Media Informasi Air Minum      dan Penyehatan Lingkungan                                               Dari Redaksi       ...
DA R I R E DA K S II     ndonesia sebagai negara beriklim tropis dikaruniai dua     musim. Kemarau dan penghujan. Kedua mu...
S UA R A A N DA         Minta kiriman                        Kirim artikel untuk Percik                 substansi majalah....
L A P O R A N U TA M A             MENGAPA PERLU             DIADAKAN KSN?I       nisiatif penyelenggaraan Konferensi Sani...
L A P O R A N U TA M Apilihan teknologi, dan kelembagaan.    Isu-isu inilah yang dinilai selama inimenjadi permasalahan ak...
L A P O R A N U TA M Asanitasinya lebih ke sistem on-site, dan    daerah. Untuk mengkoordinasikan                 Kampanye...
L A P O R A N U TA M Aprinsip serta faktor-faktor yang menen-tukan keberhasilan atau kegagalan suatukampanye sosial.    Un...
L A P O R A N U TA M A                                                               Tim                           di bela...
WAWA N CA R A    Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Dr. Ir. Dedy Supriadi Priatna, M.Sc     Sudah Mendapat Perhat...
WAWA N CA R A     Sampai dimana pemahaman                  material, kerugian yang mungkin muncul     mengakibatkan air me...
WAWA N CA R A    Bagaimana langkah-langkah meyakinkan orangbahwa sanitasi itu penting?    Pada dasarnya tidak ada orang ya...
P E R AT U R A N  Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007    tentang Pembagian Urusan Pemerintahan    antara Pemerintah, ...
P E R AT U R A Ntah pusat pada pemerintah daerah.                                 Kewenangan yang dimaksudkan adalah hak d...
WAWA SA NSanitasisebagai Tanggung Jawab Bersama                                                  Oleh: Dilla Prameswari*P ...
WAWA SA N                                                                                         anya sanitasi yang memad...
WAWA SA N                 JELANG KONFERENSI                  PERUBAHAN IKLIM                              Denpasar, 3-14 D...
WAWA SA NFaktor Penyebab                                                               Dampak Pemanasan Global    Pemanasa...
WAWA SA Ntrading). Dimaksudkan sebagai transaksi          Panel Antarpemerintah atas Perubah-     ditukar dengan sejumlah ...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007

1,408

Published on

Published in: Health & Medicine
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,408
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
46
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Oktober 2007 Tema Konperensi Sanitasi Nasional 2007

  1. 1. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Dari Redaksi 1 Diterbitkan oleh: Suara Anda 2 Kelompok Kerja Air Minum Laporan Utama dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) Mengapa Perlu Diadakan KSN? 3 Penasihat/Pelindung: Wawancara Direktur Jenderal Cipta Karya Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM Dr. Ir. Dedy Supriadi Priatna, M.Sc 8 Penanggung Jawab: Direktur Permukiman dan Perumahan, Peraturan BAPPENAS PP No 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Direktur Penyehatan Lingkungan, DEPKES antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Direktur Pengembangan Air Minum, Dep. Pekerjaan Umum Pemerintahan Kabupaten/Kota 11 Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman, Wawasan Dep. Pekerjaan Umum Sanitasi sebagai Tanggung Jawab Bersama 13 Direktur Bina Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna, DEPDAGRI Jelang Konferensi Perubahan Iklim 15 Direktur Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup, DEPDAGRI Perspektif Pengelolaan Jejaring AMPL 19 Pembelajaran Pengembangan Sarana Air Bersih dan Jamban Keluarga 22 Pemimpin Redaksi: Oswar Mungkasa Tamu Kita Dewan Redaksi: H. Bambang Murtiyoso, S.Kar., M.Hum Peluang Isu AMPL Zaenal Nampira, di Cerita Pewayangan 26 Indar Parawansa, Bambang Purwanto Reportase Redaktur Pelaksana: Belajar dari Desa Tanjung Tiga 28 Maraita Listyasari, Rheidda Pramudhy, Mengelola Air Dua Kelurahan 30 Raymond Marpaung, Bowo Leksono Cermin Desain/Ilustrasi: Rudi Kosasih Pembangunan AMPL di Kabupaten Boalemo 32 Seputar WASPOLA 33 Produksi: Machrudin Seputar AMPL 41 Sirkulasi/Distribusi: Program Agus Syuhada Program Cinta Air 45 Alamat Redaksi: AbstraksiJl. Cianjur No. 4 Menteng, Jakarta Pusat. Telp./Faks.: (021) 31904113 Penurunan Kadar Deterjen dengan Tanah Lempung 47 http://www.ampl.or.id e-mail: redaksipercik@yahoo.com Klinik IATPI 48 redaksi@ampl.or.id Info CD 49 oswar@bappenas.go.id Info Buku 50 Redaksi menerima kiriman tulisan/artikel dari luar. Isi berkaitan Info Situs 51dengan air minum dan penyehatan lingkungan Pustaka AMPL 52 dan belum pernah dipublikasikan. Panjang naskah tak dibatasi. Agenda Sertakan identitas diri. Redaksi berhak mengeditnya. Silahkan kirim ke alamat di atas. Majalah Percik dapat diakses di situs AMPL: http://www.ampl.or.id
  2. 2. DA R I R E DA K S II ndonesia sebagai negara beriklim tropis dikaruniai dua musim. Kemarau dan penghujan. Kedua musim ini terjadi sepanjang tahun. Sebagai sebuah karunia, perlu kiranyadisyukuri bersama. Namun ironinya, kerap kedua musim ini membawa ben-cana. Dimusim kemarau terjadi kekeringan. Air seperti lenyapdari permukaan bumi. Orang-orang kelimpungan mencarisumber mata air. Pun dimusim penghujan, banjir melanda. Air bah terusmengintai, bisa datang kapan saja, setiap saat. Dan Jakartaadalah salah satu daerah yang tak mampu lepas dari persoalanbanjir. Banjir juga terjadi diberbagai daerah di Indonesia yangmempunyai predikat langganan banjir. Biasanya musimpenghujan disertai angin kencang dan tanah longsor.Fenomena alam yang kerap tak sedikit memakan korban jiwa. Semua itu terjadi, mungkin karena kita benar-benar kurang Akibat pendangkalan Sungai Ciliwung, air meluap di musim penghujan. Foto: Bowo Leksono.menyadari bagaimana semestinya kita bersyukur. Manusiatidak berusaha menjaga sumber mata air untuk menghadapimusim kemarau dan tidak menjaga kelestarian alam dalam gaskan, masalah sanitasi memang sudah menjadi perhatianmenghadapi musim penghujan. pemerintah, namun belum menjadi prioritas. Sepertinya, air menjadi sumber bencana. Walaupun sebe- Faktanya, masih terbatas perhatian pada pembangunannarnya bukan karena air yang menjadi penyebabnya, semata- sanitasi saat pengalokasian anggaran. Rata-rata anggaran sa-mata karena ulah manusianya. Setelah mengalami masa kema- nitasi untuk kabupaten dan kota di Indonesia berkisar antararau cukup panjang yang menyebabkan kekeringan dimana- 0,5 - 1,5 persen APBD.mana, November adalah bulan dimana musim penghujan tiba. Sementara kebutuhan masyarakat akan sanitasi jelas takMusibah banjir, tanah longsor, serta angin ribut mengancam dapat ditunda-tunda lagi. Diperlukan program yang menuntunkita semua. inisiatif dan kemandirian masyarakat. Program Sanitasi Total Selain air baku, yang selalu dicari dikala kekeringan dan Berbasis Masyarakat (STBM) atau yang asalnya dikenal sebagaidikala banjir, kebutuhan dasar manusia lainnya adalah sani- CLTS (Community Lead Total Sanitation) dan Sanimastasi. Ketersediaan air baku yang sudah baik, tak menjamin (Sanitasi Masyarakat) adalah program-program yang dinilaiadanya sanitasi yang baik, pun demikian sebaliknya. berhasil dalam membawa masyarakat kepada perbaikan sani- Pembangunan sektor sanitasi yang berwujud pengelolaan tasi keluarga.air limbah rumah tangga, termasuk penanganan tinja, meru- Tampaknya, kita semua perlu belajar dari keberhasilanpakan upaya yang memerlukan dukungan berbagai pihak, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Salah satu desa dimulai dari pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. kabupaten tersebut, yaitu Desa Tanjung Tiga, masyarakatnya Untuk itulah digelar sebuah Konferensi Sanitasi Nasional berhasil membangun jamban keluarga tanpa subsidi. Bahasan(KSN) 2007. Peristiwa besar ini menjadi bahasan laporan ini terdapat pada rubrik Reportase.utama majalah Percik edisi XX ini. Konferensi tingkat nasional Tidak kalah menariknya dan merupakan hal baru, bahwaini digelar pada 19-21 November 2007 di Jakarta dengan isu AMPL (air minum dan penyehatan lingkungan) diusung kemengusung tema "Mobilitasi Sumber Daya untuk Percepatan atas panggung wayang kulit. Hal ini tercetus pada acaraPembangunan Sanitasi". "Sarasehan Dalang Jawa Tengah 2007" yang digelar Komda Konferensi Sanitasi Nasional 2007 diadakan sebagai salah Pepadi (Komisariat Daerah Persatuan Pedalangan Indonesia)satu upaya pemerintah untuk membangun komitmen dan ker- Provinsi Jawa Tengah, 27 Oktober 2007, di Semarang. Tulisanjasama semua pihak dalam rangka pembangunan sektor sani- ini terangkum dalam rubrik Seputar WASPOLA.tasi. H. Bambang Murtiyoso, S.Kar., M.Hum, selaku pengamat Sanitasi di mata para pengambil keputusan diharapkan sekaligus pelaku jagat pewayangan menjadi Tamu Kita edisidapat makin mendapat prioritas. KSN 2007 ini merupakan ini. Diyakini lewat dunia pewayangan isu AMPL sedikit banyaklangkah persiapan Indonesia dalam menyambut International akan mampu tersosialisasikan.Year of Sanitation 2008. Kami menyadari, apa yang kami sajikan dalam majalah ini Pada edisi kali ini, Percik menghadirkan wawancara de- masih jauh dari sempurna. Karena itu, kritik dan saran sangatngan Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Dr. Ir. kami butuhkan demi perkembangannya. Dan semoga media iniDedy Supriadi Priatna, M.Sc seputar KSN 2007. Ia mene- menjadi sumber referensi dan informasi yang berguna bagi kita Percik Oktober 2007 1
  3. 3. S UA R A A N DA Minta kiriman Kirim artikel untuk Percik substansi majalah. Lebih baik lagi bila Percik edisi lalu dilengkapi foto-foto untuk ilustrasi. Assalamualaikum Wr. Wb. Artikel bisa dikirim via pos atau email Salam Sejahtera, Sempat saya membaca majalah dilengkapi no rekening yang dimiliki. Saya ucapkan terima kasih banyak Percik ini di Perpustakaan Daerah. Akan ada imbalan setiap artikel yangkepada majalah Percik, Insya Allah akan Cukup bagus untuk referensi di bidang- dimuat.sangat bermanfaat. Saya pun sebetulnya nya. Seperti biasa, setiap kali saya mem- Redaksi.sudah menyimpan majalah Percik yang buka sebuah majalah, salah satu hal yangsaya dapat dari beberapa pertemuan di menarik bagi saya adalah artikel-artikel-Jakarta yaitu di Tarkim ataupun nya. Menarik untuk dibaca, dipelajari, Tak tepat waktuBappenas. Akan tetapi baru saja saya dan ikut menulisnya. Pertanyaannya,pamerkan dalam Pameran Masyarakat, bagaimana kriteria artikel yang bisa Salam kenal,ternyata banyak yang minta. Kalau pun dimuat di Percik? Boleh dibilang, saya termasuk pemba-memungkinkan, saya mau minta edisi- Demikian, ca setia Percik sejak awal kemunculanedisi yang telah lalu. Wassalam. majalah seputar AMPL ini. Banyak yang Terima kasih. bisa diperoleh darinya. Tapi kenapa Astrid Meutia akhir-akhir ini kiriman tidak tepat Ria Ismaria, MT Semarang waktu? Yang terhormat Ibu Ria Ismaria, MT Assalamualaikum Wr. Wb. Bintang Kami juga berterima kasih Ibu Ibu Astrid, terima kasih banyak atas Perum Islamic, Tangerangberkesempatan menyebarkan informasi perhatiannya.yang terdapat dalam majalah Percik. Untuk kriteria artikel yang termuat Bapak Bintang,Insya Allah kami usahakan untuk di Percik seperti aturan artikel di Terima kasih banyak atas perhatian-mengirim majalah Percik edisi-edisi majalah lain pada umumnya. Penulisan nya. Sebelumnya kami mohon maafsebelumnya. Mohon kirimkan pula ala- tidak terlalu akademis, artinya yang yang sebesar-besarnya atas keterlam-mat Ibu kepada kami. mudah dimengerti khalayak. Minimal batan kiriman Percik beberapa edisi Redaksi. untuk dua halaman atau 8.000 karakter terakhir. Ada beberapa kendala teknis dan tentu dengan bahasan yang sesuai pada bagian percetakan. Semoga ke depan bisa kembali lancar seperti sedia kala. Percikkartun Redaksi Karikatur: Rudi Kosasih Sampai kapan? Salam, Tidak banyak majalah yang mengu- pas khusus air bersih dan penyehatan lingkungan. Padahal cukup banyak yang bisa dipetik dari majalah ini. Terus akan sampai kapan majalah ini bertahan? Naniek Pangestuti Bogor rudiKOZ 2007 Ibu Naniek, Terima kasih sekali tanggapannya. Kami merasa senang dan bangga majalah ini bisa berguna bagi pemba- canya. Dan semoga majalah ini akan dapat lama bertahan. Redaksi. 2 Percik Oktober 2007
  4. 4. L A P O R A N U TA M A MENGAPA PERLU DIADAKAN KSN?I nisiatif penyelenggaraan Konferensi Sanitasi Nasional (KSN) 2007 berawal dari kekhawatiran para stakeholder terhadap kondisi sanitasi di Indonesia, terutama dikaitkantarget pencapaian MDG 2015. Meskipun menurut data statistik tahun 2006 cakupanlayanan sanitasi untuk air limbah sudah cukup tinggi, yaitu69,34 persen, namun data ini tidak menjelaskan kualitas fasili-tas sanitasi tersebut, apakah masih berfungsi baik, apakah digu-nakan sesuai peruntukannya, apakah sesuai standar kesehatanmaupun teknis yang telah ditetapkan dan sebagainya. Sehingga cakupan layanan sesungguhnya kemungkinanbesar masih rendah. Hal ini dapat diindikasikan masihbanyaknya kejadian wabah penyakit yang terkait kualitas sani-tasi yang buruk. Permasalahan serupa terjadi pula pada layanansanitasi lainnya, yaitu persampahan dan drainase yang cakup-annya masih jauh dari kebutuhan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menjawab tantanganini. Meskipun telah ada upaya dalam pembangunan sanitasi,namun dampak yang dihasilkan selama ini masih belummemadai. Mengingat besarnya kebutuhan layanan sanitasi danterbatasnya sumber daya yang dimiliki pemerintah, diperlukanupaya bersama antara pemerintah dengan mitra-mitra pem-bangunan yang ada (masyarakat, swasta, LSM, dan lembagadonor). Menyadari hal tersebut, pemerintah bersama stakeholderterkait merasa perlu mengambil langkah penting sebagai upayamempercepat kinerja pembangunan sanitasi. Langkah pentingini diwujudkan melalui penyelenggaraan Konferensi Sanitasi Pilihan Teknologi dalam Pembangunan Sanitasi. Foto: ISSDPNasional 2007. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi pertukaran infor- AMPL).masi, pembuatan komitmen, dan kerjasama antara stakeholder Setelah melalui pembahasan Tim Pengarah Pembangunanterkait yang pada akhirnya dapat disusun suatu langkah strate- Air Minum dan Sanitasi, maka disepakati bahwa dengangis dan sinergis untuk pembangunan sanitasi di Indonesia. Mobilisasi Sumber Daya untuk Percepatan Pembangunan Sanitasi akan mendorong proses yang terjadi selama KSN men-Mobilitasi Sumber Daya untuk Percepatan Pemba- jadi upaya perbaikan jalannya pembangunan sanitasi dingunan Sanitasi Indonesia. Judul di atas merupakan tema besar yang diangkat dalam Terkait tema di atas, Pokja AMPL dan tim konsultanKSN. Tema ini muncul dari proses panjang melalui berbagai Indonesia Sanitation Sector Development Program (ISSDP)diskusi dan pertemuan yang melibatkan seluruh komponen menyepakati bahwa isu-isu yang perlu diangkat pada konferen-Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja si adalah kampanye sosial, pendanaan, pelibatan stakeholder, Percik Oktober 2007 3
  5. 5. L A P O R A N U TA M Apilihan teknologi, dan kelembagaan. Isu-isu inilah yang dinilai selama inimenjadi permasalahan aktual dalampembangunan sanitasi di Indonesia.Untuk itu, tema-tema yang dibahasdalam diskusi-diskusi selama KSNdidasarkan pada isu-isu tersebut. Padaakhirnya diharapkan akan diperolehkeluaran-keluaran yang dapat ditindak-lanjuti para pengambil kebijakan dalamrangka perbaikan kondisi sanitasi.Strategi pendanaan pembangunansanitasi Pada era otonomi daerah enam tahunterakhir ini, pembangunan sanitasi sudahmenjadi urusan wajib daerah. Belanjamodal yang telah dikeluarkan daerahuntuk sanitasi dalam kurun waktu terse-but masih rendah, yaitu sekitar 1 persendari total APBD. Sementara itu perkem-bangan kota terus menuntut tersedianyaprasarana sanitasi yang lebih memadai.Dengan demikian diperlukan belanjainvestasi daerah yang lebih besar untuk Kampanye Sosial dalam Pembangunan Sanitasi. Foto: ISSDPpembangunan sanitasi sesuai tuntutanperkembangan kota. Persoalan umum yang dihadapi dae-rah (pemerintah kota) adalah terbatasnya ber dana yang potensial bagi pembangun- LSM, swasta, dan masyarakat. Saat inikemampuan fiskal untuk dapat mendanai an sanitasi sehingga dapat memberikan diperlukan pemberdayaan melalui pen-semua kebutuhan, termasuk kebutuhan wawasan tentang sumber-sumber dana dampingan dan fasilitasi agar terbentukpembangunan sanitasi. Untuk itu diper- bagi investasi sanitasi sesuai tuntutan peningkatan partisipasi dan keterlibatanlukan terobosan pemikiran untuk menyi- perkembangan kota. Lebih jauh, dari seluruh stakeholder, terutama masya-asati sumber-sumber pendanaan yang diskusi ini diharapkan akan muncul rakat dalam suatu perencanaan, operasi,potensial bagi pembangunan sanitasi keluaran berupa model keuangan yang serta pemeliharaan sarana dan prasaranaperkotaan pada masa mendatang. bisa dikembangkan bagi perencanaan sanitasi. Berdasarkan perundangan dan per- pembangunan sanitasi di Indonesia. Karena itu, pemerintah daerah seba-aturan yang berlaku, sebenarnya di- gai penyelenggara harus mampu melak-mungkinkan kerjasama pendanaan sani- Pilihan teknologi dalam pemba- sanakan pengembangan sanitasi berda-tasi dengan tingkatan pemerintahan di ngunan sanitasi sarkan pemahaman tanggap kebutuhanatasnya, yaitu pemerintah provinsi Penyediaan fasilitas layanan sanitasi melalui perubahan paradigma dari sup-melalui APBD-nya dan pemerintah pusat tidak berarti langsung mengatasi per- ply driven menjadi demand driven.melalui APBN. masalahan yang ada. Kualitas tangki sep- Pilihan teknologi penanganan sani- Lebih dari itu, penyediaan sarana tik yang tidak memadai, pemanfaatan tasi sangat beragam, dari yang sederhanasanitasi dapat juga berasal dari masya- saluran drainase untuk saluran air lim- hingga yang paling rumit dan canggih,rakat maupun swasta. Ada juga sumber bah dan pembuangan sampah, penggu- konvensional atau inkonvensional.lain pendanaan sanitasi, yaitu melalui naan prasarana persampahan yang tidak Antara pilihan teknologi dengan investasisistem pembiayaan atau pinjaman. sesuai prosedur dengan kapasitas yang terdapat keterkaitan erat dengan kemam- Dengan menjadikan Strategi Pen- tidak memadai merupakan sebagian per- puan sumber daya terutama dana dandanaan Pembangunan Sanitasi sebagai masalahan sanitasi di Indonesia. SDM serta tingkat sosial ekonomitema diskusi kelompok dalam konferensi Sanitasi bukan lagi masalah pribadi, masyarakat.diharapkan muncul pemikiran-pemi- tapi telah menjadi masalah bersama, Sumber daya yang rendah menye-kiran segar untuk menggali sumber-sum- yaitu pemerintah (pusat dan daerah), babkan kecenderungan pengembangan 4 Percik Oktober 2007
  6. 6. L A P O R A N U TA M Asanitasinya lebih ke sistem on-site, dan daerah. Untuk mengkoordinasikan Kampanye Sosial dalam Pemba-kemudian seiring dengan adanya pe- berbagai instansi pemerintah yang terkait ngunan Sanitasiningkatan sumber daya maka pengem- dalam pengadaan layanan sanitasi telah Penggunaan sungai sebagai tempatbangan teknologi mengarah kepada sis- dibentuk Pokja AMPL di tingkat pusat buang air besar, pembuangan sampahtem off-site. dan daerah. rumah tangga, bahkan sebagai sumber Melalui pertukaran informasi dan Pembentukan Pokja ini diharapkan air untuk pemenuhan kebutuhan sehari-pengetahuan dalam diskusi Pilihan akan mendorong penyediaan layanan hari merupakan pemandangan biasa diTeknologi dalam Pembangunan Sanitasi sanitasi yang sinergis. Pembentukan berbagai kota di Indonesia. Ditambahdiharapkan adanya pemahaman langkah- Pokja ini juga harus diikuti komitmen lagi perilaku lainnya seperti membuanglangkah konkrit dalam pemanfaatan yang kuat dari masing-masing departe- sampah sembarangan di jalan atau fasili-sumber daya yang bisa dimobilisasi. men atau dinas untuk menjalankan kepu- tas umum menunjukkan betapa masihDiskusi ini juga diharapkan dapat meng- tusan-keputusan yang disepakati. rendahnya kesadaran masyarakat akanhasilkan masukan untuk pengembangan Berkaitan dengan perlunya pengem- pentingnya sanitasi, terutama di kalang-kebijakan nasional dalam pemanfaatan bangan kelembagaan dalam pembangu- an masyarakat berpenghasilan rendah.teknologi tepat guna bagi pengembangan nan sanitasi, perlu dipertimbangkan Untuk menumbuhkembangkan peri-sanitasi. pemisahan peran antara regulator dan laku hidup bersih dan sehat di kalangan Kemudian dapat memberikan arahan operator dalam penyediaan layanan sani- masyarakat tentu memerlukan strategibagi pemanfaatan opsi teknologi dalam tasi. Fungsi regulator akan tetap melekat kampanye sosial yang tepat agar berjalanperencanaan kota untuk sektor sanitasi pada departemen atau dinas terkait. efektif, tidak hanya berupa slogan-slogan(RPJMD, RKPD dan APBD) dalam Sedangkan untuk menjalankan fungsi yang dipasang di tempat-tempat umum.kerangka meningkatkan akses layanan operator diperlukan suatu lembaga yang Langkah awal yang perlu dilakukansanitasi yang berkelanjutan bagi tepat untuk menjalankan layanan sani- adalah dengan memberikan pemahamanmasyarakat. tasi yang lebih efektif, efisien, dan pro- yang jelas bagi para pengambil keputusan duktif bagi masyarakat. tentang pentingnya kampanye sosialPengembangan kelembagaan untuk Untuk menjawab berbagai tantangan dalam pembangunan sanitasi. Untukpembangunan sanitasi terkait isu kelembagaan ini, akan melaksanakan suatu kampanye sosial ter- Pembangunan sanitasi di Indonesia dilakukan diskusi kelompok dalam KSN hadap masyarakat umum dan stake-bersifat lintas sektor yang melibatkan dengan lingkup bahasan sebagai berikut : holder yang efektif, diperlukan prinsip-Bappenas, Departemen PekerjaanUmum, Departemen Kesehatan, Ke- No. Sub Tema Ruang Lingkup Rujukanmenterian Negara Lingkungan Hidup,Departemen Dalam Negeri, Departemen 1. Pemisahan regu- Misi pemerintah dalam memberikan layanan UU Nomor 32Keuangan, dan Departemen Perin- lator dan opera- kepada masyarakat Tahun 2004dustrian di tingkat pusat. tor dalam penge- Jenis-jenis pelayanan sanitasi yang menjadi Peraturan lolaan dan pe- tanggung jawab pemerintah daerah Pe m e r i n t a h Sedangkan di tingkat daerah terdapat ngembangan sa- Fungsi dan kedudukan pemerintah daerah Nomor 16 Ta-perbedaan mengenai lembaga yang nitasi di daerah dalam pengelolaan sanitasi. hun 2005bertanggung jawab terhadap pemba- Kebutuhan pemisahan regulator dan operator Peraturan Pe- pengelolaan layanan sanitasi merintah No-ngunan dan pengembangan sanitasi aki- Komitmen politis yang dibutuhkan untuk mor 23 Tahunbat tidak adanya standar struktur lemba- menjalankan pemisahan regulator dan opera- 2005ga pemerintah daerah. Hal ini tentu saja tor pengelolaan sanitasi. Kesimpulan dan rekomendasi.memerlukan koordinasi yang baik kare-na dalam pengadaan layanan sanitasi 2. Efektifitas kiner- Bentuk operator layanan umum ideal. Peraturan Pe-akan menyangkut pengadaan infrastruk- ja operator pe- Bentuk hubungan operator layanan umum merintah ngelola layanan dengan pemerintah daerah. Nomor 16 Ta-tur, pengawasan buangan yang umum Standar layanan operator layanan umum hun 2005dihasilkan, dampak kesehatan dan sosial dalam mengelola layanan kepada ma- Peraturan Pe- syarakat.bagi masyarakat, bahkan dapat menyen- Penetapan tarif dan retribusi yang dikenakan merintah No- untuk pengelolaan layanan umum. mor 23 Tahuntuh aspek bisnis yang dapat dihasilkan. 2005 Best practice pengelolaan keuangan operator Mengingat paparan di atas, tentu saja layanan umum.diperlukan suatu kejelasan peran dan Pertanggungjawaban operator kepada pemerintah daerah terhadap layanan yangtanggung jawab masing-masing instansi, dikelola.pengembangan koordinasi antara instan- Best practice mekanisme kontrol pemerintah daerah dan masyarakat terhadap kinerjasi, penguatan kelembagaan, dan operator layanan umum.keputusan yang tegas dari pimpinan Kesimpulan dan rekomendasi. Percik Oktober 2007 5
  7. 7. L A P O R A N U TA M Aprinsip serta faktor-faktor yang menen-tukan keberhasilan atau kegagalan suatukampanye sosial. Untuk itu, dalam rangkaian kegiatanKonferensi Sanitasi Nasional, akandiadakan diskusi kelompok bertemaKampanye Sosial dalam PengembanganSanitasi. Melalui diskusi ini akandilakukan pertukaran pengalaman daripemerintah daerah, lembaga swadayamasyarakat, dan pemerintah negara lainyang telah berhasil melaksanakan pe-ngelolaan sanitasi, terutama berkaitankampanye sosial untuk meningkatkankesadaran dan perubahan perilaku. Diskusi kelompok tersebut jugabertujuan menghasilkan peran-peranyang diharapkan dari pemerintah pusatdan partisipasi dari media massa sertamasyarakat dalam pengelolaan sanitasi. Pengembangan kelembagaan untuk pembangunan sanitasi. Foto: ISSDPPada akhirnya program diskusi inidiharapkan dapat menciptakan suatuwacana publik yang pada gilirannya ngenai kebersihan karena lemahnya mendukung hal tersebut, perlu dilakukandiharapkan pula dapat mencapai solusi penanganan dan pengelolaan sani- upaya meningkatkan pemahaman danpermasalahan. tasi; pengetahuan serta persamaan persepsi Belum jelas dan lemahnya kualitas tentang pengembangan dan pengelolaanPelibatan stakeholder dalam per- lembaga pengelola sanitasi. sanitasi oleh para stakeholder baik pihakcepatan pembangunan sanitasi Tantangan yang dihadapi dalam pemerintah, maupun masyarakat dan Pengembangan pengelolaan sanitasi pengembangan sanitasi adalah bagai- swasta.seyogyanya merupakan salah satu priori- mana melakukan penanganan secara Sebagai salah satu langkah untuktas pemerintah dalam menciptakan lebih baik sehingga diperoleh: menjawab tantangan di atas, perlulingkungan permukiman yang sehat. Peningkatan kualitas dan cakupan dilakukan upaya membangun jaringanBahkan sangat erat kaitannya dengan pelayanan sanitasi (persampahan komunikasi dan kemitraan antarpe-upaya peningkatan kualitas kehidupan dan air limbah); mangku kepentingan. Jaringan ini dapatmanusia dalam rangka mendorong Penurunan angka sakit dan kema- meliputi bidang air minum dan sanitasiindeks pembangunan manusia. tian yang disebabkan waterborne yang diharapkan dapat memicu serta Namun di sisi lain, berbagai kendala diseases terutama bayi dan anak- memacu peningkatan kondisi sanitasi diberupa keterbatasan pemahaman, ke- anak; Indonesia.terbatasan prioritas, keterbatasan pen- Pemenuhan sasaran Millenium Upaya ini juga diharapkan dapatdanaan dari pihak pemerintah menjadi Development Goals (MDG) oleh menumbuhkembangkan langkah-lang-penyebab rendahnya kinerja pengem- pemerintah dimana untuk dapat kah yang berorientasi solusi dan pengem-bangan sektor sanitasi di Indonesia. melayani separuh dari populasi pen- bangan kerjasama antara masyarakat Beberapa indikasi yang menunjukkan duduk yang belum mendapatkan madani, sektor pemerintah, swasta,bahwa kinerja sektor sanitasi saat ini akses sanitasi dasar sampai tahun media, perguruan tinggi, LSM danmasih rendah terlihat antara lain: 2015; pemerintah daerah. Tingginya angka sakit dan kematian Terciptanya lingkungan hidup yang Untuk merumuskan langkah-langkah yang disebabkan penyakit yang bersih, sehat, nyaman dan harmo- konkrit dalam pemanfaatan sumber daya bersarang di air kotor (waterborne nis. yang bisa dimobilisasi dalam bentuk par- deseases); Untuk menghadapi tantangan ini tisipasi berbagai fihak, akan dilakukan Cakupan akses pelayanan persam- diperlukan kebijakan dan strategi berupa diskusi dengan tema Pelibatan Stake- pahan dan air limbah yang sangat terobosan yaitu dengan melibatkan par- holder dalam Percepatan Pembangunan rendah; tisipasi masyarakat, lembaga masyarakat, Sanitasi sebagai salah satu rangkaian Tingginya keluhan masyarakat me- pihak swasta, dan lembaga donor. Untuk kegiatan selama konferensi. Tim ISSDP 6 Percik Oktober 2007
  8. 8. L A P O R A N U TA M A Tim di belakang konferensiU ntuk penyelenggaraan kegiatan telah menyusun daftar undangan dan darinya. nasional ini, dibentuklah suatu surat-surat yang diperlukan untuk penye- Untuk menjalankan peran tersebut, kepanitiaan yang bertugas seba- lenggaraan kegiatan ini. Bidang ini juga tim ini telah mengadakan beberapa ke-gai pelaksana seluruh rangkaian kegiatan yang bertanggung jawab agar kegiatan giatan, yaitu penyelenggaraan empat kaliKonferensi Sanitasi Nasional 2007. nasional ini dihadiri para pemimpin konferensi pers dan dua kali acara talk-Kepanitiaan ini merupakan salah satu nasional dan daerah sebagai salah satu show di dua stasiun TV nasional. Selainbentuk kerjasama Kelompok Kerja Air indikator perhatian para pengambil kepu- itu juga dilakukan kampanye dan advo-Minum dan Penyehatan Lingkungan tusan terhadap sektor sanitasi. kasi melalui media cetak dengan memun-(Pokja AMPL) yang beranggotakan Bidang materi pembahasan meru- culkan isu-isu sanitasi. Upaya-upaya iniunsur-unsur dari Bappenas, Departemen pakan dapur dari konferensi ini yang diharapkan dapat menggugah masya-Dalam Negeri, Departemen Pekerjaan bertanggung jawab terhadap desain acara rakat luas dan para pemangku kepenting-Umum, Departemen Kesehatan, Kemen- dan materi-materi yang akan dibahas an.terian Negara Lingkungan Hidup, dan serta didiskusikan selama kegiatan Membaca suatu kisah sukses dariDepartemen Perindustrian. berlangsung. Keluaran-keluaran sebagai suatu pengelolaan layanan sanitasi ten- Untuk memudahkan persiapan dan hasil selama konferensi sangat bergan- tunya akan lebih bermanfaat bila disertaipelaksanaan konferensi ini, kepanitiaan tung dari racikan awal tim ini. peninjauan langsung ke lapangan. Ada-dibagi dalam lima bidang, yaitu bidang Salah satu parameter keberhasilan nya bidang kunjungan lapangan dalamprotokoler dan undangan, bidang materi dari Konferensi Sanitasi Nasional adalah kepanitiaan konferensi akan memfasili-pembahasan, bidang kampanye dan meningkatnya profil sanitasi di Indo- tasi keingintahuan peserta KSN untukadvokasi, bidang kunjungan lapangan, nesia. Di sinilah peran bidang kampanye langsung melihat dan menggali informasiserta bidang dokumentasi dan pro- dan advokasi. Selain menginformasikan faktual dari lokasi-lokasi pengelolaanceeding. Seluruh anggota panitia yang penyelenggaraan KSN, tim ini juga harus layanan sanitasi.tergabung dalam masing-masing bidang memberikan pemahaman yang benar dan Melalui kegiatan ini diharapkantelah mulai bekerja sesuai tugas masing- menarik perhatian mengenai sanitasi munculnya inspirasi dan tentu saja seba-masing. agar masyarakat serta para pengambil gai contoh nyata bagi para stakeholder Bidang protokoler dan undangan keputusan lebih memahami dan menya- bahwa sesungguhnya sanitasi dapat dikelola dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Sebesar dan sepenting apapun suatu kegiatan akan sia-sia bila tidak terdoku- mentasikan dengan baik. Kegiatan terse- but mungkin hanya akan diingat oleh peserta yang hadir, tidak menjadi peristi- wa yang harus diketahui dan dipelajari oleh masyarakat luas. Akan lebih berarti lagi bila peristiwa tersebut dilengkapi laporan yang sistem- atik sehingga orang-orang akan mudah mempelajari hasil-hasil dari peristiwa tersebut. Di sinilah peran bidang doku- mentasi dan proceeding. Bagaimana menjadikan kegiatan Konferensi Sanitasi Nasional dan keluaran-keluarannya men- jadi salah satu referensi dalam pemba- ngunan sektor sanitasi. Tim di belakang KSN. Foto: ISSDP Tim ISSDP Percik Oktober 2007 7
  9. 9. WAWA N CA R A Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Dr. Ir. Dedy Supriadi Priatna, M.Sc Sudah Mendapat Perhatian, Namun Belum Menjadi Prioritas di pertukaran informasi, pembuatan Buruknya penanganan sanitasi di Indo- komitmen dan kerjasama antara stake- nesia akibat masih adanya anggapan bahwa holder terkait. masalah sanitasi sepenuhnya tanggung ja- wab masing-masing rumah tangga, dimana Seperti apa perhatian dunia ter- permasalahan dianggap selesai jika sebuah hadap sanitasi? rumah tangga sudah menyediakan fasilitas Secara global, perhatian masyarakat sanitasi yang baik. Padahal dalam kesehari- internasional terhadap sanitasi semakin annya, baik pemerintah, masyarakat, mau- pun pihak lain turut andil dalam menye- meningkat. Berbagai konferensi sanitasi babkan buruknya sanitasi di lingkungan se- telah diselenggarakan beberapa negara kitar. baik secara nasional maupun regional. Untuk itu perlu diadakan konferensi Puncak perhatian dunia internasional ini yang khusus menyangkut sektor sanitasi. terlihat dari pencanangan tahun 2008 se- Bagaimana kondisi riil sanitasi di Indonesia bagai "International Year of Sanitation" saat ini dan keterkaitannya dengan penyelenggaraan Konferensi Sanitasi oleh PBB. Pencanangan tersebut dilatar- Nasional (KSN) 2007? Berikut petikan wawancara bersama Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Dr. Ir. Dedy Supriadi Priatna, M.Sc. belakangi keprihatinan masyarakat inter- nasional terhadap masih lambatnya upaya-upaya peningkatan kualitas dan kuantitas layanan sanitasi secara globalB iasanya tema atau materi kon- ferensi adalah sesuatu yangluar biasa atau yang sedang "in". termasuk dalam negara-negara yang mengalami kemunduran dalam upaya pencapaian target MDG. Laporan terse- dan bahwa diperlukan komitmen dan tin- dakan nyata oleh seluruh negara, masyarakat sipil, organisasi-organisasiMengapa diselenggarakan konfe- but menempatkan Indonesia dalam kate- non-pemerintah, serta lembaga-lembagarensi sanitasi? gori terbawah bersama Banglades, Laos, internasional lainnya. Sebenarnya, tema konferensi sanitasi Mongolia, Myanmar, Pakistan, Papuaini adalah tema yang luar biasa karena Nugini dan Filipina. Tantangan Indo- Bagaimana dengan Indonesia?kualitas layanan sanitasi merupakan fak- nesia untuk mencapai target pada tujuan Di Indonesia, upaya-upaya pe-tor yang sangat mempengaruhi kese- nomor 7 yaitu mengurangi separuh pada ningkatan kualitas dan cakupan layananjahteraan masyarakat. Selain itu, tahun 2015 dari proporsi penduduk yang sanitasi sudah mulai dilakukan. SelainIndonesia juga merupakan salah satu tidak memiliki akses terhadap air minum mengembangkan berbagai pendekatannegara yang berkomitmen terhadap dan sanitasi dasar, sangatlah berat. pembangunan sanitasi, berbagai kegiatanMillenium Development Goals (MDG), Untuk mengejar target MDG ini yang pada intinya adalah advokasi untukdimana salah satu targetnya adalah memerlukan keterlibatan semua stake- sanitasi juga sudah mulai dilakukan.penyediaan layanan sanitasi yang aman holder pembangunan mulai dari peme- Konferensi Sanitasi Nasional (KSN) 2007dan layak bagi masyarakat. Salah satu isu rintah, swasta, masyarakat, lembaga ini juga merupakan bagian dari upaya-penting dalam sanitasi adalah pencapai- donor, LSM dan perguruan tinggi. Untuk upaya tersebut. Selain itu juga untukan target MDG ini. itu, diperlukan sebuah forum Konferensi mempersiapkan dukungan Indonesia ter- Berdasarkan laporan A Future Within Sanitasi Nasional, yang mempertemukan hadap "International Year of SanitationReach dan Laporan MDGs Asia-Pasifik seluruh stakeholder pembangunan sani- 2008".tahun 2006 yang dirilis UNDP, Indonesia tasi. Melalui forum ini, diharapkan terja- 8 Percik Oktober 2007
  10. 10. WAWA N CA R A Sampai dimana pemahaman material, kerugian yang mungkin muncul mengakibatkan air mengeluarkan bau takmasyarakat dan pengambil kebi- adalah hilangnya opportunity cost akibat sedap dan berwarna hitam. Implikasinyajakan dalam masalah sanitasi ini? penyakit yang diderita masyarakat akibat adalah meningkatnya biaya pengolahan Secara umum, kebanyakan masya- sanitasi, terutama berkaitan dengan air untuk air minum.rakat masih menganggap kualitas kesempatan kerja. Yang paling merugikan adalahlayanan sanitasi merupakan urusan pri- Pada pekerja yang mendapatkan upah rusaknya citra bangsa Indonesia. Selainbadi yang tidak terlalu penting. Masih secara harian, ketidakhadiran di tempat kota-kotanya dianggap kotor, bangsaada masyarakat yang tidak memiliki jam- kerja karena menderita penyakit tersebut Indonesia juga dianggap tidak memen-ban di rumah atau buang air besar sem- dapat mengurangi pendapatan yang tingkan pola hidup yang sehat. Secarabarangan. Mereka belum melihat bahwa didapatkan orang tersebut. Pada anak keseluruhan, berdasar pada studi ADBburuknya perilaku terkait sanitasi oleh sekolah, dapat mengurangi waktu seko- kerugian ekonomi yang dideritasalah satu anggota masyarakat, juga akan lah akibat sakit. Indonesia terkait kondisi sanitasi yangmempengaruhi kualitas kesehatan Kondisi diatas juga menimbulkan buruk diperkirakan mencapai Rp 42,3masyarakat lainnya. Berbagai kasus kerugian lain berupa munculnya addi- triliun per tahun atau sekitar 2 persenwabah diare yang pernah terjadi, misal- tional cost (pengeluaran tambahan) bagi dari GDP.nya wabah diare di Kecamatan Sepatan, masyarakat untuk berobat ke dokter.Kabupaten Tangerang beberapa waktu Studi menyebutkan bahwa tingkat Sebenarnya pemerintah sadaryang lalu merupakan cerminan dari hal penyakit akibat kondisi sanitasi yang atau tidak terhadap masalah ini?ini. buruk di Indonesia sudah sangat tinggi. Sebenarnya pemerintah sudah sadar Sedangkan untuk para pengambil Penyakit tifus mencapai 800 kasus per akan hal ini. Berdasarkan Undang-keputusan, suatu fakta bahwa pema- 100.000 penduduk. Angka ini meru- Undang Nomor 32 tahun 2004 tentanghaman tentang pentingnya pembangun- pakan yang tertinggi di seluruh Asia. Pemerintahan Daerah, pasal 13 dan 14an sanitasi juga masih perlu ditingkatkan Adapun penyakit diare mencapai 300 menyatakan bahwa penyediaan layanandi sana-sini. Hal ini tercermin dari masih kasus per 1000 penduduk. sanitasi adalah tanggung jawab pemerin-terbatasnya perhatian yang diberikan Kerugian lain yang diderita terkait tah daerah. Namun pada kenyataannyakepada pembangunan sanitasi pada saat dengan pencemaran sumber air per- alokasi penganggaran untuk sanitasipengalokasian anggaran. Rata-rata mukaan akibat material organik yang masih rendah. Jadi sebenarnya masalahanggaran sanitasi untuk kabupaten dan sebagian besar merupakan sisa dan ini sudah menjadi perhatian pemerintahkota di Indonesia berkisar antara 0,5 - 1,5 ampas makanan yang tidak tercerna. akan tetapi belum menjadi prioritas.persen APBD. Kandungan BOD yang tinggi tersebut Apa yang harus dilakukanmasyarakat dan pengambil keputu-san dalam masalah sanitasi? Masyarakat sebagai penggunalayanan sanitasi harus bersedia terlibatdalam seluruh proses pembangunan.Masyarakat harus bersedia menyam-paikan aspirasi dan kebutuhannya karenainformasi ini sangat diperlukan untukmengembangkan dan merancangkegiatan-kegiatan pembangunan sanitasiyang sesuai kebutuhan masyarakat.Masyarakat juga diharapkan terlibat aktifdalam tahap konstruksi sarana sanitasidan pengelolaan sarana terbangun terse-but secara berkelanjutan. Apa saja akibat yang ditim-bulkan dari masalah sanitasi? Sanitasi yang tidak dikelola denganbaik akan menimbulkan kerugian secaramaterial ataupun non material. Secara Foto: ISSDP Percik Oktober 2007 9
  11. 11. WAWA N CA R A Bagaimana langkah-langkah meyakinkan orangbahwa sanitasi itu penting? Pada dasarnya tidak ada orang yang menyukai masalah.Berdasarkan kenyataan tersebut, maka ketika melakukan pro-mosi sanitasi kepada masyarakat hal pertama yang diinfor-masikan adalah kerugian atau permasalahan yang mungkin tim-bul ketika sanitasi tidak ditangani dengan baik. Seperti halnya terhadap masyarakat, informasi mengenaikerugian tersebut juga diinformasikan secara mendetail kepadapara pengambil keputusan, baik pemerintah maupun lembagalegislatif sehingga mereka dapat menyadari pentingnya sanitasi. Langkah berikutnya adalah mengaitkan pembangunan sani-tasi terhadap isu-isu pembangunan lainnya. Berdasarkan pe-ngalaman dari proyek sanitasi yang telah dilaksanakan, baik didalam maupun luar negeri, didapatkan lesson learned bahwapeningkatan akses terhadap sanitasi berkorelasi positif terhadappeningkatan ekonomi masyarakat. Perwujudan riilnya, bagaimana? Foto: ISSDP Upaya advokasi untuk itu sudah dilakukan melalui berbagaiprogram pembangunan air minum dan penyehatan lingkungan, akses masyarakat terhadap fasilitas sanitasai. Programterutama yang berbasis masyarakat seperti Sanitasi oleh Community Social Responsibility (CSR) yang dikembangkanMasyarakat (Sanimas), Water and Santitation for Low Income pihak swasta pun menunjukkan bahwa swasta dapat dilibatkanCommunities (WSLIC), Community-Led Total Sanitation dalam peningkatan akses masyarakat terhadap sanitasi.(CLTS), Pro Air dan lain-lain. Dalam pelaksanaan program-pro- Dunia pers juga dapat diikutsertakan dalam program sani-gram ini, komponen advokasi dan penyiapan masyarakat untuk tasi. Upaya pemberian informasi melalui media pers (terdirimembangun kesadaran dan kebutuhan terhadap layanan sani- dari cetak, televisi maupun radio) dinilai efektif untuktasi yang lebih baik dilakukan sebelum kegiatan-kegiatan kon- meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnyastruksi fisik dimulai. penanganan sanitasi. Siapa saja pihak yang bisa diajak kerjasama untuk Kegiatan dan program apa saja yang hendak dilun-menyelesaikan permasalahan sanitasi di Indonesia? curkan di KSN 2007? Pihak pertama yang diajak kerjasama adalah masyarakat. Konferensi Sanitasi Nasional yang akan diselenggarakanDikarenakan buruknya penanganan sanitasi dapat berpengaruh selama tiga hari meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut;langsung terhadap kehidupan pribadi masyarakat maka upaya Full-day seminarmengatasi permasalahan tersebut perlu melibatkan masyarakat Untuk membahas aspek pendukung penanganan permasala-secara menyeluruh. han sanitasi serta merumuskan rencana aksi terkait upaya yang Pihak lain adalah pemerintah, baik di tingkat pusat maupun lebih terintegrasi untuk menangani permasalahan sanitasi didaerah. Pemerintah sebagai fasilitator, perlu lebih mempriori- Indonesia.taskan penanganan sanitasi untuk meningkatkan aksesibilitas Kunjungan lapanganmasyarakat terhadap fasilitasi sanitasi dasar dan pengurangan Pada lokasi-lokasi sekitar Jakarta yang telah berhasil men-pencemaran lingkungan. Namun demikian, peran pemerintah gatasi permasalahan sanitasi skala lingkungan, baik masalah airtidak dapat terlepas dari campur tangan lembaga legislatif di limbah maupun persampahan.tingkat pusat maupun daerah, terutama dalam penentuan Expo sanitasialokasi anggaran pembangunan. Hal ini berarti bahwa anggota Ini merupakan kegiatan pendukung, menampilkan berbagaiDPR/DPRD perlu dilibatkan dalam menyelesaikan permasala- inovasi dan teknik lingkungan, LSM, dan sektor swasta sebagaihan sanitasi di Indonesia. forum pelatihan dan pertukaran informasi dalam bidang komu- Pihak lain diluar pemerintahan dapat juga dilibatkan secara nikasi, teknologi, serta best practices dalam program sanitasi.aktif dalam upaya penanganan sanitasi. LSM, sebagai lembaga Selain itu akan dideklarasikan komitmen seluruh stake-yang dekat dengan msyarakat dapat menjadi mitra pemerintah holder untuk melakukan upaya-upaya percepatan pemenuhandalam memfasilitasi masyarakat untuk mengadopsi pendekatan kebutuhan masyarakat terhadap layanan sanitasi yang layakpada program sanitasi. Selain itu, dunia bisnis dapat dilibatkan serta ajakan kepada stakeholder lainnya untuk bergabung dalampada penyediaan prasarana dan sarana sehingga mendekatkan upaya-upaya percepatan ini. Bowo Leksono 10 Percik Oktober 2007
  12. 12. P E R AT U R A N Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/KotaP eraturan pemerintah (PP) adalah sebuah produk hukum yang lebih bersifat teknis yaitu peraturanyang dibuat untuk melaksanakan un-dang-undang (UU) atau peraturan hu-kum di atasnya. Setelah sebuah UU diun-dangkan, tidak serta-merta bisa dilak-sanakan karena menunggu peraturanpelaksananya. Salah satu peraturan pelaksana yangditunggu cukup lama adalah PeraturanPemerintah No. 38 Tahun 2007 tentangPembagian Urusan Pemerintahan antaraPemerintah, Pemerintahan DaerahProvinsi, dan Pemerintahan DaerahKabupaten/Kota. Peraturan Pemerintah ini untuk me-laksanakan ketentuan pasal dalam UUNo. 32 Tahun 2004 tentang Pemerin-tahan Daerah dan UU No. 25 Tahun 2007tentang Penanaman Modal. Sebelum ter-bitnya PP No. 38/2007 ini, penyeleng-garaan kewenangan pemerintahan dae-rah mengacu pada PP No. 25 Tahun 2000yang substansinya diatur oleh UU No. 22Tahun 1999. Foto: WASPOLA Selama dua tahun lebih, sejak diun-dangkannya UU No. 32 Tahun 2004 yang dalam melayani masyarakat. Tinggal per- tralisasi di pemerintah pusat. Sementarasecara substansi berisi tentang otonomi soalan yang kemudian muncul, apakah asas desentralisasi seperti tidak mampudaerah, pemerintah daerah tidak dapat PP ini sudah menjawab kebutuhan mengatasinya.melaksanakan fungsi pemerintahan seba- pemerintah daerah dalam berotonomi? Bermacam urusan menyangkutgaimana mestinya. Terjadi tumpang kehidupan masyarakat itu harus didis-tindih pelaksanaan urusan pemerintahan Pelaksanaan otonomi daerah tribusikan agar membawa hasil optimalserta tidak berjalannya koordinasi antara Pada dasarnya, otonomi daerah di- bagi kepentingan pemerintahan danprovinsi dan kabupaten/kota. berlakukan untuk mempermudah penye- masyarakat. Karena itu asas desentral- Dengan terbitnya PP ini, pemerintah lenggaraan urusan pemerintahan yang isasi penuh (otonomi daerah) diber-tentu berharap pemerintah daerah dapat terlalu luas dan banyak yang sebelum lakukan yaitu dengan menyerahkan seba-meningkatkan kinerjanya terutama terbitnya UU otonomi daerah, tersen- gian kewenangan yang dimiliki pemerin- Percik Oktober 2007 11
  13. 13. P E R AT U R A Ntah pusat pada pemerintah daerah. Kewenangan yang dimaksudkan adalah hak dan kewajiban Pada prakteknya selama ini, desentralisasi cenderung bersi- pemerintah daerah melaksanakan urusan pemerintahan demifat administratif. Semua urusan pemerintahan yang diterima terwujudnya kesejahteraan masyarakat.pemerintah daerah adalah bagian dari tugas pemerintah pusat Pada pasal 2 ayat (4) PP No. 38/2007 ini dijelaskan ada 31yang harus dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan. urusan (bidang) yang dibagi antara pemerintah pusat dan dae- Pelaksanaan bermacam urusan tersebut sudah ditentukan rah. Pembagian urusan yang diserahkan pemerintah pusatsesuai norma, standar, prosedur dan kriteria yang ada. masih dalam proses persiapan di daerah, sebab pelaksanaanPemerintah daerah tinggal melaksanakan berdasarkan ketentu- urusan pemerintahan tersebut harus dituangkan terlebih duluan yang sudah ditetapkan. Begitu juga dengan pembiayaan, dalam peraturan menteri/kepala lembaga pemerintahan nonsarana dan prasarana, serta kepegawaian. Semuanya sudah departemen yang membidangi urusan yang bersangkutan, di-disediakan oleh pemerintah pusat. Ini jadi semacam tugas rutin samping peraturan daerah masing-masing.bagi pemerintah daerah. Pengaturan bidang AMPLDampak terbitnya PP Dari 31 urusan (bidang) tersebut, beberapa diantaranya Dengan diterbitkannya PP yang baru ini, jelas membawa berkenaan dengan air minum dan penyehatan lingkungandampak bagi daerah dalam melaksanakan kewenangannya (AMPL). Bidang-bidang yang terkait seperti kesehatan,sebagai daerah otonom. Dampak berupa hal-hal yang perumahan, penataan ruang, lingkungan hidup, pemberdayaanmeringankan dengan adanya kepastian hukum itu maupun yang perempuan dan perlindungan anak, pemberdayaan masyarakatmemberatkan. Semua ini karena masing-masing daerah mem- desa, kehutanan serta energi dan sumberdaya mineral.punyai karakter yang berbeda. Sementara untuk pemerintah daerah (provinsi, kabupa- Adanya PP ini juga berarti adanya kepastian bagi pemerin- ten/kota), diserahi kewenangan membuat peraturan perun-tah daerah untuk melaksanakan kewenangan yang dimilikinya. dang-undangan yang sudah barang tentu disesuaikan dengan kondisi daerah berupa pemberian rekomendasi teknis untuk izin pengeboran, izin penggalian dan izin penurapan mata air pada cekungan air tanah pada wilayah provinsi, kabu- paten/kota. Disamping kewenangan penetapan wilayah konser- vasi air tanah, penetapan nilai perolehan air tanah pada cekung- an air tanah, pengelolaan data dan informasi berkenaan dengan air tanah. Daerah juga diberi kewenangan menetapkan potensi air tanah serta neraca sumber daya dan cadangan mineral serta pelaksanaan inventarisasi geologi dan sumber daya mineral dan air tanah. Untuk bidang lingkungan hidup terdiri dari sub bidang pe- ngendalian dampak lingkungan dan konservasi sumber daya alam (SDA). Pada sub bidang pengendalian dampak lingkungan, pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air, daerah memiliki kewenangan yang sangat luas. Mulai dari pe- ngelolaan, penetapan kelas air pada sumber air, pemantauan kualitas air, pengendalian pencemaran air, pengawasan dan sebagainya. Pada bagian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), penilaian AMDAL bagi jenis usaha dan/atau kegiatan yang mempunyai dampak penting terhadap lingkungan hidup di daerah, sesuai dengan standar, norma, dan prosedur yang dite- tapkan pemerintah. Sementara daerah diserahi urusan pengawasan terhadap pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup bagi jenis usaha dan/atau kegiatan yang wajib dilengkapi AMDAL. Keluasan kewenangan daerah juga terdapat pada sub bidang konservasi SDA keanekaragaman hayati, disamping penegakan Foto: WASPOLA hukum bidang lingkungan. Bowo Leksono12 Percik Oktober 2007
  14. 14. WAWA SA NSanitasisebagai Tanggung Jawab Bersama Oleh: Dilla Prameswari*P ersoalan penyediaan sanitasi yang diare. Sebanyak 90 persen angka kema- tahun 2015, kondisi air bersih dan sani- baik bagi masyarakat sudah tidak tian akibat diare terjadi pada anak di tasi di Indonesia masih buruk. Laporan bisa ditunda. Masalah sanitasi bawah umur lima tahun (balita). Program Pembangunan PBB (UNDP)sudah tidak bisa dianggap lagi masalah Untuk Indonesia, menurut Survei mengenai status pencapaian Tujuanindividu di mana pihak pemerintah lepas Demografi tahun 2003, sekitar 19 persen Pembangunan Manusia atau MDG ditangan. atau 100.000 anak balita meninggal Indonesia mengalami kemunduran. Pada Sebab masalah sanitasi berkorelasi karena diare. Pada tahun 2006, tercatat tahun 2015, MDG mencanangkan 69positif dengan timbulnya berbagai 423 per 1.000 anak balita terserang diare persen penduduk Indonesia dapat meng-penyakit semacam diare, ispa (infeksi satu hingga dua kali dalam setahun. akses air minum yang layak dan 72,5saluran pernapasan atas), demam Padahal, menurut Badan Kesehatan persen memperoleh layanan sanitasiberdarah, dan tuberkulosis. Angka kema- Dunia (WHO), 94 persen kasus diare yang memadai. Faktanya, hanya 58tian dari penyakit ini sungguh mence- dapat dicegah dengan meningkatkan persen penduduk yang memiliki akses kengangkan. akses air bersih, sanitasi, perilaku higien- sumber air minum dan sekitar 65 persen Di dunia, minimnya akses air bersih is, dan pengolahan air minum skala mengakses sarana sanitasi memadai.serta buruknya sanitasi dan perilaku rumah tangga. Kini hanya 10 kota memiliki fasilitastidak sehat berkontribusi terhadap kema- Hingga separuh perjalanan program air limbah terpusat, 62,29 persen pen-tian 1,8 juta orang per tahun karena Tujuan Pembangunan Milenium pada duduk kota dan 24,37 persen di desa membuang tinja ke jamban dengan tang- ki septik. Tahun 2004, 41,25 persen pen- duduk di kota dan 1,49 persen di desa sampahnya diangkut petugas. Rumah tangga dengan drainase lancar 57,18 persen. Hal itu menyebabkan sering ada kejadian luar biasa penyakit, seperti diare dan sering terjadi banjir. Hampir 80 persen rumah tangga di perkotaan menggunakan tangki septik untuk menampung tinja manusia. Namun, penggunaan tangki septik terse- but jauh dari syarat memenuhi standar kesehatan. Akibatnya ratusan juta pen- duduk berada di bawah ancaman diare akibat bakteri E coli yang mengontami- nasi sumber air bersih. Data Departemen Kesehatan menun- jukkan, diare menjadi penyakit pem- bunuh kedua bayi di bawah lima tahun atau balita di Indonesia, setelah radang paru atau pneumonia. Kualitas air minum buruk menyebabkan 300 kasus diare per 1.000 penduduk. Foto: ISSDP Percik Oktober 2007 13
  15. 15. WAWA SA N anya sanitasi yang memadai beserta peri- laku hidup sehat masyarakat merupa- kan langkah-langkah preventif terha- dap ancaman berbagai penyakit. Lang- kah preventif ini ternyata lebih efektif menjauhkan dari penderitaan si sakit juga dari segi biaya yang dikeluarkan pihak pemerintah untuk anggaran ke- sehatan. Sebagaimana dikatakan Kepala Subdirektorat Penyehatan Air Depkes Zainal Nampira (Kompas, 22/6/07), kematian bayi juga akan menurun tiga sampai empat persen jika akses air minum naik 10 persen. Sementara itu, peningkatan anggaran kesehatan 10 persen hanya menurunkan angka kemat- ian bayi hingga 1,5 persen. Artinya, tin- dakan preventif dengan cara meningkatkan kualitas lingkungan Foto: Reski DD adalah jalan yang paling tepat daripada menunggu jatuhnya korban. Sanitasi buruk dituding sebagai Pemerintah masih menganggap sanitasi Daripada anggaran tersedot mem-penyebab banyaknya kontaminasi bakteri adalah tanggung jawab individu, bukan bangun rumah sakit, penyediaan obat-E coli dalam air bersih yang dikonsumsi investasi publik. obatan, penyediaan dokter dan perawat,masyarakat. Bakteri E coli meng- Upaya meningkatkan anggaran sani- lebih tepat mengurangi angka timbulnyaindikasikan adanya pencemaran tinja tasi di departemen, misalnya Pekerjaan penyakit dengan membangun sarana airmanusia. Kontaminasi terjadi pada air Umum (PU), ternyata dipotong untuk bersih, tangki septik yang baik, dan gizitanah yang banyak disedot penduduk di prioritas lain. Pemerintah yang mencukupi. Ini bukan berartiperkotaan, dan sungai yang menjadi kabupaten/kota masih memprioritaskan menampik perangkat kesehatan tersebutsumber air baku di PDAM pun tercemar pembangunan jalan, air bersih, baru soal melainkan mengubah cara berpikir kitabakteri ini. limbah dan sampah. mengenai makna sehat itu sendiri. Di Jakarta, hasil penelitian BadanPengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Langkah preventif *Mahasiswi Teknik Lingkungan,(BPLHD) Provinsi DKI Jakarta menun- Sesungguhnya pewujudan tersedi- Fakultas Teknik UNDIP Semarangjukkan, 80 persen sampel air tanah dari75 kelurahan memiliki kadar E coli danfecal coli melebihi ambang batas. Sebesar78 persen sungai di Jakarta telah terce-mar berat bakteri E coli.Belum prioritas Sementara itu, masalah sanitasibelum dijadikan prioritas pembangunanoleh para pengambil keputusan. Hal itutampak dari alokasi anggaran yangminim. Tak heran, sanitasi di Indonesiasampai sekarang masih terhitung buruk. Tahun 2002, anggaran sanitasi hanya1,8 persen dari Anggaran Pendapatandan Belanja Negara (APBN), sementararata-rata APBD provinsi 3,3 persen dan Foto: IstimewaAPBD kabupaten/kota 5,7 persen. 14 Percik Oktober 2007
  16. 16. WAWA SA N JELANG KONFERENSI PERUBAHAN IKLIM Denpasar, 3-14 Desember 2007D alam waktu dekat Indonesia akan tercatat dalam sejarah sebagai salah satu tuan rumahkegiatan Konferensi Perubahan Iklim.Tulisan ini berusaha untuk memberikansedikit gambaran tentang pentingnya isuperubahan iklim dan kaitannya denganair minum dan penyehatan lingkungan.Pentingnya Konferensi PerubahanIklim Betapa pentingnya konferensi inidapat terlihat dari tamu penting yangakan hadir diantaranya peraih penghar-gaan Nobel Perdamaian 2007 Al Gore,Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki Moon,dan Perdana Menteri Australia yangbaru, Kevin Rudd. Kehadiran mereka dan12.000 peserta dari 189 negara didorongoleh kenyataan yang sedang dihadapi Pabrik-pabrik besar turut menyumbang karbondioksida penyebab pemanasan global.oleh seluruh dunia berupa peningkatan Foto: www_8thfire_net.temperatur bumi. Data menunjukkandalam 100 tahun terakhir temperaturglobal meningkat 0,7 derajat Celcius, dan Fakta Pentingdiperkirakan akan meningkat lebih dari 3derajat Celcius pada tahun 2100 jikatidak terjadi perubahan laju produksi dan Kadar CO2 di atmosfer 200 tahun lalu sekitar 280 ppm (part per million), dan saat ini telah mencapai 383 ppm. Jika kondisi ini terus berlangsung, menurut Timkonsumsi. Kondisi ini akan mempe- Flannery dalam bukunya We are the Weather Makers (2006), kadar CO2 akan men-ngaruhi iklim dunia dengan konsekuensi capai 560 ppm. Apa yang terjadi?. Temperatur udara akan dapat meningkat sampaiyang beragam mulai dari peningkatan 4,5 derajat Celcius. Air laut naik sampai 90 cm.permukaan laut yang mengakibatkan Negara maju yang penduduknya hanya 15 persen dari populasi dunia menyumbangtenggelamnya banyak daratan, pulau hampir separuh emisi gas rumah kaca dunia (khususnya CO2) di atmosfer bumi. Sebagai gambaran, jejak kaki (emisi CO2 yang dihasilkan dari gaya hidup) 19 jutabahkan negara kepulauan di Pasifik dan penduduk New York memiliki jejak kaki lebih dalam dibandingkan 766 juta orangAtlantik; terancamnya ketahanan pangan di 50 negara kurang berkembang.karena tidak menentunya iklim; pe- Panel Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim (Intergovernmental Panel onningkatan jumlah penderita penyakit Climate Change/IPCC) yang melibatkan sekitar 2.500 ahli dan 800 penulis ilmiahterkait air dan masih banyak lainnya mengkonfirmasi terjadinya pengurangan jumlah es dan salju di permukaan bumi. Pada belahan bumi utara, tutupan es pada musim semi berkurang sekitar 2 persen(Selengkapnya pada Boks Dampak per dekade sejak 1966. Pada wilayah Arktik, sejak tahun 1978 tutupan es berku-Pemanasan Global) rang 2,7 persen per dekade. Percik Oktober 2007 15
  17. 17. WAWA SA NFaktor Penyebab Dampak Pemanasan Global Pemanasan global (global warming) terjadi karenamenumpuknya gas polutan yang disebut gas rumah kaca yang a. Perubahan Iklim Peningkatan temperatur bumimerupakan selubung gas alami yang pada konsentrasi tertentu Curah hujan yang lebih lebat.berfungsi menjaga bumi tetap hangat dan nyaman dihuni. Gas Terjadi peningkatan curah hujan 2-3 persen per tahun danrumah kaca diantaranya adalah karbondioksida (CO2), dini- musim hujan yang lebih singkat di Indonesia, yang dapattroksida (N2O), metana (CH4), sulfur heksafluorida (Sf6) dan meningkatkan resiko banjir.perfluorokarbon (PFCs). Namun meningkatnya konsentrasi gas Sahara dan gurun makin kering. Gelombang panas bahkan makin sering terjadiCO2 merupakan penyebab utama terjadinya pemanasan global Musim dingin yang lebih dinginyang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil pada b. Pertanian dan kehutanankegiatan industri, transportasi, pembakaran hutan dan peru- Mengubah pola presipitasi, penguapan, air limpasan, danbahan tata guna lahan. kelembaban tanah. Peningkatan suhu, musim hujan yang Kondisi ini diperparah oleh penipisan lapisan ozon (O3) di pendek, dan curah hujan meningkat menjadi penyebabnya. Resiko terjadinya ledakan hama dan penyakit tanamanatmosfer sebagai akibat penggunaan aerosol yang berlebihan. Terancamnya ketahanan panganSemakin tipis ozon maka semakin leluasa radiasi gelombang Menurunnya produktivitas dan tingkat produksi sebagai aki-pendek matahari memasuki bumi. Akibatnya terjadi efek rumah bat terganggunya siklus air karena perubahan pola hujankaca. Suhu bumi meningkat, mencairkan gunung es di kedua dan meningkatnya frekuensi anomali cuaca ekstrim. Datakutub, sehingga menaikkan permukaan laut dan mengubah pola Bappenas (2004), produktivitas pertanian Indonesia diperki- rakan menurun dengan nilai setara 6 miliar dolar AS periklim dunia. tahun. Kebakaran hutan. Udara kering, terik matahari dan tiupanPerjuangan Panjang angin mengakibatkan kebakaran hutan. Adalah Svante Arrhennius, ilmuwan Swedia, yang pertama c. Kelautankali melontarkan kekhawatiran terjadinya pemanasan global Naiknya permukaan air laut rata-rata dunia, yang diperki- rakan sekitar 0,77 mm per tahun selama periode 1991-2004.(global warning) pada tahun 1894. Pada intinya ia menyatakan Kenaikan permukaan laut di Indonesia akan berdampak padabahwa CO2 merupakan unsur terpenting yang mengendalikan penciutan lahan pertanian subur di sepanjang pantai.suhu bumi. Kenaikan konsentrasi CO2 mengakibatkan kenaikan Pemanasan air laut yang memengaruhi keanekaragaman ha-suhu bumi. Penggunaan bahan bakar fosil yang berlebihan akan yati lautmenjadi sumber peningkatan CO2 yang berdampak pada d. Penyakit Peningkatan jumlah penyakit terkait air dan dibawa melaluikenaikan suhu bumi. vektor. Kekhawatiran ini belum mendapat sambutan sampai kemu- Pemanasan global akan mengacaukan iklim yang salah satudian Sidang Umum Persatuan Bangsa-Bangsa memprakarsai dampaknya adalah banjir. Ketika banjir, beberapa penyakitpembentukan Intergovernmental Negotiating Committee akan merebak seperti diare, leptospirosis.(INC) yang bertugas menegosiasikan draft materi konvensi Perubahan iklim membuat nyamuk demam berdarah dan malaria lebih berbahaya. Siklus hidupnya menjadi lebih pen-perubahan iklim. Hasilnya kemudian diajukan ke Konperensi dek. Populasinya lebih mudah meledak.PBB untuk Lingkungan dan Pembangunan (Konperensi Tingkat e. SatwaTinggi Bumi/Earth Summit) di Rio de Janeiro tahun 1992, dan Perubahan habitat. Hilangnya daerah pesisir berakibat padadisepakati menjadi Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang keanekaragaman hayati serta migrasi penduduk.Perubahan Iklim. Penurunan populasi amfibi secara global f. Krisis air tawar Dimulai pada tahun 1995 untuk pertama kalinya digelar Lapisan es di kutub dan puncak pegunungan meleleh,Konperensi para Pihak (Conference of the Parties/COP) di sehingga siklus musim berubah drastis, dan dunia akan men-Berlin. Seterusnya konperensi digelar setiap tahun dan pada galami krisis air tawar.akhirnya Indonesia mendapat giliran menyelenggarakanKonperensi para Pihak ke-13 Konvensi Perserikatan Bangsa- arahan nyata bagi pelaksanaan Konferensi Perubahan Iklim.Bangsa mengenai Perubahan Iklim (United Nation Framework Target reduksi emisi gas rumah kaca ditetapkan sebesar 5,2%Convention on Climate Change/UNFCCC) dan sekaligus juga hingga 2012. Selain itu, diperkenalkan pula praktek bisnis baruPertemuan para Pihak tentang Protokol Kyoto (Meeting of yakni transaksi emisi gas rumah kaca atau disebut carbon tra-Parties on Kyoto Protocol/MOP) ke-3 di Nusa Dua, Bali Tanggal ding. Negara maju yang tidak mampu memenuhi kewajibannya13-14 Desember 2007. dapat membeli kredit karbon dari negara lain. Kredit karbon adalah nilai uang dari jumlah emisi karbon yang berhasil diku-Protokol Kyoto rangi. Indonesia menandatangani protokol ini pada tahun 1998 Diantara rangkaian konperensi tersebut, Konperensi Kyoto dan meratifikasinya tahun 2004.pada tahun 1997 melahirkan dokumen paling penting yaitu Tercatat 3 (tiga) jurus nyata dalam protokol Kyoto untukProtokol Kyoto. Dalam dokumen tersebut tercantum secara jelas menekan gas rumah kaca yaitu (i) perdagangan emisi (emissions16 Percik Oktober 2007
  18. 18. WAWA SA Ntrading). Dimaksudkan sebagai transaksi Panel Antarpemerintah atas Perubah- ditukar dengan sejumlah dana. Jika satuantara pihak yang berhasil menekan an Iklim (IPCC) menawarkan rekomen- ton dihargai USD 10 maka nilai tukaremisi karbon dengan pihak lain yang tak dasi mitigasi yang dinilai efektif menu- emisi CO2 sampah Bandung adalah sebe-bisa memenuhi kewajiban serupa. runkan emisi. Di sektor energi, mengu- sar Rp. 27 miliar setahun.Mekanisme ini berlaku di antara negara rangi subsidi bahan bakar fosil, menetap- Pengurangan emisi gas metana me-industri maju. Jadi negara maju yang kan pajak karbon untuk bahan bakar lalui pembakaran gas metana juga dapattidak dapat memenuhi target pengu- fosil, mewajibkan energi terbarukan dan dikonversi menjadi uang melalui skemarangan emisi dapat terbebas dari kewa- diberi insentif subsidi. Di sektor trans- CDM. Cara yang dapat dilakukan adalahjibannya dengan membayar negara maju portasi, mengurangi penggunaan bahan dengan melakukan fermentasi alamiahlainnya yang bisa memangkas emisi kar- bakar fosil dan menggantikan dengan yaitu dengan memadatkan sampah. Gasbonnya dalam jumlah yang setara; (ii) biofuel dan transportasi tidak bermotor. metana yang dihasilkan kemudian di-kerjasama antarpihak (joint implementa- Memperbanyak transportasi massal. bakar. Pembakaran metana memangtion). Negara maju yang tidak dapat Dalam Protokol Kyoto telah diperke- menghasilkan gas karbon. Namun me-memenuhi target pengurangan emisi nalkan 3 skema mitigasi yaitu perdagang- tana mempunyai daya rusak 23 kali lebihdapat bekerja sama dengan pihak lain an emisi, kerjasama antarpihak, dan besar dari gas karbon. Sehingga nilai 1dalam sebuah proyek industri yang mekanisme pembangunan bersih. Selan- kubik gas metana adalah sebanding de-menekan emisi karbon; (iii) mekanisme jutnya saat ini mulai diperkenalkan ske- ngan 23 kubik gas karbon. Artinya pem-pembangunan bersih (clean development ma terbaru yaitu pengurangan emisi dari bakaran 1 kubik gas metana akan mengu-mechanism/CDM). Peluang kerjasama deforestasi dan degradasi lahan. Skema rangi emisi gas karbon sebesar 22 kubik.antara negara berkembang yang tidak ini menawarkan penghutanan kembali Pengurangan emisi gas karbon ini yangdibebani pengurangan emisi karbon de- atau pencegahan perusakan hutan dapat ditukar dengan sertifikat reduksingan negara maju yang dikenai kewa- (deforestation) sebagai salah satu cara emisi (Certified Reduction Emissi-jiban menurunkan emisi karbon. mengatasi pemanasan global. on/CER), yang kemudian dijual kepada negara maju. Dengan membeli sertifikatStrategi Penanganan Mendulang Dana dari Pengelolaan ini maka negara maju tersebut dianggap Secara umum terdapat 2 (dua) strate- Sampah telah mengurangi emisinya setara dengangi penanganan pemanasan global yang Tanpa disadari, sebenarnya tumpuk- nilai CER tersebut.disepakati dalam Konvensi Kerangka an sampah dapat mengeluarkan emisi gas Tentu saja sampai saat ini masih ter-Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa me- rumah kaca terutama CO2 dan metana. dapat kontroversi dibalik pemanfaatanngenai Perubahan Iklim (UNFCCC), yaitu Sebagai gambaran, sampah kota Ban- sampah sebagai bahan baku listrik.(i) mitigasi yang meliputi pencarian cara dung menghasilkan 300.000 ton CO2 per Dalam prosesnya, ternyata dihasilkanuntuk menahan laju emisi gas rumah tahun (LPPM ITB). Sementara sampah dioksin dan gas asam dari proses pem-kaca; (ii) adaptasi berupa cara mengatasi yang ada tersebut dapat dibakar sebagai bakaran sampah. Keduanya sangat ber-dampak perubahan iklim dengan mela- bahan baku pembangkit listrik sehingga bahaya bagi kesehatan dan lingkungan.kukan langkah penyesuaian yang tepat emisi gas buang jadi nol. Inilah yang ke- Namun, penelitian menunjukkan bahwadan bertindak untuk mengurangi berba- mudian menjadi peluang untuk menda- dioksin hanya dihasilkan ketika pem-gai efek negatifnya atau memanfaatkan patkan dana melalui skema CDM. bakaran dibawah 800 derajat Celcius. Se-efek positipnya. Jumlah emisi CO2 yang dikurangi dapat mentara gas asam dapat dihindari de- ngan pengoperasian reaktor circulating fluidized bed (RCB). Tips AMPL Mengurangi Emisi Gas Bagaimana Kondisi Indonesia? Menurut Global Fluid Dynamic dan a. Jangan membakar sampah di pekarangan rumah. Asapnya mengeluarkan gas CO2 Goddart International Space Study, dan dioksin. b. Praktekkan prinsip 3 R (kurangi, gunakan kembali, daur ulang/reduce, reuse, dan diperkirakan suhu udara di Indonesia recycle) sehingga jumlah timbulan sampah menjadi berkurang. akan meningkat 2 hingga 4,2 derajat c. Jangan menggunakan tas plastik. Didunia, dari 500 milyar tas plastik yang digu- Celcius sampai tahun 2050-2070. nakan, hanya 3% yang didaur ulang. Gunakanlah tas dari kertas atau material yang Walaupun demikian, pada saat ini gampang didaur ulang. mulai terlihat beberapa fenomena yang d. Tisu dan kertas bekas jangan dibuang. Langkah ini dapat mengurangi penebangan menunjukkan terjadinya imbas pema- pohon untuk keperluan pembuatan kertas dan tisu. Setiap ton kertas yang didaur nasan global di Indonesia. Diantaranya ulang akan menyelamatkan 19 pohon (Sumber:Gatra). (i) makin menipisnya salju yang dulu menyelimuti puncak Pegunungan Jaya- Percik Oktober 2007 17

×