Makalah Kehidupan Beragama di Lingkungan Keluarga
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Makalah Kehidupan Beragama di Lingkungan Keluarga

on

  • 6,741 views

 

Statistics

Views

Total Views
6,741
Views on SlideShare
6,741
Embed Views
0

Actions

Likes
6
Downloads
165
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Makalah Kehidupan Beragama di Lingkungan Keluarga Makalah Kehidupan Beragama di Lingkungan Keluarga Document Transcript

  • TUGAS MANDIRIKEHIDUPAN BERAGAMA DI LINGKUNGAN KELUARGA Mata Kuliah: Pendidikan Agama Kristen Nama Mahasiswa : Parningotan Panggabean NIM : 110210225 Dosen : Tim Dosen UNIVERSITAS PUTERA BATAM 2012
  • KATA PENGANTAR Puji Syukur penulis senantiasa panjatkan kepada Tuhan yangMaha Esa yang telah melimpahkan rahmat-NYA sehingga penulis dapatmenyusun makalah ini dengan judul “Kehidupan Beragama di LingkunganKeluarga”. Penulis sangat bersyukur sekali karena dapat menyelesaikanmakalah ini guna memenuhi persyaratan untuk memperoleh nilai tugasmandiri Pendidikan Agama Kristen pada Fakultas Teknik InformatikaUniversitas Putera Batam. Makalah ini membahas tentang kehidupan beragama di lingkungankeluarga serta langsung memberi pemecahan masalah terhadap masalah-masalah yang timbul dalam kehidupan keluarga. Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh darisempurna,untuk itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangatsaya harapkan dan di harapakan sebagai umpan balik yang positif demiperbaikan di masa mendatang.Harapan saya semoga Makalah inibermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan khusunya di bidangilmu Pendidikan Agama Kristen. Akhir kata,penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagisemua pihak yang membutuhkan. Batam, Juni 2012 Penulis
  • DAFTAR ISIKATA PENGANTAR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . iDAFTAR ISI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . iiBAB I PENDAHULUAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1LANDASAN TEORI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1BAB II PEMBAHASAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2 A. Keluarga Ilahi Apakah di Negara Asal . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2 B. Hubungan Suami-Istri . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .4 C. Hubungan Istri Kepada Suami . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5 D. Hubungan Orang Tua Untuk Anak-Anak Mereka . . . . . . . . . . . 6 E. Hubungan Anak-Anak Kepada Orang Tua Mereka . . . . . . . . . .7Keunikan Peran Orang Tua Di Dalam Pendidikan Kristen. . . . . . . . . . . . 9Pembentukan Keperibadian Anak . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 10 A. Agape Sebagai Dasar . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 11 B. Disiplin Dan Tanggung Jawab . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 12Hidup Dalam Suasana Kehadiran Kristus . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 13Family Altar . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 16BAB IIIPENUTUP . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 19 Kesimpulan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 19DAFTAR PUSTAKA . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .21
  • BAB I PENDAHULUAN Kehidupan keluarga saat ini berada di bawah pengepungan.Keluarga dilanda oleh perceraian,krisis dalam peran, ketidakhadiran orangtua, rincian dari otoritas, keasyikan dengan hal-hal,waktu yang tidakmemadai bersama-sama, tekanan keuangan, dan sejumlah masalahlain.Alkitab mengajarkan bahwa institusi keluarga adalah asal dan tujuanilahi. Alkitab jugamemberikan panduan untuk hubungan baik dalamkeluarga.LANDASAN TEORI Dalam bab ini penulis akan menuangkan data-data teoritis yangberhubungan dengan pokok-pokok penelitian. Dalam bab ini akan dibahasmengenai keluarga ilahi apakah di negara asal,hubungan suami istrimenurut agama,hubungan orang tua untuk anak-anaknya,kasih agape dilingkungan keluarga,hidup dalam suasana kehadiran kristus di lingkungankeluarga,pembentukan ke pribadian anak menurut agama,dan akanmembahas bagaimana membuat suatu keluarga hidup dalam ajaranagama masing-masing serta memupuk kehidupan beragama yang rukundi lingkungan keluarga. Masalah Pendidikan Agama Kristen sebagai upaya pembinaanwarga jemaat akhir-akhir ini banyak digalakkan dan dihidupkan ulang dikalangan umat kristiani. Hal ini nampak dari bermacam-macam kegiatanyang mewarnai denyut jantung kehidupan di berbagai gereja maupunpersekutuan-persekutuan, di mana semuanya mengarah pada satu tujuanyang sama, yaitu pembinaan warga jemaat dan membuat suatu jalinanumat bergama yang baik di tengah-tengah lingkungan keluarga.
  • BAB II PEMBAHASAN Sebuah komitmen dengan ajaran Alkitab dan prinsip-prinsipmemberikan harapan terbaik hari ini untuk pemulihan kehidupan keluarga.A. Keluarga Ilahi Apakah di Negara Asal 1.Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya sendiri. "Kemudian Allah berkata, Baiklah Kita menjadikan manusiamenurut gambar Kita, menurut rupa Kita" .Maka Allah menciptakanmanusia itu menurutgambar-Nya; Dia menciptakan dia dalam gambarAllah, Dia menciptakanmereka laki-laki dan perempuan "(Kejadian 1:26 -27).Lalu Tuhan Allah membentuk manusia dari debu tanah, danmeniupkan kedalam lubang hidungnya napas kehidupan, dan manusiamenjadi makhluk yang hidup"(Kejadian 2:7). 2. Tuhan menciptakan manusia sehingga kebutuhan danmenemukan kepuasandalam persahabatan manusia."Tuhan berkata," Tidak baik, kalau manusia seorang diri saja, akuakanmembuatnya cocok penolong baginya "(Kejadian 2:18).3. 3. Allah memulai unit keluarga pertama. Jadi TUHAN Allah membuat manusia itu tidur mendalam untukdatang keorang itu, dan ia tidur. Allah mengambil salah satu rusuk daripadanya danmenutup daging di tempat itu. Lalu TUHAN Allah membuatDia rusuk yangdiambil dari pria menjadi wanita dan membawanya kemanusia "(Kejadian2:21-22).
  • 1.1. Keluarga Ilahi Apakah di Tujuan.Allah menciptakan keluarga,dan Dia memiliki tujuan ilahi untuk itu. Setelah tujuan- Nya untukpernikahan dan kehidupan keluarga memberi kita kesempatan terbaikuntuk pemenuhan keluarga.4. 4. Persahabatan adalah tujuan dasar Allah untuk pernikahan dankehidupankeluarga. Seks adalah Allah ditahbiskan cara mengatasikesepian penting darieksistensi manusia."Lalu TUHAN Allah berkata,"Tidak baik manusia itu seorang diri saja. Akuakan membuat penolongyang seperti dia "(Kejadian 2:18). "Inilah sebabnya mengapa seorang laki-laki meninggalkan ayahdan ibunyadan obligasi dengan istrinya, dan mereka menjadi satu daging"(Kejadian2:24)."Tidakkah kamu baca," Dia [Yesus] menjawab, bahwa Diayang menciptakanmereka pada awalnya membuat mereka laki-laki danperempuan, dan Dia jugamengatakan: Untuk alasan ini seorang pria akanmeninggalkan ayahnya danibunya dan bergabung dengan istrinya, dandua akan menjadi satu daging,Jadi mereka bukan lagi dua, melainkansatu daging. Oleh karena itu apa yangAllah telah bergabung bersama-sama, manusia tidak harus memisahkan"(Matius 19:4-6). 5. Prokreasi merupakan tujuan dasar dari Tuhan untuk keluarga. "Allah memberkati mereka, dan Allah berkata kepada mereka,"Jadilah berbuah, berkembang biak, memenuhi bumi ... "(Kejadian1:28)."Anak-anak memang warisan dari Tuhan, anak-anak, hadiah ...Seperti anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak ... Happyadalah orang yang telah memenuhi bergetar dengan mereka" (Mazmur127:3-5).6. 6. Pemeliharaan masih satu tujuan dasar dari Tuhan untukkeluarga.
  • "Sekarang jika orang tidak memeliharakan sanak sendiri, danterutama untuk rumah tangga, dia telah murtad dan lebih buruk dari orangyang tidak beriman" (1 Timotius 5:8). "Dia juga berkata kepada mereka, Anda benar-benar membatalkanperintahAllah untuk menjaga tradisi Anda! Karena Musa telah berkata:Hormatilahayahmu dan ibumu, dan, Barangsiapa mengutuki ayahnya atauibunya harusdihukum mati. Tetapi kamu berkata, "Jika seorang priamengatakan kepadaayah atau ibunya: Apapun menguntungkan Andamungkin telah menerimadari saya adalah Corban" (yaitu, hadiah[berkomitmen untuk kuil]), Andatidak lagi membiarkan dia melakukanapapun untuk nya ayah atau ibu. Andamencabut firman Tuhan dengantradisi Anda bahwa Anda telah diturunkan.Dan Anda melakukan banyakhal lain yang serupa "(Markus 7:9-13) . 1.2. Alkitab Berisi Prinsip Ilahi untuk Hubungan KeluargaBaik.Tujuan Tuhan bagi keluarga telah ditantang, tetapi mereka belumberubah. DalamAlkitab, Tuhan memberikan prinsip-prinsip dan kekuatandengan mana tujuan-Nyauntuk keluarga bisa terpenuhi.B. Hubungan Suami-Istri 7. Panggilan Alkitab untuk hubungan pernikahan akan ditandaidengan penyerahan bersama dan sukarela dalam saling menghormati dankepercayaan."... Mengirimkan satu sama lain dalam takut akan Kristus"(Efesus 5:21).8. 8. Alkitab menyebut untuk pemenuhan timbal balik dalamhubungan seksualdalam hubungan pernikahan. "Seorang suami harus memenuhi kewajiban perkawinannyakepada istrinya,dan juga seorang istri kepada suaminya. Seorang istritidak memiliki otoritasatas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya tidak. Sama,
  • suami tidak memilikiotoritas atas tubuhnya sendiri, tetapi istrinya tidak "(1Korintus 7:3-4).9. 9.Alkitab panggilan untuk kesetiaan timbal balik dalam hubunganmonogami."Pernikahan harus dihormati oleh semua, dan ranjangpernikahan tetap bersih,karena Allah akan menghakimi orang tidakbermoral dan pezinah" (Ibrani13:4)."Jangan berzinah" (Keluaran20:14).10.C. Hubungan Istri Kepada Suami.a. Dia adalah mencintainya "Wanita yang lebih tua adalah untuk mendorong wanita mudauntukmengasihi suami mereka sehingga pesan Tuhan tidak akandifitnah" (Titus2:03 - 5).b. Dia harus responsif terhadap kepemimpinannya "Istri,tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karenasuamiadalah kepala istri seperti juga Kristus adalah kepala gereja. DiaadalahJuruselamat tubuh. Sekarang sebagaimana jemaat tundukkepadaKristus, sehingga istri-istri harus [menyerahkan] kepada suamidalamsegala sesuatu "(Efesus 5:22-24)."Istri, dengan cara yang sama,mengajukan diri untuk suami Andasendiri sehingga, bahkan jika beberapatidak mematuhi [Kristen] pesan, mereka mungkin dimenangkan tanpapesan dengan cara hidupistri-istri mereka, ketika mereka mengamatimurni Anda, kehidupanhormat "(1 Petrus 3:1-2). Allah memerintahkan bahwa istri-apakah menikah dengan orangpercaya atau non-percaya-harus berusaha untukmenghormatikepemimpinan suami mereka. Bagian ini menunjukkanbahwa hidupyang patut diteladani istri dapat menyebabkan suami merekayangtidak percaya untuk datang mengenal Kristus secara pribadi.
  • Sebuahhidup yang dipenuhi Roh dapat menghukum dan jugamenyediakansebuah platform untuk berbagi Injil. Bagian ini,bagaimanapun, tidak menunjukkan bahwa istri harus mematuhi suaminyaketika tindakanseperti itu akan membatalkan atau kompromi kesaksianKristen nya.c. Dia menghormatinya."Istri adalah menghormati suaminya" (Efesus 5:33).Hubungan suami untukistri..Dia adalah untuk mencintainya "Hai suami, kasihilah istrimu, sama seperti juga Kristustelahmengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri baginya Dalamcarayang sama, suami harus mengasihi isterinya sama sepertitubuhnyasendiri ... masing-masing dari Anda adalah untuk mengasihiistrinyaseperti dirinya sendiri ..." (Efesus 5:25, 28, 33).a. Ia harus berkomitmen untuk itu. "Untuk alasan ini seorang pria akan meninggalkan ayahnya danibunyadan bersatu dengan istrinya, dan dua akan menjadi satudaging"(Efesus 5:31). b.b. Ia menjadi perhatian dari dirinya. "Suami, dengan cara yang sama, hidup dengan istri Anda denganpemahaman sifat lemah mereka belum menunjukkan merekamenghormatisebagai co-pewaris dari kasih karunia kehidupan,sehingga doa-doa Andatidak akan terhalang" (1 Petrus 3:7).D. Hubungan orang tua untuk anak-anak mereka1. Orangtua bertanggung jawab untuk mengajar anak-anak mereka
  • "Kata-kata bahwa saya memberi Anda saat ini berada di hati Anda.Ulangimereka untuk anak-anak Anda. Bicara tentang mereka ketika Andaduduk dirumah Anda dan ketika Anda berjalan di sepanjang jalan, ketikaAnda berbaring dan saat Anda bangun "(Ulangan 6:6-7).2. Orang tua harus melatih anak-anak. "Mengajarkan seorang pemuda tentang cara ia harus pergi, bahkanketika iasudah tua ia tidak akan menyimpang dari itu" (Amsal 22:6).3. Anak-anak membutuhkan disiplin yang penuh kasih. "Dan ayah, jangan membangkitkan amarah pada anak-anak Anda,tetapididiklah mereka dalam pelatihan dan pengajaran Tuhan" (Efesus6:4).4. Anak-anak membutuhkan contoh yang layak."... Jelas mengingat iman yang tulus Anda yang pertama hidup didalamnenekmu Lois, maka di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakinada di dalamkamu juga" (2 Timotius 1:5)."Uzia ... melakukan apa yang benar di mata Tuhan sebagai Amazia,ayahnyatelah dilakukan" (2 Tawarikh 26:3-4).E. Hubungan anak-anak kepada orang tua mereka1. Anak-anak untuk menghormati orangtua mereka. "Hormatilah ayahmu dan ibumu sehingga Anda mungkin memilikiumur yang panjang di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu"(Keluaran20:12).Anak-anak harus menaati orang tua mereka."Anak-anak, taatilah orangtuamu di dalam Tuhan, karena ini adalah benar"(Efesus 6:1)."Anak-anak,
  • taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena ini menyenangkandi dalamTuhan" (Kolose 3:20).2. Anak-anak belajar dari orangtua mereka."Dengar, anak saya, untuk instruksi ayahmu, dan jangan menolakajaranibumu" (Amsal 1:8).3. Anak-anak untuk menyediakan bagi orang tua yang membutuhkanmereka. "Tetapi jika ada janda memiliki anak atau cucu, mereka harusbelajar untuk mempraktekkan agama mereka terhadap keluarga merekasendiri pertama danuntuk membayar orang tua mereka, untuk inimenyenangkan Tuhan" (1Timotius 5:4). Anak merupakan berkat khusus yang Tuhan percayakan kepadasebuah keluarga.Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalamhubungan antara orang tua dan anak.a. Kasih yang merata Setiap manusia merupakan gambar Allah, dan mempunyaikekayaan kepribadian tersendiri.Hal itu menjadi tantangan untukpendidikan anak-anak agar orang tua menggali, menghargai,danmengembangkan setiap bakat anak. Banyak anak mengalami frustrasidalam perkembangannya karena diberi cap tertentu oleh orang tuanya.Mereka terus dibandingkandengan kakak atau adiknya, sehingga hargadiri tertekan. Tekanan itu dapat membentuk jiwa pemberontak. Akibat kasih yang tidak merata dan tidak adanya kesatuan antarakedua orang tua makaakibatnya akan dipanen pada masa mendatang(contoh Ishak dan Ribka) Alkitab mengajarkan bahwa Allah tidakmemandang bulu, dan para tuan dan para hambadiperingatkan bahwaTuhan mereka adalah Tuhan yang tidak memandang muka´ (Roma2:11;
  • Efesus 6:9). Dengan demikian setiap orang tua Kristen harus mengasihianak-anaknyatanpa Pilih kasih.b. Menerima kehadiran anak dengan sukacita Suami dan istri harus menerima kehadiran anak dengan rasasukacita, hal tersebut menjadititik tolak yang menentukan dalampendidikan orang tua terhadap anak dan juga menentukandalamperkembangan anak itu sendiri (contoh Yusuf).Banyak anak mengalamikomplikasi jiwa, bilamana mereka makin lama makin menyadari bahwakehadiran mereka sebenarnya tidak diinginkan oleh orang tuanya. Merekahaus akankasih dan mencari kompensasi kasih di luar rumahnya.c. Mendidik anak secara bersama Mendidik anak bukanlah sesuatu yang mudah. Orang tua dituntutdalam seluruhkepribadiannya, bahkan keadaan rohaninya diuji. Anak-anak membutuhkan waktu dan perhatian kedua orang tuanya. Para ayahtidak boleh menyerahkan masalah pendidikankepada para ibu saja,demikian sebaliknya. Mereka harus bertanggung jawab ataskeadaananak-anaknya. Mereka harus bertanggung jawab ataskeberhasilan dan kegagalan pendidikananak-anak. (contoh Yusuf danMaria)d. Menjaga Komunikasi Tantangan yang dihadapi oleh orang tua dalam pendidikan anak,khususnya anak yangmemasuki masa remaja adalah jurang komunikasi(contoh Yusuf dan Maria). Memangwajarlah anak-anak remaja dalampergumulan pertumbuhan jiwa dan tubuhnya mengalamifase di manamereka berkata, orang tuaku tidak mengerti aku, bahkan aku tidakmengerti diriku sendiri.Sebab itu sangat perlu bagi orang tuamenjembatani jurang itu. Orang tuaharus terjun dalam minat dan alampikiran mereka, mengambil kesempatan bercakap-cakap bila kesempatanitu muncul, menghargai dan menampung pikiran dan pandangan
  • mereka,meskipun kurang baik dalam pengertian kita, dan terutamamengajak mereka secara informalmembaca Alkitab dan berdoa. Orangtua harus menyadari bahwa di balik segala penolakanterhadap perkara-perkara rohani, hiduplah jiwa anak yang kosong dan kacau,yangsebenarnya sangat merindukan Tuhan.e. Bagaimana jika orang tua bekerja? Orang tua harus berdoa bersama dan bertanya kepada Tuhandengan membentangkan situasikeluarga di hadapan Tuhan, apakahTuhan menghendaki mereka berdua bekerja atau salahsatu saja yangbekerja, mereka akan mendapat dari Tuhan sejahtera untuk hal itu.Prinsipnyaanak-anak harus tetap diperhatikan. Dan orang tua harus tetapdalam kesadaran bahwamenikah adalah suatu panggilan dan tanggungjawab di hadapan Tuhan yang tidak bolehdilalaikan atau digampangkan.KEUNIKAN PERAN ORANG TUA DI DALAM PENDIDIKAN KRISTENDari Ulangan 6: 4-9 Kita mendapatkan secara jelas. perintah Allah pada orang tuauntuk mendidik dan mengajarkan pada anak mereka prinsip-prinsip hidupberiman. Dalam keadaanyang wajar, tidak ada orang lain yangmempunyai keintiman hubungan dengan seorang anak seperti orangtuanya. Juga tidak ada orang lain yang mempunyai banyak kesempatandanwaktu untuk berhubungan dengan anak seperti orang tuanya. Keduahal ini menyebabkan peranan unik orang tua dalam pendidikan Kristen dikeluarga.Karena adanya keunikan seperti ini, maka perintah Allah untuk"mengajar berulang-ulang",membicarakan firman Allah "apabila duduk dirumahmu, apabila berbaring dan apabilaengkau bangun", dapat dilakukan. Guru pendidikan umum (misalnya S.D.), yang bertemu 5 jamsehari dengan seorang anak, tidak mempunyai kesempatan untukmempengaruhi anak itu sebanyak orang tuanya, apalagi guru SekolahMinggunya (hanya sejam atau dua jam seminggu).
  • Pengaruh iman Kristen ini bukan saja diberikan dalam bentuk kata-kata,nasihat atauwejangan. Di samping melalui mulut, orang tua juga harusmengajarkan firman Allah melaluitingkah laku, sikap hidup, nilai-nilai dancara berpikirnya (yang dikiaskan dengan "tanda pada tanganmu" dan"lambang di dahimu"). Rumah (dan bahkan kalau mungkinkota/negara)kita haruslah disaturasi (saturated) dengan Firman Allah itu.PEMBENTUKAN KEPERIBADIAN ANAK Dalam keadaan wajar (misalnya anak bukan yatim piatu, anak tidakdipelihara kakek nenek atau di"serahkan" pada pembantu rumah tangga),orang tua merupakan orang yang paling penting dalam pembentukankepribadian seseorang. Pembentukan dan penularan kepribadianterjadipada seorang terutama pada masa mudanya. Yang dimaksudkan masamuda di sini bukan saja pada masa kanak-kanak, tetapi juga pada waktuseorang masih balita, bayi, bahkan pada waktu ia masih janin di dalamkandungan. Beberapa minggu sebelum seorang dilahirkan pun prosespembentukan kepribadiannya sudahdimulai. Obat-obatan yang dimakan siibu; rokok yang dihisapnya, dan keadaan emosinya,akan mempengaruhikepribadian anaknya meskipun ia masih janin (ibu yang perokok berat,ibuyang pemarah dan suka berteriak-teriak pada bulan-bulan akhirkandungannya – misalnyakarena suaminya menyeleweng pada waktu itu -akan memberikan pengaruh yang negatif pada kepribadian anaknya).Jadi terdapat pengaruh psikis di samping tentunya pengaruh fisik. Setelah anak itu lahir dan mulai dibesarkan, sikap, tingkah laku danpendapat orang tuanya padanya membentuk kepribadian dasarnya. Untukini kita sangat diingatkan pada Amsal22:6. Gereja Roma Katolik sadarakan pentingnya pendidikan pada masa muda ini hinggamereka
  • menginvestasikan banyak dana dan usaha dalam pendidikan anak.Psikologi jugasadar akan masa kritis pembentukan kepribadian seorangsebelum ia mencapai umur kira-kiradelapan tahun. Bila setelahmeninggalkan masa kanak-kanak seorang berkepribadian tidak sehat,sangat sukar mengubahnya menjadi berkepribadian sehat kelak.Faktor-faktor apakah yang perlu diperhatikan dalam pembentukankepribadian sehat.A. Agape sebagai dasar Dalam mendidik anak, kita mencontoh Kristus yang mengubahkandan mendewasakankepribadian kita. Kasih Allah (Agape) yang tanpasyarat (lihat Unconditional Love ini dalamRoma 5:6, 8, 10) sepertidiperintahkan dalam Yoh. 13:34 menjadi dasar perlakuan kita pada anakkita. Dalam hubungan kita dengan anak kita, kita juga ingat dan berusahaterusmenerapkan definisi Agape - "menghendaki, merencanakan, danmelakukan yang baik bagikekasih kita (dalam hal ini anak kita). "Kasih Agape inilah yang dapat menyebabkan basic trust (rasaaman dasar) tumbuh dengansubur dalam diri anak kita. Agape yangmenumbuhkan basic trust ini mengharuskan kitahangat pada anak kita,banyak menjamah dan memeluknya pada masa kanak-kanaknya,memperhatikannya, serta selalu menghargai dan respekterhadap ciptaan dan peta Allah ini.Tanpa adanya dan berkembangnyabasic trust yang memadai pada masa pembentukankepribadiannya,seorang akan mengalami banyak problema dalam hidupnya.Kepribadiannyaakan menjadi parah. Seorang anak balita yang selalu dipukul, dimaki-maki, diacuhkan,dan dihina, tidak akanmempunyai basic trust yang memadai. Ia tidak akan"kerasan" hidup dalam dunia ini, ia akanmemusuhi dan memandangmanusia lainnya dengan curiga atau takut, ia akan "melukai"orang lainagar tidak "dilukai" lebih dulu, ia akan merasa tidak berharga (dengansegalamacam problema yang mengikuti "minder" ini) dan menjadi musuh
  • bagi dirinya sendiri, iaakan mempunyai kecemasan yang tinggi, ia tidaktahan dan takut pada stress yang wajar hingga tidak dapat sungguh-sungguh hidup efektif dan berprestasi. Bila ini terjadi padaseorang,hanyalah Kristus yang dapat memperbaiki hidup dan kepribadiannya.B. Disiplin dan Tanggung Jawab Seorang harus hidup berdisiplin dan bertanggung jawab agarberbahagia. Disiplin ini palingmudah ditanamkan dan melekat pada masakanak-kanak. Dalam menanamkan disiplin dantanggung jawab pada anak,kita ingat bahwa Alkitab mengajarkan dan memerintahkan kitauntuk jugamenggunakan hajaran (bukan ajaran saja) bila seorang kanak-kanakmemerlukannya (Amsal 13:24; 22:15; 23:13, 14; 29:15; Ibrani 12:5-10).Banyak ahli pendidik tidak menyetujui sama sekali penggunaan pukulan,tetapi kehendak Allah jelasdalam hal ini. Tentunya kita harus bijaksanadalam menggunakan hajaran (misalnya, tidak bila anak kita "nakal" kreatiftetapi bila ia nakal memberontak dan pemalas). Ada juga batasan ketika menggunakan hajaran untuk mendidik.Kasih agape secara mutlak harus tetap ada dan aktif; misalnya tidakmenghajar sebagai pelampiasan emosi karena kitasedang frustrasi ataumarah. Kita tidak boleh menginginkan kecelakaan dan "kerusakan" anakkita itu (Amsal 19:18) tetapi selalu menghendaki dan bertindak demikebaikan anak kita itu(lihat definisi agape di atas). Dalam menghukum anak kita, yang kita benci dan serang adalahtindakan dan sikapnya yang berdosa, bukan anak kita itu (kits tidakberkata: "Anak, brengsek, pendusta; mati saja kau!"tetapi "Papa tidaksenang Andi berbohong seperti itu.") Sama seperti Allah membencidosakita tetapi mengasihi kita orang berdosa, kita tetap mengasihi anakkita apapun sikap dan. perbuatan dosanya. Segera setelah kitamenghukumnya, kita memeluknya. Kita selalumenerimanya penuh dantanpa syarat. Agape ini akan menghindarkan sakit hati dalam dirianakpada waktu kita menghajarnya (Kolose 3:21; Efesus 6:4).
  • Tanpa hajaran dalam agape pada masa kanak-kanak, seorangtidak akan "yakin" bahwanyontek - dan kelak korupsi - tidak bolehdilakukan, bahwa menghadapi lampu merah iaharus berhenti, bahwa PRharus dikerjakan, bahwa hutang harus dibayar, dan bahwa meja atasantidak boleh di gebrak balik. Hati nuraninya juga tidak akan terbentuksecara peka danlengkap.HIDUP DALAM SUASANA KEHADIRAN KRISTUS Kepribadian orang tua ditularkan pada anak melalui penyerapanlebih daripada melalui kata-kata. Seorang anak menyerap nilai, sikap danpandangan orang tuanya dan menjadikannyamiliknya. Sering penularanini terjadi tanpa disadari orang tuanya karena banyak aspek kepribadianorang tua dipancarkan tanpa mereka sadari. Kalau mereka tidak jujur, sifatpembohong ini akan diserap anak mereka; mereka tidak perlu berkata,"Jadilah seorang pembohong. "Karena hal itulah, sebagai orang tua kita sendiri harus mempunyaikepribadian yang sehatdan dewasa. Perubahan kepribadian kita untukmenjadi dewasa seperti Kristus juga kita peroleh dengan "menyerap" sifat-sifat Kristus waktu kita bersekutu dengan-Nya. Persekutuanini terjadi baikdi gereja bila kita berbakti, waktu kita berdoa, membaca Alkitab danbersaatteduh, tetapi juga - dan yang terutama - dalam hidup sehari-harikita. Entah kita merasakan hadirat-Nya atau tidak, kehadiran Kristusdalam hidup kita adalah suatufakta (Matius 1:23; 28:20). Suatupertanyaan penting yang akan mengubah kepribadian dansikap kitasehari-hari ialah: Apakah kita memperlakukan Kristus serta bertindak,bersikap, berbicara dan berpikir dengan kesadaran (awareness) bahwa Ia,Yang Mahakudus, ada disamping kita setiap saat; ataukah kitamenganggap-Nya sebagai angin saja, danmengacuhkanNya. Hidup
  • dengan kesadaran kuat bahwa Kristus berdiri di camping kita tiapsaat inisaga sebut HIDUP DALAM SUASANA KEHADIRAN KRISTUS. Jikalau kita menerapkan secara konsisten dan terus menerusHidup Dalam SuasanaKehadiran Kristus, keadaan ini akan mendarahdaging dan menjadi bagian dari kepribadiankita. Kita sendiri akandiubahkan menjadi seperti Kristus (Roma 8:29; Filipi 2:5; Efesus4:13).Sama seperti rasul Paulus kemudian kita berkata pada anak kita "Jadilahpengikutkusama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus" (I Kor. 11: 1)Di samping melalui pengajaran "formal" (di Sekolah Minggu, pada waktukita bersaat teduhdengannya dan waktu menceritakan cerita-cerita Alkitabpadanya), anak kita makin harimakin dibentuk kepribadiannya menjadiseperti Kristus melalui penyerapan juga. Anak kitamenyerapnya dari kitasementara kita menyerapnya dari Kristus. Anak kita perlumerasakankehadiran Kristus di mana-mana dalam hidupnya sehari-harimelalui orang tuanya. Dalam memperkenalkan siapa Kristus itu kepada anak kita, dengansangat efektif kita dapatmengajarkan sifat-sifat Allah, nilai-nilai Kristus,sikap, perasaan dan pandangan-Nya, sertarespons kita seharusnya pada-Nya, bila kita Hidup Dalam Suasana Kehadiran Kristus. a. Kemahahadiran Allah kita ajarkan pada anak kita bila kita seringberbicara dengan Allahdi segala tempat (bukan hanya dalam doa yangdisertai tekuk lutut dan kata-kata indah, tetapidalam segala situasi danposisi dengan kata-kata sederhana. Kita berbicara dengan Allahsepertikita berbicara dengan isteri yang berdiri di samping kita.) b. Kemahakuasaan Allah serta Allah sebagai sumber pertolongankita ajarkan bila kitamembiasakan diri sering memohon pertolongan Allahseperti kita minta tolong suami kitamelakukan sesuatu.
  • c. Hati yang bersyukur akan menjadi bagian dalam hidup anak kitabila ia tahu sehari-harinya kita sering berterima kasih pada Kristus. Sekalilagi yang saya maksudkan bukan sajawaktu kita berdoa dengan bertekuklutut dan melipat tangan, tetapi dalam suasana biasa kita berkata: "Terimakasih, Yesus." Bukankah kita juga mengajar anak-anak kita untukberterimakasih bila diberi sesuatu. d. Kepasrahan pada Allah kita ajarkan pada anak kita dengan sikapiman dan keteguhan(bukan kecemasan dan ketakutan) pada masa krisisdan kritis. e. Kepekaan terhadap kebenaran kita tularkan pada anak kita jikakita sendiri sangat sensitif terhadap dusta dan bohong, menghindarisegala macam dusta (termasuk dusta-dusta kecilatau dosa-dosa putih).Dalam hal ini tentunya perlu diterapkan terus "kebenaran di dalamkasih"(Ef. 4:15), agar kita tidak menularkan ke"parisi"an kepada anak kita. Dalam buku terkenal "In His Steps," penduduk suatu tempat,bertekad untuk selalu bertindak seperti Kristus. Mereka selalu bertanya"Apa yang akan dilakukan Kristus bila Ia ada ditempatku?" apabila harusbertindak atau memutuskan sesuatu. Hidup dalam suasanakehadiranKristus ini lebih dari hanya menanyakan pertanyaan itu. Kita bukan sajabertindak seperti Kristus tetapi juga merasakan pengharapan, iman, damaiKristus (yangmenyebabkanNya dapat tidur lelap di buritan perahu ditengah badai) karena sadar (aware)akan kehadiran Kristus di sisi kita.Lenyaplah ketakutan, kecemasan, putus asa yang banyak merongrongkepribadian kita. Jadi kita tidak hanya mengarah pada pembentukantingkah lakutetapi seluruh kepribadian (perbuatan, perasaan, sikap, nilai-nilai, pikiran dan iman) diri dananak kita; dan bila diperlukan perubahan,bukan saja perubahan tingkah laku tetapi juga perubahan kepribadian. Di sini letak salah satu perbedaan antara theologi dan psikologi.Psikologi tidak terlaluoptimis terhadap kemungkinan perubahankepribadian seorang (bahkan ada psikolog- psikolog yang berpendapat
  • bahwa setelah kepribadian terbentuk, tidak akan dapat diubahlagi). TesisAlkitab justru menyatakan bahwa di dalam Kristus ada perubahan.Kristuslah yangmerubah hidup kita. Di tiap buku Alkitab diminta dandiperintahkan perubahan kelakuan, iman,pandangan, sikap. Perubahantotal terjadi pada waktu lahir baru dan setelah itu tiap hari kitaharusberubah, bertambah lama bertambah dewasa seperti Kristus.Tentunya perubahan ini adalah karyadan anugerah Allah dalam hidupmanusia, bukan usaha manusia itu sendiri.FAMILY ALTAR Di samping hidup dalam suasana kehadiran Kristus, perlu adasaat-saat tertentu kita bersekutu dengan Allah sebagai satu keluarga.Perlu ada Family Altar.Tujuan utama Family Altar bukan mengajarkan isiAlkitab, bukannya suatu kebaktian dan penyembahan yang "dalam,"bukannya sebagai suatu keharusan karena yang lain melakukannya,bukan untuk menenangkan rasa bersalah pada orang tua, bukannya suaturitusyang harus tiap hari dilakukan. Secara sederhana, tujuan utamaFamily Altar ialah persekutuan keluarga dengan Kristus. PengetahuanAlkitab yang bertambah, dan kadang-kadang adanya penyembahan yangdalam, adalah hasil sampingan. Suatu syarat penting demi berhasilnya Family Altar ialah adanyasuasana yang rileks, hangatdan menyenangkan. Kita tidak perlu secaraketat mengikuti suatu program saat teduh yangsering menyebabkanketegangan dan kekakuan. Family Altar sebaiknya merupakan saat yangmenyenangkan bagi tiap anggota keluarga hingga tidak akanmenyebabkan suatu beban.Format Family Altar harus fleksibel, tidakboleh kaku. Perubahan harus dapat terjadi disesuaikan denganperubahan jadwal, usia, interest anggota keluarga. Perlu juga diusahakan agar waktu untuk Family Altar tidak terdesakoleh kesibukan-kesibukan lain. Ada keluarga yang senang berkumpul
  • bersama setiap pagi setelahmembersihkan diri, ada yang pada waktumakan pagi atau malam, ada yang sore hari ataupunsebelum tidur. Ada tiga unsur utama dalam Family Altar. Unsur-unsur ini bukansuatu yang mutlak harusada pada tiap Family Altar tetapi hanya sebagaipatokan:(1) Ajaran. Di sini dapat dipakai cerita Alkitab bagi kanak-kanak, bukupenuntun saat teduh, buku-buku rohani lainnya, ataupun langsung dariAlkitab. Tentang sulitnya bahan atau materiyang dipakai tentunya harusdisesuaikan dengan keadaan anak.(2) PujianSatu atau dua lagu dapat dinyanyikan pada waktu Family Altar.(3) Doa Dalam doa, dinaikkan ucapan syukur keluarga, syafaat keluargadan permohonan bagi orang lain. Tambah dewasa anak kita, doa yangdinaikkan lebih bersifat komunikasiterbuka (tidak doa-doa yang terstruktursaja). Kejujuran dan ketulusan adalah sangat penting.Anggotakeluargakita sangat tahu akan keadaan kita sehari-hari. Kita tidak dapatberpura- pura di hadapan mereka. Kemunafikan akan menyebabkanmereka segan berpartisipasi dalamFamily Altar. Bahasa yang digunakanjuga tidak perlu muluk-muluk. Tiap anggota keluarga harus ikut mengambil bagian dalam FamilyAltar ini, termasuk yangmasih kanak-kanak. Anak kecil mungkin belumdapat memimpin doa, tetapi ia dapat memilihnomor lagu. Perludiusahakan agar tiap anggota merasa bahwa ia ikut memiliki Family Altarini. Pada waktu anak kita masih kecil, fakta dari pelajaran yang dibacadapat ditanyakan, setelahmulai dewasa sekali-kali dapat diadakan diskusi
  • sederhana di mana ia dapat mulaimenyatakan pendapatnya. Pendapat iniharus dihargai dan tidak boleh diremehkan. Anak tidak boleh ditertawakanwaktu menyatakan pendapatnya, betapa pun sepele rasanya pendapat itubagi orang dewasa. Arti dari materi ajaran juga dapat ditanyakan. Evaluasidariajaran yang dibaca waktu Family Altar tambah lama tambah dapatdibahas. Kelak aplikasi juga diminta untuk diterapkan keluarga. Kita juga mengharapkan adanya pembentukan kepribadian yangsehat melalui Family Altar tetapi kita harus berhati-hati agar tidak timbulkesan adanya "pesan sponsor" (etika) yang harus jelas dan harus ada tiapkali. Tidak boleh ada kesan bahwa Family Altar adalahkesempatan danalat orang tua mengkhotbahi anak mereka tiap hari. PersekutuandenganKristus harus selalu menjadi tujuan utama. Kita puas bila melaluiFamily Altar tiap anggotatiap hari, betapapun sedikitnya, datang padaKristus dalam doa, pujian dan ucapan syukur. Dr. Jonathan A. Trisna (D. Min., Philips University; M. Div.,Nazarene TheologicalSeminary; M.A., Bethany Nazarene College; B.A.,Oklahoma City Southwestern College)adalah seorang konselor danPendeta Gereja Bethel Indonesia. Beliau juga mengajar diLembagaPendidikan Theologia Bethel Jakarta. Dengan istrinya, Harjanti, beliaumempunyaiseorang putra dan seorang putri.Buku-buku oleh Dr. Jonathan A. Trisna:- Pernikahan Kristen suatu usaha dalam Kristus- Berpacaran dan Memilih Teman Hidup- Konseling Pra Nikah BAB III PENUTUP
  • Kesimpulan Alkitab berisi rencana Tuhan untuk mencapai kualitas dankesehatan dalam kehidupankeluarga. Kristen dibatasi untuk mengambilsangat serius Firman Allah yang berkaitan Ingintahu apa yang Alkitabkatakan tentang bergaul dengan orang tua Anda ? Berikut adalahbeberapa ayat Alkitab yang membantu Anda mengetahui lebih banyaktentang apa yangTuhan harapkan dari remaja Kristen dan orang tuamereka dan dalam kehidupan beragama di lingkungan keluarnga.Keluaran 20:12- ". Hormatilah ayahmu dan ibumu supaya lanjut umurmudi tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu" (NIV)Keluaran 21:15 - "Siapa pun yang menyerang ayahnya atau ibunya harusdihukum mati." (NIV)Amsal 01:08 - "Dengar, anak saya, untuk instruksi ayahmu dan tidakmeninggalkan ajaranibumu." (NIV)Amsal 10:01 - "The amsal Salomo: Anak yang bijak mendatangkansukacita kepadaayahnya, tetapi anak bodoh kesedihan ibunya." (NIV) Amsal 23:25 - "Semoga ayah dan ibu Anda senang, semoga dia yangmemberi Anda lahir bersukacita!" (NIV)Amsal 31:26-31 - "Dia berbicara dengan hikmat, dan instruksi yang setiadi lidahnya Diamengawasi urusan rumah tangga dan tidak makan rotikemalasan anak-anaknya muncul danmemanggil memberkatinya;suaminya juga, dan dia memuji dia: "Banyak perempuanmelakukan hal-hal mulia, tetapi Anda melebihi mereka semua."Mantra adalah menipu, dankeindahan cepat berlalu, tetapi seorang wanitayang takut akan TUHAN adalah menjadidipuji Berikan hadiah dia telahmendapatkan gelar, dan biarkan. dia bekerja membawamemuji dia di pintugerbang kota ". (NIV)
  • Mazmur 103:13- "Sebagai seorang ayah memiliki belas kasih pada anak-anaknya, sehinggaTUHAN menaruh belas kasihan pada orang-orangyang takut akan Dia;" (NIV)Amsal 3:11-12 - "Hai anakku, janganlah anggap rendah disiplin TUHANdan tidak membenci hardik-Nya, karena TUHAN memberi ajaran kepadayang dikasihi-Nya, sebagai seorang ayah [a] putra yang nikmat masuk(NIV)Amsal 23:24 - "Ayah dari orang benar memiliki sukacita yang besar, iayang memiliki seorang putra yang bijaksana senang dalam dirinya." (NIV)Kolose 3:21 - "Bapa, jangan memahitkan anak-anak Anda, atau merekaakan menjadikecewa." DAFTAR PUSTAKA
  • www.wikipedia.comwww.google.co.diwww.scribd.com