Your SlideShare is downloading. ×
0
Stmt trisakati kel.1 by priyo
Stmt trisakati kel.1 by priyo
Stmt trisakati kel.1 by priyo
Stmt trisakati kel.1 by priyo
Stmt trisakati kel.1 by priyo
Stmt trisakati kel.1 by priyo
Stmt trisakati kel.1 by priyo
Stmt trisakati kel.1 by priyo
Stmt trisakati kel.1 by priyo
Stmt trisakati kel.1 by priyo
Stmt trisakati kel.1 by priyo
Stmt trisakati kel.1 by priyo
Stmt trisakati kel.1 by priyo
Stmt trisakati kel.1 by priyo
Stmt trisakati kel.1 by priyo
Stmt trisakati kel.1 by priyo
Stmt trisakati kel.1 by priyo
Stmt trisakati kel.1 by priyo
Stmt trisakati kel.1 by priyo
Stmt trisakati kel.1 by priyo
Stmt trisakati kel.1 by priyo
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Stmt trisakati kel.1 by priyo

182

Published on

Manajemen Rantai Suplai (Supply chain management): adalah sebuah ‘proses payung’ di mana produk diciptakan dan disampaikan kepada konsumen dari sudut struktural. Sebuah supply chain (rantai suplai) …

Manajemen Rantai Suplai (Supply chain management): adalah sebuah ‘proses payung’ di mana produk diciptakan dan disampaikan kepada konsumen dari sudut struktural. Sebuah supply chain (rantai suplai) merujuk kepada jaringan yang rumit dari hubungan yang mempertahankan organisasi dengan rekan bisnisnya untuk mendapatkan sumber produksi dalam menyampaikan kepada konsumen.

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
182
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  1. Presentasi oleh:1. Yustika Irawan2. Prijo Dwikurniawan3. Syamsi4. Agus PurwantoBP3IP Jakarta
  2. Manajemen Rantai Suplai (Supply chain management):adalah sebuah ‘proses payung’ di mana produk diciptakan dandisampaikan kepada konsumen dari sudut struktural. Sebuah supplychain (rantai suplai) merujuk kepada jaringan yang rumit darihubungan yang mempertahankan organisasi dengan rekan bisnisnyauntuk mendapatkan sumber produksi dalam menyampaikan kepadakonsumen.BP3IP Jakarta
  3. Sebuah rangkaian atau jaringan perusahaan-perusahaan yang bekerja secara bersama-sama untukmembuat dan menyalurkan produk atau jasa kepadakonsumen akhir.Rangkaian atau jaringan ini terbentang daripenambang bahan mentah (di bagian hulu) sampairetailer / toko (pada bagian hilir).BP3IP Jakarta
  4. BP3IP Jakarta
  5. Supply chain management adalah manajementerhadap aliran antar dan diantara tahapan supplychain untuk memaksimalkan profitabilitaskeseluruhan supply chainBP3IP Jakarta
  6. Tujuan SCM adalah untuk mengurangi ketidakpastian(uncertainty) dan resiko dalam supply chain.BP3IP Jakarta
  7. SCM secara fisik mengkonversi bahan baku menjadiproduk jadi dan menghantarkannya ke pemakaiakhir .SCM sebagai mediasi pasar, yakni memastikan bahwaapa yang disuplai oleh rantai supply mencerminkanaspirasi pelanggan atau pemakai akhir tersebut .BP3IP Jakarta
  8. 1. Upstream Supply ChainBagian ini mencakup supplier first-tier dari organisasi(dapat berupa perusahaan manufaktur atau asembling)dan suppliernya, yang di dalamnya telah terbina suatuhubungan / relasi.2. Internal Supply ChainBagian ini mencakup semua proses yang digunakan olehorganisasi dalam mengubah input yang dikirim olehsupplier menjadi output, mulai dari waktu materialtersebut masuk pada perusahaan sampai pada produktersebut didistribusikan, di luar perusahaan tersebut.BP3IP Jakarta
  9. 3. Downstream Supply ChainBagian ini mencakup semua proses yang terlibatdalam pengiriman produk pada customer akhirBP3IP Jakarta
  10. Kompleksitas Struktur Supply ChainMelibatkan banyak pihak dengan kepentingan yangberbeda-bedaPerbedaan bahasa, zona waktu, dan budaya antarperusahaanBP3IP Jakarta
  11. KetidakpastianKetidakpastian permintaanKetidakpastian pasokan : waktu pengiriman, harga dankualitas bahan baku, dll.Ketidakpastian internal : kerusakan mesin, kinerja yangtidak sempurna, ketidakpastian kualitas produk, dll.BP3IP Jakarta
  12. Informasi penting karena menyediakan fakta yangdigunakan oleh manajer supply chain untukmembuat keputusan.BP3IP Jakarta
  13. BP3IP Jakarta
  14. Internet memungkinkan kolaborasi, koordinasi, danintegrasi dalam praktek di lapangan.Dengan adanya Internet pihak-pihak pada supplychain bisa membagi informasi serta melakukantransaksi dengan lebih cepat, murah dan akurat.BP3IP Jakarta
  15. Informasi penjualan di supermarket atau ritel akan mudahbisa dibagi dengan pihak-pihak yang berada di sebelahhulu supply chain dengan menggunakan Internet.BP3IP JakartaAplikasi internet dalam konteks supply chain management:•Electronic procurement (e-procurement)•Electronic fulfilment (e-fulfilment)
  16. Aplikasi internet untuk mendukung prosespengadaanPerusahaan otomotif seperti Volkswagen, GeneralMotors, Daimer Chrysler, dsb menggunakan e-procurement secara ekstensif untuk:Proses pengadaan bahan baku dan komponenItem-item yang masuk dalam kelompok MRO(maintenance, repair, and operations) seperti sukucadang, peralatan tulis kantor, dan sebagainya. BP3IP Jakarta
  17. Dapat digunakan untuk mendukung:Hubungan jangka pendek: e-AuctionHubungan jangka panjang (kemitraan)BP3IP Jakarta
  18. Lebih pada bagian hilir supply chainBeberapa kegiatan yang termasuk dalam prosesfulfilment adalah: Menerima order dari pelanggan Æ Pelanggan bisamemesan produk melalui telepon, fax, e-mail, atauweb-based ordering. Mengelola transaksi  termasuk proses pembayaran.BP3IP Jakarta
  19.  Manajemen gudang  meliputi pengendalianpersediaan produk dan kegiatan administrasi gudangsecara umum. Manajemen transportasi  Keputusan mode dan rutetransportasi termasuk di dalamnya. Komunikasi dengan pelanggan untuk memberikaninformasi status pesanan, dukungan teknis, dansebagainya.BP3IP Jakarta
  20. Melakukan outsourcing (dengan menggunakansumber dari pihak luar) daripada dilakukan sendiriselama ada permintaan yang meningkat.Membeli input secara langsung daripada harusmemproduksi terlebih dahulu.Menciptakan “strategic partnership” dengan supplier.BP3IP Jakarta
  21. Menggunakan pendekatan “just in time”dalammelakukan pembelian, yang mana suppliermengirimkan material yang dibutuhkan dalamjumlah kecil.Menggunakan supplier seminimum mungkin.Memperbaiki hubungan antara supplier dan buyer.Melakukan proses produksi setelah ada order.BP3IP Jakarta

×