Mini riset

2,387 views
2,218 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,387
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
42
Actions
Shares
0
Downloads
34
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Mini riset

  1. 1. TUGAS ANALISIS MATERI AJAR KIMIA PERGURUAN TINGGI Judul “ANALISIS MATERI AJAR IPA SD DI KOTA MEDAN PADA PEMBELAJARAN CIRI-CIRI KHUSUS MAKHLUK HIDUP T.A. 2012/2013 ” Dosen Prof. Dr. Ramlan Silaban, M.Si. Dr. Mahmud, M.Sc. Dr. Iis Siti Jahro, M.Si. Oleh : Nama Mahasiswa Prodi : 1. Molani Paulina Hasibuan 2. Rizki Kholilah Lubis 3. Eva Dianti 4. Rowland David Silitonga : Pendidikan Kimia PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2011 1
  2. 2. ANALISIS MATERI AJAR KIMIA SD DI KOTA MEDAN Oleh: Molani Paulina Hasibuan Riski Kholilah Lubis Eva Dianti Rowland David S. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat siswa terhadap pelajaranIPA, sarana sekolah, persiapan guru dalam mengajar serta menganalisis silabus dengan materi ajar kimia dan keterlibatan PKS dalam memeriksa kesiapan mengajar. Data yang diamati adalah Perangkat pembelajaran IPA, hasil belajar IPA tersebut dan minat siswa terhadap pembelajaran IPA. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam riset ini adalah dengan instrumen soal, wawancara dan angket. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah bersifat deskriptif. Hasil analisa data yang diperoleh adalah lingkupan materi ajar IPA di SD kota Medan. Hasil pengolahan data menunjukkan ................................ Kata Kunci: IPA, SD Medan, Minat belajar PENDAHULUAN Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Pasal 1 Butir 19 UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional). Menurut Grayson (1978), kurikulum adalah suatu perencanaan untuk mendapatkan keluaran (out- comes) yang diharapkan dari suatu pembelajaran. Perencanaan tersebut disusun secara terstruktur untuk suatu bidang studi, sehingga memberikan pedoman dan instruksi untuk mengembangkan strategi pembelajaran (Materi di dalam kurikulum harus diorganisasikan dengan baik agar sasaran (goals) dan tujuan (objectives) pendidikan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Sedangkan menurut Harsono (2005), kurikulum merupakan gagasan pendidikan yang diekpresikan dalam praktik. Dalam bahasa latin, kurikulum berarti track atau jalur pacu. Saat ini definisi kurikulum semakin berkembang, sehingga yang dimaksud kurikulum tidak hanya gagasan pendidikan 2
  3. 3. tetapi juga termasuk seluruh program pembelajaran yang terencana dari suatu institusi pendidikan (Zulharman, 2007). Sebagai mana ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, setiap sekolah mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Standar Isi (SI) dan berpedoman kepada panduan yang ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). KTSP merupakan salah satu wujud reformasi pendidikan yang memberikan otonomi kepada sekolah dan satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi, tuntunan, dan kebutuhan masing-masing. Otonomi dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran merupakan potensi bagi sekolah untuk meningkatkan kinerja guru dan staf sekolah, menawarkan partisipasi langsung kelompok-kelompok terkait, dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pendidikan, khususnya kurikulum. Pada sistem KTSP, sekolah memiliki “full authority and responsibility” dalam menetapkan kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan visi, misi, dan tujuan tersebut, sekolah dituntut untuk mengembangkan strategi, menentukan prioritas, megendalikan pemberdayaan berbagai potensi sekolah dan lingkungan sekitar, serta mempertanggunngjawabkannya kepada masyarakat dan pemerintah (Dhanay, 2009). Dari data statistic HDI (Human Development Index) terdapat 60% guru SD, 40% SLTP, 43% SMA, dan 34% SMK dianggap belum layak untuk mengajar di jenjang masingmasing. Selain itu, 17,2% guru atau setara dengan 69.477 guru mengajar bukan bidang studinya (Suwar, 2007). Mutu guru Indonesia yang masih rendah ini merupakan salah satu penyebab rendahnya kualitas pendidikan negeri ini. Masih banyak ditemukan guru yang belum memiliki kemampuan memilih pendekatan dan metode yang tepat dalam pembelajran. Sesungguhnya secara formal meluluskan siswa seratus persen itu tidak pernah ada. Tetapi guru-guru sepertinya mengalami tekanan psikologis secara halus untuk meluluskan siswanya seratus persen setiap tahun. Karena guru sering didekati oleh sementara orangtua murid agar anaknya dapat dibantu untuk lulus. Karena itu, sering siswa itu nilainya dikatrol oleh guru bukan didapatkan oleh murid sendiri melalui ulangan umum atau ujian akhir . Sebagai seorang guru hal ini memang menjadi suatu pertanyaan dan permasalahan yang memerlukan solusi yang baik, selain guru bertugas mentransfer ilmu mereka juga mengemban amanat untuk membimbing dan mendidik akhlak dan kebiasaan siswa karena menurut agama menuntut ilmu itu wajib hukumnya bagi setiap manusia. Mulai dari mereka masih di ayunan sampai kelak ke liang lahat. Disamping itu bila sebagian besar nilai hasil belajar siswa tidak 3
  4. 4. sesuai dengan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) maka dapat dikatakan bahwa guru tersebut Belum Berhasil dalam menunaikan tugasnya sebagai guru. Sejumlah sekolah mulai berusaha menggunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang mengacu pada Standar Isi yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan. Sosialisasi dan pelatihan-pelatihan pun mulai diselenggarakan. Namun, sejauh ini guru dan sekolah sebagai pelaksana masih meraba-raba penerjemahan kurikulum tersebut. Mereka juga khawatir kekurangan buku pegangan sebagai bahan ajar. Otonomi diberikan agar setiap satuan pendidikan dan sekolah meiliki keleluasaan dalam megelola sumber daya, sumber dana, sumber belajar dan mengalokasikannya sesuai dengan prioritas kebutuhan, serta lebih tanggap terhadap kebutuhan setempat. Sesuai dengan Pasal 1 Butir 19 UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dimana seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Hal ini berarti harus sesuai dengan target yang akan dicapai. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk menganalisis pembelajaran dan materi ajar KTSP untuk mata pelajaran IPA kelas VI di SD kota Medan. 4
  5. 5. METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel Penelitian ini dilaksanakan di empat SD Medan yaitu SDN 060919, SDN 060903, SDN 060817 dan SDN 060828 pada tanggal 3 s.d. 12 September 2012. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa dan guru yang mengajar IPA di keempat SD tersebut. Pengambilan sampel dalam penelitian ini secara purposive atau berdasarkan pertimbangan yaitu siswa kelas VI dan guru kimia yang mengajar di kelas tersebut. Jumlah seluruh siswa kelas VI dan guru IPA adalah sebagai berikut : 1. SD 060919 siswa sebanyak160 orang dan sebagai sampel sebanyak26 orang. Guru 10 orang dan sebagai sampel 1 orang. 2. SD 060903 siswa sebanyak 250 orang dan sebagai sampel sebanyak 40 orang. Guru 12 orang dan sebagai sampel 1 orang. 3. SD 060817 siswa sebanyak 200 orang dan sebagai sampel sebanyak 30 orang. Guru 14 orang dan sebagai sampel 1 orang. 4. SD 060828 siswa sebanyak 150 orang dan sebagai sampel sebanyak 20 orang. Guru 10 orang dan sebagai sampel 1 orang. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian yang digunakan yaitu soal pilihan ganda, angket dan wawancara. Instrumen soal dan angket diberikan kepada siswa dan wawancara diberikan kepada guru IPA. Angket siswa berisi tentang ketertarikan siswa kepada pelajaran kimia, penggunaan sarana dan prasarana di sekolah, dan metoda pembelajaran yang digunakan oleh guru. Sedangkan wawancara kepada guru berisi tentang minat siswa, sumber belajar siswa, sarana sekolah, media pembelajaran yang digunakan dan persiapan pengajaran. Penskoran soal jika benar skor 1 dan jika salah skor 0. Pengumpulan jawaban dibuat dalam bentuk persentase nilai siswa dalam 4 kategori yaitu skor 0-59 kurang, skor 60-79 cukup, skor 80-89 baik, skor 90-100 sangat baik. Penskoran angket dilihat dari keterangan sampel dalam memilih pilihan SS (Sangat Setuju), TS (Tidak Setuju), S (Setuju), STS (Sangat Tidak Setuju), BS (Biasa Saja). Pengumpulan jawaban dibuat dalam bentuk persentase frekuensi jumlah siswa yang sebagai sampel. Wawancara dilakukan hanya dengan proses tanya jawab antara peneliti dengan guru kimia. 5
  6. 6. Pelaksanaan Kegiatan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut: 1. Menentukan populasi penelitian. Populasi penelitiannya adalah siswa dan guru yang mengajar IPA di SDN 060919, SDN 060903, SDN 060817 dan SDN 060828 Medan. 2. Menentukan sampel penelitian. Sampel penelitiannya adalah siswa kelas VI dan guru IPA SDN 060919, SDN 060903, SDN 060817 dan SDN 060828 Medan. 3. Menyebarkan soal dan angket kepada siswa yang sebagai sampel dan melakukan wawancara dengan guru IPA. 4. Melakukan analisis data atas jawaban soal dan angket. 5. Menarik kesimpulan dari data yang diperoleh. Skema Penelitian Penelitian yang dilakukan dapat disusun dalam bentuk skema penelitian sebagai berikut: Populasi Sampel Siswa Kelas VI Guru IPA Wawancara Soal Angket 6
  7. 7. Kesimpulan HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Soal dan Angket Setelah dilakukan penyebaran angket terhadap siswa kelas VI maka diperoleh data: 1. SDN 060919 Soal No Nama Nilai Kategori 1. Aldi 79 Cukup 2. Nur Aida 46 Kurang 3. Azrini Zahra 86 Baik 4. M.Ardi Hidayat 82 Baik 5. Putri Nabila 56 Kurang 6. Rivaldo 73 Cukup 7. 8. Agung Setiawan Ferdi Lapian 60 86 Cukup Baik 9. Jahara 46 Kurang 10 Melidiana 43 Kurang . 11 Yosua Fernando 76 Cukup . 12 Erdi Istianto 56 Kurang . 13 Habib Maulana 53 Kurang . 14 Wahyu A. 60 Cukup . 15 Gale Harum 92 Baik Sekali . 16 Maulana P. 76 Cukup . 17 Petra 66 Cukup . 18 Rama Satria 60 Cukup . 19 Risfadilah 76 Cukup Keerangan . 7 Kurang= 34,62 % Cukup = 50 % Baik= 11,54 % Baik Sekali= 3,85 %
  8. 8. 20 Cindi Aggraeni 76 Cukup . 21 Falia Pricilla 76 Cukup . 22 Zainarti 43 Kurang . 23 Irfan 30 Kurang . 24 Dwi Rahmayanti 69 Cukup . 25 Dini Andini 26 Kurang . 26 Christina 76 Cukup . Angket No Nama Item 1. Aldi 1 S 2 SS 3 BS 4 5 6 STS STS TS 7 S 8 S 9 SS 10 SS 11 S 12 SS 2. Nur Aida SS SS S TS S BS BS SS SS S SS 3. Azrini Zahra S SS S STS BS BS SS S SS BS BS BS 4. M.Ardi Hidayat SS SS S TS BS BS SS S S SS SS S 5. Putri Nabila SS SS SS TS TS TS SS S SS SS SS SS 6. Rivaldo S SS BS BS BS TS S BS SS S S SS 7. 8. Agung Setiawan Ferdi Lapian SS SS SS SS BS BS BS STS TS STS BS BS SS SS SS S SS SS S S SS SS SS BS 9. Jahara SS SS SS BS SS STS SS BS SS S S SS 10 Melidiana SS SS S TS TS STS S SS SS S S SS . 11 Yosua Fernando S STS TS BS TS S SS SS BS S SS BS . 12 Erdi Istianto S SS SS BS TS S SS SS BS S SS SS . 13 Habib Maulana SS SS SS BS SS STS SS SS S S SS SS . 14 Wahyu A. SS SS S STS TS SS S S SS S SS SS . 15 Gale Harum SS S BS STS S TS SS BS S SS S BS BS 8
  9. 9. . 16 Maulana P. SS S BS BS S BS S BS SS S . 17 Petra S S S S S S S S S TS S S . 18 Rama Satria SS SS SS TS SS S SS SS SS SS SS SS . 19 Risfadilah SS SS BS STS TS SS SS BS SS BS SS BS . 20 Cindi Aggraeni S SS TS STS S BS STS S SS S SS SS . 21 Falia Pricilla SS SS SS TS SS STS SS S SS SS SS S . 22 Zainarti SS S STS TS TS BS SS S SS SS S SS . 23 Irfan S S TS TS BS S BS S S S BS BS . 24 Dwi Rahmayanti S SS BS TS S BS SS S SS S SS . 25 Dini Andini BS S TS SS TS BS TS TS SS SS BS SS . 26 Christina BS SS BS S TS TS BS BS BS BS BS BS . Persen angket No Persentase (%) Item STS TS BS S SS Kesimpuan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 0 3,85 3,85 26.92 7,69 15,38 3,85 0 0 0 0 0 15,38 34,61 34,61 23,08 3,85 3,85 0 3,85 7,69 0 34,61 26,92 23,08 30,77 11,54 26,92 11,54 11,54 34,61 23,08 23,08 7,69 19,23 23,08 23,68 46,15 19,23 34,61 57,69 73,08 23,08 3,85 15,38 7,69 57,69 46,15 69,23 50 SS (57,69%) SS (75,08%) BS (34,61%) BS (34,61%) TS (34,61%) BS (30,77%) SS (57,68%) S/SS (46,15%) SS (69,23%) SS (50%) 9 S SS SS
  10. 10. 11 12 2. 0 0 0 0 15,38 26,92 34,61 11,54 50 61,54 SS (50%) SS (61,54%) SDN 060817 Soal No Nama Nilai Kategori 1. Mutiara Dara R 73 Cukup 2. Akbar Rizki N. 66 Cukup 3. Agnes 60 Cukup 4. Arif Rahman 92 Baik Sekali 5. Alwi 73 Cukup 6. M.Habib F. 63 Cukup 7. 8. Rosa Yosefin Fitri Armanada 60 79 Cukup Cukup 9. Fifi Ariani 79 Cukup 10 Arya Dwi P. 56 Kurang . 11 Luth Fia R. 79 Cukup . 12 Batara Sinaga 76 Cukup . 13 Yolanda S. 76 Cukup . 14 Sahsa Salsabila 76 Cukup . 15 M.Rizki S. 60 Cukup . 16 Nasha R.T. 50 Kurang . 17 Indah Sari 53 Kurang . 18 Mutiara S. 63 Cukup . 19 Yasmin N.H. 60 Cukup . 20 Karlos 50 Kurang . 21 Noni 63 Cukup . 10 Keterangan Kurang= 26,67 % Cukup = 63,33 % Baik= 6,67 % Baik Sekali= 3,33 %
  11. 11. 22 Wahyu N. 82 Baik . 23 Alvin S. Akbar 36 Kurang . 24 Karina 46 Kurang . 25 Ade Irwansyah 56 Kurang . 26 Fauzi Gunawan 76 Cukup . 27 Dafa Alfian 89 Baik . 28 Cindy Luvia 60 Cukup . 29 M.Arif 56 Kurang . 30 Silfya K. 69 Cukup . Angket No Nama Item 1. 1 Mutiara Dara R S 2 S 3 TS 4 TS 5 BS 6 BS 7 8 BS S 9 SS 10 SS 11 12 BS BS 2. Akbar Rizki N. S SS TS SS S TS BS SS S SS SS BS 3. Agnes SS SS - BS - - SS S - S S S 4. Arif Rahman SS SS TS S S SS SS S SS SS SS SS 5. Alwi SS SS TS STS S TS SS TS SS SS SS S 6. M.Habib F. S SS TS BS S S S BS SS SS SS S 7. 8. Rosa Yosefin Fitri Armanada SS SS SS S SS TS S BS BS BS SS TS SS S S BS SS SS S S BS SS S SS 9. Fifi Ariani SS S TS TS BS S SS S SS BS SS SS 10 Arya Dwi P. SS S BS BS S SS BS TS S S BS S . 11 Luth Fia R. SS S TS S BS S SS BS SS SS S SS . 12 Batara Sinaga SS S BS TS BS S S BS SS S S S . 13 Yolanda S. S SS TS TS S S S BS S BS SS . 11 SS
  12. 12. 14 Sahsa Salsabila S S S BS BS BS S TS SS SS SS S . 15 M.Rizki S. SS SS BS SS STS BS S BS S SS S S . 16 Nasha R.T. SS S TS BS BS TS BS S SS S S SS . 17 Indah Sari S SS S BS S SS SS BS BS BS SS BS . 18 Mutiara S. S SS BS STS BS S SS SS SS S SS BS . 19 Yasmin N.H. S SS SS S TS BS S SS S SS S S . 20 Karlos S BS SS BS TS STS S BS SS BS S SS . 21 Noni S SS S TS S TS S BS SS S S TS . 22 Wahyu N. S S BS TS TS S S S S BS S BS . 23 Alvin S. Akbar - - BS BS SS S - BS - - . 24 Karina S SS S TS S S S BS S BS S . 25 Ade Irwansyah BS SS STS STS SS SS SS STS STS S . 26 Fauzi Gunawan SS SS S BS BS S SS BS BS BS S . 27 Dafa Alfian S SS BS TS S SS S TS SS BS TS S . 28 Cindy Luvia S S BS BS BS BS S BS S S BS BS . 29 M.Arif SS SS BS SS STS BS SS BS SS S BS SS . 30 Silfya K. SS S TS TS STS BS SS SS S SS SS . Persen angket No Persentase Item STS TS BS S SS None 1 2 3 0 0 3,33 0 0 36,67 3,33 3,33 30 46,67 36,67 16,67 46,67 56,67 10 3,33 3,33 3,33 12 Kesimpuan S/SS (46,67%) SS (56,67%) TS (36,67%) BS - S BS STS BS S
  13. 13. 4 5 6 7 8 9 10 11 12 10 10 3,33 0 3,33 3,33 0 0 3,33 30 10 16,67 0 13,33 0 0 3,33 3,33 36,67 36,67 23,33 13,33 46,67 6,67 30 16,67 26,67 13,33 33,33 33,3 43,33 23,33 30 33,33 43,33 36,67 10 6,67 20 40 13,33 53,33 33,33 36,67 26,67 0 3,33 3,33 0 0 6,67 3,33 0 3,33 BS (36,67%) BS (36,67%) S (33,3%) S (43,33%) BS (46,67%) SS (53,33) S/SS (33,33%) S (43,33%) S (36,67%) 3. SDN 060828 Soal No Nama Nilai Kategori 1. Cut Nur Aina 82 Baik 2. Rosi Fahira 82 Baik 3. Rio 86 Baik 4. Muslim.S 89 Baik 5. Rizki 86 Baik 6. Nopita Sari 66 Cukup 7. 8. Artika Dewi Brocklyn 66 79 Cukup Cukup 9. Retta Evelin 92 Baik Sekali 10. Ariyanto 82 Baik 11. Putri Panggabean 82 Baik 12. Kartika Putri 86 Baik 13. Vanidian U. 14. Andika 86 76 Baik Cukup 15. Josua Siburian 79 Cukup 16. Nia Novita S. 86 Baik 17. Elvi Susila 89 Baik 18. Anisa 86 Baik 19. Sintia M. 89 Baik 20. Ardi 86 Keterangan Baik Kurang= 0 % Cukup = 25 % Baik= 70 % Baik Sekali= 5 % Angket No Nama Item 1 2 3 4 5 13 6 7 8 9 10 11 12
  14. 14. 1. Cut Nur Aina S SS BS TS S 2. Rosi Fahira S TS TS S 3. Rio S - - 4. Muslim.S S - S 5. Rizki S S 6. Nopita Sari S BS T SS 7. 8. Artika Dewi Brocklyn S S S S S S TS S BS S 9. Retta Evelin SS SS 10. Ariyanto S 11. Putri Panggabean S 12. Kartika Putri BS S 13. Vanidian U. 14. Andika SS S 15. Josua Siburian SS BS BS SS S S STS BS S S SS SS S BS - S S S S S S S S S S S S S S S S S TS TS S S S S S S S S TS SS S SS S - S S STS S S TS BS BS S TS S BS BS SS SS SS SS BS BS TS S BS SS BS BS S S TS TS TS TS S S S S S S S S S S TS TS S S S BS BS BS BS S BS S BS S S S S BS S SS SS TS TS BS S TS S TS TS BS S S S SS S TS S SS S S S BS STS S S S 16. Nia Novita S. S SS TS TS S SS S STS SS S SS S 17. Elvi Susila SS SS BS BS TS S S BS SS S S S 18. Anisa S SS S BS S BS SS S SS S TS 19. Sintia M. SS SS BS TS TS S SS BS SS BS S S 20. Ardi SS SS TS TS S S S S S S S S S S S S S Persen angket No Persentase Item STS TS BS S SS None Kesimpuan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 0 0 0 0 10 0 0 5 5 0 0 0 0 5 30 40 25 `15 5 15 10 0 10 10 0 5 30 20 10 20 5 45 10 15 5 5 5 40 5 5 5 10 5 5 35 30 5 5 70 40 30 30 50 55 85 30 40 55 75 75 25 10 0 5 0 0 0 5 5 0 5 5 SS (70%) S/SS (40%) TS (30%) TS (40%) SS (50%) SS (55%) SS (85%) SS (30%) SS (40%) SS (55%) SS (75%) SS (75%) 14 S
  15. 15. 4. SDN 060903 Soal No Nama 1. Elisa Hulu Nilai 76 Kategori Cukup Keterangan Kurang= 77,5 % 2. Trianggi 86 Baik 3. Endah Sharon 56 Kurang 4. Dea Amanda 53 Kurang 5. Elmacya 60 Cukup 6. Kiran Irani 69 Cukup 7. 8. Luceria P.N.P Amara 50 66 Kurang Cukup 9. Dikma 36 Kurang 10. Fepri 50 Kurang 11. Otniel T. 66 Cukup 12. Carlos C. 69 Cukup 13. Egi Pranata 14. Bima Adiyta 46 50 Kurang Kurang 15. Sapira Aulia 46 Kurang 16. Gusdian 30 Kurang 17. Julia S. 23 Kurang 18. Ersa W.S. 23 Kurang 19. Septinar H.Z. 30 Kurang 20. Jelin R.S.S. 30 Kurang 21. Nurika Ababil 56 Kurang 22. Winda Utami 60 Cukup 23. Edi Natanael 26 Kurang 24. Kepin 56 Kurang 25. Bintang 46 Kurang 26. Dimas 23 Kurang 27. Rian 56 Kurang 28. Astri 53 Kurang 29. Khrisna 63 Cukup 30. Boy Gohan 53 Kurang 31. Bobi Putra 53 Kurang 32. Tomi 53 Kurang 15 Cukup = 20 % Baik= 2,5 % Baik Sekali= 0 %
  16. 16. 33. Sisha F.S. 23 Kurang 34. Lea A.A. 43 Kurang 35. M. Salim Nst 43 Kurang 36. Mutiara S 50 Kurang 37. Angel 23 Kurang 38. Nurin Awal H 50 Kurang 39. Herliana 40 Kurang 40. Windi Dwi N. 56 Kurang Angket No Nama Item 1. Elisa Hulu 1 S 2 SS 3 BS 4 BS 5 TS 6 S 7 S 8 TS 9 S 10 BS 11 12 BS BS 2. Trianggi S SS BS BS S BS SS S SS S BS S 3. Endah Sharon S SS S TS BS BS SS BS S SS S BS 4. Dea Amanda SS S SS TS BS S SS S SS S SS SS 5. Elmacya SS BS TS STS TS S STS SS SS S TS BS 6. Kiran Irani SS S S TS SS S SS S SS S S S 7. 8. Luceria P.N.P Amara SS SS S S SS S TS TS BS SS S S SS SS S S S SS BS S SS S SS SS 9. Dikma S S S TS S S S S S TS S TS 10. Fepri S S S TS S TS S TS S S S SS 11. Otniel T. S S TS TS TS S S S S S S S 12. Carlos C. S S TS TS TS S S S S S S S 13. Egi Pranata 14. Bima Adiyta S S BS SS TS S TS BS TS TS S BS S SS S S STS SS S - S SS BS BS 15. Sapira Aulia SS S SS TS SS S S S SS S S S 16. Gusdian S SS S STS SS STS BS S SS - S SS 17. Julia S. S SS S S TS SS SS SS SS TS SS SS 18. Ersa W.S. S SS S S TS STS BS SS SS SS SS SS 19. Septinar H.Z. SS SS SS STS BS SS STS TS S BS SS SS 20. Jelin R.S.S. SS SS SS STS TS SS STS SS SS S SS SS 21. Nurika Ababil S SS S BS SS S TS BS STS SS S SS 22. Winda Utami S SS SS BS SS S TS SS SS S S SS 23. Edi Natanael - - - BS - - - - - - - - 24. Kepin BS SS SS S BS S S - - S S SS 16
  17. 17. 25. Bintang SS SS S TS BS BS BS S BS BS S 26. Dimas S S TS TS TS S S S S S TS TS 27. Rian S S SS BS SS S S - S S - SS 28. Astri S S S TS S TS S S S S S S 29. Khrisna S S SS S SS S S S SS BS S SS 30. Boy Gohan S S TS TS TS S S S S S S S 31. Bobi Putra S S SS BS SS S S S SS BS S SS 32. Tomi S S SS BS SS S S S SS BS S SS 33. Sisha F.S. S SS TS S TS STS - STS SS STS S SS 34. Lea A.A. S S S - - S S S S S S S 35. M. Salim Nst S S TS TS TS S S S S S S S 36. Mutiara S - S S TS S TS S S S S S S 37. Angel S SS S - TS STS - STS S TS S SS 38. Nurin Awal H S SS S TS BS TS TS TS S TS S SS 39. Herliana SS S TS BS S SS S SS SS S SS SS S TS BS TS TS TS SS S SS SS SS 40. Windi Dwi N. S Persen angket No Item Persentase STS TS BS S SS None 1 2 3 0% 0% 0% 0% 0% 20% 5% 2,5% 5% 65% 50% 45% 5% 2,5% 2,5% S (65%) S (50%) S (45%) 4 10% 50% TS (50%) 0% 35% 25% 5% TS (35%) 6 10% 7,5% 2,5% S (57,5%) 7 7,5% 12,5 % 10% 7,5% 12,5 % 12,5 % 57,5 % 45% 5% 5 22,5 % 22,5 % 10% 25% 45% 27,5 % 0% 7,5% S (45%) 8 7,5% 5% 55% 7,5% S (55%) 9 2,5% 2,5% 45% 5% S (45%) 10 2,5% 12,5 % 12,5 % 10% 22,5 % 12,5 % 45% 7,5% S (52,5%) 0% 5% 52,5 % 65% 10% 11 17,5 % 7,5% 5% S (65%) 12 0% 5% 10% 27,5 17,5 % 55% 2,5% SS (55%) 17 Kesimpuan S
  18. 18. % Keterangan: Soal SDN 060919 hasil belajar masuk kategori kurang SDN 060817 hasil belajar masuk kategori cukup SDN 060828 hasil belajar masuk kategori baik SDN 060903 hasil belajar masuk kategori kurang Kesimpulan: proses pembelajaran IPA secara keseluruhan belum cukup baik Angket Item 1 – 12 adalah pertanyaan: 1. Saya menyukai/senang belajar IPA SDN 060919 siswa menjawab SS (sangat setuju) SDN 060817 siswa menjawab S (setuju) SDN 060828 siswa menjawab SS (sangat setuju) SDN 060903 siswa menjawab S (setuju) Kesimpulan: siswa suka/senang belajar IPA 2. Saya merasa belajar IPA itu perlu karena banyak berhubungan dengan kehidupan? SDN 060919 siswa menjawab SS (sangat setuju) SDN 060817 siswa menjawab SS (sangat setuju) SDN 060828 siswa menjawab S (setuju) SDN 060903 siswa menjawab S (setuju) Kesimpulan: siswa merasa belajar IPA perlu dalam kaitannya dengan kehidupan seharihari. 3. Saya menyukai pelajaran IPA karena faktor guru? SDN 060919 siswa menjawab BS (biasa saja) SDN 060817 siswa menjawab TS (tidak setuju) SDN 060828 siswa menjawab TS (tidak setuju) SDN 060903 siswa menjawab S (setuju) Kesimpulan: siswa menyukai pelajaran IPA bukan karena faktor guru 18
  19. 19. 4. Saya merasa sulit belajar IPA karena terlalu banyak teori dan hafalan SDN 060919 siswa menjawab BS (biasa saja) SDN 060817 siswa menjawab BS (biasa saja) SDN 060828 siswa menjawab TS (tidak setuju) SDN 060903 siswa menjawab TS (tidak setuju) Kesimpulan: Siswa merasa teori dan hafalan dalam pelajaran IPA tidak menjadikan pelajaran tersebut sulit 5. Dalam belajar IPA, saya menggunakan buku yang dijual/dianjurkan sekolah? SDN 060919 siswa menjawab TS (tidak setuju) SDN 060817 siswa menjawab BS (biasa saja) SDN 060828 siswa menjawab SS (sangat setuju) SDN 060903 siswa menjawab TS (tidak setuju) Kesimpulan: siswa kebanyakan tidak menggunakan buku yang dijual/dianjurkan sekolah 6. Selain buku yang dianjurkan sekolah, saya memiliki buku referensi lain SDN 060919 siswa menjawab BS (biasa saja) SDN 060817 siswa menjawab S (setuju) SDN 060828 siswa menjawab SS (sangat setuju) SDN 060903 siswa menjawab S (setuju) Kesimpulan: siswa memiliki buku referensi lain selain yang dianjurkan sekolah 7. Fasilitas yang ada di laboratorium sekolah saya sangat lengkap/mendukung materi pelajaran SDN 060919 siswa menjawab SS (sangat setuju) SDN 060817 siswa menjawab S (setuju) SDN 060828 siswa menjawab SS (setuju sekali) SDN 060903 siswa menjawab S (setuju) Kesimpulan: laboratorium di sekolah mendukung pembelajaran 19
  20. 20. 8. Di sekolah saya sering melakukan praktikum SDN 060919 siswa menjawab S (setuju) SDN 060817 siswa menjawab BS (biasa saja) SDN 060828 siswa menjawab SS (sangat setuju) SDN 060903 siswa menjawab S (setuju) Kesimpulan: siswa sering melakukan praktikum 9. Saya merasa pelajaran IPA menarik karena banyak berhubungan dengan alam sekitar SDN 060919 siswa menjawab SS (sangat setuju) SDN 060817 siswa menjawab SS (sangat setuju) SDN 060828 siswa menjawab SS (sangat setuju) SDN 060903 siswa menjawab S (setuju) Kesimpulan: siswa merasa pelajaran IPA menarik karena banyak berhubungan dengan alam sekitar 10. Saya senang belajar IPA karena guru sering menggunakan media dalam menjelaskan materi pelajaran di kelas SDN 060919 siswa menjawab SS (sangat setuju) SDN 060817 siswa menjawab S (setuju) SDN 060828 siswa menjawab SS (sangat setuju) SDN 060903 siswa menjawab S (setuju) Kesimpulan: guru sering menggunakan media dalam menjelaskan pelajaran IPA 11. Selain belajar dikelas, saya juga senang belajar IPA di perpustakaan SDN 060919 siswa menjawab SS (sangat setuju) SDN 060817 siswa menjawab S (setuju) SDN 060828 siswa menjawab SS (sangat setuju) SDN 060903 siswa menjawab S (setuju) Kesimpulan: perpustakaan sekolah mendukung siswa untuk belajar 20
  21. 21. 12. Saya senang belajar IPA di perpustakaan karena buku-buku yang ada telah memenuhi standar SDN 060919 siswa menjawab SS (sangat setuju) SDN 060817 siswa menjawab S (setuju) SDN 060828 siswa menjawab SS (sangat setuju) SDN 060903 siswa menjawab SS (sangat setuju) Kesimpulan: perpustakaan sekolah sudah memiliki buku-buku yang telah memenuhi standar Dari hasil jawaban siswa dalam menjawab soal dapat kita ketahui bahwa proses pembelajaran di keempat sekolah IPA secara keseluruhan belum cukup baik Dari hasil jawaban siswa dalam menjawab angket dapat kita ketahui minat belajar IPA siswa cukup baik karena mereka menganggap IPA merupakan pelajaran yang tidak sulit untuk dipahami. IPA juga dianggap menarik bagi siswa karena banyak terkait dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu juga, dalam pembelajaran IPA, guru sering menggunakan media dalam menjelaskan materi pelajaran. Sarana dan prasarana misalnya perpustakaan dan buku juga mendukung siswa dalam belajar IPA. Namun, dari angket juga diketahui bahwa siswa merasa pelajaran IPA itu menaruk bukan karena faktor guru. Hasil Wawancara Hasil wawancara yang dilakukan dengan pihak sekolah yaitu guru IPA di keempat sekolah SD Medan diperoleh data-data berikut: No. Pertanyaan SDN 060919 Agama, PKN, BahasaIndonesia, Matematika, IPA, IPS, Penjas, KTK, Bahasa Inggris Nama Sekolah SDN 060817 SDN 060828 Matematika, Agama, PKN, IPA, IPS, Bahasa Bahasa Indonesia, Indonesia, Matematika, penjas, Mulok, IPA, IPS, agama Penjas, KTK, Bahasa Inggris 1. Mata Pelajaran apa sajakah yang diajarkan di sekolah ini? 2. Berapa jumlah guru di sekolah ini? 10 orang 14 orang 10 orang SDN 060913 Matematika, bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA, IPS, Penjaskes, Seni Budaya, Muatan Lokal 12 orang 3. Di kelas mana saja pelajaran IPA diajarkan? Kelas 1 sampai kelas VI Kelas I sampai kelas VI Kelas I sampai kelas VI Kelas I sampai kelas VI 4. Kurikulum apakah yang dipakai di sekolah ini? KTSP KTSP KTSP KTSP 5. Apakah sekolah sudah Sudah Sudah Sudah Mengikuti yang 21
  22. 22. memiliki silabus sendiri atau disesuaikan dengan silabus yang diperoleh dari luar? sudah ada 6. Metode/ model apakah yang biasanya digunakan pada saat mengajarkan IPA dalam kelas? Metode inkuiri, metode ceramah, metode demonstrasi, metode Tanya jawab, metode diskusi 7. Apakah dalam pembelajaran IPA guru ada menggunakan media? Apa? Ada, media gambar Ada 8. Buku/ sumber ajar yang digunakan berasal darimana? Sekolah atau pribadi? Sekolah dan pribadi Sekolah Sekolah dan Pribadi 9. Apakah buku yang digunakan sesuai dengan kurikulum? Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai 10. Apakah perpustakaan sekolah menyediakan buku pendukung? Tidak ada perpustakaan Tidak Tidak Ya 11. Apakah dilakukan praktikum dalam pembelajaran IPA? Mengapa? Ya, agar anak lebih faham materi yang diajarkan Ya, kadang – kadang Ya, agar anak lebih faham materi yang diajarkan Tidak, karena media kurang memadai 12. Apakah dalam PBM IPA guru mengalami kendala/kesulitan? Apa saja kendala tersebut? Ya, kurangnya media Tidak ada laboratorium, fasilitas sekolah tidak mendukung Ya, kurangnya media 13. Jenis penilaian apa saja yang digunakan? Tugas, individu, kelompok Lisan, tulisan Individu dan kelompok Ya, waktu belajar IPA sangat sedikit. Siswa terkadang masih suka bermain ketika dilakukan proses belajar mengajar Tes dan Responsi 14. Apakah guru yang mengajar IPA merupakan guru bidang studi atau guru yang memegang satu kelas? Mengapa? Guru yang memegang satu kelas karena kualifikasi guru adalah guru kelas Karena kurang tenaga pengajar di SD Negeri Guru kelas, karena kualifikasi guru adalah guru kelas Wali kelas .15. Berapa jam pelajaran IPA dalam seminggu? Apakah waktu yang diberikan cukup 4 jam, waktu yang disediakan tidak cukup efisien 6 Jam, Cukup Efisien 4 Jam, tidak cukup efisien 4 jam, Belum efisien 22 Metode ceramah, Metode Demonstrasi, Metode Diskusi, Metode Tanya jawab Ada, media gambar Ceramah dan demonstrasi Yang digunakan media sederhana, contohnya gambar – gambar dan alat peraga Sekolah
  23. 23. efisien untuk siswa dalam memahami pelajaran? Dari hasil wawancara dari keempat sekolah, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Pelajaran IPA diajarkan di tiap sekolah SD tempat survey 2. Rata-rata jumlah guru (pengajar) di tiap sekolah adalah 12 orang 3. IPA diajarkan mulai dari kelas 1-6 SD 4. Kurikulum yang dipakai di sekolah sudah merupakan kurikulum KTSP 5. Rata-rata sekolah sudah membuat dan memakai silabus sendiri 6. Guru IPA di SD pada umumnya menerapkan metode ceramah dan demonstrasi dalam penyampain materi pelajaran, namun sering juga menerapkan metode diskudi dan tanya jawab. 7. Guru sudah menggunakan media dalam pembelajraran IPA yaitu umumnya media sederhana seperti media gambar. 8. Kebanyakan buku sumber belajar IPA yang digunakan berasal dari sekolah sebagai buku wajib. Namun, selain buku dari sekolah, siswa juga dianjurkan memiliki buku-buku referensi pribadi. 9. Dari semua sekolah survey, semua sudah menggunakan buku yang sesuai dengan kurikulum KTSP. 10. Rata-rata fasilitas perpustakaan sekolah SD yang disurvey belum menyediakan buku pendukung pelajaran termasuk buku pelajaran IPA. 11. Dalam pembelajaran IPA, rata-rata sekolah sudah melakukan praktikum untuk mendukung pembelajaran agar siswa lebih memahami materi pelajaran yang diajarkan. 12. Pada umumnya proses pembelajaran IPA di keempat SD survey mengalami kesulitan karena fasilitas sekolah tidak mendukung untuk pengadaaan laboratoium, penggunaan media yang kurang, dan sedikitnya waktu untuk pelajaran IPA. 13. Bentuk penilian yang dilakukan adalah lisan dan tulisan, ada yang berbentuk test atau responsi, baik sebagai tugas individu maupun kelompok. 23
  24. 24. 14. Rata-rata guru yang mengajarkan IPA di SD adalah guru yang memegang satu kelas (wali kelas) karena kualifikasi guru adalah guru kelas ataupun ada juga karena kurangnya jumlah guru apabila dibuat guru bidang studi. 15. Rata-rata waktu untuk pembelajaran IPA di SD survey adalah 4 jam pelajaran dan waktu tersebut masih dianggap tidak cukup efisien untuk pelaksanaan PBM IPA. Namun ada juga sekolah yang menerapkan waktu pembelajaran IPA sebanyak 6 jam pelajaran, dan itu dianggap cukup efisien. Analisis Materi Ajar dan Silabus Analisis silabus ini dapat mencakup keseluruhan atau masing-masing komponen silabus seperti tujuan, isi, atau metode pembelajaran yang ada dalam silabus tersebut.Secara sederhana analisis silabus dapat disamakan dengan penelitian karena analisis silabus menggunakan penelitian yang sistematik, menerapkan prosedur ilmiah dan metode penelitian. Perbedaan antara analisis dan penelitian terletak pada tujuannya. Analisis bertujuan untuk menggumpulkan, menganalisis dan menyajikan data untuk bahan penentuan keputusan mengenai silabus apakah akan direvisi atau diganti. Materi IPA yang diajarkan di SD kelas 6 masih tergolong materi yang tidak sulit untuk dimengerti. Untuk di semester I materi IPA yang diajarkan yaitu Ciri-Ciri khusus makhluk hidup, Perkembangan dan Perkembangbiakan Makhluk Hidup, Keseimbangan Ekosistem, Kelestrian Makhluk Hidup dari Kepunahan, Konduktor dan Isolator, Kondisi yang Mempengaruhi pada Benda, Sifat Benda dan Kegunaannya. Silabus yang dibuat oleh guru belum mencerminkan KTSP. Seharunya Silabus KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi satuan pendidikan, potensi dan karakteristik daerah, serta social budaya masyarakat setempat dan peserta didik, namun silabus yang dibuat guru masih belum dikembangkan seperti itu, namun masih berpatok atau beracuan pada silabus KTSP dari pusat. Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, dibawah supervise dinas pendidikan kabupaten/kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan. Siswa akan mudah memahami suatu materi pelajaran yang diajarkan apabila guru mampu mengaitkan materi pelajaran dengan kejadian atau benda-benda yang ada di lingkungan sekitar siswa. Keterkaitan ini akan membuat daya ingat siswa terhadap materi 24
  25. 25. yang diajarkan lebih tahan lama. Lingkungan dapat menjadi tempat kegiatan belajar. Di dalam kelas dapat dilakukan kegiatan meniru hal-hal yang ada di lingkungan. Metode yang terdapat/digunakan di dalam perangkat pembelajaran tidak bervariasi. Di dalam perngakat pembelajaran umumnya guru menggunakan metode ceramah dan diskusi.. Kurangnya variasi metode pembelajaran yang digunakan guru dapat membuat siswa merasa bosan dan jenuh terhadap pelajaran yang diajarkan. Analisis materi ajar terhadap silabus yang digunakan perlu diadakannya revisi. Ada beberapa kekurangan dan ketidaksesuaian yang terdapat pada pengembangan silabus. Dengan adanya revisi diharapkan menjadi lebih baik dalam pembuatan persiapan mengajar. Persiapan mengajar yang baik akan menciptakan proses pembelajaran yang baik pula. KESIMPULAN Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Hasil belajar siswa belum cukup baik. 2. Minat siswa akan pelajaran IPA cukup baik. Mereka merasa pelajaran IPA itu tidak terlalu sulit untuk dimengerti dan berkaitan dengan kehidupan mereka sehari-hari. 3. Sarana yang dimiliki belum cukup baik, misalnya dalam penggunaan media, penyediaan buku pendukung dari perpustakaan dan tidak terfasilitasinya laboratorium. 4. Dalam pengembangan silabus, guru kurang mengembangkannya berdasarkan kurikulum KTSP. Pada silabus tidak terdapat hal mengarah ke kurikulum KTSP. SARAN Saran yang dapat saya berikan untuk pelaksanaan KTSP adalah: 1. Pihak sekolah lebih memperhatikan pembangunan sarana di sekolah agar mudah mendapatkan sumber belajar guna meningkatkan kualitas siswa. 2. Guru harus dapat menarik minat belajar siswa dengan menggunakan berbagai macam metode dan media/alat peraga pembelajaran. 3. Pengembangan silabus harus berdasarkan kurikulum yang sedang berlaku. DAFTAR PUSTAKA 25
  26. 26. Arikunto, S., (2006), Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta Dhanay., (2009), KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), Error! Hyperlink reference not valid. Suwar., (2001), Meningkatkan Mutu Guru Melalui Pemberdayaan Diri, http://www.octavianusz.blogspot.com/ Zulharman., (2007), Evaluasi Kurikulum: Pengertian, Kepentingan dan Masalah yang Dihadapi, Error! Hyperlink reference not valid. 26

×