JAWABAN UTS SUPERVISI PENDIDIKANI. Pengertian, Tujuan, Peran, dan Ruang Lingklup dari Supervisi Pendidikan   A. Pengertian...
supervisi tersebut mencskup seluruh aspek dari penyelenggaran pendidikan       dan pengajaran.    3. Depdiknas (1994) meru...
berusaha membuat guru dapat menciptakan situasi dan kondisi itu, yaitu dengan supervisi. Tujuan supervisi pendidikan, haru...
pendidikan di sekolah juga menyangkut tujuan pendidikan secara umum.   Seorang supervisor tidak bekerja dalam kekosongan, ...
Di sekolah masih banyak guru yang merasa bahwa tugasnya di   muka kelas adalah miliknya sendiri, yang tidak boleh diganggu...
Misalnya, apabila seseorang telah memilih menjadi guru ia harus merelakan     dirinya lebur dalam suasana etika sebagai gu...
dirinya sendiri, dan akan dapat memberikan nilai plus kepada murid yang   melebihi batas usaha guru, dengan demikian kemaj...
Usaha perbaikan merupakan proses yang kontinyu sesuai denganperubahan masyarakat. Masyarakat selalu mengalami perubahan. P...
mengajar, kemajuan murid-muridnya harus bersifat menyeluruh dan     kontinyu.  f. Menganalisa Situasi Belajar     Situasi ...
menilai hasil dan proses hasil belajar dan dapat mencari kurikulum yang   sedang dikembangkan.           Franseth jane dan...
1. 1.Aspek manusianya, seperti sikap terhadap tugas, disiplin kerja, moral   kerja, kejujuran, ketaatan terhadap peraturan...
Supervisi klinis adalah supervisi yang pelaksanaannya dapatdisamakan dengan “praktek kedokteran”, yaitu hubungan antara su...
khususnya yang terkait dengan kegiatan-kegiatan edukatif dan administrative      yang dilaksanakan sesuai dengan prinsip-p...
2. Supervisi pendidikan adalah suatu perbuatan yang dilakukan oleh supervisor   (kepala sekolah) dan secara langsung berpe...
serve parents and schools and to make the school a more effective learningcommunity”.        Dari uraian di atas dapat dip...
inisiatif yang menunjang perkembangan sekolah. Berbagai tugas yang harusdilakukan kepala sekolah1. Membuat perencanaan    ...
pengoordinasian yang dilakukan dapat menyelesaikan semua hambatan dan          halangan yang ada.       4. Kepala sekolah ...
memahaminya lebih dalam, hal ini adalah survey nyata dari beberapa sampel   guru yang kurang memiliki pengetahuan tentang ...
Namun pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis     yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam...
Guru berusaha mengadakan persaingan di antara siswanya untuk       meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki ...
diawasi agar kegiatan-kegiatan belajar terarah kepada tujuan pendidikan.      Lingkungan yang baik adalah yang bersifat me...
membangun tim peningkatan mutu(quality improvement team), tim ini bertugas mengatur dan mengarahkan program yang akan diim...
DAFTAR PUSTAKAAbdurrahman. Pengelolaan Pengajaran. Cet. V. Ujungpandang: Bintang Selatan,1994.Abu Ahmadi, dan Ahmad Rohani...
Usman, Moh. Uzer. Menjadi Guru Profesional. Cet. VI: Bandung: Rosda Karya,1995.                                   24
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

106458025 pengertian-tujuan-ruang-lingkup-fungsi-dan-jenis-supervisi

8,169

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
8,169
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
133
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

106458025 pengertian-tujuan-ruang-lingkup-fungsi-dan-jenis-supervisi

  1. 1. JAWABAN UTS SUPERVISI PENDIDIKANI. Pengertian, Tujuan, Peran, dan Ruang Lingklup dari Supervisi Pendidikan A. Pengertian Supervisi Pendidikan Supervisi secara etimologis, berasal dari bahasa Inggris, yaitu supervision, artinya pengawasan. Senada dengan ini, Oteng (1983: 222) mengatakan bahwa penggunaan istilah supervisi sering diartikan sama dengan directing atau pengarahan. Sedangkan menurut Suharsimi (1988: 152) mengatakan bahwa istilah pengawasan, penilikan atau pemeriksaan digunakan untuk istilah supervisi. Dan pada zaman Belanda orang banyak mengenal istilah inspeksi. Selain itu, untuk mendefinisikan istilah supervisi juga dapat dilihat dari istilah bahasa Inggris “supervision” artinya pengawasan di bidang pendidikan. Orang yang melakukan supervisi disebut supervisor. Sedangkan menurut perkataannya (morfologis) Supervisi terdiri Dari dua kata yaitu supetr yang berarti atas, lebih dan visi yang berarti lihat, tilik, awasi.Seorang supervisor memang mempunyai kedudukan yang lebih dari orang yang disupervisinya. Dengan demikian secara etimologis, supervisi memiliki makna pengawasan dalam berbagai bentuknya, termasuk memiliki arti inpeksi. Sedangkan menurut terminologi, supervisi pendidikan terdapat beberapa pendapat menurut para ahli pendidikan, diantaranya: 1. Carter V. Good, dalam bukunya Dictionary of education, sebagaimana yang dikutip oleh Burhanudin, memberikan pengertian bahwa supervisi pendidikan adalah usaha dari seseorang kepala atau atasan untuk memimpin dan membantu guru-guru dan petugas lainnya dalam memperbaiki kinerja, pengajaran, termasuk menstimulir, menyeleksi pertumbuhan jabatan, dan perkembangan guru-guru, dan merevisi tujuan- tujuan pendidikan, bahan-bahan pengajaran, dan metode mengajar, serta evaluasi pengajaran. 2. Konsep supervisi modern sebagaimana dirumuskan oleh Kimball wiles (1967) sebagai berikut: ”Supervision is assistance in development of a better teaching learning situation”. Supervisi adalah bantuan dalam pengembangan situasi pembelajaran yang lebih baik. Rumussan ini mengisyaratkan bahwa layanan supervisi meliputi keseluruhan situasi belajar mengajar (goal, material, technique, method, teacher, student, and environment). Sityuasi belajar inilah yang seharusnya diperbaiki dan ditingkatkan melalui layanan kegiatan supervisi. Dengan demikian 1
  2. 2. supervisi tersebut mencskup seluruh aspek dari penyelenggaran pendidikan dan pengajaran. 3. Depdiknas (1994) merumuskan supervisi sebagai berikut: “pembinaan yang diberikan kepada seluruh staf sekolah agar mereka dapat meningkatklan kemampuan untuk mengembangkan situasin belajar mengajar lebih baik”. 4. Wiles secara singkat telah merumuskan bahwa supervisi sebagai bantuan pengembangan situasi belajar agar lebih baik. Adam dan Dickey merumuskan supervisi sebagai pelayanan, khususnya menyangkut perbaikan proses belajar mengajar. Berdasarkan beberapa pendapat di atas, Supervisi pendidikan secara umum adalah upaya membina guru dalam mengembangkan proses pembelajaran yang mencakup : 1) materi pelajaran, 2) Proses pembelajaran, 3) kecakapan hidup yang dibutuhkan, 4) tingkat kompetensi guru, 5) kondisi siswa. Dengan demikian, supervisi pendidikan adalah usaha untuk membantu, membina, membimbing, dan mengarahkan seluruh staf sekolah, agar mereka dapat meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar dengan lebih baik. Dengan demikian,menurut prespektif pribadi, kegiatan supervisi tiada lain bertujuan untuk menciptakan dan mengembangkan situasi belajar mengajar yang senantiasa mengalami perubahan kearah yang lebih baik secara terus menerus yang mencakup keseluruhan aspek yang menyangkut kependidikan mulai dari kepala sekolah, guru-guru, staf, dan peserta didik serta aspek environmentnya, yakni stakeholders dan lingkungan masyarakat sekitar sekolah,semoga. Jadi aspek utamanya adalah guru, maka layanan dan aktivitas kesupervisian harus lebih diarahkan kepada upaya memperbaiki dan meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola kegitan belajar mengajar.B. Tujuan Supervisi Pendidikan 1. Tujuan Umum Tujuan umum supervisi pendidikan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari tujuan umum pendidikan, yaitu kedewasaan (Poerwanto, 1981: 25). Suatu proses supervisi diharuskan membantu guru agar dapat membantu anak mencapai kedewasaan, yaitu membuat anak didik sanggup mengambil keputusan sendiri dan bertanggung jawab sendiri (Ametembun, 1981: 25). Seorang guru harus dibantu untuk dapat menciptakan situasi dan kondisi kelas yang baik bagi murid, sehingga murid dapat berbuat sendiri dan berani bertanggung jawab atas perbuatannya. Kepala sekolah harus 2
  3. 3. berusaha membuat guru dapat menciptakan situasi dan kondisi itu, yaitu dengan supervisi. Tujuan supervisi pendidikan, harus tidak terlepas dari arah tujuan pendidikan nasional. Seorang supervisor harus dapat membantu guru agar dapat menciptakan situasi belajar mengajar yang mengarah kepada tercapainya tujuan nasional, yaitu: Pendidikan nasional menurut UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3, berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Visi dan misi pendidikan nasional telah menjadi rumusan dan dituangkan pada bagian “penjelasan” atas UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Visi dan misi pendidikan nasional ini adalah merupakan bagian dari strategi pembaruan sistem pendidikan, yaitu terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Visi pendidikan tersebut, pendidikan nasional mempunyai misi sebagai berikut : 1. Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia; 2. Membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar; 3. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral; 4. Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai berdasarkan standar nasional dan global; 5. Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks negara Kesatuan RI. Berdasarkan uraian di atas berarti tujuan supervisi sejalan dengan tujuanpendidikan, baik tujuan umum maupun tujuan pendidikan nasional. Dengandemikian, seorang supervisor memang harus seorang yang banyakpengetahuan dan pengalamannya dari orang yang disupervisinya, karena tujuan 3
  4. 4. pendidikan di sekolah juga menyangkut tujuan pendidikan secara umum. Seorang supervisor tidak bekerja dalam kekosongan, ia harus selalu jeli melihat jauh ke depan terhadap apa saja yang dilakukannya. Guru adalah ujung tombak sekolah dalam melaksanakan misinya dimana bila tombaknya bengkok tentu tujuan pendidikan akan meleset dari yang telah ditetapkan.2. Tujuan khusus supervisi pendidikan di sekolah Tujuan khusus (operasional) supervisi pendidikan yang ingin dicapai melalui kegiatan nyata supervisi, adalah a. Membantu guru agar lebih mengerti/menyadari tujuan –tujuan pendidikan di sekolah dalam usaha mencapai tujuan pendidikan itu. Kenyataan di lapangan, adalah masih banyaknya guru yang terpaku pada tugas rutin, yaitu mengajar dari jam ke jam dan dari kelas ke kelas lain, tanpa sadar bahwa apa yang dilakukannya adalah bagian dari tujuan yang besar, di mana mata pelajaran hanya sebagai alat. Banyak guru yang hanya mengutamakan menyelesaikan tugas dengan tujuan-tujuan jangka pendek, padahal jauh di depannya ada tujuan yang lebih utama, yaitu pencapaian tujuan pendidikan. Misalnya, apakah guru tahu apa tujuan pengajaran tata bahasa bagi hidup anak? b. Membantu guru agar mereka lebih menyadari dan mengerti kebutuhan dan masalah-masalah yang dihadapi siswanya. Sistem klasikal memang mempunyai kelemahan, namun itu bukanlah hambatan atau alasan guru tidak bisa berbuat banyak bagi siswanya. Misalnya, menyamaratakan kemampuan siswa di satu kelas, mengabaikan hambatan-hambatan yang bersifat pribadi. Anak pada usia sekolah, terutama di Indonesia banyak menghadapi masalah, baik yang bersumber dari dirinya maupun dari keluarga dan lingkungannya, karena itu mereka perlu diperhatikan secara khusus, sebab kalau tidak demikian guru bias menganggap siswa bodoh, padahal bukan itu masalahnya c. Membantu guru mengadakan diagnosa secara kritis, dan kesulitan- kesulitan mengajar dan belajar murid serta menolong mereka merencanakan perbaikan Tujuan ini akan terwujud terutama apabila poin (b) di atas tercapai dengan baik. Artinya apabila guru telah menemukan pokok persoalan, apakah itu datang dari dirinya sendiri atau dari murid, dan kalau guru sudah menemukan pokok persoalannya ia harus dapat secara tepat merencanakan perbaikan pengajaran (remedial teaching). d. Memperbesar kasadaran guru terhadap tata kerja yang demokratis dan kooperatif serta memperbesar kesediaan untuk tolong menolong 4
  5. 5. Di sekolah masih banyak guru yang merasa bahwa tugasnya di muka kelas adalah miliknya sendiri, yang tidak boleh diganggu gugat oleh orang lain dan tugas itulah yang harus dikerjakannya selagi ia masih menjadi guru. Padahal tidaklah demikian, karena sekolah adalah milik bersama yang harus dicapai dengan cara bersama. hal ini muncul karena masih banyak guru yang tidak mengerti tentang tata kerja sekolah, karena itu perlu diciptakan situasi dam kondisi yang menciptakan sikap terbuka, demokratif dan kooperatif, sehingga muncul kebersamaan dalam kepemimpinan sekolah.e. Membantu guru meningkatkan kemampuan penampilannya di muka kelas Penampilan mengajar memang tidak semata ditentukan oleh penguasaan bahan, tapi apabila guru sudah menguasai bahan adalah modal, namun tak sedikit guru yang mempunyai modal tapi tak dapat mengembangkannya, karena ia tidak tahu bagaimana cara membelanjakannya, apalagi ada guru yang kesaratan muatan (bahan), ia justru tenggelam dalam materi. Guru yang begini sering tampak kacau di muka kelas, karena ia asyik dengan dirinya sendiri, sedangkan murid tak tahu apa yang harus diperhatikan dan dipelajari.f. Membantu guru untuk lebih memanfaatkan pengalaman- pengalamannya sendiri Pengalaman adalah guru yang paling berharga, dan akan menjadi suatu hal yang amat berharga apabila guru disadarkan dengan pengalamannya sendiri memberikan petunjuk yang amat bijaksana dalam memecahkan persoalan pengajaran di kelas, apalagi guru yang telah lama mengajar, pasti mempunyai segudang pengalaman yang dapat dipilihnya untuk menghadapi persoalan yang baru. Misalnya, guru yang berpengalaman menghadapi siswa yang nakal, akan lunak bagi menghadapi siswa yang nakal berikutnya, karena ia sudah tahu salahnya.g. Memperkenalkan guru atau karyawan baru kepada situasi dan kondisi sekolah dan profesinya Guru adalah suatu profesi dan punya kode etik. Jauh sebelum ia tampil, sebaiknya ia telah tahu semua itu. Tanpa ada kesadaran yang demikian guru bisa tidak berbeda dengan aktor/aktris film, yang dapat bermain sandiwara, sedangkan murid harus memandang guru dari satu watak yang mantap yang konsisten setiap waktu dan tempat. Guru yang tidak mengetahui kedudukannya sebagai guru mengakibatkan sekolah akan kehilangan wibawa. Sekolah bukanlah tempat orang-orang yang bermuka dua, dan orang-orang yang terpaksa. Guru harus paham benar dengan ungkapan masuk kandang kambing ia harus mengembek dan masuk kandang kerbau menguak. 5
  6. 6. Misalnya, apabila seseorang telah memilih menjadi guru ia harus merelakan dirinya lebur dalam suasana etika sebagai guru, dan harus menjadi sekolah sebagai tempat pengabdian yang utama, dan segala perbuatannya demi sekolah. h. Menghindarkan guru dari segala tuntutan yang di luar batas kemampuan dan kewenangannya, baik tuntutan dari dalam maupun dari luar sekolah Dalam situasi dan kondisi sekarang guru sangat menjadi harapan, namun demikian apabila berlebihan justu kekecewaan, karena guru punya batas kemampuan sebagai manusia, lagi pula kewenangannya amat terbatas guru sebagai manusia bisa tidak boleh di peras tenaga dan waktunya hanya untuk sekolah, dan masuyarakat harus ingat bahwa tak mungkin pada saat ini guru memperluas wewenangnya sampai ke jalan-jalan. Misalnnya, bila terjadi kenakalan remaja, seperti perkelahian pelajar di beberapa kota besar, itu sebenarnya tidak ada kaitannya dengan guru, karena terjadi di luar sekolah, kalau katanya guru juga harus mengetahui keadaan siswanya di luar sekolah itu sebenarnya sering tidak disukai orang tua murid, karena dianggap mencampuri urusan pribadi, kalau sudah terjadi seperti perkelahian baru orang tua menyalahkan guru, dan ini sebenarnya yang harus dinetralisir oleh seorang supervisor akan guru tidak berasa bersalah uterlalu besar, karena itu memang bvukan wewenangnya. Sebaiknnya sekolah, terutama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan jangan terlalu banyak membebani guru dengan tugas tanpa memperhatikan batas kemampuan maksimal guru sebagai manusia, apalagi wanita yang telah bersuami dan mempunyai anak. Kalau kegiatan sudah melawati batas kemampuan guru justru yang terladi sebaliknya.i. Membantu guru dalam menggunakan alat-alat pelajaran modern. Perkembangan teknologi pengajaran dewasa ini sudah hampir sampai puncak, karena sudah memanfaatkan semaksimal mungkin produk teknologi canggih, terutama teknologi komunikasi, baik perangkat lunaknya (programnya) maupun perangkat kerasnya. Seperti OHP (Over Head Projector), slide, proyektor, vidio kaset, dan lain-lain. Coba dibayangkan kalau guru belum dipersiapkan mengenal tentu akan menciptakan kelucuan di muka kelas, karena biasanya ada yang tahu dahulu justru memberi petunjuk kepada gurunya, jadi terbalik. j. Membantu guru dalam menilai kemajuan secara tepat Artinya guru harus dapat melakukan pengukuran yang tepat, sehingga ia dapat memilih mana kemajuan murid yang diusa-hakannya dan mana oleh murid sendiri. Karena dengan mengetahui hal itu guru dapat menilai 6
  7. 7. dirinya sendiri, dan akan dapat memberikan nilai plus kepada murid yang melebihi batas usaha guru, dengan demikian kemajuan murid lebih bersih dan tepat. Sebab masih ada guru yang menilai kurang objektif, misalnya ada guru yang memberi nilai yang tidak boleh melewati batas nilai yang diperolehnya dulu dari gurunya (dosennya).k. Membantu guru memanfaatkan sumber-sumber belajar dan pengalaman belajar murid Masih banyak guru yang tidak menyadari bahwa apa yang ada disekelilingnya dapat dimanfaatkannya dalam proses belajar-mengajar. Dia hanya selalu terpaku kepada cara dan contoh yang ada di dalam buku pokok, padahal caranya bisa diubah dengan contoh yang ada disekeliling anak, misalnya kalau guru berada di lingkungan anak petani karet, maka kalau menjelaskan masalah fotosintesis dalam pelajaran biologi, gunakan pohon karet, jangan pohon pisang yang tidak tumbuh dilingkungan anak, kalau perlu sampel pohon karet dibawa ke kelas. Hal yang perlu diketahui juga oleh guru adalah pengalaman belajar pada anak tidak bisa dipatahkan dengan teori belajar, tapi yang harus dilakukan guru adalah membimbing pengalaman belajar yang sudah ada. Misalnya, kalau teori mengajarkan belajar yang baik itu subuh sedangkan anak yang tidak punya waktu karena membantu orang tua memotong karet, dan ia hanya punya waktu pada menjelang magrib, karena kalau sudah malam lampu tidak ada, maka cara itu yang dikembangkan. Kalau misalnya anak bisa belajar sambil bekerja (mencangkul) di sawah, situasi itulah yang perlu dimanfaatkan, bukan mematahkannya.C. Fungsi Dan Peran Supervisi Pendidikan 1. Fungsi Secara umum fungsi supervisi adalah perbaikan pengajaran. Berikut ini berbagai pendapat tentang fungsi supervisi, di antaranya adalah: a. Ayer, Fred E, menganggap fungsi supervisi untuk memelihara program pengajaran yang ada sebaik-baiknya sehingga ada perbaikan. b. Franseth Jane, menyatakan bahwa fungsi supervisi memberi bantuan terhadap program pendidikan melalui bermacam-macam cara sehingga kualitas kehidupan akan diperbaiki. c. W.H. Burton dan Leo J. Bruckner menjelaskan bahwa fungsi utama dari supervisi modern ialah menilai dan memperbaiki faktor-faktor yang mempengaruhi hal belajar. d. Kimball Wiles, mengatakan bahwa fungsi supervisi ialah memperbaiki situasi belajar anak-anak. 7
  8. 8. Usaha perbaikan merupakan proses yang kontinyu sesuai denganperubahan masyarakat. Masyarakat selalu mengalami perubahan. Perubahanmasyarakat membawa pula konsekuensi dalam bidang pendidikan danpengajaran. Suatu penemuan baru mengakibatkan timbulnya dimensi-dimensidan persepektif baru dalam bidang ilmu pengetahuan. Makin jauh pembahasan tentang supervisi makin nampak bahwa kuncisupervisi bukan hanya membicarakan perbaikan itu sendiri, melainkansupervisi yang diberikan kepada guru-guru, menurut T.H. Briggs jugamerupakan alat untuk mengkoordinasi, menstimulasi dan mengarahkanpertumbuhan guru-guru. Selain itu, Fungsi supervisi pendidikan dibedakan menjadi 2 (dua) bagian,yakni :a. Fungsi utama, yang membantu sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan, khususnya perkembangan individu para siswa.b. Fungsi tambahan, yang membantu sekolah membina guru-guru agar dapat bekerja dengan baik dan berkontak dengan masyarakat dalam rangka penyesuaian diri dan penggalakan kemajuna masyarakat.Dalam suatu analisa fungsi supervisi yang diberikan oleh Swearingen,terdapat 8 fungsi supervisi, yakni:a. Mengkoordinasi Semua Usaha Sekolah. Koordinasi yang baik diperlukan terhadap semua usaha sekolah untuk mengikuti perkembangan sekolah yang makin bertambah luas dan usaha- usaha sekolah yang makin menyebar, diantaranya: - Usaha tiap guru. - Usaha-usaha sekolah. - Usaha-usaha pertumbuhan jabatan.b. Memperlengkapi Kepemimpinan Sekolah. Yakni, melatih dan memperlengkapi guru-guru agar mereka memiliki ketrampilan dan kepemimpinan dalam kepemimpinan sekolah.c. Memperluas Pengalaman. Yakni, memberi pengalaman-pengalaman baru kepada anggota-anggota staff sekolah, sehingga selalu anggota staff makin hari makin bertambah pengalaman dalam hal mengajarnya.d. Menstimulasi Usaha-Usaha yang Kreatif. Yakni, kemampuan untuk menstimulir segala daya kreasi baik bagi anak- anak, orang yang dipimpinnya dan bagi dirinya sendiri.e. Memberikan Fasilitas dan Penilaian yang Kontinyu. Penilaian terhadap setiap usaha dan program sekolah misalnya, memiliki bahan-bahan pengajaran, buku-buku pengajaran, perpustakaan, cara 8
  9. 9. mengajar, kemajuan murid-muridnya harus bersifat menyeluruh dan kontinyu. f. Menganalisa Situasi Belajar Situasi belajar merupakan situasi dimana semua faktor yang memberi kemungkinan bagi guru dalam memberi pengalaman belajar kepada murid untuk mencapai tujuan pendidikan. g. Memberi Pengetahuan dan Ketrampilan pada Setiap Anggota Staf. Supervisi berfungsi memberi stimulus dan membantu guru agar mereka memperkembangkan pengetahuan dan ketrampilan dalam belajar. h. Mengintegrasikan Tujuan dan Pembentukan Kemampuan. Fungsi supervisi di sini adalah membantu setiap individu, maupun kelompok agar sadar akan nilai-nilai yang akan dicapai itu, memungkinkan penyadaran akan kemampuan diri sendiri. Menurut Ametembun ada 4 (empat) fungsi supervisi pendidikan : a. Penelitian b. Penilaian c. Perbaikan d. Pembinaan Fungís supervior (pengawas) oleh karenanya menjadi penting, sebagaimana tertuang dalam Kepmen PAN Nomor 118/1996 yang menyebutkan bahwa pengawas diberikan tanggung jawab dan wewenang penuh untuk melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan pendidikan, penilaian dan pembinaan teknis serta administratif pada satuan pendidikan. Untuk kepentingan pembahasan lebih lanjut, fungsi yang bergayut dengan supervisi klinis yaitu meningkatkan mutu proses belajar mengajar. Segi-segi proses intruksional yang perlu mendapat perhatian supervisor, yaitu (Pidarta, 1986:24)2. Peran Supervisi Menurut para ahli, peranan supervisi pendidikan bahwa adalah sebagai berikut; 1) supervisor pendidikan mengkoordinasi program-program belajar mengajar, tugas-tugas anggota staf berbagai kegiatan yang berbeda-beda diantara guru-guru, 2) konsultan, memberikan bantuan, bersama mengkonsultasikan masalah yang dialami guru baik secara individual maupun secara kelompok, 3) pemimpin kelompok, supervisor pendidikan dapat memimpin sejumlah staf, guru dalam mengembangkan potensi kelompok pada saat mengembangkan kurikulum materi pelajaran dan kebutuhan professional guru secara bersama-sama, 4) evaluator, membantu guru dalm 9
  10. 10. menilai hasil dan proses hasil belajar dan dapat mencari kurikulum yang sedang dikembangkan. Franseth jane dan Ayer (dalam konsep dasar dan teknik supervisi pendidikan dalam rangka pengembangn sumber daya manusia) mengemukakan bahwa fungsi utama supervisi adalah membina program pengajaran yang ada sebaik-baiknya sehingga selalu ada usaha perbaikan . Menurut Burton dan Brukner dalam konsep dasar dan teknik supeervisi pendidikan dalam rangka pengembangan sumber daya manusia dengan mengemukakan tentang fungsi supervisi pendidikan modern yakni menilai dan menperbaiki factor-faktor yang mempengaruhi proses-proses pembelajaran peserta didik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa peran supervisi pendidikan adalah mengkoordinasi semua usaha kelas, melengkapi segala hal kepemimpinan sekolah, memperluas nilai edukasi guru dan pengalaman yang di dapatkan guru dari berbagai aktivitas dalam kegiatan belajar mengajar, menstimulasi usaha-usaha yang kretif dan inovatif yang tiada lain bertujuan menambah nilai produktif guru dan” to increase” peningkatan kinerja guru yang berdasar pada keprofesionalan guru, memberi fasilitas dan pemahaman yang terus menerus yang tiada lain guna menunjang berbagai hal tentang kependidikan bagi para pelaku sekolah terutama guru, menganalisil hasil belajar mengajar, memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada setiap anggota staf, memberi wawasan yang lebih luas dan terintegrasi dalam merumuskan tujuan- tujuan pendidikan dan meningkatkan kemampuan mengajar guru-guru.D. Ruang Lingkup Supervisi Administrasi pendidikan tidak dapat dipisahkan dengan supervisi pendidikan. Rifai mengatakan, bahwa di mana ada administrasi harus ada supervisi, dan jika ada supervisi tentu ada suatu yang dilaksanakan, ada administrasi tertentu. Dengan demikian, kedudukan supervisi pendidikan sama pentingnya dengan administrasi pendidikan. Supervisi merupakan salah satu fase atau tahap dari administrasi. Thomas H Briggs dalam Rifai menegaskan, bahwa supervisi merupakan bagian atau aspek dari administrasi. Khususnya yang mengenai usaha peningkatan guru sampai kepada taraf penampilan tertentu. Sarwoto menjelaskan bahwa secara teoritis yang menjadi objek supervisi ada dua aspek, yaitu: 10
  11. 11. 1. 1.Aspek manusianya, seperti sikap terhadap tugas, disiplin kerja, moral kerja, kejujuran, ketaatan terhadap peraturan organisasi, kerajinan, kecakapan kerja, kemampuan dalam bekerja sama, watak2. 2.Aspek kegiatannya, seperti cara bekerja (cara mengajar), metoda pendekatan terhadap siswa, efisiensi kerja, dan hasil kerja. Ruang lingkup supervisi pendidikan terdiri atas dua bagian. Pertama, supervisi tidak langsung atau supervisi makro atau supervisi pengajaran. Kedua supervisi yang bersifat langsung atau supervisi mikro yang sekarang dikenal dengan supervisi klinis. Supervisi makro adalah supervisi pengajaran, yang merupakan rangkaian kegiatan pengawasan pendidikan yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi-kondisi, baik personil maupun material yang memungkinkan terciptanya situasi belajar mengajar yang lebih baik demi tercapainya tujuan pendidikan. Harahap merinci ruang lingkup supervisi pendidikan sebagai berikut: a. Supervisi dalam administrasi personalia untuk melihat apakah ada kartu pegawai, soal kenaikan pangkat, soal pembagian tugas dan lain-lain. b. Supervisi dalam pemeliharaan gedung dan alat-alat seperti kursi, meja, ruang belajar, papan tulis dan lain-lain. c. Supervisi dalam penyelenggaraan perpustakaan, yaitu soal kondisi buku, pelayanan, ketertiban, dan lain-lain. d. Supervisi dalam administrasi keuangan, seperti ingin melihat apakah pengeluaran sesuai dengan aturan, ketepatan pembayaran gaji atau honor lainnya kepada pegawai dan guru. e. Supervisi dalam pengelolaan kafetaria, yaitu soal kebersihan tempat dan makanan, serta soal ketertiban siswa yang jangan sampai menjadi tempat bermain, bolos dan merokok. f. Supervisi dalam kegiatan ko kurikuler, apakah sampai mengganggu kegiatan belajar siswa, kesehatan, dan keamanan. 11
  12. 12. Supervisi klinis adalah supervisi yang pelaksanaannya dapatdisamakan dengan “praktek kedokteran”, yaitu hubungan antara supervisiedan supervisor ibarat hubungan antara pasien dengan dokter. Supervisi klinis memiliki karakteristik sebagai berikut:1. Supervisi diberikan berupa bantuan, sehingga inisiatif tetap berada di tangan tenaga pendidikan.2. Aspek yang disupervisi berdasarkan usul guru, yang dikaji bersama kepala sekolah sebagai supervisor untuk dijadikan kesepakatan.3. Instrumen dan metode observasi dikembangkan bersama oleh guru dan supervisor.4. Mendiskusikan dan menafsirkan hasil pengamatan dengan mendahulukan interpretasi guru.5. Supervisi dilakukan dalam suasana terbuka secara tatap muka, dimana supervisor lebih banyak mendengarkan serta menjawab pertanyaan guru daripada memberi saran dan pengarahan.6. Supervisi klinis sedikitnya memiliki tiga tahap, yakni pertemuan awal, pengamatan dan umpan balik7. Adanya penguatan dan umpanbalik dari kepala sekolah sebagai supervisor terhadap perubahan prilaku guru yang positif sebagai hasil pembinaan 8.Supervisi dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan suatu keadaan memecahkan suatu masalah. Sasaran supervisi klinis ini adalah perbaikan pengajaran bukan perbaikankepribadian guru. Untuk itu supervisor diharapkan untuk mengajarkanberbagai keterampilan pada guru yang meliputi antara lain: keterampilanmengamati dan memahami proses pengajaran secara analisis, keterampilanmenganalisis pengajaran secara rasional berdasarkan bukti-bukti pengamatanyang jelas dan tepat, keterampilan dalam pembaharuan kurikulum,pelaksanaan, serta percobaan dan keterampilan dalam mengajar. Sedangkan Ruang lingkup supervisi menurut Ansori Ardiansyah (dalamwww. Kakkus ks.blogspot.com)pendidikan mencakup keseluruhan usahauntuk membantu para guru dan staf sekolah lainnya dalam segala hal 12
  13. 13. khususnya yang terkait dengan kegiatan-kegiatan edukatif dan administrative yang dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip kesupervisian pendidikan yakni: 1) Ilmiah, artinya kegiatn supervisi yang dikembangkan dan dilaksanakan harus sistematis, obyektif, dan menggunakn instrumen atu sarana yang memberikan informasi yang dapat dipercayadan dapat menjadi bahan masukan dalam mengadakan evaluasi terhadap situasi belajar mengajar, 2) kooperatif, program supervisi pendidikan dikembangkan atas dasar kerjasama antar supervisor dan orang yang disupervisi , supervisor mendukung kerjasama antara guru, peserta didik, dan masyarakat sekolah yang berkepentingan dalam meningkatkan kualitas belajar mengajar , 3) konstruksi dan kreatif, membina para guru untuk selalu mengambil inisiatif sendiri dalam mengembangkan situasi belajar mengajar, 4) realistic, pelaksanaan supervisi pendidikan harus memperhitungkan dan memperhatikan segala sesuatu yang benar-benar ada didalam situasi dan kondisi yang obyektif, 5) progresif, setiap kegiatan yang dilakukan tidak terlepas dari ukuran dan perhatian, artinya apakah guru dapat melahirkan pembelajaran yang maju,yang tercermin dalam semakin lancarnya kegiatan belajar mengajar, 6) inovatif, program supervisi pendidikan selalui melakukan pembaharuan dengan penemauan-penemuan baru dalam rangka perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan.II. Peran Kepala sekolah sebagai Supervisor dan Administrator A. Peran Kepala Sekolah Sebagai Supervisor Edmonds (dalam Sagala, 2005) tentang sekolah efektif menunjukkan bahwa peran kepala sekolah sedemikian penting untuk menjadikan sebuah sekolah pada tingkatan yang efektif. Asumsinya adalah bahwa sekolah yang baik akan selalu memiliki kepala sekolah yang baik, artinya kemampuan profesional kepala sekolah dan kemauannya untuk bekerja keras dalam memberdayakan seluruh potensi sumber daya sekolah menjadi jaminan keberhasilan sebuah sekolah. Untuk lebih mengefektifkan pelaksanaan pekerjaannya dan dapat mendayagunakan seluruh potensi sumber daya yang ada di sekolah maka kepala sekolah harus memahami perannya. Tiga hal penting yang menjiwai supervisi pendidikan, yaitu : 1. Supervisi pendidikan adalah suatu perbuatan yang telah diprogramkan secara resmi oleh organisasi. Jadi bukan perbuatan yang dilakukan tanpa perencanaan terlebih dahulu, tetapi direncanakan secara matang sebelumnya. 13
  14. 14. 2. Supervisi pendidikan adalah suatu perbuatan yang dilakukan oleh supervisor (kepala sekolah) dan secara langsung berpengaruh terhadap kemampuan profesional guru.3. Supervisi pendidikan mempengaruhi kemampuan guru yang pada gilirannya meningkatkan kualitas pembelajaran peserta didik, sehingga tujuan sekolah dapat tercapai secara optimal. Dengan demikian Sebagai supervisor, kepala sekolah mempunyai beberapa peran penting, yaitu:1. Melaksanakan penelitian sederhana untuk perbaikan situasi dan kondisi proses belajar mengajar.2. Mengadakan observasi kelas untuk peningkatan efektivitas proses belajar mengajar.3. Melaksanakan pertemuan individual secara profesional dengan guru untuk meningkatkan profesi guru.4. Menyediakan waktu dan pelayanan bagi guru secara profesional dalam pemecahan masalah proses belajar mengajar.5. Menyediakan dukungan dan suasana kondusif bagi guru dalam perbaikan dan peningkatan mutu proses belajar mengajar.6. Melaksanakan pengembangan staf yang berencana dan terarah.7. Melaksanakan kerjasama dengan guru untuk mengevaluasi hasil belajar secara komprehensif.8. Menciptakan team work yang dinamis dan profesional.9. Menilai hasil belajar peserta didik secara komprehensif. Kepala sekolah mempunyai tugas sebagai supervisor. Kepala sekolahsebagai supervisor dimaksudkan untuk meningkatkan pengawasan danpengendalian terhadap guru-guru dan personel lain untuk meningkatkan kinerjamereka. Kepala sekolah sebagai supervisor bertugas mengatur seluruh aspekkurikulum yang berlaku di sekolah agar dapat memberikan hasil yang sesuaidengan target yang telah ditentukan. Aspek-aspek kurikulum yang harus dikuasaioleh kepala sekolah sebagai supervisor adalah materi pelajaran, proses belajarmengajar, evaluasi kurikulum, pengelolaan kurikulum, dan pengembangankurikulum. Sergiovani dan Starrat (dalam Mulyasa, 2005) menyatakan bahwa“Supervision is a process designed to help teacher and supervisor team moreabout their practice, to better able to use their knowledge and skills to better 14
  15. 15. serve parents and schools and to make the school a more effective learningcommunity”. Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa peran utama kepala sekolahsebagai supervisor adalah menyusun dan melaksanakan program supervisipendidikan serta memanfaatkan hasilnya yang diwujudkan dalam, programsupervisi kelas, kegiatan ekstra kurikuler, serta peningkatan kinerja tenagakependidikan dalam upaya pengembangan sekolah. Sebagai supervisor, kepalasekolah mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan.Sergiovani dan Starrat (1993) menyatakan bahwa supervisi merupakan suatuproses yang dirancang secara khusus untuk membantu para guru dan supervisormempelajari tugas sehari-hari di sekolah, agar dapat menggunakan pengetahuandan kemampuannya untuk memberikan layanan yang lebih baik pada orang tuapeserta didik dan sekolah, serta berupaya menjadikan sekolah sebagai komunitasbelajar yang lebih efektif. Tugas kepala sekolah sebagai supervisor diwujudkan dalamkemampuannya menyusun dan melaksanakan program supervisi pendidikan sertamemanfaatkan hasilnya. Kemampuan menyusun program supervisi pendidikanharus diwujudkan dalam penyusunan program supervisi kelas, pengembanganprogram supervisi untuk kegiatan ekstra-kurikuler, pengembangan programsupervisi perpustakaan, laboraturium dan ujian. Kemampuan melaksanakanprogram supervisi pendidikan diwujudkan dalam pelaksanaan program supervisiklinis dan dalam program supervisi kegiatan ekstra-kurikuler. Sedangkankemampuan memanfaatkan hasil supervisi pendidikan diwujudkan dalampemanfaatan hasil supervisi untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan danpemanfaatan hasil supervisi untuk mengembangkan sekolah. Kepala sekolah sebagai supervisor perlu memperhatikan prinsip-prinsip:(1) hubungan konsultatif, kolegial dan bukan hirarkis; (2) dilaksanakan secarademokratis; (3) berpusat pada tenaga kependidikan; (4) dilakukan berdasarkankebutuhan tenaga kependidikan; dan (5) merupakan bantuan profesional.B. Peran kepala Sekolah Sebagai Administrator Dalam menjalankan fungsinya sebagai administrator, kepala sekolah harus mampu menguasai tugas-tugasnya dan melaksanakan tugasnya dengan baik. Untuk itu kepala sekolah harus kreatif mampu memiliki ide-ide dan 15
  16. 16. inisiatif yang menunjang perkembangan sekolah. Berbagai tugas yang harusdilakukan kepala sekolah1. Membuat perencanaan Perencanaan yang perlu dilakukan oleh kepala sekolah, diantaranya adalah menyusun program tahunan sekolah, yang mencakup program pengajaran, kesiswaan, kepegawaian, keuangan, dan penyediaan fasilitas- fasilitas yang diperlukan. Perencanaan ini selanjutnya dituangkan dalam rencana tahunan sekolah yang dijabarkan dalam dua program semester. a. Program pengajaran b. Kesiswaan c. Kepegawaian d. Keuangan e. Sarana dan prasarana2. Kepala sekolah bertugas menyusun struktur organisasi sekolah Organisasi memainkan peranan penting dalam fungsi administrasi karena merupakan tempat pelaksanaan semua kegiatan administrasi. Selain itu, dilihat dari fungsinya organisasi juga menetapkan dan menyusun hubungan kerja seluruh anggota organisasi agar tidak terjadi tumpang tindih dalam melakukan tugasnya masing-masing. Penyusunan organisasi merupakan tanggungjawab kepala sekolah sebagai administrator pendidikan. Sebelumnya ditetapkan, penyusunan organisasi itu sebaiknya dibahas bersama-sama dengan seluruh anggota agar hasil yang diperoleh benar-benar merupakan kesepakatan bersama. Selain menyusun struktur organisasi, kepala sekolah juga bertugas untuk mendelegasikan tugas-tugas dan wewenang kepada setiap anggota administrasi sekolah sesuai dengan struktur organisasi yang ada.3. Kepala sekolah sebagai koordinator dalam organisasi sekolah Pengoordinasian organisasi sekolah ini merupakan wewenang dari kepala sekolah. Dalam melakukan pengoordinasian ini sebaiknya juga kepala sekolah kerja sama dengan berbagai bagian dalam organisasi agar 16
  17. 17. pengoordinasian yang dilakukan dapat menyelesaikan semua hambatan dan halangan yang ada. 4. Kepala sekolah mengatur kepegawaian dalam organisasi sekolah Berbagai tugas yang berkenaan dengan kepegawaian sepenuhnya merupakan wewenang kepala sekolah. Dia memiliki wewenang untuk mengangkat pegawai, mempromosikannya, menempatkan, atau menerima pegawai baru. Pengelolaan kepegawaian ini akan berjalan dengan baik bila kepala sekolah memperhatikan kesinambungan antara pemberian tugas dan dengan kondisi dan kemampuan pelaksanaannya.III. Mengapa lembaga pendidikan Terutama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran perlu supervisi? Supervisi sangat penting bagi dunia pendidikan untuk mematistikan efektivitas dan produktivitas program yang dicanangkan. Setidaknya ada dua alasan yang mendasari pentingnya supervisi pendidikan. Pertama perkembangan kurikulum, yang senantiasa menjadi indicator kemajuan pendidikan. Kurikulum membutuhkan penyesuaian-penyesuaian secara terus menerus. Guru-guru diharuskan mengembangkan kreativitascmereka agar kurikulum terlaksana dengan baik. Dalam upaya tersebut, pasti ada kendala yang dijumpai. Misalnya, informasi tidak lengkap, kondisi sekolah mengalami banyak kekurangan, apatisme masyarakat, keterampilan aplikasi metode yang masih rendah, dan kemampuan memecahkan masalah belum maksimal. Kedua, pengembangan personel, pegawai, atau karyawan adalah upaya yang tidak mengenal kata henti dalam organisasi. Pengembangan diri dapat dilakukan secara formal dan informal. Secara formal, lembaga mempunyai tanggung jawab utama, baik melalui perantara, tugas belajar, lokakarya, dan sejenisnya. Secara informal, pengembangan diri bias dilakukan secara mandiri atau bersama rekan kerja, dengan mengikuti kegiatan ilmiah, melakukan ekperimentasi suatu metode mengajar, dan lain sebagainya. Mukhtar & Iskandar dalam (asmani JM, Tips efektif superfisi pendidikan sekolah,2012:28). Urgenitas supervisi pendidikanberdasarkan dua alasan tersebut sangat tepat. Apalagi di negeri kita saat ini, perubahan demi perubahan yang tiada lain mengarah pada perbaikan demi perbaikan pendidikan di negeri kita tercinta ini terkadang juga membuat bingung dan menjadi agak malas untuk lebih 17
  18. 18. memahaminya lebih dalam, hal ini adalah survey nyata dari beberapa sampel guru yang kurang memiliki pengetahuan tentang beberapa perubahan kurikulum tersebut, sungguh ironis sekali. Mulai dari CBSA (Cara Belajar Siswa aktif), KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi), beralih ke KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), dan mengkin akan berganti program lain pada tahun mendatang. Tugas pokok ini menjadi lebih spesifik untuk hanya diketahui oleh bagian Kurikulum sekolah saja, padahal tidak, inilah bentuk kurangnya kreativitas guru demi kemajuan kinerja menuju profesionalisme guru. Perubahan ini merupakan ha;l yang wajar, sebab perkembangan pengetahuan dan teknologi berjalam sangt dinamis dalam semua aspek kehidupan, baik yang social humaniora maupun eksakta (ilmu alam). Perubahan ini sangat membutuhkan kesiapan sumber daya manusia pendidikan, khususnya guru sebagai actor utama dalam dunia pendidikan. Dengan demikian, cakupan supervisi terhadap kurikulum dan kualitas guru sangat tepat, fungsional, dan kontekstual.IV. Jelaskan guru sebagai supervisor harus menunjukan karekteristik profesional sebagai berikut: menerangkan topik yang diajarkan dengan baik, menerangkan dengan jelas dan logis, menyampaikan materi dengan sistimatis, mempunyai kemampuan ekspresi diri, cakap membangkitkan motivasi belajar siswa, serta membuat RPP. Peran seorang guru pada pengelolaan kelas sangat penting khususnya dalam menciptakan suasana pembelajaran yang menarik. Itu karena secara prinsip, guru memegang dua tugas sekaligus masalah pokok, yakni pengajaran dan pengelolaan kelas.Tugas sekaligus masalah pertama, yakni pengajaran, dimaksudkan segala usaha membantu siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Sebaliknya, masalah pengelolaan berkaitan dengan usaha untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien demi tercapainya tujuan pembelajaran. A. Guru Sebagai Pembangkit Motivasi Belajar Bagi Siswa di Kelas Motivasi berpangkal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas- aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan). Adapun menurut Mc. Donald, motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya "feeling" dan di dahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Dari pengertian yang dikemukakan oleh Mc. Donald ini mengandung tiga elemen/ciri pokok dalam motivasi itu, yakni motivasi itu mengawalinya terjadinya perubahan energi, ditandai dengan adanya feeling, dan dirangsang karena adanya tujuan. 18
  19. 19. Namun pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. Motivasi ada dua, yaitu motivasi Intrinsik dan motivasi ektrinsik: 1. Pertama Motivasi Intrinsik. Jenis motivasi ini timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri. 2. Kedua Motivasi Ekstrinsik. Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu atau belajar. Bagi siswa yang selalu memperhatikan materi pelajaran yang diberikan,bukanlah masalah bagi guru. Karena di dalam diri siswa tersebut ada motivasi,yaitu motivasi intrinsik. Siswa yang demikian biasanya dengan kesadaran sendirimemperhatikan penjelasan guru. Rasa ingin tahunya lebih banyak terhadap materipelajaran yang diberikan. Berbagai gangguan yang ada disekitarnya, kurang dapatmempengaruhinya agar memecahkan perhatiannya. Lain halnya bagi siswa yang tidak ada motivasi di dalam dirinya, makamotivasi ekstrinsik yang merupakan dorongan dari luar dirinya mutlak diperlukan.Di sini tugas guru adalah membangkitkan motivasi peserta didik sehingga ia maumelakukan belajar. Ada beberapa strategi yang bisa digunakan oleh guru untukmenumbuhkan motivasi belajar siswa, sebagai berikut:1. Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik. Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu seorang guru menjelaskan mengenai Tujuan Instruksional Khusus yang akan dicapainya kepada siwa. Makin jelas tujuan maka makin besar pula motivasi dalam belajar.2. Hadiah Berikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. Hal ini akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi. Di samping itu, siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang berprestasi. 3. Saingan/kompetisi 19
  20. 20. Guru berusaha mengadakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya. 4. Pujian Sudah sepantasnya siswa yang berprestasi untuk diberikan penghargaan atau pujian. Tentunya pujian yang bersifat membangun. 5. Hukuman Hukuman diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya.B. Guru Sebagai Pembimbing Siswa Guru berusaha membimbing siswa agar dapat menemukan berbagai potensi yang dimilikinya, membimbing siswa agar dapat mencapai dan melaksanakan tugas-tugas perkembangan mereka, sehingga dengan ketercapaian itu ia dapat tumbuh dan berkembang sebagai individu yang mandiri dan produktif. Siswa adalah individu yang unik. Artinya, tidak ada dua individu yang sama. Walaupun secara fisik mungkin individu memiliki kemiripan, akan tetapi pada hakikatnya mereka tidaklah sama, baik dalam bakat, minat, kemampuan dan sebagainya. Di samping itu setiap individu juga adalah makhluk yang sedang berkembang. Irama perkembangan mereka tentu tidaklah sama juga. Perbedaan itulah yang menuntut guru harus berperan sebagai pembimbing.C. Peran Guru Dalam Proses Belajar Mengajar di Kelas Perkembangan baru terhadap pandangan belajar mengajar membawa konsekuensi kepada guru untuk meningkatkan peranan dan kompetensinya karena proses belajar mengajar dan hasil belajar siswa sebagian besar ditentukan oleh peranan dan kompetensi guru. Guru yang kompeten akan lebih mampu mengelola kelasnya sehingga hasil belajar siswa berada pada tingat optimal. Berikut peranan guru yang dianggap paling dominan: 1. Guru sebagai demonstrator Melalui perannya sebagai demonstrator atau pengajar, guru hendaknya senantiasa menguasai bahan atau materi pelajaran yang akan diajarkanya serta senantiasa mengembangkanya dalam arti meningkatkan kemampuannya dalam ilmu yang dimiliki karena hal ini akan sangat menentukan hasil belajar yang dicapai siswa. 2. Guru sebagai pengelola kelas Dalam peranya sebagai pengelola kelas, guru hendaknya mampu mengelola kelas sebagai lingkunagn belajar serat merupakan aspek dari lingkungan sekolah yang perlu diorganisasi. Lingkungan ini diatur dan 20
  21. 21. diawasi agar kegiatan-kegiatan belajar terarah kepada tujuan pendidikan. Lingkungan yang baik adalah yang bersifat menantang, dan merangsang siswa untuk belajar, memberikan rasa aman dan kepuasan dalam mencapai tujuan. 3. Guru sebagai mediator dan fasilitator Sebagai mediator guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan karena media pendidikan merupakan alat komunikasi untuk lebih mengefektifkan proses belajar mengajar. Dengan demikian media pendidikan merupakan dasar yang diperlukan yang bersifat melengkapi dan merupakan bagian integral demi berhasilnya proses pendidikan dan pengajaran disekolah. 4. Guru sebagai evaluator Guru hendaknya menjadi seorang evaluator yang baik, kegiatan ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah tujuan yang telah dirumuskan itu tercapai atau belum, dan apakah materi yang diajarkan sudah cukup tepat. Semua pertanyaan tersebut akan dapat dijawab melalui kegiatan evaluasi atau penilaian.V. Manajemen mutu terpadu dalam pendidikan merupakan sebuah inovasi dalam pendidikan. Apa yang harus diperhatikan dalam melakukan inovasi yang akan menerapkan manajemen mutu terpadu. Menentukan kapan dan dimana memulai mutu terpadu adalah tugas yang sangt sulit.Edward Sallis mengemukakan dalam bukunya ‘total Quality Management In Education’ (2012:244-253) tentang beberapa langkah-langkah penting yang harus diperhatikan dalam melakukan inovasi yang menerapkan manajemen mutu terpadu, adalah sebagai berikut: 1) kepemimpinan dan komitmen terhadap mutu arus dating dari atas,2) menggembirakan pelanggan adalah tujuan TQM, 3) menunjuk fasilitator mutu,4) membentuk kelompok pengendali mutu, 5) menunjuk coordinator mutu, 6) mengadakan seminar manajemen senior untuk mengevaluasi program, 7) menganalisa dan mendiagnosa situasi yang ada, 8) menggunakan contoh-contoh yang sudah berkembang di tempat lain, 9) memperkerjakan konsultan eksternal, 10) memptrakarsai pelatihan mutu bagi para staf, 11)mengkomunikasikan pesan mutu, 12) mengukur biaya mutu, 13) mengaplikasikan alat dan teknik mutu melalui pengembangan kelompok kerja yang efektif, 14) mengevaluasi program dalam interval yang teratur. Sedangkan menurut Crosby langkah untuk menerapkan manajemen guna meraih mutu adalah sebagsi berikut: 1) komitmen manajemen, Crosby menandaskan bahwakomitmen inio harus dikomunikasdikan dalam sebuah statemen kebijakan mutu yang harus singkat, jelas Dn dapat dicapai,2) 21
  22. 22. membangun tim peningkatan mutu(quality improvement team), tim ini bertugas mengatur dan mengarahkan program yang akan diimplementasikan melalui organisasi, tugas utamanya adalah menentukan bagaimana menspesifikasikan kegagalan dan peningkatan mutu , dan mengarahkan pada langkah selanjutnya, 3) pengukuran mutu, 4 mengukur biaya mutu, 5 membangun kesadaran mutu, 6 kegiatan perbaikan, 7 perencanaan tanpa cacat, 8 menekankan perlunya pelatihan pengawas, 9 menyelenggarakan hari tanpa cacat, 10 penyusunan tujuan, 11 penghapusan sebab kesalahan, 12 pengakuan , 13 mendirikan dewan-dewan mutu.• Inovasi harus berlangsung di sekolah guna memperoleh hasil yang terbaik dalam mendidik siswa• Ujung tombak keberhasilan pendidikan di sekolah adalah guru• Oleh karena itu guru harus mampu menjadi seorang yang inovatif guna menemukan strategi atau metode yang efektif untuk mendidik• Inovasi yang dilakukan guru pada intinya berada dalam tatanan pembelajaran yang dilakukan di kelas• Kunci utama yang harus dipegang guru adalah bahwa setiap proses atau produk inovatif yang dilakukan dan dihasilkannya harus mengacu kepada kepentingan siswa• meningkatkan kualitas• menciptakan pasar baru• meningkatkan performence• mengurangi biaya tenaga kerja• meningkatkan proses pelayanan• mengurangi kelemahan• meningkatkan pelayanan• memaksimalkan sarana/pras• menyesuaikan diri dengan undang-undang 22
  23. 23. DAFTAR PUSTAKAAbdurrahman. Pengelolaan Pengajaran. Cet. V. Ujungpandang: Bintang Selatan,1994.Abu Ahmadi, dan Ahmad Rohani. Pedoman Penyelenggaraan AdministrasiPendidikan Sekolah. Cet. I; Jakarta: Bumi Aksara, 1991.Aqib, Zainal & Elham Rohmanto. 2007. Membangun Profesionalisme Guru dan Pengawas Sekolah. Bandung: CV. Yrama Widya.Bafadal, Ibrahim. 1992. Supervisi Pengajaran. Jakarta: Bumi AksaraBurhanuddin, dkk. 2007. Supervisi Pendidikan dan Pengajaran: Konsep, Pendekatan, dan Penerapan Pembinaan Profesional. Malang: Rosindo. Edisi Revisi.Burhanuddin, H. dkk (ed.). 2003. Manajemen Pendidikan: Analisis Substantif dan Aplikasinya dalam Institusi Pendidikan. Malang: UM Press.Dharma, Surya. Peran dan Fungsi Pengawas Sekolah/ Madrasah. Dalam Jurnal Tenaga Kependidikan Volume 3, No. 1, April 2008.Ekosusilo, Madyo. 1998. Supervisi Pengajaran dalam Latar Budaya Jawa. Sukoharjo: Univet Bantara Press.Hadi, Sutrisno. Methodologi Research. Jilid I. Yogyakarta: Fak. Psikologi UGM,1992.http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2011/10/17/peran-guru-sebagai-pembimbing/ 23
  24. 24. Usman, Moh. Uzer. Menjadi Guru Profesional. Cet. VI: Bandung: Rosda Karya,1995. 24

×