KEMAMPUAN LABA BERSIH DAN ARUS KAS OPERASI DALAM
MEMPREDIKSI ARUS KAS OPERASI DI MASA DEPAN PADA
PERUSAHAAN OTOMOTIF YANG ...
Beberapa jenis laporan yang dapat
berperan dalam memberikan prediksi
terhadap arus kas operasi masa depan
adalah laporan l...
terhadap beban-beban yang terjadi.
Laporan laba rugi disiapkan untuk suatu
periode, misalnya satu tahun, satu
kuartal, ata...
perusahaan yang sama, tetapi pada
periode yang berbeda.
e. Materialitas
Materialitas (materiality) berkaitan
dengan sesuat...
Keuangan No. 2 (PSAK 2007:2.3) No.2
jumlah arus kas dari aktivitas operasi
merupakan indikator yang menentukan
apakah peru...
kepada para investor yang akan melakukan
investasi, sehingga investor memiliki
keyakinan bahwa investasi yang
dilakukannya...
perusahaan maupun non operasi
perusahaan. Periode pengamatan yang
digunakan dalam penelitian ini adalah
tahun 2009-2011.
b...
adalah lebih kecil dari 10 yaitu 8,331
untuk laba bersih dan 8,331 untuk arus kas
operasi. Demikian pula dengan nilai
tole...
0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa
arus kas operasi tidak berpengaruh
signifikan terhadap arus kas operasi masa
depan....
masa depan. Sedangkan arus kas operasi
dinilai tidak berpengaruh secara signifikan
dalam memprediksi arus kas masa depan.
...
“Conceptual Frameworks for Financial
Reporting”.
Gaikindo. 2012. Domestic Auto Market &
Exim.
http://www.gaikindo.or.id/do...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

kemampuan laba bersih dan arus kas operasi dalam memprediksi arus kas operasi masa depan

8,625 views

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
8,625
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
190
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

kemampuan laba bersih dan arus kas operasi dalam memprediksi arus kas operasi masa depan

  1. 1. KEMAMPUAN LABA BERSIH DAN ARUS KAS OPERASI DALAM MEMPREDIKSI ARUS KAS OPERASI DI MASA DEPAN PADA PERUSAHAAN OTOMOTIF YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Raisa Grace M Sinaga Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara Drs. Firman Syarif, M.Si, Ak Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara E-mail: Raisa_grace@students.usu.ac.id ABSTRACT The objective of this research is to determine whether the net income and operating cash flows has ability in predicting the future operating cash flows in automotive companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The sample in this research is 9 automotive companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2009-2011. Research methods in this research using purposive sampling. The type of data used are secondary data. Data that used in this research is financial statements from each company of sample, publicized through website on www.idx.co.id. Analysis model used in this study is multiple linear regression analysis model performed with the aid of the computer program SPSS version 19.0. The result of this study indicate that operating cash flows and net income variable simultaneously have predictive ability for future operating cash flows. Partially, net income variable has a superior ability in predicting future operating cash flow rather than operating cash flow variable. Keywords : Net income, Operating Cash Flow and Future operating Cash Flow PENDAHULUAN Ketatnya persaingan antar perusahaan membuat perusahaan berlomba-lomba untuk meningkatkan kemampuannya baik di bidang pemasaran, operasional, sumber daya manusia, bahkan dalam laporan keuangannya. Laporan keuangan dinilai merupakan suatu pengukuran yang dianggap sangat penting dalam melihat prestasi perusahaan. Prestasi sebuah perusahaan dapat dilihat dari laporan keuangannya. Informasi yang terdapat dalam laporan keuangan suatu perusahaan merupakan informasi yang penting bagi para penggunanya dalam membuat suatu keputusan ekonomi yang berguna untuk berbagai tujuan pembuatan keputusan sesuai dengan tujuan tiap-tiap pengguna informasi. Laporan keuangan merupakan hasil dari proses akuntansi yang mampu memberikan gambaran tentang kinerja suatu perusahaan serta merupakan sarana komunikasi dalam menyampaikan informasi mengenai aktivitas perusahaan guna memenuhi kebutuhan pihak-pihak yang berkepentingan. Informasi keuangan yang terdapat dalam laporan keuangan dinilai sebagai alat yang mampu bagi para pemakainya dalam mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan ekonomi. Salah satu cara dalam mengurangi ketidakpastian tersebut adalah dengan melakukan analisis terhadap laporan keuangan tersebut. Analisis yang dapat dilakukan terhadap laporan keuangan tersebut salah satunya adalah dalam memberikan prediksi terhadap prediksi keuangan di masa depan.
  2. 2. Beberapa jenis laporan yang dapat berperan dalam memberikan prediksi terhadap arus kas operasi masa depan adalah laporan laba rugi dan laporan arus kas. Informasi laba dapat digunakan sebagai dasar pengukuran kinerja perusahaan. Laba yang tinggi mengindikasikan prestasi perusahaan yang baik. Informasi laba ini juga berguna bagi pihak eksternal yang hendak melakukan kegiatan investasi dalam perusahaan untuk melihat apakah investasi yang dilakukan pada perusahaan tersebut aman dan tepat. Laporan ini menjadi bahan pertimbanagan akan bagaimana kondisi perusahaan di masa depan. Karena investor tentunya akan mengharapkan laba yang lebih baik dari sebelumnya. Adapun Informasi arus kas berguna bagi pemakai laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas dan menilai kebutuhan perusahaan. Laporan arus kas ini menggambarkan bagaimana perusahaan mampu memenuhi kebutuhan internal perusahaannya. Dalam proses pengambilan keputusan ekonomi, para pemakai informasi keuangan perlu melakukan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta kepastian untuk mendapatkannya. Penelitian mengenai kemampuan laba dan arus kas untuk memprediksi arus kas diantaranya Dahler dan Febrianto (2006) serta As’ad (2010) yang menyimpulkan bahwa kemampuan arus kas operasi lebih baik dibandingkan dengan laba dalam memprediksi arus kas operasi masa depan. Bandi dan Rahmawati (2005) menyimpulkan bahwa laba tidak secara mutlak memiliki kemampuan prediksi yang lebih baik dibanding komponen arus kas. Pada tahun-tahun tertentu, arus kas merupakan prediktor yang lebih baik dalam memprediksi arus kas masa depan. Berbeda dengan Muchlis (2011) menyimpulkan bahwa hanya laba bersihlah yang memiliki pengaruh secara signifikan terhadap prediksi arus kas di masa depan. TINJAUAN PUSTAKA Laporan Keuangan Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK 2007:7) No.1 Laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas. Tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga menunjukkan hasil pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka. Laporan keuangan yang disajikan harus memiliki informasi yang bermanfaat bagi para penggunanya dalam mengambil keputusan mengenai berbagai kebijakan perusahaan. Informasi yang diberikan harus dipahami oleh orang-orang yang memiliki pengetahuan mengenai aktivitas usaha dan ekonomi serta memiliki keinginan untuk mempelajari informasi tersebut. Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK 2007) No. 1 laporan keuangan (financial statements) yang sering disajikan : 1. Neraca Sering disebut sebagai laporan aktiva dan kewajiban atau laporan posisi keuangan. Neraca disiapkan per tanggal tertentu. Neraca melaporkan aktiva yang dimiliki perusahaan per tanggal tersebut serta klaim dari kreditor dan pemilik atas aktiva tersebut. 2. Laporan laba rugi Laporan laba rugi melaporkan pendapatan dan beban selama periode waktu tertentu berdasarkan konsep penandingan atau pengaitan (matching concept). Laporan laba rugi juga melaporkan kelebihan pendapatan
  3. 3. terhadap beban-beban yang terjadi. Laporan laba rugi disiapkan untuk suatu periode, misalnya satu tahun, satu kuartal, atau satu bulan. 3. Laporan ekuitas pemilik Laporan ekuitas pemilik melaporkan perubahan ekuitas pemilik selama jangka waktu tertentu laporan tersebut dipersiapkan setelah laporan laba rugi, karena laba bersih atau rugi bersih periode berjalan harus dilaporkan dalam laporan ini. Demikian juga, laporan ekuitas pemilik dibuat sebelum mempersiapkan neraca, karena jumlah ekuitas pemilik pada akhir periode harus dilaporkan di neraca. 4. Laporan arus kas Laporan arus kas melaporkan jumlah kas yang dihasilkan dan digunakan oleh perusahaan melalui tiga jenis aktivitas : operasi, investasi dan pendanaan. Laporan arus kas merupakan laporan keuangan yang paling objektif karena tidak menggunakan berbagai estimasi dan penilaian akuntansi yang dibutuhkan untuk menyusun neraca dan laporan laba rugi. 5. Catatan atas laporan keuangan Karena tujuan dari laporan keuangan yang disiapkan sesuai dengan GAAP adalah agar pemakai eksternal dapat membuat keputusan ekonomis yang lebih baik mengenai perusahaan, berbagai pengungkapan diperlukan untuk menjelaskan aspek-aspek dari empat laporan keuangan utama. Pengungkapan ini termasuk rincian yang tidak terdapat dalam laporan- laporan tersebut, dan penjelasan metode-metode yang digunakan untuk transaksi-transaksi dan kejadian- kejadian. Catatan atas laporan keuangan perlu dibaca dengan teliti untuk memahami ke empat laporan keuangan tersebut. Adapun karakteristik kualitatif laporan keuangan menurut Stice dan Skousen (2004) adalah sebagai berikut: a. Manfaat lebih besar daripada biaya Kesulitan untuk mengetahui efektivitas biaya dari pelaporan keuangan adalah bahwa manfaat dan biaya, terutama manfaat, tidak selalu dapat diukur dengan mudah. Selain biaya yang ditimbulkan oleh pihak- pihak yang dapat diidentifikasikan dan jelas, perusahaan wajib untuk menyiapkan laporan keuangan, sedangkan manfaatnya tersebar ke seluruh perekonomian. b. Relevansi Informasi yang relevan secara normal harus menyediakan baik nilai umpan balik (feedback value) maupun nilai prediksi (predictive value) pada saat yang sama. Umpan balik dari kejadian masa lalu membantu dalam mengkonfirmasi atau memperbaiki perkiraan sebelumnya. Informasi seperti ini dapat digunakan untuk memperkirakan hasil di masa yang akan datang. Sementara tepat waktu (timeliness) adalah aspek yang penting agar informasi dapat “membuat suatu perbedaan” karena apabila informasi baru bisa didapat setelah keputusan diambil, tidak akan banyak berguna. c. Keandalan Informasi dikatakan dapat diandalkan apabila secara relatif bebas dari kesalahan dan menyajikan hal yang seharusnya. Keandalan (reliability) tidak berarti ketepatan yang absolut. Informasi yang berdasarkan penilaian dan yang menggunakan estimasi dan perkiraan tidak mungkin akurat secara total, tetapi harus dapat diandalkan. Tujuannya adalah memberikan jenis informasi yang dapat memberikan kepercayaan bagi para pemakainya. d. Dapat dibandingkan Dapat dibandingkan (comparability) adalah bahwa informasi menjadi lebih berguna ketika dapat dikaitkan dengan suatu tolak ukur atau standar. Perbandingan dapat dilakukan dengan data dari perusahaan lain atau informasi yang sejenis dengan
  4. 4. perusahaan yang sama, tetapi pada periode yang berbeda. e. Materialitas Materialitas (materiality) berkaitan dengan sesuatu yang spesifik seperti cukup besarnya atau tidak suatu unsur yang memengaruhi keputusan dari pemakai laporan keuangan. Petunjuk kuantitatif yang berkaitan dengan materialitas sangatlah kurang, sehingga akuntan harus melakukan penilaiannya dalam menentukan apakah suatu unsur dinyatakan material atau tidak. Laba Bersih Laba merupakan salah satu komponen dalam laporan laba rugi. Laba merupakan selisih antara pendapatan atas biaya-biaya dalam jangka waktu tertentu. Laba bersih dapat dilihat sebagai suatu ukuran kinerja perusahaan apakah perusahaan memiliki kinerja yang baik atau tidak. Pengukuran laba ini penting sebagai dasar pertimbangan akan keputusan bisnis. Dalam menentukan keputusan investasi, calon investor dinilai penting untuk mengukur perusahaan dari segi kemampuannya untuk menghasilkan laba bersih sehingga investor dapat lebih memiliki keyakinan dalam melakukan kegiatan investasi. Untuk itu perusahaan harus mampu untuk memaksimalkan laba sebagai informasi penting yang menunjukkan prestasi perusahaan serta sebagai informasi yang berguna sebagai dasar dalam melakukan kebijakan investasi. Belkaoui (1993) menyebutkan bahwa laba akuntansi memiliki lima karakteristik sebagai berikut : 1. Laba akuntansi didasarkan pada transaksi aktual yang dlakukan oleh sebuah perusahaan (terutama pendapatan yang timbul dari penjualan barang atau jasa dikurangi biaya yang diperlukan untuk mencapai penjualan itu). 2. Laba akuntansi didasarkan pada postulate periode dan berhubungan dengan prestasi keuangan perusahaan itu selama periode waktu tertentu. 3. Laba akuntansi didasarkan pada prinsip pendapatan dan membutuhkan definisi, pengukuran, dan pengakuan pendapatan. 4. Laba akuntansi membutuhkan pengukuran biaya dalam bentuk biaya historis bagi perusahaan, yang melahirkan kepatuhan yang ketat pada prinsip biaya. 5. Laba akuntansi mensyaratkan agar pendapatan yang direalisasikan pada periode itu dikaitkan pada biaya relevan yang tepat atau sepadan. Laporan Arus Kas Aktivitas Operasi Laporan arus kas melaporkan arus kas selama periode tertentu. Laporan arus kas ini terdiri dari arus kas aktivitas operasi, arus kas aktivitas pendanaan dan arus kas aktivitas investasi. Berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK 2007:2.1) no.2 menyatakan bahwa ''Informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi para pengguna laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas dan menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut. Dalam proses pengambilan keputusan ekonomi, para pengguna perlu melakukan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta kepastian perolehannya.” Kas adalah aktiva lancar yang paling likuid (cair) dan terdiri dari pos-pos yang berlaku sebagai alat tukar dan memberikan dasar bagi pengukuran akuntansi. Sedangkan setara kas (cash equivalent) adalah investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka pendek dan yang dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi risiko perubahan nilai yang signifikan. Berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi
  5. 5. Keuangan No. 2 (PSAK 2007:2.3) No.2 jumlah arus kas dari aktivitas operasi merupakan indikator yang menentukan apakah perusahaan dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, memelihara kemampuan operasi perusahaan, membayar dividen dan melakukan investasi baru tanpa mengandalkan sumber pendanaan dari luar. Jumlah arus kas ini dapat menggambarkan bagaimana perusahaan menggunakan serta menghasilkan kas dalam setiap kegiatan perusahaannya. Apabila kas bersih yang disediakan oleh aktivitas operasi tinggi, maka ini menggambarkan bahwa perusahaan mampu menghasilkan kas yang mencukupi kebutuhan perusahaan dari operasi untuk membayar kewajibannya. Sebaliknya, apabila jumlah kas bersih yang dihasilkan oleh aktivitas operasi rendah, maka hal ini menggambarkan bahwa perusahaan tidak mampu menghasilkan kas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan operasi perusahaannya. Informasi mengenai arus kas historis dan informasi lainnya dapat berguna dalam memprediksi arus kas operasi masa depan. Prediksi Arus Kas Operasi Masa Depan Prediksi dilakukan untuk meminimalisir ketidakpastian. Prediksi dapat digunakan untuk mengetahui berbagai informasi yang dianggap berguna dalam kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan di masa depan. Prediksi yang menggunakan data historis ini digunakan sebagai alat untuk mengukur risiko yang mungkin terjadi di masa depan serta sebagai alat untuk melakukan evaluasi. Prediksi yang dilakukan diharapkan dapat memberi perencanaan yang lebih baik, sehingga dapat memberikan keuntungan yang lebih baik dari sebelumnya. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK 2007:2.2) No. 2 menyatakan bahwa: “Arus kas historis adalah indikator arus kas yang paling baik dalam menilai kemampuan perusahaan di periode yang akan datang yang dibuat melalui prediksi pada tahun sebelumnya, misalnya menentukan hubungan antara profitabilitas dan arus kas bersih serta dampak perubahan harga.” Bagi para pengguna internal perusahaan, prediksi arus kas operasi ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi aktivitas operasi perusahaan sekarang, sedangkan bagi para pemakai eksternal, prediksi arus kas operasi digunakan untuk melihat kemampuan perusahaan dalam membayar hutang jangka pendeknya. Dengan prestasi perusahaan yang baik, tentunya pihak eksternal seperti investor akan lebih nyaman dan memiliki keyakinan dalam melakukan kegiatan investasinya. Bagi para pengguna laporan keuangan, prediksi arus kas masa depan ini dapat menjadi informasi penting yang membantu dalam pengambilan keputusan. Kerangka konseptual Hubungan antara kemampuan laba dan arus kas dalam memprediksi laba dan arus kas masa mendatang dapat dilihat pada gambar dibawah. Dari kerangka konseptual tersebut, digunakan laba bersih dan arus kas operasi sebagai variabel independen, sedangkan arus kas operasi masa depan sebagai variabel dependen. Laba bersih merupakan komponen dari laporan keuangan memiliki potensi yang sangat penting baik bagi pihak intern maupun ekstern. Informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi para pemakai laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kebutuhan perusahaan dalam menggunakan kas dan setara kas. Laba bersih dan arus kas operasi dinilai mampu untuk memprediksi arus kas masa depan. Prediksi atas laba bersih dan arus kas operasi terhadap arus kas operasi masa depan ini berguna bagi pemakai laporan keuangan dalam mengetahui kondisi kinerja dan keuangan perusahaan serta membantu dalam pengambilan keputusan. Prediksi ini juga dinilai mampu memberikan keyakinan
  6. 6. kepada para investor yang akan melakukan investasi, sehingga investor memiliki keyakinan bahwa investasi yang dilakukannya sudah tepat. H1 H2 H3 Hipotesis Penelitian hipotesis dari penelitian ini adalah sebagai berikut : H1 : Laba bersih berpengaruh terhadap arus kas operasi masa depan H2 : Arus kas operasi berpengaruh terhadap arus kas operasi masa depan H3 : Laba bersih dan arus kas operasi berpengaruh secara bersama-sama terhadap prediksi arus kas operasi masa depan. METODE PENELITIAN Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak tahun 2009 sampai dengan 2011. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah purposive sampling. Menurut Sopiah dan Etta (2010:189) adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan atau kriteria tertentu dengan tidak memberikan peluang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Adapun kriteria tertentu tersebut, antara lain : 1. Perusahaan sektor otomotif yang terdaftar di BEI pada tahun 2009,2010, dan 2011 dan perusahaan tersebut tidak didelisting. 2. Perusahaan menyampaikan laporan laba rugi dan arus kas yang lengkap dan telah diaudit pada tahun 2009,2010, dan 2011. 3. Perusahaan tidak mengalami kerugian pada tahun 2009,2010, dan 2011. Jenis Data Data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari situs www.idx.co.id pada bulan September 2012. Data yang diambil adalah data laporan keuangan pada tahun 2009 sampai 2011. Data yang diambil meliputi data dari laporan laba rugi dan laporan arus kas. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka dan studi dokumentasi. Dimana studi pustaka dilakukan dengan mengumpulkan dilakukan dalam mengumpulkan jurnal serta buku yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti. Setelah itu dilakukanlah studi dokumentasi, yaitu mengumpulkan data yang dibutuhkan dengan cara mencari data langsung dari catatan-catatan atau laporan keuangan yang ada pada Bursa Efek Indonesia. Data sekunder yang diambil ini terdiri dari laporan laba rugi dan laporan arus kas dari perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2009- 2011. Variabel Independen Penelitian ini menggunakan dua variabel independen yaitu laba bersih dan arus kas operasi. a. Laba Bersih (X1) Laba bersih merupakan angka yang menunjukkan selisih antara seluruh pendapatan dari kegiatan operasi Laba bersih (X1) 1) Arus kas operasi (X2) Arus kas operasi masa depan (Y)
  7. 7. perusahaan maupun non operasi perusahaan. Periode pengamatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tahun 2009-2011. b. Arus Kas Operasi (X2) Di dalam laporan arus kas, perusahaan melaporkan arus masuk dan arus keluar kas atau setara kas selama periode tertentu yang diklasifikasikan ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Arus kas operasi merupakan selisish antara penerimaan kas dari penjualan barang dan jasa dan pembayaran kas pada pemasok dan karyawan untuk memperoleh persediaan dan membayar beban. Arus kas aktivitas operasi ini merupakan penerimaan dan pembayaran kas yang menyangkut operasi perusahaan. Jumlah arus kas yang berasal dari aktivitas operasi merupakan indikator yang menentukan apakah dari operasinya perusahaan dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, memelihara kemampuan operasi perusahaan, membayar dividen, dan melakukan investasi baru tanpa mengandalkan pada sumber pendanaan dari luar. Variabel Dependen Variabel dependen yang akan diteliti pada penelitian ini adalah arus kas operasi masa depan. Variabel dependen ini dilambangkan dengan (Y). Arus kas operasi masa depan dilihat melalui total jumlah penerimaan arus kas masuk dan arus kas keluar yang terjadi selama satu periode di masa yang akan datang. Metode Analisis Data Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis statistik dengan menggunakan software SPSS 19. Analisis data dilakukan dengan melakukan pengujian asumsi klasik dan pengujian hipotesis. ANALISIS HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uji Normalitas Untuk meningkatkan hasil uji normalitas data, maka akan dilakukan dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Suatu persamaan regresi dikatakan lolos normalitas apabila nilai signifikansi uji Kolmogorov Smirnov lebih besar dari 0,05 (Imam Ghozali, 2006). Uji normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov dapat dilihat sebagai berikut: Uji Multikolinearitas Berdasarkan tabel diatas, nilai VIF yang ditunjukkan oleh kedua variabel One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N 18 Normal Parametersa,b Mean ,0000000 Std. Deviation ,91170496 Most Extreme Differences Absolute ,103 Positive ,103 Negative -,084 Kolmogorov-Smirnov Z ,437 Asymp. Sig. (2-tailed) ,991 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Dari tabel tersebut, besarnya nilai Kolmogorov-Smirnov adalah 0,437 dan signifikansi pada 0,991 . Nilai ini lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi secara normal. Model Collinearity Statistics Tolerance VIF 1(Constant) laba bersih ,120 8,331 arus kas operasi ,120 8,331
  8. 8. adalah lebih kecil dari 10 yaitu 8,331 untuk laba bersih dan 8,331 untuk arus kas operasi. Demikian pula dengan nilai tolerance lebih besar dari 0,1 yaitu 0,120 untuk laba bersih dan 0,120 untuk arus kas operasi. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak adanya gejala multikolinieritas di antara variabel. Uji Heteroskedastisitas Hasil pengujian dapat ditunjukkan grafik scatterplot sebagai berikut: Dari grafik scatterplot diatas terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak baik di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y tidak membentuk pola tertentu atau tidak teratur. Titik-titik yang menyebar menjauh dari titik-titik yang lain mengindikasikan bahwa adanya data observasi yang sangat berbeda dengan data observasi lainnya. Maka dapat di simpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi ini. Uji Autokorelasi Dari tabel diatas dapat dilihat nilai Durbin-Watson sebesar 1,230. Karena angka tersebut terletak diantara -2 dan +2 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi adanya autokorelasi dalam penelitian ini. Hasil Uji Run-test Runs Test Unstandardized Residual Test Valuea ,12743 Cases < Test Value 9 Cases >= Test Value 9 Total Cases 18 Number of Runs 7 Z -1,215 Asymp. Sig. (2-tailed) ,224 Dari tabel tersebut menunjukkan besarnya nilai signifikansi adalah 0,224. Nilai ini lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi secara acak dan tidak terjadi autokorelasi. Pengujian Hipotesis Uji t-test Model T Sig. 1 (Constant) -,659 ,520 laba bersih 3,597 ,003 arus kas operasi ,240 ,814 Pada variabel laba bersih diperoleh nilai t = 3,597 dengan nilai signifikan sebesar 0,003 yaitu lebih kecil daripada 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa laba bersih berpengaruh signifikan terhadap arus kas operasi masa depan. Pada arus kas operasi diperoleh nilai t = 0,240 dengan nilai signifikan sebesar 0,814 yaitu lebih besar daripada Model Summaryb Model R Durbin-Watson 1 ,944a 1,230 a. Predictors: (Constant), arus kas operasi, laba bersih b. Dependent Variable: arus kas operasi masa depan
  9. 9. 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa arus kas operasi tidak berpengaruh signifikan terhadap arus kas operasi masa depan. Uji F-test ANOVAb Model F Sig. 1 Regression 60,887 ,000a Residual Total a. Predictors: (Constant), arus kas operasi, laba bersih b. Dependent Variable: arus kas operasi masa depan F-test pada tabel anova diatas diperoleh nilai F sebesar 60,887 dan nilai signifikan sebesar 0,000 yaitu lebih kecil dari 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa arus kas operasi dan laba bersih berpengaruh signifikan secara bersama- sama dalam memprediksi arus kas operasi masa depan. Hasil Uji Koefisien Determinasi ( ) Mode l R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 ,944a ,890 ,876 ,97058 Berdasarkan pada tabel di atas nilai Adjusted R Square, diperoleh nilai sebesar 0,876 yang berarti 87,6% yang menjelaskan bahwa pengaruh yang diberikan oleh variabel bebas dalam penelitian ini, yaitu arus kas operasi dan laba bersih pada prediksi arus kas operasi masa depan adalah sebesar 87,6 %. Sedangkan sebesar 12,4% lagi merupakan pengaruh dari faktor lain yang tidak terdapat didalam penelitian ini. Pembahasan Hasil Penelitian Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa laba bersih memiliki pengaruh yang signifikan dalam memprediksi arus kas operasi masa depan. Hal ini dapat dilihat dari hasil t-test , dimana pada variabel laba bersih diperoleh nilai t = 3,597 dengan nilai signifikan sebesar 0,003. Sedangkan pada arus kas operasi diperoleh nilai t = 0,240 dengan nilai signifikan sebesar 0,814. Hal ini menunjukkan bahwa secara parsial laba bersih memiliki pengaruh signifikan dalam memprediksi arus kas operasi masa depan sedangkan arus kas operasi tidak. Namun, berdasarkan Uji-F dapat dilhat bahwa laba bersih dan arus kas operasi dapat berpengaruh secara bersama-sama atau simultan dalam memprediksi arus kas masa depan. Hasil penelitian ini secara statistik membuktikan bahwa informasi laba bersih dan arus kas aktivitas operasi merupakan informasi yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan serta menilai kinerja perusahaan baik sekarang dan yang akan datang dalam suatu periode. Dampak yang timbul dari prediksi ini adalah apabila prediksi yang dilakukan menunjukkan kinerja perusahaan yang meningkat, maka akan meningkatkan prestasi perusahaan yang menyebabkan bertambahnya investor yang akan melakukan investasi ke perusahaan tersebut, begitu pula sebaliknya. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis mengenai kemampuan laba bersih dan arus kas operasi dalam memprediksi arus kas operasi masa depan pada perusahaan otomotif yang terdaftar di BEI, dapat disimpulkan bahwa laba bersih memiliki kemampuan secara parsial dalam memprediksi arus kas operasi masa depan serta laba bersih dan arus kas operasi secara bersama-sama (simultan) memiliki kemampuan dalam memprediksi arus kas
  10. 10. masa depan. Sedangkan arus kas operasi dinilai tidak berpengaruh secara signifikan dalam memprediksi arus kas masa depan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa laba bersih memiliki kemampuan yang lebih unggul dalam memprediksi arus kas operasi di masa depan dibandingkan dengan arus kas operasi. Terbukti dari hasil t-test , dimana pada variabel laba bersih diperoleh nilai t = 3,597 dengan nilai signifikan sebesar 0,003. Sedangkan pada arus kas operasi diperoleh nilai t = 0,240 dengan nilai signifikan sebesar 0,814. Dimana nilai signifikan diatas 0,05 atau 5% merupakan salah satu indikator bahwa variabel independen tidak memiliki pengaruh terhadap variabel dependen. Keterbatasan Penelitian Adapun beberapa keterbatasan yang disadari oleh penulis : 1. Penelitian yang diamati hanya menggunakan 3 tahun yaitu periode 2009-2011. 2. Jumlah sampel yang terbatas dalam penelitian ini hanya menganalisis perusahan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan populasi sebanyak 12 perusahaan dan sampel sebanyak 9 yang menghasilkan laba pada tahun 2009,2010 dan 2011. 3. Penelitian terhadap arus kas operasi masa depan hanya menggunakan variabel laba bersih, arus kas operasi dan arus kas operasi masa depan. Saran Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, oleh karena itu penulis memberikan saran-saran untuk penelitian berikutnya sebagai bahan pertimbangan: 1. Menambah populasi pengamatan agar dapat lebih memberikan informasi yang lebih menyeluruh tentang prediksi arus kas masa depan. 2. Menambah periode pengamatan penelitian sehingga hasil penelitian menjadi lebih akurat dan meyakinkan. 3. Menambah variabel lain selain laba bersih dan arus kas operasi dalam memprediksi arus kas masa depan. Misalnya laba kotor, arus kas aktivitas pendanaan serta arus kas aktivitas investasi. DAFTAR PUSTAKA Ariani, Marisca.D, 2010, “Pengaruh laba kotor, laba operasi dan laba bersih dalam memprediksi arus kas di masa mendatang (Studi empiris pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia,” Fakultas Ekonomi, Universitas Diponegoro, Semarang. Baridwan, Zaki, 2004. Intermediate Accounting, Edisi 8, BPFE, Yogyakarta Bursa Efek Indonesia. 2012. Laporan Keuangan & Tahunan. http://www.idx.co.id/id- id/beranda/perusahaantercatat/lapor ankeuangandantahunan.aspx (18 September 2012) Dahler, Yolanda dan Febrianto, Rahmat. 2006. “Kemampuan Prediktif Earnings dan Arus Kas dalam Memprediksi Arus Kas Masa Depan.” Universitas Andalas. SNA IX Padang. Ebaid, Ibrahim E.S, 2011, “Accruals and the prediction of future cash flows: Empirical evidance from an emerging market”, Journal of Finance, Vol.34, No 7 . Erlina, 2008. Metode Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen, Edisi 2, Usupress, Medan Etta dan Sopiah, 2010. Metodologi penelitian pendekatan praktis dalam penelitian, Andi, Yogyakarta FASB, 2010. Statement of Financial Accounting Concept no.8 tentang
  11. 11. “Conceptual Frameworks for Financial Reporting”. Gaikindo. 2012. Domestic Auto Market & Exim. http://www.gaikindo.or.id/download/ statistic/01-current/01-by- category/data_2012/bycat_market_e xim_jandec_2012.pdf (22 September 2012). Ghozali, I. 2006. Aplikasi Multivariate dengan Program SPSS. Semarang : Badan Penerbit Undip. Harahap, Fristyanti, 2011. “Kemampuan laba dan arus kas operasi dalam memprediksi arus kas operasi masa depan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia,” Fakultas Ekonomi, Universitas Sumatera Utara, Medan. Horngren, Harrison, 2007. Akuntansi, Edisi 7, jilid 2, Erlangga, Jakarta Ikatan Akuntan Indonesia, 2007. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan, Salemba Empat, Jakarta. Kieso, Donald E. dan Weygandt, Jerry J. 2008. Akuntansi Intermediate, Edisi 12, Jilid 3. Jakarta, Erlangga. Muchlis, 2011. “Kemampuan informasi arus kas, gross profit margin dan laba dalam memprediksi arus kas masa depan pada perusahaan property, real estate dan consumer goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia,” Fakultas Ekonomi, Universitas Sumatera Utara, Medan. Sekaran, Uma, 2000. Research methods For Business, Edisi 3, Wiley, Pennsylvania State University Setiawan, Zeffri 2010. “Kemampuan informasi keuangan dalam memprediksi perubahan laba dan perusahaan arus kas di masa mendatang pada perusahaan manufaktur industri barang konsumsi yang terdapat di Bursa Efek Indonesia (BEI),” Fakultas Ekonomi, Universitas Diponegoro, Semarang. Stice, Skousen, 2004. Akuntansi keuangan, Edisi 16, jilid 1, Salemba empat, Jakarta

×