Menerawang Pembangunan Wilayah di masa depan dengan analisis skenario (skenario planning)

7,721 views

Published on

seri isu-isu aktual PKP2A III LAN 2007

Published in: Education, Business
2 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
7,721
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
551
Comments
2
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Menerawang Pembangunan Wilayah di masa depan dengan analisis skenario (skenario planning)

  1. 1. MENERAWANG PEMBANGUNANWILAYAH DI MASA DEPAN dengan ANALISIS SKENARIO
  2. 2. Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) (119) + vii halaman, 2007 Perpustakaan Nasional RI : Data Katalog Dalam Terbitan (KDT) ISBN 978-979-1176-13-2 1. Pembangunan Wilayah 2. Masa Depan 3. Analisis Skenario Editor : Koordinator : Tri Widodo W. Utomo, SH., MA Anggota : Diterbitkan Oleh : Pusat Kajian dan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur III (PKP2A III) LAN Samarinda UNDANG-UNDANG HAK CIPTA NO. 7 TAHUN 1987 Pasal 44 (1) Barangsiapa dengan sengaja tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu ciptaan atau memberi izin untuk itu, dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah). (2) Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah)
  3. 3. Daftar Isi Daftar isi ............................................................................................... iii Kata Pengantar ...................................................................................... v BAGIAN PERTAMA : Pemaparan Ide Dan Diskusi Interaktif uPokok - Pokok Presentasi Narasumber .......................................... 1 BAGIAN KEDUA : Sambutan Dan Makalah Pembicara uSambutan Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia .................................................................................... 15 uSambutan Kepala PKP2A III Lembaga Administrasi Negara ............ 19 uMAKALAH PEMBICARA üPENGANTAR SCENARIO PLANNING DR. Daniel Sparingga ( Dosen Universitas Airlangga Surabaya) ........................................................................... 24 üSKENARIO PEMBANGUNAN EKONOMI BERLANDASKAN PENGETAHUAN DI INDONESIA : IMPLIKASI UNTUK MEMACU PEMBANGUNAN INOVATIF Prof. DR. Erman Aminullah (Ahli Peneliti Utama LIPI) .......... 28 üANALISIS SKENARIO INDONESIA 2015 DAN KEMUNGKINAN PENERAPANNYA PADA KONTEKS KALIMANTAN DARI PRESPEKTIF POLITIK DESENTRALISASI EKONOMI DAN PEMBANGUNAN KEWILAYAHAN Drs. Desi Fernanda, M.Soc.Sc (Deputi III LAN) ..................... 36 üDARI SCENARIO PLANNING KE STRATEGIC PLANNING M. Ridlo ' Eisy ( Dosen Universitas Pasundan Bandung) ........ 54 üMENERAWANG MASA DEPAN : SCENARIO PLANNING DAN KEMUNGKINAN PENERAPANNYA UNTUK KALIMANTAN Dedy A. Prasetyo (Working Group for Indonesia Masa Depan) .............................................................................. 57 Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // iii -
  4. 4. BAGIAN KETIGA : Materi Pendukung uPERUMUSAN SKENARIO PLANNING DALAM RANGKA MEMPERKUAT SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAN KINERJA ORGANISASI DENGAN PENDEKATAN SISTEMIK Drs. H. Dadang Solihin (Direktur Sistem dan Pelaporan Evaluasi Kinerja Pembangunan - BAPPENAS) ............................................. 76 uLONG-TERM FORECASTING OF TECHNOLOGY AND ECONOMIC GROWTH IN INDONESIA Prof. Prof. Erman Aminullah (Centre for Science and Technology Development Studies Indonesian Institute of Science (LIPI), Jakarta, Indonesia) .............................................. 96 Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // iv -
  5. 5. Kata Pengantar Kepala PKP2A III LAN Buku ini merupakan proceeding dari hasil Diskusi Terbatas Forum SANKRI yang diselenggarakan oleh PKP2A III LAN Samarinda. Diskusi Terbatas ini didasari oleh pemikiran bahwa saat ini seluruh elemen masyarakat maupun negara kebangsaan (nation-state) dimanapun berada menghadapi sebuah kondisi ketidakpastian (uncertainty) di segala bidang. Perubahan berlangsung begitu cepat (rapid) pada berbagai dimensi kehidupan (all-encompassing) dan seringkali terjadi secara tidak terduga (unpredictable). Bahkan sebuah perubahan kadang bersifat sangat mendadak yang dapat mengakibatkan kemandegan sebuah organisasi (sudden changes and discontinuity). Dalam kondisi seperti itu, maka adanya terobosan manajemen (managerial breakthrough) sangat dibutuhkan untuk menuntut organisasi pada jalur yang benar dalam memasuki lorong masa depan. Salah satu yang dipersyaratkan disini adalah kemampuan sebuah organisasi dan jajaran pimpinannya untuk memiliki sebuah instrumen atau sistem pendukung dalam proses pengambilan keputusan strategis (decision support system - DSS). DSS tadi menjadi kebutuhan mendasar bagi sebuah organisasi karena pada dasarnya kita tidak dapat meramal masa depan, atau meminjam istilah Joe Flower (1997): "You can't predict the future. Nobody has a crystal ball". Meramal masa depan bagi sebuah komunitas berbangsa maupun bagi sebuah organisasi memang sebuah hal yang sangat sulit. Padahal, kemampuan memetakan posisi kekuatan dan kelemahan organisasi, serta tingkat kinerja yang harus dicapai pada masa depan, adalah sebuah kebutuhan fundamental. Disinilah pentingnya analisis skenario sebagai bagian integral dari sistem pengambilan keputusan dalam suatu organisasi. Analisis skenario memberikan beberapa manfaat besar bagi sebuah organisasi, antara lain: lMengurangi kemungkinan tidak bekerjanya sistem perencanaan dan implementasi strategi dalam organisasi. lMemberikan arah atau jalan alternatif yang harus dilalui sebuah organisasi dalam mewujudkan visi dan misinya. Dengan kata lain, skenario dapat mengunci tujuan / sasaran pada masa depan, sehingga akurasi dan probabilitas pencapaiannya menjadi lebih besar. Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // v -
  6. 6. lSkenario menjadi cara dan instrumen yang powerful untuk membangun organisasi pembelajaran (Tony Hodgson, Strategic Thinking With Scenarios, 2003). lSkenario juga dapat menjadi sebuah "laboratorium masa depan" melalui uji coba atau "gladi bersih" terhadap suatu kemungkinan di masa depan yang dilakukan saat ini. Dengan kata lain, skenario diharapkan mampu mentransformasi strategic thinking menjadi strategic action. lMenyusun skenario berarti memungkinkan kita berpikir tentang sesuatu yang tidak terpikirkan (Thinking the Unthinkable) (Art Kleiner, "The Man Who Saw the Future, 2003). Dalam konteks pembangunan kewilayahan, analisis skenario nampaknya cukup efektif untuk membantu merumuskan strategi kebijakan dan sistem perencanaan pembangunan regional di Kalimantan. Sebagaimana dimaklumi, saat ini terjadi fenomena tidak terintegrasinya pembangunan daerah di kontinen Kalimantan kedalam skema pembangunan wilayah. Fenomena seperti ini makin nampak saat digulirkannya kebijakan otonomi luas yang melahirkan daerah dengan kewenangan yang bulat dan utuh. Kewenangan yang bulat dan utuh tadi pada gilirannya menjadi trade-off bagi upaya membangun sinergi dan kohesi pembangunan antar daerah / wilayah. Setiap daerah menjadi semakin selfish atau memiliki ego yang lebih tinggi dalam memikirkan daerahnya sendiri. Padahal, dari teori ekonomi lokasi (spatial economy), sebuah daerah jelas memiliki keterkaitan dan ketergantungan dengan daerah lain. Konsekuensinya, kebijakan pembangunan sebuah daerah harus selalu ditempatkan dalam konteks pembangunan regional (embedding local policy into broader context of development). Dengan kata lain, membangun Kalimantan semestinya tidak dibatasi oleh terirotial wilayah administratif saja, tetapi harus mengacu pada sebuah payung makro / grand design pembangunan Kalimantan. Pembangunan trans Kalimantan tidak mungkin dapat tercapai jika sistem perencanaan pembangunan masih terkonsentrasi secara spasial provinsi. Arus komoditas pertanian atau barang-barang ekonomi juga semestinya tidak dibatasi oleh batas wilayah. Itu dalam konteks kontinen Kalimantan. Dalam skala nasional, secara geografis, Kalimantan juga sangat strategis bagi Indonesia dan perlu dijadkan magnet baru pertumbuhan wilayah nasional. Selain letak geografis tepat berada di tengah-tengah Indonesia, juga masih cukup banyak SDA untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. Sementara itu dalam lingkup yang Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // vi -
  7. 7. lebih sempit, pembangunan di Kalimantan Timur, misalnya, juga membutuhkan konsep-konsep lintas wilayah, misalnya keberadaan Teluk Balikpapan dan Sungai Mahakam. Kedua asset ini saja pemanfaatannya sudah sangat multi sektor, lintas daerah, dan lintas pendekatan, sehingga kebijakan yang dirumuskan juga harus betul-betul mempertimbangkan kepentingan lintas wilayah tersebut. Dalam rangka mensinergikan kebijakan dan manajemen pembangunan di wilayah Kalimantan itulah perlunya sebuah konsep yang dapat menjadi payung bagi setiap daerah otonom di Kalimantan (baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota). Konsep seperti ini, sayangnya, masih belum berkembang dan kondisi Kalimantan sendiri relatif masih tetap status quo. Atas dasar pemikiran tersebut diatas, maka adanya terobosan kebijakan yang berbasis pada konsep intelektual yang matang, komprehensif dan visioner, menjadi kebutuhan mendesak yang tidak dapat ditunda-tunda lagi. Dalam hal ini, salah satu konsep intelektual yang memiliki keunggulan inovatif adalah Perencanaan Skenario (scenario planning) atau sebuah proses kreatif Analisis Skenario. Dan mengingat pentingnya Scenario Planning sebagai management tools untuk menopang kinerja organisasi atau pemerintahan, maka PKP2A III LAN Samarinda memandang perlu mengangkat issu besar ini dalam sebuah forum diskusi lintas stakeholder. Akhir kata, kami menyadari sepenuhnya bahwa forum-forum diskusi yang kami selenggarakan serta buku-buku publikasi yang kami sebarluaskan masih sangat jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik dari berbagai pihak sangat kami nantikan dengan tangan dan hati terbuka. Walaupun kami sadar bahwa buku ini masih sangat dangkal, kami tetap berharap bahwa publikasi sederhana ini dapat menghasilkan manfaat yang optimal bagi bangsa dan negara. Samarinda, Januari 2008 PKP2A III LAN Samarinda Kepala, Meiliana Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // vii -
  8. 8. Bagian Pertama PEMAPARAN IDE NARASUMBER
  9. 9. POKOK - POKOK PRESENTASI NARASUMBER PERUMUSAN SCENARIO PLANNING DALAM RANGKA MEMPERKUAT SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAN KINERJA ORGANISASI DENGAN PENDEKATAN SISTEMIK Pembicara I : Dr. DANIEL SPARINGGA ( Dosen Universitas Airlangga Surabaya ) Ringkasan Materi Pemaparan : Secara umum pengertian scenario planning adalah sebuah narasi atau cerita yang mengenai kemungkinan masa depan yang berisikan tentang apa yang mungkin terjadi atau bukan apa yang harus terjadi yang tidak dapat diprediksi atau bukan ramalan mengenai masa depan yang dideskripsikan secara jelas di masa mendatang. Dilihat dari sejarah dan perkembangan tehnik Scenario Planning ini pertama kali dikembangkan di ruang lingkup kalangan militer selama dan setelah terjadinya Perang Dunia ke II ( PD II ), lalu berlanjut tehnik ini di aplikasikan ke dalam dunia bisnis di seluruh dunia yang merupakan salah satu tehnik atau metode bagi para pelaku bisnis untuk dapat membaca masa depan terutama yang berkaitan dengan usaha yang akan dan telah berjalan dan terakhir tehnik atau metode ini telah banyak dimanfaatkan saat ini yang mencakup hampir seluruh bidang, dari tema yang berhubungan dengan masa depan Negara, keamanan nasional, lingkungan hidup, perdagangan, industri, pendidikan hingga terorisme dan lainnya. Dalam tehnik atau metode menggunakan Scenario Planning dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, dalam hal ini ada 2 pendekatan yang utama yang dapat di lihat : 1. Pendekatan Pakar ( Skenario Pakar ), pendekatan ini adalah melibatkan orang atau kalangan tertentu dengan jumlah paling sedikit 50 orang sebagai aktor, misalnya saja "Mont Fleur Scenario" (di Afrika Selatan). 2. Pendekatan Dialog ( Dialog Skenario ), pendekatan ini adalah melibatkan lebih banyak orang yang terdiri dari berbagai macam latar belakang yang Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 1 -
  10. 10. biasanya terdiri lebih dari 150 orang, misalnya saja tentang skenario Indonesia tahun 2010. Selain dilihat dari 2 pendekatan utama dalam Scenario Planning diatas, terdapat tujuh langkah di dalam melakukan penyusunan Scenario Planning ini, yaitu sebagai berikut : 1. Menetapkan Focal Concern (FC). Dalam langkah pertama ini beberapa hal yang diperlukan untuk dapat menentukan atau menetapkan Focal Concern (FC), yaitu : a. Berbagai pertanyaan strategis yang menjadi obsesi peserta. b. Merupakan jangkar bagi pembicaraan mengenai skenario. c. Perlunya time frame yang jelas. d. Focal Concern (FC) harus yang berbeda guna menghasilkan skenario berbeda juga. Dibawah ini beberapa contoh yang berkaitan dengan Focal Concern (FC), antara lain : - Masa Depan Industri Garmen Indonesia tahun 2025. - Masa Depan ASEAN tahun 2050. - Terorisme Internasional tahun 2030. - Perkembangan Perguruan Tinggi di Indonesia tahun 2020. - Posisi Partai Politik di Indonesia tahun 2025. - Dunia Perminyakan tahun 2050. 2. Mengindentifikasikan Driving Force (DF). Dalam melakukan idenfikasi mengenai Driving Force (DF), ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan, yakni : a. Driving Force (DF) merupakan suatu pendorong terhadap adanya perubahan. b. Idenfikasi Driving Force (DF) dilakukan dengan mendaftarkan sebanyak mungkin dan selengkap mungkin hal yang dipercaya untuk dapat mempengaruhi Focal Concern (FC). c. Driving Force (DF) selalu dinyatakan kedalam bentuk atau wujud "variabel". 3. Melakukan Analisis hubungan antar DF di satu pihak dan antara DF's dan FC. Pada langkah yang ketiga ini, untuk menganalisis hubungan antar DF dapat di lakukan sebagai berikut : Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 2 -
  11. 11. a. Membuat pemetaan hubungan di antara DF yang satu dengan DF yang lainnya. b. Melakukan pemetaan dari hubungan yang berdasarkan dari keseluruhan DF terhadap FC. c. Memberikan penjelasan tentang bagaimana jalinan hubungan itu dapat mempengaruhi FC. 4. Memilih DF yang merupakan paling berpengaruh. Untuk dapat memilih DF sebagai faktor paling berpengaruh, maka kita harus melihat tiga kriteria mendasar ini, yaitu : a. Melakukan pemilihan DF yang memiliki hubungan langsung terhadap FC. b. Pilih DF yang memiliki pengaruh yang segera terhadap FC. c. Pilihlah DF yang paling kritis (importance and uncertain). 5. Membuat atau menyusun matrik skenario. Untuk dapat membuat matrik skenario tersebut pertama kita harus menentukan matriks yang terdiri dari atas sumbu ordinat dan aksis yang dikembangkan dari dua DF terpilih, kedua menentukan kutub - kutub apa saja yang memiliki kemungkinan besar atau berpengaruh dari setiap DF yang terpilih. 6. Menentukan ciri kunci pada setiap skenario. Untuk mendapatkan atau menentukan indikator kunci dalam sebuah kegiatan penyusunan scenario planning, cara yang pertama harus menentukan ciri-ciri pokok yang dari masing-masing kutub yang ada, kedua menentukan implikasi dari bertemunya ciri- ciri yang melekat pada kutub yang relevan pada satu DF dan kutub yang relevan pada DF yang lainnya, ketiga harus menentukan symbol atau fase yang asosiatif untuk masing - masing skenario. 7. Menyusun narasi skenario. Pada langkah yang terakhir dalam kegiatan penyusunan skenario agar dapat menghasilkan sebuah naskah yang baik maka diperlukan beberapa cara, yaitu : a. Mengembangkan sebuah narasi untuk setiap skenario yang akan di susun. b. Dalam setiap skenario harus berisikan deskripsi elaboratif tentang Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 3 -
  12. 12. implikasi bertemunya ciri - ciri pokok yang ada relevannya dengan skenario yang akan disusun. c. Memperhatikan gaya penulisan bersifat narasi yang beraneka ragam, mulai yang menekankan proses hingga yang menekankan snapshot peristiwa dan yang menekan aktor hingga hard - facts. d. Mencari versi atau bentuk alternatif skenario, misalnya komik, cerita pendek, film, drama, dan karikatur. Pembicara II : Prof. DR. ERMAN AMINULLAH ( Ahli Peneliti Utama LIPI ) Ringkasan Materi Pemaparan : Secara umum gambaran awal mengenai skenario pembangunan ekonomi yang berlandaskan pengetahuan dapat di lihat dari berbagai aspek yang ada pada tahun 2005, pertama rendahnya ketahanan ekonomi menghadapi persaingan global di dunia, kedua karena ketertinggalan Indonesia menghadapi perkembangan global menuju ekonomi yang berlandaskan ilmu pengetahuan, ketiga kelambatan berkembangnya budaya Ilmu pengetahuan dengan jumlah penduduk terdidik, keempat sangat lemahnya komitmen pemerintah dalam rangka membangun daya saing berlandaskan atas penguasaan IPTEK dan terakhir lemahnya pembangunan kemampuan IPTEK dan rendahnya pemanfaatan kemampuan IPTEK untuk pembangunan. Namun pada gambaran keadaan akhir yang terlihat pada tahun 2025 adalah tingginya ketahanan ekonomi menghadapi persaingan global, kedua kemajuan Indonesia menghadapi perkembangan global menuju ekonomi berlandaskan atas ilmu pengetahuan, ketiga berkembangnya secara merata budaya IPTEK dengan dukungan jumlah penduduk yang terdidik, keempat tingginya komitmen pemerintah dalam rangka membangun daya saing yang berlandaskan penguasaan IPTEK dan Kuatnya pembangunan kemampuan IPTEK dan tingginya pemanfaaatan kemapuan IPTEK untuk pembangunan. Setelah mendapat gambaran awal mengenai skenario pembangunan ekonomi yang berlandaskan pengetahuan pada tahun 2005, maka untuk Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 4 -
  13. 13. dapat tercapainya gambaran akhir yang kita inginkan diperlukan berbagai cara atau langkah untuk dapat mewujudkannya. 5 langkah untuk mencapai keadaan yang diinginkan adalah : 1. Adanya prasyarat perubahan 2. Dukungan dari Masyarakat yang terdidik 3. Imperatif Kebijakan. 4. Strategi Kebijakan. 5. Evaluasi yang berkelanjutan. Dalam implikasi untuk memacu pembangunan daerah yang inovatif sangat di pengaruhi oleh berbagai macam corak daerah, yaitu : 1. Daerah Urban, merupakan salah satu wilayah sebagai pusat pengetahuan bersifat kosmopolitan (jumlah penduduk yang padat dan tingginya PDRB daerah). 2. Daerah Sumber Keuntungan, adalah daerah yang memiliki tingkat ekonomi yang bersifat dinamis. 3. Daerah Tertinggal, adalah daerah yang memiliki jumlah penduduk jarang dan PDRB yang sangat rendah yang biasanya terdapat pada daerah yang wilayahnya di pedalaman atau perbatasan. 4. Daerah Tidur, merupakan daerah yang sangat padat penduduknya tetapi sangat rendah dalam PDRB-nya. Untuk dapat memacu pembangunan terutama bagi daerah yang inovatif sudah seharusnya kemajuan perekonomian daerah dapat dilihat dari keberhasilan daerah terhadap sumber daya yang dimiliki akan tetapi hal tersebut tidak secara otomatis akan menjadi ciri dari suksesnya daerah yang mencontoh. Karena hal tersebut daerah yang inovatif adalah daerah yang belajar (learning region) yang mengandalkan kemajuan berlandaskan penguasaan pengetahuan dan teknologi. Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 5 -
  14. 14. SKENARIO INDONESIA 2015 DAN KEMUNGKINAN PENERAPANNYA PADA KONTEKS KALIMANTAN DARI PERSPEKTIF POLITIK DESENTRALISASI, EKONOMI DAN PEMBANGUNAN KEWILAYAHAN Pembicara III : Drs. DESI FERNANDA, M.Soc. Sc (Deputi III Lembaga Administrasi Negara) Ringkasan Materi Pemaparan : Metode Scenario Planning dengan pendekatan Business Idea, yang dalam hal ini akan penulis adopsi dengan mengalihbahasakannya dengan istilah kepemimpinan institusional, yaitu karakteristik yang menunjukkan kemampuan lembaga pemerintahan tertentu dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya secara berhasil (sukses); adalah terdiri dari beberapa langkah, sebagai berikut: ØLangkah 1 : Menentukan Daya Saing (Competitive Advantage) Organisasi. ØLangkah 2 : Mengajukan "Devil's Advocate" ØLangkah 3 : Mengembangkan Gambaran Hubungan Sebab dan Akibat. ØLangkah 4 : Penyempurnaan Diagram Business Idea. ØLangkah 5 : Mengidentifikasi Kompetensi Unggulan Organisasi. ØLangkah 6 : Penghalusan Diagram Business Idea. ØLangkah 7 : Review Business Idea. ØLangkah 8 : Merumuskan Elemen Business Idea Paling Mendasar ØLangkah 9 : Reperkusi Strategis dan Pertimbangan Implikasi Strategis Kondisi obyektif wilayah Kalimantan memang menunjukkan bahwa tingkat kemajuan pembangunan di wilayah Kalimantan relatif tertinggal dibanding wilayah Indonesia bagian barat, khususnya Jawa dan Bali. Kondisi ini merupakan hal yang ironis, mengingat adanya dua alasan/kondisi, yaitu: 1) Kalimantan merupakan kontinen yang memiliki kekayaan alam melimpah seperti migas dan tambang, sumber daya laut dan perikanan, kehutanan dan perkebunan, dan sebagainya; serta 2) Kalimantan memberi kontribusi yang sangat besar terhadap pendapatan negara, khususnya dari sektor migas, tambang serta potensi hutan dan hasil kayu. Kalimantan sendiri jika tidak dikelola dengan baik, pada suatu ketika akan mengalami anomali pertumbuhan pembangunan. Penyebabnya adalah, Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 6 -
  15. 15. Kalimantan merupakan kawasan yang sangat dinamis (growing and dynamic region). Pemekaran daerah masih terus berlangsung yang diimbangi oleh laju urbanisasi dan penambahan penduduk yang cukup progresif. Investasi asing maupun domestik masih terbuka lebar, baik di sektor primer (kehutanan, perkebunan, kelautan, pertambangan dan migas), maupun di sektor-sektor sekunder dan tersier (perdagangan, industri, dan jasa-jasa). Namun di sisi lain, potensi sumber daya alam Kalimantan lebih banyak yang bersifat tidak terbarukan (non-renewable resources) seperti tambang dan migas. Sementara sumber daya yang mestinya dapat diperbaharui (renewable resources) seperti hutan, ternyata juga mengalami kegagalan konservasi atau reservasinya. Fenomena alam seperti longsor, kebakaran hutan, banjir di perkotaan, kabut asap dan sebagainya, menunjukkan bahwa manajemen lingkungan di wilayah ini juga tidak terlalu menggembirakan. Ketertinggalan pembangunan wilayah Kalimantan serta potensi ancaman sebagai konsekuensi logis dari kegagalan dalam formulasi dan implementasi kebijakan pembangunan, dapat dipersepsikan sebagai akibat kesalahan sistemik dalam konsep pembangunan secara makro nasional, atau karena miss-management dalam pengelolaan dan pengembangan sumber daya lokal, atau faktor-faktor penyebab lainnya. Apapun penyebabnya, harus segera diidentifikasi dan untuk kemudian segera dirumuskan strategi pembenahannya. Dalam rangka merumuskan strategi dan program-program pembangunan itulah, perlu dilakukan analisis yang mendalam dalam rangka merumuskan dan/atau menetapkan agenda setting dan priority setting program pembangunan wilayah. Dalam hal ini, salah satu alat analisis yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan analisis skenario (Scenario Planning). Dalam konteks Kalimantan, the Business Idea yang dimiliki antara lain berwujud luas wilayah dan potensi alam yang berlimpah. Ini merupakan tahap pertama dari metodologi Scenario Planning. Selanjutnya, tahapan yang cukup krusial adalah melakukan devil's advocate atas keunggulan kompetitif yang dimiliki Kalimantan. Dengan kata lain, devil's advocate berguna untuk menguji berbagai keunggulan kompetitif yang melekat pada karakteristik sosial maupun alam Kalimantan. Daftar keunggulan kompetitif yang ada di Kalimantan akan menjadi dasar bagi penyusunan diagram sebab akibat, Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 7 -
  16. 16. sehingga dapat disusun bagaimana mental model Business Idea dalam keberhasilan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya menyelenggarakan otonomi daerah secara luas. Langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi kompetensi unggulan Kalimantan sebagai kekuatan yang menghasilkan keunggulan kompetitif kontinen ini. Oleh karena itu faktor-faktor dalam diagram Business Idea Kalimantan harus disederhanakan kembali. Hal ini dapat dilakukan dengan bebarapa cara, dalam hal ini, penulis akan membuat penyederhanaan dengan mengkombinasikan hubungan-hubungan atau faktor-faktor yang bersifat kompleks. Dan akhirnya akan mempertahankan beberapa kompetensi unggulan serta keunggulan kompetitif lainnya, maupun faktor kesuksesan (activity specific assets) tertentu, yang secara signifikan berpengaruh terhadap keberhasilan pelaksanaan tugas pokok Pemerintah Daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tugas meningkatkan kesejahteraan masyarakat inilah yang menjadi tujuan tertinggi dari pemberian otonomi luas kepada Pemerintah Daerah. Untuk memberikan nama pada setiap kemungkinan skenario yang muncul menggunakan perumpamaan matahari, mulai matahari terbit, matahari bersinar terang, matahari terbenam, hingga gerhana matahari total. Perumpamaan ini tampaknya mampu merepresentasikan kondisi-kondisi kompbinasi otonomi daerah dengan pemberantasan korupsi yang berhasil atau gagal, sebagai berikut: 1) Matahari Bersinar (Skenario 1) : melambangkan bahwa penyelenggaraan otonomi daerah sangat berhasil dan terus berkembang secara progresif, sementara upaya-upaya pemberantasan korupsi juga berhasil membentuk aparatur negara/daerah menjadi bebas KKN, dan akuntabel. 2) Matahari Terbit (Skenario 2) : melambangkan bahwa perkembangan penyelenggaraan pemerintahan memiliki prospek yang cerah, dan kompetensi penyelenggaraan pemerintahan daerah maupun pemerintahan negara pada umumnya menunjukkan perkembangan postif dan mengalami kemajuan secara progressif. 3) Matahari Terbenam (Skenario 3) : kondisi ini melambangkan bagaimana rejim pemerintahan negara RI paska Orde Baru akan dihadapkan pada berbagai kendala teknis dan non teknis, yang menghambat laju Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 8 -
  17. 17. keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik. 4) Gerhana Matahari Total (Skenario 4) : menggambarkan bahwa pada tahun 2015 pemerintahan negara RI akan mengalami kegagalan total dalam penyelenggaraan pemerintahan negara. Pembicara IV : M. RIDLO EISY ( Dosen Universitas Pasundan Bandung ) Ringkasan Materi Pemaparan : Pada waktu orde baru kita mengenal dengan GBHN dan pelita yang merupakan isi dari keinginan para pemimpin Negara mengenai masa depan yang baik dan berbagai tahapan - tahapan yang dibuat sedemikian rupa gunan mewujudkan masa depan dari bangsa ini. Tetapi pada saat sekarang setelah orde baru runtuh, GBHN dan Pelita itu digantikan dengan RPJP, RPJPD dan RPJM yang berisikan hampir sama dengan GBHN dan Pelita tersebut mengenai keinginan para pemimpin di masa mendatang yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat. GBHN dan Pelita yang pernah dilakukan pada rezim orde baru, ternyata tidak dapat menyelematkan Indonesia dari krisis yang terjadi pada tahun 1997 - 1998 dan membawa bangsa Indonesia terpuruk di berbagai sektor kehidupan masyarakat. Hal ini menyiratkan bahwa Indonesia sebagai mobil yang sangat baru pada saat jaman orde baru akan tetapi kurangya perawata, sehingga menjadi rusak di tahun 1998 dan akan membuat orang yang mengendalikan mobil tersebut mengalami berbagai macam permasalahan yang tidak diharapkan. Oleh karena kita tidak pernah membayangkan, bahwa sebuah sistem yang di buat pada jaman orde baru menjadi gagal serta membuat semakin Indonesia porak poranda. Untuk itu, alangkah baiknya sebelum dibuat suatu landasan atau menyusun strategic planning perlu di lakukan investasi dari setiap lembaga yang ada di pemerintahan dengan cara melaksanakan scenario planning. Dengan cara tersebut dapat kita melihat impian apa saja yang terbaik untuk bangsa ini akan tetapi juga kita harus membayangkan apa yang akan terjadi Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 9 -
  18. 18. dari impian tersebut dari dampak negatifnya. Sehingga dampak negatif tersebut tidak membuat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang disintegrasi yang mungkin akan lebih parah daripada Negara Unisoviet yang lalu. Berbagai versi skenario Indonesia 2010 yang dapat kita lihat, salah satunya adalah skenario yang dibuat oleh versi Jawa Barat yang menyusun skenario Indonesia sebagai Zamrud berserakan. Skenario ini menggambarkan bahwa kesatuan Negara Indonesia terpecah belah, banyak terjadinya pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pihak keamanan, peranan dan kesadaran dari masyarakat yang sangat rendah yang akan dapat terjadinya kudeta dan membuat keadaan masyarakat menjadi tertutup dan pemerintah melakukan berbagai intervensi terutama dalam bidang ekonomi untuk dapat bertahan hidup yang mengakibatkan masyarakat menjadi kelaparan dan kemiskinan dimana - mana dan Negara Indonesia menjadi di kucilkan di mata dunia. Namun dalam versi skenario Indonesia 2010 yang menggambarkan Indonesia berada di ujung tanduk, yang bermakna bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia bagaikan matahari yang akan tenggelam dimana rakyat akan menjadi korban kekejaman dari pemerintah dan para aparat yang seharusnya menlindungi dan mengayomi masyarakat. Dengan kata lain Indonesia seperti kapal yang terombang ambing di terjang badai dan akhirnya menjadi pecah berantakan. Dengan demikian bagi para penyusun strategic planning haruslah fokus dan dapat melihat berbagai unsur yang bisa mengakibatkan terjadinya skenario yang akan lebih buruk. Untuk dapat mengatasi berbagai penyebab terwujudnya scenario planning yang buruk maka pemerintah selaku pembuat kebijakan dan penguasa harus menghindarkan hal - hal yang buruk dari masyarakat untuk menuju kearah yang lebih baik dengan meminimalkan pelanggaran HAM, ketidak adilan dalam kehidupan sosial di masyarakat dan sesuatu yang akan menimbulkan konflik dalam masyarakat baik secara horizontal dan secara vertikal. Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 10 -
  19. 19. Pembicara V : DEDDY A. PRASETYO, SH., LL.M ( Working Group For Indonesia Masa Depan ) Ringkasan Materi Pemaparan : Skenario lebih mengarah kepada cerita yang masuk akal dan menantang tentang berbagai hal. Di dalamnya termasuk bagaimana faktor- faktor eksternal mempengaruhi perkembangan suatu organisasi atau institusi seperti kondisi politk, sikap masyarakat, regulasi, dan kekuatan ekonomi. Jadi skenario itu lebih merupakan hipotesa-hipotesa, dan bukan ramalan, yang dicipatakan dan diguanakan dalam berbagai cerita dengan kerangka skenario yang biasnya terdiri dari 3 atau 4 skenario yang "menangkap" kemungkinan- kemungkinan dimasa depan. Cukup banyak orang terkecoh pemahaman antara strategic planning dengan scenario planning. Kegiatan ini berbeda dengan Perencanaan Strategik (strategic planning) yang berusaha mengidentifikasi cara-cara untuk menjamin keberhasilan pencapaian visi dan misi organisasi. Hasil perencanaan strategik adalah daftar langkah yang harus diambil agar tujuan bisa tercapai.3 Sementara proses scenario planning dapat digunakan untuk memfasilitasi dan memperkukuh proses strategic planning agar organisasi tetap 'hidup' dan responsif terhadap perubahan-perubahan eksternal yang terjadi. Pada tahapan ini kemudian menentukan kerangka waktu yang akan digunakan sebagai patokan. Misalnya saja 10 atau 20 tahun. Jangka waktu ideal adalah menerawang 10 tahun ke depan. Semakin dinamis perubahan eksternal dan internal yang terjadi, maka durasi waktu disarankan antara 5 - 10 tahun. Contohnya ketika berhubungan dengan perkembangan teknologi informasi, maka disarankan untuk menggunakan jangka waktu yang pendek tersebut. Tetapi jangka waktu pendek tidak terlalu disarankan ketika berhubungan dengan persoalan perubahan lingkungan atau sosial kemasyarakatan. Jangka waktu panjang, 10 - 20 tahun, biasanya cukup diterima ketika berhubungan dengan fenomena yang relatif pelan perubahannya. Ada 5 tahapan yang digunakan dalam penyusunan skenario : Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 11 -
  20. 20. Orientasi Eksplorasi Sintesis AksiMonitor Tahap I Tahap II Tahap III Tahap V Tahap IV Untuk membuat suatu skenario sebagai alat dimana perubahan besar dapat diimpikan dan dilakukan. Kita dapat belajar dari afrika selatan, belajar dari Guatemala, belajar dari Destino Columbia. Setiap skenario menggambarkan hasil yang sangat berbeda dari situasi negoisasi politik yang sedang berlangsung saat itu. Membuat suatu skenario masa depan Indonesia 2010, terinspirasi oleh pengalaman Afrika Selatan yang mampu melewati masa transisi dengan sukses. Tidak mudah menjelaskan kepada masyarakat maupun para tokoh urgensi dari kebutuhan bangsa ini merupakan skenario planning. Skenario sudah telanjur dimaknai sebagai sesuatu yang negatif dan sarat nuansa politik. Skenario pertama "Diujung Tanduk" yang merupakan kombinasi pemerintahan authoritarian dengan pemerintahan yang berorientasi ekonomi pro-pertumbuhan. Dalam skenario ini digambarkan bahwa pemerintahan yang authoritarian membawa dampak pada ketidakpuasan daerah dari berbagai sisi akibat pemerintahan yang sentralistis. Separatisme dan disintegrasi menjadi konsekuensi logis dari sistem yang tidak mempedulikan aspirasi daerah. Konflik pusat-daerah melebar menjadi konflik antar-agama dan antar-etnis. Anarkisme meningkat. Ketidakpatuhan sipil juga meningkat. Pendidikan dan agama dijadikan sarana untuk menseragamkan ideologi. Pertumbuhan ekonomi terjadi dikarenakan modal besar dan high technology. Dalam skenario ini digambarkan Riau memisahkan diri mengikuti dua wilayah lainnya yaitu Aceh dan Papua. Skenario kedua "Masuk ke Rahang Buaya" merupakan kombinasi dari pemerintahan authoritarian dengan pemerintahan yang berorientasi ekonomi pro-pemerataan. Dalam skenario ini digambarkan Indonesia menjadi sangat Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 12 -
  21. 21. authoritarian dan terjadi isolasi ekonomi. Untuk tetap mempertahankan pemberian subsidi kepada rakyat, pemerintah mengeksploitasi sumberdaya alam secara besar-besaran. Skenario "Mengayuh Biduk Retak" merupakan kombinasi pemerintahan demokratis dengan sistem ekonomi pro-pertumbuhan. Digambarkan Indonesia menjadi Negara yang demokratis dengan kebebasan pers dan rule of law. Otonomi daerah berjalan dengan baik. Namun terjadi masalah di bidang ekonomi yang dikuasi pertumbuhan, melalui investasi asing dan penggunaan aset-aset lokal. Skenario "Lambat Asal Selamat" merupakan kombinasi dari pemerintahan demokratis dengan sistem ekonomi pro-pemerataan. Hal ini ditandai dengan suksesnya pelaksanaan otonomi daerah, dimana desentralisasi-lah yang menyelamatkan Indonesia dari bahaya kehancuran disintegrasi. Demokrasi berhasil membuat wajah Indonesia tidak lagi dipandang sebelah mata oleh dunia international. Investor asing kembali menanamkan modalnya di Indonesia, ini merupakan wujud kredibilitas Indonesia yang membaik atau meningkat. Apabila inisiatif perencanaan skenario ini ternyata "menarik hati" para pemangku kepentingan di tingkat Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur, setidaknya hal-hal yang menjadi kelemahan proses di atas haruslah dihindari. Berikut adalah hal yang perlu dilakukan seandainya inisiatif ini akan dilakukan, sekurang-kurangnya: a. Pilihlah "panitia pengarah" yang merepresentasikan kelompok, partai politik, profesi, etnis, agama, dsb, secara beragam dan proporsional. b. Partisipasi peserta. Pilihlah peserta dengan tingkat keberagaman yang tinggi. Hal ini akan sangat membantu dalam proses identifikasi dan penentuan Driving Forces ("predetermined elements" atau "uncertainties"). c. Libatkan para penyelenggara Negara dan/atau pemerintahan di tingkat Kalimantan untuk memiliki proses tersebut. d. Disiplin dengan tahapan proses perencanaan skenario. Menghasilkan skenario bukan berarti proses selesai. Selesainya pembuatan Skenario justru merupakan langkah awal proses yang lebih besar, yaitu merancang tindak lanjut dan memonitor indikator utama (ingat: trend perubahan indikator). Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 13 -
  22. 22. e. Persiapkan sumberdaya (fasilitator, pendanaan, akomodasi, dsb) secara memadai dan transparan. f. Bentuk unit kecil "Scenario Planning Office" untuk selalu terus memonitor skenario dan tindak lanjutnya. Penyusunan skenario adalah suatu proses dialog yang mensyaratkan tiga parameter dasar yakni harus ada keterbukaan (openness), kesediaan bicara (talking) dan kemauan untuk mendengar (listening). Ini merupakan prasyarat dasar suksesnya proses. Tidak terpenuhinya prasyarat dasar, yang terjadi hanya sekedar lokakarya penyusunan yang 'hambar' dan tidak mencerminkan 'jiwa' para peserta yang merupakan representasi dari jiwa masyarakat secara keseluruhan. Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 14 -
  23. 23. Bagian Kedua SAMBUTAN DAN MAKALAH PEMBICARA
  24. 24. SAMBUTAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA Pada Diskusi Ilmiah Forum SANKRI dengan Tema: "Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario" - PKP2A III LAN Samarinda, 26 November 2007 - Yth. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Yth. para Narasumber, Yth. para pejabat pemerintah daerah, para peneliti, serta para undangan dan hadirin sekalian yang berbahagia, Assalamu'alaikum wr wb. Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua, Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan YME, karena atas rahmat dan hidayah-Nya, pada hari ini kita dapat bersinergi dalam sebuah forum diskusi akademik guna memformulasikan strategi terobosan yang lebih manjur dalam rangka akselerasi pembangunan wilayah di era otonomi luas. Kegiatan ini sendiri saya nilai memiliki arti yang sangat penting dalam konteks pembenahan sistem analisis kebijakan maupun perencanaan pembangunan, baik dalam skala nasional, regional maupun lokal. Kebijakan yang akurat dan perencanaan program yang matang, menjadi syarat mutlak terhadap 3 kondisi, yakni: 1) tercapainya efektivitas dan efisiensi; 2) terbangunnya daya saing dan nilai tambah organisasi; serta 3) terjaminnya organisasi tetap berjalan sesuai roadmap yang dimilikinya. Persoalan yang terjadi dewasa ini, ketiga hal tersebut tidak dapat terwujud secara optimal karena lemahnya kebijakan dan sistem perencanaan kita. Perencanaan kita lebih sering mengalami kegagalan (planning failures) dalam tahap implementasinya. Konsekuensi dari kegagalan perencanaan ini Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 15 -
  25. 25. dapat diamati indikasinya antara lain dari posisi Indonesia di tengah kehidupan internasional yang semakin menurun dan tertinggal dibanding negara-negara berkembang lainnya. Beberapa indikator global seperti Corruption Perception Index, Environmental Sustainability Index, Network Readiness Index, Human Development Index, Knowledge Based Economy Index, Global Competitiveness Index, dan sebagainya, menunjukkan kinerja bangsa yang tidak kunjung membaik. Sedangkan pada sisi domestik, kita juga belum mampu melepaskan diri dari problematika klasik seperti kemiskinan dan pengangguran, stabilitas moneter yang fluktuatif, kerusakan lingkungan hidup, pergolakan sosial, penegakan hukum yang lemah, perilaku koruptif dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik yang belum berkualitas, kesenjangan antar wilayah (regional disparity), dan sebagainya. Berbagai fakta tentang buruknya kinerja bangsa tadi, sedikit banyak jelas dikontribusikan oleh proses analisis kebijakan yang kurang berbobot. Dengan kata lain, dokumen perencanaan yang kita miliki selama ini nampaknya belum sanggup menjawab dan mengatasi issu-issu sentral dalam kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia. Mengingat hal yang demikian, maka kegagalan perencanaan - meskipun dalam beberapa hal dapat ditolerir - harus segera dikurangi. Momentum reformasi harus kita manfaatkan untuk melakukan evaluasi secara sistemik dan komprehensif atas berbagai kegagalan pembangunan dimasa lampau. Dalam hal ini, perencanaan memang bukan jaminan akan berfungsinya semua komponen sistem manajemen negara. Namun paling tidak, perencanaan yang baik, efektif, akurat, dan visioner, akan memberi modal dasar yang kokoh bagi fungsi-fungsi manajemen lainnya agar berjalan lebih efektif dan efisien. Hadirin peserta Seminar yang saya hormati, Atas dasar pola pikir yang saya sampaikan diatas, maka saya menyambut baik inisiatif penyelenggaraan seminar tentang Scenario Planning ini. Disamping menawarkan alternatif dan paradigma yang relatif baru dalam rangka mengatasi keterbatasan perencanaan konvensional, proses analisis skenario diharapkan juga dapat menjadi bagian integral dari Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 16 -
  26. 26. pembenahan sistem administrasi pembangunan. Sebagaimana kita ketahui, administrasi pembangunan adalah sistem administrasi di negara yang sedang membangun, yakni rangkaian upaya penerapan dan pengembangan fungsi- fungsi manajemen, kebijakan publik, lembaga-lembaga, serta pranata sosial, politik dan ekonomi dalam mewujudkan cita-cita pembangunan nasional. Sementara itu, dalam khazanah keilmuan maupun praktek di negara berkembang menunjukkan bahwa kebijakan pembangunan merupakan pokok substansi kebijakan publik. Hal ini mengandung pemikiran bahwa manajemen pembangunan yang baik merupakan refleksi dari kinerja kebijakan publik yang baik pula. Manajemen pembangunan sendiri, tidak mungkin berkualitas jika tidak ditopang oleh sistem perencanaan yang modern dan berbobot. Pada gilirannya, sistem perencanaan yang maju membutuhkan dukungan instrumen analisis yang canggih, salah satunya melalui analisis skenario. Berdasarkan logika ini, maka tidak berlebihan jika dikatakan bahwa penggunaan analisis skenario dalam sistem perencanaan pembangunan, akan membawa kontribusi positif terhadap reformasi kebijakan publik secara keseluruhan. Terlepas dari kebutuhan terhadap pembaharuan manajemen perencanaan pembangunan, pada saat yang bersamaan-pun kita memerlukan inovasi terus menerus terhadap cara dan gaya berpemerintahan (the new ways of governing) yang dinamis dan tidak statis. Sebab, administrasi negara dimasa mendatang akan dituntut untuk secara tepat berperan dalam suasana dimana masyarakat makin meningkat pendidikannya, makin terspesialisasi kebutuhannya, serta makin keras tuntutannya pada kualitas, dalam suasana pasar yang makin terbuka dan sistem informasi yang makin canggih dan cepat. Hadirin peserta Seminar yang saya hormati, Sebagai penutup sambutan, saya mengucapkan selamat berdiskusi secara produktif, semoga dari kegiatan seminar ini dapat dihasilkan butir-butir pemikiran cerdas dan inovatif untuk turut mengurai permasalahan yang kita hadapi. Kepada jajaran Pemerintah Daerah di wilayah Kalimantan yang menjadi mitra abadi dalam implementasi program kerja LAN di daerah, saya sampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Semoga Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 17 -
  27. 27. kerjasama dan saling pengertian yang telah terjalin secara harmonis selama ini dapat lebih diperkuat dimasa-masa yang akan datang. Dengan memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, seminar Forum SANKRI dengan Tema "Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario", secara resmi saya nyatakan DIBUKA. Terimakasih, Wabillahi taufik wal hidayah Wassalamu'alaikum wr. Wb. Lembaga Administrasi Negara RI Kepala, Sunarno Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 18 -
  28. 28. SAMBUTAN KEPALA PUSAT KAJIAN dan PENDIDIKAN dan PELATIHAN APARATUR III LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA Pada Acara, Diskusi Ilmiah Forum SANKRI Menerawang Pembangunan Wilayah Di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) Samarinda, 26 November 2007 Yth, Kepala LAN RI, Bpk Sunarno, SH., M.Sc Yth, Sekretaris Daerah Propinsi Kaltim, Bapak, Drs. Syaiful Teteng, M.,Hum Yth, Unsur Muspida Propinsi Kaltim Yth, Bupati/Walikota atau yang mewakili, Yth, Para Narasumber (Prof. Dr. Erman Aminullah, M.Sc, Drs. Desi Fernanda, M.Soc.Sc, Dr. Daniel Sparingga, Dedy A. Prasetyo, dan M. Ridho Eisy Yth, Hadirin Peserta dan Undangan Diskusi Ilmiah Assalamu'alaikum Wr.Wb Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua, Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan YME, karena atas rahmat dan hidayah-Nya, pada hari ini kita dapat berkumpul di tempat yang berbahagia ini dalam keadaan sehat wal afiat, guna mendiskusikan sebuah topik yang cukup strategis yaitu Pembangunan Wilayah Di Masa Depan Dengan Pendekatan Analisis Skenario (Scenario Planning) Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 19 -
  29. 29. Hadirin Peserta Diskusi yang Berbahagia Banyak kalangan menilai bahwa saat ini seluruh elemen masyarakat maupun negara kebangsaan dimanapun berada, menghadapi sebuah kondisi ketidakpastian di segala bidang. Perubahan berlangsung begitu cepat pada berbagai dimensi kehidupan dan seringkali terjadi secara tidak terduga (unpredictable). Bahkan sebuah perubahan kadang bersifat sangat mendadak yang dapat mengakibatkan kemandegan sebuah organisasi. Dalam kondisi seperti itu, maka adanya terobosan manajemen sangat dibutuhkan untuk menuntun organisasi pada jalur yang benar dalam memasuki lorong masa depan. Salah satu yang dipersyaratkan disini adalah kemampuan sebuah organisasi dan jajaran pimpinannya untuk memiliki sebuah instrumen atau sistem pendukung dalam proses pengambilan keputusan strategis. Hadirin Peserta Diskusi yang Berbahagia Meramal masa depan bagi sebuah komunitas berbangsa maupun bagi sebuah organisasi memang sebuah hal yang sangat sulit. Padahal, kemampuan memetakan posisi kekuatan dan kelemahan organisasi, serta tingkat kinerja yang harus dicapai pada masa depan, adalah sebuah kebutuhan fundamental. Disinilah pentingnya analisis skenario (Scenario Planning) sebagai bagian integral dari sistem pengambilan keputusan dalam suatu organisasi. Analisis skenario sendiri memberikan beberapa manfaat besar bagi sebuah organisasi, diantaranya yaitu : ÜMengurangi kemungkinan tidak bekerjanya sistem perencanaan dan implementasi strategi dalam organisasi. ÜMemberikan arah atau jalan alternatif yang harus dilalui sebuah organisasi dalam mewujudkan visi dan misinya. ÜSkenario menjadi cara dan instrumen yang powerful untuk membangun organisasi pembelajaran. ÜSkenario juga dapat menjadi sebuah "laboratorium masa depan" melalui uji coba atau "gladi bersih" terhadap suatu kemungkinan di masa depan yang dilakukan saat ini. Dengan kata lain, skenario diharapkan mampu mentransformasi strategic thinking menjadi strategic action. Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 20 -
  30. 30. ÜMenyusun skenario berarti memungkinkan kita berpikir tentang sesuatu yang tidak terpikirkan. Hadirin Peserta Diskusi yang Berbahagia Dalam konteks pembangunan kewilayahan, analisis skenario nampaknya cukup efektif untuk membantu merumuskan strategi kebijakan dan sistem perencanaan pembangunan regional di Kalimantan. Sebagaimana dimaklumi, saat ini terjadi fenomena tidak terintegrasinya pembangunan daerah di kontinen Kalimantan kedalam skema pembangunan wilayah. Fenomena seperti ini makin nampak saat digulirkannya kebijakan otonomi luas yang melahirkan daerah dengan kewenangan yang bulat dan utuh. Kewenangan yang bulat dan utuh tadi pada gilirannya menjadi trade-off bagi upaya membangun sinergi dan kohesi pembangunan antar daerah/wilayah. Setiap daerah menjadi semakin selfish atau memiliki ego yang lebih tinggi dalam memikirkan daerahnya sendiri. Padahal, dari teori ekonomi lokasi, sebuah daerah jelas memiliki keterkaitan dan ketergantungan dengan daerah lain. Konsekuensinya, kebijakan pembangunan sebuah daerah harus selalu ditempatkan dalam konteks pembangunan regional. Dengan kata lain, membangun Kalimantan semestinya tidak dibatasi oleh terirotial wilayah administratif saja, tetapi harus mengacu pada sebuah payung makro/grand design pembangunan Kalimantan. Pembangunan trans Kalimantan tidak mungkin dapat tercapai jika sistem perencanaan pembangunan masih terkonsentrasi secara spasial provinsi. Arus komoditas pertanian atau barang-barang ekonomi juga semestinya tidak dibatasi oleh batas wilayah. Sementara itu dalam lingkup yang lebih sempit, pembangunan di Kalimantan Timur, misalnya, juga membutuhkan konsep-konsep lintas wilayah, misalnya keberadaan Teluk Balikpapan dan Sungai Mahakam. Kedua asset ini saja pemanfaatannya sudah sangat multi sektor, lintas daerah, dan lintas pendekatan, sehingga kebijakan yang dirumuskan juga harus betul-betul mempertimbangkan kepentingan lintas wilayah tersebut. Dalam rangka mensinergikan kebijakan dan manajemen pembangunan di wilayah Kalimantan itulah perlunya sebuah konsep yang Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 21 -
  31. 31. dapat menjadi payung bagi setiap daerah otonom di Kalimantan (baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota). Konsep seperti ini, sayangnya, masih belum berkembang dan kondisi Kalimantan sendiri relatif masih tetap status quo. Hadirin Peserta Diskusi yang Berbahagia Atas dasar pemikiran tersebut diatas, maka adanya terobosan kebijakan yang berbasis pada konsep intelektual yang matang, komprehensif dan visioner, menjadi kebutuhan mendesak yang tidak dapat ditunda-tunda lagi. Dalam hal ini, salah satu konsep intelektual yang memiliki keunggulan inovatif adalah Perencanaan Skenario (scenario planning) atau sebuah proses kreatif Analisis Skenario. Dan mengingat pentingnya Scenario Planning sebagai management tools untuk menopang kinerja organisasi atau pemerintahan, maka PKP2A III LAN Samarinda memandang perlu mengangkat issu besar ini dalam sebuah forum diskusi lintas stakeholder. Bapak Kepala LAN, Bapak Sekda dan Hadirin Peserta Diskusi yang Berbahagia Pada dasarnya, kegiatan diskusi ilmiah ini bertujuan untuk membuka wawasan para pengambil kebijakan dan segenap stakeholdernya di daerah untuk mengembangkan sistem perencanaan pembangunan dengan menggunakan teknik analisis manajemen baru bernama Analisis Skenario atau scenario planning. Pada gilirannya, implementasi scenario planning diharapkan dapat mengisi berbagai kekurangan dalam sistem perencanaan konvensional, sekaligus meningkatkan kadar keakurasian dan efektivitas perencanaan pembangunan, baik pada level nasional, regional, lokal, maupun instansional. Hasil akhir dari kegiatan diskusi ini nantinya diharapkan dapat merumuskan beberapa butir saran kebijakan dalam pengembangan kapasitas perencanaan pembangunan, khususnya di wilayah Kalimantan. Hadirin Peserta Diskusi yang Berbahagia Mengakhiri sambutan ini, tidak lupa kami sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada para narasumber dan para peserta sekalian. Dimana ternyata yang hadir memenuhi undangan kami tidak hanya dari Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 22 -
  32. 32. empat propinsi di Kalimantan tetapi juga ada yang hadir dari Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Jakarta dan Propinsi Aceh yaitu Bapak Wakil Walikota Sabang, untuk itu sekali lagi kami haturkan terima kasih, dan apabila dalam proses penyelenggaraan acara ini ada yang kurang berkenan kami selaku tuan rumah menyampaikan permohonan maaf. Mudahan-mudahan kerjasama yang telah terjalin erat ini dapat terus kita pupuk dimasa-masa yang akan datang. Demikian beberapa hal yang dapat kami laporkan, untuk selanjutnya kami mohon perkenan Bapak Sekretaris Daerah Kalimantan Timur untuk memberikan sambutan. Dan kepada Bapak Kepala LAN kami mohon perkenannya untuk memberikan sambutan pengarahan, sekaligus membuka acara diskusi ilmiah ini. Terimakasih, Wabillahi Taufik Wal Hidayah Wassalamu'alaikum Wr. Wb. PKP2A III LAN Samarinda Kepala, Meiliana Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 23 -
  33. 33. 1 PENGANTAR SCENARIO PLANNING Oleh : DR. DANIEL SPARINGGA Jika didefinisikan, pengertian Scenario Planning (SP) dapat diuraikan sebagai berikut : vNarasi atau cerita mengenai kemungkinan-kemungkinan tentang masa depan. vBerisi uraian tentang apa yang mungkin terjadi, bukan apa yang harus terjadi. vBukan prediksi (prediction) atau ramalan (forecasting) tentang masa depan. vBukan sebuah rencana atau rekayasa. vMerupakan deskripsi, bukan preskripsi tentang masa depan. Scenario Planning biasanya dapat disebut juga dengan istilah Scenario Building, Scenario Development, dan Scenario Thinking. Scenario planning pertama kali dikembangkan di kalangan militer setelah Perang Dunia Ke-II ( PD II ). Di dunia bisnis, Scenario Planning menjadi salah satu metode untuk "membaca" masa depan. Shell Oil Company adalah salah satu organisasi bisnis yang menjadikan Scenario Planning sebagai metode yang memiliki aspek ilmiah dan sekaligus juga seni. Ragam Pemanfaatan Scenario Planning saat ini mencakup hampir di seluruh bidang, dari tema yang berhubungan dengan masa depan negaran, keamanan nasional, lingkungan hidup, perdagangan, hingga industri, pendidikan, teorisme dan lain sebagainya. Pendekatan Scenario Planning terbagi menjadi 2 ( dua ) jenis, yaitu : o Pendekatan Pakar, yaitu pendekatan yang melibatkan sedikit orang/kalangan tertentu (<50 orang). Misalnya, "Mont Fleur Scenario" (Afrika Selatan) disebut juga sebagai skenario pakar. 1 Makalah ini disajikan dalam Diskusi Ilmiah Forum SANKRI " MENERAWANG PEMBANGUNAN WILAYAH DI MASA DEPAN DENGAN ANALISIS SKENARIO ( SCENARIO PLANNING)" . diselenggarakan oleh PKP2A III LAN Samarinda, Senin 26 November 2007 Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 24 -
  34. 34. o Pendekatan Dialog, yaitu pendekatan yang melibatkan banyak orang dari banyak latar belakang (>150 orang). Misalnya, Skenario Indonesia 2010, disebut juga sebagai dialog skenario. Langkah-langkah dalam penyusunan Scenario Planning adalah sebagai berikut : 1. Menetapkan focal concern (FC). Penetapan Focal Concern adalah langkah pertama dalam penyusunan Scenario Planning. Dalam menetapkan focal concern ( FC ) ini, kita harus memperhatikan hal-hal berikut ini : rPertanyaan strategis yang menjadi obsesi peserta. rMerupakan jangkar bagi pembicaraan mengenai skenario. rPerlunya time-frame yang jelas rFC berbeda menghasilkan skenario yang berbeda. Beberapa contoh dari Focal Concern ( FC ) adalah sebagai berikut : rMasa depan Industri Garmen Indonesia 2025 rMasa depan ASEAN 2050 rTerorisme Internasional 2030 rPerkembangan Perguruan Tinggi di Indonesia 2020 rPosisi Partai Politik di Indonesia 2025 rDunia Perminyakan 2050 2. Mengindentifikasi driving forces (DF). Pengidentifikasian driving forces (DF) merupakan langkah kedua dalam penyusunan Scenario Planning. Jika diartikan, driving forces (DF) adalah suatu pendorong perubahan. Cara mengidentifikasi driving forces adalah dengan mendaftar sebanyak dan selengkap mungkin hal yang dipercaya dapat mempengaruhi focal concerne (FC). Dan driving forces ini sendiri selalu dinyatakan dalam bentuk variabel. 3. Menganalisis hubungan antar driving forces (DF). Pada langkah ketiga dalam penyusunan Scenario Planning ini, hal-hal yang harus diperhatikan adalah pemetaan hubungan di antara driving forces (DF) yang satu dengan yang lain, pemetaan hubungan keseluruhan driving forces (DF) terhadap focal concern (FC), dan memberikan penjelasan tentang bagaimana jalinan hubungan itu mempengaruhi focal concern (FC). Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 25 -
  35. 35. 4. Memilih DF yang paling berpengaruh. Ada 3 ( tiga ) kriteria yang harus diperhatikan pada langkah keempat dalam penyusunan Scenario Planning ini, yaitu : 1. Pilih driving forces ( DF ) yang memiliki hubungan langsung terhadap focal concern ( FC ). 2. Pilih driving forces yang memiliki pengaruh yang segera terhadap focal concern ( FC ). 3. Pilih driving forces ( DF ) yang paling kritis ( importance and uncertain ). 5. Menyusun matriks skenario. Dalam menyusun matrik skenario sebagai langkah kelima dalam penyusunan Scenario Planning ini, hal-hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut : yTentukan matriks yang terdiri atas sumbu ordinat dan aksis yang dikembangkan dari dua driving forces ( DF ) terpilih. yTentukan kutub-kutub dari setiap driving forces ( DF ) terpilih. ymisal : DF kebijakan ekonomi: ==> Kapitalisme - Sosialisme ==> Pro-Konglomerasi - Pro-UKM DF kebijakan politik : ==> Pro-Centralization - Pro-Decentralization ==> Symmetric Decentralization - Asymmetric Decentralization Contoh matriks skenario + DF 2 DF - + - SKENARIO 4 SKENARIO 1 SKENARIO 3 SKENARIO 2 Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 26 -
  36. 36. 6. Menentukan indikator kunci tiap skenario. Pada langkah keenam penyusunan Scenario Planning ini, yaitu dalam menentukan indikator kunci tiap skenario, kita harus menentukan ciri-ciri pokok dari masing-masing kutub, menentukan implikasi dari bertemunya ciri-ciri yang melekat pada kutub yang relevan pada satu driving forces (DF) dan kutub yang relevan pada driving forces ( DF ) lainnya, serta menentukan simbol atau frase yang asosiatif untuk masing-masing skenario. 7. Menyusun narasi skenario. Dalam menyusun narasi skenario sebagai langkah terakhir penyusunan Scenario Planning, hal-hal yang perlu diketahui adalah sebagai berikut : »Kembangkan sebuah narasi untuk setiap skenario. »Setiap skenario berisi deskriptif elaboratif tentang implikasi bertemunya ciri-ciri pokok yang relevan. »Gaya penulisan narasi amat beragam; dari yang menekankan snapshot peristiwa; dari yang menekan actor hingga hard-facts. »Versi alternatif skenario : komik, cerita pendek, film, drama dan karikatur. Indonesian State Bureaucracy 2015 Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 27 -
  37. 37. SKENARIO PEMBANGUNAN EKONOMI BERLANDASKAN PENGETAHUAN DI INDONESIA : 2 IMPLIKASI UNTUK MEMACU PEMBANGUNAN DAERAH INOVATIF Oleh : Prof. DR. ERMAN AMINULLAH I. ANALISIS SKENARIO Suatu skenario akan diperlukan apabila ada suatu keadaan yang dirasakan akan berubah (memburuk atau membaik). Perubahan boleh jadi (plausible) tetapi tidak diketahui bagaimana dan kapan akan terjadi (tidak pasti). Ada alasan-alasan logis yang dapat memicu perubahan boleh jadi (memburuk atau membaik). Perencana menyusun beberapa kemungkinan urutan kejadian, jalan cerita (skenario) baik atau buruk. Perencana menyiapkan langkah antisipatif untuk menghindari kemungkinan keadaan buruk tidak diinginkan dan mencapai kemungkinan keadaan baik diinginkan. Skenario merupakan cerita kemungkinan, seperti yang dapat kita lihat dari contoh diagram di bawah ini : PREDIKSI? Pertumbuhan tahun depan? SKENARIO Pertumbuhan jangka panjang? ???????? ???PROYEKSI Harga minyak SPEKULASI Harga saham 2 Makalah ini disajikan dalam Diskusi Ilmiah Forum SANKRI " MENERAWANG PEMBANGUNAN WILAYAH DI MASA DEPAN DENGAN ANALISIS SKENARIO ( SCENARIO PLANNING)" . diselenggarakan oleh PKP2A III LAN Samarinda, Senin 26 November 2007 Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 28 -
  38. 38. Dalam tabel berikut ini, dapat kita lihat corak dan cara dari skenario: CORAK CARA NARASI KUALITATIF DISKUSI PAKAR (berdasarkan pendapat) ANTISIPASI NORMATIF EKSPLORATIF (berdasarkan pola) SIMULASI ESKTRAPOLATIF KAUSALITAS (berdasarkan model) Unsur-unsur dari skenario itu sendiri adalah : |Dugaan arah cerita masa depan |Urutan jalan cerita masa depan Ptindakan dan pemicu Purutan kejadian Psebab kejadian Pakibat dan dampak kejadian |Gambaran keadaan awal Ptermasuk asumsi |Gambaran keadaan akhir Pbeberapa kemungkinan (analogi keadaan) |Langkah antisipatif PPrasyarat perubahan PImperatif kebijakan PStrategi kebijakan II. SKENARIO PEMBANGUNAN EKONOMI BERLANDASKAN PENGETAHUAN 1. DUGAAN ARAH CERITA MASA DEPAN Pendugaan cerita masa depan pembangunan ekonomi berdasarkan trendnya dapat membentuk 3 trend pertumbuhan yang dipengaruhi oleh pelaku ekonomi itu sendiri, yaitu sikap pelaku ekonomi terhadap pasar berdasarkan trend pertumbuhan masa lalu (sebelumnya) Hasil simulasi terhadap trend pertumbuhan ekonomi berbasis pengetahuan dilihat dari sikap pelaku ekonomi serta jenis persaingan pasar dapat dilihat sebagai berikut: Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 29 -
  39. 39. 2. URUTAN JALAN CERITA MASA DEPAN Penguatan ekonomi yang ditandai dengan pertuimbuhan ekonomi yang sehat sangat ditentukan oleh beberapa faktor seperti aktivitas ekonomi, investasi, inovasi teknologi, kompetisi ekonomi baik yang berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap penguatan tersebut. Keterkaitan 4 (empat) faktor tersebut terhadap penguatan ekonomi melalui diagram sistem thinking dapat dijelaskan sebagai berikut: Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 30 -
  40. 40. 3. GAMBARAN KEADAAN AWAL (2005) Gambaran awal menunjukkan kondisi awal yang perlu diperhatikan dalam menentukan alur cerita masa depan. Kondisi awal yang terjadi pada saat akan dilakukan simulasi masa depan penguatan ekonomi di Indonesia adalah sebagai berikut : wRendahnya ketahanan ekonomi menghadapi persaingan global. wKetertinggalan Indonesia menghadapi perkembangan global menuju ekonomi berlandas ilmu pengetahuan. wKelambatan berkembangnya budaya iptek dengan dukungan jumlah penduduk terdidik. wLemahnya komitmen pemerintah dalam Membangun daya saing berlandaskan penguasaan iptek. wLemahnya pembangunan kemampuan iptek dan rendahnya pemanfaatan kemampuan iptek untuk pembangunan. 4. GAMBARAN KEADAAN AKHIR (2025) Gambaran akhir menunjukkan cerita masa depan yang kemungkinan terjadi dengan memperhatikan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi penguatan ekonomi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Adapaun kondisi akhir dari hasil simulasi yang telah dilakukan adalah sebagai berikut: wTingginya ketahanan ekonomi menghadapi persaingan global. wKemajuan Indonesia menghadapi perkembangan global menuju ekonomi berlandas ilmu pengetahuan. wBerkembang meratanya budaya iptek dengan dukungan jumlah penduduk terdidik. wTingginya komitmen pemerintah dalam membangun daya saing berlandaskan penguasaan iptek. wKuatnya pembangunan kemampuan iptek dan tingginya pemanfaatan kemampuan iptek untuk pembangunan. 5. LANGKAH ANTISIPATIF MENCAPAI KEADAAN DIINGINKAN I) Prasyarat perubahan wKegiatan litbang dan inovasi dalam perekonomian untuk meningkatkan efisiensi dalam iklim persaingan dan mekanisme pasar atau pertumbuhan melalui inovasi (growth through innovation); Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 31 -
  41. 41. wPeningkatan kinerja dan kesejahteraan itu diperoleh dengan penghargaan terhadap penguasaan pengetahuan (prosperity driven by knowledge) dalam masyarakat berlandaskan iptek; wDukungan masyarakat terdidik, khususnya para elit dan pelaku ekonomi, terhadap pentignya konsistensi kebijakan antisipatif (public support for policy consistency) mewujudkan tujuan jangka panjang dengan pembelajaran dari masa depan; wTradisi pendidikan dalam univerisitas riset yang bermutu tinggi (high standard of university tradition) untuk menghasilkan keunggulan bersaing dengan modal intelektual II) Imperatif Kebijakan wTerciptanya budaya inovatif, modal intelektual kreatif, dan komitmen penguasaan ilmu pengetahuan teknologi bagi kemajuan perekonomian. wTerciptanya kebutuhan terhadap inovasi, hasi-hasil pengembangan dan pembelajaran teknologi, serta kemampuan sarana teknologi dalam memajukan perekonomian nasional berlandas pengetahuan. III) Strategi Kebijakan Perpaduan kebijakan (set of policies) yang efektif untuk pencapaian keadaan yang diiginkan: wPromosi kebutuhan inovasi dalam perekonomian, dan; wPenguatan penguasaan kemampuan teknologi. III. IMPLIKASI UNTUK MEMACU PEMBANGUNAN DAERAH INOVATIF vCORAK DAERAH Jenis daeah berdasarkan kepadatan penduduk serta tingkat PDRBnya (Pendapatan Daerah Regional Bruto) dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) daerah, yaitu : ÄDaerah urban pusat pengetahuan bersifat kosmopolitan (penduduk padat, PDRB tinggi); ÄDaerah sumber keuntungan ekonomi bersifat dinamis (penduduk jarang PDRB tinggi), ÄDaerah tertinggal (penduduk jarang dan PDRB rendah), ÄDaerah "tertidur" (penduduk padat PDRB rendah). Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 32 -
  42. 42. vCIRI-CIRI DAERAH INOVATIF Daerah yang inovatif ditunjukkan dengan terciptanya beberapa faktor yang memadai pada beberapa faktor berikut, yaitu : ÄSumber-sumber daerah antara lain: modal pengetahuan (kemampuan inovasi), modal manusia (tenaga terdidik), modal kapital (kelompok-kelompok industri, modal sosial). ÄKepemimpinan daerah ditunjukkan oleh antara lain: penciptaan kerjasama antar daerah, pemilihan dan pelaksanaan strategi dan program prioritas, peran serta/ dukungan masyarakat terhadap program daerah, jaringan kerjasama pembangunan daerah dengan berbagai pihak. ÄIklim dan kelembagaan yang mendukung antara lain: pelayanan sosial dan birokrasi, iklim bisnis, kenyamanan lingkungan hidup, citra/budaya/ identitas daerah. vPEMBANGUNAN DAERAH INOVATIF 1. Kemajuan pembangunan daerah ditentukan keunggulan kepemimpinan daerah dalam : a. Penciptaaan pengetahuan, b. Penguasaan informasi, c. Pembelajaran memunculkan keunikan ekonomi daerah. 2. Keunggulan kepemimpinan daerah yang inovatif ditandai : a. Kemampuan pembelajaran lebih cepat dapat mengejar ketertinggalan daerah; b. Percepatan perbaikan berlanjut tampak nyata dan terukur dalam pembangunan daerah; c. Keberhasilan transformasi sumber daya daerah menjadi keunggulan daerah melalui pembelajaran. vMENJADI DAERAH INOVATIF 1. Kemajuan perekonomian daerah dapat unik untuk setiap daerah, sukses suatu daerah dengan sumber daya, ciri dan kemampuan tertentu tidak otomatis akan menjadi sukses di contoh oleh daerah lain. Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 33 -
  43. 43. 2. Daerah inovatif adalah daerah yang belajar (learning region) yang mengandalkan kemajuan berlandaskan penguasaan pengetahuan dan teknologi. yCONTOH : - Mengubah masyarakat nelayan miskin terbelakang menjadi masyarakat nelayan kaya maju sejahtera dalam waktu 20 tahun. - Memajukan IKM dengan menerapkan teknologi produksi sebuah komoditi (di Chili). Ÿ1970an, produksi ikan salmon rendah dan belum di ekspor. Ÿ1980an, pemerintah membuat percontohan produksi salmon (dengan alih teknologi dari Norwegia) melalui BUMD. Ÿ1990an, BUMD menyebarluaskan ke IKM cara produksi menggunakan teknologi dengan membuat pusat peragaan. Ÿ2000an, nilai produksi satu komoditi ikan salmon dari UKM Chili bernilai US$1 milyar sebagai pengekspor utama. yKUNCI KEBERHASILAN : Kunci keberhasilan yang dapat dilakukan adalah dengan mendorong BUMD (bukan birokrasi) menyebarluaskan hasil percontohan dengan dukungan keuangan dan teknis bagi IKM untuk membeli dan menerapkan teknologi meningkatkan produktivitas dan mutu. vUKURAN DAERAH INOVATIF Keberhasilan suatu daerah menjadi daerah inovatif perlu dijelaskan dengan penciptaan/pembaruan : a. Ciri (sumber-sumber daerah) b. Cara (kepemimpinan daerah) c. Iklim (yang mendukung) Yang diukur melalui keberhasilan daerah tersebut dalam menghasilkan pertumbuhan, penciptaan lapangan kerja, perbaikan Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 34 -
  44. 44. kesejahteraan penduduk, dan keluaran produksi (PDRB) yang dihasilkan dari penciptaan/pemaruan ketiga faktor di atas. IV.PENUTUP wTantangan Perekonomian Indonesian Ke Depan Membangun Ekonomi Berlandaskan Pengetahuan (Knowledge-Based Economy) wTantangan Perekonomian Daerah Ke Depan Membangun Daerah Pembelajar (Learning Region) Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 35 -
  45. 45. ANALISIS SKENARIO INDONESIA 2015 DAN KEMUNGKINAN PENERAPANNYA PADA KONTEKS KALIMANTAN DARI PERSPEKTIF 3 POLITIK DESENTRALISASI Oleh : Drs. Desi Fernanda, M.Soc.Sc I. PENGANTAR: TUNTUTAN REFORMASI PASCA ORBA Reformasi dalam konteks politik dan kepemerintahan negara Indonesia dewasa ini telah menjadi kata kunci dan sekaligus jargon komitmen nasional masyarakat bangsa Indonesia dalam kerangka pembangunan nasional pasca Orde Baru. Kata kunci tersebut mengacu kepada tuntutan masyarakat untuk keluar dari krisis multidimensional yang berkepanjangan dalam periode tahun 1997-1999 lalu. Tuntutan reformasi total di segala bidang yang menjadi aspirasi masyarakat sebagaimana dipelopori oleh gerakan massa mahasiswa, pelajar dan pemuda di seluruh Indonesia pada hakekatnya merupakan reaksi keras masyarakat terhadap kegagalan pemerintahan Soeharto dalam menanggulangi krisis multi dimensional yang secara nyata mengakibatkan kesengsaraan rakyat secara luas selama krisis tersebut berlangsung. Secara ringkas, gambaran mengenai tuntutan reformasi di segala bidang pasca Orde Baru dalam rangka mengatasi krisis multidimensional adalah sebagaimana terlihat dalam Bagan 1. Dampak negatif dari krisis multi dimensional tersebut dalam konteks global telah menurunkan posisi daya saing Indonesia, khususnya dalam pertumbuhan ekonomi dan investasi, pada level yang relatif rendah, bahkan jika dibandingkan dengan sesama negara-negara ASEAN sekalipun (Gambar 1). Di samping itu, krisis yang terjadi tampaknya memiliki kaitan yang erat dengan hasil studi salah satu lembaga kajian internasional bahwa Indonesia ternyata merupakan salah satu dari negara- negara paling korup di dunia. Berdasarkan hasil penelitian Transparency 3 Makalah ini disajikan dalam Diskusi Ilmiah Forum SANKRI " MENERAWANG PEMBANGUNAN WILAYAH DI MASA DEPAN DENGAN ANALISIS SKENARIO ( SCENARIO PLANNING)" . diselenggarakan oleh PKP2A III LAN Samarinda, Senin 26 November 2007 Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 36 -
  46. 46. International pada tahun 2005, posisi Indonesia berada pada urutan keenam dari 159 negara-negara paling korup sedunia, bersama-sama Uzbekistan, Liberia, Irak, Ethiopia, Kamerun, dan Azerbaijan. Selain itu, berdasarkan Survey Transparency International Indonesia, Barometer Korupsi Indonesia Tahun 2004, menunjukkan bagaimana lembaga-lembaga pemerintahan, pelayanan publik, partai politik/DPR, bisnis/swasta, Lembaga Swadaya Masyarakat, bahkan Lembaga-lembaga keagamaan di Indonesia dipersepsi korup oleh masyarakat (Tabel 1). Tabel 1: Barometer Korupsi Indonesia Tahun 2004 1 Partai Politik / DPR 4,4 2 Bea Cukai 4,3 3 Peradilan / Polisi 4,2 4 Pajak 4 5 Bisnis / Swasta 3,7 Pelayanan Registrasi / Perijinan 3,7 6 Militer 3,3 7 Sistem Pendidikan 3,2 8 Pekerjaan Umum 3,1 9 Pelayanan Kesehatan 3 10 Media 2,6 11 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) 2,4 12 Badan Badan Keagamaan 1,8 Sumber : Transparency International Indonesia Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 37 -
  47. 47. Sehubungan dengan hal tersebut, pemerintahan Indonesia tidak memiliki opsi lain, kecuali menetapkan komitmen untuk melakukan refomasi birokrasi; serta mekanisme penyelenggaraan administrasi negara secara lebih sistemik, menyeluruh, dan berkesinambungan. Reformasi tersebut didukung pula oleh berbagai perubahan kesisteman dalam bidang perencanaan pembangunan, manajemen keuangan negara, manajemen pengawasan dan akuntabilitas kinerja, manajemen sumber daya manusia, struktur organisasi dan tata hubungan kelembagaan negara dan pemerintahan, ketatalaksanaan pelayanan publik dan sebagainya. Seluruhnya diarahkan pada terwujudnya tata kepemerintahan yang baik, bersih dan bebas KKN. Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 38 -
  48. 48. Untuk menjamin keberhasilan reformasi birokrasi secara sistemik tadi, maka dibutuhkan sebuah proses transformasi sistem administrasi negara menuju terciptanya kepemerintahan yang baik (good governance), sehingga mampu mendorong upaya percepatan peningkatan daya saing nasional. Proses transformasi sistem administrasi negara sendiri membutuhkan mekanisme pengungkit (leveraging mechanism) yang efektif berupa kepemimpinan institusional (institutional leadership) yang kokoh. Dengan demikian, maka dapat ditarik sebuah sintesa bahwa kepemimpinan institusional yang efektif akan mengantarkan pada berjalannya roda transformasi administrasi negara, dan ini akan menjadi fundamen yang kuat bagi terbangunnya daya saing nasional. II. METODE ANALISIS Untuk mengkaji dan menganalisis bagaimana membangun kapasitas kepemimpinan institusional dalam transformasi administrasi negara sehingga mampu mewujudkan tata kepemerintahan yang baik dan akhirnya mampu memberikan konstribusi secara langsung maupun tidak langsung terhadap peningkatan daya saing nasional, penulis menggunakan pendekatan analisis skenario dan perencanaan strategis, berdasarkan konsep "Business Idea". Konsep Business Idea atau gagasan bisnis yang dikembangkan oleh Kees Van der Heijden dalam bukunya yang berjudul "Scenarios: The Art of Strategic Conversation", diyakini sebagai konsep yang sangat kuat (powerful) dalam menjembatani gap atau kesenjangan antara analisis skenario dengan proses pemikiran strategis dan konversasi (conversation) (van der Heijden, 1996: xiii). Metode scenario planning dengan pendekatan Business Idea, yang dalam hal ini akan penulis adopsi dengan mengalihbahasakannya dengan istilah kepemimpinan institusional, yaitu karakteristik yang menunjukkan kemampuan lembaga pemerintahan tertentu dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya secara berhasil (sukses); adalah terdiri dari beberapa langkah, sebagai berikut : Langkah 1 : Menentukan Daya Saing (Competitive Advantage) Organisasi. Proses ini diawali dengan melakukan analisis SWOT, Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 39 -
  49. 49. kemudian dilanjutkan dengan mengidentifikasi Daya Saing organisasi Langkah 2 : Mengajukan "Devil's Advocate" Dalam tahap ini akan diajukan pertanyaan "devil's advocate" seperti: Apakah faktor keunikan yang dapat digunakan untuk mengeksploitasi kemampuan daya saing organisasi, dan mengapa organisasi lain tidak mampu menirunya?” Langkah 3 : Mengembangkan Gambaran Hubungan Sebab dan Akibat. Gambaran ini merupakan diagram hubungan sebab-akibat yang menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan kepemimpinan institusional (Business Idea) organisasi dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Langkah 4 : Penyempurnaan Diagram Business Idea Proses ini dilakukan untuk melengkapi kekurangan- kekurangan dalam penggambaran diagram Business Idea pada langkah 3, sehingga diperoleh gambaran yang bersifat plausible atau exhaustif, dan final. Langkah 5 : Mengidentifikasi Kompetensi Unggulan Organisasi Dalam proses ini akan diidentifikasi elemen-elemen dalam diagram Business Idea yang memiliki karakteristik keunikan tersendiri dalam organisasi dan tidak dimiliki oleh organisasi lainnya sebagai kompetitor, serta tidak mampu ditiru atau diemulasi oleh organisasi lain itu. Langkah 6 : Penghalusan Diagram Business Idea. Langkah ini dilakukan untuk menyempurnakan tampilan diagram Business Idea sehingga terlihat lebih rapi dengan struktur hubungan yang jelas. Kompetensi unggulan (Distinctive Competencies) organisasi dalam diagram ini akan digambarkan dalam bentuk kotak-kotak. Dalam langkah ini akan disandingkan antara SWOT analisis, yaitu kekuatan dan kelemahan organisasi, dengan Diagram Business Idea untuk mengevaluasi : wApakah seluruh kekuatan organisasi tercermin dalam diagram ? Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 40 -
  50. 50. wDapatkah Business Idea mengatasi kelemahan struktural yang dihadapi ? Selanjutnya berdasarkan analisis ini akan diuji elemen- elemen manakah yang menjadi daya saing organisasi yang mungkin akan cenderung dieliminasi oleh kekuatan organisasi lainnya. Proses ini akan diakhiri dengan analisis untuk menguji kemampuan daya saing organisasi dalam Diagram Business Idea dengan pendekatan 3E (Marsh, 1993), yaitu: Emulasi, Emigrasi, dan Erosi. Langkah 7 : Review Business Idea Dalam langkah ini akan disandingkan antara SWOT analisis, yaitu kekuatan dan kelemahan organisasi, dengan Diagram Business Idea untuk mengevaluasi : wApakah seluruh kekuatan organisasi tercermin dalam diagram ? wDapatkah Business Idea mengatasi kelemahan struktural yang dihadapi? Langkah 8 : Merumuskan Elemen Business Idea Paling Mendasar Dalam tahap ini elemen-elemen yang membentuk keunggulan kompetitif maupun keunggulan kompetensi akan disederhanakan ke dalam beberapa elemen yang paling unggul dan mendasar (strategis), tanpa harus menghilangkan arti pentingnya beberapa elemen yang dikeluarkan dari diagram. Langkah 9 : Reperkusi Strategis dan Pertimbangan Implikasi Strategis Dalam proses ini akan diuji seberapa jauh kapasitas Business Idea organisasi jika dihadapkan kepada beberapa skenario masa datang yang akan dihadapi oleh organisasi tersebut. Berdasarkan kajian ini akan dikembangkan rencana strategis untuk menghadapi berbagai implikasi strategis dari berbagai skenario yang mungkin akan muncul. Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 41 -
  51. 51. III.KARAKTERISTIK WILAYAH KALIMANTAN & PROBLEMATIKA PEMBANGUNAN Sebagaimana kita ketahui bersama, Kalimantan merupakan sebuah gugus regional yang sangat kaya dengan sumber daya alam (SDA) namun kurang ditunjang oleh keunggulan bersaing (competitive advantages) secara ekonomis. Kelemahan daya saing (competitiveness) pelayanan umum dan sektor ekonomi di Kalimantan, selain disebabkan oleh kurangnya SDM yang berkualitas di berbagai sektor (industri, jasa, pemerintahan, dsb), juga sistem manajemen pembangunan yang belum terintegrasi. Seperti disebutkan dalam TOR panitia, saat ini terjadi fenomena tidak terintegrasinya pembangunan daerah di kontinen Kalimantan kedalam skema pembangunan wilayah. Fenomena seperti ini makin nampak saat digulirkannya kebijakan otonomi luas yang melahirkan daerah dengan kewenangan yang bulat dan utuh. Kewenangan yang bulat dan utuh tadi pada gilirannya menjadi trade-off bagi upaya membangun sinergi dan kohesi pembangunan antar daerah / wilayah. Setiap daerah menjadi semakin selfish atau memiliki ego yang lebih tinggi dalam memikirkan daerahnya sendiri. Sebagai ilustrasi, pembangunan jalan raya trans Kalimantan tidak mungkin dapat tercapai jika sistem perencanaan pembangunan masih terkonsentrasi secara spasial provinsi. Demikian pula, arus komoditas pertanian atau barang-barang ekonomi dan perdagangan juga semestinya tidak dibatasi oleh batas wilayah. Kondisi obyektif wilayah Kalimantan memang menunjukkan bahwa tingkat kemajuan pembangunan di wilayah Kalimantan relatif tertinggal dibanding wilayah Indonesia bagian barat, khususnya Jawa dan Bali. Kondisi ini merupakan hal yang ironis, mengingat adanya dua alasan/kondisi, yaitu: 1) Kalimantan merupakan kontinen yang memiliki kekayaan alam melimpah seperti migas dan tambang, sumber daya laut dan perikanan, kehutanan dan perkebunan, dan sebagainya; serta 2) Kalimantan memberi kontribusi yang sangat besar terhadap pendapatan negara, khususnya dari sektor migas, tambang serta potensi hutan dan hasil kayu. Kalimantan sendiri jika tidak dikelola dengan baik, pada suatu ketika akan mengalami anomali pertumbuhan pembangunan. Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 42 -
  52. 52. Penyebabnya adalah, Kalimantan merupakan kawasan yang sangat dinamis (growing and dynamic region). Pemekaran daerah masih terus berlangsung yang diimbangi oleh laju urbanisasi dan penambahan penduduk yang cukup progresif. Investasi asing maupun domestik masih terbuka lebar, baik di sektor primer (kehutanan, perkebunan, kelautan, pertambangan dan migas), maupun di sektor-sektor sekunder dan tersier (perdagangan, industri, dan jasa-jasa). Namun disisi lain, potensi sumber daya alam Kalimantan lebih banyak yang bersifat tidak terbarukan (non- renewable resources) seperti tambang dan migas. Sementara sumber daya yang mestinya dapat diperbaharui (renewable resources) seperti hutan, ternyata juga mengalami kegagalan konservasi atau reservasinya. Fenomena alam seperti longsor, kebakaran hutan, banjir di perkotaan, kabut asap dan sebagainya, menunjukkan bahwa manajemen lingkungan di wilayah ini juga tidak terlalu menggembirakan. Dengan situasi seperti itu, faktor kekayaan SDA pada suatu saat akan kehilangan kekuatan atau daya dukung (carrying capacity) terhadap sektor ekonomi. Jika hal ini terjadi sementara sektor ekonomi riil belum berjalan dengan optimal, maka terjadilah anomali sebagaimana disebutkan diatas. Artinya, tingkat pertumbuhan ekonomi tidak lagi seimbang dengan kebutuhan manusia yang semakin beragam serta kebutuhan untuk melakukan recovery terhadap SDA. Dalam khazanah akademik, kondisi seperti ini sering disebut dengan istilah the limit to growth. Konsep ini sesungguhnya menggambarkan bahwa proses pembangunan seringkali menimbulkan dampak yang tidak diinginkan. Dengan kata lain, pembangunan selalu memunculkan paradoks, yang salah satunya adalah makin berkurangnya kualitas dan daya dukung (carrying capacity) lingkungan. Sebab, keseluruhan kebutuhan manusia tidak dapat dipenuhi dengan memanfaatkan sumber-sumber daya yang dimiliki oleh alam. Oleh karena itu, dalam hal ini terjadi hubungan terbalik antara kebutuhan manusia dengan sumber daya alam atau lingkungan. Artinya, semakin banyak dan bervariasi kebutuhan manusia, maka kemampuan alam untuk menyediakannya semakin terbatas. Disisi lain, dalam rangka menyelenggarakan kebutuhannya, manusia melaksanakan usaha-usaha Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 43 -
  53. 53. ekonomi dan industri yang mau tidak mau membawa akibat sampingan berupa pencemaran atau kontaminasi lingkungan. Dalam hal ini justru terjadi hubungan tegak lurus antara kebutuhan manusia dengan pencemaran, dimana semakin banyak dan bervariasi kebutuhan manusia yang dipenuhi lewat usaha industri, maka tingkat pencemaran lingkungan dapat dipastikan semakin tinggi pula. Dan jika trend tersebut berlangsung terus-menerus, pada suatu saat akan terjadi suatu keadaan dimana pertumbuhan ekonomi tidak dapat ditingkatkan lagi, sementara kemampuan dan kualitas lingkungan sulit untuk diperbaiki kembali. Inilah yang disebut dengan the limits to growth yang diperkenalkan oleh Meadows (dalam Berry, et.al., 1993 : 110). Dalam bentuk gambar yang diprediksikan untuk jangka waktu 200 tahun (1900 - 2100) dapat dilihat bahwa pada masa-masa awal, kondisi kependudukan, orde kebutuhan manusia serta aktivitas ekonomi dan industri masih relatif rendah, sementara kondisi lingkungan berada dipuncak ketangguhannya. Namun seiring dengan penambahan jumlah penduduk, dan tingkat polusi yang melekat pada ekspansi kegiatan industri, maka kualitas dan daya dukung (carrying capacity) lingkungan menjadi sedemikian merosot, hingga pada akhirnya keseimbangan menjadi goyah dan kurva sumber daya alam menjadi sangat merosot, bahkan sama sekali tidak mampu lagi mendukung aktivitas kemanusiaan (lihat Gambar 2). Gambar 2. Model Limits to Growth Dennis Meadows Sumber : D.H. Meadows, D.L. Meadows, J. Randers and W.W. Behrens, The Limits to Growth (dalam Brian J.L. Berry, Edgar C. Conkling and D. Michael Ray, The Global Economy : Resource Use, Locational Choice and International Trade, New Jersey: Prentice Hall, 1993) (dimodifikasi). Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 44 -
  54. 54. Dengan modelnya tersebut, Meadows secara berani juga memperkirakan bakal terjadinya kondisi gawat bagi penduduk dunia jika ekonomi dunia dan pertumbuhan penduduk tidak segera dibatasi secara ketat. Tentu saja, ancaman itu juga berlaku bagi Indonesia pada umumnya dan Kalimantan pada khususnya. Ketertinggalan pembangunan wilayah Kalimantan serta potensi ancaman sebagai konsekuensi logis dari kegagalan dalam formulasi dan implementasi kebijakan pembangunan, dapat dipersepsikan sebagai akibat kesalahan sistemik dalam konsep pembangunan secara makro nasional, atau karena miss-management dalam pengelolaan dan pengembangan sumber daya lokal, atau faktor-faktor penyebab lainnya. Apapun penyebabnya, harus segera diidentifikasi dan untuk kemudian segera dirumuskan strategi pembenahannya. Dalam rangka merumuskan strategi dan program-program pembangunan itulah, perlu dilakukan analisis yang mendalam dalam rangka merumuskan dan/atau menetapkan agenda setting dan priority setting program pembangunan wilayah. Dalam hal ini, salah satu alat analisis yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan analisis skenario (scenario planning). IV.PEMERINTAH DAERAH DAN KEBUTUHAN TRANSFORMASI KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DI ERA DESENTRALISASI LUAS Berdasarkan problematika pembangunan sebagaimana dipaparkan diatas, maka adanya transformasi kebijakan pembangunan di daerah, jelas menjadi kebutuhan mendesak. Pada saat yang bersamaan, dibutuhkan pula kemampuan aparat Pemerintah Daerah untuk melakukan transformasi kebijakan pembagunan dan/atau kebijakan desentralisasi. Pada dasarnya, setiap lembaga negara atau organisasi pemerintah memiliki potensi untuk menjalankan fungsi atau memfungsikan diri sebagai agent of change dalam mendorong proses transformasi administrasi penyelenggaraan pemerintahan (di daerah). Terlebih lagi di era otonomi luas dewasa ini, pemerintah daerah memiliki keleluasaan untuk melakukan inovasi kebijakan dalam rangka mengakselerasi kesejahteraan masyarakat. Namun sebaliknya, jika hak otonomi luas ini salah pemanfaatannya, maka terjadilah anomali pembangunan. Untuk itu, Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 45 -
  55. 55. pengembangan kapasitas Pemerintah Daerah untuk melakukan transformasi kebijakan dan/atau transformasi administrasi penyelenggaraan pemerintahan harus terus-menerus ditumbuhkan, agar dapat menjadi instrumenn yang efektif untuk mewujudkan visi, misi dan cita-cita organisasi. Kemampuan untuk melakukan transformasi institusional dalam rangka mencapai kesuksesan organisasi seperti ini oleh Kees van der Heijden (1996, lihat juga Fahey dan Randall, 1998) disebut sebagai "the Business Idea", the Key to Relevant Scenarios. Dalam konteks Kalimantan, the Business Idea yang dimiliki antara lain berwujud luas wilayah dan potensi alam yang berlimpah. Ini merupakan tahap pertama dari metodologi scenario planning. Selanjutnya, tahapan yang cukup krusial adalah melakukan devil's advocate atas keunggulan kompetitif yang dimiliki Kalimantan. Dengan kata lain, devil's advocate berguna untuk menguji berbagai keunggulan kompetitif yang melekat pada karakteristik sosial maupun alam Kalimantan, dengan mengajukan pertanyaan yang menggoda sebagai berikut: "Apa faktor-faktor keunikan tertentu yang memungkinkan Pemerintah daerah di Kalimantan untuk mengeksploitasi atau menawarkan keunggulan kompetitifnya, dan mengapa lembaga / daerah lainnya sebagai kompetitor tidak mampu atau sulit meniru keunggulan kompetitif Kalimantan?” Daftar keunggulan kompetitif yang ada di Kalimantan akan menjadi dasar bagi penyusunan diagram sebab akibat, sehingga dapat disusun bagaimana mental model Business Idea dalam keberhasilan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya menyelenggarakan otonomi daerah secara luas. Langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi kompetensi unggulan Kalimantan sebagai kekuatan yang menghasilkan keunggulan kompetitif kontinen ini. Proses analisis ini menggunakan hasil pembahasan pada Langkah 2, yaitu jawaban atas pertanyaan Devil's Advocate sebelumnya. Dasar analisis yang digunakan adalah 5 kriteria yang membentuk kompetensi unggulan suatu organisasi menurut Van der Heijden (1996: 64-65), yaitu : ŸInstitutional Knowledge (Pengetahuan / Wawasan Institusional). ŸEmbedded Processes (Proses-proses yang terkait / melekat pada kegiatan). Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 46 -
  56. 56. ŸReputation and Trust (Reputasi dan Kepercayaan). ŸLegal protection (Proteksi Hukum dan Perundang-undangan). ŸActivity specific assets (Kekayaan atau modal hasil kegiatan). Perlu diperhatikan disini bahwa Menurut Van der Heijden (1996: 65), kompetensi unggulan sebuah organisasi atau daerah bagaimanapun akan mengalami depresiasi dari waktu ke waktu, oleh satu dan lain sebab. Kepentingan pemerintahan maupun bisnis dalam bidang pendidikan dan pelatihan serta penelitian dan pengembangan, termasuk kegiatan yang cukup dinamis dan berkembang. Perubahan-perubahan kualitas dan kompetensi dalam bidang pelaksanaan tugas tersebut harus selalu menjadi bagian dari riwayat perjalanan sebuah organisasi atau daerah. Ketidakmampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan lingkungan strategis, biasanya akan menimbulkan konflik dengan berbagai lembaga lain yang mampu mengembangkan kompetensi unggulan mereka dengan kapasitas yang lebih baik. Itulah sebabnya, setelah melakukan kajian dan analisis mengenai keberadaan kompetensi unggulan yang dimiliki oleh sebuah organisasi atau daerah sebagai faktor yang mendukung keberhasilan pelaksanaan tugasnya dewasa ini maupun di masa datang; langkah berikutnya adalah langkah penyempurnaan diagram Business Idea Kalimantan dan sekaligus melakukan langkah mengevaluasi atau me-review diagram Business Idea Kalimantan. Hal ini perlu dilakukan mengingat bahwa terlalu banyak unsur kompetensi akan membingungkan dalam pemanfatannya ataupun dalam pengelolaannya. Miller (1996) menyatakan bahwa "the human mind can not simultaneously retain more than some seven concepts" (Van der Heijden: 1996:168). Oleh karena itu faktor-faktor dalam diagram Business Idea Kalimantan harus disederhanakan kembali. Hal ini dapat dilakukan dengan bebarapa cara, dalam hal ini, penulis akan membuat penyederhanaan dengan mengkombinasikan hubungan-hubungan atau faktor-faktor yang bersifat kompleks. Dan akhirnya akan mempertahankan beberapa kompetensi unggulan serta keunggulan kompetitif lainnya, maupun faktor kesuksesan (activity specific assets) tertentu, yang secara signifikan berpengaruh terhadap keberhasilan pelaksanaan tugas pokok Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 47 -
  57. 57. Pemerintah Daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tugas meningkatkan kesejahteraan masyarakat inilah yang menjadi tujuan tertinggi dari pemberian otonomi luas kepada Pemerintah Daerah. V. SKENARIO INDONESIA 2015 Gambaran umum dari kondisi yang dapat diskenariokan akan terjadi pada tahun 2015, adalah terdiri dari 4 (empat) skenario dengan karakeristik dasar kombinasi dari perkembangan otonomi daerah dan perilaku korup aparatur negara/daerah. Gambaran skenario 2015 ini memberikan indikasi bahwa dalam kurun waktu 10 tahun ke depan, pemerintah akan dihadapkan kepada kecenderungan perkembangan kapasitas penyelenggaraan otonomi daerah, di bawah bayang-bayang perilaku korup aparatur sebagai akibat kegagalan maupun keberhasilan pelaksanaan pemberantasan korupsi. Untuk memberikan nama pada setiap kemungkinan skenario yang muncul menggunakan perumpamaan matahari, mulai matahari terbit, matahari bersinar terang, matahari terbenam, hingga gerhana matahari total. Perumpamaan ini tampaknya mampu merepresentasikan kondisi- kondisi kompbinasi otonomi daerah dengan pemberantasan korupsi yang berhasil atau gagal, sebagai berikut : 1. Matahari Bersinar (Skenario 1): melambangkan bahwa penye- lenggaraan otonomi daerah sangat berhasil dan terus berkembang secara progresif, sementara upaya-upaya pemberantasan korupsi juga berhasil membentuk aparatur negara/daerah menjadi bebas KKN, dan akuntabel. Kepemerintahan yang baik, bersih dan bebas KKN terwujud, masyarakat semakin sejahtera, kehidupan politik sangat demokratis dan lebih matang, kondisi daerah dan negara secara umum aman, tentram, sejahtera, adil, dan makmur. 2. Matahari Terbit (Skenario 4) : melambangkan bahwa perkembangan penyelenggaraan pemerintahan memiliki prospek yang cerah, dan kompetensi penyelenggaraan pemerintahan daerah maupun pemerintahan negara pada umumnya menunjukkan perkembangan postif dan mengalami kemajuan secara progressif. Namun demikian, perkembangan ini kurang mampu diimbangi oleh keberhasilan Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 48 -
  58. 58. pelaksanaan program pemberantasan KKN secara optimal. Sehingga kinerja pemerintahan yang demikian progresif pencapaiannya itu, masih sering terkotori oleh perilaku korup sementara oknum aparatur, baik di pusat maupun di daerah, termasuk di dalamnya para pejabat politik yang cenderung masih mendahulukan kepentingan politiknya daripada kepentingan rakyat banyak. 3. Matahari Terbenam (Skenario 2) : kondisi ini melambangkan bagaimana rejim pemerintahan negara RI paska Orde Baru akan dihadapkan pada berbagai kendala teknis dan non teknis, yang menghambat laju keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik. Kelangkaan Sumber Daya Alam Nasional sebagai sumber penerimaan negara maupun daerah semakin membatasi kemampuan keuangan negara. Sementara di sisi lain perkembangan laju pertumbuhan ekonomi terkendala oleh lambatnya atau bahkan terjadi hukum Law of Diminishing Return pada sisi penanaman modal di dalam negeri. Bahkan ekstrimnya terjadi eksodus keluarnya para penanam modal dari Indonesia, menuju destinasi yang baru di luar negeri, seperti di Cina, Vietnam, Rusia, Uzbekhistan dan sebagainya. Keberhasilan dalam pemberantasan korupsi, yang membuat aparatur negara maupun aparatur daerah menjadi lebih memiliki integritas dan akuntabilitas yang tinggi, serta anti KKN, ternyata tidak mampu membendung kecenderungan yang terjadi. Negara dan pemerintahan daerah berada dalam ancaman krisis ekonomi Jilid ke-2. 4. Gerhana Matahari Total (Skenario 3) : menggambarkan bahwa pada tahun 2015 pemerintahan negara RI akan mengalami kegagalan total danm penyelenggaraan pemerintahan negara. Pemerintahan Daerah akan dihadapkan pada krisis sumber daya daerah yang sangat berat, sehingga mengalami kemunduran dalam kualitas dan kuantitas pelayanan kepada masyarakat. Kondisi ini diperburuk dengan kegagalan tim pemberantasan korupsi dalam menyelesaikan tugasnya. Korupsi kemudian berkembang kembali secara sistemik sejalan dengan semakin meningkatnya tuntutan kehidupan masyarakat yang pada kenyataannya tidak mampu lagi menanggungnya. Kesejahteraan Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 49 -
  59. 59. masyarakat memburuk, kemiskinan dan pengangguran semakin meningkat, sehingga menjadi ancaman bagi terjadinya kerawanan sosial serta meningkatnya kriminalitas. Krisis multidimensional berada didepan pintu gerbang negara dan bangsa Indonesia. Kegelapan yang gulita bak gerhana matahari total membayangi segala segi kehidupan masyarakat bangsa Indonesia di daerah maupun di ibukota negara. Daftar Referensi Anwaruddin, Awang, 2006, "Transformasi Kepemimpinan Birokrasi", dalam Jurnal Borneo Administrator, Vol. 2, No. 2, PKP2A III LAN, Samarinda: Kalimantan Timur, hal. 434-455. Fahey, Liam and Robert M. Randall, eds., 1998. Learning from the Future: Competitive Foresight Scenarios, John Wiley & Sons, New York: NY. Fernanda, Desi, 2002, "Signifikansi Struktur, Kultur, Prosedur, dan Figur Dalam Reformasi Administrasi Publik Daerah Otonom", Makalah disampaikan dalam Workshop "Revitalisasi dan Reposisi Administrasi Publik di Era Otonomi Daerah" yang diselenggarakan oleh Center For Public Policy And Management Studies (CPMS), Jurusan Ilmu Administrasi Negara, FISIP, Universitas Katolik Parahyangan, di Bandung, 27 April 2002. Mustopadidjaja, AR, 1997, "Transformasi Manajemen Menghadapi Globalisasi Ekonomi", dalam Jurnal Administrasi dan Pembangunan, Vol. 1, No. 1, 1997, ISSN 1410-5101, PP PERSADI, Jakarta. Nanus, Burt, 1992, Visionary Leadership, Jossey-Bass, Inc., Publishers, San Francisco: California. Ringland, Gill, 1998, Scenario Planning: Managing for the Future, John Wiley & Sons, Chichester: West Sussex. Sparingga, Daniel, 2006, Pengantar Skenario Planning, Naskah Kuliah Diklatpim Tingkat I LAN Angkatan X, Tahun 2006, Jakarta. Supeli, Karlina Leksono; M. Ridlo Eisy, dll., 2000, Skenario Indonesia 2010, cet.1, Indonesia Masa Depan-Komnas HAM, Jakarta. Tjokroamidjojo, Bintoro, 2000, Good Governance, Paradigma Baru Manajemen Pembangunan, Jakarta: UI Press. Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 50 -
  60. 60. UNDP, 1997, Governance for Sustainable Development - A Policy Document, New York: UNDP. __________, 1999, UNDP and Governance: Experiences and Lesson Learned, Lesson Learned Series No. 1, New York: UNDP Management Development and Governance Division, Downloaded internet document file. Van der Heijden, Kees, 1996, "Scenarios: The Art of Strategic Conversation", John Wiley & Sons, Chichester: West Sussex, ___________, 1998, "Articulating Business Idea: The Key to Relevant Scenarios", dalam Liam Fahey and Robert M. Randall, eds., 1998. Learning from the Future: Competitive Foresight Scenarios, John Wiley & Sons, New York: NY ., pp. 335-351. Zwell, Michael, 2000, Creating a Culture of Competence, John Wiley & Sons, Inc., New York. Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 51 -
  61. 61. DrivingForces Skenario1: OtdaProgresif,dan PemerintahanBersih Skenario2: OtdaRegresif,namun PemerintahanBersih Skenario3: OtdaRegresif,dan PemerintahanKotor Skenario4: OtdaProgresifNamun PemerintahanKotor Tingkat Kemiskinan KemiskinanMenurun Signifikandantingkat kesenjangansosialmakin dipersempit KemiskinanRelatif Menurun,namuntingkat kesenjangansosialmasih tinggi Kemiskinanmakinmenjadi, dankesenjanganmakin tinggi Kemiskinanmeningkat namuntingkatkesenjangan dapatdiperkecil Tingkat Pengangguran Penyerapantenagakerja disektorriilmeningkat, danprogram pembangunanmodel padatkaryaterus dikembangkanPemda Penyerapantenagakerja disektorriilmeningkat, pemerintahdaerah kesulitan menyelenggarakan programmodelpadat karya,karena keterbatasankemampuan keuangandaerah Angkapengangguranmakin meningkatsejalandengan stagnasiekonomididaerah, pemdakesulitanseleng- garakanprogrampemba- ngunan,sementaraprogram padatkaryadikorupsi oknumpejabatdan kontraktor Penyerapantenagakerjadi sektorriilmeningkat,akan tetapiprogrampadatkarya tidaklancar,parapekerja dirugikanolehulahoknum aparaturpemdayangkorup Partisipasi Masyarakat dalamberpolitik Masyarakatberperan aktifsecarakondusif dalamproses kepemerintahan,demo- demosangatberkurang, dantidakadalagiaksi anarkhisdidaerah. Mekanismekonsultasi danopinipublik tersalurkan Masyarakatberperanaktif dalamproseskepeme- rintahan,namundisertai denganketidakpuasan yangdisampaikansecara lebihtertib,Rakyatdapat mema-hamikesulitan pemerintah,bahkan membantu. Masyarakatdihinggapi ketidakpuasandanketidak- percayaanataspelayanan aparatur,khususnyapemda. DemoantiKKNmerebak danmengancameksistensi KepalaDaerah.KKNdi kalanganpolitisimeningkat Masyarakatcukuppuas denganpelayanan pemerintahandanprogram pembangunan,namun kesaldenganulahpara koruptoryangmasih “berjaya”.Demomassaanti KKNmasihterjadi,namun tertib Menerawang Pembangunan Wilayah di Masa Depan Dengan Analisis Skenario (Scenario Planning) // 52 -

×