Pengembangan Jaringan Kelitbangan Dan Resource Center Litbang Dalam Mendukung Optimalisasi Perumusan Dan Implementasi Kebijakan Pembangunan (Research Based Policy)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Pengembangan Jaringan Kelitbangan Dan Resource Center Litbang Dalam Mendukung Optimalisasi Perumusan Dan Implementasi Kebijakan Pembangunan (Research Based Policy)

on

  • 3,472 views

Rapat Koordinasi Bidang Kajian Tahun 2008

Rapat Koordinasi Bidang Kajian Tahun 2008

Statistics

Views

Total Views
3,472
Views on SlideShare
3,464
Embed Views
8

Actions

Likes
1
Downloads
66
Comments
0

1 Embed 8

http://www.slideshare.net 8

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Pengembangan Jaringan Kelitbangan Dan Resource Center Litbang Dalam Mendukung Optimalisasi Perumusan Dan Implementasi Kebijakan Pembangunan (Research Based Policy) Presentation Transcript

  • 1. RapatKoordinasiAdministrasi Negara
    Pengembangan Jaringan Kelitbangan dan Resource Center Litbang dalam
    Mendukung Optimalisasi Perumusan dan
    Implementasi Kebijakan Pembangunan
    (Research-Based Policy)
    PusatKajiandanPendidikandanPelatihanAparatur III
    LembagaAdministrasi Negara
    Samarinda, 3-4 April 2008
  • 2. Tim PelaksanaBidangKajianPKP2A III LAN Samarinda
    Tri Widodo W. Utomo
    SitiZakiyah
    Said Fadhil
    AndiWahyudi
    FaniHeruWismono
    Rustan A
    Maria AP Sari
    Tri NoorAzizah
    LanyErinda R
    BethaMiranti A
  • 3. DasarPemikiran
    • Pemanfaatan program dan kelembagaan litbang masih minim dalam menunjang formulasi kebijakan hingga ke tahap implementasinya. Proses formulasi dan implementasi kebijakan pembangunan belum didasarkan pada sebuah analisa akademis (research-based policy).
    • 4. Unit litbang/kajian belum mampu menjadi garda terdepan dalam proses pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan pembangunan instansi pemerintah.
    • 5. Kurang terjalinnya network dan koordinasi yang sinergis antara instansi teknis sektoral dengan lembaga litbang di daerah, serta antar lembaga litbang sendiri, sehingga program kajian/litbang masih bersifat parsial atau piecemeal, dan tidak terpadu dalam kerangka pembangunan daerah / wilayah yang komprehensif, inklusif, saling terkait, dan berkesinambungan.
    • 6. Visi misi dan program institusi kajian seyogyanya mengarah pada tujuan akhir yang sama, yakni meningkatnya daya saing daerah dan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik, melalui formulasi dan implementasi kebijakan (lintas sektor dan lintas departemen) yang smart, visioner, valid, serta berdayaguna dan berhasilguna.
  • MekanismeRakor
    Rakor Kelitbangan dibagi dalam 2 bagian:
    • Bagian I: Pemaparan arah kebijakan pengembangan peran, kontribusi dan kelembagaan litbang administrasi dalam rangka menjawab tuntutan reformasi kebijakan publik yang semakin tinggi.
    Pembicara kunci (keynote speakers) yang berasal dari LAN, Balitbang Depdagri, dan Balitbangda Kalimantan Timur atau Balitbangda Kutai Kartanegara.
    • Bagian II: Diskusi kelompok terfokus, dengan pembagian menjadi 2 kelompok kerja, yakni Kelompok Kerja I: ”Penguatan Kelembagaan Litbang Daerah Berdasarkan PP No. 41/2007 dan Permendagri No. 57/2007”, dan Kelompok Kerja II: ”Pengembangan Jaringan Litbang dan Peningkatan Kualitas Program Litbang”.
    Pada bagian ini peserta diharapkan dapat melakukan curah pendapat (brainstorming) dalam rangka mengidentifikasikan berbagai opsi atau alternatif kebijakan yang berkenaan dengan tema pada masing-masing Kelompok Kerja.
  • 7. TujuandanSasaran
    Tujuan:
    Membangunkesepahamanantarpelaku dan/ataulembagalitbangsebagaipersemaianbagitumbuhnyakomunikasiantarkomunitaskelitbangan di daerah, khususnya di Kalimantan. Haliniselanjutnyadiharapkandapatmenciptakansuatuprosessinergidalamperumusankebijakan dan pelaksanaanpembangunan di berbagaibidang. Dengan kata lain, Rakorinidiharapkandapatmenjadijembatan antara fungsipengkajian dan perumusankebijakandenganfungsiimplementasiataueksekusikebijakan.
    Sasaran:
    • Teridentifikasikannyapeluang, kendaladan target pembentukankelembagaanlitbangdidaerahsebagaiembriodalampengembanganJaringanLitbangdiwilayah Kalimantan.
    • 8. Teridentifikasikannyamodel resource center sebagai komponenpenunjang (supporting element) dalammewujudkankinerjakelembagaanlitbang yang optimal sertaproduklitbang yang semakinberkualitas.
  • TantanganPembentukanLembagaLitbangdi Daerah
    Kondisi masing-masing daerah berbeda, dibutuhkan sebuah kajian tersendiri untuk mengetahui tingkat urgensi keberadaan lembaga litbang di masing-masing daerah.
    Sumberdaya Manusia yang memiliki kapasitas dan kompetensi sebagai peneliti belum memadai
    Tidak adanya dukungan anggaran yang memadai baik dari eksekutif maupun legislatif untuk kegiatan kelitbangan
    Cont…
  • 9. Tantangan…
    4. Kurangnya komitmen dan kesadaran dari pemerintah maupun parlemen terhadap pentingnya fungsi litbang dalam formulasi sebuah kebijakan, sehingga dengan sendirinya keberadaan lembaga litbang hanyalah menjadi pelengkap dalam struktur kelembagaan daerah, tanpa peran yang strategis.
    5. Terbatasnya diklat-diklat mengenai kelitbangan di daerah sehingga berdampak pada rendahnya kualitas SDM yang terjun dalam dunia kelitbangan serta berimplikasi kepada rendahnya kualitas hasil-hasil penelitian dan kajian yang dilakukan.
    6. Rendahnya tingkat aplikasi dari hasil-hasil penelitian pada sektor-sektor yang terkait ke dalam sebuah kebijakan yang operasional oleh pemerintah daerah, sehingga berdampak pada turunnya motivasi dari lembaga litbang.
  • 10. PenguatanLembagaLitbangdi Daerah
    Perlu dibentuk lembaga kelitbangan di daerah dengan memperhatikan kemampuan, kebutuhan daerah dan peraturan perundangan yang berlaku.
    Perlu adanya jejaring kerja di antara lembaga litbang yang telah ada maupun yang akan dibentuk.
    Perlu penguatan lembaga litbang dari aspek: SDM, Anggaran, Sarana dan Prasarana serta Program yang berkualitas.
    Sehubungan dengan Surat Edaran Kepala Balitbang Depdagri Perihal Penetapan Anggaran Litbang Daerah yang menetapkan agar pemerintah daerah mengalokasikan dana sekurang-kurangnya 1 % dari APBD perlu diperkuat dengan Keputusan Presiden (Keppres).
    Cont…
  • 11. Penguatan…
    5. Perlu adanya sosialisasi dan dukungan dari Pemerintah Provinsi terhadap pembentukan lembaga litbang didaerah (Kabupaten/Kota) dalam bentuk surat edaran/ instruksi Gubernur. Sangat dibutuhkan good will dari pemerintahan didaerah untuk membentuk lembaga kelitbangan didaerah.
    6. Dibutuhkan database tentang hasil-hasil litbang yang dapat diakses diseluruh wilayah Kalimantan. Hasil-hasil kelitbangan hendaknya dapat diinformasikan dan dipublikasikan dengan memanfaatkan sarana komunikasi, informasi, dan teknologi.
    7. Mengintensifkan kegiatan-kegiatan Rakor dibidang kelitbangan agar terdapat kesamaan visi dan misi dalam hal kelitbangan serta juga dapat dijadikan sebagai wahana bertukar informasi demi pengembangan kelitbangan di daerah yang tentunya diharapkan dapat berujung pada terwujudnya pelaksanaan good-governance serta terciptanya pelayanan publik yang memuaskan.
  • 12. PengembanganJaringanLitbang, Resource CenterdanPeningkatanKualitas Program Litbang
    • Pada Konteks Kalimantan, perlu dibuat jaringan Litbang dengan berbagai macam cluster komoditas yang menjadi unggulan di Kalimantan, meliputi baik litbang pemerintah, perguruan tinggi, perusahaan maupun LSM.
    • 13. PKP2A III LAN Samarinda sebagai institusi pemikir (think tank) bagi pengembangan administrasi negara perlu menempati fungsi intermediasi yang mampu menjembatani dan menjadi resource center sebagai sentra informasi hasil-hasil riset daerah, penyusunan agenda Litbang, research goal setter dan titik temu (meeting point) antara lembaga Litbang di Kalimantan. Dengan harapan resource center ini menjadi garda terdepan sebagai center of excellence sebagai representasi jaringan Litbang di Kalimantan.
  • FungsiResourcesCenter
    Mengumpulkan (collecting) dan menyimpan (store) informasi dari seluruh Lembaga Litbang di Kalimantan. Informasi yang masuk adalah codified knowledge berupa hasil penelitan dan hasil publikasi ilmiah yang dihasilkan oleh Lembaga Litbang dalam bentuk soft copy dan hard copy;
    Menerima informasi yang dihasilkan oleh lembaga non Litbang, yang mempunyai semangat sama dalam mengangkat isu-isu perbaikan pembangunan baik skala lokal dan nasional, serta sejalan dengan agenda riset yang disepakati dalam suatu konsensus bersama;
    Membentuk lingkungan yang kondusif untuk terciptanya output penelitian yang berkualitas dan terintegrasi, sehingga mudah diakses dan digunakan oleh para stakeholder Litbang;
    Cont…
  • 14. Fungsi …
    4. Melakukan intermediasi antara pelaku Litbang dengan Pengambil Kebijakan (pemerintah pusat dan pemerintah daerah) agar mempermudah kerangka regulasi dan administrasi serta mendorong meningkatnya anggaran Litbang dalam rangka menggerakkan riset kearah invensi dan inovasi;
    5. Mengupayakan perlindungan terhadap publikasi aset intelektual (berupa codified dan tacit knowledge) dengan menginventarisir hasil-hasil riset kedalam database resource center, hingga upaya mematenkan aset intelektual yang murni dilahirkan dan dikembangkan dari sistem jaringan Litbang;
    6. Mengkoordinasikan secara lebih baik aktivitas riset/kajiaan/penelitian sehingga diharapkan dapat memungkinkan berbagi data, membandingkan hasil, melakukan studi-studi multi-disiplin, mengalihkan dan melindungi pengetahuan saintifik baru, dan meningkatkan akses yang lebih baik dengan mengembangkan suatu kebijakan riset bersama yang nyata.
  • 15. HubunganKomunitasLitbangdan Non Litbang
    Litbang
    Pemerintah
    Pemerintah
    Litbang
    Perguruan Tinggi
    Swasta
    Litbang
    Swasta
    Perguruan Tinggi
    Litbang
    Kelompok Masyarakat
    Masyarakat
    Litbang LSM
    LSM
  • 16. Roadmap PembentukanLembagaLitbangdi Daerah
    Dasar Kebijakan :
    UU No. 18 Tahun 2002
    PP No. 41 Tahun 2007
    PERMENDAGRI No. 33 Tahun 2007
    Tahapan Pencapaian 2011 - 2015
    Tahapan Pencapaian 2016 - 2025
    Tahapan Pencapaian 2008 - 2010
    Tujuan Antara
    ( Era Konsolidasi )
    Tujuan Akhir
    ( Era Pembuktian )
    Tujuan Awal
    ( Era Penyadaran )
    “Memperkuat Pondasi Kelitbangan dengan Pemantapan Sumberdaya”
    “Mampu Menghasilkan dan Memberikan Kontribusi Nyata dalam Pembangunan Daerah”
    “Meyakinkan Urgensi Kelitbangan dalam Mendukung
    Pembangunan Daerah”
  • 17. Kesimpulan
    • Selama ini lembaga Litbang belum secara optimal dimanfaatkan sehingga belum bisa memberikan kontribusi secara maksimal sebagai thinkthank di daerah.
    • 18. Dengan bekerja secara bersama-sama dalam suatu jaringan (networking) akan memberikan hasil yang lebih optimal dibandingkan apabila bekerja sendiri-sendiri.
    • 19. Pemerintah dapat mengembangkan klaster-klaster kreatif & inovatif Litbang melalui skema-skema untuk menstimulasi pertukaran pengetahuan, mengurangi kegagalan informasi, dan memperkuat kerjasama antar lembaga Litbang dan non Litbang.
    • 20. Peningkatan kualitas jaringan Litbang akan makin baik bila didukung oleh sistem yang merupakan salah satu aspek manajemen yang bertujuan mengarahkan serta mengendalikan aset dan proses kerja jaringan Litbang, agar kinerja jaringan Litbang dapat meningkatkan kepuasan pihak-pihak yang berkepentingan serta memiliki potensi untuk tumbuh secara berkelanjutan.
  • Saran
    • Bagi daerah yang belum memiliki lembaga litbang, perlu didorong untuk membentuk lembaga litbang sebagai think thank bagi pengambilan kebijakan-kebijakan di daerah.
    • 21. Perlu adanya rencana aksi untuk mewujudkan terbentuknya jaringan kelitbangan (Jarlitbang) di wilayah kalimantan sesuai dengan roadmap yang telah digambarkan.
    • 22. Perlu penguatan jaringan litbang dari aspek: SDM, Anggaran, Sarana dan Prasarana serta Program yang berkualitas. Beberapa titik yang perlu diperkuat didalam jaringan kelitbangan adalah Sumber Daya Manusia (SDM), Anggaran dan Program yang berkualitas. SDM dengan mengarahkan pola karir PNS ke fungsional peneliti, meningkatkan kesejahteraan fungsional peneliti agar lebih menarik dan mempermudah proses menuju fungsional peneliti. Selain itu berbagai bentuk diklat yang ditujukan kepada para peneliti yang bersifat teknis maupun penyegaran (refreshment) juga perlu dilakukan dan dikembangkan.
    Cont…
  • 23.
    • Adanya fungsi intermediasi yang mampu menjembatani dan menjadi resource center sebagai sentra informasi hasil-hasil riset daerah, penyusunan agenda Litbang, research goal setter dan titik temu (meeting point) antara lembaga Litbang di Kalimantan. Dengan harapan resource center ini menjadi garda terdepan sebagai center of excellence sebagai representasi jaringan Litbang di Kalimantan.
    Saran (cont..)
  • 24. Sekian
    &
    terima kasih!
    Pusat Kajian dan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur III Lembaga Administrasi Negara
    Jl. MT. Haryono No. 36 Samarinda-75124
    Telp. 0541-768231, Fax. 0541-768230