Proposal
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Proposal

on

  • 4,894 views

 

Statistics

Views

Total Views
4,894
Views on SlideShare
4,894
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
62
Comments
1

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Proposal Presentation Transcript

  • 1. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT PADA BALITA DI KORONG KAMPUNG PANEH WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAKANDANGAN TAHUN 2013 PROPOSAL PITRIYANI NIM. 1114202086 PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN FORT DE KOCK BUKITTINGGI TAHUN 2013
  • 2. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menurut Undang-Undang Kesehatan RI No 23 Tahun 1992 tentang kesehatan Bab V pasal 10 menyatakan “bahwa untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat, diselenggarakan upaya kesehatan dengan pendekatan pemeliharaan. Salah satu penyakit yang diderita oleh masyarakat terutama adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) yaitu meliputi infeksi akut saluran pernapasan bagian atas dan infeksi akut saluran pernapasan bagian bawah. Penderita ISPA pada balita di Indonesia pada akhir tahun 2011 terdapat sebanyak 5 di antara 1.000 balita. Berarti, setiap tahun sebanyak 150.000 balita meninggal atau 12.500 korban perbulan atau 416 kasus sehari atau 17 anak per jam atau seorang balita tiap lima menit 5. Prevalensi penderita ISPA (pneumonia) di Indonesia sebesar 9,4% (Depkes RI, 2012). Secara umum terdapat tiga faktor risiko terjadinya ISPA, yaitu faktor lingkungan, faktor individu anak serta faktor perilaku. Faktor lingkungan meliputi: pencemaran udara dalam rumah (asap rokok dan asap hasil pembakaran bahan bakar untuk memasak dengan konsentrasi yang tinggi), ventilasi rumah dan kepadatan hunian.
  • 3. Berdasarkan laporan tahunan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Padang Pariaman, ISPA merupakan salah satu penyakit paling banyak diderita balita di Kabupaten Padang Pariaman Pada tahun 2011 sedikitnya terdapat 586 kasus ISPA pada balita. Tahun 2012 meningkat menjadi 689 kasus. Hal ini menunjukan bahwa angka kesakitan ISPA pada balita 2 tahun terakhir di Kabupaten Padang Pariaman mengalami peningkatan (Profil Dinas Kesehatan, 2012). Berdasarkan hasil survey awal dari 20 puskesmas Kabupaten padang pariaman bahwa Puskesmas Pakandangan merupakan salah satu Puskesmas di Kabupaten Padang Pariaman dengan ISPA sebagai peringkat pertama dari 20 puskesmas di Kabupaten Padang Pariaman yang melaporkan kasus ISPA pada balita. Pada tahun 2012 angka kesakitan ISPA pada balita mencapai 145 kasus dari total 1111 balita yang ada di wilayah kerja puskesmas ini. Di Puskesmas Pakandangan, berdasarkan data Perilaku Hidup Sehat dan Bersih (PHBS) tahun 2012 diketahui bahwa jumlah perokok dalam setiap desa menempati peringkat pertama. Pada setiap desa hampir terdapat balita, berarti risiko balita terpapar asap rokok cukup tinggi.
  • 4. Data Kejadian ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Pakandangan tahun 2012 No Desa/Korong Jumlah KK Jumlah balita Angka kejadian ISPA % 1 Tanjung Aur 324 156 24 15,4 2 Ps. Pakadangan 367 231 28 12,1 3 Kp. Paneh 544 221 38 17,2 4 Sarang gagak 425 196 20 10,2 5 Ringan-ringan 574 307 35 11,4 Jumlah 2234 1111 145 Puskesmas Pakandangan, 2012) Berdasarkan Tabel tsb diketahui bahwa jumlah penderita ISPA terbanyak di Puskesmas Pakandangan terdapat di Korong Kampung Paneh, yaitu sebanyak 38 penderita dari 221 balita (17,2%).
  • 5. B. Rumusan Masalah Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah adalah apakah faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada balita di Korong Kampung Paneh Wilayah Kerja Puskesmas Pakandangan tahun 2013 . C. Tujuan Penelitian – Tujuan Umum Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada balita di Korong Kampung Paneh Wilayah Kerja Puskesmas Pakandangan tahun 2013 . – Tujuan khusus D. Manfaat penelitian E. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada balita. Sampel pada penelitian adalah seluruh ibu-ibu yang mempunyai balita di korong kampung paneh yaitu sebanyak 91 ibu. Adapun teknik pengambilan sampel adalah random sampling. Pengumpulan data dilakukan secara primer dan sekunder. Dalam penelitian ini yang dijadikan variabel independent adalah perilaku merokok, ventilasi rumah, kepadatan hunian dan variabel dependent adalah kejadian ISPA. Data diolah secara univariat dan bivariat. Penelitian ini direncanakan pada bulan Januari tahun 2013 di Korong Kampung Paneh Wilayah kerja Puskesmas Pakandangan. 1. Bagi puskesmas 2. Bagi instalasi pendidikan 3. Bagi responden 4. Bagi peneliti selanjutny
  • 6. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Infeksi Saluran Pernapasan 1. Pengertian ISPA yaitu pernapasan yang dapat berlangsung sampai dengan 14 hari 2. Penyebab ISPA yaitu disebabkan oleh bakteri atau virus yang masuk ke saluran nafas Penyebab lainnya Faktor Lingkungan Rumah -Pencemaran udara dalam rumah - ventilasi dalam rumah -Kepadatan hunian
  • 7. 3. Faktor resiko Faktor Resiko Faktor Lingkungan - Pencemaran udara dalam rumah - Ventilasi rumah - Kepadatan hunia Faktor Individu Anak -Faktor umur - Berat badan lahir - status gizi Faktor Prilaku
  • 8. BAB III KERANGKA KONSEP A. Kerangka Konsep Variabel Independent Variabel Dependent Prilaku merokok keluarga Ventilasi rumah Kepadatan Hunian Infeksi pernapasan akut pada balita
  • 9. Defenisi Operasional No Variabel Defenisi Operasional Alat Ukur Cara Ukur Hasil Ukur Skala Ukur 1 Perilaku merokok keluarga Kegiatan atau tindakan merokok yang dilakukan oleh anggota keluarga balita di rumah Kuesioner Angket Tidak baik < mean Baik > mean Ordinal 2 Ventilasi rumah Salah satu persyaratan pokok bagi manusia. Rumah atau tempat tinggal Observasidan pengukuran Meteran Tidak memenuhi syarat < 10% dari luas lantai Memenuhi syarat > 10% dari luas lantai Ordinal 3 Kepadan hunian Jumlah anggota keluarga yang mendiami 1 rumah Kuesioner Meteran Kepadatan tinggi = > 2 orang per 8 m2 Kepadatan normal = < 2 orang Ordinal
  • 10. C. Hipotesis penelitian – Terdapat hubungan perilaku merokok keluarga balita dengan kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada balita di Korong Kampung Paneh Wilayah Kerja Puskesmas Pakandangan – Terdapat hubungan ventilasi rumah keluarga balita dengan kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada balita di Korong Kampung Paneh Wilayah Kerja Puskesmas Pakandangan tahun 2013 – Terdapat hubungan kepadatan hunian rumah keluarga balita dengan kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada balita di Korong Kampung Paneh Wilayah Kerja Puskesmas Pakandangan tahun 2013 – Terdapat hubungan infeksi saluran pernapasan akut pada balita di korong kampung paneh wilayah kerja puskesmas pakandangan tahun 2013
  • 11. C. Hipotesis penelitian • Terdapat hubungan perilaku merokok keluarga balita dengan kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada balita di Korong Kampung Paneh Wilayah Kerja Puskesmas Pakandangan •Terdapat hubungan ventilasi rumah keluarga balita dengan kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada balita di Korong Kampung Paneh Wilayah Kerja Puskesmas Pakandangan tahun 2013 •Terdapat hubungan kepadan hunian rumah keluarga balita dengan kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada balita di Korong Kampung Paneh Wilayah Kerja Puskesmas Pakandangan tahun 2013
  • 12. BAB IV METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode penelitian yang dipakai adalah survey analitik. Survey ini adalah suatu survey atau penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi. Didalam penelitian survey analitk ini pendekatan yang dipakai adalah cross sectional study B. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat penelitian akan dilakukan di Korong Kampung Paneh wilayah kerja Puskesmas Pakandangan pada bulan Januari 2013 C. Populasi dan Sampel 1. Populasi Populasi adalah keseluruhan objek dari penelitian (Arikunto 2006, p. 54). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu-ibu yang memiliki balita di Korong Kampung Paneh wilayah kerja Puskesmas Pakandangan yang berjumlah 118 orang 41 2. Sampel Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti (Arikunto, 2006, p.55). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah secara random sampling, jumlah sampel yang di teliti sebanyak 91 responden
  • 13. D. Teknik Pengumpulan Data. E. Teknik Pengolahan data. F. Teknik Analisis Data. 1. Data primer 2. Data sekunder 1. Editing 2. Coding 3. Tabulating 4. Entri 5. Cleaning 1. Analisa Univariat 2. Analisa Bivariat
  • 14. Terima Kasih ^_^