Klasifikasi Mamalia
Putri Larasati
SMAN 1 Cibinong
Jl. Mayor Oking Jayaatmaja no.73
www.sman1-cbi.sch.id
Klasifikasi Mamalia dibagi menjadi 16
Ordo, antara lain sebagai berikut
 Monotremata
 Insectivora

 Carnivora
 Rodenti...
Monotremata
( Mamalia berparuh dan berkloaka )
Pemakan invetebrata yang hidup di air. Hewan
ini berparuh, bertelur, menger...
Salah satu contoh species dari ordo ini
yaitu platipus dengan ciri-ciri sbb:
1. Tubuh platipus ditutupi bulu berwarna cokl...
Insektivora
(mamalia pemakan insekta)
Berukuran sangat kecil sampai kecil,
merupakan mamalia terestrial yang hidup diluban...
Tupaia Javanica
(tikus pohon)
Carnivora
(mamalia pemakan daging)
Berukuran
kecil
sampai
besar,kakinya
mempunyai 4 atau 5 jari yang bercakar
melengkung d...
Salah satu contoh species dari
ordo ini yaitu beruang kutub
dengan ciri-ciri sbb:
Pada kulit tertutup lemak dan rambut
put...
Rodentia
(mamalia pengerat)
Berukuran kecil sampai besar, kaki dengan 5
jari, terdapat sebuah gigi seri atas yang besar,
t...
Salah satu contoh species dari ordo ini yaitu
tikus rumah dengan ciri-ciri sbb:
Tikus rumah (Rattus rattus) adalah hewan p...
Logomorpha
Seperti rodentia tetapi gigi serinya 4 atau
lebih, gigi molare dapat tumbuh terus, ekor pendek,
kuat dapat dige...
Salah satu contoh species dari ordo ini yaitu
kelinci sumatra dengan ciri-ciri sbb:
Kelinci Sumatra (Nesolagus netscheri),...
Sirenia
(sapi laut)
Mirip cetacea, tidak ada daun telinga, tidak
ada tungkai belakang. Tungkai depan seperti
dayung, kulit...
Salah satu contoh species dari ordo
ini yaitu sapi laut dengan ciri-ciri
sbb:
Tubuh lebih membulat dibandingkan
duyung, se...
Cetacea
(Paus)
Mirip sirenia, tidak ada daun telinga, tidak ada
rambut, tidak ada kelenjar-kelenjar di kulit. Tidak
ada tu...
Salah satu contoh species dari
ordo ini yaitu paus biru dengan
ciri-ciri sbb:
Bernapas dengan paru-paru, binatang ini
memi...
Chiroptera
(mamalia bersayap tangan)
Pemakan buah-buahan di malam hari
(nokturnal). Gigi runcing tajam, kaki belakang lebi...
Salah satu contoh species dari ordo ini
yaitu kelelawar dengan ciri-ciri sbb:
Kelelawar adalah Mamalia (Binatang Menyusui)...
Dermoptera
(mamalia bersayap kulit)
Berukuran kecil sampai medium, kaki-kakinya
menyokong satu lipatan otot yang melebar d...
Salah satu contoh species dari ordo ini yaitu
kubung pelanduk sunda dengan ciri-ciri sbb:
Kubung pelanduk Sunda hidup meny...
Marsupialia
(mamalia berkantung)
Telur mempunyai makanan cadangan,
anaknya lahir pada tahap perkembangan yang
masih awal, ...
Salah satu contoh species dari ordo ini yaitu wombat dengan ciri-ciri
sbb:
Wombat adalah marsupial Australia yang berkaki ...
Probosoidea
(mamalia berproboscis)
Tubuh besar, mempunyai proboscis dengan
dua lubang hidung, dapat untuk memegang.
Kepala...
Salah satu contoh species dari ordo ini yaitu
gajah sumatra dengan ciri-ciri sbb:
Gajah sumatera secara umum mempunyai cir...
Pinnipedia
Berukuran sedang sampai besar, jari-jarinya
berselaput smpurna, gigi seri pada belahan rahang
bawah masing-masi...
Salah satu contoh species dari ordo ini
yaitu anjing laut dengan ciri-ciri sbb:
Anjing laut umumnya bertubuh licin dan cuk...
Pholidota
(mamalia bersisik, tak bergigi)
Umumnya tak bergigi, tidak terdapat clavicula,
tubuh dilindungi sisik dari zat t...
Salah satu contoh species dari ordo ini
yaitu trenggiling dengan ciri-ciri sbb:
Trenggiling
biasa
(Manis
javanica
syn.
Par...
Perissodactyla
(mamalia berjari ganjil)
Telapak kaki berjari ganjil, dibungkus kuku dari
zat tanduk, tidak bertanduk, lamb...
Salah satu contoh species dari ordo ini
yaitu badak sumatra dengan ciri-ciri sbb:
Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis...
Artiodactyla
(mamalia berjari genap)
Digolongkan menjadi ruminansia dan nonruminansia
Ruminansia mamalia memamah biak, kak...
Salah satu contoh species dari ordo ini yaitu
kambing dengan ciri-ciri sbb:
Kambing ternak (Capra aegagrus hircus) adalah
...
Primata
Pada umumnya setiap melahirkan hanya satu
anak, tangan dan kaki berjari lima, berkuku dan
dapat untuk memegang.
Klasifikasi Ordo Primata
Sub Ordo

Super Famili

A. Lemuroidea

I. Cercpithecoidea

Ciri-ciri:
-Bulu tebal ekor panjang
-h...
Thank You
Hopefully, this document will help you to learn about Mamalia.

Please don’t reupload to your blog, website or s...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Klasifikasi mamalia (mammals classification)

13,213 views

Published on

Mammals Classification in biology, klasifikasi mamalia di biologi, 16 ordo mamalia,
Monotremata, Insectivora
Carnivora,
Rodentia,
Lagomorpha,
Sirenia,
Cetacea,
Chiroptera,
Dermoptera,
Marsupialia,
Proboscidea,
Pinnipedia,
Pholidota,
Perissodactyla,
Artiodactyla,
Primata,

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
13,213
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
394
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Klasifikasi mamalia (mammals classification)

  1. 1. Klasifikasi Mamalia Putri Larasati SMAN 1 Cibinong Jl. Mayor Oking Jayaatmaja no.73 www.sman1-cbi.sch.id
  2. 2. Klasifikasi Mamalia dibagi menjadi 16 Ordo, antara lain sebagai berikut  Monotremata  Insectivora  Carnivora  Rodentia  Lagomorpha  Sirenia  Cetacea  Chiroptera         Dermoptera Marsupialia Proboscidea Pinnipedia Pholidota Perissodactyla Artiodactyla Primata
  3. 3. Monotremata ( Mamalia berparuh dan berkloaka ) Pemakan invetebrata yang hidup di air. Hewan ini berparuh, bertelur, mengeram, tubuh berambut, tidak mempunyaidaun telinga. Gigi hanya ada sebelum dewasa. Hewan jantan mempunyai taji yang berhubungan dengan kelenjar racun. Penis hanya untuk saluran sperma, tidak untuk saluran urin. Testis berada di dalam abdomen. Oviduk bermuara ke dalam kloaka. Hewan betina tidak memiliki rahim, vagina, dan puting susu, tetapi menyusui anaknya.
  4. 4. Salah satu contoh species dari ordo ini yaitu platipus dengan ciri-ciri sbb: 1. Tubuh platipus ditutupi bulu berwarna coklat yang menjaga agar tubuhnya tetap hangat. 2. Kaki platipus berselaput seperti bebek. 3. Platipus juga memiliki paruh seperti bebek. Paruh ini digunakan sebagai organ sensor. 4. Berat platipus berkisar antara di bawah 1 kg sampai dengan lebih dari 2 kg. 5. Panjang tubuhnya sekitar 30-40 cm dan panjang ekornya sekitar 10-15 cm (jantan) dan 8-13 cm (betina). 6. Platipus jantan lebih besar hingga 3x betinanya. Pada kulit tertutup rambut halus, yang terdiri dari dua rambut, yaitu rambut panjang dan rmbut pendek. Fungsi rambut pendek berfungsi untuk melindungi kulit supaya tidak basah. 7. Reproduksi : Ovipar, hewan ini bertelur dan kemudian diengkrami sendiri sampai beranak. 8. Pakan : Makanan dari platypus adalah bangsa krustacea, cacing serta ikan-ikan kecil. Ornithorhynchus anatinus (Platipus)
  5. 5. Insektivora (mamalia pemakan insekta) Berukuran sangat kecil sampai kecil, merupakan mamalia terestrial yang hidup dilubang, dipohon atau amfibius,kaki pentadactyl, giginya mempunyai puncak yang tajam, daerah olfaktori pada kepala lebih panjang daripada pada daerah kranial, tidak ada posorbital, tulang air mata tidak melebar ke wajah, dan biasanya mempunyai taju paroccipital yang jelas.
  6. 6. Tupaia Javanica (tikus pohon)
  7. 7. Carnivora (mamalia pemakan daging) Berukuran kecil sampai besar,kakinya mempunyai 4 atau 5 jari yang bercakar melengkung dan tajam, mempunyai gigi seri tiga buah, terkorak kuat dengan kranium yang membulat, dan tidak terdapat lempeng postorbital.
  8. 8. Salah satu contoh species dari ordo ini yaitu beruang kutub dengan ciri-ciri sbb: Pada kulit tertutup lemak dan rambut putih, pada jantan fisiknya lebih besar dibanding pada betina. Pada moncong berwarna hitam, dan pada telapak kaki berwarna coklat. Beruang Polar dewasa jantan seberat antara 400 hingga 600 kilogram dan kadang kala melebihi 800 kg. Beruang Polar betina sekitar separuh berat beruang jantan dan biasanya seberat antara 200 hingga 300 kg. Beruang jantan dewasa sepanjang 240 hingga 260 sentimeter dan beruang betina antara 190 hingga 210 cm. Ketika baru lahir, bayi beruang seberat 600 hingga 700 gram. Makanannya yaitu Anjing laut dan Walrus.
  9. 9. Rodentia (mamalia pengerat) Berukuran kecil sampai besar, kaki dengan 5 jari, terdapat sebuah gigi seri atas yang besar, terkorak daerah wajah tidak berlubang-lubang, dan tidak terdapat keping postorbital.
  10. 10. Salah satu contoh species dari ordo ini yaitu tikus rumah dengan ciri-ciri sbb: Tikus rumah (Rattus rattus) adalah hewan pengerat biasa yang mudah dijumpai di rumah-rumah dengan ekor yang panjang dan pandai memanjat serta melompat. Hewan ini termasuk dalam subsuku Murinae dan berasal dari Asia. Namun demikian, ia lalu menyebar ke Eropa melalui perdagangan sejak awal penanggalan modern dan betulbetul menyebar pada abad ke-6. Selanjutnya ia menyebar ke seluruh penjuru dunia. Tikus rumah pada masa kini cenderung tersebar di daerah yang lebih hangat karena di daerah dingin kalah bersaing dengan tikus got. Tidak seperti saingannya, tikus got, tikus rumah adalah perenang yang buruk dan bangkainya sering ditemukan di sumur-sumur. Namun demikian, ia lebih gesit dan pemanjat ulung, bahkan berani "terbang". Warnanya biasanya hitam atau coklat terang, meskipun sekarang ada yang dibiakkan dengan warna putih atau loreng. Ukurannya biasanya 15-20 cm dengan ekor ± 20cm. Hewan ini nokturnal dan pemakan segala, namun menyukai bulir-bulir. Betinanya mampu beranak kapan saja, dengan anak 3-10 ekor/kelahiran. Umurnya mencapai 2-3 tahun dan menyukai hidup berkelompok.
  11. 11. Logomorpha Seperti rodentia tetapi gigi serinya 4 atau lebih, gigi molare dapat tumbuh terus, ekor pendek, kuat dapat digerakkan.
  12. 12. Salah satu contoh species dari ordo ini yaitu kelinci sumatra dengan ciri-ciri sbb: Kelinci Sumatra (Nesolagus netscheri), juga dikenal dengan nama Kelinci Sumatra telinga pendek atau Kelinci belang Sumatra, adalah jenis kelinci liar yang hanya dapat ditemukan di hutan tropis di pegunungan Bukit Barisan di pulau Sumatra, Indonesia. Populasi kelinci Sumatra mengalami penurunan yang signifikan yang diakibatkan oleh perambahan hutan yang agresif di pulau Sumatra. Berukuran sekitar 40 cm panjangnya, kelinci Sumatra memiliki garis-garis kecoklatan, dengan ekor berwarna merah, dan bawah perutnya berwarna putih. Biasanya tinggal di hutan dengan ketinggian 6001400 meter dari permukaan laut. Kelinci ini merupakan hewan nokturnal, dengan menempati bekas atau liang hewan lain. Makanannya adalah pucuk daun muda dan tanaman yang berukuran pendek, namun kelinci hutan yang ditangkarkan memakan biji-bijian dan buah-buahan.
  13. 13. Sirenia (sapi laut) Mirip cetacea, tidak ada daun telinga, tidak ada tungkai belakang. Tungkai depan seperti dayung, kulit tebal sedikit rambut, dan hidup di laut atau di air tawar.
  14. 14. Salah satu contoh species dari ordo ini yaitu sapi laut dengan ciri-ciri sbb: Tubuh lebih membulat dibandingkan duyung, serta bulu pada manatees lebih tebal dibandingkan duyung. Pada moncong tumbuh rambut atau seperti kumis putih. . Sapi laut biasanya suka hidup di perairan dangkal dekat pantai. Ukuran tubuhnya bisa sepanjang 7,6 meter dan warnanya kelabu kecokelatan dengan pola polka dot samar.
  15. 15. Cetacea (Paus) Mirip sirenia, tidak ada daun telinga, tidak ada rambut, tidak ada kelenjar-kelenjar di kulit. Tidak ada tungkai belakang, tungkai depan disebut flipper seperti dayung. Bentuk gigi semua sama dan tidak berlapisan email, atau tidak bergigi. Jari lebih dari lima. Hidup di laut atau air tawar, lambung terbagi menjadi 4.
  16. 16. Salah satu contoh species dari ordo ini yaitu paus biru dengan ciri-ciri sbb: Bernapas dengan paru-paru, binatang ini memiliki ekor mendatar sehingga mudah muncul dipermukaan. Sering memancarkan air yang berasal dari dua lubang hidungnya. lubang hidung itu digunakan paus untuk bernapas. Pada saat di air luang hidung tersebut tertutup oleh katup supaya tidak kemasukan air. Ikan ini termasuk paus berdarah panas. Tubuhnya penuh emas, hampir 1/3 dari tubuhnya adalah lemak. Sirip dorsal paus biru kecil.
  17. 17. Chiroptera (mamalia bersayap tangan) Pemakan buah-buahan di malam hari (nokturnal). Gigi runcing tajam, kaki belakang lebih kecil, terdapat selaput antar jari-jari, dari tungkai depan hingga tungkai belakang, berguna untuk terbang, denagn gerakan seperti sayap burung. Terkenal dengan julukan “Mamalia Terbang”.
  18. 18. Salah satu contoh species dari ordo ini yaitu kelelawar dengan ciri-ciri sbb: Kelelawar adalah Mamalia (Binatang Menyusui) yang dapat terbang, dan biasanya tinggal di gua-gua atau pepohonan yang tinggi. Makanannya adalah buah-buahan, tetapi ada juga kelompok Kelelawar yang memakan serangga dan menghisap madu. Untuk mendapatkan makanan kelelawar dilengkapi dengan sepasang sayap yang fleksibel dan menyatu dengan kedua pasang kakinya. Sayap yang dimiliki kelelawar sangat lentur, seperti kulit kelelawar itu sendiri dan membentang diantara tulang-tulang jari kakinya sampai ke bagian lengannya. Pada bagian ibu jari dari kaki-kaki kelelawar terdapat cakar yang berfungsi untuk mendaki dibebatuan gua dan bergelantungan di pohon.
  19. 19. Dermoptera (mamalia bersayap kulit) Berukuran kecil sampai medium, kaki-kakinya menyokong satu lipatan otot yang melebar di daerah lateral diantara kaki muka dan kaki belakang dari leher sampai ekor, giginya mempunyai puncak yang tajam, tengkorak lebar dan gepeng, terdapat sebuah postorbital bar yang tidak sempurna, tulang lachrymal tidak melebar samapi ke muka, tidak terdapat taju paroksiputal, dan hanya terdapat di asia tenggara. Terkenal dengan julukan “Monyet terbang”
  20. 20. Salah satu contoh species dari ordo ini yaitu kubung pelanduk sunda dengan ciri-ciri sbb: Kubung pelanduk Sunda hidup menyebar di kawasan Indochina dan paparan Sunda dengan Malaysia sebagai pusat penyebaran hingga ke Jawa, Kalimantan, dan pulaupulau kecil di sekitarnya. Kenyataannya lemur terbang dari Jawa dan Kalimantan punya keunikan yang membuatnya berbeda dengan lemut terbang di Malaysia. Keduanya juga memiliki ciri morfologi yang sedikit berbeda. Misalnya, kubung pelanduk dari Kalimantan berukuran lebih kecil. Namun, Kubung Kalimantan memiliki variasi pola warna rambut yang lebih beragam daripada lemur sejenis dari Jawa dan Malaysia. Hewan tersebut memiliki keunikan karena kemampuannya melayang di udara sehingga seolah-olah terbang. Dengan selaput di antara kaki-kakinya, kubung pelanduk dapat melompat dari batang pohon ke pohon lainnya hingga sejauh 136 meter. Selain itu, kubung pelanduk juga dikenal sebagai mamalia yang menjadi kerabat terdekat primata yang memisahkan diri sekitar 86 juta tahun lalu.
  21. 21. Marsupialia (mamalia berkantung) Telur mempunyai makanan cadangan, anaknya lahir pada tahap perkembangan yang masih awal, mempunyai kloaka yang dangkaldan sebuah spinkter, otak tidak mempunyai korpus kallosum, terdapat satu set gigi yang tidak diganti kecuali premolar terakhir, telinga biasanya dilindungan dengan sebuah bulla yang dibentuk dari alispenoid.
  22. 22. Salah satu contoh species dari ordo ini yaitu wombat dengan ciri-ciri sbb: Wombat adalah marsupial Australia yang berkaki pendek, berkaki empat dan memiliki panjang kira-kira 1 meter dengan ekor yang sangat pendek. Nama wombat berasal dari Eora, komunitas Aborigin yang merupakan penduduk asli daerah Sydney. Wombat menggali liang dengan gigi depan seperti hewan pengerat dan cakar yang kuat. Walaupun wombat berburu di siang hari dan malam hari, wombat juga akan pergi untuk makan di hari yang dingin. Wombat adalah hewan herbivora, makanan mereka kebanyakan rumput, tumbuh-tumbuhan dan akar. Mereka diburu oleh setan Tasmania. Warna kulitnya bervariasi dari warna seperti pasir sampai coklat, atau dari abu-abu sampai hitam. Wombat memiliki metabolisme yang lambat dan membutuhkan waktu 14 hari untuk mencerna makanan seluruhnya. Mereka biasanya bergerak dengan lamban, namun bila merasa terancam dapat lari dengan kecepatan 40 km/jam dan bertahan dalam kecepatan itu selama 90 detik.
  23. 23. Probosoidea (mamalia berproboscis) Tubuh besar, mempunyai proboscis dengan dua lubang hidung, dapat untuk memegang. Kepala besar, leher pendek, telinga lebar, gigi seri atas dua buah yang tumbuh panjang, kaki lurus seperti tiang, berat badan sekitar 300-350kg, dan umur dapat mencapai 50 tahun.
  24. 24. Salah satu contoh species dari ordo ini yaitu gajah sumatra dengan ciri-ciri sbb: Gajah sumatera secara umum mempunyai ciri badan lebih gemuk dan lebar. Pada ujung belalai memiliki satu bibir. Berbeda dengan Gajah Afrika, Gajah Sumatera memiliki 5 kuku pada kaki depan dan 4 kuku di kaki belakang. Berat gajah sumatera dewasa mencapai 3.500-5000 kilogram, lebih kecil dari Gajah Afrika. Rata-rata Gajah Sumatera dewasa dalam sehari membutuhkan makanan hingga 150 kilogram dan 180 liter air. Dari jumlah itu, hanya sekitar 40% saja yang mampu diserap oleh pencernaannya. Untuk memenuhi nafsu makan ini Gajah Sumatera melakukan perjalanan hingga 20 km perharinya. Dengan kondisi hutan yang semakin berkurang akibat pembalakan liar dan kebakaran hutan, tidak heran jika nafsu makan dan daya jelajah bintang berbelalai ini sering terjadi konflik dengan manusia. Sebagaimana spesies gajah asia lainnya, Gajah Sumatera tidur sambil berdiri. Selama tidur, telinganya selalu dikipas-kipaskan. Ia mampu mendeteksi keberadaan sumber air dalam radius 5 kilometer. Gajah Sumatera, mengalami masa kawin pada usia 10-12 tahun. Dan akan melahirkan anak 4 tahun sekali dengan masa mengandung hingga 22 bulan.
  25. 25. Pinnipedia Berukuran sedang sampai besar, jari-jarinya berselaput smpurna, gigi seri pada belahan rahang bawah masing-masing kurang dari 3 buah, terkorak mempunyai bagian kranium yang lebih besar, dan tidak terdapat lempeng postorbital.
  26. 26. Salah satu contoh species dari ordo ini yaitu anjing laut dengan ciri-ciri sbb: Anjing laut umumnya bertubuh licin dan cukup besar. Tubuhnya beradaptasi dengan baik untuk habitat akuatiknya, di mana mereka menghabiskan sebagian besar masa hidupnya. Sebagai tangan, kaki depannya berukuran besar dan berbentuk seperti sirip, dan tubuhnya menyempit ke belakang. Anjing laut terkecil, yaitu Arctocephalus galapagoensis memiliki berat sekitar 30 kg untuk ukuran dewasa dan panjang 1.2 meter. Anjing laut terbesar, yaitu anjing laut gajah selatan (Mirounga leonina) memiliki panjang maksimal hingga 4 meter dan berat 2200 kg. Semua jenis anjing laut merupakan hewan karnivora yang memakan ikan, cumi dan hewan laut lainnya. Hydrurga leptonyx kemungkinan merupakan predator terbesar di antara jenis-jenis anjing laut lainnya, yang memakan berbagai macam hewan dari krill
  27. 27. Pholidota (mamalia bersisik, tak bergigi) Umumnya tak bergigi, tidak terdapat clavicula, tubuh dilindungi sisik dari zat tanduk, bagian tubuh ventral berambut, makan semut, anai-anai, dan dapat berpegangan dengan ekornya.
  28. 28. Salah satu contoh species dari ordo ini yaitu trenggiling dengan ciri-ciri sbb: Trenggiling biasa (Manis javanica syn. Paramanis javanica) adalah wakil dari ordo Pholidota yang masih ditemukan di Asia Tenggara. Hewan ini memakan serangga dan terutama semut dan rayap. Trenggiling hidup di hutan hujan tropis dataran rendah. Trenggiling kadang juga dikenal sebagai anteater. Bentuk tubuhnya memanjang, dengan lidah yang dapat dijulurkan hingga sepertiga panjang tubuhnya untuk mencari semut di sarangnya. Rambutnya termodifikasi menjadi semacam sisik besar yang tersusun membentuk perisai berlapis sebagai alat perlindungan diri. Jika diganggu, trenggiling akan menggulungkan badannya seperti bola. Ia dapat pula mengebatkan ekornya, sehingga "sisik"nya dapat melukai kulit pengganggunya.
  29. 29. Perissodactyla (mamalia berjari ganjil) Telapak kaki berjari ganjil, dibungkus kuku dari zat tanduk, tidak bertanduk, lambung sederhana, tidak memiliki vesicafellea (kantung empedu).
  30. 30. Salah satu contoh species dari ordo ini yaitu badak sumatra dengan ciri-ciri sbb: Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) adalah satu-satunya badak Asia dengan dua cula. Badak Sumatera juga dikenal memiliki rambut terbanyak dibandingkan seluruh sub-spesies badak di dunia, sehingga sering disebut hairy rhino (badak berambut). Ciri-ciri lainnya adalah telinga yang besar, kulit berwarna coklat keabu-abuan atau kemerahan sebagian besar ditutupi oleh rambut dan kerut di sekitar matanya. Panjang cula depan biasanya berkisar antara 2580 cm, sedangkan cula belakang biasanya relatif pendek dan tidak lebih dari 10 cm. Saat anak badak Sumatera lahir hingga remaja biasanya kulitnya ditutupi oleh rambut yang lebat berwarna coklat kemerahan. Bersamaan dengan bertambahnya usia satwa ini, rambut yang menutupi kulitnya semakin jarang dan berubah kehitaman. Panjang tubuh satwa dewasa berkisar antara 2 - 3 meter dengan tinggi 1 - 1,5 meter. Berat badan diperkirakan berkisar antara 600 - 950 kg.
  31. 31. Artiodactyla (mamalia berjari genap) Digolongkan menjadi ruminansia dan nonruminansia Ruminansia mamalia memamah biak, kaki panjang, berjari genap, bertanduk, tidak bertaring, lambung terbagi 4 kompartemen. Non-ruminanasia, mamalia tidak memamah biak, lambung tidak terbagi 4 kompartemen, bertaring, tidak bertanduk.
  32. 32. Salah satu contoh species dari ordo ini yaitu kambing dengan ciri-ciri sbb: Kambing ternak (Capra aegagrus hircus) adalah subspesies kambing liar yang secara alami tersebar di Asia Barat Daya (daerah "Bulan sabit yang subur" dan Turki) dan Eropa. Kambing merupakan binatang memamah biak yang berukuran sedang. Kambing liar jantan maupun betina memiliki tanduk sepasang, namun tanduk pada kambing jantan lebih besar. Umumnya, kambing mempunyai jenggot, dahi cembung, ekor agak ke atas, dan kebanyakan berbulu lurus dan kasar. Panjang tubuh kambing liar, tidak termasuk ekor, adalah 1,3 meter - 1,4 meter, sedangkan ekornya 12 sentimeter - 15 sentimeter. Bobot yang betina 50 kilogram - 55 kilogram, sedangkan yang jantan bisa mencapai 120 kilogram. Kambing liar tersebar dari Spanyol ke arah timur sampai India, dan dari India ke utara sampai Mongolia dan Siberia. Habitat yang disukainya adalah daerah pegunungan yang berbatu-batu
  33. 33. Primata Pada umumnya setiap melahirkan hanya satu anak, tangan dan kaki berjari lima, berkuku dan dapat untuk memegang.
  34. 34. Klasifikasi Ordo Primata Sub Ordo Super Famili A. Lemuroidea I. Cercpithecoidea Ciri-ciri: -Bulu tebal ekor panjang -hidup di pohon (abroreal) -Hidup di malam hari (nokturnal) -contoh : Nycticebus coucang (Kukang) Ciri-ciri: -Berkantong pipi, berdiastema -Mempunyai tulang duduk, ekor tak dapat melilit -Contoh: macaca sp. (kera) dan Presbytis sp. (Lutung) B. Tarsioidea Ciri-ciri: - Daun telinga besar -Ekor panjang - Abroreal, Nokturnal - Ujung jari melebar seperti batil penghisap -Contoh Tarsius sp. (Kera Hantu) C. Anthropoidea Ciri-Ciri: -Jari berkuku -Terestrial (hidup di tanah) atau abroreal -Diurnal (aktif di siang hari) Famili a. Hylobatidae Ciri-Ciri : -Bertulang duduk, bertaring panjang, lengan relatif panjang. -Contoh: Hylobates moloch (owa jawa), H. Syndactylus (siamang) II. Ceboidea b. Pongidae (anthropomorphae) Ciri-ciri: -Bertumit, lengan lebih panjang jari pada tungkai. III. Homionoidea -tidak bertulang duduk Ciri-ciri: -Contoh: Pongo satirus - Tak berekor, tak berkantong (orang utan), Gorilla pipi gorilla. c. Hominidae Contoh : Homo sapiens Ciri-ciri: -Tidak berkantong pipi, sekat hidung relatif lebar -Contoh Cebus sp. (Kera di Amerika)
  35. 35. Thank You Hopefully, this document will help you to learn about Mamalia. Please don’t reupload to your blog, website or slideshare & Download this without write down URL my blog or my slideshare account. Putri larasati © 2013 http://www.slideshare.net/PutriLarasati1 http://putriiilarasati.blogspot.com http://www.twitter.com/PutriLarasati_

×