Ringkasan buku 1 k.f. isherwood. fertilizer use and the environment 4

367 views
238 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
367
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
2
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ringkasan buku 1 k.f. isherwood. fertilizer use and the environment 4

  1. 1. K.F. Isherwood 1998. Fertilizer Use and the Environment Ringkasan Buku Bagian 4 10 Desember 2013 Bismillah..
  2. 2. Chapter 11 : Hilangnya Nutrisi Nitrogen  Tanaman membutuhkan hampir seluruh nutrisi yang berasal dari tanah maupun pupuk organic. Penilaian terhadap pemberian nutrisi pada tanah secara efisien menggunakan metode yang berbeda  A adalah jumlah nutrisi Aa yang diuji  Au adalah jumlah nutrisi dalam perkembangan tanaman (perlakuan dengan pemberian A dan tanpa pemberian A). penghitungan pemulihan dengan pemberian nutrisi bergantung di lapangan pengujian. Dan jumlah nutrisi yang disupply oleh tanah  A Finck (1992) menjelaskan proporsi nutrisi dari pupuk yang masuk kedalam tanaman selama musim pemberian adalah ◦ Nitrogen 50 – 70 % ◦ Phophate 10 -25 % ◦ Potash 50 – 60 %. <Ringkasan Buku K.F. Isherwook>
  3. 3. Chapter 11 : Hilangnya Nutrisi N    Pilbeam (1996) mengumpulkan data dari pencobaan pupuk berlabel 15N dengan N dalam beberapa bentuk senyawa, telah diaplikasikan pada tahap – tahap pertumbuhan tanaman didunia. Tingkat proporsi N yang diambil tanaman dan tanah berbeda – beda tergantung pada curah hujan dan evaporasi didaerah masing – masing. Kehilangan unsure N yang tidak diharapkan sekitar 10 -30 % dengan rata – rata 20% A.E Johnston (1997) melaporkan bahwa percobaah 15N di pusat percobaan Rothamsted, di U.K menunjukkan 20% N yang diaplikasi menjadi bagian bahan organic dalam rentang waktu pengaplikasian dan panen. Terdapat dua factor, yang tidak bisa dihindarkan dan dijelaskan kehilangan N yang berkisar 20 % dan 20 % tersebut menjadi bagian dalam tanah, sedangkan menurut Finck 50 – 70% diperkirakan masuk pada tanaman. <Ringkasan Buku K.F. Isherwook>
  4. 4. Chapter 11 : Hilangnya Nutrisi N    R.S Paroda (1997) menyatakan terdapat hubungan “ penggunaan nitrogen secara efisien berbeda – beda, contohnya 20 – 25% pada padi, 21 – 45% pada jagung, 45 % pada gandum. 1 % peningkatan dalam tingkat pemulihan pupuk N akan menyelamatkan 98 Kt N, setara dengan 1 Mt pangan. Untuk Phosphate, pemulihan berkisar 15 – 20 %. Di Cina (A Dobermann, 1998), pada 25 percobaan di lahan pertanian, rata – rata pemulihan tanaman dengan nitrogen pada penanaman awal padi rata – rata 29% (kisaran 10 – 65%) , dibandingkan dengan 41% dalam percobaan pengujian di pusat. Pada penanaman tanaman padi akhir , pemulihan tanaman berkisar 5%, dengan kisaran 0 – 12%. Diperkirakan hanya 60% potensi lahan didapatkan dari area penanaman padi secara intensif , dengan kehilangan N ke lingkungan sangat tinggi. Proses naiknya unsure hara oleh tanaman akan lebih tinggi dengan menggunakan varietas baru tanaman. A Suzuki (1997) melaporkan bahwa varietas padi di Jepang mengambil 160kg N per Ha yang pada biasanya pertumbuhan varietas umumnya mengambil 130 kg/ha. <Ringkasan Buku K.F. Isherwood>
  5. 5. Chapter 12 : Sistem Integrasi  R.N. Prasad (1997) menjelaskan bahwa tujuan utama dari pertanian berkelanjutan adalah untuk mengembangkan sistem – sistem pertanian yang produktif dan menguntungkan, menjaga sumber daya alam, melindungi lingkungan dan meningkatkan keamanan dalam jangka waktu yang panjang. Sistem pertanian tradisional yang mengalami uji keberlanjutan di masa lalu belum bisa merespon dengan baik permintaan kebutuhan komoditas pertanian saat ini, ditambah tingkat populasi masyarakat dan hewan yang tinggi mengakibatkan berkurangnya sumber daya alam, mineral dan air. Prinsip dasar managemen tanah dalam keberlanjutan sistem pertanian terdiri : siklus daur ulang nutrisi, mempertahankan keadaan fisik tanah, ketidakhadiran gulma, hama dan penyakit, tidak ada senyawa asam dan racun dalam tanah, dan erosi tanah yang harus dikendalikan secara seimbang dengan laju pembentukan tanah <Ringkasan Buku K.F. Isherwood>
  6. 6. Chapter 12 : Sistem Integrasi ICM adalah kombinasi metode – metode sistem pengelolaan pertanian, termasuk penggunaan rotasi, pengelolaan, pemilihan varietas tanah, penggunaan pupuk dan produk – produk perlindungan tanaman dengan perhitungan tetap menjaga dan melindungi lingkungan. Kombinasi terbaik harus secara spesifik untuk setiap lokasi. Pendekatan ini muncul tidak hanya untuk petani namun juga pengolahan produk pertanian dan penjual yang berkeinginan untuk menunjukkan metode ramah lingkungan yang telah diterapkan pada produk yang mereka jual. Konsep ini berdasarkan model German yang dibuat pada tahun 1987.  ICM memiliki peranan penting dalam semua aspek produksi bidang pertanian. Ini melibatkan semua elemen dan menerapkan pembangunan pertanian berkelanjutan, yang dapat menguntungkan petani, pendapatan ekonomi, melindungi lingkungan dan yang paling dapat diterima secara social masyarakat. pertanian integrasi adalah respon untuk petani yang diperlukan sebagai syarat produktivitas, kualitas dan kelestarian lingkungan. Pertanian alternative memiliki prinsip tradisional, namun pertanian integrasi melibatkan sinergi antara metode – metode terbaik.  <Ringkasan Buku K.F. Isherwood>
  7. 7. Chapter 12 : Sistem Integrasi  Sistem nutrisi tanaman terintegrasi (IPNS) ◦ Di tahun 1996, IFA mempublikasikan document karangan R. Dudal berjudul “nutrisi tanaman untuk keamanan pangan” menarik perhatian pada pentingnya sistem management efektif nutrisi tanaman sebagai komponen utama dari pembangunan pertanian. Sebuah bagian substansi dokumen memfokuskan dengan sistem nutrisi tanaman terintegrasi dan subjek – subjek yang berkaitan. Dia mendefinisikan nutrisi tanaman terintegrasi sebagai pendekatan yang menyesuaikan nutrisi tanamn pada sistem pertanian yang spesifik dan target produksi tertentu, ketersediaan sumber nutrisi tanaman dan factor social serta ekonomi. Sumber – sumber nutrisi tanaman bisa dari pemupukan dan atau fiksasi nitrogen dan atau bahan organic, tergantung pada proses. ◦ Rekomendasi dari FAO-IFFCO (Kerja sama pemupuk petani India sebagai berikut .  pengembangan IPNS memerlukan adanya peningkatan layanan untuk petani seperti kredit, fasilitas distribusi, pinjaman dana pertanian  IPNS harus mampun meningkatkan produktivitas dan keuntungan bagi petani dengan perhatian khusus pengurangan tingkat kemiskinan di daerah  Koordinasi dalam penggunaan dan pemulihan sumber daya yang dibuthkan untuk produktivitas sector pertanian  Sebuah sistem dan merupakan interaksi antara penyediaan nutrisi tanaman dan air, antara nutrisi tanaman dan pengendalian hama serta penyakit.  Meningkatkan ketersediaan energy di daerah – daerah, untuk menjaga sumber daya kayu dan bahan organic sebagai sumber energy  Berdasaran ilmu seperti budidaya, ekologi dan social  Penggunaan tidak dibatasi pada sistem rotasi tanaman <Ringkasan Buku K.F. Isherwood>
  8. 8. Chapter 13 : Perhitungan Nutrisi  Perhitungan unsure hara dikembangkan oleh OECD sebagai salah satu indicator lingkungan. Dikenal sebagai indicator nasional dan sebagai poin OECD, indicator ini memerlukan interprestasi yang detail. Sebagai contoh, suatu Negara memiliki kelebihan skala nasional sementara terjadi polusi nitrat in beberapa deerah dan hilangnya unsure hara di sebagian lainnya. Indicator keseimbangan nutrisi atau unsure hara memerlukan keterkaitan dengan management nutrisi pertanian, kualitas tanah dan air.  Sistem perhitungan berdasarkan input dan output nutrisi digunakan di beberapa Negara bagian Eropa sebagai pengukuran terhadap keberadaan pertanian di lingkungan, terutama di Negara – Negara dengan permasalahan pembuangan pupuk  Perhitungan nutrisi menggambarkan kekurangan dan kelebihan. Perhatian sangat berguna dalam mengembangkan Negara – Negara dimana tanahnya kekurangan nutrisi atau hara. Bagian inti dari nutrisi atau hara yang dimanfaatkan menjadi pupuk dihasilkan dari sisa – sisa peternakan yang diimpor dari berbagai Negara bagian, kemudian hilangnya unsure hara terjadi pada tanah – tanah Negara pengekspor. Tapi di banyak Negara – Negara berkembang juga terjadi kehabisan hara hanya untuk menyediakan penghasilan pada pengolah – pengolahnya. <Ringkasan Buku K.F. Isherwood>

×