut serkaria yang mempunyai ekor. Dengan ekornya serkaria dapat menembus jaringantubuh siput dan keluar berenang dalam air.• Di luar tubuh siput, larva dapat menempel pada rumput untuk beberapa lama. Serkariamelepaskan ekornya dan menjadi metaserkaria. Metaserkaria membungkus diri berupa kistayang dapat bertahan lama menempel pada rumput atau tumbuhan air sekitarnya. Perhatikantahap perkembangan larva Fasciola hepatica.• Apabila rumput tersebut termakan oleh domba, maka kista dapat menembus dindingususnya, kemudian masuk ke dalam hati, saluran empedu dan dewasa di sana untuk beberapabulan. Cacing dewasa bertelur kembali dan siklus ini terulang lagi. 24
  • Gambar 8. Tahap perkembangan larva Fasciola hepaticaDalam daur hidup cacing hati ini mempunyai dua macam tuan rumah yaitu:1. Inang perantara yaitu siput air2. Inang menetap,yaitu hewan bertulang belakang pemakan rumput seperti sapi dan domba. Daur hidup Chlonorchis sinensis Daur hidup Chlonorchis sinensis sama seperti Fasciola hepatica, hanya saja serkariapada cacing ini masuk ke dalam daging ikan air tawar yang berperan sebagai inang sementara.Struktur tubuh Chlonorchis sinensis sama seperti tubuh pada Fasciola hepatica hanya berbedapada cabang usus lateral yang tidak beranting. Daur hidup Schistosoma japonicum (cacing darah) Cacing darah ini parasit pada manusia, babi, biri-biri, kucing dan binatang pengeratlainnya.Cacing dewasa dapat hidup dalam pembuluh balik (vena) perut. Tubuh cacing jantanlebih lebar dan dapat menggulung sehingga menutupi tubuh betina yang lebih ramping.Cacing jantan panjangnya 9 – 22 mm, sedangkan panjang cacing betina adalah 14 – 26 cm. Gambar 10. Schistosoma japonicum jantan dan betina Selanjutnya diuraikan tentang daur hidup Schistosoma japonicum :• Cacing darah ini bertelur pada pembuluh balik (vena) manusia kemudian menuju ke porosusus (rektum) dan ke kantong air seni (vesica urinaria), lalu telur keluar bersama tinja danurine.• Telur akan berkembang menjadi mirasidium dan masuk ke dalam tubuh siput. Kemudiandalam tubuh siput akan berkembang menjadi serkaria yang berekor bercabang. Serkaria dapat 25
  • masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan dan minuman atau menembus kulit dandapat menimbulkan penyakit Schistomiasis (banyak terdapat di Afrika dan Asia). Penyakit inimenyebabkan kerusakan dan kelainan fungsi pada hati, jantung, limpa, kantong urine danginjal.3. Kelas Cestoda Cacing pita (Cestoda) memiliki tubuh bentuk pipih, panjang antara 2 - 3m dan terdiridari bagian kepala (skoleks) dan tubuh (strobila). Kepala (skoleks) dilengkapi dengan lebihdari dua alat pengisap. Sedangkan setiap segmen yang menyusun strobila mengandung alatperkembangbiakan. Tubuhnya satu strobila tertutup oleh cuticula yang tebal; tidak berpigmen;tidak mempunyai tractus digestivus atau alat indera dalam bentuk dewasanya. Makin keposterior segmen makin melebar dan setiap segmen (proglotid) merupakan satu individu danbersifat hermafrodit. Banyak tipe-tipe cacing pita hidup di dalam intestinum dari hampir semua hewan-hewan Vertebrata. Species dari genus Taenia hidup sebagai bentuk dewasa di dalam tractusdigestivus manusia. Cacing ini biasanya hidup sebagai parasit dalam usus vertebrata dan tanpa alatpencernaan. Sistem eksresi terdiri dari saluran pengeluaran yang berakhir dengan sel api.Sistem saraf sama seperti Planaria dan cacing hati, tetapi kurang berkembang. Contoh Cestoda yaitu: a) Taenia saginata (dalam usus manusia) b) Taenia solium (dalam usus manusia) c) Choanotaenia infudibulum (dalam usus ayam) d) Echinococcus granulosus (dalam usus anjing) e) Dipylidium latum (menyerang manusia melalui inang protozoa) Daur Hidup Kelas Cestoda Selanjutnya akan diuraikan beberapa dari cacing pada kelas Cestoda, antara lain:a. Taenia saginata Cacing ini parasit dalam usus halus manusia. Perbedaannya dengan Taenia soliumhanya terletak pada alat pengisap dan inang perantaranya. Taenia saginata pada skoleksnyaterdapat alat pengisap tanpa kait dan inang perantaranya adalah sapi. Sedangkan Taeniasolium memiliki alat pengisap dengan kait pada skoleksnya dan inang perantaranya adalahbabi.Daur hidup Taenia saginata 26
  • Dalam usus manusia terdapat proglotid yang sudah masak yakni yang mengandung seltelur yang telah dibuahi (embrio). Telur yang berisi embrio ini keluar bersama feses. Bila telurini termakan sapi, dan sampai pada usus akan tumbuh dan berkembang menjadi larvaonkoster. Larva onkoster menembus usus dan masuk ke dalam pembuluh darah ataupembuluh limpa, kemudian sampai ke otot lurik dan membentuk kista yang disebutCysticercus bovis (larva cacing). Kista akan membesar dan membentuk gelembung yangdisebut Cysticercus (sistiserkus). Manusia akan tertular cacing ini apabila memakan dagingsapi mentah atau setengah matang. Dinding Cysticercus akan dicerna di lambung sedangkan larva dengan skoleksmenempel pada usus manusia. Kemudian larva akan tumbuh membentuk proglotid yang dapatmenghasilkan telur. Bila proglotid masak akan keluar bersama feses, kemudian termakan olehsapi. Selanjutnya telur yang berisi embrio tadi dalam usus sapi akan menetas menjadi larvaonkoster. Setelah itu larva akan tumbuh dan berkembang mengikuti siklus hidup seperti diatas. Perhatikan gambar daur hidup Taenia saginata berikut! Gambar 11. Daur hidup Taenia saginatab. Taenia solium Daur hidup Taenia solium sama dengan daur hidup Taenia saginata, hanya saja inangperantaranya adalah babi. Sedangkan kista yang sampai di otot lurik babi disebut Cysticercussellulose.c. Coanotaenia infudibulum Cacing pita lainnya adalah Coanotaenia infudibulum yang parasit pada usus ayamtetapi inang perantaranya adalah Arthropoda antara lain kumbang atau tungau.2.2.6 Peranan Platyhelminthes bagi Kehidupan Manusia Pada umumnya Platyhelminthes merugikan, sebab parasit pada manusia maupunhewan, kecuali Planaria. Planaria dapat dimanfaatkan untuk makanan ikan. Agar terhindardari infeksi cacing parasit (cacing pita) sebaiknya dilakukan beberapa cara, antara lain:memutuskan daur hidupnya, menghindari infeksi dari larva cacing, tidak membuang tinja 27
  • sembarangan (sesuai dengan syarat-syarat hidup sehat), dan tidak memakan daging mentahatau setengah matang (masak daging sampai matang).2.3 FILUM ACOELAMORPHA2.3.1 karakteristik Acoelamorpha Acoela sangat kecil (sekitar 3mm panjangnya) dan sederhana, bahkan ketikadibandingkan dengan platyhelminthes. Mereka tidak mempunyai lubang saluran pencernaan,tapi pada jaringan endoderm dalam ada lapisan digestif yang terbentuk setelah makan.Jaringan ini mungkin ‘synctial’ dengan penyebaran nukleus dalam sitoplasma dan tidakmemiliki sel yang emneglilingi. Mesoderm dalam bentuk sel otot muncul dari sel endoderm;tidak seperti platyhelminthes tidak ada sel ectoderm pada mesoderm. Acoela tidak punyaprotonephrida atau struktur eksresi. Telur dan sperma tidak terdapat pada gonad. Kordinasiterjadi oleh jaringan syaraf dengan beberapa kawat syaraf yang berbeda dan perkembanganotak yang minim (proses kimia yang tidak biasa), sangat berbeda dengan platyhelminthes. 28
  • Reduksi dari beberapa bentuk khusus diyakini dengan penemuan banyak fitur yangtidak biasa pada Acoela. Struktur spermanya unik, cilia dan akarnya tidak biasa dan rumitdalam substansi interselulernya. Tidak ada tingkatan larva. Perkembangan pembelahanspiralnya berbeda dengan hewan yang membelah secara spiral lainnya. Dalamplatyhelminthes, annelida, moluska dan lainnya, setiap pembagian menempatkan hasil bagianpada alur diantara sel-sel, membentuk spiral yang berubah menjadi searah jarum jam danberlawanan arah jarum jam secara berurutan sebagai hasil pembagian. Pada acoela. Dua spiral terpisah terbentuk, yang memulai pada divisi kedua, secaraberpasangan ‘duet’ tidak dengan empat sel. Putaran Arah jarum jam dan berlawanan arahjarum jam secara berurutan tidak bergantian tapi memiliki distribusi berbeda. Tujuan dariproduk pembelahan itu juga berbeda, dan sejauh ini masih bergantung pada reaksi diantara seldaripada di dalam tipe pembelahan spiral stereotip. Nemertodermatida Cacing kecil ini (sekitar 10 mm) merupakan fitur sederhana dari Acoela. Sistempencernaan tidak benar-benar hilang, tapi hampir tertutup oleh proses sel endoderm, danmungkin memiliki mulut atau tidak. Spermanya tidak seperti sperma acoelan danplatyhelminthes. Nemertodermatid juga berbeda dari yang lainnya dalam fertilisasi external.Kemiripan dengan acoela termasuk struktur khusus cirialy, bentuk mesoderm dari selendodermdan ketiadaan prothonephrida. Otak dan sistem syaraf lebih tipis dan rumit dariapdaAcoela. Informasi tentang perkembangan akan menarik: laporan yang tidak dipublikasimeyakinkan bahwa duet tterbentuk, yang memudahkan bispiral, seperti dalam acoela. 29
  • Nemertodermatida termasuk Acoela dan merupakan primtif sederhana, turunanlangsung primitif Bilateria. Acoela dan nemertodermatida digabungkanmenjadi’acoelomorpha’, pilum terpisah dari plathyhelminthes.2.3.2 Ciri khusus platyhelminthes modern 1. Reproduksi Triploblastik anchestral mungkin meneyrupai invetebrata laut sederhana yang lainnyadalam sek yang berbeda, yang menumpahkan sperma dan telur (tanpa banyak kuning telur)kedalam laut dan menetaskan larva kecil. Kebanyakan platyhelimnthes modern berkebalikan,memiliki sistem elaborasi organ kelenjar muskular yang membentuk sistem reproduksihermaprodit yang rumit. Kebanyakan turbellia hidup di air tawar, dan tpical hewan dalamhabitat ini mereka punya fertilisasi internal kuning telur yang luas, yang berkembang secaralangsung tanpa ada tingkatan larva. Bentuk Parasitis memiliki masalah yang luar biasa.Mereka memiliki sistem reproduksi yang rumit dan rangkaian larva yang memudahkantransfer diantara inangnya. Spermatozoa menyediakan contoh menarik pada spesialisasi Turbelaria. Kebanyakanhewan memiliki sperma ‘seperti kecebong’ yang familiar yang digerakan oleh flagela tunggal,tapi spermatozoa turbelaria memiliki dua flagel. Tidak memiliki penutup atau ‘akrosom’,nucleus berada di ujung anterior dan kedua flagel memanjang lurus pada sitoplasma sel. adapengecualian : sperma catenulid dibuahi tanpa flagel tapi struktur ciliari yang memendekbeberapa kali lipat oleh pergerakan mereka. Sperma biflagellate mungkin dihubungkandengan fertilisasi internal dan keharusan sperma untuk berjalan menembus jaringan untukmencapai telur. Fertilisasi internal umum terjadi pada invetebrata dan platyhelminthes, tapuspermatozoa biflagel merupakan hala yang unik diantara semua hewan. Spesialisasi lainnya adalah kuning telur tidak diproduksi dalam telur, tapi pada selterpisah, yang kemudian dihubungkan kedalam kapsul telur. Kekuatan regenarasi yang luar biasa dari berbagai planaria juga merupakan spesialisasi: sedikitnya satu per enam belas tubuh dapat menyusun kembali menjadi hewan kecil yangbaru. Pada kondisi yang tidak stabil, hewan bisa kehilangan susutan dan strukur perbedaanya,yang meningkatkan lagi ikuran dan kerumitannya ketika lingkungan membaik. 2. Epidermis Ini adalah struktur khusus pada Turbelaria. Kesamaan organ kelenjar muskularmungkin signifikan. Kelenjar memproduksi bentuk ucus yang rumit yang melindungi hewan,dan dalam beberapa cara yang tidak dimengerti, memudahkan perpindahan dan melekat padapermukaan. 30
  • 3. Sistem lainnya Pada sistem lain turbelaria jug menunjukkan elaborasi secara rinci. Jaringan syarafmerupakan perpaduan khusus dan tidak khusus yang bervariasi, komponen primitif danlanjutan, dengan variasi terbesar dalam kelompok yang merupakan calon turbelaria primitif.Ada variasi reseptor sensorik epidermal sederhana yang berkoresponden . otot tidakberkembang baik, seperti yang diharapkan pada hewan dimana ada sedikit ketentuan untukmeregangkan kembali otot setelah kontraksi. Ultrastruktur beberapa otot yanhg lebih cepatadalah striasi pengingat bagi otot. 4. Predasi dan parasitisme Turbelaria hampir semuanya predator yang menangkap makanannya dengan faring.Kerumitan saluran pencernaan meningkat di dalam turbelarian : tanpa adanya peredarandarah, suplai makanan ke seluruh tubuh hanya disalurkan oleh cabang saluran pencernaan.Evolusi parasitisme, bentuk khusus predasi, adalah yang karakter terkenal dalamplatyhelminthes. Parasitisme adalah arah evolusi yang berhasil bagi platyhelminthes. Platyhelminthescenderung kecil, ramping dan tidak aktif: tanpa adanya transportasi makanan dan oksigendalam tubuhnya mereka tidak bisa bertambah besar; dan sistem otot mereka tidakmengizinkan banyak bergerak. Parasitisme adalah satu cara hidup dimana karakter inimenjadi keuntungan tersendiri. Energi dapat diarahkan pada reproduksi, dan genitalhermaprodit yang komplek dari platyhelminthes yang hidup bebas, yang dipasangkan denganfertilisasi internal, dapat berkembang kesuburan yang baik diperlukan oleh parasit. Adabanyak jumlah spesies parasit dengan variasi siklus hidup, dengan inang lanjutan. Contohnyadalam cacing hati Fasciola, cacing dewasa hidup dalam domba, telur dilepaskan pada rumputbasah dimana mereka menetas menjadi larva yang berenang bebas (tidak seperti cacingdewasa, level ini memiliki epidermis ciliate dan mata yang sederhana). Larva memasuki paru-paru siput, dimana mereka membentuk kista yang melepaskan larva baru yang jumlahnyaberlipat ganda untuk meningkatkan jumlah mereka, dan akhirnya larva menunggu di rumput.Jika mereka di makan oleh domba, siklusnya menjadi lengkap. Cestoda seperti cacing pitapada manusia Taenia dimodifikasi dari nenek moyang mereka yang hidup bebas. Kepalamereka diikatkan kedalam kuncup usus inang yang merupakan rangkaian ‘proglottides’ yanglebih sedikit daripada kantung organ reproduksi; tidak punya saluran pencernaan danmakanan diserap oleh seluruh permukaan. Ada satu lagi siklus hidupnya yang rumit : telurlepas di tanah ketika dimana mereka berkembang menjadi embrio. Jika dimakan hewanpemakan rumput, embrio membuat jalanya ke dalam otot babi dan mengkista, siap untukdimakan manusia. 31
  • BAB III PENUTUP3.1 SIMPULAN Annelida merupakan hewan simetris bilateral, mempunyai sistem peredaran darahyang tertutup dan sistem saraf yang tersusun seperti tangga tali. Annelida mempunyai ronggatubuh atau coelem dan tubuhnya beruas-ruas. Filum ini dikelompokkan menjadi tiga kelasyaitu Polychaeta, Oligochaeta, dan Hirudenia. Platyhelminthes memiliki tubuh pipih, lunak dan epidermis bersilia. Cacing pipih inimerupakan hewan tripoblastik yang tidak mempunyai rongga tubuh (acoelomata). Hidupbiasanya di air tawar, air laut dan tanah lembab. Ada pula yang hidup sebagai parasit padahewan dan manusia. Cacing parasit ini mempunyai lapisan kutikula dan silia yang hilangsetelah dewasa. Hewan ini mempunyai alat pengisap yang mungkin disertai dengan kait untukmenempel. Filum ini terbagi kedalam beberapa kelas antara lain : Turbellaria, Trematoda, danCestoda. Dalam siklus hidupnya sebagian besar cacing pita membutuhkan dua atau lebihinang. 32
  • DAFTAR PUSTAKAEffendi, Imam.2011.<http://imamfends.blogspot.com/2011/03/bab-i- pendahuluan.html>.[Diakses Pada Tanggal 6 Desember 2012].Hanaru.2012.<http://hanaruhanaru.blogspot.com/2012/03/annelida.html>.[Diakses Pada Tanggal 6 Desember 2012].Mia.2010.Annelida.<http://myaluzz.wordpress.com/2010/01/16/annelida/>.[Diakses Pada Tanggal 6 Desember 2012].Moore,J.2001.An introduction to the invertebrates.United States of America:Cambridge Univercity press. 33