Landfilling Limbah TL-5250                                    TIMBULAN LINDI                                   Oleh : Enri...
Landfilling Limbah TL-5250Lindi yang timbul setelah pengoperasian selesai, dapat diperkirakan denganmenggunakan suatu meto...
Landfilling Limbah TL-5250                                                Evapotranspirasi (ET)                  Run Off (...
Landfilling Limbah TL-5250storage). Angka AET ini tidak sama dengan data ET dari stasiun meteorologi.Angka ET ini terjadi ...
Landfilling Limbah TL-5250resirkulasi lindi, drainase vertikal, kebocoran   melalui   liner   tanah   ataugeomembran atau ...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Timbulan lindi

938 views

Published on

Bahan disiapkan oleh Enri Damanhuri dan disampaikan dalam Lokakarya Persampahan Berbasis Masyarakat di Jakarta tanggal 16-17 Januari 2008. Lokakarya diselenggarakan oleh Jejaring AMPL

Published in: Technology, Business
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
938
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
51
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Timbulan lindi

  1. 1. Landfilling Limbah TL-5250 TIMBULAN LINDI Oleh : Enri DamanhuriUmum :Lindi adalah limbah cair yang timbul akibat masuknya air eksternal ke dalamtimbunan sampah, melarutkan dan membilas materi-materi terlarut, termasukjuga materi organik hasil proses dekomposisi biologis. Dari sana dapatdiramalkan bahwa kuantitas dan kualitas lindi akan sangat bervariasi danberfluktuasi.Dalam kaitannya dengan perancangan prasarana sebuah landfill, paling tidakterdapat dua besaran debit lindi yang dibutuhkan dari sebuah lahan urug, yaitu :• Guna perancangan saluran penangkap dan pengumpul lindi, yang mempunyai skala waktu dalam orde yang kecil (biasanya skala jam), artinya saluran tersebut hendaknya mampu menampung lindi maksimum yang terjadi pada waktu tersebut• Guna perancangan pengolahan lindi, yang biasanya mempunyai orde dalam skala hari, dikenal sebagai debit rata-rata harian.Rancangan praktis yang sering digunakan di Indonesia untuk perancangan antaralain adalah :a. Debit pengumpul lindi : - Dihitung dari rata-rata hujan maksimum harian dari data beberapa tahun - Assumsi bahwa curah hujan akan terpusat selama 4 jam sebanyak 90 %b. Debit pengolah lindi : - dihitung dari rata-rata hujan maksimum bulanan, dari data beberapa tahun, atau - dihitung dari neraca air, kemudian diambil perkolasi kumulasi bulanan yang maksimumProduksi lindi bervariasi tergantung pada kondisi tahapan pengoperasian landfill,yaitu :a. Dalam tahap pengoperasian (terbuka sebagian) : dalam tahapan ini, bagian- bagian yang belum ditutup tanah penutup akhir, baik lahan yang sudah dipersiapkan maupun sampah yang hanya ditutup tanah penutup harian, akan meresapkan sejumlah air hujan yang lebih besar.b. Setelah pengoperasian selesai (tertutup seluruhnya) : dalam kondisi ini sampah telah dilapisi tanah penutup akhir. Tanah penutup akhir berfungsi untuk mengurangi infiltrasi air hujan, sehingga produksi juga akan berkurang.Pendekatan yang biasa digunakan dalam memprediksi banyaknyanya lindi darisebuah landfill adalah dengan metode neraca air dengan : . Metode Thorntwaitea. Metode HELP, yang dikembangkan oleh USEPA.Metode neraca air dari Thorntwaite :Departemen Teknik Lingkungan FTSP ITBED 7.1
  2. 2. Landfilling Limbah TL-5250Lindi yang timbul setelah pengoperasian selesai, dapat diperkirakan denganmenggunakan suatu metoda yang disebut Metoda Neraca Air (Water BalanceMethod). Metoda ini didasari oleh asumsi bahwa lindi hanya dihasilkan dari curahhujan yang berhasil meresap masuk ke dalam timbunan sampah (perkolasi).Beberapa sumber lain seperti air hasil dekomposisi sampah, infiltrasi muka airtanah, dan aliran air permukaan lainnya dapat diabaikan. Faktor-faktor yangberpengaruh terhadap kuantitas perkolasi dalam Metoda Neraca Air ini adalah :− Presipitasi− Evapotransipitasi− Surface run-off, dan− Soil moisture storage.Gambar berikut menggambarkan sistem input-output dari neraca air, sedangpersamaannya adalah : PERC = P - (RO) - (AET) - (ΔST) I = P - (R/O) APWL = Σ NEG (I - PET) AET = (PET) + [ (I - PET) - (ΔST) ] PERC = perkolasi, air yang keluar dari sistem menuju lapisan di bawahnya, akhirnya menjadi leachate (lindi) P = presipitasi rata-rata bulanan dari data tahunan RO = limpasan permukaan (runoff) rata-rata bulanan dihitung dari presipitasi serta koefisien limpasan AET = aktual evapotranspirasi , menyatakan banyaknya air yang hilang secara nyata dari bulan ke bulan ΔST = perubahan simpanan air dalam tanah dari bulan ke bulan, yang terkait dengan soil moieture stotage ST = soil moisture storage, merupakan banyaknya air yang tersimpan dalam tanah pada saat keseimbangan I = infiltrasi, jumlah air terinfiltrasi ke dalam tanah APWL = accumulated potential water loss , merupakan nilai negatif dari (I-PET) yang merupakan kehilangan air secara kumulasi I - PET = nilai infiltrasi dikurang potensi evapotranspirasi; nilai negarif menyatakan banyaknya infiltrasi air yang gagal untuk dipasok pada tanah, sedang nilai positip adalah kelebihan air selama periode tertentu untuk mengisi tanah. PET = potensial evapotranspirasi, dihitung berdasarkan atas nilai rata-rata bulanan dari data tahunan Presipitasi (P)Departemen Teknik Lingkungan FTSP ITBED 7.2
  3. 3. Landfilling Limbah TL-5250 Evapotranspirasi (ET) Run Off (RO) Moisture Storage (ΔS) PERC = P - RO - AET + ΔS LEACHATE Gambar : Input – output konsep neraca airDengan menganggap aliran air ke bawah sebagai sistem berdimensi-satu, makamodel neraca air yang dikembangkan oleh Thorntwaite [Thorntwaite], dapatdigunakan untuk menghitung perkolasi air dalam tanah penutup menuju lapisansampah di bawahnya.Salah satu keuntungan penggunaan tanah penutup akhir dalam mengurangitimbulnya lindi adalah dari kemampuan penyerapan airnya. Air akan tertahandalam tanah sampai menyamai angka field capacity-nya. Air yang terkandungoleh tanah bergantung pada jenis tanah dan berkurang dengan adanyaevapotranspirasi dan bertambah kembali akibat infiltrasi. Tanpa adanya tanaman,setelah periode yang lama, tanah akan mempunyai kandungan air setinggi fieldcapacity. Bila terdapat tanaman, maka akar mengambil air dan menguapkannyasehingga air akan berada di bawah field capacity tersebut. Pada saat airmencapai wilting points, maka akar tidak dapat lagi mengambil air dalam tanahtersebut. Di bawah titik ini kandungan air dikenal sebagai air higroskopis(Hygroscopic water) yaitu air yang terikat pada partikel-partikel tanah dan tidakdapat dikurangi oleh transpirasi. Dengan demikian, air tersedia (Available water)berkisar antara wilting point dan field capacity. Air inilah yang akan mengalamipergerakan kapiler dan jumlah ini berubah karena evapotranspirasi dan infiltrasi.Satuan yang digunakan dapat berupa milimeter-air per meter tinggi media.Contoh, bila yang digunakan untuk penutupan sebuah landfill adalah silty claydengan ketebalan 0,5 m, maka diperkirakan jumlah air yang dapat diserap padafield capacity-nya adalah 0,5 m x 250 mm/m = 125 mm.Evapotranspirasi terjadi karena adanya penguapan dari tanah, dan transpirasi,yaitu pernafasan tumbuhan yang terdapat pada lapisan tanah penutup. Jumlahair yang hilang atau kembali ke atmosfer lebih besar pada transpirasidibandingkan pada evaporasi. Tumbuhan berfungsi untuk menahan air agar airtidak diteruskan ke lapisan sampah, dan bagian daun akan menguapkan airtersebut. Evapotranspirasi yang sebenarnya terjadi (ActualEvapotranspiration = AET) tergantung persediaan air dalam tanah (soil moistureDepartemen Teknik Lingkungan FTSP ITBED 7.3
  4. 4. Landfilling Limbah TL-5250storage). Angka AET ini tidak sama dengan data ET dari stasiun meteorologi.Angka ET ini terjadi pada kondisi air yang selalu tersedia. Angka ET stasiunmeteorologi ini disebut Potential Evapotranspiration (PET) atau evapotranspirasimaksimum yang dapat terjadi.Bila soil moisture storage mendekati field capacity, ET mencapai nilaimaksimumnya, tetapi bila soil moisture mendekati wilting point, ketersediaan airyang terbatas itu akan mengurangi laju ET. Metoda untuk mengetahui air yangdapat diserap setelah terjadi PET tertentu telah dikembangkan oleh Thorntwaite.PET dihitung dengan eksperimen maupun dengan metode empirik.Umumnya tidak tersedianya data evapotranspirasi, maka nilai PET dikembangkandari nilai evaporasi hasil pengukuran dilapangan dengan evaporimeter, yangmemerlukan suatu faktor koreksi tertentu. Faktor koreksi ini dihitung denganmenggunakan perbandingan antara evapotranspirasi tanah berumput yang terairidengan baik, dengan Pan evaporasi klas A, yaitu Pan yang terletak pada tanahberumput. Cara lain adalah dengan pendekatan empirik, seperti metode-metode:Thorntwaite, Blaney-Criddle, Penmann atau metode Christiansen. Berikut inidiberikan contoh metode neraca air dengan Thornwaite dengan parameter PETyang dihitung dengan pendekatan Thorntwaite.Model Hydrologic Evaluation of Landfill Performance (HELP)Model HELP dikembangkan oleh USEPA yang dapat di-download langsung melaluisitus. HELP merupakan program simulasi yang paling banyak digunakan di duniadalam merancang, mengevaluasi dan mengoptimasi kondisi hidrologi dari sebuahlandfill serta laju timbulan lindi yang dilepas ke alam. Versi komersialnya denganpenampilan grafik dalam sistem Windows 95/98/NT/2000 antara lain dikeluarkanoleh Waterloo-Hydrogeologic Software.Model HELP merupakan sebuah model quasi-two-dimensional serta modelhidrologi multi-layer, yang membutuhkan input data sebagai berikut :2. Data cuaca : parameter-parameter presipitasi, radiasi matahari, temperatur dan evapotranspirasi3. Sifat-sifat tanah : porositas, field capacity, wilting point, dan hydraulic conductivity4. Informasi desai landfill : pelapis dasar (liners), sistem pengumpul lindi, sistem pemgumpul runoff, dan kemiringan permukaan landfillProfil struktur sebuah landfill dapat terdiri dari berbagai kombinasi dari tanah(alamiah) dan bahan artifisial (limbah, geomembran), dengan pilihan lapisan-lapisan horizontal sistem drainase.Terdapat 11 (sebelas) jenis layer yang dapat disusun sesuai dengan keinginanperancang landfill. Perubahan kemiringan dari masing-masing lapisan jugadiperhitungkan. Model ini menggunakan teknik pemecahan numerik yangmempertimbangkan pengaruh dari surface storage, soil moisture storage, runoff,infiltrasi, evapotranspirasi, pertumbuhan vegetatif, drainase subsurface lateral,Departemen Teknik Lingkungan FTSP ITBED 7.4
  5. 5. Landfilling Limbah TL-5250resirkulasi lindi, drainase vertikal, kebocoran melalui liner tanah ataugeomembran atau bahan komposit lainnya.Contoh parameter-parameter input yang digunakan dalam model HELP adalah :− Precipitasi harian (mm) : data tahun 1996 - 2002− Temperatur udara harian (oC) : data tahun 1996 – 2002− Radiasi matahari harian (MJ/m2) : data tahun 1996 – 2002− Rata-rata kecepatan angin = 0,018 Kph− Rata-rata kelembaban relatif untuk 4 periods of musim: kuarter-1 = 82%, kuarter-2 = 89%, kuarter-3 = 93% dan kuarter = 84%.− Kedalaman zone evaporation : diukur pada Landfill-1 = 75 cm− Assumsi musim pertumbuhan dimulai pada hari = 0, dan berakhir pada hari = 367− Assumsi maksimum area indeks daun = 2, artinya sepanjang tahun.− Assumsi latitude = - 5 (nilai negatif terhadap nilai nol-ekuatorial)Departemen Teknik Lingkungan FTSP ITBED 7.5

×