BAB I. PENDAHULUANA. Latar Belakang   Perkembangan zaman yang sangat cepat, mampu menggerakkan perubahan   yang dominan di...
pembelajaran majemuk di sentra-sentra kami rasakan sangat efektif dalam  menarik minat anak untuk terus menggali potensi d...
D. Manfaat  Melalui penulisan karya tulis ini diharapkan ada beberapa manfaat yang dapat  diambil, khususnya bagi:  1. Din...
BAB II. LANDASAN TEORITISA. TEORI KECERDASAN JAMAK  Seorang ahli psikologi perkembangan dan profesor pendidikan dan Gradua...
3. Kecerdasan Musikalitas (Music Smartness): pandai dan peka dalam hal musik4. Kecerdasan Tubuh-Kinestetik (Body Smartness...
kepandaian sang anak. Atas dasar itu, seyogyanya sekolah menerima siswabarunya dalam kondisi apa pun. Tugas sekolahlah men...
B. TEORI PEMBELAJARAN SENTRA  Model BCCT (Bayond Center and Circle Time atau Sentra dan saat lingkaran)  1. Konsep Dasar  ...
c. Memberikan dukungan penuh kepada setiap anak untuk aktif, kreatif, dan      berani mengambil keputusan sendiri;   d. Pe...
a. Penempatan alat main yang tepat memungkinkan anak untuk mandiri,      disiplin, bertanggung jawab, memulai dan mengakhi...
Menata kesempatan main untuk mendukung hubungan sosial yang      positifb. Pijakan Pengalaman Sebelum Main      Membaca bu...
d. Pijakan Pengalaman Setelah Main          Mendukung anak untuk mengingat kembali pengalaman mainnya          dan saling ...
keterampilan pembangunan sifat cair. Anak-anak dapat menggunakan         balok unit (Pratt), palu dengan paku dan kayu, si...
meraba dan mengecap. Lingkungan yang kaya yang banyak memberikanrangsangan mental dapat meningkatkan kemampuan belajar ana...
BAB III. METODE DAN PROSEDUR KERJAA. Strategi Pemecahan Masalah   Pembelajaran majemuk   1. Alasan Pemilihan Strategi Peme...
NATURALISBelajar di alam terbuka dengan binatang atau tanaman sebagai praktek belajar,gejala alam sebagai acuan belajar.IN...
JENIS PERMAINAN YANG DISARANKANMUSIKTape rekaman music, karaoke, alat-alat musikKINESTETIKPermainan rakyat dengan banyak g...
Permainan yang dianjurkan adalah permainan kata-kata, scrabble, TTS,   membuat cerita bergambar, tebakan suara bunyi.2. De...
Anak dibantu menemukan potensi dalam dirinya untuk kemudian diberikan   stimulasi sesuai dengan kecerdasan jamak yang domi...
B. Alat Pengambilan Data   Karya tulis ini adalah merupakan hasil pemikiran/ gagasan/ ide yang muncul   karena adanya peng...
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASANA. Kekhasan/ keunikan ide/ gagasan          Dalam karya tulis ini kami mencoba menghadirkan ha...
Menggabungkan konsep pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus dengan   konsep pendekatan pembelajaran kecerdasan jamak a...
Dalam menerapkan ide/ gagasan kendala yang paling utama adalah   kemampuan guru dalam mendeskripsikan hasil pemotretan spe...
3. Kebiasaan guru menuliskan rencana pembelajaran (lesson plan) sangat      membantu mengasah kemampuan dan kepekaan mengh...
BAB V. KESIMPULAN DAN REKOMENDASIA. Kesimpulan  Berdasarkan paparan dalam karya tulis diatas, dapat disimpulkan beberapa h...
ditindaklanjuti mengingat banyaknya tantangan di lapangan saat   mengaplikasikan beberapa teori yang ada. Fasilitasi dari ...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Lkt paudni materi

2,847

Published on

Published in: Technology, Education
1 Comment
0 Likes
Statistics
Notes
  • UTK GURU2 LKT PAUD NI SELAMAT BERJIHAT ANDA ADALAH KHALIFAH YANG BERTUGAS UNTUK MELURUSKAN HATI KEKASIH-KEKASIH ALLAH YANG DILAHIRKAN DIMUKA BUMI, ALLAHUAKBAR ALHAMDULILLAH...
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
2,847
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
68
Comments
1
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Lkt paudni materi

  1. 1. BAB I. PENDAHULUANA. Latar Belakang Perkembangan zaman yang sangat cepat, mampu menggerakkan perubahan yang dominan di semua aspek kehidupan. Pendidikan adalah salah satu aspek yang didalamnya menyisakan banyak masalah untuk dipecahkan dan dicarikan solusi efektif dan efisien dalam rangka mencetak generasi penerus yang akan mengantarkan bangsa ini ke kursi Internasional. Faktor internal dan eksternal sangat berpengaruh bagi dunia pendidikan, dominan untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Makmurnya suatu negeri yang tercermin dari kenaikan tingkat gizi anak, juga berpengaruh terhadap keaktifan dan kecerdasan anak. Usia emas merupakan beban berat bagi pendidik PAUD, karena di pundak inilah kami merasakan payahnya menyajikan pendidikan yang TOP (pembelajaran Tepat dalam meng- Optimalkan Potensi) Kids (anak). Anak berpotensi pada usia dini hendaklah dapat dioptimalkan, sehingga pada saat kado emas dibuka nantinya akan sesuai dengan harapan. Menggali potensi, dilanjutkan dengan mengoptimalkan dengan cara yang tepat dicoba diterapkan di Kelompok Bermain TOP Kids. Bervisi sebagai “the inspiring school” kami mencoba berbagi melalui karya tulis ini. Menerapkan 1
  2. 2. pembelajaran majemuk di sentra-sentra kami rasakan sangat efektif dalam menarik minat anak untuk terus menggali potensi dirinya.B. Masalah Beberapa permasalahan yang akrab dengan dunia Pendidikan Usia Dini dan sering dijumpai adalah sebagai berikut: 1. Banyaknya anak berpotensi yang belum terakomodir dengan pendidikan yang tepat. 2. Perlunya mengoptimalkan potensi anak dalam rangka menemukan bakat yang akan bermanfaat dalam menyelesaikan masalah (problem solving) 3. Beberapa potensi anak yang muncul dikembangkan dengan cara yang tidak tepat sehingga banyak muncul istilah “anak nakal”C. Tujuan Adapun tujuan dari penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut: 1. Memberikan cara yang tepat dalam rangka mengoptimalkan potensi yang dimiliki anak didik dalam rangka menghadirkan bakat dan membiasakan anak menyelesaikan masalahnya secara mandiri. 2. Membiasakan pembelajaran dengan menyesuaikan gaya belajar siswa dalam pembelajaran majemuk di sentra. 3. Menghadirkan istilah “anak berpotensi” sebagai pengganti istilah “anak nakal” 2
  3. 3. D. Manfaat Melalui penulisan karya tulis ini diharapkan ada beberapa manfaat yang dapat diambil, khususnya bagi: 1. Dinas Pendidikan, dalam tulisan ini kami menghadirkan istilah baru yaitu POTENSI dan BAKAT yang sebetulnya sangat penting untuk ditindaklanjuti mengingat banyaknya tantangan di lapangan saat mengaplikasikan beberapa teori yang ada. Fasilitasi dari Dinas Pendidikan sangat diharapkan dalam rangka mensosialisasikan istilah dimaksud kepada lembaga PAUD yang ada di Indonesia. 2. Pemerhati Pendidikan, kami menyampaikan beberapa hal penting terkait Pendidikan Anak Usia Dini khususnya cara TEPAT dalam menggali potensi agar terasah dan dapat muncul sebagai bakat. 3. Pendidik PAUD, karya tulis ini ditulis berdasarkan pengalaman dalam menerapkan beberapa teori yang ada. Beberapa hikmah dapat diambil dan dijadikan sebagai bahan pembanding dalam mendidik anak usia dini. 4. Orang tua, kami menganggap orang tua adalah mitra yang sangat efektif dalam mendidik anak usia dini. Beberapa pengalaman kami dalam berkomunikasi dengan orang tua, mengindikasikan bahwa setiap anak memang berbeda. Anak memiliki kecerdasan majemuk yang berbeda pada titik optimalisasinya, ada yang unggul dalam hal naturalistik atau mungkin dalam musikal dan jenis kecerdasan yang lain. 3
  4. 4. BAB II. LANDASAN TEORITISA. TEORI KECERDASAN JAMAK Seorang ahli psikologi perkembangan dan profesor pendidikan dan Graduate School of Education, Harvard University, Amerika Serikat, Howard Gardner, mendefinisikan intelegensi atau kecerdasan sebagai kemampuan untuk rnemecahkan persoalan dan menghasilkan produk dalam kondisi yang bermacarn- macam dan situasi yang nyata. Dengan kata lain, intelegensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif. Menurut Gardner, kritenia intelegensi meliputi suatu kemampuan seseorang, baik dalam unsur pengetahuan maupun keahlian yang menunjukkan kemahiran dan keterampilan untuk memecahkan persoalan dan kesulitan yang ditemukan dalam hidupnya. Kecerdasan jamak tersebut adalah: 1. Kecerdasan Bahasa (Word Smartness): pandai mengolah kata-kata 2. Kecerdasan Ruang-Visual (Picture Smartness): pandai membuat persepsi tetitang apa yang dilihat 4
  5. 5. 3. Kecerdasan Musikalitas (Music Smartness): pandai dan peka dalam hal musik4. Kecerdasan Tubuh-Kinestetik (Body Smartness): pandai dalam keterampilanolah tubuh dan gerak5. Kecerdasan Logis-Maternatis (Logic Smartness): pandai dalam Sains dan Matematika6. Kecerdasan Interpersonal (People Smartness): pandai memahami pikiran dan perasaan orang lain7. Keccrdasan Intrapersonal (Self Smartness): pandai dan peka dalam mengenali emosi diri sendiri8. Kecerdasan Lingkungan (Nature Smartness): pandai dan peka dalam mengamati alam9. Kecerdasan Eksistensial (Existence Smartness): pandai dan peka akan makna kehidupan manusia dalam hidup Munif Chatib dalam bukunya Sekolahnya Manusia berusaha menjadikan kecerdasan jamak dalam Konsep MI (Multiple Intelligences) yang menitikberatkan pada ranah keunikan, selalu menemukan kelebihan setiap anak. Lebih jauh, konsep MI percaya bahwa ridak ada anak yang bodoh sebab setiap anak pasti memiliki minimal satu kelebihan. Apabila kelebihan tersebut dapat dideteksi sedari awal, otomatis kelebihan itu adalah potensi 5
  6. 6. kepandaian sang anak. Atas dasar itu, seyogyanya sekolah menerima siswabarunya dalam kondisi apa pun. Tugas sekolahlah meneliti kondisi siswasecara a psikologis dengan cara mengetahui kecenderungan kecerdasan siswamelalui metode riset yang dinamakan Multiple Intelligences Research (MIR).Multiple Intelligences Research (MIR) dan Gaya BelalarAnakDalam scbuah kuliahnya, Bobbi dePortcz, Presidcn Learning ForumCalifornia USA dan penulis berbagai buku tentang quantum (Quant umTeaching, Quantum Learning, dan Quantum Business) menjel askan bahwaproses belajar mengajar yang terjadi antara guru dan siswa dapatdivisualisasikan dengan membayangkan din kita berada di dalam ruanganyang gelap gulita. Ketika sebuah senter dinyalakan. selisih waktu antaramunculnya cahaya yang terpantul di dinding dengan saatjari kitamenekan tombol “on” pada senter tersebut sangat cepat, bahkan hampirbersamaan. Intlah yang dinamakan quantum. Dalam proses pembelajaran,seharusnya kecepatan otak siswa menangkap informasi dan guru adalah1.287 km/jam, sama dengan kecepatan cahaya yang keluar dan senter danmemantul di dinding. Itulah yang dipahami sebagai gaya belajar anak danseharusnya diimbangi dengan cara guru mengajar. 6
  7. 7. B. TEORI PEMBELAJARAN SENTRA Model BCCT (Bayond Center and Circle Time atau Sentra dan saat lingkaran) 1. Konsep Dasar Yang dimaksud dengan model Beyond Center and Circle Time adalah : Suatu metode atau pendekatan dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini dan merupakan perpaduan antara teori dan pengalaman praktik. 2. Tujuan Tujuan dari model Beyond Center and Circle Time adalah sebagai berikut : a. Model ini ditujukan untuk merangsang seluruh aspek kecerdasan anak (kecerdasan jamak) melalui bermain yang terarah. b. Model ini menciptakan setting pembelajaran yang merangsang anak untuk aktif, kreatif, dan terus berpikir dengan menggali pengalamannya sendiri (bukan sekedar mengikuti perintah, meniru, atau menghafal). c. Dilengkapi dengan standar operasional yang baku, yang berpusat di sentra-sentra kegiatan dan saat anak berada dalam lingkaran bersama pendidik, sehingga mudah diikuti. 3. Ciri-ciri dari Model Beyond Center and Circle Time : a. Pembelajarannya berpusat pada anak; b. Menempatkan setting lingkungan main sebagai pijakan awal yang penting; 7
  8. 8. c. Memberikan dukungan penuh kepada setiap anak untuk aktif, kreatif, dan berani mengambil keputusan sendiri; d. Peran pendidik sebagai fasilitator, motivator, dan evaluator; e. Kegiatan anak berpusat di sentra-sentra main yang berfungsi sebagai pusat minat; f. Memiliki standar prosedur operasional (SPO) yang baku (baik di sentra maupun saat di lingkaran); g. Pemberian pijakan sebelum dan setelah anak bermain dilakukan dalam posisi duduk melingkar (dalam lingkaran).4. Model ini menggunakan 3 jenis main a. Main Sensorimotor Anak main dengan benda untuk membangun persepsi. b. Main Peran Anak bermain dengan benda untuk membantu menghadirkan konsep yang sudah dimilikinya. c. Main Pembangunan Anak bermain dengan benda untuk mewujudkan ide/gagasan yang dibangun dalam pikirannya menjadi sesuatu bentuk nyata. 5. Penataan Lingkungan Main 8
  9. 9. a. Penempatan alat main yang tepat memungkinkan anak untuk mandiri, disiplin, bertanggung jawab, memulai dan mengakhiri main, klasifikasi b. Penataan alat dan bahan selama main seharusnya mendukung anak untuk membuat keputusan sendiri, mengembangkan ide, menuangkan ide menjadi karya nyata, mengembangkan kemampuan sosial c. Penataan alat dan bahan main memungkinkan anak main sendiri, main berdampingan, main bersama dan main bekerjasama6. Pijakan Pengalaman Main Pijakan ini dilakukan berdasarkan perkembangan anak. Empat tahap untuk pijakan pengalaman main yang bermutu : a. Pijakan Lingkungan Main Mengelola awal lingkungan main dengan bahan-bahan yang cukup (tiga tempat main untuk setiap anak) Merencanakan untuk intensitas dan densitas pengalaman Memiliki berbagai bahan yang mendukung tiga jenis main Sensorimotor, pembangunan dan main peran Memiliki berbagai bahan yang mendukung pengalaman keaksaraan 9
  10. 10. Menata kesempatan main untuk mendukung hubungan sosial yang positifb. Pijakan Pengalaman Sebelum Main Membaca buku yang berkaitan dengan pengalaman atau mengundang nara sumber Menggabungkan kosakata baru dan menunjukkan konsep yang mendukung standar kinerja Memberikan gagasan bagaimana menggunakan bahan-bahan Mendiskusikan aturan dan harapan untuk pengalaman main Menjelaskan rangkaian waktu main Mengelola anak untuk keberhasilan hubungan sosial Merancang dan menerapkan urutan transisi mainc. Pijakan Pengalaman Main Setiap Anak Memberikan anak waktu untuk mengelola dan meneliti pengalaman main mereka Mencontohkan komunikasi yang tepat Memperkuat dan memperluas bahasa anak Meningkatkan kesempatan sosialisasi melalui dukungan hubungan teman sebaya Mengamati dan mendokumentasikan perkembangan dan kemajuan main anak 10
  11. 11. d. Pijakan Pengalaman Setelah Main Mendukung anak untuk mengingat kembali pengalaman mainnya dan saling menceritakan pengalaman mainnya. Menggunakan waktu membereskan sebagai pengalaman belajar positif melalui pengelompokkan, urutan, dan penataan lingkungan main secara tepat.7. Dua hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan BCCT, yaitu : a. INTENSITAS BERMAIN Sejumlah waktu yang diperlukan anak untuk pengalaman dalam tiga jenis main sepanjang hari dan sepanjang tahun. Contoh: Anak-anak dibolehkan untuk memilih dari serangkaian kegiatan main setiap hari yang menyediakan kesempatan untuk terlibat dalam main peran, pembangunan, dan sensorimotor. b. DENSITAS BERMAIN Berbagai macam cara setiap jenis main yang disediakan untuk mendukung pengalaman anak. Contoh: Anak dapat menggunakan cat di papan lukis, nampan cat jari, cat dengan kuas kecil di atas meja, dan sebagainya, untuk melatih 11
  12. 12. keterampilan pembangunan sifat cair. Anak-anak dapat menggunakan balok unit (Pratt), palu dengan paku dan kayu, sisa-sisa bahan bangunan dengan lem tembak, dan Lego untuk berlatih keterampilan pembangunan terstruktur.C. TEORI PEMBELAJARAN MELALUI BERMAIN Thomas Armstrong, dibukunya The Best School menyarankan pendidik agar berfokus pada satu kebutuhan perkembangan tertentu di setiap tingkatan utarna pendidikan formal: pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas. Bermain adalah kebutuhan penting bagi anak pra-sekolah dan taman kanak-kanak. Saya juga menganjurkan untuk meninggalkan tekanan tinggi kegiatan akademik pada perididikan anak usia dini karena membahayakan perkembangan dan pertumbuhan mereka. Sedangkan Anggani Sudono dkk dalam bukunya Pengembangan Anak Usia Dini menyatakan bahwa anak adalah pembelajar yang aktif. Belajar bagi anak adalah segala sesuatu yang dikerjakannya ketika anak bermain. Bermain adalah wahana belajar dan bekerja secara alamiah bagi anak. Anak Usia Dini senang memerhatikan, mencium, membuat suara, 12
  13. 13. meraba dan mengecap. Lingkungan yang kaya yang banyak memberikanrangsangan mental dapat meningkatkan kemampuan belajar anak. Lingkungandemikian akan menumbuhkan minat anak dan menggiatkan mereka aktifbelajar. Selain itu anak akan lebih berhasil belajar jika apa yang dipegangnyasesuai dengan minat, kebutuhan dan kemampuannya. Anak lebih mudahbelajar jika pengalaman belajar sejalan dengan kematangan mental atau sesuaiperkembangannya. Pengalaman yang berlebihan akan menakutkan anak,tetapi sebaliknya pengalaman yang sangat minim akan membosankan anak.Drost dkk dalam bukunya Perilaku Anak Usia Dini menambahkan bermainadalah pekerjaan anak. Orang sering kali berdebat tentang belajar danbermain. Ada sebagian pihak yang percaya bahwa dengan belajar(akademik) anak usia dini akan lebih siap untuk sekolah. Program yangterlaju menitikberatkan pada keberhasãlan akademik (menulis, membaca, danberhitung) dengan metode instruksi dan guru hanya akan berhasil untukjangka pendek dan kurang mendukung keberhasilan anak baik di sekolahmaupun kehidupan selanjutnya. Sebaliknya, program yang kaya denganpengalaman bermain, yang merangsang keterampilan soslal dan emoslonalpada anak usia prasekolah berpengaruh sangat positif pada perkembanganintelektual anak. 13
  14. 14. BAB III. METODE DAN PROSEDUR KERJAA. Strategi Pemecahan Masalah Pembelajaran majemuk 1. Alasan Pemilihan Strategi Pemecahan Masalah Pemilihan special moment sebagai strategi dalam pemecahan masalah adalah karena melalui saat-saat berkesan tersebut akan diketahui apakah anak telah benar-benar merasakan hak mereka untuk bermain di sentra yang didalamnya akan mengembangkan kecerdasan jamak. Berdasarkan catatan tersebut akan digali informasi potensi apa yang seharusnya dikembangkan terhadap anak berdasarkan kecenderungan dari kecerdasan jamak yang dimiliki anak. Berikut adalah data tentang kecenderungan gaya belajar anak dan permainan yang disarankan berdasarkan kecerdasan jamak. KECENDERUNGAN GAYA BELAJAR ANAK MUSIK Belajar dengan konsep music, alat music, menghubungkan music dengan konsep tertentu. KINESTETIK Belajar dengan aktivitas, drama, respon tubuh, membuat kerajinan tangan. 14
  15. 15. NATURALISBelajar di alam terbuka dengan binatang atau tanaman sebagai praktek belajar,gejala alam sebagai acuan belajar.INTRAPERSONALBelajar sendiri, keinginan untuk mengekspresikan diri, kegiatan individual,menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan pribadi.SPASIALBelajar dengan gambar, dengan proses membayangkan, suka dengan warna,belajar dengan metafora gambar, berkunjung ke museum.INTERPERSONALBelajar dengan kerja kelompok, suka memecahkan masalah, simulasi,mengadakan sebuah kegiatan.MATEMATIK LOGICBelajar dengan angka-angka, computer, membuat hipotesa/ perkiraan,memecahkan masalah atau studi kasus.LINGUISTIKMembiasakan anak anda belajar dengan cara membaca, menulis, berdebat,berbicara di depan umum, bercerita, merekam dengan kaset. 15
  16. 16. JENIS PERMAINAN YANG DISARANKANMUSIKTape rekaman music, karaoke, alat-alat musikKINESTETIKPermainan rakyat dengan banyak gerakan, outbond, permainan pertukangan,olah raga, layang-layang, trik sulap, mainan rumah-rumahanNATURALISMemelihara hewan atau tanaman, mengoleksi daun-daunanINTRAPERSONALMenulis buku harian, koleksi benda-benda, mencari bakat di buku telepon.SPASIALPermainan tebak-tebakan gambar, bongkar pasang, win lose or draw, Lego,nitendo, PS.INTERPERSONALMendiskusikan suatu tema dengan keluarga, membuat table permasalahan,bertanya kepada orang tentang suatu hal, mendatangi panti asuhan.MATEMATIK LOGICPermainan yang dianjurkan adalah teka-teki, domino, dam-daman, catur,monopoli, Othello, nitendo, PS.LINGUISTIK 16
  17. 17. Permainan yang dianjurkan adalah permainan kata-kata, scrabble, TTS, membuat cerita bergambar, tebakan suara bunyi.2. Deskripsi Strategi Pemecahan Masalah Munif Chatib dalam bukunya Sekolahnya Manusia, mendefinisikan special moment, saat-saat Istimewa, yaitu pengalaman dalam proses pembelajaran ketika seorang guru menemukan saat-saat yang berkesan dalam pekerjaannya. Sebuah aktivitas belajar yang mampu mengubah kesulitan pemahaman seorang siswa karena beberapa hal, menjadi mudah, dan akhirnya siswa tersebut bisa memahami dengan baik materi yang diajarkan. Deskripsi strategi pemecahan masalah kami sajikan dalam bentuk bagan agar lebih mudah di pahami. Penemuan special moment akan terus dilakukan selama anak masih dalam usia pendidikan anak usia dini. Penggambaran bagan yang bersifal loop (pengulangan) sangat sesuai dengan teori kecerdasan dengan system sentra. Pengalaman yang mengesankan didapat berdasarkan intensitas (pengulangan) dan ragam mainan (densitas) berupa jenis permainan yang disarankan. 17
  18. 18. Anak dibantu menemukan potensi dalam dirinya untuk kemudian diberikan stimulasi sesuai dengan kecerdasan jamak yang dominan. Pengoptimalan potensi secara terus menerus akan memunculkan bakat yang terkadang secara kasat mata tidak terlihat. Adapun proses penemuan special moment tergambar dalam bagan berikut: Anak bermain di sentra a d Guru menuliskan Mengoptimalkan special moment melalui permainan yang disarankan b c kecenderungan anak berdasarkan kecerdasan jamakKecenderungan anak yang muncul adalah kecerdasan yang cukup dominan padakecerdasan jamaknya. Mengoptimalkan kecerdasan yang paling dominannantinya akan mengangkat kecerdasan jamak lainnya dalam mendukungkecerdasan yang dominan sebagai potensi yang terasah menjadi bakat. 18
  19. 19. B. Alat Pengambilan Data Karya tulis ini adalah merupakan hasil pemikiran/ gagasan/ ide yang muncul karena adanya pengalaman yang sangat menarik dan unik saat berinteraksi dengan anak saat proses belajar mengajar. Alat pengambilan data dirasa perlu dalam rangka mendapatkan data yang valid untuk selanjutnya dituangkan dalam bentuk karya tulis. Data yang diambil bukanlah data yang nantinya akan diteliti lebih lanjut ataupun berupa penelitian tindakan, namun data yang dimaksud berupa catatan harian guru yang kemudian dideskripsikan lebih jelas dengan mengaitkan dengan teori yang ada. Catatan harian guru didalamnya memuat special moment, yaitu catatan tentang perilaku anak yang sangat mengesankan dan diluar kebiasaan anak.C. Pengolahan dan Penganalisisan Data Data yang ada diolah dan dianalisis dengan beberapa teori terkait, selanjutnya diambil kesimpulan terkait dengan Pendekatan Pembelajaran Kecerdasan Jamak untuk anak usia dini( focus metode pembelajaran melalui bermain di sentra-sentra). 19
  20. 20. BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASANA. Kekhasan/ keunikan ide/ gagasan Dalam karya tulis ini kami mencoba menghadirkan hal baru berupa GAYA MENGAJAR = CARA BELAJAR yang merupakan teori yang dihadirkan oleh Munif Chatib, penulis buku Best Seller Sekolahnya Manusia. Kelompok Bermain TOP Kids yang telah menerapkan konsep sentra seutuhnya sejak tahun 2009 (saat mendapatkan Pusat Unggulan PAUD Kecamatan) mampu menghadirkan kekhasan dalam memberikan pembelajaran. Pembelajaran di sentra mampu mengakomodir kecerdasan jamak anak usia dini, special moment adalah potret yang dilakukan oleh guru untuk mengetahui keunikan anak. Setiap anak memiliki kecerdasan jamak, namun setiap anak juga mempunyai special moment yang menunjukkan kecerdasan yang lebih dominan. Catatan anekdot yang diwajibkan bagi guru lebih dimaksimalkan lagi dengan adanya catatan special moment. Memberikan potret kepada anak saat kondisi terbaik, sehingga memberikan motivasi bagi guru untuk dapat membantu anak mencapai indikator yang disyaratkan.B. Keinovasian ide/ gagasan Ide/ gagasan yang muncul terinspirasi dari keberhasilan guru SLB yang berhasil mengantarkan anak didiknya menemukan bakat yang memukau. 20
  21. 21. Menggabungkan konsep pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus dengan konsep pendekatan pembelajaran kecerdasan jamak anak usia dini (focus metode pembelajaran melalui bermain di sentra-sentra), kami menghadirkan konsep “sekolahku inspirasiku”. Pembelajaran di sentra menghadirkan pembelajaran yang mampu menghadirkan inspirasi melalui special moment. Ragam mainan (densitas) yang ada dihadirkan dengan menyisipkan minimal 3 kecerdasan didalamnya. Bermain dalam satu sentra mampu menghadirkan semua kecerdasan jamak, setiap hari dari satu sentra ke sentra selalu dibayangi dengan kecerdasan jamak. Adapun mapping keragaman nampak dari tabel berikut: Ketakutan orang tua akan kebosanan anak saat menyekolahkan anak pada usia dini pun terkikis. Bermain di sentra dengan menghadirkan kecerdasan majemuk sangatlah menyenangkan, potret special moment dari guru adalah hal yang sangat mengharukan bagi orang tua.C. Kendala – kendala yang dihadapi dalam menerapkan ide/ gagasan 21
  22. 22. Dalam menerapkan ide/ gagasan kendala yang paling utama adalah kemampuan guru dalam mendeskripsikan hasil pemotretan special moment. Secara lebih spesifik kendala yang dihadapi adalah sebagai berikut: 1. Pola pikir guru yang belum sama tentang apa itu kecerdasan 2. Special moment kadang hanya dikaitkan dengan kemampuan kognitif saja, dengan mengabaikan aspek psikomotor dan afektif 3. Kemampuan guru dalam menuliskan special moment dan memberikan jenis permainan yang tepat 4. Pengkondisian anak dalam satu kelompok yang belum dikelompokkan berdasarkan kecenderungan berdasar kecerdasan jamakD. Faktor – Faktor pendukung dalam menerapkan ide/ gagasan Meski terdapat beberapa kendala, sebetulnya masih dapat teratasi dengan adanya faktor pendukung dalam menerapkan gagasan/ ide. Factor pendukung yang optimal dirumuskan dalam uraian berikut: 1. Semangat guru untuk terus belajar melalui beberapa media, salah satu yang sangat membantu adalah melalui bedah buku teragenda (2 pekan sekali) dengan sesame teman guru. 2. Pembelajaran anak usia dini lebih dominan pada aspek psikomotor dan afektif, sehingga meminimalkan special moment pada aspek kognitif saja 22
  23. 23. 3. Kebiasaan guru menuliskan rencana pembelajaran (lesson plan) sangat membantu mengasah kemampuan dan kepekaan menghadirkan special moment yang elegan 4. Jumlah anak yang dibagi berdasarkan usia dan kelas-kelas di sentra yang mensyaratkan jumlah ideal anak 6-8, sangat membantu dalam memberikan permainan yang sesuai dengan kecenderungan anak berdasarkan keccerdasan jamakE. Tindak lanjut/ rencana desiminasi dalam menerapkan ide/ gagasan Penerapan ide/ gagasan pada karya tulis ini sudah mengagendakan tugas besar selanjutnya. Anak yang telah ditemukan special momentnya akan terus dioptimalkan sesuai dengan kecenderungan dominan pada kecerdasan jamak dengan target: 1. Anak mampu menemukan bakat dari potensi yang ditemukan melalui kecenderungan kecerdasan yang dominan 2. Anak yang telah menemukan bakatnya dapat menggali potensi berdasarkan kecerdasan yang ke dua, dan seterusnya 3. Anak berbakat dapat menjadikan bakat tersebut menjadi profesi 4. Profesi anak ketika dewasa dapat dibalut dengan bakat lain dari kecerdasan jamak 23
  24. 24. BAB V. KESIMPULAN DAN REKOMENDASIA. Kesimpulan Berdasarkan paparan dalam karya tulis diatas, dapat disimpulkan beberapa hal penting yang sebelumnya menjadi permasalahan dalam karya tulis ini.Adapun kesimpulan tersebut adalah sebagai berikut: 1. Banyaknya anak berpotensi yang terakomodir dengan pendidikan yang tepat akan menjadi anak yang berbakat 2. Mengoptimalkan potensi anak dalam rangka menemukan bakat yang akan bermanfaat dalam kehidupan anak ketika mereka dewasa, karena bakat dapat dijadikan sebagai profesi 3. Potensi anak yang muncul dikembangkan dengan cara yang tepat sehingga tidak lagi muncul istilah “anak nakal” namun diganti dengan istilah “anak berbakat”B. Rekomendasi Berdasarkan penyusunan karya tulis ini, melalui ide/ gagasan yang kami paparkan terkait dengan Pendekatan Pembelajaran Kecerdasan Jamak Anak usia Dini (focus metode pembelajaran melalui bermain di sentra-sentra) kami rekomendasikan hal-hal berikut: 1. Dinas Pendidikan, dalam tulisan ini kami menghadirkan istilah baru yaitu POTENSI dan BAKAT yang sebetulnya sangat penting untuk 24
  25. 25. ditindaklanjuti mengingat banyaknya tantangan di lapangan saat mengaplikasikan beberapa teori yang ada. Fasilitasi dari Dinas Pendidikan sangat diharapkan dalam rangka mensosialisasikan istilah dimaksud kepada lembaga PAUD yang ada di Indonesia.2. Pemerhati Pendidikan, kami menyampaikan beberapa hal penting terkait Pendidikan Anak Usia Dini khususnya cara TEPAT dalam menggali potensi agar terasah dan dapat muncul sebagai bakat.3. Pendidik PAUD, karya tulis ini ditulis berdasarkan pengalaman dalam menerapkan beberapa teori yang ada. Beberapa hikmah dapat diambil dan dijadikan sebagai bahan pembanding dalam mendidik anak usia dini.4. Orang tua, kami menganggap orang tua adalah mitra yang sangat efektif dalam mendidik anak usia dini. Beberapa pengalaman kami dalam berkomunikasi dengan orang tua, mengindikasikan bahwa setiap anak memang berbeda. Anak memiliki kecerdasan majemuk yang berbeda pada titik optimalisasinya, ada yang unggul dalam hal naturalistik atau mungkin dalam musikal dan jenis kecerdasan yang lain. 25

×