• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Perencanaan rute pengumpulan dan pengangkutan
 

Perencanaan rute pengumpulan dan pengangkutan

on

  • 641 views

Bahan disajikan dalam Lokakarya Persampahan Berbasis Masyarakat di Jakarta tanggal 16-17 Januari 2008. Lokakarya diselenggarakan oleh Jejaring AMPL

Bahan disajikan dalam Lokakarya Persampahan Berbasis Masyarakat di Jakarta tanggal 16-17 Januari 2008. Lokakarya diselenggarakan oleh Jejaring AMPL

Statistics

Views

Total Views
641
Views on SlideShare
641
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
12
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Perencanaan rute pengumpulan dan pengangkutan Perencanaan rute pengumpulan dan pengangkutan Document Transcript

    • PERENCANAAN RUTE PENGUMPULAN DAN PENGANGKUTANI. PENDAHULUAN a. Latar Belakang Kegiatan pengumpulan dan pengangkutan merupakan salah satu bagian dari penanganan sampah yang paling banyak memerlukan tenaga kerja dan investasi. Dalam prakteknya banyak kota terlalu disibukkan dengan kegiatan rutin sehingga menganggap kegiatan pengumpulan dan pengangkutan merupakan kegiatan sederhana, hanya sekedar memungut sampah dan membawanya ke TPA. Pengelola kebersihan kota juga kurang memperhatikan pentingnya evaluasi terhadap kegiatan ini, sehingga tidak mengherankan pengumpulan dan pengangkutan seringkali dilaksanakan tanpa memperhatikan faktor efisiensi. Agar pengumpulan dan pengangkutan dapat ditingkatkan efisiensinya dari waktu ke waktu maka sangatlah penting untuk melakukan survey dan mengevaluasi kegiatan yang sudah dilaksanakan. b. Tujuan Evaluasi rute pengumpulan dan pengangkutan perlu dilaksanakan untuk mengetahui sistem yang berjalan dan mengumpulkan data untuk perencanaan peningkatannya. Untuk melaksankan kegiatan ini maka akan diperlukan suatu upaya pengumpulan data yang dilakukan oleh suatu Tim yang dibentuk. Data-data yang dikumpulkan selanjutnya dianalisis sehingga dapat diketahui cara-cara untuk meningkatkannya. Wid/rute/1
    • Evaluasi pengumpulan dan pengangkutan sangat diperlukan oleh para manager tingkat menengah dan tingkat atas agar mereka dapat meningkatkan kinerja pengumpulan dan pengangkutan secara berkesinambungan. Evaluasi pengumpulan dan pengangkutan juga akan memberikan informasi bermanfaat tentang : - Efisiensi pemanfaatan peralatan / kendaraan - Cara petugas di lapangan melaksanakan tugasnya - Masih tepat atau tidaknya rute yang sedang ditempuh saat ini - Masih tepat atau tidaknya jadwal pengumpulan dan pengangkutan yang digunakan - Karakteristik wadah yang digunakan - Perilaku petugas di lapangan - Kerjasama antara personil dan masyarakatII. PERSIAPAN Sebelum melaksanakan kegiatan evaluasi pengumpulan dan pengangkutan maka akan diperlukan beberapa langkah persiapan yang penting untuk diperhatikan agar pelaksanaan nantinya dapat berjalan dengan lancar. Persiapan tersebut meliputi : ketersediaan informasi, data, peralatan, koordinasi, dan form-form isian; yang akan sangat menentukan keberhasilan kegiatan tersebut. a. Kebutuhan Informasi dan Data Informasi dan data yang sangat diperlukan akan mencakup : - Peta daerah pelayanan ( skala 1 : 5000 ) - Jumlah penduduk yang berada dalam daerah pelayanan - Jumlah sumber yang dilayani Wid/rute/2
    • - Hari dan wakytu pengumpulan / pengangkutan - Komposisi petugas pengumpul / pengangkut - Jenis kendaraan pengumpul / pengangkut - Dll Data-data tersebut harus disediakan sebelum pelaksanaan evaluasi.a. Kebutuhan Peralatan Peralatan yang diperlukan untuk pelaksanaan evaluasi meliputi : - Penunjuk waktu ( digital lebih baik ) - Pengukur panjang ( 2 meter ) - Counter / penghitung - Jembatan / alat timbang - Mobil untuk survey Mobil diperlukan untuk Tim evaluasi yang terdiri atas beberapa orang. Bila Surveyor hanya 1 orang maka dapat ikut menumpang dalam kendaraan pengumpul / pengangkut. Mobil survey harus dilengkapi dengan odometer yang berfungsi dengan baik. Bila pengumpulan menggunakan gerobak maka Surveyor harus mengikuti dengan berjalan kaki. Bila tidak tersedia Jembatan timbang maka dapat meminjam penimbangan pada instansi lain yang memiliki. Dalam hal ini harus dilakukan perhitungan waktu yang terpakai untuk perjalanan ke lokasi tersebut.a. Pembagian Tugas Tim Tim evaluasi dapat terdiri atas 1 sampai 3 orang, dan masing-masing harus mendapatkan tugas yang seimbang untuk melakukan pendataan. Sebagai contoh bila Tim terdiri atas 3 orang maka dapat dibagi tugas sebagai berikut : Wid/rute/3
    • - Orang pertama sebagai Ketua Tim yang akan bertugas : menggambar rute, menghitung jumlah wadah yang dilayani, mencatat kondisi jalan yang dilalui,mencatat perilaku / kebiasaan petugas - Orang kedua sebagai Anggota Tim yang bertugas : melakukan pencatatan waktu tempuh, jarak tempuh, berat sampah - Orang ketuga sebagai Anggota Tim akan bertugas : mencatat ukuran wadah sampah dan kondisinya. a. Pengkondisian Agar survey dapat dilaksanakan dengan lancar maka sangat diperlukan adanya pengkondisian kepada seluruh petugas survey agar mereka dapat memahami apa yang akan dikerjakan, apa tujuan yang diharapkan, dan prosedur pelaksanaan survey itu sendiri. b. Form-form Evaluasi Form-form evaluasi sangat diperlukan untuk mempermudah petugas dalam melaksanakan pencatatan dan pendataan. Form-form tersebut mencakup : - Trip, Jarak, dan Kecepatan - Waktu pembongkaran - Waktu pengumpulan - Wadah sampah - Rute saat ini - Kondisi Jalan - Perilaku Petugas - Kerjasama masyarakat - Pemanfaatan waktu dan kapasitas kendaraanIII. PELAKSANAAN Wid/rute/4
    • Dalam pelaksanaan kegiatan survey pengumpulan dan pengangkutan makasangat perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut :a. Keamanan lalu lintas Keamanan berlalu lintas adalah sangat penting dibanding survey itu sendiri. Karenanya petugas survey harus mematuhi semua peraturan lalu lintas dan tidak melanggarnya hanya untuk mendapatkan data yang baik.b. Pencatatan waktu Pencatatan waktu sebaiknya dilakukan dengan menggunakan penunjuk waktu digital. Waktu yang dicatat adalah waktu tiba dan waktu meninggalkan titik pengumpulan / pengangkutan. Sebaiknya pengukuran waktu menggunakan satuan detik.c. Pencatatan jarak Pencatatan jarak tempuh sebaiknya menggunakan odometer yang terdapat pada kendaraan survey.d. Pencatatan wadah sampah Wadah sampah harus didata dan dikelompokkan menurut ukuran (besar, sedang, dan kecil) dan jenisnya (plastik, kaleng, dll).e. Pencatatan berat sampah Pencacatan berat sampah idealnya dilakukan di TPA. Dalam hal tidak tersedia jembatan timbang maka dapat digunakan jembatan timbang Wid/rute/5
    • instansi lain (misal Dinas Perhubungan), atau menggunakan pengukur berat portable. Bila lokasi penimbangan jauh dari rute yang ada, maka pencatatan waktu sebaiknya dikoreksi.f. Pemetaan Anggota Tim yang bertanggung jawab atas pemetaan rute harus memberi tanda rute pengumpulan, titik pengumpulan / pengangkutan, lokasi garasi / pool kendaraan, kondisi jalan (perkerasan), arah lalu lintas (searah / dua arah), daerah rawan parkir, kemiringan terjal, dll.g. Operasi kendaraan Survey pengumpulan dan pengangkutan ini dilaksanakan untuk satu shift kendaraan, sejak kendaraan keluar dari pool sampai menyelesaikan tugasnya pada hari itu dan kembali lagi ke pool. Total waktu (Y) dalam 1 shift dapat dinyatakan dalam formula berikut : Y = A + B + N(C1+C2+D) – C2 + E + F + G A : Waktu dari pool sampai mencapai rute pelayanan B : Total waktu pengumpulan di rute pelayanan N : jumlah rit atau trip C1 : Waktu dari rute pelayanan ke TPA C2 : waktu dari TPA ke rute palayanan berikutnya E : waktu dari TPA ke pool F : waktu untuk memberi penjelasan G : waktu terbuang oleh karena keterlambatan, kerusakan, macet, makan, dll Wid/rute/6
    • h. Peningkatan aktivitas petugas Secara normal petugas yang diawasi akan bekerja lebih keras dari biasanya. Untuk itu kepada petugas pengumpul / pengangkut sangat penting diberitahukan agar mereka bekerja secara normal, tanpa terburu-buru; yang dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan kerja. Kepada mereka perlu dijelaskan bahwa kecepatan kerja itu penting untuk mencapai efisiensi pelaksanaan pengumpulan / pengangkutan, tetapi keselamatan kerja jauh lebih penting. Mereka hanya diminta bekerja dengan cepat, tidak malas, tetapi juga tidak terburu-buru.IV. ANALISIS HASIL SURVEY Beberapa hal yang harus diidentifikasi oleh petugas survey adalah : a. Analisis penggunaan waktu Analisis dilakukan terhadap pemanfaatan waktu yang kurang baik sehingga terjadi pemborosan; yang diantaranya dapat disebabkan oleh : - Keterlambatan mulai bekerja pada tiap shift; mungkin karena kendaraan tidak tersedia, koordinasi kerja kurang baik, bahan bakar sulit diperoleh, dll - Waktu yang digunakan untuk memuat sampah ke atas kendaraan panjang karena kesulitan parkir, waktu pembongkaran lama karena aktivitas pemulung, dll - Waktu yang hilang karena pengumpulan pada jam sibuk / macet. a. Analisis Penggunaan Kapasitas muat Analisis ini perlu dilakukan agar tidak dijumpai kendaraan yang memuat sampahnya terlalu penuh pada rit pertama dan kosong pada rit berikutnya; Wid/rute/7
    • yang dapat mengakibatkan cepatnya kerusakan kendaraan akibat beban yang berlebihan. Karenanya perlu dilakukan penimbangan untuk mengetahui jumlah muatan yang ada, selanjutnya melakukan koreksi atas rute untuk menyeimbangkan beban muatan tersebut. Kerusakan yang benyak terjadi pada kendaraan pengangkut sampah secara umujm disebabkan oleh beberapa faktor seperti : - Pemuatan yang melebihi kapasitas - Kondisi jalan yang kurang baik terutama menuju TPA - Cara mengemudi yang kurang benar karena tidak memiliki ketrampilan yang bbaik / kurang pelatihan - Sistem pemeliharaan yang kurang sempurna.a. Analisis wadah sampah Jenis wadah yang tepat dan distandarkan akan mempercepat proses pengumpulan. Untuk itu perlu dilakukan perlu dilakukan analisis waktu untuk setiap jenis wadah yang dilayani. Dari situ dapat diketahui wadah mana yang paling tepat, dan bila memungkinkan dilakukan penyeragaman wadah sampah.b. Analisis rute pelayanan Analisis rute pelayanan dapat dilakukan dengan mengevaluasi rute yang ada. Berikut ini beberapa pertanyaan yang penting dalam evaluasi rute : - Apakah ada duplikasi jalur rute ? - Mana rute yang macet dan mana yang lancar ? - Apakah ada aturan lalu lintas yang mempengaruhi rute angkutan ? - Berapa banyak belokan kekiri, kekanan, berbalik arah dalam satu rute ? - Apakah titik awal dan titik akhir rute searah dengan pool ke TPA ? Wid/rute/8
    • a. Analisis kondisi jalan Analisi harus dilakukan pada beberapa kondisi yang dijumpai di lapangan yang meliputi : - Kondisi perkerasan jalan - Kondisi kemacetan jalan - Kondisi kesulitan parkir / manuver - Kondisi hambatan rambu lalu lintas - Kondisi tanjakan jalan - Kondisi jalan buntu, - Dlla. Analisis tingkah laku petugas Perlaku petugas merupakan salah satu aspek penting yang harus diperhatikan dan dievaluasi. Beberapa hal penting misalnya : - Kerjasama antar petugas - Kerjasama dengan masyarakat - Kebiasaan yang dapat membahayakan - Kebiasaan pemberian tips - Dlla. Analisis kerjasama dengan masyarakat Kerjasama dengan masyarakat perlu diamati dan dianalisis dengan melihat berbagai penyebab yang dapat mengakibatkan waktu pengumpulan menjadi panjang; misalnya : - Jadwal pengumpulan tidak sesuai dengan kebiasaan masyarakat - Jadwal pengumpulan tidak terinformasikan secara efektif kepada masyarakat Wid/rute/9
    • - Lokasi pengumpulan tidak disepakati bersama - Hubungan antara petugas dan masyarakat kurang baik - Dll a. Analisis aksesibilitas Beberapa daerah mungkin mengalami keterbatasan sehingga tidak dapat dilayani secara langsung. Kondisi seperti ini perlu diidentifikasi dan diusulkan untuk pelayanan komunal.V. PENERAPAN Tindak lanjut dari kegiatan evaluasi rute pengumpulan / pengangkutan adalah dilaksanakannya peningkatan rute dengan melakukan redesign rute pelayanan agar didapatkanrute yang paling efisien. Redesign rute hendaknya dilakukan pada wilayah kecil sebagai pilot plan; yang bila berhasil dapat dikembangkan lebih lanjut. Evaluasi, penerapan, dan pengembangan haruslah dilakukan dan dievaluasi dari waktu ke waktu selama jangka waktu tertentu. Hal ini sangat penting mengingat kondisi di lapangan bersifat dinamis dan selalu dapat mengalami perubahan. Misalnya perubahan lokasi pedagang kakilima akan berpengaruh pada kemacetan di daerah sekitarnya. Perubahan arah lalu lintas, pembukaan daerah komersial, dll.VI. KEBIJAKAN Kegiatan pengumpulan / pengangkutan sampah sering mengalami berbagai tekanan dan kesulitan. Karenanya perlu adanya kebijakan yang mendukung keberhasilan kegiatan ini. Beberapa kebijakan tersebut dapat berupa : Wid/rute/10
    • - menggalakkan kegiatan daur ulang dan minimisasi sampah sehingga beban pengumpulan akan berkurang- Standarisasi bentuk dan jenis wadah sampah untuk mempercepat proses pengumpulan- Memperbanyak lokasi pengumpulan komunal untuk mengurangi pengumpulan door-to-door yang sangat mahal- Pengaturan frekwensi pengumpulan 2 – 3 kali seminggu untuk daerah permukiman sudah cukup baik. Pengumpulan setiap hari akan mengurangi efisiensi pengumpulan karena jumlah sampah yang sedikit.- Daerah-daerah yang memiliki kesulitan aksesibilitas sebaiknya dilayani dengan menggunakan komunal container.- Design rute mengacu pada rute makro dimana rute diatur sesuai dengan / mengarah pada letak TPA- Design rute mengutamakan penyeimbangan beban kerja bagi tiap kendaraan- Design rute mikro mengurangi pengulangan jalur yang menghabiskan waktu seperti : putaran, daerah padat lalu lintas, belokan kekanan.- Pemilihan kendaraan memperhatikan aspek teknis, pembiayaan, dan sosial; serta kemudahan dalam perawatan.- Pengaturan jumlah petugas sesuai dengan jenis kendaraan- Penambahan shift operasi untuk meningkatkan produktivitas kendaraan.- Melaksanakan kegiatan perawatan secara teratur sesuai dengan ketentuan- Pembangunan transfer station bila lokasi TPA terlalu jauh (lebih dari 25 km) untuk meningkatkan produktivitas kendaraan- Waktu singkat ke dan dari TPA lebih penting dari pada jarak yang dekat; untuk mengurangi waktu tidak produktif.- Perlunya pemberian penghargaan kepada petugas yang berprestasi baik Wid/rute/11
    • - Perlunya dilakukan kontrol oleh pengawas atau dengan menggunakan jembatan timbang. - Memulai peningkatan dengan pilot project yang kecil, dan mengembangkannya dari waktu ke waktu akan lebih baik dibandingkan melaksanakan sekaligus untuk seluruh daerah pelayanan.VII. DESIGN RUTE MIKRO Merancang rute mikro dimaksudkan untuk meminimalkan waktu dan jarak yang diperlukan. Untuk design rute mikro akan diperlukan data yang meliputi : - Lokasi pool kendaraan - Lokasi TPA atau transfer station - Jalan satu arah - Daerah macet - Topografi - Jalan yang dapat dilalui Prosedur design rute mikro adalah : - Siapkan peta skala 1 : 5000 - Buat peta kerja yang lebih sederhana - Kembangkan rute yang tepat dengan cara “trial & error” Beberapa aturan dalam rute mikro (untuk kondisi seperti di Indonesia) yang perlu diperhatikan diantaranya : - Rute tidak boleh overlap - Rute harus dimulai sedekat mungkin dengan pool kendaraan - Area padat lalu lintas jangan dilayani pada jam sibuk - Minimalkan belok kanan dan putaran balik - Jika topografi curam, lakukan pengumpulan pada arah menurun Wid/rute/12
    • - Daerah yang terletak lebh tinggi harus didahulukan - Kendaraan mundur harus dihindari - Rute harus diakhiri pada daerah yang dekat dengan TPA atau transfer station - Pengumpulan pada satu sisi jalan yang lebar harus dilakukan dengan putaran berlawanan dengan jarum jamVIII. PELAKSANAAN DAN PENYESUAIAN Pelaksanaan pengumpulan dengan metode di atas perlu dirancang ulang selama 1 – 2 minggu untuk mendapatkan beban kerja yang seimbang antar daerah pelayanan. Penyesuaian beban kerja dapat dilakukan denganmerubah luas daerah pelayanan agar diperoleh beban kerja yang seimbang antar kendaraan yang dioperasikan.FORM EVALUASI1. Waktu, jarak, dan kecepatan per trip Waktu (mnt.detik) Jarak (km) Kecep (km/jam)Rit 1: Dari pool kendaraan s/d lokasi pengumpulan 1Rit 1: Dari lokasi pengumpulan terakhir s/d TPARit 2: Dari pool s/d lokasi pengumpulan 1Rit 2: Dari lokasi pengumpulan terakhir s/d TPARit 3: Dari pool s/d lokasi pengumpulan 1Rit 3: Dari lokasi pengumpulan terakhir s/d TPADari TPA s/d pool kendaraan2. Waktu pembongkaran di TPATrip 1 ........... menit ............. detikTrip 2 ........... menit ............. detikTrip 3 ........... menit ............. detik Wid/rute/13
    • 3. Data trip Trip 1 Trip 2 Trip 3 Totala. Jumlah wadah dilayani ................... buah ................... buah ................... buah ................... buahb. Waktu pengosongan ....... mnt ...... dtk ....... mnt ...... dtk ....... mnt ...... dtk ....... mnt ...... dtkc. Sampah terkumpul .................. tond. Efisiensi pengumpulan- detik / wadah ( b : a ) ................... detik ................... detik ................... detik ................... detik- menit / ton sampah ( b : c ) ............ mnt / ton ............ mnt / ton ............ mnt / ton ............ mnt / ton- detik.orang / wadah ........ dtk.org/wdh ........ dtk.org/wdh ........ dtk.org/wdh ........ dtk.org/wdh- menit.orang / ton sampah ....... mnt.org/ton ....... mnt.org/ton ....... mnt.org/ton ....... mnt.org/tone. Waktu total di daerah pelayanan(sejak titik 1 s/d titik terakhir yg dilayani) .................. menit .................. menit .................. menit .................. menitf. Efisiensi pengumpulan kotor ( e : c ) .............. mnt/ton .............. mnt/ton .............. mnt/ton .............. mnt/ton ........ mnt.org/ton ........ mnt.org/ton ........ mnt.org/ton ........ mnt.org/tong. Total waktu terpakai sejak dari pool ....... mnt ...... dtkhingga kembali lagih. Efisiensi keseluruhan ( g : c ) .............. mnt/ton ........ mnt.org/toni. Berat rata2 wadah ( c : a ) ............ kg/wdh ............ kg/wdh ............ kg/wdh ............ kg/wdhj. Jumlah total lokasi yg dilayani ............. buah ............. buah ............. buah ............. buahk. Jumlah wadah per lokasi ............. buah ............. buah ............. buah ............. buahl. Jarak dari lokasi 1 s/d terakhir .............. km .............. km .............. km .............. kmm. Waktu bersih dari lokasi 1 s/d akhir ........ mnt ...... dtk ........ mnt ...... dtk ........ mnt ...... dtk ........ mnt ...... dtkn. Total waktu per trip sejak kedatangandi lokasi 1 sampai meninggalkan lokasi ........ mnt .......dtk ........ mnt .......dtk ........ mnt .......dtk ........ mnt .......dtkakhiro. Jarak ratta2 antara 2 lokasi (l:(j-1)) ................... m ................... m ................... m ................... mp. Waktu rata2 antara 2 lokasi (m:(j-1)) .........mnt ......dtk .........mnt ......dtk .........mnt ......dtk .........mnt ......dtkq. Kecepatan bersih selama ........... km / jam ........... km / jam ........... km / jam ........... km / jampengumpulan ( l : m )r. Kecepatan kotor selama ........... km / jam ........... km / jam ........... km / jam ........... km / jampengumpulan ( l : n )4. Timbulan sampah : ....................... gram / orang / hari5. Evaluasi wadah Jenis & Bahan Kondisi Besar (>=50 ltr) Sedang (30-50 ltr) Kecil (< 30 ltr)1. Kantong plastik Baik Cukup Buruk2. Bin plastik Baik Cukup Buruk3. Bin besi Baik Cukup Buruk4. Kotak Kayu Baik Cukup Buruk5. .................. Baik Wid/rute/14
    • Cukup Buruk6. .................. Baik Cukup Buruk Kolom jumlah wadah diisi dengan tanda l atau ll atau lll atau llll atau llll dst sepertisaat perhitungan voting6. Evaluasi Rute Saat ini : - adakah duplikasi rute ? - apakah rute berurutan atau terpecah-pecah ? - apakah rute mengikuti ketentuan lalu lintas ? - berapa banyak belokan kekanan dan putaran balik dalam rute ? - apakah letak titik1 dan titik terakhir selaras dengan arah pool ke TPA ? - apakah rute sudah menghindari daerah macet pada jam sibuk ?7. Evaluasi kondisi jalan - Perkerasan - Aturan lalu lintas - Parkir / manuver - Kemiringan - Rintangan28. Evaluasi kebiasaan petugas : - Kerjasama antar petugas - Hubungan dengan masyarakat pelanggan - Pengemudian kurang aman - Pemulungan - Penerimaan tips Wid/rute/15