• Like
  • Save
Hikmat Dalam Perjanjian Lama
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Hikmat Dalam Perjanjian Lama

on

  • 2,320 views

 

Statistics

Views

Total Views
2,320
Views on SlideShare
2,320
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
39
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Hikmat Dalam Perjanjian Lama Hikmat Dalam Perjanjian Lama Presentation Transcript

    • • Iman • Pentateukh• Nabi • Taurat + Janji• Orang berhikmat • Sastra Hikmat
    • Hikmat Edom (Ob. 1:7, Yer. 49)Hikmat Tirus (Yeh. 27:24)Hikmat Babel (Yes. 44, Yer. 50-51)Hikmat Mesir , (Kel. 7→ melawan dua tulah)
    • Kriteria tema (isi), misalnya: masalahKriteria formal (gaya sastra), yang hukuman, pembagiandikelompokkan lagi menjadi: Berdasarkan kedua Struktur menurut alphabet seperti antara yang benar dan jahat, nasihat untuk puisi) kriteria tersebut maka secara pribadi Mazmur-mazmur ukrostikon (gaya percaya Mzm. Pernyataan-pernyataan dengan kepada Tuhan, takut angka, misalnya: “tiga bahkan empat” akan (Ams.30:18) 1, 19, 32, 34, 37, 49, 78 perenungan Tuhan, Pernyataan-pernyataan berkat (asre) , 111, 112, 119, 127, 12 Pernyataan-pernyataan keadaan yang akan hukum tertulis lebih baik Allah sebagai sumber 8 dan 133 termasuk Perbandingan, peringatan kesukaan. kategori kitab-kitab Amanat dari ayah kepada anak laki-laki Penggunaan kosakata hikmat dan hikmat perubahan frasa-frasa Penggunaan perumpamaan, kiasan, pertanyaan retorik, serta kata-kata seperti: “dengarkanlah aku …”
    •  Ayub Amsal Beberapa ahli mengatakan ditulis oleh Kitab Amsal berisikan berbagai Salomo wejangan singkat dalam setiap Bukan karena kepenulisannya (banyak pasalnya. Ada yang saling berhubungan diperdebatkan) melainkan pada isinya : dan terpisah. Oleh karena berisi pergumulan melawan hal-hal yang wejangan maka kitab ini memberikan membingungkan dalam kehidupan. pengalaman kepada manusia untuk Cerita tentang pengujian Ayub oleh lebih berhikmat Allah yang dijabarkan dalam banyak prosa dan sedikit narasi memakai “rahasia hikmat” sebagai salah tema Pengkhotbah utamanya. ditulis oleh Salomo yang sudah Rahasia ini adalah sebuah rahasia mempunyai reputasi sebagai guru hikmat bagaimana manusia dapat mengerti dan pengarang kitab-kitab hikmat. bahwa Allah pun turut mengajar di Dengan ini maka dengan mudah kitab dalam penderitan serta penderitaan Pengkhotbah dapat dimasukkan ke tidak selalu sebagai akibat kita tidak dalam golongan sastra hikmat. takut akan Allah. Lebih lanjut Selain itu, Pengkhotbah juga berisi tentang hal ini akan dipaparkan wejangan yang membuat pembacanya dalam makna teologis lebih berhikmat setelah membacanya.
    • Kidung AgungKidung Agung tidak selalu dianggap sebagai sastrahikmat. Alasan kitab ini dimasukkan ke dalam sastrahikmat mirip dengan kitab Pengkhotbah.Pertama, Salomo yang sudah memiliki reputasi sebagaiorang berhikmat diakui sebagai penulisnya – walaupunada sejumlah ahli yang tidak setuju. Nama Salomodisebutkan sebanyak enam kali dalam kitab itu (Kid.1:5; 3:7; 9; 11; 8:11-12). Kedua, di balik banyaknyaperkataan cinta dalam kitab ini tersembunyi maknateologis yang oleh Kaiser dimasukkan ke dalamEudemonisme dan Takut akan Tuhan (lihat bab 2).Ketiga, karena ia membicarakan bagaimana hidupbijaksana dalam masa pacaran maupun pernikahan.
    • Dalam kitab-kitab lain kata hikmat mengacu lebih kepadakecakapan dalam konteks pekerjaan orang yangterampil, memberi saran atau pertimbangan, ketajamanintelektual (Kel 28:3; 35:30; 36:2; 35:25-26).Kata “hokmah” yang dipakai di luar kitab-kitab hikmatmenggambarkan keahlian dalam kecakapan praktis yang membuatkehidupan seseorang berhasil dan bagaimana cara untuk bisa berhasil
    • Hubbard sastra hikmat adalah ragam sastra yang lazim di Timur Dekat Kuno, yang berisikan tentang petunjuk-petunjukkehidupan yang berhasil atau kebingungan-kebingungan tentang eksistensi manusia direnungkan.
    • Tanda perjanjian Allah Sejarah penggenapan janji Tuhandengan umat-Nya dan dan peringatan bagi umat-Nyaperaturan-peraturan bagi yang menjauh dari Tuhanumat-Nya
    • Ada kesinambungan konsep sastra hikmat dengan zaman para bapa leluhurBerikut adalah beberapa persamaan pokok antara sastra hikmat dan kitab Ulangan:1) “Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu dan memiliki para pemimpin dan hakim harus janganlah kamu menguranginya.” (Ul. 4:2 bdg. 12:32) kecapakan, sikap takut akan Tuhan,2) “Semua firman adalah murni … Jangan menambahi firman-Nya” (Ams. 30:5-6) dapat dipercaya, dan membenci suap3) “Jangan menggeser batas tanah sesamamu” (Ul. 19:4; bdg. 27:17) (Kel. 18:21), bijaksana, berakal budi, dan4) “Jangan engkau memindahkan batas tanah yang lama, yang ditetapkan oleh nenek berpengalaman (Ul. 1:13-17; bgd dengan moyangmu” (Ams. 22:28 bdg. 23:10). Bil. 11:11-30). Kualifikasi yang demikian juga dituntut pada permimpin di dalam sastra hikmat sebagai diungkapkan Ams. 8:15-16.
    • Sastra hikmat bukanlah sebuah hikmat-hikmat biasa sebagaimana tanda perjanjian Allah dengan umat-NyadikatakanSebagai obat untuk mengatasi masalah bagi umat-Nya 1. oleh sejumlah teolog sebagai moto/ slogan umum atau dan peraturan-peraturanhanya sekedar agama yaitu ajaran-ajaranpada tidak dalam wejangan dari orangtua yang anaknya ataumembantu anak-anak muda tetapaplikatif bagi umat-Nya yang menjauh peringatan di jalan yang benar menyentuh/ kurang dari Tuhan serta janji pemulihanSetiap peraturan dalam Taurat ternyata diulangi dalam sastra-sastra 2. Memberitahu kepada orang-orang Kristenhikmat sebagai sesuatu yang lebih konkret dan aplikatif masa kini bahwa sebagaimana ajaran-ajaran Alkitab itu nyata dan aplikatif, mereka pun tidak boleh hadir sebagai orang menyediri atau menjauh dari peradaban. Mereka pun harus menjangkau orang-orang.
    • Takut Akan Tuhan (penting) salah satu pokok penting dalam dalam Kitab dalam sastra Taurat. Misalnya: Ulangan, takut akan Takut akan Tuhan bukan sebuahketaatan Abraham Tuhan menjadi perasaan gemetar karena suatu hikmat, istilah kekaguman pada sifat adikodratiterhadap perintah suatu pokok Allah melainkan hasil dari takut akan mendengar, memperhatikan, dan Allah untuk perhatian utama menanggapi Firman Allah. Takut Tuhan ini telah akan Tuhan ini juga berjalanmempersembahkan seperti disebutkan bersama dengan “berpegang pada menjadi inti dari Ishak (Kej. dalam Ul. 4:10;5:26; perintah-Nya”, “hidup menurut jalan-Nya”, “ melayani pengetahuan22:12), para bidan 6:2; 13, 24; 8:6; Dia”, “mengasihi Dia”, dan yang takut akan 10:12, 20; 13:4; “beribadah kepada-Nya.” dan hikmat Allah (Kel. 17:9; 28:58;) Allah 1:17), dsb
    • MazmurAyub Dalam kitab Mazmur, orang yang takut akan Tuhan dengan mudah dibedakan dengan rekan-rekanDengan mengabaikan pertentangan mereka yang lain. Mereka adalahapakah Ayub 28 merupakah orang yang penuh penyerahan diriinterupsi yang disisipkan sementara dalam jemaat TuhanAyub beragumen dengan kawan- (34:8, 10), mematuhi hukum Allahkawannya maka Ayub 28 adalah dan merenungkannya siang danpuncak seluruh puisi tentang hikmat malam (19:7-4; 112:1; 119:33-38;dalam pembahasan kitab Ayub. 57:64), serta memuji nama Yahweh (22:22-23) dan Allah senang kepadanya (33:18; 103; 147:11).
    • PengkhotbahAmsal Kitab Pengkhotbah mencobaTakut akan Tuhan (1:7) menjadi moto menuturkan bahwa Allah telahuntuk seluruh kitab tersebut dan menciptakan manusia sedemikian rupamuncul sebanyak 13 kali. Jika manusia sehingga tanpa mengenal-Nya [takuttakut akan Tuhan maka mereka akan akan Tuhan] maka segala sesuatu yangmemahami berbagai objek dan dunia lain tidak akan berarti (3:14). Orangitu sendiri (hikmat). Manusia yang yang takut akan Tuhan mengalamitakut akan Tuhan membenci kebaikan pada jalan-jalan mereka (8:12)kejahatan (3:7; 16:6) dan berjalan dan ibadahnya mencerminkan takutdengan jujur (14:2). akan Tuhan (5:1-7). “Takut akan Tuhan adalah tanggapan iman terhadap janji dan berkat Tuhan sebagaimana fungsinya pada masa Abraham dan Musa. Selain itu, takut akan Tuhan juga adalah tanda masuk untuk memahami dan menikmati alam ciptaan Tuhan.”
    • Takut akan Tuhan sebagai topik penting dalam sastra hikmat sangaterat hubungannya dengan kehidupan sebagai berikut: a) Ketaatan adalah jalan kehidupan (Ams. 2:19; 5:6; 10:17; 15:24) b) Ajaran hikmat dan takut akan Tuhan adalah sumber kehidupan (13:14; 14:27) c) Hikmat, keadilan, dan ucapan yang lembut adalah pohon kehidupan (3:18; 11:30; 13:12; 15:4)Itulah pesan Taurat Musa. Karena mereka telah menerima karunia danpenebusan Allah maka orang-orang disuruh menaati dan melakukansegenap perintah Tuhan mereka “supaya [mereka] hidup.” Hasil darimengabdikan diri kepada Allah adalah “kehidupan.”
    • Salomo dalam Pkh. 12:13 menuliskan pumcak dari argumentasinya yaitu : “Akhirkata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah padaperintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.” Menurut CanonWright, Allah telah menciptakan manusia sedemikian rupa sehingga setiap manusiamemiliki kekosongan yang besar dalam hatinya untuk mencari tahu tentang Allah.Makna dari “kesia-siaan atas kesia-siaan” bukan berarti bahwa kehidupan itumembosankann, penuh dengan kegagalan, kehampaan, atau tidak berharga. “Kesia-siaan” di sini berarti bahwa selain kehidupan itu sendiri, manusiamemerlukan untuk mencari Tuhan dalam hidupnya. Hanya bila seseorang hiduptakut akan Tuhan barulah mereka merasakan kesatuan antarakebenaran, pengetahuan, dan hidup (Pkh. 7:14, 8:14).
    • AllahTakut akan Tuhan sebagai sumber
    • Bagian Alkitab yang berisi ajaran pokok tentang hikmat adalah Amsal 8 yang garisbesarnya adalah sebagai berikut:1. Kehebatan dalam hikmat (Ams. 8:1-21) a) Dalam seruan-Nya (ay. 1-3) b) Dalam kebenaran-Nya (ay. 4-12) c) Dalam kasih dan kebencian-Nya (ay. 13-16) d) Dalam berbagai pemberian-Nya (ay. 17-21)2. Asal usul hikmat (Ams. 8:22-31) a) Keberadaanya sebelum dunia ada (ay. 22-26) b) Partisipasi aktifnya dalam penciptaan (ay. 27-31)3. Berkat-berkat hikmat (Ams. 8:32-36) a) Nasihat penutup (ay. 32-33) b) Berkat yang dijanjikan (ay. 34-36)Dari uraian di aras dapat kita lihat bahwa hikmat lebih dahulu ada daripadakeseluruh ciptaan Tuhan dan telah menjadi instrument-Nya dalam penciptaan.Jadi, takut akan Tuhan mendatangkan hikmat dari Tuhan yang jauh ada sebelumsemua ciptaan-Nya. Konsep takut akan Tuhan tidak dapat dipisahkan dan menjadisumber hikmat
    • Kesalahpahaman dapat timbul dari konsep takut akan yaitu bahwa orangmenganggap dengan mereka takut akan Tuhan maka mereka akan mendapatkankesenangan dan materi dalam hidup. Mereka ini tidak mengerti arti sesungguhnyadari takut akan Tuhan sebab Ams. 10:4 dan 11:6 menguraikan dengan tepat bahwamanusia tidak boleh dikuasai oleh hawa nafsu. Tetapi orang bijak mereka akanmenjalankan rencana Tuhan dan tertib dalam segala hal atau dengan kata lainmereka takut akan Tuhan.Kitab Pengkhotbah memberikan penjelasan yang tepat bahwaTuhanlah yang membuat segalanya indah pada waktunya(Pkh. 3:11). Memang tampaknya tidak adil namun perludiingat bahwa kemalangan/ penderitaan belum tentumerupakan hal yang jahat (7:1-15). Demikiansebaliknya, kemakmuran atau materi bukan selalu hal yangbaik (6:1-12). Aspek kehidupan duniawi sepertimakan, minum, dan kenikmatan atas kehidupan adalahsebuah “pemberian” Allah (2:24; 3:13; 5:18-20; 8:15; 9:9).
    • Kidung Agung juga berusaha menyajikan halyang sama. Kitab ini berusaha memberitahu bahwa kesetiaan hidup dalampernikahan melebihi segala harta benda.Sebagaimana dapat kita lihat Salomoberusaha membujuk gadis Sulammeninggalkan kekasihnya sang gembalanamun itu tidaklah berhasil. Jadi kitab inidimaksudkan sebagai tafsiran dari Kej. 2:24dan pedoman tentag berkat dan upah daricinta atas perkawinan yang mesra setelahAllah memberikan kemampuan untukmenikmati. Hanya Tuhanlah yang memberiberkat dan berkat itu jangan sampaidijadikan tujuan akhir dari takut akanTuhan melainkan hanya sebagai pemberian.
    • Perjanjian Lama bukanlah sekedar pelengkap dari Perjanjian Baru namun didalamnya kita dapat menemukan banyak sekali kebenaran dan pewahyuan.Peraturan Allah telah diberikan di Gunung Sinai pada zaman Musa danpenjabarannya secara aplikatif dapat kita temukan di dalam sastra hikmat. Olehkarena itu, sastra hikmat bukan wejangan biasa seperti banyak wejangan orangtuakepada anaknya. Sastra hikmat memiliki tema teologinya tersendiri dan setiapwarisan teologi darinya juga menjadi sumber bagi para nabi.Sastra hikmat memakai istilah “takut akan Tuhan” sebagai sumber utamanya sebabitulah sumber pengetahuan (Ams. 1:7). Tuhanlah sang sumber hikmat itu sendiri dandengan hikmat dari Tuhan itu manusia dapat mengisi kekosongan dalam hidupnya.Manusia selalu bertanya akan segala hal tentang eksistensinya dan eksistensi alamsemesta. Dengan hikmatnya, semua itu tidak mungkin dapat tercapai. Hanya biladalam hidupnya manusia mencari Tuhan dengan segenap hati, kehidupannya tidakakan sia-sia. Takut akan Tuhan adalah mencari dan mengikuti jalan Tuhan dengansegenap hati.