SINTAKSIS<br />Kasman, S.Pd., M.Hum.<br />
Hakikat Sintaksis<br />Sintaksis merupakan tata bahasa yang membahas hubungan antarkata dalam tuturan. Sama halnya dengan ...
1. Frase<br />Frasa merupakan gabungan dua kata atau lebih yang sifatnya tidak predikatif. Di sisi lain, frasa juga diarti...
	Selain itu frasa juga biasanya tidak melampaui batas fungsi yang didudukinya, misalnya  Ahmad pulang nanti bukan sebagai ...
Frase endosentrik dibagi ke dalam tiga macam, yakni: frase endosentrik atributif, koordinatif, dan apositif.<br />1.1.1 Fr...
d. sebuah 	buku			c. seorang   	pemimpin<br />	 UP  	  At			        At	     UP<br />e. tadi 	pagi			f. sudah 	pergi<br />	...
Menurut Arifin, (2008:25) frase endosentrik koordinatif dalam hal ini dapat dihubungkan dengan konjungsi dan, tetapi, atau...
a. Adikkucucu kesayangan nenek, manja sekali.<br />      UP		Ap<br />b. Diamengajar,memenuhi tuganya sebagai guru        	...
Menurut Arifin, (2008:19), frase eksosentrik adalah frase yang sebagian atau seluruhnya tidak memiliki perilaku sintaksis ...
<ul><li>tempat, seperti di pasar, ke rumah, dan pada dinding,
asal arah, seperti dari kampung, dari sekolah,
asal bahan, seperti dari emas, dari tepung,
tujuan, seperti  ke kampus, ke pasar,
peralihan, seperti kepada saya, terhadap Tuhan,
perihal, seperti tentang saya, akan kebaikan,
cara, seperti dengan baik, dengan senang,
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Sintaksis

29,816

Published on

1 Comment
2 Likes
Statistics
Notes
  • makasih pak kasman...
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total Views
29,816
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
403
Comments
1
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Sintaksis

  1. 1. SINTAKSIS<br />Kasman, S.Pd., M.Hum.<br />
  2. 2. Hakikat Sintaksis<br />Sintaksis merupakan tata bahasa yang membahas hubungan antarkata dalam tuturan. Sama halnya dengan morfologi, akan tetapi morfologi menyangkut struktur gramatikal di dalam kata.<br />Unsur bahasa yang termasuk di dalam sintaksis adalah frase, kalusa,dan kalimat<br />Tuturan dalam hal ini menyangkut apa yang dituturkan orang dalam bentuk kalimat. Kalimat merupakan satuan atau deretan kata-kata yang memiliki intonasi tertentu sebagai pemarkah keseluruhannya dan secara ortografi biasanya diakhiri tanda titik atau tanda akhir lain yang sesuai.<br />
  3. 3. 1. Frase<br />Frasa merupakan gabungan dua kata atau lebih yang sifatnya tidak predikatif. Di sisi lain, frasa juga diartikan sebagai kelompok kata yang merupakan bagian fungsional dari tuturan yang lebih panjang. <br />Perhatikakan kalimat di bawah ini!<br />{Secara {lebih mendalam}} kita{akan membahas} {kemampuan {menilai {{restasi belajar} siswa}}} {untuk {kepentingan { pengajaran {yang lebih baik}}}.<br /> Seperti telah dijelaskan bahwa frasa adalah bagian fungsional. Kualifikasi fungsional menyatakan bahwa bagian itu berfungsi sebagi konstituen di dalam konstituen yang lebih panjang, misalnya kemampuan menilai prestasi belajar siswa berfungsi sebagai objek pada verba membahas. Sebaliknya urutan mendalam kita dan pengajaran yang bukanlah frasa karena bukan merupakan bagian fungsional dari konstituen yang lebih panjang.<br />
  4. 4. Selain itu frasa juga biasanya tidak melampaui batas fungsi yang didudukinya, misalnya Ahmad pulang nanti bukan sebagai frasa karena keseluruhannya adalah kalimat. <br /> Sebuah frase dapat dilihat dari dua sisi, yakni dari perilaku sintaksis dan dari kelas kata yang membangun frase itu.<br /> Dilihat dari perilaku sintaksisinya, frase digolongkan ke dalam 2 macam, yakni frase endosentrik dan frase eksosentrik. <br />1.1 Frase Endosentrik<br />Frase endosentrik adalah frasa yang keseluruhannya memilki perlaku sintaksis yang sama dengan salah satu konstituennya, misalnya sepeda baru pada kalimat saya membeli sepeda baru.<br />
  5. 5. Frase endosentrik dibagi ke dalam tiga macam, yakni: frase endosentrik atributif, koordinatif, dan apositif.<br />1.1.1 Frase Endosentrik Atributif<br /> Frase endosentrik atributif merupakan konstruksi sintaktis yang salah satu unsurnya memiliki kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan dengan unsur lainnya. Unsur yang lebih tinggi dalam hal ini disebut unsur pusat atau inti, sedangkan unsur yang kedudukannya lebih rendah disebut atribut.<br />a. rumah besar b. pintu kamar <br /> UP At UP At<br />
  6. 6. d. sebuah buku c. seorang pemimpin<br /> UP At At UP<br />e. tadi pagi f. sudah pergi<br /> At UP At UP<br />Frasa endosentris atributif dibedakan atas frasa endosentris atributif nominatif, frasa endosentris verbal, frasa endosentris atributif adjektival, frasa endosentris atributif numeralial, dan frasa endosentris atributif adverbial.<br />1.1.2 Frase Endosentrik Koordinatif<br /> Frase endosentrik koordinatif merupakan konstruksi sintaktis yang memiliki dua unsur pusat atau lebih yang masing-masing berdistribusi paralel dengan keseluruhan frasa yang dibentuk.<br />
  7. 7. Menurut Arifin, (2008:25) frase endosentrik koordinatif dalam hal ini dapat dihubungkan dengan konjungsi dan, tetapi, atau, ataupun dan konjungsi korelatif baik…….maupun, makin……makin, misalnya kaya atau miskin, kaya ataupun miskin, pintar dan sombong, bodoh tetapi sombong, baik merah maupun biru, makin tua makin bermutu, dan sebagainya.<br />1.1.3 Frase Apositif<br /> Frase apositif merupakan konstruksi sintaktis yang unsur-unsur langsungnya memiliki makna yang sama. Frasa endosentris aposistif dalam hal ini hanya memiliki satu unsur pusat ditambah aposisi yang berfungsi sebagai penjelas S, P, O maupun keterangan. Perhatikan contoh berikut!<br />
  8. 8. a. Adikkucucu kesayangan nenek, manja sekali.<br /> UP Ap<br />b. Diamengajar,memenuhi tuganya sebagai guru UP Ap<br />c. Hari ini, Sabtu 20 Oktober 1991, saya pergi ke Solo <br /> UP Ap<br />1.2 Frase Eksosentrik<br /> Frasa jenis ini sering disebut sebagai frasa preposisional karena frasa ini terdiri dari preposisi sebagai penanda dan sumbu sebagai konstituen pesertanya, seperti frasa di bandung, dari rumah, pada dinding, terhadap dia, daripada menderita, dan lain-lain.<br />
  9. 9. Menurut Arifin, (2008:19), frase eksosentrik adalah frase yang sebagian atau seluruhnya tidak memiliki perilaku sintaksis yang sama dengan semua komponennya. <br />Frase ini memiliki dua komponen. Komponen yang pertama berupa perangkai yang berwujud preposisi, partikel dan komponen yang kedua berupa sumbu. Frase yang berperangkai preposisi disebut sebagai frase preposisional (direktif) dan frase yang berperangkai partikel disebuat frase eksosentrik nondirektif. <br />Frase eksosentrik direktif dapat menyatakan beberapa makna, sebagai berikut:<br />
  10. 10. <ul><li>tempat, seperti di pasar, ke rumah, dan pada dinding,
  11. 11. asal arah, seperti dari kampung, dari sekolah,
  12. 12. asal bahan, seperti dari emas, dari tepung,
  13. 13. tujuan, seperti ke kampus, ke pasar,
  14. 14. peralihan, seperti kepada saya, terhadap Tuhan,
  15. 15. perihal, seperti tentang saya, akan kebaikan,
  16. 16. cara, seperti dengan baik, dengan senang,
  17. 17. alat, seperti dengan cangkul, dengan sepeda,
  18. 18. keberlangsungan, seperti sejak kemarin, sampai besok, dari tadi, sampai nanti,
  19. 19. penyamaan, seperti selaras dengan, sejalan dengan, dan
  20. 20. perbandingan, seperti seperti dia, sebagai bandingan. </li></li></ul><li>Frase eksosentrik nondirektif dibedakan ke dalam 2 bentuk, yakni: 1) frase eksosentrik nondirektif yang sebagaian atau seluruhnya memiliki perilaku yang sama dengan salah satu unsurnya, seperti si kancil, si terdakwa, kaum marginal, kaum pengusaha, dan sebagainya; 2) frase eksosentrik nondirektif yang tidak memiliki perilaku yang sama dengan bagian-bagianya, seperti yang mulya, yang besar, yang itu, dan sebagainya.<br />
  21. 21. 2. Klausa<br />Kalusa adalah gabungan dua kata atau lebih yang setidaknya terdiri atas subjek dan predikat, serta berpotensi menjadi kalimat.<br />Klausa dapat digolongkan berdasarkan hal-hal berikut:<br /><ul><li>Bedasarkan unsur interennya.
  22. 22. Ada atau tidaknya kata negatif yang secara gramatikal mengapit predikat.
  23. 23. Berdasarkan katagori kata atau frase yang menduduki fungsi predikat.</li></li></ul><li>2.1 Klausa Berdasarkan Unsur Internalya<br />Klausa dapat digolongkan ke dalam dua jenis, yakni: klausa lengkap dan tidak lengkap. Klausa lengkap berdasarkan struktur internalnya dibagi ke dalam dua jenis, yakni: klausa lengkap yang subjekya terletak di depan dan klausa lengkap yang subjeknya terletak di belakang, misalnya: <br />badan orang itu sangat besar<br />sangat besar badan orang itu<br />andi pergi ke kali<br />ke kali andi pergi<br />
  24. 24. Sementara itu, klausa tidak lengkap hanya terdiri atas predikat disertai objek, pelengkap, keterangan atau tidak, misalnya:<br />a. sedang bermain-main<br />b. menulis surat<br />c. telah berangkat ke Jakarta<br />2.2 Kalusa Berdasarakan Ada Tidaknya yang Menegatifkan Predikat<br />Klausa dalam kaitannya dengan kriteria ini dibagi ke dalam dua macam, yakni: klausa positif dan klausa negatif. <br /> Klausa negatif adalah klausa yang memiliki kata-kata negatif yang secara gramatik menegatifkan predikat.<br />
  25. 25. Kata-kata negatif yang dimaksud dalam hal ini antara lain: tidak, bukan, belum, dan jangan. <br /> Klausa positif adalah klausa yang tidak memiliki kata-kata negatif yang secara gramatik menegatifkan predikat.<br />
  26. 26. SekianTerima Kasih<br />
  1. Gostou de algum slide específico?

    Recortar slides é uma maneira fácil de colecionar informações para acessar mais tarde.

×