Maintenance 5
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Maintenance 5

on

  • 2,141 views

 

Statistics

Views

Total Views
2,141
Views on SlideShare
2,141
Embed Views
0

Actions

Likes
2
Downloads
64
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Maintenance 5 Maintenance 5 Document Transcript

  • MAINTENANCE 5Sumber : (http://maintenance-group.blogspot.com/2010/09/manajemen-pemeliharaan.html), Budi Hendarto Wijaya,MANAJEMEN PEMELIHARAAN1. Pengantar ManajemenDalam banyak hal, organisasi-organisasi yang ada dan berkembang padasaat ini mempunyai banyak perbedaan. Akan tetapi lepas dariperbedaanperbedaan yang ada, semua memiliki beberapa kesamaan yangpokok.Unsur kesamaan yang paling tampak dimiliki oleh organisasi-organisasiadalah unsur tujuan atau maksud. Tujuan tersebut dapat berbeda-beda,tetapi tanpa suatu tujuan maka tidak ada harapan bagi suatu organisasiuntuk tumbuh dan berkembang, ataupun tetap bertahan hidup.Organisasi-organisasi harus memiliki suatu program atau metode tertentuuntuk mencapai tujuan tadi. Tanpa adanya rencana, untuk apa rencanadibuat, tidak ada sebuah organisasi yang dapat bekerja efektif. Organisasi-organisasi harus memperoleh dan mengalokasikan sumber daya yangdiperlukan untuk mencapai tujuan (Stonner, 1988 : 3)2. Batasan Dan Konsep Dasar ManajemenMary Parker Follet menyatakan bahwa, manajemen dapat diberi batasansebagai “Seni untuk melaksanakan/menyelesaikan suatu pekerjaan melaluiorang”. (Stoner 1988 : 4). Berikut ini adalah batasan manajemen yangsedikit lebih kompleks yaitu : “Manajemen adalah proses perencanaan,pemimpinan, pengorganisasian, dan pengendalian upaya anggota organisasidan proses penggunaan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuanorganisasi yang telah ditetapkan” (Stoner, 1988 : 84)
  • Sedangkan proses itu sendiri berarti suatu cara yang sistematis untukmenjalankan suatu pekerjaan pada aspek-aspek kegiatan yang penting dansaling berkaitan. Kegiatan-kegiatan itu merupakan konsep dasar darimanajemen yang meliputi antara lain: 1. Perencanaan (Planning) Manajer harus terlebih dahulu memikirkan dengan matang tujuan dan tindakannya. Tindakan manajer biasanya didasarkan atas suatu metode, rencana, atau logika tertentu. 2. Pengorganisasian (Organizing) Manajer mengkoordinasikan sumber daya manusia serta sumber daya bahan dan alat yang dimiliki organisasi bersangkutan dengan kemampuan tertentu untuk mengerahkan sumber daya dalam mencapai tujuannya. Jelas kiranya semakin terpadu, terkoordinasi tugas-tugas sebuah organisasi, akan semakin efektiflah organisasi tersebut. 3. Pengarahan (Directing) Bagaimana Manajer mengarahkan dan mempengaruhi para bawahan, bagaimana agar orang-orang lain melaksanakan tugas-tugas yang esensial. Dengan menciptakan suasana yang tepat, manajer membantu para bawahannya untuk bekerja sebaik-baiknya. 4. Pengkoordinasian (Coordinating) Pengkoordinasian dapat diartikan sebagai proses untuk menyatukan berbagai tujuan dan kegiatan dari berbagi satuan organisasi agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 5. Pengendalian (Controlling) Manajer berusaha untuk menjamin organisasi untuk bergerak ke arah tujuannya dengan benar. Apabila ada bagian tertentu dari organisasi itu pada jalan yang salah, manajer harus berusaha untuk menemukan penyebabnya kemudian mengarahkan kembali ke jalan yang benar.
  • Fase Proses Pencapaian Tujuan3. Pengertian Manajemen PemeliharaanSecara garis besar pengertian manajemen pemeliharaan yaitupengorganisasian operasi pemeliharaan untuk memberikan performansimengenai peralatan produksi dan fasilitas industri. Gagasan yang timbulmengenai pokok-pokok pikiran dalam perencanaan program pemeliharaanditunjukkan oleh tiga buah pertanyaan sebagai berikut:1. APA YANG HARUS DIPELIHARA ?2. BAGAIMANA CARA PEMELIHARAANNYA ?3. KAPAN MELAKUKAN PEMELIHARAANNYA ?Dasar pemikiran yang sehat dan logis adalah suatu persyaratan terbaikdalam mengorganisasikan pemeliharaan. Pengorganisasian ini mencakuppenerapan dari metode manajemen dan memerlukan perhatian yangsistematis. Hal ini merupakan pekerjaan yang harus dipertimbangkan secarasungguhsungguh dalam mengatur perlengkapan. Dimana perlengkapan itumerupakan peralatan, material, tenaga kerja, biaya, teknik atau tata carayang diterapkan serta waktu pelaksanaannya. Dengan mengetahui tujuandan sistem manajemen yang diterapkan, maka akan dapat mengatasimasalah, megambil tindakan serta mengerti dengan jelas permasalahanyang sedang dihadapi.Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan dalammerencanakan organisasi maintenance antara lain :
  • 1. Situasi Geografis; Suatu pabrik/plant akan mudah dipelihara dari suatu bengkel dan control yang tersentralisasi, sedangkan suatu pabrik yang letaknya terpencar harus memiliki kelompok-kelompok maintenance yang terdesentralisasi, bahwa barangkali organisasi- organisasi yang parallel akan memberikan hasil yang efisien.2. Jenis Peralatan (Equipment); Apabila terdapat banyak mesin yang sejenis dalam pabrik maka penanganan maintenance secara sentralisasi akan lebih baik daripada desentralisasi. Sebaiknya bila pada bagian pabrik terdapat banyak mesin yang sejenis dan pada bagian lain terdapat banyak mesin lain yang sejenis maka penanganan secara desentralisasi mungkin lebih baik.3. Kontinuitas operasi (Operational Continuity); Suatu pabrik yang bekerja dalam satu shift selama lima hari kerja per minggu dan pabrik lain yang bekerja 24 jam sehari selama 7 hari seminggu tentunya memiliki masalah-masalah yang sangat berbeda sehingga perlu ditangani dengan bentuk organisasi yang berbeda pula.4. Ukuran Pabrik (Plant type); Pabrik yang besar lebih banyak memerlukan tenaga maintenance daripada pabrik yang kecil. Keadaan ini sesungguhnya tidak mempengaruhi banyak kepada segi organisasi. Akan tetapi pada pelaksanaannya akan membutuhkan pengawasan dan pertanggung jawaban yang berbeda dimana pada tingkat yang lebih kecil maka akan lebih kecil pula tingkat pertanggung jawabannya.5. Tenaga Kerja, Training dan kehandalannya; Hal ini perlu mendapat perhatian dalam membuat membuat suatu organisasi maintenance karena ada pengaruhnya terhadap beban pengawasan dan fasilitas untuk training. Di daerah dimana tenaga kerja yang andal sangat langka diperoleh maka pengawas dan fasilitas training yang baik harus mudah didapat.
  • 6. Ruang Lingkup bagi Maintenance; Dalam suatu bagian maintenance yang diserahi tanggung jawab hanya untuk memelilhara mesin saja, maka beban organisasinya tidak seberat suatu bagian maintenance dengan tanggung jawab yang meliputi bidang kerja lain. 7. Jenis Perusahaan; Setiap perusahaan mempunyai kepentingan yang berbeda atas pelayanan maintenance yang baik. Pada perusahaanperusahaan angkutan umum, lebih banyak dituntut dari segi keamanan agar alat transportasi dapat berfungsi sebagaimana mestinya sehingga bagian maintenance merupakan bagian yang sangat penting.Hampir semuanya, dalam industri permesinan, penanaman modal dalampembelian mesin-mesin merupakan anggaran terbesar oleh karenanyapertanggungan jawab untuk memelihara modal yang tertanam ini harusditempatkan pada manajemen yang tinggi.4. Prosedur Perencanaan PemeliharaanKebanyakan manager dalam industri sekarang ini telah mendengarmengenai pemeliharaan terencana dan mengetahui serba sedikitkeuntungan yang didapat dari penyusunan dan pelaksanaan suaturancangan pemeliharaan terencana.Pada perkembangannya sistem pemeliharaan yang terencana telah dapatdibuktikan keuntungannya terutama oleh teknisi-teknisi maintenance yangterjun langsung dalam pelaksanaan sistem pemeliharaan terencana. Skemadibawah ini menunjukkan bagaimana sistem kerja pemeliharaan terencana.
  • Skema Prosedur Pemeliharaan TerencanaLangkah pertama menentukan terlebih dahulu apa yang akan dipelihara. Halini amat tergantung persiapan segala fasilitas. Jadwal pemeliharaan harusdisiapkan untuk setiap bagian pabrik atau peralatan produksi yang akandipelihara. Mencakup pula keterangan-keterangan bagaimana pemeliharantersebut harus dilakukan.Sesudah mempersiapkan jadwal pemeliharaan, selanjutnya menyusunspesifikasi pekerjaan (instruksi kerja) yang pada dasarnya merupakan alatkomunikasi dengan pelaksana untuk mengarahkan dalam menjalankankegiatan pemeliharaan pada peralatan produksi tertentu. Beberapa manfaatdari spesifikasi pekerjaan atau lebih sering disebut dengan instruksi kerjaantara lain : 1. Merupakan instruksi dasar tindakan yang harus dilakukan - Menunjukkan metode kerja, alat-alat apa yang dibutuhkan atau alat uji apa yang harus digunakan.
  • 2. Dapat dianggap sebagai standar kerja, sehingga siapapun yang melakukan mempunyai cara yang sama, sekaligus mempengaruhi keselamatan kerja.Bagian pemeliharaan sebaiknya merencanakan program pemeliharaanberkala untuk selama jangka waktu tertentu. Secara ideal memangdijabarkan dalam jangka waktu satu tahun, tetapi biasanya perusahaan-perusahaan sulit melakukannya karena banyak faktor yang akanmempengaruhi produksi dan kebutuhan perusahaan secara keseluruhan.Sebagian menjabarkan dalam periode bulanan, tetapi ada juga dalammingguan. Kegiatan ini memerlukan hubungan yang erat dengan bagianproduksi untuk saling mengumpulkan informasi. Hasilnya sudah barangtentu harus diketahui oleh kedua belah pihak Tanggung jawab untukmenentukan siapa yang akan mengerjakan tergantung dari foreman atausupervisor yang bersangkutan, yang tentu sangat mengetahui siapa yangsepantasnya melakukan pekerjaan tersebut.Walaupun sudah mempercayai kemampuan dari mekanik, tetap laporanhasil inspeksi diperlukan sebagai usaha untuk menyimpan data kondisiperlatan produksi paling dini atau lebih dikenal dengan history record.Perencanaan penjadwalan disusun dengan bertitik tolak dari perancanganoperasi perusahaan secara keseluruhan, sebelum menetapkan rencanaharus dilakukan analisa terlebih dahulu untuk menetapkan sampai sejauhmana posisi kita berada sekarang. Faktor-faktor yang harus diperhatikandalam mempertimbangkan untuk menetapkan jadwal pemeliharaan adalahsebagai berikut :  tingkat kerumitan pemeliharaan  jadwal perkiraan waktu produksi  tingkat pemeliharaan yang harus dilakukan
  •  kartu riwayat peralatan produksi (history card)  kemampuan personil pelaksana pemeliharaanMesin-mesin yang mempunyai tingkat kerumitan yang sama, harus dibagimerata selama setahun, untuk menghindari beban kerja yang tidak meratadalam satu tahun.Jadwal pemeliharaan peralatan produksi terbagi menjadi beberapa jenisantara lain : 1. Jadwal pemeliharaan jangka pendek, adalah jadwal pemeliharaan peralatan produksi harian yang berupa pelumasan pada waktu peralatan akan dipakai atau setelah digunakan produksi. Pemeliharaan ini dapat dilakukan oleh operator dari peralatan produksi tersebut dengan memberikan petunjuk-petunjuk pemeliharaan terlebih dahulu kepada para operator tersebut. 2. Jadwal pemeliharaan jangka sedang, adalah pemeliharaan peralatan produksi bulanan yang disusun dari jadwal pemeliharaan tahunan yang dalam penyusunannya harus disesuaikan dengan jadwal produksi pada bulan yang bersangkutan sehingga tidak terjadi bentrokan. 3. Jadwal pemeliharaan jangka panjang, adalah pemeliharaan yang mencakup pemeliharaan total atau sering dikenal dengan Overhaul. Pemeliharaan jangkan panjang ini memerlukan persiapan yang matang dalam satu tahun ke depan dengan melihat riwayat mesin pada tiap bulannya. Hal yang perlu diperhatikan adalah waktu pelaksanaan overhaul tersebut karena tentunya peralatan produksi tidak dapat berproduksi sama sekali pada saat itu sehingga diperlukan kecepatan, ketepatan dalam pelaksanaan Overhaul.
  • Waktu yang dipergunakan untuk pemeliharaan harus dibatasi sesedikitmungkin karena dalam Maintenance dikenal : Availability, adalahkemampuan unjuk kerja peralatan produksi secara optimal tanpa terjadinyagangguan apapun yang akan mengakibatkan terganggunya proses produksi(efisiensi).Secara matematis dapat dijabarkan sebagai berikut :Availability = ((waktu operasi / (waktu operasi+down time)) x 100%Atau,Efisiensi = ((waktu pemakaian / (waktu pemakaian+down time)) x 100%Dalam hal ini kebijakan dari besarnya nilai prosentasenya yang ditentukanoleh pihak perusahaan dimana diharapkan nilai prosentase yang ditetapkanadalah ideal dan menyesuaikan dengan karakteristik serta jenis perusahaanyang menerapkan.Faktor penghambat dalam melaksanakan kerjaMenurut Asyari, (2007) faktor-faktor yang dapat menimbulkan hambatan pekerjaan adalah sebagai berikut:1. Menunggu order yang terlalu lama,2. Mengunjungi suatu tempat untuk mengetahui apa yang harus di lakukan,3. Mengadakan perjalanan yang tidak perlu,4. Banyaknya perjalanan untuk mengambil dan mengembalikan alat,5. Terlalu banyaknya pekerja yang turut campur tangan pada pekerjaan yang sebenarnya dapat lebih mudahdi tangani oleh sedikit pekerja,6. Menunggu selesainya pekerjaan dari jenis keterampilan lain,7. Mencari tempat kerja,8. Mencoba untuk memperbaiki informasi yang tidak jelas,9. Hilangnya waktu karena pembatalan order,10. Tidak tersedianya material yang di butuhkanBAB IIIPROSEDUR PERENCANAAN PEMELIHARAANKebanyakan manager dalam industri sekarang ini telah mendengarmengenaipemeliharaan terencana dan mengetahui serba sedikit keuntunganyang didapat daripenyusunan dan pelaksanaan suatu rancangan pemeliharaanterencana. Padaperkembangannya sistem pemeliharaan yang terenca na telahdapat dibuktikankeuntungannya terutama oleh teknisi-teknisi maintenance yangterjun langsung
  • dalam pelaksanaan sistem pemeliharaan terencana. Skemadibawah ini menunjukkanbagaimana sistem kerja pemeliharaan terencana.Langkah pertama menentukanterlebih dahulu apa yang akan dipelihara. Hal iniamat tergantung persiapan segalafasilitas. Jadwal pemeliharaan harus disiapkanuntuk setiap bagian pabrik atauperalatan produksi yang akan dipelihara.Mencakup pula keterangan -keteranganbagaimana pemeliharan tersebut harusdilakukan. Sesudah mempersiapkan jadwalpemeliharaan, selanjutnya menyusunspesifikasi pekerjaan (instruksi kerja) yangpada dasarnya merupakan alatkomunikasi dengan pelaksana untuk mengarahkandalam menjalankan kegiatanpemeliharaan pada peralat an produksi tertentu.Beberapamanfaat dari spesifikasi pekerjaan atau lebih sering disebutdengan instruksi kerjaantara lain :1.Merupakan instruksi dasar tindakan yang harus dilakukan -Menunjukkanmetodekerja, alat-alat apa yang dibutuhkan atau alat uji apa yang harusdigunakan.2.Dapat dianggap sebagai standar kerja, sehingga siapapun yangmelakukanmempunyai cara yang sama, sekaligus mempengaruhi keselamatankerja.Bagian pemeliharaan sebaiknya merencanakan program pemeliharaanberkalauntuk selama jangka waktu tertentu. Secara ideal memang dijabarkandalam jangkawaktu satu tahun, tetapi biasanya perusahaan -perusahaan sulitmelakukannya karenabanyak faktor yang akan mempengaruhi produksi dankebutuhan perusahaan secarakeseluruhan. Sebagian menjabarkan dal amperiode bulanan, tetapi ada juga dalammingguan. Kegiatan ini memerlukanhubungan yang erat dengan bagian produksi untuksaling mengumpulkaninformasi. Hasilnya sudah barang tentu harus diketahui olehkedua belah pihakTanggung jawab untuk menentukan siapa yang akan mengerjakantergantungdari foreman atau supervisor yang bersangkutan, yang tentusangatmengetahui siapa yang sepantasnya melakukan pekerjaan tersebut.Walaupunsudah mempercayai kemampuan dari mekanik, tetap laporan hasilinspeksidiperlukan sebagai usaha untuk menyimpan data kondisi perlatanproduksipaling dini atau lebih dikenal dengan history record. Perencanaanpenjadwalandisusun dengan bertitik tolak dari perancangan operasi perusahaansecarakeseluruhan, sebelum menetapkan rencana harus dilaku kan analisa terlebihdahuluuntuk menetapkan sampai sejauh mana posisi kita berada sekarang. Faktor-faktoryang harus diperhatikan dalam mempertimbangkan untukmenetapkan jadwalpemeliharaan adalah sebagai berikut :y tingkat kerumitan pemeliharaany jadwal perkiraan waktu produksiy tingkat pemeliharaan yang harus dilakukany kartu riwayat peralatan produksi (history card)y kemampuan personil pelaksana pemeliharaanMesin -mesin yang mempunyaitingkat kerumitan yang sama, harus dibagimerata selama setahun, untu kmenghindari beban kerja yang tidak meratadalam satu tahun.Jadwal pemeliharaan peralatan produksi terbagi menjadibeberapa jenis antara lain:1.
  • Jadwal pemeliharaan jangka pendek, adalah jadwal pemeliharaanperalatan produksiharian yang berupa pelumasan pada waktu peralatanakan dipakai atau setelahdigunakan produksi. Pemeliharaan ini dapatdilakukan oleh operator dari peralatanproduksi tersebut denganmemberikan petunjuk -petunjuk pemeliharaan terlebihdahulu kepadapara operator tersebut.2.Jadwal pemeliharaan jangka sedang, adalah pemeliharaan peralatanproduksi bulananyang disusun dari jadwal pemeliharaan tahunan yangdalam penyusunannya harusdisesuaikan dengan jadwal produksi padabulan yang bersangkutan sehingga tidakterjadi bentrokan.3.Jadwal pemeliharaan jangka panjang, adalah pemeliharaan yangmencakuppemeliharaan total atau sering dikenal dengan Overhaul.Pemeliharaan jangkanpanjang ini memerlukan persiapan yang matangdalam satu tahun ke depan denganmelihat riwayat mesin pada tiapbulannya. H al yang perlu diperhatikan adalah waktupelaksanaanoverhaul tersebut karena tentunya peralatan produksi tidakdapatberproduksi sama sekali pada saat itu sehingga diperlukan kecepatan,ketepatandalam pelaksanaan Overhaul.Waktu yang dipergunakan untuk pemeli haraan harusdibatasi sesedikitmungkin karena dalam Maintenance dikenal : Availability, adalahkemampuanunjuk kerja peralatan produksi secara optimal tanpa terjadinya gangguanapapunyang akan mengakibatkan terganggunya proses produksi (efisiensi)