• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Maret 2008 Tema Hari Air Dunia 2008
 

Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Maret 2008 Tema Hari Air Dunia 2008

on

  • 1,960 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,960
Views on SlideShare
1,960
Embed Views
0

Actions

Likes
2
Downloads
34
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Maret 2008 Tema Hari Air Dunia 2008 Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Maret 2008 Tema Hari Air Dunia 2008 Document Transcript

    • Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Dari Redaksi 1 Suara Anda 2 Diterbitkan oleh: Kelompok Kerja Air Minum Laporan Utama dan Penyehatan Lingkungan Hari Air Dunia 2008, Mengangkat Isu Sanitasi 3 (Pokja AMPL) Peringatan Hari Air Dunia di Indonesia 4 Penasihat/Pelindung: Cakupan Pelayanan Sanitasi per Kabupaten/Kota Tahun 2006 8 Direktur Jenderal Cipta Karya DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM Pojok Sanitasi Peluncuran Tahun Sanitasi Internasional 2008 di Filipina 10 Penanggung Jawab: Direktur Permukiman dan Perumahan, Wawancara BAPPENAS Ir Susmono Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permu- Direktur Penyehatan Lingkungan, DEPKES kiman Dep. PU, Perlu Program Terpadu untuk Mengatasi Sanitasi 13 Direktur Pengembangan Air Minum, Peraturan Dep. Pekerjaan Umum Direktur Pengembangan Penyehatan Permen PU No. 21/PRT/M/2006 tentang Kebijakan dan Strategi Nasio- Lingkungan Permukiman, nal Pengembangan Sistem Pengelolaan Persampahan (KSNP-SPP) 14 Dep. Pekerjaan Umum Wawasan Direktur Bina Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna, DEPDAGRI Mengukur Diare dengan Gambar 16 Direktur Penataan Ruang dan Rote Ndao Memprioritaskan Perlindungan Sumber Air 18 Lingkungan Hidup, DEPDAGRI Teropong Pemimpin Redaksi: Banjarmasin, Kota Seribu Sungai, Seribu MCK 20 Oswar Mungkasa Jamban dan Sumur Bergulir 21 Dewan Redaksi: Reportase Zaenal Nampira, Indar Parawansa, Kantor yang Hijau 22 Bambang Purwanto Inspirasi Redaktur Pelaksana: Menghijaukan Bintaro 23 Maraita Listyasari, Rheidda Pramudhy, Cermin Raymond Marpaung, Bowo Leksono Cipto Pratomo, Mengubah Sampah Menjadi Karya Seni 24 Desain/Ilustrasi: Abstraksi Rudi Kosasih Internalisasi Eksternalitas dalam Penanganan Sampah Kota Bandung 25 Produksi: Tamu Kita Machrudin Valerina Daniel (Duta Lingkungan-Runner Up II Putri Indonesia) 26 Sirkulasi/Distribusi: Seputar WSLIC-2 28 Agus Syuhada Seputar ISSDP 30 Alamat Redaksi: Seputar WASPOLA 32Jl. Cianjur No. 4 Menteng, Jakarta Pusat. Seputar AMPL 37 Telp./Faks.: (021) 31904113 http://www.ampl.or.id Program e-mail: redaksipercik@yahoo.com Toyota Eco Youth, Menumbuhkan Kepedulian Generasi Muda 45 redaksi@ampl.or.id oswar@bappenas.go.id Klinik IATPI 47 Info CD 48 Redaksi menerima kiriman tulisan/artikel dari luar. Isi berkaitan Info Buku 49dengan air minum dan penyehatan lingkungan Info Situs 50 dan belum pernah dipublikasikan. Panjang naskah tak dibatasi. Pustaka AMPL 51 Sertakan identitas diri. Agenda 52 Redaksi berhak mengeditnya. Silahkan kirim ke alamat di atas. Kosakata Cover: RudiKoz design Majalah Percik dapat diakses di situs AMPL: http://www.ampl.or.id Ide: OM
    • DARI REDAKSIS etiap tahun, sejak 16 tahun silam, setiap tanggal 22 Maret kita mem- peringati Hari Air Dunia (HAD).Seiring pencanangan Tahun SanitasiInternasional/International Internatio-nal Year of Sanitation (TSI/IYS) 2008,HAD tahun ini pun mengusung temaSanitasi. Di Indonesia, tema HAD yangtelah disepakati adalah Sanitasi Les-tarikan Air dan Lingkungan. Menjadikansanitasi sebagai tema HAD merupakanlangkah yang tepat dengan mempertim-bangkan kondisi sanitasi Indonesia yangmasih jauh dari memadai. Masih sekitar77 juta penduduk Indonesia yang belummempunyai akses terhadap fasilitas sani-tasi yang layak. Jumlah ini kira-kira samadengan 9 kali penduduk Jakarta. Janganberharap bahwa kondisi air dan ling-kungan kita akan sehat ketika sanitasi masihmenjadi masalah. Ketika masih banyakpenduduk Indonesia Buang Air Besar(BAB) sembarangan. Ketika masihbanyak dari kita yang belum memahamipentingnya cuci tangan pakai sabun seba-gai langkah mencegah penyakit terkait airseperti diare. Ketika sampah masihdibuang di sembarang tempat sehinggamenjadi sumber penyakit maupun banjir.Ketika air buangan rumah tangga masihdibiarkan tergenang yang kemudian juga Stand Jejaring AMPL pada Pameran Hari Air Dunia 2008 JIEXPO Kemayoran, Jakarta.menjadi sumber berbagai penyakit. Foto: Bowo Leksono. Dilain pihak, telah menjadi fakta takterbantahkan bahwa kesadaran akan Rp 60 triliun serta berjangkitnya penya- barkan secara jelas dalam bentuk terwa-pentingnya sanitasi memang masih jauh kit diare yang mengakibatkan kematian kilinya semua kalangan dalam standdari memadai. Fakta betapa kecilnya per- sekitar 100.000 anak setiap tahun. pameran Jejaring AMPL. Terlihat jelashatian pemerintah terhadap sanitasi Kita mulai menyadari bahwa mengge- dalam keikutsertaan misalnya perguruandapat terlihat dari kenyataan bahwa sela- dor kesadaran pengambil keputusan, dan tinggi seperti Universitas Trisakti; LSMma 30 tahun terakhir, pemerintah Indo- juga masyarakat harus dilakukan melalui seperti BORDA, Plan Indonesia dannesia hanya menyediakan sekitar Rp 7,7 berbagai cara dan secara bersama-sama. Yayasan Air Kita; asosiasi seperti IATPI;triliun untuk sektor sanitasi, artinya ha- Dalam semangat seperti ini lah kemudian pemerintah dalam wadah Pokja AMPL;nya Rp 200 per tahun untuk setiap pen- Pokja AMPL bersama dengan stake- proyek seperti WSLIC-2, TSSM, ISSDP,duduk Indonesia. Padahal kebutuhan holder lainnya dibawah payung Jejaring Waspola, JAS, ESP; kegiatan seperti cuciminimal akses terhadap sarana sanitasi AMPL mengikuti pameran HAD yang tangan pakai sabun. Pesan yang ingin di-yang memadai sekitar Rp 47 ribu per dilaksanakan oleh Departemen Pekerjaan sampaikan adalah saatnya sanitasi di-orang per tahun. Umum. Fakta bahwa sanitasi belum men- tangani bersama. Peningkatan akses sa- Kita belajar dari pengalaman bahwa jadi perhatian menjadi pemicu semangat nitasi bukan sesuatu yang tidak dapatkesadaran akan pentingnya sanitasi tidak dari berbagai stakeholder untuk kemudi- dijangkau.akan terwujud hanya dengan seringnya an bersama-sama dan bersinergi dalam Selamat Hari Air Dunia. Semoga per-didengungkan fakta bahwa kerugian meningkatkan kesadaran akan penting- ingatan HAD menjadi momen kita semuasecara ekonomi akibat sanitasi yang nya sanitasi. untuk bangkit bersama dan bersinergiburuk telah berpengaruh pada kehilang- Pesan bahwa sanitasi menjadi urusan meningkatkan akses sanitasi di Indo-an potensi ekonomi Indonesia sebesar bersama tidak hanya pemerintah tergam- nesia. Mengapa tidak?. Percik Maret 2008 1
    • SUARA ANDA Sumber informasi komunikasi antarmedia (jurnalis) yang dan referensi bergerak di bidang AMPL. Bila Bapak tidak berkeberatan, mohon kiranya Media ini banyak memberikan inspi- mengirim alamat email untuk diikutkanrasi dan masukan bagi kami dalam men- pada milis forum wartawan itu sebagaiciptakan dan meningkatkan kualitas ajang komunikasi dan tukar informasidibidang air minum dan penyehatan seputar AMPL.lingkungan. Semoga dengan hadirnya Demikian, terima kasih.media ini dapat menjadi sumber infor-masi dan referensi bagi semua pihakdalam memecahkan permasalahan air Terima kasihminum dan penyehatan lingkungan yangpada akhirnya dapat mendukung untuk majalah PercikProgram Indonesia Sehat Tahun 2010. Redaksi Yth, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Alhamdulillah, kiriman majalah dan Keluarga Sejahtera Kota Depok Percik edisi Agustus dan Desember Ir. H. Rendra Fristoto, MM 2007 telah kami terima dengan baik. Tertarik majalah Percik Terima kasih atas perhatian dan ker- dan produk AMPL jasamanya. Masukan untuk Percik Wassalam, Salam kenal, Denny Helard Jurusan Teknik Lingkungan Terkait substansi majalah, disaran- Saya adalah praktisi jurnalistik yang Fakultas Teknikkan: bekerja pada salah satu koran lokal yang Universitas Andalas a. Menampilkan kearifan lokal yang ada di Provinsi Banten (Radar Banten). Kampus Limau Manis Padang 25163 dimiliki suatu daerah dalam Saya tertarik dengan isi majalah PER- melestarikan sumber air/air baku; CIK/AMPL dan buku-buku yang diter- b. Membuat profil dan evaluasi penge- bitkan oleh AMPL, terkait dengan sani- lolaan sanitasi yang dilakukan tasi dan penyehatan lingkungan. Mohon kiriman buku pengembang pada perumahan sa- Untuk itu saya mohon agar Redaksi ngat sederhana (RSS), perumahan Majalah PERCIK/AMPL dapat mengi- Terima kasih atas jawaban per- sederhana (RS), dan perumahan rimkan kepada saya secara berkala, tanyaan saya (cara mendapatkan buku mewah ataupun oleh kelompok majalah dan buku-buku tersebut. Go Green School dan Perjalanan Si masyarakat dan warga yang peduli Majalah dan buku-buku keluaran AMPL Hijau) pada Percik edisi Desember terhadap masalah sanitasi. akan digunakan untuk menunjang lite- 2007. Kalau memang saya bisa menda- c. Potret kota-kota yang selama ini ratur saya dalam menulis masalah- patkan kopiannya, apakah bisa dikir- telah berhasil maupun gagal dalam masalah lingkungan. imkan ke alamat: pengelolaan sanitasi perkotaannya. Terima kasih atas perhatiannya. Tuani Lidiawati Kepala Bapedalda Agus Priwandono Pusat Studi Lingkungan Provinsi Sumatera Barat Redaksi Radar Banten Ir. Hermansyah, Dipl. S.E., MM Jln. Letnan Jidun No. 7 Universitas Surabaya Serang-Banten Gedung TG Lt. IV Jl. Raya Kalirungkut Yth. Bapak Hermansyah, Bapak Agus Priwandono Surabaya 60293 Kami berterima kasih sekali atas Salam kenal kembali,masukan yang sangat bagus. Tentu Sebelumnya kami berterima kasih Terima Kasih atas bantuannya.akan sangat membantu bila ada pihak sekali atas apresiasi terhadap majalah Salamyang memberi informasi dan kami pun PERCIK dan produk Pokja AMPL lain- Tuani Lidiawati PSL Ubayasiap menerbitkan artikel tentang ketiga nya. Untuk itu kami hendak usahakanhal yang Bapak sarankan. untuk mengirim secara berkala majalah Sekali lagi, terima kasih. dan produk-produk AMPL lainnya. Ibu Tuani, Terkait Bapak berlatar belakang jur- Akan kami usahakan mengirim foto nalis, belum lama ini terbentuk forum kopi buku-buku yang Ibu maksud. 2 Percik Maret 2008
    • L A P O R A N U TA M A Hari Air Dunia 2008 Mengangkat Isu SanitasiH ari Air Dunia (HAD) meru- TEMA HARI AIR DUNIA pakan salah satu hari interna- sional yang dideklarasikan PBB Peduli Akan Sumber Daya Air adalahdan diperingati setiap 22 Maret. Pe- Urusan Setiap Orang (1994),netapan HAD didasarkan pada Resolusi Air dan Perempuan (1995), Air untuk Kota-kota yang Kering (1996),Nomor A/RES/47/1993 pada Sidang Air Dunia, Cukupkah? (1997),Umum PBB ke 47 tanggal 22 Desember Air Tanah-Sumber Daya yang Tidak1992, yang sekaligus merupakan pene- Terlihat (1998),gasan terhadap rekomendasi Bab 18 Setiap Orang Tinggal di Bagian Hilir (1999),Agenda 21 dari United Nations Con- Air untuk Abad 21 (2000), Air dan Kesehatan (2001),ference on Environment and Develop- Air untuk Pembangunan (2002),ment (UNCED) di Rio de Jeneiro atau Air untuk Masa Depan (2003),secara populer disebut sebagai Earth Air dan Bencana (2004),Summit (KTT Bumi). Pelaksanaan Hari Air untuk Kehidupan (2005),Air Dunia dimulai tahun 1993 di setiap Air dan Budaya (2006), dan Mengatasi Kelangkaan Air (2007).negara anggota PBB termasuk Indonesia. Secara resmi Hari Air Dunia diorgani-sasikan oleh UN-Water yang setiap kesehatan, kehilangan pendapatan Untuk itu, menjadikan sanitasi sebagaitahunnya menentukan tema tersendiri. melalui berkurangnya produktifitas, dan isu penting perlu dilakukan secaraTema Hari Air Dunia untuk Tahun 2008 biaya pemerintah menyediakan pela- berkesinambungan dengan melibatkanakan mengangkat isu tentang sanitasi yanan kesehatan. Selain juga mengaki- semua pemangku kepentingan, dansejalan dengan dideklarasikannya 2008 batkan kehilangan waktu, berkurangnya terutama pemerintah daerah, komunitas,sebagai Tahun Sanitasi Internasional pendapatan dari pariwisata. Intinya biaya rumah tangga dan swasta.(TSI). Sementara tema HAD 2008 di ketika kita tidak berbuat apa-apa, sangat Pengarusutamaan sanitasi padaIndonesia adalah Sanitasi Lestarikan Air besar; (iii) Sanitasi memperbaiki pem- tingkat nasional dan memprioritaskandan Lingkungan. Seluruh penduduk bangunan sosial (Sanitation contributes sanitasi dalam kebijakan dan strategidunia didorong untuk memperingati Hari to social development). Sanitasi ber- nasional merupakan sebuah langkahAir Dunia dengan fokus mendapatkan dampak siginifikan terhadap pertum- awal. Kemitraan internasional akanperhatian terhadap kondisi sanitasi saat buhan anak-anak dan masa depannya; meningkatkan investasi dan membukaini yang masih jauh dari memadai. (iv) Sanitasi menolong lingkungan peluang tersedianya pilihan teknologi (Sanitation helps the environment). baru.Pesan Sanitasi Sanitasi memadai mengurangi beban Tapi yang terutama adalah ini saatnya Terkait HAD, terdapat 5 pesan sani- lingkungan, meningkatkan keberlanjutan mulai bertindak. Mari bersama membe-tasi yang perlu dicermati yaitu (i) Sanitasi sumber daya lingkungan dan memung- nahi sanitasi. Kita semua tanpa kecuali.penting bagi kesehatan (Sanitation is kinkan masa depan anak-anak yang lebih Untuk mengetahui lebih lanjutvital for health). Tinja manusia meru- sehat; (v) Sanitasi dapat tercapai (Sani- mengenai Hari Air Dunia, klik:pakan sumber utama pathogen diare. tation is achievable). Ini saatnya bertin-Tanpa fasilitas sanitasi memadai, kondisi dak. Rumah tangga, komunitas, pemerin- http://www.unwater.org/worldwater-kesehatan setiap orang akan terancam; tah daerah dan nasional, masyarakat day/flashindex.html http://www.worldwaterday.org(ii) Sanitasi adalah sebuah investasi madani, dan perusahaan swasta perlu http://www.worldwaterday.net/ekonomi (Sanitation is a good economic bekerja sama. http://www.pu.go.id/Publik/IND/Event/investment). Dampak kesehatan dari HariAir2008/kondisi sanitasi yang tidak memadai Apa yang Harus Dilakukan? http://www.ampl.or.idmengarah pada sejumlah biaya ekonomi Dibutuhkan kerja keras agar isu sani-dan keuangan termasuk biaya langsung tasi mendapat perhatian yang cukup. OM dari berbagai sumber Percik Maret 2008 3
    • L A P O R A N U TA M A Peringatan Hari Air Dunia XVI Tahun 2008 di IndonesiaS etiap tahun, bangsa Indonesia tidak pernah ketinggalan untuk turut memeriahkan peringatan Hari Air Dunia (HAD) yang jatuh tepat 22 Maret. Tahun ini pun PanitiaNasional HAD 2008 menyiapkan rangkaian kegiatan yangdiawali dengan Launching HAD 2008 pada 5 Februari 2008 diDepartemen PU. Secara umum, agenda yang dijalankan Panitia NasionalHAD 2008, yaitu Kampanye peduli air dan Tahun SanitasiInternasional, seminar/lokakarya, gerakan masyarakat, peng-galakan HAD daerah, pameran HAD, dan publikasi dan doku-mentasi.Pameran dan Seminar Salah satu kegiatan peringatan Hari Air Dunia XVI Tahun2008 tingkat Nasional adalah Pameran dan Seminar bidang airdan sanitasi (Indonesia Exhibition and Conference for WorldWater Day 2008). Pameran yang digelar selama tiga hari ini,27-29 Maret 2008, di Jakarta International Expo (JIEXPO), di-selenggarakan oleh Departemen Pekerjaan Umum. Hari Air Dunia (HAD) yang jatuh pada 22 Maret, tahun inimengusung tema "Sanitasi" yang sekaligus sebagai penca-nangan Tahun Sanitasi Internasional (TSI) 2008. Sementaratema untuk peringatan HAD tingkat Nasional adalah "SanitasiLestarikan Air dan Lingkungan". Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dalam sambutanpembukaan pameran mengingatkan akan bahaya limbah ter-hadap sumber daya air. "Ini sangat relevan dengan kondisi sa-nitasi kita yang semakin memprihatinkan, selain kondisi kondisi Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto memotong pita saatair kita yang semakin kritis," tuturnya. secara resmi membuka Pameran dan Seminar Hari Air Dunia XVI Menurut Djoko, berbicara air dan sanitasi merupakan bisnis 2008, 27 Maret 2008, di JIEXPO Jakarta. Foto: Bowo Leksonosemua orang. Ia memaparkan bahwa untuk investasi sektor airdan sanitasi kurang dari 10 persen dari Rp 36 triliun anggaran Seminar "Sanitasi Lestarikan Air dan Lingkungan"Departemen PU. "Idealnya adalah 30 persen. Sementara untuk Seminar ini diadakan oleh Direktorat Sumber Daya Airproyek-proyek membangun jalan dan sarana fisik lainnya men- Departemen PU di sela-sela gelaran pameran mengusung temacapai lebih dari 50 persen. Untuk itu dibutuhkan keterlibatan "Sanitasi Lestarikan Air dan Lingkungan" pada 27 Maret 2008,pemerintah daerah dan semua pihak," ungkapnya. di ruang Rinjani, Jiexpo. Menandai dimulainya pameran dan rangkaian seminar, Seminar menghadirkan empat pembicara yang dibagi dalamMenteri PU memotong pita dan berkunjung ke semua stan yang dua bahasan. Dua pembicara awal adalah Muhammad Khalidtersedia. Salah satu stan bersama adalah milik Jejaring AMPL Arya dari ISSDP yang membahas "Peran Pemerintah Daerahyang menyediakan berbagai info produk terkait air minum dan Provinsi dalam Mengembangkan Program Sanitasi" bersandingpenyehatan lingkungan. Rencananya, Puncak HAD 2008 ini dengan Pri Joewono Guntoro, Kasubdin Program Dinas PSDAberupa kesepakatan bersama untuk memperbaiki sub DAS Provinsi Jawa Tengah dengan bahasan "Pendampingan(daerah aliran sungai) Bengawan Solo, awal April 2008. Masyarakat dalam Konservasi Sumber Daya Air Menuju4 Percik Maret 2008
    • L A P O R A N U TA M APartisipasi Pengelolaan Sumber Daya restorasi sumber daya air bergantung ma para pengambil keputusan agarAir". Sesi pertama tersebut dimoderatori pada keberhasilan dalam membentuk penanganan sanitasi mendapatkan prio-Oswar Mungkasa dari Bappenas. sikap masyarakat yang peduli pada ritas dalam pembangunan. "Selain itu, Dalam pemaparannya, M. Khalid lingkungan sekitar," tuturnya. terkait pengelolaan sumber daya air, saatmempertanyakan mengapa perlunya sa- Topik pada sesi kedua adalah "Lu- ini perlu ditingkatkan tindakan nyatanitasi. Menurutnya, sanitasi memberikan bang Resapan Biopori untuk Mengurangi dalam menangani pengelolaan sumberdampak yang luar biasa pada sumber Aliran Permukaan dan Sampah serta Me- daya air termasuk sanitasi," jelasnya.daya air, baik secara ekonomi, kesehatan, ningkatkan Kesuburan Tanah" oleh Ka-maupun kualitas hidup. "Menurut data, mir Brata, Departemen Ilmu Tanah dan Seminar Revitalisasi Tempat Pem-50 orang dari 1000 orang meninggal aki- Sumber Daya Lahan, Fakultas IPB serta rosesan Akhir (TPA) Sampahbat sanitasi buruk," ujarnya. "Pemanfaatan Teknologi Pengolahan Seminar ini sekaligus memperingati M. Khalid menjelaskan perma- Limbah Domestik untuk Biogas pada Tahun Sanitasi Internasioal (TSI)/Inter-salahan santiasi di Indonesia, antara lain MCK ++ (Teknologi Buffled Reactor and national Year of Sanitation (IYS) 2008,sudah bagusnya sarana fisik namun tidak Biogas Digester)" oleh Irwansyah Irdus, pada 24 Maret 2008, di Jakarta yang di-pernah dipergunakan, jenjang birokrasi Ketua RW 08, Kelurahan Petojo Utara, selenggarakan Direktorat Pengembanganyang jauh antara pusat dan daerah kare- Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Sesi Penyehatan Lingkungan Permukimanna itu pemerintah provinsi sangat berpe- ini dimoderatori Dina Hendrawan dari Ditjen Cipta Karya Departemen PU.ran, pendekatan penanganan sanitasi Universitas Trisakti. Dalam seminar tersebut dibahas bebera-yang masih sektoral, sanitasi belum men- Simpulan kedua sesi tersebut disam- pa teknik dan inovasi terbaru dalam pe-jadi prioritas pembangunan, serta ku- paikan pada sesi penutup oleh Agus ngelolaan TPA.rangnya anggaran untuk sektor sanitiasi. Suprapto, yang secara garis besar menya- Ayako Tanaka dan Yasushi Matsufuji, Sementara Pri yang kerap berkecim- takan bahwa sanitasi tidak hanya terkait yang merupakan peneliti dari Graduatepung dalam sektor restorasi dan kon- pembangunan sarana fisik, tetapi juga School of Engineering, Faculty of Engi-servasi sungai di daerah, terus-menerus menyangkut perubahan perilaku dari neering, Fukuoka University Jepang,menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat dan perubahan persepsi dari mengemukakan bahasan tentang hasilsumber daya air. "Keberhasilan seluruh pemangku kepentingan, teruta- studi "Biodegradation Process of Mu- nicipal Solid Waste by Semi-aerobic Landfill Type". Secara umum studi ini bertujuan mendapatkan perbedaan an- tara proses biodegradation pada tipe landfill anaerobic dan semi-aerobic. Hasilnya menunjukkan bahwa peng- gunaan tipe semi-aerobic lebih berman- faat dalam menjaga fungsi lingkungan. Pada sesi lainnya, kedua peneliti juga membahas "Concept of Safety Closure and Reuse of Completed Landfill Sites" yang secara umum menjelaskan bagaimana proses, langkah dan indikator yang dibutuhkan dalam memanfaatkan TPA Landfill secara aman. Hal yang lebih menarik adalah sesi yang membahas Studi Kasus Proyek Clean Development Mechanism (CDM) di Malaysia yang dijelaskan oleh wakil peneliti yang terdiri dari beberapa insti- tusi dari Fukuoka University, Tokyu Construction Co.Ltd., National Institute for Enviromental Studies, New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO). Secara umum studi ini ingin memper- Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengunjungi dan berdiskusi di stan pameran Jejaring AMPL Foto: Bowo Leksono oleh jawaban terhadap tantangan proyek Percik Maret 2008 5
    • L A P O R A N U TA M ACDM yang berupa perubahan dari anaer- ke publik melalui PAM Jaya. "Untuk itu, melindungi eksistensi konsumen pelang-obic condition menjadi semi-aerobic con- di luar aspek manajemen dan finansial, gan air agar memperoleh hak-hak nor-dition atau mempercepat stabilisasi TPA termasuk tenaga kerja, diperlukan persi- matifnya sesuai UU Konsumen Nomor 8landfill menggunakan Steel Pipe Casing apan dari sisi politis". Tahun 1999.Method. Sedangkan kampaye Sadar Sungai Manfaat dari penerapan metode ini Peringatan Hari Air Dunia XVI Bersih dimaksudkan untuk memberiadalah (i) pencapaian kondisi stabil lebih Tahun 2008 di Daerah pengetahuan dan pemahaman kepadaawal dari TPA landfill yang tidak terkelo- masyarakat tentang arti pentingnya men-la dengan baik, (ii) pengurangan polusi FKMPA Buka Posko Pengaduan jaga kebersihan sungai. Sungai bukanlingkungan, (iii) kontribusi terhadap pe- Pelanggan Air tempat sampah, dan bahaya sungai yangningkatan kondisi lingkungan dalam Dalam rangka memperingati Hari Air tercemar bagi kesehatan. Sedang Lombamengantisipasi isu pemanasan global. Dunia 2008, Forum Komunikasi Ma- Pidato Hari Air Dunia 2008 yang diikuti Sementara topik Revitalisasi-Reha- syarakat Pelanggan Air (FKMPA) beker- lebih kurang 200 peserta dari pelajarbilitasi-Reklamasi TPA Sampah disam- jasama dengan YLKI Sumatera Utara SMU sederajat se-Kota Medan yangpaikan oleh Prof. Ir. Enri Damanhuri membuka Posko Pengaduan Pelanggan mengambil tema "Selamatkan Sungaiku(ITB). Kadis Kebersihan Kota Pontianak Air dan akan menggelar rangkaian dari Pencemaran" dan bertujuan untukmenyampaikan materi terkait upaya pe- kegiatan dalam paket Gerakan Bersih menamakan kesadaran dan tanggungngelolaan TPA Pontianak sesuai dengan Sungai (GBS) yang dimulai 26 Februari- jawab moral generasi muda bangsaprinsip CDM. 26 Maret 2008. khususnya para remaja dalam menjaga Semua tindakan di atas tidak dapat Azri SMAK selaku Ketua FKMPA kelestarian dan kebersihan sungai danberdiri sendiri tapi perlu dilakukan menyebutkan, kegiatan tersebut antara berani mengatakan Perang terhadapbersama dengan masyarakat dalam ben- lain berupa kampanye Sadar Sungai Pencemaran Sungai.tuk penerapan 3R (reduce, reuse, re- Bersih kepada masyarakat sepanjangcycle), dan pemerintah juga diminta Bantaran Sungai Sunggal-Belawan, Lom-untuk menerapkan prinsip eco-labeling ba Pidato Hari Air Dunia Tingkat Peringatan HAD di Lampungberupa peningkatan penggunaan bahan SMU/sederajat. Di Provinsi Lampung, peringatanyang dapat terurai oleh produsen. Pembukaan Posko Pengaduan Pe- Hari Air Sedunia dilaksanakan pada 26 langgan Air dimaksudkan sebagai komit- Maret 2008 bertempat di Bundaran Tugu men FKMPA dan YLKI Sumut untuk Adipura (Bundaran Gajah), Jl. RadenKRuHA Gelar Aksi di HAD Tidak hanya seminar dan lokakarya,peringatan HAD juga dilengkapi denganaksi salah satu LSM yang peduli terhadapkondisi air di Indonesia. Koalisi Rakyatuntuk Hak Atas Air (KRuHA), organisasinon-pemerintah, melakukan aksi unjukrasa di depan Istana Negara dan gedungRRI Jakarta pada Sabtu, 22 Maret 2008. Aksi diawali longmarch dari patungkuda di Jalan Merdeka Selatan hingga didepan Istana. Demonstran menolak selu-ruh bentuk privatisasi air oleh pihakswasta. Mereka menilai pemerintah men-jual sumber daya air (SDA) kepada pihakasing melalui privatisasi air. Karena itu, KRuHA mendesak agarPemprov DKI mempersiapkan pemutus-an kontrak layanan air bersih yang di-kendalikan dua mitra operatornya. Hamong selaku Koordinator NasionalKRuHA berpendapat persiapan pemutus-an kontrak tersebut harus diarahkan Suasana Seminar Sanitasi Lestarikan Air dan Lingkungan di JIEXPO Jakarta.pada pengembalian hak pengolahan air Foto: Bowo Leksono6 Percik Maret 2008
    • L A P O R A N U TA M AIntan, Bandar Lampung. Kegiatan ini diselenggarakan olehSurat Kabar Harian Lampung Post dan PT Coca Cola, beker-jasama dengan BPDAS Way Seputih Way Sekampung, DinasKehutanan Provinsi Lampung, Mapala Universitas BandarLampung, IAIN Raden Intan, dan Dewan Air Kota BandarLampung. Peringatan diisi kegiatan pembagian bibit tanaman kepadamasyarakat pengguna jalan yang melewati Bundaran TuguAdipura. Pembagian bibit ini didasarkan pada tema yangdiusung yaitu "Air Untuk Kehidupan. Selamatkan Air denganMenanam Pohon". Dengan Peringatan Hari Air Sedunia ini hendaknya menjadiperhatian bagi semua pihak untuk bagaimana mempertahankankualitas lingkungan, mengembalikan fungsi hutan sebagai pe-nyimpan air, melakukan revitalisasi air tanah yang merupakansumber air bersih bagi sebagian besar masyarakat Indonesiadan sebagainya, untuk menjamin ketersediaan air yangmemadai bagi masyarakat, baik dalam kualitas maupun kuanti-tas. Hal ini dapat dimulai dari tiap-tiap individu untuk mulaimenghemat penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari. Foto: Fanny WedahuditamaSeminar Sehari di ITB Dalam rangka Hari Air Dunia (HAD), Institut Teknologi berkelanjutan yang diharapkan.Bandung (ITB) bekerjasama dengan Direktorat Jendral Cipta Pembelajaran dari kerjasama regional yang telah dituangkanKarya menyelenggarakan seminar sehari bertema "Apresiasi Air dalam Keputusan Bersama tahun 2004 antara Gubernur Jawadan Sanitasi di Kawasan Budi Daya, Kini dan Masa Depan" pada Barat, Bupati Bandung, Bupati Sumedang, Walikota Bandung31 Maret 2008, di Aula Barat ITB. dan Walikota Cimahi dalam menjamin pembangunan berke- Acara dibuka Rektor ITB dilanjutkan pemutaran film fiksi lanjutan di cekungan Bandung menunjukkan meningkatnyapendek mengenai air dan kondisinya pada tahun 2070. Ditjen peran aktif yang dimaksud. Acara seminar sehari ini didukungCipta Karya Ir Budi Yuwono menyampaikan paparan mengenai 12 pembicara yang terbagi kedalam tiga sesi."Kebijakan Strategis Pembangunan Berkelanjutan di Kawasan Kesimpulan dari seluruh materi dan diskusi disampaikanPerkotaan dan Perdesaan". Ia menghimbau peran aktif seluruh Prof Juli Soemirat yang pada dasarnya bukanlah hal baru dalampemangku kepentingan agar dapat mendukung pembangunan pembangunan sektor air minum dan penyehatan lingkungan (AMPL). "Pembangunan sektor ini perlu disertai perubahan perilaku menuju hidup bersih dan sehat dan perilaku ling- KIPRAH POKJA DAERAH kungan," tuturnya. Selain itu, aspek teknologi sendiri tidak cukup untuk meng- Menindaklanjuti kesepakatan dalam Lokakarya konsolidasi pelaksanaan kebijakan di Bali pada tanggal 2-6 Maret 2008, beberapa Pokja daerah telah hasilkan pembangunan yang berkelanjutan. Beberapa kata turut berpartisipasi merayakan HAD 2008 didaerah masing-masing. kunci yang dikedepankan pada simpulan ini pada dasarnya Kelompok Kerja AMPL Propinsi Sumatera Barat bekerjasama dengan adalah koordinasi, integrasi dan konsistensi, pendidikan Waspola menyelenggarakan Lokakarya Strategi Komunikasi untuk Pe- ngembangan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat lingkungan sejak dini, dan pendekatan berbasis masyarakat. Provinsi Sumatera Barat, pada 25-27 Maret 2008, di Padang. Pokja AMPL Propinsi Jawa Tengah telah menyelenggarakan talkshow di Gerakan Masyarakat dan Apresiasi HAD Radio Female 106,1 FM, nara sumber acara tersebut adalah Agung Tejo Prabowo (Pokja AMPL Propinsi Jawa Tengah) dan perwakilan Unicef. Pada Daerah yang dipilih sebagai tempat pelaksanaan kegiatan ini minggu kedua bulan April direncanakan dilakukan perayaan HAD secara besar- adalah Kota dan Kabupaten Tangerang pada 12 April 2008. besaran dengan agenda kunjungan ke masyarakat, media gathering, dan se- berkaitan dengan tema "Sanitasi", ada beberapa lokasi strategis minar. Di Kabupaten Serang, pemerintah daerah telah melaksanakan upacara yang dikunjungi, yaitu SANIMAS di Desa Sepatan, Kecamatan peringatan HAD di lingkungan pemda pada tanggal 31 Maret 2008. Disamping Kedaung Wetan, MCK Plus++ di Jatake, dan pengelolaan sam- itu dilakukan pemasangan spanduk di beberapa titik di Kota Serang. Juga pah berbasis masyarakat di Perumahan Mustika Tigaraksa. dilakukan pemuatan tulisan oleh Pokja AMPL Kabupaten Serang tentang HAD di koran Radar Banten. Sementara kegiatan lain berupa donor darah di Departemen Di Kabupaten Sumbawa NTB, Pokja AMPL Kabupaten Sumbawa turut me- PU dan gerakan masyarakat Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) rayakan HAD dengan pemasangan baliho kampanye air minum dan sanitasi. yang diselenggarakan bersama kegiatan di lokasi SANIMAS Desa Sepatan. BW/OM/FWE/Berbagai sumber Percik Maret 2008 7
    • L A P O R A N U TA M A Cakupan Pelayanan Sanitasi* Berdasarkan Kabupaten/Kota di Indonesia Tahun 2006URUT NAMA KABUPATEN/KOTA PELAYANAN (%) URUT NAMA KABUPATEN/KOTA PELAYANAN (%) URUT NAMA KABUPATEN/KOTA PELAYANAN (%)1 Kota Banda Aceh 93.33 71 Kota Lhoksumawe 59.46 141 Kota Banjar 41.402 Kota Semarang 93.27 72 Kab. Sidenreng Rappang 59.30 142 Kab. Poso 41.393 Kota Tegal 91.94 73 Kab. Pinrang 59.28 143 Kota Sibolga 40.804 Kota Madiun 90.31 74 Kab. Indramayu 58.89 144 Kab. S I A K 40.785 Kota Yogyakarta 89.58 75 Kota Langsa 58.83 145 Kab. Sumedang 40.716 Kota Mojokerto 88.28 76 Kab. Toba Samosir 58.60 146 Kab. Bandung 40.637 Kota Cimahi 87.38 77 Kab. Tangerang 57.78 147 Kab. Banyumas 40.568 Kota Medan 86.88 78 Kota Pematang Siantar 57.73 148 Kab. Pati 40.319 Kota Pontianak 86.68 79 Kab. Gresik 56.84 149 Kab. Tapanuli Utara 40.2510 Kota Cirebon 86.67 80 Kota Manado 56.63 150 Kota Bima 40.1011 Kota Surakarta 86.56 81 Kab. Aceh Besar 56.58 151 Kab. Tegal 40.0212 Kota Jakarta Selatan 86.50 82 Kab. Magetan 56.46 152 Kab. Demak 39.9513 Kota Jakarta Utara 86.03 83 Kota Bau-bau 55.68 153 Kab. Asahan 39.9014 Kota Pekan Baru 85.14 84 Kota Pekalongan 55.21 154 Kab. Labuhan Batu 39.6515 Kota Depok 84.42 85 Kota Samarinda 55.07 155 Kab. Kepulauan Sangi 39.2516 Kota Jakarta Timur 83.31 86 Kota Probolinggo 54.16 156 Kab.Teluk Bintuni 39.0617 Kota Balikpapan 82.74 87 Kota Kendari 54.06 157 Kab. Serang 38.9718 Kota Bekasi 82.26 88 Kab. Kulon Progo 53.67 158 Kab. Madiun 38.9019 Kota Denpasar 81.25 89 Kab. Minahasa Selatan 53.12 159 Kab. Jayapura 38.6620 Kota Jakarta Pusat 80.94 90 Kab. Barru 52.72 160 Kab. Cilacap 38.4921 Kota Pare-pare 80.21 91 Kab. Bekasi 52.68 161 Kab. Subang 38.4622 Kota Tebing Tinggi 80.10 92 Kota Palopo 52.65 162 Kab. Langkat 38.0923 Kota Jambi 79.96 93 Kab. Gowa 52.42 163 Kab. Kediri 37.9724 Kota Palangka Raya 78.16 94 Kota Tarakan 52.28 164 Kab. Jepara 37.5325 Kab. Badung 78.08 95 Kab. Majalengka 52.21 165 Kab. Grobogan 37.3326 Kota Ambon 78.06 96 Kota Lubuklinggau 52.14 166 Kab. Temanggung 37.2327 Kota Blitar 77.97 97 Kota Prabumulih 51.66 167 Kab. Sikka 37.0228 Kota Bukittinggi 77.50 98 Kab. Hulu Sungai Utara 51.53 168 Kab. Karimun 36.9129 Kota Bontang 77.00 99 Kab. Bangka 51.43 169 Kab. Malang 36.8530 Kota Magelang 75.99 100 Kab. Cirebon 51.11 170 Kota Sawah Lunto 36.8531 Kab. Gianyar 75.88 101 Kab. Biak Numfor 50.87 171 Kab. Bogor 36.8332 Kota Makassar 75.65 102 Kab. Bangka Tengah 50.85 172 Kab. Bulukumba 36.7933 Kota Jakarta Barat 75.61 103 Kota Pasuruan 50.45 173 Kab. Boyolali 36.7334 Kota Surabaya 74.11 104 Kab. Minahasa 50.37 174 Kab. Ciamis 36.7335 Kota Palu 72.57 105 Kab. Purworejo 50.10 175 Kab. Pekalongan 36.7336 Kota Padang 72.43 106 Kab.Sorong Selatan 49.74 176 Kab. Sragen 36.5637 Kab. Sidoarjo 72.26 107 Kota Gorontalo 49.54 177 Kab. Brebes 36.5138 Kab. Sleman 71.90 108 Kota Metro 49.48 178 Kab. Magelang 36.4039 Kota Kediri 71.72 109 Kab. Serdang Bedagai 49.22 179 Kab. Bolaang Mongondow 36.3040 Kota Ternate 71.22 110 Kota Payakumbuh 49.17 180 Kab. Nganjuk 36.2641 Kab.Sorong 71.06 111 Kab. Mojokerto 48.65 181 Kab. Pangkajene Kepulauan 36.0742 Kota Pangkal Pinang 70.72 112 Kab. Mimika 48.17 182 Kab. Sumbawa Barat 35.8443 Kota Malang 69.68 113 Kab. Minahasa Utara 47.89 183 Kab. Kampar 35.7244 Kota Bandar Lampung 69.32 114 Kab. Bangka Barat 47.34 184 Kab. Aceh Tamiang 35.7245 Kota Kota Jayapura 68.85 115 Kota Bitung 47.19 185 Kab. Belitung 35.6346 Kab. Klungkung 68.27 116 Kab. Kebumen 47.16 186 Kota Tomohon 35.6147 Kota Salatiga 67.23 117 Kab. Semarang 47.12 187 Kab. Pidie 35.6048 Kota Tidore Kepulauan 65.56 118 Kota Mataram 46.88 188 Kab. Bengkayang 35.4049 Kab. Klaten 65.53 119 Kota Bandung 46.77 189 Kab. Bangli 35.3650 Kab. Sukoharjo 65.44 120 Kepulauan Riau 46.43 190 Kab. Simalungun 34.6051 Kota Binjai 65.11 121 Kab. Kolaka 46.32 191 Kab. Kerinci 34.4552 Kota Palembang 64.81 122 Kab. Takalar 45.90 192 Kota Singkawang 34.4253 Kota Tangerang 63.82 123 Kab. Lamongan 45.88 193 Kab. Karawang 34.3154 Kota Sabang 63.80 124 Kota Tanjung Pinang 45.74 194 Kab. Belitung Timur 33.8155 Kab. Deli Serdang 63.64 125 Kab. Ogan Komering Ulu 45.73 195 Kab. Agam 33.8056 Kota Padang Panjang 62.47 126 Kab. Jombang 45.61 196 Kab. Karang Asem 33.6857 Kota Banjar Baru 62.28 127 Kab. Karo 45.44 197 Kab. Kepulauan Talau 33.3958 Kota Bogor 61.84 128 Kota Batu 44.44 198 Kab. Lampung Selatan 33.3859 Kota B A T A M 61.69 129 Kab. Halmahera Tengah 44.11 199 Kab. Buton 33.2760 Kab. Karanganyar 61.68 130 Kota Banjarmasin 44.07 200 Kab. Muara Enim 33.1961 Kab. Buleleng 61.26 131 Kab. Penajam Paser Utara 43.85 201 Kab. Sambas 32.9962 Kota D U M A I 61.20 132 Kab. Tulungagung 43.83 202 Kab. Humbang Hasundu 32.7163 Kota Solok 60.94 133 Kab. Maros 43.80 203 Kab. Banyuwangi 32.5864 Kota Cilegon 60.93 134 Kab. Purwakarta 43.69 204 Kab. Samosir 32.2265 Kab. Kuningan 60.83 135 Kab. Ponorogo 43.28 205 Kab. Sumbawa 31.8966 Kab. Jembrana 60.69 136 Kab. Berau 43.05 206 Kab. Mamuju Utara 31.7267 Kab. Tabanan 60.04 137 Kab. Bangka Selatan 43.01 207 Kab. Halmahera Timur 31.5668 Kota Bengkulu 59.95 138 Kab. Bengkalis 42.17 208 Kab. Banyu Asin 31.4769 Kota Tanjung Balai 59.87 139 Kab. Enrekang 41.89 209 Kab. Kendal 31.4670 Kab. Kudus 59.78 140 Kab. Halmahera Utara 41.49 210 Kab. Dairi 31.368 Percik Maret 2008
    • L A P O R A N U TA M AURUT NAMA KABUPATEN/KOTA PELAYANAN (%) URUT NAMA KABUPATEN/KOTA PELAYANAN (%) URUT NAMA KABUPATEN/KOTA PELAYANAN (%)211 Kab. Selayar 31.17 287 Kab. Bengkulu Utara 22.25 363 Kab. Alor 14.20212 Kab. Aceh Tengah 31.02 288 Kab. Pandeglang 22.10 364 Kab. Bone Bolango 14.19213 Kab. Aceh Utara 30.97 289 Kab. Luwu Timur 22.05 365 Kab. Barito Kuala 14.09214 Kab. Trenggalek 30.94 290 Kab. Wakatobi 21.86 366 Kab. Pasir 14.08215 Kab. Bulongan 30.91 291 Kab. Kepulauan Sula 21.75 367 Kab. Situbondo 13.98216 Kab. Padang Pariaman 30.87 292 Kab. Sawahlunto/sijunjung 21.67 368 Kab. Bima 13.91217 Kab. Pemalang 30.82 293 Kab. Pakpak Barat 21.63 369 Kab. Nunukan 13.86218 Kab. Toli-toli 30.76 294 Kab. Gunung Kidul 21.62 370 Kab. Lingga 13.78219 Kab. Rejang Lebong 30.75 295 Kab. Pohuwato 21.28 371 Kab. Sampang 13.59220 Kab. Barito Timur 30.72 296 Kab. Jember 21.25 372 Kab. Pacitan 13.56221 Kab. Purbalingga 30.63 297 Kab. Flores Timur 21.04 373 Kab. Aceh Tenggara 13.33222 Kab. Luwu Utara 30.59 298 Kab. Batang 20.85 374 Kab. Raja Ampat 13.20223 Kab.Sorong 30.56 299 Kab. Sarolangun 20.85 375 Kab. Bengkulu Selatan 13.07224 Kab. Aceh Barat 30.27 300 Kab. Nagan Raya 20.76 376 Kab. Lima Puluh Koto 13.02225 Kota Kupang 30.26 301 Kab. Lumajang 20.55 377 Kab. Merauke 12.98226 Kab. Parigi Moutong 30.24 302 Kab. Maluku Tengah 20.51 378 Kab. Simeulue 12.24227 Kab. Kotawaringin Barat 29.87 303 Kab. Bangkalan 20.48 379 Kab. Indragiri Hilir 12.18228 Kab. Ogan Ilir 29.79 304 Kab. Sinjai 20.27 380 Kab. Kaur 11.84229 Kab. Barito Selatan 29.65 305 Kab. Ogan Komering Ilir 20.21 381 Kab. Barito Utara 11.68230 Kab. Blitar 29.43 306 Kab. Lebak 20.20 382 Kab. Tanah Laut 11.64231 Kab. Pasuruan 29.33 307 Kab. Kepulauan Riau 20.18 383 Kab. Keerom 10.94232 Kab. Bantaeng 29.21 308 Kab. Mukomuko 20.15 384 Kab. Kepulauan Aru 10.89233 Kab. Kutai 28.86 309 Kab. Lombok Barat 20.11 385 Kab. Paniai 10.80234 Kab. Bungo 28.59 310 Kab. Mamuju 20.10 386 Kab. Gunung Mas 10.58235 Kab. Banggai 28.29 311 Kab. Sukabumi 20.08 387 Kab. Maluku Tenggara 10.44236 Kota Padang Sidempuan 28.26 312 Kab. Bombana 20.01 388 Kab. Belu 10.12237 Kab. Bone 28.18 313 Kab. Tapin 19.99 389 Kab. Bondowoso 10.08238 Kab. Lembata 27.94 314 Kab. Teluk Wondama 19.79 390 Kab. Melawi 10.03239 Kab. Wonosobo 27.40 315 Kab. Majene 19.77 391 Kab. Manokwari 9.96240 Kota Tasikmalaya 27.10 316 Kab. Kendari 19.68 392 Kab. Natuna 9.92241 Kab. Tanggamus 27.02 317 Kab. Musi Banyu Asin 19.65 393 Kab. Kuantan Singing 9.71242 Kab. Seram Bagian Barat 26.79 318 Kab. Donggala 19.63 394 Kab. Sumenep 9.50243 Kab. Tebo 26.77 319 Kab. Ende 19.55 395 Kab. Tasikmalaya 9.39244 Kab. Halmahera Barat 26.74 320 Kab. Sanggau 19.42 396 Kab. Kapuas Hulu 9.13245 Kab. Banjar 26.50 321 Kab. Batang Hari 19.15 397 Kab. Probolinggo 9.00246 Kab. Aceh Singkil 26.47 322 Kab. Gorontalo 19.13 398 Kab. Jayawijaya 8.97247 Kab. Dompu 26.28 323 Kab. Pasaman Barat 18.81 399 Kab. Tanjung Jabung 8.41248 Kab. Pontianak 26.26 324 Kab. Dharmasraya 18.74 400 Kab. Manggarai Barat 8.37249 Kab. Bireuen 26.01 325 Kab. Nabire 18.69 401 Kab. Seruyan 8.10250 Kab. Rembang 25.71 326 Kab. Halmahera Selatan 18.26 402 Kab. Sukamara 7.79251 Kab. Tana Toraja 25.52 327 Kab. Muna 18.07 403 Kab. Sintang 7.36252 Kab. Seluma 25.41 328 Kab. Bener Meriah 17.86 404 Kab. Lampung Barat 7.26253 Kab. Polewali Mamasa 25.41 329 Kab. Lombok Timur 17.79 405 Kab. Mamasa 7.08254 Kab. Rokan Hulu 25.24 330 Kab. Ogan Komering Utara 17.61 406 Kab. Pamekasan 7.08255 Kab. Kutai Timur 25.02 331 Kab. Kepulauan Seribu 17.50 407 Kab. Landak 6.96256 Kab. Balangan 25.00 332 Kab. Lampung Tengah 17.48 408 Kab. Timor Tengah Utara 6.90257 Kab. Wonogiri 24.95 333 Kab. Kutai Barat 17.44 409 Kab. Kupang 6.41258 Kota Pagar Alam 24.73 334 Kab. Solok 17.34 410 Kab. Kota Baru 6.28259 Kab. Tojo Una-una 24.67 335 Kab. Tanah Datar 17.20 411 Kab. Asmat 6.25260 Kab. Blora 24.45 336 Kab. Kepahiang 17.18 412 Kab. Seram Bagian Timur 6.09261 Kab. Soppeng 24.39 337 Kab. Cianjur 17.15 413 Kab. Lamandau 6.06262 Kab. Lampung Utara 24.36 338 Kab. Musi Rawas 17.14 414 Kab. Tanah Bumbu 5.99263 Kab. Aceh Timur 24.25 339 Kab. Pasaman 17.08 415 Kab. Sarmi 5.73264 Kab.Kaimana 24.07 340 Kab. Muaro Jambi 16.97 416 Kab. Mandailing Natal 5.65265 Kab. Buol 23.89 341 Kab. Ogan Komering Utara 16.93 417 Kab. Nias 5.41266 Kab. Aceh Selatan 23.88 342 Kab. Konawe Selatan 16.85 418 Kab. Manggarai 5.32267 Kab. Jeneponto 23.85 343 Kab. Ngawi 16.83 419 Kab. Kepulauan Mentawai 4.31268 Kab. Hulu Sungai Selatan 23.83 344 Kab. Aceh Jaya 16.82 420 Kab. Way Kanan 4.28269 Kab. Tulangbawang 23.82 345 Kab. Malinau 16.59 421 Kab. Rote Ndao 3.65270 Kab. Fak-Fak 23.75 346 Kab. Tapanuli Selatan 16.40 422 Kab. Lebong 3.37271 Kab. Merangin 23.74 347 Kota Pariaman 16.30 423 Kab. Katingan 3.31272 Kab. Lampung Timur 23.48 348 Kab. Aceh Barat Daya 15.81 424 Kab. Pulang Pisau 2.81273 Kab. Ketapang 23.43 349 Kota Sukabumi 15.75 425 Kab. Ngada 2.64274 Kab. Buru 23.43 350 Kab. Indragiri Hulu 15.43 426 Kab. Kotawaringin Timur 2.51275 Kab. Lahat 23.22 351 Kab. Solok Selatan 15.34 427 Kab. Nias Selatan 2.49276 Kab. Morowali 23.16 352 Kab. Gayo Lues 15.32 428 Kab. Sumba Barat 2.13277 Kab. Tuban 23.04 353 Kab. Sumba Timur 15.12 429 Kab. Timor Tengah Selatan 1.82278 Kab. Wajo 22.96 354 Kab. Lombok Tengah 14.94 430 Kab. Puncak Jaya 1.79279 Kab. Tanjung Jabung 22.94 355 Kab. Tapanuli Tengah 14.94 431 Kab. Sekadau 0.86280 Kab. Kolaka Utara 22.71 356 Kab. Kapuas 14.81 432 Kab. Murung Raya 0.65281 Kab. Bojonegoro 22.66 357 Kab. Garut 14.72 433 Kab. Mappi 0.52282 Kab. Pesisir Selatan 22.63 358 Kab. Maluku Tenggara 14.55 434 Kab. Yahukimo 0.00283 Kab. Banggai Kepulauan 22.61 359 Kab. Pelalawan 14.49 435 Kab. Pegunungan Bintuni 0.00284 Kab. Tabalong 22.59 360 Kab. Rokan Hilir 14.49 INDONESIA 40.67285 Kab. Boalemo 22.41 361 Kab. Hulu Sungai Tengah 14.46286 Kab. Luwu 22.39 362 Kab. Banjarnegara 14.38*) Prosentase penggunaan tangki sebagai tempat pembuangan akhir tinja Sumber: BPS Percik Maret 2008 9
    • POJOK TSI 2008 Peluncuran Tahun Sanitasi Internasional 2008 di Pilipina Sederhana Namun MeriahK etika mendapat tawaran dari Program Eco-Asia untuk menghadiri peluncuran Tahun Sanitasi Interna- sional/International Year of Sanitation (TSI/IYS)2008 negara tetangga Pilipina, yang terbayangkan adalahpeluncuran secara besar-besaran. Pada kenyataannya, dilak-sanakan secara sederhana di salah satu kota kecil Mandaluyong,yang merupakan bagian dari Metropolitan Manila, namundalam suasana yang meriah dan inspiratif. Tulisan berikut men-coba menggambarkan suasana peluncuran TSI.Peluncuran dalam Tiga Bagian Peluncuran TSI 2008 dipusatkan di Kota Mandaluyong,Metro Manila dalam tiga tahapan acara, yang dimulai padatingkat kota, kemudian nasional dan diakhiri di sekolah. Pelaksanaan tingkat kota dilaksanakan di lapangan olahragayang disulap menjadi panggung acara peluncuran. Pemilihanhari Senin dan lokasi peluncuran bukan tanpa alasan yang jelas.Kota Mandaluyong dipilih sebagai lokasi peluncuran memper-timbangkan Walikota Mandaluyong sebagai Ketua Asosiasi KotaPilipina (League of Cities of the Philippines/LCP). Diharapkankota lain yang menjadi anggota asosiasi juga akan terinspirasi.Sementara pemilihan hari Senin didasari pertimbangan bahwadi seluruh kota Pilipina, setiap Senin pagi dilaksanakan perte- Panggung acara dibuat sederhana tapi menarik. Foto: OM.muan tatap muka antara walikota berikut jajarannya denganmasyarakat. Diharapkan peluncuran pada hari Senin akan diha-diri oleh banyak masyarakat yang datang untuk menghadiri per- daluyong, Menteri, Ratu Bumi (Miss Earth) Pilipina, Ratu Ke-temuan mingguan. Pada saat bersamaan juga sekaligus dilak- cantikan Mandaluyong, dan tidak ketinggalan Kapten WASHsanakan Hari Promosi WASH (WAter, Sanitation and Hygiene) yang merupakan ikon kampanye WAter Sanitation Hyegine. Acara peluncuran tingkat nasional dilaksanakan di City Hall, Promosi CTPS tersebut dilakukan dihadapan hadirin yang seba-dihadiri oleh Menteri Kesehatan (Minister of Health), Menteri gian besar merupakan murid sekolah dan media massa. Pe-Lingkungan dan Sumber Daya Alam (Minister of Environment luncuran ditutup dengan Konferensi Pers yang diikuti sekitar 10and Natural Resources) Pilipina, anggota Kongres Pilipina se- media massa cetak dan elektronik.kaligus Ketua Komisi Ekologi (Chair, Committee on Ecology)Kongres Pilipina, perwakilan UNDP, dan Walikota Man- Momentum Kegiatandaluyong. Pada kesempatan tersebut Walikota Mandaluyong Berbeda dengan Indonesia yang relatif terlambat menyiap-menekankan pentingnya pemerintah kota/daerah mengadopsi kan peringatan Tahun Sanitasi Internasional, Pilipina telahprogram sanitasi untuk menghindari kerugian akibat buruknya mempersiapkan rangkaian acara peringatan jauh hari sebelum-sanitasi. Sementara anggota kongres menekankan komitmen- nya. Dimulai dengan penyelenggaraan the Philippine Sanitationnya mendukung program sanitasi. Selain itu, diluncurkan juga Summit Tahun 2006 segera setelah ditetapkannya oleh Sidangbeberapa dokumen seperti Buku Kondisi Sanitasi di Asia Timur, Umum PBB Tahun 2008 sebagai the International Year ofManual Pengelolaan Tinja dan Air Limbah Domestik, Studi Sanitation (IYS). Beberapa kegiatan berikutnya menjadiDampak Ekonomi Sanitasi di Pilipina, dan Kit Info Sanitasi rangkaian kegiatan yang berfungsi menjaga momentum ini Selepas peluncuran di City Hall, peserta melakukan arak- seperti the Regional Sanitation Summit 2007: Region XI andarakan menuju lokasi peluncuran berikutnya di salah satu seko- XII di Davao City, 26-27 Juni 2007 dan the East Asialah. Agenda utama adalah promosi Cuci Tangan Pakai Sabun Ministerial Conference on Sanitation and Hygiene (EASan) di(CTPS) yang dilakukan bersama-sama oleh Walikota Man- Beppu, Jepang, 30 November-1 Desember 2007.10 Percik Maret 2008
    • POJOK TSI 2008 Pada saat EASan, delegasi Pilipina Bank Dunia, USAID, SIDA, GTZ, WHO,mengagendakan penandatanganan FAKTA SANITASI Plan International, dan Asosiasi KotaAgenda Aksi oleh Presiden Pilipina yang PILIPINA berikut beberapa anggotanya.menetapkan Tahun 2008 sebagai Tahun Di Indonesia, peringatan TSI 2008 Sekitar 20 juta penduduk tidakSanitasi Internasional sekaligus mene- dikoordinasikan oleh Departemen Peker- mempunyai akses terhadaptapkan setiap minggu IV bulan Juni seba- jaan Umum dengan melibatkan berbagai sanitasi yang memadaigai Minggu Sanitasi. Walaupun kemudi- pemangku kepentingan baik pemerintah Rata-rata 31 balita meninggalan sampai berakhirnya acara peluncuran, maupun non-pemerintah, tetapi masih setiap hari karena diaretidak terlihat adanya kegiatan penan- kurang melibatkan lembaga donor. Biaya yang ditanggung sebagaidatanganan tersebut. akibat buruknya sanitasi men- Tema dan Slogan capai Rp 19,5 triliun atau seki-Penyelenggaraan Slogan utama TSI 2008 Pilipina tar 1,5% PDB Pilipina Tahun Hal lain yang juga berbeda dengan adalah "Sanitation is the Solution". 2005 (Economics of SanitationIndonesia adalah perencanaan dan Singkat, padat dan tegas. Beberapa pesan Initiative/ ESI).organisasi peluncuran TSI 2008 di kunci yang juga dipersiapkan adalah (i)Pilipina dilaksanakan oleh The Philippine Sanitation is vital for human health; (ii)Ecological Sanitation Network (PEN), Sanitation generates economic benefits;sebuah jaringan informal yang terdiri Pilipina telah mempersiapkan (iii) Sanitation contributes to dignitydari institusi pemerintah pusat, par- acara peringatan jauh and social development; (iv) Sanitationlemen, pemerintah daerah, lembaga hari sebelumnya. Dimulai helps the environment; dan (v) improv-donor, program/proyek, perguruan ting- ing sanitation is achievable. dengan penyelenggaraangi dan LSM. Jaringan ini dianggap ber-hasil dalam menyelenggarakan The Phi- the Philippine Sanitation Keterlibatan Berbagai Pihaklippine Sanitation Summit 2006, Summit 2006 segera setelah Pada saat peluncuran, beragam pihakbersama dengan Departemen Kesehatan ditetapkan PBB Tahun 2008 terlibat dalam prosesnya. Mulai dari Ratudan Departemen Lingkungan dan sebagai the International Kecantikan yang dipersiapkan khususSumber Daya Alam Pilipina. Di pihak Year of Sanitation (IYS). untuk meramaikan suasana, Kaptenlain, UNICEF juga banyak membantu WASH yang menjadi maskot kampanyedalam hal kegiatan advokasi dan pe- perubahan perilaku, anak sekolah, sam-ningkatan kesadaran publik. 2008 ini juga didukung banyak pihak pai masyarakat yang dilalui oleh konvoi. Penyelenggaraan peluncuran TSI diantaranya lembaga donor seperti WSP Keterlibatan Ratu Kecantikan dalam kegiatan ini tidak hanya pada hari H tetapi mereka juga sudah diberi pelatihan dan pemahaman tentang sanitasi dan berbagai aspeknya. Hal tersebut terlihat jelas ketika Ratu Kecantikan ini diwa- wancarai media massa, mereka dapat memberikan jawaban yang inspiratif, bukan sekedar normatif seperti jawaban pejabat. Keterlibatan masyarakat juga perlu diberi poin khusus, dalam bentuk span- duk-spanduk yang berisi tulisan tangan mereka dengan berbagai ungkapan ten- tang sanitasi. Diantaranya berbagai ajakan untuk mencuci tangan menggu- nakan sabun, menggunakan toilet, atau sekedar ucapan selamat datang TSI 2008 dan banyak lagi lainnya. Hal yang cukup mengejutkan adalah keterlibatan Manila Water, perusahaan Salah satu slogan TSI 2008 dalam bahasa Tagalog yang artinya cucilah tangan penerima konsensi penyediaan air untuk dengan sabun dan gunakan toilet. Foto: OM wilayah Manila bagian Timur, yang sa- Percik Maret 2008 11
    • POJOK TSI 2008ngat aktif dalam peluncuran ini. Mulaidari menyiapkan kendaraan terbuka, truktangki, bahkan juga turut serta dalamacara konperensi pers.Dukungan Parlemen Kehadiran salah satu anggota par-lemen yang juga sekaligus Ketua KomiteEkologi Parlemen Pilipina, yang ternyatajuga merupakan Ketua Delegasi Pilipinapada EASan di Jepang, menunjukkankuatnya dukungan dari legislatif.Sambil Menyelam Minum Air Peluncuran TSI 2008 ternyata jugabanyak dikaitkan dengan berbagai ke-giatan lain seperti Kampanye PromosiWASH, promosi Cuci Tangan PakaiSabun, selain juga peluncuran dan dise- Salah satu alat peraga toilet tiga dimensi yang mememnuhi syarat. Foto: OM.minasi beberapa buku/dokumen olehberbagai pemangku kepentingan. Paling Initiatives for Affordable Wastewater dimungkinkan karena telah terbentuknyatidak tercatat (i) Publikasi "Universal Sa- Treatment (LINAW) USAID. forum yang dikenal dengan Philippinenitation in East Asia: Mission Possible?" Ecological Sanitation Network (PEN),oleh WSP-WHO-UNICEF; (ii) Manual Kerjasama Erat Antardonor dan yang merupakan wadah berkumpulnyadengan judul "Operations Manual on the Antara Donor dengan Pemangku donor, dan pemangku kepentingan.Rules and Regulations Governing the Kepentingan Berbeda dengan lembaga donor diCollection, Handling, Transport, Salah satu sisi menarik dari keber- Indonesia yang pada saat ini baruTreatment and Disposal of Domestic hasilan peluncuran TSI di Pilipina adalah berhasil membentuk kelompok donorSludge and Septage" oleh Departemen kerjasama yang erat diantara donor untuk sanitasi yang dikenal sebagaiKesehatan Pilipina; (iii) Hasil Studi maupun antara donor dengan pemangku Sanitation Donor Group dikoordinasikanSanitasi oleh WSP-EAO Bank Dunia, dan kepentingan lainnya. Hal ini telah terlihat oleh Bank Dunia. Belum terlihat kiprahProgram ECO-Asia USAID; dan (iv) Kit sejak penyelenggaraan Philippine mereka.Informasi Teknologi Sanitasi oleh Local Sanitation Summit 2006. Kondisi ini Mimpi Sanitasi Sepulang dari acara peluncuran terse- but, banyak keinginan yang kemudian muncul yang lebih tepat disebut mimpi sanitasi. Bagaimana nantinya Indonesia dapat merayakan atau meluncurkan suatu acara peringatan yang sederhana tapi meriah dan bukannya megah tapi tak bermakna. Bagaimana Indonesia nanti- nya bisa mempunyai forum kerjasama antardonor, dan antara donor dengan pemangku kepentingan lainnya. Bagai- mana nantinya para anggota DPR/DPRD, pemimpin bangsa, kepala daerah, bisa memberi perhatian pada sanitasi yang notabene merupakan kebu- tuhan dasar manusia. Dan masih banyak lagi bagaimana yang lain.... Cape deh..... Masyarakat antusias menunggu lewatnya konvoi TSI 2008 sambil memegang spanduk. (OM dari berbagai sumber). Foto: OM.12 Percik Maret 2008
    • WAWANCARA Ir Susmono PERLU PROGRAM TERPADU UNTUK MENGATASI SANITASI Tampaknya permasalahan sanitasi yang kompleks di serta masyarakat. Pada implementasinya Indonesia tidak bisa terselesaikan dengan segera. Sektor program terpadu ini dilaksanakan sejak sanitasi belum menjadi prioritas dalam pembangunan tahapan perencanaan, pelaksanaan ke- bagi para pengambil keputusan. Belum lagi perjuangan giatan sampai dengan pascakegiatan. dalam mendapatkan anggaran yang besar untuk meng- atasi persoalan sanitasi ini sangatlah sulit. Apa kesulitan/kendalanya? Diperlukan peningkatan kepedulian dan komitmen Kesulitan yang sangat krusial, yang pengambil keputusan dan stakeholder sanitasi disamping selama ini dihadapi dalam pembangunan terus mengampanyekan perilaku hidup bersih dan sehat. sanitasi di Indonesia adalah: Bagaimana kondisi dan peran stakeholder dalam meng- a. Terbatasnya pembiayaan, dimana atasi persoalan sanitasi di Indonesia? Berikut petikan program sanitasi masih belum men- wawancara Percik dengan Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permu- jadi program prioritas. kiman Ditjen Cipta Karya Departemen PU Ir Susmono. b. Simpul koordinasi masih belum ber- jalan dengan baik, terutama diB agaimana kondisi sanitasi di Indonesia saat ini? Kondisi sanitasi di Indonesia saat ini sudah dilaksanakan. b. Keterbatasan kemampuan pemerin- tah untuk menyediakan anggaran tingkat daerah pada umumnya masih berorientasi parsial.terdapat beberapa kemajuan, terutama pembangunan sarana dan prasarana Apa yang dilakukan departemenpada peningkatan cakupan pelayanan air air minum dan penyehatan ling- Anda dalam membangun sanitasi diminum dan penyehatan lingkungan dan kungan. Indonesia?secara tidak langsung meningkatkan de- c. Belum tersedianya kebijakan dan Sesuai dengan substansi tupoksi,rajat kesehatan masyarakat. Perfor- peraturan perundangan yang meng- lebih berorientasi kepada aspek pember-mance tersebut didukung dengan data atur potensi terselubung (hidden dayaan masyarakat di dalam proses pem-Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2002 potensial) yang ada dalam ma- bangunan sanitasi, melalui kegiatan-dimana proporsi rumah tangga yang syarakat. kegiatan fasilitasi, pelatihan stakeholdermenggunakan tangki septik dan jamban d. Penyehatan lingkungan belum men- di daerah dengan harapan mereka akan63,5 persen (urban 78 persen dan rural jadi perhatian dan prioritas. menjadi tulang punggung di daerahnya52 persen) dan kondisi air minum di masing-masing dalam melakukan sosial-Indonesia baru ± 45 persen. Akan tetapi Siapa sebenarnya yang harus isasi maupun fasilitasi program sanitasi.apabila kita bandingkan dengan kondisi bertanggung jawab terhadap kon-sanitasi di beberapa negara Asia disi buruk sanitasi di Indonesia? Seberapa siapkah IndonesiaTenggara, terutama Malaysia, Singapura, Yang harus bertanggung jawab ter- dalam menghadapi target MDGsThailand, kita masih jauh tertinggal. hadap kondisi buruk sanitasi di 2015 berhubungan dengan sektor Indonesia adalah Pemerintah Pusat sanitasi? Faktor apa saja yang mempenga- bersama-sama seluruh daerah di tingkat Pemerintah Indonesia dalam meng-ruhi kondisi buruk sanitasi di In- provinsi, kabupaten/kota serta ma- hadapi MDGs 2015 kaitannya dengandonesia? syarakat sebagai pengguna/pemanfaat. sanitasi, memproyeksikan target dalam Faktor-faktor pembatas yang sangat tataran 70 persen. Hal tersebut bisa dica-mempengaruhi kondisi buruk sanitasi di Bagaimana cara mengatasinya? pai bilamana pemerintah menjadikanIndonesia, pada umumnya adalah: Salah satu solusi untuk mengatasinya sanitasi sebagai program prioritas, de- a. Kurang efektif dan efisiennya inves- adalah melalui program terpadu (inte- ngan dukungan nyata pembiayaan yang tasi dalam proses pembangunan grated programme) yang didukung pem- saat ini hanya 2 persen disesuaikan de- sarana dan prasarana air minum biayaan yang memadai oleh pemerintah ngan tingkat kebutuhan untuk mencapai dan penyehatan lingkungan yang pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, target dimaksud. Bowo Leksono Percik Maret 2008 13
    • P E R AT U R A N Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor21/PRT/M/2006 tentang Kebijakan dan StrategiNasional Pengembangan Sistem Pengelolaan Persampahan (KSNP-SPP)M enurunnya kinerja pengelolaan persampahan dalam beberapa tahun terakhir ini tidak lepas dari dampak perubahan tatanan pemerintahan di Indonesia dalamera reformasi, otonomi daerah serta krisis ekonomi yang telahmelanda seluruh wilayah di Indonesia. Adanya perubahan kebi-jakan arah pembangunan infrastruktur perkotaan, menguatnyaego otonomi, menurunnya kapasitas pembiayaan daerah, menu-runnya daya beli dan kepedulian masyarakat dalam menjagakebersihan lingkungan merupakan pemicu terjadinya degradasikualitas lingkungan perkotaan termasuk masalah kebersihankota. Penurunan kinerja tersebut ditunjukkan oleh berbagai hal,seperti menurunnya kapasitas SDM karena banyaknya pergan-tian personil yang sebelumnya pernah terdidik dalam bidangpersampahan, tidak jelasnya organisasi pengelola sampah kare-na adanya perubahan kebijakan pola maksimal dan pola mini-mal suatu dinas, menurunnya alokasi APBD bagi pengelolaansampah, menurunnya penerimaan retribusi, menurunnyatingkat pelayanan, menurunnya kualitas TPA yang sebagianbesar menjadi open dumping dan timbulnya friksi antar-daerah/sosial, pengelolaan teknis pembuangan yang tidakbertanggung jawab sehingga menimbulkan korban jiwa sepertikasus longsornya TPA Leuwigajah dan Bantar Gebang, tidakadanya penerapan sanksi atas pelanggaran yang dilakukanmasyarakat yang membuang sampah sembarangan, dan lain-lain. Saat ini hampir seluruh pengelolaan sampah berakhir diTPA sehingga menyebabkan beban TPA menjadi sangat berat.Selain diperlukannya lahan yang cukup luas, juga fasilitas per-lindungan lingkungan yang sangat mahal. Hal tersebut dise-babkan karena belum dilakukannya upaya pengurangan volumesampah secara sungguh-sungguh sejak dari sumber, termasuk Foto: Istimewapemisahan sampah B3 (Bahan Buangan Berbahaya) rumah Agenda 21 mengenai pengurangan volume sampah yangtangga. dibuang ke TPA (3R/reduce-reuse-recycle), Prinsip Dublin, Mengacu pada berbagai peraturan dan perundangan yang Kesepakatan Rio, Kyoto Protocol mengenai mekanisme pem-berlaku di Indonesia maka Pemerintah harus menyediakan bangunan bersih (CDM/Clean Development mechanism).pelayanan sistem pengelolaan persampahan yang mengikuti Untuk mencapai tujuan di atas dan sebagai tindak lanjutkaidah-kaidah teknis, ekonomis, dan lingkungan. amanat PP No 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Pemerintah Indonesia juga telah ikut serta dalam merati- Penyedaan Air Minum, maka disusunlah Kebijakan dan Strategifikasi berbagai kesepakatan/komitmen Internasional yang Nasional Pengembangan Sistem Pengelolaan Persampahanharus diupayakan pemenuhannya sebagai bangsa yang (KSNP-SPP) yang tegas dan realistis dan dapat digunakan seba-bermartabat. Kesepakatan tersebut mencakup diantaranya gai acuan bagi Pusat dan Daerah dalam meningkatkan sistem14 Percik Maret 2008
    • P E R AT U R A Npengelolaan persampahan secara berke- nganan sampah yang dihasilkan dari nakan kembali atau didaur ulang.lanjutan dan ramah lingkungan. aktivitas sehari-hari, baik di Pendekatan ini juga kerap dikenal de- lingkungan perumahan, perdagang- ngan istilah 3R (reduce, reuse, recycle).Maksud dan Tujuan an, perkantoran, maupun tempat- Hal ini sebenarnya bukan hal yang baru KSNP-SPP dimaksudkan sebagai tempat umum lainnya. karena sudah banyak dilakukan negarapedoman dalam penyusunan kebijakan b. Masyarakat memiliki lingkungan maju dan berhasil meningkatkan efisien-teknis, perencanaan, pemrograman dan permukiman yang bersih karena si pengelolaan yang signifikan.kegiatan lain yang terkait pengelolaan sampah yang dihasilkan dapat Dengan mengurangi sampah sejak dipersampahan, baik di lingkungan ditangani secara benar. sumbernya maka beban pengelolaan kotaDepartemen, Lembaga Pemerintah Non c. Masyarakat mampu memelihara akan dapat dikurangi dan anggaran sertaDepartemen, Pemerintah Daerah, kesehatannya karena tidak terdapat fasilitas akan dapat semakin efisien diman-maupun bagi masyarakat dan dunia sampah yang berpotensi menjadi faatkan. Beban pencemaran dapat diku-usaha. Sementara tujuannya mendukung bahan penularan penyakit seperti rangi dan lebih jauh lagi dapat turut menja-pencapaian sasaran pembangunan per- diare, thypus, disentri, dan lain-lain, ga kelestarian alam dan lingkungan.sampahan melalui rencana, program, dan serta gangguan lingkungan baik Sasaran global dari kebijakan danpelaksanaan kegiatan yang terpadu, efek- berupa pencemaran udara, air, atau Strategi Nasional Sistem Pengelolaantif dan efisien. tanah. Persampahan mengacu pada sasaran KSNP-SPP digunakan sebagai pedo- d. Masyarakat dan dunia usaha/swasta terukur yang tertuang dalam RPJMNman untuk pengaturan, penyeleng- memiliki kesempatan untuk berpar- 2004-2009 dan sasaran dalam pencapai-garaan, dan pengembangan sistem pe- tisipasi dalam pengelolaan persam- an MDG 2015 serta beberapa sasaranngelolaan persampahan yang ramah pahan sehingga memperoleh man- terukur lainnya. Disamping sasaran nor-lingkungan, baik ditingkat pusat, faat bagai kesejahteraannya. matif seperti tertuang dalam PP No 16maupun daerah sesuai kondisi daerah tahun 2005 tentang Sistem Pe-setempat. Sementara untuk peraturan Untuk dapat mewujudkan visi ngembangan Air Minum.teknis dan pedoman pelaksanaan yang pengembangan sistem pengelolaan per-lebih rinci dalam rangka pengaturan, sampahan maka dirumuskan beberapa Perlu Penjabaranpenyelenggaraan, dan pengembangan misi, yaitu : Kebijakan dan Strategi Nasionalsistem pengelolaan persampahan sebagai 1. Mengurangi timbulan sampah Sistem Pengelolaan Persampahan meru-penjabaran dari KSNP-SPP ini perlu di- dalam rangka pengelolaan persam- pakan arahan dasar yang masih harussusun dan ditetapkan lebih lanjut oleh pahan yang berkelanjutan. dijabarkan ke dalam rencana tindakinstansi-instansi terkait. 2. Meningkatkan jangkauan dan kuali- secara lebih operasional oleh berbagai tas pelayanan sistem pengelolaan pihak yang berkepentingan di bidangVisi dan Misi persampahan. pengelolaan persampahan, sehingga Untuk mencapai kondisi masyarakat 3. Memberdayakan masyarakat dan pada akhirnya visi yang diharapkan dapatyang hidup sehat dan sejahtera di masa meningkatkan peran aktif dunia dicapai dengan baik.yang akan datang, baik yang tinggal di usaha/swasta. Penjabaran secara teknis melaluidaerah perkotaan maupun perdesaan, 4. Meningkatkan kemampuan manaje- kegiatan penyiapan perangkat peng-akan sangat diperlukan adanya ling- men dan kelembagaan dalam sistem aturan, perencanaan, pemrograman,kungan permukiman yang sehat. Dari pengelolaan persampahan sesuai pelaksanaan, dan pengendalian sertaaspek persampahan maka kata sehat dengan prinsip good and cooperate pengelolaan pembangunan dilakukanakan berarti sebagai kondisi yang akan governance. secara menyeluruh di semua tingkatandapat dicapai bila sampah dapat dikelola 5. Memobilisasi dana dari berbagai pemerintahan, baik di Pusat maupunsecara baik sehingga bersih dari ling- sumber untuk pengembangan sis- Daerah wilayah provinsi, kabupaten, dankungan permukiman dimana manusia tem pengelolaan persampahan. kota.beraktivitas di dalamnya. 6. Menegakkan hukum dan meleng- Selanjutnya perlu adanya kesepa- Secara umum, daerah perkotaan atau kapi peraturan perundangan untuk katan rencana tindak tingkat pusat danperdesaan yang mendapatkan pelayanan meningkatkan sistem pengelolaaan daerah dalam melaksanakan Kebijakanpersampahan yang baik akan dapat persampahan. dan Strategi Nasional Pengembanganditunjukkan memiliki kondisi sebagai Sistem Pengelolaan Persampahan, sertaberikut : Pendekatan Baru mekanisme koordinasinya. Pola peran a. Seluruh masyarakat, baik yang ting- Suatu pendekatan atau paradigma serta masyarakat dan dunia usaha perlu gal di perkotaan maupun di perde- baru harus dipahami dan diikuti yaitu dijabarkan sesuai kondisi dan kebutuhan saan memiliki akses untuk pena- bahwa sampah dapat dikurangi, digu- baik di pusat maupun di daerah. BW Percik Maret 2008 15
    • WAWASAN Attitude Practice (KAP) tentang air, higinitas dan sanitasi untuk anak-anak SD. Survei ini menggunakan kuisioner bergambar yang diisi secara mandiri (pictorial self-adminitered question- naire) sehingga menjadi sangat efisien dalam mendapatkan data prevalensi diare, perilaku, sikap, dan pengetahuan yang terkait. Banyak anak dapat dicakup sekaligus oleh seorang atau beberapa guru tanpa biaya interviewer/enumerator yang biasanya menghabiskan banyak biaya. Survai ini pun handal dalam menghindari hambatan budaya terkait diare. Seperti diketahui secara luas, bagi sebagian anak- anak, diare adalah hal yang memalukan. Sebagai contoh, dalam perbincangan sebagian anak-anak beretnis Sunda, diare yang juga dikenal dengan istilah mencret, kerap diolok-olok sebagai kacapirit, yakni BAB (buang air besar) yang kebablasan, tidak bisa ditahan, tidak bisa ditunggu, sehingga keluar begita saja di celana. Anak-anak tentu merasa malu diolok-olok seperti itu. Kuisioner bergambar mandiri itu telah diujicoba JHU/CCP di beberapa lokasi, yakni Provinsi Nangroe Aceh DarusalamMENGUKUR (NAD), Provinsi Yogyakarta, dan Jawa Tengah. Murid yang berpartisipasi dalam pengisian kuisioner berjumlah 2.134 murid tersebar di delapan distrik dimana CCP dengan bantuan danaDIARE DENGAN dari UNICEF melakukan program peningkatan higinitas (Hygiene Improvement Program). Kedelapan distrik itu adalah Kota Banda Aceh, Aceh Besar, Sleman, Gunung Kidul, Bantul, KulonGAMBAR Progo, Kota Yogyakarta, dan Klaten. Kuisioner bergambar yang diisi secara mandiri berisi 28 per- tanyaan pokok yang kebanyakan bisa dirampungkan dalam waktu 15-20 menit. Sekitar 25 persen dari total pertanyaan Oleh Risang Rimbatmaja * adalah pertanyaan yang jawabannya berbentuk gambar-gambar yang dapat memudahkan murid untuk mengisinya. SelebihnyaD alam kelompok balita, diare adalah penyebab kematian adalah pertanyan-pertanyan terbuka yang dapat dijawab de- terbesar nomor dua setelah ISPA (infeksi saluran per- ngan singkat dan pertanyaan dengan pilihan jawaban betul atau napasan akut). Bagi anak-anak di bangku SD, diare salah (B-S).menjadi kurang mematikan seiring bertambahnya usia, tetapitetap saja, diare dapat menghilangkan waktu belajar dan Temuan-Temuan Pentingbermain banyak anak-anak. Survei KAP dengan kuisioner bergambar yang diisi mandiri Studi prevalensi diare di kalangan anak-anak umumnya menemukan angka prevalensi diare sekitar 18 persen di lokasidilakukan secara tidak langsung dan lisan. Pencacahan umum- riset Provinsi NAD. Jadi, hampir seperlima anak-anak SD kelasnya dilakukan dengan bertanya pada orang dewasa di rumah, IV dan V di dua distrik dalam populasi riset melaporkan pernahbiasanya ibu dengan lontaran pertanyaan seperti, dalam kurun mengalami mencret atau BAB cair dalam seminggu terakhirwaktu dua minggu terakhir, apakah ada anggota keluarga ketika survei dilakukan. Prosentase dikalangan murid-muridyang buang air besar cair lebih dari tiga kali dalam sehari? laki-laki ditemukan sekitar 21 persen atau sekitar 7 persen lebihLalu, bila responden menjawab ya, pertanyaan dilanjutkan, sia- tinggi dibandingkan perempuan yang besar sekitar 14 persen.pakah dia? Sementara, dikelompok anak-anak SD di Yogyakarta dan Bagi anak SD, situasinya jelas berbeda. Mereka memiliki Jawa Tengah, prevalensi diare ditemukan separuh lebih rendahkemampuan verbal dalam menjawab pertanyaan secara lisan dari di NAD, yakni sekitar 8,5 persen.bahkan secara tertulis. Dan kemampuan itu tentu dapat diman- Dari sisi nilai (value) dan kepercayaan (beliefs) ditemukanfaatkan lebih jauh bagi studi prevalensi diare. pola yang sama antara data dari NAD dan Yogyakarta/Jawa Tengah. Melalui analisis faktor (factor analysis) dan analisisKuesioner Bergambar konsistensi menggunakan cronbach alpha ditemukan kerangka Johns Hopkins University/Center for Communication berpikir murid terkait dengan penyebab diare. Dan yang dimak-Program Kantor Indonesia atau disingkat JHU/CCP dengan sud dengan kerangka berpikir adalah sekumpulan indikatorbantuan dana dari UNICEF mengembangkan survei Knowledge yang solid digunakan murid untuk menilai penyebab diare.16 Percik Maret 2008
    • WAWASAN Dalam kuisioner disediakan 10 gambar untuk murid memi-lih, mana yang dipercaya menyebabkan diare? Dari analisis dite-mukan 3 dimensi yang secara statistik signifikan, yakni ;1. Faktor-faktor yang terkait dengan lingkungan (environmentalfactors), yang terdiri dari: Membuang sampah secara sembarangan Buang air besar di tempat terbuka2. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kebersihan (hygie-ne-related factors), yang terdiri dari: Minum air mentah Makan di tempat yang banyak lalat Minum dari tempat minum yang terbuka3. Faktor-faktor yang tidak berhubungan dengan higinitas (non-hygiene factors) yang terdiri dari: Makan es Kehujanan Diganggu mahkluk halus. ditemukan sekitar 70 persen dari total murid yang dalam satu Analisis selanjutnya menemukan bahwa murid-murid semester terakhir tidak pernah menggunakan WC sekolah untukumumnya kurang percaya bahwa faktor-faktor dalam kelompok BAB. Sekitar 22 persen melaporkan pernah menggunakanpertama atau lingkungan dapat menyebabkan seseorang terke- hanya satu kali. Alasan mereka adalah telah melakukan dina diare. Sekedar ilustrasi, di NAD, 70 persen dari total murid rumah (41 persen), WC sekolah berbau dan kotor (37 persen),yang disurvei menanggapi secara negatif peran kejorokan tidak ada waktu/kesempatan (23 persen), dan tidak mau menja-lingkungan (buang sampah sembarangan dan BAB di tempat di bahan tertawaan teman-teman (22 persen).terbuka) dalam menyebabkan diare. Dengan kata lain, faktor- Untuk cuci tangan pakai sabun, di NAD ditemukan sekitar 14faktor sanitasi itu tidak dipercaya sebagai penyebab diare. persen dari total murid melaporkan melakukannya di satu Untuk faktor kebersihan, posisinya seimbang. Dengan kata waktu penting, yakni sebelum makan atau sesudah BAB.lain, separuh murid mempercayai bahwa meminum air mentah, Mayoritas ditemukan belum mempraktikkannya.makan di tempat yang banyak lalat, dan minum di tempat terbu-ka dapat menyebabkan seseorang terkena diare. Separuhnya Penggunaan ke Depancenderung tidak percaya. Seperti dicontohkan di atas, survei dengan kuisioner Untuk faktor non-higinitas, kecenderungan mayoritas dite- bergambar ini dapat menangkap berbagai dimensi pentingmukan, dimana kebanyakan memandang skeptis hal-hal seperti dalam KAP anak-anak SD terkait dengan isu air, higinitas danmemakan es, kehujanan, atau diganggu mahkluk halus sebagai sanitasi. Untuk penggunaan lebih lanjut, perbaikan terhadappenyebab diare. kuisioner itu tentu saja masih diperlukan. Dari sisi perilaku, ada sejumlah hal yang dapat ditangkap Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa (i) beberapamelalui kuisioner bergambar, di antaranya adalah BAB di fasili- instruksi masih belum jelas sehingga murid masih bertanya padatas yang disediakan sekolah dan cuci tangan pakai sabun diwak- guru mereka untuk klarifikasi, (ii) penggunaan gambar yang baru 20tu-waktu penting. Sekedar ilustrasi, di Yogyakarta/Jawa Tengah persen sebetulnya masih bisa ditingkatkan lagi. Pengurangan per- Diagram: hasil survei CTPS di NAD tanyaan atau instruksi verbal dan penambahan gambar-gambar N = 914, Filter: Murid yang menggunakan sabun yang mudah dipahami murid adalah agenda yang perlu dikede- Digunakan untuk hari ini atau kemarin, Self-administered, Used it to wash hand at critical cuci tangan pada times 13,6 Recoded, pankan untuk penggunaan ke depan, (iii) memenuhi kebutuhan waktu penting Sumber: Pertanyaan #11: Mohon ingat, untuk apa untuk menyusun panduan kuisioner lebih operasional dan detail sabun itu digunakan? Sejak kemarin, saya meng- gunakan sabun untuk.... sehingga sekolah dapat menerapkan survei sekaligus menganalisa data yang dikumpulkan secara mandiri, dan (iv) kebutuhan untuk Used it to wash handuntuk Digunakan but not at cuci tangan critical times 57,5 menguji validitas atau keabsahan kuesioner. bukan pada Selain validitas internal yang sebagian telah diuji melalui waktu penting analisa faktor, diperlukan uji validitas yang bersifat eksternal, Digunakan tidak misalnya dengan memverifikasi data yang didapat melalui Used soap not for hand wash untuk cuci tangan 28,9 survei kuisioner bergambar dengan kejadian dalam rentang waktu berikutnya. Misalnya, antara laporan cuci tangan pakai 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 sabun dengan kejadian diare di minggu-minggu berikutnya. *Peneliti di John Hopkins Univercity/Center for Communication Program (JHU/CCP) Indonesia Percik Maret 2008 17
    • WAWASAN ROTE NDAO Memprioritaskan Perlindungan Sumber-Sumber Air Oleh : Alma Arief * dan Joseph L. Kale**S angat menarik apa yang dilakukan troversial. Di NTT, Rote Ndao dikenal Kelompok Kerja AMPL-BM (Ber- sebagai daerah yang menghasilkan SDM basis Masyarakat) kabupaten Rote pakan pulau paling Selatan di Indonesia. yang mampu bersaing, baik di tingkatNdao. Ketika semua kabupaten yang di- Selain daratan yang berbatasan de- provinsi, nasional, bahkan ada yangfasilitasi sekretariat WASPOLA dan ke- ngan laut, sebagian besar wilayah Rote cukup ternama di tingkat internasional.lompok kerja AMPL Pusat cenderung mem- bergunung-gunung. Tidak sampai 500 Namun, data statistik menyatakan bahwaprioritaskan sarana air perpipaan (apakah meter dari pantai, jalanan sudah mulai dari kualitas SDM, Rote Ndao masihsistem gravitasi, genset, sumur bor, dan lain- merayap, naik-turun dan naik lagi. Luas memerlukan perhatian lebih darinya), Rote Ndao memilih berbeda. Wilayah Kabupaten Rote Ndao adalah Pemerintah. Dengan mempertimbangkan penga- 1.280,10 km2, yang terbagi dalam 8 keca-laman masa lalu, kondisi lingkungan alam, matan. Pembangunan AMPL di Rote Ndaoberbagai kejadian di daerah lain, serta Secara keseluruhan terdiri dari 73 pada Masa Lalurealitas sosial budaya masyarakatnya, desa dan 7 kelurahan. Jumlah desa/kelu-Kelompok Kerja AMPL-BM kabupaten rahan pesisir sebanyak 48 desa/kelura- Kurangnya pemahaman masyarakatRote Ndao, Provinsi NTT, akhirnya lebih han terdiri dari 102 pulau yaitu 7 pulau mengenai pola pemanfaatan dan pengelo-memilih melindungi sumber-sumber air berpenghuni (Pulau Rote, Nuse, Landu, laan sarana prasarana AMPL serta lemah-dengan model fisik dan melakukan peng- Nusa Manuk, Usu I, Usu II) dan 95 pulau nya dukungan dan kebijakan Pemerintahhijauan di sekitar sumber sumber air. lainnya tidak berpenghuni. Jumlah pen- membuat pembangunan AMPL tidak ber- duduk berdasarkan data statisitk tahun jalan dengan efektif. Pada saat ini jangkauanDimanakah Rote Ndao? 2005 yaitu 106.272 Jiwa, sehingga layanan PDAM masih sangat terbatas hanya Rote Ndao memang tidak sepopuler tingkat kepadatan penduduknya 83 di Baa dan sekitarnya.Sabang dan Merauke, meskipun secara jiwa/km2. Tidak berarti untuk masyarakat digeografis memiliki makna yang tidak Dari aspek sumber daya manusia, pedalaman belum pernah dibuatkankalah penting, karena pulau ini meru- realitas Rote Ndao memang cukup kon- sarana perpipaan, bahkan terlalu sering, namun sesering itu pula tidak diman- faatkan baik karena rusak atau memang tidak disukai. Instalasi perpipaan bantu- an Pemerintah Belgia, sebagai contoh pipa-pipa besarnya masih malang-melin- Perlindungan Mata Air Kalfao Desa Olafulihaa, Kecamatan Pantai Baru (100 persen). Foto: Alma Arief18 Percik Maret 2008
    • WAWASANtang di pinggir jalan dan yang dengan ramai. Di tempat inilah mereka Dari semua mata air tersebut ada 19dana bantuan lainnya, sama saja. memenuhi kebutuhan sosial: bercerita mata yang telah dilindungi yaitu mata air mengenai apapun, saling tukar menukar Futuno, Lalukooen, Ndapa, Oehendi I,TABEL 1 BANTUAN SARANA AIR MINUM informasi, bertransaksi ekonomi tingkat Oehendi II, Kalfao, Mbokak, Noas, PERPIPAAN DI ROTE NDAO komunal, dan sebagainya. Pemenuhan Olonoen, Oekima, Oebau, Oembilas, Oebatu, Netenain, Oenoas, Otenggai, No Sumber Dana Jumlah Tahun Kondisi sarana Mberoen, Oepiak, Oesambokak. Pemba- sarana dibangun Rusak / Berfungsi ngunan perlindungan mata air tersebut (unit) kurang berfungsi baik menggunakan dana APBD II Tahun 01. Bantuan Belgia 4 2002 3 1 2006-2007. Pada tahun anggaran 2008 02. Pemerintah Pusat (APBN) 4 2004-2007 4 0 03. Pemerintah Daerah (APBD II) 11 2005-2007 11 0 Bapedalda akan membangun perlindung- 04 WVI 9 2004-2007 1 8 an 39 mata air di delapan kecamatan. Perlindungan sumber mata air terse- Karakteristik wilayah Kabupaten Rote kebutuhan sosial ini kadang menga- but memang diprioritaskan dalam Ren-Ndao yang berbukit-bukit, merupakan lahkan pemenuhan kebutuhan fisik. cana Strategis Pembangunan AMPL-BMsalah satu faktor yang mempengaruhi Mereka rela mengeluarkan tenaga ekstra dan yang menjadi dasar pertimbangankinerja pembangunan AMPL di wilayah memikul air ratusan meter untuk bisa mengapa konservasi mata air dipriori-ini. Untuk memenuhi kebutuhan bertemu kerabatnya, kawannya, mende- taskan adalah bahwa saat ini sudah adamasyarakat kurang mampu yang tinggal ngarkan cerita suka duka bersama, bah- kecenderungan semakin menurunnyadi daerah ketinggian, memerlukan insta- kan juga berpacaran. debit mata air. Hal itu terjadi karenalasi perpipaan menggunakan tenaga Sesungguhnya ada keinginan untuk penebangan pohon oleh masyarakat.mesin (genset) untuk memompa air ke membangun sarana perpipaan lagi, de- Menurut mantan Kepala BAPPEDALDAatas, baik langsung ke pemakai maupun ngan pendekatan baru sebagaimana yang Rote Ndao Marthen L. Saek, hasil darike bak penampung dahulu baru didis- direkomendasikan Kebijakan Nasional melakukan konservasi ini bisa dilihat de-tribusikan. yaitu menerapkan pendekatan tanggap ngan nyata. Dengan melakukan penanaman Hal itu tentu saja memerlukan biaya kebutuhan yang menempatkan masyara- pohon dan melindungi mata air denganoperasional tinggi (untuk membeli ba- kat sebagai aktor utama pembangunan model fisik, debit air di mata air kini bertam-han bakar dan perawatan), sedangkan dan pengambil keputusan. Akan tetapi bah. Untuk melakukan konservasi tersebutpemakai umumnya kelompok dengan bayangan kegagalan masa lalu tidak begi- pada tahun anggaran 2007 dialokasikanpenghasilan rendah atau bahkan tak tu mudah dihilangkan. dana sebesar Rp 150 juta, sedangkan tahunmenentu. Selain itu, untuk memelihara Selain itu, untuk menerapkan Kebi- 2008 dianggarkan sebesar Rp 485 juta.genset, paling tidak diperlukan keteram- jakan Nasional pada tataran masyarakatpilan teknik mesin tingkat menengah. diperlukan keterampilan fasilitasi yang PenutupTidak mengherankan bila sarana yang sampai saat ini belum dimiliki. Perlu Dengan membangun perlindungandibangun dengan biaya mahal, ter- pelatihan untuk memfasilitasi masyara- sumber air dan penghijauan daerah matabengkelai, rusak, tidak diurus dan tidak kat menyusun perencanaan, mengambil air, debit air menjadi bertambah. Air yangdimanfaatkan. Inilah realitas pembangun- keputusan, memiliki keterampilan teknis meresap ke tanah semakin banyak,an AMPL pada masa lalu di Rote Ndao. pemeliharaan sarana, penghitungan kecepatan aliran air dan jumlah air run off Faktor sosial budaya nampaknya juga biaya dalam menentukan iuran, ber- berkurang sehingga erosi dengan sendiri-menjadi kendala bagi keberlanjutan organisasi, dan sebagainya. Itu semua nya juga berkurang. Perlindungan mata airsarana. Selain masalah konflik penggu- perlu pelatihan khusus. dan penghijauan daerah tangkapannyanaan sumber air dan kecemburuan kare- bukan hanya menjamin terpenuhinya kebu-na tidak kebagian layanan yang berujung Konservasi Sumber Air Prioritas tuhan air tetapi juga mencegah terjadinyapada perusakan sarana yang dibangun, Renstra banjir, longsor, dan kekeringan. Dari aspekjuga dikarenakan aspek sosial budaya Pokja AMPL-BM Rote Ndao nampak kesehatan, sebagaimana hasil penelitianlainnya. Masyarakat perdesaan di Rote bersungguh-sungguh melakukan konservasi Bappedalda, aman meski tidak potable.Ndao, dan ini sesungguhnya juga terjadi sumber-sumber air. Pendataan sumber air Selain itu waktu pembangunannya jugadi Jawa dan daerah lain di Indonesia, telah dilakukan dengan seksama dan infor- cukup cepat, sementara resiko kerusakantidak semata-mata menggunakan sumber masi masih bertambah terus baik dari lebih kecil. Memang masih ada kelemahan,air sebagai tempat memperoleh/me- masyarakat maupun anggota DPRD. Dari yaitu belum mendekatkan sarana kemenuhi kebutuhan air sehari-hari, tetapi pendataan yang dilakukan BAPPEDALDA, tingkat rumah tangga. *konsultan WASPOLAjuga sebagai tempat "social gathering". saat ini ada 110 mata air di Kabupaten Rote **Staf BAPPEDALDA Kab. Rote Ndao Pada jam tertentu, sumber air akan Ndao yang tersebar di delapan kecamatan. Percik Maret 2008 19
    • TEROPONGBANJARMASIN sumsi air sungai yang mulai kotor. "Dulu sering warga di sini sering terkena muntaber, karena itu warga berlangganan air dari PDAM," kenang Khairiyah.Kota Seribu Sungai, Sungai yang Tercemar Sudah lama Banjarmasin menyandang julukan sebagai Kota Seribu Sungai. Saat berkeliling di Ibukota Kalimantan SelatanSeribu MCK ini, tak dibutuhkan jarak yang jauh untuk menemukan jembat- an yang relatif panjang. Pertanda, Banjarmasin banyak dilewati sungai-sungai besar, seperti Sungai Barito dan Martapura. Rumah-rumah warga yang dibangun dari kayu saling berdempet. Di bagian belakang rumah, menghadap badan su- ngai, di situlah warga membangun tempat untuk MCK (mandi, cuci, dan kakus). Setiap pagi dan sore, laki-laki dan perempuan, anak-anak hingga orang tua, berderet melakukan aktifitas kese- harian. Sayangnya, masyarakat Banjarmasin tidak bisa menjaga lingkungan sungai Bagaimana mau menjaga, semua kegiatan MCK, bagi penghuni bantaran sungai, dilakukan setiap hari di sungai terse- but. Bisa dipastikan semua sungai tercemar tinja manusia yang menjadikan kondisi air sungai mengandung bakteri jenis coli yang cukup membahayakan bagi kesehatan masyarakat. Ini semua akibat kebiasaan warga yang membuang hajat langsung ke sungai. Sungai yang Menghilang Tampaknya, label Kota Seribu Sungai bisa lenyap bila Pemerintah Kota dan masyarakat Banjarmasin tidak mampu menjaga keberadaan sungai-sungai itu. Semakin hari, kelestari- an sungai-sungai di Kota Banjarmasin terus terancam,. Berdasar catatan Dinas Permukiman dan Prasarana Kota Foto: Bowo Leksono. Banjarmasin, seperti diberitakan Banjarmasin Post (24 Maret 2008), dalam sembilan tahun terakhir, 57 sungai raib dariD i pagi itu, Khariyah (28) hanya berbelit kain batik, Banjarmasin. Tahun 1995 di Banjarmasin masih tercatat 117 berjongkok di dermaga kayu di belakang rumah yang sungai yang mengalir. Namun pada 2002, jumlah itu merosot terletak di bantaran sungai Barito, Kota Banjarmasin, tajam menjadi 70 sungai yang masih mengalir. Dua tahunKalimantan Selatan. Ia melakukan kegiatan membuang air kemudian, tepatnya 2004, kembali menyusut menjadi 60 su-besar, mencuci pakaian, menggosok gigi, dan mandi. ngai. Demikian setiap hari, pagi dan sore, Khariyah dan seluruh Bila dirata-rata, ada enam sungai yang lenyap dari per-penghuni bantaran sungai di Kota Banjarmasin melakukan mukaan kota penghasil permata ini setiap tahunnya. Jika di-kegiatan serupa. Pemandangan mengenaskan ini sudah biarkan, melihat sungai yang masih tersisa, bukan tidakberlangsung sangat lama. mungkin dalam sepuluh tahun mendatang sungai di "Dulu, air di sungai ini jernih. Bahkan untuk air minum dan Banjarmasin akan lenyap.memasak mengambil dari sungai ini," tutur Khariyah yang Penyebab berkurangnya jumlah sungai itu setiap tahun kare-membuka warung makan di rumahnya di Kelurahan Kuin, na banyaknya permukiman yang mengambil sebagian wilayahKecamatan Banjarmasin Utara. sungai. Akibatnya, sungai makin menyempit dan akhirnya Sekitar 1980-an, kualitas air sungai-sungai di Kalimantan hilang menjadi permukiman. Selain itu, kurangnya kesadaranSelatan mengeruh, seiring menurunnya kualitas lingkungan. Air masyarakat yang membuang sampah ke sungai. Akibatnya terja-terlihat coklat dan dipenuhi pohon enceng gondok. Bahkan di pendangkalan lalu menghilang berubah menjadi daratan.beberapa aliran sungai diantaranya, berwarna hitam dan kelam. Tidak hanya itu, penyempitan sungai juga berpotensi meng- Sejak saat itu, warga di bantaran sungai tak lagi mengon- hadirkan banjir. Bowo Leksono20 Percik Maret 2008
    • TEROPONGJAMBANDAN SUMURBERGULIRK erap terlihat, daerah-daerah yang dihuni penduduk dengan kondisi ekonomi lemah, sanitasi yang buruk Salah satu tangki septik yang merupakan hasil program jamban tidak dapat dihindarkan. Demikian halnya yang terjadi dan sumur bergulir. Foto:Dyota Condrorini.pada Kelurahan Koto Lalang, Kecamatan Lubuk Kilangan, KotaPadang. Minimnya kesadaran akan perilaku hidup bersih dan terima berkisar antara Rp 1 juta - Rp 1,5 juta.sehat serta ditunjang tidak tersedianya jamban yang memadai Bantuan dana ini lebih difokuskan untuk pembelian bahan-menjadikan masyarakat setempat biasa melakukan buang air bahan bangunan. Sementara untuk konstruksi, biasanyabesar secara sembarangan (open defecation) di sungai ataupun masyarakat akan bergotong-royong secara sukarela. Hal ini sa-banda (kali irigasi). ngat dimungkinkan apalagi mengingat masih terdapat beberapa Tak hanya masalah jamban, warga juga mengalami per- KK yang masih merupakan kerabat keluarga.masalahan dengan ketersediaan air bersih. Selama ini, warga Pembayaran dana untuk perguliran jamban dan sumur inimemperoleh air dengan cara membangun sumur. Namun, dilakukan dengan menyicil sekali sebulan dengan jangka waktuterkadang air dari sumur pun kotor, berwarna kecoklatan. Hal 10 bulan untuk penerima bantuan berupa paket (jamban danini selain dikarenakan air tanah yang ada sudah tercemar zat sumur), dan jangka waktu 6 bulan untuk penerima bantuankimia untuk pertanian, juga disebabkan karena sumur yang sumur saja atau jamban saja. Kemudian, dana yang terkumpuldibangun tidak menggunakan cincin. akan kembali digulirkan untuk keluarga lain yang juga membu- Sementara itu, layanan PDAM hanya mencakup kawasan tuhkan.perumahan baru di dekat permukiman warga setempat yang Namun, mengingat kondisi ekonomi warga, terkadang pem-sedang dikembangkan. Warga setempat pernah mengajukan bayaran pun menjadi terhambat. Meskipun begitu, warga tetapkepada PDAM untuk memperoleh sambungan air, namun berusaha membayar, hanya jangka waktunya saja yang menjadibelum dapat dipenuhi karena kondisi ekonomi warga yang tidak lebih panjang.dapat menjamin bahwa tarif air akan dapat dibayarkan secara Pengelolaan dana bergulir ini dilakukan oleh kelompokrutin dan teratur kepada PDAM. masyarakat lokal. Perlu dicermati bahwa pengurus kelompok Permasalahan air dan jamban ini pun berangsur tersele- pengelola dana bergulir ini berasal dari kelompok ibu-ibu.saikan dengan bantuan dari ESP-USAID dan didukung LSM Pengelola bertanggungjawab mulai dari membangun kesepa-lokal. Warga setempat akhirnya mendapatkan bantuan, baik katan pola perguliran jamban dan sumur, menerima usulan per-berupa bantuan teknis maupun bantuan dana untuk memba- mintaan pembuatan jamban dan sumur dari anggota kelompokngun jamban dan sumur. Uniknya, pembangunan jamban dan maupun masyarakat lainnya, menilai dan memberikansumur ini didanai dengan sistem pendanaan bergulir. rekomendasi untuk calon penerima jamban dan sumur, menga- Bantuan diberikan dalam bentuk paket, dimana satu paket wasi pembelian bahan material bangunan, mengawasi pemba-terdiri dari pembangunan jamban dan sumur. Warga dapat ngunan jamban dan sumur, serta mengumpulkan angsuranmemilih untuk mengajukan permohonan bantuan berupa paket dana pembangunan jamban/sumur dari masing-masingatau bantuan berupa jamban saja atau sumur saja. Di awal pro- anggota setiap bulan. Dengan demikian, peran kelompokgram, terdapat 13 KK penerima bantuan dimana 8 KK meneri- masyarakat lokal ini sangat penting untuk keberlanjutan pro-ma bantuan berupa paket, 3 KK hanya berupa jamban dan 2 KK gram.hanya berupa sumur. Hingga saat ini, dari keseluruhan dana yang sudah dike- Untuk para KK yang mengajukan permohonan pembangun- luarkan untuk 13 KK, sudah terkumpul kembali sejumlah danaan sumur saja atau jamban saja, maka bantuan yang diberikan yang sudah bisa disalurkan untuk membantu 3 KK lagi.sebesar Rp 400 ribu - Rp 600 ribu. Sementara bagi KK yang Sementara itu, masih terdapat 5 KK dalam daftar tunggu yangmengajukan permohonan paket, maka dana bantuan yang di- sudah mengajukan diri untuk memperoleh bantuan. DYO Percik Maret 2008 21
    • R E P O R TA S EKANTORyang HIJAUP emahaman hijau pada judul di atas lebih pada sifat "memperhatikan kaidah-kaidah lingkungan", ketimbang pengertian yang agak sempit misalnya "penghijauan".Banyak gedung perkantoran yang berdiri megah tanpa memper-hatikan kaidah-kaidah lingkungan, tapi tidak untuk kantorpusat Perum Jasa Tirta I yang terletak di Jalan Surabaya 2AMalang Jawa Timur. Sebetulnya perhatian ini dipicu oleh kondisi kontras di kotaMalang. Dengan elevasi cukup tinggi, rata-rata diatas +440 dpl,lingkungan kota yang relatif sejuk ini hampir selalu gelagapanpada saat hujan deras datang. Tak pelak lagi, sistem drainaseyang amburadul beserta ruang terbuka hijau yang terus-menerus menyusut menjadi kambing hitamnya. Dengan tekad"mulai dari diri sendiri", digagaslah metode agar problem banjirsetiap kali hujan datang dapat diatasi. Dasar berpikirnya sederhana saja. Pertama bagaimana agarhujan yang jatuh di komplek kantor Perum Jasa Tirta I tidaksampai melimpah keluar pagar. Kalau metode sudah dite-mukan, diterapkan dan berhasil baik, langkah kedua bagaimanamenerapkannya dilingkungan yang lebih luas. Jawabannyaadalah dengan membuat sumur resapan. Sesuai sistem drainase dan luasannya, di lingkungan kantor Foto: Istimewaini dibuat lima titik sumur resapan, dimana fungsi dari sumurresapan sendiri sebenarnya merupakan sumur atau lubang padapermukaan tanah yang dibuat untuk menampung air hujan agar resapan air yang dihitung berdasarkan Keputusan Direkturdapat meresap ke dalam tanah sehingga mempertahankan Jendral Reboisasi dan Rehabilitasi Lahan Nomorbahkan meningkatkan tinggi muka air tanah dan mengurangi 051/KPTS/V/1994 tentang Pedoman Rencana Pembuatanlaju air permukaan (surface run off) karena air langsung ter- Sumur Resapan Air.serap. Selain sebagai cara konservasi air, sistem ini mempunyai Sumur resapan merupakan kebalikan dari sumur air minum berbagai keuntungan, antara lain menekan intrusi air laut untukyang berfungsi untuk menaikkan air tanah ke permukaan. perkotaan daerah pantai, mereduksi dimensi jaringan drainaseSelain fungsi-fungsi di atas, sumur resapan berfungsi sebagai dapat sampai batas nol, memperkecil probabilitas banjir dipengendali banjir (aliran permukaan), melindungi dan mem- daerah hilir, menurunkan konsentrasi pencemaran air, mem-perbaiki air tanah serta menekan laju erosi. Dengan bangunan 5 pertahankan tinggi muka air tanah, mencegah penurunansumur tadi, praktis lebih dari 80 persen air hujan yang jatuh di kawasan atau landsubsidence, melestarikan teknologi tradisio-areal kantor semuanya masuk ke dalam tanah. nal sebagai budaya bangsa, meningkatkan peran serta Konstruksi sumur resapan sebagaimana layaknya sumur gali masyarakat dalam era pembangunan, serta membudayakanyang dilengkapi perkuatan dinding dengan ruang sumur tetap pola pikir dalam pelestarian kemampuan lingkungan.direncanakan kosong guna menampung semaksimal mungkin Tahun 2008 ini direncanakan Perum Jasa Tirta I akan memban-air hingga dimensinya optimal. Kendala estetika dapat diatasi tu membuat beberapa sumur resapan di lingkungan sekolah di seki-dengan menutup bagian atas sumur menggunakan plat beton tar kota Malang. Selain manfaatnya bagi lingkungan, sekaligus seba-kemudian tanah dan lumpur ataupun dengan kombinasi pem- gai wahana pendidikan lingkungan bagi para siswa.buatan taman. Yunus Achmadi Dimensi sumur resapan merupakan ukuran volume sumur Humas Kantor Pusat PJT I22 Percik Maret 2008
    • INSPIRASIMENGHIJAUKAN Bertepatan Perayaan Ulang Tahun Untuk mewujudkan program-pro- gram penataan dan pelestarian ling-BINTARO kungan, jelas Deva, Unit Tata Ling- kungan Perumahan Bintaro Jaya mem- fokuskan pada penghijauan di seluruh kawasan permukiman, yaitu berupa penanaman pohon di lahan-lahan kosong yang belum dikembangkan, juga lebih di- tingkatkan lahan-lahan yang belum efek- tif di sepanjang jalan utama dan di dalam cluster-cluster, serta penanaman pohon yang didominasi pohon-pohon Trembesi, Mahoni, dan Sengon. Deva mengatakan, tahun 2008, men- jadi tonggak peningkatan kepedulian manajemen Bintaro Jaya terhadap penataan dan pelestarian lingkungan. "Hal ini dikaitkan pula dengan perayaan Hari Ulang Tahun Bintaro Jaya ke-29 pada 26 Mei dan Hari Lingkungan Hidup pada 5 Juni," ungkapnya. Sepanjang tahun ini, ada beberapa agenda kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan. Pada awal Desember lalu, telah dilakukan penanaman pohon secara simbolis untuk mendukung program Foto: Istimewa) pemerintah yaitu Tanam dan pelihara 10 Perumahan Bintaro Jaya adalah salah satu perawatan lingkungan tetap dilakukan. juta pohon. Untuk kawasan Bintaro Jaya kawasan perumahan elit dan besar yang Hal ini sebagai satu wujud komitmen dilakukan penanaman puluhan pohon di terletak di pinggiran Jakarta, tepatnya penuh manajemen dalam memenuhi kavling CBD di depan cluster Menteng di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. rasio ideal perbandingan antara koefisien Residences, sektor 7. Tidak sedikit manajemen komplek bangunan dan ruang hijau. Deva mengungkapkan ada lima agen- perumahan yang melupakan wawasan da besar yang masing-masing mempu- lingkungan. Karena itu, kerapkali Unit Pengelola Kawasan Bintaro nyai tema sendiri. Seperti lomba keter- keberadaan komplek perumahan menjadi Manager Tata Lingkungan Bintaro tiban dan penghijauan lingkungan antar- penyebab banjir bagi lingkungan sekitar, Jaya Ir. L. Devayanti A. Wulaningtyas cluster atau RT/RW yang digelar mulai atau bahkan komplek itu sendiri yang memaparkan manajemen perumahan pertengahan Februari hingga Mei 2008 terkena banjir. Bintaro Jaya sudah jauh melangkah de- mengambil tema "keep your neighbor- Bagaimana dengan Bintaro Jaya? ngan menerapkan program-program hood green and clean". Selama tiga penghijauan di tahun 2008 ini. bulan, lingkungan warga akan dinilai "Tahun ini melalui Unit Pengelola dengan hadiah ratusan juta rupiah.T idak terbantahkan bahwa pe- Kawasan Bintaro (PKB), telah dica- Menurut Deva, program penanaman ngembang Bintaro Jaya sudah se- nangkan program-program penghijauan pohon di seluruh kawasan merupakan harusnya melakukan penataan lingkungan secara intensif agar perumah- kelanjutan dari upaya mendukung pro-dan pelestarian lingkungan. Manajemen an ini menjadi hijau, asri, sehat, dan tam- gram pemerintah yaitu menanam danBintaro Jaya telah melakukan penataan bah nyaman dan tentu dengan meli- memelihara 10 juta pohon. "Hingga Meidan perawatan lingkungan secara konsis- batkan peran warga," tutur Deva, sapaan 2008, Unit PKB menargetkan menanamten dan berkesinambungan. akrabnya. Unit PKB ini, lanjutnya, sekitar 3.000 pohon," jelasnya. Pada pun- Di setiap lahan baru yang dikem- menggelar kegiatan-kegiatan bertema cak acara HUT Bintaro Jaya ke-29, ada duabangkan, telah ditanam pepohonan. lingkungan dan bukan sekedar lomba agenda yaitu lomba tanaman hias yangBahkan di area-area yang telah lama lingkungan antarRW yang telah rutin melibatkan peserta dari warga dan lombadikembangkan sekalipun. Penataan dan dilaksanakan setiap tahun. jalan santai serta sepeda gembira. BW Percik Maret 2008 23
    • CERMIN C i p t o P r a t o m o Mengubah Sampah Menjadi Karya SeniS alah satu ciri seniman sejati adalah kreativitas yang tak pernah terhenti. Dalam keadaan serbaterbatas pun, seorang seniman sejatitidak kekurangan ide. Justru dari serbaketerbatasan itu akan melahirkan karyayang luar biasa. Seperti yang dilakukan CiptoPratomo, perupa asal Banyumas, JawaTengah yang menciptakan karya senirupa berupa kolase dari barang-barangbekas atau sampah anorganik yang takmudah terurai. Ada barang-barang bekas sepertikaleng, plastik, besi, kabel, potonganselang yang melalui tangan Cipto menja- Cipto Pratomo di depan karya kolasenya. Foto: Bowo Leksono.di hiasan dinding sangat menarik. Kolasemerupakan karya seni rupa yang berasal Saat ini, ada 15 karya kolase miliknya menentukan tarifnya. Tergantung pem-dari bahan-bahan tempelan atau yang yang menghiasi dinding rumah. beli mau menghargai berapa karena sayasaling tumpuk-menumpuk. Setiap kali berkarya kolase, Cipto berkarya semata-mata hobi dan hibur- "Awalnya, saya mau melukis namun mengumpulkan bahan sampah yang an," tutur guru alumni Jurusan Senitidak ada bahan-bahannya. Dalam keter- dicari dari rumah dan lingkungan sekitar Rupa IKIP Yogyakarta ini.batasan ini, muncul ide membuat lukisan terlebih dahulu. "Setelah itu baru men- Hingga saat ini, hobi dan hiburandengan barang-barang bekas. Mulailah cari ide dan menelorkannya," ujar bapak Cipto berkolase sudah sampai tahapansaya berkeliling di komplek rumah saya," satu anak ini. menularkan pada murid-muridnya.tutur seniman yang mengaku mengawali Praktis, tak banyak modal yang musti Banyak kegiatan yang dilakukan Ciptoide kolase pada tahun 1996 kepada dikeluarkan. Paling hanya membutuhkan bersama murid-murid SMP Negeri 5Percik di rumahnya. cat, lem, dan paku. Selebihnya bisa diper- Purwokerto antara lain; membuat asesori oleh dengan gratis. Karena itu, apa yang ondel-ondel secara massal sebanyak 25Membantu Mengurangi Sampah dilakukan lelaki berusia 52 tahun ini jelas ribu batang, gunungan wayang beruku-Anorganik turut membantu dalam mengurangi tim- ran raksasa, kolase kertas bekas sepan- Cipto bercerita, proses membuat bunan sampah anorganik. Tentu, bila jang 670 meter, kaleng bekas sejumlahkarya kolase dari terkumpulnya sampah banyak masyarakat yang kreatif dalam 1.038 menjadi padasan (tempat wudlu).kemudian ditata di atas papan menjadi memanfaatkan barang-barang bekas, Kegiatan itu sebagian besar didaftarkanbermacam bentuk sesuai ide, seperti sedikit banyak akan membantu dalam pada Museum Rekor Indonesia (MURI).topeng, kepala, atau serangga. "Setelah mengurangi keberadaan sampah. Ada satu karya kolase Cipto yangmuncul wujud yang bagus, baru dilem penuh dengan filosofi Jawa. Karya yangatau dipaku lalu disemprot cat," kata Menularkan pada Anak Didik terbuat dari sepatu, kabel, dan papan cuciperupa yang sehari-harinya sebagai Dalam beberapa kesempatan pamer- (penggilas) ini berjudul Sikil Nggo Ndas,pengajar seni rupa di SMP Negeri 5 an, karya kolase Cipto turut dipamerkan. Ndas Nggo Sikil (Kaki Jadi Kepala,Purwokerto. Meskipun ia tak berniat menjual, perta- Kepala Jadi Kaki), yang menggambarkan Bila dipandang dari jauh, karya kolase ma kali karya Cipto dibeli seharga Rp 50 masyarakat tertindas, meski sudah kerjaCipto tidak terlihat bahan sampahnya, ribu dan ada pula yang terjual Rp 500 keras namun masih tergilas. Bowonamun sangat indah dipandang mata. ribu. "Untuk karya kolase ini, saya tidak Leksono Percik Maret 2008 24
    • ABSTRAKSI Internalisasi Eksternalitas dalam Penanganan Sampah Kota BandungP ada pertengahan sampai akhir yang positif (eksternalitas ekonomi) minggu). Berdasarkan sumber yang spe- tahun 2005 dilakukan penelitian menunjukkan bahwa sebesar 38,85 sifik, tempat wisata tercatat melakukan mengenai pola penanganan sam- persen dari seluruh responden telah penanganan sampah dengan cara pem-pah rumah tangga (domestik) dan non melakukan daur-ulang dan pengomposan bakaran dengan frekuensi tertinggi, yaknidomestik di Kota Bandung dengan baik secara langsung maupun tidak lang- 2,38 kali/minggu atau setara 238 kalimetode penyebaran kuisioner secara acak sung. Timbunan sampah non domestik dalam 700 hari. Kemudian membuangdan proporsional. Penyebaran kuisioner mencapai 2.566,77 m3/hari. Kegiatan sampah ke lahan kosong (ilegal) rata-ratalangsung rumah tangga dibagi menjadi 3 pengomposan pada sumber non sebanyak 0,15 kali/minggu atau sama(tiga) strata ekonomi masyarakat (strata domestik telah mencapai 1,83 persen dari artinya dengan 15 kali dalam 700 hari.bawah-menengah-atas) dengan basis volume total sampah per masing-masing Membuang sampah ke kali denganpenelitian secara proporsional per kelu- obyek tersebut. frekuensi rata-rata 0,09 kali/minggu.rahan, serta kuisioner via telepon secara Berdasarkan data primer hasilacak sebagai data pembanding. penelitian serta didukung data sekunder Sedangkan, penelitian sampah non Biaya lingkungan yang harus yang ada, maka dikembangkan simulasidomestik hanya menggunakan kuisioner model dinamik (menggunakan softwarelangsung dengan basis penelitian per dikeluarkan untuk Powersim Studio 2005) untuk mengkajikecamatan. Hasil penelitian menun- memulihkan kualitas skenario pengelolaan sampah Kotajukkan bahwa telah terjadi peningkatan lingkungan mencapai sebesar Bandung sebagai dasar penentuan kebi-satuan timbulan sampah domestik men- Rp 501.966.526.899,- jakan selama 20 tahun perencanaanjadi rata-rata 3,52 liter/orang/hari, (tahun 2007-2026).sehingga berdasarkan perhitungan sam- (35,44 persen dari Skenario optimum dikembangkanpah domestik Kota Bandung menjadi total biaya) selama dengan sasaran memaksimalkan penca-7.481 m3/hari di sumber atau 4.987 20 tahun perencanaan. paian 3-R (reuse, recycle, recovery) danm3/hari dengan pemadatan di alat peng- meminimasi penanganan sampah yangangkut. berdampak negatif (eksternalitas dis- Responden yang mengakui bahwa Kemudian proporsi daur-ulang me- ekonomi), sehingga diperoleh persentasesampah yang dihasilkan seluruhnya (100 nunjukkan nilai 3,94 persen dari volume akumulasi timbulan sampah yang haruspersen) diangkut hanya sebesar 53,54 sampah yang dihasilkan. Hasil penelitian dibuang ke landfill hanya sebesar 17,76persen. Penanganan sampah oleh menunjukkan bahwa sampah dari berba- persen dari total timbulan sampah dimasyarakat per rumah tangga yang gai sumber non domestik yang diteliti sumber untuk masa perencanaan 20merupakan penyebab eksternalitas dis- memperoleh pelayanan pengangkutan tahun tersebut.ekonomi (negatif), diurut dari proporsi oleh petugas rata-rata sebanyak 4,15 Biaya lingkungan yang harus dikelu-tertinggi adalah pembakaran sampah kali/minggu, sedangkan pengangkutan arkan untuk memulihkan kualitas28,84 persen (dengan tingkat partisipasi sendiri ke TPS/TPA sebanyak 1,33 lingkungan akibat eksternalitas dis-0,63 kali/minggu atau 63 kali dalam 100 kali/minggu. ekonomi pada skenario terpilih mencapaiminggu), kemudian membuang ke lahan Sedangkan penanganan sampah lain- sebesar Rp 501.966.526.899,- (35,44kosong 5,87 persen (0,2 kali/minggu), nya cukup bervariasi, penanganan sam- persen dari total biaya) selama 20 tahunmembuang sampah ke saluran air 4,54 pah dengan cara pembakaran menun- perencanaan.persen (0,14 kali/minggu), dan me- jukkan frekuensi tertinggi, yakni sebesar Disarikan dari tesis I Made Wahyu Widyarsanangubur sampah 4,54 persen (0,04 0,61 kali/minggu mempunyai arti bahwa berjudul "Evaluasi Ulang (Updating) Potensi Daur-ulang Sampah Kota Bandung sebagaikali/minggu). aktivitas pembakaran sampah dilakukan Dasar Penentuan Pengelolaan Sampah Berbasis 3-R" Sedangkan, penanganan sampah sebanyak 61 kali dalam 700 hari (100 pada Fakultas Teknik Lingkungan ITB.25 Percik Maret 2008
    • TA M U K I TASanitasidi Mata ValD isela kesibukan, perempuan berparas cantik ini berse- dia berbincang tentang pengalamannya seputar lingkungan hidup. Saat itu, Valerina Daniel, demikiannama perempuan jangkung yang sempat menyabet runner upPutri Indonesia tahun 2005, sedang didaulat untuk kali keduasebagai Brand Ambassador Toyota Eco Youth 2008, sebuahprogram CSR (corporate social responsibility) Toyota dalambidang lingkungan. Bermacam gelar disandang Val, sapaan akrab Valerina, sete-lah menjadi runner up Putri Indonesia. Seperti yang ia sandangsecara otomatis sebagai Putri Puspa dan Lingkungan 2005 sertaDuta Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup. Gelar-gelar istimewa inilah yang mengantarkan Val mem-peroleh segudang pengalaman di bidang lingkungan tentunya.Seperti saat ia menelusuri pedalaman Sungai Siak di Riau. "Sayamenyaksikan bagaimana hampir semua penduduk di pinggirsungai hidup dari air sungai. Artinya buang air dan mengambilair untuk kebutuhan hidup dari sumber yang sama," kenangNone Jakarta 1999 yang punya nama lengkap Valerina NovitaDaniel. Menurut Val, tidak tersedianya akses air bersih tersebutkarena kemampuan ekonomi yang minim yang membuat pen-duduk bantaran sungai tidak mampu berbuat hal lain, kecualimenjalani yang bisa dijalani. Tak usah jauh-jauh hingga ke pedalaman Riau. Di seputaranJakarta, Val mengenang saat menelusuri Kali Angke hinggaTeluk Jakarta. "Mereka mencuci pakaian, membersihkan ikan Foto: Bowo Leksonohasil tangkapan, membuang limbah dan mengambil air untukmemasak. Terbayang, betapa mengerikan dampaknya bagi hanya 69 persen penduduk perkotaan dan 46 persen pendudukkesehatan mereka," tutur presenter di salah satu televisi nasio- perdesaan (rata-rata 55,43 persen) yang terlayani fasilitas sani-nal ini. tasi layak. Selebihnya, belum terlayani secara layak. "Kondisi Val juga menyaksikan, betapa sampah plastik merajai ban- sanitasi di Indonesia memang cukup memprihatinkan dantaran Kali Angke hingga beberapa kali perahu motor yang benar-benar membutuhkan perhatian lebih dari semua pihak,"ditumpanginya tersangkut plastik sehingga perjalanan sempat tutur Val yang juga menyandang Duta Mitra Lingkungan.terhenti. Faktor yang mempengaruhi kondisi sanitasi, jelas Val, kare- Menurut mantan Miss Indonesia ini, manajemen sampah na cakupan pembangunan dan sebaran penduduk yang sangatbersama antara Jakarta dan kota-kota di sekitarnya tidak bisa luas dan beragam, serta keterbatasan pendanaan pembangunanditunda lagi. "Teluk Jakarta itu merupakan muara 13 Sungai sanitasi.yang ada di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten," ujar Suatu ketika, Val membaca surat kabar yang menyebutkanVal. besar subsidi bahan bakar minyak (BBM) mencapai Rp 107 tri- liun atau sekitar 214 kali anggaran sanitasi. Menurut public fi-Sanitasi Butuh Perhatian gure yang namanya sempat melejit lewat sitkom "Spesial Pake Data Bank Pembangunan Asia tahun 2005 menyebutkan Telor" ini, disebabkan kurangnya niat dan perhatian para26 Percik Maret 2008
    • TA M U K I TA kesadaran masyarakat dan pelibatan mereka dalam program pembangunan sanitasi. "Tapi sebelum mengharapkan kesadaran masyarakat, yang terpenting adalah membangun perhatian dan kesadaran di tingkat para pengambil keputusan, baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif agar terbina pula kemi- traan lintas sektor". Sanitasi dan Target MDGs Saat ini, Indonesia terus berproses dalam mencapai target Millenium De- velopment Goals. Pada 2015, Indonesia ditargetkan telah dapat mencapai target 65 persen penduduk telah mendapat akses ke sanitasi layak. Tahun 2007 lalu, laporan MDGs menyatakan akses sanitasi di Indonesia telah mencapai 68 persen yang berarti Foto: Bowo Leksono telah melampaui target MDGs. Namunpengambil kebijakan akan pentingnya ditengarai masih banyak sarana yang se-meningkatkan kondisi sanitasi di Val mengajak untuk benarnya belum memenuhi persyaratan,Indonesia. sehingga secara kuantitas sudah me- "Terlebih lagi, kurangnya penge- membangun kebiasa- madai tapi kualitasnya masih jauh daritahuan dan kesadaran masyarakat ten- an hidup dengan memadai.tang penyediaan dan pemeliharaan sani- Menurut Val, semua ini harus dikem-tasi layak yang masih rendah, sehingga menjadi "virus" balikan pada political will dari para pem-pencapaian penyediaan sanitasi layak di perubahan kepada buat keputusan di negeri ini, apakah sa-tanah air masih tertatih-tatih," ungkap nitasi sebagai salah satu elemen dasarVal. semua orang yang keberlangsungan hidup penduduk akan kita temui dimana menjadi perhatian utama atau tidak?Sanitasi Tanggung Jawab Siapa? saja dan kapan saja. Bila iya, ujar putri pasangan Daniel A. Menurut Val, yang paling bertang- Sani dan Nurdini ini, tentunya akangung jawab terhadap ketersediaan sani- berdampak pula pada pencapaian maksi-tasi di Indonesia adalah pemerintah, baik mal MDGs melalui program-programtingkat pusat terlebih lagi pemerintah kondisi sanitasi di Indonesia membaik, pelatihan, insentif dan peningkatandaerah. Namun ini semua, lanjutnya, yaitu pendekatan teknis dan non-teknis. pengetahuan masyarakat akan pen-tidak akan berhasil jika tidak didukung Pendekatan teknis, katanya, dengan tingnya sanitasi layak. "Sehingga terben-kesadaran masyarakat sendiri. meningkatkan berbagai sarana dan pra- tuk pula perilaku yang lebih baik dan Untuk itu, lanjut Val, sebaiknya perlu sarana sanitasi yang layak di perkotaan bertanggung jawab. Apalagi jika disadaridilaksanakan program pembangunan dan perdesaan. bahwa dampak sanitasi yang buruk tidakdan pemeliharaan sanitasi yang meli- "Di Jakarta saja, sekitar 60 persen hanya pada aspek kesehatan tapi juga sosialbatkan masyarakat secara aktif sehingga rumah penduduk memiliki sumur ber- dan ekonomi," ujar duta lingkungan yangdapat tumbuh rasa butuh dan memiliki di jarak kurang dari 10 meter dari tangki mempunyai basic jurnalis ini.antara masyarakat sendiri terhadap sani- septik. Tentu ini berdampak negatif bagi Val mengajak untuk membanguntasi. "Perlu juga dilakukan kerjasama pengguna air sumur karena rentan terke- kebiasaan hidup dengan menjadi "virus"yang lebih agresif dan terus-menerus na penyakit akibat bakteri e-coli yang ter- perubahan kepada semua orang yang kitaantara pemerintah, swasta, dan ma- dapat pada kotoran manusia," tutur temui dimana saja dan kapan saja. "Mari,syarakat," ujar perempuan kelahiran Ja- perempuan jangkung setinggi 167 cm dan kita peduli sanitasi layak untukkarta, 25 November 1978 ini. berat 53 kg. masyarakat!," ajak penulis materi kampa- Val memaparkan, ada dua pen- Sementara pendekatan non-teknis, nye bertajuk Cara Oke Pelihara 13umidekatan yang harus dilakukan agar lanjutnya, terkait dengan peningkatan (angka 13 dibaca B). Bowo Leksono Percik Maret 2008 27
    • S E P U TA R W S L I CKUNJUNGANMISI SUPERVISI XIWSLIC-2D engan berakhirnya program Second Water and Sanitation for Low Income Communities (WSLIC-2), pada paruh waktu 2001 hingga 2007, diadakanKunjungan Misi Supervisi XI WSLIC-2 ke beberapa kabupatenpenerima program. Kegiatan ini diadakan pada 10-13 Maret2008. Kunjungan sedianya dilakukan di dua provinsi, yaitu Tim WSLIC-2 saat mengunjungi sumber mata air di Desa Karangsuko,Sulawesi Selatan dan Jawa Timur. Namun akhirnya hanya Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Foto: Bowo Leksono.empat kabupaten di Jawa Timur, yaitu Kabupaten Lamongan,Malang, Sumenep dan Sampang yang disepakati untuk dikun- belajaran bagi kita semua supaya bisa diperbaiki secepatnya.jungi. Tim supervisi terdiri pemerintah pusat dari berbagai "Ini pekerjaan kita bersama agar terjadi sinergi dan mudahinstansi, para fasilitator WSLIC-2 dan pemerintah daerah dalam mengontrolnya," ungkapnya.terkait. Untuk efisiensi kunjungan, tim dibagi menjadi dua yaituKabupaten Lamongan dan Malang, serta tim untuk Kabupaten Asosiasi HIPPAMSSumenep dan Sampang. Sementara Percik mendapat kesem- HIPPAMS desa telah membentuk asosiasi HIPPAMS yangpatan untuk mengunjungi Kabupaten Lamongan dan Malang. merupakan wadah untuk koordinasi, komunikasi, konsultasi,Berikut ini laporannya. dan forum pemecahan masalah agar sarana air bersih (SAB) Kepala CPMU WSLIC-2 Imam Syahbandi mengatakan dapat dikelola secara profesional. Asosiasi ini bernama Asosiasidalam kunjungan kali ini hendak menggali sebanyak-banyaknya HIPPAMS Banyu Uriptemuan daerah yang rawan macet sehingga bisa menjadi pem- Asosiasi ini berdiri pada 30 Juni 2003 dan secara resmibelajaran bagi kita semua supaya bisa diperbaiki secepatnya. berbentuk koperasi pada 24 Februari 2005. Sekarang asosiasi“Ini pekerjaan kita bersama agar sinergi dan mudah dalam me- ini sudah memiliki 119 anggota HIPPAMS desa, 40 desangontrolnya,” ungkapnya. diantaranya dari proyek Departemen Pekerjaan Umum. Ketua Asosiasi sekaligus Koperasi Serba Usaha (KSU) HIP-Kabupaten Lamongan PAMS Banyu Urip Kasdan mengatakan selama ini asosiasi dan Di lokasi-lokasi Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum koperasi ini mengandalkan modal mandiri dengan iurandan Sanitasi (HIPPAMS) yang dikunjungi, masyarakat desa anggota sebesar Rp 5 juta tiap HIPPAMS desa. "Saat ini, KSUsetempat menyambut baik adanya program ini bahkan me- HIPPAMS Banyu Urip mengelola aset sebesar hampir Rp 200ngusulkan untuk berlanjut pada tahun 2009. Keberlanjutan dari juta yang antara lain melakukan kegiatan pinjaman murah,"program ini bergantung pada komitmen dan kebijakan peme- katanya.rintah daerah setempat apakah mempunyai keyakinan bahwa Asosiasi dan KSU HIPPAMS Banyu Urip sedang melakukansektor air minum dan penyehatan lingkungan (AMPL) adalah replikasi program baru terhadap 40 desa di wilayah Kabupatenpenting bagi masyarakat. Lamongan. "Kami mengharapkan bantuan modal untuk kelang- Kepala Bidang Sosial dan Budaya Bappeda Lamongan sungan koperasi ini," tutur Kasdan.Bambang Pramono mengatakan Pemerintah Daerah Lamongantetap komit terhadap program pemberdayaan masyarakat yang Kunjungan ke Desa-Desa HIPPAMSberkaitan dengan sektor AMPL. "Dasar dari komitmen Pemkab Desa pertama yang dikunjungi tim Supervisi adalah Desaakan kami bawa ke panitia anggaran untuk keberlanjutan pro- Geger, Kecamatan Turi. Desa ini baru memiliki sumur borgram ini agar bantuan dari Bank Dunia tidak sia-sia," tuturnya. belum genap dua tahun. Sebelumnya masyarakat desa Sementara CPMU WSLIC-2 Imam Syahbandi mengatakan memenuhi kebutuhan air bersih dari telaga dan sungai.dalam kunjungan kali ini hendak menggali sebanyak-banyaknya Sekitar 476 kepala keluarga (sekitar 55 persen dari total KK)temuan daerah yang rawan macet sehingga bisa menjadi pem- di Desa Geger telah menjadi pelanggan HIPPAMS desa. Sisanya,28 Percik Maret 2008
    • S E P U TA R W S L I Cmasyarakat mengakses melalui hidran umum yang tersedia BPSABS Sumber Sira juga mampu melayani desa lain yaituyang pengelolaan dan perawatannya oleh keluarga tidak mampu Desa Sumber Jaya dan Desa Ketawang dengan biaya sambung-dengan ketentuan tarif Rp 100 setiap 3 liter air. an Rp 1 juta untuk desa tetangga sementara penduduk desa asal Menurut Ketua HIPPAMS Desa Geger Khoirul Hudah, pen- Rp 500 ribu. Sekarang terdapat 433 pelanggan dan terus berlan-dapatan dalam sebulan mencapai Rp 2 juta. "Saat ini terdapat jut.kas sejumlah Rp 30 juta dan ke depan akan digunakan untuk Menurut Ketua BPSAB Desa Putukrejo H. Rusdi, untuk sa-investasi ternak pada masyarakat kecil," katanya. nitasi di Desa Putukrejo belumlah sempurna karena usia WSLIC Kepala Desa Geger Bambang S mengatakan keberadaan air yang baru berjalan 14 bulan. "Masih perlu waktu untuk per-bersih telah mendorong perubahan perilaku dalam hal hidup baikan sarana sanitasi dan perubahan perilaku," katanya.bersih bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak sekolah di Sementara di Desa Karangsuko Kecamatan Pagelaran,desa itu. "Kegiatan kaum perempuan melalui PKK juga kembali sebelum tersedianya air bersih, warga mengonsumsi air dari iri-hidup dengan dukungan dana dari HIPPAMS desa," katanya. gasi. Baru pada 2005, WSLIC-2 masuk. Terdapat lima sumber Perubahan perilaku juga berpengaruh pada kegiatan BAB. mata air salah satu yaitu sumber Maron yang dimanfaatkanSebelum ada WSLIC, banyak terjadi perilaku tidak menye- berdebit 460 liter per detik tapi hanya dimanfaatkan 4 liter pernangkan. Masyarakat melakukan BAB sembarangan di belakang detik. Pada akhir 2006 mampu membagi air dengan tetanggarumah dan di pinggir kali. Kemudian WSLIC menyumbang desa yaitu Desa Sukasari dan Gondanglegi Kulon. Saat ini terda-sejumlah 111 jamban bergulir. Sayang, keberhasilan ketersedia- pat 739 konsumen.an sarana air bersih tidak terus diikuti dengan perbaikan sa- Ketua BPSABS Desa Karangsuko Sayyid Muhammad me-luran air yang memadai, sehingga di hampir seluruh sudut desa ngatakan untuk penggalakan perilaku hidup bersih dan sehatair kotor menggenang. (PHBS) dilakukan melalui bidan desa dan kader PHBS. "Kami Dari Desa Geger, kunjungan bergeser ke Desa Sidobogem, sudah mampu membangun empat Posyandu lansia dan beren-Kecamatan Mulyo. Sumur bor sedalam 60 meter dibangun sejak cana membeli mobil ambulance desa," katanya.tahun 2004 di lokasi sebelah balai desa. Beberapa hidran umum Untuk urusan sanitasi, Sayyid mengakui masih terdapatjuga dibangun di pojok desa yang juga dikelola oleh masyarakat masyarakat yang BAB sembarangan di sungai. "Kami tak maumiskin dengan pendapatan Rp 100 untuk dua ember air bersih. melarang tanpa adanya solusi. Kami berencana membangunSebelumnya masyarakat mengakses air dengan cara memben- jamban umum di dekat sungai," ungkapnya.dung sungai dan mengalirkan air dari waduk Prigetan. Temuan MenarikKabupaten Malang Secara umum, ketersediaan air bersih bagi masyarakat ikut Kunjungan Misi Supervisi di Kabupaten Malang dilakukan mendorong perekonomian desa. Hal ini terlihat dari berkem-ke dua desa yaitu Desa Putukrejo dan Desa Karangsuko. Kepala bangnya omset BPSABS, bahkan sistem administrasi BPSABSBappeda Kabupaten Malang Nehruddin mengatakan program Sumber Sira didukung oleh ketersediaan perangkat komputerWSLIC-2 dalam lima tahun terakhir dirasa sangat menolong berikut perangkat lunaknya berupa sistem komputerisasi pemba-sekali bagi masyarakat. "Dari 390 desa di Kabupaten Malang, 40 yaran pelanggan. Namun yang kurang mendapat perhatian adalahpersen diantaranya kesulitan air bersih," katanya. penanganan air limbah yang berasal dari rumah penduduk yang Di Desa Putukrejo Kecamatan Gondanglegi, pembangunan telah mendapatkan layanan air bersih.sarana air bersih dimulai sejak 2004. Namun hingga tiga kali Disamping itu, mengemuka juga baik di Kabupaten Malang dandilakukan pengeboran namun belum menuai hasil sampai di Kabupaten Sampang persaingan antara BPSABS/HIPPAMS danakhirnya pindah opsi yaitu mengangkat air bersih dari sumber PDAM. Sehingga terdapat penduduk yang menjadi pelanggan ke-Sira yang juga mampu mengairi sawah seluas 700 hektar. Baru duanya, atau berpindah dari PDAM ke BPSABS. Kondisi inipada tahun 2006, masyarakat Desa Putukrejo menikmati air sebaiknya dihindari karena akan mengakibatkan kemungkinan ter-bersih dengan membangun sumur pompa dengan debit air 7 jadinya over investment di satu lokasi. Seharusnya dibuat peng-liter per detik. aturan sehingga paling tidak terjadi sinergi diantara keduanya dan Untuk mengelola kebutuhan air bersih masyarakat, dibentuk bukannya malah terjadi persaingan diam-diam.Badan Pengelola Sarana Air Bersih dan Sanitasi (BPSABS) Kemandirian masyarakat dalam mengelola fasilitas yang adaSumber Sira. Pembentukan badan ini melalui proses (i) sudah terbukti, termasuk juga keinginan kuat dari pemerintah dae-Musyawarah Desa dan kemudian (ii) ditetapkan melalui rah untuk mereplikasi pendekatan WSLIC-2. Namun tentunyaKeputusan Kepala Desa. BPSABS ini telah beroperasi sejak masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sepertiJanuari 2007. pemerintah daerah sebaiknya mempunyai rencana pengembangan Pemasukan rata-rata per bulan bagi BPSABS sebesar Rp 7 sistem air minum sebagaimana diamanatkan oleh regulasi yangjuta. Untuk insentif pengurus termasuk penjaga Rp 2,5 juta, ada. Hal ini akan memudahkan dalam mensinergikan upaya penye-penyusutan Rp 500 ribu, cadangan Rp 1 juta dan sisa per bulan diaan air minum, baik sistem perpipaan maupun non-perpipaan,Rp 1 juta. oleh pemerintah, swasta, dan masyarakat. Bowo Leksono/OM Percik Maret 2008 29
    • S E P U TA R I S S D P Lokakarya Evaluasi ISSDP Fase 1 Konsolidasi Rencana Kerja Tim Teknis Pembangunan SanitasiP elaksanaan Indonesia Sa- akan melakukan evaluasi nitation Sector Develop- strategi lima kampanye sani- ment Program (ISSDP) tasi serta menyertakan dataFase 1 yang dimulai April 2006 Environmental Health Risksilam dan berakhir Maret 2008. Assessment (EHRA) dalamTiga kegiatan ISSDP adalah Rencana Pembangunan In-membantu pemerintah pusat vestasi Jangka Menengahdalam penyusunan kerangka (RPIJM) Nasional dan Dae-kerja pembangunan sanitasi yang rah.berkelanjutan, peningkatan kesa- Bidang Teknis akan men-daran terhadap sanitasi dan peri- sosialisasikan SPM ke daerahlaku hidup sehat, serta penguatan serta mengembangkan Bukukapasitas pemerintah kota dalam Panduan Sanitasi. Bidangpenyusunan strategi pembangun- kelembagaan diharapkan da-an sanitasi. pat melakukan persiapan Selain menghasilkan berbagai provinsi untuk pembentukanproduk dari kegiatan-kegiatan Tim Pengarah Pembangunan Foto: ISSDPtersebut, seiring perkembangan AMPL dan Tim Teknis Sani-program, muncul isu-isu strategis sani- Terkait berakhirnya pelaksanaan tasi, penyusunan kerangka kebijakantasi yang memerlukan pembahasan dan ISSDP Fase I yang telah dilakukan di nasional serta perbaikan perda sanitasi,rencana tindak lebih lanjut. enam kota (Blitar, Solo, Denpasar, Jambi, dan replikasi best practices ISSDP Pembahasan dan penyusunan ren- Banjarmasin, dan Payakumbuh), pro- melalui propinsi ke kota-kota lain.cana tindak lanjut tersebut akan dila- gram ini akan dilanjutkan dalam ISSDP Bidang Pemberdayaan masyarakatkukan oleh Tim Teknis Pembangunan Sa- Fase II yang dimulai pada April 2008 akan melakukan penyusunan modulnitasi yang telah ditetapkan melalui SK hingga Desember 2009. Pada Fase II ini, pelatihan dasar fasilitasi dan pelaksanaanDeputi Sarana dan Prasarana Bappenas program akan lebih menekankan pada TOT di tingkat provinsi, pembuatan si-Nomor: KEP. 01/D. VI/11/2007. replikasi di beberapa kota lain dengan labus replikasi Strategi Sanitasi Kota Pada SK tersebut, Tim Teknis Pem- melibatkan provinsi serta proses yang (SSK) dan penetapan penguatan kapa-bangunan Sanitasi terdiri dari lima Ke- lebih komunikatif antara pemerintah sitas sebagai prasyarat pelaksanaan pem-lompok Kerja yaitu Bidang Kesehatan pusat, provinsi, dan kota. bangunan sanitasi.yang bertugas mencakup aspek-aspek pe- Konsep pelaksanaan ISSDP Fase II Sementara Bidang Pendanaanningkatan kualitas hidup masyarakat menjadi salah satu agenda yang dibahas berencana mengembangkan channel-yang bersih dan sehat. Kemudian ruang pada "Lokakarya Evaluasi ISSDP Fase I" ing fund untuk sanitasi dan peman-lingkup Bidang Teknis mencakup aspek- di Bogor pada 5-6 Februari 2008. faatan keberadaan Pokja sebagai alter-aspek teknis terkait pembangunan sarana Lokakarya ini merupakan forum konsoli- natif pola pendanan dengan sistem off-dan prasarana sanitasi. dasi rencana kerja Tim Teknis Pem- budget dimana masing-masing instan- Bidang Kelembagaan akan bertugas bangunan Sanitasi secara terintegrasi. si memperjuangkan dana sanitasimencakup aspek-aspek pengaturan ke- Lokakarya yang dibuka Direktur melalui SKPD.lembagaan dalam pembangunan sanitasi. Permukiman dan Perumahan Bappenas Lokakarya ditutup oleh Nugroho TriSedangkan Bidang Pemberdayaan Masya- Budi Hidayat, diharapkan dapat meng- Utomo dengan menyampaikan tindakrakat meliputi aspek-aspek pemberdayaan, hasilkan rencana kerja Tim Teknis lanjut lokakarya berupa rencana pelak-pelibatan dan kerjasama masyarakat Pembangunan Sanitasi terkait kegiatan sanaan pertemuan Tim Teknis Pem-dalam pembangunan sanitasi. Terakhir ISSDP, khususnya untuk tahun 2008. bangunan Sanitasi untuk membahasadalah Bidang Pendanaan dengan ruang Salah satu kegiatan dalam lokakarya lebih lanjut isu yang belum terselesaikanlingkup pada aspek-aspek pendanaan pem- ini adalah diskusi kelompok bidang kerja dan penyusunan program untukbangunan sanitasi dengan sumber pen- yang menghasilkan beberapa rekomen- menyambut Tahun Sanitasi Internasionaldanaan dalam dan luar negeri. dasi dan rencana kerja. Bidang kesehatan 2008. Tim ISSDP30 Percik Maret 2008
    • S E P U TA R I S S D PBuku Putih, Gambaran KondisiSanitasi KomprehensifS elama ini belum banyak kota yang memiliki data sanitasi secara menyeluruh dan terintegrasi.Kalaupun ada, biasanya data sektoralsesuai dengan bidang garapan tiap sek-tor. Kadang-kadang data-data yang adabertentangan satu dengan yang lain.Akibatnya, sulit menentukan data manayang harus digunakan sebagai acuandalam pengembangan strategi sanitasi. Karena itu, tahapan awal sebelummenyusun suatu Strategi Sanitasi Kota(SSK), kota-kota yang terlibat dalamISSDP harus memiliki buku putih sani-tasi. Buku ini merupakan hasil kompilasidata sekunder dari semua sektor terkait.Buku putih memuat data dasar kotaseperti: penduduk, perumahan, kepa-datan, batas wilayah, indikator kemiskin- Foto: ISSDPan, peta berdasarkan kondisi sanitasi,jenis layanan, dan sebagainya. Selain itu, nasikan kegiatan pokja. Unsur-unsurbuku putih ini harus memuat peran dan kesehatan, pekerjaan umum, lingkungantanggung jawab kelembagaan bagi penye- Buku putih ini hidup, kebersihan, pendidikan, dan lain-lenggara dan pengelola layanan pra- dilengkapi pula dengan nya bergabung di dalamnya.sarana serta prakarsa proyek sanitasi hasil riset risiko Keberadaan pokja sanitasi harusyang ada. Data-data dalam buku putih ini kesehatan lingkungan memperoleh dukungan penuh darimerupakan data dasar yang bisa meng- yang dikenal sebagai kepala daerah dan wakil rakyat (DPRD)gambarkan tingkat layanan, kebutuhan, secara penuh. Mengapa? Karena pokja EHRA (Environmentaldan prioritas yang harus diambil dalam butuh limpahan wewenang untuk men-pengembangan sanitasi ke depan. Health Risk jalankan aktivitasnya secara leluasa. Pada tahap berikutnya, buku putih ini Assessment). Apalagi tugas pokja bersifat berkesinam-dilengkapi pula dengan hasil riset risiko bungan dalam rangka mengawal pe-kesehatan lingkungan yang dikenal seba- ngembangan sanitasi di tingkat kota.gai EHRA (Environmental Health Risk riset sanitasi kota dengan melibatkan Perlu diingat, pembentukan pokjaAssessment). Hasil riset ini merupakan banyak sektor. Untuk penyusunan buku sanitasi tidak sekadar membentukdata primer yang diambil langsung dari putih dan lebih jauh dalam penyusunan sebuah organisasi baru. Pokja sanitasimasyarakat secara menyeluruh melalui Strategi Sanitasi Kota memerlukan kerja adalah lokomotif bagi pengembangansebuah survei yang dilakukan oleh sama dan komitmen bersama. Langkah sanitasi. Karenanya, pengembangan ka-masyarakat sendiri. Data ini nantinya ini bisa terwujud jika ada koordinasi pasitas kelembagaan dan individu yangdigunakan untuk menyusun rencana aksi antar para pemangku kepentingan di terlibat di dalamnya adalah sebuah kenis-dan prioritas pengembangan sanitasi bidang sanitasi dan dukungan dari cayaan.pada kawasan tertentu di perkotaan. pengambil kebijakan. Kerja pokja sanitasi yang efektif akan Pembentukan kelompok kerja (pokja) menjamin munculnya out put yang baik.Pokja Sanitasi sanitasi secara formal menjadi jalan bagi Salah satu indikator awal keberhasilan Bukan pekerjaan mudah menyatukan upaya itu. Bappeda bisa menjadi inisiator pokja sanitasi adalah buku putih sanitasidata-data yang tersebar dan melakukan pembentukannya sekaligus mengkoordi- kota. Mujiyanto Percik Maret 2008 31
    • S E P U TA R W A S P O L A Lokakarya Konsolidasi Hasil Pelaksanaan Kebijakan Nasional AMPL-BM di DaerahS udah empat tahun sejak 2004, WASPOLA mendampingi 49 dae- rah kabupaten/kota melakukanadopsi dan implementasi KebijakanNasional AMPL-BM. Banyak kemajuanyang telah dicapai dalam kurun waktutersebut. Dari seluruh jumlah daerahdampingan tadi, 44 kabupaten/kota telahmemiliki rencana strategis pembangunanAMPL untuk daerahnya masing-masing.Hampir setengahnya pula yang telahmenindaklanjuti renstra tersebut. Belum semua daerah dampingan me-nindaklanjuti renstra, sementara masihbanyak kabupaten/kota lain yang perlumengadopsi kebijakan AMPL pula, semen- Direktur Permukiman dan Perumahan Bappenas memberi sambutan pembukaan didampingi Direkturtara WASPOLA 2 akan berakhir 2008 ini. Pengembangan PLP Dep. PU (kiri) dan Direktur Penyehatan Lingkungan Depkes. Foto: Dormaringan. Menyikapi kondisi ini, WASPOLAbersama Pokja AMPL Nasional meng- Dari talkshow ini digali pengalaman ber dana yang dapat diakses oleh sektoradakan Lokakarya Konsolidasi Pelaksa- dari daerah-daerah yang dipimpin tiga AMPL seperti halnya di Pekalongan. Darinaan Kebijakan Nasional AMPL Berbasis bupati tersebut dalam adopsi dan imple- Boalemo, ternyata daerah juga telahMasyarakat. Dalam lokakarya ini yang mentasi kebijakan AMPL serta inovasi mampu menangkap peluang pendanaandiselenggarakan pada tanggal 2-6 Maret dalam menyikapi berbagai kendala yang dari pihak eksternal seperti CARE2008, di Bali, WASPOLA, Pokja AMPL ada. Hadirnya 3 pimpinan daerah dalam International. Sementara di Solok, terlihatNasional, Provinsi dan Daerah, melaku- talkshow tersebut diharapkan dapat adanya desentralisasi tanggung jawab yangkan evaluasi, koordinasi, dan konsolidasi memberikan inspirasi bagi daerah lain bisa dibagi bersama masyarakat seperti hal-hasil pelaksanaan kebijakan. dalam menyikapi berbagai isu pemba- nya masyarakat nagari. Hal-hal ini menjadi Setidaknya ada tiga poin yang diha- ngunan AMPL di daerah. inspirasi daerah lainnya untuk menembusrapkan dari adanya lokakarya ini yaitu Dalam talkshow ini pula hadir per- keterbatasan yang ada.mencari tahu apa yang harus dilakukan, wakilan dari pusat untuk memberikan Di akhir lokakarya berhasil disepakatimenyepakati agenda bersama antara pu- pandangannya secara umum terhadap beberapa hal (i) meningkatkan kerjasama disat dan daerah, serta menyepakati me- pelaksanaan kebijakan di daerah. Dari antara pokja AMPL nasional dan pokjakanisme tindak lanjut kegiatan pusat dan pusat hadir Budi Hidayat, Direktur AMPL daerah dengan menjadikan pokjadaerah setelah berakhirnya WASPOLA. Permukiman dan Perumahan Bappenas, AMPL propinsi sebagai ujung tombak koor- Di antara agenda acara lokakarya, Wan Alkadri, Direktur Penyehatan dinasi, fasilitasi, advokasi yang dilakukandiselenggarakan juga sebuah talkshow Lingkungan, Departemen Kesehatan, dan oleh pokja AMPL nasional terhadap pokjayang menghadirkan tiga bupati daerah Soesmono, Direktur Penyehatan Ling- AMPL kabupaten/kota; (ii) menetapkandampingan WASPOLA. Ketiganya yaitu kungan Permukiman, Departemen Pe- focal point di masing-masing pokja daerahGusmal, Bupati Kabupaten Solok, Siti kerjaan Umum. sebagai penghubung antarpokja; (iii) me-Qomariyah, Bupati Kabupaten Peka- Dari pengalaman ketiga daerah nara- ningkatkan kampanye publik dan dimulailongan, dan Iwan Bokings, Bupati sumber, ternyata dana tak tersangka dengan berpartisipasi memperingati HADKabupaten Boalemo. dalam APBD bisa dijadikan sebagai sum- 2008. FN32 Percik Maret 2008
    • S E P U TA R W A S P O L A Lokakarya Penyusunan Program Strategis Pembangunan AMPL di Provinsi Jawa Tengah Didukung UNICEF matan biaya untuk pengobatan. Sebaliknya dengan kondisi layanan AMPL yang buruk karena tidak ada/ku- rangnya investasi maka resiko penyakit karena faktor air dan lingkungan terja- di dan ujung-ujungnya terjadi pe- ngeluaran biaya. Yang lebih paradoks lagi menurut beberapa peserta dari kabupaten institusi rumah sakit dijadikan target sebagai salah satu sumber pendapatan daerah. Ego Sektoral Peserta lokakarya merasakan selama Foto: Sekretariat KHPPIA Jateng ini masih terjadi praktek ego sektoralL okakarya penyusunan program Jawa Tengah tidak mendapatkan akses dalam menangani pembangunan AMPL. strategis pembangunan AMPL di layanan air minum dengan layak. Kondisi Banyak dinas yang menangani tetapi Provinsi Jawa Tengah merupakan ini merupakan salah satu mandat yang masing-masing memiliki kebijakan dansalah satu inisiatif Kelompok Kerja AMPL mengharuskan Kelompok Kerja AMPL hal ini memiliki mata rantai dengan kebi-dalam upaya menindaklanjuti hasil fasili- Provinsi Jawa Tengah untuk bertindak jakan departemennya. Semua sepakattasi pelaksanaan kebijakan. Diseleng- dan berinisiatif melalui penyiapan ego sektoral harus dihilangkan. Semuagarakan pada 25-26 Maret 2008 di Sa- Rencana Strategis Pembangunan AMPL peserta meneriakkan yel "Ayo Sinergi".latiga disponsori oleh UNICEF Jawa yang nantinya dijadikan acuan dalamTengah. penyusunan Rencana Kerja SKPD. FOKUS LOKAKARYA Dukungan UNICEF dalam penyusunanRenstra AMPL ini diharapkan menjadi Perlu Investasi Rp 1,7 Triliun untuk Tiga Isu Strategis dalam Pemba-pintu masuk bagi UNICEF dalam pengem- Air Minum dan Sanitasi ngunan AMPLbangan Program Water Environmental Hitungan secara kasar menurut Dinas Lokakarya ini secara intensif men-Sanitation di Jawa Tengah yang pada Kimpraswil, di Jawa Tengah sampai diskusikan beberapa isu atau permasala-saat ini baru dilaksanakan di satu daerah tahun 2015 untuk pemenuhan layanan han yang dikemukakan oleh Dinasdi Kabupaten Klaten. Lokakarya ini air minum dan sanitasi secara keselu- Kimtaru, Dinas Kesehatan, Bapedal dandihadiri oleh 30 orang peserta dari unsur ruhan di perkotaan dan perdesaan diper- Dinas Sumber Daya Alam dalam pengelo-Kelompok Kerja Provinsi, semua dinas lukan investasi sebesar Rp 1,7 triliun. laan pembangunan air minum dan sani-terkait AMPL serta perwakilan dari tiga tasi dari hulu sampai hilir. Terdapat lebihkabupaten sebagai narasumber atas Masih Ada Anggapan bahwa In- dari 50 daftar masalah yang teridenti-pelaksanaan Renstra AMPL yang telah vestasi untuk Air Minum dan fikasi yang pada akhirnya dikerucutkandisusun yaitu Kabupaten Kebumen, Sanitasi sebagai Biaya menjadi 3 masalah mendasar sebagaiKabupaten Grobogan dan Pekalongan. Cara berpikir seperti inilah meru- usulan isu strategis yang akan dijabarkan pakan penyebab utama mengapa air dalam dokumen Renstra AMPL ProvinsiLebih dari 26 Juta Orang Belum minum dan sanitasi selama ini belum yaitu; rendahnya komitmen pengambilMenikmati Layanan AMPL yang dianggap sebagai prioritas pembangun- kebijakan terhadap AMPL, semakin ren-Layak an. Diilustrasikan oleh Dinas Kimtaru dahnya kualitas lingkungan (sebagai Menurut paparan kemajuan pemba- dengan investasi X rupiah untuk layanan penghasil air baku) dan rendahnyangunan AMPL oleh Dinas Kimtaru sam- AMPL maka akan mengurangi resiko kepedulian masyarakat terhadap Perilakupai saat ini masih ada 25 juta orang di penyakit yang akhirnya terjadi penghe- Hidup Bersih dan Sehat. Percik Maret 2008 33
    • S E P U TA R W A S P O L AData AMPL Secara khusus topik mengenai dataAMPL didiskusikan melalui diskusikelompok. Data merupakan pintu masukdalam kita menyusun Renstra AMPL.Persoalan data merupakan persoalanyang cukup pelik di Jawa Tengah seba-gaimana yang dialami di tingkat nasionalyang selalu muncul persoalannya. Lokakarya telah menyepakati dataumum yang ada akan dijadikan dasardalam penyusunan Renstra tanpa me-ngurangi data khusus sesuai dengantupoksi dinas dan akan dilakukanpenyempurnaan secara bertahap karenaRenstra yang akan disusun ini meru-pakan dokumen yang dinamis dan akansenantiasa di-update.Harapan Daerah Tiga daerah yang hadir sebagai nara-sumber yaitu Kebumen, Grobogan danPekalongan menyampaikan pandangan,masukan dan harapan terhadap RenstraProvinsi berdasarkan isu yang dihadapi Foto: Sekretariat KHPPIA Jatengoleh daerah. Harapan dan masukan salah satu prioritas pembangunan. yang berorientasi pada kelestarianutama dari daerah adalah perlunya 2. Kebijakan mengenai kemitraan de- lingkungan.provinsi memuat kebijakan atau program ngan berbagai pihak dalam upaya 4. Mendorong dan mendukung upayastrategis dalam Renstranya antara lain: peningkatan layanan AMPL di dae- daerah dalam program sanitasi 1. Kebijakan untuk mendorong pim- rah. berbasis masyarakat. pinan daerah/kabupaten/kota un- 3. Kebijakan mengenai penguatan ka- Harapan dan masukan daerah ini perlu tuk menempatkan AMPL sebagai pasitas SDM Pokja AMPL daerah dilengkapi dengan provinsi meminta masukan dari daerah lain yang tidak diun- dang pada lokakarya putaran pertama ini, khususnya mengenai isu-isu yang relevan yang pada saat ini dihadapi oleh daerah. Kesepakatan Rencana Tindak Lanjut Lokakarya menyepakati untuk me- lakukan lokakarya lanjutan sebanyak 3 kali sampai dengan selesainya penyiapan dokumen Renstra ini. Lokakarya lanjutan yang pertama akan dilakukan selama bulan April dengan agenda utama me- lengkapi informasi, melakukan analisa terhadap isu strategis, analisis kebijakan dan program strategis dan diharapkan menghasilkan draf I dokumen Renstra. Pertemuan/lokakarya selanjutnya akan disesuaikan dengan kesepakatan pada lo- kakarya pada bulan April yang akan Foto: Sekretariat KHPPIA Jateng datang. Subari, Bambang dan Huseiyn.34 Percik Maret 2008
    • S E P U TA R W A S P O L A KILAS BALIK Hasil Fasilitasi Pelaksanaan Kebijakan Nasional AMPL-BM di DaerahF asilitasi pelaksanaan Kebijakan Nasional Pembangunan potensial dalam rangka penjaringan minat daerah, lokakarya Air Minum dan Penyehatan Lingkugan Berbasis diseminasi kebijakan di daerah dan road show kebijakan kepa- Masyarakat (AMPL-BM) merupakan proses pembela- da pimpinan daerah untuk menggalang dukungan mengenaijaran bagi pusat dan daerah (baca: pemangku kepentingan) pelaksanaan kebijakan di daerah dan diseminasi kebijakandalam merubah paradigma pembangunan air minum dan kepada publik melalui piranti media.penyehatan lingkungan. Perjalanan kegiatan fasilitasi Kebijakan Hasilnya cukup menggembirakan dan hingga kini 62 daerahdari tahun 2003 sampai 2007 memberi banyak pengalaman telah menjadi lokasi untuk memperoleh layanan fasilitasi pelak-yang patut ditimba baik Pusat maupun Daerah. sanaan kebijakan, adopsi kebijakan ke dalam proyek-proyek terkait dan minat lembaga donor untuk menjadikan kebijakanKeberlanjutan Pembangunan, Esensi Kebijakan nasional sebagai platform proyek AMPL yang dilaksanakan. Kebijakan telah memberikan jalur baru (pathway) dalam Hasil lain adalah lahirnya gerakan AMPL melaluipenalaran dan arahan mengenai paradigma baru pembangunan jaringan/forum dan semakin besarnya intensitas perhatianAMPL, khususnya perhatian atas pentingnya pembangunan media terhadap isu AMPL.yang berkelanjutan dan proses "menempatkan" masyarakatsebagai pelaku utama dalam pembangunan. Sehingga bukan Pendampingan Lapangantanpa sengaja, Kebijakan secara khusus ditujukan untuk meng- Pendampingan lapangan dilaksanakan berdasarkan per-hasilkan adanya keberlanjutan dan penggunaan yang efektif, mintaan. Hal ini sesuai dengan salah satu prinsip kebijakan pen-yang secara prinsip diwujudkannya melalui sebelas prinsip dekatan tanggap kebutuhan (demand responsive approach).umum kebijakan. Secara dinamis pelaksanaan pendampingan mengalami evolusi Proses ini didasarkan pada kerangka logis bahwa, sebuah dari pendampingan berbasis kabupaten pada tahun 2003-2004kebijakan (nasional) akan diimplementasikan oleh daerah apa- menjadi pendampingan berbasis provinsi mulai tahun 2005 danbila kebijakan tersebut dipahami dan diterima sebagai acuan sejak tahun 2007 pendampingan intensif telah berubah menja-yang dipedomani yang selanjutnya dioperasionalisasikan ke di pendampingan non-intensif berdasarkan agenda yang dise-dalam program melalui fungsi dinas dan instansi terkait di dae- pakati kecuali dua provinsi baru yaitu di Sulawesi Tenggara danrah. Dalam konteks fasilitasi WASPOLA, tahapan fasilitasi Nusa Tenggara Timur.berdasarkan milestone keberlanjutan adalah sebagai berikut: Pergeseran pendekatan pendampingan menunjukkan adanya perkembangan kemandirian daerah khususnya provinsi dalam pengelolaan kegiatan pelaksanaan kebijakan. Hal ini juga mengindikasikan terjadinya proses transformasi keterampilan fasilitasi dari konsultan kepada Kelompok Kerja AMPL daerah. Hasil yang dapat dilihat dari proses pendampingan evolutif adalah inisiatif daerah untuk menindaklanjuti pelaksanaan kebijakan dari berbasis dorongan konsultan menjadi pelak- sanaan kegiatan berbasis prakarsa daerah sendiri dan posisi konsultan menjadi nara sumber. Dengan kata lain ada atau tidak ada konsultan kegiatan pelaksanaan kebijakan berjalan khusus- nya di Sumatera Barat, Banten, Jawa Tengah dan Gorontalo sedangkan untuk provinsi lain masih memerlukan dorongan khusus.Promosi/Pemasaran Kebijakan Penguatan Kapasitas Promosi kebijakan menjadi bagian terpenting dalam layanan Kegiatan penguatan kapasitas melalui serangkaianfasilitasi pelaksanaan kebijakan. Promosi dikembangkan lokakarya dan pelatihan tematik dirancang dengan memperim-sebelum, saat dan pascafasilitasi Kebijakan. Dalam seleksi dae- bangkan nilai strategis terhadap keberlanjutan pelaksanaanrah, eksistensi kebijakan dipromosikan melalui lokakarya dise- kebijakan. Secara umum kegiatan penguatan kapasitas memuatminasi kebijakan di tingkat nasional dihadiri oleh daerah-daerah tiga domain yaitu peningkatan pengetahuan dan wawasan, Percik Maret 2008 35
    • S E P U TA R W A S P O L Aperubahan sikap, dan peningkatan kete- 46 kabupaten/kota semua telah menyele- dalam menindaklanjuti hasil pelak-rampilan. saikan kecuali di kabupaten Dompu, sanaan kebijakan. Dari serangkaian pelatihan/lokakarya Bima dan Sumba Timur yang pada saattematik, pelatihan penyusunan Renstra ini dalam proses penyelesaian. Beberapa Respon Daerah PascalokakaryaAMPL merupakan kegiatan penguatan daerah telah menunjukkan adanya inisi- Renspon langsung dari masing-ma-kapasitas yang secara langsung men- atif dalam rangka menindaklanjuti sing daerah telah ditunjukkan denganjawab kebutuhan dalam rangka Renstra AMPL dan adopsi kebijakan rencana pelaksanaan perayaan Hari Airpenyusunan strategi pembangunan bervariasi sesuai karakteristinya. Dunia dan Tahun Sanitasi InternasionalAMPL daerah, pelatihan dasar fasilitasi Permasalahan dan kendala dalam 2008 dan masing-masing Kelompoksecara langsung dapat menjawab kebu- pelaksanaan Renstra AMPL juga dialami Kerja telah melakukan koordinasi dengantuhan peningkatan keterampilan proses beberapa daerah karena faktor-faktor pimpinan daerah khususnya dalamoperasionalisasi kebijakan dan pelatihan antara lain; pergantian pimpinan, mutasi menindaklanjuti Surat Bappenas perihalCLTS mendorong inisiatif daerah dalam anggota kelompok kerja sehingga terjadi tindak lanjut lokakarya. Contoh lainpengembangan program sanitasi berbasis kekosongan champion AMPL dan alasan ditunjukkan oleh Provinsi Jawa Tengahmasyarakat. keterbatasan dana APBD. dengan dilaksanakannya lokakarya penyiapan Renstra AMPL ProvinsiSAATNYA DAERAH SENDIRI BERTINDAK melalui kerjasana dengan UNICEF.Menjelang Proyek WASPOLA-2Berakhir Rencana Jangka Pendek Sebagai kegiatan atau diistilahkan Dalam rangka keberlanjutan programproyek, WASPOLA-2 akan berakhir khususnya melalui peran provinsi, agen-secara formal pada Juni 2008 dan tiba da penting sebelum proyek berakhirsaatnya Pemerintah Daerah sendiri yang adalah penyelenggaraan lokakarya diharus mengambil alih kegiatan dalam masing-masing provinsi dalam rangkaupaya menindaklanjuti hasil fasilitasi penyiapan Rencana Kerja Jangkapelaksanaan kebijakan. Menengah dalam pelaksanaan kebijakan yang diharapkan rencana tersebutPelatihan Lanjut Keterampilan Foto: Waspola dipedomani dalam pengembanganFasilitasi kegiatan lebih lanjut. Pelatihan ini dimaksudkan untuk Konsolidasi Hasil Pelaksanaanmenjawab isu dan permasalahan ter- Kebijakan REFLEKSIbatasnya kapasitas dan jumlah SDM Lokakarya konsolidasi pelaksanaan Apa yang telah dihasilkan?fasilitator di daerah. Pelatihan diseleng- kebijakan dilaksanakan di Bali pada 2-6 Rangkaian intervensi dan kegiatangarakan di Yogyakarta pada 19-23 Maret 2008 membahas berbagai aspek selama proyek WASPOLA telah memper-Desember 2007 diikuti anggota dalam upaya keberlanjutan pelaksanaan oleh cacatan penting hasil dan pembela-Kelompok Kerja AMPL Provinsi. kebijakan di daerah antara lain pemetaan jaran sebagai bahan refleksi, antara lainKegiatan ini dirasakan besar manfaatnya progres tekini, isu strategis, prioritas pemasaran dan komunikasi kebijakan,bagi peserta dalam peningkatan kapa- penanganan, agenda nasional ke depan pendampingan lapangan, penguatan ka-sitas fasilitasi. Bukti peningkatan pascaproyek, mekanisme koordinasi dan pasitas, dan renstra AMPL daerah.kemampuan peserta dalam pelatihan ini komunikasi pelaksanaan kebijakan pas-ditunjukan dalam pelaksanaan lokakarya caproyek. Lokakarya ini menghadirkan Dimana Kita Berada?operasionalisasi kebijakan bagi 13 kabu- tiga pimpinan daerah yaitu Bupati Solok, Sampai berakhirnya proyek WASPO-paten daerah dampingan baru dimana Bupati Pekalongan dan Bupati Boalemo LA, Kelompok Kerja AMPL telahseluruh proses lokakarya difasilitasi oleh untuk menyampaikan pandangan dan menebarkan konsep dan paradigma pem-peserta yang telah mendapatkan pelatih- pengalamannya dalam pelaksanaan dan bangunan AMPL berbasis masyarakatan ini. tindak lanjut fasilitasi pelaksanaan kebi- dalam skala luas melalui media komu- jakan. nikasi yang telah terbangun selama ini.Finalisasi dan Tindak Lanjut Ren- Disamping pimpinan daerah, lo- Pada saat ini WASPOLA dan Kelompokstra AMPL Daerah kakarya ini juga menghadirkan praktisi Kerja AMPL telah menjadi pusat layanan Renstra AMPL daerah sebagai salah dari LSM dan proyek untuk membagi informasi seputar AMPL dan telah memi-satu instrumen keberlanjutan pelak- pengalamannya dalam pelaksanaan pem- liki mitra sebanyak 62 kabupaten/kotasanaan kebijakan. Dari seluruh daerah bangunan AMPL-BM serta pengalaman termasuk dampingan daerah tahun 2007.yang difasilitasi selama WASPOLA-2 di spesifik dari kabupaten dan provinsi SBR/SI/DHS36 Percik Maret 2008
    • S E P U TA R A M P LLokakarya"Pengelolaan SampahBerbasis Masyarakat"S ebuah lokakarya penting bertajuk "Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat" digelar di Jakarta, 16-17 Januari 2008. Lokakarya ini diselenggarakan oleh Jejaring AirMinum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) melalui GugusTugas Pengelolaan Sampah (GTPS) yang didukung Japan Bankfor International Cooperation (JBIC) dan Mercy Corps. Sampai saat ini, belum ada kota/kabupaten yang mampusecara penuh mengelola sampah padahal tingkat pertambahanvolume sampah diperkirakan mencapai 4 persen per tahunnya.Belum lagi tingkat kesadaran masyarakat yang dirasakan masihbelum memadai, sementara upaya para pemangku kepentinganyang peduli tarhadap masalah persampahan masih berjalan Dialog interaktif pada lokakarya bertajuk "Pengelolaan Sampah Berbasissendiri-sendiri. Demikian hal yang melatarbelakangi pen- Masyarakat" 16-17 Januari 2008, di Jakarta diselenggarakan oleh Jejaring Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL). Foto: Bowo Leksono.tingnya digelar lokakarya ini. Deputi Sarana dan Prasarana Bappenas Dedy SupriadiPriatna dalam sambutan dan pembukaannya yang diwakili kumpul-angkut-buang menjadi kumpul-angkut-kelola,"Direktur Permukiman dan Perumahan Budi Hidayat me- tuturnya.ngatakan lokakarya ini salah satu komitmen nasional dan inter- Sementara Tri Rismaharini memaparkan keberhasilan Kotanasional yaitu pengelolaan sampah yang berkelanjutan melalui Surabaya dalam mengelola sampah berbasis masyarakat.peningkatan kepedulian dan upaya sinergi dari para pemangku "Percepatan keberhasilan itu karena kami selalu bekerjakepentingan. bersama antara Pemerintah Kota, LSM, media massa, pengusa- ha, dan masyarakat," ujarnya.Dialog Interaktif Memasuki hari kedua diisi sepenuhnya dengan diskusi panel Pada sesi dialog interaktif menghadirkan empat pembicara dan kelompok. Masih tetap menghadirkan tokoh-tokohpenting yaitu Direktur Penyehatan Lingkungan Permukiman pengambil kebijakan dan para pelaku pengelolaan sampah yangDitjen Cipta Karya Departemen PU Susmono, Asdep Urusan berbasis masyarakat.Pengendalian Pencemaran Limbah Domestik dan USK Tri Bangun Laksono (Sony), yang dikenal vokal ini kembaliKementerian Lingkungan Hidup Tri Bangun Laksono, Anggota dihadirkan. Bersanding dengan Endang, Kepala Seksi SampahDPR RI Tjatur Sapto Edi, dan Kepala Dinas Kebersihan Kota dan Drainase Direktorat Pengembangan PenyehatanSurabaya Tri Rismaharini yang dimoderatori Lula Kamal. Lingkungan Permukiman Dirjen Cipta Karya, Departemen PU. Lula Kamal mengawali dengan mempertanyakan nasib Kunci persoalan sampah, tegas Sony, yang pertama kaliRancangan Undang-Undang (RUU) Persampahan yang sudah harus dibenahi adalah kinerja pemerintahnya, bukantiga tahun belum ditetapkan menjadi undang-undang. Tjatur masyarakatnya tapi bukan berarti masyarakat tidak boleh untukSapto Edi menegaskan RUU yang dirancang Kementerian berpartisipasi dalam pengelolaan sampah. "Pemkot dan PemdaLingkungan Hidup telah masuk ke Panitia Kerja DPR. "Insya jangan membantu tapi melaksanakan pengelolaan sampah kare-Allah, Maret 2008 ini bisa ditetapkan dan diberlakukan sebagai na berhubungan dengan pelayanan publik," tandasnya.undang-undang," tegas Tjatur. Sementara Endang memberi gambaran mengapa kita tidak Tri Bangun Laksono mengatakan yang dilakukan dalam mampu mengurangi jumlah pemulung. Tidak hanya di Jawa,urusan pengelolaan sampah masih kelas-kelas hobi dan yang bahkan hingga Papua pun, sampah mempunyai daya tarik yangindah-indah di tingkat kampung tapi tidak pernah memberikan luar biasa bagi pemulung. "Artinya, tetap ada nilai ekonomissolusi yang menyeluruh. "Kita butuh lokomotif dalam memasuki dengan sampah. Namun, meminjam judul tema pada Majalahera mengolah sampah yaitu undang-undang," katanya. Percik, bahwa Sampah masih menjadi "Sampah"," katanya. Sementara Susmono membahas lebih luas, tidak sekedar Lokakarya Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat inipengelolaan sampah namun juga limbah. "Namun, meskipun diakhiri dengan diskusi kelompok yang dipandu tim daribelum ada UU Persampahan, bisa diterapkan dengan aturan Waspola dan ditutup secara resmi oleh Kasubdit Persampahanyang ada karena napasnya sama, mengubah pradigma dari dan Drainase Bappenas Oswar Mungkasa. Bowo Leksono Percik Maret 2008 37
    • S E P U TA R A M P L Diskusi Media Menyongsong Tahun Sanitasi Internasional 2008S elama 30 tahun terakhir, pemerin- kekuatan anggaran atau yang mempu- tinja dan urin itu bukan sampah yang tah Indonesia hanya menyediakan nyai daya dorong yang besar. "Sanitasi itu harus dibuang, tapi itu sumber daya yang sekitar Rp 7,7 triliun untuk sektor tidak memberikan dorongan besar untuk perlu diolah," tuturnya.sanitasi, artinya hanya Rp 200 per tahun pemerintah dari dulu hingga sekarang," Sementara Budi Hidayat mema-untuk setiap penduduk Indonesia. katanya. parkan buruknya pengelolaan sanitasi diPadahal kebutuhan minimal akses ter- Sejatinya, jelas Tjatur, masalah sani- Indonesia. Terdapat 6 juta ton tinja perhadap sarana sanitasi yang memadai se- tasi dan lingkungan hidup itu masalah tahun dan 6 juta kubik urin per tahun, 70kitar Rp 47 ribu per orang per tahun. politik tapi karena politik itu urusannya persen yang diolah dan ditampung de-Demikian yang tercatat pada buku ngan baik. "Kemana tinja danberjudul "Sanitasi Perkotaan; Po- urin yang berjumlah 30 persentret, Harapan, dan Peluang" yang atau sekitar 1,8 juta ton perditerbitkan Bappenas, WSP-EAP, tahun?," katanya.dan Bank Dunia. Lebih lanjut, Budi Hidayat Bayangkan, bagaimana pemba- mengatakan secara ekonomi,ngunan sektor sanitasi di Indonesia Indonesia mengalami kerugianguna peningkatan kualitas hidup dari sektor sanitasi mencapai 6manusia dalam mencapai tujuan juta dolar per tahun. "WalaupunMillennium Development Goals sebenarnya prioritas bukan hanya(MDGs) di tahun 2015 kelak? pada anggaran, terpenting bagai- Sebuah diskusi media meng- mana masyarakat mampu hidupawali dalam menyongsong Tahun sehat," ujarnya.Sanitasi Internasional (TSI) 2008. Menurut Budi Yuwono, pem-Diskusi yang digelar Environmen- bangunan sanitasi di Indonesiatal Services Program (ESP/- asal sudah tidak lagi dapat terli-USAID) pada Selasa, 22 Januari hat mata, belum melakukan pe-2008 di Jakarta ini menghadirkan Diskusi media menyongsong Tahun Sanitasi Internasional (TSI) 2008. ngolahan sanitasi dengan baik. Diskusi digelar oleh Environmental Services Program (ESP/USAID)nara sumber Mantan Duta Besar pada Selasa, 22 Januari 2008 di Jakarta. Foto: Bowo Leksono. "Ini yang menjadi tantangan tek-MDGs untuk Asia Pasifik Erna nis bagi sanitasi kita yang jauhWitoelar, Direktur Permukiman tertinggal dengan negara-negaradan Perumahan Bappenas Budi Hidayat, lobi, sekarang pemerintah harus rajin lain," ujarnya.Dirjen Cipta Karya Departemen Pe- melakukan lobi politik pada anggota DPR Budi Yuwono memaparkan Departe-kerjaan Umum Budi Yuwono, dan Ang- untuk urusan ini. men PU dalam hal ini Dirjen Cipta Karyagota Komisi VII DPR RI Tjatur Sapto Edi. Menurut Erna Witoelar, pencapaian mempunyai kebijakan dalam sektor sani- Semua orang mengakui sanitasi sektor sanitasi harus diusahakan secara tasi antara lain meningkatkan pengola-adalah masalah penting bahkan menjadi bersama-sama. Bagaimana caranya han air limbah skala lingkungan, ka-salah satu pencapaian tujuan MDGs, anggaran yang tak menjangkau seluruh wasan, dan komunitas. "Namun kendala-namun tidak menjadi isu besar yang Indonesia bisa disinergikan antara nya terbatas anggaran, rendahnyamempengaruhi isu politik di negeri ini. pemerintah, swasta, dan lembaga donor. kepedulian pemerintah darah, dan ke-Tidak heran bila anggaran untuk menga- "Pengelolaan sanitasi yang baik itu justru lembagaan yang sangat lemah," katanya.lokasikan sektor sanitasi sangatlah kecil menjadi tanggung jawab pemerintah Semua itu, menurut Tjatur, perluyang jauh tertinggal dengan sektor-sektor daerah," ungkapnya. menjadikan sanitasi sebagai prioritaslain. Pemerintah, kata Erna, harus mampu kebijakan nasional. "Perlu upaya Tjatur Sapto Edi mengatakan suatu menjadi fasilitator bagi masyarakat penyadaran besar-besaran pemerintahsektor pembangunan biasanya mempu- dalam mengelola sanitasi. "Semakin pusat dan daerah khususnya dannyai kekuatan politik bergantung dari maju suatu negara, akan menganggap masyarakat pada umumnya". BW38 Percik Maret 2008
    • S E P U TA R A M P L Peluncuran Pameran dan Seminar Hari Air Dunia 2008D alam rangka memperingati Hari Air Dunia (HAD) ke-16,yang jatuh pada 22 Maret, De- manusia. "Bagaimanapun, sanitasi tidak bisa dipisahkan dari air," katanya, Selasa, 5 Februari 2008, dipartemen Pekerjaan Umum beker- Ruang Pendopo Departemen PU.jasama PT Napindo Media Asha- Lebih jauh kata Agus, menuruttama menggelar Pameran dan Se- data pada awal 2005 pemenuhanminar HAD 2008 pada 27-29 kebutuhan air minum bagi daerahMaret 2008 di Jakarta Interna- perkotaan sudah mencapai 41tional Expo (JIEXPO), Kemayor- persen sementara untuk daerahan, Jakarta. perdesaan hanya 8 persen. "Me- Adapun tema HAD tahun ini nurut Rencana Program Jangkaadalah Sanitasi yang sejalan dengan Menengan (RPJM), kita harus bisa Launching Pameran dan Seminar HAD 2008 yangditetapkannya tahun 2008 sebagai diselenggarakan Departemen Pekerjaan Umum bekerjasama melayani sampai 66 persen untukTahun Sanitasi Internasional (TSI). dengan PT Napindo Media Ashatama daerah perkotaan hingga akhir Foto: Bowo Leksono.Penetapan ini untuk mengingatkan tahun 2009," tuturnya.kepada pemerintah berbagai negara Pada rangkaian acara pameran,dan masyarakat dunia akan pentingnya Pameran dan Seminar HAD 2008, yang hendak digelar pula seminar dan forumair dan sanitasi bagi keberlanjutan diwakili Sekjen Departemen PU Agus bisnis yang membahas tantangan dankehidupan umat manusia. Widjanarko, mengatakan tema ini peluang pengelolaan air dengan meng- Menteri Pekerjaan Umum Djoko mengingatkan pada kita bahaya pence- hadirkan pakar dan praktisi dibidangKirmanto dalam sambutan Peluncuran maran air sebagai sumber kehidupan pengelolaan air. BW Rapat Anggota Jejaring AMPLS ejak terbentuknya Jejaring Air Minum dan Penyehatan Lingkungan(AMPL) Indonesia atau Watsan Kegiatan Jejaring AMPL kali ini terse- lenggara atas kerjasama Environmental Services Program (ESP) dengan PlanNetworking Indonesia pada 8 Oktober Indonesia. Municipal Water Services2007 silam, wadah komunikasi bagi para Advisor ESP Foort Bustran mengatakanpemangku kepentingan di sektor AMPL Jejaring AMPL sangat diperlukan dalamini terus berusaha memperkuat jaringan. meningkatkan sinergi program-program Rapat anggota dengan agenda peneta- untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.pan AD/ART dan Kode Etik Jejaring "Jejaring juga diperlukan untuk men-AMPL digelar pada Kamis, 14 Februari cakup isu dan strategi komunikasi bagi Para pendiri Jejaring AMPL saat rapat anggota2008, di Auditorium Departemen dengan agenda penetapan AD/ART dan Kode Etik masyarakat yang memerlukan," ungkap-Kesehatan Jakarta. Pada kesempatan itu digelar Kamis, 14 Februari 2008, di Auditorium nya. Departemen Kesehatan Jakarta.pula dilakukan pemaparan dan diskusi Foto: Bowo Leksono. Jejaring AMPL ini anggotanya sudahprogram-program Jejaring AMPL tahun mencapai 43 lembaga dari berbagai sek-2008 termasuk program Gugus Tugas komitmen pemerintah pusat dan pelaku tor, antara lain instansi pemerintah,Pengelolaan Sampah dan Gugus Tugas di sektor ini. "Sektor AMPL masih diang- swasta, LSM, lembaga pendidikan, sertaSanitasi. gap kecil jadi tidak begitu diperhatikan. media massa dan individu. Pada kesem- Direktur Permukiman dan Perumah- Disisi lain juga penanganan yang belum patan itu dilakukan penandatangananan Bappenas Budi Hidayat dalam sam- terpadu, sementara di tingkat masyarakat penetapan AD/ART dan Kode Etikbutannya mengatakan sektor AMPL kesadaran hidup bersih masih rendah," Jejaring AMPL oleh sembilan Komitemasih perlu menjadi perhatian dan ucapnya. Pengarah. BW Percik Maret 2008 39
    • S E P U TA R A M P LANTI PLASTIC BAGCAMPAIGN DI ITBT angan-tangan manusia menggapai-gapai mengharap pertolongan pada siapa saja yang bisa menolong. Namun tak ada satupun manusia lain yang mampu menolong,karena semua penghuni bumi ini turut tertimbun jutaan sam-pah plastik. Demikian sebuah instalasi karya mahasiswaFakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung(ITB) yang turut dipamerkan dalam rangkaian acara bertajukAnti Plastic Bag Campaign, 5-6 Februari 2008, di kampus ITB. Diperkirakan 500 juta hingga 1 miliar kantong plastik yangdikonsumsi di seluruh dunia setiap tahunnya. Ini berarti hampir Sebuah instalasi karya mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain Institutmencapai 1 juta plastik per menit. Selain itu, untuk terdekompo- Teknologi Bandung (ITB) yang turut dipamerkan dalam rangkaian acara bertajuk Anti Plastic Bag Campaign, 5-6 Februari 2008, di kampus ITB.sisi secara sempurna, plastik membutuhkan waktu sekitar 500 Foto: Bowo Leksono.tahun. Menurut British Antarctic Survey, kantong plastik telah Menurut ketua pelaksana Cinta Azwiendasari, Anti Plasticberubah dari being rare (jarang) pada akhir tahun 80-an hing- Bag Campaign merupakan salah satu wujud tindakan nyataga menjadi menjadi almost everywhere (ada dimana-mana). kepedulian mahasiswa dalam upaya menjaga kelestarianSampah plastik yang dibuang sembarangan menyumbat saluran lingkungan. "Kampanye ini mengangkat tema reduksi kantongdan pintu air, bukan hanya mengancam lingkungan tetapi juga plastik sebagai fokus karena dianggap sebagai salah satu bentukpenduduk perkotaan. Sebagai bukti banjir besar di Banglades penerapan teknologi bersih yang paling sederhana dan aplikatiftahun 1998 dan di India tahun 2002 disebabkan karena tersum- di masyarakat," tuturnya.batnya sungai oleh sampah plastik. Sebelum dikampanyekan pada masyarakat umum, gerakan Dalam rangka mendukung kampanye Anti Plastic Bag Anti Plastic Bag ini lebih dulu dikampanyekan pada mahasiswaCampaign ini maka Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan ITB. Sebanyak 1.000 puisi lingkungan dari siswa beberapa SD di(HMTL) ITB menggelar rangkaian acara untuk menghimpun Bandung juga dipamerkan. Walaupun masih kecil, merekadan mengedukasi seluruh aspek masyarakat tentang bahaya sudah sadar lingkungan hidup kita semakin rusak.penggunaan kantong plastik secara berlebihan dimulai dari ge- Dalam acara ini, selain dihibur band-band lokal, ikon kam-nerasi muda dengan dukungan dari instansi pemerintah dan panye ini, penulis buku Supernova Dewi "Dee" Lestari juga turutnon-pemerintah sehingga diharapkan nantinya akan mencip- serta. Pengunjung dapat berpartisipasi dengan menandatanganitakan tren kesadaran bersikap peduli lingkungan di seluruh dinding petisi sebagai bentuk dukungan terhadap Anti PlasticIndonesia. Bag Campaign dan menuliskan harapannya pada instalasi bumi yang di bagian tengahnya dibolongi dan diisi kantong-kantong plastik bekas. Pada tanggal 9 Februari 2008, sepanjang Jl. Ganesha diubah menjadi Plastic Phobia Road. Sebagai pengganti kantong plas- tik, HMTL memroduksi tas kain bertuliskan Im Your Shopping Bag yang dijual seharga Rp 20.000. Beberapa LSM antara lain USAID, WWF, Yayasan Pelangi Indonesia, Walhi, Dana Mitra Lingkungan, Greenpeace, unit U-Green ITB, dan Greeners Magazine juga mendirikan stan di acara ini. "Acara ini merupakan salah satu wujud tindakan nyata kepedulian mahasiswa dalam upaya menjaga lingkungan," kata Cinta. Target dari kampanye ini, lanjutnya, menciptakan suatu tren dikalangan anak muda untuk membawa tas sendiri saat berbelanja sebagai pengganti kantong plastik sehingga bisa Seribu puisi tentang keprihatinan saat dipamerkan pada acara Anti Plastic mereduksi sampah. "Sasaran kampanye ini memang anak Bag Campaign di kampus ITB. Foto: Bowo Leksono. muda, yaitu dalam rentang usia 15-25 tahun". BW40 Percik Maret 2008
    • S E P U TA R A M P L Lokakarya AMPL Daerah Kumuh Perkotaan di Indonesia TimurU ntuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak yang ter-libat di sektor air minum dan isu-isu lainnya. Para narasumber dari berbagai lembaga, seperti BORDA, GTZ, Carepenyehatan lingkungan (AMPL) International, ESP/USAID, Mercykhususnya di daerah kumuh per- Corps dan ISSDP, dihadirkan dalamkotaan di Indonesia Timur, atas Lokakarya ini. Selain presentasi les-kerjasama Bappenas dan UNICEF, son learned berbagai lembaga, jugadiselenggarakan Lokakarya Air diadakan diskusi (focus group dis-Minum dan Penyehatan Ling- cussion/FGD).kungan Daerah Kumuh Perkotaan Pada Lokakarya ini disimpulkandi Indonesia Timur atau Water Lokakarya AMPL Daerah Kumuh Perkotaan di Indonesia Timur atau bahwa dalam penerapannya, waktuand Environmental Sanitation Water and Environmental Sanitation Urban Project Design proyek terlampau pendek dan Workshop pada 22 Februari 2008, di Jakarta diselenggarakanUrban Project Design Workshop UNICEF kerjasama dengan Bappenas. Foto: Bowo Leksono. proyek terlalu ambisius sehinggapada 22 Februari 2008, di Jakarta. ditawarkan periode waktu berkisar Dalam sambutannya mewakili WES Specialist UNICEF Afroza tiga tahun untuk dua tahapan. Selain itu,Direktur Permukiman dan Perumahan Ahmed dalam presentasinya menyam- diperlukan kemitraan dengan pihak lain,Bappenas, Oswar Mungkasa menyam- paikan bahwa isu AMPL di daerah perko- terutama dalam isu pemberdayaanpaikan bahwa lokakarya ini merupakan taan di Indonesia terkait permasalahan masyarakat, program perubahan perilakulangkah awal dalam menyelesaikan per- kondisi hidup yang tidak sehat, tidak ada hidup bersih dengan promosi hidupmasalahan AMPL daerah kumuh perko- fasilitas drainase, harga air yang mahal, bersih dan sanitasi, perluasan aksestaan yang terjadi di Indonesia. Wakil dari penggunaan air yang sudah terkontami- untuk mendapatkan air bersih, pengelo-Kedubes Belanda sebagai pemberi hibah nasi untuk kegiatan rumah tangga lain- laan sampah, dan KAP baseline survey.turut menyampaikan sambutan. nya, penyakit kulit dan malnutrisi, serta DH Presentasi Renstra dan Peresmian MCK ++ Kota PadangP resentasi rencana strategi (renstra) sanitasi KotaPadang digelar pada 4 Maret paikan Kota Padang akan meng- alokasikan dana untuk merepli- kasi MCK++ tersebut hingga dua2008, di kantor Bappeda Kota atau tiga lokasi di sepanjang pan-Padang. Acara dibuka dengan tai Purus. Acara yang juga dihadirisambutan Asisten II Pemerintah tokoh masyarakat Purus dan jugaKota Padang Indra Cater. Dalam Wakil Ketua DPRD Padang Panjisambutannya, ia mengatakan Alam. Panji menyatakan keber-renstra ini diharapkan tidak adaan MCK++ tidak hanya bergu-berisi langkah-langkah konven- na bagi masyarakat, namun jugasional karena dalam mengurusi bermanfaat bagi perkembanganmasalah sanitasi, langkah kon- pariwisata pantai Purus.vensional bukan lagi solusi tepat. Pengelolaan MCK++ ini"Kota Padang harus berpikir Foto: Istimewa akan ditangani kelompok ma-lebih taktis, strategis dan inovatif syarakat yang tergabung dalamdalam mengatasi permasalahan sanitasi," ini merupakan bantuan dari ESP, Kelompok Sanitasi Masyarakat (KSM)tegasnya. BORDA dan BEST kepada warga daerah Ombak Purus. Peresmian MCK++ beser- Setelah presentasi renstra, acara pantai Purus yang selama ini dikenal ta lokakarya renstra Kota Padang menan-dilanjutkan peresmian MCK++ yang memiliki angka yang cukup tinggi dalam dakan titik awal pelaksanaan komitmenberlokasi di kawasan pantai Purus oleh hal buang air besar sembarangan. Kota Padang dalam membenahi sektorWalikota Padang Fauzi Bahar. MCK++ Dalam pidatonya, walikota menyam- sanitasi. DYO Percik Maret 2008 41
    • S E P U TA R A M P L Lokakarya Media Terkait Penanganan SanitasiM edia massa dianggap sebagai pankan berita sesuai dengan kebutuhan ujung tombak transformasi in- pembaca, pemirsa, atau pendengarnya. formasi dan pengetahuan ke- Dimana letak nilai pemberitaan yangpada masyarakat luas. Kerapkali infor- berkaitan dengan persoalan air minummasi yang penting dan menyangkut har- dan penyehatan lingkungan (AMPL)?kat hidup orang banyak kurang tersam- Pemberitaan sektor AMPL yang selamapaikan. Seperti halnya dalam upaya pe- ini dirasa kurang tampaknya tidak men-nanganan masalah sanitasi di Indonesia. jadi prioritas utama seperti pada bidang Untuk itu, Pemerintah Indonesia politik dan ekonomi. Sektor AMPLyang bekerjasama dengan Water and biasanya masuk pada bidang kesehatanSanitation Program-East Asia and the atau lingkungan.Pacific (WSP-EAP) menggelar Lokakarya Dalam banyak kasus, pemberitaan Para wartawan berbagai media nasional dan lokalMedia. Lokakarya yang dihadiri berbagai menghilangkan kejenuhan dengan membuat sektor AMPL akan menjadi berita utamamedia nasional dan lokal ini diadakan di permainan. Foto: Bowo Leksono. bila ada akibat besar yang ditimbulkanSanur, Bali, pada 25-28 Februari 2008. dari sektor ini. Terutama yang berhu- Lokakarya yang menuntut peran aktif Peran Media terhadap Pemba- bungan dengan korban jiwa, sepertipara insan media ini mengusung pro- ngunan Sektor AMPL wabah diare, banjir, kekeringan, dangram Sanitasi Total dan Pemasaran Kebebasan pers telah menjadikan sebagainya.Sanitasi (StoPS) dalam mengembangkan masyarakat lebih mudah mengakses dan Secara bisnis media massa, jelaspendekatan sanitasi total berbasis memilih bermacam informasi yang dibu- bidang AMPL bukan bidang yangmasyarakat di seluruh kabupaten dan tuhkan. Bermacam media massa (cetak menarik yang bisa dengan cepat me-provinsi di Jawa Timur. dan elektronik) tumbuh subur di bumi naikkan oplah atau rating sehingga men- Dalam pembukaannya, Regional Nusantara ini. Dengan berbagai konsep datangkan iklan. Perlu kebijakan khususTeam Leader WSP-EAP Almud Weitz dan segmentasi. Namun, tidak sedikit dari perusahaan media tersebut untukmemaparkan kondisi sanitasi di pula yang bertumbangan. benar-benar konsisten dan memberiIndonesia yang telah mempengaruhi Demikian pula yang terjadi pada ruang pada isu AMPL agar masyarakatpotensi ekonomi. "Sanitasi yang buruk media elektronik khususnya televisi. secara luas mudah dan cepat memper-telah berpengaruh pada kehilangan Belasan stasiun televisi nasional berlom- oleh informasi bekenaan dengan AMPL.potensi ekonomi Indonesia sebesar Rp 60 ba-lomba menggaet pemirsanya dengantriliun serta berjangkitnya penyakit diare sistem rating yang diterapkan. Forum Komunikasi Antarmediayang mengakibatkan kematian sekitar Bahkan tiga tahun terakhir, stasiun Keterlibatan insan media dalam ham-100.000 anak setiap tahun," tuturnya. televisi lokal pun menjamur di berbagai pir setiap acara dan kegiatan berkenaan Dalam kesempatan yang sama, dari kota hingga merambah ke kota kabupa- dengan bidang AMPL, belum secara mak-perwakilan pemerintah Indonesia, ten. Ini satu bukti kebebasan pers yang simal. Beberapa kali kegiatan digelar,Kasubdit Persampahan dan Drainase memberikan kesempatan luas pada tidak banyak insan media yang tampak.Bappenas Oswar Mungkasa mengakui masyarakat dalam memperoleh infor- Mungkin benar, anggapan bahwa isumasih kurang dalam menggandeng masi yang dibutuhkan. AMPL tidaklah seseksi isu-isu lain yangmedia massa berkaitan dengan penerap- ada di negeri ini.an program penanganan sanitasi di Prioritas Pemberitaan Dalam lokakarya ini, insan mediaIndonesia. "Diakui, peran media massa Setiap media massa memiliki karak- baik nasional maupun lokal, berkumpulsangat penting dalam menginformasikan ter dan kebijakan pemberitaan masing- dan mencoba membentuk sebuah forumprogram-program Pemerintah kepada masing. Untuk media massa yang bersifat komunikasi yang nantinya diharapkanmasyarakat. Dan dalam hal perbaikan sa- umum, bidang politik dan ekonomi mem- mampu memenuhi kebutuhan informasinitasi di masyarakat, Pemerintah tidak bisa punyai porsi yang lebih dalam pemberi- dan data untuk kemudian dipergunakanbekerja sendirian. Perlu peran semua taan. Sementara untuk media massa de- sebagai bahan pemberitaan di mediapihak, tak terkecuali media," ujarnya. ngan segmentasi khusus, tentu mengede- masing-masing. Bowo Leksono42 Percik Maret 2008
    • S E P U TA R A M P LDiskusi Panel Air dan Sanitasidi IndonesiaS elama ini, sanitasi masih diang- gap sebagai bagian dari infra- struktur semata. Padahal sanitasijuga merupakan bagian dari bidang sosialdan budaya bangsa. Anggapan seperti inidisebabkan tidak adanya visi dari parapemimpin bangsa ini. Demikian diungkapkan anggota DPRRI Tjatur Sapto Adi pada acara diskusipanel "Air dan Sanitasi di Indonesia", 14Maret 2008, di Jakarta. Acara ini digagasUnicef bersama Direktorat JenderalCipta Karya Departemen PU dan harianKompas. Diskusi panel dalam rangka menyam-but Tahun Sanitasi Internasional 2008ini menghadirkan beragam pembicara.Selain Ir. Tjatur Sapto Adi juga Dirjen Diskusi panel "Air dan Sanitasi di Indonesia", 14 Maret 2008, di Jakarta. Acara ini digagas UnicefCipta Karya Budi Yuwono, Dirjen bersama Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen PU dan harian Kompas. Foto: Bowo Leksono.Pengendalian Penyakit dan PenyehatanLingkungan Depkes I Nyoman Kandun, diperlukan akses bagi 3,7 juta orang per meningkat dari 30,9 persen (tahun 1992)mantan Duta Besar MDGs untuk Asia tahun. "Ini memerlukan anggaran 600 menjadi 69,3 persen (tahun 2006).Pasifik Erna Witoelar, Peneliti di Johns juta dolar per tahun, sementara investasi Sementara itu target tentatifnya padaHopkins University Risang Rimbatmaja, saat ini hanya 27 juta dolar per tahun," 2015 sebesar 65,5 persen. Dengandan Rachmadhi Purwana dari Univer- ujarnya. demikian, target menurunkan proporsisitas Indonesia. Nyoman memaparkan sebuah strategi penduduk tanpa akses terhadap fasilitas Dalam kesempatan itu Erna Witoelar operasional baru untuk Sanitasi Total sanitasi dasar sebesar separuhnya padamemaparkan pencapaian target MDG Berbasis Masyarakat (STBM) yang telah 2015 telah terlampaui pencapaiannyabidang sanitasi di Indonesia tidak disusun. Strategi ini, lanjutnya, berda- pada 2006.sebanding dengan pertambahan jumlah sarkan pembelajaran dari pengalaman Menurut Erna tidak adil bila tujuanpenduduk. Menurutnya, 30,7 persen masa lalu dan konsensus dari berbagai MDGs pada 2015 hanya separuh darimasyarakat tanpa akses sanitasi layak. stakeholder lintas sektor. peningkatan akses terhadap air bersih"Artinya sekitar 72,5 juta masyarakat "Strategi STBM akan mendukung dan sanitasi. "Terus separuhnya mauhidup dengan sanitasi buruk dan ini pemerintah daerah yang saat ini memiliki dikemanakan? Harus seluruhnya dong,"perlu pendekatan holistik dan terpadu tugas dan tanggung jawab desentralisasi jelasnya.bagi pengembangan sanitai," ungkapnya. untuk perencanaan, implementasi, moni- Tjatur Edi kembali menegaskan sani- Menurut Budi Yuwono, kita kurang toring dan evaluasi untuk mempercepat tasi bukanlah prioritas di negeri ini,kesadaran terhadap perspektif sanitasi peningkatan sanitasi," ungkap Nyoman. sehingga susah dalam memperjuangkankarena suatu saat bisa menjadi "bom Tahun ini, Keputusan Menteri Kesehatan anggarannya. Penambahan alokasiwaktu" bagi kita. "Proses pencemaran tentang STBM ini diharapkan dapat anggaran untuk sanitasi, kata Tjatur,akibat sanitasi memang berlangsung dikeluarkan. tidaklah sama dengan sekedar menam-lama sehingga kita tak sadar setiap tete- Dari sisi peningkatan akses pada fasi- bah pengeluaran biaya yang tidak men-sannya," katanya. litas sanitasi yang layak proporsi rumah datangkan nilai tambah secara ekonomi. I Nyoman Kandun menambahkan tangga di perdesaan dan perkotaan, "Sanitasi yang baik akan mendatangkantarget MDG sebesar 69 persen pada 2015 terdapat perkembangan yang senantiasa manfaat ekonomi". BW Percik Maret 2008 43
    • S E P U TA R A M P L Seminar Penanggulangan Pencemaran Badan Air Sungai Melalui Program TSSMT elah lama disadari bahwa kondisi sanitasi dapat berpe- ngaruh pada kualitas air sungai. Sebagai lokasi proyekTSSM, di Provinsi Jawa Timur masih sekitar 34 persen pen- bicara dari pusat yaitu Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air Bappenas, Direktur Permukiman dan Peru- mahan Bappenas. Sementara dari daerah adalah Dinas Kesehatanduduk membuang air besar di sembarang tempat termasuk su- Kabupaten Sambas, dan Dinas Kesehatan Propinsi Jambi yangngai, sementara sungai sendiri masih menjadi sumber air utama mengemukakan pembelajaran yang diperoleh dari proses pe-penduduk. Hal ini akan menyebabkan pencemaran air sungai, laksanaan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).meningkatkan biaya pengolahan air minum yang berujung pada Selain itu, Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur menam-peningkatan tarif PDAM dan peningkatan biaya kesehatan bahkan pembelajaran dari proyek TSSM, sementara pembela-masyarakat. Untuk itu, dipandang perlu untuk melakukan jaran penanganan BAB di sungai diungkapkan oleh Perum Jasapertemuan diantara pelaku-pelaku untuk dapat saling berbagi Tirta I Propinsi Jawa Timur bersama dengan Sub Dinaspengalaman. Pengelola Daerah Aliran Sungai Propinsi Jawa Timur. Pertemuan tersebut dilaksanakan dalam bentuk Seminar Pe- Tak kalah menariknya adalah diskusi interaktif dengannanggulangan Pencemaran Badan Air Sungai melalui Program masyarakat salah satu desa di Kabupaten Nganjuk yang telahTotal Sanitation and Sanitation Marketing (TSSM) pada 17-19 berhasil mencapai tahap Open Defecation Free (ODF), yangMaret 2008 di Surabaya. Seminar tersebut merupakan hasil berarti tidak ada lagi penduduk BAB sembarangan. Keluarankerjasama Departemen Kesehatan dan WSP Bank Dunia. dari seminar ini berupa rencana aksi penerapan TSSM pada Pada kesempatan seminar ini, dihadirkan beberapa pem- daerah sepanjang sungai. OM Kompetisi Film Dokumenter FORKAMIA khirnya, tiga film terbaik terpilih dalam ajang Kompetisi FilmDokumenter bertema "Manusia dan Air"yang digelar Forum Komunikasi Pengelo-laan Kualitas Air Minum Indonesia(FORKAMI). Juara I diraih film bertajuk"Punggung Berkeringat di Tanah YangRetak (Ngobrol dengan Mbok Giyem)"sutradara M. Toha Nuhson Hajji dari Su-rakarta, peringkat II disabet Bowo Lekso-no dari Purbalingga dengan filmnya"Sang Pawang Air", serta "Badai (Ber- Para jawara Kompetisi Film Dokumenter FORKAMI saat malam penghargaan, Sabtu 29 Maret 2008, di Pusat Kebudayaan Prancis (CCF) Salemba . Foto: Istimewa.harap Air di Atas Air)" karya Onny Kres-nawan dari Sumatera Utara di urutan III. Penganugerahan pemenang dilaku- Muthalib mengemukakan kompetisi ini gram penyadaran mengenai pentingnyakan di Pusat Kebudayaan Prancis (CCF) merupakan suatu bentuk kepedulian isu konservasi air," jelasnya.Jakarta pada Sabtu malam, 29 Maret FORKAMI sebagai lembaga pemerhati Penyelenggaraan kompetisi film2008. Dua hari sebelumnya digelar air di Indonesia khususnya dalam bidang dokumenter ini didukung Water andpemutaran 11 film yang lolos seleksi dari pengelolaan kualitas air minum dalam Sanitation Network (Water), Thames42 karya film yang masuk ke meja panitia upayanya menyebarkan kepedulian ter- PAM Jaya (TPJ), Environmental Servicedan film-film non-kompetisi mengenai hadap pentingnya air sebagai sumber Program - United States Agency forisu air. Disamping digelar pameran kehidupan kepada masyarakat luas. International Development (ESP-bertema air pula. "Film-film pemenang akan menjadi USAID), dan PAM Lyonnaise Jaya Ketua Umum FORKAMI Abdullah materi kampanye FORKAMI dalam pro- (Palyja). Bowo Leksono44 Percik Maret 2008
    • PROGRAM Toyota Eco Youth Menumbuhkan Kepedulian Generasi MudaZ ero Waste, demikian judul karya ilmiah pelajar SMA Semen Gresik Jawa Timur yang mengantarkansekolah ini menjadi juara I pada ajangToyota Eco Youth (TEY) ke-3 Tahun2008. Puncak penganugerahan ajangbergengsi bagi pelajar SLTA se-Indonesiadibidang lingkungan ini berlangsungpada Sabtu, 29 Maret 2008, di TamanMenteng, Jakarta Pusat. Juara I diraih SMA Semen Gresik danberhak memboyong tropi dan hadiahsejumlah Rp 75 juta. Juara II disabetSMA N 8 Pekanbaru dengan hadiah Rp45 juta, juara III dari SMK N 2 Palem-bang dan hadiah Rp 20 juta, sementarauntuk stan pamer terbaik diraih SMK 6Jayapura dengan hadiah Rp 5 juta. Program Toyota Eco Youth meru- Para juara Toyota Eco Youth saat berpose bersama penyelenggara danpakan kontes peningkatan kualitas artis sinetron Bunga Citra Lestari. Foto: Bowo Leksono.lingkungan hidup bagi pelajar SMA atauSMK. Melalui program ini, peserta men- menampilkan stan pameran 30 sekolah nya. Tahun ini, runner-up Putridapat pengetahuan dasar mengenai isu terpilih dari total 300 sekolah se- Indonesia tahun 1999 Valerina Daniellingkungan hidup dan diharapkan dapat Indonesia. Terpajang bermacam barang yang juga Duta Lingkungan menjadimenciptakan dan melakukan sebuah kreatif hasil olahan para pelajar yang Brand Ambassador TEY dipasangkanproyek yang bertujuan untuk mening- sebagian besar berasal dari barang- dengan artis dan penyanyi idola anakkatkan kualitas lingkungan hidup di area barang limbah di sekeliling mereka. muda yang sedang naik daun, Bungasekolah dan sekitarnya. Pada kesempatan penganugerahan Citra Lestari. Presiden Direktur PT Toyota Astra TEY ketiga, hadir Deputi BidangMotor Johnny Darmawan mengatakan Komunikasi dan Pemberdayaan Ma- Melibatkan SLTA se-Indonesiahadiah tidak seluruhnya dalam bentuk syarakat Kementerian Lingkungan Hidup TEY pertama kali diselenggarakanuang tunai, namun berupa peralatan Sudaryono. Ia berharap program ini bisa pada November 2005-Juni 2006 yangyang menunjang kegiatan sekolah, terus berlanjut pada tahun-tahun men- diikuti 10 SMA dan SMK sekitar Jakartakhususnya bidang lingkungan. "Hadiah datang dan mendapat dukungan dari (DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten)ini akan menjadi hak sekolah masing- semua pihak sehingga semakin banyak dengan tema "Manajemen Limbah".masing yang penggunaannya untuk pe- masyarakat yang mencintai lingkungan- Penyelenggaraan kedua berlangsungningkatan sarana dan prasarana penun- nya. "Dengan komitmen yang kuat ter- November 2006-Maret 2007 denganjang bagi peningkatan kreativitas dan hadap persoalan lingkungan, anak-anak peserta 15 SMA dan SMK se-Jawa dankualitas pendidikan," tuturnya seusai sekolah juga akan mampu mengajarkan Bali dengan mengusung tema "Peng-penganugerahan. kepedulian masyarakat sekitar pada hijauan dan Penghematan Energi". TEY kali ini mengangkat tema lingkungannya," ujar Sudaryono. Sedangkan pada TEY ketiga berlangsung"Masalah Limbah di Sekolahku". Selain Setiap tahun, penyelenggaraan TEY dari September 2007-Maret 2008 yangpenganugerahan, ajang tahunan ini juga memasang public figure sebagai brand- sudah melebarkan sayap dengan peserta Percik Maret 2008 45
    • PROGRAM300 SMA dan SMK seluruh Indonesia. terbaik yaitu sejauh mana peserta dapat Tahun ini, jumlah 300 sekolah terse- melibatkan sebanyak mungkin elemenbut berasal dari 13 provinsi yang diper- Toyota Eco Youth (TEY) sekolah dan masyarakat sekitar dalamoleh berdasarkan rekomendasi Depar- merupakan upaya pelaksanaan proyek pebaikan lingkungantemen Pendidikan. Mereka mengikuti terkini dari Toyota yang mereka buat.proses seleksi melalui penulisan karya TEY merupakan program berkelan- di Indonesiailmiah pada September tahun lalu yang jutan dari Toyota di Indonesia melalui PTkemudian terpilih 30 sekolah sebagai untuk memberikan Toyota Motor Manufacturing Indonesiapeserta utama dan berhak berlomba kontribusi (TMMIN) dan PT Toyota Astra Motormenjalankan proyek pengelolaan limbah sekecil apapun dalam (TAM). Dalam pelaksanaannya, TMMINdi lingkungan sekolah masing-masing. dan TAM menggandeng Yayasan Kirai upaya penyelamatanSetiap peserta diberikan bantuan modal Indonesia, sebuah LSM yang bergerak diawal sebesar Rp 7,5 juta untuk mewujud- lingkungan hidup. bidang lingkungan hidup, dan didukungkan tulisan karya ilmiah tersebut. penuh jaringan dealer Toyota di In- Seluruh peserta yang lolos berhak donesia.mengikuti tahapan sebagai berikut; pem- menentukan ke arah mana bangsa ini Bagi Toyota, TEY merupakan pro-bekalan teori (workshop), pemilihan hendak dibawa. gram global karena diselenggarakan diproyek, verifikasi proyek, pengerjaan Setiap tahun, program TEY me- sejumlah negara di dunia. Program iniproyek, serta penjurian. Pada tahap pen- ngusung tema besar "Pengelolaan Lim- dalam rangka meningkatkan kesadaranjurian, setiap proyek akan dinilai dewan bah". Tema ini dipilih karena limbah sa- dan kepedulian generasi muda dalamjuri dengan penekanan tidak saja pada ngat dekat dengan aktivitas dalam kese- meningkatkan kualitas hidup. Dikualitas proyek masing-masing tapi juga harian mereka dan limbah cenderung Indonesia, program TEY merupakan pio-kemampuan peserta melakukan sosial- dilupakan tanpa perhatian khusus. Se- nir penyelenggara kompetisi antarseko-isasi menggalang dukungan dari semua mentara poin penilaian terpenting yang lah dalam masalah lingkungan hidupkomponen sekolah, termasuk masyarakat dapat menentukan peserta menjadi yang skala nasional. Bowo Leksonosekitarnya.Apa itu Toyota Eco Youth? Toyota Eco Youth (TEY) merupakanupaya terkini dari Toyota di Indonesiauntuk memberikan kontribusi sekecilapapun dalam upaya penyelamatanlingkungan hidup. Tujuan program iniuntuk menumbuhkan dan meningkatkankepedulian lingkungan hidup di kalangangenerasi muda dan masyarakat padaumumnya. Visi TEY menjadikan generasi mudaIndonesia sebagai generasi hijau yangmemiliki kepedulian besar terhadap per-masalahan lingkungan hidup. Sementaramisinya, menginspirasi masyarakatbahwa perhatian kecil kita terhadaplingkungan dapat membawa dampakyang besar bila dilakukan bersama-sama. Target peserta TEY adalah pelajar(generasi muda) sebagai peserta karenamereka (diusia yang muda) masih memi-liki pola pemikiran yang fleksibel dalammenerima kebiasaan baru yang baik.Selain itu, mereka adalah calon-calonpemimpin bangsa, baik di bidang politik, Seorang siswa dan guru SMK Negeri 6 Jayapura di depan stan pameran saat ajang Toyota Eco Youthsosial, maupun ekonomi yang nantinya (TEY) ke-3 Tahun 2008, Sabtu, 29 Maret 2008, di Taman Menteng, Jakarta Pusat. Foto: Bowo Leksono.46 Percik Maret 2008
    • K L I N I K I AT P I Majalah Percik bekerja sama dengan Ikatan Ahli Teknik Penyehatan Lingkungan Indonesia, membuka rubrik Klinik. Rubrik ini berisi tanya jawab tentang air minum dan penyehatan lingkungan. Pertanyaan dapat disampaikan melalui redaksi Majalah Percik Kontributor: Sandhi Eko Bramono (Sandhieb@yahoo.com), Lina Damayanti (Ldamayanti@yahoo.com) AIR MINUM ngan standar baku mutu air minum, maka air hujan menjadi tidak layak sebagai air minum, bahkan dapat membahayakanTanya: kesehatan bila dikonsumsi langsung begitu saja. Karena layanan pipa PDAM belum masuk serta air tanah Jika Anda akan memanfaatkan air hujan tersebut, disa-yang kualitasnya kurang baik di kawasan rumah saya, saat ini rankan melakukan pengolahan tambahan. Anda dapat meman-saya sedang mencoba mengembangkan Penangkap Air Hujan faatkan saringan pasir aktif yang saat ini tersedia di pasaran(PAH) untuk sumber air minum. Apakah air hujan ini dapat untuk memperbaiki kualitas air hujan tersebut. Saringan pasirlangsung diminum, karena katanya air hujan cukup murni aktif tersebut sebaiknya dilengkapi pembubuh netralisan (untukuntuk dapat langsung diminum? menyesuaikan pH air menjadi netral), yang umumnya berupa (Lukman, Cileungsi) senyawa kapur (Ca(OH)2). Setelah pH disesuaikan menjadi sekitar pH netral (7.0), lalu air hujan dilewatkan pada saringan pasir yang mampu menangkap partikulat terlarut. Pasir tersebut sebaiknya meru- pakan pasir yang diaktifkan dengan menggunakan larutan KMnO4, sehingga mampu mengoksidasi senyawa organik yang terlarut dalam air hujan. Sangat disarankan pula untuk menambahkan bak pem- bubuh kaporit (Ca(ClO)2) untuk mendesinfeksi mikroorgan- isme patogen yang ada dalam air tersebut. Setelah proses ini, air terolah dapat disimpan di reservoir untuk konsumsi di rumah Anda. SAMPAH PLASTIK Tanya: Apa saja klasifikasi dari sampah plastik yang harus dipilah sehingga bisa memiliki nilai jual yang tinggi saat dijual ke indus- tri daur ulang plastik ? (Wawan, Jakarta) Jawab : Sampah plastik umumnya diklasifikasikan menjadi : Foto: Bowo Leksono Poly Ethylene Terephtalate (PETE), contohnya adalahJawab: botol minuman berkarbonasi. Air hujan di perkotaan saat ini relatif tidak dapat dikatakan High Density Polyethylene (HDPE), contohnya adalahsangat bersih atau murni. Hal ini disebabkan tingginya pence- botol susu.maran udara di kawasan perkotaan yang akan mempengaruhi Poly Vinyl Chloride (PVC), contohnya adalah pipa plastik.kualitas air hujan. Apalagi Cileungsi merupakan kawasan indus- Low Density Poly Ethylene (LDPE), contohnya adalahtri di sekitar Kota Jakarta. tampon bayi. Penyebab utamanya adalah pencemaran udara yang Poly Prophylene (PP), contohnya adalah tutup botol plas-bersumber dari sumber diam (seperti cerobong industri) serta tik.sumber bergerak (seperti kendaraan bermotor). Pencemar Poly Styrene (PS), contohnya adalah styrofoam wadahudara yang berupa partikulat maupun gas (khususnya gas COx, makanan.NOx, dan SOx), akan terlarut ke dalam air hujan dan mencemari Plastik campuran, contohnya adalah pembungkus/sachetair hujan tersebut. saus tomat atau sambal. Partikulat yang terlarut akan menyebabkan air tidak lagi ter-lalu jernih (mengandung turbiditas dan kemungkinan memiliki * pengasuh adalah mahasiswa program doktoral di Division of Environmental Science and Engineering,kandungan logam berat), sementara gas terlarut dapat menu- National University of Singapore (NUS), Singapura.runkan pH hingga <5.3 (korosif). Karena ketidaksesuaian de- Kontak pengasuh: sandhieb@yahoo.com47 Percik Maret 2008
    • INFO CD Video Pembelajaran Sanitasi Total Berbasis MasyarakatO rang bilang, zaman milenium semuanya serba canggih dan mem-pengaruhi berbagai lini kehidupan. Enim ini sekaligus menjadi pembelajaran yang kemudian dikemas menjadi satu tayangan video berdurasi 24 menit.Apapun dikerjakan dengan tenaga mesin Dalam waktu satu tahun, beberapa desasehingga hasilnya lebih praktis dan di Kecamatan Lembak berhasil memba-efisien. ngun 4.338 unit jamban secara mandiri. Namun, masih banyak penduduk di Bila dinominalkan rata-rata biaya satubelahan dunia ini yang dalam peme- jamban Rp 300 ribu, berarti upayanuhan kebutuhan biologis berupa buang masyarakat tersebut telah menghabiskanair besar (BAB) masih sembarangan. Tak biaya sekitar Rp 1,3 miliar.terkecuali penduduk Indonesia. Ini soal Namun, bukan jumlah fisik jambanperilaku, bukan karena penduduk yang yang menjadi tolak ukuran keberhasilan,ketinggalan zaman. Untuk itu perlu ada- namun perubahan perilaku dari BAB dinya perubahan yang besar. sembarang tempat ke pemanfaatan jam- Di Indonesia, saat ini, usaha ban keluarga. Ini menunjukkan perubah-melakukan perubahan perilaku BAB an besar yang tidak terjadi pada proyeksembarangan menjadi buang air besar di sebelumnya.jamban mengadopsi konsep dari India, adalah di Kabupaten Muara Enim, Suma- Video pembelajaran STBM meru-yaitu pendekatan Community Led Total tera Selatan. Tepatnya di beberapa desa pakan produksi Kelompok Kerja Air Mi-Sanitation (CLTS). Pada 2005 Indonesia di Kecamatan Lembak. Hanya membu- num dan Penyehatan Lingkungan (Pokjamemulai menerapkan konsep CLTS yang tuhkan waktu empat minggu terjadi AMPL) bekerjasama dengan Ditjen Ciptakemudian diadopsi menjadi Sanitasi perubahan drastis pada masyarakat, Karya Departemen Pekerjaan Umum.Total Berbasis Masyarakat (STBM). sehingga kecamatan Lembak menjadi VCDnya tersedia di Perpustakaan Pokja Diawali dengan uji coba di enam bebas dari BAB sembarangan. AMPL di Jl. Cianjur 4 Menteng Jakartakabupaten di Indonesia. Salah satunya Keberhasilan di Kabupaten Muara Pusat BW Video Lokakarya Pengelolaan Sampah Berbasis MasyarakatV ideo ini merupakan hasil rekaman kegiatan“Pengelolaan lokakarya Sampah bertajuk Berbasis kungan Permukiman Ditjen Cipta Karya Departemen PU Susmono, Asdep Urusan Pengendalian Pencemaran Limbahmasyarakat” (Community Based Solid Domestik dan USK KementerianWaste Management Workshop) yang Lingkungan Hidup Tri Bangun Laksono,digelar di Jakarta, 16-17 Januari 2008. Anggota DPR RI Tjatur Sapto Edi, danLokakarya ini merupakan salah satu Kepala Dinas Kebersihan Kota Surabayaupaya memenuhi komitmen nasional dan Tri Rismaharini yang dimoderatori Lulainternasional yaitu pengelolaan sampah Kamal.yang berkelanjutan melalui peningkatan Memasuki hari kedua diisi se-kepedulian dan upaya sinergi dari para penuhnya dengan diskusi panel danpemangku kepentingan. kelompok. Masih tetap menghadirkan Tayangan DVD ini diproduksi tokoh-tokoh pengambil kebijakan danSekretariat Pokja AMPL. Adapun penye- para pelaku pengelolaan sampah yanglenggara lokakarya adalah Jejaring air berbasis masyarakat. Mulai dari peme-Minum dan Penyehatan Lingkungan rintah pusat, daerah, swasta, perguruan(AMPL) melalui Gugus Tugas tinggi hingga LSM. DVD ini tersedia diPengelolaan Sampah (GTPS) yang Pada hari pertama, sesi dialog inter- Perpustakaan Pokja AMPL Jl. Cianjur 4didukung Japan Bank for International aktif menghadirkan empat pembicara Menteng Jakarta Pusat. BWCooperation (JBIC) dan Mercy Corps. penting yaitu Direktur Penyehatan Ling-48 Percik Maret 2008
    • INFO BUKU Sanitasi di Kawasan Kumuh banyak hal spesifik yang harus dipertimbangkan. Pendekatan JUDUL KIAT KERJA SANITASI DI KAWASAN yang lebih kreatif dan akomodatif perlu digabung dengan sisi KUMUH: PETIKAN HASIL STUDI SANITASI sains dari upaya perbaikan tersebut. MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH Buku ini berisi tujuh buah pesan tentang berbagai hal yang DI PERKOTAAN perlu dipertimbangkan oleh seseorang yang sedang meren- PENERBIT: canakan kegiatan perbaikan kondisi sanitasi dari suatu kawasan BAPPENAS-DEPDAGRI-DEPKES-DEP. PU- DEPINDUSTRI-KLH-WSP-EAP, kumuh perkotaan. Pesan dan informasi dalam buku ini diramu JAKARTA, 2007 berdasarkan fakta-fakta yang dijumpai pada Studi Sanitasi TEBAL: Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Perkotaan; 33 HALAMAN Gambaran Umum Nasional. Sebagian fakta menguak kenyataan yang menepis mitos lama atau stereotip umum tentang per- masalahan sanitasi di kawasan kumuh.P erbaikan kondisi sanitasi di kawasan kumuh perkotaan selalu menghadapi banyak tantangan. Bukan hanya darikondisi fisik yang menyulitkan, tetapi juga dari karakter sosial- Buku setebal 33 halaman ini terdiri dari bab-bab bertajuk Tentang Isi Buku, Jangan Terkecoh Angka, Tak Kenal Tak Sayang, Mereka Mau Lebih Baik, Rumahku Bukan Istanaku,ekonomi penghuninya. Tidak Semua bisa Dipilih, Bicara Pahit dari Awal, dan Mau Dalam menyusun rencana perbaikan kondisi sanitasi di Bayar Asal Cocok. Dilengkapi pula lampiran tentang Studi 8kawasan tersebut, selayaknya kita lebih berhati-hati, karena Kota. ICA Katalog Website AMPL media internet dianggap media yang tepat dan dapat diandalkan JUDUL dalam mencari beragam informasi maupun referensi yang KATALOG WEBSITE AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN (AMPL) berkaitan dengan sektor AMPL karena internet dapat menyim- PENYUSUN: pan banyak data dan informasi, memiliki jangkauan dan peng- OSWAR MUNGKASA DAN ASTRI HANDAYANI guna yang luas serta dapat bersifat interaktif. PENERBIT: Namun banyaknya jumlah website yang berkaitan dengan KELOMPOK KERJA AIR MINUM DAN sektor AMPL terkadang membuat para pengguna menjadi malas PENYEHATAN LINGKUNGAN (POKJA AMPL), untuk membukanya satu persatu karena terbatasnya waktu JAKARTA, 2007 maupun padatnya aktivitas sehari-hari. TEBAL: Hadirnya katalog website ini diharapkan dapat men- 188 HALAMAN jadi salah satu solusi dalam mempermudah para pengguna internet mengetahui website mana saja yang memuat informasiM asalah air minum dan penyehatan lingkungan tidak per- nah lepas dari kehidupan. Berbagai macam upaya telahdilakukan oleh berbagai pihak, akan tetapi terjadinya pergan- mengenai AMPL yang sesuai dengan kebutuhannya, baik infor- masi yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Buku setebal 188 ini berisikan kumpulan alamat websitetian waktu ternyata tidak membuat persoalan tersebut dapat yang memuat informasi mengenai sektor air minum dan penye-terselesaikan, namun justru timbul masalah baru yang dipicu hatan lingkungan (AMPL) disertai penjelasan singkat isi darioleh terjadinya peningkatan jumlah penduduk yang demikian tiap website yang dimaksud.pesat dan permasalahan sosial-ekonomi yang mengikutinya. Buku terbitan Pokja AMPL ini berisi dua bagian yaitu BagianOleh karena itu diperlukan suatu media yang dapat melakukan I Topik Pilihan dan Bagian II Katalog Website. Bagian I terdiripemantauan secara cepat dan berkelanjutan guna mengikuti dari empat Bab, yaitu A. Gender, Air, dan Sanitasi, B. Privatisasi,perkembangan masalah di sektor air minum dan penyehatan C. Pengelolaan Sampah 3R, dan D.Community Development.lingkungan (AMPL). Sementara Bagian II terdiri dari A. Badan Pemerintah, B. Untuk dapat mengikuti perkembangan masalah yang begitu Lembaga Donor, C. Organisasi Non Pemerintah, D. Badan PBB,cepat di sektor air minum dan penyehatan lingkungan, maka E. Perusahaan, dan F. Lembaga Pendidikan. ICA49 Percik Maret 2008
    • INFO SITUS The International Sustainable Sanitation Alliance Benchmarking Network for http://www.sustainable-sanitation-Water and Sanitation Utilities alliance.org/ http://ib-net.orgT he International Benchmarking Network for Water and Sanitation S ustainable Sanitation Alliace (SuSanA) termotivasi oleh keputusan PBB menjadikan tahun 2008 sebagaiUtilities (IBNET) merupakan situs yang Tahun Sanitasi Internasional, kemudianmenampilkan database mengenai sarana pada tahun 2007 sejumlah organisasiair dan sanitasi. yang aktif di sektor sanitasi memutuskan IBNET mendukung dan mempro- untuk membentuk suatu jaringan sanitasimosikan praktik terbaik diantara yang berkelanjutan untuk mendukungpelayanan air dan sanitasi dengan Tahun Sanitasi Internasional. siapa saja untuk bergabung dengan milismenyediakan petunjuk tentang indika- Kesegeraan untuk melakukan aksi jejaring.tor, definisi dan metode pengumpulan pada sektor sanitasi tergambarkan secara Jejaring AMPL atau Watsandata, memfasilitasi pengembangan tolok jelas, mengingat 2,6 miliar orang di selu- Networking-INA adalah merupakanukur secara nasional dan regional, ruh dunia belum memiliki akses untuk wadah untuk mensinergikan potensipengembangan hubungan antara asosiasi sanitasi yang memadai, dan 2,2 juta informasi, pengetahuan dan komunikasipenyedia sarana dan pembuat peraturan. kematian setiap tahun (kebanyakan antarpemangku kepentingan (stakehold- Hal ini perlu diperhatikan, karena anak-anak di bawah 5 tahun) yang er) dalam kerjasama yang memberikansarana air yang dijalankan dengan baik umumnya disebabkan oleh penyakit yang manfaat kepada semua pihak. berhubungan dengan sanitasi dan kon- disi kebersihan yang menyedihkan. Gugus Tugas Pengelolaan Sampah Jejaring AMPL http://gtps.ampl.or.id http://jejaring.ampl.or.id S ejak pertemuan pertama Jejaring AMPL, 27 Februari 2007 di Bappenas G ugus Tugas Pengelolaan Sampah (GTPS) atau Solid Management Task Force (SWM-TF) Waste yang membuahkan kesepakatan untuk merupakan wadah untuk mensinergikan membangun Jejaring Komunikasi potensi informasi, pengetahuan dan antarpemangku kepentingan disektor ini, komunikasi antaranggota jejaring AMPL dilanjutkan pertemuan yang lebih inten- dibidang persampahan dalam kerja sama sif pada Juli dan Agutus 2007 yang yang memberikan manfaat kepada semua akhirnya menghasilkan konsep dan ara- pihak. han strategis Jejaring AMPL ke depan. Dalam kerangka sinergi inilah sangat Konsep ini menjadi dasar dari per- perlu media situs yang mampu diaksessangat penting terhadap keberlangsung- nyataan bersama anggota Jejaring dan siapa pun dalam kerangka pengelolaanan hidup orang banyak. Hanya yang pa- menjadi mandat untuk dilaksanakan oleh sampah serta penyehatan lingkungan.ling efisien, sarana yang layak secara suatu tim pengarah ke depannya. Bila Anda ingin mendapatkan kesem-finansial dapat merespon pertumbuhan Sebagai tindak lanjut dan aplikasi patan informasi lebih banyak, bisakota, membantu yang lemah dan dari jejaring ini, perlu adanya media mendaftarkan diri sebagai anggota situsmeningkatkan praktik pembuangan air komunikasi dan informasi yang berupa ini.limbah. situs. Tampilan situs ini tentang infor- Situs ini dengan wajah cukup menarik Tujuan dari IBNET adalah untuk masi seputar Jejaring AMPL, sejarah dengan konten yang juga cukup lengkap.mendukung akses dan membandingkan pembentukan, visi dan misi, sasaran, Ada berita, artikel, kliping, daftar organ-informasi yang dapat membantu mem- peran, prinsip, asas, keanggotaan, serta isasi yang berhubungan dengan penye-promosikan praktek unggulan diantara program kerja jejaring. hatan lingkungan, disamping tentangpara penyedia sarana air dan sanitasi di Selain itu ditampilkan pula profil tim GTPS sendiri. Tidak lupa ditampilkanseluruh dunia dan juga menyediakan perumus lengkap dengan kontaknya. pula praktik-praktik terbaik (good prac-akses untuk konsumen kepada pelayanan Hasil berbagai kegiatan jejaring pun tices) sehubungan dengan pengelolaansarana air dan sanitasi yang berkualitas dapat diakses. Dan yang tidak kalah sampah dan pemeliharaan lingkungandan terjangkau. menarik, membuka kesempatan kepada pada umumnya. DH/BW50 Percik Maret 2008
    • P U S TA K A A M P LL A P O R A N PENANGANAN DAN PENGOLAHAN SAMPAH Penerbit: Penebar Swadaya, Jakarta, 2008 ENVIRONMENTAL AND SOCIAL ACTIVITIES REPORT 2007 WATER SUPPLY PRICING IN CHINA: Penerbit: Japan Bank for ECONOMIC EFFICIENCY, ENVIRONMENT, AND International Cooperation SOCIAL AFFORDABILITY (JBIC), 2007 Penerbit: World Bank, Washington DC, 2007 RUMAH TANGGA MISKIN, LAYANAN LINGKUNGAN DAN PENGELUARAN: SURVEI PADA M A J A L A H MASYARAKAT DI KELURAHAN PENJARINGAN, JAKARTA UTARA PERCIK Penerbit: HP3 Edisi 19, Agustus 2007 (Versi Inggris) P E R AT U R A N AIR MINUM KEPUTUSAN MENTERI NEGARA Edisi 148, Januari 2008 LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 50 TAHUN 1996 TENTANG BAKU BULETIN CIPTA KARYA TINGKAT KEBAUAN Nomor 01/Tahun VI/Januari 2008 PERATURAN MENTERI NEGARA CAPS NOTES LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 09 Volume 1, Third Quarter 2007 TAHUN 2007 TENTANG BAKU MUTUAIR LIMBAH BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN INDUSTRI RAYON SERASI Edisi November 2007PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 10TAHUN 2007 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI USAHA PERCIKDAN/ATAU KEGIATAN INDUSTRI PURIFIED TEREPHTHALIC ACID Edisi 21, Desember 2007DAN POLY ETHYLENE TEREPHTHALATE TEKNO LIMBAH Volume 6, 2007B U K U ENVIRO MAGZECONOMIC IMPACTS OF SANITATION Edisi 1, Volume 2, 2008IN SOUTEAST ASIA SUMMARYPenerbit: WSP, World Bank East Asia NEWSLETTER AMPL& The Pacific Region, November Edisi Februari 20082007 NEWSLETTER AMPLECONOMIC IMPACTS OF SANITATION Edisi Maret 2008IN THE PHILIPPINES SUMMARYPenerbit: WSP, World Bank EastAsia & The Pacific Region, C DJanuary 2008 CD INTERAKTIF SERI 01: MENGENAL LINGKUNGAN HIDUP Penerbit: Kementerian Negara LingkunganKONTRIBUSI SAMPAH TERHADAP Hidup, 2007PEMANASAN GLOBALPenerbit: Deputi Menteri Bidang SERI 02 MENGENAL TANAHPengendalian Pencemaran Penerbit: KLH, 2007Lingkungan, Kementerian NegaraLingkungan Hidup, Jakarta, 2007 SERI 05 MENGENAL UDARA Penerbit: Kementerian Negara Lingkungan Hidup, 2007 Percik Maret 2008 51
    • AGENDANO WA K T U K E G I A T A N1 8 Januari 2008 Pertemuan Tim Pengarah Jejaring AMPL di PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor2 14 Januari 2008 Wrap Meeting ADB Review Mission Proyek CWSH di Bappenas3 15 Januari 2008 Presentasi Desain Akhir WASPOLA Facility di AusAID Office Jakarta4 15-17 Januari 2008 Pembahasan Laporan Akhir Implementasi Kebijakan di Kabupaten Soppeng Provinsi Sulawesi Selatan diselenggarakan oleh Pokja AMPL Kabupaten Soppeng.5 16-17 Januari 2008 Lokakarya Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Balai Kartini Jakarta diselenggarakan oleh Jejaring AMPL6 16-19 Januari 2008 Meeting on Dissemination of TSSM Guidelines di Yogyakarta diselenggarakan oleh Proyek TSSM7 21 Januari 2008 Rapat Pamsimas di Departemen PU diselenggarakan oleh Dit. Bina Program Ditjen Cipta Karya8 22 Januari 2008 Diskusi Media Menyongsong Tahun Sanitasi Internasional 2008 di Jakarta diselenggarakan oleh ESP/USAID9 23 Januari 2008 Lokakarya Finalisasi Renstra Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo diselenggarakan oleh Pokja AMPL Kab. Bone Bolango10 29 Januari - 1 Februari 2008 Pertemuan Sistem Pemberian Penghargaan Program SToPS! di Jawa Timur di Bandung diselenggarakan oleh Proyek TSSM11 5 Februari 2008 Launching Pameran dan Seminar Hari Air Dunia 2008 di Departemen PU diselenggarakan oleh Departemen PU12 5-6 Februari 2008 Evaluasi ISSDP Fase I di Bogor diselenggarakan oleh ISSDP13 12 Februari 2008 Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Penyusunan Dokumen Renstra Pengembangan Air Bersih dan Sanitasi Jawa Tengah di Semarang diselenggarakan oleh Pokja AMPL Provinsi Jawa Tengah14 13 Februari 2008 Pertemuan Sosialisasi Kebijakan Nasional AMPL pada Kabupaten Baru (Brebes, di Semarang diselenggarakan oleh Pokja AMPL Provinsi Jawa Tengah15 14 Februari 2008 Pertemuan ke 5 Jejaring AMPL di Auditorium Serbaguna Depkes Jakarta diselenggarakan oleh Plan Indonesia dan ESP USAID16 19-21 Februari 2008 Pelatihan Advokasi Media AMPL di Provinsi Bangka Belitung diselenggarakan oleh WASPOLA17 19-22 Februari 2008 Lokakarya Finalisasi Renstra Kabupaten Dompu diselenggarakan oleh Pokja AMPL Kabupaten Dompu18 22 Februari 2008 Lokakarya AMPL Daerah Kumuh Perkotaan di Indonesia Timur bertempat di Jakarta diselenggarakan oleh UNICEF dan Pokja AMPL19 25-28 Februari 2008 Lokakarya Media Terkait Penanganan Sanitasi di Bali diselenggarakan oleh WSP-EAP20 27 Februari 2008 Kick off Meeting Misi Review Proyek WSLIC-2 di Jakarta diselenggarakan oleh Bappenas21 28 Februari 2008 Rapat Koordinasi Stakeholder Pusat Terkait Pengelolaan Air Minum Tingkat Rumah Tangga di Jakarta diselenggarakan oleh Departemen Kesehatan22 2-6 Maret 2008 Lokakarya Konsolidasi Hasil Pelaksanaan Kebijakan Nasional AMPL-BM di Daerah, dilaksanakan di Bali diselenggarakan oleh WASPOLA dan Pokja AMPL Nasional23 3-6 Maret 2008 Pelatihan Produksi Media AMPL di Kabupaten Kebumen diselenggarakan oleh WASPOLA dan Pokja AMPL Kabupaten Kebumen24 10-13 Maret 2008 Kunjungan Misi Supervisi XI Kegiatan WSLIC-2 di Jawa Timur dan Sulawesi Selatan diselenggarakan oleh WSLIC-225 14 Maret 2008 Diskusi Panel Air dan Sanitasi di Indonesia di Jakarta diselenggarakan oleh UNICEF dan Kompas26 14 Maret 2008 Pembahasan MoU Grant Ausaid untuk Program PAMSIMAS di Jakarta diselenggarakan oleh Ditjen Cipta Karya27 17-19 Maret 2008 Seminar Penanggulangan Pencemaran Badan Air Sungai Melalui Program TSSM di Surabaya diselenggarakan oleh TSSM28 18 Maret 2008 Lokakarya Penyediaan dan Pengelolaan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Terpadu yang Berpihak pada Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Kabupaten dan Kota Serang Provinsi Banten dilaksanakan di Serang dan diselenggarakan oleh UNESCAP dan Pokja AMPL Kabupaten Serang29 25-27 Maret 2008 Lokakarya Strategi Komunikasi Provinsi Sumbar di Padang diselenggarakan oleh Pokja AMPL Provinsi Sumatera Barat30 24 Maret 2008 Seminar Revitalisasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah dilaksanakan Jakarta diselenggarakan oleh Ditjen Cipta Karya Departemen PU.31 25-26 Maret 2008 Lokakarya Penyusunan Renstra AMPL Provinsi Jawa Tengah di Salatiga diselenggarakan oleh Pokja AMPL Provinsi Jawa Tengah32 26 Maret 2008 Lokakarya Upaya Perlindungan Sumber Air Permukaan dilaksanakan di Jakarta diselenggarakan oleh Ditjen Cipta Karya Departemen PU33 27-29 Maret 2008 Pameran Hari Air Dunia di Arena PRJ Kemayoran diselenggarakan oleh Departemen PU34 27 Maret 2008 Seminar HAD 2008 "Sanitasi, Lestarikan Air dan Lingkungan" di Arena PRJ Kemayoran diselenggarakan oleh Departemen PU35 27-29 Maret 2008 Festival Film Dokumenter FORKAMI di CCF Salemba diselenggarakan oleh FORKAMI36 31 Maret 2008 Seminar HAD 2008 "Apresiasi Air di Kawasan Binaan, Kini dan Masa Depan" di Bandung diselenggarakan oleh ITB52 Percik Maret 2008
    • KO S A K ATAProtective liningSalah satu tindakan preventif dalam mengatasi bahaya korosi pada pipa yakni dengan cara melapisi permukaan (bagian luar) pipatersebut dengan lapisan tahan korosi, misalnya melapisinya dengan lapisan aspal, mortar semen, cat, seng, dan sebagainyaPsycoda fly in trickling filterJenis lalat yang berkembang biak di lapisan lumpur/kotoran yang menyelimuti Trickling filter yang dapat menimbulkan gangguanbaik di lokasi instalasi pengolahan atau daerah di sekitarnyaPtLambang unsur kimia Platina dengan nomor atom 78, serta massa atom 195PuLambang unsur kimia Plutonium dengan nomor atom 94, serta massa atom 244,0642Public hydrant-HUHidran Umum - Salah satu jenis sambungan (tidak langsung) air bersih ke pelanggan yang bersifat komunal (untuk dipakaibersama/beberapa keluarga). Terdiri atas pipa inlet (pipa dinas dari jaringan distribusi), tanki air yang dilengkapi dengan keran-keran pembukaPublic tap-KUKran Umum - Salah satu jenis sambungan (tidak langsung) air bersih pelanggan yang bersifat komunal (untuk dipakaibersama/beberapa keluarga). Terdiri atas pipa inlet/pipa dinas dari jaringan distribusi, pipa tegak dan pipa lateral yangdilengkapi keran-keran pembukaPublic use of waterAir bersih untuk konsumen yang berada di dalam (ruangan/area) fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos). Misalnya didalam rumah sakit, sekolah, hotel, kantor, restoran, bioskop, gedung teater, kampus, taman, fasilitas olahraga, pembilas jalan,jaringan air kotor, dan sebagainyaPublic utility-utilitas umumSarana/prasarana penunjang lingkungan untuk pelayanan masyarakat umumPulverized limestoneBahan aditiv koagulan yang berfungsi meningkatkan proses klarifikasi di dalam rangkaian proses koagulasiPump-pompaAlat mekanis yang berfungsi untuk memindahkan sejumlah zat (cair/gas) dari suatu tempat ke tempat lain, baik dengan keting-gian tempat (elevasi) yang sama ataupun berbedaPumping-pemompaanPemindahan secara mekanis sejumlah zat dari suatu tempat ke tempat lainPumping intakeKlasifikasi jenis bangunan penangkap air baku yang diidentifikasi berdasarkan dibutuhkannya peralatan (pompa) untuk meng-isap/mendorong/mengalirkan air yang disadapPumping station-stasiun pemompaanBangunan untuk menempatkan satu atau lebih unit pompa. Dibangun di lokasi atau areal di sekitar lokasi zat (air/gas) yang akandipompakan tersebut Dikutip dari Kamus Istilah dan Singkatan Asing Teknik Penyehatan dan Lingkungan Penerbit: Universitas Trisakti