• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2008 Tema Jejaring AMPL
 

Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2008 Tema Jejaring AMPL

on

  • 1,053 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,053
Views on SlideShare
1,053
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
18
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2008 Tema Jejaring AMPL Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Agustus 2008 Tema Jejaring AMPL Document Transcript

    • Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Dari Redaksi 1 Diterbitkan oleh: Suara Anda 2 Kelompok Kerja Air Minum Laporan Utama dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) Mengenal Beragam Jejaring 3 Jejaring Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) 5 Penasihat/Pelindung: Direktur Jenderal Cipta Karya TSI DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM Seputar Tahun Sanitasi Internasional 9 Penanggung Jawab: Wawancara Direktur Permukiman dan Perumahan, Berjejaring Membangun AMPL 11 BAPPENAS Direktur Penyehatan Lingkungan, Peraturan DEPKES UU Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah 14 Direktur Pengembangan Air Minum, Dep. Pekerjaan Umum Wawasan Direktur Pengembangan Penyehatan Teknologi Pengolahan Sampah di PLTSa Gede Bage Bandung 16 Lingkungan Permukiman, Dep. Pekerjaan Umum Unsur Besi (Fe) dan Mangan (Mn) Air Bawah Tanah 18 Direktur Bina Sumber Daya Alam dan Lima Tahun Mendatang Desa Tetaf Menjadi Desa Makmur 20 Teknologi Tepat Guna, DEPDAGRI Direktur Penataan Ruang dan Mengenal Pembelajaran Partisipatif Singkat (PPS) 22 Lingkungan Hidup, DEPDAGRI Inovasi Pemimpin Redaksi: Ecoplas, Tas Ramah Lingkungan dari Singkong 25 Oswar Mungkasa Tamu Kita Dewan Redaksi: Ully Sigar Rusady Membuat Konservasi Air 26 Zaenal Nampira, Reportase Indar Parawansa, Bambang Purwanto Kunjungan Delegasi Republik Demokratik Timor Leste 28 Inspirasi Redaktur Pelaksana: Maraita Listyasari, Rheidda Pramudhy, Kota yang Tak Berkelanjutan 30 Raymond Marpaung, Bowo Leksono Cermin Desain/Ilustrasi: Toilet Kering untuk Permukiman Padat dan Wilayah Kurang Air 31 Rudi Kosasih Seputar ISSDP 32 Produksi: Seputar WASPOLA 34 Machrudin Seputar WES-UNICEF 36 Sirkulasi/Distribusi: Seputar STBM 38 Agus Syuhada Seputar Jejaring 39 Alamat Redaksi: Seputar AMPL 40Jl. Cianjur No. 4 Menteng, Jakarta Pusat. Telp./Faks.: (021) 31904113 Program http://www.ampl.or.id SToP! (Sanitasi Total dan Pemasaran Sanitasi) 47 e-mail: redaksipercik@yahoo.com redaksi@ampl.or.id Klinik IATPI 48 oswar@bappenas.go.id Info CD 49 Redaksi menerima kiriman Info Buku 50 tulisan/artikel dari luar. Isi berkaitan Info Situs 51dengan air minum dan penyehatan lingkungan dan belum pernah dipublikasikan. Pustaka AMPL 52 Panjang naskah tak dibatasi. Agenda Sertakan identitas diri. Redaksi berhak mengeditnya. Silahkan kirim ke alamat di atas. Cover: Rudi Kosasih Ide: OM Majalah Percik dapat diakses di situs AMPL: http://www.ampl.or.id
    • DARI REDAKSIS etiap tahun kita memperingati beragam jenis tema kemudian menindaklanjutinya pun secara sendiri-sendiri. Kon- peringatan yang terkait dengan air minum dan penye- disi ini yang dalam beberapa tahun terakhir mulai meng- hatan lingkungan mulai dari Hari Air Dunia, Hari Toilet, khawatirkan. Pembangunan air minum dan penyehatan ling-Hari Lingkungan Hidup, Hari Bumi dan banyak hari-hari lain- kungan hasilnya menjadi kurang optimal. Cakupan layanan se-nya. Belum terhitung setiap tahun kita juga memperingati perti jalan di tempat sementara investasi yang dikucurkan olehberagam tema dan kebetulan tahun ini temanya terkait air banyak pihak sudah sedemikian banyak.minum dan penyehatan ling- Dibutuhkan kerja bersamakungan yaitu Tahun Sanitasi diantara pemangku kepen-Internasional. tingan. Tema ini yang kemudi- Kegiatan peringatan ini ke- an menjadi topik utama Percikmudian menjadi paradoks. Ide kali ini. Bagaimana semuaawal setiap peringatan tersebut pihak bekerjasama dalam pem-tentunya untuk mengingatkan bangunan AMPL. Pada saat inikita semua tentang banyak hal di Indonesia telah terbentukpenting yang mungkin terlupa Jejaring Air Minum dan Penye-akibat kesibukan kita sehari- hatan Lingkungan (Jejaringhari. Namun kemudian pe- AMPL), yang merupakan wa-ringatan yang dilakukan seta- dah untuk mensinergikan po-hun sekali tersebut kemudian tensi informasi, pengetahuanjuga tergelincir menjadi bagian dan komunikasi antarpemang-dari rutinitas kita. Gaungnya ku kepentingan dalam kerja-sebatas bagaimana mempe- sama yang memberi manfaatringati dan bukannya bagai- kepada semua pihak dalammana memulai sesuatu agar pembangunan AMPL. Tentu-peringatan tersebut menjadi nya kita semua berharap tujuanbermakna. Kita sibuk dengan ini dapat tercapai. Untuk itu,bagaimana menyiapkan pa- kisah perjalanan pembentukanmeran, bagaimana menyiap- Jejaring AMPL, wawancara de-kan pencanangan oleh presi- ngan pemrakarsa, dan kiprahden atau menteri, dan banyak Jejaring AMPL selama ini men-bagaimana lainnya. jadi sorotan kali ini. Dilengkapi Hal ini kemudian tercer- pula dengan contoh jejaring dimin dari kondisi cakupan la- mancanegara.yanan air minum dan penye- Selain itu, juga diketengah-hatan lingkungan Indonesia kan beberapa contoh nyatayang masih belum beranjak ja- kegiatan dari pelaku pemba-uh dari angka 50 persen untuk ngunan AMPL seperti Ullyair minum, dan 65 persen Sigar Rusadi dengan komit-untuk sanitasi dasar. Masih se- mennya melakukan konservasikitar 70-100 juta penduduk In- alam, Neni Sintawardani de-donesia belum terlayani de- ngan inovasinya berupa toiletngan air minum dan sanitasi Foto: Bowo Leksono kering, dan inovasi terbaruyang layak. Padahal kita telah berupa tas plastik dari daunmemperingati Hari Air Dunia untuk kesekian kalinya. Telah ba- singkong keluaran Dana Mitra Lingkungan.nyak pencanangan dan janji yang diucapkan pada setiap kali Bahasan menarik lainnya adalah tentang Undang-UndangHari Air diperingati. Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Undang- Peringatan tersebut menjadi suatu rutinitas saja. Diperlukan su- undang ini merupakan upaya pemerintah memberikan jaminanatu perubahan sikap agar kita semua baik pemerintah, non-pe- kehidupan yang baik dan sehat bagi masyarakat Indonesia. Per-merintah, masyarakat, bersama-sama menjadikan setiap tema ingatan Hari Lingkungan dan Hari Bumi juga mendapat porsi.peringatan tersebut awal dari langkah-langkah nyata bersama. Tentunya dengan harapan kita semua dapat menjadikannya se- Gaung dari setiap peringatan tersebut sebenarnya cukup ter- bagai sumber inspirasi. Sebagaimana kata orang bijak "Menjagalihat. Namun kemudian setiap pemangku kepentingan berlom- bumi tetap nyaman adalah sebaik-baik warisan untuk anak cucuba-lomba secara sendiri-sendiri untuk memperingatinya dan kita". OM. Percik Agustus 2008 1
    • SUARA ANDA Menambah Wawasan tang lingkungan. Saya sangat berminat up to date sehingga kami pandang perlu mendapatkan majalah Percik. Dengan untuk mengakses majalah tersebut. Saat meliput kegiatan Pokja AMPL di ini saya mencantumkan alamat lengkap: Untung JunendarKabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Jl. Gurami No 63a, RT 11 RW 04, Asrama Mahasiswa Kalimantan Barat SurakartaSelatan, saya mendapat hadiah tiga edisi Kelurahan Seketeng Sumbawa Besar Jl. Anggur 1 No. 15 Kerten Surakarta 57147Percik dan beberapa brosur disertai janji (NTB) 84311akan mengirim edisi berikut. Majalah Besar harapan saya untuk menda- Yth. Bp Untung Junendar,tersebut telah menambah wawasan kami patkan majalah Percik. Atas perhatian SD di Kabupaten Administrasi Ke-mengenal lebih jauh kegiatan Pokja bapak saya ucapkan banyak terimakasih. pulauan Seribu, DKI Jakarta sudahAMPL. Majalah bersama brosur tersebut menerapkan sekolah hijau pada mata Mukhlis, STsetelah saya baca, saya serahkan sebagai Sumbawa Besar - NTB pelajaran muatan lokal (mulok).koleksi kepada Taman Bacaan Iqra,sebuah taman bacaan masyarakat yang Yth Bp Mukhlis,kami bina bersama beberapa rekan di segera kami tindaklanjuti untuk pe- Percik Edisi LamaKelurahan Tuwung Kecamatan Barru ngiriman majalah Percik.Kabupaten Barru. Semoga bacaan terse- Kami dari NGO Perancis bekerjasamabut dapat memberi manfaat lebih jauh SD yang Menerapkan dengan Departemen Kesehatan, tertarikkepada masyarakat tentang pentingnya untuk mendapatkan edisi-edisi lamasanitasi dan penyehatan lingkungan. Sekolah Hijau majalah Percik, atau bahkan berlang- Seterusnya, saya berharap taman ganan, karena banyaknya data danbacaan kami dapat memperoleh Percik Saya tertarik membaca artikel Percik bahasan terkait bidang kesehatan yangtiap terbit. Demikian pula bacaan-bacaan edisi tahun 2007 mengenai sekolah hijau. kami geluti (WASH, gizi, dll). Mohonlain yang berkaitan dengan AMPL untuk Dan yang jadi pertanyaan, adakah seko- infonya. Bila perlu saya bisa datangmenambah koleksi. Demikian informasi lah yang tingkatannya sekolah dasar yang kekantor. Terimakasih.kami, atas bantuan Bapak sebelumnya sudah mengadopsi sistem sekolah hijau? Cheerskami ucapkan terima kasih. Kebetulan saya bagian dari organisasi Rayendra mahasiswa Kalimantan Barat yang Assistant Head of Mission ACF Indonesia Badaruddin Amir Wartawan majalah Dunia Pendidikan memiliki program pengembangan pen- Office 6221 7220775 Mobile 0816 903793 Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel didikan tingkat dasar untuk daerah pe- Pembina Taman Bacaan Iqra Jl. Pramuka No. 108 Barru, dalaman khususnya Kalimantan yang Provinsi Sulawesi Selatan 90711 berbasis lingkungan. Isu global mengenai Yth. Bp Rayendra, Telp 0427-322752, mobile : 081342138499 email : tamanbacaaniqra@yahoo.co.id lingkungan yang dibahas di Percik cukup akan lebih baik bila Bapak datang badarsaja@yahoo.co.id langsung ke kantor redaksi kami untuk mendapatkan sendiri edisi-edisi Percik Yth. Bp Badaruddin, sebelumnya. kami akan berusaha mengirimmateri-materi terkait AMPL ke alamatyang Bapak cantumkan. Terima kasih. Majalah Percik untuk Perpus Yth. Redaksi Majalah Percik Susah Memperoleh Nama saya Darman Eka Saputra, Info Lingkungan guru SD N Sukaresmi Kampung Talaga RT 02/04 Desa Cigunungherang Cika- Dengan hormat, longkulon Cianjur. Saya mohon Majalah Saya alumni teknik lingkungan Se- Percik dikirim kepada kami untukkolah Tinggi Teknologi Sapta Taruna menambah perpustakaan SD.Jakarta. Saya telah membaca majalah Darman Eka SaputraPercik dari teman edisi November 2007. SDN Sukaresmi Kampung talaga CianjurTernyata majalah Percik sangat baikuntuk mendapatkan informasi mengenai Yth Bp Darman,lingkungan, sanitasi dan lain-lain. Di akan kami kirimkan Majalah Percikdaerah saya yaitu Sumbawa Besar sangat sesuai dengan permohonan. Semogasusah sekali mendapatkan informasi ten- ILustrasi: Rudi Kosasih bermanfaat. 2 Percik Agustus 2008
    • L A P O R A N U TA M A Mengenal BERAGAM JEJARINGPHILIPPINE ECOLOGICAL SANITATION NETWORK (PEN) tinggi (UP-National Engineering Center, College of Chemical Engineering/Environmental Engineering Program), lembagaApa itu PEN? donor (German Technical Assistance/GTZ, Water andPEN merupakan sebuah jejaring informal yang teroganisir ter- Sanitation Program-East Asia Pacific/WSP-EAP), LSM (BNS-diri dari instansi pemerintah pusat, legislatif, pemerintah dae- Borda), asosiasi (Solid Waste Management Association of therah, lembaga donor, program/proyek, perguruan tinggi dan Philippines/SWAPP), perusahaan (Manila Water SewerageLSM. System/MWSS), proyek (LWUA, ECO-ASIA-Linaw Projects, Waste Water Projects, Sustainable Coastal Tourism/SCO-Sejarah Pembentukan TIA). Pada tahun 2004 diselenggarakan The 1st InternationalSymposium on Low-cost Technology Options for Water Supply Peran Saat Iniand Sanitation di Bohol, Pilipina, yang dalam penyiapannya Peluncuran TSI 2008 di Pilipina dimotori oleh PEN. Selainmendorong terjadinya kerjasama diantara pemangku ke- itu, PEN juga berperan dalam mengembangkan Programpentingan mulai dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, Sustainable Sanitation for East Asia (SuSEA)-Komponen Pili-LSM, swasta, dan akademisi. pina Tahun 2007-2010. SuSEA merupakan proyek yang didanai Ecosan dipresentasikan pada simposium tersebut. Sebuah oleh SIDA dengan tujuan mempercepat pencapaian target airKelompok Kerja dibentuk untuk mempersiapkan draf awal ren- dan sanitasi MDGs di Indonesia dan Pilipina.cana aksi pengelolaan aktifitas terkait pertukaran pengetahuan,proyek percontohan ecosan, dan pembentukan PEN. UGANDA WATER AND SANITATION NETWORK (UWASNET)Kiprah Awal UWASNET merupakan organisasi payung nasional dari LSM Kiprah PEN diawali ketika Clean Water Act of 2004 dan organisasi berbasis masyarakat di sektor air minum danImplementing Rules and Regulations sedang disusun. Ketika sanitasi Uganda. Didirikan pada Februari 2000 dengan du-itu, dibutuhkan masukan tentang pilihan sanitasi selain sanitasi kungan the Directorate of Water Development (DWD), Danida,konvensional yaitu sanitasi ekologis (ecological sanitation/eco- Water Aid dan sebuah kelompok kerja gabungan 11 LSM, untuksan). Selain itu, PEN juga berperan sebagai motor penggerak memanfaatkan potensi keberadaan LSM dan lembaga berbasispenyelenggaraan Philippine Sanitation Summit 2007 di Manila. masyarakat dalam berkontribusi mencapai target MDGs.Selanjutnya PEN juga membantu Departemen Kesehatanmenyelenggarakan Southern Philippine Sanitation Summit Motto2007. Bekerja menuju tercapainya akses air minum dan sanitasi bagi semua di Uganda melalui koordinasi efektif, kolaborasiBentuk Organisasi yang lebih baik, dan kemitraan strategik. Pada tahap awal PEN masih berbentuk informal dan meru-pakan organisasi advokasi yang tidak ketat, tetapi setelah dua Misitahun dengan pertimbangan meningkatkan efektifitas kemu- Uwasnet bertujuan memperkuat koordinasi, kolaborasi dandian diputuskan untuk memformalkan dan mencatatkannya jaringan LSM dan organisasi berbasis masyarakat denganpada pihak berwenang sebagai organisasi nirlaba. Diharapkan pemangku kepentingan lainnya di sektor air minum dan sanitasimobilisasi sumber daya menjadi lebih optimal. Uganda. Untuk itu, disepakati menunjuk beberapa orang sebagaipelaksana harian yang menjabat sebagai presiden, wakil presi- Visiden, sekretaris, bendahara, dan dilengkapi badan pengawas. Berkontribusi mengurangi kemiskinan melalui peningkatan akses air minum dan sanitasi melalui koordinasi efektif dariAnggota LSM dan organisasi berbasis masyarakat dalam sektor air mi- Secara resmi organisasi yang menjadi anggota adalah legis- num dan sanitasi ganda.latif (House of Representatives Committee on Ecology), lemba-ga pemerintah (National Water Resources Board/NWRB), Kelompok Kerja(Departemen Kesehatan), pusat studi (Center for Advanced UWASNET melingkupi 4 Kelompok Kerja (Pokja) yaitu (i)Philippine Studies/CAPS, Institute for the Development of Pokja Higinitas dan Sanitasi/Hygiene and Sanitation WorkingEducational and Ecological Alternatives/IDEAS), perguruan Group (HSWG). Tujuannya adalah mendorong terciptanya dia- Percik Agustus 2008 3
    • L A P O R A N U TA M Alog diantara pemangku kepentingan demi terciptanya pening- Tujuan SuSanAkatan kepedulian terhadap higinitas dan sanitasi; (ii) Pokja Tek- Berkontribusi terhadap pencapaian MDGs melalui promosinologi Air Minum dan Sanitasi/Water and Sanitation Tech- sanitasi berkelanjutan.nologies Working Group (WSTWG). Tujuannya adalah menjadi Meningkatkan kepedulian terhadap solusi sanitasi berke-media bertukar ide dan pengalaman tentang teknologi yang lanjutan dan mempromosikan dalam skala besar.tepat guna; (iii) Pokja Air Minum dan Sanitasi Perkota- Menunjukkan peran penting sanitasi dalam pencapaianan/Urban Water and Sanitation Working Group (UWSWG). keseluruhan target MDGs.Tujuan utamanya adalah mendorong timbulnya perhatian ter- Merubah paradigma sanitasi melalui promosi pendekatanhadap penyediaan air minum dan sanitasi bagi penduduk mis- sanitasi berorientasi penggunaan kembali (reuse orientedkin perkotaan; dan (iv) Water and Sanitation for Women and sanitation approaches) tanpa membahayakan kesehatan.Children Working Group (WSWCWG). Tujuannya adalah untukmendorong timbulnya perhatian terhadap kepentingan wanita Fokus Utamadan anak-anak dalam pembangunan air minum dan sanitasi. Fokus utama SuSanA adalah mempromosikan implementasi sanitasi berkelanjutan dalam program air dan sanitasi skala besar.Program dan Proyek Untuk memaksimalkan hasil kerja LSM Air Minum dan Sasaran KhususSanitasi, UWASNET mengembangkan dua program inti yaitu: Mengumpulkan dan mengompilasi informasi, yang mem- 1. Program Koordinasi, Informasi dan Jaringan bantu pengambil keputusan untuk menilai beragam Program ini ditujukan untuk mempercepat terjadinya koor- teknologi dan sistem sanitasi dengan memperhatikan kri-dinasi, kolaborasi, dan jaringan efektif diantara LSM air minum teria keberlanjutan.dan sanitasi dengan pemangku kepentingan lain. Diharapkan Mendemonstrasikan sanitasi yang berorientasi penggu-anggota UWASNET dapat mempengaruhi dan menanggapi naan kembali.kebijakan, strategi dan implementasi melalui jaringan dan per- Mengumpulkan dan menampilkan contoh praktik terbaiktukaran informasi. sanitasi dalam rangka TSI 2008. Sasaran program diantaranya adalah (i) memungkinkan Mengidentifikasi dan menggambarkan mekanisme untukanggota bertukar ide dan pengalaman dengan pemangku mereplikasi implementasi sanitasi berkelanjutan termasukkepentingan lain terkait kebijakan, strategi, dan implementasi; instrumen pembiayaan penyediaan sanitasi pro-poor.(ii) menyediakan focal point informasi tentang UWASNET Mengembangkan visi bagaimana pendekatan berkelanjut-maupun isu terkait air minum dan sanitasi; (iii) menjamin an dapat berkontribusi dalam pencapaian MDGs.keberlanjutan UWASNET. Dalam rangka pencapaian sasaran khusus ini, road map Kegiatan terkait program ini adalah (i) keterlibatan dalam proses bersama untuk TSI 2008 telah berhasil disusun.pengambilan keputusan, (ii) kontribusi penulisan artikel di mediamassa; (iii) mengelola pusat data dan informasi; (iv) menyediakan Bentuk Organisasijasa konsultansi bagi anggota; (v) menerbitkan newsletter berkala. SuSanA bukan organisasi baru, tetapi lebih merupakan jejaring 2. Program Peningkatan Kapasitas organisasi yang tidak mengikat yang bekerja bersama dan bersifat Program ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas LSM terbuka dan aktif mempromosikan sanitasi berkelanjutan. SuSanAsehingga akan terbangun jaringan LSM yang mandiri, dinamis, didukung oleh beberapa kelompok kerja tematik. OM dari berbagaidan efektif, yang akan menjadi mitra kerja pemerintah. Dengan sumber.demikian diharapkan LSM dapat berperan aktif dalam turutmencapai target MDGs, mempunyai kemampuan menanggapi SEKILAS PRINSIP SANITASI BERKELANJUTANkebijakan pemerintah, dan mampu melaksanakan kegiatan airminum dan sanitasi yang inovatif. B eberapa tahun lalu prinsip sanitasi berkelanjutan telah disepakati oleh Water Supply and Sanitation Collaborative Council yang dikenal seba- gai "Bellagio Principles for Sustainable Sanitation" pada Global Forum ke-THE SUSTAINABLE SANITATION ALLIANCE (SUSANA) 5, November 2000, yaitu: (i) Harga diri manusia, kualitas hidup dan keamanan lingkungan tempat tinggal seharusnya menjadi dasar semua pendekatan sanitasi.Dasar Pembentukan (ii) Sejalan dengan prinsip kepemerintahan yang baik, pengambilan Motivasi utama pembentukan SuSanA adalah keputusan keputusan sebaiknya melibatkan partisipasi seluruh pemangkuSidang Umum PBB untuk mendeklarasikan Tahun 2008 kepentingan, khususnya konsumen dan penyedia layanan. (iii) Limbah sebaiknya dipertimbangkan sebagai sumber daya dan pe-sebagai Tahun Sanitasi Internasional, yang kemudian ditin- ngelolaannya sebaiknya terpadu dan bagian dari sumber daya air ter-daklanjuti pada tahun 2007 oleh berbagai organisasi yang padu dan proses pengelolaan limbah.berkecimpung dalam pembangunan sanitasi untuk memben- (iv) Penyelesaian masalah sanitasi lingkungan sebaiknya dilakukan padatuk jejaring sanitasi berkelanjutan yang terbuka untuk men- ukuran minimum yang dapat dikelola (rumah tangga, lingkungan, kota, daerah tangkapan air). (sumber: WSSCC).dukung TSI 2008. 4 Percik Agustus 2008
    • L A P O R A N U TA M A JEJARING AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN (AMPL)P embentukan Jejaring berangkat dari keprihatinan beberapa pihak yang menyadari bahwa isu airminum dan penyehatan lingkungan sela-ma ini masih menjadi arus pinggiransehingga belum menjadi perhatian dankomitmen dari para pengambil keputus-an ditingkat nasional maupun daerah. Disisi lain, kebijakan pemerintahdalam pembangunan AMPL masih belumterpadu. Banyak program sering tum-pang tindih, para pemangku kepentinganyang peduli terhadap AMPL masih ber-jalan sendiri-sendiri, sementara di ting-kat masyarakat kesadaran terhadap peri-laku hidup bersih dan sehat masih ren-dah. Penandatanganan pembentukan Jejaring AMPL Dibutuhkan koordinasi dan integrasi pada 8 Oktober 2007 di Jakarta. Foto: Bowo Leksono.yang lebih strategis dari berbagai pihakpemangku kepentingan untuk saling lalu, akhirnya menghasilkan draf konsep informasi dan komunikasi AMPL yangberkoordinasi dan membangun kekuatan dan arahan strategis Jejaring AMPL ke efektif untuk mendukung partisipasibersama yang lebih besar. Untuk itu depan. Konsep ini kemudian yang menja- pemangku kepentingan (pemerintah,dibutuhkan suatu jaringan yang dapat di dasar dari pernyataan bersama ang- swasta dan masyarakat) dalam prosesmengkomunikasikan kebutuhan dan gota Jejaring yang disepakati pada 8 pembangunan Nasional di Indonesia.kepentingan dari berbagai pihak sehing- Oktober 2007 dan menjadi mandat untuk Sedangkan misinya mensinergikanga setiap pihak mampu mempunyai dilaksanakan oleh tim pengarah. program yang strategis dan implemen-wadah untuk dapat berkontribusi dan tatif melalui penerapan prinsip ke-saling bersinergi untuk mempercepat Nama dan Pengertian Jejaring mitraan, pengembangan kerjasama pe-pencapaian tujuan bersama dalam pem- Jejaring AMPL atau Watsan Net- ngelolaan air minum dan penyehatanbangunan AMPL. working-INA merupakan wadah untuk lingkungan, peningkatan kapasitas lem- Maka sejak pertemuan pertama mensinergikan potensi informasi, penge- baga dan sumber daya manusia, serta pe-Jejaring AMPL pada 27 Februari 2007 di tahuan dan komunikasi antarpemangku ningkatan penyediaan dana pemba-Bappenas yang membuahkan kesepa- kepentingan (stakeholder) dalam ker- ngunan AMPL.katan untuk membangun Jejaring Ko- jasama yang memberikan manfaat kepa-munikasi antarpemangku kepentingan di da semua pihak. Keanggotaansektor ini, dilanjutkan pertemuan yang Adapun visi dari Jejaring AMPL ada- Secara umum Jejaring bersifat terbu-lebih intensif pada Juli dan Agustus 2007 lah menjadikan jejaring sebagai wadah ka, inklusif dan independen. Siapa saja Percik Agustus 2008 5
    • L A P O R A N U TA M Adapat menjadi anggota Jejaring: anggota; (ii) Komite Pengarah, yang ber- Gugus Tugas Perorangan, terbuka bagi perseo- fungsi menjaga agar organisasi tetap berja- Gugus Tugas dibentuk mengingat rangan dengan kewarganegaraan lan sesuai dengan keinginan anggota; (iii) adanya beberapa isu pokok dalam kon- apapun. Ketua Pelaksana Harian, yang dibantu oleh teks AMPL seperti air minum, pengelo- Lembaga Swadaya Masyarakat sekretaris umum dan gugus tugas, yang laan sampah, sanitasi dan perilaku hidup (LSM), lembaga non-pemerintah, menjalankan roda organisasi sehari-hari. bersih. Keempat isu tersebut memiliki lembaga pemerintah atau institusi permasalahan dan pendekatan tersendiri akademis yang memiliki program Komite Pengarah Jejaring untuk pengelolaannya. Atas dasar kera- dan/atau memiliki minat dalam Terdiri dari sembilan lembaga yang gaman itu, maka dibentuk gugus tugas, bidang pendidikan dan lingkungan. mewakili berbagai pihak, yaitu peme- agar setiap permasalahan di atas dapat Lembaga Internasional. rintah, LSM, donor, perguruan tinggi, dibahas secara lebih terfokus. Adapun Proyek/program yang dikelola pe- perusahaan, manajemen tim proyek/ gugus tugas tersebut adalah Gugus Tugas merintah maupun non-pemerintah. program di bidang AMPL sebagai beri- Pengelolaan Sampah (GTPS), Gugus Tu- kut: Pokja AMPL, WASPOLA, JAS/ gas Sanitasi (GTS), Gugus Tugas Air Mi-Struktur Organisasi GTZ, Air Kita/Europromocap IWAT, num, dan Gugus Tugas Kesehatan dan Struktur organisasi terdiri dari (i) IHE Indonesia, Plan Indonesia, ISSDP, Higienitas.anggota sebagai penentu arah kebijakan Jurusan Teknik Lingkungan Univer-Jejaring melalui keputusan rapat sitas Trisakti, dan PDAM Tirta Pakuan. Program Kerja Jejaring 1. Pusat Sumber Daya Informasi Membangun Program Integrasi Data, ANGGOTA Informasi Pengetahuan, dan Program AMPL dalam Bentuk Data Base. 2. Program Penguatan Kapasitas KOMITE PENGARAH Mewujudkan penguatan dan pember- dayaan masyarakat dalam pemba- ngunan AMPL yang berkelanjutan KETUA PELAKSANA HARIAN melalui sharing kapasitas antar- Pokja AMPL (Oswar Mungkasa) anggota Jejaring dan pihak lain di luar yang terkait, melalui pelatihan/work- shop/seminar mengenai metodologi dan praktik-praktik terbaik AMPL. SEKRETARIS UMUM 3. Program Pengembangan Kemitraan GUGUS TUGAS ISSDP (Syarif Puradimadja) Mengembangkan kemitraan inter- AIR MINUM: nal antarsesama anggota Jejaring Dit. PAM, Dep. PU dan eksternal dengan menjalin ker- (Bambang Purwanto) & jasama dan hubungan baik dengan FORKAMI (Abdullah) pihak-pihak di luar jejaring komuni- BIDANG SEKRETARIAT: Pokja AMPL tas AMPL untuk mendukung pro- DATA & (Dini Haryati) & INFORMASI: gram-program di atas. Air Kita (Indriati) PENGELOLAAN SAMPAH: Tim Pokja AMPL 4. Advokasi DML (Kemal Taruc) Mendorong isu AMPL menjadi pri- PENGUATAN: Jurusan TL Trisakti oritas pemerintahan maupun publik (Rositayanti) & dengan serangkaian kegiatan ad- IHE Indonesia SANITASI: (Hendra Murtidjaja) vokasi yang melibatkan berbagai ISSDP (Eri Trinurini) pihak untuk membangun dukungan, & Dit. PLP, Dep. PU ADVOKASI: penetapan kebijakan, pola pen- Waspola (Handy Legowo) (Sofyan Iskandar) & danaan, strategi kampanye dan JAS (Manfred Oepen) kajian solusi di bidang AMPL. KESEHATAN DAN KEMITRAAN: HIGIENITAS: Plan Indonesia & ESP Gugus Tugas Pengelolaan Sampah Dit. PL, Depkes (Alwis Rustam) (GTPS) (Zainal Nampira) Untuk memfasilitasi para anggota Je- jaring yang mempunyai minat di bidang 6 Percik Agustus 2008
    • L A P O R A N U TA M Apersampahan maka dibentuklah GugusTugas Pengelolaan Sampah (GTPS) atauSolid Waste Management Task Force(SWM-TF). Gugus Tugas ini adalah bagi-an dari Jejaring AMPL yang merupakanwadah untuk mensinergikan potensi in-formasi, pengetahuan dan komunikasiantaranggota Jejaring AMPL di bidangpersampahan dalam kerjasama yangmemberikan manfaat kepada semuapihak. Koordinator GTPS yang juga DirekturEksekutif Dana Mitra Lingkungan(DML), Kemal Taruc, kepada Percikmengatakan fokus dari gugus tugas inipada kegiatan yang berkaitan dengan Gugus Tugas Pengelolaan Sampah-Jejaring AMPL menggelar lokakarya “Pengelolaan Sampah Berbasispengelolaan sampah berbasis masyarakat Masyarakat” pada tanggal 16-17 Januari 2008 di Jakarta. Foto: Bowo Leksono.skala kecil. Sementara untuk sasaranstrategisnya, jelas Kemal, yaitu terinte- masyarakat sebagai upaya penting yang Gugus Tugas Sanitasi (GTS)grasinya data, informasi, pengetahuan harus mendapat pengakuan publik dan Koordinator GTS Eri Trinurini Adhidan program gugus tugas pengelolaan dukungan politis (yang berarti anggaran, mengatakan seperti halnya gugus tugassampah, tersedianya fasilitas situs seba- kebijakan, dan sebagainya). "Bukan lainnya, yang terlibat dalam GTS adalahgai sarana untuk mengakses informasi seperti sekarang yang hanya sekedar organisasi dan individu yang tertarikyang berkualitas bagi seluruh anggota menjadi kegiatan hobi para pengelola dengan isu-isu sanitasi baik untukJejaring AMPL pada umumnya dan sampah di RT-RW, kelurahan, maupun kepentingan organisasi maupun individu.khususnya gugus tugas pengelolaan sam- kompleks perumahan," ujarnya. "Sebuah organisasi atau individu dapatpah, serta terwujudnya penguatan dan saja bergabung dengan lebih dari satupemberdayaan masyarakat dalam pe- Kegiatan GTPS gugus tugas," katanya.ngelolaan sampah yang berkelanjutan. Hingga saat ini, GTPS telah melak- GTS saat ini terus menggalang keang- sanakan berbagai kegiatan diantaranya gotaannya. Tidak seperti isu persampah- Keanggotaan Lokakarya Persampahan Berbasis Ma- an, isu sanitasi (air limbah) memang Anggota gugus tugas ini adalah per- syarakat pada pertengahan Januari belum banyak disentuh oleh banyak orga-orangan ataupun lembaga seperti DML, 2008. Sesuai dengan semangat kebersa- nisasi. Meskipun demikian kesadaranESP, Mercy Corps, dan lainnya, yang juga maan Jejaring AMPL, kegiatan tersebut sanitasi sudah mulai banyak diperhatikanmerupakan bagian dari Jejaring AMPL. diselenggarakan atas sinergi banyak pi- oleh banyak lembaga baik secara khususMenurut Kemal, pihak-pihak yang terli- hak diantaranya JBIC dan Mercy Corps. maupun bergabung dengan isu lain yangbat dalam GTPS adalah semua pelaku, Baru-baru ini, GTPS menyeleng- relevan seperti air minum dan ling-pemerhati, penggemar, pengamat, pe- garakan pertemuan di kantor ESP untuk kungan, kesehatan dan pendidikan.ngomentar, pengkritik, pembuat kebi- membahas Undang-Undang Pengelolaanjakan, pelaksana kebijakan, dan pengusul Sampah yang baru saja disahkan DPR Kegiatan GTSkebijakan. "Semuanya terbuka bagi siapa awal April 2008 lalu. Fokusnya bukan Pada prinsipnya, Jejaring AMPLsaja yang berkenan dengan pengelolaan membedah undang-undang tersebut pa- adalah sebuah jaringan komunikasi.sampah dan berbasis masyarakat," ung- sal per pasal, tetapi lebih melihat peratur- Dengan demikian membuka dan memeli-kapnya. an perundangan yang diamanatkan, hara komunikasi dengan semua stake- GTPS merintis kerja sama dalam ben- terutama peraturan pemerintah. holder merupakan sesuatu yang harustuk pertukaran informasi melalui milis "Untuk ke depannya, selain dalam dilakukan.dan situs serta informasi yang bisa saling bentuk pertemuan yaitu saling meng- Kerjasama antarorganisasi baik se-dipertukarkan antaranggota, dan tentu undang dan saling mengajak partisi- sama anggota maupun organisasi lain disaja kesempatan untuk memperluas pasi dalam acara yang diprakarsai luar Jejaring AMPL merupakan sesuatujaringan rekan kerja dan apa saja yang salah satu anggota. Nantinya diharap- yang jamak bagi GTS untuk menjalankanbisa dilahirkan dari situ. kan adanya kegiatan bersama yang misinya. Misalnya lokakarya simplified Menurut Kemal, kegiatan bersama sedang dicari bentuknya yang paling sewerage yang baru saja di lakukan padaberupa pengelolaan sampah berbasis tepat," tutur Kemal. bulan Mei 2008. Kegiatan ini merupakan Percik Agustus 2008 7
    • L A P O R A N U TA M Akerjasama antara Tim Teknis Sanitasi Pengembangan Sanitasi (ISSDP), adalah Untuk itu pada 26-27 Mei 2008 atasNasional, ISSDP, WSP-EAP dan Gugus terbentuknya pusat data serta kerjasama kerjasama Bappenas dan DepartemenTugas Sanitasi. yang baik dengan organisasi, program Kesehatan, diselenggarakan Lokakarya GTS disini berperan sebagai pelak- dan individu yang memiliki komitmen Sanitasi Total Berbasis Masyarakat di Bo-sana kegiatan tersebut dengan steering terhadap pembangunan sanitasi. "Pro- gor. Kesempatan tersebut juga digunakancommitee dari Tim Teknis Sanitasi dan gram kerjanya antara lain menyusun data sebagai momen peluncuran Gugus TugasISSDP. GTS juga secara aktif mem- base anggota gugus tugas, melakukan Kesehatan dan Higienitas, salah satu gu-berikan dukungan kepada DitJen Cipta penelitian, dan melaksanakan lokakar- gus tugas di bawah Jejaring AMPL. Gu-Karya Departemen Pekerjaan Umum ya," ungkapnya. gus tugas ini berada di bawah koordinasidalam pelaksanaan Tahun Sanitasi Direktorat Penyehatan Lingkungan,Internasional 2008 dan Hari Air Dunia. Gugus Tugas Kesehatan dan Higi- Departemen Kesehatan. Menurut Eri, fokus GTS adalah per- nitas (GTKH) Dalam lokakarya STBM ini juga di-tukaran pembelajaran antarpemangku Pembangunan AMPL tidak hanya ter- sampaikan presentasi rancangan Strategikepentingan terhadap pendekatan dan fokus pada pembangunan fisik, tetapi Nasional STBM oleh Kasubdit Penye-model-model pendekatan sanitasi perde- perubahan perilaku juga merupakan hatan Air yang juga koordinator Gugussaan dan perkotaan yang selama ini bagian yang tidak terpisahkan. Pada saat Tugas Kesehatan dan Higinitas, Zainalberkembang. "Selama ini sudah banyak ini, pemangku kepentingan AMPL Nampira. Terdapat 6 komponen strategi,model terutama sistem setempat (on site) sedang bergiat mendorong perubahan yaitu penciptaan lingkungan kondusif,yang dikembangkan, tetapi baru dalam perilaku melalui pendekatan Sanitasi peningkatan kebutuhan, peningkatantingkat proyek percontohan" tuturnya. Total Berbasis Masyarakat (STBM). penyediaan, pengelolaan pengetahuan, Antarprogram ini harus selaku mela- Untuk menghindari program yang tum- pembiayaan, monitoring dan evaluasi.kukan pembelajaran, sehingga dapat mun- pang tindih, perlu disinergikan gerakan Strategi Nasional juga dilengkapi dengancul inovasi baru. Lebih jauh, GTS ingin STBM. Melalui Jejaring AMPL, Gugus rencana kerja dan indikator.mendorong agar model yang sudah dikem- Tugas Kesehatan dan Higienitas ini men-bangkan tersebut dapat diadaptasi untuk jadi wadah untuk meningkatkan sinergi Rencana Kegiatankawasan yang lebih luas lagi oleh pemangku pembangunan AMPL melalui gerakan Kegiatan Gugus Tugas Kesehatan dankepentingan lain dan pemerintah. STBM. Langkah-langkah yang dilakukan Higinitas, saat ini lebih difokuskan pada Sasaran GTS, ujar Eri yang juga men- bersama diharapkan menjadi lebih efektif kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masya-jabat Asisten Team Manager Program dan efisien. rakat. Terdapat lima pilar utama kegiatan STBM, yaitu Open Defecation Free (ODF), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga (PAM RT), Pengelolaan Air Limbah Rumah Tangga, dan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga. Untuk tahun 2008 ini, dari April hingga Desember, serangkaian kegiatan terkait akan dilaksanakan Gugus Tugas Kesehatan dan Higienitas. Mulai dari fa- silitasi pelaksanaan gerakan STBM, pe- nyusunan panduan-panduan hingga fa- silitasi klinik sanitasi di daerah. Ke depan diharapkan Gugus Tugas Kesehatan dan Higienitas ini dapat mem- berikan kontribusi yang nyata dalam pembangunan AMPL di Indonesia, khususnya kegiatan STBM. Partisipasi aktif Gugus Tugas Kesehatan dan Higienitas dalam gerakan STBM diharap- kan akan mengurangi angka kematian karena diare dan penyakit lainnya yangDiskusi “Simplified Sewerage” diselenggarakan oleh Gugus Tugas Sanitasi-Jejaring AMPL di Departemen berhubungan dengan kondisi sanitasi di Pekerjaan Umum, Jumat 25 April 2008. Foto: Bowo Leksono. Indonesia. BW/DH 8 Percik Agustus 2008
    • TSI Seputar Tahun Sanitasi Internasional Pencanangan Tahun Sanitasi Internasional di tingkat nasional pada tanggal 27 Maret 2008 oleh Menteri Pekerjaan Umum, ternyata cukup bergaung. Beberapa daerah kemudian menindaklanjuti dengan melakukan pencanangan Tahun Sanitasi Internasional dengan beragam kegiatan. Berikut ini cuplikannya PERESMIAN PROYEK PEKERJAAN UMUM DI PROPINSI BALIS ebagai rangkaian dari pencanangan Tahun Sanitasi Internasional di In-donesia, pada tanggal 14 Juni 2008, De- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto meresmikanpartemen Pekerjaan Umum menyeleng- proyek-proyek infrastruktur pekerjaan umum dan penyerahan bantuan langsung Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri serta kredit usaha rakyat untuk Provinsi Bali di Denpasar.garakan serangkaian kegiatan di Den- Foto: Repro Kompas.pasar, Bali. Dimulai dengan penyerahanhadiah bagi pemenang lomba pidato anak nya bahwa pariwisata tidak lagi hanyadan lomba lukisan anak bertema sela- menyangkut 5 S yaitu sun, sand, sea,matkan air dan lingkungan oleh Menteri Tanpa sanitasi smile tapi juga S yang lain yaitu sanita-PU. Kemudian dilanjutkan dengan peres- yang baik maka tion. Tanpa sanitasi yang baik maka pari-mian Denpasar Sewerage Development pariwisata wisata tidak akan berkembang. OMProject (DSDP) dan Trash-Rack Tukad tidak akanBadung dan Tukad Mati oleh Presiden. PENCANANGAN TAHUN SANITASI berkembang. Pembangunan DSDP dimulai segera INTERNASIONAL DI NANGROE ACEHsetelah terjadinya peristiwa sejumlah wi- DARUSSALAMsatawan Jepang terkena Disentri di Baliyang berakibat jumlah wisatawan Jepangke Bali berkurang 50 persen. Diharapkan dapat menurun, selain estetika ling- kungan juga terganggu. Pembangunan S elepas Tsunami 2004, banyak peru- bahan yang terjadi di NAD, termasuk pembangunan AMPL. Hal ini terutamasetelah terbangunnya DSDP maka kualitas Trash-Rack dimaksudkan untuk me- terkait dengan banyaknya dukungan darilingkungan perairan akan lebih baik, se- nangkap sampah di sungai dan kemudian lembaga donor maupun LSM yang ber-hingga peristiwa terjangkutnya Disentri diangkat keluar dari badan sungai. Diha- kiprah membantu penyediaan kebutuhandapat dicegah. Dengan demikian, citra rapkan hal ini dapat membantu mence- dasar diantaranya layanan air minum,pariwisata Bali akan menjadi lebih baik. gah penurunan kualitas lingkungan aki- sanitasi dan sampah. Tanggap akan kon- Fakta lain yang juga dapat menurun- bat pembuangan sampah sembarangan disi ini, kemudian Gubernur NAD me-kan kualitas lingkungan adalah masya- ke sungai. lalui Surat Keputusan No. 699/66/ 2008rakat yang masih menjadikan sungai se- Peresmian kedua proyek ini dimak- tanggal 13 Maret 2008 menetapkan Timbagai tempat pembuangan sampah. Kon- sudkan untuk mengingatkan kepada kita Koordinasi Penyelenggara Program Na-disi ini dapat mengakibatkan pendang- semua tentang keterkaitan yang erat an- sional AMPL atau dikenal sebagai Kelom-kalan sungai dan mengakibatkan banjir. tara sanitasi dan pariwisata. Hal ini pok Kerja AMPL (Pokja AMPL). Kebera-Akibatnya derajat kesehatan masyarakat ditekankan oleh Presiden dalam pidato- daan Pokja ini diharapkan dapat mem- Percik Agustus 2008 9
    • TSIbantu mensinergikan pembangunan wil, PSDA, Pokja AMPL bekerjasamaAMPL di NAD. dengan UNICEF dan WASPOLA melak- Diharapkan Sebagai bagian sosialisasi keberadaan sanakan Deklarasi Hari Air Dunia danPokja AMPL NAD, pemerintah Propinsi Tahun Sanitasi Tahun Sanitasi Internasional pada tang-NAD bekerjasama dengan UNICEF, BRR, Internasional gal 29 Mei 2008 dipusatkan di Kabu-dan GTZ menyelenggarakan kegiatan menjadi bagian dari paten Kendal.Peluncuran Tahun Sanitasi Internasional kepedulian masyarakat Acara berlangsung meriah dengan2008 dan Program Pembangunan Pokja secara umum, rangkaian agenda antara lain sarasehanAMPL Propinsi NAD, bertempat di "Air Minum dan Sanitasi" dihadiri lebih bukan hanya pemerintahBanda Aceh pada tanggal 12 Juni 2008. dari 300 peserta dari seluruh Jawa Te-Pertemuan tersebut dibuka oleh Asisten saja. ngah, lomba poster air minum dan sani-Daerah Propinsi NAD, dan dihadiri oleh tasi, lomba menggambar dan mewarnailembaga donor, LSM, dinas terkait, dan bertema "Lingkungan Sehat" yang diikutimedia massa. Selain mensosialisaikan Sanitasi oleh GTZ. sekitar 60 anak. Tidak lupa juga dilang-Keputusan Gubernur tentang Pokja Menariknya, pada sudut jalan utama sungkan pameran bertema air minumAMPL Propinsi NAD, sekaligus juga dipasang baliho besar dan spanduk ten- dan sanitasi.dilakukan sosialisasi Kebijakan Nasional tang acara ini. Diharapkan Tahun Sa- Puncak acara ditandai dengan sam-Pembangunan AMPL Berbasis Masya- nitasi Internasional menjadi bagian dari butan dan pernyataan deklarasi sertarakat oleh Pokja AMPL Nasional. Untuk kepedulian masyarakat secara umum, diikuti dengan penanaman pohon olehmelengkapi, Mardan dari Pokja AMPL bukan hanya pemerintah saja. (Sofyan) Gubernur Propinsi Jawa Tengah, Guber-Kabupaten Solok berkesempatan menje- nur berpesan pentingnya pelestarianlaskan pengalamannya selama ini dalam DEKLARASI HARI AIR DUNIA DAN sumber air minum melalui konservasimelakukan implementasi kebijakan na- TAHUN SANITASI INTERNASIONAL dan sanitasi lingkungan. (SBR)sional tersebut di daerahnya. Acara PROPINSI JAWA TENGAH RAPAT KOORDINASI AIR MINUMkemudian ditutup dengan penjelasantentang Pedoman Pelaksanaan Sistem P emerintah Propinsi Jawa Tengah de- ngan dimotori oleh Dinas Kimpras- DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN DAN PENCANANGAN TAHUN SANITASI PROPINSI NUSA TENGGARA BARAT B ertempat di Hotel Lombok Raya Ma- taram tanggal 22-23 Mei 2008, dise- lenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) AMPL dan Pencanangan Tahun Sanitasi Nusa Tenggara Barat. Mungkin ini adalah Rakor AMPL yang pertama kali di Indo- nesia yang diselenggarakan oleh Peme- rintah Propinsi melalui Pokja AMPL Pro- pinsi dengan mengundang dinas terkait dari masing-masing kabupaten/kota. Pada kesempatan tersebut juga sekaligus dilakukan pencanangan Tahun Sanitasi Internasional oleh Kepala Bappeda Pro- pinsi NTB, Lalu Fathurrahman, sekaligus membuka acara. Beberapa agenda kegiat- an tahun Sanitasi Internasional telah di- persiapkan. Dalam Rakor tersebut diba- has beberapa agenda utama seperti pena- jaman Renstra AMPL kabupaten, dan pe- netapan rencana kerja kegiatan WES UNICEF. (OM)Gubernur provinsi Jawa Tengah Ali Mufiz menanam pohon menandai Deklarasi Hari Air Dunia dan Tahun Sanitasi Internasional. Foto: Sobari.10 Percik Agustus 2008
    • WAWA N C A R A Berjejaring Membangun AMPL Pada 8 Oktober 2007, sekitar 40 lembaga yang terdiri dari pemerintah, lembaga internasional, LSM, proyek terkait, perguruan tinggi, PDAM, badan regulator dan asosiasi profesi telah menyatakan kesepakatan bersama untuk pembentukan Jejaring Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL). Jejaring ini terdiri dari sembilan Tim Pengarah yaitu Pokja AMPL, WASPOLA, JAS/GTZ, Air Kita/ Europromocap IWAT, IHE Indonesia, Plan Indonesia, ISSDP, Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Trisakti, dan PDAM Tirta Pakuan. Berikut ini kami sarikan pandangan dari masing-masing anggota tim pengarah terhadap perlunya Jejaring AMPL dan harapan-harapannya. Mengapa perlu membuat Apa yang hendak dilakukan Apa yang diharapkan Jejaring AMPL? untuk Jejaring AMPL? dari Jejaring AMPL? Pembentukan Jejaring AMPL Pada saat ini jejaring masih bersifat Banyak harapan yang ditujukan berangkat dari keprihatinan beberapa informal karena belum terdaftar secara kepada Jejaring ini. Beberapa peran yang pihak yang menyadari bahwa isu AMPL resmi di notaris maupun di Departemen diharapkan dari jejaring diantaranya selama ini masih di arus pinggiran Hukum dan HAM. Hal ini memang se- adalah (i) meningkatkan koordinasi pem- sehingga belum menjadi perhatian dan ngaja dilakukan untuk memberi kesem- bangunan AMPL di Indonesia; (ii) menja- komitmen dari para pengambil kepu- patan kepada semua anggota jejaring di pusat pembelajaran (resource center) tusan. untuk berkiprah dahulu dalam wadah ini. termasuk juga menjadi wadah penyedia Setelah dua atau tiga tahun kita akan bahan advokasi, bahkan melakukan berembuk kembali seperti apa bentuk sendiri advokasi tersebut, best practice formal dari jejaring ini. Walaupun AMPL; (iii) menjadi focal point pemba-Oswar Mungkasa demikian kita sudah menyiapkan ngunan AMPL di Indonesia; (iv) menjadi (Pokja AMPL) AD/ART Jejaring berikut kode etiknya. garda depan pelaksanaan kampanye Termasuk juga bentuk organisasinya. publik. Semua harapan tersebut sebe- Seperti diketahui dalam wadah jejaring narnya dalam rangka menjawab isu pem- ini terdapat empat gugus tugas (gugus bangunan AMPL di Indonesia seperti (i) tugas pengelolaan sampah/GTPS, gugus data AMPL yang tidak berkesesuaian tugas sanitasi/GTS, gugus tugas kese- satu sama lain; (ii) kesulitan memperoleh hatan dan higienitas, dan gugus tugas air informasi menyangkut pembelajaran dan minum) dibawah koordinasi wakil ketua best practice AMPL; (iii) banyaknya pelaksana, dan empat bidang kerja (data pelaku pembangunan AMPL sementara dan informasi, penguatan kapasitas, dilain pihak terlihat kurangnya koordinasi pengembangan kemitraan, serta komu- diantara pelaku pembangunan AMPL; (iv) nikasi dan advokasi) dibawah koordinasi kampanye publik yang masih belum sekretaris umum. Bidang-bidang ini men- mendapat perhatian selayaknya. dukung pelaksanaan kegiatan oleh ma- sing-masing gugus tugas. Pengawasan sendiri dilaksanakan oleh komite peng- arah yang terdiri dari sembilan institusi yang menjadi penggagas berdirinya jeja- ring. Dalam waktu dekat kita akan mulai menyusun rencana kerja untuk tahun 2009. Sementara ini sampai tahun 2008, masih bersifat darurat sehingga banyak kegiatan yang dilakukan masih bersifat sporadis. Ini penting, untuk pengembangan WASPOLA berkomitmen mendorong Sebagai wadah stakeholders yang jaringan sektor AMPL dalam kerangka proses sharing knowledge antar-stake- sangat lengkap, Jejaring diharapkan percepatan reformasi Kebijakan sektor holders, termasuk memfasilitasi perte- menjadi media percepatan adopsi dan AMPL menuju pelayanan AMPL yang muan dan pertukaran informasi. Ter- implementasi Kebijakan Nasional, efektif dan tepat sasaran serta berkelan- utama untuk pengembangan kapasitas, khususnya berbasis masyarakat sekali- jutan. Relasi dan komunikasi antar- reformasi kelembagaan dan rising aware- gus menjadi media sharing sekaligus stakeholders dalam Jejaring akan mem- ness. pressure advocacy terhadap komitmen bentuk komitmen percepatan pemba- berbagai pihak untuk pembangunan ngunan AMPL, termasuk pembagian AMPL. peran yang lebih jelas, transparan dan Gary D. Swisher akuntabel. (WASPOLA) Percik Agustus 2008 11
    • WAWA N C A R A Mengapa perlu membuat Apa yang hendak dilakukan Apa yang diharapkan Jejaring AMPL? untuk Jejaring AMPL? dari Jejaring AMPL? Bidang AMPL di Indonesia masih ter- Koordinasi kegiatan, menyusun Kami, sebagai anggota jejaring, abaikan dari persoalan investasi, per- data, membuat modul pelatihan, peneli- mengharapkan ada koordinasi yang ba- aturan yang melingkupi, kebijakan serta tian, membuat isu legal, standar teknis ik. Kami berharap bekerjasama dalam kesadaran bersama. Dalam Jejaring dan sebagainya. Disamping itu menga- pembiayaan dan mengatur kegiatan AMPL harus ada komitmen secara profe- jak kerjasama dengan pengambil kebi- dengan mempertimbangkan strategi. sional di bidangnya. Karena itu, komit- jakan diberbagai bidang seperti politik Kerjasama juga ditujukan untuk mem- men kita dibutuhkan sebagai bentuk dan ekonomi. bantu mengatasi bidang AMPL yang ter- kepedulian kita terhadap bidang air abaikan. minum dan sanitasi. Manfred (JAS) Untuk organisasi asing yang ingin Saya mau mencoba merubah cara Saya tidak menginginkan apa-apa. membantu bidang lingkungan di In- berpikir orang Indonesia karena kesan di Saya hanya ingin membantu, saya tidak donesia, sampai sekarang tidak ada luar negeri masih perlu diperbaiki. Saya mengharapkan apapun. koordinasi dan susah mencari jalannya. mau mencoba memotivasi donatur, Kami bingung memilih partner, Depkes, membuat sinergi, dan kredibilitas. Bappenas, Departemen PU, atau PDAM? Jejaring AMPL adalah alat yang paling cepat dan paling efektif. Didier Perez (Air Kita Europromacap/IWAT) Sebuah langkah untuk kepentingan Menyumbangkan pikiran dan ide. Saya berharap dengan jejaring ini bersama tidak bisa dilakukan secara Karena Jejaring memiliki program pe- akan membangun budaya yang benar- individu dan berjalan sendiri-sendiri. Kita nguatan kapasitas Jejaring AMPL dalam benar cinta lingkungan. Sebuah pengab- harus berpikir bersama dan berjalan hal ini fokus pada sharing kapasitas dian dan perhatian sepenuhnya untuk bersama secara berkesinambungan, antaranggota Jejaring dan pihak lain di kesinambungan lingkungan yang bebas sekalipun kesadaran itu harus datang luar yang terkait melalui seminar, work- dari pencemaran. Kedepannya Jejaring dari per individu yang berbeda. shop, dialog, diskusi tematik, dan AMPL menjadi lebih terintegrasi dan kajian. Dan mendistribusikan penga- berkelanjutan. laman, kajian, strategi, dan praktik- Jan Yap praktik terbaik AMPL. (IHE) Karena keterbatasan sumber da- Menguatkan partnership dan sharing Implementasi AMPL di Indonesia ya/dana dalam meningkatkan kualitas lesson learn dengan lembaga lain dibi- yang lebih terintegrasi saling mengu- dan cakupan kegiatan AMPL di Plan dang AMPL dalam meningkatkan pro- atkan dan menghindari perulangan Indonesia. gram AMPL di area Plan. strategi implementasi yang tidak berhasil.Tofik Rochman (Plan Indonesia)12 Percik Agustus 2008
    • WAWA N C A R A Mengapa perlu membuat Apa yang hendak dilakukan Apa yang diharapkan Jejaring AMPL? untuk Jejaring AMPL? dari Jejaring AMPL? Untuk menjalin dan mengem- Ada tiga fokus kegiatan; bagi Pengenalan antara semua stakehol- bangkan komunikasi efektif secara tim- pengembangan kemitraan, penguat- der yang terlibat dibidang AMPL bal-balik dari semua anggota dan stake- an kapasitas dan peningkatan sehingga dapat diketahui seberapa holders dalam peningkatan layanan air komunikasi melalui advokasi serta besar terwujudnya kebersamaan minum dan penyehatan lingkungan. pembentukan dan penguatan bank tindak yang lebih bermanfaat. Melalui jalinan komunikasi dalam ben- data AMPL. Saling mendukung kegiatan dan tuk wadah jejaring akan sangat me- Ada juga fokus program yang bersi- program antarpemerintah dan non- mungkinkan terjadinya sinergi dan fat sektor dibidang pengembangan pemerintah untuk mewujudkan komitmen bersama dalam menyatukan gugus sanitasi persampahan dan social objectives yang semakin ter- visi yang lebih terfokus. perubahan perilaku dalam upaya konsolidasi. Syarif membantu peningkatan layanan Terbentuknya pemetaan berbagai Puradimadja yang lebih efektif dan efisien. kegiatan di bidang yang sama di (ISSDP) berbagai sektor dan wilayah sehing- ga dapat diketahui base line yang dapat dijadikan umpan balik bagi tersusunnya suatu rekonsolidasi kebijakan dan strategi pengem- bangan AMPL di tingkat nasional. Pemberian dukungan bagi pena- jaman program di sisi pemerintah sehingga terdapat prioritas pengem- bangan program yang terjamin tingkat pelaksanaannya (workable) dan pendanaannya secara politis. Terciptanya harmonisasi, ker- jasama, dan kolaborasi antar-stake- holders dalam memfokuskan sasaran layanan yang ditujukan pada target pemihakan pada masyarakat miskin. Supaya setiap kegiatan AMPL yang Menyusun, melaksanakan, serta me- Memperoleh sinergi dan kemitraan dilakukan para anggotanya dapat lebih ngevaluasi kegiatan AMPL sesuai kapa- yang lebih luas dalam pelaksanaan terarah, tepat sasaran, dan luas ca- sitas dan program kerja Jurusan Teknik kegiatan AMPL di Jurusan TL Usakti. kupannya. Selain itu, melalui jejaring Lingkungan Universitas Trisakti. diharapkan isu AMPL menjadi perhatian penting dalam kebijakan Nasional. Rositayanti (Jurusan Teknik LingkunganUniversitas Trisakti) Jejaring AMPL sangat diperlukan Menyampaikan ide-ide/gagasan, ino- Pelatihan dan informasi terkini sebagai media komunikasi dan sosial- vasi, pengalaman atau praktik terbaik di dibidang AMPL. isasi tentang kegiatan yang menyangkut bidang AMPL untuk meningkatkan AMPL air minum dan penyehatan lingkungan, secara nasional. bagi para pelaku AMPL, praktisi, akademisi dan masyarakat.Henry Darwin(PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor) BW Percik Agustus 2008 13
    • P E R AT U R A N Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan SampahS udah sejak 2003 masyarakat yang mendambakan lingkungan bersih dan sehat menanti kehadiran undang- undang persampahan. Penantian panjang itu akhirnyaberakhir juga. Pada 9 April 2008, Rancangan Undang-Undang(RUU) tentang Pengelolaan Sampah disetujui Sidang ParipurnaDewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Undang-undang hasil naskah akademis tim dariKementerian Lingkungan Hidup ini bernama Undang-UndangNomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah. UU inimerupakan upaya pemerintah dalam memberikan jaminankehidupan yang baik dan sehat kepada masyarakat Indonesia.Latar Belakang Terbitnya UU Pengelolaan Sampah Seiring pertambahan penduduk, sampah yang dihasilkansemakin bertambah. Namun, pertambahan sampah tersebuttidak terbatas pada volume semata karena mencakup juga jenisdan kualitasnya. Sementara metode pengelolaan sampah saatini pada umumnya masih dengan cara membuang sampahsecara langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Bermacam masalah pun hadir tak sekedar persoalan keber-sihan dan pencemaran lingkungan, namun sudah masuk kewilayah sosial yaitu perselisihan antarwarga di sekitar TPA.Parahnya, hampir semua kota di Indonesia, baik kota besarmaupun kota kecil, tidak memiliki penanganan sampah yangbaik. Penanganan kebanyakan dengan manajemen yang sama,kumpul-angkut-buang. Suatu pengaturan klasik yang sudahseharusnya diakhiri. Karena terbukti cara ini memiliki kelemah-an dan cenderung merugikan. Tidak hanya bagi lingkungan tapijuga bagi masyarakat di sekitar lokasi pembuangan. Foto: Bowo Leksono Tentu kita masih ingat bencana ledakan di TPA sampah diLeuwigajah, Cimahi, Jawa Barat yang menelan korban ratusan Revolusi Pengelolaan Sampahorang. Belum lagi konflik masyarakat di sekitar lokasi tempat Istilah ini muncul dari Menteri Negara Lingkungan Hiduppengolahan sampah terpadu (TPST) Bojong, Bogor, Jawa Barat Rachmat Witoelar yang mengatakan bahwa UU Pengelolaanatau TPA Bantar Gebang di Bekasi yang sudah kerap menghiasi Sampah merupakan revolusi pengelolaan sampah yang diharap-media massa. Belum lagi beberapa persoalan persampahan di kan dalam waktu yang tidak lama, masyarakat mendapatkankota-kota lain. Hal ini tidak hanya berdampak pada satu kota lingkungan yang bersih dan sehat.saja tapi berkaitan antarkota. Seperti yang terdapat pada Pasal 4 yang mengatakan bahwa Untuk itu, penting segera diterbitkan UU persampahan. "Pengelolaan sampah bertujuan untuk meningkatkan kesehatanDengan diundangkannya Undang-Undang tentang Pengelolaan masyarakat dan kualitas lingkungan serta menjadikan sampahSampah ini dimaksudkan untuk mewujudkan sistem pengelo- sebagai sumber daya".laan sampah yang berhasil guna dan berdaya guna, sehat, aman Dengan diberlakukannya UU Pengelolaan Sampah sejakdan ramah lingkungan. Hal penting yang diatur dalam UU ini diundangkannya dalam lembaran negara, penanganan sampahadalah perubahan paradigma dalam pengelolaan sampah yang di Indonesia diatur dengan paradigma baru. Semua pihaksemula sekedar mengumpulkan, mengangkut dan membuang bertanggung jawab terhadap sampah, baik masyarakat, peme-sampah ke TPA berganti menjadi pengelolan sampah dengan rintah maupun pemangku kepentingan yang berkaitan denganmenerapkan prinsip 4 R (reduce, reuse, recycle, recover). keberadaan sampah.14 Percik Agustus 2008
    • P E R AT U R A N Seperti diketahui, selama ini sebagian besar masyarakatdalam mengelola sampah masih bertumpu pada pendekatandengan metode kumpul-angkut-buang. Paradigma barumemandang sampah sebagai sumber daya yang mempunyainilai ekonomi, misalnya untuk energi, kompos, pupuk ataupununtuk bahan baku industri.Tanggung Jawab Pengelolaan Sampah Dalam undang-undang ini, tidak hanya pemerintah sajayang bertanggung jawab terhadap persoalan persampahan.Masyarakat (rumah tangga) dan pihak swasta (produsen sam-pah) pun wajib mengelola sampah dengan aturan yang sudahditentukan. Aturan ini terdapat pada Pasal 12 ayat (1) yang mengatakanbahwa "Setiap orang dalam pengelolaan sampah rumah tanggadan sampah sejenis sampah rumah tangga wajib mengurangidan menangani sampah dengan cara yang berwawasan ling-kungan". Sementara pada Pasal 13 menyebutkan "Pengelola kawasanpermukiman, kawasan komersial, kawasan industri, kawasankhusus, fasilitas umum, fasilitas sosial, dan fasilitas lainnyawajib menyediakan fasilitas pemilahan sampah". Dengan kata lain, undang-undang itu memaksa masyarakatuntuk melakukan daur ulang dalam pengelolaan sampah. Tentubila tidak mengelola sampah akan dikenai sanksi sesuai peratur-annya. Hal lain yang menarik dalam undang-undang sampah iniberkenaan aturan bagi para produsen seperti yang tercantumdalam Pasal 14 dan 15. Seperti kewajiban yang dibebankan padamasyarakat, produsen pun diwajibkan mengelola kemasan daribarang yang diproduksi yang tidak dapat atau sulit terurai oleh Foto: Bowo Leksonoalam. Pemerintah akan melakukan mekanisme punishment andreward kepada perusahaan yang melanggar dan tidak men- memaksa pemimpin daerah mengelola sampah bila tak inginjalankan pengolahan sampah. Tak terkecuali pada masyarakat digugat atau terkena sanksi. Aturan ini mewajibkan pemerintahbaik secara individu maupun komunitas. daerah menangani sampah di wilayahnya. Pada Pasal 5 disebutkan "Pemerintah dan pemerintah dae-Kewajiban Pemerintah Daerah rah bertugas menjamin terselenggaranya pengelolaan sampah Sebelum diundangkannya UU No. 18 Tahun 2008, tidak ada yang baik dan berwawasan lingkungan sesuai dengan tujuanstandar aturan yang tegas mengenai pengelolaan sampah di sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini".setiap kabupaten/kota atau provinsi di Indonesia. Semua dae- Kondisi bersih dan sehatnya suatu daerah dari persoalanrah berpegangan pada peraturan daerah masing-masing, sampah memang bergantung pada niat dan minat pemimpinsehingga penanganan sampah pun berbeda-beda. daerahnya. Untuk urusan pengawasan pengelolaan sampah Parahnya, pemerintah daerah terjebak pada masalah re- dalam undang-undang ini diatur dengan cara pengawasan ber-tribusi dan sanksi-sanksi (denda) untuk meningkatkan penda- tingkat seperti yang tercantum pada Pasal 30 ayat (1) dan ayatpatan daerah masing-masing dibanding tanggung jawab mana- (2). Sederet kewajiban bagi pemerintah dan pemerintah daerahjemen pengolahan sampah untuk kepentingan bersama. berkenaan dengan pengelolaan sampah terdapat dalam undang- Melalui undang-undang inilah konsep dasar berkaitan pem- undang yang pertama kali mengatur soal sampah ini.benahan penanganan sampah di Indonesia bisa terwujud Tentu semua pihak berharap, dengan diberlakukannyasegera. Tentu setelah diterbitkannya peraturan pemerintah undang-undang mengenai pengelolaan sampah akan mampusebagai pedoman pelaksana undang-undang tersebut. Untuk mengurangi persoalan sampah di seluruh wilayah Nusantara.kemudian diikuti peraturan daerah yang berpedoman pada Semoga dimasa yang akan datang, Indonesia menjadi negaraaturan yang lebih tinggi tingkatannya. yang tidak lagi meributkan soal sampah tapi justru mampu Secara tersurat Undang-Undang Pengelolaan Sampah membuka peluang kerja dari pengelolaan sampah ini. BW Percik Agustus 2008 15
    • WAWA S A N Teknologi Pengolahan Sampah di PLTSa Gede Bage Bandung oleh Sandhi Eko Bramono, S.T., MEnvEngSc. *)P embangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Gede Bage yang akan dibangun di Kabupaten Bandung, rupanya telah banyak menimbulkan pro dan kontra dalam ren-cana pembangunannya. Sebagian masyarakat menolak, seba-gian lagi menerima, meskipun telah diterbitkannya studikelayakan dari pengoperasian PLTSa oleh tim dari InstitutTeknologi Bandung (ITB). Masyarakat berhak untuk mengetahui mengenai proses yangditerapkan di PLTSa, mengingat penanganan sampah jugadapat menimbulkan kerawanan akan friksi sosial. Informasiyang tidak akurat atau bahkan menyesatkan, justru dapat men-jadi bumerang bagi pemerintah sendiri dalam menerapkanPLTSa ini. Terlepas dari pro dan kontra yang berkembang saat ini, Sebuah spanduk dukungan pembangunan PLTSa Gede Bagekiranya masyarakat perlu mengetahui, bahwa pengolahan yang di depan Pasar Balubur Bandung. Foto: Istimewaakan diterapkan di PLTSa Gede Bage, merupakan pengolahanyang terintegrasi. Pengolahan yang tidak sekedar membakar Untuk membuatnya menjadi konsisten, mengapa tidak dina-sampah, namun juga menghasilkan produk berupa listrik, abu makan sebagai Instalasi Pengolahan Sampah (IPS)? Selain itu,sisa pembakaran yang dapat dimanfaatkan, hingga dampak IPS lebih bertujuan mengolah sampah sebagai tujuan utamanya,sosial baik lainnya, seperti penyerapan tenaga kerja. Namun di bukan untuk memproduksi listrik. Produksi listrik atau produksisi lain, jika pengoperasian tidak dilakukan dengan benar, yang bermanfaat lainnya, hanya merupakan hasil samping darimaka dapat pula menyebabkan kerusakan lingkungan secara pengolahan sampah itu sendiri. Dengan pengistilahan menjadilokal dan regional di kawasan tersebut, yang akhirnya berakhir IPS, maka fungsi dari pengolahan sampah tersebut menjadidengan biaya sosial yang mahal yang harus dibayar masyarakat. lebih umum, yaitu untuk mengolah sampah.Istilah PLTSa Pembakaran Terkontrol Istilah ini diciptakan karena adanya proses pembangkitan Teknologi yang akan digunakan dalam PLTSa Gede Bageenergi dari sampah yang diolah dalam PLTSa. Sesungguhnya adalah pembakaran secara terkontrol. PLTSa dirancang untukistilah ini cukup beresiko, mengingat besarnya peluang ketidak- mengolah dengan kapasitas 500 ton/hari atau setara denganmampuan pengolahan sampah yang menghasilkan listrik secara pelayanan 850 ribu jiwa penduduk Kota Bandung. Sementaraekonomis. Hal ini dapat dimengerti, karena tingginya kadar air sampah yang dihasilkan di Kota Bandung dengan pendudukdalam sampah di Indonesia (yang rata-rata dapat mencapai 60- sekitar 2,6 juta jiwa (tahun 2007) adalah sekitar 1.600 ton/hari.80 persen), yang akan menurunkan nilai kalor dan energi yang Dalam hal ini, PLTSa Gede Bage akan mengolah sekitar 30dapat dibangkitkan dari sampah tersebut. persen sampah yang diproduksi Kota Bandung setiap harinya. Seperti saat musim penghujan, dimana kadar air sampah Pemerintah Kota Bandung masih harus memikirkan untukdapat semakin tinggi, maka peluang untuk PLTSa untuk mem- mengolah 70 persen sampah yang belum dapat diolah olehproduksi listrik akan menurun, justru PLTSa akan menjadi PLTSa tersebut.pengkonsumsi energi yang lebih banyak untuk dapat mengolah Sampah dari lokasi timbulan sampah, seperti di permuki-sampah. man, kawasan komersial, kawasan perkantoran, kawasan indus- Dalam istilah infrastruktur yang berkenaan dengan hal ini, tri, hingga kawasan pariwisata, akan diangkut dengan menggu-terdapat istilah Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan Instalasi nakan truk pengangkut sampah. Pengumpulan sampah yangPengolahan Air Limbah (IPAL). umumnya dilakukan oleh gerobak sampah, akan dibawa ke16 Percik Agustus 2008
    • WAWA S A NLokasi Penampungan Sementara (LPS) sampah. rasi mengacu pada Keputusan KABAPEDAL Nomor Keputusan Truk-truk sampah akan mengangkut sampah yang sudah 03/BAPEDAL/09/1995 tentang baku mutu emisi untuk sumberterkumpul ke PLTSa Gede Bage untuk diolah. Terdapat zonasi diam kegiatan lain-lain, termasuk insinerator.daerah pelayanan sampah yang sampahnya akan diolah ke Baku mutu utama dari polutan yang diatur adalah partikulatPLTSa, sementara sebagian lagi yang belum terlayani akan (harus kurang dari 350 mg/m3), oksida nitrogen dalam bentukdibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Bandung. nitrogen dioksida (harus kurang dari 1.000 mg/m3), oksida sul- Sampah yang masuk ke dalam PLTSa akan ditampung dalam fur dalam bentuk sulfur dioksida (harus kurang dari 800bak besar penampung sementara sampah, yang berperan seper- mg/m3), serta tingkat kepekatan asap atau yang dikenal sebagaiti reservoir. Sampah akan diletakkan di sana selama 2-3 hari, opasitas (harus kurang dari 35 persen).untuk menjamin suplai sampah ke dalam PLTSa dapat berlang- Seluruh pembakaran sampah yang beroperasi di Indonesia,sung secara terus-menerus dalam laju yang konstan. Tanpa harus mengacu pada peraturan ini, agar dapat memberikanadanya bak penampung sampah ini, maka suplai sampah akan dampak lingkungan yang relatif minimum bagi kesehatanfluktuatif kadang sangat banyak, kadang sangat sedikit. Hal ini manusia, menurut standar yang ditetapkan oleh Pemerintahharus dihindari, sehingga kinerja proses dapat dipertahankan. Indonesia. Setelah masuk bak penampung sampah, sampah akan dica-cah agar ukurannya lebih kecil dan seragam, sebelum diangkut Dampak Lingkunganmasuk ke ruang bakar. Setelah pencacahan, sampah akan Setiap aktifitas manusia dipastikan akan memberikanmemasuki ruang bakar pertama dengan suhu 600-800 derajat dampak lingkungan, baik yang merugikan maupun bermanfaatcelcius untuk mereduksi volume sampah menjadi abu dengan bagi lingkungan. Pengoperasian PLTSa yang tidak sesuai kaidahvolume tersisa hanya 10 persen saja. Dilanjutkan dengan masuk teknis serta hukum yang berlaku, akan menyebabkan PLTSaruang bakar kedua dengan suhu 800-1.000 derajat celcius menjadi sumber polutan baru yang membahayakan kesehatanuntuk menjamin kesempurnaan gas hasil pembakaran dari manusia dan lingkungan.ruang bakar pertama. Dampak akibat gas buang yang tidak terolah dengan baik, Di dalam ruang-ruang bakar tersebut pula, sampah selain akan menjadi pencemar udara yang membahayakan. Namunditiup dari bawah dan atas untuk suplai udara, juga akan jika PLTSa dioperasikan dengan benar, maka permasalahandiangkat dan digerakkan oleh semacam stoker untuk mencam- sampah dapat tertangani dengan baik, lapangan kerja terbukapurkan sampah, udara, dan lidah api yang terdapat di ruang dan menyerap banyak tenaga kerja, ahli-ahli persampahanbakar tersebut. Abu yang terbentuk dari proses pembakaran di dapat mempraktikkan ilmunya untuk pengembangan dunia per-kedua ruang bakar akan terkumpul di bagian bawah ruang sampahan Indonesia yang masih carut-marut, mampu mempro-bakar, dan digerakkan dengan semacam ban berjalan untuk duksi listrik dan abu sisa pembakaran yang dapat dimanfaatkandikumpulkan di tempat terpisah, dan dibuang ke TPA. sebagai agregat jalan, serta lingkungan yang terselamatkan. Sekitar 90 persen volume sampah telah terkonversi menjadi Dengan kata lain, PLTSa dapat menjadi bumerang untukgas yang mungkin masih mengandung polutan yang memba- lingkungan, namun bisa pula menjadi penyelamat lingkungan.hayakan. Oleh karenanya gas yang terbentuk dialirkan ke dalam Kini bagaimana Pemerintah Kota Bandung beserta masyarakatunit pengendali pencemaran udara, untuk mengurangi kadar mau berperan serta aktif dalam menyukseskan pengoperasianpartikulat, gas karbon monoksida (CO), gas sulfur oksida (SOx), PLTSa ini.gas nitrogen oksida (NOx), serta berbagai logam berat yang ter- Di tengah pro dan kontra masalah pembangunan PLTSadapat di sana (Hg, Cu, Zn, dan lain - lain). Gede Bage ini, ada baiknya kita melihat adanya niat baik Partikulat akan ditangkap oleh cyclone dan wet scrubber Pemerintah Kota Bandung dalam keseriusannya menanganiyang akan menangkap partikulat secara sentrifugasi dan kontak sampah. Sejumlah teknologi yang telah dicoba terapkan di masadengan air. Hal ini akan menyisihkan partikulat hingga 90 lalu, harus diakui belum cukup berhasil membantu penangananpersen. Gas seperti SOx, NOx, serta logam-logam berat akan sampah di kota ini, yang sempat mendapat predikat kota terko-dikurangi kadarnya pada kedua alat pengendali pencemaran tor dari Kementerian Lingkungan Hidup, karena masalah daru-udara. rat sampah pada tahun 2006. Kinerja penyisihan polutan-polutan tersebut semakin di- Sejauh ada keseriusan Pemerintah Kota Bandung, profesio-tingkatkan dengan adanya bag house filter yang akan menya- nalitas dari pengelolaan PLTSa, serta kajian ilmiah yang obyek-ring partikel yang masih tersisa, sehingga kualitas gas buang tif dan jujur mengenai tingkat kesiapan teknis-teknologis-sosio-akan semakin bersih. Sedangkan gas CO akan dikendalikan di ekonomi-budaya dari PLTSa Gede Bage, mengapa kita harusruang pembakaran dengan pengaturan suhu, pengaturan jum- tidak siap untuk menyaksikan PLTSa sebagai terobosan barulah udara yang ditiup, hingga pengadukan sampah yang lebih dalam dunia persampahan Indonesia?intensif. *) penulis adalah mahasiswa program doktoral di Division of Environmental Dari kacamata hukum di Indonesia, pembakaran sampah Science and Engineering, National University of Singapore (NUS), Singapura.secara terkontrol atau seringkali dikenal sebagai proses insine- Kontak penulis: sandhieb@yahoo.com Percik Agustus 2008 17
    • WAWA S A NUnsur Besi (Fe) dan Mangan (Mn) Air Bawah Tanah Oleh: Ir. Iyus Yusup Dari pengalaman penulis selama melakukan penelitian, KaSubag. Laboratorium Kualitas Air pemeriksaan, serta analisa kualitas air bawah tanah, baik itu PDAM Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi secara fisik, kimia, maupun bakteriologi, air bawah tanah juga hampir mirip dengan air permukaan dalam hal kapasitas dan kualitas air. Kapasitas air sumur semakin cepat menurun pada saat musim kemarau, demikian pula kualitas air saat ini relatif sudah banyak tercemar. Pada gambar foto terlihat air sumur begitu jernih secara fisik pada saat pengambilan sampel (sam- pling), namun setelah dilakukan uji secara kimia ternyata kan- dungan Besi (Fe) dan Mangan (Mn) cukup tinggi, dan tidak memenuhi syarat sebagai air bersih/air minum. Indikasi pencemaran sepengetahuan penulis terutama dari parameter analisa bakteriologi selalu ditandai adanya sejumlah bakteri golongan Coli dan Eschericia. Coli. Demikian pula berdasarkan hasil pemeriksaan dari parameter kimia selalu kandungan Besi (Fe) dan Mangan (Mn) terlarut didalamnya, yang kadarnya bervariasi tergantung daerah titik lokasi pengambilan sumber air tanah. Ketiadaan (nihil) unsur Besi dan Mangan dalam air biasanya diikuti pula oleh kandungan unsur-unsur kimia lainnya yang masih memenuhi persyaratan kualitas air bersih/minum, artinya air baku tersebut relatif belum tercemar secara kimia. Secara teoritis kandungan Besi umumnya hampir terdapat Seorang petugas PDAM Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi sedang mengambil air baku di lokasi pengolahan. Foto: Istimewa. pada semua air tanah, sedangkan unsur Mangan tidak demikian, tetapi biasanya keberadaan unsur Besi selalu diikutiS urvei dan analisa terhadap pencarian sumber air baku adanya unsur Mangan. Air yang mengandung unsur Besi dan baru untuk konsumsi konsumen, harus selalu dipertim- Mangan tidak mengapa dimanfaatkan orang sebagai air ber- bangkan hal yang berhubungan dengan kualitas air, di- sih/minum, jika memang masih dibawah syarat batas standarsamping perolehan kapasitas (debit) air maksimal. Pertim- maksimum kesehatan yang diperbolehkan (lihat: Tabel ).bangan kualitas akan memberikan informasi mengenai sifat airbaku secara fisik, kimia, maupun bakteriologi, yang dapat saja BATAS STANDAR MAKSIMUM KANDUNGAN BESI DAN MANGANakan menimbulkan dampak permasalahan baik dalam segi DALAM AIR BERSIH/MINUMkesehatan konsumsi konsumen, atau pun akan menambahbiaya produksi (cost pruduction) karena harus melakukan per- No Parameter pemeriksaan Standar minimum/maksimum Air minum Air bersihbaikan kualitas air berkelanjutan. 1. pH (tingkat keasaman) 6,5 - 8,5 6,5 - 8,5 Dalam tulisan ini penulis hanya membahas pertimbangan 2. Kadar Besi (ppm) 0,3 1,0uraian sebatas pelibatan pengambilan air baku yang berhu- 3. Kadar Mangan (ppm) 0,1 0,5bungan dengan kualitas air baku bawah tanah (air sumur) untuk 4. Secara visual Jernih Jernihkonsumsi/pendistribusian/penjualan konsumen. Barangkali Sumber SK.Menkes No.907/Menkes/SK /2002 untuk Air Bersih dan Air Minumtulisan ini cocok sebagai informasi kondisi kuantitas sumberair saat ini yang kian hari semakin terbatas, disebabkan sumber Dapat dijelaskan pula bahwa unsur Besi dan Mangan dalamair permukaan semakin langka dan tercemar dan pada akhirnya bentuk mineral yang semula tidak larut (Fe3+ dan Mn4+), makaorang mencari alternatif air baku terutama di perkotaan tertuju dalam kondisi anaerob di dalam tanah (oksigen rendah) unsur-kepada sumber air bawah tanah (sumur). unsur tersebut akan tereduksi menjadi ion bervalensi Fe2+ dan18 Percik Agustus 2008
    • WAWA S A NMn4+ sehingga larut dalam air (lihat: Struktur Bagan Bentuk Unsur-unsur Besi di Dalam AirStruktur Bagan Bentuk Unsur-Unsur Besidi dalam air). Besi Total Dari hasil beberapa literatur peneli-tian sering ditemukan juga Fe2+ danMn2+ dapat bersenyawa dengan Bi-karbonat, Sulfat, dan Hidrogen Sulfida Besi II Besi III(H2S), sehingga dari segi estetika teruta-ma warna dan baunya kurang disenangidan menjadi keluhan para pemakai air. Unsur Besi dan Mangan jika besarankonsentrasi (mg/l) relatif cukup besar di Bebas Bentuk Kompleks Bebasdalam air akan memberikan dampakpada sistem penyedian air individu,industri, maupun perusahaan adalah Endapan Terlarut Komplek Mineral Komplek Organik Endapansebagai berikut: - FeS2 - Fe2+ - Silikat - Asam humus - Fe(OH)3 1. Akan menimbulkan penyumbatan - FeCO3 - FeOH+ - Fosfat - Asam fulfik - Endapan lain pada sistem instalasi pipa dise- - Fe(OH)2 babkan secara langsung oleh endap- Besi terlarut/terdispersi halus an besi (deposit), dan secara tidak (lolos dari saringan) langsung adanya perkembangbiakan kumpulan bakteri besi. Kumpulan Besi endapan (tertahan pada saringan) bakteri besi ini akan meninggikan gaya gesek (losses) sehingga kebu- 2. Unsur Besi dan Mangan dalam kon- 3. Pada proses ion exchanger (per- tuhan energi akan meningkat. Jika sentrasi yang lebih besar beberapa tukaran ion), endapan Besi dan terjadi degradasi akan menye- mg/l (parts per million/ppm) akan Mangan yang terbentuk, dapat me- babkan bau dan rasa tidak enak memberikan rasa logam atau bau ngakibatkan penyumbatan atau pada air. obat. menyelubungi media pertukaran ion (resin) yang akibatnya hilangnya kapasitas pertukaran ion. 4. Menyebabkan keluhan para kon- sumen (seperti terjadi pada kasus red water) bila endapan Besi dan Mangan yang terakumulasi di dalam pipa, ter- suspensi kembali disebabkan oleh adanya kenaikan debit atau kenaikan tekanan di dalam pipa sistem pendis- tribusian, sehingga endapan akan ter- bawa ke konsumen. 5. Keberadaan unsur Besi dan Mangan akan memberikan kenampakan keruh dan berwarna pada air dan me- ninggalkan noda pada pakaian yang dicuci oleh air ini, oleh karena itu sangat tidak diharapkan oleh pemakai air. 6. Meninggalkan noda kecoklatan dise- babkan unsur Besi dan noda kehi- taman oleh unsur Mangan pada bak mandi dan peralatan lainnya. 7. Endapan logam ini juga dapat men- datangkan permasalahan pada sistem Sistem perpipaan untuk mengambil air baku dari sumber air untuk dialirkan ke bak penampungan. penyediaan air individu, industri, Foto: Bowo Leksono. maupun perusahaan seperti PDAM. Percik Agustus 2008 19
    • WAWA S A N Lima Tahun Mendatang Desa Tetaf Menjadi Desa MakmurA da yang membanggakan dan bisa Oleh Alma Arief dan ngunan, perencanaan pembangunan, menjadi inspirasi bagi daerah Dormaringan Saragih pembangunan sarana, dan paskapemba- lain untuk tetap berteguh hati Konsultan WASPOLA ngunan sarana (pemeliharaan sarana).bahwa pembangunan AMPL akan Karena sasarannya lebih pada pem-mampu menjadi faktor pengungkit tidak nampak, sebab seluas mata berdayaan masyarakat melalui pemba-tingkat kesejahteraan masyarakat. memandang yang nampak adalah ta- ngunan AMPL, tidaklah mengherankanArtinya, pembangunan AMPL yang pada naman hijau menghampar yang bila pada fase penyiapan masyarakatdasarnya memberikan kemudahan akses- mengindikasikan kesuburan tanah dan memerlukan waktu lama-jauh lebih lamaapakah hanya sekedar mendekatkan hasil pertanian yang berlimpah. Akan dari fase kontruksi fisik- karena kegiatanjangkauan mendapatkan air atau mem- tetapi, pada kenyataannya masyarakat di fasilitasi masyarakat memang lebih ditu-berikan layanan sampai ke rumah tang- Desa Tetaf secara umum masih terbe- jukan untuk merubah alam pikiran,ga-akan memberikan hasil langsung lenggu kemiskinan. Pendapatan serta sikap, dan perilaku masyarakat, uta-maupun tak langsung yang mampu tingkat konsumsi sehari-hari mereka manya pemahaman (affectif), sikap (cog-meningkatkan pendapatan masyarakat, (asupan gizi), masih pada level yang ren- nitif), dan perilaku (psikomotoric) dalamkesehatan masyarakat, pendidikan dah. Anak-anak sekolah di desa ini, seba- hubungannya dengan air bersih sebagaimasyarakat, dan sebagainya. gian besar masih telanjang kaki, bebera- benda ekonomi dan benda sosial, serta Keluaran pembangunan sarana air pa diantaranya ingusan sebagai indikasi pengelolaan untuk keberlanjutannya.minum tersebut, yang dari perhitungan rendahnya pendapatan dan kurangnya ProAir di NTT sudah dimulai sejakdiatas kertas akan mampu meningkatkan asupan gizi. akhir 2003 di tiga kabupaten, yaitukesejahteraan, secara nyata telah nampak Bangunan rumah mereka bisa Kabupaten Sumba Barat, Sumba Timur,dari pembangunan sarana air minum di dikatakan masih menggunakan bahan- dan Timor Tengah Selatan. Pada awalnyadesa Tetaf, Kabupaten Timor Tengah bahan sederhana; atap dari dedaunan program pembangunan ini cukup sulitSelatan (TTS) yang di fasilitasi program (rumbia), tiang-tiang dari kayu kasar, diterapkan karena memang merupakanProAir, bantuan hibah pemerintah dan lantai dari tanah. Hanya sebagian program pembangunan yang menerap-Jerman. Artikel ini merupakan oleh-oleh kecil rumah penduduk yang berdinding kan prinsip tanggap kebutuhan yangdari perjalanan tim pembuat film doku- semen (tembok), beratap seng, dan didalamnya terkandung gagasan untukmentasi Operasionalisasi Kebijakan berlantai ubin. Inilah gambaran umum mengarusutamakan peran masyarakatAMPL ke Kabupaten TTS yang sebagian tingkat kesejahteraan penduduk Desa sebagai aktor utama pembangunan. Prin-besar pengambilan gambarnya diambil di Tetaf. sip-prinsip Kebijakan Nasional Pem-Desa Tetaf, Kecamatan Amanuban Barat, bangunan AMPL yang secara lengkap adaKabupaten Timor Tengah Selatan. Program Air Bersih ProAir 11 butir, diterapkan dengan konsisten. Program Air Minum dan Penyehatan Adapun yang menjadi masalah,Desa Tetaf yang Miskin Lingkungan yang didanai pemerintah bahwa masyarakat di NTT yang menjadi Desa Tetaf secara umum bisa dikate- Jerman melalui GTZ dan KFW dengan sasaran pembangunan adalah masya-gorikan miskin. Sandaran mata penca- sangat teliti-kriterianya antara lain rakat miskin, sedangkan pihak ProAirharian masyarakat adalah bertani dengan ketersediaan sumber air, kesediaan secara ketat menetapkan syarat bahwatanaman semusim seperti jagung sebagai untuk memberikan kontribusi tunai masyarakat harus memberikan kon-tanaman utama dan sayur mayur seperti untuk biaya pemeliharaan, pernyataan tribusi tunai sebagai dana pemeliharaanterong, cabe, kool, selada, dan seba- minat untuk difasilitasi, dan sebagainya- sarana. Dalam kebijakan nasional, inigainya. Masyarakat juga menanam kela- memilih Desa Tetaf untuk difasilitasi merujuk pada prinsip pemulihan biayapa, sirih, pisang, mangga, mahoni, akasia, pembangunan sarana AMPL. (cost recovery).yang sebagian tumbuh dengan sendirinya Program yang lebih dikenal dengan Keharusan memberikan kontribusidan sebagian lain memang ditanam. nama ProAir ini, secara konsisten me- tunai tersebut pada masa awal kegiatan Sesungguhnya, ketika memasuki nerapkan prinsip-prinsip kebijakan ProAir telah menimbulkan perbedaanDesa Tetaf, kesan kemiskinan sama sekali nasional baik dalam fase inisiasi pemba- pendapat. Disatu sisi ada pihak yang20 Percik Agustus 2008
    • WAWA S A Nberpendapat bahwa "masyarakat akan mampu membayar kon-tribusi tunai (incash)" sedangkan di pihak lain berpendapat"masyarakat tidak akan mampu membayar kontribusi tunaikarena kemiskinannya". Pihak yang berpendapat bahwa masyarakat miskin tidakmampu membayar, meminta agar sumbangan tunai masyarakatbisa dipenuhi dengan mengkonversi sumbangan tenaga danmaterial lokal menjadi rupiah, sedangkan pada sisi lain, yangmenyatakan bahwa masyarakat mampu, bersikukuh bahwamasyarakat bisa menyisihkan penghasilannya atau kekayaannyabaik dalam bentuk uang maupun barang (hewan, hasil mene-nun, dan sebagainya) sedikit demi sedikit. Kemudian, apa yang dilakukan ProAir ternyata memang bisamenunjukkan bahwa masyarakat memang mampu. Namun untukmengubah paradigma dari yang semula selalu "menerima paketinstan" menjadi "terlibat dalam pengambilan keputusan di setiaptahapan pembangunan, bahkan dimintai kontribusi tunai", ternyatamemerlukan waktu lama. Berbagai fasilitasi untuk menjelaskanmengenai cara mengajukan usulan untuk difasilitasi pembangunansarana air minum dan syarat-syaratnya, penjelasan mengenai man- Foto: Dok/ProAirfaat pembangunan sarana air, keharusan memberikan iuran tunai bersamaan masuknya program Dinas Pertanian untuk mem-untuk pemeliharaan sarana, pelatihan teknis pemeliharaan sarana, fasilitasi bibit jeruk Keprok (dikenal sebagai jeruk Soe).kampanye PHBS untuk mengubah perilaku hidup, pemanfaatan Sinergi yang seperti itu (apakah kebetulan atau memangwaktu dan tenaga setelah air mudah diakses, dan sebagainya, direncanakan) tentu saja ditangkap masyarakat yang kini memi-diberikan secara intensif. liki kelebihan waktu dan tenaga. Di Desa Tetaf, masyarakat kini Di seluruh desa yang difasilitasi, ProAir bisa mengumpulkan menanam jeruk Keprok di areal seluas 70 hektar dengan tanam-kontibusi tunai dan juga iuran bulanan. Di TTS jumlah uang an jeruk sebanyak 30 ribu batang, sedangkan di Dusun OeUe,yang dikumpulkan baik dari kontribusi tunai sebelum kontruksi kelompok tani OeUe yang beranggotakan 20 KK, kini menanamdimulai dan iuran bulanan sampai bulan september 2007 7.200 pohon di areal seluas 18 hektar.adalah sbb : PenutupNo Nama Kelompok/Desa Jumlah per September 2007 Pembangunan sarana air, apakah sekedar mendekatkan 1 Nekmese-OeUe (Desa Tetaf) Rp 16.547.054 jangkauan pengambilan air maupun memberikan layanan sam- 2 Heimituin-Oemofun Rp 15.597.991 pai ke rumah tangga, memang mempunyai daya ungkit untuk 3 Kofi Tel - Nefokoko Rp 40.211.395 meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di Desa Tetaf, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kesediaan masyarakat miskin memberikan kontribusi tunai setelah masyarakat memiliki sisa waktu dan tenaga, dengandan iuran rutin bulanan sekaligus meruntuhkan mitos bahwa bergembira merespon ajakan pemerintah (Dinas Pertanian)masyarakat miskin tidak mampu membayar. Dengan fasilitasi menanam jeruk di lahan mereka.intensif, pengorganisasian semua kegiatan secara terstruktur Rasanya tinggal menunggu saat saja untuk menyaksikan pen-dan dengan pengadministrasian yang benar, semua permasa- duduk memanen jeruk dengan hati berbunga-bunga sambil menye-lahan bisa diatasi. Masyarakat di desa-desa yang difasilitasi nandungkan lagu daerah. Anak-anak sekolah berangkat dipagi hari,ProAir, apakah mereka yang tinggal di TTS, di Sumba Timur, berbaju rapih dan bersepatu pula. Namun kegembiraan itu masihdan di Sumba Barat, mampu melaksanakan semua butir-butir menyisakan pertanyaan; sudah siapkah masyarakat menyambutkebijakan nasional. Dan kini, mereka sudah mulai merasakan hasil panen berlimpah tersebut? Apakah teknologi pascapanenhasil pembangunan sarana air tersebut. sudah disiapkan? Apakah kelembagaan pascapanen sudah disiap- kan? Bagaimana dengan daya serap pasar, dan dimana? BagaimanaBersinergi dengan Dinas Pertanian mengatasi persaingan dengan hasil produksi daerah lain? Apakah Ketika akses terhadap air bersih mulai dinikmati masyarakat cukup terlindungi dari permainan harga tengkulakmasyarakat, mereka kemudian menjadi memiliki sisa waktu dan yang konon memborong secara ijon hasil pertanian mereka dantenaga dibanding pada masa lalu dimana sebagian besar waktu mereka itu berasal dari Kupang? Masih banyak pertanyaan lain-dan tenaga dihabiskan untuk mendapatkan air bersih bagi nya, yang intervensi kebijakannya perlu mensinergikan potensipemenuhan kebutuhannya. Perubahan yang seperti itu instansi terkait. Percik Agustus 2008 21
    • WAWA S A N Mengenal Pembelajaran Partisipatif Singkat (PPS)P embelajaran yang partisipatif oleh selama proses berlangsung. Situasi yang umumnya dipercaya sebagai Risang Rimbatmaja komunikatif akan membuat partisipan proses yang memakan waktu pan- (Peneliti di JHU/CCP Indonesia) merasa nyaman untuk berpartisipasi danjang dimana untuk memfasilitasinya, pa- menerima pengetahuan baru hasilling tidak, dibutuhkan waktu berhari-hari Singkat tapi Partisipastif diskusi. Pada saat situasi komunikatifatau bahkan berminggu-minggu. Pada Meski singkat, PPS menjunjung tinggi terbangun, partisipasi individual lebihkenyataannya, banyak program tidak prinsip partisipasi dalam proses pembe- mudah muncul.memiliki waktu sepanjang itu. Banyak lajaran dengan dasar pemikiran bahwa Saat partisipasi individual sudahprogram hanya mampu mengalokasikan ruang partisipasi akan menguak lebih memadai, proses refleksi bersama dapatwaktu satu hari atau bahkan kurang dari banyak pengetahuan warga untuk kemu- dilakukan dengan ramai sehingga akansatu hari untuk memperkenalkan sekali- dian disirkulasi antarsesama partisipan memperkaya warga dengan penge-gus mendapatkan persetujuan awal dari termasuk kepada fasilitator, ruang par- tahuan-pengetahuan alternatif. Padawarga komunitas. tisipasi akan membangun penerimaan akhirnya, agar pengetahuan alternatif itu Dalam kondisi demikian, kebanyakan warga atas pengetahuan alternatif yang tetap menempel diingatan, partisipanfasilitator lapangan akhirnya memilih diidentifikasi bersama. Penerimaan dibantu untuk mengingat pengetahuanjalur non-partisipatif ketika berbicara pengetahuan itu kemudian akan banyak alternatif yang mereka gali dari penga-kepada kelompok warga. Mereka meng- membantu dalam membangun rasa laman dan pengetahuan mereka sendiri.undang warga lalu berceramah. Bila memiliki (sense of ownership) pada pro-kemampuan public speaking fasilitator gram. Tahapan PPSbelum secanggih Bung Karno, Gede PPS memiliki empat komponen pen- a. Bangun situasi yang komunikatifPrama, AA Gym ataupun para pembicara ting, yakni situasi komunikasi yang kon- Bangun komunikasi informal se-hebat lainnya, tak pelak, banyak warga dusif, partisipasi individual, refleksi belum sesi diskusi dimulai. Bilayang kemudian mulai menguap sejak bersama, dan penguatan daya ingat tidak mungkin mendekati semuamenit kelima. bersama. Keempat komponen itu harus- partisipan, fokuskan pada sejumlah Pembelajaran Partisipatif Singkat lah dikembangkan secara sistematis dan kecil partisipan (sekitar 1/5 dari toal(PPS) adalah sebuah metode belajar terpadu, seperti diilustrasikan sebagai partisipan)kelompok warga yang dikembangkan berikut; Kenalkan diri dan tim secara singkatoleh Johns Hopkins University/Center dan sampaikan tujuan dan pesanfor Communication Program Indonesia yang umumnya disampaikan teman-(JHU/CCP Indonesia) sejak 2006 dari teman fasilitator seperti, sesi iniberbagai pengalaman fasilitasi diskusi Bangun Situasi Komunikatif adalah sesi belajar bersama, semuakelompok warga, baik yang guru dan semua murid. Dorong Dorongdilakukan CCP maupun mitra- partisipasi Sepanjang diskusi tunjukkan partisipasimitranya. individual individual penghargaan pada partisipan PPS sebetulnya banyak belajar sebagai sumber pengetahuan.dari teknik-teknik partisipatif yang Refleksi Perkuat Perkuat Ikuti arus diskusi sambil secaratelah banyak dikenal terlebih dahu- Refleksi ingatan elegan mengajak para pendiam bersama bersama ingatan bersamalu. Perbedaannya adalah PPS juga bersama membuka suara dan mengendalikanditujukan untuk mengakomodasi yang terlalu banyak bicara.kepentingan program untuk secara cepat Setelah diskusi, bangun komunikasimengenalkan sejumlah pesan pada informal dengan partisipan yangkelompok warga serta mendapatkan per- Seperti terlihat dalam diagram, mem- lebih banyak.setujuan awal atas program yang akan bangun situasi yang komunikatif adalah Ucapkan terimakasih atas prosesdiimplementasikan. komponen yang perlu dikembangkan belajar bersama ini.22 Percik Agustus 2008
    • WAWA S A Nb. Dorong partisipasi individual Lontarkan pertanyaan menarik yang mudah dijawab semua partisipan, semisal hal-hal yang baru saja mere- ka alami. Lakukan 2-3 kali lontaran pertanyaan mudah sebelum melon- tarkan pertanyaan yang agak sulit (seputar pengetahuan ataupun si- kap). Gunakan gambar dan alat bantu lain untuk memfasilitasi penilaian indi- vidual.c. Refleksi bersama Munculkan permainan dan berbagai gambar untuk memunculkan penge- tahuan alternatif secara tidak lang- sung. Ajak partisipan untuk memprak- Seorang peserta pembelajaran partisipasif sedang belajar memberi materi pada peserta lain. Foto: Bowo Leksono tikkan, menganalisa, dan mengin- terpretasikan pengetahuan alter- natif. Contoh Aplikasi PPS Sampaikan pesan bahwa pertemuan Ajak partisipan membandingkan PPS dapat diaplikasikan pada berba- ini bertujuan untuk belajar bersama pengetahuan yang lazim dengan gai inovasi seperti air, sanitasi, higienitas tentang air minum. hasil interpretasi mereka sendiri ter- dan juga isu-isu kesehatan dan Pertanyaan awal: Apakah undangan hadap berbagai permainan dan kemasyarakatan lainnya. Perlu diper- mendadak? Siapa yang menyam- gambar yang menginspirasi penge- hatikan dalam mengaplikasikan PPS paikan undangan? Mulai identifikasi tahuan alternatif. adalah kemampuan memfasilitasi diskusi yang agak enggan bicara. dan stok pengetahuan berkenaan isu-isu Selenggarakan permainan mem-d. Perkuat ingatan bersama yang akan diangkat. Pemahaman isu perkenalkan diri yang dapat diikuti Ajak partisipan mencatat dan yang diangkat menjadi penting untuk partisipan secara nyaman (partisi- memampangkan hasil belajar mengalirkan diskusi yang berlangsung. pan memilih pasangan yang tidak bersama. Meta-plan dapat digu- Tanpa pemahaman yang memadai, dikenal dan mengenalkan nama, nakan bila partisipan merasa nya- diskusi akan mengalir ke arah yang tidak asal, jumlah anggota keluarga, dan man atau fasilitator dapat memban- diinginkan. kesukaannya) tu mencatatkan. Bila perlu, gunakan permainan dan Komponen 1: Bangun situasi yang Komponen 2: Dorong partisipasi kuis untuk menguatkan ingatan. komunikatif individual Sebelum acara dimulai, sapalah Pertanyaan pertama: tanyakan kon- Seperti dipaparkan di atas, untuk sejumlah ibu dan tanya tentang disi kesehatan anak-anak danmengaplikasikan MPPS, diperlukan kabar mereka, suami dan anak-anak suami. Ajak partisipan menjawabsejumlah alat bantu, khususnya gambar- mereka. Tanya pula di mana mereka bergiliran.gambar yang dapat menyampaikan pesan tinggal dan bagaimana mereka men- Pertanyaan kedua: tanyakan sakitsecara lebih mudah ketimbang kata-kata capai tempat pertemuan. Fokuskan apa yang diderita akhir-akhir ini.yang abstrak. Selain itu, PPS pun mem- pada satu atau dua dari berbagai Ajak partisipan untuk menjawabbutuhkan sentuhan pendekatan hiburan kumpulan ibu-ibu dan mulai bergiliran. Bila diare tidak muncul,(edu-entertainment), khususnya untuk hapalkan nama. tanyakan sakit pada anak kecilmemperkuat ingatan bersama. Karena- Mulai acara dengan salam dan ucap- anggota keluarga mereka (anak ataunya, sejumlah permainan dan kuis perlu an terimakasih atas kehadiran para cucu-cucu mereka).disiapkan sebelumnya. Dari sisi jumlah kader. Gali lebih jauh cerita partisipan ten-partisipan, PPS akan lebih efektif bila Perkenalkan diri (nama, organisasi tang diare/kolera/tipus/sakit perutdiaplikasikan dalam kelompok dengan tempat kerja: tempat kita tinggal, dengan pertanyaan apa yang menja-partisipan sejumlah 15-20 orang. status pernikahan dan jumlah anak). di penyebab-penyebabnya. Tunjuk- Percik Agustus 2008 23
    • WAWA S A N kecenderungan pilihan partisipan. dilakukan. Tunjukkan dengan cara membuat Praktikkan aplikasi metode-metode dua macam air di atas. Air bening itu. adalah air mentah. Sementara, air Diskusikan bagaimana metode- kecoklatan adalah air matang yang metode itu dapat membunuh diberi air coklat kopi. Minta partisi- kuman. Tuliskan hasil diskusi di pan memlih dengan meletakkan kertas plano. kertas. Ajak partisipan untuk rehat kopi Kembali lagi ke kertas plano berisi dan makanan ringan. catatan tentang kriteria. Minta par- tisipan untuk meninjau kembali, apa Komponen 4: Perkuatan ingatan yang perlu diperbaiki, ditambah, bersama atau dikurangi? Tanyakan pada partisipan, apa hal Tuliskan kriteria baru (air minum yang telah dipelajari? Metaplan harus diolah secara benar seperti digunakan pada saat partisipan merebus). merasa nyaman atau fasilitator dapat membantu mencatatkan. Komponen 3: Refleksi bersama 2 Lemparkan pertanyaan-pertanyaan Minta partisipan mengelilingi kom- tentang hal-hal yang dipelajari dan por. Demonstrasikan: air mentah berikan hadiah bagi yang dapat yang ada dipanci direbus dan ketika menjawabnya. Usahakan agar sudah ada gelembung, matikan semua partisipan kebagian. langsung. Tanyakan, apakah air Sampaikan leaflet atau brosur berisi yang sudah direbus baik untuk cara, data/fakta terkait metode- diminum? (Jawabannya kemung- metode pembuatan air minum yang kan sejumlah gambar penyebab kinan besar adalah tidak). Tanyakan benar dan penyimpanannya. diare dan klarifikasi bersama gam- kenapa? Balik lagi ke kertas plano Sampaikan terimakasih. bar-gambar itu agar semua memiliki berisi kriteria air minum yang persepsi yang sama. bagus. Tanyakan apakah perlu di- Bagikan kertas yang berisi berbagai tambah atau diubah? Tulis tambah- macam gambar penyebab diare. an atau perubahannya. Minta masing-masing partisipan Sampaikan pesan tentang tenggat menandai gambar yang merupakan waktu menunggu air yang tengah penyebab diare. mendidih, yakni 1-3 menit. Ulangi bahwa salah satu sebab Lanjutkan merebus sampai men- adalah air yang diminum (kemung- didih antara 1-3 menit. Setelah itu, kinan besar itu adalah salah satu matikan api dan biarkan air jawaban partisipan). Tanya mendingin. Tanyakan apakah mere- bagaimana partisipan menilai kuali- ka bersedia meminum air yang dire- tas air minum. Apa kriteria air bus itu sambil menciduk air dengan minum yang bagus? Tulis di kertas cangkir dan tangan menyentuh air. plano dan klarifikasi pada partisi- Tanyakan kenapa? Balik lagi ke ker- pan. tas plano berisi kriteria air minum yang bagus. Tanyakan apakah perluKomponen 3: Refleksi bersama 1 ditambah atau diubah? Tulis tam- Munculkan dua gelas berisi air. Satu bahan atau perubahannya. air bening dan satu lagi air kecoklat- an. Minta partisipan memilih mana Komponen 3: Refleksi bersama 3 yang lebih bagus untuk diminum? Tunjukkan gambar-gambar tentang Bagikan satu kertas kecil berwarna cara membuat air minum (merebus, dan minta partisipan meletakkan sodis-solar disinfection, filter didekat gelas mana yang dia pilih. keramik, klorinasi). Ceritakan Hitung jumlah kertas dan tunjukkan bagaimana metode-metode itu24 Percik Agustus 2008
    • I N O VA S IECOPLASTas RamahLingkungandari SingkongP ersoalan sampah tak semata terkait soal kuantitas atau banyaknya tumpukan sampah. Namun mencakup juga kualitas atau jenis sampah. Kebanyakan sampah keluar-ga, khususnya dari jenis sampah anorganik, adalah berupa plas-tik pembungkus makanan yang dikonsumsi setiap hari. Seperti yang sudah diketahui masyarakat, plastik adalahbahan yang sangat sulit terurai. Sementara setiap keluarga tidakbisa terlepas dari sampah plastik setiap harinya. Untuk itu perluada solusi dan tidak sekedar bagi para konsumen (masyarakat), Foto: Bowo Leksononamun juga para produsen (pengusaha) agar menghindari ataumengurangi penggunaan plastik sebagai alat pembungkus pro- "Hal ini berdasarkan laporan tes yang dilakukanduk tertentu. Sucofindo/SGS," tuturnya. Salah satu tindakan mengurangi penggunaan plastik dalamkehidupan sehari-hari adalah dengan pemakaian produk plastik Pemasaran Ecoplasramah lingkungan. Salah satu LSM Indonesia yaitu Dana Mitra DMI menyediakan dua tipe Ecoplas yaitu die cut dan softLingkungan (DML) telah meluncurkan produk plastik ramah loop. Terdapat perbedaan ketebalan dan harga pada kedua tipelingkungan bernama Ecoplas. Sebelumnya Ecoplas ini bernama tersebut. Soft loop lebih tebal dan pada bagian pegangan (han-BioBag yang telah terlebih dahulu dikenal masyarakat. dle) lebih kuat dari die cut. Sementara harga untuk tipe die cut/pack (isi 50 pcs) adalah Rp 42.000 dan tipe soft loop/packRamah Lingkungan (isi 50 Pcs) Rp 60.000. Ecoplas adalah kantong ramah lingkungan yang merupakan Spesifikasi Ecoplas yaitu ukuran: 39,5cm x 31cm x 11cm (P xinovasi baru dengan rancangan yang menarik dan harga ter- L x gussets/lipatan bawah). Berat: 1,1 kg/pack atau 22 gr/pcs.jangkau yang dibuat dengan menggunakan bahan resin BE+. Tas ramah lingkungan ini dapat diperoleh melalui Dana MitraTas jenis ini diproduksi dengan penghematan bahan Lingkungan dengan menghubungi nomor telepon (021)bakar/energi. 724.8884. BE+ atau Biodegradable Resin adalah resin baru yang Menurut Eko, Ecoplas dapat dikirim ke seluruh wilayah didikembangkan dan diciptakan di Indonesia oleh putra Indonesia. "Ongkos kirim akan ditambahkan pada hargaIndonesia yang mengandung 50 persen tepung singkong Ecoplas yang disesuaikan dengan jarak dan pilihan prioritasIndonesia beserta sumber-sumber alami lain yang ramah pengiriman," ungkapnya.lingkungan dan dapat diperbaharui. Resin BE+ sudah Eko mengatakan, saat ini tidak ada yang bisa melarangdipatenkan dan diharapkan dapat menjadi pilihan alternatif orang menggunakan plastik sebagai bahan yang tidak mudahselain resin-resin lain yang sudah dikenal masyarakat. terurai. "Untuk itu perlu ada solusi, yaitu menciptakan plastik Reseach Management Coordinator DML Eko Junaedi kepa- yang mudah terurai," jelasnya.da Percik mengatakan, tas plastik pada umumnya memerlukan Dengan menggunakan Ecoplas atau kantong ramah ling-waktu 1000 tahun untuk terurai, sementara Ecoplas hanya kungan lainnya, berarti kita turut berpartisipasi menjagamemerlukan waktu 10 pekan untuk terurai dalam tanah tropik. kelestarian lingkungan sekitar kita. BW Percik Agustus 2008 25
    • Tamu Kita Membuat Konservasi Air di Sindang KahuripanS iapa tak mengenal Ully Sigar Garuda Nusantara (Gabungan Rumpun nungan," ungkap Ully mengawali perbin- Rusady? Perempuan yang juga Pemuda Nusantara) pada 14 Februari cangan di kantor redaksi Percik seusai pelantun lagu-lagu balada ini 1985. Yayasan ini merupakan wadah menghadiri penganugerahan Kalpatarusudah lebih dari 30 tahun berkiprah di bi- kreativitas remaja dengan pengabdian di Istana Negara, 5 Juni 2008.dang lingkungan hidup. Segudang penga- pada alam dan lingkungan. Agar kelestarian ekosistem pegu-laman dan penghargaan pun dikan- nungan tetap terjaga dan ancaman keru-tonginya. Program Konservasi Air sakannya dapat dikurangi, ujar Ully, di- Kepedulian kakak kandung aktris Sudah puluhan program dijalankan perlukan adanya suatu pengelolaan yangberparas ayu Paramitha Rusady ini terli- Yayasan Garuda Nusantara, mulai dari terpadu dari seluruh kalangan masya- hat ketika diklat, posko relawan, perlombaan, hing- rakat desa dan kota. "Tak terkecuali mendiri- ga program konservasi. Sudah banyak masyarakat kota-kota besar sangat diha- kan Ya- wilayah di Nusantara ini yang menjadi rapkan partisipasi aktifnya dalam me- yasan obyek konservasi yang dilakukan Ully lestarikan ekosistem pegunungan sebagai dan teman-temannya. kawasan hulu, mengingat hutan pegu- Saat ini, Ully Hary Rusady (nama nunganlah yang membuat masyarakat Hary diambil dari suaminya) sedang kon- luas menikmati pasokan air bersih," tutur sentrasi pada konservasi air di wilayah penerima Global 500 Award dari PBB Sindang Kahuripan yang terletak di tahun 2007 yang gemar memakai ikat Kawah Merah Gunung Pancar, Kampung kepala. Cimandala, Karang Tengah, Sentul, Sebagai areal percontohan, kurang Bogor, Jawa Barat. lebih 11 tahun silam, Yayasan Garuda Lokasi konservasi ini seluas kurang Nusantara menetapkan kawasan atau lebih 30 hektar tepat di kaki dua buah lokasi Sindang Kahuripan sebagai tempat gunung, yaitu Gunung Astana dan merealisasikan program-program kon- Gunung Pancar, Bogor. "Gunung itu servasi air, alam dan lahan-lahan kurang menara air kita, menara air bagi bumi, terawat. karena air berasal dari pegunungan. Dilandasi hasil penelitian dan penga- Karena itu, sangat penting untuk kita matan khusus, program ini selaras de- melindungi ekosistem pegu- ngan program-program dari Pemerintah Foto: Istimewa/ design: Rudi Koz
    • Provinsi Jawa Barat khususnya dansesuai dalam menjalankan program-pro-gram penghijauan untuk konservasilahan dan air sehubungan banyaknyabukit dan lahan gundul yang dapatmenimbulkan tanah longsor dan banjir. "Kawasan konservasi alam SindangKahuripan merupakan areal pegununganyang sangat luas," kata perempuanbernama kecil Rulany Indra Gartika ini.Dengan program-program penghijauanberkala di kawasan ini, lanjut Ully,diharapkan dapat melestarikan air danmata air di kawasan hulu (DAS), sekali-gus dapat turut serta mengurangidampak pemanasan bumi (global warm-ing) yang sedang melanda dunia. Para anggota yayasan Garuda Nusantara di lokasi Sindang Kahuripan. Foto: Istimewa.Kegiatan di Sindang Kahuripan Menurut Ully, tujuan dari konservasidi Sindang Kahuripan ini selain menghi- jalan yang ramah lingkungan, dan tempat yang peduli terhadap alam dan lingkung-jaukan lahan-lahan kritis dan kurang ter- ibadah/mushola alam. an. Paket ini mengangkat wawasan kon-awat di pegunungan demi mengatasi "Kita berharap kelak akan terbentuk servasi alam dan lingkungan hidup de-tanah longsor ini, juga untuk me- masyarakat yang bersahabat dengan ngan lokasi kegiatan di Sindang Kahu-lestarikan air dan mata air di kawasan alam serta peduli pada alam dan ling- ripan," tutur penerima Penghargaan Kal-hulu (DAS). "Sekaligus mengajak peran kungan secara nyata," ujar pegiat lingkungan pataru dari Menteri Negara Lingkunganserta masyarakat lokal dan kota melalui kelahiran Garut, 4 Januari 1952 ini. Hidup tahun 2001.diklat-diklat dalam melestarikan sumber Kawasan Sindang Kahuripan memi-daya alam yang berkelanjutan," Paket Sahabat Alam liki landscape berkontur naik dan turuntutur pendiri dan pimpinan Ully bersama yayasan yang di kelilingi perbukitan, lereng, lem-Yayasan Sindang Ka- yang dipimpinnya tidak bah, hutan pinus dengan teraseringhuripan. hanya menjadikan sawah, menjadikan tempat ini semakin Beragam S i n d a n g memesona, unik dan indah. Lokasi inikegiatan dila- Kahuripan tepat sebagai sasaran kegiatan konservasikukan di Sin- sekedar tempat alam dan lingkungan hidup melalui wisa-dang Kahu- konservasi ta pendidikan (eko turisme).ripan antara u n t u k Sudah banyak kalangan yang menco-lain, konser- kepentingan ba berwisata, menggali pengalaman,vasi ekosis- masyarakat sekaligus belajar di alam terbuka.tem pegu- setempat dan Kebanyakan dari mereka adalah paranungan, kelompok- pelajar dan mahasiswa, organisasi pecin-konservasi nya. Lebih da- ta alam, LSM, peniliti hingga keluarga.hutan, lahan, ri itu, ia meng- Menurut Ully, program Sahabatair dan mata ajak masyarakat Alam ini merupakan wujud nyata dariair, serta pe- seluas-luasnya kepedulian seluruh kalangan terhadapningkatan SDM pe- dari berbagai kalan- usaha-usaha pelestarian alam dan ling-tani di seputar hutan. gan untuk turut menik- kungan secara nyata. "Kami mempu- Sementara kegiatan mati dan belajar di alam ter- nyai tujuan bagaimana menjadikan ke- Foto: BWyang dalam perencanaan, tutur buka. giatan ini sebagai tren dan gaya hidupUlly adalah pembuatan sarana-sarana Ajakan Ully ini dikemas dalam sebuah dalam mencintai dan bersahabat de-atau balai pendidikan dan pelatihan kegiatan bernama Paket Sahabat Alam. ngan alam," ujar anggota Dewan Per-kehutanan dan lingkungan hidup, sarana "Paket kegiatan di alam terbuka ini dapat timbangan Penghargaan Kalpataru dankesehatan, saluran dan penampung air, diikuti berbagai kalangan masyarakat Kehati Award. Bowo Leksono Percik Agustus 2008 27
    • R E P O RTA S E Kunjungan Delegasi Republik Demokratik Timor Leste ke IndonesiaP elaksanaan program Community Tata Kota Januario Perreiro da Costa. Banten pada Rabu, 23 April 2008. Lead Total Sanitation (CLTS) Rombongan diterima langsung oleh Pada kunjungan di Kabupaten yang kemudian diadopsi menjadi Gubernur Sumatera Selatan dengan Tangerang, delegasi diterima langsungSanitasi Total Berbasis Masyarakat didampingi Bupati Muara Enim. Pada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten(STBM) di Indonesia, ternyata menarik kesempatan kunjungan tersebut, delegasi Tangerang. Sempat pula digelar dialogbeberapa negara lain mengunjungi berkesempatan berdialog langsung de- kedua-belah pihak yang dipimpin lang-Indonesia untuk bertukar pengalaman. ngan masyarakat. Para tamu terlihat sa- sung Bupati Ismet Iskandar.Jika tahun 2007, delegasi pemerintah ngat antusias dengan sambutan dari Kunjungan ke Kabupaten TangerangIndia, Pakistan dan Bangladesh telah masyarakat yang demikian meriah. Bah- dimaksudkan untuk mendapatkan pem-berkunjung ke Jawa Timur, Indonesia, kan di tiap desa, masyarakat menyambut belajaran implementasi kegiatan sanitasimaka pada tanggal 20-25 April 2008 de- dengan tarian dan kasidahan. dan higinitas yang dilaksanakan bersamalegasi Timor Leste yang berkesempatan Setelah dua hari menyambangi lokasi pemerintah dengan LSM.untuk mempelajari STBM langsung pada keberhasilan penerapan program Januario mengakui menemui banyakbeberapa desa di Kecamatan Lembak, Community Lead Total Sanitation kesulitan dalam membenahi bidang airKabupaten Muara Enim, Sumatera (CLTS) yang kemudian diadopsi menjadi bersih dan sanitasi di negaranya. "KarenaSelatan. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat itu, kami perlu datang ke Indonesia yang Rombongan berjumlah 25 orang yang (STBM) di Kabupaten Muara Enim, telah berhasil dalam menerapkan CLTSterdiri dari pejabat lintas sektor, LSM, Provinsi Sumatera Selatan, delegasi Re- untuk melihat langsung dan mengambildan perwakilan negara donor yang di- publik Demokratik Timor Leste mengun- pengalaman masyarakat di Indonesia,"pimpin Menteri Muda Listrik, Air, dan jungi Kabupaten Tangerang, Provinsi ujarnya. Menurut Ismet, rendahnya derajat kesehatan merupakan pokok permasa- lahan daerah yang menjadi permasalah- an bersama. "Kami telah membangun pola kemitraan dengan pihak swasta dan masyarakat dalam rangka menurunkan insiden kejadian penyakit yang berbasis lingkungan," tuturnya. Kunjungan MCK Plus++ di Keca- matan Sepatan Seusai berdialog, rombongan berge- rak ke Kecamatan Sepatan, tepatnya di Kampung Pisangan Periuk untuk me- nyaksikan MCK Plus++ dengan teknologi pengolahan air limbah dewats dan biogas digester. Tak jauh dari lokasi MCK, rombongan delegasi menyaksikan praktik cuci tangan Delegasi Republik Demokratik Timor Leste saat diterima Bupati dan Wakil Bupati Tangerang. pakai sabun (CTPS) yang dilakukan pela- Foto: Bowo Leksono jar sekolah dasar. Tak hanya itu, rom-28 Percik 2008 Agustus
    • R E P O RTA S Ebongan disuguhi lomba jingle hidup tempat cuci tangan yang higienis di seko-sehat dan hiburan musik dangdut. Program CTPS ini lah-sekolah maupun di lingkungan ke- Keesokan harinya, Kamis, 24 April melakukan road show luarga atau di lingkungan RT. "CARE2008, delegasi Timor Leste bersemuka ke sekolah-sekolah bekerja mendanai pengadaan material infra-dengan stakeholder dan berbagai pro- struktur dan masyarakat menyiapkan sama dengan seksi UKSgram berkenaan sektor air minum dan lahan, kontribusi minimal 5 persen ba-penyehatan lingkungan di kantor pada bagian Promkes, han dan tenaga untuk pembangunannyaBappenas untuk kembali bertukar penga- Dinas Kesehatan bagi kegiatan yang prioritas dengan polalaman dan informasi. masing-masing. padat karya pangan," ungkapnya. Lebih lanjut, Marcel mengatakan,Program CTPS di Tangerang CARE juga melakukan pendampingan Tepuk tangan riuh ibu-ibu di Desa Dinas Kesehatan masing-masing. Dengan atau memfasilitasi pelaksanaan musrem-Kayu Agung, Kecamatan Sepatan, Ka- memberikan kepercayaan penuh kepada bang desa/kelurahan agar kebutuhan in-bupaten Tangerang, Banten mengiringi kader-kader dan komite didampingi pi- frastruktur lainnya dapat terakomodirpenampilan kelompok-kelompok pe- hak Puskesmas, kecamatan dan kelurah- dalam pembiayaan pemerintah (APBD).nyanyi jingle kebiasaan hidup bersih dan an serta fasilitator dari CARE. Total ter- "Pemerintah Kabupaten Tangerang padasehat di sebuah panggung. Penampilan dapat 24 sekolah dasar pada 12 Kelu- tahun anggaran 2008 menganggarkan ti-mereka sekaligus menyambut kunjungan rahan di Kota Tangerang dan 40 sekolah ga tempat CTPS per sekolah pada 40 SDdelegasi Timor Leste. dasar pada 8 desa di Kabupaten Ta- bersama kegiatan kampanye". Sebelumnya, anak-anak sekolah da- ngerang. Sampai saat ini, sekitar 90 persen ma-sar secara massal mempraktikkan ke- syarakat telah sadar bahwa dengan ber-biasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS). Kendala perilaku hidup bersih dan sehat akan ter-Semua kegiatan itu merupakan bagian Menurut Marcel, kendala yang di- hindar dari berbagai penyakit. Semogadari kampanye CTPS hasil dari pendam- hadapi berupa kurangnya infrastruktur tak terulang kembali wabah diare di wila-pingan CARE International Indonesia. seperti sumber air bersih dan tempat- yah Tangerang. BW Health Environment Project Mana-ger CARE Marcel Beding kepada Percikmemaparkan program ini bertujuan WAWANCARA BERSAMA MENTERI MUDA LISTRIK , A IR ,menurunkan angka malnutrisi pada bali-ta, ibu hamil dan ibu menyusui serta DAN TATA KOTA JANUARIO PERREIRO DA COSTAangka kejadian diare pada keluarga ter-utama balita. "Di Tangerang bekerjasamadengan pemerintah Kota Tangerang pada Apa pandangan Anda selama kunjungan ke12 Kelurahan dan Kabupaten Tangerang Indonesia?pada 8 Desa, 2 diantaranya berada di Saya merasakan bagaimana masyarakat Indonesiawilayah Kecamatan Sepatan yakni Desa sendiri bisa mengorganisir dan menyosialisasikan hidup bersih sehingga masyarakat bisa merubah pe-Sarakan dan Desa Kayu Agung dengan rilakunya. Ini yang saya pikir tidak mudah. Sepertisumber dana dari USAID," tuturnya. yang terjadi di Muara Enim, hanya dalam waktu 24 Program yang dimulai Februari 2006 hari mampu membuat jamban secara mandiri. Perluini mempunyai tiga strategi utama yaitu kerja keras dan betul-betul meluangkan waktu untukgizi masyarakat, kesehatan lingkungan melakukan aktifitas itu.dan pelayanan kesehatan. Khusus untuk Kondisi sektor air minum dan sanitasi di Timorkegiatan kampanye cuci tangan pakai sa- Leste sendiri seperti apa?bun, kata Marcel, kegiatan ini dilakukan Untuk sanitasi baru sekitar 40 persen dan kebutuhan air bersih baru ter-setelah memberikan pelatihan kepada penuhi 50 persen. Kami mempunyai penduduk tidak lebih dari 1 juta, yaitu se-kader-kader dan anggota komite kesehat- kitar 945 ribu jiwa. Hanya saja perilaku masyarakatnya susah apalagi terkadangan sampai mempunyai kemampuan fasi- terjadi kerusuhan. Itu susahnya. Untuk itu, bagaimana kami dapat mengambil hikmah dari pengalaman yang ada di Indonesia.litasi yang baik, pelatihan tentang teknikmembuat proposal yang baik dan pelatih- Setelah kunjungan ini, apa yang hendak Anda lakukan?an tentang event organizer. Setelah ini, apa yang kami lihat dan alami selama berkunjung ke Indonesia, Program CTPS ini melakukan road akan kami terapkan sebagai pembelajaran bagi masyarakat di Timor Leste. Ini satu pengalaman yang sangat berharga. Bowo Leksonoshow ke sekolah-sekolah bekerja samadengan seksi UKS pada bagian Promkes, Percik Agustus 2008 29
    • INSPIRASIKota yang Tak BerkelanjutanS eminar sehari pada 24 April 2008 bertema "Kota yang Berkelanjutan: Tantangan bagi Indonesia dan Swedia" yang diselenggarakan Kedutaan Besar Swedia beker-jasama dengan Kementrian Negara Lingkungan Hidup dengandukungan SIDA (Swedish International Development Corpo-ration Agency), SENSA (Swedish Environmental Secretariatfor Asia) dan SBA (Swedish Business Association) telahmengingatkan kita pada kondisi perkotaan di Indonesia. Kita selama ini terfokus pada masalah kemacetan, polusilingkungan, dan permasalahan detil didalamnya sehingga kita,sadar atau tidak, mulai terlepas dari kerangka besar permasa-lahan perkotaan di Indonesia. Seringkali penanganan suatu masalah dilakukan tanpa meli-hat keterkaitan dengan isu lain atau isu yang lebih besar. Kali-mat pembangunan perkotaan yang terpadu akhirnya hanya Foto: Bowo Leksonomenjadi jargon tanpa makna. Tidak ada tindak lanjut yang dan kebijakan yang tidak jelas ditambah tidak adanya penga-nyata. Kalaupun ada, sebagian besar hanya sebatas rencana tin- wasan dan pengendalian.dak lanjut tanpa ada pihak yang bertanggung jawab untuk Fakta berikutnya berkaitan dengan lingkungan. Berlawananmengawal sampai dituntaskannya rencana tersebut. dengan fungsinya sebagai pendukung utama keberlanjutan Sadarkah kita bahwa kondisi perkotaan di Indonesia se- suatu kota (paru-paru kota), lingkungan seringkali diabaikan.makin terpuruk dengan berbagai masalah seperti banjir, kema- Adanya pemikiran bahwa kita harus melestarikan lingkungancetan, daya dukung lingkungan yang rendah, penyediaan infra- agar tidak terdegradasi lebih parah menjadi terbalik. Perlu di-struktur yang tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan perhatikan bahwa lingkungan apapun kondisinya, baik rusaklain sebagainya? atau gersang, akan tetap ada. Dilain pihak, manusialah yang tidak akan dapat bertahan dengan lingkungan yang sudah rusak.Fakta Ketidakberlanjutan Kota di Indonesia Kota seberapapun kecilnya, akan berkembang sampai suatu Langkah ke Depansaat menjadi megapolitan. Contohnya Jakarta, Surabaya, Berbagai fakta rendahnya tingkat keberlanjutan kota tidakMakassar, Bandung dan kota-kota lainnya. Pada dasarnya, kota- hanya berlaku di perkotaan di Indonesia saja, tetapi di berbagaikota di Indonesia, dengan berbagai variasi karakteristiknya, belahan dunia, termasuk negara yang sudah maju. Bedanya,mempunyai permasalahan yang kurang lebih sama, yaitu pem- negara maju sudah melakukan tindakan intensif mengenai halbangunan kota yang acak (urban sprawl development). tersebut. Di Jerman, konon pernah dilakukan evakuasi pen- Ibarat membangun rumah, letak dapur terpencar, demikian duduk di salah satu kota secara besar-besaran untuk dilakukanjuga dengan kamar mandi, ruang tidur dan lain sebagainya. Tata penataan ulang kota.kota yang kita miliki saat ini tidak lebih dari sekedar peman- Pembenahan tata kota mau tidak mau harus dilaksanakanfaatan ruang yang sporadis. Dari fakta ini, sudah dapat dike- secara bertahap. Melihat apa yang terjadi di Indonesia, diper-tahui fungsi-fungsi yang tidak berjalan sebagaimana harusnya. lukan sebuah rencana induk tata kota baru yang didukung per-Peraturan dan kebijakan yang tidak diaplikasikan dengan baik, aturan, pengawasan dan pengendalian yang sangat tegas.dan fungsi pengawasan dan pengendalian yang dapat dikatakan Usaha-usaha tersebut di atas bukannya tidak dilakukan olehtidak ada. pemerintah, akan tetapi seringkali yang menjadi masalah adalah Dalam hal penyediaan layanan air minum dan penyehatan caranya. Dukungan dari berbagai pemangku kepentinganlingkungan (AMPL), kendala yang sama terjadi juga. Letak per- melalui pengalaman, pendanaan dan sebagainya sangat diper-mukiman yang tidak terkonsentrasi membuat sulitnya perenca- lukan.naan dan pelaksanaan pembangunan sektor AMPL. Belum lagi Dengan demikian isu terbesar saat ini adalah keberanianadanya masalah persampahan di perkotaan, penyediaan sarana melakukan langkah tersebut, bukan sekadar komitmen.pengelolaan sampah juga seringkali mengalami hambatan. Sehingga permasalahan perkotaan tidak sekedar menjadi Ruwetnya sistem transportasi publik di sebagian besar pengetahuan umum, tetapi suatu tantangan untuk diatasi.perkotaan di Indonesia pada dasarnya diawali dengan kesalahan Mungkin akan terjadi kesalahan dalam proses pelaksanaannya,yang sama dengan persoalan tata kota di atas, yaitu peraturan tapi kita tidak akan tahu sebelum hal itu dilakukan. FW30 Percik Agustus 2008
    • CERMIN Toilet Kering untuk Permukiman Padat dan Wilayah Kurang AirS alah satu kenyamanan hidup Neni bersama timnya menerap- adalah ketika persoalan be- kan penggunaan toilet kering di lakang tidak lagi menjadi per- daerah padat penduduk di Kiarasoalan. Ada toilet, bersih, tidak harus Condong, Kota Bandung sejak limamewah, dan mudah diakses. De- tahun silam. "Tidak mudah me-mikian mungkin ukuran hidup yang mang, karena yang paling sulitideal untuk dapat merasakan kenya- adalah merubah perilaku yangmanan. menjadi tantangan terbesar," jelas Namun, tak semua masyarakat Kepala Biro Kerjasama dan Pe-berkesempatan dan mampu me- masyarakatan Iptek LIPI ini.nikmati hidup ideal yang dimaksud.Masih banyak masyarakat seperti di Awal Penciptaan Toilet Keringpermukiman padat penduduk Awalnya pada 1998, Nenimaupun di wilayah yang cenderung Sintawardani menciptakan alatkekurangan air, tidak terdapat toilet sederhana untuk pengolahan sam-yang ideal bahkan bisa jadi tak ada pah dapur. Dengan sebuah kotaktoilet sama sekali. kecil yang dirancang sedemikian Mereka buang air besar (BAB) di rupa, para ibu rumah tangga bisatempat-tempat terbuka. Sungai atau langsung mengolah sampah seusai Dr Neni Sintawardani. Foto: Bowo Leksonokebon, atau di toilet yang kotor dan memasak dengan cara memilahkurang air. Tapi mereka tetap merasa tanpa air ini diperuntukkan bagi ka- sampah organik.nyaman. Ini persoalan perilaku, per- langan menengah ke bawah. "Kebutuhan Baru pada 2003 penelitian merambahsoalan kebiasaan masyarakat. air bersih untuk masyarakat menengah ke pengolahan limbah manusia yaitu Seorang peneliti dari Lembaga Ilmu ke bawah sangat banyak, namun kemam- dengan penciptaan toilet kering. "DasarPengetahuan Indonesia (LIPI) Dr Neni puannya yang kurang," tutur alumni dari penciptaan toilet kering ini ya dariSintawardani, berhasil menciptakan dan Universitas Hohenheim, Stuttgart, Jer- alat pengolahan sampah dapur yangmengenalkan teknologi sederhana beru- man ini. sama-sama diolah menjadi pupuk or-pa toilet kering atau yang kerap dikenal ganik," ujar Neni.sebagai bio toilet. Neni mengakui, memang tidak murah "Prinsip toilet kering ini ya toilet yang untuk membuat toilet kering ini. Me-tanpa air. Jadi bahannya terbuat dari ser- nurutnya, satu bangunan toilet yang bisabuk kayu sebagai matrik untuk me- dipergunakan untuk 40 orang per harinangkap kotoran untuk kemudian diolah mencapai Rp 40 juta. Namun sudah tidakdi tempat atau di cubluk yang terbuat berhitung kerugian polutannya. "Kesandari baja," ungkap Neni saat ditemui mahal ini memang pada bahan tabungPercik di tempat kerjanya. baja atau logam untuk reaktornya," kata ibu dua anak ini.Potensial untuk Permukiman Padat Kesan mahal tentu akan bisa ditutup Toilet kering ini sangat potensial dengan melihat fungsi jangka panjang.untuk dikembangkan pada permukiman Betapa jauh lebih mahal akibat-akibatpadat penduduk. Karena di lokasi pen- dari buruknya sanitasi bila tidak dariduduk padat biasanya sarana sanitasi dan sekarang mengatasinya. Sampai saatair bersih sangat kurang. Toilet jenis ini ini, apa yang diciptakan Neni belumjuga tepat diterapkan pada daerah kering banyak diterapkan karena membu-atau daerah yang cenderung kekurangan tuhkan berbagai pihak, baik pemerintahair. maupun swasta, yang mau berinvestasi Dari sisi sasaran, menurut Neni, toilet dengan toilet kering. Bowo Leksono Foto: Istimewa Percik Agustus 2008 31
    • S E P U TA R I S S D P Persiapan SebelumMemasuki ISSDP Tahap IIT ak terasa program pengembangan sanitasi bernama Indonesia Sani- tation Sector Development Pro-gram (ISSDP) telah berjalan selamakurang lebih dua tahun. Program ini akanmemasuki tahap II pada pertengahanMei 2008. Pada ISSDP Tahap I, banyakhal yang telah dilakukan dan dihasilkanterutama di kota-kota mitra. Terben-tuknya Kelompok Kerja (Pokja) Sanitasitingkat kota merupakan hasil upaya pem-benahan kelembagaan dalam pengelo-laan pembangunan sektor sanitasi di dae-rah. Dokumen Buku Putih merupakan sa-lah satu produk yang dihasilkan Pokjadengan fasilitasi ISSDP. Buku ini berisigambaran umum kondisi sanitasi yangdapat diperbaharui setiap tahunnya un-tuk mengetahui perkembangan kondisisanitasi kota. Dokumen lainnya adalahStrategi Sanitasi Kota (SSK) sebagai pro-duk utama yang telah berhasil disusunPokja Kota. Diskusi kelompok review pelaksanaan ISSDP tahap I. Foto: Dok/ISSDP. SSK memuat rencana tindak yangmerupakan pertemuan antara pende- panye sanitasi untuk meningkatkan Tahap II, pendekatan program di tingkatkatan top down dan bottom up, dimana kesadaran akan pentingnya sanitasi dan provinsi akan dilakukan secara lebihvisi dan misi pemerintah kota dalam perilaku hidup sehat. Strategi kampanye intensif dengan porsi yang lebih besar.pembangunan sanitasi bertemu dengan ini terbagi lima desain berdasarkan Melalui peran provinsi ini diharapkankebutuhan nyata (real demand) masya- kelompok sasaran, yaitu pengambil kebi- akan terjadi perluasan cakupan programrakat akan fasilitas sanitasi. jakan di tingkat pusat, pengambil kebi- ke kota-kota lain berupa replikasi ISSDP. Adapun di tingkat pusat telah jakan di tingkat daerah, masyarakat Untuk itu, ISSDP Tahap II akan mem-dihasilkan berbagai rekomendasi men- umum, masyarakat miskin, dan sektor berikan bantuan advisory secara lebihdukung arah kebijakan nasional dalam swasta. Strategi ini direncanakan akan efektif kepada pemerintah provinsi.pembangunan sanitasi di Indonesia. diterapkan pada tahun ini sesuai agenda Bentuk fasilitas kepada pemerintahRekomendasi ini meliputi bidang kelem- ISSDP tahap II. provinsi akan diwujudkan melaluibagaan, hukum, dan pendanaan. Untuk Program ISSDP Tahap I telah mem- serangkaian pelaksanaan peningkatanmenyinergikan seluruh pemangku berikan masukan yang cukup signifikan kapasitas, penelitian serta pendampingankepentingan dalam penyelenggaraan dalam upaya pembentukan kerangka sehingga mekanisme perencanaan, pe-pembangunan sanitasi, ISSDP pada kerja pengelolaan sanitasi yang berkelan- laksanaan, monitoring dan evaluasi pe-tahap I telah turut berperan dalam pem- jutan di kota-kota mitranya. Salah satu ngelolaan sanitasi di tingkat provinsibentukan Jejaring Air Minum dan masukan tersebut adalah pentingnya dapat terbentuk dan terselenggara de-Penyehatan Lingkungan (AMPL). peran provinsi dalam pengelolaan sani- ngan optimal. Produk lainnya adalah strategi kam- tasi sehingga pada pelaksanaan ISSDP Adanya keterlibatan provinsi dalam32 Percik Agustus 2008
    • S E P U TA R I S S D PISSDP Tahap II tentu saja perlu disiap- mengikuti ISSDP. Berbagai capaian dan Pemerintah provinsi dapat berperankan dengan matang. Informasi yang tantangan selama dua tahun tentunya sebagai penyelenggara pengembangankomprehensif tentang ISSDP Tahap I dan dapat menjadi salah satu referensi program sanitasi di daerah. Hal inirencana pelaksanaan ISSDP Tahap II provinsi untuk terlibat dalam ISSDP yang memungkinkan apabila berdasarkan kri-perlu disampaikan kepada pemerintah akan datang. teria urusan penyelenggaraan pemerin-provinsi. Pada akhirnya, Lokakarya ini diha- tah, dampak pengembangan program Untuk mencapai maksud tersebut rapkan dapat merangkum kembali peran sanitasi di daerah memiliki dampak yangperlu dilakukan suatu lokakarya yang provinsi dalam pengelolaan sanitasi bersifat lintas kabupaten/kota dan/ataumelibatkan Tim Teknis Pembangunan perkotaan, merumuskan serta menyiap- regional, atau jika pengembangan pro-Sanitasi sebagai pengelola pembangunan kan langkah-langkah operasional ISSDP gram sanitasi di daerah yang bersangkut-sanitasi tingkat nasional, Pokja Sanitasi Tahap II yang mencakup pembentukan an akan lebih berdayaguna apabila di-Kota yang selama ini menjadi mitra kelompok kerja, penggalangan sumber tangani pemerintah provinsi.ISSDP, dan tentunya pemerintah provin- daya serta penyediaan pendanaan, dan Untuk memperjelas pernyataan disi sendiri. menyiapkan kriteria untuk pemilihan atas, peranan pemerintah provinsi adalah Pada Lokakarya ini, Tim Teknis kota-kota mitra ISSDP Tahap II. menyelenggarakan pelayanan dasar diPembangunan Sanitasi dapat mem- bidang sanitasi yang belum dapat dilak-berikan gambaran mengenai pelaksanaan Peran Provinsi dalam Pemba- sanakan oleh kabupaten/kota. Dalam halISSDP Tahap I secara komprehensif ter- ngunan Sanitasi ini sanitasi dapat diartikan sebagaimasuk hasil-hasil yang telah dicapai, baik Untuk pengembangan sanitasi di pelayanan dasar yang mengacu pada PPdi tingkat pusat maupun kota. Kemudian Indonesia, wewenang, peran dan fungsi No. 65 Tahun 2005 tentang Pedomandapat menyampaikan rencana besar masing-masing susunan pemerintahan Penyusunan dan Penerapan StandarISSDP Tahap II terutama berkaitan de- perlu dikaji secara terperinci. Hingga saat Pelayanan Minimal (SPM). Pada pasal 3ngan rencana perluasan program melalui ini, peran pemerintah provinsi belum peraturan ini, disebutkan bahwa SPMreplikasi. optimal dalam penanganan program sa- disusun sebagai alat pemerintah dan Pokja Kota sebagai stakeholder dae- nitasi. Pada sisi lain, kerangka kebijakan pemerintah daerah untuk menjaminrah dapat menyampaikan pengalaman- provinsi yang ada, belum menunjang akses dan mutu pelayanan dasar kepadanya dalam pengelolaan sanitasi selama pembangunan sanitasi. masyarakat secara merata dalam penye- lenggaraan urusan wajib. Peranan pemerintah provinsi dalam penyelenggaraan pelayanan dasar sani- tasi dapat dijalankan dengan dua cara, yaitu menyelenggarakan sendiri pemba- ngunan sanitasi di daerah kabupaten/ kota yang bersangkutan atau menugaskan pemerintah daerah kabupaten/kota ber- dasarkan azas tugas pembantuan. Selain itu diperlukan juga peran aktif provinsi untuk melancarkan mekanisme pengembangan sanitasi di daerah atau sinergitas peran provinsi dan kabupa- ten/kota. Hal tersebut dapat dilakukan dengan pengintensifan komunikasi de- ngan kabupaten/kota mengenai pengem- bangan program sanitasi. Tujuannya adalah membuat suatu pemetaan kebu- tuhan pengembangan sanitasi di kabu- paten/kota yang dinaunginya. Peta kebu- tuhan pengembangan sanitasi dapat dikombinasikan dengan komitmen kabu- paten/kota bersangkutan, sehingga tar- get alokasi pengembangan sanitasi pro- vinsi dapat lebih optimal. Tim Sekre- Bangunan toilet umum yang sederhana. Foto: Dok/ISSDP tariat ISSDP Percik Agustus 2008 33
    • S E P U TA R WA S P O L A Dari Media Rakyat Hingga Pemasaran Sosial Suatu Strategi Komunikasi KebijakanP endopo Kecamatan Poncowarno, salah satu kecamatan di Kabupaten Kebumen, tampak semarak. Selama empat hari, 3-6 Maret 2008, digelar "Pelatihan Media Rakyatuntuk Sosialisasi AMPL" yang difasilitasi Kelompok KerjaAMPL Kabupaten Kebumen bekerjasama dengan WASPOLA. Pelatihan ini juga dalam rangka mempersiapkan 16 keca-matan yang pada tahun ini akan mendapat bantuan AMPL didesanya. Sesuai tema AMPL berbasis masyarakat maka pelatih-an dilaksanakan di lingkungan terdekat dari masyarakat itusendiri, karena dalam prosesnya akan banyak praktik di ling-kungan warga setempat. Pelibatan masyarakat langsung mendapatkan dukungan po-sitif dari Bupati Kebumen Rustriningsih. "Potensi masyarakatsangat dibutuhkan dalam pembangunan AMPL dan pelatihanini harus dilanjutkan" katanya. Pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk melibatkanmasyarakat, termasuk kaum perempuan untuk berpartisipasisejak awal perencanaan pembangunan AMPL termasuk sosiali-sasi dan membangun kesepakatan-kesepakatan yang dilaksana-kan antarwarga sendiri. Dalam pelatihan ini masyarakat menggali bersama penting-nya partisipasi semua pihak dalam keberlanjutan AMPL dan Para peserta pelatihan Media Rakyat untuk sosialisasi AMPL.kuncinya adalah strategi komunikasi yang tepat sasaran sehing- Foto: Dok/WASPOLAga membuat semua orang semangat untuk terlibat. Peserta di-ajak merancang media komunikasi dari hasil pemetaan isu, grasi kegiatan dan pemberdayaan sampai di tingkat pemerin-mendata potensi media yang bisa dilibatkan, kemudian menye- tahan yang terkecil di masyarakat.leksi media yang akan digunakan. Dipilihlah media dagelan (la-wakan) yang dipentaskan di kecamatan, siaran iklan layanan Membangun Masyarakat yang Peduli AMPLAMPL di radio In FM, cerita bergambar atau cergam, poster dan Pada 19-21 Februari 2008, di Pangkal Pinang juga diseleng-iklan layanan televisi. garakan pelatihan kelanjutan dari Workshop Strategi Komu- Kemudian dibuatlah naskah dan latihan sebelum diproduk- nikasi AMPL yang menghasilkan Strategi Advokasi Penyelamat-si. Dengan didampingi tim WASPOLA dan tim media dari Stu- an Lingkungan untuk Air Minum.dio Audio Visual PUSKAT Yogyakarta dibuatlah produksi pro- Acara ini dibuka Setda Provinsi Bangka Belitung Imam Mar-gram pendek. Disamping itu, pementasan dagelan kesenian rak- di Nugroho yang menyatakan komunikasi adalah kunci pentingyat dan menayangkan hasil produksi media yang mereka buat di dalam pembangunan AMPL. "Keterampilan ini yang justru se-depan masyarakat. ring tidak diperhatikan dalam pembangunan AMPL yang ber- Peserta mempraktikkan metode media kelompok untuk orientasi pada fisik dan lupa menekankan pada perubahan peri-membangun diskusi yang dinamis, sehingga menjadi daya tarik laku," ujarnya. Imam berharap dari pelatihan ini akan diha-untuk perbincangan warga. Dari hasil pelatihan, enam kecamat- silkan strategi yang tepat sasaran sehingga banyak pihak terlibatan merencanakan sosialisasi serentak yang akan dilakukan di dalam menyelamatkan lingkungan Bangka Belitung untuk kese-masing-masing kecamatan dan menggunakan media-media jahteraan masyarakat.AMPL yang telah mereka buat sendiri. Permasalahan air minum dan penyehatan lingkungan di Sementara radio In FM dan Mas FM serta Ratih TV akan Bangka Belitung, berkaitan dengan penambangan timah yangmenayangkan hasil produksi kepada publik. Hal ini dilakukan kian marak tanpa memperhatikan konservasi lingkungandalam rangka persiapan penerimaan bantuan AMPL yang akan sehingga mengakibatkan penurunan mutu kualitas air maupunturun pada tahun ini. Disampaikan pentingnya forum Pokja mulai mengurangi kuantitasnya. Masyarakat sekitar sudahAMPL ini dibentuk di tingkat kecamatan sehingga proses inte- mulai merasakan akibatnya dan terganggu kesehatannya. Maka34 Percik Agustus 2008
    • S E P U TA R WA S P O L Atema-tema kerusakan lingkungan men-jadi judul dari empat produksi mediayang mereka buat antara lain foto esaiuntuk surat kabar, artikel, cergam, iklanlayanan di radio dan televisi (video). Tema-tema produksi yang dilakukandengan logat bahasa daerah ini dibuatoleh peserta sendiri, dari brainstormingide, penulisan naskah, pemotretan danmemainkan peran. Acara yang berkesan menurut pesertaadalah kunjungan ke kantor media se-tempat yaitu Babel Post dan Radio Repu-blik Indonesia (RRI) Bangka Belitung.Selain ingin menambah wawasan dalamhal media massa, kunjungan ini juga di-maksudkan untuk membangun hubung-an baik dan kerjasama dengan mediamassa setempat untuk advokasi AMPL.RRI menawarkan kerjasama yang meng-untungkan kedua belah pihak, karenapermasalahan air minum akhir-akhir ini Bupati Kebumen Rustriningsih saat beraksi di depan kamera. Foto: Dok/WASPOLA.menjadi isu hangat di publik. Sedangkan Babel Post termasuk me- Hari Air Dunia dan Launching Tahun domestik, kelompok menyepakati targetdia yang peduli dengan masalah AMPL. Sanitasi Indonesia 2008 yang dilanjut- adalah warga di sekitar sungai dan ma-Mereka merencanakan penulisan artikel kan acara talkshow. Terungkap permasa- syarakat secara umum. Tema yang diang-berseri AMPL dalam edisi-edisinya. De- lahan AMPL ternyata bukan permasalah- kat mengenai pencemaran sungai yangmikian juga video dan cergam yang di- an fisik, justru permasalahan perilaku menjadi tempat pembuangan sampahbuat akan dipasang di situs Babel Post se- dari berbagai pihak tidak hanya masyara- dan BAB sehingga lingkungan menjadi ti-hingga bisa disimak publik lebih luas. Hal kat tetapi juga pemerintah dan pihak-pi- dak sehat. Video yang dibuat singkat danlain yang dirasa penting adalah perintis- hak lain. Rendahnya tingkat partisipasi mengena memperlihatkan akibat sungaian forum advokasi masyarakat peduli dan pengelolaan yang tidak berkelanjut- yang sangat kotor di tengah permukimanAMPL di Bangka Belitung, sehingga apa an dikarenakan saat ini sosialisasi masih masyarakat dengan kata kunci "limbah-yang dilakukan dalam workshop ini akan menggunakan model lama yang terlalu mu, harimaumu yang siap mengancamterus berlanjut dan adanya sinergi dari satu arah. Di sisi lain kebiasaan yang tu- kehidupanmu". Produksi yang dibuat pa-berbagai pihak. run temurun susah diubah. ra peserta cukup informatif dan kaya Dari strategi yang dirancang, setiap akan makna-makna kebijaksanaan lokalInisiatif Melibatkan Berbagai Pe- sektor mempunyai target audiens yang yang sebenarnya sangat dekat dalam ke-mangku Kepentingan AMPL dirasa berpengaruh dalam berbagai per- hidupan masyarakat Minang. Provinsi Sumatera Barat termasuk sa- soalan yang muncul, antara lain lemah- Diakhir lokakarya, peserta Kabupa-lah satu provinsi yang bersemangat da- nya lembaga pengelola air di tingkat na- ten/Kota merancang acara sosialiasasilam menyosialisasikan AMPL di diwila- gari. Maka dibuat drama pendek di radio yang bisa dilakukan di wilayahnya de-yahnya. Dengan menggunakan dana dengan pesan kunci "lembaga kuat, tala- ngan menggunakan media-media yangAPBD, Pokja AMPL Provinsi Sumatera go sehat". telah dibuat sendiri oleh mereka. Se-Barat berinisiatif menyelenggarakan Sedangkan dari kelompok sampah se- dangkan kabupaten/kota yang baru akanStrategi Pemasaran AMPL melalui Stra- pakat bahwa target adalah ibu rumah menggunakan media tersebut dalamtegi Komunikasi yang Efektif dengan tangga, pembantu rumah tangga dan ke- memotivasi pembentukan Pokja AMPL dimengundang kabupaten/kota baik yang lompok perempuan. Ada dua poster yang wilayahnya. Kelompok dari media akansudah memulai program AMPL maupun dihasilkan dengan tema membuang sam- menayangkan hasil produksi dalamyang baru akan memulai program AMPL. pah sembarangan akan mendatangkan siaran mereka masing-masing untuk me-Acara diselenggarakan di Kota Padang, bibit penyakit dan anda menzalimi te- motivasi kesadaran publik agar tidakpada 25-27 April 2008. tangga dan lingkungan sekitar. mencemari sumber air minum dan men- Acara ini sekaligus sebagai peringatan Sedangkan dikelompok limbah cair jaga kesehatan lingkungan. WH Percik Agustus 2008 35
    • S E P U TA R W E S - U N I C E F Pembelajaran Program WES-UNICEF dalam Penguatan Kapasitas Pemerintah dan Persiapan MasyarakatP ada tahun 2006 telah disepakati Bukan Sekedar Melibatkan Masya- menjadi sangat penting dalam men- perjanjian kerjasama antara pe- rakat dampingi masyarakat yang sudah mulai merintah Indonesia dengan Penguatan kapasitas pemerintah dae- mandiri tersebut. Untuk itu, kapasitasUNICEF yang kemudian dituangkan ke rah dimulai dengan dibentuknya Pokja pemerintah perlu dikuatkan agar dapatdalam Country Program Action Plan AMPL tingkat provinsi dan kabupaten di mengimbangi perkembangan dari pem-(CPAP). Kerjasama tersebut dilaksanakan setiap lokasi program. Diharapkan Pokja berdayaan masyarakat.pada beberapa bidang salah satunya adalah AMPL yang telah terbentuk akan dapatprogram berbasis masyarakat Water and mengkoordinasikan berbagai kegiatan Tahapan Pelaksanaan ProgramEnvironmental Sanitation (WES). yang terkait dengan AMPL, dimana WES WES: Sebuah Proses Program WES dimulai tahun 2006 adalah salah satunya. Melalui program Dikarenakan luasnya rentang kendaliberakhir pada tahun 2010 dengan target WES ini, serangkaian penguatan kapa- program WES batch II ini, Pokja AMPLmembangun 180 desa, 500 sekolah dasar, sitas Pokja AMPL daerah dilakukan de- dan UNICEF sepakat untuk menyusundan 70.000 penduduk kawasan kumuh. ngan bantuan teknis dari Pokja AMPL sebuah Project Implementation Do-Pada batch I (2006-2007), pelaksanaan Nasional, seperti Training on Trainers cument (PID) atau petunjuk pelaksanaandilakukan di NTT, NTB, Jawa Tengah dan (TOT) Perencanaan Strategis (Renstra) (Juklak) program. PID tersebut disepa-Yogyakarta. AMPL, MPA/PHAST, Community Led kati sebagai dokumen yang "hidup" dan Program WES di Yogyakarta telah Total Sanitation (CLTS), promosi kese- diharapkan akan menjadi dokumen yangselesai pelaksanaannya di tahun 2007, hatan, fasilitasi sekolah dan monitoring dapat mengakomodir berbagai hasil pem-sedangkan untuk NTT, NTB dan Jawa dan evaluasi partisipatif. belajaran dari pelaksanaan program diTengah, pelaksanaannya dilanjutkan Dalam hal persiapan masyarakat, khu- lapangan. Sehingga pada akhir masa pro-pada batch II. Pada batch II (2007- susnya untuk perubahan perilaku ma- gram didapatkan PID yang dapat2010), dengan adanya dukungan dari syarakat, terdapat beberapa hal yang dise- dijadikan panduan pelaksanaan bagi pro-pemerintah Belanda dan Swedia pakati untuk dilaksanakan, yaitu perlu gram sejenis lainnya.(Swedish International Development adanya kampanye kesehatan sebelum, sela- Secara garis besar, pelaksanaan pro-Corporation Agency/SIDA), Program ma dan sesudah masa konstruksi. Hal ini gram WES terbagi menjadi 6 tahapan,WES diperluas pelaksanaannya di 25 ditujukan agar seiring dengan adanya yaitu (i) tahap Roadshow; (ii) tahap per-kabupaten, dan 5 kota yang tersebar di 6 perubahan perilaku secara bertahap, maka siapan kelembagaan; (iii) tahap pengu-provinsi, yaitu Papua, Papua Barat, akan tercipta kebutuhan akan sarana air atan kapasitas pemerintah daerah; (iv)Maluku, NTT, NTB dan Sulawesi Selatan. minum dan sanitasi dari masyarakat. tahap pemilihan lokasi program (desa, Dalam pelaksanaan batch II, UNICEF Dengan demikian sarana yang akan terba- sekolah dan kawasan kumuh); (v) per-bekerjasama dengan Pokja Air Minum ngun akan sesuai dengan kebutuhan -- bu- siapan masyarakat; dan (vi) tahap pelak-dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) kan keinginan -- masyarakat. Selain itu, sanaan program. Kegiatan monitoringNasional mengkoordinasikan pelaksa- diharapkan akan terdapat rasa kepemilikan dan evaluasi sudah terintegrasi dalamnaan program WES tersebut. Belajar dari terhadap sarana yang cukup tinggi. masing-masing tahapan.pengalaman disepakati fokus dari pro- Pelibatan masyarakat mempunyai Program WES batch II dimulai de-gram WES bukan hanya pada pemba- dua makna penting yaitu pengambilan ngan serangkaian roadshow untuk menen-ngunan fasilitas AMPL, tetapi juga pada keputusan dan tanggung jawab. tukan daerah yang berminat dan mem-perubahan perilaku masyarakat dan pe- Pengambilan keputusan dilakukan punyai komitmen dalam melaksanakannguatan kapasitas pemerintah daerah. karena masyarakat sudah dapat membe- program tersebut. Seperti yang telah dise- Pengalaman selama ini menunjukkan dakan pilihan yang terbaik untuk butkan di atas, pada batch ini didapatkanbahwa pembangunan sarana AMPL tanpa memenuhi kebutuhan mereka. Sedang- 25 kabupaten dan 5 kota yang tersebar dididukung dengan perubahan perilaku kan tanggung jawab adalah komitmen 6 provinsi. Dari rangkaian roadshow ter-masyarakat, menyebabkan penggunaan masyarakat dalam menanggung segala sebut, kemudian disepakati beberapa halsarana yang tidak maksimal dan bahkan konsekuensi dari pilihan yang telah dite- yang akan menjadi tindak lanjut, yaitutidak digunakan sama sekali. tapkan. Peran pemerintah kemudian penyerahan surat komitmen dari setiap36 Percik Agustus 2008
    • S E P U TA R W E S - U N I C E Fdaerah, perekrutan konsultan pendamping tingkat provinsi Sedangkan untuk provinsi Papua, sampai saat ini pelak-(Project Officer), pembentukan Pokja AMPL daerah. sanaan kegiatan masih pada tahap persiapan kelembagaan. Beberapa tindak lanjut yang telah direncanakan, dalam Direncanakan dalam waktu dekat provinsi Papua akan melak-pelaksanaannya mengalami beberapa kendala, terutama terkait sanakan proses penguatan kapasitas pemerintah daerah.dengan penyusunan PID. PID tersebut mengalami keterlambat-an dalam penyusunannya, sehingga mengakibatkan terjadinya Pembelajaran Programpemahaman program yang berlainan antara lokasi satu dengan Berdasarkan kendala yang ada, kemudian Pokja AMPL danlokasi lainnya. Sementara, kegiatan terus dilaksanakan UNICEF mencoba untuk menata kembali mekanisme pengelo-berdasarkan pengalaman daerah dalam mengelola program. Hal laan program melalui pertemuan tinjauan Paruh Waktu pro-ini menyebabkan kesulitan bagi Pokja AMPL Pusat dan UNICEF gram WES yang dilaksanakan pada tanggal 2 Juni 2008.dalam mengkoordinasikan kegiatan. Terdapat tiga hal utama yang diidentifikasi sebagai akar per- Terlepas dari kesulitan dalam hal koordinasi, pelaksanaan masalahan, yaitu (i) waktu pelaksanaan program yang terlaluprogram di keenam provinsi masih berjalan sesuai dengan prin- singkat untuk program berbasis masyarakat dimana penekanansip pelaksanaan program secara umum. Sampai saat ini, pro- pada penguatan kapasitas dan persiapan masyarakat adalahvinsi NTT merupakan provinsi yang paling maju pelaksanaan- sangat penting; (ii) perlu adanya pemahaman yang sama me-nya dibandingkan kelima provinsi lainnya. Dikatakan paling ngenai tahapan pelaksanaan program; dan (iii) pengalokasianmaju bukan hanya dalam hal tahapan, tetapi juga dalam proses- anggaran yang berdasarkan kebutuhan dari setiap daerah.nya. Sebagai contoh, proses pemilihan lokasi desa dan sekolah Terkait waktu, pelaksanaan batch II, diperkirakan akan sele-yang tahun ini direncanakan sebagai lokasi pilot project, sai sekitar pertengahan tahun 2009. Diusulkan agar pada tahundilakukan melalui serangkaian proses yang ideal, yaitu melalui 2008, telah dilakukan pemilihan sisa target desa untuk dilak-proses long list, roadshow tingkat kabupaten dan penetapan sanakan pada tahun 2009, yaitu 4 desa dukungan UNICEF danlokasi. Hal ini patut dijadikan pembelajaran bagi provinsi lain- 2 desa replikasi oleh pemerintah kabupaten. Hal ini dimaksud-nya bukan semata karena prosesnya saja tetapi dampak yang kan agar sisa target desa tersebut dapat dilaksanakan dalamdihasilkan dengan adanya minat dan komitmen yang besar dari waktu 2 tahun, yaitu tahun pertama untuk penguatan kapasitasdesa dan sekolah yang terpilih. NTT saat ini sudah mulai mem- pemerintah daerah dan persiapan masyarakat, dan tahun keduapersiapkan kegiatan penyusunan rencana kerja masyarakat untuk pembangunan sarana AMPL.(RKM) di tingkat desa. Diperkirakan NTT akan dapat menyele- Untuk mendapatkan pemahaman yang sama terhadapsaikan pilot project ini pada awal tahun 2009. tahapan pelaksanaan program, akan dilakukan sosialisasi PID Provinsi Maluku, dan Papua Barat sampai saat ini telah berhasil pada akhir bulan Juni 2008 sekaligus sosialisasi pada semuamelaksanakan tahap persiapan kelembagaan dan penguatan kapa- pemangku kepentingan. Selain itu, akan dilakukan pula pene-sitas pemerintah daerah. Tahap persiapan kelembagaan di Maluku gasan komitmen daerah untuk melakukan replikasi program didan Papua Barat dilaksanakan melalui pembentukan Pokja AMPL tahun 2009 dengan memastikan dialokasikannya anggaranprovinsi dan kabupaten. Sedangkan untuk tahap penguatan kapa- untuk replikasi tersebut pada APBD tahun 2009.sitas, kedua provinsi tersebut telah melaksanakan beberapa TOT Pembelajaran yang dipetik selama ini adalah perlunyayang dipersyaratkan untuk melaksanakan program WES atau pro- pemahaman mendasar mengenai filosofi konsep berbasisgram sejenis lainnya. Walaupun proses pelaksanaan penguatan masyarakat dalam pembangunan AMPL. Pentingnya alokasikapasitas pemerintah daerah di Papua Barat terkesan sangat ter- waktu yang memadai untuk memastikan proses penguatan ka-batas dalam hal waktu dan biaya, tetapi diharapkan proses pe- pasitas pemerintah lokal dan persiapan masyarakat untuknguatan kapasitas yang telah dilaksanakan dapat ditindaklanjuti merubah perilaku, menjadi suatu keniscayaan dalam menjamindengan baik. Menurut informasi yang telah disampaikan kepada tidak terulangnya berbagai kegagalan yang telah dilakukanPokja AMPL Pusat dan UNICEF, saat ini kabupaten terpilih di sepuluh tahun yang lalu yang terabadikan melalui ratusanPapua Barat sedang menyusun Renstra AMPL. bahkan ribuan "monumen" AMPL. Pemahaman ini tentunya Provinsi Sulawesi Selatan dan NTB pada dasarnya telah melak- berlaku bagi seluruh pemangku kepentingan.sanakan tahap persiapan kelembagaan. Hal ini dikarenakan seba- Pembelajaran lain yang dapat dipetik adalah perlunya pema-gian besar kabupaten terpilih di kedua provinsi tersebut adalah dae- haman yang sama terhadap tahapan pelaksanaan program,rah binaan WASPOLA. Dua kabupaten baru di Sulawesi Selatan, khususnya program dengan rentang kendali yang sangat luas.kabupaten Luwu Utara dan Barru, juga telah menyusul kabupaten Keberadaan lokasi program yang tersebar di Indonesia Timurlainnya dengan membentuk Pokja AMPL dimasing-masing kabupa- juga merupakan pembelajaran lain yang perlu mendapat perha-ten. Sampai saat ini, kedua provinsi tersebut masih belum memasuki tian. Kondisi geografis, budaya dan pemahaman konsep berba-tahap penguatan kapasitas pemerintah daerah dikarenakan bebera- sis masyarakat dalam pembangunan AMPL yang masih dapatpa hal, yaitu mengenai kejelasan proses penguatan kapasitas dan dikatakan paradigma baru, ditambah lagi dengan adanya kebi-tahapan berikutnya, dan, khususnya NTB, fokus pelaksanaan jakan desentralisasi, memerlukan strategi khusus dalam me-kegiatan masih pada penyelesaian batch I. ngelola dan mengkoordinasikan program. FW Percik Agustus 2008 37
    • S E P U TA R S T B M Deklarasi Bebas BAB sembaranganC ommunity-Led Total Sanitation (CLTS) atau yang para fasilitator tidak lantas merasa menjadi ahli dalam hal diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia menjadi Sanitasi pemicuan. Banyak fasilitator yang dimobilisasi masih merasa Total Berbasis Masyarakat (STBM), sekali lagi menun- kurang percaya diri, dengan demikian masih terus dibutuhkanjukkan kesuksesannya. Terbangunnya jamban di setiap rumah kegiatan pendampingan.tangga menandai tercapainya kondisi dimana tidak ada lagiindividu yang melakukan buang air besar (BAB) di sembarangtempat secara terbuka. Kali ini, delapan desa di Kecamatan Tugu, KabupatenTrenggalek mendeklarasikan kemerdekaannya dari perilakubuang air besar sembarangan. Pada 14 Mei 2008, wargabersama aparat pemerintah berkumpul di Balai Desa Tumpukuntuk mendengarkan pembacaan deklarasi bebas buang airbesar secara terbuka (Open Defecation Free/ODF). Delapan desa di Kecamatan Tugu yang telah merdeka daribuang air besar sembarangan adalah Desa Tumpuk, DesaWinong, Desa Puru, Desa Gembleb, Desa Ngulan Kulon, DesaWonokerto, Desa Panggungsari, serta Desa Tegaren. Sebagaiapresiasi atas keberhasilan Desa Tumpuk menjadi yang pertamabebas buang air besar sembarangan, maka acara deklarasi ODFpun dilakukan di Balai Desa Tumpuk. Kemeriahan yang diselenggarakan warga desa dengan ban- Foto: Dyota Condrorinituan dana dari pemerintah ini merupakan sebuah reward(penghargaan) atas jerih payah warga untuk mengubah perilaku Tidak hanya untuk mendampingi para fasilitator melakukanbuang air besar secara terbuka menjadi buang air besar di jam- pemicuan, kegiatan pendampingan ini juga memiliki banyakban. manfaat dalam pencapaian kondisi ODF. Melalui pendamping- an, kegiatan verifikasi akses sanitasi masyarakat menjadi lebihStrategi Pemicuan dengan Metode Percepatan mudah untuk dilaksanakan. Selain itu, pendampingan juga Pendekatan STBM sudah luas dikenal sebagai salah satu membantu pengumpulan dan pelaporan data sarana sanitasipendekatan perubahan perilaku melalui metode pemicuan ter- (jamban) yang tersedia. Kegiatan pendampingan juga berperanhadap aspek rasa jijik, rasa malu, harga diri dan aspek agama. untuk menjembatani komunikasi kabupaten dengan pemerin-Meskipun demikian, warga yang dipicu tidak selalu langsung tah pusat.menunjukkan perubahan perilaku. Terkadang ada saja warga Namun, sangat disayangkan karena masa pendampingan iniyang membandel atau tidak menggubris pemicuan tersebut. dirasakan masih terlalu singkat. Oleh karena itu, diharapkan keOleh karena itu, di Kabupaten Trenggalek ini, pemicuan tidak depannya masa pendampingan dibuat lebih panjang untukdilakukan sekali saja. Pemicuan dilakukan sampai empat kali di dapat memaksimalkan program.setiap desa. Melalui metode percepatan ini, masukan berupa dana dari Rencana Tindak LanjutAPBD untuk program STBM sebesar Rp 150.641.500 dalam Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat di Kabupatenwaktu 5 bulan dalam bentuk kegiatan fasilitasi telah meng- Trenggalek tidak akan berhenti setelah berhasil membuat dela-hasilkan keluaran berupa dana pembangunan jamban oleh pan desa bebas dari perilaku buang air besar sembarangan.masyarakat sebesar Rp 1.528. 500.000. Kabupaten Trenggalek memiliki visi untuk menjadikan kabu- Selain itu, satu hal yang cukup membanggakan dari program paten ini bebas buang air besar sembarangan pada 2009 danSTBM yang berlangsung di Kecamatan Tugu, Kabupaten mencapai Trenggalek Sehat pada 2010.Trenggalek ini adalah cakupan bebas buang air besar di delapan Untuk itu, Kabupaten Trenggalek telah menyiapkan pelatih-desa mencapai 20 komunitas dari 30 komunitas sasaran. an untuk menciptakan fasilitator-fasilitator baru sejumlah 29Hebatnya, terdapat tambahan empat komunitas yang mencapai fasilitator. Pengajuan anggaran untuk melakukan pemicuanODF yang awalnya tidak menyatakan peminatan. berikutnya pun menjadi agenda mengembangkan program STBM. Sehingga, target seluruh desa di Kabupaten TrenggalekPendampingan dari Pusat telah memperoleh pemicuan pada akhir Desember 2008 akan Meskipun sudah dibekali pelatihan dan praktek uji coba, terwujud. Dyota Condrorini38 Percik Agustus 2008
    • S E P U TA R J E J A R I N G Lokakarya Sanitasi Total Berbasis Masyarakat dan Peluncuran Gugus Tugas Kesehatan dan HigienitasS anitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan sebuah gerakanperubahan menuju pola hidup yang ber- sentasi mengenai draft strategi nasional STBM. Presentasi dilakukan oleh Ka- subdit Penyehatan Air, Zainal Nampira.sih dan sehat. Terdapat lima pilar dalam Presentasi singkat tersebut ditindaklan-gerakan STBM ini, yaitu perilaku buang juti dengan diskusi terfokus yang meru-air besar di jamban, cuci tangan pakai sa- pakan agenda acara berikutnya.bun, pengolahan air minum skala rumah Di dalam draft Strategi Nasionaltangga, pengolahan air limbah skala ru- STBM, dinyatakan bahwa terdapat 6mah tangga dan pengolahan sampah ska- komponen strategi, yaitu: (i) Penciptaanla rumah tangga. Kelima pilar ini telah Lingkungan yang Kondusif; (ii) Pe-banyak dilaksanakan oleh berbagai pi- ningkatan Kebutuhan; (iii) Peningkatanhak, namun pelaksanaannya sendiri ma- Para peserta Lokakarya Sanitasi Total Berbasis Penyediaan; (iv) Pengelolaan Penge- Masyarakat (STBM), Puncak 26-27 Mei 2008.sih belum terkoordinasi dengan baik. Foto: Dyota Condrorini tahuan; (v) Pembiayaan; (vi) Monitoring Terkait dengan hal tersebut, telah di- dan Evaluasi.susun suatu strategi nasional STBM yang Lingkungan, Departemen Kesehatan secara Dalam lokakarya ini disusun pula ren-akan menjadi landasan gerak para pelaku resmi membuka lokakarya tersebut. cana kerja STBM selama tahun 2008.STBM. Pada lokakarya STBM ini, strategi Pada kesempatan ini, diluncurkan pu- Rencana kerja ini merupakan rencananasional STBM tersebut disosialisasikan ke- la salah satu gugus tugas dari Jejaring Air kerja bersama, yang berarti di dalamnyapada para stakeholder STBM dengan tu- Minum dan Penyehatan Lingkungan tidak hanya terdapat rencana kerja darijuan untuk memperoleh masukan-masuk- (AMPL), yaitu Gugus Tugas Kesehatan instansi pemerintah, namun juga darian dari para pelaksana STBM itu sendiri. dan Higienitas (GTKH). Gugus Tugas ini para pelaku lainnya seperti organisasi Acara lokakarya ini diawali dengan berada di bawah koordinasi Direktorat nonpemerintah maupun institusi pen-sambutan oleh Oswar Mungkasa yang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan didikan. Dengan demikian diharapkanmewakili Direktur Permukiman dan Peru- Lingkungan, Departemen Kesehatan. tercipta koordinasi, kerjasama dan kola-mahan Bappenas selaku Ketua Kelompok Setelah pengenalan mengenai Je- borasi antar pemangku kepentingan,Kerja Air Minum dan Penyehatan Ling- jaring AMPL dan peluncuran Gugus Tu- demi peningkatan profil AMPL di In-kungan. Selanjutnya, Direktur Penyehatan gas GTKH, acara dilanjutkan dengan pre- donesia. DYO/DHA Pertemuan Gugus Tugas Pengelolaan Sampah: Prioritas PP terhadap UU PersampahanS etelah diluncurkan Januari lalu pada saat Lokakarya Persampahan,Gugus Tugas Pengelolaan Sampah dilakukan dengan cara memberikan nilai terhadap rencana sebelas peraturan pemerintah dan mengurutkan berda- Peraturan pemerintah mengenai pembi- ayaan penyelenggaraan pengelolaan sam- pah dan peran masyarakat dalam pe-(GTPS) kembali mengadakan perte- sarkan rangking dengan poin terbanyak. ngelolaan sampah mendapatkan poinmuan pada tanggal 9 Mei 2008. Per- Kriteria prioritisasi disusun berdasarkan tertinggi dan menempati tingkat skalatemuan yang diadakan di kantor ESP/ dampak terhadap kualitas kesehatan dan prioritas yang pertama.USAID tersebut dihadiri oleh perwa- sosial masyarakat, pertumbuhan ekono- Hasil dari pertemuan GTPS ini, seba-kilan dari berbagai lembaga seperti mi rakyat, kualitas daya dukung ling- gai tindak lanjut, akan disampaikanDana Mitra Lingkungan (DML), Ya- kungan dan kapasitas kelembagaan dae- dalam bentuk rekomendasi kepada parayasan Perisai, IATPI, ISSDP, Mercy rah dengan skala 1 sampai 5. pengambil keputusan dalam suatu perte-Corps, Pokja AMPL dan ESP. Setelah melakukan identifikasi, dilan- muan khusus yang akan dilakukan dalam Pada pertemuan itu dibahas menge- jutkan dengan diskusi yang cukup pan- waktu dekat. Upaya ini dilakukan sebagainai prioritisasi peraturan pemerintah ter- jang, pertemuan tersebut menghasilkan salah satu bentuk dukungan GTPS untukhadap UU No. 18 tahun 2008 tentang prioritisasi rencana sebelas peraturan mewujudkan Indonesia yang terbebasPersampahan. Prioritisasi tersebut pemerintah terhadap UU Persampahan. dari permasalahan sampah. DHA Percik Agustus 2008 39
    • S E P U TA R A M P L 2 3 1 4 (1) Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto memberikan sambut- an pada Hari Air Dunia 2008. (2) Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, dan bebe- rapa pejabat eselon menghadiri peringatan HAD 2008. (3) Lomba pemilahan sampah antardirektorat Departemen Pekerjaan Umum. (4) Penyanyi balada, Nugie, turut menyemarakkan HAD 2008. Foto-foto: Dini Haryati Acara Puncak HARI AIR DUNIA 2008A cara Puncak Hari Air Dunia 2008 merupakan motor penggerak diselenggarakan pada Jumat, 16 pembangunan sanitasi saat ini. Mei 2008 di halaman kantor Pemerintah pusat hanya membantuDepartemen Pekerjaan Umum, Jl. pemerintah daerah yang betul-betulPattimura No. 20-27, Kebayoran Baru, ingin membangun dan memelihara.Jakarta Selatan. Acara ini diawali dengan Usai sambutan, rentetan acaralaporan oleh Ketua Panitia Nasional HAD yang berhubungan dengan Hari Air2008, Staf Ahli I Departemen Pekerjaan ditampilkan, diantaranya kampanyeUmum Mochamad Amron. "Cuci Tangan Pakai Sabun" oleh Pejabat Acara yang dikemas dengan cukup Setelah laporan Ketua Panitia Tingkat Eselon 1. menarik ini setidaknya dapat mening-Nasional HAD 2008, disampaikan Dengan diiringi lagu Cuci Tangan galkan pesan sekaligus peringatan bagisambutan dari Menteri Negara Pakai Sabun, dalam kampanye tersebut kita semua. Bahwa ketersediaan sumberPemberdayaan Perempuan dan dilan- para pejabat eselon 1, dengan didampingi daya air saat ini telah mengalamijutkan dengan sambutan dari Menteri oleh murid SDI Al Azhar, Jakarta Selatan, degradasi akibat pencemaran yang terja-Pekerjaan Umum. Dalam sambutannya, diminta untuk menunjukkan cara cuci di secara terus menerus. Tentunya hal iniDjoko Kirmanto mengingatkan pada tangan pakai sabun dengan baik dan menjadi tanggung jawab bersama untuksemua pihak akan pentingnya sanitasi benar. menjaga dan memperbaikinya. Manfaatdalam menjaga kelangsungan ketersedi- Selain itu, diadakan pula lomba pemi- yang diperoleh tentu tidak dapat lang-aan air bersih dan masalah sanitasi yang lahan sampah antardirektorat sung dirasakan oleh kita. Akan tetapi adamerupakan permasalahan bersama Departemen Pekerjaan Umum, parodi yang lebih penting. Siapa lagi kalausehingga sudah tidak harus diselesaikan bertemakan "Sanitasi Jawabannya" dan bukan anak cucu kita. Jika kita membuatsecara sektoral. penampilan penyanyi ibukota, Nugie, saluran sanitasi yang bagus sejak seka- Lebih lanjut dalam sambutannya, ia yang menyanyikan lagu-lagu bertemakan rang, maka air tanah di masa yang akanmengatakan bahwa inisiatif daerah lingkungan. datang tidak akan pernah tercemar. DH40 Percik Agustus 2008
    • S E P U TA R A M P L Hari Lingkungan Hidup SeduniaH ari Lingkungan Hidup Sedunia setempat untuk membicarakan topik se- belahan kutub. Kota yang menjadi tuan (HLHS) pada tahun 2008 ini putar pendidikan, makanan, trans- rumah perayaan HLHS saat itu adalah telah menginjak usia yang ke- portasi, energi dan peningkatan kesadar- Tromse, Norway yaitu sebuah kota yang36 sejak dicetuskan pertama kali tahun an publik. terkenal sebagai pintu gerbang menuju1972 melalui konferensi PBB. Tema pe- Selama 36 tahun perayaan Hari Ling- kutub utara.rayaan tiap tahun pun beragam. Tahun kungan Hidup Sedunia, topik yang diu- Adapun agenda besarnya bagaimana2008 perayaan HLHS direncanakan sung cukup beragam dan biasanya dise- menghadapkan pada semua orang isuberlangsung di ibukota New Zealand, suaikan dengan isu hangat yang berkem- lingkungan hidup sekaligus menjadikanWellington, dengan mengusung tema bang pada tahun tersebut. Untuk menge- masyarakat dunia sebagai agen dalam"CO2, Kick the Habit! Towards a Low tahui bagaimana tindak lanjut perayaan mewujudkan pembangunan yang seim-Carbon Economy". HLHS pada tahun sebelumnya, maka bang dan berkelanjutan sehingga dapat Pemilihan New Zealand sebagai tem- akan diulas secara singkat topik-topik pe- mengubah perilaku untuk selalu berpe-pat penyelenggaraan dikarenakan New rayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia gang teguh pada prinsip-prinsip keles-Zealand merupakan negara pertama yang pada dua tahun terakhir. tarian lingkungan.berjanji menjadikan wilayahnya bebas Acara perayaan juga diramaikan pa-dari gas karbon dan sangat fokus pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia rade sepeda, konser "hijau", perlombaanmanajemen hutan sebagai tools untuk 2007 membuat artikel dan poster lingkunganmereduksi efek rumah kaca. Topik Hari Lingkungan Hidup pada hidup yang diadakan di sekolah-sekolah, Perayaan pada 5 juni 2008 ini akan tahun itu "Melting Ice-A Hot Topic" ("Es menanam pohon dan kampanye daurdipenuhi beragam aktivitas. Diantaranya Mencair. Waspadalah!"). Tahun itu, pera- ulang.presentasi dari rumah ke rumah yang yaan difokuskan pada isi perubahan iklimakan dilakukan organisasi lingkungan yang akan memicu mencairnya es di Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2006 Tahun 2006 tema yang diusung Penganugerahan Kalpataru dan Adipura "Dont Desert Dryland". Menyusutnya padang pasir dan lahan kering memang T epat pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2008, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahkan penghargaan pelestarian lingkungan atau sudah mengkhawatirkan. Tidak seperti Kalpataru kepada sembilan orang dari berbagai provinsi dan tiga LSM di Istana air dan udara yang notabene dapat diber- Negara, Jakarta, Kamis, 5 Juni 2008. sihkan maka kerusakan tanah membu- Kalpataru dibagi dalam empat kategori, yaitu perintis lingkungan, pengabdi lingkung- an, penyelamat lingkungan, dan pembina lingkungan. Untuk kategori perintis lingkungan, tuhkan ribuan tahun untuk memper- diserahkan kepada Cukup Rudiyanto dari Indramayu Jawa Barat, Sriyatun dari Surabaya baikinya. Jawa Timur, Abu Wenna dari Wajo Sulawesi Selatan, Theresia Mia Tobi dari Flores Timur Sebagai informasi tambahan bahwa Nusa Tenggara Timur, dan Abbas H Usman dari Indragiri Hilir Riau. Kategori pengabdi lingkungan diberikan kepada Jadjit Bustami dari Bondowoso Jawa 40 persen permukaan bumi diliputi lahan Timur, Lalu Selamat dari Dompu Nusa Tenggara Timur, dan Muthalib Ahmad dari Banda Aceh kering dan padang pasir. Oleh karena itu Nangroe Aceh Darussalam. perayaan yang dilangsungkan di Algeria Kategori penyelamat lingkungan diberikan kepada masyarakat dari Desa Pekraman Buahan Bangli Provinsi Bali, kelompok tani Argo Mulyo dari Madiun Jawa Timur, dan LSM ini memfokuskan pada topik tersebut. Bahtera Melayu dari Bengkalis Provinsi Riau. Sedangkan kategori pembina lingkungan diberikan kepada Angerius Takalapeta dari Alor Nusa Tenggara Timur. Tindak Lanjut Perayaan HLHS: Apa Selain Kalpataru, juga diberikan penghargaan Adipura. Untuk kategori kota Metropolitan diberikan pada Kota Palembang, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Surabaya, dan Bagaimana Lingkungan Kita Jakarta Utara, dan Jakarta Pusat. Kini? Kategori kota besar diberikan kepada Pekanbaru, Padang, dan Batam. Untuk kategori Setidaknya itulah isu yang diangkat kota sedang ada 28 kota penerima penghargaan Adipura dan kategori kota kecil terdapat 57 kota. pada perayaan Hari Lingkungan Hidup Menurut data Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH), sejak Kalpataru diberikan Sedunia selama dua tahun terakhir. Isu kepada perseorangan dan kelompok masyarakat yang memperjuangkan lingkungan hidup beragam yang diangkat disesuaikan de- pada tahun 1980, sedikitnya 240 orang dan kelompok telah menerima penghargaan ini. BW/dari berbagai sumber ngan topik yang sedang booming pada waktu itu. Percik Agustus 2008 41
    • S E P U TA R A M P L Dua tahun telah berlalu sejak pera- noksida. Emisi gas buang ini yang mem- tengah dari yang tersisa masih terancamyaaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di buat kenaikan suhu permukaan bumi, kebakaran, penebangan komersial, dantahun 2006 dengan tema Cegah Me- termasuk kerusakan lapisan ozon di at- pembukaan hutan untuk kebun kelapanyusutnya Padang Pasir dan Lahan mosfer bumi. sawit.Kering. Perbaikan 40 persen permukaan Dunia industri membabat habis se- Penghancuran hutan inilah sumberbumi tersebut belum juga tuntas. Justru mua sumber daya yang ada di bumi. Tak malapetaka sebenarnya. Oksigen yangsemakin diperparah dengan adanya efek hanya sumber bahan bakar fosil seperti merupakan elemen penting bagi hiduprumah kaca dan pemanasan global. minyak bumi, tapi juga hutan. Hingga manusia mulai menipis. Kenyataan ituMasalah baru muncul: es mencair, dan saat ini hutan yang masih tersisa tak lebih berbanding terbalik dengan semakinpermukaan air naik. Kedua permasalah- dari enam persen dari permukaan bumi, tinggi gas emisi rumah kaca yang justruan ini memicu akibat yang sama: berku- dan merupakan rumah bagi 30 juta spe- berpotensi menghancurkan kehidupan.rangnya lahan hidup bagi penghuni sies dan menyediakan 20 persen hingga Tunggu apalagi, mari kita mulai sejakdunia. 30 persen oksigen bagi dunia. saat ini. Mulailah dari hal-hal sekecil Pencairan es di permukaan bumi Pada tahun ini buku rekor dunia mungkin. Seperti membuang sampahmenjadi sorotan dalam Hari Lingkungan Guiness akan memasukkan Indonesia se- pada tempatnya atau dengan mengurangiHidup Sedunia 2007. United Nations bagai negara dengan tingkat penghancur- penggunaan kendaraan bermotor. KitaEnvironment Program (UNEP) mengu- an hutan tercepat di antara negara-ne- jadikan Hari Lingkungan Hidup Seduniasung tema "Es Mencair, Waspadalah!". gara yang memiliki 90 persen dari sisa di tahun 2008 ini menjadi titik awal yangPeringatan puncaknya telah digelar di hutan dunia. Greenpeace mencatat, se- tak akan berkesudahan untuk menjagaTromso, Norwegia. Sama halnya dengan tiap jam Indonesia menghancurkan luas kelestarian lingkungan hidup. Selamatudara, air, dan tanah, es juga memiliki hutan yang setara dengan 300 lapangan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.peran penting dalam membentuk ling- sepak bola. Sebanyak 72 persen dari hu- Willy dari berbagai sumberkungan di planet ini. tan asli Indonesia telah musnah dan se- Es, dalam bentuk lautan, gletser,bongkahan, atau salju memantulkan pa-nas matahari. Sebaliknya permukaan lautyang kelam serta permukaan tanah yang S ejak dirayakan pertama kali pada tahun 1972, topik-topik yang diangkat adalah sebagai berikut: 1996 - Our Earth, Our Habitat, Our Home 1995 - We the Peoples: United for the Global Environmenttidak tertutup es menyimpan panas, dan 2007 - Melting Ice-a Hot Topic? 1994 - One Earth One Familymenaikkan suhu bumi. Bila lapisan es 2006 - Deserts and Desertification-Dont 1993 - Poverty and the Environment- Desert Drylands! Breaking the Vicious Circlemenghilang, bumi akan terus menyimpan 2005 - Green Cities-Plan for the Planet! 1992 - Only One Earth, Care and Sharepanas matahari. Semakin tinggi suhu 2004 - Wanted! Seas and Oceans-Dead or 1991 - Climate Change. Need forbumi, kian banyak es yang akan terus Alive? Global Partnership 2003 - Water-Two Billion People are 1990 - Children and the Environmentmencair, dan akan terus memicu pema- Dying for It! 1989 - Global Warming; Global Warningnasan global. 2002 - Give Earth a Chance 1988 - When People Put the Environment Kenaikan suhu bumi memang sudah 2001 - Connect with the World Wide First, Development Will Last Web of Life 1987 - Environment and Shelter: More Thandiramalkan banyak pihak. Penggunaan 2000 - The Environment Millennium- A Roofbahan bakar yang terus meningkat sejak Time to Act 1986 - A Tree for Peacemenggeliatnya dunia industri di berbagai 1999 - Our Earth-Our Future-Just Save It! 1985 - Youth: Population and the 1998 - For Life on Earth-Save Our Seas Environmentbelahan bumi memicu emisi gas buang 1997 - For Life on Earth 1984 - Desertificationseperti karbon dioksida dan karbon mo- 1983 - Managing and Disposing Hazardous Waste: Acid Rain and Energy 1982 - Ten Years After Stockholm (Renewal of Environmental Concerns) 1981 - Ground Water; Toxic Chemicals in Human Food Chains 1980 - A New Challenge for the New Decade: Development Without Destruction 1979 - Only One Future for Our Children- Development Without Destruction 1978 - Development Without Destruction 1977 - Ozone Layer Environmental Concern; Lands Loss and Soil Degradation 1976 - Water: Vital Resource for Life 1975 - Human Settlements 1974 - Only one Earth Kota Wellington, New Zealand dilihat dari atas. (Sumber: www.wikipedia.com)42 Percik Agustus 2008
    • S E P U TA R A M P L Hari Bumi 2008T anggal 22 April adalah sebuah tanggal dalam setahun yang tidak semua orang ingat ada apa pada tanggal tersebut. Mungkin untuk para penggiat lingkungan tang-gal tersebut tidaklah asing bagi mereka. Sejak Tahun 1970 sudah didengung-dengungkan himbauanuntuk melestarikan lingkungan air, bumi dan udara, serta aksi-aksi di seluruh dunia yang intinya bagaimana cara membuatbumi menjadi lebih sehat. "Hari Bumi". Ya, begitu mereka menyebutnya. Diharapkandisetiap perayaan Hari Bumi, bumi tidak semakin bertambah Foto: Bowo Leksono"sakit" akibat ulah para penghuninya sendiri. Hari Bumi diperingati untuk lebih menyadarkan kita akan pada tahun 1969 di Seattle, Amerika Serikat. Saat itu, ia meng-perilaku sehari-hari terhadap bumi tempat tinggal kita. usulkan agar diberlakukan secara nasional apa yang disebut Banyak hal tidak baik yang dilakukan terhadap bumi, seper- teach in, yaitu sesi kuliah tambahan yang membahas tema-temati penebangan hutan yang tidak terkontrol, penggunaan bahan- kontroversial yang sedang hangat, khususnya tema lingkunganbahan kimia yang berbahaya bagi ozon, pemborosan sumber hidup.energi seperti air dan minyak bumi, serta pembuangan limbah Gagasan Nelson mendapat dukungan luar biasa dari masya-secara sembarangan. rakat sipil. Inilah embrio lahirnya Hari Bumi. Karena setahun Pada hari tersebut kita diingatkan akan dampak negatif dari kemudian tepatnya 22 April 1970, jutaan orang turun ke jalan,perlakuan kita sendiri terhadap keberadaan planet yang kita berdemonstrasi memadati Fifth Avenue, New York. Tidaksinggahi. Dampak yang paling dirasakan saat ini adalah yang kurang 1500 perguruan tinggi dan 10 ribu sekolah berpartisipasisering disebut pemanasan global atau global warming. berunjuk rasa di New York, Washington, dan San Fransisco. Pemanasan global terjadi karena adanya efek gas rumah Majalah Time menulis sekitar 20 juta orang turun ke jalankaca. Konsentrasi gas rumah kaca ini menghambat pantulan pada hari itu, bersama-sama mencanangkan Hari Bumi danradiasi matahari dari bumi ke angkasa, maka akumulasi radiasi menyerukan protes untuk memulai sebuah "revolusi hijau".panas ini terjebak di udara yang menyebabkan panas berlebih. Peringatan Hari Bumi pertama kali pada tahun 1970 dinilai Banyak cara untuk dapat menekan emisi gas rumah kaca, merupakan puncak kejayaan gerakan lingkungan hidup eradiantaranya dengan mengurangi kadar karbondioksida (CO2) di 1960-an.udara. Salah satu caranya dengan menggunakan kendaraan Fenomena gerakan Hari Bumi pertama kali Amerika Serikatyang bebas polusi sesering mungkin atau menggunakan tersebut, lahirlah berbagai kelompok besar pelestari lingkungankendaraan yang ramah lingkungan dan juga hemat energi. hidup, antara lain Environmental Action (di Washington, 1970), Tapi yang lebih penting lagi adalah perubahan perilaku kelompok Greenpeace (kelompok pelestari lingkungan yang di-manusia penghuni bumi ini. Mulailah berhemat air, daur ulang kenal radikal dan militan, lahir pada 1971), Environmentalistsampah, hentikan penebangan hutan ilegal, efisiensikan peng- for Full Employment (kelompok penentang industrialisasi, lahirgunaan sumber energi seperti listrik dan BBM, jangan menggu- 1975), Worldwatch Institute (pusat penelitian dan studi yangnakan bahan perusak ozon, serta jangan membuang limbah mengumpulkan berbagai informasi ancaman lingkungan global,sembarangan. 1975), dan masih banyak lagi kelompok pemerhati lingkungan Dengan demikian, kita sudah ikut serta mengurangi yang lain.kerusakan di bumi ini. Semoga di tahun mendatang, kita masih Gerakan yang monumental ini menurut Nelson, yang me-bisa memperingati Hari Bumi di bumi yang masih sehat dan ninggal pada 4 Juli 2005 di usia 89 tahun, sebagai "ledakan akarmenjadi dambaan semua penghuninya. rumput yang sangat mencengangkan". Tak salah bila Nelson disebut sebagai Bapak Hari Bumi Internasional. Dan hingga saatSejarah Hari Bumi ini, setiap 22 April, negara-negara di seluruh dunia mem- Berawal dari pidato Senator Wisconsin, Gaylord Nelson peringatinya. MCH Percik Agustus 2008 43
    • S E P U TA R A M P L Peletakan Batu Pertama Jamban SekolahP eletakan batu pertama percontohan jamban sekolah dalam rangka pening-katan fasilitas sanitasi sekolah dan ling- sudah dilakukan pemerintah pusat pada daerahnya.kungan dipusatkan di SD N Sepatan I Ka- Pancingan bagi Pemdabupaten Tangerang pada Rabu, 7 Mei 2008. Rombongan dari pusat terdiri dari SIKIBSelain SD N Sepatan I, juga SD N Sepatan IV dan Departemen PU. Tampak Ketua SIKIBdan V, serta SD N Kedaung I dan III. Murniati Widodo AS, Lis Djoko Kirmanto, Kegiatan dalam rangka Seabad Ke- Erna Budi Yuwono, dan Erna Witoelar. Turutbangkitan Nasional dan Tahun Sanitasi hadir Dirjen Cipta Karya Ir. Budi Yuwono.Internasional 2008 ini digelar Solidaritas Koordinator Program IndonesiaIstri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) Hijau dan Bersih SIKIB Erna Witoelarmelalui Program Indonesia Hijau dan mengatakan memilih Sepatan karenaBersih bekerja sama dengan Departemen daerah ini rawan soal kebersihan danPekerjaan Umum. kerap terjadi wabah kolera dan demam Wakil Bupati Tangerang H. Rano Kar- berdarah. "Di sini kepedulian soal sani-no mengungkapkan kebahagiaan namun tasi kurang diperhatikan terutama dijuga rasa malu. "Daerah di sini termasuk Ketua SIKIB Murniati Widodo AS didampingi Wakil sekolah-sekolah," ujarnya.daerah bolbon, beol di kebon," katanya Bupati Tangerang H. Rano Karno Erna mengharapkan bantuan satu unit meletakkan batu pertama. Foto: Bowo Leksono.yang diikuti tawa ratusan warga sekolah. jamban senilai Rp 150 juta ini sebagai Namun, lanjut Bang Rano, panggilan di bawah pohon," tegasnya yang kembali pancingan bagi pemerintah daerah untukakrab wakil bupati yang sekaligus aktor terdengar riuh tawa penghuni sekolah. kemudian melanjutkan pembangunan jam-ini merasa yakin bila kita masih mempu- Bang Rano yang mewakili Bupati Ta- ban di sekolah-sekolah lainnya yang mem-nyai rasa malu berarti masih mempunyai ngerang mengharapkan bantuan jamban butuhkan. "Selain itu yang lebih pentingrasa tanggung jawab. "Setelah jamban sekolah bermanfaat bagi peningkatan adalah jamban benar-benar dipakai dansekolah kalian nanti berdiri, bapak tidak pendidikan di lingkungan sekolah. Pihak- dipelihara kebersihannya," tuturnya. BWingin mendengar anak laki-laki kencing nya akan berusaha meneruskan apa yang Jamban Sekolah yang Kotor dan Bau S inta yang masih duduk di bangku kelas II SD N Sepatan V, tersipu keti- ka ditanya dimana buang air besar saat di airnya kadang juga tidak ada," ungkap Husni. Kondisi yang diungkapkan Husni inilah yang menyebabkan ia dan semua sekolah? Ia pun terpaksa pulang ke penghuni sekolah merasa tidak nyaman rumah yang jaraknya tak jauh dari seko- dalam membuang hajat. lah. Terakhir, kondisi di SD N Sepatan I, Berbeda dengan Husni dan kedua tidak ada jamban bagi siswa dan guru. temannya yang tampak akrab. Husni Siswa buang air di belakang sekolah, yang bersekolah di SD Sepatan I dan sementara guru numpang di kantor duduk di bangku kelas III dan teman- PGRI. Sementara SD N Sepatan V yang teman laki-lakinya ini akan lari ke be- memang satu kompleks dengan SD N lakang sekolah setiap kali hendak buang Sepatan I, terdapat enam jamban namun air besar. tidak berfungsi karena mampet dan Para dokter kecil dari SDN Sepatan I "WC di sekolah kotor, bau, terus penuh. BW Tangerang. Foto: Bowo Leksono44 Percik 2008 Agustus
    • S E P U TA R A M P L Lokalatih Penyusunan Renstra AMPL di Kabupaten Barru melalui misi i) meningkatkan cakupan pelayanan AMPL, ii) meningkatkan peran serta masyarakat dan iii) membu- dayakan perilaku hidup bersih dan sehat. Untuk menentukan isu dan kebijakan strategis, peserta melakukan analisa mendalam terhadap kondisi internal dan eksternal pembangunan AMPL. Identifikasi dan analisa kekuatan dan kelemahan dilakukan untuk mengetahui kondisi internal, sedangkan kondisi ekternal diketahui dengan melakukan identifikasi dan analisa peluang dan tan- Foto: Dok/WASPOLA tangan. Analisa ini dikenal sebagai analisisP entingnya sinergitas pengelolaan masi sektor di Indonesia. Kegiatan SWOT (Strength, Weakness, Opportu- dan koordinasi sektor AMPL men- lokalatih ini sendiri merupakan ker- nity and Threat). Hasilnya, antara lain jadi hal yang sangat mendesak jasama Kelompok Kerja (Pokja) AMPL pada tabel berikut:dilakukan di Kabupaten Barru agar INTERNAL EKSTERNALtujuan optimal pembangunan air minum K E K U ATA N KELEMAHAN PELUANG ANCAMANdan penyehatan lingkungan (AMPL) yang Jumlah SDM tersedia Rendahnya kapasitas apa- Adanya kebijakan Peme- Konflik kepentingan da-berkelanjutan dapat tercapai. Hal ini Potensi sumber daya air rat fungsional dalam pe- rintah Pusat tentang lam pemanfaatan sumber tersedia ngelolaan program AMPL AMPL daya airterungkap dalam lokakarya dan pelatihan Komitmen pemerintah yang berkelanjutan Peluang kemitraan de- Kebijakan AMPL tidak ja-(lokalatih) penyusunan rencana strategis daerah dalam melak- Keterbatasan dana ngan swasta dan lembaga lan/tidak direspon sanakan program AMPL Belum adanya kebijakan honor Sarana AMPL yang tidak(Renstra) AMPL di Kabupaten Barru, Iklim kepemimpinan yang daerah yang mengatur Kebutuhan pemenuhan berkelanjutanSulawesi Selatan, yang dilaksanakan sela- kondusif keberlanjutan AMPL air minum yang semakin Semakin besarnya kebu- Berbasis Masyarakat meningkat tuhan investasi untuk pe-ma 5 hari, 14-18 April 2008, di Pare-pare. Lemahnya koordinasi Dukungan masyarakat menuhan layanan AMPL Lokalatih Renstra AMPL ini dibuka dalam pengelolaan pro- terhadap program pem- penduduk yang semakin gram AMPL yang berke- bangunan AMPL yang ber- meningkat.Kepala Bappeda Kamil R yang menyata- lanjutan kelanjutan Produktivitas layanan airkan kegiatan AMPL memerlukan keterli- minum semakin menurun.batan multipihak dan perlu dipayungiperencanaan yang komprehensif dan ter- Kabupaten Barru, Pokja AMPL Pusat dan Dari hasil analis SWOT, pesertaintegrasi. "Renstra SKPD masih sektoral, WES-Unicef. mengembangkan isu strategi, kebijakanuntuk itu kita memerlukan Renstra pro- Hasil diskusi peserta ketika strategis dan program strategis. Empat pro-gram terutama AMPL," katanya. melakukan identifikasi dan analisa per- gram strategis yang disepakati dalam pela- Tujuan pelatihan membekali anggota masalahan AMPL yaitu tidak sekedar tihan ini dikembangkan lebih lanjut dalamPokja AMPL Kabupaten Barru dengan sarana yang tidak berfungsi, tetapi juga kegiatan strategis. Kegiatan strategis inimetode penyusunan Renstra AMPL, tidak adanya koordinasi dengan baik. akan dijadikan acuan dalam penyusunankemampuan analisa masalah sektor Hasil dari diskusi dipetakan menjadi program dan kegiatan dalam SKPD terkait.AMPL dan sekaligus mampu menyusun tujuan pembangunan AMPL di Untuk merumuskan dan finalisasiRenstra AMPL. Kabupaten Barru. Hasilnya rumusan visi Renstra, disepakati dibentuk tim peru- Lokalatih yang dikembangkan dengan misi. mus yang dikoordinasi Bappeda.metode partisipatif, pendidikan orang Adapun visi yang ingin dituju, yaitu Anggotanya lintas sektor/instansi. Selaindewasa dan dinamis ini difasilitasi "terpenuhinya air minum dan lingkungan itu pada lokalatih ini dirumuskan keang-WASPOLA, yaitu program yang berfokus sehat yang berkelanjutan Kabupaten gotaan dan struktur Pokja AMPLpada pembangunan kebijakan dan refor- Barru 2015" yang akan diwujudkan Kabupaten Barru. DHS Percik Agustus 2008 45
    • S E P U TA R A M P L Pelatihan STBM sedangkan implementasinya dilakukan sehat sejak dini, termasuk cuci tangan bagi Calon Mahasiswa melalui SKPD terkait. pakai sabun (CTPS). Untuk mendukung program ini, Upaya lanjutan yang sedang digagas KKN UGM Pokja Banten telah bekerjasama de- Pokja AMPL Banten adalah kerjasamaP elatihan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) bagi mahasiswaKKN UGM Yogyakarta dan Waterplant ngan Project Concern Indonesia (PCI), Pokja AMPL Pusat, WASPOLA dan Universitas Tirtayasa. Kemajuan ini dengan program Danamon Peduli, tetapi lebih difokuskan pada penanganan sam- pah perkotaan. Nantinya program iniCommunity berlangsung pada 25-27 menjadikan Banten dijadikan mitra juga akan dikembangkan dengan pola-April 2008 di Ruang Sidang LPPM UGM. Pokja AMPL Nasional dalam pengem- pola partisipasi dan pemicuan STBM. Pelatihan ini merupakan kerjasama bangan STBM. Saat ini Pokja AMPLantara WASPOLA, Pokja AMPL Pusat Pusat membantu pendanaan pengem- Kunjungan Lapangandan Waterplant Community UGM. bangan STBM di Provinsi Banten me- Setelah pertemuan, dilakukan kun-Waterplant Community merupakan lalui skema pendanaan bersama pusat, jungan ke Desa Taktakan, Kecamatankomunitas yang memfokuskan bidang provinsi dan kabupaten. Taktakan kurang lebih 30 menit daripengembangan community development ibukota provinsi, untuk melihat hasildalam mendukung tercapainya sustain- penerapan STBM. Di lokasi ini Pokjaable development dalam lingkup penye- Sumbar disambut Camat Taktakan dandiaan air bersih di wilayah perdesaan. berdialog dengan masyarakat. Hingga Materi pelatihan termasuk praktik saat ini kepemilikan dan akses jamban dilapangan langsung di desa. Kerjasama Taktakan telah meningkat sejak di-dengan universitas UGM merupakan ker- lakukan pemicuan oleh Universitas Tir-jasama kedua dengan perguruan tinggi tayasa, yang saat itu hanya 20 persen.setelah Universitas Tirtayasa Banten. Masyarakat juga telah menyusun pro- Direncanakan akan dilaksanakan ker- gram kerja untuk mempersiapkan STBMjasama pelatihan STBM antara Pokja dan bebas dari buang air. Untuk percepatanAMPL Pusat dengan berbagai perguruan BAB ini bekerjasama dengan Puskesmastinggi dalam rangka mempercepat imple- yang bersedia menyediakan anggaran untuk Kunjungan Pokja AMPL Sumatera Baratmentasi STBM guna mencapai tujuan fasilitor bidan desa dan tenaga sanitarian. di Sekretariat Pokja AMPL Pusat.MDGs sanitasi 2015. Foto: Istimewa Inovasi Pokja Banten mendapat perha- tian Pokja Sumbar. Strategi Banten akan Cross Learning Hingga saat ini telah dilakukan pelatihan untuk masyarakat dalam pe- diadopsi dan diimplementasikan dalam pro- gram kerja Pokja Sumbar tahun depan.Pokja Sumbar ke Pokja ngelolaan AMPL dan berbagai kelompok Pada 2009, Pokja Sumbar rencananya Banten lainnya. Pelatihan ini akan terus berlan- mengembangkan STBM di 10 kabupaten. jut dan menjangkau kelompok sasaranD isela kesibukan mempersiapkan perencanaan pembangunan daerah2009, Pokja AMPL Provinsi Sumatera yang lebih luas. Pelaksana lapangan dan desainnya sepenuhnya dikembangkan oleh Pokja AMPL Banten. Kunjungan ke Pokja AMPL Nasio- nal Pada kunjungan kerja ini, PokjaBarat melakukan kunjungan pembela- Untuk mempertahankan sekaligus Sumbar mengagendakan pertemuan de-jaran (cross learning) ke Pokja AMPL mempercepat pelaksanaan STBM, Pokja ngan Pokja AMPL Nasional dan WASPO-Provinsi Banten pada 24-25 April 2008. AMPL Banten juga membidik anggota LA. Pertemuan itu mendiskusikanKunjungan bertujuan saling bertukar masyarakat dan lembaga yang bisa men- perkembangan program AMPL Provinsiinformasi tentang pelaksanaan program jadi pelopor. Pelopor inilah yang akan Sumbar, strategi pelaksanan programAMPL di kedua provinsi, terutama pelak- dikader dan dibina terus-menerus seba- 2009, dukungan Pokja AMPL Nasionalsanaan program Sanitasi Total Berbasis gai agen perubahan perilaku sanitasi di ke daerah dan keberlanjutan dukunganMasyarakat (STBM). tingkat masyarakat. WASPOLA di Sumatera Barat. Dalam kesempatan itu dibahas strate- Pokja AMPL Banten secara aktif Secara khusus pertemuan ini memba-gi pengembangan STBM di Provinsi memproduksi leaflet, brosur dan piranti has tindak lanjut kegiatan WSLIC diBanten dan implementasi di tingkat komunikasi lainnya untuk STBM. Be- Sumatera Barat pascaproyek. Dalamkabupaten. Di Banten, STBM pada tahap berapa sekolah menggunakan dana BOS waktu dekat, Provinsi Sumatera Baratekspansi melibatkan Pokja kabupaten, untuk produksi leaflet yang sesuai untuk akan melakukan lokakarya untuk mem-LSM, perguruan tinggi dan sekolah. anak sekolah, sebagai sarana kampanye bahas rencana aksi provinsi dan daerahDesain program disiapkan Pokja Banten, perubahan perilaku hidup bersih dan lokasi WSLIC. dhs/pur/syaf46 Percik Agustus 2008
    • PROGRAM SToPS Sanitasi Total dan Pemasaran SanitasiS anitasi Total dan Pemasaran Sanitasi (StoPS) atau Total Sanitation and Sanitation Marketing (TSSM) meru- pakan program pertama di Indonesia yang mener-jemahkan dalam skala luas strategi baru Pemerintah Indonesiamengenai sanitasi berbasis masyarakat. Program SToPS adalah sebuah program kemitraan antaraPemerintah Indonesia, Water and Sanitation Program (WSP),dan Bill and Melinda Gates Foundation. Dana sejumlah US 1,9juta dolar dari Bill and Melinda Gates Foundation digunakanuntuk mengembangkan pendekatan tersebut secara kompre-hensif. Belajar dari pengalaman CLTS maupun pemasaran sanitasi,Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melaksanakan pro-gram SToPS di seluruh kabupaten yang berjumlah 29 kabupatendi Provinsi Jawa Timur pada periode 2007-2009. Ini dilakukansebagai upaya peningkatan akses pada sanitasi yang aman dansehat serta perilaku higienis secara cepat dan berkelanjutan. Apa yang dapat dilakukan kabupaten untuk mendapatkanmanfaat dari Program SToPS? Kabupaten dapat menyelaraskan program-program sani- tasi yang sudah ada dengan pendekatan Program SToPS. Meniadakan dana subsidi pembangunan jamban keluarga Sebuah kakus di samping rumah yang berada di atas kolam ikan. Foto: Bowo Leksono dan mengalihkannya menjadi program alternatif seperti untuk menyediakan reward/penghargaan bagi masyarakat mentasi bagi Pemda (Dinkes, Bappeda, dan lembaga mitra atas pencapaian perubahan perilaku kolektif, melak- terkait) untuk mengelola penciptaan kebutuhan (demand), sanakan kompetisi antardesa dan kecamatan dalam penca- peningkatan penawaran (supply), dan pemantauan kema- paian status bebas dari BAB sembarangan, pengembangan juan implementasi pelaksanaan dan hasil yang dicapai. pasar sanitasi lokal, dan melakukan promosi perilaku higienis, penciptaan demand, dan seterusnya. Apa yang ingin dicapai Program SToPS di Indonesia? Mengadopsi dan mengembangkan pendekatan SToPS pada Diharapkan pada tahun 2009 (akhir masa program), wilayah yang lebih luas, mengingat program ini hanya Program SToPS akan: dilaksanakan pada wilayah dan waktu yang terbatas. Meningkatkan jumlah masyarakat yang memiliki akses Membentuk tim kerja kabupaten. pada fasilitas sanitasi yang aman dan higienis setidaknya sebanyak 1,4 juta jiwa di Jawa Timur.Keuntungan bagi kabupaten yang berpartisipasi dalam Mendapatkan pembelajaran mengenai penerapan pen-program SToPS dekatan secara berkelanjutan dalam skala yang lebih luas Kabupaten yang berpartisipasi dalam Program SToPS akan di Indonesia, dalam upaya mencapai target MDG bagi sa-mendapatkan bantuan teknis untuk: nitasi perdesaan sebelum atau pada tahun 2015. Penguatan komitmen politik untuk upaya perluasan (scale Mengembangkan kontribusi pembelajaran bagi pema- up), di kalangan pimpinan dan tokoh daerah seperti bupati, haman global yang akan memungkinkan replikasi pen- DPRD/politisi/parpol, pimpinan ormas, tokoh LSM, dekatan ini di 5-15 negara lainnya, serta akan menuntun camat, media lokal, dan sebagainya. pada peningkatan akses sanitasi yang aman dan higienis Pengembangan kapasitas institusi dan dukungan imple- bagi lebih dari 250 juta jiwa pada tahun 2015. BW Percik Agustus 2008 47
    • K L I N I K I AT P I Majalah Percik bekerja sama dengan Ikatan Ahli Teknik Penyehatan Lingkungan Indonesia, membuka rubrik Klinik. Rubrik ini berisi tanya jawab tentang air minum dan penyehatan lingkungan. Pertanyaan dapat disampaikan melalui redaksi Majalah Percik Kontributor: Sandhi Eko Bramono (Sandhieb@yahoo.com), Lina Damayanti (Ldamayanti@yahoo.com) Reaktor Gas Metan jadi sulfur, yang seharusnya menjadi ciri JawabS aya mencoba mengolah limbah dari industri makanan (berupa sisa ma-kanan) dalam reaktor anaerobik untuk proses anaerobik, dimana limbah akan menjadi berwarna kehitaman. Hal ini pu- lalah yang menandakan turunnya pro- Penyisihan merkuri umumnya dila- kukan dengan menggunakan proses ad- sorpsi. Penggunaan karbon aktif dapatmenghasilkan gas metan, yang sudah sa- duksi metan. mengurangi kadar merkuri hingga di atasya manfaatkan untuk memproduksi lis- Untuk mengatasi hal tersebut, ada ba- 90 persen. Unit adsorpsi dapat diletak-trik untuk keperluan internal instalasi iknya mencampur basa kuat sebagai ne- kan pada bagian akhir unit operasi sete-tersebut. Produksi gas yang lah proses filtrasi, dengan meng-dihasilkan sangat tinggi pada gunakan Granular Activatedawalnya, namun setelah ber- Carbon (GAC).jalan sekitar setahun, produksi Dalam beberapa IPA, ter-gasnya cenderung menurun. kadang penggunaan GAC dija-Saat sampah selesai diolah dikan satu dalam unit saringandalam reaktor (sekitar 20 pasir cepat. Hal ini akan meng-hari), ternyata terjadi perubah- hemat luas lahan yang dibu-an warna dari sampah ma- tuhkan. Namun akan terdapatkanan yang umumnya berwar- kesulitan dalam melakukan rege-na kehitaman di dalam reaktor nerasi GAC, karena GAC tidakdan saat ini menjadi sedikit ke- dapat dibersihkan dengan pencu-abu-abuan. Sebagai informasi, cian saringan filter biasa, karenauntuk mengatur pH, saya mekanismenya bukan penya-menggunakan natrium bikar- ringan (straining) seperti padabonat. Apa yang harus saya Kolam Pengelolaan Air Limbah (PD PAL Jaya) media pasir, melainkan mekanis-lakukan untuk meningkatkan di daerah Setiabudi, Jakarta. Foto: Bowo Leksono me adsorpsi, dimana dibutuhkankembali kinerja reaktor saya? regenerasi secara khusus dan ter-Apakah kadar natrium bikarbonat yang pisah.saya berikan terlalu berlebih? tralisan (seperti natrium hidroksida), Modifikasi proses koagulasi dengan (Sukamto, Jakarta) yang dicampur dengan natrium bikarbo- menggunakan bahan koagulan dalam nat. Hal ini akan mengurangi akumulasi jumlah yang berlebih (enhanced coagu-Jawab senyawa natrium, karena kebutuhan lation) dapat menyisihkan merkuri, Penggunaan senyawa natrium bikar- natrium hidroksida yang dibutuhkan le- meskipun kinerjanya tidak akan setinggibonat untuk mengatur pH umumnya di- bih kecil ketimbang natrium bikarbonat. pada proses adsorpsi. Penggunaan koa-lakukan pada instalasi berkapasitas be- Untuk mengembalikan kinerja reak- gulan dalam jumlah berlebih (bisa men-sar, untuk mengatur pH pada pH opti- tor Anda, disarankan untuk menguras capai 120 mg/l, dimana koagulasi umum-mum proses anaerobik, yaitu 7,0-7,2. sekitar setengah volume dari sampah nya membutuhkan hanya sekitar 40-50 Sangat memungkinkan telah terjadi yang terdapat dalam reaktor, kemudian mg/l saja) akan menggumpalkan partikelakumulasi senyawa natrium dalam reak- dilakukan kembali stabilisasi sistem dan beserta merkuri dalam proses koagulasitor, karena natrium karbonat dalam pengatur pH diubah dari natrium bikar- yang saling memperkuat, dan akhirnyajumlah yang sangat banyak dalam reak- bonat menjadi natrium hidroksida, de- akan mengikat merkuri bersama flok,tor. Kadar natrium di atas 3,5-5,5 ngan sedikit tambahan natrium bikar- menjadi flok yang lebih padat, akhirnyagram/liter dapat dikatakan toksik untuk bonat. terendapkan pada unit sedimentasi.mikroorganisme penghasil metan Mikroflok yang mengandung merkuri(methanogen bacteria). Warna dari sam- yang tidak terendapkan pada unit sedi-pah makanan dalam reaktor yang telah Instalasi Pengolahan Air mentasi, akan terbawa dan tersaringberubah menjadi abu-abu, menandakan Dalam Instalasi Pengolahan Air pada unit saringan pasir cepat.reaksi proses anaerob yang tidak berjalan (IPA), bagaimana memodifikasi unit * pengasuh adalah mahasiswa program doktoralsempurna. proses atau unit operasi untuk menyi- di Division of Environmental Science and Engineering, National University of Singapore Warna ini diakibatkan karena kega- sihkan senyawa merkuri (Hg)? (NUS), Singapura.galan proses reduksi senyawa sulfat men- (Tatang, Bandung) Kontak pengasuh: sandhieb@yahoo.com48 Percik 2008 Agustus
    • INFO CD Film Dokumenter MDGsM endekati separuh jalan menuju batas pen- capaian Millennium DevelopmentGoals (MDGs) pada 2015, kinerja penca- singkat dan mudah dipahami. Selain itu, sebagai alat bantu, film dokumenter ini dilengkapi dengan buklet sebagai penjelasan tertulis.paian Indonesia masih kurang meng- Film yang merupakan hasil ker-gembirakan, bahkan cenderung me- jasama BAPPENAS dengan Plannurun. Sangat jelas bahwa tan- Indonesia ini merupakan bagian daritangan Indonesia untuk mencapai upaya menyebarluaskan informasitarget 10 pada tujuan nomor 7 mengenai MDGs. Film ini mem-yaitu mengurangi separuh, pada fokuskan pada realita pencapaiantahun 2015, dari proporsi pen- tujuan ketujuh MDGs khususnyaduduk yang tidak memiliki akses pada pencapaian akses air minumterhadap air minum dan sanitasi dan sanitasi dasar.dasar, merupakan tugas yang Dalam film berdurasi 20 menitsangat berat. ini dilengkapi data berupa tabel- Salah satu kendala utama tabel pencapaian setiap tujuan yangadalah masih kurangnya pema- berjumlah delapan. Disamping ituhaman dari pengambil keputusan dilengkapi pidato Mantan Duta MDGskhususnya di kalangan pemerintah untuk Asia Pasifik Erna Witoelar sertadaerah tentang MDGs. Untuk itu dipan- wawancara dengan Bupati Boalemo Iwandang perlu menjelaskan MDGs dalam bentuk Bokings menanggapi soal MDGs. Film ini ter-film dokumenter yang diberi judul "Menuju sedia di perpustakaan Pokja AMPL, Jalan CianjurIndonesia 2015". Isinya terutama sengaja dikemas secara Nomor 4 Menteng, Jakarta Pusat. BW Film Dokumenter "Sang Pawang Air""S ang Pawang Air", film dokumenter dari Purbalingga, Jawa Tengah ini menampilkan satu solusimenarik akan permasalahan air di masyarakat. Awalnya, di Desa Baseh, kerap terjadi perebutan air bersih diantara warga. Adanya bak penampung dan saluran air pun tak luput dari perusakan warga. Hal iniInisiasi masyarakat dalam mengatasi per- yang melatarbelakangi Mujamil mencip-soalannya secara kolektif merupakan takan alat pembagi air agar terjadi ke-gambaran menarik di dalam film adilan diantara warga dalam mengon-berdurasi 18 menit ini. sumsi air bersih. Secara teknis, demikian menu- Penciptaan alat yang sempatrut penilaian dewan juri, film ditentang Pemkab setempat inibesutan sutradara Bowo Leksono berdasarkan teknik bejana ber-ini pun tampil dengan baik yang hubungan. Menjadi tidak pentingkemudian mengantarkan sebagai legalitas pemerintah karena saatpemenang kedua pada Kompetisi itu yang sangat mendesak adalahFilm Dokumenter 2008 bertema kebutuhan warga akan air bersih"Manusia dan Air" yang diseleng- yang tidak bisa ditunda lagi.garakan FORKAMI. Setelah berdirinya alat pembagi Mujamil, Sang Pawang Air itu, air ini, tidak hanya persoalanbukanlah seorang insinyur apalagi pro- pemenuhan kebutuhan air bersih yangfesor. Ia hanya seorang guru agama di teratasi namun juga pembagian yang adilsebuah SD dan SMP di Desa Baseh, Ke- dan merata. Pantas Mujamil dijuluki Sangcamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Pawang Air. DVD film dokumenter ini tersedia diNamun, kepedulian pada masyarakat mampu men- Perpustakaan Pokja AMPL. BWdorongnya menciptakan alat pembagi air bersih. Percik Agustus 2008 49
    • INFO BUKU Gambaran Pembangunan AMPL di Indonesia tasian praktik-praktik pembangunan AMPL sebagai suatu pengalaman. Pemilihan lokasi dan kegiatan tidak dilakukan dengan kriteria ketat tapi lebih pada hasil penjaringan dari mulut ke mulut, yang kemudian ditindaklanjuti kunjungan lapangan. Kerangka buku yang edisi pertamanya terbit pada April 2008 ini terdiri dari tiga bagian dan terbagi menjadi delapan bab. Pada bagian pertama; memotret sekilas gambaran kondisi AMPL di Indonesia, bagian kedua; menguak pembelajaran pem- bangunan AMPL dengan fokus benang merah pembelajaran yang bisa ditarik dari hasil kunjungan lapangan yang kemudian ditulis lengkap pada bagian lampiran. Pada bagian penutup; yang merupakan rangkuman keselu- ruhan pembelajaran secara lengkap. Sementara pada bagian lampiran; disajikan laporan kunjungan lapangan dari masing- masing lokasi dilengkapi daftar narasumber berikut alamatnya.B uku ini mengupas tentang pembelajaran (lessons learned) dan praktik terbaik (best practice) berkaitan dengan pem-bangunan air minum dan penyehatan lingkungan (AMPL) di Buku yang tersedia di perpustakaan Pokja AMPL, Jl. Cianjur No. 4, Menteng, Jakarta Pusat ini merupakan bagian dari ker- jasama Bappenas dan Plan Indonesia. Salah satu tujuan utamaIndonesia. Memang, telah banyak buku sejenis yang telah diter- dari kerjasama tersebut adalah pengembangan manajemenbitkan. Namun, buku setebal 163 halaman ini sedikit berbeda. pengetahuan (knowledge management) dan pusat informasiDimana letak perbedaannya? (resource centre) AMPL. Setidaknya dengan adanya buku ini Perbedaan terletak pada kerangka dan proses pendokumen- menambah referensi dalam bidang AMPL. BW Buklet MDGs MDGs atau Tujuan Pembangunan Milenium merupakan tar- get kuantitatif dan terjadwal dalam upaya penanggulangan kemiskinan global serta dimensi kemiskinan lainnya seperti kelaparan, penyakit, penyediaan infrastruktur dasar (peruma- han dan permukiman) serta mempromosikan persamaan jen- der, pendidikan, dan lingkungan berkelanjutan. MDGs juga merupakan upaya pemenuhan hak asasi manusia seperti yang tercantum dalam Deklarasi Milenium PBB. Adapun kedelapan Tujuan MDGs yaitu; memberantas kemiskinan dan kelaparan ekstrim, mewujudkan pendidikan dasar untuk semua, mendorong kesetaraan jender dan pem- berdayaan perempuan, menurunkan angka kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi HIV dan AIDS, malaria, serta penyakit lainnya, memastikan kelestarian lingkungan, serta mengembangkan kemitraan global untukB uklet sederhana Millenium Development Goals (MDGs) ini dibuat untuk memberi penjelasan tertulis terhadap filmdokumenter MDGs yang diterbitkan atas kerjasama BAPPENAS pembangunan. Penjelasan dalam buklet ini, difokuskan pada tujuan ketu- juh, yaitu memastikan kelestarian lingkungan yang didalamnyadengan Plan Indonesia. Berisi tentang delapan Tujuan MDGs terdapat target untuk menurunkan separuh proporsi pendudukdengan 18 target dan 40 indikator. Tujuan MDGs ini sedianya yang tidak memiliki akses yang berkelanjutan terhadap airtercapai pada tahun 2015. minum yang aman dan sanitasi dasar pada 2015. BW50 Percik Agustus 2008
    • INFO SITUS ngenai adanya media yang berfungsi se- bagai tempat untuk sharing informasi dan pengalaman mengenai penyediaan air bersih di perdesaan. Itu sebabnya, ke- anggotaannya berasal dari multidisiplin seperti instansi pemerintah, organisasi multirateral, badan donor, LSM hingga perusahaan swasta. Pertukaran informasi di kalangan pe- mangku kepentingan adalah vital dalam melakukan sinergi sebagai upaya penca- FRESHWATER ACTION paian target MDG. Sejak awal pendirian- NETWORK (FAN) nya, RWSN sudah menetapkan agenda artikel singkat mengenai berbagai macam http://freshwateraction.net pentingnya yaitu penyediaan air bersih masalah kesehatan dan penyakit dapat Freshwater Action Network (FAN) dan sanitasi bagi penduduk miskin me- menambah pengetahuan.adalah sebuah situs networking yang di- lalui teknologi tepat guna yang berkelan- Terdapat rubrik "Air dan Kita" yangsahkan melalui Forum Air Minum jutan yang mampu menjawab kebutuhan menyuguhkan beragam informasi danSedunia, Maret 2000. Tujuan utama situs dan terjangkau bagi masyarakat kelas artikel berkenaan dengan air bersih untukini untuk memastikan agar seluruh bawah. kebutuhan kita. Selain itu, informasi ber-organisasi kemasyarakatan atau LSM kenaan dengan lingkungan melengkapiyang bergerak di bidang air minum dan situs ini.sanitasi dapat menyuarakan aspirasinya,khususnya pada forum-forum penentu DIMSUMkebijakan masalah air minum dan sani- http://dimsum.its.ac.idtasi di tingkat internasional. Dimsum adalah suatu lembaga riset Untuk mencapai tujuan tersebut dalam sistem air bersih dan sanitasi dimaka melalui situs ini, FAN mengundang daerah bantaran sungai. Wilayah kerjaseluruh LSM yang bergerak pada bidang lembaga ini adalah negara-negaraair minum dan sanitasi untuk menjadi berkembang seperti Nepal, Malaysia,anggota aktif. Manfaat yang diperoleh India, dan Indonesia. Di Indonesia,adalah FAN akan memberikan informasi Dimsum bekerjasama dengan Institutterkini dalam bentuk buletin dan news- Hingga kini telah tercatat ada se- Teknologi Surabaya (ITS) dengan wilayahletter mengenai kebijakan air minum dan banyak 500 individu dan institusi yang kerja di bantaran Sungai Brantas.sanitasi. Selain itu FAN juga bisa mem- telah menjadi anggota diantaranya WSP, Dimsum Indonesia memiliki situsberikan pelatihan dan advokasi bagi para UNICEF, WaterAid, Departemen Air dan sendiri yang juga menyambungkan de-anggotanya. Kehutanan Afrika Selatan, IRC (Belanda) ngan situs Dimsum Internasional dan si- Keanggotaan FAN bersifat terbuka dan lainnya. RWSN saat ini memiliki be- tus-situs lain terkait bidang air minumbagi LSM manapun yang peduli pada berapa tool sebagai media pertukaran pe- dan penyehatan lingkungan. Bermacammasalah air minum dan sanitasi. Saat ini ngetahuan dan informasinya yaitu news- informasi seputar program air minumFAN telah memiliki anggota sebanyak letter, situs interaktif, diskusi elektronik dan penyehatan lingkungan sedikit ba-400 yang berasal dari seluruh belahan (e-conference), pertemuan, pelatihan dan nyak dapat diakses di situs ini. WL/BWdunia, termasuk beberapa LSM asal kunjungan langsung ke lapangan. HinggaIndonesia. tahun 1992-2005 kegiatan penyediaan air bersih bagi penduduk miskin telah dila- RWSN (RURAL WATER kukan di berbagai negara seperti India, SANITATION NETWORKING) Pakistan, Afrika Selatan dan beberapa http://www.rwsn.ch/ negara lainnya. RWSN (Rural Water SanitationNetworking) adalah situs global yang KELUARGA SEHATberisikan informasi mengenai praktik http://keluargasehat.compenyediaan air bersih di perdesaan. Situs Keluarga Sehat adalah situs yang Situs yang berdiri sejak tahun 1992 ini menyediakan informasi terkini berke-diawali dengan adanya kebutuhan me- naan dengan kesehatan dan gizi. Berbagai Percik Agustus 2008 51
    • P U S TA K A A M P LPETUNJUK PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM TERPADUBIKIN PUPUK YUK... Penerbit: Yayasan Kemitraan Air IndonesiaPenerbit: Klub Pengembangan Diri SMA Semen Gresik, (KAI), Jakarta, Oktober 2007Juni 2007 PENGALAMAN MEMBANGUNDRAFT RENCANA STRATEGIS PEMBANGUNAN AMPL-BM SARANA AIR BERSIH:KABUPATEN CILACAP 2008-2012 CASE STUDY PRO AIR DIPenerbit: Pemerintah Kabupaten Cilacap, 2007 DESA PRAIBAKUL DAN TARAMANU SUMBA BARAT Penerbit: NTT, MitraP E R AT U R A N Samya - Pro Air GTZPERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR 21/PRT/M/2006 Sumba Barat NTT, TENTANG KEBIJAKAN DAN Juni 2007 STRATEGI NASIONAL PENGEMBANGAN SISTEM MAJALAH PENGELOLAAN PERSAMPAHAN PERCIK UNDANG-UNDANG REPUBLIK Edisi 20, Oktober 2007 INDONESIA NOMOR 26 (Versi Inggris) TAHUN 2007 TENTANG PERCIK PENATAAN RUANG Edisi 22, Maret 2008 PERATURAN BUPATI SOLOK Newsletter WSLIC-2 NOMOR 48 TAHUN 2006 Edisi 11, 2007 TENTANG RENCANA STRATEGIS PEMBANGUNAN Newsletter WSLIC-2 DAN PENGELOLAAN AMPL-BM Edisi 12, 2007 TAHUN 2005-2015 Newsletter AMPL Edisi Maret, 2008 B U K U ROMANTIKA TUKANG LEDENG Newsletter AMPL Penerbit: Majalah Air Minum Edisi April, 2008 Perpamsi, Jakarta, 2005 Tekno Limbah SUMBER DAYA AIR DAN Edisi 7, 2008 LINGKUNGAN: POTENSI, Greeners DEGRADASI, DAN MASA DEPAN Edisi 02, Februari 2008 Penerbit: LIPI Press, Jakarta, 2007 ESP News Edisi 25, Februari 2008 PENGELOLAAN DAS DARI WACANA AKADEMIS HINGGA Kiprah PRAKTIK LAPANGAN Edisi 26, Maret 2008Penerbit: LIPI Press, Air MinumJakarta, 2007 Edisi 151, April 2008KEGIATAN AIR BERSIH DAN SANITASI UNTUK MASYARAKATBERPENGHASILAN RENDAH (WSLIC-2) CDPenerbit: Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan WATER PLANT COMMUNITY:Lingkungan, Depkes, 2005 WATER FOR PEOPLE Penerbit: LPPM UGM-Departemen PU, Yogyakarta, 2008KIAT KERJA SANITASI DI KAWASAN KUMUH:PETIKAN HASIL STUDI SANITASI MASYARAKAT INTERNATIONAL WORKSHOP ON CONSULTATIONS AND STRATEGICBERPENGHASILAN RENDAH DI PERKOTAAN COMMUNICATIONS IN THE WATER AND SANITATION SECTORPenerbit: Bappenas - Depdagri - Depkes - Dep.PU - Dep. Penerbit: Water and Sanitation Program (WSP)-PPIAF, 2008Perindustrian - KLH - WSP- EAP, Jakarta, November 200752 Percik 2008 Agustus
    • AGENDANO. WAKTU K E G I A T A N1 3 April 2008 Pertemuan Koordinasi Komite Pengarah dan Pelaksana Harian, diselenggarakan di Jakarta oleh Jejaring AMPL2 7 April 2008 Lokakarya "Melindungi Kesehatan dari Dampak Perubahan Iklim", diselenggarakan di Jakarta oleh Departemen Kesehatan3 7 April 2008 Sosialisasi Kebijakan AMPL-BM dan Program WES Kabupaten Belu, diselenggarakan di Atambua oleh Pemerintah Kabupaten Belu dan UNICEF4 8 April 2008 Wrap-up Meeting Proyek WSLIC-2, diselenggarakan di Jakarta oleh Departemen Kesehatan5 10-11 April 2008 Lokakarya "Masa depan Pembangunan Sektor Air Minum dan Antisipasi Ketahanannya Terhadap Dampak Perubahan Iklim Global", diselenggarakan di Jakarta oleh PERPAMSI6 11 April 2008 Seminar Fakultas Teknik Sipil & Lingkungan ITB & Stakeholders "Menuju Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia", diselenggarakan di Bandung atas kerjasama ITB dengan Departemen Pekerjaan Umum7 12 April 2008 Pencanangan Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun dan Sanimas dalam Peringatan Hari Air Dunia 2008, diselenggarakan di Kota Tangerang, Banten oleh Departemen Pekerjaan Umum8 14-19 April 2008 Lokalatih Penyusunan Renstra AMPL-BM Kabupaten Barru, diselenggarakan di Sulawesi Selatan oleh Pemerintah Kabupaten Barru dan UNICEF9 17 April 2008 Lokakarya Pengelolaan Aset/National Asset Management Program Assessment (NAMPA), diselenggarakan di Jakarta oleh WASPOLA dan Pokja AMPL10 18-20 April 2008 Jakarta Go Green Festival, diselenggarakan di Parkir Timur Senayan oleh Green Initiative Forum (GIF)11 21-26 April 2008 Lokalatih Penyusunan Renstra AMPL-BM Kabupaten Luwu Utara, diselenggarakan di Sulawesi Selatan oleh Pemerintah Kabupaten Luwu Utara dan UNICEF12 21-23 April 2008 Kunjungan Lapangan Delegasi Republik Demokratik Timor Leste ke Muara Enim dan Sepatan13 24 April 2008 Pertemuan dan Diskusi AMPL dengan Delegasi Republik Demokratik Timor Leste, diselenggarakan di Jakarta oleh BAPPENAS14 24 April 2008 Seminar Sustainable Cities Challanges for Indonesian and Sweden, diselenggarakan di Jakarta oleh Kedutaan Besar Swedia dan Kementerian Negara Lingkungan Hidup15 27-30 April 2008 Lokakarya Review Pembelajaran Program Total Sanitation and Sanitation Marketing (TSSM), diselenggarakan di Surabaya atas kerjasama Pemerintah Indonesia dengan WSP-EAP Bank Dunia dan Bill and Melinda Gates Foundation16 5-9 Mei 2008 Lokalatih Penyusunan Renstra AMPL-BM Provinsi Papua Barat, diselenggarakan di Sorong oleh Pokja AMPL Provinsi Papua Barat dan UNICEF17 6-9 Mei 2008 Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) diselenggarakan di Jakarta oleh BAPPENAS18 9 Mei 2008 Diskusi UU Persampahan: Prioritisasi Peraturan Pemerintah, diselenggarakan di Jakarta oleh Gugus Tugas Pengelolaan Sampah19 13 Mei 2008 Lokakarya Kick Off ISSDP 2, diselenggarakan di Jakarta oleh BAPPENAS20 13-16 Mei 2008 Lokalatih Penyusunan Renstra AMPL-BM di Provinsi NTT, diselenggarakan oleh UNICEF21 15 Mei 2008 Roadshow Pokja AMPL dalam Rangka Sosialisasi Kebijakan Nasional AMPL-BM, diselenggarakan di Kota Serang oleh Pemerintah Kota Serang22 15 Mei 2008 Forum Diskusi Forkami "Perlunya Konservasi Air Tanah untuk Mengurangi Penurunan Volume Air Tanah", diselenggarakan di Jakarta oleh Forkami23 16 Mei 2008 Acara Puncak Hari Air Dunia XVI tahun 2008, diselenggarakan di Jakarta oleh Departemen Pekerjaan Umum24 19-23 Mei 2008 Lokalatih Penyusunan Renstra AMPL-BM di Provinsi Maluku, diselenggarakan di Ambon oleh UNICEF25 5-19 Mei 2008 Lokalatih Penyusunan Renstra AMPL-BM di Provinsi Papua Barat, diselenggarakan di Sorong oleh UNICEF26 21 Mei 2008 Lokakarya Pencapaian Millenium Development Goals, diselenggarakan di Jakarta oleh BAPPENAS27 22-23 Mei 2008 Rakor Program AMPL dan Pencanangan Tahun Sanitasi Provinsi NTB, diselenggarakan di Lombok, Mataram, oleh Pokja AMPL Propinsi NTB28 26-27 Mei 2008 Lokakarya Sanitasi Total Berbasis Masyarakat dan Peluncuran Gugus Tugas Kesehatan dan Higienitas, diselenggarakan di Puncak, Bogor, atas kerjasama Jejaring AMPL dan Departemen Kesehatan29 27-30 Mei 2008 Lokalatih Program Air Bersih, Sanitasi dan Higienitas, diselenggarakan di Ambon oleh UNICEF30 27 Mei 2008 Rapat TIM Kota dan Evaluasi Kegiatan Proyek HP3/Lestari - Mercy Corps, diselenggarakan di Jakarta oleh Mercy Corps31 28 Mei 2008 Pembahasan Study on Economic Impacts of Sanitation, diselenggarakan di Jakarta oleh Tim Teknis Pembangunan Sanitasi32 29 Mei 2008 Peluncuran Tahun Sanitasi Internasional Provinsi Jawa Tengah, diselenggarakan di Kabupaten Kendal oleh Pokja AMPL Provinsi Jawa Tengah33 2 Juni 2008 Pertemuan Mid Term Review (MTR) Program WES-UNICEF, diselenggarakan di Jakarta oleh Pokja AMPL Pusat34 5-8 Juni 2008 Pekan Lingkungan Indonesia, diselenggarakan di Jakarta oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup35 7 Juni 2008 Lokakarya Pengelolaan Sampah Sesuai UU No. 18 tahun 2008, diselenggarakan di Jakarta oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup36 9-12 Juni 2008 Sosialisasi Manual Pengelolaan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan, diselenggarakan di Bandung oleh Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat Desa, Departemen Dalam Negeri37 12 Juni 2008 Diskusi Panel Media dan Kampanye Penyehatan Lingkungan, diselenggarakan di Jakarta oleh Jejaring AMPL