RANCANGAN PERPRES RTR KEPULAUAN MALUKU DAN RTR
PULAU PAPUA DALAM RANGKA PERCEPATAN DAN
PERLUASAN PEMBANGUNAN EKONOMI INDON...
OUTLINE
RENCANA TATA RUANG PULAU PAPUA DAN KEPULAUAN
MALUKU
RENCANA TATA RUANG RAPERPRES RTR PULAU (PAPUA DAN
KEP. MALUKU)...
RENCANA TATA RUANG PULAU PAPUA
DAN KEPULAUAN MALUKU
RTR Pulau (Perpres)
1 : 1000.000
Perda RTRW Provinsi
Perda RTRW
Kabupaten/Kota
1 : 500.000
Perpres RTR Kawasan
Strategis N...
RTRW Kota
1 : 50.000
RTR Pulau
1 : 500.000
Rencana Tata Ruang
Wilayah Nasional
(RTRWN)
1 : 1.000.000
RTR Kawasan Strategis...
RAPERPRES RENCANA TATA RUANG KEPULAUAN MALUKU
DAN PAPUA
• Rencana Tata Ruang Kepulauan Maluku berperan
sebagai perangkat o...
STRATEGI PENATAAN RUANG KEPULAUAN MALUKU
• Perwujudan lumbung ikan nasional yang berkelanjutan
– pengembangan dan rehabili...
STRATEGI PENATAAN RUANG KEPULAUAN MALUKU
• Perwujudan sistem jaringan prasarana yang handal berbasis Gugus Pulau serta
kaw...
POLA RUANG DAN STRUKTUR RUANG
KEPULAUAN MALUKU
POLA RUANGSTRUKTUR RUANG 9
STRATEGI PENATAAN RUANG PULAU PAPUA
• Perwujudan pusat pengembangan wilayah berbasis Kampung
Masyarakat Adat dengan diduku...
STRATEGI PENATAAN RUANG PULAU PAPUA
• Perwujudan pusat pertumbuhan ekonomi berbasis pertanian,
perikanan, pariwisata, sert...
POLA RUANG DAN STRUKTUR RUANG
PULAU PAPUA
POLA RUANGSTRUKTUR RUANG 12
PENDEKATAN PELAKSANAAN MP3EI
1414
1
2
5
3
4
6
KE Sumatera
KE Bali – Nusa Tenggara
KE Kalimantan
KE Papua – Maluku
KE Sulawesi
KE Jawa
6 KORIDOR EKONOMI
15
MP3EI SEBAGAI KOMPLEMENTER DARI DOKUMEN
PERENCANAAN LAINNYA
16
LEGENDA :
Batas Propinsi
Batas Laut Teritorial
Batas Negara
Garis Pantai
Batas Kabupaten
100
100
120
120
140
140
0
0
Wilay...
MENGOPTIMALKAN KEKAYAAN SUMBER DAYA ALAM
LNG Batubara Panas Bumi Kp Sawit Kakao Timah Nikel Bauksit
Kuantitas
Cadangan
sek...
• Berlandaskan Perpres
32/2011, penetapan
personil KP3EI telah
dengan SK Menko No.
35/2011 dan 36/2011.
8 – 9 % per tahun
...
20
Menteri Kehutanan
Menteri ESDM
(Timja KE Sumatera)
Menteri Pariwisata
Menteri Perdagangan
(Timja KE Bali-NT)
Mente...
PENDEKATAN – KAWASAN PERHATIAN INVESTASI (KPI)
21
1. Sentra produksi adalah 1 (satu) kegiatan investasi dalam satu lokasi
...
NO KORIDOR EKONOMI JUMLAH KPI KPI PRIORITAS
1 Sumatera 19 13
2 Jawa 34 28
3 Kalimantan 37 16
4 Sulawesi 31 15
5 Bali – Nus...
Proyek-proyek sentra produksi atau kegiatan
investasi dan kegiatan lintas sektor TIDAK
dapat berjalan sendiri-sendiri
Semu...
SEKTOR RIIL
Nilai Investasi = Rp 2.226 T
Jumlah Proyek = 639 proyek
INFRASTRUKTUR
Nilai Investasi = Rp 1.786 T
Jumlah Proy...
APBN BUMN Swasta Campuran KPS Kebutuhan APBN BUMN Swasta Campuran KPS
Kebutuha
n
APBN BUMN Swasta Campuran KPS
Kebutuha
n
...
Regulasi dan Total Indikasi Investasi yang Teridentifikasi
~ Rp. 4.012 Trilun
Status launching MP3EI 27 Mei 2011
IndikasiI...
Target PDRB pada Tiap Koridor Tahun 2025
27
PERGERAKAN EKONOMI SESUAI TARGET
INDIKATOR EKONOMI
Target
RPJMN 2012
APBN-P
2012
Realisasi
2012
Sasaran
APBN 2013
Sasaran
...
RAPERPRES RTR PULAU (PAPUA DAN KEP. MALUKU)
DAN MP3EI
INFRASTRUKTUR PENDUKUNG UTAMA:
Pelabuhan dan Bandara Bandara Sentani, Pelabuhan Jayapura, Pelabuhan Merauke
Jalan dan Jemb...
KORIDOR
PAPUA - MALUKUKORIDOR PAPUA – KEP. MALUKU
Kawasan Industri
Jaringan Pelayaran Domestik
Jalur Penghubung Poridor
Ja...
3
2
3
NILAI
INVESTASI
IDR 34.350 M
KPI
BULI - MABA
NILAI
INVESTASI
IDR 0 MKPI
MOROTAI
NILAI
INVESTASI
IDR 2.376 MKPI
MANOK...
KPI
BIAK
KPI
SORONG
KPI RAJA AMPAT KPI PEGUNUNGAN
TENGAH
KPI TELUK
CENDERAWASIH
KPI DIGOEL
KPI SARMI-KEROM-JAYAPURA
KPI AR...
NILAI
INVESTASI
IDR
108.000 M
KPI
TELUK BINTUNI
NILAI
INVESTASI
IDR 2.376 M
KPI
MANOKWARI
NILAI
INVESTASI
IDR 784 M
KPI
NA...
3
5
MP3EI RTR KEPULAUAN MALUKU
KPI STRATEGIS - KE PAPUA DAN KEP.MALUKU
kawasan peruntukan perikanan
tangkap dan perikanan ...
JALAN MERAUKE-
MUTING-WAROPKO
Rp. 2.198 M 511,4 Km
INFRASTRUKTUR UTAMA KE PAPUA-KEP.MALUKU
PELABUHAN MERAUKE
Rp.190 M
Pemb...
JALAN MERAUKE-MUTING-WAROPKO
Rp. 2.198 M 511,4 Km
INFRASTRUKTUR UTAMA KE PAPUA-KEP.MALUKU
PELABUHAN MERAUKE
Rp. 190 M Pemb...
INFRASTRUKTUR UTAMA KE PAPUA-KEP.MALUKU
MP3EI RTR KEP. MALUKU
PLTP JAILOLO
Rp. 250 M
Kapasitas
2x 5 MW
Pengembangan dan
pe...
59.00
0.96
19.91
3.46
35.55
0.52
0.00 0.08 2.31
0.00
2.28
0.00
-
10.00
20.00
30.00
40.00
50.00
60.00
70.00
Pelabuhan
Banda...
KPI Prioritas
REKAPITULASI SEKTOR RIIL – PAPUA-KEP.MALUKU
N
o.
Kegiatan
Ekonomi
Utama dan
Lainnya
Data Investasi
(Lampiran...
KPI
Data Investasi
(Hasil Validasi Desember 2012)
Data Investasi yang Siap
(Hasil Validasi Maret 2012)
Jumlah Proyek
Nilai...
NO KPI NAMA KPI NILAI INVESTASI
1 Merauke (MIFEE) 57,13 T
2 Timika 160,85 T
3 Halmahera 100,95 T
4 Bintuni 108,00 T
5 Moro...
NO. KPI NAMA KPI NILAI INVESTASI
1 Aru 195,84 T
2 Saumlaki 140 T
3 Seram 40,11 T
4 Raja Ampat -
5 Sorong -
6 Teluk Cendera...
TERIMA KASIH
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

RANCANGAN Peraturan Presiden tentang Rencana Tata Ruang Kepulauan Maluku dan RTR Pulau Papua dalam rangka Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)

2,086 views
1,787 views

Published on

disampaikan oleh wakil dari kantor Kemenko Perekonomian dalam Sosialisasi Raperpres RTR Kepulauan Maluku dan Pulau Papua di Ambon September 2013

3 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
2,086
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
109
Comments
3
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • Koridor JawaArah dari … – ke ….Tema pembangunan  rmh merahStrategi khusus  rmh merahPusat ekonomi (ibu kota yg dilewati koridor)Masing-masing koridor harus merevisi dan mengklarifikasi kata2 dan penjelasan yg adaKotak2 keterangan dideletArah Panah diklarifikasiJika ada pelabuhan/port utama, dimasukkan (batam, dll)
  • RANCANGAN Peraturan Presiden tentang Rencana Tata Ruang Kepulauan Maluku dan RTR Pulau Papua dalam rangka Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)

    1. 1. RANCANGAN PERPRES RTR KEPULAUAN MALUKU DAN RTR PULAU PAPUA DALAM RANGKA PERCEPATAN DAN PERLUASAN PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
    2. 2. OUTLINE RENCANA TATA RUANG PULAU PAPUA DAN KEPULAUAN MALUKU RENCANA TATA RUANG RAPERPRES RTR PULAU (PAPUA DAN KEP. MALUKU) DAN MP3EI PENDEKATAN PELAKSANAAN MP3EI SEBAGAI AKSELERASI PEREKONOMIAN INDONESIA
    3. 3. RENCANA TATA RUANG PULAU PAPUA DAN KEPULAUAN MALUKU
    4. 4. RTR Pulau (Perpres) 1 : 1000.000 Perda RTRW Provinsi Perda RTRW Kabupaten/Kota 1 : 500.000 Perpres RTR Kawasan Strategis Nasional Zoning Regulation (RDTR) 1 : 250.000 1 : 100.000 1 : 10.000 HIERARKI DOKUMEN PERENCANAAN HIERARKI RENCANA TATA RUANG RPJMNRPJP 1 : 50.000 1 : 250.000 1 : 50.000 1 : 5.000 NASIONAL RKP/RKPDRENSTRA KEBIJAKAN RPJMDRPJPD PROVINSI KAB/KOTA RPJMDRPJPD MUSRENBANG UU No. 25/2004 SPPN UU No. 26/2007 Penataan Ruang PROGRAM SEKTOR Instrumen Pengendalian Perpajakan, DBH, DAU, DAK Insentif / Disinsentif RTRWN (PP No. 26/2008) Perda RTR Kawasan Strategis Provinsi PENDEKATAN PENGEMBANGAN WILAYAH
    5. 5. RTRW Kota 1 : 50.000 RTR Pulau 1 : 500.000 Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) 1 : 1.000.000 RTR Kawasan Strategis Nasional 1 : 50.000 RTRW Kabupaten 1 : 50.000 RTRW Provinsi 1 : 100.000 Ditetapkan Dengan Peraturan Pemerintah PP No. 26/2008 Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) Perpres No. 45/2011 RTR Kawasan Perkotaan Sarbagita Perda No. 24 tahun 2012 RTR Kota Ambon Perda No. 21 Tahun 2009 RTR Kab. Jaya Pura Ditetapkan Dengan Perda Kabupaten/Kota Ditetapkan Dengan Perda Provinsi Perda No. 16 Tahun 2013 RTR Provinsi Maluku Perda No. 1 Tahun 2011 RTR Provinsi Nusa Tenggara Timur Ditetapkan Dengan Peraturan Presiden Raperpres RTR Pulau Papua dan Kep. Maluku
    6. 6. RAPERPRES RENCANA TATA RUANG KEPULAUAN MALUKU DAN PAPUA • Rencana Tata Ruang Kepulauan Maluku berperan sebagai perangkat operasional dari RTRWN serta alat koordinasi dan sinkronisasi program pembangunan wilayah Kepulauan Maluku; dan • Rencana Tata Ruang Kepulauan Maluku TIDAK dapat digunakan sebagai dasar pemberian izin pemanfaatan ruang. Peran RTR Kepulauan Maluku (Pasal 3): • Penyusunan rencana pembangunan di kepulauan maluku; • Perwujudan keterpaduan, keterkaitan, dan keseimbangan perkembangan antar wilayah provinsi dan kabupaten/kota, serta keserasian antarsektor di kepulauan maluku; • Pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang di kepulauan maluku; • Penentuan lokasi dan fungsi ruang untuk investasi di kepulauan maluku; dan • Penataan ruang wilayah provinsi dan kabupaten/kota di kepulauan maluku. Fungsi RTR Kepulauan Maluku sebagai pedoman untuk (Pasal 4): • Rencana Tata Ruang Papua berperan sebagai perangkat operasional dari RTRWN serta alat koordinasi dan sinkronisasi program pembangunan wilayah Pulau Papua; dan • Rencana Tata Ruang Pulau TIDAK dapat digunakan sebagai dasar pemberian izin pemanfaatan ruang. Peran RTR Pulau Papua(Pasal 3): • Penyusunan rencana pembangunan di pulau papua; • Perwujudan keterpaduan, keterkaitan, dan keseimbangan perkembangan antar wilayah provinsi dan kabupaten/kota, serta keserasian antarsektor di pulau papua; • Pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang di pulau papua; • Penentuan lokasi dan fungsi ruang untuk investasi di pulau papua; dan • Penataan ruang wilayah provinsi dan kabupaten/kota di pulau papua. Fungsi RTR Pulau papua sebagai pedoman untuk (Pasal 4):
    7. 7. STRATEGI PENATAAN RUANG KEPULAUAN MALUKU • Perwujudan lumbung ikan nasional yang berkelanjutan – pengembangan dan rehabilitasi kawasan perikanan tangkap dan perikanan budi daya sebagai kawasan minapolitan; dan – pengembangan pusat industri serta jasa perikanan dan kelautan berskala internasional • Perwujudan pusat pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata, pertambangan mineral, minyak dan gas bumi lepas pantai, perkebunan, serta kehutanan yang berkelanjutan. – pengembangan pusat pariwisata berbasis ekowisata, wisata budaya, dan wisata bahari; – pengembangan pusat pengelolaansumber daya minyak dan gas bumi lepas pantai; – pengembangan dan rehabilitasi sentra perkebunan; – pemertahanan dan rehabilitasi sentra kehutanan; dan. – pengendalian dan rehabilitasi sentra pertambangan mineral. • Perwujudan pusat konservasi keanekaragaman hayati kelautan dunia sebagai bagian dari Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle)dan kawasan berfungsi lindung paling sedikit 30% (tiga puluh persen) dari luas daratan Kepulauan Maluku. – penetapan dan pelestarian kawasan konservasi di laut yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi; – pengendalian wilayah perairan di sekitar Koridor Ekosistem; – pemertahanan luasan dan rehabilitasi kawasan berfungsi lindung yang terdegradasi; dan; – pengendalian kegiatan budi daya yang berpotensi merusak kawasan berfungsi lindung. 7
    8. 8. STRATEGI PENATAAN RUANG KEPULAUAN MALUKU • Perwujudan sistem jaringan prasarana yang handal berbasis Gugus Pulau serta kawasan permukiman perkotaan yang berbasis mitigasi dan adaptasi bencana – pengembangan jaringan energi, jaringan telekomunikasi, dan jaringan sumber daya airberbasis teknologi terapan dan masyarakat; – pengembangan jaringan jalan yang terpadu dengan jaringan transportasi penyeberangan, pelabuhan, dan bandar udara berbasis Gugus Pulau; – pengembangan prasarana transportasi laut dan udara yang berfungsi sebagai Pintu Jamak; – pengembangan jaringan transportasi untuk membuka keterisolasian wilayah; – pengendalian perkembangan kawasan permukiman perkotaan yang berada di kawasan rawan bencana; dan – pengembangan sertarehabilitasi prasarana dan sarana mitigasi dan adaptasi bencana • Perwujudan Kawasan Perbatasansebagai beranda depan negara dan pintu gerbang internasional yang berbatasan dengan Negara Timor Leste, Negara Australia, dan Negara Palau. – percepatan pengembangan Kawasan Perbatasan dengan pendekatan pertahanan dan keamanan, kesejahteraan masyarakat, serta kelestarian lingkungan hidup; dan – pemertahanan eksistensi 19 (sembilan belas) PPKT sebagai titik-titik garis pangkal Kepulauan Indonesia.; – pengendalian kegiatan budi daya yang berpotensi merusak kawasan berfungsi lindung. 8
    9. 9. POLA RUANG DAN STRUKTUR RUANG KEPULAUAN MALUKU POLA RUANGSTRUKTUR RUANG 9
    10. 10. STRATEGI PENATAAN RUANG PULAU PAPUA • Perwujudan pusat pengembangan wilayah berbasis Kampung Masyarakat Adat dengan didukung prasarana dan sarana yang handal – pengintegrasian kawasan Kampung Masyarakat Adat dalam pengembangan wilayah Pulau Papua; – pengembangan Klaster; – pengembangan Pusat Klaster; – pengembangan serta rehabilitasi prasarana dan sarana mitigasi dan adaptasi bencana; dan – pengembangan jaringan transportasi untuk meningkatkan keterkaitan antarkawasan perkotaan nasional • Perwujudan kawasan berfungsi lindung paling sedikit 70% (tujuh puluh persen) dari luas Pulau Papua dan kelestarian keanekaragaman hayati kelautan dunia sebagai bagian dari Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle). – pemantapan kawasan berfungsi lindung dan rehabilitasi kawasan berfungsi lindung yang terdegradasi; – pemertahanan kawasan hutan yang bervegetasi sesuai dengan ekosistemnya; dan – pemertahanan dan pelestarian kawasan perairan yang memiliki nilai ekologis tinggi. 10
    11. 11. STRATEGI PENATAAN RUANG PULAU PAPUA • Perwujudan pusat pertumbuhan ekonomi berbasis pertanian, perikanan, pariwisata, serta pertambangan yang berdaya saing dengan prinsip berkelanjutan. – pengembangan kawasan Merauke sebagai pusat pertanian tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan berbasis bisnis; – pengembangan kawasan pertanian berbasis tanaman pangan lokal; – pengembangan kawasan minapolitan; – pengembangan pusat destinasi pariwisata berbasis cagar budaya dan ilmu pengetahuan, bahari, serta ekowisata; dan – pengembangan dan rehabilitasi kawasan peruntukan pertambangan mineral serta minyak dan gas bumi. • Kawasan Perbatasan sebagai beranda depan negara dan pintu gerbang internasional yang berbatasan dengan Negara Papua Nugini, Negara Palau, dan Negara Australia. – percepatan pengembangan Kawasan Perbatasan dengan pendekatan pertahanan dan keamanan negara, kesejahteraan masyarakat, serta kelestarian lingkungan hidup; dan – pemertahanan eksistensi 9 (sembilan) PPKT sebagai titik-titik garis pangkal Kepulauan Indonesia. 11
    12. 12. POLA RUANG DAN STRUKTUR RUANG PULAU PAPUA POLA RUANGSTRUKTUR RUANG 12
    13. 13. PENDEKATAN PELAKSANAAN MP3EI
    14. 14. 1414
    15. 15. 1 2 5 3 4 6 KE Sumatera KE Bali – Nusa Tenggara KE Kalimantan KE Papua – Maluku KE Sulawesi KE Jawa 6 KORIDOR EKONOMI 15
    16. 16. MP3EI SEBAGAI KOMPLEMENTER DARI DOKUMEN PERENCANAAN LAINNYA 16
    17. 17. LEGENDA : Batas Propinsi Batas Laut Teritorial Batas Negara Garis Pantai Batas Kabupaten 100 100 120 120 140 140 0 0 Wilayah P.Sumatera I N S E T Tingkat Sharing Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia 95° BT 95° BT 100 100 105 105 110 ° BT 110 ° BT 5°LS 5°LS 0 0 5°LU 5°LU PETA PDRB SHARE KABUPATEN/KOTA WILAYAH PANTAI BARAT - PANTAI TIMUR SUMATERA 0 200 400 Kilometer U S Disajikan Oleh: Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi Wilayah Lain/ Tidak Ada Data Sumber: Data PDRB Kabupaten-Kota di Indonesia, BPS 2006 Pantai Barat Pantai Timur Pantai Timur Sumatera# % Pantai Barat Sumatera 0.00 0.02 0.04 0.10 0.08 0.06 0.14 0.16 0.18 0.12 0 10 20 30 40 (X (X (X (X (X (X (X (X (X (X(X (X (X 95° BT 95° BT 100 100 105 105 110 ° BT 110 ° BT 5°LS 5°LS 0 0 5°LU 5°LU 0 200 400 Kilometer U S 2.000.000 Jiwa 1.000.000 Jiwa 500.000 Jiwa Level Jumlah Penduduk PETA DIAGRAM PENDUDUK IBUKOTA PROPINSI REGION SUMATERA Kota Banda Aceh Kota Medan Kota Pekanbaru Kota Tanjungpinang Kota Padang Kota Jambi Kota Palembang Kota Bandarlampung Kota Pangkalpinang Kota Bengkulu Konsep Pengembangan Koridor Kontribusi PDRB dan Pusat Pertumbuhan (contoh: Sumatera) 6 Koridor Ekonomi Indonesia Kegiatan Ekonomi Utama Di Tiap Koridor PendekatanKoridorEkonomi 6KoridorEkonomi–22KegiatanEkonomiUtama 17
    18. 18. MENGOPTIMALKAN KEKAYAAN SUMBER DAYA ALAM LNG Batubara Panas Bumi Kp Sawit Kakao Timah Nikel Bauksit Kuantitas Cadangan sekitar 164 TCF dengan kec. Produksi 3 TCF per tahun Eksportir Nomor 2 dunia (kandung an lebih dari 100 miliar ton) Potensi terbesar di dunia (40% dari kapasitas dunia) Produsen terbesar di dunia; lebih dari 20 juta ton per tahun Produsen kedua dunia, sekitar 770 ribu ton per tahun Produsen ke-2 dunia dengan produksi sekitar 65 ribu ton per tahun Memiliki cadangan 12% dunia, nomor 4 terbesar Memiliki cadangan nomor 7 dunia, produsen nomor 4 dunia Diasumsikan 40% layak secara ekonomi untuk diproduksi (15ribu MW), saat ini baru 1.200 MW yang diproduksi Merupakan potensi besar untuk energi berbasis gas bagi industri dan petro kimia Belum termasuk Gas Metana Batubara dan potensi “shale gas” yang diperkirakan lebih dari 400 TCF. Sesuai UU Minerba, 4/2009, pada tahun 2014 harus minimal diproses setengah jadi di dalam negeri. Slide 18
    19. 19. • Berlandaskan Perpres 32/2011, penetapan personil KP3EI telah dengan SK Menko No. 35/2011 dan 36/2011. 8 – 9 % per tahun 5 – 6 % per tahun Business as Usualwaktu KOMITE PERCEPATAN DAN PERLUASAN PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA (KP3EI) 19
    20. 20. 20 Menteri Kehutanan Menteri ESDM (Timja KE Sumatera) Menteri Pariwisata Menteri Perdagangan (Timja KE Bali-NT) Menteri PU Menteri Perindustrian (Timja KE Jawa) Menteri Pertanian Menteri Per Rakyat (Timja KE Kalimantan) Menteri KKP Menteri UKM Kop (Timja KE Sulawesi) Menteri Perhubungan Menteri PDT (Timja KE Papua-Maluku)  Sesmenko Perekonomian (Timja Regulasi)  Wamen Bappenas (Timja Konektivitas)  Wamen Dikbud (Timja SDM - Iptek)  Deputi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah - Menko Perekonomian SEKRETARIAT KP3EI SK Menko No. 35/2011dan 36/2011 PENGELOLAAN DAN PENANGANAN PROYEK-PROYEK MP3EI 20
    21. 21. PENDEKATAN – KAWASAN PERHATIAN INVESTASI (KPI) 21 1. Sentra produksi adalah 1 (satu) kegiatan investasi dalam satu lokasi tertentu 2. KPI adalah 1 (satu) atau kumpulan beberapa sentra produksi/kegiatan investasi yang beraglomerasi di area yang berdekatan Tujuan KPI : mempermudah proses integrasi kegiatan investasi dengan enablers (infrastruktur, SDM-IPTEK, regulasi) Lokasi-lokasi KPI pada masing-masing KE perlu diidentifikasi untuk acuan penetapan proyek-proyek infrastruktur (Tim Kerja Konektivitas), pengembangan sarana dan prasarana pendidikan dan peningkatan kemampuan teknologi/inovasi (Tim Kerja SDM & IPTEK), serta fasilitasi penyempurnaan regulasi (Tim Kerja Regulasi).
    22. 22. NO KORIDOR EKONOMI JUMLAH KPI KPI PRIORITAS 1 Sumatera 19 13 2 Jawa 34 28 3 Kalimantan 37 16 4 Sulawesi 31 15 5 Bali – Nusa Tenggara 24 8 6 Papua – Kep. Maluku 22 12 TOTAL 167 92 Gambar : Ilustrasi Kawasan Perhatian Investasi PENDEKATAN – KAWASAN PERHATIAN INVESTASI (KPI) 22
    23. 23. Proyek-proyek sentra produksi atau kegiatan investasi dan kegiatan lintas sektor TIDAK dapat berjalan sendiri-sendiri Semua proyek lintas sektor HARUS mendukung pengembangan kegiatan ekonomi utama melalui sentra produksi atau kegiatan-kegiatan investasi Kegiatan Ekonomi Utama A Kegiatan Ekonomi Utama B Kegiatan Ekonomi Utama C Kegiatan Ekonomi Utama D Kegiatan Ekonomi Utama E Sentra Produksi Konektivita s Regulasi SDM/ IPTEK Kegiatan Ekonomi Utama X Kegiatan Ekonomi Utama A Kegiatan Ekonomi Utama B Kegiatan Ekonomi Utama C Kegiatan Ekonomi Utama D Kegiatan Ekonomi Utama E Sentra Produksi Konektivita s Regulasi SDM/ IPTEK Kegiatan Ekonomi Utama X Semua proyek dilihat untuk mendukung kegiatan investasi pengembangan kegiatan ekonomi utama PENDEKATAN PELAKSANAAN MP3EI OLEH KP3EI (1) 23
    24. 24. SEKTOR RIIL Nilai Investasi = Rp 2.226 T Jumlah Proyek = 639 proyek INFRASTRUKTUR Nilai Investasi = Rp 1.786 T Jumlah Proyek = 625 proyek TOTAL NILAI INVESTASI = Rp 4.012 T JUMLAH PROYEK = 1.264 proyek Percepatan Pelaksanaan MP3EI STATUSAPRIL2012 SEKTOR RIIL Nilai Investasi = Rp 2.557,5 T Jumlah Proyek = 725 proyek INFRASTRUKTUR Nilai Investasi = Rp 2.372,9 T Jumlah Proyek = 866 proyek SDM – IPTEK Nilai Investasi = Rp 4,4 T Jumlah Proyek = 3041 proyek TOTAL NILAI INVESTASI = Rp 4.934,8 T JUMLAH PROYEK = 4.632 proyek (Sektor Riil dan Infrastruktur = 1.591 proyek) TUJUAN = mempermudah proses integrasi kegiatan investasi dengan enablers (infrastruktur, SDM-IPTEK, regulasi) VALIDASI Integrasi Sektor Riil dan Infrastruktur PENETAPAN KPI KPI – Kawasan Perhatian Investasi KP3EI PENDEKATAN PELAKSANAAN MP3EI OLEH KP3EI (2) 24
    25. 25. APBN BUMN Swasta Campuran KPS Kebutuhan APBN BUMN Swasta Campuran KPS Kebutuha n APBN BUMN Swasta Campuran KPS Kebutuha n APBN BUMN Swasta Campuran KPS Kebutuh an APBN BUMN Swasta Campuran KPS Kebutuh an APBN BUMN Swasta Campuran KPS Kebutuha n 1 KPI SEI MANGKEI, SUMUT 4,365 1.1 Proyek Pengembangan Kawasan Industri Sei Mangkei (KISMK) Kelapa Sawit 51 Q1 2008-Q4 2010 Perluasan Pelabuhan Belaw an Validasi Kemenhub: 5518 M, Thn Pelaksanaan 2007 – 2016, Status: Pelaksanaan Lanjutan Lelang PMSC, Direktur Pelabuhan dan Pengerukan Ditjen Perhubungan Laut, 20 Februari 2012 (APBN 1.25 T dan Pelindo 2.85 T) 5518 1250 4268 Pembangunan Rel KA dari kaw asan Sei Mangke ke Simpang Gn Bayu (3,4 km) (150 M) (c2) 150 150 Penanganan Jalan Kabupaten 3 km (KISM- Sp.Mayang) (Sumut) dan Sp. Inalum – Kuala Tanjung (Total 32 M), 32 M TA 2012, (b3) 32 32 Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Biomasa Saw it (PLTBS), kapasitas 2 x 3,5 MW) (91,4 M), Status Konstruksi (GB Q1 2010) (b3) 91.4 91.4 SPAM Kaw asan Khusus Kota Limapuluh (air minum) (50l/det) (Total 39,82 M, 16,32 M TA2013, 23,50 M TA2014, ) (?) (K) 39.82 39.82 1.2 Pembangunan Industri PKO, kapasitas 400 ton/hari, (diusulkan oleh PTPN III melalui sub-tim kerja kelapa sawit KE Sumatera) Kelapa Sawit 70 Q1 2009-Q4 2011 Pembangunan dry port/pelabuhan darat di KISMK (126 M) (diusulkan oleh PTPN III melalui sub- tim kerja kelapa saw it KE Sumatera) (a5) 126 126 Pembangunan Rel KA Ruas: Bandar Tinggi-Kuala Tanjung (18,5 km) Total Investasi 450 M, TA 2012 44,22 M, Tahun Pelaksanaan 2011 – 2014, Status Pengadaan Lahan dan Pembangunan Badan Jalan partial jalur, Ditjen Perkeretaapian (?) (K) 450 130.4 319.6 Penanganan Jalan Tb. Tinggi - Kisaran - Rantau Prapat - Batas Prov Riau - (326,71 km) Validasi PU: (Total Rp. 2.492 M; Rp. 295 M TA2011, Rp. 209 M TA2012, Rp. 157 M TA 2013, Rp. 66 M TA 2014, Rp. 1.765 M TA 2015- 2025) (K) 2492 2492 Pembangkit Listrik Biometan Kap. 2,11 MW (2012 (diusulkan oleh PTPN III melalui sub-tim kerja kelapa saw it KE Sumatera)) (a24) 1.3 Pembangunan Peningkatan PKS dari 30 ton/jam menjadi 75 ton/jam, (diusulkan oleh PTPN III melalui sub-tim kerja kelapa sawit KE Sumatera) Kelapa Sawit 109 Q1 2008-Q3 2010 Kegiatan rehabilitasi spoor Simpang Gunung Bayu dari Km 0+000 s.d km 2+568 sepanjang 2568 m'sp lintas Perlanaan - Sei Mangke, 15 M, Tahun Pelaksanaan 2013, Ditjen Perkeretaapian (?) (valid) 15 15 Penanganan Jalan Pematang Siantar - Tb. Tinggi (35 km) Validasi PU: (34,5 km) (Total 238 M; 2 M TA 2011, 24 M TA 2012, 32 M TA 2013, 10 M TA 2014, 170 M TA 2015- 2025) (a3) 238 238 1.4 Validasi PTPN III: Pembangunan Industri Biodiesel yang terintegrasi dengan Surfactant dan Beta Carotene (saat ini DED, GB Q2 2012) , Oleochemicals (saat ini DED, GB Q2 2012) tahun pelaksanaan Q2 2011-Q4 2014, dan Refinery/Cooking Oil (saat ini DED, GB Q2 2012) tahun pelaksanaan Q2 2011-Q4 2014, JV antara PTPN III dengan PT. Ferostaal Jerman Kelapa Sawit 3,735 Q2 2011- Q2 2015 Pembangunan Jalur KA sepanjang 2,95 Km dari KISMK menuju jalur KA eksisting yang terletak antara Stasiun Perlanaan dengan Gunung Bayu (54 M) Status Selesai FS dan DED, (diusulkan oleh PTPN III melalui sub-tim kerja kelapa saw it KE Sumatera) (usulan) (a1) 54 54 Pengembangan jalan akses Kualanamu (8 km) (Total Rp. 243 M , Rp. 114 M TA 2011, Rp. 102 M TA 2012, Rp. 1 M TA 2013, Rp. 1 M TA 2014, Rp. 25 M TA 2015-2025) (K) 243 243 1,5 Pabrik NPK (100.000 ton), bekerja sama dengan PT Cipta Buana Utama Mandiri (PT CBUM) sektor lainnya 400 Q2 2011-Q2 2013 Penanganan jalan akses belaw an 8 km(480 M); 5 M TA 2011, 65 M TA 2012, 50 M TA 2013, 17 M TA 2014, 343 M TA 2015-2025 (?) (K) 480 480 Penanganan Jalan Lima Puluh - Pematang Siantar - Tb.Tinggi ( 34,5 km) (Investasi Total Rp. 238 M; Rp. 2 M TA 2011; Rp. 24 M TA 2012; Rp. 32 M TA 2013; Rp. 10 M TA 2014; Rp. 170 M TA 2015- 2025) (?) (K) 238 238 2 KPI TAPANULI SELATAN, SUMUT 7,000 2.1 Penambangan dan Pengolahan Emas , Perak dan Ikutannya di Tapanuli Selatan, PT Agincourt Resources, Emas 6,300 Q1 2007 - Q4 2021 Pembangunan Jaringan Tranmisi Listrik untuk pabrik pengolahan emas dan perak di Tapanuli Selatan (7-8 KM) (120M) Tahun Pelaksanaan 2011 – 2014, PT Agincourt Resources (c5) 120 120 2.2 Penambangan (Operasi Produksi) emas dan mineral pengikutnya di Tapanuli Selatan diperlukan penyelesaian ijin pinjam pakai kawasan hutan (luas 2860 km2 ) Emas 700 3 KPI DAIRI, SUMUT 4,500 3.1 Pembangunan Pabrik Konsentrat dan Infrastuktur Penambangan Zinc dan Lead di Kabupaten Dairi, USD 500 Million or 4.500 Miliar, PT. Dairi Prima Mineral. sektor lainnya 4,500 Q1 2003 - Q4 2019 4 KPI DUMAI, RIAU 4,337 4.1 Fame Fractionation Plant 1, PT Wilmar Nabati Indonesia Kelapa Sawit 275 2011-2013 Perluasan Pelabuhan Dumai Validasi Kemenhub: Total 1250 M, Tahun Pelaksanaan 2012 – 2014, PT Pelindo I (a2, b16) 1250 10 1240 Pembangunan Infrstruktur Jalan di Kaw asan Industri Dumai (14,3 M), Tahun Pelaksanaan 2011 – 2013, GB Q1 2012 usulan (?) 14.3 Jetty Dolphin Extension oleh PT Kaw asan Industri Dumai (35,1 M) Tahun Pelaksanaan 2011 – 2013, GB Q1 2012 (diusulkan oleh PT Wilmar International melalui sub-tim kerja kelapa sawit KE Sumatera) (a1) (a27) 35.1 35.1 Validasi PU: SPAM Kaw asan Industri Dumai, Tj. Buton,dan Kuala Enok (air minum) (120 l/det) (Total 30 M, 15 M TA2013, 15 M TA2014) (?) (K) 30 30 4.2 Biodiesel Plant 4 , PT Wilmar Bioenergi Indonesia Kelapa Sawit 180 2011-2013 Pengembangan Pelabuhan Pekanbaru, Validasi Kemenhub: TOTAL 265M, APBN TH 2012 TIDK DIANGGARKAN, Tahun Pelaksanaan 2012 – 2014, PT Pelindo 1 (?) (K) 265 265 Pembebasan Lahan Jalan Tol, Ruas: Pekanbaru- Kandis-Dumai (Total Investasi Rp. 295 M; Rp. 149 M TA2011; Rp. 15 M TA2012; Rp. 131 M TA 2013)(K) 295 295 Central WWTP Extension oleh PT Kaw asan Industri Dumai (14,45 M) Tahun Pelaksanaan 2011 – 2013, GB Q1 2012 (diusulkan oleh PT Wilmar International melalui sub-tim kerja kelapa sawit KE Sumatera) (a28) 14.45 14.45 Air Bersih (30M). Lokasi: Riau, Kabupaten Siak - Tj. Buton belum ada renaksi Validasi PU: (Tidak ada dalam daftar kegiatan Kementerian PU) (?) 30 30 4.3 Oleochemical Phase 2, PT Wilmar Nabati Indonesia Kelapa Sawit 400 2011-2012 Pembangunan Pelabuhan Tanjung Buton – PT. Cahaya Barumas Sejahtera (500M), Validasi Kemenhub: Milik Sw asta dan tidak dibiayai oleh APBN, Tahun Pelaksanaan 2011 – 2015, 500 M (c1) 500 500 Pembangunan Jalan Tol, Ruas: Pekanbaru-Kandis- Dumai. (135 km) Validasi PU: (Infrastruktur PU dan Pemukiman BPJT) (?) 16458 8474 7984 Coal Jetty for PLTU oleh PT Kaw asan Industri Dumai (185 M) Tahun Pelaksanaan 2012 – 2013, GB Q1 2012 (diusulkan oleh PT Wilmar International melalui sub-tim kerja kelapa sawit KE Sumatera) (a25) 185 185 4.4 Palm Oil Storage Tanks senilai, PT Wilmar Nabati Indonesia Kelapa Sawit 42 2011 - 2012 Pembangunan Pelabuhan Tj. Buton - PT. Indoexchange (800M),Validasi Kemenhub: Milik Swasta dan tidak dibiayai oleh APBN; Tahun Pelaksanaan 2012 – 2013, 800 M (?) (S) 800 800 Jalan Dumai-Pelintung (25 km) - Jalan Provinsi Validasi PU: 54 M TA2011- 2025 Pemerintah Provinsi) (c7) 54 54 PLTU Dumai 2 x 150 MW oleh PT PLN Persero (3375 M), Tahun Pelaksanaan 2011 – 2013, GB Q1 2012 (diusulkan oleh PT Wilmar International melalui sub-tim kerja kelapa sawit KE Sumatera) (a26) 3375 3375 4.5 Palm Kernel Plant Upgrader, PT Wilmar Nabati Indonesia Kelapa Sawit 27 2011 - 2013 Satker Sementara Pembangunan Dermaga Penumpang Dumai, Validasi Kemenhub: Total 115 M, TA 2012 43,1 M, Tahun Pelaksanaan 2008 – 2011, Kemenhub (b1, c4) 115 43.1 71.9 Penanganan Jl. Sp Kulim- Plb.Dumai (rigidpavement)- 76 KM (Total Rp. 463 M; Rp. 48 M TA2011, Rp. 152 M TA2012, Rp. 9 M TA2013, Rp. 9 M TA2014, Rp. 245 M TA2015-2025) (?) (K) 463 463 Sumber Pendanaan Nilai Investasi (Milyar) EnergiPelabuhanBandara Kegiatan Ekonomi Nilai Komitmen Investasi (Rp. Miliar) Kawasan Perhatian Investasi (KPI) / Sentra ProduksiNo Tahun Pelaksanaan INFRASTRUKTUR Nilai Investasi (Milyar) Kereta Api Sumber PendanaanSumber Pendanaan Nilai Investasi (Milyar) Sumber Pendanaan Nilai Investasi (Milyar) Jalan Nilai Investasi (milyar) Sumber Pendanaan Sumber Pendanaan lainnya Nilai Investasi (milyar) Contoh Masterlist KPI – Infrsastruktur – SDM Iptek sebagai tool sinkronisasi Invesatasi Kegiatan Ekonomi Utama dan enablers KPI Kegiatan Investasi Enablers Infrastruktur, SDM - IPTEK Jumlah KPI = 151 Jumlah Proyek = 725 proyek Nilai Investasi = Rp 2.557,5 T INFRASTRUKTUR Nilai Investasi = Rp 2.372,9 T Jumlah Proyek = 866 proyek SDM – IPTEK Nilai Investasi = Rp 4,4 T Jumlah Proyek = 3041 proyek 25
    26. 26. Regulasi dan Total Indikasi Investasi yang Teridentifikasi ~ Rp. 4.012 Trilun Status launching MP3EI 27 Mei 2011 IndikasiInvestasiInfrastruktur  Sebagian pembangunan infrastruktur terjadi di sektor Energi (Rp 681 triliun), dan Infrastruktur Jalan (Rp. 339 triliun). 9 UNDANG-UNDANG 6 PERATURAN PEMERINTAH 5 PERPRES, KEPPRES, INPRES 8 PERATURAN MENTERI DAFTAR REGULASI YANG PERLU PERBAIKAN REGULASI 26
    27. 27. Target PDRB pada Tiap Koridor Tahun 2025 27
    28. 28. PERGERAKAN EKONOMI SESUAI TARGET INDIKATOR EKONOMI Target RPJMN 2012 APBN-P 2012 Realisasi 2012 Sasaran APBN 2013 Sasaran RPJMN 2013 Pertumbuhan Ekonomi (%) 6,4-6,9 6,5 6,23 6,8 6,7-7,4 PDB per Kapita (USD) 3.170 N.A 3.563 N.A 3.445 Stabilitas Ekonomi Laju Inflasi (%) 4,0-6,0 6,8 4,3 4,9 3,5-5,5 Nilai Tukar Nominal (Rp/USD) 9.250-9.750 9.000 9.380 9.300 9.250-9.850 Stok Utang Pemerintah/PDB (%) 27 N.A 23 N.A 25 Pertumbuhan Investasi (PMTB %) 8.4-11.5 9,5 9,81 11,9 10.2-12.0 Nilai Investasi (Triliun Rp) 283,5 N.A 313,2 N.A 390 Neraca Pembayaran Pertumbuhan Ekspor (%) 11.4-12.0 14.1 2.01 11,7 12.3-13.4 Nilai Ekspor (Miliar USD) 190 N.A 190 N.A 194 Pertumbuhan Impor (%) 14.3-15.9 17.3 6.65 13,5 15.0-16.5 Nilai Impor (Miliar USD) 190 N.A 191.7 N.A 189 Pengangguran dan Kemiskinan Tingkat Pengangguran (%) 6,7-7,0 6,1 - 6,4 6.14 5,8-6,1 6,0-6,6 Tingkat Kemiskinan (%) 10,5-11,5 10,5-11,5 11.66 9,5-10,5 9,5-10,5 Sumber data: BPS, BI, Bappenas, Kemenkeu, Kemendag  Ditengah perlambatan perekonomian Global, Pembangunan Ekonomi tahun 2012 secara keseluruhan memenuhi target:  Ekonomi masih tumbuh 6,23% (tercepat kedua setelah China dalam kelompok G20), ekonomi tumbuh 6,02% di triwulan I 2013.  Inflasi tetap terkendali sesuai dengan sasarannya.  Investasi tumbuh signifikan.  Pengangguran dan Kemiskinan terus turun (pada tahun 2013 angka pengangguran turun lagi menjadi 5,92%). 28
    29. 29. RAPERPRES RTR PULAU (PAPUA DAN KEP. MALUKU) DAN MP3EI
    30. 30. INFRASTRUKTUR PENDUKUNG UTAMA: Pelabuhan dan Bandara Bandara Sentani, Pelabuhan Jayapura, Pelabuhan Merauke Jalan dan Jembatan Trans-Papua, Trans-Maluku Energi dan Telekomunikasi PLTU Urumuka, PLTU Jailolo, Palapa Ring STRATEGI DAN KEGIATAN EKONOMI UTAMA KORIDOR EKONOMI PAPUA DAN KEPULAUAN MALUKU STRATEGI PENGEMBANGAN: “Pusat Pengembangan Pangan, Perikanan, Energi dan Pertambangan Nasional” KEGIATAN EKONOMI UTAMA: PAPUA DAN KEP. MALUKU 30 Pertanian Pangan MigasNikelTembagaPerikanan
    31. 31. KORIDOR PAPUA - MALUKUKORIDOR PAPUA – KEP. MALUKU Kawasan Industri Jaringan Pelayaran Domestik Jalur Penghubung Poridor Jalur Trans Papua Jalur Eksisting Simpul Kegiatan Perikanan Simpul Kegiatan Pertambangan Tembaga Simpul Kegiatan Pertanian Ibu Kota Provinsi/Pusat Ekonomi Simpul Kegiatan Migas Simpul Pengolahan Nikel 31
    32. 32. 3 2 3 NILAI INVESTASI IDR 34.350 M KPI BULI - MABA NILAI INVESTASI IDR 0 MKPI MOROTAI NILAI INVESTASI IDR 2.376 MKPI MANOKWARI NILAI INVESTASI IDR 784 MKPI NABIRE NILAI INVESTASI IDR 160.850 M KPI TIMIKA NILAI INVESTASI IDR 57.128 M KPI MERAUKE NILAI INVESTASI IDR 0 M KPI AMBON NILAI INVESTASI IDR 108.000 M KPI TELUK BINTUNI KPI TUAL NILAI INVESTASI IDR 1.300 M KPI WETAR NILAI INVESTASI IDR 2.016 M NILAI INVESTASI IDR 18.000 M KPI GOSOWONG NILAI INVESTASI IDR 48.600 M KPI WEDA KPI STRATEGIS - KE PAPUA DAN KEP.MALUKU
    33. 33. KPI BIAK KPI SORONG KPI RAJA AMPAT KPI PEGUNUNGAN TENGAH KPI TELUK CENDERAWASIH KPI DIGOEL KPI SARMI-KEROM-JAYAPURA KPI ARU KPI SAUMLAKI KPI SERAM IDR 140.000 M IDR 40.114 M IDR 195.837 M NILAI INVESTASI NILAI INVESTASI NILAI INVESTASI KPI POTENSIAL- KE PAPUA DAN KEP.MALUKU 33
    34. 34. NILAI INVESTASI IDR 108.000 M KPI TELUK BINTUNI NILAI INVESTASI IDR 2.376 M KPI MANOKWARI NILAI INVESTASI IDR 784 M KPI NABIRE NILAI INVESTASI IDR 160.850 M KPI TIMIKA NILAI INVESTASI IDR 57.128 M KPI MERAUKE 3 4 MP3EIRTR PULAU PAPUA KPI STRATEGIS - KE PAPUA DAN KEP.MALUKU Pengembangan kawasan untuk kegiatan sektor unggulan pertambangan, kegiatan industri pengolahan pertambangan Pengembangan kawasan minapolitan berbasis masyarakat Pengembangan kawasan minapolitan berbasis masyarakat pusat pertanian tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan berbasis bisnis 34
    35. 35. 3 5 MP3EI RTR KEPULAUAN MALUKU KPI STRATEGIS - KE PAPUA DAN KEP.MALUKU kawasan peruntukan perikanan tangkap dan perikanan budi daya yang didukung industri pengolahan dan jasa kawasan peruntukan perikanan tangkap dan perikanan budi daya yang didukung industri pengolahan dan jasa kawasan peruntukan industri NILAI INVESTASI IDR 34.350 M KPI BULI - MABA NILAI INVESTASI IDR 0 M KPI MOROTAI NILAI INVESTASI IDR 0 M KPI AMBON KPI TUAL NILAI INVESTASI IDR 1.300 M KPI WETAR NILAI INVESTASI IDR 2.016 M NILAI INVESTASI IDR 48.600 M KPI WEDA NILAI INVESTASI IDR 18.000 M KPI GOSOWONG 35
    36. 36. JALAN MERAUKE- MUTING-WAROPKO Rp. 2.198 M 511,4 Km INFRASTRUKTUR UTAMA KE PAPUA-KEP.MALUKU PELABUHAN MERAUKE Rp.190 M Pembangunan Pelabuhan JALAN ENAROTALI - TIOM Rp. 1.680 M Panjang 420 Km PLTP JAILOLO Rp. 250 M Kapasitas 2x 5 MW PENANGANAN JALAN MANOKWARI – BINTUNI Rp. 365 M Panjang 257 Km PENANGANAN JALAN DEPAPRE - BONGGRANG DAN RINGROAD JAYAPURA Rp. 1.278 M Panjang 137,1 Km JARINGAN BACKBONE NASIONAL (PALAPA RING) Rp. 2.500M Manado-Ternate- Maluku-Fakfak- Sorong-Manokwari- Jayapura PLTU URUMUKA Rp.3.500 M Kapasitas 300 MW PELABUHAN SORONG: Rp. 500 M Pengembangan Pelabuhan 36
    37. 37. JALAN MERAUKE-MUTING-WAROPKO Rp. 2.198 M 511,4 Km INFRASTRUKTUR UTAMA KE PAPUA-KEP.MALUKU PELABUHAN MERAUKE Rp. 190 M Pembangunan Pelabuhan JALAN ENAROTALI - TIOM Rp. 1.680 M Panjang 420 Km PENINGKATAN JALAN MANOKWARI – BINTUNI Rp. 365 M Panjang 257 Km PENANGANAN JALAN DEPAPRE - BONGGRANG DAN RINGROAD JAYAPURA Rp. 1.278 M Panjang 137,1 Km JARINGAN BACKBONE NASIONAL (PALAPA RING) Rp. 2.500 M Manado-Ternate-Maluku-Fakfak- Sorong-Manokwari-Jayapura PLTU URUMUKA Rp.3.500 M Kapasitas 300 MW PELABUHAN SORONG: Rp. 500 M Pengembangan Pelabuhan Pengembangan dan memantapkan pelabuhan untuk meningkatkan akses kawasan perkotaan nasional sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan (Pasal 17 Ayat (2)) Pengembangan jaringan jalan strategis nasional untuk mendorong perekonomian dan membuka keterisolasian Kawasan Perbatasan, kawasan tertinggal dan terisolasi termasuk Kampung Masyarakat Adat (Pasal 14 ayat (2) huruf b jaringan jalan kolektor primer meliputi Jaringan Jalan Lintas Perbatasan Pulau Papua yang menghubungkan Waropko- Kombut- indiptana-Tanah Merah-Getentir- Muting-Bupul- Erambu-Sota-Merauke. MP3EIRTR PULAU PAPUA Pengembangan jaringan jalan strategis nasional untuk mendorong perekonomian dan membuka keterisolasian Kawasan Perbatasan, kawasan tertinggal dan terisolasi termasuk Kampung Masyarakat Adat (Pasal 14 Ayat (2)) Pengembangan jaringan jalan arteri primer dan jaringan jalan kolektor primer untuk meningkatkan keterkaitan antarkawasan perkotaan nasional dan mendorong daya saing perekonomian di Pulau Papua (Pasal 14 Ayat (2) Huruf a Belum Teridentifikasi Di RTR Pulau Papua 37
    38. 38. INFRASTRUKTUR UTAMA KE PAPUA-KEP.MALUKU MP3EI RTR KEP. MALUKU PLTP JAILOLO Rp. 250 M Kapasitas 2x 5 MW Pengembangan dan pemeliharaanpembangkit listrik untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik di kawasan perkotaan nasional dan Kawasan Andalan 38
    39. 39. 59.00 0.96 19.91 3.46 35.55 0.52 0.00 0.08 2.31 0.00 2.28 0.00 - 10.00 20.00 30.00 40.00 50.00 60.00 70.00 Pelabuhan Bandara Jalan Energi ICTdanLogistik SDA NilaiInvestasi(T) Total Nilai Investasi Proyek Sudah Validasi (T) Total Nilai Investasi Proyek Sudah GB (T) 57.13 - 107.60 162.87 108.00 18.00 0.00 0.00 0.21 63.00 - - 18.00 - - 20.00 40.00 60.00 80.00 100.00 120.00 140.00 160.00 180.00 Pertanian Pangan Perikanan Nikel Tembaga Migas Emas Peternakan NilaiInvestasi(T) Total Nilai Investasi Proyek Sudah Validasi (T) Total Nilai Investasi Proyek Sudah GB (T) KE PAPUA DAN KEP.MALUKU – REVIEW SEKTOR RIIL INFRASTRUKTUR 39 Kegiatan Ekonomi SUDAH VALIDASI s.d 2014 (Rp. Miliar) APBN BUMN Swasta Campuran TOTAL Sektor Riil 129 14.400 418.855 0 433.384 Infrastruktur 30.670 7.785 11.860 4.850 55.166* TOTAL 30.799 22.185 430.715 4850 488.166 *Kebutuhan Anggaran untuk Infrastruktur sebesar Rp 1.523 M 39
    40. 40. KPI Prioritas REKAPITULASI SEKTOR RIIL – PAPUA-KEP.MALUKU N o. Kegiatan Ekonomi Utama dan Lainnya Data Investasi (Lampiran Perpres MP3EI) Data Investasi yang Siap (Hasil Validasi Desember 2012) Data Investasi yang Siap (Hasil Validasi Mei 2013) Jumlah Proyek Nilai Investasi (Rp. Trilyun) Jumlah Proyek Nilai Proyek (Rp. Trilyun) Jumlah Proyek Nilai Proyek (Rp. Trilyun) 1. Pertanian Pangan 12 68,33 12 68,20 3 57,13 2. Perikanan 14 30,54 15 31,84 1 1,30 3. Nikel 3 82,95 3 82,95 3 82,95 4. Tembaga 4 197,20 4 162,87 4 162,87 5. Migas 1 50,00 1 108,00 1 108,00 6. Emas 2 18,76 2 18,76 2 18,76 7. Peternakan 8 0,46 8 0,46 1 0,001 8. Semen - - 1 2,37 1 2,37 TOTAL 44 448,19 46 475,40 16 433,38 9. Usulan Baru - - 6 7,63 35 69,79 40
    41. 41. KPI Data Investasi (Hasil Validasi Desember 2012) Data Investasi yang Siap (Hasil Validasi Maret 2012) Jumlah Proyek Nilai Proyek (Rp. Triliun) Jumlah Proyek Nilai Proyek (Rp. Triliun) 1. KPI Merauke 7 57,55 3 57,13 2. KPI Timika 3 160,85 3 160,85 3. KPI Nabire 1 0,76 1 0,76 4. KPI Teluk Bintuni 1 108,00 1 108,00 5. KPI Manokwari 10 0,78 2 2,37 6. KPI Ambon 6 2,19 0 0,00 7. KPI Halmahera 4 125,60 4 100,95 8. KPI Morotai 9 30,36 0 0,00 9. KPI Wetar - - 1 2,02 10. KPI Tual 1 1,30 1 1,30 11. KPI Nasional dan Lainnya 4 9,89 - - TOTAL 46 475,40 16 433,38 12. Usulan Baru 6 7,63 35 69,79 REKAPITULASI SEKTOR RIIL – PAPUA-KEP.MALUKU 41
    42. 42. NO KPI NAMA KPI NILAI INVESTASI 1 Merauke (MIFEE) 57,13 T 2 Timika 160,85 T 3 Halmahera 100,95 T 4 Bintuni 108,00 T 5 Morotai 0 T 6 Ambon 0 T 7 Nabire 0,76 T 8 Manokwari 2,37 T 9 Wetar 2,02 T 10 Tual 1,30 T KPI Prioritas KPI PRIORITAS – PAPUA-KEP.MALUKU 42
    43. 43. NO. KPI NAMA KPI NILAI INVESTASI 1 Aru 195,84 T 2 Saumlaki 140 T 3 Seram 40,11 T 4 Raja Ampat - 5 Sorong - 6 Teluk Cenderawasih - 7 Biak - 8 Pegunungan Tengah - 9 Sarmi – Kerom – Jayapura - 10 Digoel - 43 KPI Potensial KPI POTENSIAL – PAPUA-KEP.MALUKU KPI POTENSIAL– PAPUA-KEP.MALUKU
    44. 44. TERIMA KASIH

    ×