statistika dasar

11,703 views
11,488 views

Published on

uji hipotesis, analyses of variance one way, analyses of variance two way

Published in: Education
4 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
11,703
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
120
Actions
Shares
0
Downloads
436
Comments
4
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

statistika dasar

  1. 1. Nama : R.A.Muslimah NIM : 06101408020Mata Kuliah : METODE Statistika 1
  2. 2. “SATU RATA DAN DUA RATA-RATA”
  3. 3.  PENGUJIAN HIPOTESIS Pengertian Hipotesis Jenis Pengujian Hipotesis Prosedur Pengujian Hipotesis Contoh soal Uji Hipotesis Rata-rata
  4. 4. Ớ Hipotesis berasal dari bahasa Yunani □ Hupo berarti Lemah atau kurang atau di bawah □ Thesis berarti teori, proposisi atau pernyataan yang disajikan sebagai bukti.Sehingga dapat diartikan sebagai “Pernyataan yang masih lemah kebenarannya dan perlu dibuktikan atau dugaan yang sifatnya masih sementara”Ớ Pengujian Hipotesis adalah suatu prosedur yang dilakukan dengan tujuan memutuskan apakah menerima atau menolak hipotesis mengenai parameter populasi.
  5. 5. Satu Rata² Uji hip. rata² Jenis Dua rata² Parameter Uji hip. proporsi Uji hip varians Sampel besar Jumlah sampel Sampel kecil Dis Z JenisHipotesis Jenis Distribusi Dis t Dis X Dis F Uji Dua Arah Arah/bentuk formulasi Uji PihakKiri Uji pihak kanan
  6. 6.  Berdasarkan Jumlah Sampelnya a. Pengujian hipotesis sampel besar pengujian hipotesis yang menggunakan sampel n > 30 b. Pengujian hipotesis sampel kecil pengujian hipotesis yang menggunakan sampel n ≤ 30
  7. 7.  Berdasarkan Jenis Distribusinya a. Pengujian hipotesis dengan Distribusi Z pengujian hipotesis yang menggunakan distribusi Z sebagai Uji statistik. 1. Uji Hipotesis rata-rata 2. Uji Hipotesis beda dua rata-rata 3. Uji Hipotesis proporsi 4. Uji Hipotesis beda dua proporsiContoh : “Uji Hipotesis satu dan beda dua rata-rata sampel besar”
  8. 8.  b. Pengujian hipotesis dengan Distribusi t pengujian hipotesis yang menggunakan distribusi t sebagai Uji statistik.Contoh :“ Uji Hipotesis satu dan beda dua rata-rata sampel kecil”
  9. 9.  Berdasarkan arah atau bentuk formulasinya a. Pengujian hipotesis dua pihak (two tail test) pengujian hipotesis dimana hipotesis nol (Ho) berbunyi “sama dengan” . Ho : µ = µo H1 : µ = µo
  10. 10.  b. Pengujian hipotesis pihak kiri atau sisi kiri Ho : µ = µo H1 : µ = µoAtau Ho : µ ≥ µo H1 : µ ≤ µo
  11. 11.  Pengujian hipotesis pihak kanan atau sisi kanan Ho : µ = µo H1 : µ > µoAtau Ho : µ ≤ µo H1 : µ ≥ µo
  12. 12. Tentukan formulasi hipotesisTentukan taraf nyata (significant of level) Tentukan kriteria pengujian Hitung nilai uji statistik Kesimpulan
  13. 13. 1. Menentukan formulasi hipotesis Hipotesis nol yaitu (Ho) dirumuskan sebagai pernyataan yang akan diuji. Rumusan pengujian hipotesis hendaknya Ho dibuat pernyataan untuk ditolak. Hipotesis Alternatif / Tandingan (Ha / H1) dirumuskan sebagai lawan / tandingan hipotesis nol. Bentuk H1 terdiri atas : Ho ; µ = µo → H1 : µ > µo H1 : µ < µo H1 : µ ≠ µo
  14. 14. 2. Tentukan taraf nyata ( significant of level) taraf nyata (α) adalah besarnya toleransi dalam menerima kesalahan hasil hipotesis terhadap nilai parameter populasinya. taraf nyata dalam bentuk % umumnya sebesar 1%, 5% dan 10% ditulis α0,01, α0,05.... Besarnya kesalahan disebut sebagai daerah kritis pengujian atau daerah penolakan.
  15. 15. 3. Tentukan kriteri pengujian Bentuk keputusan menerima / menolak. PIHAK KANAN PIHAK KIRI DUA PIHAK
  16. 16. 4. Menentukan Nilai Uji Statistik
  17. 17. 5. Kesimpulan Pembuat kesimpulan merupakan penetapan keputusan dalam hal penerimaan atau penolakan hipotesis nol yang sesuai dengan kriteria pengujiannya.
  18. 18. “ONE WAY”
  19. 19.  Analisis variansi adalah suatu prosedur untuk uji perbedaan mean beberapa populasi. Konsep analisis variansi didasarkan pada konsep distribusi F dan biasanya dapat diaplikasikan untuk berbagai macam kasus maupun dalam analisis hubungan antara berbagai varabel yang diamati. Hipotesis ANOVA satu arah H0 : μ1= μ 2 = μ 3 = … = μ k  Seluruh mean populasi adalah sama  Tidak ada efek treatment ( tidak ada keragaman mean dalam grup ) H1 : tidak seluruhnya mean populasi adalah sama  Terdapat sebuah efek treatment  Tidak seluruhmean populasi berbeda ( beberapa pasang mungkin sama )
  20. 20.  Ada dua cara dalam mengestimasi nilai varian yakni : Metode Antar-kelompok (Between Method) Metode penghitungan varians yang kedua adalah metode antar- kelompok (between method). Metode menghasilkan estimasi varians yang sahih jika hipotesis nol benar. Persamaan yang digunakan dalam metode ini adalah sebagai berikut: S22 = Metode dalam kelompok menghasilkan estimasi tentang varians yang sahih (valid) apakah hipotesis nol salah atau benar. Sementara metode antar-kelompok menghasilkan estimasi tentang varians yang sahih (valid) hanya jika hipotesis nol benar. S12 =
  21. 21. .1. Formula Hipotesis Jenis pengujian : H0 = µ1 = µ2 = ..... = µk H1 = Tidak semuanya sama (setidaknya ada µi ≠ µj , untuk i ≠ j ) Atau H0 = Semua perlakuan (kolom, baris, interaksi) memiliki rata-rata yang bernilaisama H1 = Ada perlakuan (kolom, baris, interaksi) yang memiliki rata-rata yang bernilai tidak sama (berbeda)2. Taraf Nyata Cara pengambilan keputusan → bandingkan F hitung dengan F tabel.3. Membuat tabel Analisis Varians 1 arah4. Kriteria Pengujian Wilayah kritis : Penolakan H0 jika F hitung > F tabel Penerimaan H0 jika F hitung < F tabel5. Kesimpulan
  22. 22. 1. Tiga kelompok subyek penelitian untuk menguji metode pengajaran mana yang paling baik terhadap rata-rata nilai pelajaran yang diajar dengan ketiga metode tersebut. Metode pertama adalah ceramah, metode kedua diskusi dan metode ketiga praktek. Ujilah dengan taraf nyata 5%. Data hasil penelitian adalah sebagai berikut:
  23. 23. “TWO WAY”
  24. 24.  Analisa ragam (Analysis of Variance) atau yang lebih dikenal dengan istilah ANOVA adalah suatu teknik untuk menguji kesamaan beberapa rata-rata secara sekaligus. Uji yang dipergunakan dalam ANOVA adalah uji F karena dipakai untuk pengujian dari 2 sampel.
  25. 25.  Analisis Varians (ANAVA) 2 Arah tanpa interaksi Dalam kategori, terdapat blok/sub-kelompok kolom : kategori-1; baris : blok, kategori-2 Setiap sel berisi satu data Analisis Varians (ANAVA) 2 Arah dengan interaksi Dalam kategori, terdapat blok/sub-kelompok kolom : kategori-1 baris : blok, kategori-2 Setiap blok diulang, satu sel berisi beberapa dataDengan pengulangan dalam tiap blok seperti ini, interaksi antara kolom dan baris dapat diketahui.
  26. 26. 1. Formula Hipotesis Jenis pengujian : H0 = µ1 = µ2 = ..... = µk H1 = Tidak semuanya sama (setidaknya ada µi ≠ µj , untuk i ≠ j ) Atau H0 = Semua perlakuan (kolom, baris, interaksi) memiliki rata-rata yang bernilaisama H1 = Ada perlakuan (kolom, baris, interaksi) yang memiliki rata-rata yang bernilai tidak sama (berbeda)2. Taraf Nyata Cara pengambilan keputusan → bandingkan F hitung dengan F tabel.3. Membuat tabel Analisis Varians 2 arah4. Kriteria Pengujian Wilayah kritis : Penolakan H0 jika F hitung > F tabel Penerimaan H0 jika F hitung < F tabel5. Kesimpulan

×