Your SlideShare is downloading. ×
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2007 Tema Tahun Sanitasi Internasional 2008
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2007 Tema Tahun Sanitasi Internasional 2008

1,113
views

Published on

Published in: Business

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
1,113
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
37
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Dari Redaksi 1 Suara Anda 2 Diterbitkan oleh: Kelompok Kerja Air Minum Laporan Utama dan Penyehatan Lingkungan Konferensi Sanitasi Nasional 2007 3 (Pokja AMPL) Menyambut Tahun Sanitasi Internasional 2008 7 Penasihat/Pelindung: Momentum TSI 2008 Bagi Pembangunan Sanitasi Indonesia 10 Direktur Jenderal Cipta Karya DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM Wawasan Sampah dan Banjir Korelasi Pengembangan Tata Kota Berdaya Penanggung Jawab: Direktur Permukiman dan Perumahan, Dukung Lingkungan 12 BAPPENAS Sanitasi, Kesehatan, dan Penanganan 15 Direktur Penyehatan Lingkungan, DEPKES Kecil Menanam Dewasa Memanen 17 Direktur Pengembangan Air Minum, AMPL dari Sudut Pandang Islam 20 Dep. Pekerjaan Umum Direktur Pengembangan Penyehatan Peraturan Lingkungan Permukiman, Permen Pekerjaan Umum No. 18/PRT/M/2007 tentang Penyelenggaraan Dep. Pekerjaan Umum Direktur Bina Sumber Daya Alam dan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum 24 Teknologi Tepat Guna, DEPDAGRI Wawancara Direktur Penataan Ruang dan Nugie Bicara Sanitasi 26 Lingkungan Hidup, DEPDAGRI Tamu Kita Pemimpin Redaksi: Tri Rismaharini Ciptakan Surabaya Bersih dan Hijau 28 Oswar Mungkasa Reportase Dewan Redaksi: Kota Blitar Mengolah Sampah Sampai Tuntas 30 Zaenal Nampira, Indar Parawansa, Inspirasi Bambang Purwanto Menciptakan Toilet Umum yang Nyaman 32 Redaktur Pelaksana: Cermin Maraita Listyasari, Rheidda Pramudhy, Kedai Daur Ulang Nursalam Bertahan di Tengah Kota Jakarta 33 Raymond Marpaung, Bowo Leksono Seputar Plan 34 Desain/Ilustrasi: Seputar ISSDP 36 Rudi Kosasih Seputar WASPOLA 39 Produksi: Seputar AMPL 42 Machrudin Program Sirkulasi/Distribusi: Metropolitan Sanitation Management and Health Project (MSMHP) 46 Agus Syuhada Abstraksi Alamat Redaksi: Pemrosesan Sampah di TPA Sampah Piyungan Melalui Usaha Daur UlangJl. Cianjur No. 4 Menteng, Jakarta Pusat. Telp./Faks.: (021) 31904113 dan Pengomposan 47 http://www.ampl.or.id Klinik IATPI 48 e-mail: redaksipercik@yahoo.com Info CD 49 redaksi@ampl.or.id oswar@bappenas.go.id Info Buku 50 Info Situs 51 Redaksi menerima kiriman tulisan/artikel dari luar. Isi berkaitan Pustaka AMPL 52dengan air minum dan penyehatan lingkungan dan belum pernah dipublikasikan. Panjang naskah tak dibatasi. Sertakan identitas diri. Redaksi berhak mengeditnya. Majalah Percik dapat diakses di situs AMPL: http://www.ampl.or.id Silahkan kirim ke alamat di atas.
  • 2. DA R I R E DA K S ID ipenghujung tahun, di edisi bu- lan Desember 2007, Percik tampil dengan mengusung ba-hasan seputar sanitasi. Hal ini terkait de-ngan Tahun Sanitasi Internasional 2008,yang bertujuan untuk membantu mem-percepat kemajuan sanitasi dengan mem-beri perhatian khusus. Sanitasi meru-pakan masalah yang jarang didiskusikan,terutama karena banyak menyangkuttinja dan air buangan, sehingga sanitasisecara luas di Indonesia masih terusmenjadi persoalan penting sebagai suatukebutuhan dasar manusia. Seperti yang dikatakan MenegPPN/Kepala Bappenas Paskah Suzettadalam kesempatan membuka KonferensiSanitasi Nasional (KSN) 2007 di Jakarta,19-21 November 2007 lalu, bahwa banyakhal yang menjadi penyebab tingginyajumlah keluarga yang tidak memiliki Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto,fasilitas sanitasi, yaitu kendala internal Menteri Perdagangan Fahmi Idris, Dirjen Cipta Karya Agus Widjanarko dan Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Dedy Supriadi Priatnaseperti pengetahuan, perilaku, dan eko- saat meninjau Pameran Sanitasi Nasional 2007. Foto: Bowo Leksono.nomi. Sementara kendala eksternal se-perti kerangka kebijakan, persepsi, gen- yang miskin. nya selama ini sebagai penyanyi dalamder, dan teknologi. Pada edisi ini, juga dibahas peran memandang sanitasi di masyarakat. Kendala-kendala ini tampaknya perlu serta pemerintah dalam pembangunan Tak lupa, kami menghadirkan rubriksegera mendapat perhatian dan tindak sanitasi di Indonesia khususnya sanitasi "Tamu Kita" yang dihiasi wajah seoranglanjut tidak hanya dari masyarakat, tapi bagi kota besar di Indonesia. Pada gi- Kepala Dinas Kebersihan dan Perta-juga pengambil kebijakan baik ditingkat lirannya nanti, keberhasilan di kota-kota manan Kota Surabaya, Tri Rismaharini,pusat maupun daerah. Disamping diper- besar ini sebagai pilot project yang akan yang berhasil membuat ibukota Provinsilukan peran serta pihak swasta, LSM, merembet ke wilayah lainnya. Jawa Timur ini tidak hanya bersih namunserta lembaga dan negara/lembaga Pembahasan mengenai pembangun- juga hijau. Cara dan strategi kepemim-donor. an sanitasi ini terdapat pada rubrik pro- pinan Risma, perlu menjadi contoh para Masih menurut Paskah Suzetta, KSN gram berupa proyek investasi dalam sek- pemimpin wilayah di Indonesia.2007 diselenggarakan bukan semata- tor sanitasi lingkungan (Metropolitan Isu seputar sanitasi ini, baik secaramata dalam rangka menyongsong tahun Sanitation Management and Health nasional maupun internasional, menjadi2008 yang telah ditetapkan Sidang Project - MSMHP) dengan pendanaan penting bagi tema utama Percik kali ini.Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa dari ADB dan sumber lainnya. Penting karena masih banyak pihak yang(PBB) pada 4 Desember 2006 sebagai Pada rubrik "Wawancara" mengha- menganggap pembangunan sanitasi dini-Tahun Sanitasi Internasional (TSI) tapi dirkan Duta Lingkungan dari Kemen- lai tidak strategis dan tidak populismerupakan kebutuhan bersama dalam terian Lingkungan Hidup Republik In- sehingga perlu rencana-rencana strategismeningkatkan kualitas dan kuantitas donesia, Nugie, yang sekaligus seorang agar kedepan ada tindak lanjut yang lebihpelayanan sanitasi bagi seluruh lapisan penyanyi yang selama ini dinilai konsis- kongkrit.masyarakat. Namun demikian diharap- ten dengan lagu-lagu bertema lingkung- Pada kesempatan ini, seluruh redaksikan KSN dapat menjadi momentum awal an. Percik mengucapkan "Selamat Tahunbagi pelaksanaan rencana aksi TSI. Namun, penyanyi dengan nama Baru 2008", semoga di tahun 2008 men- Adapun seluruh Rencana aksi TSI lengkap Agustinus Gusti Nugroho ini jadi tahun penyadaran dan penghidupandimaksudkan untuk mendorong dialog tidak akan membicarakan lingkungan yang lebih sehat dan lebih baik. Mari,pada semua tingkatan agar dapat meng- dalam arti yang luas. Ia akan bicara sani- bersama kita membangun sanitasi de-hasilkan komitmen alokasi sumber daya tasi. Bagaimana adik penyanyi Katon ngan kesadaran dan perilaku yang dimu-yang lebih besar dari pemerintah dan Bagaskara ini melihat kondisi sanitasi di lai dari diri kita sendiri.pemimpin politik untuk sanitasi bagi Indonesia dan pengalaman-pengalaman- Percik Desember 2007 1
  • 3. S UA R A A N DA Cara berlangganan Terima kasih kembali Saudari Tuani, 1. Kalau Sulit Dilawan Jadikan Kawan Kebetulan tidak semua buku yang 2. Kumpulan Regulasi Terkait AMPL Salam kenal, diinformasikan pada rubrik "Info Buku" 3. Buku saku Regulasi AMPL Saya mahasiswa FKM UNEJ, saya ter- di Majalah Percik ada di Perpustakaantarik dengan isi majalah AMPL yang ada Pokja AMPL. Namun kami bisa mem- Khusus untuk Redaksi Majalahdi ruang baca FKM. Saya ingin tahu bantu dengan memotokopinya, bila Percik, bukankah Percik juga mengelu-bagaimana cara berlangganan majalah Saudari berkenan. arkan edisi Bahasa Inggris dan Percikitu? dan apa bisa kalau saya sebagai Yunior? Tapi sayangnya, dalam kirimanmahasiswa ingin berlangganan majalah kali ini, kami tidak menemukan dua edisiini? Mohon kiriman tersebut. Jika memang ada, dapatkah Dhany Brian kami dikirimi juga? buku dan majalah Demikian permohonan ini disam- Saudara Dhany, paikan, atas perhatian dan kerjasama Salam kenal kembali. Sangat bisa Yth POKJA AMPL & Redaksi Majalah yang baik, kami ucapkan terima kasih.Anda mendapatkan Majalah Percik, Percik, Salam,bahkan media informasi lain yang seki- Sehubungan dengan surat dari Siti Wahyuniranya Anda butuhkan sehubungan de- Kementerian Perencanaan Pembangunan Administrative Associate - Servicengan studi Anda. Coba kirim saja ala- Nasional (BAPPENAS) No. 6855/Dt.- Delivery Team USAID-ESP, Jakarta Indonesiamat lengkap Anda. 6.3/11/2007 dan 5770/Dt.6.3/10/2007 62 21 7209594 ext 706 Terima kasih perihal Buku Terkait AMPL dan Media Informasi Air Minum (Majalah Percik), Ibu Siti Yahyuni, bersama ini kami mengucapkan terima Semua permohonan akan coba kami Catatan pelanggan kasih atas kiriman buku-buku dan penuhi. majalah tersebut. Terima kasih kembali. Redaksi yang terhormat, Namun, dikarenakan buku-buku Saya ingin dicatat untuk berlang- tersebut sangat berguna dan kami harusganan Majalah Percik dengan alamat : mendistribusikannya juga ke kantor-kan- Permintaan kiriman B. Widyarti, Rumah Organik, Pesona tor ESP di daerah dan juga bagian-bagianKayangan blok DL no 5, Jl Margonda ESP terkait (misalnya untuk bagian majalahRaya Depok Jawa Barat. Komunikasi), kami mohon dikirimkan Terima kasih atas perhatiannya. masing-masing lima buah lagi untuk Dengan Hormat, buku-buku seperti dibawah ini : Salam sejahtera untuk kita semua, salam, Saya adalah salah satu staf NGO Rumah Organik internasional, tertarik untuk berlang- ganan Majalah Percik. Setelah saya membaca majalah edisi Oktober, memba- ca salah satu surat dari pembaca setiamu Cara mendapatkan buku tentang cara berlangganan Majalah di rubrik Info Buku Percik. Bila diluluskan permintaan saya kiranya dapat dialamatkan pada : Sebelumnya terima kasih atas kiri- DEDY M HURUDJIman Majalah Percik ke Pusat Studi d/a. Jl. Palma No. 07, KelurahanLingkungan Universitas Surabaya. Saya Wumialo, Kecamatan Kota Tengah, Kotatertarik dengan buku yang ada di ha- Gorontalo 96128laman info buku Percik Agustus 2007 Besar harapan saya kiranya permoho-(Go Green School dan Perjalanan Si nan saya dapat di terima.Hijau), dimana saya bisa mendapatkan Terima kasihbuku tersebut? Terima kasih, Salam hangat, Dedy M. Hurudji Tuani Lidiawati Akan kami usahakan, Terima kasih kembali. Karikatur: Rudi Kosasih 2 Percik Desember 2007
  • 4. L A P O R A N U TA M A Konferensi Sanitasi Nasional 2007 MENELORKAN KEBIJAKAN DAN STRATEGI NASIONALG ong dimulainya babak baru untuk membangun kondisi sanitasi yang lebih baik telah dibunyikan. Menandai dibukanya Konferensi Sanitasi Nasional (KSN) 2007oleh Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasio-nal/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional H. Pas-kah Suzetta, di Balai Kartini Jakarta, Senin (19/11). Dengan tema "Mobilisasi Sumber Daya untuk PercepatanPembangunan Sanitasi", KSN digelar selama tiga hari yangmelibatkan pejabat setingkat menteri, para pengambil kebijakantingkat daerah, lembaga-lembaga donor, dan perguruan tinggi. Selain Menneg PPN/Kepala Bappenas, saat pembukaandihadiri pula Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto,Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Dirjen Cipta Karya AgusWidjanarko dan Deputi Bidang Sarana dan Prasarana BappenasDedy Supriadi Priatna. Dalam sambutannya Paskah Suzetta memaparkan KSN Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta, Menteri Pekerjaan2007 diselenggarakan bukan semata-mata dalam rangka me- Umum Djoko Kirmanto, Menteri Perdagangan Fahmi Idris, Dirjen Cipta Karya Agus Widjanarko dan Deputi Bidang Sarana dannyongsong tahun 2008 yang telah ditetapkan Sidang Umum Prasarana Bappenas Dedy Supriadi Priatna saat pembukaanPerserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 4 Desember 2006 Konferensi Sanitasi Nasional 2007. Foto: Bowo Leksono.sebagai Tahun Sanitasi Internasional tapi merupakan kebu-tuhan bersama dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas maupun APBD mengakibatkan terbatasnya alokasi dana untukpelayanan sanitasi bagi seluruh lapisan masyarakat. penyelenggaraan prasarana dan sarana sanitasi di sebagian Menurut Paskah, banyak hal yang menjadi penyebab besar pemerintah kabupaten/kota karena ternyata prioritasnyatingginya jumlah keluarga yang tidak memiliki fasilitas sanitasi, masih rendah.yaitu kendala internal seperti pengetahuan, perilaku, dan Djoko melanjutkan, peraturan dan perundang-undanganekonomi. "Sementara kendala eksternal seperti kerangka kebi- dibidang sanitasi yang ada sering kali tidak segera dijabarkanjakan, persepsi, gender, dan teknologi," katanya. menjadi peraturan daerah dan belum tersosialisasikan secara Paskah menegaskan, kita harus mampu mengatasi persoalan luas kepada masyarakat. "Di sisi lain peraturan dan perundang-sanitasi yang tidak memadai. "Perlu dilakukan review terhadap undangan ini masih perlu dikembangkan agar penyelenggaraankebijakan dan strategi sanitasi yang telah dilakukan selama ini prasarana dan sarana sanitasi tidak tertinggal dari penyeleng-dan disusun rencana aksi dan kegiatan peningkatan pelayanan garaan prasarana dan sarana permukiman yang lain sepertisanitasi bagi masyarakat," tuturnya. transportasi, air minum dan lain-lainnya. Sementara Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto KSN 2007 ini merupakan forum untuk membangun komit-dalam keynote speech-nya memaparkan penyelenggaraan men bersama yang mempertemukan seluruh pemangkuprasarana dan sarana sanitasi di Indonesia meliputi masalah kepentingan guna menyepakati kebijakan, strategi, dan langkahkepedulian, peraturan perundang-undangan, kelembagaan, yang sinergis dalam program pengembangan sanitasi.prioritas pendanaan pembangunan dan kesadaran masyarakat. Dalam kesempatan itu, ditandatangani Deklarasi Sanitasi"Lembaga-lembaga pemerintah di kabupaten/kota yang oleh para menteri yang terkait pembangunan air minum danbertanggung jawab di bidang sanitasi masih tumpang tindih penyehatan lingkungan, para gubernur, para bupati dan waliko-bahkan ada yang tidak mempunyai lembaga yang bertanggung ta. Seusai membuka KSN, para menteri tersebut berkesempatanjawab di bidang sanitasi," tuturnya. mengunjungi pameran sanitasi yang digelar di lobi Balai Kartini. Terbatasnya dana, tambah Djoko Kirmanto, baik dari APBN Bowo Leksono Percik Desember 2007 3
  • 5. L A P O R A N U TA M A KESEPAKATAN BERSAMA KONFERENSI SANITASI NASIONAL Jakarta, 19 November 2007K ami menyadari bahwa sanitasi merupakan kebutuhan Millenium Development Goal (MDG) masih sangat besar dan dasar manusia, yang memiliki arti penting bagi marta- memerlukan dukungan serta kerjasama dan komitmen dari bat dan kualitas hidup manusia, kegagalan memenuhi seluruh stakeholder pembangunan.kebutuhan dasar ini akan menambah tingkat kematian balita, Dengan ini kami yang bertanda tangan di bawah ini menya-mempengaruhi kesejahteraan terutama kaum perempuan dan takan kesepakatan bersama untuk :anak-anak, memperberat beban keuangan untuk layanan peng- 1. Meningkatkan secara efektif dan berkelanjutan jangkauanobatan, menurunkan produktivitas dan meningkatkan kemis- dan layanan sanitasi, yang meliputi pembangunan saranakinan bahkan bisa membawa kerugian besar pada ekonomi dan prasarana serta manajemen limbah cair, persam-nasional, serta yang terakhir menurunkan kualitas lingkungan pahan, dan drainase serta menumbuhkembangkan peri-dan menimbulkan polusi pada sumber air baku. Namun, laku hidup bersih dan sehat (PHBS) khususnya perilakuperkembangan cakupan layanan sanitasi dasar selama lebih dari higiene.satu dasawarsa, dari tahun 1990 hingga tahun 2004 hanya 2. Bersama-sama para pemangku kepentingan melalui ke-meningkat dari 45 persen menjadi 67,1 persen. mitraan yang melibatkan lembaga-lembaga di tingkat Pusat Berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan layanan sani- dan Daerah, Masyarakat, Dunia Usaha, LSM, Media Massa,tasi telah dilakukan dengan menggunakan prinsip-prinsip: Perguruan Tinggi dan Lembaga Keuangan, serta donor 1. Pendekatan yang komprehensif dan inklusif yang memper- untuk melaksanakan langkah-langkah berikut: timbangkan kebutuhan nyata masyarakat melalui a. Menetapkan sanitasi sebagai sektor prioritas dalam penyusunan Rencana dan Program Investasi Jangka pembangunan nasional dan daerah, Menengah (RPIJM) prasarana dan sarana sanitasi dengan b. Menumbuhkembangkan dan mendukung perilaku pola sharing pendanaan yang proporsional, serta hidup bersih dan sehat (PHBS) khususnya perilaku mengikutkan peran masyarakat dan dunia usaha secara higiene, efektif. c. Menumbuhkembangkan penyediaan layanan sanitasi 2. Pendekatan pembangunan secara bertahap dengan priori- oleh Dunia Usaha dan Lembaga Swadaya Masya- tas awal pada intervensi pada daerah-daerah yang mem- rakat, punyai resiko besar bagi kesehatan masyarakat. d. Meningkatkan kapasitas Pemerintah Daerah dalam 3. Optimalisasi alokasi sumber daya yang mencukupi untuk menerapkan standar pelayanan minimal, menumbuhkembangkan perilaku hidup bersih dan sehat e. Mendukung dan memperkuat jaringan kemitraan yang pada seluruh lapisan masyarakat. sudah ada untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi 4. Meningkatkan penyediaan prasarana dan sarana sanitasi antarpara pemangku kepentingan. yang terpadu bagi pelayanan terpusat skala kota dengan Kami mengundang lembaga-lembaga di Pemerintah penanganan skala lingkungan (komunal maupun indivi- Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, Masyarakat, Dunia dual) yang berbasis masyarakat. Usaha, LSM, Media Massa, Perguruan Tinggi dan Lembaga 5. Pengaturan pembiayaan dan kelembagaan yang berkelan- Donor untuk bekerjasama meningkatkan kinerja pembangunan jutan untuk operasi dan pemeliharaan prasarana dan sektor sanitasi demi kepentingan semua masyarakat Indonesia. sarana sanitasi berdasarkan prinsip pemulihan biaya. Dengan berpegang pada prinsip-prinsip tersebut, telah Penandatangan antara lain:dilaksanakan berbagai program pembangunan sarana dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badanprasarana sanitasi yang telah meningkatkan cakupan layanan Perencanaan Pembangunan Nasional, Menteri Dalam Negeri, Menterisanitasi dasar menjadi 69,34 persen pada tahun 2006. Pekerjaan umum, Menteri Kesehatan, Menteri Perindustrian, Menteri Negera Lingkungan Hidup. Meskipun demikian, tantangan untuk mewujudkan target 4 Percik Desember 2007
  • 6. L A P O R A N U TA M A KONFERENSI SANITASI NASIONAL 2007 CUCI TANGAN PAKAI SABUNS ejak diluncurkan pada 2006 silam, Pemerintah terus (Dirjen PPPL) Departemen Kesehatan dr. I Nyoman Kandun, gencar melancarkan kampanye Gerakan Nasional Cuci MPH memaparkan program peningkatan perilaku sehat Tangan Pakai Sabun (CTPS). Kampanye juga bertujuan masyarakat seperti CTPS memerlukan bimbingan secaramemperoleh dukungan dari berbagai pihak termasuk pihak berkesinambungan melalui strategi pemberdayaan masyarakatswasta sehingga pelaksanaannya bisa lebih efektif dengan caku- untuk hidup sehat. "Gerakan Nasional Cuci Tangan Pakai Sabunpan yang lebih luas. merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen dalam Kampanye ini dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," katanya.masyarakat melalui peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Departemen Kesehatan memandang perlu adanya InisiatifSehat (PHBS) masyarakat dalam rangka mewujudkan Indonesia KPS-CTPS sebagai suatu model yang efektif sebagai wujud ker-Sehat 2010, sebagai salah satu program Pembangunan Manusia jasama terpadu dalam menggalakkan dan memperluas kapabi-Indonesia. litas program ini. Disamping itu, inisiatif ini juga untuk mem- World Health Organization bantu kesinambungan perha-(WHO) mencatat penyebab tian terhadap isu kesehatankematian terbesar bayi dan pada tingkat masyarakat danbalita (anak bawah lima tahun) nasional, mengaktifkan par-di dunia adalah ISPA (infeksi tisipasi pihak swasta, sertasaluran pernapasan atas) dan menggabungkan keahlian dandiare. Sementara Cuci Tangan sumber daya dari berbagai sek-Pakai Sabun adalah cara pen- tor/mitra.ting untuk bisa mencegah Berdasarkan temuan Curtispenyebaran penyakit menular, dan Cairncross tahun 2003,beberapa diantaranya diare, flu perilaku cuci tangan pakaiburung, dan tipes. sabun dapat mencegah pelu- Disamping itu, CTPS juga ang terkena diare 42 sampai 47bisa melepaskan kuman penye- persen. Penelitian ini menyim-bab infeksi dengan murah dan pulkan, perilaku CTPS ternya-mudah, sehingga dianggap ta lebih efektif dalam mence-sebagai salah satu cara efektif gah diare dibanding hanyamencegah terjadinya berbagai dengan penyediaan infrastruk-penyakit. Bagi Indonesia, cuci tangan pakai sabun bisa menu- tur, seperti sarana toilet.runkan angka kematian bayi dan balita di Indonesia yang saat I Nyoman Kandun menjelaskan untuk meningkatkan peri-ini tercatat 35/1000 kelahiran hidup untuk bayi 0-12 bulan dan laku CTPS sebagai cara efektif menurunkan insiden diare pada46/1000 kelahiran hidup untuk anak bawah lima tahun (balita). balita di Indonesia, dilakukan melalui sebuah komunikasi yang Pada kesempatan Konferensi Sanitasi Nasional (KSN) 2007, terkoordinasi dalam Kemitraan Pemerintah-Swasta untuk CuciPemerintah melalui Departemen Kesehatan kembali Tangan pakai Sabun. "Ini satu hal yang ingin kita capai," tegasnya.menyuarakan dan mengajak Gerakan Nasional CTPS. Ajakan ini Kandun juga menjelaskan bagaimana kesenjangan danberupa peningkatan perilaku sehat masyarakat melalui Inisiatif kelemahan yang terjadi, antara lain program ini bersifat proyekKemitraan Pemerintah-Swasta untuk Cuci Tangan Pakai terbatas dan bukan program sustainable, sebagian besar inves-Sabun/KPS-CTPS (Public-Private Partnership for Handwashing tasi berfokus pada infrastruktur dan sedikit pada perubahanwith Soap). perilaku, serta alokasi sumberdaya yang masih belum memadai. Juru Bicara Utama Inisiatif KPS-CTPS yang juga Direktur "Disamping itu, keterlibatan pihak swasta belum setinggi yangJenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan mereka dan kita harapkan," tuturnya. BW Percik Desember 2007 5
  • 7. L A P O R A N U TA M A Konferensi Sanitasi Nasional 2007 PEMBANGUNAN SANITASI BELUM POPULISP ada hari kedua dan ketiga, Konferensi Sanitasi Nasional (KSN) 2007 menggelar berbagai diskusi. Dalam sehari, tiga tema sekaligus diusung secara bersamaan dalammemeriahkan pesta sanitasi pertama di Indonesia tersebut. Parapeserta konferensi bebas mengikuti tema diskusi yangdiinginkan. Diharapkan semua peserta dapat memanfaatkan kesem-patan berdiskusi secara terbuka sehingga konferensi ini tidakhanya menjadi wacana tetapi dapat diterjemahkan menjadi ren-cana-rencana strategis di tempat masing-masing agar kedepanada tindak lanjut yang lebih kongkrit Salah satu tema yang menjadi bahan diskusi adalah"Kampanye Sosial untuk Pengembangan Sanitasi" meng-hadirkan empat pembicara salah satunya Walikota Blitar DjarotSyaiful Hidayat. Menurut Djarot pembangunan sanitasi di Indonesia hanya Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta memukul gong tanda dimulainya rangkaian KSN 2007. Foto: Bowo Leksono.dilihat sebagai halaman belakang dari kebijakan pembangunankita. "Sanitasi dianggap sesuatu yang tak begitu penting karenatak ada nilai tambah bagi daerah," katanya. Bambang S. Brodjonegoro menjelaskan dimana letak pen- Djarot melanjutkan, masih banyak pihak yang menganggap tingnya sanitasi. Menurutnya sanitasi di negara maju sudahpembangunan sanitasi tidak strategis dan tidak populis. menjadi standar layanan publik. "Pemerintah daerah berkewa-"Berbeda dengan membuat klub-klub sepakbola yang lebih po- jiban memberikan jasa sanitasi pada warganya dengan mene-pulis atau membangun gedung-gedung tinggi dan jalan-jalan tapkan anggaran sanitasi yang signifikan," tuturnya.yang halus," ungkapnya. Acara dilanjutkan kunjungan ke dua lokasi yaitu Kelurahan Harapan KSN 2007Petojo, Jakarta Pusat tentang keberhasilan warga membangun Setelah melalui berbagai rangkaian kegiatan selama tigaMCK++, pengelolaan persampahan, dan praktik cuci tangan hari, Konferensi Sanitasi Nasional (KSN) 2007 pun berakhir.pakai sabun dan kunjungan ke perumahan Lippo Karawaci Berbagai kemungkinan berkaitan pembangunan sanitasi dapatberkenaan dengan pengelolaan air limbah dan sistem drainase. dilakukan peserta konferensi di daerah masing-masing. Pada diskusi bertema "Strategi Pendanaan dalam "Kita berharap setelah penyelenggaraan konferensi ini,Pembangunan Sanitasi" menghadirkan pembicara Wakil benar-benar terjadi mobilisasi sumber daya untuk membangunWalikota Banjarmasin Alwi Sahlan. Menurutnya, strategi penca- sanitasi dapat segera terwujud," ungkap Deputi Bidang Saranapaian komitmen politik pembangunan sanitasi dengan dan Prasarana Bappenas Dedy Supriadi Priatna saat menutupmeningkatkan lobi politik terhadap pihak legislatif serta konferensi ini, di Ruang Mawar, Balai Kartini, Jakarta.mengampanyekan PHBS sekaligus keterlibatan masyarakat Sedianya dipenghujung acara digelar diskusi panel yangdalam pembangunan sanitasi. menghadirkan pembicara Prof. Emil Salim dan Erna Witoelar. Komitmen politik dalam pembangunan sanitasi di Kota Namun hingga waktu yang ditentukan, kedua tokoh nasional ituBanjarmasin antara lain dengan menerbitkan perda tentang pun berhalangan hadir.sampah, sungai dan gangguan. "Tahun 2007 kota kami meng- Tampaknya, keberhasilan pembangunan sektor sanitasi takanggarkan sektor sanitasi sebesar Rp 52 miliar, sementara 2008 hanya menjadi harapan masyarakat tapi juga para pemangkusebesar Rp 60 miliar," tutur Alwi. jabatan. Dan semoga segera terealisasi agar tujuan dan target Sementara pembicara lain dari Fakultas Ekonomi UI, pembangunan secara umum tercapai. Bowo Leksono 6 Percik Desember 2007
  • 8. L A P O R A N U TA M A Menyambut Tahun Sanitasi Internasional 2008 Ketika pertama kali mendengar adanya Tahun Sanitasi Internasional 2008, tentunya reaksi kebanyakan orang adalah ada apa dengan sanitasi? Demikian pentingkah sanitasi sehingga tahun 2008 perlu diberi label khusus sebagai tahun sanitasi internasional? Bagaimana cerita sebenarnya akan dijelaskan dalam tulisan ini.Kondisi Sanitasi Global Didorong oleh kondisi sanitasi yang sedemikian mempri- Sebanyak lebih dari 1,2 milyar penduduk dunia telah mem- hatinkan ini, kemudian berbagai pihak yang berkepentinganperoleh akses sanitasi yang memadai dalam 14 tahun terakhir, memandang perlu untuk melakukan langkah bersama untukyang berarti cakupan layanan sanitasi global bertambah dari 49 menanganinya. Dibutuhkan komitmen yang lebih besar daripersen menjadi 59 persen antara 1990 - 2004. Namun, dunia semua pihak baik donor, pemerintah maupun LSM. PBB kemu-tetap saja masih jauh dari target sanitasi MDGs yaitu mengu- dian mengambil inisiatif mewujudkan terciptanya komitmenrangi separuh proporsi penduduk tanpa akses sanitasi dasar pa- dan kepedulian yang lebih besar tersebut.da tahun 2015. Jika kecenderungan ini tidak berubah, diperki-rakan penduduk tanpa sanitasi dasar pada tahun 2015 akan Sejarah Tahun Sanitasi Internasionalmencapai 2,6 miliar orang atau setara dengan 10 kali penduduk Tahun Sanitasi Internasional ditetapkan oleh Sidang UmumIndonesia saat ini, dan 980 juta diantaranya balita. Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 20 Desember 2006 ber- Menurut data badan kesehatan dunia (WHO), sekitar 1,8 dasarkan rekomendasi dari UN Secretary-Generals Advisoryjuta orang meninggal setiap tahunnya atau sekitar 42.000 orang Board on Water and Sanitation (UNSGAB) untuk membantuper minggu karena pe- mempercepat kemajuannyakit diare di mana pe- sanitasi dengan memberinyebab utamanya sani- perhatian khusus. Sanita-tasi yang tidak memadai si merupakan masalahdan rendahnya standar yang jarang didiskusikan,kesehatan. Dari jumlah terutama karena banyaktersebut mayoritas ke- menyangkut tinja dan airmatian terjadi di Asia buangan.dan 90 persen korban- Rekomendasinya anak-anak berusia di UNSGAB didasari padabawah lima tahun atau Hashimoto Action Plansekitar 1,5 juta balita. yang diluncurkan olehSecara rata-rata terdapat UNSGAB pada Worldseorang balita mening- Water Forum ke 4 bulangal setiap 20 detik. Maret 2006. UNSGAB Sementara jumlah sendiri merupakan badanhari tidak masuk sekolah juga akan meningkat. Diperkirakan independen yang memberi saran pada Sekretariat Jenderal PBBbahwa fasilitas sanitasi yang memadai akan mengurangi tingkat tentang kebijakan, program dan pengelolaan tindakan globalkematian balita lebih dari 1/3 nya. Jika promosi higinitas mengenai isu air dan sanitasi. Rencana aksi ini dimaksudkandilakukan, seperti cuci tangan pakai sabun, tingkat kematian untuk mendorong dialog pada semua tingkatan agar dapattersebut dapat dikurangi sekitar 2/3 nya. Sanitasi yang menghasilkan komitmen alokasi sumber daya yang lebih besarmemadai juga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dan dari pemerintah dan pemimpin politik untuk sanitasi bagi yangpembangunan sosial di negara dengan jumlah hari tidak masuk miskin.kerja dan sekolah karena sakit diare yang tinggi. Anak perem- Menindaklanjuti rekomendasi HAP, sebagai langkah awalpuan banyak yang tidak masuk sekolah pada saat datang bulan adalah menyelenggarakan pertemuan Perencanaan Tahunkarena tidak tersedianya toilet yang bersih dan aman. Sanitasi Internasional pertama kali pada 7 Mei 2007 di kantor Percik Desember 2007 7
  • 9. L A P O R A N U TA M AUNICEF di New York. Wakil dari LSM,donor, kalangan akademis, bank pem-bangunan dan 29 pemerintah bertemuuntuk berdialog. Salah satu hasilnyaberupa penetapan sasaran tahun sanitasiinternasional.Sasaran Tahun Sanitasi Internasio-nal (TSI) Sasaran utama TSI adalah mengem-balikan komunitas global pada jalur yangsebenarnya untuk mencapai target sani-tasi MDG. Sanitasi adalah dasar darikesehatan, kebanggaan, dan pembangun-an. Meningkatkan akses sanitasi khusus-nya bagi penduduk miskin adalah dasarutama pencapaian semua target MDGs. Foto: Bowo LeksonoSasaran TSI secara terinci adalah: 1. Meningkatkan kepedulian dan Hashimoto Action Plan (HAP) komitmen dari beragam pelaku pada semua tingkatan terhadap HAP, yang diluncurkan oleh UNSGAB, awalnya dinamai Compendium of pentingnya pencapaian target sani- Actions tetapi kemudian diganti setelah ketua UNSGAB Hashimoto meninggal tasi MDGs, termasuk kesehatan, pada tahun 2006. Namanya dipergunakan sebagai penghormatan atas komit- kesetaraan gender, isu ekonomi dan mennya. HAP menjadi hasil yang penting dari World Water Forum IV dan dise- lingkungan, melalui komunikasi, butkan dalam Laporan dan Deklarasi Tingkat Menteri. pemantauan data, dan bukti nyata. Dalam HAP diidentifikasi "your action, our action" untuk mendobrak per- 2. Memobilisasi pemerintah (dari cepatan pembangunan air minum dan sanitasi. Your action dilakukan oleh nasional sampai daerah), lembaga pelaku utama, sementara our action menunjukkan komitmen UNSGAB untuk keuangan, swasta, dan institusi PBB membantu pelaku utama menyingkirkan kendala dan kebuntuan yang mengha- melalui kesepakatan kerjasama ten- langi pencapaian target air dan sanitasi yang telah disepakati. UNSGAB memi- tang bagaimana dan siapa yang akan lih enam tema yaitu keuangan, kemitraan operator air minum, sanitasi, peman- melakukan langkah yang diperlukan tauan, pengelolaan sumber daya air terpadu, dan air dan bencana. 3. Menjamin komitmen nyata un- tuk meninjau (review), membangun Sanitasi dan melaksanakan rencana untuk Didalam HAP, sebagai bagian dari enam tema utama maka sanitasi diberi mereplikasi program sanitasi dan penjelasan secara khusus. Tanpa perubahan radikal, kita tidak akan mencapai memperkuat kebijakan sanitasi target sanitasi MDG. Kepedulian dan political will lebih besar, beserta kapasitas melalui pembagian tanggungjawab lebih baik dibutuhkan. Pada tingkat global, kuncinya adalah advokasi. yang jelas agar rencana tersebut Organisasi tingkat regional dan sub regional seharusnya menangani kampanye dapat terlaksana baik di tingkat untuk mendukung penyediaan bantuan dana, pemasaran, dan teknologi. Dekade nasional maupun internasional. Air untuk Kehidupan (Water for Life Decade (2005-2015)) sebaiknya dipergu- 4. Mendorong demand driven, nakan untuk membangun komitmen politik dalam mencapai target sanitasi. keberlanjutan dan solusi tradi- Untuk mencapai target ini perlu dilakukan: sional, dan pilihan yang diinforma- a. Penetapan tahun 2008 sebagai Tahun Sanitasi Internasional (International sikan (informed choices) dengan me- Year of Sanitation). ngenali pentingnya bekerja dari bawah b. PBB sebaiknya menganugerahkan penghargaan tahunan sanitasi bagi mere- dengan praktisi dan komunitas. ka yang terlibat dan dipandang berkontribusi signifikan dalam pelayanan 5. Menjamin peningkatan alokasi sanitasi di tingkat lokal. dana untuk memulai dan memper- c. Konperensi Sanitasi Global PBB sebaiknya diselenggarakan pada akhir tahankan kemajuan pembangunan Dekade Air untuk Kehidupan untuk mengetahui pencapaian secara global. sanitasi melalui komitmen anggaran UNSGAB akan mendorong donor, institusi terkait dan pemerintah untuk men- nasional dan pengembangan alokasi jadikan sanitasi sebagai prioritas utama. kemitraan. 8 Percik Desember 2007
  • 10. L A P O R A N U TA M A6. Mengembangkan dan memperkuat institusi dan kapasitas manusia melalui pemahaman pada semua SASARAN TSI tingkatan bahwa kemajuan pencapaian target sanitasi MDGs melibatkan beragam program baik higinitas, fasili- 1. Meningkatkan kepedulian dan komitmen tas rumah tangga dan pengolahan air limbah. Mobilisasi komunitas, pengakuan peran wanita, bersama dengan 2. Memobilisasi pemerintah pemaduan intervensi perangkat keras dan lunak meru- 3. Menjamin komitmen nyata pakan hal mendasar. 4. Mendorong demand driven, keberlanjutan7. Memperkuat keberlanjutan dan keefektifan solusi sa- nitasi yang tersedia, untuk memperkuat dampak kese- dan solusi tradisional hatan, penerimaan secara budaya dan sosial, kesesuaian 5. Menjamin peningkatan alokasi dana teknologi dan institusi, dan perlindungan lingkungan dan 6. Mengembangkan dan memperkuat institusi sumber daya alam.8. Mempromosikan dan mendokumentasikan hasil dan kapasitas manusia pembelajaran untuk memperkuat pengetahuan dan con- 7. Memperkuat keberlanjutan toh sukses sanitasi yang berkontribusi besar pada advokasi 8. Mempromosikan dan mendokumentasikan dan meningkatkan investasi sektor. hasil pembelajaran. Titik Simpul (Focal Point) Pelaksanaan TSI Dalam deklarasi PBB tentang TSI, disebutkan secara jelas bahwa titik simpul (focal point) pelaksanaan TSI adalah Department of Economic and Social Affairs dari Kantor Sekretariat Jenderal PBB (UNDESA). Tugasnya selain sebagai titik simpul juga mencakup mengembangkan usulan aktifitas pada semua tingkatan, termasuk sumber dana yang memung- kinkan. Dalam melaksanakan tugsnya, UNDESA bekerjasama dengan pemangku kepentingan termasuk UNICEF, WHO, UN Habitat, the Water Supply and Sanitation Collaborative Council (WSSCC), the UN Environment Programme, the UN Development Programme, UNSGAB, LSM, swasta dan perguru- an tinggi. Peluncuran TSI dilaksanakan oleh UNDESA bekerjasama dengan UN-Water Task Force on Sanitation. Informasi lengkap tentang TSI dapat diperoleh dari situs www.sanita- tionyear2008.org atau http://esa.un.org/iys Kebutuhan Investasi Sanitasi Secara global dibutuhkan USD 10 miliar atau sekitar Rp. 95 triliun per tahun untuk mencapai target sanitasi MDG tahun 2015. Jumlah investasi yang sama dibutuhkan untuk menyedi- akan sanitasi bagi seluruh penduduk dunia dalam 1 sampai 2 dekade setelah tahun 2015. Kebutuhan investasi sanitasi ini hanya mencapai kurang dari 1 persen dari total pengeluaran militer global tahun 2005, atau sepertiga dari pengeluaran air kemasan penduduk dunia, atau kira-kira sama dengan pengeluaran penduduk Eropa untuk pembelian es krim setiap tahun. Sebenarnya jumlah investasi sanitasi yang dibutuhkan setiap tahun tidak terlihat besar tetapi dampaknya sangat besar bagi kesejahteraan penduduk dunia. Foto: Bowo Leksono OM dari berbagai sumber Percik Desember 2007 9
  • 11. L A P O R A N U TA M A MOMENTUM TSI 2008 BAGI PEMBANGUNAN SANITASI INDONESIATantangan Pembangunan SanitasiS anitasi di dalam konsep pemba- ngunan, di Indonesia dan di keba- nyakan negara lain, dimasukkandalam kotak pembangunan infrastruktur.Sayangnya ini ternyata membuat sanitasimenjadi "anak tiri" dalam kotak itu. Se-bagai anak tiri, keberadaanya-pun men-jadi kurang diperhitungkan. Padahal pe-ngelolaan sanitasi yang buruk bisa meng-akibatkan kerugian ekonomi hingga 4%dan kerugian keuangan hingga 2% dariGDP (Pidato Menteri Bappenas dalamKSN) yang nilainya bisa mencapai 45 tril-iun rupiah pertahun. Ironisnya pendu-lum perbaikan tidak bergerak ke sanitasi.Lihat saja, dalam kurun waktu 30 tahunterakhir, investasi pemerintah untuk sa- Foto: Bowo Leksononitasi hanya sebesar 200 Rupiah per orangper tahun, padahal kebutuhannya 47.000 mencatat bahwa investasi 47.000 Rupiah Momentum TSI untuk IndonesiaRupiah per orang per tahun. Jauh pang- per orang per tahun dapat meningkatkan Sebagai langkah awal dan terpentinggang dari api. Sementara sekitar 30 produktifitas mencapai 79% dan penghe- dalam menyambut program PBB terse-persen penduduk Indonesia masih tidak matan biaya sanitasi mencapai 19% (State but, pada tanggal 19-21 Nopember 2007memiliki akses sanitasi dasar, yang berar- of Sanitation in Indonesia, WSP 2006). dilangsungkan Konperensi Sanitasi yangti jauh lebih buruk dari negara tetangga. Jadi, bila kepedulian sanitasi ini ter- dimotori oleh Bappenas bersama dengan bangun, bukan tidak mungkin indeks pemangku kepentingan baik pemerintah,Dampak Pembangunan Sanitasi pembangunan manusia (Human Deve- donor, LSM, dan perguruan tinggi. Pada WHO mengatakan investasi 1 dollar lopment Index, HDI) Indonesia akan kesempatan tersebut, ditandatangani Ke-(1$) untuk perbaikan sanitasi keuntungan naik. Tidak lagi urutan 41 dari 102 negara sepakatan Bersama diantaranya olehekonominya mencapai 7 dollar (Guy berkembang di tahun 2004, atau 110 dari Menteri Perencanaan Pembangunan Na-Hutton, WSP-EAP 2007). Study WSP lain 177 (2005), 108 (2006 dan 2007). sional/Kepala Bappenas, Menteri Peker- jaan Umum, Menteri Kesehatan, Menteri Perindustrian, Menteri Negara Kependu- dukan dan Lingkungan Hidup, dan Men- Mengapa Sanitasi Penting Bagi Indonesia? teri Dalam Negeri, yang pada intinya 1. Sarana sanitasi yang tidak layak dan buruknya perilaku higienis berdampak pada kematian berkomitmen untuk bekerja sama me- bayi, angka kesakitan dan malnutrisi pada anak yang menjadi ancaman besar bagi potensi ningkatkan kualitas sanitasi. Fokus uta- sumber daya manusia Indonesia. ma kesepakatan ini adalah pengolahan Fakta: Sekitar 100 ribu anak meninggal setiap tahun akibat diare di Indonesia. limbah cair, penyediaan air bersih, dan 2. Produktivitas nasional menjadi terhambat. menumbuhkan perilaku hidup sehat atau Fakta: Indonesia kehilangan potensi ekonomi sebesar 2,4 persen dari Produk Domestik Bruto akibat buruknya sarana sanitasi (ADN, 2002). Berarti setiap rumah tangga menderita kehilang- higienis kepada masyarakat. Selain ke- an potensi pendapatan sebesar sekitar Rp. 120 ribu per bulan. enam menteri tersebut, kesepakatan juga 3. Laju pertumbuhan ekonomi berpotensi meningkat. ditandatangani oleh 9 gubernur, 11 wali- Fakta: Studi WHO menunjukkan bahwa investasi sarana sanitasi sebesar USD 1 menghasilkan kota dan 5 bupati. Langkah selanjutnya tingkat pengembalian ekonomi (economic return) antara USD 8 - USD 21 di negara berkembang termasuk Indonesia. adalah bagaimana mewujudkan kesepa- katan bersama tersebut dalam rencana Sumber: Diadopsi dari Buklet Program Sanitasi Total dan Pemasaran Sanitasi aksi yang jelas dan terukur. 10 Percik Desember 2007
  • 12. L A P O R A N U TA M A Momentun 2008 yang menjadi TSI, patutnya dimanfaatkan daerah, karena disanalah sesungguhnya perbaikan pelayanansecara baik. Pelaku AMPL mengambil peran untuk mempe- sanitasi dan target MDGs dapat dicapai.ngaruhi dan sekaligus meningkatkan dukungan pengambil kebi- Tinggal bagaimana semua pihak saling bergandengtanganjakan di semua tingkatan terhadap pembangunan sanitasi. untuk mewujudkan cita-cita luhur dalam TSI dan KesepakatanPeran dunia swasta juga tidak bisa dianggap sebelah mata, Bersama KSN, agar manfaat yang sebesar-besarnya dari per-melalui CRS (Corporate Social Responsibility)-nya, swasta baikan sanitasi dapat diraih dan sebaliknya kerugian yangmenjadi pemain kunci. Tidak kalah pentingnya adalah ditimbulkannya dapat direduksi. Bila perlu, peringatan Worldmengoptimalkan pendanaan. Meningkatnya dukungan pen- Water Day (WWD) pada bulan Maret 2008 yang akan datangdanaan bantuan hibah (grant) pembangunan sanitasi dari luar dapat diisi dengan tema-tema sanitasi dan bahkan dijadikannegeri harus bisa dimanfaatkan untuk perbaikan pelayanan momentum pencanangan hari sanitasi oleh Presiden Indonesia.yang berbasis masyarakat, khususnya untuk kaum miskin. Semoga.Jangan sebaliknya, dijadikan ajang untuk mencari keuntungan. Dormaringan H. SaragihGaung kemitraan global, harus terdengar "bunyi" hingga ke Knowledge Management Coordinator WASPOLA Sanitasi dan MDGs L aporan MDGs dunia tahun 2006 men- tertinggal (lihat halaman 7), senasib de- Namun untuk tujuan 7, masih segiempat gatakan target pembangunan sani- ngan Bangladesh, Laos, Mongolia, PNG, dan segitiga berbalik. tasi mengalami kemajuan (on Myanmar dan Pakistan. Khusus untuk tujuan Sedikit berbeda dengan laporan track), khususnya di negara berkembang. 7, posisi Indonesia diberi tanda segiempat nasional MDGs 2007, dirilis bulan Namun dengan kondisi (masih) separuh kuning untuk sanitasi (kota dan desa) dan Nopember 2007 oleh Bappenas dan UNDP, penduduk di negara berkembang belum air minum desa, sedangkan air minum yang melihat pencapian MDGs di Indonesia mendapatkan akses sanitasi yang perkotaan diberi tanda segitiga merah secara optimis (Laporan MDGs Indonesia memadai, dikhawatirkan target tidak ter- terbalik. Segiempat itu berarti off track- 2007, Bappenas, hal 89-93). Dikatakan capai (The MDGs Report 2006, halaman slow, yang diperkirakan targetnya akan bahwa sanitasi untuk rumah tangga di 18-19, www.un.org/milleniumgoals). tercapai tetapi setelah tahun 2015, sedang- kota dan di desa, sudah tercapai, namun Untungnya laporan MDGs dunia 2007 kan segitiga berarti off track-regressing, kualitasnya kurang baik. Targetnya 65%, mencatat hal yang lebih menjanjikan, mundur atau stagnan. Kondisi tahun 2007, dengan data dasar 1990, dan saat ini secara global hasilnya sangat positif. Indonesia membaik posisinya diatas rata- sudah tercapai 68%, artinya melebihi tar- Dalam pidatonya Sekjen PBB, Ban Ki- rata garis capaian untuk Asia Pasifik. get (lihat grafik). Moon, mengatakan "target MDGs masih dapat dicapai asalkan kita bisa beker- jasama, melalui tata pemerintahan yang baik, peningkatan investasi publik, pengu- atan kapasitas produksi dan penciptaan lapangan kerja". Agak bersifat otokritik, Ki-Moon, yang asal Korea Selatan, melihat pentingya korelasi pencapaian MDGs de- ngan penciptaan lapangan kerja, aspek yang selama ini hanya pada tataran retorik. Dunia Tidak Memerlukan Janji- janji Baru (the world wants no new pro- mises), kata Ki-Moon. Laporan yang dirilis UN (www.un.org/milleniumgoals) menya- takan bahwa pencapaian tujuan 7 memer- lukan upaya yang luar biasa. Untuk konteks Indonesia, laporan MDGs Asia Pasifik 2006 yang dirilis ADB, UNDP dan UNESCAP (www.mdgasiapasif- ic.org) menempatkannya pada posisi warna merah (falling behind), artinya Percik Desember 2007 11
  • 13. WAWA SA N SAMPAH DAN BANJIR: Korelasi Pengembangan Tata Kota Berdaya Dukung Lingkungan Oleh: Sandhi Eko Bramono, S.T., MEnvEngScB anjir yang melanda ibukota Jakarta beberapa waktu terakhir, relatif memberikan gambaranmengenai perubahan kualitas lingkung-an. Curah hujan yang meningkat secaraluar biasa (mencapai 215-340 mm),diiringi ketidaksiapan infrastruktur yangmemadai, serta daya dukung lingkunganyang semakin merosot, menjadikanfenomena alam ini seakan tidak ter-kendalikan. Bahkan pada saat itu, sekitar75 persen wilayah Jakarta sebagai ibuko-ta negara, terendam banjir dengan ke-tinggian sekitar 30 cm hingga 300 cm dibeberapa lokasi. Salah satu hal yang selalu munculdalam pembicaraan masalah banjir diJakarta, adalah adanya tumpukan dangunungan sampah yang menyumbat alir-an sungai-sungai di Jakarta. Seakan su-ngai-sungai di Jakarta selalu menjadi Kota Jakarta bagian utara (diambil dari atas) merupakan wilayah berpotensi banjir."tempat sampah panjang". Perencanaan Foto: Bowo Leksonosistem penanganan sampah yangseharusnya menjadi bagian dalam peren- kemampuan alam atau lingkungan untuk da lingkungan, atau melakukan duanyacanaan kota, sudah sepatutnya ditinjau menanggung serta menormalisasi sekaligus. Konsep ini harus dijadikanulang. dampak dari beban lingkungan yang dasar dalam pengembangan kota, yang Volume sampah yang dihasilkan diberikan, baik karena aktifitas alam itu akhirnya dapat meminimasi kerugiandapat dikendalikan dan bukan menjadi sendiri maupun karena aktifitas manusia. yang ditimbulkan akibat aktifitas alamnilai mutlak bahwa masyarakat di Daya dukung lingkungan seharusnya atau aktifitas manusia sendiri. DenganJakarta menghasilkan 2-3 liter dijadikan tolok ukur, mengenai kapasitas menggunakan pendekatan ini, diharap-sampah/orang/hari. Hal ini menjadi suatu kota dalam menerima dampak kan pengembangan kota dapat lebih ter-pelajaran menarik bagi para perencana positif maupun negatif dari segala aktifi- struktur, terarah, lebih dinamis, bahkankota, bahwa aspek daya dukung ling- tas yang terjadi di sana. dapat dikendalikan jika daya dukungkungan mutlak dijadikan acuan yang pa- Di saat daya dukung lingkungan tidak lingkungan mengalami perubahan yangling mendasar dalam penyiapan infra- lagi mampu menahan beban yang diteri- membaik atau memburuk.struktur perkotaan. manya, maka potensi kerusakan akibat Daya dukung lingkungan dalam bencana alam akan meningkat. Hal ini pengembangan kota, harus diter- Peningkatan daya dukung harus disiasati dengan meningkatkan jemahkan sebagai seberapa jauh kotalingkungan daya dukung lingkungan itu sendiri, harus dikembangkan berdasarkan daya Daya dukung lingkungan merupakan mengurangi beban yang diberikan kepa- dukung lingkungan yang dimilikinya. 12 Percik Desember 2007
  • 14. WAWA SA NJika daya dukung kota sudah terbatas, maka penambahan daya dukung lingkungan, seperti penggunaan teknologi yangbeban pada lingkungan tidak boleh dipaksakan lagi. Dalam hal dapat mengolah sampah secara cepat dan aman bagi lingkung-penanganan sampah misalnya, setiap kota harus memiliki an. Aspek sumber daya manusia, sumber dana, manajemen,ketentuan bahwa jumlah sampah maksimum yang dapat ditan- serta pengorganisasian harus disesuaikan pula dengan perkem-gani berdasarkan kondisi saat ini (teknologi, sumber daya bangan ini. Dengan penerapan ini, maka daya dukung lingkung-manusia, sumber dana, manajemen, serta pengorganisasian an kota tersebut dapat ditingkatkan yang berakibat tingkat to-yang ada saat ini), adalah A m3/hari. leransi kota terhadap penambahan jumlah penduduk juga men- Jika produksi sampah melebihi batas maksimum tersebut, jadi meningkat. Dampaknya adalah pemerintah daerah dapatmaka sampah tidak dapat tertangani dengan baik. Hal ini dise- lebih toleran untuk meningkatkan jumlah penduduk yang ting-babkan daya dukung lingkungan yang ada di kota tersebut gal di kota tersebut yang umumnya di Indonesia diakibatkanuntuk menanggung beban sampah tersebut serta kondisi eksis- oleh urbanisasi.ting yang ada, tidak mampu menanggulangi sampah dengan vo-lume tersebut. Hal ini berakibat pada penumpukan sampah di Penurunan beban lingkunganpermukiman, tidak terangkutnya sampah, hingga pencemaran Selain meningkatkan daya dukung lingkungan, modifikasilingkungan akibat Instalasi Pengolahan Sampah (IPS) yang lainnya adalah menurunkan beban lingkungan. Beban lingkung-dioperasikan di atas kapasitas operasi. Penumpukan sampah an dapat dikurangi dengan mengurangi jumlah penduduk yangyang ada di sungai juga disebabkan daya dukung lingkungan tinggal di kota tersebut (sehingga produsen beban lingkunganyang telah terlampaui, serta tidak didukung kondisi yang menjadi berkurang) atau mengurangi beban lingkungan setiapmampu menyelesaikan hal tersebut. Ini merupakan potret sebe- orang (sehingga laju penurunan kualitas lingkungan akibat akti-narnya, sebagai penyebab terjadinya banjir di Jakarta, yaitu fitas tiap orang juga berkurang). Berdasarkan pendekatan inisampah yang menumpuk dan menyumbat aliran sungai-sungai maka pemerintah dapat menentukan seberapa banyak sampahdi Jakarta. yang dihasilkan masyarakat. Untuk menanggulangi hal ini, dapat dilakukan dengan Masyarakat harus diatur untuk dapat meminimasi jumlahmeningkatkan daya dukung lingkungan. Selain itu, dibutuhkan sampah yang dihasilkan atau pemerintah harus mendukungpula kondisi yang saling mendukung, yaitu teknologi, sumber segala infrastruktur yang mencegah timbulnya sampah dalamdaya manusia, sumber dana, manajemen, serta pengorganisa- jumlah yang berlebih (misalnya dengan kebijakan program daursian. Dengan perpaduan hal tersebut, maka daya dukung ulang sampah). Bahkan dengan pendekatan ini, sangatlahlingkungan dapat ditingkatkan untuk tetap mampu menerima mungkin pemerintah dapat membuat perbandingan lajubeban lingkungan dari aktifitas masyarakat. kenaikan infrastruktur dengan laju timbulan sampah. Berkaitan Untuk mencapainya, dibutuhkan kerja keras yang luar biasa, dengan ini, istilah "tarikan dan bangkitan" menggambarkandimana bukan hanya teknologi yang mampu meningkatkan adanya aktifitas yang timbul akibat adanya aktifitas lainnya merupakan istilah yang cocok untuk menggambarkannya. Meskipun jumlah penduduk meningkat, namun jika tim- bunan sampah dapat dikurangi, maka volume sampah yang dihasilkan setiap harinya juga berkurang. Pendekatan ini dapat menimbulkan formulasi baru yang mengarah pada pembatasan pembangunan prasarana dan sarana yang berpotensi menim- bulkan sampah. Sebagai permisalan akan muncul angka menge- tahui bangkitan produksi sampah/m2 kawasan komersial. Dengan mengetahui angka ini, maka pemerintah daerah dapat membatasi jumlah mal yang ada di kota tersebut karena dapat mengetahui bahwa tiap m2 mal akan meningkatkan jumlah sampah sebanyak B liter/orang/hari. Misalnya pembangunan kawasan industri dapat dibatasi karena memiliki suatu koefisien bahwa tiap m2 area industri akan meningkatkan produksi sampah sebanyak C liter/orang/hari. Angka-angka ini akan mempertegas keputusan pemerintah daerah pula, misalnya untuk menentukan jumlah lahan hijau yang harus dibangun di kota tersebut, jumlah sarana perparkiran yang harus disediakan, hingga jumlah pompa pengisian bahan bakar (bensin) maksimum yang boleh diba- ngun di kota tersebut. Foto: Bowo Leksono Pendekatan ini akan memudahkan pemerintah daerah Percik Desember 2007 13
  • 15. WAWA SA Nmengetahui secara jelas, sampai sejauhmana kotanya masih harus dibangun,dan hingga sejauh mana pembangunankota harus direm, atau bahkan dihen-tikan untuk sementara waktu. Dalam kai-tannya dengan sampah, hal ini men-jadikan tidak akan ada lagi peningkatanjumlah sampah yang menumpuk di ping-gir jalan, dibuang ke sungai yangakhirnya ikut berpeluang menyebabkanterjadinya banjir, hingga penolakanmasyarakat sekitar lokasi instalasi pen-gelolaan sampah (IPS). Pemerintah daerah dapat mengetahuisecara pasti, besaran-besaran investasiyang dibutuhkan. Berapa banyak inves-tasi yang harus diberikan setiap tahunnyauntuk sarana air minum, sarana air lim-bah, sarana persampahan, sarana jalan, Foto: Bowo Leksonosarana lokasi komersial, sarana industri,dan lain - lain. Investasi pemerintah yang lebih layak huni. penolakan masyarakat akan lokasi IPS,daerah akan menjadi lebih terfokus, Disaat batas ini terlampaui, pemerin- tidak akan terjadi lagi, karena semuaefisien, serta ikut menata kota sesuai tah harus mengerem pembangunan yang prasarana dan sarana infrastruktur telahkeinginan pemerintah daerah secara terjadi untuk menurunkan beban dirancang pada kapasitasnya dan di-lebih terkendali lingkungan atau memberikan masukan operasikan sesuai kapasitasnya pula. teknologi baru yang mendukung pening- Banjir yang mengancam Jakarta jugaKombinasi daya dukung lingkung- katan daya dukung lingkungan di kota diharapkan dapat lebih terkendalikanan dan beban lingkungan tersebut atau melakukan keduanya. lagi di masa yang akan datang. Seringkali Peningkatan daya dukung lingkungan Setelah kota dapat mencapai titik keseim- faktor alam sulit dikendalikan, sepertidisertai penurunan beban lingkungan bangan barunya kembali, maka aktifitas intensitas hujan yang sangat tinggi.dipastikan akan mendorong terciptanya pembangunan perkotaan dapat dihidup- Namun faktor infrastruktur pendukung,tata kota yang lebih teratur, terkendali, kan kembali. Salah satu upaya mengerem seperti sarana drainase yang memadai,dan berkelanjutan. Implementasi hal ini laju masuknya pendatang ke suatu kota sarana persampahan yang memadaiakan meningkatkan tingkat kenyamanan adalah dengan peran pemerintah pusat sehingga sampah tidak lagi menjadidan keamanan masyarakat untuk tinggal memberikan "tarikan" perputaran ekono- penghuni sungai di Jakarta, dan akandi kota tersebut. Daya dukung lingkung- mi di kota lain sehingga terjadi "bangki- meminimasi peluang banjir di masa yangan yang meningkat, disertai penurunan tan" urbanisasi ke kota lain yang akan akan datang.beban lingkungan, akan menyebabkan memberikan persebaran penduduk di Selain itu, aspek politik-ekonomi-kota dapat ditinggali lebih banyak pen- kota lainnya. sosial-budaya-pertahanan-keamanan diduduk. Dengan pendekatan ini dapat terlihat kota tersebut juga dapat lebih dimodel- Tentu saja hal ini merupakan hal yang perkembangan suatu kota dapat diatur kan dengan lebih akurat sehingga peme-paling ideal untuk terjadi, dimana kota dengan lebih baik bahkan dapat dikenda- rintah tidak terkaget-kaget lagi dengandapat menjadi sangat teratur dalam likan. Pemerintah daerah dapat menge- apa yang terjadi di kotanya sendiri. Danperkembangannya. Kota dapat menjadi tahui secara pasti, kapan pembangunan mungkin Jakarta dapat menjadi kota per-lebih toleran untuk menerima pendatang kotanya harus dibangun dengan tama di dunia yang menerapkan pen-baru tanpa ditakutkan adanya masalah kecepatan tinggi, diperlambat, atau dekatan ini. Semoga!air minum yang tidak memadai, air lim- bahkan dibekukan sementara. Gambaran * Penulis adalah staf Sub Direktorat Kebijakanbah yang tidak tertangani, sampah yang kebutuhan biaya investasi yang dibu- dan Strategi, Direktorat Bina Program, Direktorattidak terangkut, kemacetan yang parah, tuhkan pemerintah juga dapat dipredik- Jenderal Cipta Karya, Departemen Pekerjaanatau polusi udara yang mengganggu kese- sikan secara lebih akurat dengan kon- Umum. Saat ini tercatat sebagai mahasiswa pro-hatan pernapasan. Kota dapat terus sekuensi alokasi pembiayaan akan men- gram doktoral di Division of Environmental Science and Engineering, National University of Singaporedikembangkan sehingga mampu menca- jadi jauh lebih efisien dan efektif. Kasus (NUS), Singapura. sandhieb@yahoo.compai perkembangan kota menuju kota banjir, tidak tersalurkannya air minum, 14 Percik Desember 2007
  • 16. WAWA SA NSANITASI, KESEHATAN, DAN PENANGANAN Oleh: Imam Muhtarom*K emunculan berbagai penyakit seperti muntaber, diare, berbiak yang baik bagi nyamuk. Kadang dengan jumlah yang malaria, tuberkulosis bahkan malaria dan kusta tidak lebih banyak. Masalahnya, nyamuk akan hidup di mana saja dan lepas dari kondisi lingkungan itu sendiri. Khususnya di membawa jenis bakteri dan virus yang berakibat menular keIndonesia dengan dua musim, kemarau dan penghujan, akan mana-mana. Kerusakan lingkungan dari sanitasi ini masih di-sangat berisiko jika masalah sanitasi terus-menerus dibiarkan tambah kekurangan tanki septik yang sehat.begitu saja tanpa ada penanganan yang serius. Pada musim Berdasar data tahun 2000, ada 31 persen rumah tanggapenghujan, tidak tersedianya saluran air yang memadai menim- tanpa fasilitas tanki septik, tanpa akses sanitasi sama sekalibulkan banyak kubangan air tempat berbiaknya nyamuk. mencapai 26 persen, menggunakan fasilitas publik 19 persen.Keberadaan nyamuk memungkinkan sekali timbulnya penyakit Sedangkan yang memiliki tanki septik pribadi hanya 23 persen,malaria yang berpotensi menimbulkan kematian. Apalagi jika dan hanya 1 persen yang memiliki jaringan pipa pembuanganpengelolaan masalah air yang tidak kunjung selesai semacam yang memenuhi persyaratan. Ini belum ditambah kurangnyakota Jakarta. Banjir yang selalu menghantui setiap tahunnya kebutuhan sanitasi standar berupa pasokan air, penangananberdampak sangat luas pada penghuni kotanya. Banjir ini tidak limbah, drainase, dan penanganan limbah padat (solid waste).hanya menimbulkan jentik-jentik ini mudah berbiak, tetapi Di Indonesia sendiri sebagaimana dikatakan Direktursecara langsung warga kota meski yang mengungsi dan ini tentu Pemukiman Perumahan Bappenas Basah Hernowo (Kompas,menimbulkan berbagai masalah yang lebih parah, mulai dari Agustus 2007), sama sekali tidak memiliki penanganan limbah;pengungsian dan fasilitas yang semakin tak menjamin kese- truk tinja menguras tanki septik kemudian membuang sem-hatan. barangan. Kebanyakan tanki septik pun sebagian besar tidak Juga pada waktu musim kering. Kota sebesar Jakarta tanpa per- memenuhi syarat baku mutu.siapan di musim kemarau selain kesulitan air bersih, sungai dan Kondisi lingkungan Jakarta dan kota-kota besar lain digot-got akan dipenuhi sampah dan airnya berubah busuk. Genang- Indonesia menghadapi masalah yang sama. Buruknya tata kelo-an air di sungai dan got yang di musim hujan menjadi tempat ber- la kota, khususnya sanitasi, dipengaruhi tidak adanya konsepbiaknya jentik-jentik nyamuk, maka di musim kemarau juga tempat yang jelas dan kontinyu dari pihak pemerintah serta perilaku warga kota itu sendiri yang jauh dari standar hidup bersih dan sehat. Akibat Nyata Di Indonesia, penyakit-penyakit berbasis lingkungan masih merupakan penyebab utama kematian. Hal ini tercermin pada penelitian pada tahun 1995 sebagaimana dilakukan Slamet Riyadi M.S. mengungkapkan peringkat dan besarnya kontribusi penyakit-penyakit tersebut terhadap penyebab kematian. Penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menduduki peringkat kedua dan menyumbangkan 15,7 persen kematian. Penyakit diare menduduki peringkat ketiga dan menyum- bangkan 9,6 persen kematian. Tuberkulosis menduduki per- ingkat keempat dan menyumbangkan sekitar 7,4 persen kema- tian. Secara total, penyakit berbasis lingkungan menyum- bangkan sekitar 33 persen atau sepertiga dari total kematian seluruh kelompok umur. Sungai yang kotor banyak ditemukan di kota-kota besar Pada kelompok Balita, pola penyebab kematian lebih tinggi di Indonesia. Foto: Bowo Leksono. lagi. Peringkat pertama diduduki oleh ISPA yang menyum- Percik Desember 2007 15
  • 17. WAWA SA Nbangkan 33 persen kematian. Peringkat kedua diduduki olehdiare yang menyumbangkan 15,3 persen kematian. Sedanginfeksi parasit menduduki peringkat keempat yang menyum-bangkan 6,3 persen. Secara total, penyakit-penyakit berbasislingkungan menyumbangkan 52,4 persen atau lebih dari sepa-ruh dari total kematian balita. Penyakit berbasis lingkungan masih tetap menjadi polautama kesakitan (morbiditas) masyarakat Indonesia. Hasilpenelitian 1995 menunjukkan penyakit ISPA, kulit, diare, dantuberkulosis menyumbangkan secara kumulatif 44 persen. Padakelompok bayi dan balita, penyakit berbasis lingkungan tersebutmenyumbangkan lebih dari 80 persen dari penyakit yang dideri-ta oleh bayi serta balita Indonesia.Pencegahan Perawatan lingkungan sehat bisa diawali dari konsep kon-vensional dari pencegahan, termasuk dalam upaya pencegahanprimer yang menekankan pencegahan secara dini kejadiansuatu penyakit, ditujukan terutama kepada penghambatanperkembangbiakan dan penularan serta kontak manusia dengan Penderita Diare yang kebanyakan balita pada KLB Diareagen, vektor ataupun faktor risiko yang berhubungan dengan di Kabupaten Tangerang tahun 2007. Foto: Bowo Leksono.penyakit (seperti kuman patogen, vektor, dan polutan).Misalnya, penyediaan jamban saniter sangat efektif memu- 3. Berdasarkan kebutuhan masyarakat.tuskan kontaminasi dan perkembangbiakan bakteri penyebabdiare terhadap sumber air atau makanan. Mencuci tangan de- Kesehatan lingkungan yang merupakan salah satu upayangan air bersih dan sabun cukup efektif memutuskan mata pencegahan primer diprioritaskan pada kegiatan kesehatanrantai infeksi bakteri. Demikian pula klorinasi air minum dapat lingkungan yang murah, yang memberikan dampak kesehatanmengurangi peremajaan kuman patogen. Ketiga upaya seperti yang besar, serta merupakan komitmen internasional, yaitudicontohkan di atas dapat merupakan cara sederhana guna pencapaian universal access. Berdasarkan kajian dan uraian-mengurangi risiko timbulnya beberapa penyakit rakyat. uraian tersebut di atas, beberapa kegiatan kesehatan lingkungan Beberapa studi yang dilakukan oleh Esrey dkk (1985-1991) me- yang dapat dimasukkan dalam paket kegiatan program kese-laporkan bahwa intervensi air bersih dapat menurunkan insiden hatan lingkungan, antara lain:penyakit diare sekitar 17-27 persen. Sedangkan beberapa studi 1. Pemutusan rantai penularan penyakit berbasis lingkungan;yang dilakukan Esrey dan Daniel (1990) tentang dampak pe- a. Tersedianya informasi yang murah dan mudahnyediaan jamban terhadap penurunan prevalensi penyakit diare dimengerti tentang kesehatan lingkungan bagi keluar-menghasilkan angka yang konsisten, yaitu 22-24 persen. Demikian ga/penderita dengan penyakit berbasis lingkungan dipula kajian oleh Esrey dkk (1985-1991) tentang intervensi kebia- Puskesmas/Klinik Sanitasi.saan mencuci tangan dapat menurunkan prevalensi penyakit diare b. Kegiatan out-reach proaktif.sebesar 33 persen. Jika ketiga upaya tersebut dilakukan bersama- Kunjungan rumah dalam rangka inspeksi sanitasi padasama secara intensif, sangat mungkin sebagian besar penyakit keluarga penderita dengan penyakit berbasis lingkung-diare yang disebabkan oleh mikroba dapat dicegah. an. Pengambil sampel air yang tercemar untuk pemerik- Pemerintah sebagai pemangku kebijakan mesti mengambil saan laboratorium. Pemberian kaporit pada sumber airlangkah intervensi-intervensi yang mendasar, responsif, progre- yang tercemar.sif, dan komprehensif, yang terdiri dari upaya-upaya promotif, 2. Pemberdayaan masyarakat agar mampu ikut serta dalampreventif, kuratif, dan rehabilitatif berkaitan dengan kesehatan kegiatan kesehatan lingkungan.lingkungan. Namun demikian, konsep yang disodorkan a. Lokakarya mini di Puskesmas maupun di kecamatanpemerintah seyogyanya tidak meninggalkan masyarakat sebagai dalam rangka membahas masalah kesehatan lingkung-basisnya. Untuk itu, perlu ditumbuhkan partisipasi masyarakat an/kegiatan Pekan Sanitasi.dengan prinsip-prinsip sebagai berikut: b. Temu karya di desa dalam rangka penyusunan "Rencana1. Membangun rasa memiliki sebagai dasar pemberdayaan kerja masyarakat". masyarakat.2. Manajemen dan tanggung jawab program diserahkan kepa- *Ahli geologi, tinggal di Jakarta da masyarakat.16 Percik Desember 2007
  • 18. WAWA SA N "Kecil Menanam Dewasa Memanen" dan Peran Guru Memotivasi Siswa Sejak Dini Oleh : *Dewi Utama FaizahM enghadapi tantangan abad secara menyeluruh berbagai aspek ekologi, sebagai jalan keluar dari berba- ke-21 ini pendidikan mesti kehidupan sosial, lingkungan hidup dan gai masalah kemanusiaan yang terjadi mampu mengubah paradig- ekonomi maka lahirlah gagasan saat ini.manya dari yang fragmented menjadi Pendidikan untuk Pembangunan yangpendekatan ekologis yang menempatkan Berkelanjutan (Education for Suistanable KMDM dan peran pendidikanpendidikan dalam sebuah konteks Development) yang mengaktualisasikan Menurut Hyland (1994) kurikulumlingkungan yang saling terkait (ecological potensi peserta didik agar mampu yang dibutuhkan untuk kehidupan diapproach). Terjadinya berbagai bencana memecahkan problema kehidupan abad-21 adalah kurikulum yang meng-kerusakan di lingkungan semesta diaki- terkait isu-isu lingkungan, kemitraan, akomodir nilai-nilai yang ada danbatkan ulah-ulah tangan, pikir, dan hati respek, dan pemahaman global yang dianut masyarakatnya. Seperti berpikiranmanusia telah menyadarkan kita bahwa berfokus pada tiga pilar yakni ma- terbuka, dapat melihat jauh ke depanpendidikan mesti mampu mewujudkan syarakat, lingkungan, dan ekonomi. (futuris), demokratis, dan menyediakankeseimbangan antara kehidupan manu- Sejalan dengan itu muncul lagi isu kesempatan kehidupan di berbagaisia di alam semesta ini. MDGs (Millenium Development Goals) bidang. Tentu saja, kondisi di atas telah Memberikan kesadaran kepada para yang secara bersama-sama menanggu- diadopsi ke dalam dokumen resmi yangsiswa akan kehidupan di abad ke-21 yang langi masalah yang dihadapi sebagian bernama Kurikulum yang telah disosial-diwarnai oleh kehidupan masyarakat besar negara berkembang terkait keku- isasikan pada tahun 2006 lalu.yang sangat heterogen dan permasalahan rangan pendidikan dan kemiskinan, buta Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikanluar biasa terkait lingkungan hidup yang huruf, dan degradasi lingkungan. (KTSP) demikian namanya, telah mem-semakin tercemar, konflik, peperangan, Pendidikan ternyata telah menjadi berikan kewenangan kepada sekolahdan kemiskinan merupakan sebuah tumpuan "harapan" setidaknya memberi untuk mengelola proses pembelajarankemestian. Salah satu upaya menyikapi kontribusi besar terhadap kesadaran sesuai kondisi wilayah mereka masing- masing yang mengacu pada upaya men- didik para siswa menjadi manusia seu- tuhnya (holistik). Menjadikan murid-murid yang cerdas spritual, cerdas akademik, cerdas fisik, cerdas emosi, cerdas sosial, dan kreatif merupakan tujuan yang hendak diraih pendidikan nasional kita. "Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manu- sia yang beriman dan bertakwa kepada SD Negeri Raberas Sumbawa Besar terletak di perbukitan gersang. Berkat tangan dingin warga sekolah, SD ini menjadi sekolah hijau. Foto: Dewi Utama Faizah. Percik Desember 2007 17
  • 19. WAWA SA NTuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,dan menjadi warga negara yangdemokratis serta bertanggung jawab"(UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003, Bab IIpasal 3). Kecil Menanam Dewasa Memanen(KMDM) merupakan program pen-didikan terkait pendidikan nilai (virtues)yang mesti dapat diaplikasikan melaluisistem pendidikan kita. Peran pen-didikan, sejatinya mampu memperbaikiberbagai masalah yang ada dimasyarakat. Masalah lingkungan dankonservasi merupakan masalah luarbiasa karena terkait pendidikan nilaiyang butuh dipraktikkan. Kita mesti mencari jawaban dari per-paduan antara "pendekatan sistem danpendekatan individu", yaitu bagaimanaKMDM sebagai pendekatan sistem yang Sumbawa garden ala SD Negeri Raberas. Dipenuhi pepohonan, tanaman apotik hidup dan kolam ikan. Foto: Dewi Utama Faizah.berfokus pada pendidikan lingkungandan konservasi dapat diintegrasikan kedalam semua aspek pembelajaran di Artinya sejauh mana kurikulum mampu ting dalam proses pembelajaran, yaknisekolah. Jangan jadikan program KMDM memberi dampak kebajikan pada diri berpikir, merasa dan berbuat, yang sela-sebagai program tempelan yang anak dan lingkungannya (beyond cur- ma ini dikenal tiga ranah taxonomyterkadang tak kuat menahan fenomena riculum) itulah rupa tonggak keberhasi- bloom (kognitif, afektif dan psikomotor).sosial yang mendorong dahsyat bagaikan lan pendidikan itu sendiri. Berpikir artinya apa yang kita pelajari,air bah. Bronfenbrenner mengatakan, merasa artinya apresiasi terhadap apa perkembangan anak dipengaruhi konteks yang dipelajari, sementara berbuatPeran guru mikrosistem (keluarga, sekolah dan adalah pengalaman berbuat dan tidak Belajar dari pendidikan di Jepang teman sebaya), konteks mesosistem hanya cukup melalui diskusi tentang apayang mengajak semua murid mulai TK (hubungan keluarga dan sekolah, sekolah masalah yang dipelajari.dan SD mampu bersikap dan berperilaku dengan sebaya, dan sebaya dengan indi- Mengintegrasikan nilai-nilai KMDMramah terhadap lingkungan sangat vidu), konteks ekosistem (latar sosial dalam pembelajaran merupakan sebuahterkait erat dengan local genius yang orang tua dan kebijakan pemerintah), proses pergelutan anak dengan semestamereka genggam dalam tradisi sehari- dan konteks makrosistem (pengaruh alam. Dimana anak akan tercelup untukhari. Sejak TK, kaki mereka telah dicelup- lingkungan budaya, norma, agama, dan melakukan praktik-praktik nyata dengankan ke dalam sepetak sawah yang terda- lingkungan sosial dimana anak dibe- lingkungannya. Konsep pendidikanpat di sekitar sekolah mereka. Tangan- sarkan. Artinya kegiatan KMDM ini mesti berwawasan lingkungan telah diapli-tangan kecil mereka berebut menabur dilakukan secara holistik. kasikan dengan baik jauh sebelumbiji-bijian dari dapur ibu mereka. Ada Mampukah kita mendidik dalam kon- Indonesia merdeka. Kearifan lokal yangpadi, aneka kacang, aneka umbi telah teks mikrosistem, mesosistem, dan eko- dianut berbagai suku/etnis yang ada dimereka tabur semenjak dini. Kaki-kaki sistem? Tentu saja diawali dengan men- Indonesia memberikan kontribusi yangkecil mereka juga berebut berlari di ping- didik anak-anak sebagai individu yang signifikan dalam membangun pen-gir sungai menabur benih-benih ikan. saat ini berada di TK dan SD. Bukankah didikan di masa lalu. "Mori wa umi no koibito" (hutan 10 tahun kemudian mereka akan menjadi Sebutlah filosofi "alam terkembangadalah kekasihnya laut). Itulah novel bagian dari masyarakatnya dan bangsa? jadi guru" yang dianut masyarakatnon-fiksi yang menjadi bacaan wajib bagi Minangkabau atau sistem pengairanmurid SD. Mereka diajak berpikir secara Konsep KMDM mesti terintegrasi "Subak" di Bali, atau Suku Baduy yang"metakognitif" untuk dapat menangkap dalam proses pembelajaran bertahan dengan tradisi uniknya dalamhakikat makna dari kegiatan-kegiatan Istilah integrasi digunakan untuk menjaga kelestarian alam, menyadarkanyang telah mereka lakukan semenjak TK. menegaskan tiga aspek yang sangat pen- kita bahwa kecerdasan lokal sungguh18 Percik Desember 2007
  • 20. WAWA SA Namat jenius sebagai pembelajaran bagi berbahasa dan sains. Mengajak muridnya akan terbangun baik dalam diri anakkita ke depan. ke kebun sekolah, merawat dan menga- secara internal semenjak dini. KMDM bukanlah subyek, namun matinya sebagai bagian dari sumber Sementara peran serta masyarakatbagian dari setiap subyek. KMDM meru- inspirasi belajar. Guru itulah yang akan merupakan mitra penting dalampakan bagian yang mengisi kehidupan mampu menciptakan suasana dan kon- mengembangkan KMDM ke depan.akademik dan kehidupan sosial setiap disi yang positif dalam mendidik. Indonesia sebagai bangsa yang beragam,anak. KMDM dapat ditampilkan dalam KMDM mesti didukung kebijakan terdiri dari berbagai latar sosial, suku,tindakan/aksi nyata seperti sekolah hijau sekolah dan praktik-praktik nyata. bangsa, budaya dan agama tentunyayang melibatkan rasa tanggungjawab, Administrasi sekolah memiliki pengaruh membutuhkan satu pendekatan yangrespek dan kerjasama. yang signifikan dalam menentukan komprehensif untuk dapat menyumbang KMDM adalah pendidikan untuk lingkungan sekolah. Jika guru sebagai suksesnya program KMDM.berbuat. KMDM dapat saja berlangsung model yang diharapkan dapat menum- Menanamkan nilai-nilai cinta lingkungandalam forum-forum diskusi dan simulasi. buhkan karakter pada diri muridnya, dan konservasi sesuai dengan kaidahNamun kita mesti ingat apa tujuan pen- maka kebijakan sekolah akan mengu- budaya bangsa Indonesia merupakandidikan nasional kita. "….. untuk atkan komunitas sekolah sebagai titik tumpu kita bekerja.mengembangkan potensi peserta didik miniatur sosial bermasyarakat. Jika seko- Membangun moral kolektif dalamagar menjadi manusia yang beriman dan lah berhasil membangun komunitas dunia pendidikan agar para murid kitabertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekolah yang berkarakter, maka ini men- mencintai bumi tempat mereka berpijakberakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, jadi benchmarks yang dapat menjadi merupakan sebuah perjuangan utamakreatif, mandiri dan menjadi warga indikator mengevaluasi kemajuan agar dapat mempertahankan eksistensinegara yang demokratis serta bertang- wilayah. kehidupan berbangsa yang beradab kegung jawab". depan. Kesuksesan sekolah dalam mem- Lingkungan sekolah yang positif akan Memberdayakan guru untuk mem- bangun individu murid-muridnya meru-membangun program KMDM. Sekali lagi promosikan KMDM pakan modal sosial bangsa dalam mem-bahwa guru yang dibutuhkan adalah guru Guru sebagai si pembuat keputusan bangun peradaban.yang menyadari perannya sebagai dapat bermitra dengan orang tua dan Pendidikan KMDM terintegrasitauladan dan pemimpin bagi murid- komunitas masyarakat di sekitarnya. bukanlah pendidikan tipu muslihat yangmuridnya. Artinya guru yang dibutuhkan Inilah bagian dari fungsi guru yang mudah seperti melalui hafalan-hafalanadalah guru-guru yang cinta pada otonomi dan bijaksana. Untuk itu penge- yang diuji melalui kertas. Ia membu-lingkungan. Suka mengajak muridnya tahuan dan pemahaman tentang nilai- tuhkan proses yang berkesinambungan,berkebun sambil belajar matematika, nilai kebajikan dari program KMDM tanpa henti. Ia membutuhkan arena untuk senantiasa dapat dipraktikkan, yaitu masyarakat. Untuk itu peran serta masyarakat turut membantu dalam men- dampingi sekolah membangun karakter murid-muridnya. Inilah yang akan mem- bangun kualitas sumber daya manusia sebagai produk dari sekolah dan masyarakatnya. "Hi wa manako, Kokuu wa kokoro, Kaze wa iki, Umi yama kakete, Wagami narikeri". Matahari adalah mata pengli- hatan kita, langit biru adalah hati kita, angin adalah nafas kehidupan kita, laut dan gunung yang terbentang adalah tubuh kita, sungguh sebuah inspirasi yang luar biasa tentang kesemestaan de- ngan nilai-nilai spiritual yang tinggi dalam hakikat pendidikan mereka seba- gai bangsa Jepang. * Staf Direktorat Pembinaan TK Sekolah hijau memberi inspirasi semua warga sekolah. Foto: Dewi Utama Faizah. dan SD Depdiknas, Anggota Pokja AMPL Percik Desember 2007 19
  • 21. WAWA SA N Air Minum dan Penyehatan Lingkungan: dari Sudut Pandang IslamS alah satu buku yang saat ini air limbah, pengelolaan air minum berba- Internasional 2008 menjadikan tulisan dianggap paling lengkap menje- sis masyarakat, dan lainnya. Walaupun ini lebih bermakna. laskan sudut pandang Islam ter- kemudian disadari bahwa salah satuhadap pengelolaan air minum dan penye- kelemahan dari buku tersebut adalah Air sebagai Kebutuhan Dasarhatan lingkungan adalah buku Water kenyataan lokakarya tersebut hanya Disadari bahwa dalam Islam, keter-Management in Islam yang diedit oleh dihadiri oleh kaum intelektual dan pelaku kaitan manusia dan air sangat erat satuNaser Faruqui, Asit Biswas, and Murad AMPL yang muslim tanpa melibatkan dengan yang lain. Manusia bertanggung-Bino, yang diterbitkan oleh International kaum ulama. jawab atas kesejahteraan mahluk hidupDevelopment Research Centre (IDRC) Tulisan ini mencoba merangkum ke- dan diyakini bahwa air merupakan sum-and the United Nations University Press. simpulan penting dari buku tersebut ber daya yang paling berharga dan dibu- Buku ini menjelaskan perspektif dilengkapi dengan beberapa tambahan tuhkan semua mahluk hidup. Hal ini ter-Islam, berdasarkan hasil diskusi dan informasi dari sumber lain. Ditengarai cantum secara jelas dalam Al-Quran daninterpretasi dari peserta Lokakarya masih terdapat kontroversi terhadap Hadits.Pengelolaan Sumber Daya Air di Negara beberapa isu dalam buku tersebut, Ma sebagai terjemahan air dalamIslam, yang dilaksanakan di Amman namun berangkat dari semangat perbe- bahasa Arab disebutkan sebanyak 63 kali,Yordania Desember 1998, terhadap daan adalah rahmat, kami menyajikan dan diungkapkan ratusan kali dalamsejumlah kebijakan pengelolaan air tulisan ini. Semoga momen Tahun Baru Hadits (dokumen yang merangkum ucap-seperti tarif, konservasi air, pemanfaatan Islam 1429 Hijriah dan Tahun Sanitasi an dan perilaku Nabi Muhammad SAW). Kaitan antara kehidupan dan air secara jelas dinyatakan dalam beberapa ayat seperti "Dan Kami jadikan dari air se- gala sesuatu yang hidup" (Quran 21:30) dan "Dan Allah telah menurunkan air dari langit maka dengan air itu Dia menghidupkan bumi sesudah matinya" (Quran 16:65). Air adalah benda sosial yang utama dan hak asasi dalam Islam dan konser- vasi air sangat disarankan oleh Nabi Muhammad SAW. Islam menetapkan prioritas alokasi air adalah (i) kebutuhan dasar manusia; (ii) kebutuhan ternak dan (iii) irigasi. Islam menekankan pen- tingnya memenuhi kebutuhan paling da- sar manusia atas air. Hukum Islam secara jelas menerapkan hukuman bagi mereka yang berlaku merusak kondisi air. Keadilan sosial Semua Muslim mempercayai bahwa Foto: Bowo Leksono menjamin keadilan sosial atau keseta-20 Percik Desember 2007
  • 22. WAWA SA Nraan dalam masyarakat adalah tiang uta-ma Islam. Salah satu hadits yang terkenaladalah "Tidak ada seorangpun akanberiman sampai kamu mendoakan sau-daramu sesama Muslim sesuatu yangjuga kamu inginkan" (Al Bukhari).Senyatanya, hal ini menyangkut dian-taranya ketersediaan air yang memadaisebagai suatu kebutuhan dasar. SeorangMuslim tidak sewajarnya menimbunkelebihan air, malah sebaliknya seharus-nya membiarkan masyarakat menggu-nakan paling tidak untuk memenuhikebutuhan dasarnya. Nabi MuhammadSAW menegaskan terdapat jenis orangyang akan dihindari oleh Allah pada harikebangkitan yaitu "seseorang yangmemiliki banyak air dan ia tidak mem-beri pada pengembara" (Al Bukhari). Airsebagai kebutuhan dasar menjadikansetiap orang berhak untuk mendapatkanmasing-masing bagiannya ditegaskan Foto: Bowo Leksonodalam hadits, yang menjadikan air seba-gai sumber daya milik semua orang, baik pendekatan non-ekonomi dan ekonomi. nyatakan dalam Al Quran bahwa (i)kaya maupun miskin "Sesama Muslim Pendekatan non-ekonomi mencakup isu ketersediaan air tetap sehingga kebu-mempunyai hak menggunakan bersama konservasi air, dan pemanfaatan kembali tuhan air harus dikelola dengan baikatas tiga benda yaitu: rumput, air dan air limbah. Sementara pendekatan "Dan Kami turunkan air dari langit de-api/bahan bakar" (Abu Dawood). Salah ekonomi mencakup isu hak dan kepemi- ngan suatu ukuran …… (Quran 23:18)satu contoh yang sering diperbincangkan likan air, dan pemulihan biaya. dan (ii) tidak boleh disia-siakan "Haiadalah ketika Nabi Muhammad SAW keturunan Adam…… makan dan mi-menyarankan Usman (dikemudian hari Konservasi Air dan Lingkung- numlah dan janganlah berlebihan. Se-menjadi khalifah ketiga) membeli sumur an sungguhnya Allah tidak menyukaidan membolehkan semua orang bebas Dalam kehidupan sehari-hari, kaum orang yang berlebihan. (Quran 7:31).mengambil airnya. muslim diwajibkan untuk selalu dalam Sesungguhnya orang-orang yang boros keadaan bersih baik secara spiritual adalah saudara-saudara setan, danPrinsip Hidup Bersih dan Sehat maupun badaniah. Pembersihan badan adalah setan itu sangat ingkar pada Prinsip Hidup Bersih dan Sehat dilakukan melalui mandi dan berwudhu Tuhannya (Quran 17:27).(PHBS) juga mendapat perhatian dari yang menggunakan air. Hal ini men- Nabi Muhammad SAW sendiri selaluNabi Muhammad SAW. Beliau meng- jadikan kesucian dan kebersihan air men- menekankan pentingnya untuk tidakingatkan agar tidak membiarkan ma- jadi perhatian utama dalam Islam. Kaum menyia-nyiakan air. Kaum muslimkanan dan air minum terbuka tanpa Muslim dianjurkan untuk tidak mengo- diperingatkan agar tidak menggunakanpenutup. Aisha, istri Nabi, menyatakan tori air. Nabi Muhammad SAW menya- air secara semena-mena bahkan ketika"Saya selalu menyiapkan buat Nabi di takan "Janganlah kamu membuang air air yang tersedia cukup banyak. Hal inimalam hari tiga wadah berisi air yang ter- kecil pada genangan air” (Ibn Majah) dicontohkan oleh beliau dengan caratutup: satu untuk wudhu, satu untuk Kewajiban untuk menjaga kemurnian berwudhu yang selalu hanya meng-gosok gigi dan satunya lagi untuk air dan ketersediaan air menjadikan konser- habiskan satu mudd (setara dengan 2/3minum". Sementara cuci tangan setelah vasi merupakan konsep yang jelas dalam liter), dan mandi dengan hanya meng-menyentuh barang kotor atau sebelum pendidikan Islam. Tidak boleh berle- habiskan sekitar 2 sampai 3,5 liter.makan selalu dilakukan oleh Nabi bihan merupakan ajaran yang nyata. Hal Secara umum, disimpulkan bahwa ini harus dilaksanakan dalam seluruh terlarang untuk membuang air kecil atauPengelolaan Kebutuhan Air aspek kehidupan. Keseimbangan antara BAB pada sumber air, air yang tergenang Pengelolaan kebutuhan air di- kebutuhan individu dan komunitas men- (misal danau), atau air yang dipergu-diskusikan dalam 2 pendekatan yaitu jadi perhatian bersama. Secara jelas di- nakan untuk mandi. Larangan ini selain Percik Desember 2007 21
  • 23. WAWA SA N buktikan bahwa sumur dapat dimiliki dan diperdagangkan. Berdasarkan sum- ber ini. Air dikategorikan dalam Islam sebagai berikut (Sabeq 1981; Zouhaili 1992): a. Milik pribadi (air di penampungan milik individu, instalasi pengolahan, sistem distribusi, dan reservoir). Air ini diperoleh melalui pembangunan dan pengetahuan yang diinvesta- sikan. Pemiliknya mempunyai hak menggunakan, dan menjualnya. b. Milik Pribadi Terbatas (danau, mata air yang terletak di lahan pribadi). Pemilik lahan memiliki hak atas air yang ada tetapi juga mempunyai kewajiban. Misalnya ketika sese- orang sangat membutuhkan air se- hingga jiwanya terancam, menjadi kewajiban pemilik air untuk menye- diakan air secara gratis (Al Bukhari). Foto: Istimewa Selain kewajiban tersebut, pemilik lahan dapat menjual airnya.pertimbangan menjaga kemurnian air kebutuhan air, sehingga pemerintah c. Milik Publik (air di sungai, danau,juga mengarah pada konsep pencegahan sebaiknya terfokus pada pengelolaan aquifer, laut, salju dan hujan).penyebaran penyakit. kebutuhan dari pada peningkatan Pada kondisi ini, air tidak dapat Konsep larangan membuang air kecil penawaran yang semakin sulit dan dijual.dan kotoran ke sumber air, air tergenang, mahal. Islam mendukung hal ini, seba-dan air yang dipergunakan untuk mandi gaimana Nabi Muhammad menyatakan Pemulihan Biayadapat diperluas menjadi semua jenis air perlunya menggunakan air secara bijak. Islam memperbolehkan menerapkankotor yang dapat mencemari lingkungan konsep pemulihan biaya. Air tidak untukdan berdampak negatif pada kesehatan Hak dan Kepemilikan atas Air dijual sebab merupakan benda sosial danmanusia, termasuk hewan dan tum- Dalam Islam, air dianggap sebagai dimiliki oleh komunitas. Namun peme-buhan. Tuhan telah bersabda dalam hadiah dari tuhan, sehingga tidak ada rintah, dan penyedia air dapat memper-Quran: Dan janganlah kalian membuat individu secara harafiah memilikinya. oleh pemasukan untuk menutup biayakerusakan di atas muka bumi setelah Manusia adalah penjaga air dan sumber pengolahan, dan distribusi serta peng-baiknya (Quran 7:56) daya lainnya yang keseluruhannya men- olahan air limbah. Terkait konservasi lingkungan, terda- jadi milik komunitas. Namun, hampirpat hadits yang sangat terkenal yaitu semua intelektual muslim berpendapat Pengelolaan Air Berbasis Masya-"Jika tiba waktunya hari kiamat, semen- bahwa individu atau kelompok mempu- rakattara di tanganmu masih ada biji kurma, nyai hak yang jelas untuk menggunakan, Konsep partisipasi komunitas danmaka tanamlah segera" (HR. Ahmad). menjual dan memperoleh kembali biaya membangun kesepakatan telah dikenalHal ini menunjukkan kepedulian ter- pengolahannya. Pendapat ini didasari lama dalam konsep pengelolaan air yanghadap lingkungan tetap menjadi perha- pada dua hadits. Pertama, "Lebih baik islami. Al Quran menegaskan bahwatian kita bahkan ketika sudah hampir kia- bagimu...... ke hutan, (dan) memotong dan keputusan harus didasarkan pada kon-mat. menjual kayu untuk membeli ma- sultasi kelompok dan konsensus. Al kanan....daripada meminta belas kasihan Quran menggambarkan orang beriman Pemanfaatan Kembali Air Lim- orang lain" (Muslim) yang mengan- sebagai "mereka yang yang mematuhi bah dung makna bahwa sumber daya publik seruan Tuhannya dan mendirikan sha- Islam tidak melarang penggunaan seperti kayu dan air dapat dijual dan lat, sedang urusan mereka (diputuskan)kembali air limbah, sepanjang diolah diperdagangkan (Zouhaili, 1992). Ke- dengan musyawarah antara mereka ....kembali sehingga aman untuk dipergu- dua, hadits lainnya yang menjelaskan (Quran 42:38). Pengelolaan air meru-nakan. Implikasinya adalah pengelolaan tentang Usman membeli sumur mem- pakan kebutuhan utama masyarakat22 Percik Desember 2007
  • 24. WAWA SA Nsehingga partisipasi komunitas dalam lingkungan banyak terkait dengan aspek An Nuqayah di Guluk-Guluk, Sumenep,pengelolaan air merupakan keniscayaan. agama, tetapi sampai saat ini pengaruh Madura mendorong santrinya menanam agama (termasuk Islam) belum menjadi pohon sehingga hutan menjadi rindangKesetaraan Gender pertimbangan dalam pelaksanaan pem- yang menghasilkan sumber mata air yang Peran wanita sebagai penyedia bangunan air minum dan penyehatan mengalir di Pondok Pesantren sebagaimaupun pengguna air dan penjaga lingkungan maupun keseharian masya- sumber air wudhu.lingkungan telah disadari. Membawa air rakat sekalipun. Bagaimana di tempat lain? Prinsipdari mata air dan sumur dilakukan oleh Di Indonesia sendiri masih menun- Islam terkait konservasi air telah mulaiwanita. Secara historis, sejarah ritual jukkan banyak contoh belum diterapkan- dipadukan dalam strategi pengelolaannaik haji diformulasikan mengikuti kisah nya prinsip AMPL yang Islami. Sebagai kebutuhan air di negara-negara Islam. DiHajar, istri Nabi Ibrahim. Pencarian air ilustrasi, jika kita mengingat kembali jar- Afganishtan, misalnya, the World Healthantara Safa dan Marwa telah membuat gon yang paling sering diulang-ulang Organisation (WHO) meluncurkan pro-kedua tempat ini mempunyai arti penting terkait kebersihan Annazhofatu minal gram pendidikan kesehatan melaluibagi kaum muslim. Selanjutnya, Zubai- iman (kebersihan adalah sebagian dari mesjid. Imam mesjid dilatih tentangdah, istri Al-Rashid memegang peran iman), tetapi dalam kesehariannya kita praktek kesehatan lingkungan, konser-penting dalam membangun kanal di Me- dapat melihat fakta yang bertolak vasi air, sanitasi yang baik, dan higieni-kah selama periode Abbasid. Kanal terse- belakang. Kita akan sangat sulit melihat tas. Setiap shalat Jumat, imam mesjidbut kemudian dinamai Ein Zubaidah. implementasi kata bijak tersebut. Kondisi akan memasukkan materi AMPL dalam Dalam keluarga Muslim, pembedaan toilet jauh dari memadai, bahkan toilet di khutbahnya. Di Yordania, para imamjenis pekerjaan telah dipraktekkan. Pria Bandara Internasional Soekarno-Hatta mesjid diperkenalkan pada prinsip AMPLbertanggungjawab mencari nafkah, se- sekalipun. Selain itu, sudah menjadi melalui program bersama Kementerianmentara wanita mengambil tanggung- pemandangan umum ketika sampah Sumber Daya Air dan Kementerianjawab mengelola rumah tangga, men- dibuang dari dalam mobil ke jalan, tanpa Urusan Islam.didik dan membesarkannya. Sebagai pandang bulu jenis mobilnya mulai dari Di Timur Tengah dan Afrika Utara,hasilnya, wanita muslim berperan besar kendaraan umum sampai mobil mewah pengelola air minum dapat memperolehdalam konservasi air. Mereka dapat sekalipun. kembali biaya yang telah dikeluarkanmenyampaikan pengetahuan, perilaku, Walaupun demikian, tetap saja kita untuk pengolahan dan distribusi terma-dan praktek konservasi air pada anaknya. dapat menunjukkan contoh yang baik. suk pengolahan air limbah. Sementara di Emil Salim dalam pengantarnya pada Iran, perusahaan swasta diperbolehkanPembangunan AMPL di Negara buku Menanam Sebelum Kiamat. Islam, menerapkan biaya sampai setara denganIslam Ekologi dan Gerakan Lingkungan Hidup total biaya rata-rata penyediaan air Walaupun disadari bersama bahwa (2007), menyatakan bahwa Almarhum minum. Namun, mereka harus jugapengelolaan air minum, sanitasi dan Kyai Basid, Pemimpin Pondok Pesantren menyediakan 25 liter air minum gratis per kapita per hari sebagai kompensasi pemenuhan kebutuhan dasar. Isu Terkait Agenda Tahun Sanitasi Internasional Tahun Sanitasi Internasional (TSI) telah dicanangkan dan salah satu sasaran dari TSI adalah meningkatkan kepedulian dan komitmen semua pihak salah satunya melalui advokasi. Di- sadari bahwa materi agama dan budaya merupakan salah satu bahan advokasi yang penting. Untuk itu, perlu diini- siasi kajian tentang keterkaitan agama dan AMPL dengan melibatkan tidak hanya pelaku tetapi juga agamawan. Hasil kajian tersebut dapat menjadi bahan advokasi peningkatan kepedu- lian terhadap pembangunan AMPL di Foto: Bowo Leksono masa depan. OM Percik Desember 2007 23
  • 25. P E R AT U R A N Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 18/PRT/M/2007 tentang Penyelenggaraan Pengembangan Sistem Penyediaan Air MinumP eraturan Menteri ini dibuat sebagai pelaksanaan dari ketentuan beberapa pasal yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005 tentangPengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (disingkatSPAM). Diantaranya pasal 13, 30, 31, 34, 35, dan 36. Dengan maksud mengatur ketentuan teknis mengenai unitair baku, unit produksi, unit distribusi, unit pelayanan dan unitpengelolaan, kemudian dibuat dan diatur dalam PeraturanMenteri ini. Peraturan ini dimaksudkan agar Pemerintah, PemerintahDaerah, penyelenggara, dan para ahli dalam perencanaan,pelaksanaan, dan pengelolaan SPAM untuk mewujudkan pe-ngelolaan dan pelayanan air minum yang berkualitas denganharga terjangkau, mencapai kepentingan yang seimbang antarakonsumen dan penyedia jasa pelayanan, mencapai peningkatanefisiensi dan cakupan pelayanan air minum, serta mendorongupaya gerakan penghematan pemakaian air. Ruang lingkup pengaturan penyelenggaraan pengembanganSPAM meliputi SPAM dengan jaringan perpipaan yang men-cakup perencanaan pengembangan SPAM, pelaksanaan kon-struksi SPAM, pengelolaan SPAM, pemeliharaan dan rehabili-tasi SPAM, serta pemantauan dan evaluasi SPAM. Perencanaan pengembangan SPAM disusun mengacu padaKebijakan dan Strategi Pengembangan SPAM. Dalam peraturanini juga disebutkan mengenai perencanaan pengembanganSPAM yang terdiri dari Rencana Induk Pengembangan SPAM,Studi Kelayakan Pengembangan SPAM, Perencanaan TeknisPengembangan SPAM, dan Keterpaduan dengan Prasarana danSarana Sanitasi. Adapun yang dimaksud rencana induk pengembanganSPAM adalah suatu rencana jangka panjang (15-20 tahun) yang Foto: Bowo Leksonomerupakan bagian atau tahap awal dari perencanaan air minumjaringan perpipaan dan bukan jaringan perpipaan berdasarkan Penyelenggara dapat melibatkan peran serta masyarakat dalamproyeksi kebutuhan air minum pada satu periode yang dibagi pengelolaan SPAM, yaitu berupa pemeliharaan, perlindungandalam beberapa tahapan dan memuat komponen utama sistem sumber air baku, penertiban sambungan liar, dan sosialisasibeserta dimensi-dimensinya. dalam penyelenggaraan pengembangan SPAM. Bagi Pemerintah Darah wajib menyusun Kebijakan dan Sementara pengoperasian SPAM melalui jaringan perpipaanStrategi Pengembangan SPAM Daerah yang mengacu pada bertujuan untuk menjalankan, mengamati dan menghentikanKebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan SPAM dan per- unit-unit agar berjalan secara berkesinambungan pada kese-aturan pemerintah yang berlaku. Kebijakan dan Strategi luruhan dan/atau sebagian unit.Pengembangan SPAM Daerah antara lain memuat rencana Dalam hal perlindungan sumber air baku dimaksudkanstrategis dan program pengembangan SPAM. untuk menjamin ketersediaan kebutuhan air baku yang keber- Pengelolaan SPAM dilaksanakan apabila prasarana dan adaannya diperlukan dan diutamakan bagi pemenuhan airsarana SPAM yang telah terbangun siap untuk dioperasikan minum rumah tangga. Untuk melaksanakan tanggung jawabnyadengan membentuk organisasi penyelenggara SPAM. tersebut, pemerintah memerlukan alat bagi pengaturan penye-24 Percik Desember 2007
  • 26. P E R AT U R A Nlenggaraan sistem penyediaan air mi- penyelenggaraan pengembangan SPAMnum. Pemerintah melalui dilaksanakan baik secara langsung Pengaturan sistem penyediaan air maupun tidak langsung dalam rangka BPP SPAM melaksanakanminum (yang selanjutnya disingkat mendapatkan data dan informasi kondisiSPAM) yang dilakukan pemerintah mem- pemantauan penyelenggaraan dan kinerja, baik sistem fisik maupun sis-punyai tujuan untuk menciptakan pe- pengembangan SPAM yang tem non-fisik dalam waktu tertentu.ngelolaan dan pelayanan air minum yang dilaksanakan oleh Pemerintah (dalam hal ini Dirjenberkualitas dengan harga yang ter- Cipta Karya) melaksanakan pemantauan penyelenggara di tingkatjangkau. Selain itu pengaturan SPAM penyelenggaraan pengembangan SPAMdimaksudkan untuk mencapai terjadinya Nasional, Provinsi, maupun yang dilaksanakan BUMN dan/ataukeseimbangan dalam kepentingan baik Kabupaten/Kota. penyelenggara SPAM Nasional lainnya,antara konsumen dan penyedia jasa serta SPAM lintas provinsi. Begitu pulapelayanan, dan juga untuk mencapai pe- yang dilakukan oleh BUMD Provinsi danningkatan baik efisiensi maupun cakupan Pemerintah Daerah di mana kope- BUMD Kabupaten/Kota.pelayanan air minum. rasi/badan usaha swasta tersebut diben- Pemerintah melalui BPP SPAM tuk khusus untuk usaha di bidang penye- melaksanakan pemantauan penyeleng-Kelembagaan diaan SPAM. garaan pengembangan SPAM yang dilak- Pengelolaan SPAM dilaksanakan oleh Namun dengan mengingat kembali sanakan oleh penyelenggara di tingkatpenyelenggara berupa BUMN, BUMD, tanggung jawab yang dipegang pemerin- Nasional, Provinsi, maupun Kabu-koperasi, badan usaha swasta dan tah dalam penyelenggaraan pengem- paten/Kota. Untuk pengaturan di daerahmasyarakat, yang khusus bergerak di bangan SPAM, pemerintah harus perlu dibuat Peraturan Daerah yangbidang air minum. Selain itu Pemerintah melakukan pembinaan terhadap ko- didasarkan pada ketentuan-ketentuandan/atau Pemerintah Daerah dapat perasi, dan badan usaha swasta/ma- sebagaimana tercantum dalam Peraturanmembentuk Badan Layanan Umum syarakat tersebut baik dalam hal pembe- Menteri ini.(BLU)-Unit Pelaksana Teknis Daerah rian stándar, pedoman, dan manual Untuk urusan evaluasi, Dirjen Cipta(UPTD) sesuai peraturan yang berlaku. maupun bimbingan, supervisi, konsul- Karya melaksanakan evaluasi laporan Koperasi, badan usaha swasta tasi, serta pendidikan dan pelatihan yang kinerja penyelenggaraan pengembangandan/atau masyarakat dapat menyeleng- disertai pengawasan dalam penyeleng- SPAM tingkat nasional dan laporan eva-garakan SPAM untuk memenuhi kebu- garaan pengembangan SPAM. Hal ini luasi kinerja penyelenggaraan pengem-tuhan sendiri jika wilayahnya belum ter- berlaku juga terhadap BUMN atau bangan SPAM dari pemerintah provinsi.jangkau pelayanan BUMD/BUMN BUMD serta pemerintah daerah. Sistem evaluasi ini berlaku pula padaberdasarkan izin dari Pemerintah atau Dalam hal pemantauan kinerja pemerintah provinsi terhadap pemerin- tah kabupaten/kota. Pengaturan di darah Sebagai pedoman pelaksanaan penye- diaan prasarana dan sarana air minum di daerah perlu dibuat Peraturan Daerah yang didasarkan pada ketentuan-keten- tuan dalam Peraturan Menteri ini. Namun bila daerah belum mempu- nyai Peraturan Daerah, maka untuk sementara pelaksanaan penyediaan prasarana dan sarana air minum di dae- rah diberlakukan ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Menteri ini. Pada saat berlakunya Peraturan Menteri ini, maka semua peraturan pelaksanaan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pengembangan SPAM dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan Menteri Foto: Istimewa ini. KR Dewi Percik Desember 2007 25
  • 27. WAWA N CA R A Nugie Bicara SanitasiEksistensi Nugie sebagai seorang penyanyi dengan tema-tema lingkungan harus memberikan kewajib- diakui hingga saat ini. Adik kandung penyanyi Katon Bagaskara ini annya pada warga. Ya kedua- menjalankan profesi sekaligus berkampanye sebagai wujud nya harus saling memberi, kepeduliannya pada kondisi lingkungan. Terakhir, suami Shinta Dewi ini sesuai tanggung jawabnya. mengeluarkan single terbarunya bertajuk "Dunia Berbagilah" yang dinyanyikan secara keroyokan penyanyi top Indonesia dan menjadi lagu Siapa yang paling tema Konferensi Iklim UNFCC, Desember 2007 di Bali. Pantas bila artis yang khas dengan kacamatanya ini kerap dirugikan dalam hal didaulat menjadi duta lingkungan. ini? Di tempat tongkrongannya, di Sektor 4 Bintaro, Jakarta Selatan, Ya kita semua, masya-kepada wartawan Percik, penyanyi yang mempunyai nama asli Agustinus rakat, karena kita yang hi- Gusti Nugroho bicara tentang sanitasi. Berikut cuplikannya. dup di negara ini. Seha- rusnya kita bisa menikmatiM enurut Anda sebagai publik figur yang peduli pada lingkungan, bagaimana kondisi sanitasipada umumnya di Indonesia saat ini? fasilitas mendasar sebagai hak warga negara apalagi kita Saya melihat di Jakarta dulu sebagai Ibukota Negara, yang sudahseharusnya sanitasi sudah tidak menjadi permasalahan pun masihbermasalah, karena banyak yang masih menyepelekan kebutuhandasar masyarakat ini. Mereka masih hanya memikirkan kebutuhanhidup lain yang menurut mereka lebih penting. Mereka berpikirmendingan memenuhi kebutuhan makan dulu daripada mengu-rusi sanitasi padahal mereka tidak bisa lepas dari kebutuhan dasarsanitasi yang memang sangat dibutuhkan. Sayangnya, banyak juga perumahan yang menomorduakansistem sanitasi saat pembangunan awal. Seharusnya pada saatdeveloper mulai membangun tempat tinggal sudah menyedia-kan sistem sanitasi yang baik. Jadi menurut saya masalah inibelum merata, kebetulan di Jakarta ini yang paling signifikanmasalah sanitasinya karena di sinilah urbanisme terjadi. Sebenarnya faktor apa saja yang menyebabkan sa-nitasi masih buruk di Indonesia? Hal pertama yang paling penting adalah faktor U (uang-red)ya karena menurut masyarakat masih banyak akses kebutuhanhidup lain yang lebih gampang daripada sanitasi. Kedua,kesadaran tentang kebutuhan dasar berupa sanitasi masihbelum merata, masih banyak orang yang memanfaatkan sungaiyang kotor untuk kegiatan keseharian mereka dan merasa sehat-sehat saja. Ketiga, akses sanitasi yang diberikan pemerintahatau pemerintah daerah belum mencukupi. Padahal sebenarnyakebutuhan itu merupakan hak warga negara. Foto Siapa yang seharusnya bertanggung jawab? Bow: Saya tidak mau menuding ini tanggung jawab siapa? Apakahpemerintah daerah atau masyarakat sendiri. Tapi seharusnya o Lesemua harus bersinergi, dimana masyarakat juga harus bertin- ksondak dan berusaha mendapatkan haknya dan pemerintah juga o26 Percik Desember 2007
  • 28. membayar pajak dan yang saya takutkanini akan menjadi masalah yang biasa saja. Menurut Anda, apa Pemerintah su-dah peduli dengan masalah sanitasi? Sebenarnya dengan dibangunnya fa-silitas sanitasi dan pelaksanaan programyang berhubungan dengan bidang itu ar-tinya ada kepedulian dari pemerintahtentunya. Tapi ya itu, saya tidak tahu te-tap ada kendala yang saya tidak tahumusti dimulai dari mana dalam memper-baiki itu semua. Pelayanan pada masya-rakat bagaimana pun musti diutamakan. Apa yang Anda lakukan dengankondisi ini? Saya lebih senang mencari akarmasalah dari bawah, dari masyarakatsendiri terutama dari diri kita sendiri Foto: Istimewadengan cara memperlakukan lingkungandengan lebih bijaksana. Jadi ya saya rasa Pemenuhan akses terhadap sa- annya kepada sungai dan sungai itu di-memulainya dari diri kita sendiri untuk nitasi dasar adalah masuk dalam manfaatkan mereka semaksimal mung-kemudian berbagi dengan orang lain. Ba- tujuan MDGs. Menurut Anda apa- kin, untuk mandi, mencuci, juga mem-nyak juga yang dilakukan beberapa per- kah akses itu akan dapat terpenuhi buang air besar. Ini jelas mempengaruhiusahaan yang saya cukup salut dengan di tahun 2015? kualitas air sungai itu sendiri. Apa yangprogram-program lingkungannya, lepas Saya optimis, karena makin lama pernah saya lihat dan saya datangidari ini sebagai salah satu strategi dagang. orang makin menyadari kebutuhan da- sendiri, masyarakat yang pernah sayaBuat saya kenapa tidak, bila itu memung- sarnya. Banyak pihak, termasuk masya- singgahi atau sekedar saya lewati dankinkan untuk dilakukan. Intinya daripa- rakat yang terpencil pun saat ini sudah mereka hidupnya menggantungkan padada berdiam diri, lebih baik kita bergerak mulai menyuarakan bagaimana meles- sungai, terlihat santai dan menikmatimasing-masing sesuai kemampuan. tarikan lingkungan. Di sini ada gerakan hidupnya. Bagi mereka seperti tidak per- yang muncul dan saya melihatnya sangat nah berpikir bahwa sungai itu perlu dija-Ditingkatan keluarga Anda sendiri, positif artinya karena suatu kebutuhan. ga dari kebersihannya.memulainya dari mana? Walaupun sudah kerap kali ada penyu- Ya saya melakukannya dengan me- Apakah kampanye yang Anda luhan atau peringatan, karena kebutuhanmulai pembuatan lubang-lubang biopori lakukan melalui musik cukup efek- hidup untuk itu dengan kesadaran yangterutama di bagian-bagian talang air dan tif? masih kurang, rasanya sungai-sungai kitasudah sejak 2005. Disamping itu untuk Sejak saya mengeluarkan album per- terus dalam ancaman yang syarat denganmengatasi kelebihan sekaligus kelang- tama di tahun 1994 dengan lagu-lagu ber- kontaminasi di dalamnya.kaan air bersih, juga sebagai penanganan tema lingkungan, menurut saya kondisisistem sanitasi di tingkat keluarga, sekarang sudah semakin kondusif untuk Apa ada lagu Anda yang ber-terutama yang berada di kota-kota besar berbicara masalah lingkungan ketimbang bicara soal sungai?seperti Jakarta ini. Dan sistem lubang- sepuluh tahun silam. Jadi sudah ada per- Ya ada. Judulnya "Cerita Ayah". Sayalubang biopori ini juga berusaha saya ubahan dari masyarakat sendiri dan ini banyak mendengar cerita tentangsebar luaskan diberbagai kesempatan. indikasi kebutuhan masyarakat untuk perairan air tawar di Indonesia dari menyelamatkan lingkungannya. almarhum ayah saya yang seorang TNI. Apa yang dilakukan Anda itu Beliau dulu kerap dikirim ke berbagaiberpengaruh? Pengalaman menarik apa yang pelosok tanah air. Kemudian ternyata, Saya yakin nanti akan berpengaruh. Anda temui sehubungan dengan apa yang saya saksikan sekarang ini takMungkin belum dirasakan sekarang, tapi masalah sanitasi di Indonesia? ditemukan lagi keindahan-keindahansekian tahun ke depan apalagi dengan Masyarakat kita di berbagai pelosok seperti yang ayah saya ceritakan itu. Darisemakin nyata adanya perubahan iklim. daerah banyak mengandalkan kehidup- situlah inspirasinya. Bowo Leksono Percik Desember 2007 27
  • 29. TA M U K I TA Tri Rismaharini Ciptakan Surabaya Bersih dan HijauS aat ini, walaupun belum sempur- Sempat menolak sebelumnya menjabat kepala bagian na, tak hanya warga Kota Sebelumnya, Dinas Kebersihan dan penelitian dan pengembangan itu. Surabaya yang bisa menikmati Pertamanan Kota Surabaya adalah dinas Karena terus didesak, Risma punkenyamanan dan keindahan Ibukota yang terpisah. Orang yang pertama menerima dengan tiga persyaratan. SaatProvinsi Jawa Timur itu. Namun warga ditawari oleh Walikota Surabaya sejak menjabat, tidak boleh ada unsur politikdari luar daerah yang berkunjung ke penggabungan kedua dinas ini adalah yang mencampuri, boleh membawa satuSurabaya pun bisa turut merasakan. Rismaharini. Namun dia tidak langsung staf yang berkualitas dari kantor Hampir di semua ruas jalan pada menerima. sebelumnya, dan semua kebijakannyabagian tengah atau pinggir disulap men- "Saya sempat menolak. Selama dua kelak dikabulkan.jadi taman kota yang sedap dipandang bulan saya terus dikejar untuk menyang- Pertama menjabat sebagai kepaladan sedikit pula sampah yang bisa dite- gupi menduduki jabatan yang bagi saya dinas, Risma bekerja dengan berpedo-mukan di jalanan. Sungai yang banyak sangat berat itu," tutur kepala dinas yang man pada peraturan daerah yangmelintas kota ini pun mulai ditata bersih. Keberhasilan Kota Surabaya dalammenata lingkungannya berkat kerja kerasperempuan bernama Tri Rismahariniyang menjabat sebagai Kepala DinasKebersihan dan Pertamanan. Tentu dengan dukungan seluruh stafdan kesadaran warga. Bahkan sudahtidak ada komentar miring lagi dari peja-bat di lingkungan pemerintahan kotayang selama ini tidak sepakat dengangaya kepemimpinan Rismaharini. "Kuncinya adalah ngewongke(memanusiakan-red) warga. Bagaimanacara kita dalam melakukan pendekatanpada warga dengan berbagai karakteris-tik," kata Risma, sapaan akrabRismaharini dengan logat Surabaya yangkhas. Bagi Risma, membuat kota menjadibersih dan hijau adalah persoalan budayamasyarakatnya. "Tidak mudah memang,apalagi Surabaya dihuni warga denganberbagai kultur yang heterogen yangpenting jangan dipaksa," ujar ibu duaanak yang menjabat kepala dinas sejak 25November 2005. Foto: Bowo Leksono28 Percik Desember 2007
  • 30. TA M U K I TAberlaku. "Jabatan apapun di negeri inidalam penerapannya sudah mempunyailandasan, tapi kerap diabaikan bahkandikesampingkan oleh pelaku kebijakan,"ungkap perempuan kelahiran Kediri, 20November 1961.Gerakan moral dan menggandengswasta Penerapan pola kerja Risma dengantindakan nyata untuk memberi teladanwarga ditiru seluruh staf di jajaran dinasyang dipimpinnya. Tidak segan-segan ibudua anak ini turun ke jalan mengambilsampah yang ada di ruas jalan. "Seperti sudah diduga, awal menjabatkepala dinas ini perlu pengorbanan berat.Setiap hari saya harus berkeliling sepan-jang 80 hingga 90 kilometer untuk meng- Foto: Bowo Leksonoawasi kebersihan kota. Kalau perlu sayaakan mendorong sendiri gerobak sam-pahnya," tegas Risma. Banyak kelurahan korupsinya ditutup, tindakan Risma ini Dalam tempo yang relatif cepat, pem- merupakan ancaman bagi mereka.berdayaan warga untuk menyadari akan yang berlomba-lomba Sampai pada akhirnya Risma dimutasiarti penting kebersihan lingkungan men- mempercantik diri sebagai kepala bagian penelitian danjadi gerakan moral. Banyak kelurahan mendukung kebersihan pengembangan. Padahal saat itu, karyayang berlomba-lomba mempercantik diri kota. Ribuan kader Risma ini hendak ditengok Wakilmendukung kebersihan kota. Ribuan Presiden Jusuf Kalla.kader kebersihan dan kesehatan pun kebersihan dan Sistem transparansi lewat teknologilahir. kesehatan pun lahir. juga diterapkan di lingkungan kerjanya Tak hanya pendekatan kepada warga, saat ini. Setiap hari Risma bisa me-Risma pun menggandeng swasta dalam ngontrol kegiatan kedinasan terutamamengelola kebersihan dan taman kota. yustisi kebersihan dan dua pekan sekali yang berada di TPA (tempat pembuanganSekitar 30 persen pekerjaan dinasnya digelar sidang bagi pelanggar peraturan akhir) Benowo lewat monitor televisi didiserahkan swasta melalui lelang resmi. dengan hukuman denda dan dia hendak ruang kerjanya."Saya berpikir, tidak mungkin terus- menerapkan hukuman moral berupa Dengan sistem komputerisasai, kataterusan menggerogoti uang APBD," kata menyapu jalan selama tujuh hari. "Saya Risma, karyawan yang malas akanRisma. Ini salah satu kebijakan yang pernah melaporkan pada polisi seorang terkontrol dan mereka langsung dike-tidak boleh ditentang atasannya. pengusaha yang menebang pohon sem- nakan sanksi berupa denda bahkan bisa Hasilnya? Sejak empat bulan Risma barangan di depan rumahnya," dipecat dari pekerjaannya. "Banyakmenjabat kepala dinas mulai terasa. kenangnya. orang yang takut penerapan teknologiSampai saat ini, volume sampah Kota dikira sangat mahal, padahal tidak.Surabaya yang tadinya mencapai 50 ribu Sistem komputerisasi Mereka tidak melihat nilai efektifitas-meter kubik tinggal 15 ribu meter kubik Risma adalah pegawai negeri sipil nya," ungkapnya seraya menyebutkankarena sebagian besar sampah dikelola yang dinilai kontroversial. Saat menjabat teknologi yang dipergunakan cumasendiri warga melalui pengomposan. kepala bagian bina bangungan, ia mene- menghabiskan Rp 50 juta.Dibanyak sudut kota dibangun taman, rapkan sistem pengadaan barang dan jasa Risma berani menjamin, saat ini Kotapenerangan jalan umum, dan mem- dengan electronic procument service (E- Surabaya paling bagus diantara daerahfungsikan kembali ruang-ruang publik. Proc). Sistem berbasis internet ini untuk lain. "Kami yakin karena sudah terbukti Risma pun konsisten menerapkan mempermudah sekaligus menjamin volume sampah di kota ini turun berkataturan dengan melaporkan warga yang transparansi lelang pengadaan barang dan kesadaran warga dan sistem yang di-kedapatan membuang sampah sem- jasa pemerintah kota. terapkan," tuturnya mengakhiri. Bowobarangan. Setiap hari digelar operasi Bagi pejabat yang merasa ladang Leksono08 Percik Desember 2007 Percik Desember 2007 17
  • 31. R E P O RTA S E Kota Blitar MENGOLAH SAMPAH SAMPAI TUNTASS osialisasi capaian MDGs kebutuhan sanitasi dasar. Program pembangunan Kota Blitar (Millennium Development Goals) "Kebijakan Pemerintah Kota Blitar yang melibatkan partisipasi masyarakat pada tahun 2015 dikalangan terhadap sanitasi dasar ini merupakan dalam kebutuhan sanitasi dasar meliputipemerintah daerah dan kota di Indonesia komitmen yang mengacu terhadap bidang pengolahan sampah dan sanitasitampaknya masih sangat kurang. Banyak MDGs," ungkap Wakil Walikota Blitar berbasis masyarakat.daerah yang masih belum memahami Ir. Endro Hermono, MBA, saat ditemuiserta jauh dari capaian itu. Percik di ruang kerjanya, beberapa Ipesatu (instalasi pengolahan sam- Namun Pemerintah Kota (Pemkot) waktu silam. pah terpadu)Blitar sudah mendahului dengan mem- Deklarasi ini, kata Endro, juga seba- Keterbatasan lahan TPA (tempatbuat gebrakan berupa Deklarasi Blitar. gai peringatan terhadap Pemerintah pembuangan akhir) untuk sampah diDeklarasi yang merupakan komitmen Pusat dan pemerintah kota maupun dae- seluruh Kota Blitar mendorong pemerin-antara pemerintah dengan masyarakat rah lain. "Sebelum menelorkan deklarasi, tahnya mengambil keputusan cukupuntuk bersama-sama memerangi kami sudah melakukan pembangunan penting. Tahun 2004, Pemkot Blitarkemiskinan. Dan salah satu isi dari yang berbasis masyarakat terlebih dulu," berusaha mengubah pandangan lamadeklarasi tersebut adalah pemenuhan ujarnya. tentang penanganan sampah dari kumpul-angkut-buang menjadi kumpul- angkut-kelola. Dan arti TPA pun berubah menjadi "tempat pengolahan akhir" melalui pro- ses Ipesatu (instalasi pengolahan sampah terpadu). Satu masalah berupa keter- batasan lahan TPA bisa teratasi. Konsep yang digunakan dalam TPA tersebut sekarang berusaha mengelola sampah agar volume sampah yang harus dibuang dapat berkurang. Ipesatu men- coba menerapkan prinsip 3R (reduce, reuse, recyle) dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu Ipesatu menerapkan sis- tem pengomposan dan pembakaran dalam pengolahan sampahnya. Sapto Triyono dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Blitar memaparkan rata-rata volume sampah yang masuk Ipesatu per harinya mencapai 307 meter kubik. "Sampah yang terangkut ini sudah men- capai 67 persen," katanya. Sampah tersebut, kata Sapto, diolah terlebih dahulu dalam mekanisme pemi- lahan. "Pemilahan dilakukan secara ma- nual dan juga mekanis. Setelah diturunkan Gerbang tempat pembuangan akhir (TPA) Kota Blitar. Foto: Bowo Leksono. dari truk, sampah dipilah berdasarkan30 Percik Desember 2007
  • 32. R E P O RTA S Ekemungkinan sifatnya yang bisa terbakaratau tidak," ungkapnya. Untuk sampah yang bisa terbakardipisahkan sendiri untuk kemudiandimasukkan ke tungku pembakaran.Sampah tersebut dipisahkan secara ma-nual untuk kemudian ditempatkan diatas conveyor belt (ban berjalan) yangakan membawanya langsung ke ruangpembakaran. Sampah sisa yang tidak masuk dalamkategori untuk dibakar kemudian secaramanual dimasukkan ke rotary screener(sebuah tangki berputar dengan dindingdari jaring-jaring kawat). Sampah berupaserpihan daun dan ranting kecil ataumateri organik lainnya akan terpisah danturun secara grafitasi dengan putaran-putaran rotary screener tersebut. Bagiansampah ini kemudian akan ditempatkanke atas conveyor belt yang akan mem- Kawasan Ipesatu di TPA Kota Blitar. Foto: Bowo Leksono.bawanya ke bak pengomposan. Sisa sampah yang keluar dari rotary beban sampah yang tidak dapat diolah serta tenaga pengangkut dikelola wargascreener berupa sampah kasar namun dan harus dibuang," tutur Sapto. RT dan RW. Iuran ditentukan wargamasih mengandung materi organik di Beban pemerintah akan semakin sendiri untuk kemudian digunakan seba-samping non-organik seperti plastik. Sisa ringan bila warga pun mengolah sampah gai upah tenaga pengangkut. Setiap hari,sampah tadi keluar melalui conveyor belt skala rumah tangga. Di Kota Blitar sudah Dinas Lingkungan Hidup mengopera-yang diarahkan ke mesin pencacah. ada sekitar 60 rumah tangga yang me- sikan dua truk dan dua unit uproll. Setiap Mesin tersebut akan memotong ngelola sampah menjadi kompos secara hari dua kali kedua truk itu beroperasimateri organik yang masih kasar menjadi sederhana. Sebelum pengomposan, dan tujuh hingga delapan kali rotasiserpihan yang kecil untuk mempercepat warga melakukan pemilahan antara sam- mobil uproll.proses komposting ditahap selanjutnya. pah organik dan anorganik. Sampah Pengelolaan sampah di Ipesatu masihSampah dari mesin pencacah langsung organik inilah yang akan dibuat kompos dalam tahap awal sehingga masih banyakdibawa ke bak komposting dengan con- untuk kebutuhan pupuk tanaman rumah kekurangan di TPA tersebut. Ipesatuveyor belt. tangga. masih terlihat minimalis dimana pe- Saat sampah dari rotary screener tadi Pemkot Blitar menyerahkan sepenuh- ngelolaan terkesan hanya mengutamakanberjalan di atas conveyor dilakukan nya investasi peralatan dan pengelolaan jalannya pengoperasian Ipesatu. Peng-pemilahan secara manual sebelum sam- Ipesatu kepada pihak swasta yaitu CV. olahan masih belum terlihat rapi danpah mencapai mesin pencacah. Pada Abadi Jaya dengan masa kontrak selama bersih.tahap tersebut sampah-sampah plastik 20 tahun. Namun Pemkot Blitar tetap Selain itu, pemilahan sampah masihdan materi non-organik lainnya dike- melakukan pengawasan administrasi dan belum memenuhi kondisi seharusnya.luarkan dari atas conveyor belt. operasionalnya terhadap pihak pengelo- Masih terlihat sampah plastik di con- Sapto mengungkapkan, hingga saat la. veyor belt menuju tungku pembakaran diini sampah dari pemilahan tersebut "Untuk pengangkutan sampah dari mana seharusnya plastik tidak bolehmasih belum diolah namun Pemkot TPS (tempat pembuangan sementara) ke dibakar. Apalagi jika pembakarannya ti-Blitar dalam pelaksanaan pembangunan Ipesatu tetap dikelola pemkot melalui dak sempurna.fasilitas pelengkap Ipesatu lainnya akan Dinas Lingkungan Hidup Kota Blitar. Tapi paling tidak, Kota Blitar denganmulai mengolah sampah berupa plastik Sedangkan dari sumbernya pemkot sadar telah satu langkah lebih maju di-tadi. memberdayakan masyarakat untuk banding daerah lain untuk bersama-sama "Dengan fasilitas tambahan tersebut melakukan pengangkutan sampah dari warganya menyelesaikan masalah yangrencananya Ipesatu akan mengolah sam- rumah-rumah warga ke TPS," tutur seperti tidak kunjung selesai. Mengolahpah plastik untuk dijadikan biji plastik. Sapto. sampah secara tuntas! Bowo LeksonoDengan demikian akan semakin sedikit Sarana pengangkut seperti gerobak dan Afif Numan Percik Desember 2007 31
  • 33. INSPIRASI Menciptakan Toilet Umum yang NyamanS uatu ketika, Hillary Clinton datang ke Indonesia. Ia berkunjung ke sebuah sekolah dasar, dengan sambutan yang sangat meriah tentunya. Apa yang pertama kali istriPresiden AS Bill Clinton itu datangi? Seusai penyambutan, ia tak langsung duduk di kursi yangtelah tersedia. Namun, berjalan menuju toilet sekolah. Dan,begitulah kondisi toilet umum (public toilet) di Indonesia, kotorkarena tak terawat dengan baik. Apakah, saat itu, tindakan Ibu Negara AS adalah sesuatuyang aneh? Sehingga membuat sebagian pejabat di Indonesiamalu karena memiliki toilet umum yang terabaikan. Ini soalkenyamanan yang merupakan bagian penting dalam hidupmanusia sehari-hari.Nasib toilet umum di Indonesia Sudah menjadi budaya Indonesia, bahwa toilet terletak di Foto: Bowo Leksonobagian belakang sehingga dianggap tidak penting. Bahkan,hanya membicarakannya pun dianggap tabu. Apakah dengan Standar toilet umumdemikian orang mudah tidak peduli dengan tempat untuk Sebagai sebuah kebutuhan hidup, membangun toilet punmemenuhi salah satu kebutuhan biologisnya? perlu memperhatikan rancangan bangunan dari sisi interior dan Selain di sekolah, kondisi toilet umum yang mengenaskan eksterior agar pengguna mendapatkan kenyamanan dan sedapadalah di pasar, terminal, di tempat hiburan, atau di tempat- dipandang mata.tempat umum lainnya. Bahkan tidak sedikit toilet di tempat- Menurut Enny, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikantempat ibadah yang jauh dari nyaman. Kondisi toilet umum dalam membuat sebuah toilet umum. "Secara umum banyak halyang memprihatinkan ini bukan hanya karena pengelolanya tapi yang tercakup di dalamnya seperti kultur, perilaku masyarakat,juga pemakainya yang tidak menyadari bahwa toilet umum kondisi lingkungan, kesehatan, sosial, serta teknologi," ujarnya.adalah milik bersama dan perlu saling menjaga. ATI merancang standar ukuran toilet umum yaitu luas mi- Bagaimana semestinya toilet umum yang standar? Asosiasi nimal satu toilet adalah 90 cm x 150 cm sehingga minimal duaToilet Indonesia (ATI), salah satu lembaga yang peduli terhadap orang bisa masuk secara bersamaan. Jarak minimal antara WCkondisi toilet umum, memberikan definisi bahwa toilet umum dengan pintu adalah 80 cm. Ruang bebas minimal untuk lebaradalah sebuah ruangan yang dirancang khusus lengkap dengan satu wastafel 80 cm. Serta urinoir dipasang dengan ketinggiankloset, persediaan air dan perlengkapan lain yang bersih, aman 43,80 cm dari lantai bagi orang dewasa.dan higienis, dimana masyarakat dapat membuang hajat serta Untuk anak-anak sebaiknya menggunakan urinoir yangmemenuhi kebutuhan fisik, sosial dan psikologis lainnya. sampai lantai. Satu urinoir memerlukan ruang dengan lebar 80 "Kenyamanan dan sustainability toilet tergantung dari di- cm. lebar dinding pemisah untuk urinoir 45 cm dengan keting-sain, manajemen operasional dan penggunanya," tutur Sekjen gian 105 cm.ATI Ir Enny Herawaty kepada Percik. Pada zaman modern ini, Perlu diperhatikan pula bagi penyandang cacat. Untuk anak-lanjutnya, tuntutan kenyamanan dan higinitas sangat diuta- anak, ketinggian dudukan WC 25 cm dan orang dewasa setinggimakan sehingga toilet umum memegang peranan penting dalam 45 cm. sementara yang tak boleh dilupakan dalam sebuah toiletpenentuan kesehatan manusia. adalah daun pintu yang membuka keluar dan penerangan yang Toilet umum yang kotor tak hanya membuat orang segan optimal sebesar 100-200 lumen.memakainya tapi juga akan menjadi sarang dari bermacam Dengan kondisi toilet yang bersih menyebabkan kualitassumber penyakit. "Makin nyaman kondisi toilet, makin banyak hidup lebih baik sehingga mengangkat derajat bangsa di mataorang yang memakainya, sehingga makin sehat masyarakat- dunia dengan toilet umum yang baik, bersih serta sehat. BWnya," ungkap Enny.32 Percik Desember 2007
  • 34. CERMIN Kedai Daur Ulang Nursalam Bertahan di Tengah Kota JakartaJ angan pernah merasa bingung Membuka Kedai Daur Ulang Produk yang dihasilkan Kedai Daur dengan sampah kertas yang Anda Memulai sejak 1996. Salam membuka Ulang seperti berbagai jenis kotak yang atau kantor Anda hasilkan setiap sebuah kedai dengan bangunan mungil di bisa digunakan untuk tempat alat tulishari. Apalagi Anda merasa sayang bila samping rumah tinggalnya. Bangunan kantor (ATK), kotak tisu, buku catatan,berkilogram kertas dibuang percuma. yang sengaja dibiarkan terlihat batu pigura, album foto, dan beberapa lainnya. Ada tempat yang siap menampung batanya digunakan untuk showroom. Untuk urusan pemasaran, disamping ter-kertas-kertas bekas untuk diolah kembali Sementara di pekarangan dipergunakan dapat di took-toko buku Jakarta dan seki-menjadi barang berharga. Ke- tarnya, juga sudah menjelajah hinggadai Daur Ulang, demikian na- luar Pulau Jawa seperti Sumatera,ma tempat pemanfaatan ker- Kalimantan, dan Sulawesi.tas-kertas bekas menjadi ba-rang-barang yang dapat di- Tetap bertahanpakai kembali. Terletak di Jalan Tidak banyak orang atau lemba-Mampang Prapatan XI No. 3A, ga yang bisa bertahan dalam mem-RT 007/01, Kelurahan Tegal buat daur ulang kertas bekas.Parang, Kecamatan Mampang Apalagi sampai untuk bertahanPrapatan, Jakarta Selatan. hidup. "Saya mempunyai misi ingin "Saya bicara daur ulang se- supaya lingkungan menjadi bersihjak 1983, namun banyak orang dengan cara mengolah barang-yang nggak mengerti, apalagi barang yang ramah lingkungan,"peduli," tutur Nursalam, pemi- tutur Salam yang dalam sepekanlik Kedai Daur Ulang pada Foto: Bowo Leksono. membutuhkan bahan baku kertasPercik. Saat itu, Salam, pang- hingga 100 kilogram.gilan Nursalam, aktif di LSM Wahana untuk workshop. Menurut Salam, seluruh jenis kertasLingkungan Hidup Indonesia (Walhi). Setahun kemudian, 1997, Salam tidak dapat menjadi bahan baku daur ulang, lagi aktif di Walhi dan lebih berkonsen- kecuali kertas pembungkus bahan kimiaAwal mendaur ulang trasi pada kedainya. "Kedai ini menjadi berbahaya karena khawatir terkontami- Salam mendapatkan informasi dan tumpuan hidup keluarga saya," tutur lela- nasi. Proses daur ulang yang kamipengetahuan daur ulang sampah ketika ki berusia 44 tahun ini. Dalam satu bulan, lakukan dengan tangan terbuka dan samamenjadi anggota buletin pengelolaan omset kedai Salam mencapai Rp 3 hingga sekali tidak menggunakan bahan kimiasampah sedunia (International Waste Rp 4 juta dengan mempekerjakan lima karena itu dibutuhkan barang-barangManagement) yang terbit bulanan dan karyawan. yang ramah lingkungan," katanya.berpusat di Banglades. Kedai milik Salam tidak hanya di- Salam mengungkapkan kendala yang Selama satu tahun, Salam terus men- jadikan tempat mencari keuntungan dihadapi adalah masalah desain. "Belumcoba mendaur ulang kertas. Percobaan semata. Tapi juga untuk pelatihan dan ada yang khusus membuat desain produkitu pun sempat berhenti. Motivasi me- diskusi bagi siapa saja yang ingin dan barang-barang daur ulang dan biasanyangelola sampah kertas kembali ada ketika mau belajar kompos dan daur ulang, ter- pelanggan membawa contoh desainia melihat kertas hasil daur ulang yang masuk warga di sekitar RT-nya. Tokoh sendiri," ujar lelaki asli Betawi ini.diimpor di sebuah toko. lingkungan di Jakarta yang turut menim- Selama lebih dari 10 tahun, kedai Sa- "Sekarang, kualitas kertas daur ulang ba pengalaman daur ulang pada Salam lam tidak pernah mendapatkan dana dariyang saya buat, berani berdampingan adalah Ibu Bambang dan Ibu Endang, manapun, kecuali bantuan bahan bakudengan produk dari luar negeri," kata guru SMAN 34 Jakarta. "Di kedai ini, kertas bekas dari kantor-kantor di Ja-bapak dua anak membandingkan kertas saya melakukan bisnis untuk menunjang karta. Biasanya dengan kompensasi men-daur ulang produksinya dengan hasil advokasi masyarakat dalam meman- dapatkan hasil kertas daur ulang. Kapan gi-impor. faatkan sampah," ungkap Salam yang liran kantor Anda mengirimkan kertas-ker- juga menjabat sebagai sekretaris RT. tas bekas ke Kedai Daur Ulang?! BW Percik Desember 2007 33
  • 35. S E PU TA R P L A N PUSAT PRODUKSI SANITASI DI DESA TAEKASA da beberapa faktor utama yang mempengaruhi perja- Sentra produksi Distribusi Produk digunakan oleh Produk pengguna di skala rumah (Production centre) lanan program sanitasi massal berbasiskan masyarakat, dalam desa tangga seperti Total Sanitation Campaign (TSC). Sentra pro-duksi (production centre) atau sanitary mart adalah salah satu Distribusi Internal antar desa distribution/userdiantara beberapa faktor untuk mendukung implementasi pro-ram sanitasi berbasiskan masyarakat. Di sentra produksi atausanitary mart kita bisa memproduksi dan menjual bagian-bagian dari WC seperti kloset, lantai WC yang murah (low-cost) Skema 1. Proses sentra produksi sanitasi di Desa Taekasatau alat-alat kesehatan seperti sabun, sikat gigi, dan lain-lain. yang tidak berjalan baik Di Desa Taekas, Kecamatan Miomaffo Timur, KabupatenTimor Tengah Utara (TTU), sentra produksi sanitasi yang dibu- Menghadapi masalah seperti ini, masyarakat mulai meng-at direncanakan untuk mendukung kegiatan TSC yang dilak- ganti strategi impelementasi untuk meminimalisir terjadinyasanakan oleh masyarakat bersama Plan Indonesia, Program masalah-masalah tersebut. Proses pembuatan ring pit dan coverUnit Kefamenanu dan juga untuk mendukung TSC di beberapa pit dipindahkan dan dilakukan secara desentralisasi dan secaradesa sekitarnya. Pada sentra produksi ini diproduksi dua bagian berpindah (mobile) di skala rumah tangga.toilet, yaitu ring pit (berfungsi sebagai pembuangan faeces) dan Sebenarnya hal ini juga memiliki beberapa tantangan padapit cover (berfungsi sebagai lantai sekaligus tutup ring pit). proses distribusi, terutama distribusi bahan baku atau material Pada implementasinya, proses produksi pembuatan ring pit seperti semen, pasir dan batu pecah ke rumah lokasi pembuatandan pit cover tidak mengahadapi kendala berarti. Kalaupun ada WC. Akan tetapi hal ini lebih dapat diterima oleh masyarakatmasalah, hanya mengenai campuran material atau bahan baku Desa Taekas, karena bahan baku ini lebih mudah untuk dapatseperti campuran semen, kerikil dan pasir, tapi secara keselu-ruhan tidak begitu berpengaruh pada proses produksi. Masalahjustru muncul ketika proses distribusi produk dari sentra pro-duksi ke pengguna di level rumah tangga, baik untuk di DesaTaekas sendiri maupun untuk desa sekitarnya. Masalah utama pada saat proses distribusi ini adalah beratproduk terlalu berat sehingga tidak bisa di bawa oleh satu ataudua orang, transportasi manual menggunakan gerobak yangbiasa digunakan oleh masyarakat untuk mengantar berbagaibarang dalam jumlah agak banyak, tidak efektif untuk digu-nakan. Hal ini disebabkan kontur di daerah tersebut yangberbukit dan infrastruktur yang belum mendukung, sepertijalan yang berbatu. Transportasi produk menggunakan mobilatau motor bisa dilakukan, akan tetapi memakan biaya yangcukup mahal untuk ukuran rumah tangga. Masalah-masalah ini mengakibatkan menumpuknya ringpit dan pit cover di sentra produksi. Secara sederhana hal initerjadi sebagai akibat lancarnya proses produksi tapi proses dis-tribusi tidak berjalan dengan baik. Hal ini bisa kita lihat padaskema proses di bawah ini. Foto: Tim Plan34 Percik Desember 2007
  • 36. S E PU TA R P L A Ndilakukan oleh satu-dua orangmeskipun harus dilakukan beberapa Distribusi produk Pemasangan produkkali. Hal ini menyebabkan konsep sen- Sentra internal Produk di rumah tangga atau Produksi desa sendiri/usertra produksi menjadi tidak tercapai lokasi lainterutama sebagai faktor utama untukmendukung program TSC. Distribusi produk Distribusi internal antar desa desa/userLesson learnt Belajar dari pengalaman dari sentra Distribusi produkproduksi yang lama ini, Plan mencoba ke toko/supplier User/penggunauntuk mengidentifikasi sumber dayalokal, baik manusia maupun material,yang memungkinkan untuk membuatsentra produksi kembali yang lebih dite- Skema 2.rima oleh masyarakat dan akan menjadi Proses sentra produksi sanitasi di Desa Taekas yang berjalan baikdasar untuk dikembangkan menjadi sa-nitary mart kelak. ma Michael Kolo, yang mempunyai waktu itu pekerjaan utamanya adalah Hal ini mengakibatkan perubahan kemampuan untuk membuat kloset sebagai tukang bangunan. Jadi produksistrategi dalam mengimplementasikan semen dan memiliki cetakan untuk mem- kloset murahnya berkisar antara 1-20sentra produksi. Sentra produksi hanya buat kloset. Pada tahun 2001, ia pernah unit kloset per bulan.membuat bagian-bagian WC yang berat- dilatih pemerintah daerah untuk pembu- Pada awal tahun 2006, Plan mem-nya tidak terlalu berat, yang bisa dibawa atan kloset ini. Akan tetapi setelah proses bantu Michael meningkatkan kualitasoleh satu atau dua orang, sehingga tidak pelatihan ini ia tidak terlalu mengimple- dan kuantitas produksi klosetnya danterjadi lagi kendala dalam proses dis- mentasikannya. disaat yang sama menghubungkannyatribusi. Berangkat dari prinsip ini maka Kemudian sekali dua kali saja ia dengan pasar. Masyarakat desa dam-dipilihlah kloset untuk diproduksi di sen- lakukan produksi kloset murah sebagai pingan Plan di Kabupaten TTU yang akantra produksi. usaha sampingan dan untuk mengisi melaksanakan program TSC dihubung- Ada seorang warga desa yang berna- waktu ketika ada permintaan, karena kan dengan sentra produksi Michael untuk pembelian kloset murahnya. Selain itu Michael juga mulai membuat iklan dari mulut ke mulut tentang sentra pro- duksinya. Permintaan akan kloset murahnya mulai meningkat bertahap hingga men- capai 50-100 unit kloset per bulan. Hal ini juga membuat Plan mulai memban- tunya mencari cetakan kloset untuk membantu meningkatkan kapasitas pro- duksinya. Michael juga mulai mempeker- jakan pemuda-pemuda desanya yang belum memiliki pekerjaan di sentra pro- duksinya secara paruh waktu. Pada saat pelaksanaan Jambore Pramuka NTT pada tahun 2007 yang di- selenggarakan di Kefamenanu, Kabu- paten TTU, 150 klosetnya dipesan untuk di gunakan di WC di lokasi jambore. Sekarang Michael sudah merencanakan untuk mengembangkan sentra produk- sinya untuk memproduksi keperluan sanitasi masyarakat lainnya seperti sabun Foto: Tim Plan murah. Percik Desember 2007 35
  • 37. S E PU TA R I SS D P Kajian Pasar Sanitasi: MENYEIMBANGKAN ANTARA PENYEDIAAN DAN KEBUTUHAN Banjarmasin, Denpasar, Payakumbuh, Jambi) dapat memberi gambaran awal kondisi penawaran dan permintaan sanitasi di berbagai kota di Indonesia. Kajian nasional ini dilakukan oleh Caroline van der Sluys dan tim ISSDP berdasarkan informasi yang diperoleh dari Buku Putih Sanitasi Kota dan hasil Survey EHRA (Environment Health Risk Assessment). Laporan selengkapnya dapat di peroleh di situs ISSDP (issdp.ampl.or.id) Fasilitas yang tersedia rendah - Air limbah Secara umum hampir semua rumah tangga di enam kota memiliki akses terhadap toilet, meskipun demikian hanya sedi- kit (rata-rata 37 persen) dari toilet ini yang terhubung dengan sarana pembuangan limbah yang layak. Hal ini terkait sarana pelayanan publik untuk pengolahan air limbah yang tersedia. Instalasi Pengolahan Air Limbah hanya terdapat di Surakarta dan Banjarmasin. Cakupan pelayanannyapun sangat terbatas yaitu 10,6 persen dari jumlah penduduk di Surakarta dan 1 persen dari jumlah penduduk di Banjarmasin. Partisipasi swasta dan masyarakat dalam pengelolaan air limbah juga Foto: Tim ISSDP. masih sangat minim. Program Sanimas adalah salah satu pe- ngelolaan limbah oleh masyarakat yang sering dijumpai diD ata yang akurat adalah kunci untuk membuat kajian masyarakat dengan cakupan yang masih kecil (1 persen dari pasar sanitasi, yang menjadi pilar dalam penyusunan jumlah penduduk di Blitar). Strategi Sanitasi Kota yang realistik. Ketersediaanpelayanan sanitasi di enam kota masih rendah, sementara kebu- Gambar 1tuhan akan pelayanan yang tinggi, tapi permintaannya rendah. Tingkat sarana sanitasi yang disediakan oleh rumah tanggaStrategi Sanitasi Kota harus mendorong meningkatnya per- di enam kotamintaan sekaligus menyediakan pelayanan yang berkualitas. Lingkup pembangunan sanitasi dapat diibaratkan sebagai Toilet terhubung dengan fasilitas umum Payakumbuhsebuah pasar, dimana terjadi interaksi antara pembeli dan pen- (system pembuangan air)jual atau pemasok. Adapun yang dimaksud dengan pembeli Jambi Toilet terhubung dengan fasilitas umumdalam pasar sanitasi adalah rumah tangga dan perusahaan yang yang dikelola masyarakat (SANIMAS) Blitar Toilet terhubung ke septic tankmemerlukan jasa sanitasi, sedangkan penjual atau pemasok rumah tanggaadalah para penyedia sarana umum, rumah tangga, komunitas, Toilet yang terhubung pada lubang Banjarmasinsektor swasta sampai lembaga keuangan. kotoran rumah tangga Dalam lingkup pasar sanitasi pemasok harus dapat menyedi- Denpasar Toilet terhubung pada fasilitasakan pelayanan yang terintegrasi dan berkualitas baik dalam pembuangan lain yang tidak layak Surakartamemenuhi permintaan. Kajian pasar sanitasi diperlukan untuk Tanpa fasilitasdapat menghasilkan kebijakan sanitasi yang terarah dan 0% 20% 40% 60% 80% 100%Strategi Sanitasi Kota yang realistik. Analisa pasar sanitasi di enam kota ini (Surakarta, Blitar,36 Percik Desember 2007
  • 38. S E PU TA R I SS D P Meskipun hampir sebagian besar peduli dengan kemana kotoran itu meng- ada jaminan untuk menambah penghasil-rumah tangga memiliki akses ke toilet, alir dan mereka tidak tertarik untuk an.tetapi tidak seluruhnya memiliki akses ke menambah investasi untuk sanitasi,tanki septik (Gambar 1). Keberadaan apalagi jika diminta untuk membayar Perilaku Hidup Bersih dan Sehatjaringan tanki septik di Denpasar adalah sambungan ke sistem saluran limbah Hasil survey EHRA menjelaskantertinggi (45,3 persen) dan terendah di bahan tanah. Tantangannya adalah men- bahwa kebiasaan mencuci tangan pakaiBanjarmasin (15,8 persen). Sebagian ciptakan permintaan untuk aksesbilitas sabun di kalangan masyarakat masih ren-besar lainnya menggunakan lubang yang berkualitas (WSP, 2007). dah, juga pada rumah tangga yang memi-kotoran yang sederhana. Banyak dari liki anak dibawah 5 tahun. Seperti dike-responden yang tidak sadar perbedaan Gambar 2 tahui terdapat lima waktu penting untuktangki septik dengan lubang kotoran Perkiraan aliran limbah air cuci tangan pakai sabun yaitu sebelumsederhana. Untuk mempersihkan tanki yang dibuang ke tempat terbuka makan, sebelum memberi makan bayiseptik, sebagian besar rumah tanggamenggunakan jasa perusahaan pengurasendapan kotoran dan ada pula yang Air buangan Payakumbuh 87,0%membersihkan sendiri atau menyewa yang Dialirkantenaga kerja lokal. Jambi 82,5% ke lingkungan Berdasar pada- Limbah padat Blitar 87,6% perkiraan Meskipun permasalahan limbah Banjarmasin Efisiensi sanitasipadat atau sampah lebih jelas (karena 90,9%terlihat) namun hanya sedikit rumahtangga yang menerima pelayanan peng- Denpasar 80,5%angkutan sampah, itupun dengan kuali-tas pelayanan yang buruk dan dikelola Surakarta 72,0%dengan buruk atau tidak tepat lokasinya.Sebagian besar dari mereka mengelola 0% 20% 40% 60% 80% 100%limbah sendiri dengan tingkat efisiensiyang berbeda-beda. Yang menarik darilimbah padat ini adalah banyaknyaperusahaan swasta yang aktif terlibat, atau ASI, sebelum menyiapkan makanan,termasuk pemulung sampai ke pendaur sesudah buang air besar dan sesudahulang. Terdapat banyak perusahaan kecil Hanya 40 persen membersihkan kotoran bayi.dan individu yang memanfaatkan sam- yang mencuci Pada kenyataannya, sebagian besarpah dan menjadikannya sumber ekono- tangannya orang mencuci tangan pada waktu yangmi. tidak tepat, rata-rata 56 persen respon- dengan sabun den tidak mencuci tangan setelah buangKebutuhan tinggi, permintaan ren- sebelum makan. air besar. Hanya 40 persen yang mencucidah tangannya dengan sabun sebelum -Air Limbah makan. Pada saat membantu anak buang Kebutuhan tertinggi dijumpai pada air besar hanya 34 persen.air limbah dibandingkan dengan sampah - Sampah Hasil penelitian ini tidak berbedadan drainase. Seperti yang ditampilkan di Pada sampah permintaan terhadap dengan penelitian yang disponsori olehGambar 2. Hampir sebagian besar air pelayanan pengumpulan sampah sangat USAID, meskipun demikian merekalimbah di buang ke tempat terbuka (rata- tinggi, terutama pada daerah yang belum berpendapat bahwa mencuci tanganrata 61 persen, paling tinggi 83 persen). tertangani dengan baik oleh pemerintah dengan air sudah merupakan hal yangNamun pada kenyataannya permintaan maupun swasta. Tetapi apakah per- umum. Untuk itu diperlukan kampanyeterhadap sarana sanitasi ini sangat ren- mintaan tersebut juga tinggi untuk jasa yang menekankan pada: 1) tersedianyadah. Hal ini disebabkan rendahnya yang lain seperti daur ulang, mengurangi sabun setiap saat, 2) mencuci tanganpersepsi masyarakat terhadap sarana sampah, menggunakan kembali, tidak pakai sabun di tempat yang tepat.sanitasi yang sehat. dapat diketahui, tetapi kemungkinan Mereka berpendapat bahwa memiliki besar dikendalikan oleh penawaran. Potensi pencemaran air minumtoilet siram sudah cukup. Mereka tidak Permintaan ini bisa dirangsang sejauh Praktik pembangunan yang buruk Percik Desember 2007 37
  • 39. S E PU TA R I SS D Pdan/atau dukungan teknis yang tidak layak, terlebih saat penye-diaan sarana sanitasi, bisa mendatangkan dampak yang burukpada kualitas air minum, terlebih buat orang yang bergantungpada air sumur untuk memenuhi kebutuhan air minum mereka.Lokasi tanki septik yang tidak tepat, konstruksi dan perawatan-nya, kedalaman yang sesuai dan alat perlindungan adalahbeberapa aspek yang penting untuk menjamin keamanan airminum. Gambar 3 menjelaskan 63 persen sumur rumah tangga ter-letak pada jarak 10 meter dari tanki septik (terendah diSurakarta dengan 33 persen). Di Blitar, dimana 67 persenrumah tangga meminum air sumur, 44 persen sumur terletak 7meter dari tanki septik. Dampak menyeluruh dari lokasi tankiseptik yang dekat dengan milik tetangga, yang berjarak kurangdari 10 meter juga, bisa meningkatkan risiko kesehatan secaramendasar. Gambar 3 Lokasi sumur dengan lokasi tanki septik 32,5% 31,8% Payakumbuh 24,9% 32,3% Kurang dari 7 meter Jambi 43,7% 20,2% Antara 7 - 10 meter Blitar Lebih dari 10 meter 21,0% 19% Denpasar Tanpa septic tank/jamban 19,5% 13,4% Surakarta Tidak pernah diukur/tidak ada data 0% 50% 100% Foto: Tim ISSDP.Mencari kesimbangan pasar - Memperkuat persediaan - Meningkatkan permintaan Telah diketahui keterlibatan swasta cukup aktif dalam pem- Fakta diatas menjelaskan bahwa kebutuhan sanitasi jauh bangunan sanitasi terutama dalam pengelolaan sampah.lebih besar dari ketersediaan pelayanan yang ada. Meskipun Strategi Sanitasi Kota diharapkan dapat mendorong inisiatifdemikian, hanya pelayanan berkualitas saja yang dapat dari perusahaan swasta yang berhasil dan memastikan bahwamemenuhi kebutuhan tersebut. Solusi teknis saja tidak akan peraturan pemerintah tidak berpengaruh negatif pada inisiatifmenyelesaikan masalah. Oleh karena itu sering ditemukan tersebut. Strategi Sanitasi Kota juga hendaknya tidak hanyasarana umum sanitasi yang dibangun pemerintah setelah berhenti pada rencana aksi dengan sejumlah usulan proyek,proyek selesai menjadi kotor dan tidak terawat. tetapi juga menyertakan program pembiayaannya. Hal ini mengindikasikan bahwa kesehatan masih bukan fak- Corporate Social Responsibilities perusahaan dapat menja-tor yang penting bagi masyarakat pengguna fasilitas sanitasi. di salah satu alternatif modal awal. Meskipun demikian sebesarUntuk itu pemerintah kota perlu memahami status sosial- apapun kebutuhan yang ada di masyarakat, perlu dihindari ben-ekonomi, nilai lingkungan dan sosial dan bentuk insentif yang tuk-bentuk pelayanan yang disubsidi, karena berdasarkan pe-dapat mendorong tumbuhnya permintaan. ngalaman, pelayanan pemerintah yang disubsidi dapat berpe- Disisi lain pembangunan pelayanan sanitasi hendaknya ngaruh negatif pada pengembangan sektor swasta yangtidak terpaku pada pembangunan infrastruktur fisik saja. berpotensi untuk lebih efisien.Kesadaran masyarakat dan perubahan perilaku harus meru- Peran pemerintah pusat diperlukan dalam pengawasanpakan tujuan pembangunan itu sendiri. Strategi sanitasi kota kualitas layanan melalui Standar Pelayanan Minimum danhendaknya memasukan kegiatan kampanye yang terfokus dan menyediakan mekanisme pertukaran informasi dan penga-dirancang dengan baik dalam usulan kegiatan. laman serta membangun jaringan di setiap daerah. ETA38 Percik Desember 2007
  • 40. S E PU TA R WA S P O L AJejaring AMPLSiap Berkiprahdi Tahun 2008J ejaring Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) yang telah menyatakan bersama pembentukannya pada 11 Oktober 2007 lalu oleh 40 lembaga yang terdiri daripemerintah, lembaga international, LSM, proyek terkait, pergu-ruan tinggi, PDAM, badan regulator dan asosiasi profesi sertaperorangan ini kini sudah siap berkiprah di tahun 2008. Diharapkan proses komunikasi yang lebih baik danharmonisasi dari berbagai pihak pemangku kepentingan untuksaling berkoordinasi dan membangun kekuatan bersama yanglebih besar mulai direalisasikan. Jejaring AMPL berusahaberperan sebagai mediator dalam mensinergikan potensi dariberbagai pemangku kepentingan, penyebar informasi, teknolo-gi, metodologi dan praktik-praktik terbaik AMPL, baik nasionalmaupun internasional. Saat ini tim perumus dari 7 (tujuh) institusi yang mendapatmandat dari pertemuan anggota sebelumnya pada Agustus 2007yang lalu telah menyelesaikan semua tugasnya. Baik konsepcatatan, program kerja, kode etik AD/ART dan pembentukankomite pengarah (steering commitee) Jejaring AMPL dengan Penjelasan pembelajaran Jejaring AMPL pada KSN 2007. Foto: Bowo Leksonomasa tugas dua tahun ke depan. Komite Pengarah yang terbentuk diketuai Pokja AMPL danAir Kita Europromocap IWAT, serta didukung 10 lembaga lain- Lingkungan (DML) dan dalam pelaksanaannya didukung olehnya yang akan bertanggung jawab sebagai pengurus harian berbagai institusi terkait dan pemangku kepentingan di sektormaupun gugus tugas di sektor ini. ini. Adapun gugus tugas yang telah disepakati untuk dibentuk Bagi Anda semua institusi maupun perorangan yang tertarikterdiri dari gugus tugas air minum, persampahan, limbah dan untuk menjadi anggota, silahkan bergabung. Banyak manfaatdrainase serta kesehatan dan hygienitas. Diharapkan dengan yang bisa anda peroleh antara lain antaranggota bisa berbagiefektifitas gugus tugas tersebut berbagai isu di seputar air informasi dan data air minum dan penyehatan lingkunganminum dan penyehatan lingkungan bisa terangkat dengan baik. memperoleh dukungan dan kerjasama dalam penyelenggaraanDengan demikian kepedulian dan partisipasi dari berbagai kegiatan di bidang AMPL, memperoleh kesempatan untukpihak semakin meningkat dan yang penting terwadahi. mengembangkan kapasitas dibidang AMPL, berpartisipasi Dalam pelaksanaan hariannya, Jejaring akan dipimpin oleh dalam proses sosialisasi kegiatan, kajian dan praktik terbaiksekretaris umum yang membawahi divisi data dan informasi, (best practice) di bidang AMPL, dan mengembangkan akses dankomunikasi dan advokasi, penguatan kapasitas dan pengem- berkontribusi di bidang AMPL. Informasi tentang jejaring dapatbangan kemitraan. Alamat sekretariat Jejaring AMPL adalah di diakses melalui situs Pokja AMPL www.ampl.or.id atau situsSekretariat Pokja AMPL Jl. Cianjur no. 4 Menteng, Jakarta. jejaring AMPL: jejaring.ampl.or.id Kiprah Jejaring di awal tahun 2008, akan dimulai dengan Dalam waktu dekat, Jejaring AMPL akan memulai pen-program kerja gugus tugas persampahan yang akan meng- dataan anggota, pendaftaran dan pertemuan anggota Jejaringadakan lokakarya persampahan pada tanggal 16-17 Januari AMPL untuk merealiasasikan program kerja bersama ini.2008 di Balai Kartini. Acara ini didukung pendanaannya oleh Membangun kepercayaan dan partisipasi semua pihak menjadiJBIC, Mercy Corps bekerja sama dengan pemerintah RI. modal utama dalam memulai kiprah ini. Selamat atas terben- Gugus tugas persampahan dikoordinasikan oleh Dana Mitra tuknya pengurus Jejaring AMPL, selamat bekerja! Wiwit Heris Percik Desember 2007 39
  • 41. S E PU TA R WA S P O L A Pelatihan Pengelolaan CLTS di Kabupaten Tanah DatarD alam rangka membantu pemangku kepentingan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Ka- bupaten Tanah Datar untuk mencapai pembangunanAMPL berbasis masyarakat yang berkelanjutan, telah diseleng-garakan Pelatihan Pengelolaan Community Led Total Sani-tation (CLTS) dengan uji coba di sembilan Nagari yang sedangdiusulkan ke Proyek Pamsimas. Pelatihan ini digelar di Kabupaten Tanah Datar, ProvinsiSumatera Barat pada 11-15 Desember 2007 yang diikuti 50peserta terdiri dari perwakilan Pokja AMPL Tanah Datar, per-wakilan 9 Wali Nagari di Tanah Datar, perwakilan 9 Puskesmasdi Tanah Datar, serta perwakilan Badan Pengelola AMPL darimasyarakat.Menjadi laboratorium CLTS Pada pelatihan ini peserta mendapatkan materi tata carapengelolaan CLTS sebagai alternatif pembangunan AMPLberbasis masyarakat yang berkelanjutan di daerah sertabagaimana menyusun rencana kerja implementasi sebagai alter-natif pembangunan AMPL berbasis masyarakat yang berkelan-jutan, baik oleh peserta dari Puskesmas, Wali Nagari maupunBadan Pengelola di Tanah Datar. Foto: Dormaringan Saragih Untuk mendapatkan pengalaman yang lebih nyata,dilakukan praktek pemicuan di lapangan bertempat di Nagari Sedangkan di Nagari Cubadak, masing-masing 31 orang diCubadak dan Simabur. Hasilnya jumlah masyarakat yang ter- Jorong Cubadak, dan 3 orang di Jorong Sepanjang, dengan jad-picu untuk segera merubah kebiasaan buang air besar (BAB) wal pelaksanaan pembangunan jamban, dimulai setelahsembarangan dengan menggunakan jamban yang mereka bangun Lebaran Idul Adha dengan waktu sekitar 2-3 pekan. Dengansendiri adalah di Nagari Simabur, masing-masing dua orang di demikian diharapkan kedua nagari ini dapat menjadi laborato-Jorong Simabur dan dua orang di Jorong Tanjung Limau. rium bersama pelaksanaan pendekatan CLTS, yang akan diteruskan di sembilan nagari lainnya. Melibatkan Dinas Perikanan Agar pelaksanaannya dapat berlangsung secara efektif, sesuai dengan saran peserta, berdasarkan keberhasilan Pesisir Selatan yang dapat membebaskan pantainya dari julukan WC "terpanjang di dunia" melalui penegakan regulasi, dan Peraturan Daerah (Perda), maka di Tanah Datar akan dimulai dengan Peraturan Nagari tentang sanitasi yang diharapkan dapat dikembangkan menjadi Perda. Dilain pihak, sesuai dengan hasil praktek lapangan, imple- mentasi pendekatan CLTS di Tanah Datar harus melibatkan Dinas Perikanan, karena masih ada kebiasaan membangun jamban permanen di atas kolam ikan, padahal tinja bukan makanan sehat untuk ikan, begitu juga dengan ikan yang dihasilkan dipastikan daging ikannya masih mengandung Foto: Dormaringan Saragih bakteri e-coli. Nur Apriatman/DHS40 Percik Desember 2007
  • 42. S E PU TA R WA S P O L A Keberlanjutan Pasca WASPOLA RENSTRA ADALAH TITIK AWAL IMPLEMENTASI DAERAH. APA VISI POKJA DAERAHK eberlanjutan menjadi isu utama WASPOLA pada tiga bulan terakhir sebelum penghujung tahun 2007 TERHADAP KEBERLANJUTAN RENSTRA? berkaitan dengan semakin dekatnya masa exit srategy. "Tindak lanjut Renstra tidak sekedar diukur bahwa saya bisa men-Banyak peluang tapi sekaligus tantangan bagi kelompok kerja datangkan proyek SWASH, tetapi bagaimana Renstra AMPL betul-betulair minum dan penyehatan lingkungan (pokja AMPL) daerah dijadikan acuan dalam perencanaan" (Andi Suyuthi, Pangkep)dalam implementasi nantinya setelah proyek WASPOLA kedua "Kalau kami berpedoman pada target Renstra Lebak memerlukan inves-berakhir. tasi Rp 20 miliar setiap tahun sampai tahun 2014, kenyataan kami baru Pada 7-9 November 2007 telah diselenggarakan lokakarya mampu sekitar Rp 4 miliar dari berbagai sumber" (Roberto, Lebak)Strategi Implementasi Kebijakan Nasional Air Minum dan Pe-nyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat (AMPL-BM) Pasca "Kalau sekedar tanda tangan Bupati untuk Renstra besok pagi pun sayaWASPOLA. Pertemuan ini memberikan gambaran tentang ber- bisa dapatkan, tetapi yang penting komitmen termasuk DPRD terhadap Renstra tersebut. Jangan sampai Renstra AMPL sekedar pajangan dan wah...bagai peluang dan tantangan bagi kelompok kerja dalam meng- saya sudah punya Renstra" (Slamet, Pekalongan)implementasikan kebijakan setelah proyek WASPOLA berakhirdi tahun 2008. Sejumlah 36 peserta yang terdiri dari Pokja "Saya jamin walaupun Renstra hanya ditandatangani Bupati, dokumen tersebut saya jadikan acuan perencanaan di PU mulai tahun 2008"AMPL dari Kabupaten Pekalongan, Pokja Provinsi Banten dan (Titik, Kabid PU di Pekalongan)Jawa Tengah, Pokja Nasional dan tim WASPOLA terlibat aktifdalam menganalisa berbagai kemungkinan yang bisa terjadi dan "Yang penting bagaimana Renstra bisa masuk ke dalam PJMD sehingga jaminan keberlanjutannya pasti" (Pokja Kebumen)alternatif mengantisipasinya. "Saya telah meminta semua desa dalam proses Musbangdes masing-ma- Lokakarya Diseminasi Kebijakan Nasional AMPL sing desa memasukkan AMPL sebagai salah satu usulan, jangan hanya jalan saja. Dengan demikian bisa ditindaklanjuti dalam Musrenbang" Berbasis Masyarakat bagi Daerah Baru (Muhamading, Ka Bappeda Sumbawa) Sebelas kabupaten baru pada 11-14 Desember 2007 telahmengikuti lokakarya operasionalisasi kebijakan di Yogyakarta.Tim provinsi telah menunjukkan kemampuan fasilitasi pada LA, telah dilaksanakan lokakarya finalisasi Renstra dibeberapalokakarya operasionalisasi kebijakan (diseminasi kebijakan) daerah. Beberapa daerah sudah menyelesaikan laporan akhirbagi daerah baru tersebut. Sebelas daerah baru tersebut adalah daerah seperti Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten.Padang Pariaman, Pasaman, Sawahlunto, Belitung, Belitung Sedangkan Kabupaten Wonosobo telah menyelenggarakan di-Timur, Rembang, Klaten, Batang, Bau-bau, Kolaka, dan seminasi kebijakan kepada 15 camat, 190 kepala desa dan unsurSumbawa Barat. dinas terkait pada 18- 20 Desember 2007. Dalam lokakarya ini para peserta diharapkan terbuka Kegiatan lain yang dilaksanakan adalah roadshowwawasannya dalam pemahaman mengenai arti pentingnya Kebijakan Bagi Daerah Baru yang dilakukan Kabupatenadopsi dan operasionalisasi Kebijakan di daerah dalam rangka Rembang kepada pimpinan daerah pada 13 Desember 2007.pencapaian target MDG daerah. Kemudian pelatihan CLTS di Kabupaten Tanah Datar pada 11-15 Desember 2007 serta Konsultasi Renstra Kabupaten Rote Ndao Penguatan Kapasitas Fasilitasi Pokja Provinsi ke sekretariat WASPOLA pada 26 Desember 2007. Lima provinsi mengikuti training of trainer (TOT) yaitu ke-lanjutan keterampilan dasar fasilitasi, yakni Provinsi Sumatera Dukungan Waspola terhadap Proyek LainBarat, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Pembekalan Kebijakan dan Renstra AMPL bagi Tim Konsul-Belitung, Provinsi Sulawesi Tenggara, dan Provinsi Nusa tan CWSHP telah dilaksanakan 5 Oktober 2007 di DepartemenTenggara Barat. Kegiatan ini dilaksanakan di Yogyakarta, 10-14 Kesehatan Jakarta. Tujuan lokakarya ini untuk menumbuhDesember 2007. Lokalatih Fasilitator Provinsi ini dimaksudkan kembangkan pemahaman para konsultan CWSHP tentang Kebi-untuk membangun dan mengembangkan kapasitas personil jakan Pembangunan AMPL Berbasis Masyarakat sebagai ke-Pokja Provinsi dan Kabupaten/Kota dampingan baru WASPO- rangka acuan kebijakan dalam operasionalisasi proyek CWSH.LA dalam melaksanakan fasilitasi lokakarya dan tindak lanjut- Ditekankan bahwa Rencana Strategis Daerah dalam pem-nya di daerah masing-masing. Peserta juga diajak memprak- bangunan AMPL merupakan kerangka kebijakan daerah dalamtekkan langsung fasilitasi (micro-teaching) . pembangunan AMPL sekaligus sebagai kerangka acuan CWSHP di daerah. Sedangkan diseminasi kebijakan proyek Unicef juga Rangkaian Kesiapan Daerah Pasca WASPOLA telah diselenggarakan di Aceh yang difasilitasi WASPOLA. PR Sedangkan dalam rangkaian kesiapan daerah pasca WASPO- & WH Percik Desember 2007 41
  • 43. S E PU TA R A M P L Annual Review WSLIC-2 Merangkum Kegagalan dan Keberhasilan sebagai PembelajaranW ater and Sanitation for Low Income Communities Kesulitan penyelesaian monitoring kesehatan Tahap 4 ka- (WSLIC-2) mengadakan workshop annual review de- rena belum jelas siapa yang bertanggung jawab. ngan berakhirnya kegiatan program ini, pada tanggal Diusulkan untuk penyelesaian hal tersebut dilakukan oleh17-19 Desember 2008 di Denpasar, Bali. Pada periode 2002- Sanitarian dan didampingi oleh CFT. Sehingga diusulkan2007, WSLIC-2 telah menerapkan program di lima dari delapan perpanjangan penugasan CFT.provinsi, yaitu Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Babel, Jawa Hampir semua kabupaten telah menyusun laporan keber-Timur dan Nusa Tenggara Barat. fungsian sarana, namun sebagian besar belum mengi- Workshop ini mengkedepankan dua isu penting, yaitu pen- rimkan ke CPMU. Laporan tersebut akan dikirimkan pa-capaian target kegiatan di masing-masing provinsi dan rencana ling lambat akhir Januari 2008.penanganan paskaproyek ketika tidak ada lagi fasilitator Laporan tindak lanjut hasil temuan Audit Badanmasyarakat/konsultan demi menjaga kesinambungan hasil Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) hanyakegiatan WSLIC-2. sebagian kabupaten yang belum menyelesaikan tindak Penanggungjawab Central Project Management Unit (CPMU) lanjut. Laporan tindak lanjut temuan hasil audit akan di-WSLIC-2 Imam Syahbandi mengatakan pada akhirnya, kega- selesaikan pada akhir Desember 2007.galan maupun keberhasilan pelaksanaan selama periode 2002-2007 dirangkum dan disepakati sebagai lessons learned. b. Kesepakatan provinsi yang akan berakhir Tahun 2008"Terutama untuk tujuan memperbaiki pelaksanaan WSLIC-2 Target penyelesaian backlog antara Januari - Maret 2008.kedepan, termasuk kegiatan proyek pemberdayaan lainnya, Komitmen bersama terhadap rencana penyelesaian back-seperti CWSH dan PAMSIMAS," tuturnya. log. Lebih lanjut, Imam mengatakan tujuan umum kegiatan ini Komitmen bersama untuk menepati time schedule yangadalah diketahuinya hasil pelaksanaan kegiatan WSLIC-2 sam- telah ditetapkan.pai akhir 2007 dan persiapan paskaproyek untuk provinsi yang Rencana Kerja Masyarakat (RKM) prior review akanberakhir pada Desember 2007. diperioritaskan mendapat persetujuan No Objection Adapun tujuan khusus, tambah Imam, adalah tersusunnya Letter (NOL) paling lambat Juni 2008.hasil evaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan ditahun 2007 Monitoring terpadu pada setiap tahap kegiatan.dan rencana kegiatan sampai akhir 2008, berbagi pembelajaran Review bulanan terhadap rencana.tentang berbagai aspek kegaitan WSLIC-2 diantara peserta, Early warning system untuk setiap pencapaian yangmeningkatkan pemahaman dan kesadaran khususnya pada lewat batas waktu.peserta lintas sektor di daerah tentang kemungkinan munculnyapersoalan yang akan dihadapi daerah paska proyek WSLIC-2, c. Kesepakatan tentang dukungan pasca WSLIC-2serta antisipasi penanganannya untuk menjaga kesinambungan Pokja AMPL di beberapa provinsi dan kabupaten telah ter-kegiatan WSLIC-2. bentuk dan dapat dimanfaatkan untuk memberikan dukungan terhadap kesinambungan WSLIC-2.Hasil workshop Asosiasi Badan Pengelola SABPL dapat dijadikan modela. Kesepakatan provinsi yang akan berakhir Tahun 2007 Kelembagaan Civil Society yang dapat mendukung Pencapaian target kegiatan sampai dengan akhir 2007, kesinambungan WSLIC-2 di desa-desa wilayah WSLIC-2. semua kabupaten telah sampai pada tahap konstruksi, Pendekatan WSLIC-2 dapat diadopsi dan direplikasi hanya sebagian yang belum menyelesaikan LP3 dan SP4. dalam pengembangan AMPL oleh kabupaten dengan Disepakati untuk diselesaikan pada bulan Januari 2008. menggunakan dana APBD. Semua provinsi dan kabupaten telah dan sedang menyele- Program Capacity Building untuk mendukung kesinam- saikan laporan akhir tingkat provinsi, tingkat kabupaten dan bungan WSLIC-2 (exit strategy) disepakati untuk tingkat desa. Direncanakan selesai pada akhir Januari 2008. dilakukan 2008. Tim Koordinasi Propinsi (TKP) dan Semua kabupaten telah menyelesaikan Monitoring CPMU akan menyepakati Kabupaten yang terlibat dalam Kesinambungan Tahap 2 dan sebagian besar telah menye- program ini pada Januari 2008. BW lesaikan Tahap 3.42 Percik Desember 2007
  • 44. S E PU TA R A M P L Lokalatih Fasilitator Provinsi untuk Diseminasi Operasionalisasi Kebijakan Nasional AMPL Berbasis MasyarakatH ingga saat ini sebanyak 49 ka- nasional AMPL-BM dan juga sekaligus rakat. Disebutkan pula bahwa dukungan bupaten/kota di 9 provinsi te- lokakarya diseminasi kebijakan tersebut dana dari provinsi untuk bidang AMPL lah berhasil mengadopsi dan bagi 14 kabupaten/kota baru pada 10-11 ini bisa diandalkan.mengoperasionalisasikan kebijakan na- Desember 2007, di Yogyakarta. Melihat kondisi tersebut, yangsional pembangunan AMPL Berbasis Pada kesempatan itu, perwakilan dihadapi Jawa Tengah bukan lagi suatuMasyarakat. Namun penyebaran pelaksa- Jawa Tengah mengungkapkan kekha- hambatan melainkan suatu kondisi yangnaan kebijakan nasional tersebut tetap watiran akan kurangnya kapasitas pro- sangat diperlukan dan masih jarang bagimenjadi sebuah kewajiban dalam penca- vinsi untuk menjadi fasilitator. Diung- bidang AMPL. Sementara untuk men-paian target MDG. Sementara itu, ke- kapkan pula bahwa Gubernur Jawa jawab kekhawatiran lemahnya kapasitasmampuan fasilitasi daerah dirasa masih Tengah sangat mendorong adanya upaya provinsi dalam hal fasilitator, disebutkankurang. perbaikan di bidang AMPL ini. Semen- provinsi tidak perlu menjadi fasilitator, Melihat potensi yang ada dan keber- tara itu Bappeda Jawa Tengah pun me- namun provinsi hanya perlu mencarihasilan di daerah lain, maka Pokja AMPL minta agar daerah yang belum terfasili- bibit yang bisa dijadikan fasilitator yangPusat mengadakan lokalatih fasilitator tasi agar segera mendapat sosialisasi ke- diusulkan sebuah LSM ataupun paraprovinsi untuk diseminasi kebijakan bijakan nasional AMPL Berbasis Masya- akademisi. FN Diseminasi Operasionalisasi Kebijakan Nasional AMPL Berbasis Masyarakat untuk Daerah BaruS ebagai kelanjutan dan AMPL di kabupaten/kota bagian rangkaian acara yang menjadi wilayah ker- lokalatih fasilitator pro- janya. Dari permintaan mere-vinsi sebelumnya, dilangsung- ka tersebut diperkirakan akankan acara diseminasi operasio- bertambah 17 kabupaten/ko-nalisasi kebijakan nasional ta di Maluku, Papua, danAMPL Berbasis Masyarakat bagi Papua Barat serta enam kabu-daerah baru, pada 11 Desember paten di Aceh yang akan2007, di Yogyakarta. menerima diseminasi opera- Terungkap dengan semakin sionalisasi kebijakan nasionalbanyak pemekaran daerah, AMPL BM.untuk mengimbangi hal ini dan Pokja AMPL dapat di-kebutuhan akan perbaikan kual- jadikan sebagai alat yangitas AMPL di daerah baru, maka efektif untuk meningkatkanPokja AMPL pun dipandang Foto: Afif Numan profil AMPL di Indonesia.perlu melakukan percepatan Diharapkan daerah akandiseminasi bagi daerah baru. AMPL di daerahnya masing-masing. memiliki rencana tindak lanjut terkait Di samping itu, selama ini provinsi Sementara itu, berhasilnya 47 dari 49 AMPL di daerahnya setelah melewatitelah memiliki berbagai potensi yang kabupaten/kota yang difasilitasi menjadi lokakarya diseminasi selama empat hariperlu dikembangkan, sehingga mulai pemicu kabar baik. Keberhasilan tersebut ini. Diharapkan juga para perwakilantahun 2005 kemampuan provinsi mendorong banyak pihak luar seperti daerah-daerah baru yang telah datang kesemakin diperkuat untuk melakukan CARE Internasional dan UNICEF untuk Yogyakarta ini akan menjadi bagian darifasilitasi operasionalisasi kebijakan meminta adanya pembentukan Pokja jejaring AMPL. FN Percik Desember 2007 43
  • 45. S E PU TA R A M P L PAMERAN SANITASI NASIONAL 2008S elama tiga hari, 19-21 November 2008, Balai Kartini yang terletak di wilayah Jakarta Selatan tampak ramai dari hari-hari biasa. Sebuah perhelatan akbar tingkat nasional digelar,Konferensi Sanitasi Nasional (KSN) 2007. Untuk lebih memeriahkan KSN ini, di di bagian lobi dise-lenggarakan Pameran Sanitasi Nasional yang melibatkan bebe-rapa pihak, antara lain lembaga pemerintah, dunia usaha swas-ta, lembaga swadaya masyarakat (lokal maupun internasional),dan lembaga keuangan bilateral maupun multilateral yang telahberkecimpung dalam peningkatan pelayanan sanitasi bagimasyarakat. Turut memeriahkan pameran itu adalah Kelompok Kerja AirMinum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) danWaspola dengan desain stan yang paling berbeda dengan stan-stan lainnya. Tidak heran stan Pokja AMPL dan Waspola men-dapat predikat stan terbaik. Foto: Bowo Leksono Gelaran Pameran Sanitasi Nasional ini tidak sekedar turut para peserta KSN yang datang dari berbagai daerah dan lemba-memeriahkan tapi juga memberikan informasi tambahan bagi ga, termasuk undangan dari beberapa negara. BW Peduli Lingkungan Warga dan Pelajar di Bantaran Kalimalang dan Kali SunterW arga dan pelajar di sekitar bantaran Kalimalang danKali Sunter memeriahkan acara bioindikator/makroinvertebrata (biota) dan kadar oksigen air. Selain itu warga sekitarnyapuncak peringatan Hari Moni- mempresentasikan hasil kegiatantoring Kualitas Air Sedunia (World mereka dari pelatihan kepemim-Water Monitoring Day - WMMD) pinan berwawasan lingkungan.2007, Minggu, 9 Desember 2007. Warga juga menggalang dukungan Acara yang digelar Forum berbagai pihak untuk rencana aksiKomunikasi Pengelolaan Kualitas mereka ke depan. Berbagai stanAir Minum Indonesia (Forkami) pameran dan bazar ide seputarini untuk menanamkan pema- pengolahan dan konservasi sum-haman tentang kualitas air oleh ber air juga turut disediakan.masyarakat khususnya karena Acara kampanye ini diharap-meningkatnya pencemaran sum- kan dapat semakin meningkatkan Foto: Istimewaber air menjadi sangat penting. pengetahuan, kepedulian, serta"Setelah mengikuti program penyuluhan penyakit yang membahayakan. komitmen bersama untuk lebihini, kami akan berbagi pengetahuan yang Pada acara yang berlangsung meriah menyayangi dan memelihara lingkungan.kami dapat dengan warga lain" ujar tersebut, selain aksi bersama pembersih- Bagaimanapun, perilaku masyarakatSugiyat, warga peserta pelatihan an Kalimalang, juga tampil 40 pelajar sehari-hari terhadap air dan sumber-kepemimpinan berwawasan lingkungan. terpilih dari SMP di sekitar Kalimalang sumber air sangat ditentukan oleh tingkat Acara ini menjadi penting dalam men- yang mempresentasikan langsung hasil pengetahuan dan kebiasaan yang berlakudorong warga agar dapat menjadikan uji air dengan menggunakan test kits di dalam lingkungan mereka yang sangatKalimalang dan Kali Sunter sebagai sum- khusus untuk uji empat indikator dasar terkait dengan pencemaran kualitas airber air untuk kehidupan, bukan sumber yaitu pH/tingkat keasaman, kekeruhan, dan sumber-sumbernya. BW44 Percik Desember 2007
  • 46. S E PU TA R A M P L Lokakarya Nasional "Kegiatan Konsultansi Manajemen Teknik Pengembangan Sanitasi Berbasis Masyarakat"A nggota satuan kerja (satker) yang mekanisme penganggaran dan terlam- menunjukan kemajuan yang berarti. bernama SNVT (Satuan Kerja batnya proses negosiasi dengan dewan Pertemuan ini menyepakati bahwa Non Vertikan Tertentu) menge- menjadi perhatian penting dan disorot dukungan pengambil kebijakan di pusatluhkan rumitnya sistem penganggaran khusus. dan daerah harus menjadi kunci untukyang berlaku di proyek Sanimas (sanitasi Evaluasi yang dilakukan PLP melalui keberhasilan SANIMAS. Disayangkanoleh mayarakat). Kerumitan ini menjadi konsultan PT. Waseco Tirta, menun- dana yang disediakan PLP untuk SANI-salah satu penyebab tidak maksimalnya jukkan bahwa permasalahan Sanimas MAS 2007 tidak dapat terserap sepenuh-implementasi Sanimas di daerah. yang terjadi pada tahun sebelumnya, ma- nya. Pandangan ini mengemuka saat sih belum terpecahkan pada Sanimas Pertemuan ini memberikan pelajaranlokakarya nasional "Kegiatan Konsultansi 2007 ini. Permasalahan ini semakin ber- penting terhadap mekanisme pelak-Manajemen Teknik Pengembangan tambah dengan adanya fakta bahwa ba- sanaan Sanimas saat ini dan ke depan.Sanitasi Berbasis Masyarakat" yang dise- nyak Tim Fasilitator Lapangan (TFL) Pendekatan berbasis masyarakat memer-lenggarakan Direktorat Pengembangan yang tidak memahami konsep pember- lukan komitmen dan keseriusan dariPenyehatan Lingkungan Permukiman dayaan masyarakat pada implementasi penanggungjawab program. Tidak ada(PLP), di Jakarta, 29 November 2007. SANIMAS dan rencana kerja masyarakat pendekatan yang instan, perlu ada strate- Lokakarya ini bertujuan mengevalu- (RKM) yang berlangsung tidak gi yang komprehensif yang didukungasi kemajuan Sanimas 2007, membahas semestinya. dengan ketrampilan fasilitasi.strategi pelaksanaan Sanimas 2008, Kondisi ini juga menjadi keprihatinan Komitmen bersama, baik legistatif,pengembangan inovasi teknologi dan praktisi dari lembaga-lembaga interna- eksekutif, masyarakat, LSM dan seba-penyempurnaan desain konsep pember- sional yang hadir pada pertemuan ini. gainya, menjadi faktor kunci untuk mem-dayaan masyarakat. Namun dalam Walaupun progres keseluruhan terkesan buat pelayanan sanitasi meningkat baikdiskusi yang berkembang, persoalan lambat, namun beberapa daerah telah secara kualitas maupun kuantitas. DS Lokakarya Nasional Rencana Kerja Operasional Pengembangan Sanitasi Total Berbasis MasyarakatM engantisipasi semakin Negeri, dan Departemen banyaknya daerah Pekerjaan Umum. dan juga pemangku Sementara peserta daerahkepentingan lainnya yang bermi- berasal dari Pokja AMPLnat untuk mereplikasi Sanitasi Provinsi, Dinas Kesehatan.Total Berbasis Masyarakat Proyek dan stakeholder lainnya(STBM) yang merupakan adopsi yang hadir diantaranya WSLIC-dari Community-Led Total 2 dan Cuci Tangan Pakai SabunSanitation (CLTS), berlangsung (CPTS).Lokakarya Rencana Kerja Ope- Pada akhir acara disepakatirasional Pengembangan Sanitasi rencana kerja pengembanganTotal Berbasis Masyarakat, pada STBM Tahun 2008 yang meru-10-13 Desember 2007, di Yog- pakan hasil kesepakatan peser-yakarta. ta lokakarya. Sebagian besar Foto: Sutrisno Lokakarya dimaksudkan se- rencana kerja tersebut telah ter-bagai ajang saling bertukar alokasikan dananya dalampengalaman dan pembelajaran diantara berasal dari pemerintah pusat yang APBN, sementara yang belum akansesama pelaku STBM baik pemerintah diwakili komponen Bappenas, Depar- diusulkan untuk didanai dari sumber lainpusat, daerah, dan proyek terkait. Peserta temen Kesehatan, Departemen Dalam seperti hibah. Percik Desember 2007 45
  • 47. PROGRAM Metropolitan Sanitation Management i i i and Health Project (MSMHP)I ndonesia telah mencapai juga menjabat sebagai Kasub- kemajuan yang signifikan dit Kerjasama Luar Negeri dalam menyediakan pela- dan Pola Investasi Dirjenyanan sanitasi dasar kepada Cipta Karya, Departemen PU.warganya, tapi tingkat pelayan- Adapun sumber dana pro-an tersebut masih berada di yek MSMHP adalah dari pin-bawah negara-negara berkem- jaman ADB, APBN murni,bang anggota Asian Develop- APBD provinsi, APBD kota,ment Bank (ADB) lainnya. dan sumbangan dari pihak Data United Nations Deve- non pemerintah (sektorlopment Program (UNDP), swasta dan masyarakat). Totalsekitar 55 persen penduduk In- pendanaan proyek diperki-donesia memiliki akses terha- rakan sebesar 121,3 juta dolar.dap sanitasi yang memadai dan Foto: Istimewa ADB hendak mendanai 4378 persen memiliki akses ter- persennya atau 52,7 jutahadap sumber air minum yang aman pa- nyusunan strategi sanitasi kota, yakni Me- dolar.da tahun 2000. Sementara, cakupan la- dan, Bandung, Yogyakarta dan Makassar.yanan sewerage di Indonesia merupakan Executing Agency dari PPTA dan Manfaatyang terendah di Asia Tenggara, yakni proyek yang diusulkan adalah Direktorat Proyek MSMHP akan memberi sum-kurang dari 1 persen penduduk Indonesia Jenderal Cipta Karya, Departemen bangan untuk mencapai sasaran Milleni-yang memiliki akses terhadap sistem ter- Pekerjaan Umum. Sementara pelak- um Development Goals (MDGs), yaitupusat. sanaan harian dan hubungan dengan memenuhi setengah dari penduduk yang Berdasarkan latar belakang itulah, konsultan ditangani oleh Direktorat Bina belum mendapatkan akses sanitasi padaPemerintah Indonesia menerima proyek Program. Pedoman umum pelaksanaan 2015 serta membuat peningkatan signi-investasi dalam sektor sanitasi lingkung- PPTA disediakan oleh komite pengarah fikan terhadap kondisi kehidupan pen-an (Metropolitan Sanitation Manage- yang diketuai Dirjen Cipta Karya dan duduk di daerah kumuh.ment and Health Project - MSMHP) de- beranggotakan pejabat senior dari Manfaat ekonomi dari proyek terse-ngan pendanaan dari ADB dan sumber departemen dan instansi terkait, terma- but terutama terdiri atas; manfaat lang-lainnya. suk Departemen PU, Bappenas, Depkes, sung dan tak langsung terhadap kese- Depdagri, Depkeu, dan Kementerian LH. hatan masyarakat melalui penguranganBantuan Teknis Penyiapan Proyek Sekretaris MSMHP Rina Agustin pencemaran air dan penyakit yang dise- Pada saat ini MSMHP masih dalam mengatakan proyek ini membantu babkan air, meningkatnya kepeduliantahap persiapan. Untuk itu, sedang di- meningkatkan pelayanan perkotaan dan terhadap manfaat dari pelayanan per-siapkan beberapa kegiatan melalui kesehatan masyarakat melalui perluasan sampahan dan sewerage, dan meningkat-Project Preparation Technical Assistance sistem sanitasi setempat (off-site), per- nya pengaturan sistem persampahan dan(PPTA) berupa memberi bantuan pada sampahan dan sistem sanitasi berbasis sewerage.lima kota metropolitan dalam penyusun- masyarakat, dan mengurangi pence- Proyek tersebut akan memberikanan strategi sanitasi kota selama fase 1 dan maran air permukaan dan air tanah peningkatan pelayanan lingkungan untukmembantu tiga kota dalam menyusun dangkal dimana banyak orang menja- sejumlah besar penduduk kota. Selainsubproject appraisal reports (SPAR) dan dikan sebagai sumber air bersih. itu, proyek itu akan memberikan manfaatperumusan proyek dalam fase 2, selama "Hasil yang diharapkan dari proyek tidak langsung terhadap penduduk yangperiode 10 bulan. tersebut untuk meningkatkan pengatur- tinggal di pusat kota yang berpenduduk Namun dalam pembahasan laporan an sistem tersebut dan meningkatkan padat, dimana peningkatan cakupan se-pendahuluan dengan Direktorat Jenderal kepedulian diantara pengambil keputus- werage dan pengumpulan sampah di-Cipta Karya pada 23 Februari 2007, dipu- an dan warga yang mendapat manfaat harapkan mengurangi secara signifikantuskan hanya empat kota yang terpilih untuk dari sistem sanitasi dan persampahan pencemaran air tanah dan air per-mendapat bantuan teknis dalam pe- yang ramah lingkungan," tutur Rina yang mukaan. BW46 Percik Desember 2007
  • 48. A BS T R A K S I Pemrosesan Sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Piyungan Melalui Usaha Daur Ulang dan PengomposanM asalah utama sampah di Aglomerasi Perkotaan Yogyakarta (APY) adalah penanganan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang terletak di Piyungan,terutama masalah masa layan. TPA Piyungan mempunyai luas92.660 m2, volume total 1.776.224 m3, volume tersisa 723.706m3. Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut, perludilakukan pemrosesan sampah di TPA Piyungan melalui usahadaur ulang dan pengomposan. Usaha pemanfaatan sampahmerupakan komponen penting dalam pengelolaan sampah yangdapat mengurangi dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan merencanakan perbaikan sistempengolahan sampah di TPA Piyungan dengan daur ulang danpengomposan, masa layan TPA Piyungan dengan adanya per-baikan pengolahan sampah, dan manfaat ekonomi dankelayakan usahanya serta pengaruhnya terhadap sistem pem-buangan akhir sampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampah yang masukke TPA Piyungan sebesar 1.508 m3/hari; daur ulang hasil pemu-lungan sebesar 8,95 persen dan sebagai pakan ternak sapi sebe-sar 0,7 persen dari total sampah yang masuk ke TPA Piyungan. Perencanaan perbaikan pengolahan di TPA Piyungan Foto: Bowo Leksonoadalah: 1) pengomposan sebesar 120 m3/hari dan tidak meng-alami peningkatan karena keterbatasan lahan yang dimiliki ini disebabkan karena investasi lebih besar daripada penda-yaitu sebesar 8900 m2; 2) menggunakan tanah penutup sebesar patan serta umur proyek yang terlalu pendek, sehingga kegiatan20 persen dari volume sampah yang telah dipadatkan dan 3) pengomposan di TPA Piyungan tidak dapat diterima.adanya faktor settlement sebesar 10 persen dari volume sampah Agar kegiatan pengomposan dapat memberikan keuntungansetelah pemadatan sehingga TPA Piyungan dapat dipakai hing- dan dapat diterima, maka perlu meningkatkan bahan baku kom-ga tahun 2013. pos dan memperpanjang umur proyek diatas 10 tahun. Biaya Bahan daur ulang anorganik yang dapat dimanfaatkan pembuangan akhir dengan pengolahan eksisting adalah sebesarsecara langsung oleh pemulung 8,95 persen dari total sampah Rp. 244.013.778 sedangkan biaya pembuangan akhir denganyang masuk ke TPA Piyungan. Nilai R/C ratio sebesar 3,26 de- adanya perbaikan pengolahan eksisting adalah sebesar Rpngan pendapatan Rp 22.559 per hari, sehingga usaha pemu- 173.022.696 sehingga dapat menghemat biaya pembuanganlungan sampah di TPA Piyungan adalah layak dan memberikan akhir akibat adanya perbaikan pengolahan sampah di TPAkeuntungan ekonomis bagi pelakunya. Piyungan sebesar Rp 70.991.082 per tahun. Usaha pengomposan sampah organik mempunyai nilaipayback period (PP) 10,35 tahun, net present value (NPV) Disarikan dari tesis Wira Afrianti Simon. ST, MT dan Dr. Ir. Tri Padmi Damanhuri berjudul "Pemrosesan Sampah di TempatRp 3.045.160.885 dan profitability index (PI) sebesar 0,08 Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Piyungan Melalui Usaha Daur Ulangmaka kegiatan pengomposan di TPA tidak memberikan keun- dan Pengomposan" pada Program Studi Teknik Lingkungan ITB.tungan ekonomis karena nilai NPV adalah negatif dan PI < 1, hal email : wirasimon@yahoo.com, tpd@bdg.centrin.net.id Percik Desember 2007 47
  • 49. K L I N I K I AT P I Majalah Percik bekerja sama dengan Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia, membuka rubrik Klinik. Rubrik ini berisi tanya jawab tentang air minum dan penyehatan lingkungan. Pertanyaan dapat disampaikan melalui redaksi Majalah Percik Kontributor: Sandhi Eko Bramono* (Sandhieb@yahoo.com), Lina Damayanti (Ldamayanti@yahoo.com) maka beberapa parameter yang lebih sederhana namun cukup Air Limbah handal untuk diuji adalah : Tanya: Apakah ukuran dari sampah yang akan diolah sudah Apakah air limbah domestik harus diolah dengan kolam sta- cukup kecil dan seragam. Penggunaan mesin pencacah dapatbilisasi seperti yang banyak diterapkan di Indonesia? Apakah menyeragamkan ukuran sampah dan meningkatkan luas per-tidak sebaiknya diolah dengan proses aerasi? mukaan sentuh sampah. Maruf, Depok Apakah pembebanan (loading) dari sampah yang dima- sukkan ke dalam reaktor terlalu cepat. Umumnya pada proses Jawab: start up, pembebanan dilakukan pada 2 kg COD/m3/hari, lalu Pengolahan air limbah domestik pada intinya adalah ditingkatkan secara bertahap hingga produksi gas metan yangmemisahkan material yang dapat langsung dipisahkan secara stabil. Umumnya stabilisasi dari setiap kenaikan pembebananproses fisika biasa, diikuti pemisahan material yang harus dapat mencapai 1-2 minggu. Produksi metan yang stabil dapatdidahului pengolahan kimia-mikrobiologi untuk dilanjutkan mencapai 130 liter metan/kg kotoran ternak.dengan pemisahan secara fisika. Apakah penurunan nilai Chemical Oxygen Demand (COD) Kolam stabilisasi sesungguhnya merupakan proses aerasi, terhadap produksi gas, telah terpenuhi. Umumnya dapat men-dimana akan terjadi proses infiltrasi udara di atas permukaan capai 260 liter metan/kg COD tersisihkan. Jika hal ini belumair limbah ke dalam air limbah (dibantu angin yang bertiup tercapai, maka reaktor belum stabil, dan tingkat pembebanansecara alami) serta infiltrasi sinar matahari yang mempercepat harus tetap dipertahankan (tidak boleh ditingkatkan) ataupertumbuhan mikroorganisme pengurai air limbah. Proses ini bahkan mungkin harus sedikit diturunkan.sesungguhnya sangat alami, yang berjalan sangat lambat. Apakah kadar air sudah dipertahankan pada kisaran opti- Penggunaan masukan udara (forced aeration) seperti peng- mum. Kadar air antara 55-60 persen adalah optimum untukgunaan aerator akan meningkatkan kinerja kontak udara de- proses anaerobik.ngan air limbah, yang akan berdampak pada makin tingginya Apakah pH sudah dikontrol dengan baik. Umumnyaefisiensi (waktu proses yang lebih pendek) dan efektifitas (penu- NaOH atau NaHCO3 digunakan untuk mengontrol pH padarunan nilai Biochemical Oxygen Demand atau BOD yang lebih kisaran 7,0-7,2. Jika penggunaan senyawa alkali ini kurang daritinggi) ketimbang dengan proses yang terjadi pada kolam sta- kebutuhan untuk menyesuaikan pH, maka akan terbentukbilisasi. Volatile Fatty Acid (VFA) dalam jumlah berlebih, yang dapat Penggunaan aerator dalam proses aerasi akan mengurangi membunuh mikroorganisme penghasil metan (methanogenesisluasan kebutuhan lahan, mengontrol kinerja penyisihan BOD bacteria). Namun jika penggunaan senyawa alkali yang berlebih-dengan lebih terukur, serta meningkatkan penyisihan nilai BOD an, dapat menimbulkan lonjakan pH dan dapat membahayakandalam waktu yang lebih singkat. Namun di sisi lain, biaya inves- methanogenesis bacteria pula.tasi untuk aerator serta biaya energi untuk pengoperasian- Apakah pengadukan telah berlangsung baik dan reaktorpemeliharaan-perawatan sistem akan lebih tinggi pula. cukup kedap udara. Pengujian kualitas pengadukan harus diper- hatikan, untuk menjamin seluruh sampah dapat teraduk dengan semerata mungkin. Konstruksi reaktor juga harus dipastikan Limbah Padat untuk kedap udara, karena oksigen adalah senyawa yang bersi- Tanya: fat toksik untuk proses anaerobik. Saya mencoba menerapkan pengolahan anaerobik untuk Apakah sudah tersedia mikronutrien dalam jumlah yanglimbah padat (kotoran ternak) dari peternakan sapi yang saya memadai. Penggunaan senyawa CuSO4 dalam kadar yang sa-miliki. Namun saya memiliki kendala saat melakukan proses ngat rendah, yaitu 1-2 mg/liter, dapat membantu pertumbuhanstart up, yang mengakibatkan produksi gas sepertinya tidak methanogenesis bacteria secara signifikan. Jangan melebihioptimal (fluktuatif). Bagaimana upaya kontrol proses start up dosis ini, karena justru dapat bersifat toksik untuk methanogen-dari proses anaerobik, sehingga proses stabilisasi reaktor dapat esis bacteria.berjalan lebih cepat? * pengasuh adalah mahasiswa program doktoral di Division of Yusril, Malang Environmental Science and Engineering, National University of Singapore (NUS), Singapura. Jawab: Kontak pengasuh: sandhieb@yahoo.com Jika terdapat keterbatasan dalam analisis yang mendetail,48 Percik Desember 2007
  • 50. INFO CD Petunjuk Penanganan SanitasiS marter Sanitation merupakan dan sanitasi yang baik, pelajaran dari sebuah media penyebaran infor- praktek-praktek yang pernah ada serta masi baru yang dikeluarkan oleh pemikiran segar pada bidang pengola-Asian Development Bank (ADB) untuk han air limbah dan sanitasi.membantu pemerintah nasional dan CD ini berisi empat bagian uta-lokal untuk mendorong sektor air ma, yaitu pertama sikap dan ke-limbah dan sanitasi mencapai salahpahaman. Bagian ini mengi-tujuan pembangunan milenium dentifikasi tren dalam pemikiran(Millenium Development Goals). untuk kembali mengatur sektorLebih dari 30 tenaga ahli yang sanitasi dan drainase untukberasal dari negara berkembang lebih berkembang. Kedua ten-berkontribusi memberikan con- tang kebijakan. Bagian ini me-toh-contoh studi kasus. mancing perhatian kita untuk CD ini disusun berdasarkan menangani masalah sanitasi de-sebuah lokakarya yang berlangsung ngan baik.pada bulan September 2005 di kantor Ketiga adalah bagian pende-pusat ADB di Manila, Filipina, dimana katan pada masyarakat, dengansekitar 100 perwakilan yang berasal dari pertimbangan bahwa masyarakat ada-pemerintah, organisasi non pemerintah, lah bagian dari perubahan itu sendiri.sektor swasta, institusi akademik, dan Sementara bagian terakhir atau keem-lembaga donor berpartisipasi. Lebih dari pat yaitu teknologi. Bagian ini bertolak30 tenaga ahli di bidang air limbah dan presentasikan makalah yang menyajikan dari prinsip 3R atau reduce, reuse, dansanitasi dari seluruh Asia Pasifik mem- praktek-praktek pengolahan air limbah recycle. DYO Potret Sanitasi IndonesiaS ebanyak 76,2 persen dari 52 sungai di Jawa, Sumatera, cana banjir. Seperti digambarkan dalam film ini, banjir tahunan Bali, dan Sulawesi tercemar berat oleh melanda Kampung Melayu, Jakarta Timur. Warga sendiri cemaran organik. Mayoritas sungai yang menilai disamping sampah, banjir disebabkan pen-terdapat di kota padat penduduk seperti di dangkalan dan penyempitan sungai CiliwungPulau Jawa cenderung lebih tercemar bak- yang melintas wilayah tersebut.teri coliform dan fecal coli. Bakteri terse- Selain banjir, kebiasaan hidup tidakbut adalah penyebab penyakit diare. bersih juga menjadi penyebab bencana Demikian satu paragraf pembuka penyakit diare. Sementara kerapkali infor-dari sebuah film dokumenter yang masi yang diterima masyarakat tidakdiproduksi Sekretariat Pokja AMPL menyoroti isu sanitasi sebagai penyebabPusat. Film berdurasi tujuh menit ini musibah diare, sehingga pengetahuanpertama ditayangkan saat Konferensi masyarakat tentang sanitasi pun tetapSanitasi Nasional (KSN) 2007, minim. Kondisi ini berakibat pada rendah-November 2007 lalu. Film yang sudah nya kesadaran masyarakat terhadap pen-diterjemahkan dalam bahasa Inggris ini tingnya sanitasi dalam menunjang kesehatanmenghiasi perpustakaan Pokja AMPL. mereka. Film bertajuk "Potret Sanitasi Indonesia" ini Pada bagian akhir film, ditampilkan perilakuberisi gambaran-gambaran riil kondisi sanitasi di beberapa masyarakat di suatu daerah yang telah berhasil satu langkahwilayah di Indonesia. Sungai-sungai yang kotor dan tercemar, dalam menanggulangi masalah sanitasi. Tentu tidak cukuppenuh sampah, namun digunakan warga untuk mencuci. berhenti sampai di situ, karena jelas dibutuhkan kontinuitas Kondisi seperti inilah sebagai penyebab utama adanya ben- dalam menjaga lingkungan yang bersih dan sehat. BW Percik Desember 2007 49
  • 51. I N F O B U KU Jadikan Sampah Sebagai KawanM enurut kata-kata bijak; lebih mudah mencari lawan daripada kawan. Terkandung makna betapa berhar- Judul ganya kawan dan termasuk golongan orang-orang yang Kalau Sulit Dilawan Jadikan Kawanbijak memperlakukan sesuatu sebagai kawan. Demikian pula Penulis:halnya dengan sampah, yang menurut kebanyakan orang meng- Rudy Yuwono dananggap dan memperlakukannya sebagai musuh. Tim Penulis Pokja AMPL "Kalau Sulit Dilawan Jadikan Kawan", demikian judul Penerbit:sebuah buku terbitan Kelompok Kerja Air Minum dan Pe- Kelompok Kerja Air Minum dannyehatan Lingkungan (Pokja AMPL). Buku ini berisi informasi Penyehatan Lingkungan,mendasar tentang sampah dan konsep pengelolaannya yang Jakarta 2007dirasakan tepat saat ini. Tebal: 60 halaman Dalam buku baru cetakan edisi pertama pada November2007 ini dapat dijumpai informasi mengenai hirarki pengelola-an sampah, berbagai jenis sampah dan peluang-peluang peman- Indonesia serta peran sektor informal dan usaha kecil mene-faatannya. ngah. Diikuti bagian yang bertajuk Kawan Dilebur, Kawan Buku setebal 60 halaman ini dibagi beberapa bagian. Bagian Dibentuk, dimana proses daur ulang beberapa jenis bahan dije-pertama, bertajuk Berkawan dalam Keterpaduan, memperke- laskan.nalkan gagasan memperlakukan sampah sebagai sumberdaya Selanjutnya, Yang Busuk Yang Bermanfaat menjelaskandaripada sesuatu yang harus dibuang. Pada bagian kedua, proses pembuatan kompos dari sampah organik. Terakhir bukuAwalnya, Jangan Sampai Punya Banyak Lawan, yang mengajak ini memperkenalkan konsep menggunakan sampah sebagaipembaca mempelajari cara-cara mencegah terjadinya sampah, sumber energi listrik dalam bagian berjudul Dari Sampah Jadisebagai salah satu pendekatan mengurangi beban lingkungan. Energi. Pada bagian penjelasan karakteristik dan kategori sampah, Secara keseluruhan, buku ini tidak dimaksudkan sebagaiserta perlakuan untuk mengurangi jumlah yang harus dibuang, buku referensi yang memuat informasi mendalam tentang per-berjudul Mengenali Kawan. Bagian Menelusuri Perjalanan sampahan, tapi lebih untuk menumbuhkan pemahaman dasarKawan, menggambarkan perjalanan Sampah Layak Jual di perlunya mengoptimalkan penanganan sampah. BW Kumpulan Regulasi Terkait AMPLS ebuah buku kumpulan peraturan perundangan yang terkait sektor air minum dan penyehatan lingkungan Judul (AMPL) telah terbit untuk yang pertama kali. Tujuan Kumpulan Regulasi Terkait AMPLditerbitkannya buku ini untuk memudahkan para stakeholder Penyusun: Oswar Mungkasa, Kurnia Ratna Dewisektor air minum dan penyehatan lingkungan dalam menge- Penerbit:tahui dan memahami isi tiap peraturan perundangan baik yang Kelompok Kerja Air Minum danterkait langsung maupun tidak langsung terhadap sektor air Penyehatan Lingkungan, Jakarta 2007minum dan penyehatan lingkungan. Tebal: Dalam mengimplementasikan kebijakan air minum dan penye- xvi + 198 halamanhatan lingkungan berbasis masyarakat (AMPL-BM) yang telah di-susun pemerintah, para pelaku di sektor ini kerap bersinggungan de- pemerintah pengganti undang-undang (Perpu), peraturanngan masalah hukum dan peraturan perundang-undangan terkait pemerintah (PP), keputusan presiden (Keppres), peraturanmasalah pembangunan AMPL. Peraturan perundangan tersebut se- presiden (Perpres), keputusan menteri (Kepmen), peraturanringkali berubah seiring perubahan sosial-politik kemasyarakatan dan menteri (Permen), dan peraturan daerah (Perda)perubahan standar pelayanan umum. Namun, buku ini hanya menjelaskan garis besar masing- Kondisi tersebut menuntut para pelaku bidang air minum masing peraturan perundang-undangan yang dihimpun. Hal inidan penyehatan lingkungan untuk selalu up to date terhadap dimaksudkan untuk memudahkan pembaca dalam memahamiperaturan perundang-undangan. Ketersediaan media informasi isi peraturan perundang-undangan yang terkait langsungyang praktis dan padat sangat dibutuhkan para pelaku tersebut. maupun tidak langsung dengan AMPL. Sementara soft copy Buku setebal 198 halaman ini berisi peraturan perundang- keseluruhan isi regulasi tersebut dapat diperoleh langsung diundangan mulai dari bentuk undang-undang (UU), peraturan Sekretariat Pokja AMPL. BW50 Percik Desember 2007
  • 52. INFO SITUS World Toilet Organization kebun, dan dimanapun kita berada. management yang membahas masalah http://worldtoiletorganization.com Tidak banyak situs yang dapat menja- landfill, compost, remediation sites, solid di panduan bagi siapa saja untuk waste utilization, storage tank system, melakukan daur ulang sampah seperti wastewater dan lain sebagainya. Disini dalam situs ini. Situs ini cukup menjawab juga dibahas tentang masalah regulasi pertanyaan bagaimana cara kita mengo- limbah. Beberapa topik yang dibahas lah sampah rumah tangga secara seder- antara lain seputar hazardous waste hana. rules, solid waste rules, dan lain seba- gainya. Pengunjung juga dapat memper- Dana Mitra Lingkungan oleh bahan publikasi seputar limbah de- http://dml.or.id ngan berbagai topik menarik. S itus ini dikelola oleh Yayasan Dana Mitra Lingkungan (DML), sebuah yayasan penyandang dana yang bergerak Situs ini dibawah kelola Minessota Pollution Control Agency yang memiliki komitmen untuk selalu menjaga aksesi- di bidang lingkungan di Indonesia. DML bilitas situs ini bagi setiap orang karena sendiri didirikan pada tahun 1983 yang hal ini merupakan bagian dari usahaW orld Toilet Organization (WTO) berdiri tahun 2001 untukmengedepankan isu toilet dan sanitasi. merupakan inisiatif dari berbagai orang penting dan para pimpinan perusahaan. MPCA dalam menjaga, melakukan kon- servasi dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup di wilayah Minnesota,WTO tumbuh bersama 75 organisasi di Amerika Serikat.42 negara. WTO adalah suara global danmerapatkan barisan untuk membahas Earth 911masalah global. http://earth911.org/master.asp Visi WTO adalah sanitasi bersih,aman, ramah lingkungan dan berkelanju-tan untuk setiap orang. Sementaramisinya dengan suara global mengad- M elalui situs ini pengunjung dapat memperoleh informasi mengenai recyle, limbah rumah tangga berbahaya,vokasi sistem toilet berkelanjutan dengan konservasi energi, composting dan berba-dukungan kapasitas dan pendidikan pub- gai macam informasi seputar limbah lain-lik dan implementasi proyek-proyek nya. Disini juga tersedia pojok khususnyata. bagi anak-anak yang menyediakan berba- Situs ini juga dihubungkan dengan Yayasan ini menjadi forum bersama gai macam permainan, aktivitas maupunberbagai situs perusahaan yang mempro- para pemimpin perusahaan untuk menja- informasi mengenai lingkungan hidupduksi bermacam piranti toilet, dari yang ga dan mencari solusi akibat kerusakan yang juga berguna bagi guru maupunsederhana hingga yang tercanggih. lingkungan dengan mengarahkan pada orang tua.Cukup lengkap informasi yang tersedia tingkah laku yang ramah lingkungan.pada situs ini berkenaan dengan kebu- Dalam situs ini dilengkapi berbagaituhan dan pengetahuan toilet. berita dan artikel berkenaan dengan per- sampahan, disamping info buku yang Recyclenow menarik. Dan yang tidak kalah menarik http://recyclenow.com tentu bermacam program dan kegiatan dari Yayasan DML.U ntuk mempermudah mengakses situs ini tinggal mengisi kode possehingga Anda tahu kemana barang- Minnesota Pollution Control Agency (MPCA)barang bekas Anda dapat disalurkan atau http://pca.state.mn.us/waste/index.htmldijual. Tak lupa, situs ini juga dilengkapi Situs ini dikelola oleh Earth 911, suatudengan berbagai tips berkenaan denganpengelolaan sampah. Bahkan ada tips utama yang memba- D i dalam situs ini pengunjung dapat memperoleh informasi yang berkait- an dengan masalah lingkungan hidup. NGO yang berada di bawah binaan U.S. Environmental Protection Agency. Tujuan dari organisasi ini adalah meng-has bagaimana cara mengelola sampah Salah satunya adalah masalah limbah. giatkan masyarakat dalam meningkatkandan menjaga lingkungan sekitar kita, baik Terdapat berbagai macam informasi se- kualitas hidup dengan cara memeliharadi rumah, di sekolah, di tempat kerja, di putar limbah antara lain mengenai waste lingkungan hidup. Percik Desember 2007 51
  • 53. PUSTAKA AMPLLAPORAN STOPS!! SANITASI TOTAL DAN PEMASARAN SANITASI/TSSM (TOTAL SANITATION AND SANITATION MARKETING: PENDEKATANFAIR DEALS FOR WATERSHED SERVICES BERBASIS MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN AKSES TER-IN INDONESIA HADAP SANITASI YANG AMAN DAN SEHAT SERTA PERILAKU HIGIE-Penerbit: UK, International Institute for NISEnvironment and Developmet (IIED), Penerbit: Water and Sanitation Program for East Asia and theTahun 2007 Pacific (WSP-EAP), Jakarta, 2007ASER (ANNUAL STATE OF THE ENVI- KIAT KERJA SANITASI DI KAWASAN KUMUHRONMENT REPORT) 2003, LAPORAN Penerbit: Bappenas, Jakarta 2007TAHUNAN LINGKUNGAN HIDUP KABU-PATEN BANDUNG: WESTERN JAVAENVIRONMENTAL MANAGEMENT PRO-JECT (WJEMP) MAJALAH AIR MINUM Edisi 145, Oktober 2007 BULETIN CIPTA KARYA Nomor 11, November 2007 P E R AT U R A N TEKNO LIMBAH BUKU SAKU REGULASI AMPL (AIR Volume 5, 2007 MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN) BUTIR (BULETIN TIRTANADI) Penerbit: Pokja AMPL Bekerja No. 2, April 2007 sama dengan Ditjen Cipta Karya Dep. PU, 2007 PERCIK YUNIOR EDISI 4, Desember 2007 PERATURAN BUPATI TAKALAR NOMOR 16 TAHUN 2007 TEN- PERCIK TANG PERENCANAAN STRATEGIS Edisi 20, Oktober 2007 AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN BERBASIS MASYA- TUKI RAKAT (AMPL-BM) TAHUN 2007- Edisi 9 Tahun II, 2007 2015BUKUAUDIT LINGKUNGANPenerbit: Gadjah Mada University COMPACT DISKPress, Yogyakarta, 2006 DVD CERAMIC WATER FILTERS IN CAMBODIAMENGELOLA SAMPAH KOTA AUGUST 2008Penerbit: Penebar Swadaya,Jakarta, 2007 DVD DEWATS-SME FOR SMALL AND MEDIUM ENTERPRISE, DEWATS-CBS COMMUNITY BASEDPERILAKU HIDUP SEHAT SANITATION, DESWAM (DECENTRALIZED WASTEDALAM ISLAM MANAGEMENT) ENGLISH VERSIONPenerbit: USAID - Mercy Corps,Jakarta, 2007 DVD KONFERENSI SANITASI NASIONAL 2007-KUNJUNGAN LAPANGAN KE RW 08 KEL. PETOJO UTARA52 Percik Desember 2007
  • 54. A G E N DANO WAKTU KEGIATAN1 5-6 November 2007 Lokakarya Strategi Implementasi Kebijakan Nasional AMPL Berbasis Masyarakat (AMPL-BM) Pasca Waspola di Sukabumi diselenggarakan oleh Waspola bekerjasama dengan Pokja AMPL Pusat2 12-13 November 2007 Diskusi kerjasama Bappenas, ITS, Uni-Eropa (Project Dimsum) di Jakarta diselenggarakan oleh ITS3 13-16 November 2007 Sosialisasi Manual Pengelolaan Sarana AMPL di Bandung diselenggarakan oleh Ditjen PMD-Depdagri4 16-17 November 2007 Pertemuan Perbaikan Juklak-Juknis Community Water Services & Health Project (CWSHP) di Bogor diselenggarakan oleh CWSH-Depkes5 19-21 November 2007 Konferensi Sanitasi Nasional (KSN) 2007 di Jakarta diselenggarakan oleh Bappenas6 21-23 November 2007 Lokakarya Renstra Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL-BM) Kabupaten Tangerang di Bogor diselenggarakan oleh Pokja AMPL Tangerang7 22-26 November 2007 Pelatihan Pengembangan Kelembagaan Desa (CWSH) di Bogor diselenggarakan oleh Ditjen PMD Depdagri8 26-27 November 2007 Rapat Konsultasi Juknis Dana Alokasi Khusus Bidang Infrastruktur Tahun 2008 di Manado diselenggarakan oleh Ditjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum9 28-30 November 2007 Lokakarya Tim Koordinasi Kabupaten (TKK) CWSHP di Palembang diselenggarakan oleh Ditjen Bangda Depdagri10 29 Nopember 2007 Workshop Sanitasi Berbasis Masyarakat di Jakarta diselenggarakan oleh Departemen PU11 6 Desember 2007 Rapat koordinasi lintas sektor Proyek Proair NTT di Jakarta diselenggarakan oleh ProAir12 6-8 Desember 2007 Sosialisasi PAMSIMAS Bupati dan DPRD di Bandung diselenggarakan oleh Ditjen Bangda-Depdagri13 6-7 Desember 2007 Workshop Finalisasi Renstra Kabupaten Konawe, Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara di Kendari diselenggarakan oleh Pokja AMPL Kabupaten Konawe14 10-14 Desember 2007 Lokalatih Fasilitator Provinsi dan Lokalatih Operasionalisasi Kebijakan AMPL-BM untuk Daerah Baru di Yogyakarta diselenggarakan oleh WASPOLA15 10-12 Desember 2007 Pembahasan Akhir Penyusunan Rencana Kerja Pengembangan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Yogyakarta diselenggarakan oleh Ditjen PP&PL Depkes16 10-14 Desember 2007 Pelatihan CLTS di Tanah Datar, Sumatera Barat diselenggarakan oleh Pokja AMPL Kabupaten Tanah Datar17 13 Desember 2007 Rapat Koordinasi Stakeholder Pusat Terkait Pengelolaan Air Minum di Tingkat Rumah Tangga (PAM RT) di Jakarta diselenggarakan oleh Depkes18 13 Desember 2007 Sosialisasi Program Kebijakan AMPL Kabupaten Rembang di Rembang, Jawa Tengah diselenggarakan oleh Bappeda Rembang19 13-16 Desember 2007 Lokakarya Rencana Kerja Operasional Pengembangan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat di Yogyakarta diselenggarakan oleh Ditjen PP & PL Depkes20 14 Desember 2007 Workshop Program Capacity Building (exit strategy) WSLIC-2 di Jakarta diselenggarakan oleh WSLIC-2 Depkes21 14 Desember 2007 Rapat Pembahasan Strategi Kampanye Sanitasi ISSDP di Jakarta diselenggarakan oleh ISSDP22 17-19 Desember 2007 Annual Review WSLIC-2 2007 di Denpasar, Bali diselenggarakan oleh WSLIC-2