Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2005 Tema Wajah AMPL 2005 Kepdeulian Masih Kurang
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2005 Tema Wajah AMPL 2005 Kepdeulian Masih Kurang

on

  • 1,053 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,053
Views on SlideShare
1,053
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
14
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2005 Tema Wajah AMPL 2005 Kepdeulian Masih Kurang Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Desember 2005 Tema Wajah AMPL 2005 Kepdeulian Masih Kurang Document Transcript

  • Media Informasi Air Minum Dari Redaksi 1 dan Penyehatan Lingkungan Suara Anda 2 Diterbitkan oleh: Kelompok Kerja Air Minum Laporan Utama dan Penyehatan Lingkungan Wajah AMPL 2005, Kepedulian Masih Kurang 3 Penasihat/Pelindung: Kebijakan Nasional Pembangunan AMPL Berbasis Lembaga Direktur Jenderal Cipta Karya Setahun Menunggu Pengesahan 4 DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM Potret Pokja AMPL 2005 9 Penanggung Jawab: Direktur Permukiman dan Perumahan, WASPOLA, Dari Prinsip ke Aksi 11 BAPPENAS 1,66 Juta Jiwa Penduduk Desa Dapatkan Akses Direktur Penyehatan Air dan Sanitasi, DEPKES Air Bersih Dari WSLIC-2 15 Direktur Pengembangan Air Minum, SANIMAS Menuju Program Nasional 18 Dep. Pekerjaan Umum Direktur Pengembangan Penyehatan Wawancara Lingkungan Permukiman, Direktur Perumahan dan Permukiman, Bappenas Dep. Pekerjaan Umum Direktur Bina Sumber Daya Alam dan Ir. Basah Hernowo 20 Teknologi Tepat Guna, DEPDAGRI Direktur Penataan Ruang dan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Lingkungan Hidup, DEPDAGRI Dr. I Nyoman Kandun, MPH 22 Pemimpin Redaksi: Wawasan Oswar Mungkasa Setia Melayani Selama Delapan Tahun 26 Dewan Redaksi: Hari Monitoring Air Sedunia 28 Ismail, Johan Susmono, Kisah Sukses Indar Parawansa, Bambang Purwanto WSLIC-2 Desa Jambearjo, Malang Redaktur Pelaksana: Maraita Listyasari, Rewang Budiyana, Sambungan Desa, Manajemen Kota 30 Rheidda Pramudhy, Joko Wartono, Teropong Essy Asiah, Mujiyanto Perubahan Perilaku tanpa Subsidi 32 Desain/Ilustrasi: Aturan Adat Tak Mempan 34 Rudi Kosasih Bangun Jamban Melayang 35 Produksi: Machrudin Cuma Bikin Lubang Tahi Saja 36 Klinik IATPI Sirkulasi/Distribusi: Agus Syuhada Air Limbah Mandi dan Cuci 37 Seputar WASPOLA 38 Alamat Redaksi:Jl. Cianjur No. 4 Menteng, Jakarta Pusat. Seputar AMPL 41 Telp./Faks.: (021) 31904113 Info Situs 48 http://www.ampl.or.id e-mail: redaksipercik@yahoo.com Inovasi redaksi@ampl.or.id oswar@bappenas.go.id Air Rahmat, Ubah Air Bersih Jadi Air Minum 49 Saringan Air Keramik 50 Redaksi menerima kiriman tulisan/artikel dari luar. Isi berkaitan Agenda 51dengan air minum dan penyehatan lingkungan dan belum pernah dipublikasikan. Pustaka AMPL 52 Panjang naskah tak dibatasi. Glossary 53 Sertakan identitas diri. Redaksi berhak mengeditnya. Silahkan kirim ke alamat di atas. Majalah Percik dapat diakses di situs AMPL: http://www.ampl.or.id
  • D A R I R E DA K S I FOTO:GUSTOMI/JeLAJAH Waktu terasa begitu cepat berputar.Tanpa terasa, kita telah melalui tahun2005. Sebentar lagi tahun 2006 menya-pa kita. Biasanya kita selalu menjadikanmasa pergantian tahun ini sebagai saatevaluasi. Apakah yang sudah kita la-kukan selama setahun? Lebih banyak Mengucapkanpositif ataukah negatifnya. Dan bagi ja-jaran birokrasi, pertanyaannya sudahsejauh mana pengabdian yang diberi- Selamatkan kepada negara dan rakyat? Jangan-jangan selama ini hanya menikmati gajitapi tidak memberi nilai tambah bagikemajuan rakyat yang telah memba- Tahun Baruyarnya. Tentu kita berharap, para bi-rokrat dari semua level telah bekerja se-kuat tenaga mengabdikan dirinya sesuaisumpah jabatannya. Pembaca, di akhir tahun ini, Percik 2006pun tak ketinggalan untuk ikut memotretperjalanan penyelenggaraan air minumdan penyehatan lingkungan (AMPL) diIndonesia selama tahun 2005. Tentusecara garis besar. Maksudnya, agar inimenjadi bahan pembelajaran. Kita bisabelajar dari kesuksesan dan kegagalan.Kesuksesan bisa direplikasikan dan di-tingkatkan derajat kesuksesannya di ta-hun 2006. Sedangkan, dengan melihat ke- kat di daerah juga memberi harapan. mahan dan Permukiman Bappenas, Di-gagalan, kita bisa membuat kesuksesan Hanya saja cakupan proyek dan uji coba rektur Jenderal Pengendalian Penyakitdan menghindari kesalahan serupa di ta- itu terbatas, belum menjangkau seluruh dan Penyehatan Lingkungan Depar-hun mendatang. wilayah Indonesia. temen Kesehatan, serta Ketua CPMU Kalau kita melihat perjalanan sela- Di edisi ini kami menampilkan ber- WSLIC 2. Intinya masih banyak halma tahun 2005 ini dan kita bandingkan bagai keberhasilan beberapa proyek ter- yang harus kita lakukan dalam penye-dengan tahun 2004, secara umum tidak sebut. Harapannya ini bisa ditiru dan lenggaraan AMPL di Indonesia. Apalagiada perubahan yang berarti. Kondisi dikembangkan oleh daerah lain. Tak lu- Indonesia telah menyatakan dirinya si-AMPL seperti jalan di tempat. Kasus- pa di tengah kesuksesan itu, kami ap terbebani target MDGs.kasus pada tahun 2004 (baca Percik tampilkan pula catatan buruknya dan Akhirnya, kami berharap sajianedisi Desember 2004), seakan berulang kendala-kendala yang terjadi di lapang- Percik kali ini bisa mendorong ke arahpada tahun ini. Mulai kasus banjir, an. Ini pembelajaran berharga yang perubahan yang lebih baik. Dan kamipenyakit menular, tempat pembuangan harus kita terima. Bukankah orang bijak juga berharap ada umpan balik dariakhir (TPA) sampah, pencemaran, kon- berkata: kegagalan adalah awal dari se- Anda, pembaca setia Percik, demi per-flik horizontal terkait AMPL dan seba- buah keberhasilan. Pembelajaran ini baikan majalah ini khususnya, dangainya muncul lagi. Namun di tengah kami ramu dalam berbagai rubrik. Ada penyelenggaraan AMPL di Indonesiawajah suram ini tak bisa dipungkiri ada di rubrik teropong, kisah sukses, dan se- pada umumnya di tahun 2006. Marisetetes harapan. Proyek-proyek yang di- bagian di laporan utama. kita songsong 2006 dengan optimismeuji coba tahun 2005 memperlihatkan Pembaca, perlu kiranya pula kita dan kepedulian yang lebih terhadaphasil yang menggembirakan. Tengok mengetahui dari para penentu kebijak- kondisi rakyat. Jangan sampai kita ber-misalnya SANIMAS, WSLIC 2, dan an AMPL, bagaimana mereka melihat gembira di atas penderitaan rakyat. Se-CLTS. Pelaksanaan kebijakan nasional perjalanan AMPL di tahun ini. Untuk lamat membaca. Wassalam.pembangunan AMPL berbasis masyara- itu, kami mewawancarai Direktur Peru- Percik Desember 2005 1
  • S U A R A A N DA Ingin Dapatkan Pustaka ILUSTRASI:RUDI KOSASIH oleh buku yang ada dalam website Anda. Bagaimana caranya? Redaksi Percik yang baik. Pertamakali saya ingin memperkenalkan diri Rahayu Sri Pujiati, SKM, M.Kesterlebih dahulu. Saya lulusan Teknik Program Studi Kesehatan MasyarakatLingkungan ITB angkatan 95, dan Universitas JemberMaster of Science dari Technische Uni- Jl. Kalimantan I/93 Kampusversitaet Hamburg, Harburg--Ger- Tegal Boto, Jember 68121many. Saat ini saya sedang melanjutkan Telp. (O331) 322995 Fax. (0331) 337878ke program PhD di universitas yangsama. Saya sedang mengadakan penelitian Berlangganandengan tema sustainability assessmentof sanitation system, terutama untuk Saya pernah beberapa kali membacalow income urban areas di Indonesia. Majalah Percik yang dibawa dosen sa-Saya sedang mengadakan studi di dae- ya. Isi yang ditampilkan cukup menarikrah Rungkut, Surabaya. Tujuan utama dan relevan dengan apa yang saya pela-penelitian saya yaitu to propose an jari saat ini. Bagaimana cara berlang-alternative solution for water pollution ganan majalah ini secara berkala?problems by human waste for lowincome urban areas in Indonesia. Salah bagaimana jika saya ingin memiliki Nurul Ichsansatu alternatifnya adalah sistem ecosan beberapa referensi dari pustaka Percik. Jln. Banjarsari, Gg. Iwenisari No. 8(Ecological Sanitation), di mana do- Selain data-data yang disajikan pada Tembalang, Semarang 50275mestic wastewater dibagi tiga yaitu Percik edisi tersebut, ada juga beberapatinja atau blackwater, urine atau VCD (seperti National Action Planyellowwater, dan greywater (dari sela- Bidang Air Limbah, Methodology for Buletin dan CDin air buangan toilet). Sistem ini sudah Participatory Approach assessment,lama dikembangkan di Eropa (jerman, Prosiding Seminar Nasional SANIMAS Bersama ini saya memohon untukAustria, Swedia). Profesor pembimbing di bali 2004), prosiding seminar Nasio- dapat menerima buletin dan CD gratissaya kebetulan termasuk salah satu pe- nal Hari Air Sedunia 2004, data Inven- dari AMPL yang akan kami manfaatkanlopornya. tarisasi dan Evaluasi Pelaksanaan Pro- di perpustakaan Fakultas Ilmu Admi- Untuk mengimplementasikannya, gram Pembangunan Prasarana dan Sa- nistrasi Universitas Brawijaya.saya dan teman saya yang kuliah di tem- rana Dasar Permukiman Perkotaanpat yang sama membangun sebuah Eco- 1992-2002, dan buku pedoman (Pedo- Andy Fefta Wijayasan pilot plant di Pusdakota Ubaya, Su- man penanggulangan limbah cair dan Fakultas Ilmu Administrasirabaya, sebuah NGO yang bergerak di tinja) dan lain lain yang saya ingin Universitas Brawijaya Jl. MT Haryono No 163bidang pemberdayaan masyarakat. membuat copy-nya. Bagaimana cara Malang - Jawa Timur, Indonesia Dari salah seorang teman di Pus- terbaik untuk mendapatkannya?dakota yang kebetulan mengikuti semi- Terima kasih kami sampaikan kepadanar yang diselenggarakan oleh AMPL Almy Malisie para pembaca setia Percik. Untuk dike-beberapa waktu silam, saya membaca Surabaya tahui, Percik bisa didapatkan secaraprosiding seminarnya dan jurnal cuma-cuma. Kami akan mengirimkanPercik vol.4 Tahun I/Juni 2004. Saya Perlu Buku kepada Anda yang telah mencantumkantertarik dengan isinya karena sebagian alamat lengkap. Sedangkan mengenaibesar berkaitan dengan tema penelitian Saya adalah staf pengajar di Pro- pustaka, untuk diketahui bahwa jumlah-saya. Sebagian besar data-data yang ada gram Studi Kesehatan Masyarakat Uni- nya sangat terbatas. Oleh karena itu, kamipada Percik edisi tersebut telah saya versitas Jember. Bagian program kami bisa membantu sejauh pustaka itu adadapatkan dari beberapa sumber dari memerlukan buku-buku yang berkaitan dan mencukupi. Kalau tidak, Anda perluinternet, akan tetapi ada juga yang dengan Kesehatan Lingkungan, dan ka- memperbanyaknya sendiri. Lebih jelas-belum saya miliki. mi telah menerima jurnal yang telah nya, silakan anda menghubungi sekretari- Oleh karena itu, saya ingin bertanya Anda kirimkan. Kami ingin memper- at Pokja AMPL. Terima kasih. (Redaksi) 2 Percik Desember 2005
  • L A P O R A N U TA M A Wajah AMPL 2005 KEPEDULIAN MASIH KURANG Sektor air minum dan sanitasi masih dianggap kurang jangkau 25,5 persen penduduk di 399 kota. Sistem pengelolaan persampahanpenting. Ini terlihat dari tingkat kepedulian terhadap sek- di perkotaan melayani 32,1 persen pen- tor ini dan dampak yang muncul duduk di 384 kota. Secara nasional 54,56 persen rumah tangga memiliki sa- selama setahun. Perubahan yang diharapkan luran drainase yang baik, dan 31,98 per- masih menjadi impian. sen tidak mempunyai saluran drainase sama sekali. Akses masyarakat terhadap sarana dan prasarana AMPL masih rendah, ter-T ahun 2005 hampir usai. Pem- Goals (MDGs). Perhatian pemerintah utama di perdesaan. Umumnya pela- bangunan air minum dan pe- daerah bahkan lebih menyedihkan. Ber- yanan AMPL terdistribusi secara tidak nyehatan lingkungan (AMPL) dasarkan survei di enam kabupaten, merata antardaerah dan wilayah, sertatampaknya juga berlalu begitu saja. alokasi APBD untuk sektor ini pun ku- di banyak daerah distribusinya jugaBelum ada perubahan signifikan di sek- rang dari 10 persen, bahkan ada yang tidak adil dan merata di antara masya-tor tersebut. Memang bisa dimaklumi, mendekati nol persen. rakat yang kaya dan miskin. Tingkat efi-karena sektor lain tak jauh berbeda alias siensi pemanfaatan kapasitas terpasangjalan di tempat. Mungkin banyak alasan 2003 2004 2005 sistem air bersih, baru mencapai 76 per- LUMAJANG 0.56 5.56yang bisa dikemukakan, misalnya pe- TAKALAR 1.15 0.01 sen dari total kapasitas terpasang. Inimerintahan baru terbentuk, anggaran KUNINGAN 0.97 1.06 berarti bahwa terdapat 24 persen kapa-terlambat turun, mutasi birokrasi dan SUBANG 1.33 1.37 sitas menganggur, yang berarti inefisi-sebagainya. SIKKA 3.06 0.85 ensi penggunaan dana untuk pemba- Diakui atau tidak, sektor ini belum SUMBA TIMUR 7.91 0.1 ngunan prasarana tersebut. Hal ini ter-mendapat perhatian yagn memadai. utama disebabkan pembangunan di ma-Anggaran pemerintah pusat untuk per- Tak heran cakupan pelayanan sa lalu yang lebih mengedepankan pen-mukiman kurang dari 10 persen. Bisa AMPL tak beranjak angkanya diban- dekatan dari atas (top down) sehinggadinilai berapa persen dari jatah tersebut dingkan tahun-tahun sebelumnya. kapasitas yang dibangun tak sesuaidiperuntukkan untuk sektor AMPL- Tingkat pelayanan air bersih perpipaan kebutuhan.yang merupakan bagian dari permu- di perkotaan mencapai 52 persen dan di Proporsi keluarga di perkotaan yangkiman--, sangat kecil. Padahal, diperki- perdesaan 5 persen. Secara keseluruh- menggunakan tangki septik dan cublukrakan pembangunan AMPL perlu dana an, sistem pelayanan air limbah, baik memang cukup besar yakni 80,5 persenRp 50 trilyun hingga 2015 untuk meme- sistem setempat (on site) maupun ter- (tanpa memperhatikan kualitasnya),nuhi target Millennium Development pusat (off site) di perkotaan telah men- BPS, 2004. Sebanyak 73,13 persen kelu- Percik Desember 2005 3
  • L A P O R A N U TA M A FOTO: MUJIYANTOarga perkotaan telah memiliki jambankeluarga dan 16,9 persen menggunakanjamban bersama dan jamban umum.Sedangkan untuk di desa, angkanyaberkisar pada 50 persen. Dalam kondisi yang demikian itu,lingkungan mengalami degradasi yangparah. Ini akibat pertambahan pen-duduk yang cepat, urbanisasi, dan in-dustrialisasi. Daerah tangkapan air mu-lai rusak. Pencemaran air terjadi. Aki-batnya ketersediaan air menjadi ma-salah yang serius. Dari segi kualitas, dibeberapa daerah aliran sungai kualitasair terus menurun karena pencemaranbaik yang berasal dari air limbah do-mestik maupun industri, atau pun usa-ha lain seperti pertambangan dan peng-gunaan pestisida. Kondisi pencemaranbadan air oleh berbagai sebab, khusus-nya air limbah, sudah sangat mempri-hatinkan. Sekitar 76 persen dari 52 su- akan bernilai sekitar Rp 337 juta. Per- besar. Di satu sisi, kesadaran masyara-ngai di Jawa, Sumatera, Bali, dan Sula- ubahan nilai air itu yang turun selama kat untuk melaksanakan 3 R (reuse, re-wesi tercemar berat oleh cemaran orga- periode 2003-2010, mengakibatkan duce, recycle) terhadap sampah masihnik, dan 11 sungai-sungai utama terce- udang, kepiting, dan kerangan-kerang- rendah. Mereka masih tak peduli terha-mar berat oleh unsur amonium. an akan keracunan mercuri air kali. Pa- dap barang kotor ini. Perilaku masyara- Ini semua karena ulah manusia yang da tahun 2010, karena kadar Cd air ta- kat untuk hidup bersih dan sehat masihtidak mengelola alam secara arif dan bi- nah melebihi baku mutu, air bersih di perlu ditingkatkan.jaksana. Penebangan liar terjadi di ma- kawasan itu tak layak lagi diminum. Se- Akses masyarakat yang rendah terha-na-mana tanpa ada tindakan tegas. Tak lanjutnya pada 2028, air tak bisa lagi dap sarana dan prasarana AMPL juga aki-heran banjir dan tanah longsor terus untuk pertanian karena kadar Hg me- bat masalah kelembagaan dan penegakanterjadi, sama seperti tahun sebelumnya. lebihi ambang batas (Suara Pembaharu- hukum. Lembaga atau instansi yang me-Korban tewas, luka, dan kerugian harta an, 18/11/05). ngurusi AMPL sendiri belum menun-benda tak terelakkan. Alam juga makin berat bebannya ka- jukkan kinerja yang memadai dan profe- Pengeboran air dan pembuangan rena sampah yang terus bertambah. La- sional. Masalah manajemen, keuangan,limbah industri sembarangan, terutama ju timbulan sampah pertahun diperki- sumber daya manusia, dan kelembagaandi kota-kota, tak memperhatikan aspek rakan 1,49 persen. Bagi beberapa dae- tak kunjung usai. Sementara penegakankelestarian dan daya dukung lingkung- rah yang memiliki lahan, mungkin pada hukum berjalan lemah, kalau tidak mauan. Sebagai contoh Jakarta, pemanfaat- saat ini tidak menjadi masalah. Tapi di dibilang tidak berjalan sama sekali.an air tanah sudah melampaui 60 per- kota besar, sampah menjadi persoalan Peraturan dan perundang-undangansen ambang batas aman (safe yield). besar. Lihat saja Jakarta, yang saat ini hanya tertulis di atas kertas. PerusakanAkibatnya, pada daerah-daerah tertentu kebingungan membuang sampahnya terhadap lingkungan tak terelakkan.terjadi penurunan permukaan hingga setelah TPST Bojong terus ditentang Kondisi buruk itu berdampak lang-lebih dari lima meter. Akibat pencemar- pengoperasiannya oleh warga sekitar- sung. Aksi sama dengan reaksi, begituan oleh industri di kawasan Jakarta nya, sedangkan TPA Bantar Gebang tak hukum relativitas. Maka ketika tidakUtara, nilai ekonomi air di kawasan itu, bisa lagi digunakan. Bandung juga ada aksi yang signifikan dalam pemba-yaitu Kali Cakung Dalam di Rorotan mengalami hal yang sama setelah musi- ngunan AMPL, reaksi yang diharapkanMarunda, akan terus menurun secara bah longsornya TPA Leuwigajah. Era pun tak muncul, alias terjadi stagnasi.bertahap. Jika nilai air itu diuangkan otonomi ternyata melahirkan ego dae- Itu masih lebih baik, faktanya kondisipada tahun 2003 sebesar Rp 1,094 mil- rah, tanpa peduli dengan komunitas kesehatan masyarakat-yang merupakanyar, beberapa tahun kemudian hanya masyarakat dan kepentingan yang lebih hasil dari sebuah proses yang terkait 4 Percik Desember 2005
  • L A P O R A N U TA M Alangsung dengan asupan AMPL-makin terhadap peningkatan kesejahteraan untuk bersama pemerintah mencapaimemburuk. Ini ditandai dengan mun- masyarakat. target MDGs dengan kapasitas yangculnya berbagai penyakit misalnya po- Dari sisi masyarakat, tekad peme- dimilikinya.lio, demam berdarah, flu burung, diare, rintah itu sangat baik. Persoalannya Berdasarkan kajian UNSFIR (2003),dan cholera. Penyakit yang terakhir ini adalah apakah itu realistis. Terlalu ba- Indonesia baru dapat mencapai pengu-terjadi belum lama ini tanpa terpub- nyak masalah yang dihadapi oleh negeri rangan separuh dari jumlah penduduklikasi. Secara umum, dari 175 negara di ini. Dalam sistem yang carut marut se- tanpa akses terhadap air minum dan sa-dunia, Indonesia berada pada peringkat perti sekarang ini, para pengambil kebi- nitasi dasar pada tahun 2040. Diperki-112 di bidang kesehatan. Menteri Kese- jakan-termasuk wakil rakyat-lebih suka rakan ada 24 propinsi yang tidak men-hatan Fadillah Supari menilai ini pe- hal-hal nyata yang hasilnya bisa dili- capai target tersebut pada tahun 2015.ringkat yang buruk, meskipun tingkat hat/dirasakan langsung. Ini tentu ber- Ada hal paradoks antara target dankesehatan ini lebih baik dibandingkan beda dengan dampak pembangunan proses. Di satu sisi, pemerintah lebih me-sebelumnya. AMPL yang tidak serta merta terasa nekankan pembangunan AMPL itu me- Kondisi ini ada di FOTO: MUJIYANTO lalui proses pemberda-depan mata. Kita tak bisa yaan dan itu butuhmenyalahkan ini pada waktu yang lebih lama.satu pihak. Semua pihak Di sisi lain, targetharus ikut bertanggung MDGs telah menjadijawab. Tidak dapat di- mainstream yang ha-pungkiri selama ini ma- rus dipenuhi agarsyarakat kurang diberda- komitmen Indonesiayakan dalam penyeleng- dapat terpenuhi. Se-garaan AMPL sehingga hingga bukan tidakkeberlanjutan sarana dan mungkin pola pikirprasarana AMPL tak ter- proyek yakni mengejarwujud. Di sisi lain, aparat target kembali akanpemerintah masih memi- berlaku.liki pola pikir proyek dan Yang pasti, adamenganggap rakyat bo- target atau tidak, rak-doh. Penyakit ketidakber- yat butuh akses airdayaan juga menghing- minum dan penye-gapi para birokrat se- hatan lingkunganhingga bila tidak ada da- demi kesejahteraanna, tidak ada kerja, dan tidak peduli ter- hidup mereka. Dan ini butuh pena-hadap kondisi rakyat yang harus dila- atau efeknya jangka panjang. Dukungan nganan dan keseriusan pemerintah se-yaninya. Ketidakberdayaan ini menjadi dana bagi sektor ini pun tak bisa diha- bagai pihak yang telah diberi amanahpenyakit kronis yang dihadapi bangsa rapkan, sekali pun dari pihak swasta oleh rakyat untuk mengatur negara. Iniini. mengingat begitu besarnya kebutuhan. membutuhkan visi dan misi yang jelas, Sementara negara kaya, yang seharus- yang tidak tergantung pada negara atauTantangan nya menyisihkan sebagian dari Produk organisasi internasional. Terobosan dan Indonesia telah masuk jebakan Domestik Bruto (PDB)-nya untuk mem- kreativitas sangat dinantikan oleh rak-MDGs. Indonesia, dalam hal ini pe- bantu negara miskin sebesar 0,1 persen, yat. Makanya pemerintahpun harusmerintah, merasa harus melaksanakan tak bisa dipegang janjinya. berdaya untuk membangun dirinya se-kesepakatan yang dihasilkan di Jo- Muncullah strategi baru pemba- hingga tidak mudah disetir oleh pihak-hannesburg, Afrika Selatan, tahun 2002 ngunan, yang disebut pemberdayaan. pihak tertentu yang memiliki misi ter-itu. Di bidang AMPL, Indonesia harus Masyarakat selama ini dianggap tidak sembunyi.bisa mengurangi separuh, pada tahun berdaya. Karenanya, masyarakat den- Air minum dan lingkungan sehat un-2015, dari proporsi penduduk yang gan keterbatasan yang dimilikinya tuk hidup berkualitas sangat dinantikantidak memiliki akses terhadap air didorong untuk mampu membangun oleh rakyat. Tentu ini bukan sekadar slo-minum dan sanitasi dasar. Asumsinya, dirinya sendiri. Pemerintah berperan gan. Kapan bisa diwujudkan? MJcapaian itu akan berpengaruh besar sebagai fasilitator. Rakyat difasilitasi Percik Desember 2005 5
  • L A P O R A N U TA M A Kebijakan Nasional Pembangunan AMPL Berbasis Lembaga Setahun Menunggu PengesahanK FOTO: ISTIMEWA ebijakan nasional pemba- ngunan air minum dan penye- hatan lingkungan (AMPL)berbasis masyarakat telah dua tahundilaksanakan. Kendati belum ke selu-ruh wilayah, uji coba pelaksanaannyamemunculkan harapan akan penye-lenggaraan AMPL berbasis masya-rakat di masa mendatang. Namun, ke-bijakan ini belum cukup untuk men-jangkau penyelenggaraan AMPL seca-ra keseluruhan. Di sisi lain ada tingkat kebutuhanakan sarana dan prasarana AMPL yangrelatif besar. Dalam kaitan ini mau tidakmau pengelolaannya akan mengarahkepada berbasis lembaga. Kebutuhanyang besar akan memerlukan sumberdaya yang besar pula untuk memenuhi-nya, baik sumber daya manusia, ke-uangan, teknologi dan yang lainnya.Atas dasar itu, pemerintah sedang me-rancang kebijakan nasional pemba- sarannya i) peningkatan akses, ii) peng- Kebijakan umum tersebut kemudianngunan AMPL berbasis lembaga. gunaan efektif, dan iii) menjamin keber- diturunkan dalam kebijakan sektor Secara persiapan, proses penyusun- lanjutan. yang terdiri atas empat sektor yakni airannya sudah selesai. Bahkan akhir De- Kebijakan umum pembangunan minum, air limbah, persampahan, dansember 2004 sebenarnya draftnya ting- sektor AMPL sebagai berikut: drainase.gal merevisi. Tapi hingga akhir tahun 1. Mengutamakan Masyarakat Miskin2005 ini, draft tersebut belum juga di- dalam Peningkatan Pelayanan AMPL Air Minumtandatangani. Banyak kendala di sana. 2. Menjaga Keseimbangan Antara Kebu- Pelayanan air minum saat ini masihIni tentu wajar karena kebijakan ini ter- tuhan Penyelenggaraan AMPL dan sangat terbatas. Ini terjadi di perkotaan,kait dengan banyak sektor dan banyak Daya Dukung Lingkungan khususnya menimpa mereka yang eko-kepentingan. Masih ada hal-hal yang 3. Meningkatkan Keterlibatan Semua nominya lemah dan tinggal di daerahperlu disinkronisasikan terlebih dahulu. Pihak dalam Penyelenggaraan AMPL kumuh. Biaya yang dikeluarkan untuk Yang pasti dengan adanya kebijakan 4. Mengoptimalkan Penerapan Prinsip kebutuhan air terkadang cukup besarini diharapkan ada arahan bagi semua Kepengusahaan dan Prinsip Pemulih- dilihat dari penghasilannya.stakeholder dalam melakukan kegiatan an Biaya dalam Penyelenggaraan Di sisi lain, daya dukung lingkunganuntuk mencapai tujuan penyelenggara- AMPL terhadap sumber daya air makin menu-an AMPL, yaitu meningkatkan derajat 5. Mengefektifkan Penegakan Hukum run. Kendati bisa diperbaharui, keterse-kesehatan masyarakat dan menunjang 6. Mengembangkan Mekanisme Kerja- diaan sumber daya air dibatasi kondisipertumbuhan ekonomi sehingga terwu- sama Antardaerah dan Antarsektor geografis dan musim. Ketersediaan airjudnya kesejahteraan masyarakat. Sa- dalam Penyelenggaraan AMPL baku untuk air minum menjadi masalah 6 Percik Desember 2005
  • L A P O R A N U TA M A yang dialami oleh sebagian besar penye- babkan penambahan beban pence- duli terhadap hal yang dilakukannya. dia jasa. Sementara itu, kebutuhan aka- maran air baku. Bila hal ini terus Kondisi ini semakin diperparah dengan n air minum cenderung makin mening- berlanjut akan menyebabkan tingginya ketiadaaan/minimnya akses masyara- kat baik yang diakibatkan oleh pertam- dana yang diperlukan untuk menda- kat ke sarana dan prasarana air limbah. bahan penduduk maupun perubahan patkan kualitas air minum yang Bagi yang ada pun, kinerja pengelola pola hidup. memenuhi syarat kesehatan dan pe- dan kedudukannya secara kelembagaan Sementara PDAM yang diharapkan mulihan sumber daya air. masih rendah. Kepedulian pemerintah mampu melayani masyarakat belum bi- Di samping itu, belum adanya stan- pun kurang. Ini terlihat dari minimnya sa seperti yang diharapkan baik dari sisi dar perencanaan tentang sistem pela- anggaran dan kurangnya peraturan per- kualitas dan kuantitas air yang ditentu- yanan air limbah, baik itu untuk skala undang-undangan di sektor ini. kan. Perusahaan itu masih menghadapi kawasan maupun perkotaan, menye- Untuk mengatasi berbagai persoal- masalah intern baik dari sisi manaje- babkan sarana air limbah banyak yang an tersebut, kebijakan sektor air limbah men, tarif, dan peraturan perundang- terbangun namun tidak memenuhi sya- disusun sebagai berikut: undangannya. Sedangkan peran swasta rat aman bagi lingkungan 1. Mendorong keterpaduan antara belum tampak. Pencemaran badan air oleh berbagai pengaturan sektor air minum dan air Atas berbagai kondisi tersebut maka sebab, khususnya air limbah sudah sa- limbah kebijakan sektor air minum berupa: ngat memprihatinkan. Sebanyak 76,2 2. Pengelolaan air limbah dilakukan un-1. Peningkatan kualitas dan cakupan pe- persen dari 52 sungai di Jawa, Sumate- tuk keperluan konservasi air baku layanan dari air bersih menjadi air ra, Bali, dan Sulawesi tercemar berat 3. Meningkatkan akses masyarakat pada minum secara bertahap oleh cemaran organik, dan 11 sungai-su- sarana dan prasarana air limbah yang2. Meningkatkan akses pada sarana dan ngai utama tercemar berat oleh unsur memadai prasarana air minum dengan meng- amonium. Sungai-sungai utama di per- 4. Memprioritaskan penyediaan akses utamakan masyarakat berpenghasil- kotaan umumnya tercemar dengan ra- pada sarana dan prasarana air limbah an rendah dan daerah rendah akses ta-rata yang telah melampaui ambang untuk masyarakat miskin3. Melibatkan konsumen dalam mendo- batas kadar BOD sebanyak 34,48 persen 5. Penyelenggaraan air limbah dilaku- rong peningkatan kualitas pelayanan dan kadar COD sebanyak 51,72 persen. kan oleh lembaga yang ditunjuk seca-4. Pengendalian konsumsi air minum Sebanyak 32,24 persen sampel air mi- ra khusus melalui instrumen peraturan dan num perpipaan dan 54,16 persen sam- 6. Meningkatkan peran pemerintah, tarif pel air minum non perpipaan mengan- masyarakat, dan dunia usaha dalam5. Meningkatkan peran pemerintah, dung bakteri coli. penyelenggaraan air limbah masyarakat, dan dunia usaha dalam Diakui atau tidak, masyarakat seba- 7. Penerapan prinsip pemulihan biaya penanganan air baku gai pembuang limbah belum begitu pe- secara bertahap dalam penyelengga-6. Menerapkan prinsip kepengusahaan FOTO: ISTIMEWA dan pemulihan biaya dalam pengelo- laan air minum dengan menjamin ke- butuhan dasar7. Meningkatkan peluang investasi da- lam penyelenggaraan air minumAir Limbah UU Sumber Daya Air pasal 40mengharuskan adanya keterpaduanantara air minum dan air limbah.Namun sampai saat ini masih belumada keseragaman konsep dalam halpenanganan air limbah. Pembangunanair minum saat ini masih berorientasipada pengolahan air baku menjadi airminum, tetapi tidak memperhatikanbuangan yang dihasilkan dari penggu-naan air minum yang akan menye- Percik Desember 2005 7
  • L A P O R A N U TA M A FOTO: ISTIMEWA Drainase Selama ini belum ada kejelasan apa- kah sistem drainase di Indonesia hanya diperuntukkan untuk pemutusan ge- nangan air hujan atau termasuk untuk penyaluran air limbah dalam suatu sis- tem tercampur. Hal ini menyebabkan masih sering dijumpainya sistem drai- nase yang juga digunakan untuk penya- luran air limbah, khususnya gray wa- ter, walaupun tidak didisain untuk sua- tu sistem tercampur. Sistem tercampur yang tidak direncanakan dengan baik berpotensi menyebabkan pencemaran badan air di daerah hilir. Banyak pembangunan sarana drai- nase, baik yang dilakukan oleh peme- rintah, swasta ataupun masyarakat yang tidak mengikuti master plan yang ada, bahkan di beberapa kota tidak memiliki master plan drainase. Selain itu, perha- tian terhadap masalah drainase belum berdasarkan pendekatan program, baru berdasarkan pendekatan kasuistis dan raan Air Limbah limbah, persampahan belum mendapat pembangunan suatu wilayah seringkali8. Mengefektifkan Penegakan Hukum prioritas yang memadai. Hanya saja ada tidak mengikuti tata ruang yang sesuai dalam Mencegah Pencemaran Sum- harapan di tingkat masyarakat karena dengan pola aliran dan memperhatikan ber Air sebagian masyarakat (individu maupun kapasitas resapan. kelompok) sebenarnya telah mampu Drainase juga menghadapi kendalaPersampahan melakukan sebagian dari sistem penge- pendanaan, penegakan hukum, dan ke- Laju pertumbuhan penduduk Indo- lolaan sampah baik untuk skala indivi- lembagaan. Perhatian pemerintah barunesia yang mencapai 1,49 persen per ta- dual maupun skala lingkungan. Kini besar jika ada akibat.hun membawa konsekuensi logis pe- tinggal bagaimana mendorong potensi Menghadapi hal itu, kebijakan sek-ningkatan timbulan sampah perkotaan yang sudah ada tersebut. tor ini ditetapkan sebagai berikut:(2 - 4 persen per tahun). Laju pertum- Kebijakan sektor persampahan me- 1. Menetapkan kewenangan penangan-buhan itu juga diikuti perubahan kom- liputi: an drainase oleh pemerintah, swasta,posisi dan karakteristik sampah karena 1. Pengurangan sampah semaksimal dan masyarakat berdasarkan hirarkipertumbuhan industri dan konsumsi mungkin dimulai dari sumbernya sistem drainasemasyarakat. 2. Mengedepankan peran dan partisipa- 2. Meningkatkan keterpaduan penanga- Peningkatan jumlah timbulan sam- si aktif masyarakat sebagai mitra da- nan drainase untuk mendukung ke-pah tidak diikuti dengan ketersediaan lam pengelolaan sampah seimbangan tata airsarana dan prasarana persampahan 3. Memperkuat kapasitas lembaga pe- 3. Memprioritaskan masyarakat miskinyang memadai sehingga sampah yang ngelola persampahan dan daerah padat penduduk dalamtidak tertangani menjadi sumber pence- 4. Pengembangan kemitraan dengan penanganan drainasemaran lingkungan. Kesulitan lain yang swasta Semua kebijakan sektor, baik air mi-seringkali dihadapi oleh pemerintah 5. Meningkatkan tingkat pelayanan un- num, air limbah, persampahan, dan drai-daerah adalah terbatasnya lahan TPA tuk mencapai sasaran nasional se- nase kemudian dijabarkan dalam strategi(Tempat Pembuangan Akhir). cara bertahap pelaksanaan secara lebih rinci. Proses so- Sektor ini pun mengalami masalah 6. Menerapkan prinsip pemulihan biaya sialisasi pun telah dilaksanakan melaluidalam kelembagaan, peraturan, dan secara bertahap acara talk show di televisi. Kini yang kitapembiayaan. Seperti halnya sektor air 7. Peningkatan efektifitas penegakan Hukum tunggu tinggal pengesahannya. (MJ) 8 Percik Desember 2005
  • L A P O R A N U TA M A Potret Pokja AMPL 2005 FOTO: POKJA AMPLK elompok Kerja (Pokja) Air Minum dan Penyehatan Ling- kungan (AMPL) pada tahun2005 memfokuskan kegiatan pada kam-panye publik, operasionalisasi Kebijak-an Nasional Pembangunan AMPL Ber-basis Masyarakat di daerah dan penye-lesaian Kebijakan Nasional Penyeleng-garaan AMPL Berbasis Lembaga. Kampanye publik bertujuan untukmemberikan pemahaman seluruh sta-keholder pembangunan sektor AMPLterhadap prinsip-prinsip kebijakan na-sional AMPL dan meningkatkan kepe-dulian, dan keterlibatan mereka dalampembangunan sektor ini. Beberapa ke-giatan kampanye publik telah dilaku-kan adalah penerbitan Majalah Percik,pengelolaan website, electronic mailinglist dan newsletter AMPL, pencetakanposter dan leaflet, pameran serta talk-show di media elektronik. Talkshowdilakukan bekerja sama dengan dua sta-siun televisi yaitu TVRI dan Metro TV Pada tahun 2005 ini 3. Koordinasi Pelaksanaan Kebi-membahas Kebijakan Nasional Penye- Pokja AMPL telah membidani jakan Pembangunan AMPL Berba-lenggaraan AMPL Berbasis Lembaga. penyusunan kesepakatan sis Masyarakat dengan Mitra Pro- Operasionalisasi Kebijakan Nasio- gram. kerja sama antara Pemerintahnal Pembangunan AMPL Berbasis 4. Uji coba pendekatan Commu-Masyarakat dilakukan melalui beberapa Indonesia dengan Plan nity Led Total Sanitation (CLTS).kegiatan sebagai berikut: International, sebuah lemba- Uji coba dilaksanakan bekerja sama1. Lokakarya ga swadaya masyarakat inter- dengan WASPOLA di enam lokasi yakni Lokakarya Kebijakan Nasional Pem- nasional. Ini merupakan di Lumajang, Muaro Jambi, Sambas, bangunan AMPL Berbasis Masyara- salah satu upaya pelibatan Bogor, Muara Enim dan Sumbawa. kat di tujuh Propinsi. Pendekatan CLTS cukup berhasil mening- aktif seluruh stakeholder Lokakarya Operasionalisasi Kebijak- katkan perilaku masyarakat untuk hidup an Nasional Pembangunan AMPL dalam pembangunan AMPL. bersih dan sehat. Namun, tidak semua Berbasis Masyarakat di derah untuk lokasi uji coba memberikan hasil yang Mitra NGO dan Lembaga Terkait. 2. Pelatihan baik. Beberapa hal yang mempengaruhi Lokakarya Kebijakan Nasional Pem- Pelatihan Teknis AMPL keberhasilan dan kegagalan pendekatan bangunan AMPL pada lokasi CWSH. Pelatihan Teknis ProAir ini adalah budaya dan dukungan tokoh- Lokakarya Sosialisasi Kebijakan Pelatihan Teknis Pasca Konstruksi tokoh masyarakat setempat. Nasional Pembangunan AMPL Lokasi WSLIC 2 Pada tahun 2005 ini Pokja AMPL WSLIC II Pelatihan MPA-PHAST dan Penerap- telah membidani penyusunan kesepa- Lokakarya Operasionalisasi Kebijak- annya dalam Perencanaan dan Moni- katan kerja sama antara Pemerintah an Nasional Pembangunan AMPL toring Proyek AMPL Berbasis Masya- Indonesia dengan Plan International, Berbasis Masyarakat di Daerah. rakat sebuah lembaga swadaya masyarakat Percik Desember 2005 9
  • L A P O R A N U TA M A FOTO:MUJIYANTOinternasional. Kesepakatan ini ditu-angkan dalam MoU yang telah ditanda-tangani oleh Deputi InfrastrukturBappenas dan Country Director PlanInternational Indonesia pada tanggal 19Oktober 2005. Kerja sama ini merupa-kan salah satu upaya pelibatan aktif se-luruh stakeholder dalam pembangunanAMPL. Kegiatan penyusunan KebijakanNasional Penyelenggaraan AMPL Ber-basis Lembaga telah menghasilkandraft ketiga revisi ketiga. Draft doku-men kebijakan telah disosialisasikankepada pejabat-pejabat eselon 1 diDitjen Bangda, Depdagri, Ditjen PMDDepdagri, Ditjen PP dan PL, Depkes danKementerian Lingkungan Hidup.Rencana 2006 Rencana kerja Pokja AMPL padatahun 2006, mencakup kampanye pub-lik, operasionalisasi Kebijakan Nasio- pada tahun sebelumnya seperti CLTSnal Pembangunan AMPL (Berbasis Ma- dan SANIMAS.syarakat dan Berbasis Lembaga) serta Pada tahun 2006,penyusunan pedoman. akan dilakukan penyusunan Lokakarya Strategi Komunikasi Pada tahun 2006, kegiatan kampanye Disadari bahwa keberhasilan pelak- strategi komunikasipublik tidak banyak berubah diban- sanaan Kebijakan Nasional Pemba-dingkan dengan tahun sebelumnya. Ke- yang akan diawali dengan ngunan AMPL sangat dipengaruhi olehgiatan ini meliputi penerbitan Majalah sebuah lokakarya untuk penerapan strategi komunikasi kebijakanPercik, pengelolaan website, electronic model komunikasi sebagai yang efektif, pada tahun 2006, akanmailing list dan newsletter AMPL, pen- dasar pengembangan dilakukan penyusunan strategi ko-cetakan poster dan leaflet, pameran serta strategi komunikasi munikasi yang akan diawali dengan se-talkshow di media elektronik. Diharapkan buah lokakarya untuk model komunikasi Kebijakan Nasionalpada tahun 2006 ini volume penerbitan sebagai dasar pengembangan strategiMajalah Percik dapat ditingkatkan. Hal ini Pembangunan AMPL Berbasis komunikasi Kebijakan Nasional Pemba-mengingat semakin besarnya minat kha- Masyarakat dan ngunan AMPL Berbasis Masyarakat danlayak terhadap majalah ini. Berbasis Berbasis Lembaga. Operasionalisasi Kebijakan Nasio- Lembaga. Kegiatan penyusunan pedoman pa-nal Pembangunan AMPL akan dilaku- da tahun 2006 akan diarahkan untukkan melalui beberapa kegiatan seperti: menghasilkan berbagai petunjuk pelak- Pertemuan Koordinasi Kebija- sanaan dan petunjuk teknis serta modul kan Nasional Pembangunan Pelatihan teknis CWSH. AMPL Kegiatan-kegiatan pelatihan pada Tahun 2006 merupakan tahun perta- Pertemuan Koordinasi Kebijakan tahun 2006 ditujukan untuk mening- ma realisasi kesepakatan kerja sama antaraNasional Pembangunan AMPL ditu- katkan kapasitas para pelaku operasio- Pemerintah dengan Plan International.jukan untuk peningkatan koordinasi, nalisasi Kebijakan Nasional Pembangun- Beberapa lingkup kerjasama yang akankonsultasi dan supervisi pelaksanaan an AMPL dengan berbagai pengetahuan dilaksanakan adalah uji coba penerapankebijakan dalam rangka pengembangan dan ketrampilan yang dibutuhkan serta kebijakan nasional AMPL, pelatihan-pela-rencana tindak pokja AMPL Pusat, untuk mempersiapkan replikasi berbagai tihan, pengembangan resource center danPokja propinsi dan Pokja kabupaten. pendekatan yang telah diujicobakan penyusunan strategi komunikasi. (AK)10 Percik Desember 2005
  • L A P O R A N U TA M A WASPOLA, Dari Prinsip ke AksiG agasan reformasi kebijakan sek- PROPINSI KABUPATEN berlangsung berdasarkan komitmen tor Air Minum dan Penyehatan SUMATERA BARAT SAWAHLUNTO SIJUNJUNG bersama dan peranan berbagai pihak. KOTA PAYAKUMBUH Lingkungan (AMPL) dikem- TANAH DATAR Pelibatan ini akan membangun tang-bangkan dalam rangka menciptakan pe- BANGKA BELITUNG BANGKA SELATAN gung jawab kalangan, tidak saja dalam BANGKA BARATningkatan akses pelayanan AMPL yang KOTA PANGKAL PINANG pembiayaan operasi dan pemeliharaanlebih baik dan tepat sasaran. Pentingnya BANTEN LEBAK tetapi mungkin saja investasi. Beberapaimplementasi pembangunan yang lebih PANDEGLANG contoh pelaksanaan pembangunan yang KOTA TANGERANGefisien, tepat sasaran, berpihak kepada JAWA TENGAH KEBUMEN diinisiasi dengan konsep demand-drivenmasyarakat miskin, peningkatan par- PEKALONAGN dan pendekatan tanggap kebutuhan, GROBOGANtisipasi publik, peran serta perempuan, NUSA TENGGARA BARAT LOMBOK BARAT telah menunjukkan bahwa sesungguh-adalah beberapa dari sejumlah perhatian LOMBOK TIMUR nya terdapat potensi tersembunyi di te- SUMBAWAyang mendasari arah perubahan ke- SULAWESI SELATAN PANGKEP ngah masyarakat, baik dana, kemampu-bijakan sektor AMPL. TAKALAR an dan komitmen. Prinsip-prinsip kebi- Sejak digagas pada tahun 1998, SELAYAR jakan yang dibangun dengan semangat GORONTALO GORONTALOWASPOLA (Water and Sanitation Po- BONE BOLANGO kebersamaan dan komitmen perubah-licy and Action Planning) mendorong an, dari penyedia ke fasilitator, seyog-percepatan ke arah perubahan itu. Ken- ten tersebut. Pengalaman pelaksanaan yanya ditunjukkan pada implementasidati pada awalnya gagasan reformasi pembangunan AMPL selama ini dapat pembangunan sektor AMPL, oleh pe-kebijakan sektor belum begitu akrab di dijadikan sebagai alasan kuat untuk me- merintah pusat dan daerah.kalangan birokrat, dan ditambah lagi lakukan reformasi kebijakan di daerah.minimnya pembelajaran nasional yang Ketidakberfungsian sarana, inefisiensi, Peningkatan Kapasitas, Kebutuh-dapat dijadikan acuan, namun proses dan pembangunan yang tidak tepat an Penyelenggaraan AMPLreformasi itu tetap berlangsung dan sasaran adalah beberapa contohnya. Pada pengalaman fasilitasi penyu-mendapat dukungan dari berbagai ka- Setidaknya, tercatat dua hal penting sunan kebijakan di daerah, terutamalangan. Enam departemen terkait telah mengapa reformasi kebijakan ini pen- pada konteks reformasi kebijakanmenyatakan komitmennya untuk im- ting, pertama, (i) pelayanan AMPL se- AMPL, peningkatan kemampuan sum-plementasi kebijakan AMPL berbasis ring dipahami sebagai penyediaan ber daya merupakan kebutuhan yangmasyarakat. sarana AMPL dan kedua (ii) anggaran melekat pada reformasi itu sendiri. Isu- Tahun 2005, merupakan tahun yang tersedia untuk mengembangkan isu keberlanjutan dan pelayanan tang-ke-2 pelaksanaan WASPOLA 2 sete- sarana AMPL sangat terbatas, dan kare- gap kebutuhan merupakan tema pen-lah WASPOLA 1 berakhir di tahun nanya perlu keterlibatan pihak non- ting yang memerlukan kekuatan pema-2003, yang masih mewarnai refor- pemerintah. Dukungan fasilitasi haman dan komitmen sektoral. Tahunmasi kebijakan AMPL, yang berlang- WASPOLA terhadap implementasi 2005, WASPOLA telah memfasilitasisung pada proses koordinatif yang kebijakan, pada konteks ini adalah men- interaksi masyarakat dan pemerintahdinamis. jembatani transfer informasi dan pe- dalam rangka penggalian dan tukar ngetahuan, agar pelayanan itu tidak informasi tentang pelayanan AMPL diReformasi dan Implementasi Ke- sekadar membangun sarana, tetapi lapangan. Hasilnya antara lain menum-bijakan lebih dari itu, yakni keberlanjutan. buhkan kepedulian dari kalangan peme- Tahun 2005, Kebijakan Nasional Air Keberlanjutan diawali oleh perubahan rintah, mendorong apresisasi terhadapMinum dan Penyehatan Lingkungan paradigma untuk menuju kesinam- peran serta masyarakat dan timbulnyaBerbasis Masyarakat (Kebijakan Berba- bungan pembangunan dalam aspek ke- rasa percaya diri masyarakat terhadapsis Masyarakat, KBM) diimplementasi- lembagaan, keuangan, sosial, teknis dan pengelolaan sarana AMPL.kan pada 21 kabupaten di 7 propinsi lingkungan. Selain itu, dukungan juga Isu-isu keberlanjutan pelayanan(tabel 1). diberikan dalam rangka membangun si- AMPL, merupakan isu yang kerap kali Sejumlah pengalaman dapat dipetik nergi antara pemerintah dan non-pe- disuarakan oleh pelaku pembangunandari proses implementasi di 21 kabupa- merintah agar pelayanan AMPL dapat AMPL di daerah. Identifikasi Pokja Percik Desember 2005 11
  • L A P O R A N U TA M A FOTO:ISTIMEWA ketersediaan sumber daya. Di beberapa daerah, rencana strategis daerah (Ren- strada), AMPL dimasukkan sebagai ba- gian dari komponen lain, misalnya pe- rumahan atau kesehatan. Dalam kon- teks ini, penyiapan rencana strategis AMPL merupakan bagian dari upaya menempatkan AMPL sebagai prioritas pembangunan. Dukungan teknis WAS- POLA dalam penyusunan rencana stra- tegis AMPL mendapat apresiasi dari pokja daerah. Renstra ini disusun dalam rangka penyiapan rencana kerja jangka panjang dan menengah yang sejalan de- ngan Renstrada. Formulasi visi, misi, identifikasi faktor internal/eksternal, perumusan mandat, analisa SWOT, isu strategis dan penyusunan program stra- tegis adalah beberapa materi yang perlu diketahui dalam penyusunan renstra.daerah terhadap aspek-aspek keberlan- WASPOLA melalui pelatihan MPA- Keterlibatan pemangku kepentinganjutan pelayanan air minum di beberapa PHAST, dapat membantu kelompok secara luas dan langsung, adalah cirikabupaten, menemukan beberapa va- kerja AMPL daerah menganalisa berba- yang didorong WASPOLA dalam penyu-riabel penentu keberlanjutan, dan sa- gai persoalan di tingkat komunitas. sunan renstra AMPL di berbagai dae-ling terkait. Sebagai contoh, pada kun- rah. Daerah yang telah memiliki renstrajungan lapangan ke 4 desa di Kabupaten Analisis Pelayanan AMPL akan lebih maju mempersiapkan ren-Bone Bolango, yaitu desa Talamelito, WASPOLA mendukung pemangku cana komprehensif pembangunanMolintogupo, Tangga Jaya dan Illohe- kepentingan untuk melakukan penilaian AMPL dalam rangka pencapaian targetluna, memperlihatkan variabel yang terhadap pelayanan AMPL. Pada tingkat MDGs, dan peluang kemitraan strategisberbeda. Ditemukan bahwa pilihan tek- daerah, kegiatan ini dilakukan dalam dengan berbagai pihak. Menempatkannologi tidak disertai dengan pengelola- bentuk kajian lapangan dan pengem- AMPL sebagai prioritas akan meng-an lembaga dan keuangan serta perlin- bangan database, sedangkan di tingkat hemat daerah untuk investasi biayadungan lingkungan, bahkan ditemukan pusat, dilakukan melalui studi yang kom- sosial penanggulangan dampak akibatbahwa keberlanjutan pelayanan AMPL prehensif untuk menemukenali persoalan buruknya pelayanan air minum dan sa-juga rentan terhadap "kebijakan perso- pelayanan AMPL khususnya di era desen- nitasi termasuk kesehatan.nal" atau perilaku aparat pemerintah tralisasi. Keseluruhan kegiatan ini, yangdesa. Pelayanan air minum di Dese Lo- dilakukan di daerah dan di pusat, telah Kebijakan Lembaga, Menjawabnuo, yang pernah mendapat apresiasi menghasilkan pembelajaran penting Pasardari pemerintah dan lembaga interna- untuk arah perbaikan pelayanan AMPL, Sebagai bagian dari reformasi kebi-sional sebagai percontohan pelayanan melalui reformasi kelembagaan, ke- jakan, ketersediaan kebijakan untukair bersih, saat ini terancam tidak ber- uangan dan regulasi. pengaturan pelayanan AMPL oleh lem-fungsi karena lemahnya pengelolaan ke- baga, disadari semakin penting. Keber-lembagaan. Pada konteks ini, pemerin- Langkah Menuju Prioritas AMPL adaan PDAM di hampir seluruhtah daerah mencermati persoalan di la- Rendahnya akses pelayanan AMPL Indonesia, ternyata tidak berkorelasipangan dan kemudian memberikan pada pembangunan infrastruktur, dite- langsung dengan peningkatan akses pe-technical assistance untuk perbaikan ngarai karena lemahnya dukungan yang layanan air minum. Data PU mencatatpelayanan air bersih di desa itu. Hal diberikan pada sektor ini. Kebanyakan cakupan layanan air minum perkotaanyang mirip, terjadi di beberapa kabupa- daerah, bahkan pusat, tidak menjadikan berkisar 39 persen, sedangkan PDAMten dan WASPOLA mendorong proses AMPL sebagai prioritas pembangunan, berada di 306 kabupaten (70 persen) diini tetap berlangsung. Selain itu pende- setidaknya terlihat dari proporsi peng- Indonesia . Hal ini terjadi karena cakup-katan partisipatif, yang diperkenalkan anggaran, kejelasan kelembagaan dan an layanan masing-masing PDAM terse-12 Percik Desember 2005
  • L A P O R A N U TA M Abut masih sangat rendah, sedangkan yang diibaratkan pada kereta api adalah didiseminasikan ke pemangku kepen-untuk mengembangkan daerah layanan kereta tua yang berjalan terseok-seok. tingan lokal. Kemitraan dengan LSM,kemampuan terbatas. Belum lagi ditam- Pembangunannya selalu tertinggal di- perguruan tinggi, swasta juga dilakukanbah dengan persoalan utang yang banding air minum. Namun ketika loko dalam rangka membangun sinergi danmelilit hampir seluruh PDAM. Pada sisi disatukan, sanitasi dan air minum harus dukungan kapasitas. Beberapa kegiatanlain, swasta telah menunjukkan upaya dilakukan secara integral, ternyata sani- yang diikuti oleh WASPOLA, telahyang serius untuk berpartisipasi pada tasi hanya ditempatkan pada gerbong menunjukkan fakta yang mengesankan,pelanan sektor AMPL. Catatan salah sa- paling belakang yang sarat penumpang, misalnya di 2 kegiatan pameran, standtu LSM di Solo, menunjukkan saat ini yang tidak pernah bisa melewati ger- dikunjungi kurang lebih 200 orang dantelah ada 23 PDAM yang siap bekerja- bong depannya. Model yang mirip terja- mendiskusikan isu-isu seputar AMPLsama dengan swasta. Sejalan dengan di pada pembangunan sanitasi, tetapitu, untuk menjaga iklim investasi tetap tertinggal tetapi memiliki banyak isuberlangsung dan sekaligus memberi ja- dengan dampak luas. Hal itu semakin BEBERAPA KEGIATAN WASPOLAminan pelayanan pelanggan khususnya nyata, bila menilik anggaran yang di- PADA TAHUN 2005masyarakat tidak mampu, maka diper- alokasikan daerah untuk sektor sanitasi.lukan kebijakan yang komprehensif dan Dalam konteks ini, WASPOLA mendo- JANUARI 2005dapat mengakomodasi berbagai kepen- rong penerapan perubahan cara pan- Penyusunan desain kegiatan dukung-tingan. Tantangan inilah yang sedang dang terhadap pembangunan sanitasi. an WASPOLA terhadap pengembang-dijawab oleh pemerintah melalui penye- Melalui pendekatan CLTS (Community an kebijakan di lokasi WSLIC dandiaan kebijakan nasional pembangunan Led Total Sanitation) pembangunan CWSH.sektor AMPL berbasis lembaga. Upaya sanitasi lebih memerlukan perubahan Rasionalisasi Rencana Kerja WASPO-WASPOLA untuk memfasilitasi proses sikap, baik pemerintah maupun ma- LA tahun 2005formulasi telah dilakukan sejak tahun syarakat, agar pemerintah tidak lagi se- Persiapan uji coba CLTS2003, dan lebih intensif lagi pada tahun harusnya sebagai penyedia, dan ma-2004-2005. Keterlibatan berbagai sek- syarakat tidak lagi sekedar pengguna. PEBRUARI 2005tor, baik pemerintah, swasta, LSM, per- Perubahan cara pandang ini akan men- Lokakarya konsolidasi operasionali-guruan tinggi, asosiasi sangat terasa pa- ciptakan perubahan tingkah laku yang sasi Kebijakan Nasional berbasis ma-da proses formulasi ini. Kebijakan ber- akhirnya merangsang kebutuhan dan syarakat, tanggal 15-17 Pebruari 2005basis lembaga ini disusun lebih kom- inovasi. Pada SANIMAS (sanitasi oleh di Surabaya.prehensif dengan struktur dan konsep masyarakat), pelibatan dan partisipasi Lokakarya pengembangan strategiyang lebih kuat. Dibagi atas kebijakan publik merangsang tumbuhnya rasa komunikasi, tanggal 17 Pebruariumum dan kebijakan sektor yang terdiri memiliki dan willingness to pay. Dua 2005, Surabaya.dari air minum, air limbah, drainase dari sekian konsep pembangunan sani- Kick off, uji coba pendekatan CLTS didan persampahan. Namun sebagai sua- tasi ini adalah konsep yang diperke- Indonesia.tu proses, kebijakan ini memerlukan nalkan WASPOLA agar sanitasi tidakdukungan dan penerimaan dari berba- lagi menjadi gerbong belakang yang MARET 2005gai kalangan, khususnya daerah dan ka- sarat penumpang. Penilaian kesiapan propinsi dalamlangan swasta, agar menjadi kebijakan operasionaliasasi kebijakan nasionalbersama dan dapat diimplementasikan Promosi dan Kemitraan, Upaya Roadshow kebijakan nasional berba-segera. Untuk pencapaian target MDGs, untuk Mencapai Hasil sis lembaga kepada kementerian ling-pemerintah harus secara cepat meng- Kebijakan, sebagai suatu hasil pu- kungan hidup, tanggal 29 Maret 2005gandeng berbagai kalangan yang peduli blik dan sebagai suatu proses, harus se- Kegiatan lapangan studi analisisterhadap pelayanan AMPL, khususnya nantiasa dipromosikan atau terdisemi- pelayanan AMPL di era desentralisasiswasta dan sekaligus menciptakan iklim nasi secara berkelanjutan. WASPOLA Tujuh orang anggota Pokja AMPL danyang kondusif terhadap kebutuhan in- dan Pokja AMPL, telah berada di jalur WASPOLA menghadiri Water Weekvestor agar kemitraan itu dapat terjalin. itu. Keterlibatan pada berbagai kegiat- 2005, di Washington, Amerika Seri- an, lokal, nasional, regional dan inter- kat, pada tanggal 28 Pebruari-3 MaretSanitasi, Gerbong Belakang Sarat nasional telah dilakukan, dalam rangka 2005Penumpang membangun rasa tahu, peduli, komit- Presentasi Kebijaan nasional AMPL Sanitasi, ketika masih dipikirkan men dan ownership. Bersama Pokja pada seminar dan pameran Indowa-terpisah dari pembangunan air minum, kabupaten dan propinsi, kebijakan telah ter 2005, tanggal 30 Maret 2005. Percik Desember 2005 13
  • L A P O R A N U TA M AAPRIL 2005 AGUSTUS 2005 Presentasi studi analisis pelayananWASPOLA dan Pokja AMPL berpar- Lokakarya operasionalisasi Kebijak- AMPL era desentralisasitisipasi pada WSP retreat di Guilin, an, Hotel Permata Alam PuncakChina, tanggal 4-6 April 2005 Pertemuan koordinasi pelaksanaan OKTOBER 2005WASPOLA dan Pokja AMPL, berpar- kebijakan, Makasar untuk Pokja wila- Orientasi MPA-PHAST untuk Pokjatisipasi pada pameran World Water yah Timur di Makasar, Kabupaten dan Propinsi di BandungDay, di kompleks PU Jakarta. Diha- Roadshow Kebijakan berbasis masya- Lokakarya dan pelatihan strategi ke-diri lebih dari 200 pengunjung rakat kepada Policy Makers di Pro- berlanjutan WSLIC di regional TimurPartisipasi pada Pencanangan Gerak- pinsi NTB, Gorontalo dan Banten dan Barat di Padang dan Surabayaan Kemitraan Penyelamatan Air, 28 Talk show di TVRI stasiun Gorontalo Roadshow Kebijakan Berbasis Masya-April 2005, di istana presiden Pameran dan Seminar SSAWF di Bali rakat kepada Policy Makers di Propinsi Sumatera Barat, dihadiri oleh WakilMEI 2005 Gubernur, Ka Bappeda kabupaten, kota,Diseminasi kebijakan nasional di Pro- dinas-dinas, tokoh masyarakat, Pokjapinsi Banten AMPL, dan WASPOLA. Sanitasi,Pelatihan CLTS untuk anggota Pokja Road show Kebijakan Berbasis Lem-AMPL, Proyek WSLIC dan CWSH di ketika masih dipikirkan baga kepada Dirjen PMD, DepdagriLumajang, 2-5 Mei 2005 terpisah dari Pertemuan jaringan kerja dan kemi-Pelatihan CLTS untuk pokja daerah di pembangunan air minum, traan AMPL, di Hotel Kartika Chan-Sumbawa, 9-12 Mei 2005 yang diibaratkan pada dra Jakarta.Penyusunan Rencana kerja pelatihan kereta api adalah Pertemuan dan diskusi pelaksanaanCLTS di daerah studi donor harmonisasi kereta tua yang Pertemuan dengan lembaga donor,JUNI 2005 berjalan SIDA (Swedish International Deve-Pelatihan penyusunan Renstra AMPL terseok-seok. lopment Agency)di dua regional, Makasar dan Puncak Lokakarya penyusunan rencana kerjaPelatihan CLTS di Sambas WASPOLA tahun 2006, Hotel Inter-Penyiapan pelaksanaan studi SANIMAS continentalOutcome Monitoring Study (SOMS) SEPTEMBER 2005Pertemuan dan diskusi Global PSP Pertemuan tim koordinasi WASPO- NOVEMBER 2005Review, sebagai bagian dari pengka- LA, dihadiri oleh Direktur Permukim- Mid Term Review WASPOLAyaan isu-isu kebijakan berbasis lem- an dan Perumahan Bappenas, Pokja Kunjungan studi dalam rangka pe-baga, dilakukan di Jakarta. AMPL, AusAID, WSP-EAP dan ngayaan kebijakan lembaga, keKegiatan lapangan studi analisis pela- WASPOLA, Australia oleh Pokja AMPL danyanan AMPL di era desentralisasi. Pameran dan seminar SSWAF di Bali, WASPOLAInisiasi kemitraan AMPL, melalui Lokakarya sinergi kegiatan AMPL di Lokakarya data AMPL di Propinsikerjasama pemerintah dengan Plan tingkat daerah, BantenInternational (LSM) Lokakarya operasionalisasi Kebijakan kepada mitra proyek dan LSM, Hotel DESEMBER 2005JULI 2005 Satelit Surabaya, Mid term review WASPOLARoadshow Kebijakan Berbasis Ma- Roadshow Kebijakan Berbasis Ma- Lokakarya pengembangan data AM-syarakat kepada Pengambil Kebijakan syarakat kepada Policy Makers PL oleh Pokja Propinsi dan Kabupa-di Propinsi Bangka Belitung di Propinsi Jawa Tengah, tenTemu wicara radio, Sonora Pangkal Roadshow Kebijakan Berbasis Ma- Pelatihan CLTS untuk PCI (LSM) diPinang syarakat kepada Policy Makers di Ka- Kabupaten PandeglangPelatihan CLTS di Kabupaten Bogor, bupaten Pandeglang, Tangerang, Kab. Finalisasi annual plan WASPOLAMuara Jambi dan Muara Enim Lombok Barat, tahun 2006Penyusunan Laporan semester Lokakarya dan pelatihan Rentra Fasilitasi lokakarya penyusuan ren-WASPOLA kepada TKK Proyek CWSH cana kerja Plan International (LSM)Diskusi persiapan studi Donor Har- Road show Kebijakan Lembaga kepa- Fasilitasi lokakarya data oleh Pokjamonization da Dirjen PPPL, Depkes. AMPL. dormaringan h. saragih14 Percik Desember 2005
  • L A P O R A N U TA M A 1,66 Juta Jiwa Penduduk DesaDapatkan Akses Air Bersih Dari WSLIC-2 FOTO: HARTONO KARYATIN Masyarakat perdesaan bahu membahu bergotong royong membangun sarana air bersih dan sanitasi. Tidak kurang dari 1,66 juta jiwa masyarakat berpenghasilan rendah di perdesaan mendapat tambahan air bersih melalui kegiatan WSLIC.A pa jadinya hidup tanpa air. Kehidupan pasti tidak berlang- sung sebab air merupakan sum-ber kehidupan. Sayang, walaupun air dibumi sangat melimpah, masih adaorang yang belum bisa menikmatinya Menkes DR Siti Fadilah Supari, SPJP, membuka kran umum di Kp. Montor Lekong Desa Aikmal Utara Kab. Lombok Timur. Ketua CPMU WSLIC-2 Zainal I Nampira, SKM Mkes dandengan layak. Sebagian besar waktu Kepala Desa Aikmel Utara, ikut mendampingi. Kunjungan Menkes dilaksanakan pada 14 Juli 2005.mereka habis untuk mencari air. Mere-ka menjadi miskin karena tidak sempat kan pengeloaan sarana pascakegiatan. bersih untuk 1,66 juta jiwa (47 persenmelakukan kegiatan produktif. Habis Kegiatan ini sepenuhnya dilaksanakan dari 3,5 juta jiwa). Data lain menunjuk-waktunya untuk mencari air. oleh masyarakat melalui Tim Kerja Ma- kan jumlah desa terpilih (sort list) 1.605 Kini masyarakat perdesaan patut syarakat (TKM) yang dibentuk secara desa (80 persen), desa yang sudah me-berbangga. Mereka tak sia-sia bahu demokratis, dari-oleh-dan untuk ma- laksanakan MPA-PHAST 1.450 (73 per-membahu mengatasi persoalan bersa- syarakat. Dalam bekerja masyarakat di- sen), Tim Kerja Masyarakat (TKM) yangma, menghadirkan air bersih di dekat dampingi oleh tim fasilitator. Masyara- dibentuk 1.439 (72 persen), Rencanarumahnya. Bahkan mereka bekerja kat juga berkontribusi sebesar 20 per- Kerja Masyarakat (RKM) yang diajukanbakti siang malam untuk mewujudkan sen dari nilai RKM (nilai RKM berkisar 1.311 (66 persen), dan RKM yang telahimpiannya. Usaha mereka tak sia-sia. antara Rp 195 - 250 juta per desa). Pe- disetujui 1.160 (58 persen). SebanyakKini, tidak kurang dari 1.656.881 jiwa merintah memfasilitasi kegiatan masya- 681 desa (34 persen) telah menyelesai-masyarakat perdesaan menikmati tam- rakat ini dan menyediakan dana pen- kan pembangunan sarana air bersih. Se-bahan akses air bersih hasil kegiatan damping sebesar 8 persen dari nilai cara keseluruhan implementasi kegiatanWSLIC-2. RKM melalui APBN dan APBD. Sisa- telah mencapai 48 persen. Dari hasil mi- WSLIC-2 atau Water and Sanita- nya, 72 persen, merupakan dana hibah si supervisi VIII WSLIC-2 (30 Mei-13 Ju-tion for Low Income Communities, ada- desa yang berasal dari pinjaman lunak ni 2005), Bank Dunia memberi penilaianlah kegiatan air bersih dan sanitasi yang tanpa bunga dari Bank Dunia (IDA-Cre- pencapaian kegiatan WSLIC-2 dengandiperuntukkan bagi masyarakat ber- dit) dan hibah dari pemerintah Austra- predikat "satisfactory".penghasilan rendah yang tinggal di dae- lia melalui AusAID. Penyediaan air bersih hanyalah sa-rah perdesaan. Ini merupakan perwu- Project Management Report (PMR) saran antara kegiatan WSLIC-2.judan kegiatan kemitraan masyarakat merupakan laporan tiga bulanan Mana- WSLIC-2 bertujuan untuk meningkat-dan pemerintah. Kegiatan ini sepe- jemen Proyek ke Bank Dunia dan ins- kan status kesehatan, produktivitas dannuhnya milik masyarakat. Masyarakat tansi lintas sektor terkait yang terga- kualitas hidup masyarakat yang ber-merencanakan kegiatan dengan menyu- bung dalam Tim Pengarah. PMR sam- penghasilan rendah di perdesaan. Kare-sun Rencana Kerja Masyarakat (RKM), pai dengan triwulan ketiga (Juli-Sep- nanya bersamaan pembangunan saranamelaksanakan, mengawasi dan melaku- tember 2005) menunjukkan akses air air bersih dilaksanakan berbagai kegiat- Percik Desember 2005 15
  • L A P O R A N U TA M Aan PHBS (perilaku hidup bersih dan se- WSLIC-2. pat memfasilitasi masyarakat untuk me-hat) di masyarakat dan di sekolah (SD). Ke depan WSLIC-2 akan lebih mem- milih teknologi jamban sesuai yang di-Melalui kegiatan ini norma-norma perkuat kegiatan kesehatan dan sanitasi inginkan dan sesuai kemampuannya.PHBS diperkenalkan ke masyarakat. melalui perubahan perilaku hidup ber- Disediakan pilihan bagi masyarakat un-Tidak kurang dari 1.931 kegiatan usaha sih dan sehat (PHBS) di kalangan ma- tuk memilih jamban, dari yang palingkesehatan sekolah (UKS) dilaksanakan syarakat dan sekolah. Hal ini merupa- sederhana yang dapat dibuat oleh ma-di berbagai Sekolah Dasar di wilayah kan langkah tindak lanjut rekomendasi syarakat sampai yang tersedia di tokokerja WSLIC-2. Salah satu kegiatannya misi supervisi VIII WSLIC-2 Juni lalu. material.adalah pemberantasan penyakit cacing- Manajemen juga memberi penekanan Puskesmas dan sanitarian akan di-an. kegiatan pascakonstruksi agar kegiatan beri alokasi dana untuk melakukan Tambahan akses air bersih tersebut berkesinambungan. Institusi lokal dari pembinaan dan fasilitasi. Kapasitas sa-telah dinikmati masyarakat desa di lima kecamatan sampai kabupaten bahkan nitarian Puskesmas akan ditingkatkanpropinsi, yakni Sumatera Barat, Suma- sampai provinsi akan lebih dilibatkan. melalui pelatihan bidang MPA-PHAST,tera Selatan, Kepulauan Bangka-Beli- Manajemen WSLIC-2 telah meng- Klinik Sanitasi, CLTS dan PKA. Khusustung, Jawa Timur dan NTB. Provinsi ambil berbagai kebijakan. Buku Pedo- bagi kepala Puskesmas akan dilakukanJawa Barat dan Sulawesi Selatan baru man Penyusunan RKM (Rencana Kerja orientasi pendekatan klinik sanitasi.mengimplementasi kegiatan WSLIC-2 Masyarakat) telah direvisi. Kegiatan sani- Pada lokasi WSLIC-2 akan dilakukandi tahun 2005, bahkan propinsi Sulawe- tasi secara terinci harus tercermin dalam integrasi kegiatan kesehatan dan sanita-si Barat akan memulai kegiatannya ta- RKM yang disusun masyarakat. Harus si melalui Klinik Sanitasi. Dalam pela-hun 2006. Dengan demikian ketiga ada keterpaduan antara kegiatan sanitasi tihan dan refreshing CFT, fokus padapropinsi tersebut belum menikmati di masyarakat dan di sekolah. RKM yang bidang sanitasi ini akan lebihtambahan akses air bersih. Wilayah disusun masyarakat harus mencakup pe- ditekankan kembali.kerja WSLIC-2 tersebar di delapan pro- layanan sarana air bersih minimal 80 per- Dalam peningkatan kegiatan kese-pinsi, 35 kabupaten, dan 2.300 desa di sen dari warga/KK yang dilayani. Bahkan hatan dan sanitasi baik di sekolah danseluruh Indonesia. masyarakat harus sudah membuat renca- masyarakat akan dilakukan lokakarya na untuk mencapai 100 persen buang air nasional Exit Strategi Program UKSRencana ke Depan besar (BAB) di jamban. dan PHBS di Masyarakat. Kegiatan ini Pada tahun 2006, WSLIC-2 meren- Kini telah tersedia Katalog Pilihan akan ditindaklanjuti di tingkat kabupa-canakan untuk implementasi kegiatan Opsi Sanitasi dan flash card sanitasi. ten dalam bentuk diseminasi dan orien-di 610 desa. Desa-desa ini tersebar di Melalui buku ini disediakan berbagai pi- tasi Guru UKS. Aparat kecamatan akandelapan wilayah propinsi dan 35 kabu- lihan teknologi jamban. Melalui me- memberikan dukungan kegiatan PHBSpaten yang merupakan wilayah kerja dia komunikasi ini fasilitator (CFT) da- sekolah (paket pascakonstruksi). Du- kungan kegiatan juga akan diberikan FOTO: ISTIMEWA dalam bentuk pengembangan media promosi, baik di tingkat nasional, pro- pinsi dan kabupaten. Uji coba CLTS (Community Led Total Sanitation) di beberapa kabupaten WSLIC-2 dan non-WSLIC-2 dinilai berha- sil. Pendekatan CLTS ini akan dikembang- kan dalam implementasi WSLIC-2. Untuk itu akan dilakukan lokalatih fasilitator CLTS bagi petugas propinsi dan kabupaten serta orientasi fasilitator CLTS kecamatan. Di tingkat desa, implementasi kegiatan sa- nitasi dilakukan melalui fasilitasi CLTS. Melalui pendekatan CLTS, diharapkan ter- jadi perubahan yang signifikan untuk me- nihilkan BAB (buang air besar) di tempat terbuka. (Hartono Karyatin, Media & Communications Specialist WSLIC-2).16 Percik Desember 2005
  • L A P O R A N U TA M A Zainal I. Nampira, Ketua CPMU WSLIC 2 Perubahan Tak Bisa Dilihat dari Sisi Fisik FOTO: MUJIYANTOK etika WSLIC diperkenalkan, re- aksi negatif muncul dari peme- rintah daerah. Mereka sangatmeragukan konsep WSLIC ini. Merekamempertanyakan konsep pemberda-yaan masyarakat yang melibatkan war-ga miskin untuk memberikan kontribu-si. Rakyat miskin kok disuruh berkon-tribusi. Selain itu, pemerintah daerahmasih meragukan apakah bisa masya-rakat mengelola dana yang diberikan.Mereka sangat khawatir ada kebocoran.Itu dua hal pokok yang dikhawatirkan. Pemda sempat menawarkan konseppenyaluran dana melalui kabupaten.Artinya dana tidak disalurkan langsungke masyarakat tapi ke pemda. Pemdayang mengelola untuk masyarakat.Sementara kita ingin dana langsungturun ke tangan masyarakat dan kemu-dian masyarakat mengelola sendiri mu-lai dari perencanaan, pelaksanaan,hingga pertanggungjawabannya. kan oleh misi bank Dunia, tim Mid Setelah berjalan sejak 2002-2003, Setelah berjalan sejak Term Review, Technical Audit, timproyek ini bisa membangun pemaham- 2002-2003, proyek ini bisa Output Monitoring Study, dan studian baru bagi pemda dan stakeholders membangun pemahaman baru analis dampak ekonomi, tidak ada hallain. Bupati sudah mulai mau meresmi- yang luar biasa. WSLIC akan dikem- bagi pemda dan stakeholderskan dan menyerahkan proyek tersebut bangkan untuk proyek CWSH. Dari sisikepada masyarakat. Memang proses lain. Bupati sudah mulai mau kesehatan proyek ini telah memberiperubahan tidak bisa kita lihat dari sisi meresmikan dan menyerahkan dampak yang signifikan terhadap per-fisik. Bahkan dulu reaksi internal Dep- proyek tersebut kepada baikan kesehatan masyarakat. Secarakes pun awalnya agak susah. masyarakat. teknis, hasil kerja masyarakat telah Sekarang di tahun 2005, program memenuhi standar. Hal yang perluini diserahkan pusat kepada kabupaten. diperhatikan ke depan hanya pe-Implementasi proses berlangsung dari Dari pengalaman kita, ternyata ningkatan kualitas monitoring sertabawah. Kita ingin menggabungkan pe- membangun sarana fisik itu mudah. Ka- tender dan properti agar lebih fokus.ran keduanya sehingga rasa memiliki pasitas semua lini sangat menonjol dan Malahan di Jawa Timur dan Jawapemda ada. tidak bisa diukur. WSLIC telah mengha- Barat, pemerintah daerah setempat te- WSLIC menerapkan prinsip akun- silkan empat hal utama yakni pening- lah mengembangkan program WSLICtabilitas. Tim Kerja Masyarakat (TKM) katan kapasitas institusi dan masya- ini ke kabupaten lain yang belum mene-yang bekerja tanpa diberi honor tapi rakat, peningkatan perilaku hidup ber- rima proyek tersebut. Lebih dari itu, ki-dituntut transparan dan diaudit oleh sih dan sehat (PHBS), penyediaan air ta tidak sekadar ingin menyelesaikanauditor independen. Ini adalah proyek bersih dan sanitasi, serta manajemen proyek ini dan mereplikasikannya, tapiyang pertama kali menerapkan audit pengelolaan. harus ada keberlanjutan. Apa artinyakeuangan kepada masyarakat. Berdasarkan evaluasi yang dilaku- kalau tidak ada keberlanjutan? (MJ) Percik Desember 2005 17
  • L A P O R A N U TA M A SANIMAS (Sanitasi Berbasis Masyarakat) Menuju Program NasionalT ahun 2005 merupakan tahun Rp. 2,5-3 juta. SANIMAS mengembang- berjalan, komposisinya sebagai berikut: ketiga pelaksanaan Sanitasi Ber- kan prinsip demand responsive appro- pemerintah pusat 27 persen, pemda basis Masyarakat (SANIMAS). ach (pendekatan tanggap kebutuhan), kab/kota 55 persen, BORDA 16 persen,Program yang dibuat sebagai solusi al- partisipasi masyarakat, pilihan teknis, dan masyarakat 2 persen.ternatif untuk perbaikan sanitasi kam- seleksi sendiri (self selection process), Karena adanya dana pemdampingpung padat/kumuh/miskin perkotaan dan pemberdayaan (capacity building). dari pemda kab/kota, maka SANIMASini telah menunjukkan hasil yang posi- SANIMAS memiliki model-model mengadakan proses seleksi. Hanya ka-tif. pilihan sanitasi yakni tangki septik ber- bupaten/kota yang berminat dan sang- Paling tidak ini bisa dilihat dari ko- sama, Instalasi Pengolahan Air Limbah gup menyediakan anggaran yang akanta/kabupaten yang melaksanakan pro- (IPAL) Komunal dengan pemipaan, dan dimasukkan dalam proses tersebut. Ma-gram tersebut yakni Kota Denpasar (Ba- MCK Plus. Sedangkan komponen dalam syarakat calon penerima manfaat pun dili), Kota Mojokerto, Kota Pasuruan, Ko- SANIMAS yaitu toilet/WC, pemipaan, seleksi. Yang diutamakan adalah ma-ta Kediri, Kota Blitar, Kabupaten Sido- pengolahan, pembuangan dan peman- syarakat miskin yang tidak punya jam-arjo, dan Kabupaten Pamekasan (Jawa faatan kembali, serta operasional dan ban. Setelah seleksi, akan terpilih lokasiTimur). Bahkan kini SANIMAS telah di- perawatan. Masing-masing komponen dan selanjutnya masyarakat dimintareplikasikan lagi di empat kota di Jawa tersebut memiliki tingkat pembiayaan, menyusun rencana kerja. Baru kemudi-Tengah dan dua kabupaten di DIY. efisiensi, dan pembuatan dari yang se- an konstruksi dan akhirnya operasio- Keberhasilan program ini mendo- derhana dan murah hingga yang mahal nalisasi. Waktu keseluruhan, dari pro-rong pemerintah untuk melaksanakan dan rumit. ses persiapan hingga operasional me-kegiatan serupa mulai tahun 2006 ini di Tentang pembiayaan, SANIMAS di- makan waktu sekitar satu tahun.100 lokasi. Rencana ini didorong guna danai oleh empat stakeholders yaknimencapai target Millennium Develop- pemerintah pusat, pemerintah daerah Pembelajaran SANIMASment Goals (MDGs) 2015. Hingga kini (kab/kota), donor/swasta, dan masya- Pelaksanaan SANIMAS hingga ta-belum ditentukan kota/kabupaten ma- rakat. Berdasarkan proyek yang sudah hun 2005, memberikan pembelajaranna saja di Indonesia yang akan menda- FOTO:ANDRE Kpatkan proyek tersebut. Yang pasti se-banyak 17 kabupaten/kota di Jawa Ti-mur telah mengajukan minatnya. SANIMAS hadir untuk mengisi ke-senjangan teknologi, pelayanan, dan da-na. Penduduk kampung padat/kumuh/-miskin perkotaan biasanya lebih sukamemilih jamban sederhana dan murah.Untuk membangun itu paling tidakbutuh dana Rp. 500 ribu. Persoalannya,lahan tidak cukup tersedia. Di sisi lain,untuk membangun sanitasi terpusatbiayanya sangat mahal. Berdasarkanpengalaman, setiap kepala keluargaakan dikenai biaya Rp. 7-7,5 juta. SANIMAS berusaha memberikanteknologi yang efisien dan biaya yangterjangkau dengan peningkatan pela-yanan. Beban yang harus ditanggungper KK dalam SANIMAS berkisar18 Percik Desember 2005
  • L A P O R A N U TA M A penting bagi para stakeholders dan ke- pelaksana/konsultan harus bertang- 8. Operasional dan perawatan lanjutan proyek tersebut. Frank Fla- gung jawab untuk membantu penge- Analisis laboratorium untuk efflu- derer, BORDA Representative Indone- lolaan keuangan yang transparan di ent limbah harus dilakukan secara sia mencatat ada delapan pelajaran, KSM. Sedangkan untuk meningkat- regular di laboratorium rujukan yaitu: kan efisiensi penggunaan dana, disa- agar segera diketahui jika ada ma-1. Informasi kepada stakeholders rankan agar kelebihan dana diperbo- salah dengan limbah buangannya. Sebaiknya informasi multicity semi- lehkan untuk membangun infrastruk- Pemerintah kab/kota perlu menye- nar diberikan kepada para pengambil tur kecil yang ada di masyarakat de- diakan sarana pengolahan lumpur keputusan di tingkat kab/kota dan ngan persetujuan stakeholders. tinja untuk mengantisipasi pengu- fasilitasi presentasi roadshow dilaku- 7. Pembiayaan rasan lumpur/desludging. kan kepada kab/kota secara individu- Pembiayaan perlu memasukkan kom- Masih perlu dukungan bagi KSM al hanya berdasarkan permintaan (su- ponen kegiatan pemberdayaan ma- SANIMAS untuk pengoperasian rat minat). Sebaiknya kab/kota disa- syarakat, untuk membiayai kegiatan- dan perawatan sarana sanitasi rankan untuk menyusun pemetaan kegiatan pendampingan masyarakat, yang telah dibangun agar peman- sanitasi (city sanitation maps) untuk pelatihan bagi KSM, fasilitator, tu- faatan sarana tetap maksimal. mempermudah pemkot/pemkab me- kang dan mandor serta komponen pe- Perlu media atau forum bagi KSM nyusun long list kampung kumuh dan nyusunan disain teknis. Biaya kompo- dan operator yang difasilitasi oleh mengundang masyarakat yang memi- nen pemberdayaan untuk setiap lo- stakeholders pemerintah atau LSM liki potensi kebutuhan. kasi rata-rata 25-30 persen dari kom- guna memecahkan permasalahan2. Identifikasi masyarakat ponen fisik yang terjadi di kemudian hari. Masyarakat yang diundang untuk memperoleh penjelasan tentang SANIMAS sebaiknya sudah memper- Tantangan Sanitasi oleh informasi yang cukup tentang Indonesia berpenduduk 213,6 juta jiwa (2002). Sebanyak 53 persen (120 juta jiwa) proyek sebelum mereka mengikuti tinggal di Pulau Jawa. Sebagian besar tinggal di perdesaan, dan hanya 35 persen yang berada di perkotaan. Tahun 2025 diperkirakan penduduk yang tinggal di perkotaan presentasi. menjadi 60 persen.3. Kriteria seleksi Setiap hari 400 ribu meter kubik limbah rumah tangga dibuang langsung ke sungai dan Willingness to pay atau kemauan tanah tanpa pengolahan. Sebanyak 61 persennya ada di Pulau Jawa. Sistem sewerage terpusat hanya ada di tujuh kota, melayani 973 ribu penduduk (1,31 untuk berkontribusi harus diklarifi- persen dari jumlah penduduk kota atau 0,5 persen dari total penduduk Indonesia). kasi sebelumnya, termasuk di dalam- Pembuangan akhir limbah tinja di perkotaan: 63,07 persen tangki septik, 16,70 ke nya adalah status lahan untuk infra- sungai/danau, 14,44 ke tanah, 5,79 persen ke kolam/pantai/lainnya (BPS 2002). Umumnya model tangki septik berbentuk bak resapan atau langsung ke sungai/salu- struktur SANIMAS. ran. Akibatnya air sungai dan air tanah di perkotaan umumnya terkontaminasi bakteri4. Pilihan teknologi sarana sanitasi E. coli. Model-model sanitasi berbasis ma- Diperkirakan 70-75 persen beban polusi air bersumber dari rumah tangga. syarakat penting diinformasikan ter- FOTO:MUJIYANTO lebih dahulu sebelum ada penjelasan komponen-komponen yang akan di- pilih oleh masyarakat. Informasi awal termasuk pola pengelolaan sanitasi berbasis masyarakat.5. Rencana kerja masyarakat Masyarakat hanya mau membentuk KSM dan siap memberikan kontribusi jika semua stakeholders benar-benar telah memberikan komitmen untuk implementasi proyek.6. Pengelolaan KSM selalu kesulitan untuk meng- ikuti sistem administrasi keuangan sebagaimana diperlukan oleh peme- rintah. Oleh karena itu, ke depan Percik Desember 2005 19
  • WAWA N C A R ADirektur Perumahan dan Permukiman, Bappenas, Ir. Basah Hernowo, MA. Preventif Lebih Penting daripada KuratifB agaimana Anda meli-hat kondisi pe- bila ada yang tidak pas. Bagaimanapun tetap butuh penga- apa yang kita tulis kata per kata itu be- nar-benar ada manfaatnya. Jangan ter- lalu tinggi ngambangnya.nyelenggaraan wasan yang makinair minum dan kuat dan baik. Kemajuan penyusunan kebijak-penyehatan an nasional pembangunan AMPLlingkungan di Beberapa pe- berbasis lembaga seperti apa?tahun 2005 ini? merintah daerah Mudah-mudah akhir tahun ini sele- Tahun ini kon- telah mengimple- sai. Memang ini tidak mudah diban-disi air minum mentasikan kebi- dingkan dengan kebijakan nasionaldan penyehatan lingkungan kita mulai jakan ini. Langkah apa yang akan pembangunan AMPL berbasis masya-membaik. Di departemen, khususnya diambil agar replikasi berlang- rakat. Ini lebih sulit karena menyangkutPekerjaan Umum, sudah kembali ke sung lebih cepat? banyak pihak. Sebagai contoh, untuksektor. Jadi sudah ada direktorat pe- Yang akan datang, kita berharap ti- komponen air minum saja kita harusngembangan air minum, pengembang- dak hanya diseminasi kebijakan tetapi mengetahui SOP untuk restrukturisasian PLP, sehingga lebih konsentrasi. Kita diseminasi yang diikuti oleh pilot pro- utang dari Menteri Keuangan sepertiberharap itu lebih baik. Sekarang kerja ject. Jadi daerah bisa melihat ini lho ke- apa. Kebijakan ini kan tidak bisa kitasama di pusat juga semakin membaik bijakannya dan ini lho implementasi- operasionalisasikan bila SOP itu belumkarena pada level interdepartemen su- nya. Ini akan menjadi semacam demon- muncul. Ini tentu butuh waktu. Kebi-dah makin matang. Kita juga sudah mu- stration plot (demplot) supaya orang bi- jakan ini penting sebagai payung. Ka-lai mengintroduksi pendekatan-pende- sa melihat langsung, tentu sesuai karak- rena kalau kita bicara detail soal utangkatan baru seperti CLTS, SANIMAS. ter daerah masing-masing. Dengan de- PDAM misalnya, permasalahan pokok-Rencananya tahun depan kita akan re- mikian akan mudah direplikasi ke dae- nya kan bukan sekadar masalah uang.plikasi lebih besar lagi. Mudah-mudah- rah-daerah lain. Ada masalah manajemen, system engi-an tahun depan kita lebih bisa, bukan neering yang belum lengkap, ada masa-hanya menyusun kebijakannya saja, ta- Dari proses implementasi, apa- lah tarif, kemampuan masyarakat untukpi mulai pilot proyek dan implementasi kah ada hal baru atau koreksi ter- membayar. Ini sangat kompleks.dari kebijakan tersebut. hadap kebijakan yang ada? Ada pasti. Misalnya, kebijakan na- Sejauh mana pentingnya kebi- Bagaimana implementasi kebi- sional ini kok belum membumi. Me- jakan nasional pembangunanjakan nasional pembangunan mang sulit untuk membuat kebijakan AMPL berbasis lembaga ini diban-AMPL berbasis masyarakat? sampai detail karena kita membatasi se- dingkan yang berbasis masyara- Ini cukup bagus karena Bank Dunia batas kewenangan kita saja yaitu set up kat?makin tertarik. Sekarang akan scale up policy. Kita tidak mungkin bicara nanti Keduanya sama penting. Ketika kitauntuk national wide. Memang pende- implementasinya seperti ini dan seba- menyusun policy framework tersebut,katan ini butuh waktu yang cukup lama. gainya, duitnya dari sini dan lainnya. kita mengetahui bahwa ada dua sistemTapi saya cukup optimistis karena ma- Kita membatasi level nasional sampai pengelolaan yang saling mengisi yaitusyarakat cukup menyenangi pendekatan kebijakan saja. Implementasinya justru yang berbasis masyarakat dan yang ber-ini. Mereka terlibat langsung. Pemerin- kita harapkan dari daerah. Makanya ki- basis lembaga. Hanya saja permasalah-tah juga makin ringan sebab tak harus ta mencoba mendesiminasikan kebijak- annya agak beda. Kalau yang berbasismengerjakannya sendiri. Kita bisa ber- an ke daerah sehingga daerah bisa masyarakat lebih mudah karena masya-sama-sama antara pusat, propinsi, ka- membuat kebijakan yang sesuai dengan rakat bisa dijadikan sebagai subjek.bupaten/kota, dan masyarakat. Dan kondisi mereka dan mereka pula yang Yang berbasis lembaga, masyarakatyang paling penting, dengan kebersa- mengimplementasikan. Itu kritik yang adalah user (pengguna). Sedangkan su-maan itu kita bisa saling mengingatkan cukup positif. Ini tantangan kita bahwa bjeknya adalah institusi-institusi seperti20 Percik Desember 2005
  • WAWA N C A R APDAM, dinas kebersihan, dan sebagai- SANIMAS, generasi berikutnya dari dulian, saya yakin kepedulian masyara-nya. Jadi nuansanya sedikit berbeda. WSLIC atau katakan WSLIC 3 dengan kat terhadap lingkungan termasuk airOleh karena itu memperlakukan masya- scope yang berubah, implementasi pro- itu meningkat. Cuma respon pemerin-rakatnya pun sedikit berbeda. Kalau yek-proyek pinjaman ADB seperti tah masih kurang, khususnya DPR.yang berbasis masyarakat, kita bareng CWSH, dan ProAir dari Jerman, sani- Mestinya DPR lebih melihat lagi bahwadengan mereka, sementara yang berba- tasi dari Swedia dan Belanda. sekarang ini merebak berbagai jenis pe-sis lembaga kita berhadapan dengan nyakit yang sebenarnya merupakan ma-masyarakat tapi bisa diskusi. Sebab itu Untuk yang berbasis lembaga, salah lingkungan, polio, flu burung, ko-strategi yang ingin kita terapkan untuk apakah akan ada pilot project se- lera, diare, DB. Menurut saya alokasimengatasi hal itu adalah pembentukan perti yang berbasis masyarakat? kesehatan itu jangan hanya untuk ku-semacam forum pengguna pelayanan, Mungkin kita akan lakukan itu, tapi ratif, tetapi justru dibesarkan untukapakah itu air minum, kebersihan, lim- agak sedikit berbeda karena kita berbi- preventif. Percuma kita punya rumahbah dan lainnya. cara dengan perusahaan. sakit bagus dengan dokter pandai-pan- dai tapi kalau makin tahun jumlah pa- Untuk yang berbasis lembaga, Apakah institusi-institusi ter- sien terus bertambah. Kenapa kita tidakapakah akan ada pilot project se- kait, seperti PDAM, terlibat dalam mencoba tindakan preventifnya yang le-perti yang berbasis masyarakat? pembuatan kebijakan ini? bih ditekankan. Australia misalnya, me- Mungkin kita akan lakukan itu, tapi Mereka tidak semua terlibat. Kita pi- reka baru membuat sewerage systemagak sedikit berbeda karena kita ber- lih secara acak dalam penyusunan. Saya setelah adanya diare pada tahun 1970-bicara dengan perusahaan. optimistis bahwa pemilihan acak itu an, walaupun itu mahal sekali. Tapi sudah bisa mewakili PDAM. Kalau kita setelah itu penyakit tersebut turun dras- Peluang dan prospek apa yang ki- lihat PDAM di Indonesia ini kan bera- tis. Inggris pada waktu kena penyaktira-kira bisa diambil di tahun depan gam sekali, ada yang punya pelanggan pes, mereka langsung memperbaiki sys-guna meningkatkan sektor air mi- di bawah 5 ribu, bahkan ada yang pe- tem seweragenya. Harusnya Indonesianum dan penyehatan lingkungan? langgannya di atas 100 ribu. Permasa- berangkat dari situ. Jangan sampai Mudah-mudahan kerja sama kita de- lahannya juga berbeda. Bicara PDAM isunya hanya bagaimana mengobati,ngan Bank Dunia program national wide Surabaya, Medan, Jakarta, itu kan tapi harus dilihat penyebabnya itu apabisa berhasil. Kita mencoba mengupaya- utangnya cukup besar. Kalau kita pecah- sih. Tentunya bukan hanya burungnyakan agar dananya soft loan. Saya harapkan kan sekarang, tampaknya tak cukup wak- kena flu, kan pasti ada penyebab lain.kalau ini bisa kerjakan maka kita sudah tu. Kita akan berangkat dari yang kecil dan Mungkin lingkungan yang tidak bagus.bisa menggerakkan. Dengan national wide menengah dulu karena relatif mudahini cakupan akan lebih banyak. Sayangnya diatasi. Misalnya, Cirebon. Antara kota Upaya apa yang bisa dilakukanini masih berupa utang, kita inginnya sih dan kabupaten mengapa tidak kerja sama agar kalangan wakil rakyat inigratis. Yang paling penting lagi adalah kita dengan Kuningan dan daerah sekitarnya lebih peduli?mencoba memperbaiki aspek lain dari ma- sehingga orang-orang di kota Cirebon bisa Ini tidak mudah. Kalau ada kesempat-salah air minum dan sanitasi yaitu berupa terlayani kebutuhan airnya. an saya ingin bisa berdiskusi dengan mere-asset management. Kita akan mengintro- ka. Sebenarnya kita bisa lihat Tangerang,duksi ini sebagai pekerjaan pokok dari Sejauh mana kepedulian dae- nggak usah jauh-jauh, dimana di sana adasemua institusi yang mengelola air minum rah saat ini terhadap implementa- wabah kolera. Lihat penyebabnya apa? Ba-dan penyehatan lingkungan. Kelihatannya si kebijakan nasional pembangun- rangkali wakil rakyat perlu bukti. Kenapamemang kelemahan kita di sini. Misalnya an AMPL? nggak turun ke lapangan? Tantangan buatPDAM, bisa jadi tidak memiliki data me- Pada waktu awal kita mengintroduksi kita untuk meyakinkan legislatif.ngenai asetnya. Kalau data aset saja tidak kebijakan ini, daerah sepertinya masihpunya, bagaimana mau kerja. Kita akan wait and see. Setelah tahu betul scope dan Kepedulian sektor swasta?memperbaiki tahap demi tahap. jabaran policy ini, mereka sekarang antu- Swasta banyak yang peduli terhadap sias sekali. Contohnya Banten, NTB, NTT. masalah ini. Tinggal sekarang bagaima- Kelanjutan implementasi kebi- na kita membuat jaringan dengan mere-jakan nasional pembangunan AMPL Kepedulian masyarakat terma- ka. Kita ingin berkolaborasi dengan me-berbasis masyarakat tahun depan suk NGO terhadap implementasi reka, mereka punya dana, dan pende-seperti apa? kebijakan ini, pandangan Anda? katan kita digunakan oleh mereka se- Kita akan mengadakan replikasi Ini menarik. Kalau masalah kepe- hingga mereka bisa sukses. (MJ) Percik Desember 2005 21
  • WAWA N C A R A Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Dr. I Nyoman Kandun, MPH. Primary Health Care Jadi KunciB agaimana kondisi Air Minum dan Penyehatan Lingkungandi Indonesia pada saat ini? community. Dua-duanya harus ketemu, karena yang kita terapkan adalah pro- gram appropriate technology in health. Perlu saya jelaskan dulu bahwa he- Jadi harus betul-betul appropriate tech-alth is the anal of the system. Maaf ini nology. Saat ini masih banyak masyara-bahasa kasar, bahwa kesehatan adalah kat yang belum mendapatkan akses ter-duburnya dari sistem. Jadi kalau hulu- hadap air minum. Indonesia yang sebe-nya bagus, misalnya tubuh manusia tulnya isinya tanah dan air, kalau sam-sebagai suprasistem yang di dalamnya pai kekurangan air pasti ada sesuatuada sistem-sistem, maka sistem terakhir yang tidak beres dalam penatalaksa-adalah dubur yaitu health. Limbahnya naannya sehingga cenderung untukdi sana. Kalau yang masuk ke dalam hatan ditentukan oleh herediter atau menggunakan air yang kurang meme-tubuh kita bagus maka kita akan buang keturunan (bibit, bebet, bobot) dan pe- nuhi syarat kesehatan, ditambah de-air besarnya lancar, tidak sembelit, ti- layanan kesehatan, perilaku, dan ling- ngan kondisi lingkungan terutama sani-dak diare. Jadi kalau sistem-sistem kungan. Perilaku dan lingkungan sangat tasi dasar yang jelek, dan perilaku ma-pembangunan di hulunya tidak benar menentukan status kesehatan masyara- syarakat yang tidak sesuai dengan nor-maka status kesehatan masyarakat akan kat. Karena itu ada pepatah Sulawesi Se- ma-norma hidup bersih dan sehat. Jadirendah, seperti ada demam berdarah, latan memindahkan gunung itu sulit, kalau kita bicara Indonesia Sehat 2010,diare. Penyakit ini disebabkan karena mengubah perilaku manusia lebih sulit bukannya 2010 tidak ada orang sakit,pencemaran makanan dan minuman lagi. Lingkungan merupakan faktor tapi yang paling penting masyarakat ki-oleh tinja akibat hulu yang tidak beres. yang paling besar mempengaruhi kese- ta hidup dengan perilaku hidup bersih Nah kalau kita lihat kondisi air mi- hatan dan hampir semua penyakit me- dan sehat, hidup dalam lingkungannum dan penyehatan lingkungan, Indo- nular faktor utamanya adalah lingkung- yang sehat, dan punya akses terhadapnesia merupakan negara yang besar dan an yang buruk. Dan itu yang digarap layanan kesehatan yang mereka butuh-luas dengan jumlah penduduk lebih dari oleh direktorat jenderal kami. Dapat di- kan. Kalau tiga ini dipenuhi maka status200 juta. Pemerintah telah mengupa- gambarkan seperti kasus berbagai pe- kesehatan masyarakat kita akan me-yakan berbagai macam proyek pemba- nyakit yang muncul akhir-akhir ini, pe- ningkat dari waktu ke waktu yang di-ngunan sarana air minum dan penye- nyebabnya adalah lingkungan yang jelek tandai dengan umur harapan hidup ber-hatan lingkungan sejak puluhan tahun sebut saja demam berdarah, kholera, flu tambah panjang, angka kesakitan makinyang lalu. Namun hasilnya belum seper- burung dan pemanfaatan air yang tidak berkurang. Sekarang kita lihat angka ke-ti yang diharapkan. Saya sendiri dokter memenuhi persyaratan kesehatan serta matian bayi 35 per seribu kelahiran hi-lulusan tahun 1974. Itu ada Inpres No perilaku masyarakat yang tidak sesuai dup, angka kematian balita 46 per se-5/1974 yang namanya Samijaga (Sarana dengan norma-norma hidup bersih dan ribu kelahiran hidup. Sebagian besar di-Air Minum dan Jamban Keluarga). Saya sehat. sebabkan oleh infeksi saluran pernafas-diperintah ke Jambi dengan perintah an akut dan diare. Kalau kita bicara di-presiden itu. Jadi waktu itu pemerintah Kendala yang dihadapi untuk are kuncinya adalah lima F yaitu feces,sudah menyadari bahwa hulunya adalah peningkatan sektor ini? fingers, flys, fluid, field, dan food. Jadiair minum dan jamban keluarga. Saat Saya katakan pemerintah sudah cu- kotoran yang dibuang di sembarang tem-ini akses masyarakat terhadap sarana kup berusaha, bahkan tidak hanya pe- pat mencemari jemari, terbawa lalat,air minum baru mencapai 50 persen merintah. Kalau kita bicara public he- mencemari air dan sebagainya yang bisadan akses terhadap penyehatan ling- alth, atau healthy public policy, publik menimbulkan penyakit. Hal ini akan sa-kungan mencapai 63,5 persen berdasar- itu adalah organize government res- ngat mempengaruhi kondisi kesehatankan laporan MDGs Indonesia. Kalau ki- pons. Artinya government itu lintas sek- dan mempermudah penularan penyakit.ta bicara teori Bhlum, yaitu status kese- tor. Harus ketemu dengan organize Jadi faktor air sangat penting. Maka kita 22 Percik Desember 2005
  • WAWA N C A R Asuruh orang cuci tangan. Tapi masalah- penyehatan lingkungan sebagai priori- guna meningkatkan tampungan dannya air buat cuci tangan tidak ada. tas. Mereka membangun jalan, jemba- resapan air sehingga dapat menjaminCinganbun, cuci tangan dengan sabun tan, dan sarana fisik lainnya. Itu tidak kesinambungan debit air. Ini sebenar-sehabis buang air atau sebelum me- salah. Tapi sebagai orang kesehatan kita nya adalah pendekatan multifaktorial.nyentuh makanan. Untuk mengatasi ini berharap sektor kesehatan mendapat Beberapa tahun terakhir banyak matakita punya konsep, conseptual frame- alokasi minimal 15 persen dari APBD. air yang turun kapasitasnya. Sebagai-work, dan legal framework. Dukungan dana untuk sektor tersebut mana yang diungkapkan oleh Bupati masih sangat kecil. Bahkan ada peme- Lumajang--Jawa Timur, di kabupaten- Bagaimana kepedulian peme- rintah daerah yang menjadikan Pus- nya sejak 4 tahun terakhir sudah kehi-rintah daerah di sektor ini? kesmas dan rumah sakit daerah sebagai langan 100 sumber mata air. Mata air Merujuk UU No. 32 Tahun 2004 sumber pendapatan daerah. Harusnya tempat saya main sewaktu di Bali sudahtentang Pemerintah Daerah bahwa tempat itu sebagai cost loss investasi. hilang. Dan tak kalah pentingnya sikaptanggung jawab penanganan terhadap Jangan mengharapkan kembali dari si- masyarakat yang masih belum mema-air minum dan sanitasi menjadi kewe- tu. Kedudukan dan status lembaga yang hami pentingnya hutan untuk memper-nangan Pemerintah Daerah. Artinya mengelola air minum khususnya di dae- tahankan mata air, perilaku dan per-pemerintah daerah berhak mengatur rah perkotaan seperti PDAM, masih lakuan masyarakat terhadap air minumrumah tangganya sendiri. Pusat tugas- perlu ditingkatkan sehingga lembaga dan lingkungan yang tidak sesuai de-nya membuat kebijakan, memberikan tersebut dapat mandiri dan memberi- ngan norma-norma hidup bersih dantraining, dan sebagainya. Misalnya yang kan pelayanan yang optimal pada pe- sehat. Sebagai contoh banyaknya kasusdisebut rumah sehat itu begini lho. Air langgan. Jadi PDAM sendiri mengalami penyakit yang timbul pada akhir-akhirminum yang memenuhi standar kese- banyak masalah sehingga masyarakat ini seperti kolera di Tangerang, polio,hatan itu seperti ini, lingkungan sehat ada yang memplesetkan PDAM sebagai flu burung, malaria disebabkan karenaitu begini. Mau pemerintah daerah perusahaan daerah air mandi. Hanya lingkungan yang jelek. Dan untuk me-membuat dindingnya dari beton, atau bisa untuk mandi tidak seperti di negara nangani kemampuan keuangan peme-bambu terserah yang penting meme- maju langsung bisa diminum yang dise- rintah yang sangat terbatas, harus di-nuhi standar rumah sehat. Kalau per- but potable water. Mungkin hanya ada upayakan agar semua potensi sumbersyaratan kesehatan dilanggar maka pas- di Singaraja dan Bogor. Kalau air PDAM dana yang ada dari dalam negeri, luarti akan menderita penyakit dalam jang- yang kita minum di sini yang masuk negeri dan masyarakat dapat dike-ka pendek, menengah, dan panjang. telur cacing dan E. coli mungkin. Kita rahkan untuk mendukung upaya ini Jadi dengan adanya UU No 32, dan tidak meledek mereka. PDAM sih mau secara efisien dan efektif.33 tentang perimbangan anggaran, memproduksi air siap minum sesuaisebenarnya pemerintah daerah menda- standar, tapi tidak semudah itu karena Upaya yang disiapkan untukpat bagian porsi duit untuk mengatur variabelnya banyak sekali, makanya kita mengatasi keadaan tersebut?rumah tangganya. Nah seberapa jauh harus bantu mereka. Sebagai negara hukum, kita haruspemerintah daerah memprioritaskan Sumber Daya Manusia perlu diting- mempersiapkan perangkat-perangkatpembangunan kesehatan lebih daripada katkan tidak hanya yang terlibat dalam hukumnya. Ada Undang-undang No-pembangunan fisik, itu kembali pada lembaga yang resmi seperti PDAM, na- mor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan,konsepsi dan persepsi otoritas di sana. mun juga masyarakat baik individu UU Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sum-Tentunya investasi yang paling bagus maupun kelompok untuk menyediakan ber Daya Air, UU Nomor 32 Tahunitu adalah di bidang pendidikan dan sarana air minum guna memenuhi 2004 tentang Pemerintah Daerah, yangkesehatan. Kalau SDM-nya cerdas dan kebutuhannya sendiri. Jadi masyarakat mana tanggung jawab penanganan ter-sehat, maka yang lain gampang. Itu jangan menuntut pemerintah saja. hadap air minum dan sanitasi menjadihulunya, human development index, Pembangunan itu tanggung jawab kita kewenangan Pemerintah Daerah, UUditambah pertumbuhan ekonomi. Kalau bersama. Hal ini sangat terkait dengan Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perim-ketiga serangkai ini dijalankan dengan perilaku masyarakat terutama per- bangan Keuangan Antara Pemerintahbaik maka akan gemah ripah loh jinawi lakuan masyarakat terhadap air minum Pusat dan Pemerintah Daerah. Ada jugatata tentrem kertaraharja. dan lingkungan. Sekarang air PDAM Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun Pemerintah kabupaten, kota dan buat cuci mobil, buat nyiram kebun, ini 2005 tentang Air Minum, PP Nomor 27propinsi, baik legislatif maupun ekse- kan terlalu mahal. Selain itu sumber Tahun 1999 tentang Analisis Mengenaikutifnya, pada umumnya belum me- daya air perlu dilakukan perlindungan Dampak Lingkungan Hidup, PP Nomornempatkan pelayanan air minum dan dan penghutanan di sekitar mata air 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Percik Desember 2005 23
  • WAWA N C A R AKualitas Air dan Pengendalian Pence- negara maju. Penggunaan pinjaman lu- ta di antara kita, katakan yang sebenar-maran Air, Peraturan Presiden No. 7 ar negeri harus dimanfaatkan secara efi- nya. Kedua, memberdayakan masyara-Tahun 2005 (Rencana Pembangunan sien dan efektif serta dialokasikan un- kat harus terbuka, dengan membangunJangka Menengah Nasional, 2004- tuk kegiatan-kegiatan yang memiliki kepercayaan. Bukan mengajari. Namun2009), antara lain menyangkut Pro- daya ungkit tinggi. Pemerintah Daerah karena seringnya kita pendekatan pro-gram Lingkungan Sehat. Juga pemerin- dan masyarakat perlu berkomitmen da- yek, kita tidak sabar. Kita terburu-burutah mengeluarkan Keputusan Menteri lam menggalang pinjaman dana luar melihat hasilnya. Padahal hasilnya se-Kesehatan No. 907 Tahun 2002 tentang negeri. Karena kurangnya modal do- benarnya superfisial, tidak mendalam,Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas mestik, harus diusahakan agar arus ma- dan tidak ada sense of belonging karenaAir Minum, Kepmenkes No. 1274 Tahun suk modal asing lebih besar dari pada masyarakat tidak terlibat.2005 (Rencana Strategis Departemen arus modal keluar. Agar hal ini terwu- Masyarakat sebagai pengguna perluKesehatan, 2005-2009), antara lain me- jud, harus diperbaiki iklim investasi ba- memahami bahwa perlakuan yang ku-nyangkut program penggunaan air ber- gi penanam modal yang telah ada dan rang baik terhadap air minum dan ling-sih dan jamban. Selain itu telah disusun yang akan datang. Jadi kita harus mem- kungan akan berakibat buruk terhadapkebijakan tentang Pembangunan Sara- bangun apa yang namanya supportive kesehatan yang akan merugikan masya-na Air Minum dan Penyehatan Ling- environment. rakat sendiri. Oleh karena itu perlu ke-kungan Berbasis Masyarakat dan Lem- terlibatan masyarakat secara aktif da-baga (WASPOLA), serta optimalisasi Bagaimana peran masyarakat lam pembangunan sarana, sehingga ka-sumber dana yang ada dari luar negeri, dalam pembangunan yang diha- lau rusak, mereka membetulkannyadalam negeri dan masyarakat untuk rapkan dalam AMPL? sendiri. Jadi filosofi 20 persen kontri-pembangunan sarana air minum dan Bicara soal masyarakat, masyarakat busi masyarakat, 16 persen inkind, danpenyehatan lingkungan. Tak kalah pen- kita harus diberdayakan. Jangan sam- 4 persen cash, itu filosofi yang bagus.ting dari itu, pemerintah mendorong pai masyarakat kita menjadi masyara- Dan yang lebih penting, harus ditanam-partisipasi masyarakat dalam pemba- kat pengemis. Dan kita-pemerintah- kan dalam benak siapapun untuk meng-ngunan sarana air minum dan penye- red-menjadi sinterklas, bagi-bagi se- hilangkan kesan bahwa tanggung jawabhatan lingkungan. suatu. Itu tidak mendidik. Saya paling pengelolaan lingkungan tidak semuanya tidak setuju cara seperti itu karena ma- berada di pundak pemerintah. Mung- Apakah kita mampu untuk me- syarakat kita itu sebenarnya harga diri- kin kelirunya kita, sering datang sebagaingejar target MDGs 2015? nya sangat tinggi. Sebenarnya masya- sinterklas, datang disambut, dikasih Sebetulnya Tuhan itu telah mem- rakat itu kalau diberdayakan, mampu. ulos, dan sebagainya tanpa melibatkanberikan bumi ini lengkap. Tinggal wis- Masyarakat yang berdaya itu cirinya masyarakat. Habis itu rusak dan tinggaldom kita untuk mengelolanya. Seharus- tiga. Rumangsa melu handarbeni, sen- puing-puing, masyarakat tak peduli. Itunya tidak ada orang kekurangan air. se of belonging, atau punya rasa memi- kalau saya bilang sebagai proyek pasarMakhluk itu diciptakan dengan segala liki. Sehingga mereka kelola sendiri malam. Jadi ada tiga faktor utama parti-makanan dan minumannya. Tapi ada pembangunan yang berbasis pada ko- sipasi masyarakat, yakni pertama me-yang serakah, ada yang tidak mengenal munitas atau dalam bahasa Jawanya, mutuskan sendiri kegiatan yang akanlingkungannya sehingga ada orang yang sebagai rumangsa melu hangrungkepi. dilaksanakan. Ini yang paling penting.tidak kebagian. Ada yang mandi buat Yang ketiga adalah funded by the com- Leadership di tingkat lokal itu kita tum-keleknya 100 liter, padahal di Pulau Bu- munity, dibiayai sendiri. Makanya de- buhkan. Kedua, mengelola dan melak-aya sulit mendapat air. Kita terus ber- ngan WSLIC I, WSLIC II, filosofinya sanakan kegiatan. Ketiga, membiayaiupaya mencapai target MDGs agar men- adalah itu dengan adanya village action sendiri semua kegiatan yang dilaksana-dekati kesepakatan yang telah ditetap- plan, rembug bersama. Itu tidak hanya kan. Ini merupakan bentuk empower-kan dengan mengerahkan semua ke- untuk masyarakat tapi juga lembaga ment, kalau mau ngrogoh sakunya sen-mampuan yang ada baik yang bersum- swadaya masyarakat (LSM). Jangan diri. Untuk itu telah dikembangkan pen-ber dari dalam maupun luar negeri da- sampai ada LSM yang ngacau, sehingga dekatan-pendekatan pemberdayaanlam upaya meningkatkan cakupan air singkatannya menjadi Lambene Sakge- masyarakat yang bersifat inovatif, se-minum dan penyehatan lingkungan. leme Mangap (bibirnya asal ngomong). perti DRA (demand responsive ap-Goal pertama dari MDGs itu sebenar- Kita berharap ada LSM yang betul-betul proach), MPA-PHAST (Methodologynya adalah pengentasan kemiskinan. tulus untuk menggerakkan masyarakat. for Participatory Assessments-Partici-Indonesia masih memerlukan kerja Jadi masyarakat bisa diberdayakan, ada patory Hygiene And Sanitation Trans-sama internasional, khususnya dengan dua kuncinya. Pertama, jangan ada dus- formation), CLTS (Community Led24 Percik Desember 2005
  • WAWA N C A R ATotal Sanitation), revolving fund, dan kedua, terciptanya harmoni sosial de- karena mereka adalah agent of change.lain-lain.Perbaikan perilaku masyarakat ngan masyarakat khususnya masyara- Kuncinya adalah pendidikan ibu. Selainagar sesuai dengan norma kesehatan kat sekitar perusahaan; ketiga, mengu- itu sebetulnya pendidikan kesehatanperlu ditingkatkan. Hal ini perlu dila- rangi dampak kurang baik bagi masya- sejak dini di sekolah memegang perankukan karena sangat berpengaruh ter- rakat sekitar, seperti pencemaran ling- penting. Harusnya Usaha Kesehatanhadap kehidupan masyarakat. Sebagai kungan, ekses sosial, dan lain sebagai- Sekolah (UKS) itu menjadi kunci. Dancontoh, mengutip hasil riset kesehatan nya, dan terakhir, turut membantu banyak lembaga informal yang bisabelum lama ini--WSP, dengan penyedia- pemberdayaan sosial ekonomi masyara- gunakan sebagai forum pendidikanan air minum yang baik akan mengu- kat sekitar dan fungsi perusahaan. kesehatan masyarakat. Pendidikan ke-rangi penyakit diare sebanyak 15-20 Perusahaan swasta seharusnya me- sehatan masyarakat sebenarnya kita haruspersen, pembuangan kotoran yang baik miliki komitmen dan tanggung jawab kembali kepada pendekatan primarymengurangi 30-50 persen dan cuci ta- sosial untuk mengembangkan dan health care. Jadi mulai dari householdngan dengan sabun mengurangi 42-47 memajukan masyarakat sekitar. Penye- level, tingkat rumah tangga, kemudianpersen. Kalau semua dijumlahkan diaan dana pengembangan masyarakat meningkat ke tingkat komunitas masyara-mungkin 99 persen diare itu akan terce- tidak hanya dilakukan oleh perusahaan kat. Baru nanti Puskesmas sebagai pusatgah. Kalau ada diare mungkin karena yang besar saja tetapi juga oleh semua rujukan. Setelah itu baru ke rumah sakitfood intolerance misalnya laktose, jadi perusahaan swasta maupun BUMN kabupaten. Kalau ini saja diperkuat, kese-bukan karena mikroba. yang menjalankan usahanya di Indone- hatan masyarakat kita akan baik. Jadi sia. Untuk itu perlu dirumuskan kebija- nggak usah muluk-muluk, primary Bagaimana harapan peran dari kannya secara tepat sehingga jelas health care. Filosofinya adalah equity,pihak swasta? peran dan tanggung jawabnya. memeratakan pelayanan. Kuncinya ada- Swasta jangan diam dan berusaha lah harus ada kerja sama lintas sektor,hanya mencari keuntungan. Sebetulnya Filosofinya adalah equity, mengutamakan upaya preventif promo-keuntungan yang dia dapatkan juga ka- memeratakan pelayanan. tive, menggunakan teknologi tepat guna,rena adanya daya beli masyarakat, kese- dan mengikutsertakan masyarakat.hatan masyarakat itu. Mereka mampu Kuncinya adalah harus adabekerja dan produktif. Karenanya keun- kerja sama lintas sektor, Beberapa pemerintah daerahtungan itu harus dikembalikan kepada mengutamakan upaya preven- belum begitu peduli dengan kese-masyarakat dalam bentuk community tif promotif, menggunakan hatan, bagaimana ini bisa terjadi?development. Swasta merupakan kom- teknologi tepat guna, dan Saya tak mau menyalahkan mereka.ponen yang perlu dilibatkan dalam pro- mengikutsertakan masyarakat. Mungkin kita belum bagus advokasinyases pembangunan dengan melakukan kepada pemerintah daerah dalaminvestasi terhadap sarana pelayanan pu- menjual program kesehatan. Misalnyablik maupun menyisihkan sebagian ke- Anda tadi mengemukakan, ting- kita kaitkan dengan health economic,untungannya untuk diinvestasikan pa- kat kesadaran masyarakat masih anda investasi 1 dolar akan panen 10 do-da peningkatan pelayanan sosial. rendah. Faktor apa yang menyebab- lar, mungkin harus begitu. Kalau adaCommunity development fund yang kannya, bukankah kita sudah lama malaria di daerah Anda, kerugiannyaumumnya sudah dianggarkan terutama merdeka? segini, kalau dirupiahkan segini, pro-oleh perusahaan besar dapat diinvesta- Saya tidak mau terjebak dengan duktivitas menurun. Kalau ada orangsikan untuk peningkatan pelayanan so- menyalahkan masyarakat. Ini salah kita mencret, tidak kerja dan tidak masuksial bagi masyarakat sekitar. Masyara- semua. Tugas pemerintah mencerdas- sekolah, kemudian dihitung dengankat makmur, produktif dan sehat, maka kan bangsa, itu amanat dari pembukaan rupiah, maka akan kehilangan sekianperusahaannya akan sustain. Paling ti- UUD 45. Jadi pendidikan itu penting milyar setahun. Jadi kalau APBD Andadak ada empat hal yang dapat dipetik baik formal maupun informal. Saya per- alokasikan sekian milyar, anda akanmanfaatnya bagi perusahaan yang nah menggarap apa yang namanya com- panen sekian. Jadi kita harus bisamenginvestasikan sebagian keuntung- posit index, untuk HDI. Jadi ibu-ibu advokasi seperti itu. Selama ini, teman-annya bagi peningkatan pelayanan so- yang pendidikannya minimal SMP, sta- teman kesehatan memakai bahasa kese-sial, yakni pertama, meningkatkan tus kesehatan keluarganya bagus. Kalau hatan yang hanya mereka saja yangapresiasi dan pemahaman masyarakat pendidikannya SMP ke atas, kemam- mengerti. Jadi teman-teman kesehatanatas fungsi corporate dan corporate puan untuk menyerap informasi baik sendiri perlu diberdayakan untuk mem-community development programs; dan perubahan perilaku lebih mudah berdayakan orang lain. (MJ) Percik Desember 2005 25
  • WAWA S A N Cerita Dari Lonuo, Gorontalo Setia Melayani Selama Delapan TahunD esa Lonuo menyimpan cerita produktif (lebih bernilai ekonomi). Oleh: yang monumental di bidang Penduduk desa mencari air ke sumur- Isman Uge* dan Alma Arif** pembangunan Air Minum dan sumur dangkal yang mereka buat di tepiPenyehatan Masyarakat (AMPL) berba- disi prima baik kualitas sarananya, ke- sungai. Karena lokasi sumur cukup ja-sis masyarakat, setara dengan Desa lembagaan, administrasi keuangan, te- uh dari tempat tinggalnya, kegiatanDembe I yang dinyatakan oleh Guber- naga teknisnya, regularitas layanan, dan mencari air untuk memenuhi kebutuh-nur Gorontalo, Ir H. Fadel Muhammad, sebagainya. Bisa dikatakan, inilah mo- an utama mereka telah menyita banyakakan menjadi model pembangunan Air del I pembangunan AMPL yang selaras waktu dan tenaga. Karenanya, pada ma-Minum Berbasis Masyarakat di Goron- dengan Kebijakan Nasional. sa lalu, penduduk Lonuo hidup terbe-talo. Sarana air minum sistem perpipa- Dalam perkembangannya, meski- lenggu kemiskinan.an gravitasi di Desa Lonuo ini dibangun pun sampai saat ini sarananya masih Permasalahan semakin pelik karenapada tahun 1996/7 oleh proyek ABPL berfungsi baik, ternyata terdapat pa- mereka juga tidak mampu mengem-(Air Bersih dan Penyehatan Lingkung- sang surut yang cukup menarik untuk bangkan gaya/cara hidup yang higienis.an). disimak. Tulisan ini akan mengungkap- BAB (buang air besar) di sembarang Pada tahun 1998 Desa Lonuo me- kannya. tempat merupakan hal yang umum dila-raih juara nasional di bidang pengelola- kukan. Mereka BAB dengan menggu-an sarana air minum dari Departemen Masa Lalu nakan "WC Putar". Maksudnya, padaDalam Negeri yang penyerahannya dila- Pada masa lalu penduduk Desa Lo- saat BAB di bawah pohon kelapa, di se-kukan di Yogyakarta. Tahun berikutnya, nuo, sebagaimana desa lainnya yang mak-semak, atau di sungai, bila ada1999, pada saat World Bank melak- mengalami kesulitan air, lebih disibuk- orang lewat mereka akan memutarsanakan penilaian dengan mengguna- kan dengan kegiatan mencari air. Alo- tubuhnya, atau memutari pohon, untukkan metode Participatory Learning kasi waktu untuk mencari air sangat be- menyembunyikan "aurat utamanya".and Action Initiative (PLA) di empat sar, menyisihkan kegiatan yang lebih Cara seperti ini lazim dilakukan padadesa di Gorontalo yaitu: Lamu, Ta- FOTO:ALMA ARIEFlumelito, Longalo, dan Lonuo, sekali la-gi Desa Lonuo mendapat penghormat-an. Desa Lonuo dan Longalo, dijadikanmodel dan didokumentasikan secaraelektronik-difilmkan dan digandakanmenjadi CD dan beredar di negara-ne-gara berkembang-oleh Water and Sani-tation for East Asia and Pasific (salahsatu divisi dari Bank Dunia). Dokumentasi elektronik ini menje-laskan mengenai pentingnya meli-batkan masyarakat dengan tanpa mem-bedakan kaya, miskin, usia, dan jeniskelamin dalam pengambilan keputusanpelaksanaan pembangunan agar saranayang dibangun berkelanjutan dan ber-fungsi secara efektif. Pada saat BankDunia melakukan penilaian, semua sis-tem AMPL di keempat desa dalam kon-26 Percik Desember 2005
  • WAWA S A N FOTO:ALMA ARIEFmasa lalu, yang tentu saja "kotoran"yang bertebar di sembarang tempatdalam jumlah besar akan menjadi sum-ber penyebaran penyakit yang lazimdisebut "water borne disease". Jenispenyakit water borne disease sepertidiare, ISPA, sakit kulit, iritasi mata, ko-lera, berjangkitnya sangat erat terkaitdengan kualitas dan kuantitas per-sediaan air yang digunakan untukmemenuhi kebutuhan hidup dan me-melihara kebersihan. Bukan hal yanganeh bila penduduk Desa Lonuo padamasa lalu secara periodik selalu kejang-kitan penyakit yang oleh penduduk se-tempat disebut "tiba berangkat", kare-na siapapun yang terjangkit penyakittersebut pasti akan mati (berangkat keakhirat). lagi harus mencari air. Masih banyak la- tidak berfungsi lagi (ini yang menjadiKesejahteraan Meningkat gi perubahan yang terjadi karena kemu- dasar informasi yang sampai ke penulis Kesejahteraan masyarakat mening- dahan dalam memperoleh air bersih. bahwa sarana di Lonuo sudah rusak).kat pesat pasca pembangunan sarana Tidak berfungsinya sarana tersebut bu-air mimum. Ada keterkaitan yang bersi- Pengelolaan Sarana dan Kendalanya kan karena rusak tetapi karena sudahfat sistemis antara tingkat pemenuhan Pada saat dilakukan penilaian pada berkembang menjadi kran rumah tang-kebutuhan air dan meningkatnya kese- tahun 1999, sistem ABPL di Desa Lonuo ga (household connection).jahteraan masyarakat. dalam keadaan prima. Kelembagaan Kini seluruh rumah tangga di desa Sejak masyarakat bisa mencukupi pengelola air, tidak diragukan, ber- Lonuo sudah bisa mengakses layanankebutuhan air secara mudah, kesehatan fungsi sangat baik. Lembaga pengelola air minum, kecuali dusun tiga yang lo-mereka secara berangsur angsur sema- air yang diberi nama UPS (unit pengelo- kasinya di tempat ketinggian. Sebanyakkin membaik. Jenis penyakit yang dise- la sarana) diketuai seorang wanita ber- 184 KK di Desa Lonuo dan 8 KK daribut tiba berangkat, hilang dengan sen- nama Satria Kyai. Kelompok Pengelola Desa Tamboo (desa tetangga) kini men-dirinya. Hal ini tentu saja terkait de- Sarana (KPS) diperlengkapi perangkat dapatkan layanan air. Meskipun begitungan perilaku hidup bersih dan sehat. sekretaris, bendahara, seksi teknis, sek- pada puncak musim kemarau-sebagai-Karena tersedia air dan mudah menda- si peran serta masyarakat, dan kader ke- mana yang terjadi di tempat lain-suplaipatkannya, mereka menjadi bisa mem- sehatan lingkungan. air sangat berkurang. Untuk mencukupibangun jamban, dan bisa membersih- Hasil penilaian menunjukkan bah- kebutuhan air di musim kemarau, pen-kan diri secara lebih sempurna baik pa- wa iuran bagi pemakai sarana yang di- duduk memfungsikan sarana air padada saat mandi maupun sehabis BAB. kumpulkan oleh ketua KPS bisa ber- malam hari, mengumpulkan ke dalam Selain itu, seiring meningkatnya ke- jalan lancar, dengan pembukuan yang bak penampung atau ember.sehatan dan jumlah waktu yang dialo- rapi. Pengawasan secara teknis pema- Sistem yang berjalan dengan muluskasikan untuk kegiatan produktif, taraf kaian sarana air juga dilakukan, dan tersebut menjadi goyah pada tahunkehidupan ekonomi mereka meningkat bila ada berbagai kerusakan bisa di- 2000, pada saat berlangsung pemilihanpula. Penduduk, khususnya ibu-ibu, tangani tim teknis yang memang sudah kepala desa. Sesuatu yang tidak ter-mempunyai pekerjaan baru untuk me- dilatih dengan baik oleh LPMD. antisipasi terjadi, gara gara salah seo-nambah penghasilan rumah tangga, yai- Bisa dikatakan bahwa UPS sudah se- rang calon kepala desa dalam upayatu menganyam tikar, sementara untuk dikit melakukan pengembangan sarana. memperoleh dukungan menjanjikanbapak-bapak bisa bekerja lebih lama di Bila pada mulanya di Desa Lonuo terda- untuk menghapus iuran air yang se-kebun/ladang. Sedangkan bagi anak- pat 14 kran umum dan enam hidran sungguhnya besarnya tidak seberapaanak yang masih sekolah, kini mereka yang berfungsi baik, sekarang hampir yaitu sebesar Rp 1.000/rumah tang-tidak pernah lagi terlambat karena tidak semua hidran dan kran umum tersebut ga/bulan. Percik Desember 2005 a
  • WAWA S A N Kejadian tersebut menjadi preseden meteran. Namun gagasan ini tidak dika-buruk, sebab penduduk menjadi mem- Karena iuran tidak lagi bulkan oleh pemerintah kabupaten. Me-belot, menolak membayar iuran. Sejak berjalan, bila ada nurut Satria Kyai, pemerintah beralasantahun 2000 itu UPS sama sekali tidak bahwa pemungutan retribusi harus me- kerusakan seperti pipaberfungsi sampai saat ini. Keadaan ter- lalui Perda.sebut semakin diperburuk karena salah bocor, kran rusak,seorang pengurus UPS yaitu sekretaris bak penangkap mampet, PembelajaranUPS meninggal dunia. Satria Kyai men- masyarakat digerakkan oleh Ada berbagai pelajaran yang bisajelaskan lebih lanjut, dalam waktu dekat kepala desa untuk dipetik dari pengalaman Lonuo.ini rencananya akan dilaksanakan rapat bergotong-royong Beberapa di antaranya adalah:untuk melakukan pemilihan pengurus . 1. Ada faktor-faktor yang tidak tera- memperbaiki kerusakan. Sejak terjadi pembelotan tersebut malkan (aspek sosial budaya) yangberbagai kejadian yang sangat merugi- mempengaruhi keberlanjutan saranakan bermunculan. Pada tahun 2002 memperbaiki kerusakan. Namun sejauh dan layanan air.ada penduduk desa tetangga yang mela- ini hal itu hanya untuk menanggulangi 2. Kelembagaan pengelola sarana airkukan tapping untuk mendapatkan air kerusakan kecil, bukan kerusakan be- mempunyai peranan yang sangattanpa seijin UPS. UPS menegur dan sar. penting bagi keberlanjutan saranatidak memperbolehkan tetapi malah di- Keadaan yang seperti itu akan dan layanan.laporkan ke polisi. Menanggapi hal itu, semakin tidak terkendali bila tidak ada 3. Kelembagaan pengelola sarana yangUPS melaporkan balik dengan tuduhan pemulihan fungsi UPS. Pada tahun ter- kuat bisa mengatasi faktor-faktor lainmelakukan pencurian air. Akhirnya akhir ini, dengan adanya perhatian dari yang mempengaruhi keberlanjutan.orang tersebut bahkan yang dipanggil pemerintah dengan melibatkan UPS 4. Pada saat peran kelembagaan mele-dan diperiksa oleh polisi. Selain itu, Lonua dalam kegiatan diskusi air ber- mah, keberlanjutan sarana dan la-karena peraturan semakin banyak yang sih, tumbuh lagi semangat baru untuk yanan menjadi terancam.dilanggar, penduduk ada yang membu- mengaktifkan kembali UPS dengan me- 5. UPS dan sebagian masyarakat Lonuoat kolam. lakukan pergantian pengurus dan mem- masih menyadari akan peran penting Karena skema iuran tidak lagi berja- fungsikan semua perangkat dan aturan UPS dan sistem pengelolaan yanglan, kini bila ada kerusakan seperti pipa yang ada. Bahkan terakhir ini ada ke- baik bagi keberlanjutan sarana danbocor karena pecah, kran rusak, bak pe- inginan untuk meniru sistem yang dite- layanan.nangkap mampet, dan sebagainya, ma- rapkan Kelurahan Dembe I, yaitu me- 6. Masih ada keinginan untuk mengak-syarakat digerakkan oleh kepala desa mungut iuran berdasarkan besarnya pe- tifkan kembali sistem iuran sesuaiuntuk beriuran dan bergotong-royong makaian air dengan cara memasang dengan besarnya pemakaian air de- FOTO:SUBARI ngan cara memasang meteran. 7. Pemerintah menghadapi dilema an- tara menegakkan aturan dan keber- lanjutan layanan air dan kemandirian masyarakat. 8. Berbagai permasalah yang dihadapi Desa Lonuo masih bisa dipecahkan dengan cara mempertemukan semua anggota masyarakat untuk kembali bermusyawarah mencari jalan keluar Kendati dalam bersama. kondisi sulit, masyarakat *Kabid Perencanaan masih bisa Pengembangan Wilayah , menikmati Tata Ruang dan Lingkungan Hidup, air bersih Bappeda Propinsi Gorontalo sistem **Konsultan WASPOLA, perpipaan. peneliti di Pusat Penelitian Sains dan Teknologib Percik Desember 2005
  • WAWA S A N Kearifan Masyarakat Lokal Melestarikan Air Belajar dari Masyarakat Adat dan Krama Subak di BaliS etiap tahun tanah atau lahan per- yang bergerak dalam usaha pengaturan tanian di Bali dikonversi (dialih- Oleh: air irigasi untuk lahan basah atau sawah fungsikan) ke non-pertanian (vi- I Gede Arya Sunantara - yang sifat otonominya dalam peng-la, mall, hotel, restaurant, lapangan aturan air merupakan salah satu perbe-golf, perumahan dan bangunan pusat tinggal keluarga dan masyarakat; 2) daan dengan Perkumpulan Petani Pe-jasa bisnis pariwisata lainnya). Dalam Memberikan sumber kehidupan, teruta- makai Air (P3A) yang ada di Jawa.tempo 10 tahun (1990 - 2000) untuk se- ma dalam menghasilkan air sebagai sa- Uniknya lagi, walaupun tidak memilikiluruh Bali mencapai 1.000 hektar per lah satu simbol utama dalam proses koordinasi dengan Dinas Pekerjaantahun. Saat ini hanya tersisa lebih ku- penciptaan (brahman); 3) Tempat war- Umum terutama Sub Dinas Pengairanrang sekitar 86.082 hektar tanah sawah, ga yang meninggal dikuburkan; 4) Di- secara rutin, subak mempunyai ikatandan yang bukan sawah lebih kurang percayai merupakan tempat tinggal de- yang tetap dengan lembaga di luar su-sekitar 476.450 hektar (termasuk peru- wa-dewa pelindung jagat dan tempat bak, yaitu sedahan dan dinas pertanianmahan), serta lahan lainnya seperti ra- roh leluhur bersemayam (Ter Haar, - Sedahan yang erat hubungannya de-wa dan tambak lebih kurang seluas 886 1991). ngan urusan perpajakan, dan juga seba-hektar. Bila percepatan kehilangan Kompleksitas pemikiran religius gai koordinator urusan perpajakan be-1.000 hektar setahun ini tidak segera di- magis yang melahirkan ikatan hukum berapa subak (sedahan agung), penyu-hentikan maka Bali akan kehilangan sa- adat yang berupa ikatan hak dan kewa- luh pertanian (PPL) yang erat hubung-wah-sawah dalam waktu puluhan tahun jiban ini terus berlangsung di Bali. annya dengan sumber informasi perta-lagi. Bayangkan saja betapa sesaknya Hanya saja seiring dengan berkem- nian. Ibaratnya subak mempunyai ta-Bali ketika itu terjadi. Padahal pulau ini bangnya modernisasi dan modernitas - ngan kanan yang bergandengan denganhanya memiliki luas lebih kurang 5.632 yang terbungkus dengan kata-kata se- sedahan dan tangan kiri yang bergan-kilometer persegi. mu "pembangunan" yang dipopulerkan dengan dengan penyuluh pertanian. Hilangnya tanah pertanian di Bali pertama kali oleh Sutan Takdir Alisjah- Tapi jika menyangkut urusan air, subakbukan soal sederhana dan sekadar soal bana - kesadaran mengenai adanya hu- sungguhlah mandiri, mereka seolah-kehilangan lahan dan petani tak memi- bungan antara masyarakat dan tanah olah telah mewarisi keahlian mengaturliki pekerjaan lagi seperti sudah banyak ini mulai menurun. Demikian pula hal- air dari nenek moyangnya.terjadi di Jawa. Hilangnya tanah-tanah nya dengan keyakinan dari adanya per- Demikian pula keberadaan subakpertanian akan berdampak pada terku- talian hidup antara manusia dan air sebagai organisasi sosial yang bersifatburnya sebagian besar perikehidupan mulai ditinggalkan setelah perubahan religius memiliki nilai-nilai yang sangatorang Bali. Ini sungguh mengerikan, ka- perilaku masyarakat yang konsumtif unik, sehingga menarik minat wisata-rena tanah-tanah pertanian, bagi orang dengan lebih mementingkan nilai uang wan dan ilmuwan berkunjung danBali, mengusung satu simbol kebudaya- yang cepat. Perubahan tersebut men- mengadakan penelitian di Bali. Denganan agraris yang menjadi mata air (tirtha jadikan masyarakat pemilik tanah demikian dapat dikatakan subak ber-amertha) sebagian besar kehidupan mengalihfungsikan tanahnya sebagai peran sebagai salah satu aset pariwisatamereka. perumahan atau bangunan lain, dan bagi Bali, karena selain mengatur air ke Berkaitan dengan masalah tanah mereka bekerja di hotel atau restoran di dalam tiga fungsi kehidupan masya-dan simbol kebudayaan agraris yang bekas tanah mereka. Bentuk-bentuk rakat adat Bali, yaitu : 1) Fungsi keaga-menjadi mata air sebagian besar ke- upacara yang ada untuk menghormati maan; 2) Fungsi sosial; dan 3) Fungsihidupan masyarakat Bali, terdapat per- tanah dan air akhirnya hanya sebagai ekonomis, subak juga menjaga apa yangtalian hukum antara manusia, tanah ritual dan simbol bukan lagi sebagai disebut dengan tiga fungsi suci sawah,dan air dalam hukum adat Bali didasar- wujud bakti mereka terhadap bumi. yaitu : 1) Di sawah ada keindahan ke-kan pada alam pikiran serba berpasang- hidupan (rice terrace); 2) Di sawah adaan. Berdasarkan pandangan ini manu- Konversi Subak ke Pariwisata aktivitas ritual; dan 3) Di sawah jugasia Bali tidak dapat lepas dari tanah oleh Subak sebagai salah satu pranata so- ada atraksi budaya. Ketika ketiga fungsikarena : 1) Tanah merupakan tempat sial di Bali merupakan organisasi petani air yaitu, keagamaan, sosial dan ekono- Percik Desember 2005 c
  • WAWA S A Nmi, digabungkan dengan ketiga fungsisuci sawah yaitu, keindahan, aktivitasritual, dan atraksi budaya, maka ia me-rupakan daya tarik tersendiri di matawisatawan. Jika daya tarik itu hancur,maka tanpa disadari pariwisata Baliyang adiluhung juga akan lenyap. Olehkarena itu, seyogyanya kini subak diles-tarikan atau dibina perkembangannya. Kegiatan yang dilakukan oleh subakdigolongkan menjadi dua macam, yaitukegiatan yang ada hubungannya dengankeagamaan dan non-keagamaan. Ke-giatan yang ada hubungannya dengankeagamaan meliputi membuat sesajenuntuk sawah, sembahyang di pura su-bak atau pura lainnya yang ada hubung-annya dengan pengairan, serta meng-adakan perbaikan di tempat-tempat bergiliran mengawasi jalannya air dari nakala subak bubar maka taruhansembahyang subak. Upacara sembah- sumber air sampai ke temuku, tempat berikutnya adalah Bedugul dan Ulunyang di pura subak dilakukan pada hari- pembagian air langsung ke sawah ma- Suwi, Pura-nya Krama Subak sebagaihari tertentu. Di samping itu juga ada sing-masing anggota subak. Seandainya pedoman hidup manusia Bali juga akanhari-hari lain untuk membuat sesajen dijumpai kerusakan-kerusakan kecil hancur.yang erat kaitannya dengan kegiatan di yang mengganggu jalannya air, makasawah, seperti upacara mapag toya kerusakan tersebut segera diperbaiki. Dereligiusitas Subak = Desakrali-(upacara menyongsong datangnya air). Perhatian terhadap subak menjadi sasi AirKegiatan lainnya adalah adanya upacara penting karena berhubungan dengan Di tengah mulai munculnya ke-ngewiwit bulih (mempersiapkan bibit upaya menjaga aspek fisik (ekologis) su- sadaran akan pentingnya agama, dalampadi), upacara nandur (menanam pa- bak yang dalam konsep Tri Hita Karana hal ini Agama Hindu untuk menjagadi), upacara padi umur dua belas hari, disebut unsur palemahan (tanah/sawah lingkungan terutama air saat ini,sampai kepada upacara bersyukur kare- dan air) sehingga dapat merembet ke- melalui ajeg-nya subak, masyarakat danna panen berhasil. Upacara kadang-ka- pada usaha untuk menjaga aspek sub- pemerintah daerah di Bali sebagai ele-dang dilakukan secara berkelompok ya- sistem sosial anggota/krama subak pa- men utama pelaksana keinginan terse-itu di pura subak, kadang-kadang juga wongan dan aspek lingkungan spiritual but masih belum sepenuhnya terbebasdilakukan sendiri-sendiri di masing- parhyangan. Karena keanggotaan su- dari ikatan "cara berfikir institusio-masing petak sawahnya. Tempat sem- bak di Bali tidak membedakan agama, nalis". Padahal rasionalisme dalambahyang tersebut dibuat dari bahan se- ada anggota yang beragama Hindu, Hindu ketika menilai dan melihat re-derhana sampai bahan permanen, di Islam, dan Kristen. Memang kegiatan ligiusitas subak dan kesakralan air tidakmana saat itu seluruh krama (anggota) subak terutama didasarkan pada ritual hanya terbatas pada ritus dalam artisubak beriring-iringan menuju sawah- Agama Hindu karena kebanyakan ang- sempit, tetapi sesungguhnya memadu-nya masing-masing pada hari yang dite- gota subak (krama) beragama Hindu. kan simbol penilaian moral dan simboltapkan oleh rapat subak (pauman). Anggota yang bergama Islam dan Kris- konstruktif agama, dengan kata lain ju- Kegiatan di luar keagamaan terdiri ten tetap ikut membayar iuran yang di- ga menggunakan bentuk ritualisme da-atas membuat dan memperbaiki salur- perlukan untuk kegiatan subak. Tetapi lam arti yang lebih luas sehingga secaraan air, tempat pembagian air ke sawah mereka melakukan sembahyang esuai diakronis terangkum dan teridentifikasimasing-masing (temuku), memperbaiki dengan agamanya masing-masing. mulai dari hal-hal periferal sampai padajalan subak, pemberantasan hama, dan Anggota beragama Islam mengadakan hal-hal yang esensial atau terkait de-lain sebagainya yang ada hubungannya sembahyang di masjid, sedangkan yang ngan tattwa.dengan usaha peningkatan produksi. beragama Kristen di gereja. Perbedaan Kaitannya dengan simbol penilaianPengawasan jalannya air juga dilakukan agama tidak merupakan masalah dalam moral ketika melihat religiusitas subaksecara teratur. Anggota subak secara keanggotaan subak. Karena itulah ma- dan kesakralan air, masyarakat Hindu d Percik Desember 2005
  • WAWA S A NBali berhadapan dengan tatanan yang perbedaan distribusi wewenang, kekua- sampingan (by product) dari sebuahsenantiasa harus dianggap suci saan, kependetaan dan keagamaan yang "proses horizontal", kasus ini juga tetap(luanan), sehingga harus dijaga agar ti- berstruktur ketika mendefinisikan reli- merupakan unsur melekat (built-in ele-dak tercemar dengan hal-hal yang bersi- giusitas subak dan kesakralan air. ment) dari sebuah ketidakselarasanfat profan (tebenan). Secara kontinum Prinsipnya, air dari mata air di da- sebentuk "hubungan vertikal".konsep luan-teben harus dipisahkan lam Agama Hindu adalah salah satusecara tegas, tetapi secara filsafati kedu- syarat yang diperlukan (tirtha untuk Menuju Transformasi Tradisianya mesti senantiasa berpasangan, patirthan) dalam upacara Panca Yajna Meskipun tidak semua tradisi dalamterutama untuk membangkitkan sum- baik yang bersifat rutin (nityakala) ma- masyarakat lokal mengandung nilai-nilaiber kekuatan atau bayu. Sehingga pe- upun yang bersifat insidental (naimiti- peka terhadap lingkungan, namun keber-makaian simbol-simbol penilaian moral kakala). Unsur air dalam Agama Hindu adaan subak sudah tidak perlu diper-dalam menilai religiusitas subak dan dianggap sebagai sarana menyucikan, tanyakan lagi, minimal bagi orang-orangkesakralan air ini mengharuskan selu- unsur yang memberikan kemakmuran, Bali sendiri. Karena itu upaya merekayasaruh warga Bali - baik itu pemeluk Aga- dan arus kehidupan yang harus disebe- tradisi masyarakat dengan dasar-dasarma Hindu (krama adat) maupun warga rangi seseorang untuk menuju kebaha- modernisasi bukanlah pilihan yang bijak-pendatang non-Hindu (krama tamiu) - giaan sejati (Titib, 2001). Karena itu da- sana. Yang diperlukan sesungguhnyaharus paham tentang "kedudukan" su- lam mencermati pola pergeseran akan adalah sebuah upaya yang lebih ringkas,bak dan air sehingga dapat menghin- kebutuhan subak dan ketersediaan air lebih sederhana, yaitu memahami setiapdarkan diri dari pelanggaran-pelanggar- seperti yang diuraikan di atas di tengah- tradisi dan adat yang ada pada setiapan yang mengakibatkan kecemaran (le- tengah kondisi kehidupan rakyat yang daerah, melakukan pemberdayaan ter-teh), sehingga konsepsi rwa bhineda semakin "irasional" dan sekaligus "hi- hadapnya, dan melakukan transformasiyang mempertentangkan konsep kesu- permoralitas" terhadap nilai-nilai ketu- budaya di dalamnya. Transformasi bu-cian (suci, purity) dan kecemaran (le- hanan, kemanusiaan, dan pembangun- daya di sini maksudnya adalah mela-teh, pollution) selalu dapat terjaga de- an ini, akhirnya - mau tidak mau, disa- kukan suatu proses terciptanya hubunganngan baik. dari maupun tidak - menghasilkan fluk- (structure) yang secara mendasar baru Sedangkan dalam kaitannya dengan tuasi keadaan lingkungan yang terus dan lebih baik. Strategi transformasi tra-simbol-simbol konstruktif ketika meni- berkembang menjadi persoalan multi- disi dan budaya dalam masyarakat lokallai religiusitas subak dan kesakralan air, dimensional. Pendeknya, masalah ter- ini memungkinkan kita untuk tetap men-dalam masyarakat Hindu dikenal ada- berangusnya subak dan masalah ke- jaga, dan yang terpenting tetap memilikinya pembedaan kedudukan, warna dan langkaan air yang mulai terjadi di sana- pluralitas tradisi dan budaya itu sendiri,struktur keagamaan yang berjenjang, sini di seantero Pulau Bali sekarang ini, serta memberikan ruang pada setiap ma-dimana kemudian akan menurunkan bukan semata-mata sebagai produk syarakat adat untuk menciptakan sejarah mereka sendiri. Intinya, strategi transfor- masi tradisi dan budaya dalam ma- syarakat adat ini harus memperhatikan dimensi pemberdayaan (empowerment), menjamin dan menghargai self iden- tification dan mencegah terjadinya ke- budayaan tunggal (monoculture). Inilah sesungguhnya tantangan bagi masya- rakat adat maupun bagi kita semua, agar ketika melihat religiusitas subak dan sakralnya air dalam masyarakat Bali. Dunia tetap berujar bahwa Bali beserta tradisi dan budayanya tetap merupakan the morning of the world seperti kata Nehru, atau sebagai the paradise island seperti kata novelis Hickman Powell. *Alumnus S.2 AN-Fisipol UGM dan MPRK UGM. Pemerhati masalah-masalah water security. Tinggal di Yogyakarta. Percik Desember 2005 27
  • R E P O RTA S E Hari Monitoring Air Sedunia Menanamkan Kepedulian Sejak Dini FOTO:MUJIYANTOR endi dan Gunadi dengan asyik- nya mengamati air yang baru diambilnya dari Danau Cibu-bur. Beberapa indikator dimasukkan kebejana tempat air itu. 30 derajat Celci-us, kata Rendi. Coba tes sekali lagi,kata Gunadi tak percaya. Tak jauh dari keduanya jongkok, te-man-temannya dari SMP 233 Jakartayang berjumlah 40 siswa melakukan halyang sama. Mereka mengukur kualitasair di danau itu. Indikator yang diukurselain suhu, juga jumlah oksigen terla-rut, pH, dan kekeruhan. Ini pengalaman yang baru, kita bisamengetahui tentang biotik air, kadar,suhu dan sebagainya, kata Rendi yangmengaku ranking dua di kelasnya. Ya,menambah pengetahuan baru. Karenadi sekolah hanya teori doang, praktek-nya kurang, tambah Gunadi. Selain itu keduanya mengaku men-dapatkan pengetahuan baru bagaimana tang kualitas air. Aku sebelumnya tak Pam Jaya (TPJ), dan Pam Lyonnaisemenghemat dan menjaga sumber daya pernah mencoba mengukur yang kayak Jaya (Palyja).air. Jangan mencuci sepeda dengan air ginian. Ternyata tak susah ya, ungkap- Job menjelaskan tema utama per-dalam ember. Boros. Kalau mandi se- nya. ingatan ini yakni Selamatkan Air Kita.baiknya pakai shower. Jangan membu- Selama hampir setengah hari peng- Dari peringatan ini ada dua hal yangang sampah, tinja, oli sembarangan, ukuran kualitas air dilakukan. Acara ini ingin diraih yaitu perubahan perilakukata Rendi seraya menambahkan bah- merupakan peringatan Hari Monitoring berupa penghematan terhadap pema-wa air tidak hanya untuk manusia se- Air Sedunia. Sebetulnya peringatannya kaian air dan stop pencemaran. In-karang tapi juga generasi yang akan da- sendiri jatuh pada 12 Oktober. Ini ada- tinya, perlakukan air secara bertang-tang. lah rangkaian kegiatan dari peringatan gung jawab, tandasnya. Hal baru juga didapatkan artis sine- tersebut, kata Job Supangkat dari Fo- Dalam upaya itu, anak-anak dan re-tron Marshanda yang hadir sebagai bin- rum Komunikasi Air Minum Indonesia maja menjadi target. Ini dilandasi asum-tang tamu. Wah aku senang banget. (FORKAMI). si bahwa anak-anak memiliki daya ubahPengetahuan aku jadi nambah. Aku Kegiatan diisi dengan mengukur yang lebih cepat dan bisa mempengaruhimendukung banget program ini dituju- kualitas air di beberapa lokasi, lomba orang tua atau keluarganya. Makanyakan kepada anak-anak. Semakin sering menggambar oleh 30 siswa dari 20 SD kita mulai sejak dini, SD, SMP, agardiadakan maka semakin tertanam kepe- di DKI, dan kunjungan ke instalasi mereka paham pentingnya sumber dayadulian terhadap air, katanya. Ia meng- pengolahan air. Acara ini diselenggara- air itu dilindungi, kata Ketua Umumaku sebelumnya tidak banyak tahu ten- kan atas kerja sama FORKAMI, Thames FORKAMI, Abdullah Muthalib.28 Percik Desember 2005
  • R E P O RTA S E Menurut Abdullah, meskipun air Hanya saja, Yanti heran mengapa Ia menjelaskan, selama ini selain ke-adalah sumber daya yang dapat diper- kegiatan seperti ini tidak terlihat adanya pada pelajar, kampanye kepedulian ter-baharui, mengingat besarnya biaya dan keterlibatan unsur pemerintah teruta- hadap sumber daya air juga diarahkan ke-usaha yang harus dilakukan untuk me- ma dari kalangan pendidikan. Mengapa pada masyarakat. Bersama Palyja danmulihkan ketersediaan maupun kua- hanya LSM dan swasta saja yang pe- TPJ, FORKAMI menggarap para pelang-litasnya, menjadikan air adalah sumber duli? Karenanya ia berharap ke depan gan air minum di Jakarta dengan pen-daya yang terbatas. Untuk itu, lanjut- kegiatan terhadap kepedulian terhadap didikan kesadaran. Selain itu lembaga itunya, perlindungan sumber air harus di- sumber daya air harus terus digalakkan mengadakan talk show di radio setiaplakukan oleh semua kalangan dimulai oleh semua kalangan. Kegiatan seperti minggu ketiga tiap bulan. Responnyadari anak-anak, masyarakat, profesional ini harus berlanjut terus. Kalau bisa me- sangat positif. Ternyata mereka begituyang bergerak di bidang air, swasta, libatkan semakin banyak pelajar. Dan peduli dan ingin tahu lebih banyak ten-LSM, dan pemerintah. Melalui Hari tidak sekadar lomba, tapi pendidikan tang air minum khususnya dan sumberMonitoring Air ini kami berkeinginan bagi anak didik, tuturnya. daya air pada umumnya, jelas Job.memercikkan kesadaran bersama akan Job sepakat dengan harapan para Yang pasti, pendidikan mengenaipentingnya perlindungan sumber air pendidik. Menurutnya, kegiatan ini ba- kualitas air mutlak diperlukan bagi se-dan kemudian bersama-sama bekerja ru awal. Peringatan Hari Monitoring Air mua kalangan. Dan untuk itu, semuameningkatkan ketersediaan maupun Sedunia di Indonesia tergolong baru ka- stakeholders mau tak mau harus pedulikualitas sumber air kita bagi kita, kini rena terlaksana dua tahun belakangan. akan hal itu. Caranya dengan ikut sertadan generasi mendatang, katanya. Kami tak berhenti sampai di sini. Kami aktif dalam setiap kegiatan yang meng- Devy A Yheane, PR Manager TPJ, akan ajak stakeholders lain. Apa yang arah kepada perlindungan sember dayamengatakan pihaknya sendiri telah ber- sudah kami lakukan akan kami perta- air. Jangan sampai mereka baru peduliusaha melaksanakan edukasi pelajar hankan tapi dengan obyek yang lebih lu- begitu musibah terjadi. Seperti aktadan kampanye kualitas air tanah. Kami as lagi. Tentu kita butuh tahapan demi Rendi, Tak ada air, kehidupan kita a-telah mengeluarkan sebuah modul edu- tahapan, paparnya. kan rusak. mujiyantokasi berupa CD Rom. Isinya netral danumum yang bisa digunakan oleh siapasaja, kata Devy. Marshanda, Artis dan Duta Lingkungan Januar, guru SMP 233, menilai pro-gram seperti ini bisa memberikan man-faat bagi siswanya. Menurutnya, di se- Masih Kurang Pedulikolah siswa lebih banyak menerima teo-ri dan kurang praktek. Pelajaran ten- K alau melihat masyarakat saat ini, menurut aku, sebenarnya sih sudah peduli. Tapi mungkin pedulinya belum kan hal sulit untuk meninggalkan kebia- saan buruk tersebut. Secara mudahnya, kalau sungai bersih, bayar air kan bisatang sumber daya air sebenarnya adadalam pembahasan tentang ekosistem. riil. Perlu banyak wawasan yang harus lebih murah karena pengolahan air se-Tapi bagaimana mengukur kualitas air, dicari agar supaya kepedulian itu terwu- makin ringan. Bukan begitu. (MJ)ini belum pernah dipraktekkan di ke- jud dalam kehidup- FOTO:MUJIYANTOgiatan praktikum, jelasnya. an nyata. Senada dengan Januar, Yanti, guru Contoh membu-SD Budi Wanita, Setiabudi, Jakarta Se- ang sampah ke sun-latan, menyambut baik program pem- gai. Menurutku, me-belajaran yang diberikan dalam per- reka yang membu-ingatan Hari Monitoring Air Sedunia ang sampah ke su-ini. Menurutnya, hasilnya selain ber- ngai itu mungkin sa-dampak kepada murid dan guru yang ja sudah tahu bahwamendampingi. Acara ini sangat bagus itu tidak boleh. Tapisekali. Secara pribadi, saya jadi tahu mengapa kok sampaibahwa kaporit itu bisa membunuh coli. tidak boleh. PadahalApa yang dijelaskan ketika kami me- kalau diberi tahu se-ngunjungi tempat penjernihan air juga cara gamblang, bu-sangat mendidik bagi anak-anak,katanya dengan penuh semangat. Percik Desember 2005 29
  • KISAH SUKSES WSLIC 2 Desa Jambearjo, Malang Sambungan Desa, Manajemen KotaP FOTO: MUJIYANTO erusahaan Daerah Air Minum (PDAM) belum masuk ke Desa Jambearjo, Kecamatan, Tajinan,Kabupaten Malang, Jawa Timur. Tapi disetiap rumah telah terpasang meteranstandar PDAM. Kok bisa? Ini berkatadanya proyek Water Supply for LowIncome Community (WSLIC) 2 di desatersebut. Sebelumnya, di desa yang terletak18 km di sebelah selatan Kota Malang,warga desa mengandalkan kebutuhanairnya dari sungai yang mereka sebutsebagai Kali Manten. Kali yang tak ter-lalu besar itu membujur di bagian sela-tan desa. Selain ke kali, warga meman-faatkan sumber air yang berada dijurang dengan kedalaman sekitar 30meter. Inilah sumber air minum utamawarga, selain air sumur yang jumlahnyatidak terlalu banyak. Rata-rata sumur yang bisa mencukupi kebutuhan warga. kan besarnya iuran. Ada empat kategoridi sini dalamnya 24 meter. Kalau meng- Sumber air yang berada di jurang itu- iuran yakni A untuk golongan sangatgali baru pun kadang belum tentu kelu- warga menyebutnya Sumber Apak- miskin dengan iuran sebesar Rp. 5.000,ar airnya, kata Abdullah, Kepala Desa memiliki debit 30 liter per detik. Na- B untuk golongan miskin dengan iuranJambearjo. mun warga tak mampu membangun in- sebesar Rp. 10.000, C untuk golongan Tak heran, beberapa penyakit me- frastruktur untuk mengangkat air terse- sedang dengan iuran sebesar Rp.nular yang disebabkan air, terutama di- but dan mendistribusikan ke warga. 15.000, dan D untuk golongan kayaare, sempat singgah di desa yang ber- Sampai beberapa waktu warga pasrah dengan iuran Rp 20-25 ribu. Dana itupenduduk 3.734 jiwa (910 KK) tersebut. dengan keadaan. dikumpulkan melalui tiap RT yang adaRata-ratanya angka di atas 10 pada ta- di dua dusun yakni Dusun Jambearjohun 2004. Selain itu, banyak waktu di- Masuk Proyek WSLIC dan Dusun Karangjambe. Total danahabiskan oleh warga desa untuk meng- Bagai gayung bersambut. Keinginan yang terkumpul sebesar Rp. 8 juta.angkut air dari jurang atau sungai. warga untuk memperoleh kemudahan Sebelumnya, warga telah mengada-Waktu rata-rata yang dibutuhkan 1-1,5 akses air bersih akhirnya terpenuhi. Ini kan rembug desa yang dihadiri ratusanjam tiap hari, kata Abdullah. Pengam- setelah ada proyek WSLIC. Warga men- warga di balai desa untuk mengelolabilan air itu dilakukan dengan cara dipi- cari tahu bagaimana bisa mendapatkan proyek tersebut. Terpilih 14 orang war-kul. proyek tersebut untuk desanya. Ter- ga desa setempat sebagai Tim Kerja Ma- Drs. Imam Nawawi, Ketua Badan nyata, berbagai persyaratan harus dipe- syarakat (TKK). Mereka yang kemudianPengelola Sarana Air Bersih (BPSAB) nuhi. Dengan semangat gotong royong, membuat rencana kerja masyarakatDesa Jambearjo menceritakan kondisi warga mengumpulkan dana, karena (RKM) dan membentuk unit kerja tek-itu membuat sebagian warga buang air proyek tersebut mensyaratkan ada nis (UKT) dan unit kerja khusus (UKK).besar sembarangan di sekitar rumah keterlibatan warga berupa in cash dan Dari situ mulailah proyek WSLIC diatau di sungai. Warga di sini sebagian inkind. Jambearjo. Pusat mengucurkan danabesar memang tidak mampu, jelasnya. Melalui rembug desa, yang dihadiri sebesar Rp. 144 juta, dana pendamping Di sisi lain, ada potensi sumber air lebih dari 300 orang, akhirnya ditetap- dari kabupaten sebesar Rp. 16 juta, dan30 Percik Desember 2005
  • KISAH SUKSES FOTO: MUJIYANTOdana warga Rp. 8 juta. Partisipasi BPSAB sebagai uang jasa.masyarakat juga diwujudkan da- Sebelumnya pada saat men-lam bentuk inkind berupa kerja jadi TKM, mereka tak mem-bakti setiap minggu. Kita hampir peroleh honor sama sekali.dua bulan kerja bakti, kata Imam. BPSAB mengadakan ra- Proyek itu dimulai dengan pat rutin tanggal 12 setiappembangunan Bak Penampung bulan. Badan ini menggu-Air (BAP) di Sumber Apak. Bak itu nakan prinsip manajemenberupa bangunan silinder dari terbuka dan sistem keuang-beton dengan diameter 2 meter. an yang transparan sehing-Silinder itu dibangun dengan ke- ga akuntabilitasnya cukupdalaman sekitar 4 meter ke dalam baik. Pengurusnya pun te-tanah. Selain itu dibangun pula lah memiliki rencana kerumah panel listrik yang berjarak depan termasuk menghi-sekitar 5 meter dari BAP, dan tan- tung penyusutan alat dandon penampung dengan ukuran 6 sebagainya.x 6 persegi dan tinggi 2 meter yangbisa menampung air 50 meter kubik. memilih menggunakan meteran agar Dampak LangsungTandon air ini terletak di ujung desa, lebih adil. Yang pakai sedikit bayar Kepala Desa Jambearjo Abdullahyang letaknya memang lebih tinggi. sedikit, yang banyak bayar banyak, je- mengungkapkan keberadaan air bersihUntuk menaikkan air dari sumber digu- las Imam. ini mampu meningkatkan jumlah pemi-nakan pompa elektrik dengan kekuatan BPSAB menetapkan biaya sambung- lik jamban. Sebelum ada proyek WSLIC12.000 watt dengan kapasitas 3 liter per an per rumah sebesar Rp. 250 ribu. Kini jumlah jamban di Jambearjo ada 310.detik. Pompa diletakkan di bagian atas biaya sambungan naik menjadi Rp. 300 Kini jamban tersebut menjadi 733 unit.BAP.Untuk menyalurkan air, TKM ber- ribu, setelah adanya kenaikan bahan ba- Jumlah diare pun menurun.sama warga membangun jaringan per- kar minyak yang berimbas kepada ke- Keberadaan air bersih ini men-pipaan. Panjang jaringan itu mencapai naikan harga peralatan sambungan. Se- dorong pembangunan rumah baru. Dari9.050 meter. dangkan biaya pemakaian, BPSAB me- semula ada 910 rumah kini telah ber- Bersamaan dengan itu TKM pun netapkan Rp. 750 per liter kubik. Saat tambah menjadi 968 rumah. Sebuahmenyelenggarakan program jamban ini ada 609 satuan sambungan. kompleks perumahan dibangun di wi-bergulir; pelatihan kader kesehatan ma- Kesadaran masyarakat untuk mem- layah tersebut.syarakat, anak sekolah, dan guru; pem- bayar iuran pun cukup baik. Warga da- Selain itu, kata Abdullah, ada penu-bangunan tempat cuci tangan di seko- tang sendiri ke loket pembayaran yang runan ongkos air bagi warga yang ha-lah, dan pembinaan kantin UKS di seko- telah ditentukan lokasinya oleh BPSAB. jatan. Dulu kalau hajatan, paling tidaklah yang ada di desa tersebut. Terbukti belum ada yang menunggak warga mengeluarkan Rp. 200 ribu un- Proyek yang dimulai Mei 2004 itu membayar. Pada November 2005, dana tuk air. Kini cuma Rp. 13 ribu, katanya.berakhir Mei 2005. Ini berarti masa yang masuk sekitar Rp. 6 juta dengan Yang pasti warga pun amat gembiratugas TKM pun selesai. Untuk memeli- pengeluaran sekitar Rp. 4 juta. Setiap dengan adanya proyek ini. Ya lebihhara dan mengoperasikan sarana yang bulan ada peningkatan pemasukan. enak sekarang. Nggak perlu lagi keterbangun, warga dalam rembug desa Uang hasil iuran pelanggan ini, me- sumber, kata Bagilin, warga yang se-membentuk Badan Pengelola Sarana nurut Imam, digunakan untuk pengem- mula harus turun ke jurang untukAir Bersih (BPSAB). Pengurusnya bangan jaringan dan penggantian mengambil air.adalah para mantan TKM, beranggo- pompa. Bahkan beberapa waktu lalu, Rupanya kini warga Desa Bulula-takan tujuh orang. pompa baru dengan kapasitas 6 liter per wang, Kecamatan Bululawang, yang detik telah dipasang menggantikan bersebelahan dengan desa tersebut punPasca Proyek pompa yang lama. Jadi sekarang, kita telah mengajukan diri untuk menda- Setelah BPSAB terbentuk, organi- punya dua pompa. Yang satu kita sim- patkan sambungan air bersih. BPSABsasi bentukan masyarakat itu langsung pan, dan bisa gunakan sewaktu-waktu pun telah siap memasang sambunganmelaksanakan tugasnya. Yang pertama bila ada kerusakan pompa yang ada, je- baru. Tentu dengan harga yang berbeda.dilakukan adalah melakukan penyam- lasnya. Selain itu, hasil iuran ini juga Ada yang mau belajar ke Jambearjo?bungan pipa ke rumah-rumah. Kita akan disisihkan kepada pengurus mujiyanto Percik Desember 2005 31
  • TEROPONG Community Led Total Sanitation (CLTS) Perubahan Perilaku Tanpa SubsidiP esimistis. Inilah sikap yang mampu mengubah sedikitnya 3.500 Oswar Mungkasa dari Direktorat Pe- muncul ketika program Com- orang untuk tidak buang air sem- rumahan dan Permukiman Bappenas munity Led Total Sanitation barangan. pun menekankan yang terpenting dari(CLTS) mulai masuk ke Indonesia. Ba- program CLTS ini adalah proses peru-nyak kalangan ragu, mampukah masya- bahannya, bukan target deklarasi bebasrakat dengan kesadaran sendiri me- buang air besar sembarangannya. Ber-ninggalkan kebiasaan buang air semba- Kamal Kar, pakar bagai prinsip dasar, karakteristik ma-rangan, sementara tidak ada insentif yang menemukan syarakat, faktor pendorong kesuksesanapapun yang diberikan oleh pemerintah konsep CLTS, dalam harus terus dipelajari dan dikembang-kepada mereka. kan. Sikap pesimistis itu terjawab setelah lokakarya CLTS Dari lokakarya nasional tersebutprogram tersebut diujicobakan di enam tingkat nasional dihasilkan prinsip dasar program CLTS.kabupaten yakni Lumajang (Jawa Ti- di Jakarta, Prinsip tersebut yakni:mur), Sambas (Kalimantan Barat), Mu- Yang harus dilakukan dalam CLTSara Enim (Sumatera Selatan), Muara 28-30 November 1. Memicu dengan baik (melalui prosesJambi (Jambi), Sumbawa (NTB), dan lalu, mengatakan perkenalan, diskusi/analisas partisi-Bogor (Jawa Barat). Proses uji coba per- capaian Indonesia patif, transect walk, pemicuan dantama diawali di Lumajang pada Mei motivasi)2005, dan menyusul kabupaten lain pa- sangat bagus. 2. Pemahaman bahwa CLTS bukan pro-da Juni 2005. yek, tetapi sebuah pendekatan Hasilnya cukup mencengangkan. Program CLTS pertama kali dilak- 3. Belajar bersama (bukan penyuluhan)Dalam satu sampai tiga bulan, masya- sanakan di Bangladesh tahun 2000. 4. Pemicuan yang terus menerus untukrakat yang dipicu melalui program ini Kini program tersebut telah menyebar menimbulkan rasa malu, jijik, gengsi,berubah, kecuali di Kabupaten Bogor. di delapan negara termasuk Indonesia. dengan menggunakan bahasa yangMereka tak lagi membuang air besar Di setiap Negara ada pembelajaran yang dikenal di masyarakatsembarangan, yang biasanya dilakukan bisa ditarik untuk memperbaiki proses. 5. Pendampingan/monitoring yang in-di sepanjang sungai, kebun, atau se- Kamal menguraikan di Bangladesh ada tensifmak-semak. Dengan kesadaran sendiri kendala yakni berupa masuknya subsidi 6. Meningkatkan ketrampilan fasilitatormereka membangun jamban sesuai atau bantuan dari pemerintah, yang jus- 7. Membentuk fasilitator baru (yangdengan kemampuan masing-masing. tru menghambat keberhasilan program. siap mental, pantang menyerah, danKeberhasilan itu tak cukup sampai di si- Selain itu, target menjadi tujuan sehing- berkomitmen tinggi) dan tim fasilita-tu tapi terus menjalar ke desa-desa yang ga melupakan proses. tor masyarakatlain di sekitarnya. Bahkan di Sambas, Makanya, Kamal menegaskan bah- 8. Implementasi CLTS di wilayah yangBupati telah mencanangkan program wa keberhasilan program CLTS harus tidak ada proyektersebut untuk seluruh wilayahnya. didukung perubahan sikap pemerintah. 9. Dukungan untuk menciptakan keswa- Kamal Kar, pakar yang menemukan Dalam hal ini pemerintah harus meng- dayaan masyarakat (melalui kegiatankonsep CLTS, dalam lokakarya CLTS hindari pemberian subsidi atau bantu- gotong royong, tokoh adat, tokohtingkat nasional di Jakarta, 28-30 No- an. Selain itu, CLTS membutuhkan fasi- agama)vember lalu, mengatakan capaian Indo- litator yang banyak untuk memicu ma- 10. Memberi kebebasan untuk berinisi-nesia sangat bagus. Dalam enam bulan syarakat. atif32 Percik Desember 2005
  • TEROPONG FOTO: ISTIMEWA 11. Memberikan apresiasi/pujian kepada masyarakat yang mau melakukan perubahan12. Memberikan saran/wawasan jika diminta13. Memunculkan natural leader dan mengundangnya ke wilayah lain (stu- di banding)14. Memfasilitasi untuk kerja sama de- ngan pihak ketiga15. Deklarasi jika sudah bebas BAB sem- barangan16. Menghilangkan kesenjangan di ma- syarakat17. Mendukung pengembangan ke desa sekitar18. Sosialisasi secara berjenjang kepada stakeholders19. Komitmen bersama lintas sektor (pelibatan semua sektor terkait)20. Pengaruh kelompok tertindas (seper- ti: perempuan, anak2, dan usila)21. Filtrasi dan dekomposisi. ngat masyarakat yang telah terpicu Peran fasilitator, natural berangsur-angsur pudar. Belum lagi, Yang Tidak Boleh Dilakukan: leader, tokoh masyarakat, dan ternyata ada provokator yang me- 1. Memberi subsidi dalam bentuk apa- aparat pemerintah sangat nyatakan bahwa CLTS membawa subsi- pun di untuk pembangunan jamban. Dan 2. Menggurui menentukan. Tanpa ada kerja tak jauh dari daerah uji coba, memang 3. Mengatur sama yang harmonis antara ada desa yang sedang menyelengga- 4. Memberi instruksi mereka, program ini rakan proyek bersubsidi/stimulan/- 5. Memaksakan kehendak, termasuk sulit diwujudkan. bantuan. memaksa membuat WC dan menen- Dari pengalaman di lapangan ter- tukan modelnya lihat bahwa peran fasilitator, natural 6. Menjanjikan/memberikan reward - partisipasi dan gotong royong tinggi. leader, tokoh masyarakat, dan aparat 7. Membawa misi proyek - tidak ada lagi bangunan WC di ping- pemerintah sangat menentukan. Tan- 8. Membedakan strata masyarakat gir sungai pa ada kerja sama yang harmonis 9. Menunjukkan identitas/jabatan - masyarakat sudah memiliki/membu- antara mereka, program ini sulit10. Melaksanakan CLTS di lokasi, dimana at WC di dekat rumah/darat . diwujudkan. Ini penting diperhatikan sedang diterapkan pendekatan yang - tidak ada lagi aroma/bau tahi di karena program ini memfokuskan pa- berbeda/yang berlawanan. lingkungan penduduk. da perubahan perilaku, bukan me- Prinsip tersebut memang tidak - timbul rasa malu BAB/berak disem- ngejar target proyek. semuanya harus dipenuhi. Tapi paling barang tempat. Apa yang telah dicapai oleh CLTS tidak, bila sebagian besar dipenuhi ma- - meningkatnya derajat kesehatan ma- memberikan gambaran bahwa masya- ka keberhasilan program CLTS bukan syarakat. rakat itu mampu mengubah perilaku- suatu impian. Dengan memegang prin- Sementara tentang belum berhasil- nya menjadi lebih baik dengan kesa- sip tersebut bisa dikembangkan lebih nya Kabupaten Bogor melaksanakan darannya jika diberdayakan. Dan proses luas ke seluruh Indonesia. Dan ini yang program ini, berdasarkan analisis dise- yang dilakukan di dalamnya tampaknya kini sedang dilakukan. babkan berbagai faktor di antaranya bisa ditiru untuk melakukan perubahan Mengenai desa yang dianggap telah intensitas pemicuan dan pendampingan di bidang lain di luar buang air besar bebas buang air besar (BAB) semba- yang kurang (hanya sekali pada awal sembarangan. Jadi tak Cuma Lubang rangan disepakati sebagai berikut: saja). Kondisi ini menyebabkan sema- Tahi Saja. Mujiyanto Percik Desember 2005 33
  • TEROPONG Desa Segarau Parit Aturan Adat Tak MempanD usun Pantai dan Dusun Usaha, letaknya agak jauh dari sungai diban- bisa diatasi dengan cara kerja gotong Desa Segarau Parit, Kecamatan dingkan dengan Dusun Pantai. Tak royong. Tebas, Kabupaten Sambas, heran, bila sejak awal sudah ada yang Masyarakat yang semula merasaKalimantan Barat, berada di muara Su- memiliki jamban/WC. Dari 181 rumah, berat akhirnya mau membangun jam-ngai Sambas yang berbatasan langsung sebanyak 54 rumah di antaranya memi- ban. Surianto, salah satu warga yangdengan laut Cina Selatan. Jaraknya se- liki jamban/WC. Sisanya buang air terlibat dalam program ini menjelaskankitar enam jam perjalanan dari Pontia- besar di sungai atau di kebun. kesadaran masyarakat itu muncul de-nak. Dari ibukota kabupaten letaknya ti- Sebenarnya, menurut Kepala Desa ngan sendirinya pascapemicuan. Kitadak terlalu jauh, sekitar setengah jam Segarau Parit Rajiman Jufri, telah ada tidak mengajari atau menggurui. To-perjalanan. aturan adat berkenaan dengan keber- koh-tokoh masyarakat juga membantu Untuk mencapai dusun tersebut, sihan ini bagi warganya. Aturan itu an- dengan menyelipkan pesan-pesan kese-pengunjung harus menyeberangi sungai tara lain buang air besar sembarangan hatan ini di pengajian-pengajian,Sambas yang lebarnya sekitar satu kilo- itu tidak baik, tidak boleh ada air kotor katanya. Selain itu, sebagian masyara-meter dengan menggunakan kapal fery di bawah jemuran baju, dan tidak boleh kat ada yang merasa malu karena te-atau sampan. Dari penyeberangan ini, mandi dengan air tercemar. Namun tangganya membuat jamban/WC dandusun tersebut berjarak sekitar dua ki- aturan adat itu tampaknya hanya bersi- tak lagi buang air besar di sungai.lometer melalui jalan darat. fat moral sehingga tak begitu dipedu- Warga membuat inovasi sendiri da- Warga kedua dusun ini hidup dari likan warga. lam membangun jambannya. Ada yangpertanian, buruh, dan nelayan. Setiap FOTO:MUJIYANTO menggunakan kloset, tapi ada pula yangharinya mereka mengalami kesulitan membuat kloset dari corong minyak.air bersih. Tidak ada sumber air yang Dalam waktu sekitar satu bulan jam-bisa dimanfaatkan untuk minum. Se- ban/WC itu sudah jadi. Hasilnya di luarbenarnya air di lingkungan mereka sa- rencana. Di Dusun Pantai dari 156 yangngat melimpah, tapi tidak bisa diman- direncanakan, yang terbangun 174 jam-faatkan karena payau. Untuk mencu- ban/WC baru. Artinya semua rumahkupi kebutuhan air untuk minum dan telah memiliki jamban/WC. Di Dusunmemasak, mereka menampung air hu- Usaha, rencana 60 unit tapi yang ter-jan. Tak heran di setiap rumah bisa di- bangun 105. Tak hanya itu, tiga dusunjumpai tempayan-tempayan besar yang lainnya di Desa Segarau Parit pun terke-terbuat dari semen. Untuk mandi dan na imbasnya. Warga dusun lain mulaimencuci, mereka memanfaatkan air Maka pada 1 Juli 2005 diadakan pe- meninggalkan buang air di kebun/su-yang ada. micuan di tingkat kabupaten dan kemudi- ngai dan mulai membangun jamban Dusun Pantai dihuni oleh 1.057 jiwa an praktek lapangan di dusun tersebut. setelah dilakukan pemicuan.(175 KK) yang tinggal di 174 rumah. Se- Hasilnya, ada kesepakatan untuk mem- Perubahan itu menjadikan Bupatibelum ada uji coba Community-Led To- bangun 156 unit jamban/WC baru di Sambas terjun langsung ke desa itu. Dital Sanitation (CLTS), tidak ada warga Dusun Pantai, dan 60 unit di Dusun Usa- sana Bupati ikut menyaksikan deklarasiyang memiliki jamban/WC. Mereka bu- ha. Selanjutnya proses tersebut terus bebas buang air besar sembarangan.ang air besar (BAB) di sungai, yang me- dikawal oleh tim pendamping baik dari Bupati secara simbolis menghanyutkanmang letaknya tak jauh dari rumah- tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa. pagar/kerudung jamban yang ada dirumah mereka. Sudah dapat dibayang- Rajiman menjelaskan proses pem- tepi sungai.kan kondisi sungai yang ada di dusun bangunan jamban baru ini menemui Sekarang enak, bersih, dan anak-tersebut. kendala, terutama di Dusun Usaha. Pe- anak bisa berkeliaran ke mana-mana Sedangkan Dusun Usaha dihuni nyebabnya tenaga kerja terbatas karena tanpa takut kena tahi. Kalau malam jugaoleh 1.153 jiwa (183 KK) yang mendiami banyak warga menjadi perantau dan enak buang air besarnya, kata Khairu-181 rumah. Secara geografis, dusun ini musim panen tiba. Namun itu akhirnya man, warga Dusun Pantai. (MJ)34 Percik Desember 2005
  • TEROPONG Dusun Sukamenanti, Desa Muaro Pijoan Bangun Jamban Melayang FOTO:MUJIYANTOD usun Sukamenanti, Desa Mua- jamban antar-RT. Dalam dua bulan se- ro Pijoan, Kecamatan Jambi luruh warga Dusun Sukamenanti telah Luar Kota, Kabupaten Muaro bebas buang air besar di sungai.Jambi, Jambi, letaknya tak terlalu jauh Dengan inovasi masing-masing,dari ibukota propinsi Jambi. Dengan warga memilih jamban sesuai kemam-perjalanan darat memakan waktu seki- puannya. Semuanya leher angsa. Entahtar setengah jam. siapa yang mengarahkan, banyak di an- Dusun tersebut berada tiga kilome- tara jamban yang dibangun adalah jam-ter dari jalan raya dan berada di sepan- ban melayang. Artinya closet terletakjang tepian Sungai Batanghari. Dusun satu meter di atas permukaan tanah. Iniini sering menjadi langganan banjir. untuk menghindari banjir yang seringDusun ini dihuni oleh 75 kepala keluar- singgah di dusun tersebut.ga (KK), rata-rata tinggal di rumah Berdasarkan pengakuan warga, me-panggung. Dari jumlah tersebut hanya reka tak banyak mengeluarkan uang un-satu KK yang memiliki jamban yakni tuk jamban ini. Rata-rata setiap jambanKetua RW, M Yumi Nangsiah. Warga la- sederhana hanya menghabiskan biayainnya buang air besar di sungai yang Rp. 14 ribu. Harga yang murah ini kare-menuju ke Sungai Batanghari. Kebia- na di dusun itu tersedia sumber pasir.saan itu sudah turun temurun, kata Selain itu, camat setempat memberikanYumi. bantuan semen untuk membuat kloset Kondisi itu pula yang menjadikan Ketua RW menggandeng tiga ketua RT massal.dusun ini terpilih bersama tiga dusun di dusun tersebut untuk bergerak, ter- Marzuki, Kepala Dusun Sukame-lainnya di Jambi untuk dijadikan lokasi masuk meyakinkan Kepala Dusun Mar- nanti, mengaku sangat bergembira sete-uji coba program Community-Led Total zuki yang semula menentang. Langkah lah dusunnya bebas BAB sembarangan.Sanitation (CLTS). Pada 6 Juli 2005, itu juga didukung oleh para pemuda Kini, menurutnya, warganya telahmasyarakat setempat dipicu untuk tidak dan tokoh-tokoh agama. Seminggu ke- membuat kesepakatan bahwa siapa sajamembuang air sembarangan. Hasilnya mudian tak ada lagi penghalang, dan yang membangun jamban di sungaiberupa penolakan. warga mulai sadar. akan dibakar. Lina, fasilitator pendamping meng- Selama ini, menurut Yumi, beberapa Memang, di atas sungai yang menu-ungkapkan warga dusun tetap menolak hal yang menjadi keberatan warganya ju ke Sungai Batanghari tersebut tak adauntuk meninggalkan buang air besar di selain air bersih adalah faktor kebiasaan lagi jamban. Ini karena pada 26 Sep-sungai. Alasannya, mereka tidak memi- dan daya beli bahan untuk membangun tember ada gerakan penghanyutan jam-liki air bersih. Saat itu, warga berjanji jamban. Banyak warga yang tidak mau ban sungai. Acara ini dilakukan oleh Ke-akan membangun jamban/WC kalau asal bangun jamban, jelasnya. Untuk pala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaraada air bersih ke dusun tersebut. mengatasi masalah ini ia bersama war- Jambi dan disaksikan oleh BupatiPenolakan itu justru datang dari tokoh ga menggalakkan gotong royong, kerja Muara Jambi.masyarakat setempat. bakti, baik dalam membangun kons- Kini warga memiliki cita-cita untuk Namun warga yang telah menda- truksi jamban maupun mencetak kloset mengajak warga dusun di sekitarnya.patkan pelatihan tidak putus asa. Ketua sederhana. Kita ingin dusun lain bebas BAB sem-RW memulai mengambil inisiatif ber- Perubahan perilaku warga ini juga barangan juga, karena kalau tidak tahi-sama warga yang telah terpicu. Caranya terus didorong oleh Kepala Desa Luk- nya tetap ke dusun kita, kata Yumi. Ha-mereka yang ikut pelatihan, berjumlah man AS dan istri Camat Jambi Luar Ko- nya saja ia tak berani memicu warga de-enam orang, langsung membangun ta Ny. Habibah yang tak henti-henti me- sa lain sendirian tanpa didampingi apa-jamban/WC baru untuk memberi con- ngunjungi warganya. Pemicuan juga di- rat pemerintah. Soalnya, mereka mere-toh warga lainnya. Bersama dengan itu lakukan dengan lomba kebersihan dan mehkan kita, katanya. (MJ) Percik Desember 2005 35
  • TEROPONG Kp. Babakan Lemah Duhur, Desa Cimande. Cuma Bikin Lubang Tahi SajaK FOTO:MUJIYANTO ampung Babakan Le- kepala desa memberi tahu mah Duhur, Desa Ci- bahwa warga hanya perlu mande, Kecamatan membuat lubang saja, lainnyaCaringin, Kabupaten Bogor, akan dibantu pemerintah.Jawa Barat, terletak di perbu- Selain itu dugaan warga diku-kitan di bagian tenggara Kota atkan dengan adanya bantuanBogor. Jarak dari Kota Bogor stimulan bagi warga di desasekitar setengah jam perja- tetangganya melalui proyeklanan. Secara geografis letak- lain.nya bisa dikatakan di pinggiran Kenyataan ini membuatkota. pakar CLTS Kamal Kar terpicu Kampung ini terdiri atas untuk melihat dari dekat kon-dua RT yakni RT 16 dan RT 17. disi dusun. Faktanya memangDi RT 16 ada 59 rumah, se- tak bisa ditolak. Akhirnyadangkan di RT 17 ada 19 ru- Kamal Kar dengan kelihaian-mah. Masyarakatnya bekerja nya melakukan pemicuansebagai petani dan buruh di kota. Waktu terus berlalu. Agustus 2005, kembali. Warga dikumpulkan di depan Untuk kebutuhan minum dan ma- perubahan tak begitu terlihat. Warga te- masjid. Kamal menceritakan berbagaisak, warga Lemah Duhur mendapatkan- tap saja asyik dengan BAB di selokan. keberhasilan desa-desa yang telah di-nya dari air sumber yang diambil dari Kondisi ini terus terjadi hingga perte- kunjunginya di Sambas dan Jambi. Iadesa di atasnya dengan menggunakan ngahan November ini. Berdasarkan da- juga menekankan betapa buruk dampakselang. Sedangkan untuk kebutuhan la- ta yang dikumpulkan, warga RT 17 yang membuang air sembarangan bagi kese-innya seperti cuci dan buang air, warga memiliki jamban hanya tiga dari 19 KK, hatan.memanfaatkan selokan yang mengalir lima orang yang membuat lubang baru. Respon masyarakat belum terlihat.di pinggir jalan, sebagian memanfaat- Itu benar-benar lubang, tanpa tutup. Akhirnya Kamal memberi pilihan kepadakan sungai yang berada di bawah desa. Sedang di RT 16, dari 59 rumah, 24 me- warga dua hal yaitu pertama, akan men- Tak heran bila gumpalan-gumpalan miliki jamban, dan sembilan rumah gajak warga yang telah bebas BAB untuktahi bukan sesuatu yang aneh di kam- membuat lubang doang. melihat kampung tersebut yang masihpung tersebut. Gumpalan itu bergerak Muchtar Lintang, staf Dinas Kese- BAB sembarangan, atau kedua, akanpelan bersama air selokan yang meng- hatan Kabupaten Bogor, menjelaskan memberitakan kondisi kampung inialir tepat di samping masjid. Terlihat kondisi ini terjadi karena intensitas melalui media massa. Warga tak mauseorang ibu yang dengan santainya pemicuan kurang, termasuk pendam- keduanya. Mereka memilih akan mem-mencuci piring yang habis dipakaianya pingan. Ini juga diakui oleh Community bangun jamban. Mereka menyatakandari air selokan itu. Facilitator, Betty, yang seharusnya sanggup bebas BAB sembarangan pada Kondisi ini menjadikan dusun ini mendampingi warga. Ia mengaku tak 24 Desember, sebulan setelah pemicuan.menjadi ajang uji coba CLTS, selain Du- pernah hadir ke dusun tersebut karena Ketua RT 17, Bimbin berjanji akansun Bojong Menteng (Desa Cimande disibukkan oleh tugas proyek lain. Se- menggerakkan warganya. Sebagai lang-Hilir), Dusun Laladon dan Sengket (De- lain itu, petugas sanitarian yang semula kah awal, ia bersama masyarakat bergo-sa Sukaresmi). Maka warga pada Juli la- bertanggung jawab di wilayah itu tidak tong royong membuat lubang di dekatlu dipicu untuk mau mengubah perilaku ada karena baru pindah ke tempat lain. MCK umum untuk difungsikan sebagai-buang air besar sembarangannya. Saat Lebih dari itu, lanjut Lintang, ada mana mestinya sehari kemudian. Se-itu, menurut seorang pemicu, masya- pemahaman masyarakat-yang ini diku- karang sudah dipakai meski seder-rakat memang terpicu. Mereka bersedia atkan oleh Kepala Desa setempat-bah- hana, katanya. Yang lain? Semogamengubah kebiasaannya dan berencana wa akan ada bantuan subsidi untuk tidak terulang membuat lubang tahimembangun jamban. membangun jamban. Menurut warga, saja. (MJ)36 Percik Desember 2005
  • K L I N I K I AT P I Pertanyaan dapat disampaikan melalui redaksi Majalah Percik. Kontributor: Lina Damayanti (ldamayanti@wboj.or.id), Dini Trisyanti (dtrisyanti@gmail.com), Sandhi Eko Bramono. Majalah Percik bekerja sama dengan Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia, membuka rubrik Klinik. Rubrik ini berisi tanya jawab tentang air minum dan penyehatan lingkungan. Air Limbah Mandi dan CuciTanya: bekas mandi, cuci dan air limbah dapur atau batu bata atau beton, sedangkan Bagaimana mengolah air limbah non kakus (grey water); selain terdapat lapisan penyaring berupa batu koralrumah tangga dari buangan bekas man- kandungan organik yang cukup tinggi diameter 2-4 cm setebal 60 cm dandi dan cuci serta dapur (grey water)? biasanya juga tercampur dengan deter- arang batok kelapa, dengan tebal/ke-Apakah dapat dialirkan ke dalam septic jen bekas air cucian. tinggian 40 cm.tank? Air limbah non kakus ini tidak dapat dialirkan ke dalam tangki septik, oleh Arah aliran Mawardi Adi karena kandungan deterjen akan dapat Air bekas cucian/mandi dialirkan Jl. Siaga Swadaya 17, Pasar Minggu, membunuh bakteri pengurai yang dibu- menuju bak pengumpul. Pertama di- Jakarta Selatan tuhkan dalam proses pembusukan alirkan ke ruang penangkap sampah (A) dalam tangki septik, oleh karenanya yang dilengkapi saringan di bagianJawab: diperlukan instalasi pengolahan khu- dasarnya, kemudian butiran pasir yang Air limbah rumah tangga dapat di- sus, yang disebut Sistem Pengolahan Air terkandung di air akan mengendapbagi dalam dua kategori. Pertama Limbah (SPAL) rumah tangga non pada bagian dasar ruang pengumpuladalah air limbah dari kakus/WC yang kakus. (C), sedangkan lapisan minyak akandiistilahkan sebagai air buangan tinja mengambang di ruang penangkap le-atau "black water" dengan kandungan Desain mak (B), sedangkan air akan mengalirorganik tinggi, pengaliran dan peng- Bangunan SPAL ini terdiri dari dua menuju tangki penyaring, dan dialirkanolahannya dapat berupa tangki septik, bagian yaitu; (1) bak pengumpul/kon- ke pipa PVC yang berada di tengah-te-cubluk atau bila tersedia, dialirkan trol yang terdiri atas (a) ruang ngah tangki, kemudian air akan meng-kedalam saluran limbah kota (sewer) penangkap kotoran atau sampah, (b) alir ke bagian bawah dan keluar dariuntuk diolah di instalasi pengolahan ruang penangkap lemak/minyak dan (c) lubang PVC bagian bawah menuju kelimbah kota-Instalasi Pengolahan Lim- ruang penangkap pasir dan pengumpul, atas melalui saringan batu koral danbah (IPAL). yang dihubungkan dengan pipa ke arang batok kelapa, kemudian over- Kategori air limbah rumah tangga dalam (2) tangki penyaring. Konstruksi flow-nya dapat dialirkan ke salurankedua adalah air limbah rumah tangga dapat terbuat dari konstruksi batu kali drainase. Bak pengumpul/ kontrol dari pasangan batu bata 0,5x0,5x0,6 m3 A B Tutup Tangki Resapan terbuat dari beton 8 cm Pipa PVC penghubung C Dia. 4 inch Arang batok kelapa 40 cm A = Ruang penangkap sampah Batu koral ,saringan kawat kasa 1cm2 diameter 2- 4cm, tebal 60 B = Ruang penangkap cm lemak Pipa PVC dia. 4 inc C = Ruang pengumpul dan penangkap pasir Tangki Filter Up flow – 1,2 x 1,2 x 1,8 m3 (sumber: Teknologi Tepat guna Litbang PU Ciptakarya) (terbuat dari: beton / batu kali,/batu bata) Percik Desember 2005 37
  • S E P U TA R W A S P O L A Karena air begitu berharga… (Catatan dari perjalanan studi banding Kelompok Kerja AMPL ke Australia)"W ater is a precious resour- Precipitation (rain) ce. It is water that makes Evaporation our earth unique, and life Transpirationpossible." Kalimat tersebut menyambut Potable Residential Industrial water Municipaldelegasi Indonesia yang datang ke Irrigation EvaporationWater Discovery Center di Werribee, WWTPAustralia. Karena air begitu berhargadan sumber daya air makin terbatas Runoff WTP Recycled Sewagemenjadi alasan utama mengapa Austra-lia telah mulai menerapkan konsep re- Reclaimed waterclaimed water (lebih dikenal sebagai Percolationrecycled water) dalam pengelolaansumber daya air. Tulisan ini adalah ca- Ground water aquifertatan perjalanan studi banding Kelom-pok Kerja AMPL dan Sekretariat Pemanfaatan reclaimed water Kerja AMPL, penggunaan untuk keper-WASPOLA ke tiga kota di Australia di Australia luan domestik terutama dilakukan diyaitu Adelaide, Melbourne, dan Sydney Australia saat ini termasuk salah sa- area permukiman yang relatif baruuntuk melihat pengelolaan sumber daya tu negara yang sudah mulai mengguna- karena reclaimed water disalurkanair dengan fokus pada penerapan kon- kan reclaimed water dalam skala luas, melalui sistem tersendiri yang terpisahsep reclaimed water. yaitu untuk irigasi, pemeliharaan lanse- dengan retikulasi air minum. Upaya kap kota, penunjang ekosistem dan memasyarakatkan reclaimed waterApa itu reclaimed water? Apa be- lingkungan (mengairi wetlands/lahan tidak berhenti sebatas menyalurkannyadanya dengan recycled water? basah), dan bahkan untuk beberapa ke- kepada konsumen tetapi juga diikuti Reclaimed water adalah air yang di- perluan domestik selain air minum mi- dengan program edukasi dan kampanyeperoleh dengan memanfaatkan air salnya menyiram jamban/toilet, menyi- publik. Hal ini dilakukan untuk mem-buangan (air limbah) yang telah diolah ram halaman, dan lain-lain. Di bebera- bangun kepercayaan konsumen dankembali dengan pengolahan lengkap se- pa kota yang dikunjungi oleh Kelompok memastikan ketepatan pemanfaatan-hingga kualitasnya setara dengan stan-dar kualitas air minum. Sedangkan FOTO: LINA DAMAYANTIrecycled water adalah penggunaan airkembali secara umum tanpa harus me-menuhi standar kualitas tertentu. Na-mun istilah recycled water lebih dike-nal sehingga istilah ini lebih banyakdipergunakan terutama oleh konsumenyang memanfaatkan reclaimed water. Penyaluran air melalui 2 sistemDiagram siklus air yang diperoleh dari retikulasi,Reclaimed Water Development for pipa berwarna merah untuk air minum danHorticulture berikut memberikan gam- pipa berwarnabaran mengenai terminologi reclaimed ungu untuk reclaimed waterwater dan recycled water, dan jugaberbagai jenis pemanfaatannya.38 Percik Desember 2005
  • S E P U TA R W A S P O L A FOTO: LINA DAMAYANTInya. Pemanfaatan reclaimed water di-awasi dengan ketat oleh Departementeknis penanggung jawab dan EPA (En-vironmental Protection Agency), darimulai kualitas air yang didistribusikansampai ke prosedur pengoperasian danpemeliharaan sistem retikulasi baik ditingkat penyedia jasa (water utility)maupun konsumen. Bahkan untuk pe-manfaatan bagi sektor pertanian diWerribee, pinggiran kota Melbourne, se-belum reclaimed water didistribusikan,EPA mengharuskan konsumen (petani)membuat rencana pengelolaan lahan(Customer Site Management Plan) un-tuk memastikan pemanfaatannya dila-kukan dengan benar dan sesuai perun-tukkannya. Upaya lain yang dilakukanuntuk memasyarakatkan reclaimed wa-ter adalah melakukan pengaturan hargaair atau tarif. Di semua kota yang dikun-jungi tarif reclaimed water untuk do- Air mancur menggunakan reclaimed water dengan latar belakang lansekap yang memanfaatkan sampah di Sydney Olympic Parkmestik selalu lebih murah dari tarif airminum kecuali Sydney yang sedikit le-bih tinggi dari tarif air minum. Untuk untuk keberlanjutan penyediaan air Water bisa dilihat di Western Waste-irigasi, harga air agak lebih tinggi di- minum, pemerintah South Australia water Treatment Complex di Werribeebandingkan dengan domestik, namun mulai menerapkan konsep terpadu yang dikunjungi oleh Kelompok Kerjasecara umum di semua jenis pemanfaat- dalam mengelola sumber daya air mere- AMPL. Komplek seluas 11.000 hektaran tarif yang diberlakukan selalu lebih ka, termasuk mulai memasyarakatkan ini tidak hanya melakukan pengelolaanrendah dibandingkan dengan biaya pro- reclaimed water. Bahkan Adelaide air limbah sehingga memenuhi standarduksi. telah melakukan penyimpanan kembali untuk didistribusikan sebagai reclai- air hujan (storm water) yang telah dio- med water namun juga melakukan pe-Adelaide lah ke dalam aquifer melalui Aquifer meliharaan ekosistem dengan memba- Adelaide adalah ibukota negara ba- Storage and Recovery (ASR) system. ngun lahan basah (wetlands) dan fasili-gian South Australia dengan populasi tas penunjang ekosistem lain, dan jugasekitar 1,1 juta penduduk. Seratus Melbourne membangun Water Discovery Centerpersen penduduk di kota ini telah ter- Keseriusan mereka dalam mengelo- sebagai pusat edukasi dan kampanyelayani oleh jaringan penyediaan air la sumber daya air langsung bisa dira- publik.minum maupun saluran air limbah. sakan oleh delegasi Indonesia saat me-"Kami sudah tidak mempunyai masalah nyusuri tepian sungai Yarra, sungai Sydneydalam hal penyediaan infrastruktur yang sangat dibanggakan oleh pendu- Sydney Olympic Park adalah ikondasar AMPL, namun jika tidak dipi- duk kota Melbourne karena kebersihan sistem pengelolaan terpadu di kota Syd-kirkan dari sekarang di masa yang akan dan keindahannya. "Making Melbourne ney. Siapa yang menyangka kalau kom-datang kami akan menghadapi masalah the Worlds most Water-Sensitive City" plek yang digunakan oleh para jawaraketersediaan sumber daya air," kata adalah tujuan utama pengelolaan sumber olah raga dunia untuk beraksi di tahunsalah satu petugas SA Water, lembaga daya air terpadu yang dilakukan oleh 2000 dulunya adalah lahan tempatpenyedia jasa milik pemerintah South Melbourne Water, lembaga milik peme- pembuangan sampah domestik dan in-Australia yang bertanggung jawab rintah negara bagian Victoria yang me- dustri. "Lalu sampahnya dikema-dalam penyediaan air minum dan pe- megang peranan sentral dalam pengelo- nakan?" itu adalah pertanyaan yang adangelolaan air limbah. Menyadari pen- laan sumber daya air. Konsep keterpa- di benak hampir sebagian besar delegasitingnya ketersediaan sumber daya air duan yang diterapkan oleh Melbourne Indonesia. Sampahnya ternyata diman- Percik Desember 2005 39
  • S E P U TA R W A S P O L Afaatkan menjadi lansekap di komplek wan lainnya terpadu harmonis dalam tahun dengan mengurangi pemakaianolahraga tersebut, tentunya setelah satu komplek. Pengelolaan sumber daya air minum di komplek ini sebesar 50sampah toxic dan berbahaya dipin- air terpadu di Sydney Olympic Park persen.dahkan ke TPA lain di luar kota. Selain mampu menghemat kira-kira 850 jutamemanfaatkan kembali sampah, Syd- liter air minum (potable water) per Bagaimana dengan Indonesia?ney Olympic Park juga mene- FOTO: LINA DAMAYANTI Mungkin sekarang ini tidakrapkan pendekatan terpadu da- hanya menjadi pertanyaan Ke-lam mengelola air minum, air lompok Kerja AMPL yang telahlimbah, reclaimed water, air mengikuti studi banding tetapihujan, sistem irigasi, bangunan, telah menjadi pertanyaan kitalansekap, dan ekosistem. Kom- bersama.plek olah raga, permukiman Apakah kita akan menungguyang menggunakan dua sistem sampai kita terbebas dari ma-retikulasi air (air minum dan re- salah penyediaan infrstruktur da-claimed water), lansekap, lahan sar di sektor AMPL atau kita mu-basah/wetlands dan habitat un- lai dari sekarang? Basah Hernowo, Direktur Perumahan dan Permukiman Bappenas,tuk binatang, burung, dan he- berdiskusi dengan Executif Direktur SA Water, Anne Howe. Lina Damayanti Orientasi MPA-PHAST bagi Kelompok Kerja AMPL DaerahG una meningkatkan kapasitas rapannya) dalam perencanaan, moni- menurutnya, hanyalah salah satu sa- Kelompok Kerja AMPL Daerah toring, dan evaluasi pembangunan rana guna meningkatkan keterlibatan dalam proses pendampingan AMPL berbasis masyarakat. masyarakat. Lagi pula, metode ini ter-WASPOLA dan POKJA AMPL Nasional Lokakarya dibuka oleh Oswar bukti cocok dalam mendorong keterli-untuk operasionalisasi kebijakan nasio- Mungkasa dari Direktorat Perumahan batan masyarakat.nal AMPL di daerah, WASPOLA menye- dan Permukiman Bappenas. Ia mene- Materi yang dibahas dalam orientasilenggarakan orientasi MPA-PHAST. kankan pentingnya keterlibatan masya- ini antara lain (i) konsep pemberdayaanAcara berlangsung di Bandung, 17-21 rakat dalam keberlanjutan dan efektivi- masyarakat dalam proses pembangunanOktober 2005 dan di Solo pada 28 tas penggunaan sarana. MPA-PHAST, AMPL yang berkelanjutan; (ii) konsepNopember-2 Desember kesetaraan gender; (iii) FOTO: ISTIMEWA2005. kerangka kerja MPA- Orientasi ini dimaksud- PHAST dalam peren-kan untuk mengajak peser- canaan, monitoring, eva-ta memahami pentingnya luasi dan pengambilanperubahan pola berpikir keputusan pembangunanpengelolaan pembangunan AMPL berkelanjutan; (iii)AMPL berbasis masya- keterkaitan MPA-PHASTrakat yang harus menitik- dengan kebijakan nasio-beratkan pada pendekatan nal pembangunan AMPLterhadap kebutuhan (De- berbasis masyarakat; danmand Responsive Appro- (iv) piranti MPA-PHAST.ach). Lebih khusus lagi, Peserta juga melaksa-orientasi ini dimaksudkan nakan praktek/simulasiuntuk meningkatkan pe- penggunaan MPA-mahaman tentang MPA- PHAST melalui kunjung-PHAST (konsep dan pene- an lapangan. (MJ)40 Percik Desember 2005
  • S E P U TA R A M P L Kerja Sama Bappenas dan Plan International Bidang AMPL FOTO:DOK. PLAN INT’LB adan Perencanaan Pembangun- an Nasional (Bappenas) menja- lin kerja sama dengan Plan In-ternational-sebuah lembaga swadayamasyarakat-dalam penerapan kebijakanair minum dan penyehatan lingkungan(AMPL) untuk mengembangkan layan-an air minum dan penyehatan lingkung-an yang berkelanjutan. Jalinan kerja sa-ma itu diwujudkan dalam penandata-nganan kesepakatan (MoU) di KantorBappenas, Rabu (19/10), antara DeputiSarana dan Prasarana Bappenas ImronBulkin dan Country Director for PlanInternational Indonesia M.K. Ali. Imron Bulkin menjelaskan saat initingkat akses masyarakat terhadap airminum dan sanitasi penduduk Indo-nesia tergolong rendah dibandingkannegara-negara di Asia Tenggara. Po-pulasi yang memiliki akses ke air bangkan panduan/prosedur yang dapat Layanan sanitasi, hygiene, danminum tidak lebih dari 53,4 persen mempermudah penerjemahan kebi-sedangkan hanya 67,1 persen yang penyediaan air minum yang jakan nasional pembangunan AMPL kememiliki jamban. Menurutnya, sejak terpadu sangat penting karena dalam pelaksanaan di lapangan. Selaintiga dekade terakhir pemerintah terus hal ini berkontribusi terhadap itu Plan akan memperluas kapasitasbekerja keras untuk meningkatkan kelangsungan hidup dan pertum- teknisnya untuk mengembangkan jeja-cakupan akses tersebut melalui berba- buhan anak-anak serta kesehatan ring pengetahuan dalam sektor AMPLgai proyek dan program. bersama dengan lembaga-lembaga masyarakat secara keseluruhan. Tahun 2003, lanjutnya, pemerintah terkait; mengembangkan strategiberhasil menyusun Kebijakan Nasional komunikasi untuk mendorong penerap-Pembangunan Air Minum dan dalam mengoperasikan dan memelihara an perilaku hidup bersih dan sehatPenyehatan Lingkungan Berbasis sarana yang sudah ada. Oleh karena itu, kepada anak-anak dan keluarga mere-Masyarakat. Kebijakan ini bertujuan Imron menyambut baik kerja sama ini ka; serta mendukung pelaksanaan risetmendorong secara aktif para pemangku dan berharap kerja sama ini merupakan dan pengembangan untuk memperluaskepentingan sektor tersebut untuk bagian dalam mengatasi persoalan-per- pilihan-pilihan teknologi pada penyedi-berperan secara aktif. Kebijakan terse- soalan yang muncul tersebut. aan air minum dan penyehatan ling-but terdiri atas 11 kebijakan dan 16 Sementara itu, MK Ali mengatakan kungan bagi masyarakat.strategi. layanan sanitasi, hygiene, dan penyedi- Plan akan menyesuaikan program Selain itu, lanjut Imron, ada bebera- aan air minum yang terpadu sangat air dan sanitasinya dengan kebijakanpa hal yang perlu mendapat perhatian penting karena hal ini berkontribusi ter- nasional AMPL. Kegiatan Plan akansegera yakni jurang antara kebutuhan hadap kelangsungan hidup dan pertum- dilaksanakan di tujuh propinsi yaknipengguna dan sarana air minum dan buhan anak-anak serta kesehatan Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat,penyehatan lingkungan yang tersedia. masyarakat secara keseluruhan. NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan NADDi samping itu keterbatasan dana Melalui kerja sama ini, lanjutnya, serta di tiga kota besar yakni Jakarta,pemerintah, baik pusat maupun daerah, pihaknya akan membantu mengem- Surabaya, dan Makassar. (MJ) Percik Desember 2005 41
  • S E P U TA R A M P L Sekilas Plan InternationalP lan International merupakan Mencapai kehidupan rumah tangga Meningkatkan jumlah sekolah de- lembaga swadaya masyarakat yang aman ngan kualitas program kesehatan yang memfokuskan diri pada Hak atas perlindungan dan partisi- yang baik dengan menyediakan fasili-anak-anak di seluruh dunia. Staf dan pasi tas kesehatan yang memadai sepertisukarelawan LSM ini bekerja bersama Kerja sama bagi penguatan masyara- lingkungan yang baik bagi anak-anakanak-anak, keluarga dan komunitasnya kat sipil untuk belajar dan berhubungan di an-di 60 negara. Aktivitasnya meliputi pe- Memulihkan kehidupan masyarakat tara anak-anak.ningkatan keahlian dan menyediakan pascatsunami Menerapkan inisiatif kesehatansumber daya yang memungkinkan Di bidang kesehatan, Plan Indonesia reproduksi dengan menekankan padaanak-anak memiliki kesamaan suara memandang anak-anak memiliki hak kemampuan hidup para remajadan kesempatan untuk mengembang- untuk tumbuh secara optimum dalam seperti promosi kehidupan seksualkan kesehatan, pendidikan, dan tang- lingkungan yang sehat, memperoleh yang aman dan bertanggung jawab,gung jawab orang dewasa. Selain itu sanitasi yang baik, pelayanan kesehatan termasuk dengan penyebarluasanPlan mengembangkan pendekatan dan higiene yang memadai. Dalam informasi mengenai HIV/AIDS.langsung dan kampanye bagi anak-anak rangka itu Plan bergerak untuk: Meningkatkan jumlah bantuan de-di seluruh dunia. Meningkatkan persentase keluarga yang ngan membina tenaga terlatih me- Visi Plan yaitu sebuah dunia dimana menerima layanan dasar kesehatan lalui proyek keamanan ibu berbasissemua anak-anak merealisasikan selu- bermutu yang disediakan oleh Posyandu masyarakat. (MJ)ruh potensinya di masyarakat sesuai de-ngan hak dan martabatnya. Sedangkan Butir-butir Kerja Sama Antara Bappenasmisinya yakni mencapai peningkatankualitas kehidupan anak-anak di ne- dan Plan Internationalgara-negara berkembang melalui se- Percontohan/pelaksanaan program air Pengembangan Strategi Komunikasi.buah proses yang menyatukan budaya minum dan penyehatan lingkungan sesuai de- Bappenas dan Plan sepakat mengadakan sebu-seluruh dunia dan menambah pema- ngan prinsip-prinsip kebijakan nasional. Plan ah studi pengetahuan, sikap dan praktek, yanghaman dan nilai kehidupan. Indonesia memberikan dukungan dalam upaya dapat memberikan umpan balik bagi pengem- Plan Indonesia sendiri melaksanakan pengembangan masyarakat, termasuk layan- bangan strategi komunikasi nasional.kegiatan di Indonesia mulai 2 September an air minum dan penyehatan lingkungan, ke- Dukungan Penelitian dan Pengembang-1969, berdasarkan kerja sama dengan pada lebih dari 300 desa/kawasan kumuh di an. Kedua belah pihak sepakat menempuh ber-pemerintah Indonesia. Dalam menye- 15 kabupaten yang tersebar di tujuh propinsi. bagai upaya yang diperlukan untuk pengadaan Dalam rangka itu Plan akan menjalin kerja sa- dan penggunaan pilihan-pilihan teknis yang la-barluaskan programnya, Plan bermitra de- ma dengan pemerintah kabupaten untuk me- yak dan akan memfasilitasi Depkes dan Dep PUngan organisasi lokal dan badan-badan pe- ningkatkan pemahaman terhadap pendekatan untuk mengambil peran utama dalam peng-merintah. Plan bergerak di enam propinsi tanggap kebutuhan dan menggali kemungkin- adopsian pilihan teknologi yang sesuai sertayakni Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi an pendanaan bersama dengan dinas terkait mendorong industri lokal dalam memproduksiSelatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa di bidang AMPL produk tersebut.Tenggara Timur (NTT), dan Nanggroe Bantuan Teknis. Plan akan menyediakan Jaminan dan Pemeriksaan MutuAceh Darussalam (NAD). Plan memiliki 13 bantuan teknis dan bantuan financial yang di- (QA&I). Bappenas dan Plan akan mengembang-unit program di tingkat kabupaten/kota. butuhkan termasuk dalam penyediaan tenaga kan/menerapkan sistem QA&I baik untuk inter- Plan Indonesia memiliki strategi ahli untuk Bappenas. vensi perangkat keras maupun lunak.jangka menengah yang berlaku Juli Manajemen dan Jejaring Pengetahuan. Perencanaan Bersama dan Pemantau-2005-Juni 2010. Plan ingin memerangi Plan akan bekerja sama dengan Kelompok an/Kajian Berkala. Kerja AMPL untuk mengumpulkan berbagai Bappenas, Plan, dan Pokja AMPL akan mengem-kemiskinan anak dan berkontribusi un- pembelajaran yang dapat dipetik dari berbagai bangkan rencana aksi tahunan terinci dantuk merealisasikan Konvensi Hak Anak proyek AMPL. Bappenas dan Plan akan mem- mengkaji kemajuan setiap triwulan serta me-di Indonesia dengan tujuan: bantu Pokja AMPL dalam upaya membentuk se- lakukan perubahan yang diperlukan guna men- Hak atas air bersih, sanitasi, dan buah pusat informasi. jaga efektivitasnya. kesehatan Hak atas pendidikan42 Percik Desember 2005
  • S E P U TA R A M P L Diseminasi Kegiatan CWSH dan WSLIC 2D FOTO:MUJIYANTO alam rangka menyebarlu- tangan dengan sabun menurun- askan kegiatan Commu- kan penyakit tersebut sebesar 35- nity Water and Sanitation 65 persen.Health (CWSH) dan Water and Sa- Menurutnya, berdasarkannitation for Low Income Commu- hasil monitoring dan pengamat-nity (WSLIC) 2 kepada pemerintah an, proyek WSLIC 2 bermanfaatdaerah yang akan memperoleh bagi kesehatan masyarakat,proyek tersebut, Ditjen Bina Bang- namun perlu perbaikan dalamda Depdagri menyelenggarakan hal manajemen kegiatan. Berda-lokakarya di Surabaya, 6-7 De- sarkan pembelajaran, metode,sember 2005. Lokakarya ini di- dan pendekatan yang dikem-hadiri oleh 170 peserta terdiri atas bangkan WSLIC 2, pemerintahpara bupati, DPRD, TKP, dan TKK. telah memutuskan mengadakan Acara dibuka oleh Deputi Bi- kegiatan dan pendekatan yangdang Sumber Daya Manusia dan sama dalam proyek CWSH.Kebudayaan Bappenas, Dr. Ir. Dedy Proyek CWSH rencananya akanM. Maskuriyadi. Dalam sambutannya ia golong rendah yakni hanya 5,4 persen dilaksanakan di empat propinsi pada 20mengatakan lingkungan merupakan dari APBN atau hanya 9 dolar AS per kabupaten selama lima tahun yangfaktor penting dalam kesehatan. kapita. Angka ini lebih rendah diban- mencakup 1.000 desa (2006-2010).Kesehatan bukan masalah yang berdiri dingkan anggaran negara Malaysia (6,9 Baik WSLIC 2 maupun CWSH ditu-sendiri. Sebagian besar penyebab ma- persen), dan Vietnam (8,1 persen). jukan bagi desa dengan kriteria di ba-salah kesehatan berada di luar sektor Karena itu, peran semua pihak wah garis kemiskinan, kasus diare ting-kesehatan, katanya. sangat diperlukan dalam mendukung gi, akses terhadap sarana air bersih dan Ia menjelaskan faktor di luar kesehat- upaya peningkatan derajat kesehatan sanitasi masih rendah, dan ada komit-an yang dimaksud yaitu lingkungan fisik, masyarakat melalui peningkatan ak- men dari pemerintah daerah untuk me-kimia, biologi, social ekonomi, budaya, ses masyarakat terhadap layanan nyediakan dana pendamping.dan politik. Selain itu ada faktor sifat-sifat kesehatan. Sementara itu, Direktur Permu-yang melekat pada genetik individu, peri- Acara lokakarya juga diisi dengan kiman dan Perumahan Bappenas, Ba-laku, dan gaya hidup. Air dan sanitasi presentasi oleh Dirjen PP & PL Depkes, sah Hernowo, menjelaskan kondisi airmerupakan faktor yang terkait dengan Direktur Permukiman dan Perumahan minum dan penyehatan lingkunganperilaku/gaya hidup yang menentukan Bappenas, serta penyampaian penga- saat ini dan kebijakan yang telah di-status kesehatan, paparnya. laman dari Dinas Kesehatan Jawa Ti- susun oleh pemerintah yakni kebijakan Dede mengungkapkan fakta hasil mur dan Bupati Sambas, Kalbar. nasional pembangunan AMPL berbasispenelitian WHO bahwa investasi pada Dirjen PP & PL Depkes dalam maka- masyarakat. Ia menekankan pen-anak (usia dini) akan menurunkan ang- lahnya yang disampaikan Staf Ahli Men- tingnya penyatuan langkah yang efektifka kematian bayi. Jika akses air minum kes Bidang Peningkatan Kapasitas Ke- antara pemerintah pusat, propinsi, dannaik 10 persen maka kematian bayi lembagaan dan Desentralisasi, Dwija S, kabupaten dalam rangka mencapai tar-akan turun 3-4 persen. Sedangkan jika menegaskan bahwa penyediaan air get MDGs.anggaran kesehatan naik 10 persen ma- minum mempunyai kecenderungan da- Lokakarya juga diisi dengan kun-ka kematian bayi akan turun 0,8-1,5 pat mencegah kasus diare sebesar 35 jungan lapangan ke empat desa WSLICpersen. persen, penggunaan jamban mencegah 2 di Kabupaten Malang yakni Desa Jam- Sayangnya, lanjutnya, anggaran pe- diare 28 persen, sedangkan bila meng- bearjo, Kaliasri, Tlogosari, dan Petung-merintah di sektor kesehatan masih ter- gunakan air minum dan kebiasaan cuci sewu. (MJ) Percik Desember 2005 43
  • S E P U TA R A M P L Lokakarya Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS) FOTO:MUJIYANTOL okakarya evaluasi pelaksanaan kegiatan Sanitasi Berbasis Ma- syarakat (SANIMAS) berlang-sung Rabu (8/12) lalu di Surabaya. Lo-kakarya yang diikuti oleh 220 pesertaini dibuka oleh Direktur PengembanganPenyehatan Lingkungan PermukimanDepartemen Pekerjaan Umum, Ir. Sus-mono. Dalam sambutannya, ia menyatakanbahwa sanitasi berbasis masyarakat te-lah menjadi pola yang harus diterapkandi Indonesia sejak saat ini. Ini dalamrangka menuju Indonesia bebas buangair besar sembarangan tahun 2009,tandasnya. Menurutnya, pihaknya telah mem- jakan dan kerangka pengaturan. Selain (vi) pada beberapa kasus, pengelolaanprogramkan pengembangan SANIMAS itu ada faktor pertumbuhan penduduk sistem sanitasi memerlukan keterli-di 100 lokasi. Ia berharap program ini dan percepatan pembangunan sarana air batan seluruh stakeholders bahkanbisa didukung oleh pemerintah daerah minum dan sanitasi yang tidak seimbang. hingga melewati batas administrasi.dan pemangku kepentingan lainnya. Lebih dari 100 juta orang belum menda- Ke depan, lanjutnya, agenda yangKita perlu ada koordinasi dan sinkroni- patkan akses ke sanitasi, paparnya. harus dilakukan yaitu keterpaduan stra-sasi. Tentu PLP tak bisa berjalan sen- Di sisi lain, lanjutnya, pembangunan tegi, pemanfaatan kapasitas pendanaan,diri, tegasnya. sarana sanitasi memerlukan investasi pemberian bantuan teknis, dan dukung- Acara lokakarya juga diisi dengan yang banyak. Hingga tahun 2009, pa- an lembaga. Seluruh stakeholders ha-presentasi oleh Direktur Permukiman ling tidak butuh dana Rp. 9 trilyun (ki- rus bekerja sama secara sinergi dan si-dan Perumahan Bappenas, Ir. Basah ra-kira Rp. 1,8 trilyun/tahun) untuk multan, tandasnya.Hernowo, MA yang khusus memotret membangun sarana tersebut. Padahal, Lokakarya diisi pula dengan pema-kondisi sanitasi perkotaan di Indonesia. pemerintah tak memiliki dana sebesar paran dari Frank Fladerer (BORDA Re-Menurutnya, proporsi kepala keluarga itu. Karenanya, ia berpendapat perlu presentative Indonesia) dan Sururdi perkotaan yang menggunakan tangki ada penggalian potensi investasi dari Wahyudi (CBS Program Coordinator)septik dan cubluk mencapai 80,5 persen swasta dan masyarakat. mengenai program SANIMAS dan pen-(tanpa memperhatikan kualitas sarana). Basah menguraikan pengalaman capaiannya. Selain itu ada juga pema-Dari jumlah itu 73,13 persen KK memi- yang bisa dipetik dari program pemba- paran Pemda Blitar sebagai daerah yangliki jamban keluarga, sedangkan 16,9 ngunan sarana sanitasi yaitu (i) keber- melaksanakan proyek SANIMAS, danmenggunakan jamban bersama dan lanjutan sistem sanitasi dipengaruhi pengelola SANIMAS dari KSM Mijijamban umum. Sementara kota yang oleh aspek kelembagaan, keuangan, so- Serasi Mojokerto.memiliki jaringan perpipaan sanitasi sial, teknik, dan lingkungan; (ii) partisi- Program SANIMAS diuji coba tahunperkotaan hanya 10 kota dengan cakup- pasi masyarakat menjadi kunci keber- 2003 di enam kabupaten/kota di Jawaan hanya 13,9 persen. lanjutan; (iii) proses fasilitasi masya- Timur dan satu kota di Bali. Tahun Penyebab keadaan tersebut, menurut rakat pada proyek sanitasi memerlukan 2004, kegiatan ini direplikasi lagi diBasah, antara lain kesadaran publik me- biaya yang tidak sedikit dan waktu yang daerah tersebut. Tahun 2005, replikasingenai sanitasi yang masih rendah, sis- lama; (iv) sanitasi berbasis masyarakat berlanjut lagi di enam kota di Jawatem sanitasi yang terbangun tidak ber- harus dikelola pada level terendah; (v) Timur ditambah empat kota di Jawalanjut, rendahnya prioritas anggaran pa- komunikasi para stakeholders mening- Tengah, dua kabupaten di DIY, dan satuda sektor sanitasi, dan belum ada kebi- katkan efisiensi pembangunan sanitasi; kota di Bali. (MJ)44 Percik Desember 2005
  • S E P U TA R A M P L Lokakarya Penyusunan Rencana Kegiatan Pemerintah Indonesia-Plan InternationalM FOTO:OSWAR MUNGKASA enindaklanjuti MoU an- jut dengan meningkatkan keterli- tara Bappenas dan Plan batan stakeholder non pemerin- International, Rabu tah, dan menggali sumber pen-(21/12), Plan bersama dengan danaan alternatif untuk pemba-Pokja AMPL mengadakan lo- ngunan AMPL, apakah itu darikakarya di Jakarta. Kegiatan ini masyarakat, lembaga donor, LSM,dimaksudkan untuk mengimple- atau sektor swasta.mentasikan MoU dalam bentuk Lokakarya ini diisi dengannyata. Lokakarya ini diikuti oleh diskusi kelompok untuk meru-anggota Pokja AMPL, Plan muskan kegiatan yang bisa dilak-Indonesia, dan WASPOLA. sanakan oleh kedua belah pihak Acara ini dibuka oleh Direktur selama masa waktu kerja samaPerumahan dan Permukiman yakni 2006-2008. Ada tujuhBappenas, Ir. Basah Hernowo, MA. dari provider/penyedia menjadi fasili- lingkup kegiatan yakni (1) uji coba pro-Dalam sambutannya ia menyatakan tak tator. LSM dinilainya memiliki kepia- gram air minum dan penyehatan ling-mungkin pemerintah mencukupi dana wiaan dalam pemberdayaan masyarakat kungan; (2) bantuan teknis; (3) manaje-bagi pembangunan AMPL secara dan penguasaan teknologi tepat guna, men dan jejaring pengetahuan; (4) pe-keseluruhan. Untuk itu perlu keterli- serta memobilisasi sumber pembiayaan ngembangan strategi komunikasi; (5)batan semua stakeholder. LSM sebagai dan sumber daya manusia. dukungan penelitian dan pengem-organisasi grass root dapat menjadi Ke depan, lanjutnya, semua stake- bangan; (6) jaminan dan pemeriksaanmediator antara pemerintah dan ma- holder perlu meningkatkan sinergi, me- mutu; (7) perencanaan bersama dansyarakat. Peran pemerintah bergeser ngembangkan jejaring AMPL lebih lan- pemantauan/kajian berkala. (MJ) Pertemuan Sinergi Komunikasi dan Jaringan Mitra Kerja Stakeholders AMPLD alam rangka menjalin sinergi pemerintah. Hal ini terbukti dengan dalam hal inovasi pendekatan, teknis para stakeholders AMPL, Dir- APBN sektor permukiman kurang dari dan pendanaan, mendorong kampa- jen Bina Bangda mengadakan 10 persen, dan di APBD malah lebih nye berkelanjutan melalui media, pen-pertemuan lanjutan dengan mitra kerja kecil. Khusus mengenai AMPL lebih didikan dan produk komsumsi, sertastakeholders di Jakarta, 18 Oktober kecil lagi, katanya. meningkatkan sinergi antara pemerin-2005. Pertemuan itu dihadiri 37 peserta Karena itu, menurutnya, peran tah-swasta dan LSM.dari kalangan Lembaga Swadaya Ma- serta masyarakat untuk ikut andil Pertemuan itu juga diisi dengan pre-syarakat (LSM), pemerintah, dan sangat penting. Terbukti masyarakat sentasi dari kalangan LSM dan swasta.swasta. mampu berpartisipasi dan berkon- Presentasi pertama disampaikan oleh Acara ini dibuka oleh Oswar Mung- tribusi. Ia berharap kalangan swasta Surya Aslim dari Islamic Relief Indo-kasa dari Direktorat Perumahan dan bisa meningkatkan kepeduliannya nesia tentang updating isu sanitasi. Pre-Permukiman Bappenas. Dalam sambut- melalui agenda social responsibility. sentasi berikutnya oleh Kuwat Suryadiannya ia menjelaskan bahwa akses dan Menurutnya, langkah ini dapat men- dari PCI dengan tema mengubah peri-kualitas pelayanan AMPL di Indonesia ciptakan brand image. laku kelompok miskin melalui sanitasi.masih rendah. Sarana yang tersedia ti- Ia berharap pertemuan ini mampu Presentasi terakhir disampaikan olehdak memenuhi syarat baik dari sisi membangun kesamaan persepsi stake- Ketua Corporate Forum for Commu-kesehatan maupun teknis. Di sisi lain, holder AMPL, pelaku di tingkat la- nity Development (CFCD), Thendry Su-sektor sanitasi belum menjadi prioritas pangan dan pengambil kebijakan priatno. (MJ) Percik Desember 2005 45
  • I N F O BU K U Solusi Tanpa PrivatisasiK ondisi PDAM di Indonesia yang dilakukan oleh pemerintah yang jumlahnya lebih dari 300 belum JUDUL:RECLAIMING birokratis dan inefisien selain terbawa menunjukkan kinerja yang baik. PUBLIC WATER. arus privatisasi. Pembelajaran dari berba-Hanya 10 persen yang sehat. Sisanya CERITA SUKSES, gai negara di dunia ditunjukkan dalam PERJUANGAN DAN VISImenghadapi banyak masalah mulai dari buku ini misalnya gerakan koperasi di DARI BERBAGAI NEGARAmanajemen, sumber daya manusia, dan Bolivia, air Porto Alegre di Brasil, pe- PENYUSUN:modal. Pembenahan terus dilakukan Belen Balanya, Brid ngelolaan masyarakat di Kerela, India,kendati hasilnya belum menyeluruh. Di Brennan, Olivier Penang, Malaysia, dan Savelegu, Ghana.tengah kondisi seperti ini, pihak-pihak Hoedeman, Satoko Eksperimen-eksperimen sukses ini jarangtertentu mencoba mendorong agar Kishimoto, dan Philipp Terhost mendapat perhatian yang layak.PDAM diprivatisasi sesuai arus global pri- PENERBIT : Amrta Institute for Water Pembelajaran penting ini bisa menjadivatisasi yang bergulir sejak 1990-an. Literacy inspirasi yang berharga dalam pengelo-Seolah-olah privatisasi adalah satu-sa- Tahun Terbit : 2005 laan air di Indonesia.tunya jalan untuk memperbaiki kondisi Tebal : 318 halaman Satu hal yang patut disimak dariperusahaan layanan publik tersebut, buku ini bahwa kegagalan perusahaanpadahal ada pengalaman buruk dari publik tidak bisa semata-mata ditim-kasus privatisasi air di Jakarta. memperbaiki layanan air. Karena pakan kepada perusahaan tersebut. Buku ini mencoba memberikan per- perusahaan swasta itu memfokuskan Faktornya sangat terkait dengan sistemspektif lain terhadap bahaya privatisasi pada keuntungan, mereka menaikkan pemerintahan yang berlaku, misalnyakhususnya bagi kalangan miskin. Di tarif yang signifikan sampai pada level saat itu pemerintahannya diktator,dalamnya diberikan contoh-contoh yang tidak dapat dijangkau oleh tidak mengakui hak asasi manusia, dankegagalan pengelolaan air minum oleh masyarakat miskin. tidak transparan. Perusahaan publikperusahaan-perusahaan transnasional Melalui buku ini tim penulisnya akan bisa berkembang jika didukungdi sejumlah negara. Perusahaan terse- berusaha menunjukkan bahwa terdapat oleh kepemerintahan yang baik (goodbut gagal memenuhi janjinya untuk alternatif lain yang menarik dan mungkin governance). MJ Pengelolaan Sumber Daya Air TerpaduK risis air yang melanda Indonesia merupakan permasalahan umumyang terjadi di seluruh dunia. Tak heran JUDUL : PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR Oleh karena itu mau tidak mau penge- lolaan sumber daya air secara bijak, ter- padu, dan menyeluruh, merupakanbila pada peringatan Hari Air Sedunia TERPADU sebuah keharusan. Terpadu mencer-Maret 2004 lalu tema yang diangkat PENULIS : minkan keterikatan dengan berbagaiyaitu Water and Disaster (Air dan Robert J. Kodoatie, Ph.D aspek dan para pemangku kepentingan dan Roestam Sjarief,Ph.DBencana). Masyarakat internasional su- (stakeholders) dan berbagai disiplin ilmu. Penerbit : Penerbit Andi Yogyakartadah menyadari betapa dunia saat ini Menyeluruh mencerminkan cakupan Tahun Terbit : 2005menghadapi ketidaksetimbangan air. yang sangat luas, lintas batas sumber Tebal : xiii + 357 halamanIni terjadi karena degradasi lingkungan daya, antarlokasi, hulu dan hilir,yang cukup parah. Air sulit didapatkan antarkondisi, jenis tata guna lahan, antarpada musim kemarau, sebaliknya ber- ekonomi, eforia otonomi yang cenderung banyak aspek dan antarmultidisiplin.lebih pada musim hujan sehingga me- kebablasan dari kabupaten/kota. Di sisi Pengelolaan sumber daya air harus holis-nimbulkan bencana yang hebat. lain pelayanan air bersih belum menyen- tik dan berwawasan lingkungan. Semua Perlindungan sumber daya air tuh seluruh lapisan masyarakat yang disiplin terlibat dan saling bergantungmenghadapi banyak kendala di antara- membutuhkan baik di kota maupun di de- antara lain sosial, ekonomi, teknik,nya dana pemerintah yang terbatas, laju sa, serta drainase masih terkesan tambal lingkungan, hukum, bahkan politik. Airpeningkatan jumlah penduduk yang sulam dan tidak terintegrasi menjadi satu adalah urusan semua kalangan, begitumakin cepat terutama di kota, krisis sistem kesatuan yang utuh. filosofi yang seharusnya dicamkan. MJ46 Percik Desember 2005
  • INFO CD Replikasi Sanimas 2004S ANIMAS adalah singkatan dari cana kerja masyarakat, panduan pela- sanitasi oleh masyarakat, sanita- tihan untuk KSM dan masyarakat, dan tion by community. Program ini panduan pengoperasian dan perawatanpada awalnya merupakan kegiatan pilot sarana sanitasi masyarakat.proyek tahun 2001-2003 yang dibiayai Melalui CD ini, BORDA ingin berba-oleh AusAID melalui WSP-EAP dengan gi pengalaman tentang penanganandukungan dari pemerintah Indonesia. SANIMAS beserta seluk beluknya.Proyek ini dilaksanakan oleh BORDA. SANIMAS I berbeda dengan SANIMASProgram tersebut diimplementasikan di II. Tentu dari sisi proses, SANIMAS IItujuh kota/kabupaten di dua provinsi lebih mantap dibandingkan sebelum-padat penduduk di Indonesia yaitu nya. Selain itu, CD ini memberikanJawa Timur dan Bali. Pilot proyek ini masukan yang cukup berharga bagiselesai pada tahun 2003. Kemudian pemerintah baik di pusat maupun dipada tahun 2004, program ini direp- daerah dalam keiikutsertaannya men-likasikan lagi di kota/kabupaten yang dukung proyek SANIMAS. Dan yangsama. Semua proyek itu telah berakhir yang bisa dipetik dari proyek ini. Dari paling menarik adalah bagaimana les-dan diresmikan. replikasi ini pun, BORDA berhasil sons learned yang didapatkan selama SANIMAS merupakan program baru menyusun panduan mengenai panduan proses proyek berlangsung baik itu keti-yang menggunakan cara pendekatan promosi dan presentasi kepada stakehol- ka seleksi kampung calon penerimabaru bahkan sistem pendanaan yang der masyarakat, panduan seleksi mandiri proyek, proses perencanaan, dan pelak-juga baru. Karena itu banyak pelajaran masyarakat, panduan penyusunan ren- sanaan pembangunan. (MJ) Air untuk SemuaA ir adalah kebutuhan vital kehi- tematik, laporan kegiatan, statistik, dan dupan manusia. Keberadaan- hasil studi regional. Sebenarnya, ADB nya tidak bisa digantikan oleh sudah mempublikasikan hal tersebutbenda yang lain. Namun sayangnya dalam bentuk buku (blue print), yangbelum semua manusia yang hidup di beberapa seri di antaranya pernahdunia ini memiliki akses ke air minum dimuat di majalah ini. CD ini meru-dan penyehatan lingkungan. Berdasar- pakan bentuk soft copynya. Pembacakan catatan Asian Development Bank, juga bisa mendapatkan terbitan inisatu dari tiga orang di Asia tidak memi- melalui http://www.adb.org/waterliki akses ke air minum, sementara Beberapa judul dalam CD itu antarasetengah dari orang yang hidup di Asia lain: Water and Poverty; Poverty anddan Pasifik tidak memiliki akses ke sa- Water Security; The Water andnitasi dasar yang baik. Kondisi ini jelas Poverty Initiative; Water and Povertysangat memprihatinkan. Maka wajar in the 3rd World Water Forum;bila banyak bermunculan berbagai jenis yang berkaitan dengan masyarakat Bringing Water to the Poor; Pastpenyakit yang berkait dengan air dan miskin di sejumlah negara yang menja- Experience and Future Challenges;sanitasi yang buruk. di anggota ADB. CD yang berjudul Small Pipe Water Network Water Melalui CD ini, Bank Pembangunan Water for All ini berisikan 15 judul Voices Documentaries; dan An AgendaAsia (ADB) mempublikasikan isu air yang terdiri atas studi kasus, makalah for Change. (MJ) Percik Desember 2005 47
  • INFO SITUS rikat, 26-29 Maret 2006. Konferensi ini langsung 3-7 April 2006 di Melbourne, Forum Air Dunia diperkirakan akan dihadiri oleh peserta Australia. Bersama dengan itu akan dari 40 negara. Mereka adalah para berlangsung pula Konferensi Interna-http://www.worldwaterforum4.org.mx peneliti, pendidik, pejabat pemerintah, sional ke-4 Water Sensitive Urban De- /home/cuartowwf06.asp?lan= konsultan, manajer, tokoh masyarakat, sign. Penyelenggara konferensi ini dan pihak-pihak lain yang bergerak dan adalah International Water Association tertarik pada sektor persampahan. (IWA). Konferensi tersebut membahas Tema yang dibahas sangat beragam dua topik utama mengenai model mulai dari kebijakan, peraturan, pen- drainase perkotaan dan desain air mi- didikan, ekonomi, sampai ke hal-hal num di perkotaan. Kegiatan tersebut di- teknis seperti daur ulang, inovasi peruntukkan untuk kalangan yang ter- teknologi, dan studi kasus. kait langsung dengan perencanaan dan penanganan perkotaan, baik itu peng- ambil kebijakan, ahli perkotaan, prakti- si air minum dan drainase, dan lainnya. Agenda Air Dunia 2006F orum Air Dunia (World Water Forum) ke-4 akan berlangsung diMeksiko pada 16-22 Maret 2006. http://www.conferencealerts.com/ water.htmSelama satu pekan, forum itu akanmembahas berbagai tema yang te-rangkum dalam sebuah kerangka kerja.Tema tersebut antara lain penyediaanair dan sanitasi, air untuk pertanian,dan lingkungan serta manajemen risiko.Tema-tema itu akan dibahas secaraparalel setiap hari. Ada 150 sesi, denganwaktu masing-masing 2 jam. Para pem- Konferensi Modelbicara utama juga akan menyampaikan Drainase Perkotaanmakalahnya. Bersamaan dengan forum tersebut http://www.icms.com.au/akan digelar Pameran Air Dunia (World UDMandWSUD/Water Expo). Pemeran itu akan me-nampilkan berbagai hal baru dalam bi-dang teknologi, peralatan, dan peme-cahan persoalan air. Perusahaan-per- K onferensi International Model Drainase Perkotaan ke-7 akan ber-usahaan terkait dari berbagai negaraakan ambil bagian. S itus ini khusus menampilkan agenda air pada November 2005 hingga November 2006. Kegiatan-kegiatan tersebut berlangsung di berbagai bela-Konferensi Teknologi dan han dunia. Setiap item kegiatan yang Manajemen Sampah ditampilkan dilengkapi dengan batas waktu pengiriman makalah dan pendaf-http://www2.widener.edu/~sxw0004/ taran sebagai peserta. Kendati topiknya call.html mengenai air, agenda kegiatan yang dimuat juga termasuk sanitasi mes-K onferensi Teknologi dan Manaje- men Sampah ke-21 akan diseleng-garakan di Philadelphia, Amerika Se- kipun tidak banyak seperti konferensi toilet kering, konferensi energi, dan ke- lautan. (MJ)48 Percik Desember 2005
  • I N O VA S I Air Rahmat Ubah Air Bersih Jadi Air MinumS ebuah terobosan baru muncul FOTO:MUJIYANTO dalam pemurnian air. Air Rah- mat, begitu namanya. Rahmatsingkatan dari murah, mudah, dan he-mat. Air ini adalah larutan pemurni airminum yang mengandung 1,25 persensodium hypochlorite. Cairan ini dapatmeningkatkan derajat air bersih menja-di air minum tanpa direbus. Air ini diproduksi, didistribusikan,dan dipasarkan oleh Aman Tirta, se-buah konsorsium yang terdiri atas PTTanshia Consumer Products, PT. Dos NiRoha, LOWE Worldwide, John HopkinsBloomberg School of Public Health/-Center for Communication Programs(CCP), CARE Indonesia, dan didukungoleh USAID. Air Rahmat berfungsi sebagai desin-fektan, dengan cara mematikan mikro-organisme yang terbawa dalam air yangakan diminum. Ini terjadi karena fungsiChlorine yang terbukti secara efektifmenghentikan aktivitas sebagian besar tranya telah melaksanakan programorganisme hidup yang menyebabkan Safe Water System untuk menurunkanpenyakit diare pada manusia. Air Rahmat ini insiden diare di 19 negara di Afrika, hanya digunakan untuk Asia, dan Amerika Latin dengan mem-Penggunaan air tawar yang biasa pergunakan larutan yang sama. Survei Air Rahmat ini hanya digunakan un- untuk minum. di beberapa negara tersebut menun-tuk air tawar yang biasa untuk minum. Penggunaannya jukkan bahwa program ini berhasilPenggunaannya cukup mudah yaitu menurunkan sampai 50 persen insidendengan menuangkan sesuai takaran/pe- cukup mudah yaitu diare.tunjuk. Misalnya 3 ml Air Rahmat un- dengan menuangkantuk 20 liter air. Setelah itu campuran di- sesuai Cara Memperolehkocok/diaduk dan dibiarkan selama 30 takaran/petunjuk. Produk Air Rahmat ini sementaramenit. Air Rahmat ini akan meng- ini peredarannya masih terbatas. Padahilangkan bakteri, virus, dan parasit la- Desember ini produk tersebut diluncur-innya. Air itu siap diminum, tanpa di- kan di Propinsi Banten dan Sumateramasak/direbus terlebih dahulu. Utara. Diperkirakan pada Januari men- Penggunaan Air Rahmat ini diyakini Uji Coba datang, Air Rahmat bisa didapatkanmampu menghemat biaya bahan bakar Sebelum diluncurkan, Air Rahmat oleh masyarakat di empat propinsi lain-dan waktu. Satu kemasan air tersebut sudah diuji coba di Tangerang, Nusa nya yakni Jawa Barat, Sumatera Barat,dijual dengan harga Rp. 4.000/botol. Tenggara Barat (NTB), dan Nanggroe DKI Jakarta, dan Jawa Timur. Pendistri-Satu botol yang berisi 100 ml ini cukup Aceh Darussalam (NAD). Hasilnya cu- busiannya melalui jaringan pemasaranuntuk memurnikan 600 liter air yang kup aman dan efektif. Sebelumnya, tradisional (warung, kios, toko kelon-merupakan kebutuhan air untuk keluar- Centers for Disease Control and Pre- tong, apotek), dan non-tradisional (LSM,ga dengan empat orang per bulan. vention (CDC) Amerika Serikat dan mi- bidan, kader kesehatan, dll). MJ Percik Desember 2005 49
  • I N O VA S I Penjernih Air Minum Bebas Bakteri Saringan Air KeramikS ebagian masyarakat terpaksa FOTO-FOTO:ISTIMEWA menggunakan air keruh sebagai air minum pada musim kema-rau. Meski disaring beberapa kali de-ngan kain, air tetap keruh. Ini tentutidak praktis dan tidak higienis.Sementara kalau menggunakan pen-jernih modern, harganya tidak dapatdijangkau oleh masyarakat. Maka dariitu, berbagai upaya dilakukan untukmenemukan saringan air yang mampumenjernihkan sekaligus higienis. Untukmenjawab kebutuhan itu pengrajinkeramik di Plered, Purwakarta, membu-at saringan air dari keramik. Alat ini berfungsi sebagai dispenserair minum yang dilengkapi dengansaringan keramik berpori-pori mikrodengan lapisan partikel perak darikoloid perak yang dikeringkan danmelekat pada pori-pori keramik secarapermanen sebagai disinfektan. Hasilkarya pengrajin ini telah diuji efektivi- ringkan dan dipanaskan hingga 850 de-tasnya oleh Badan Pengelolaan rajat Celcius untuk tanah Plered danLingkungan Hidup Daerah (BPLHD) 1200 derajat Celcius untuk tanahPropinsi DKI Jakarta. Sukabumi. Pengujian itu menunjukkan bahwa Penjernih air keramik ini terdiri ataskeramik penjernih air yang dilapisi dua bagian yakni bejana penyaring dankoloid perak tersebut sangat efektif bejana penampung air hasil penya-menghilangkan bakteri sehingga yang ringan. Air yang dituangkan padatersaring layak sebagai air minum. bejana penampung akan merembesSementara keramik yang tidak dilapisi melalui saringan keramik ke bejanakoloid perak, tidak mampu menghi- penampung. Air yang menetes tertam-langkan bakteri pada air yang tersaring. pung di bejana penampung dan siap diminum. Hanya saja, air yang siapKonstruksi dipilih adalah serbuk gergaji. minum barulah hasil penyaringan yang Keramik penjernih air terbuat dari Kini warna keramik itu ada yang kedua karena hasil penyaringan perta-tanah liat dengan campuran berbagai putih untuk alasan estetika. Caranya ma masih berbau tanah. Ini karena adabahan yang habis terbakar saat proses dengan menggunakan bahan tanah dari sisa abu pembakaran keramik dan sisapembakaran keramik dan menjadi pori- Sukabumi yang dicampur dengan dia- koloid perak yang melekat pada abu.pori yang sangat kecil. Umumnya tomite dan tepung terigu untuk membu- Setelah air hasil penyaringan pertamaberwarna merah karena menggunakan at pori-pori. dibuang, air hasil penyaringan berikut-tanah liat Plered. Untuk membuat pori- Saringan keramik itu dicetak dengan nya sudah jernih, bebas bakteri, danpori keramik, campuran tanah liat yang tekanan hidrologis kemudian dike- layak minum. (MJ)50 Percik Desember 2005
  • AGENDATanggal Bulan Kegiatan11 November Pertemuan Persiapan Talk Show Kebijakan Nasional di televisi15 November Kick off meeting : Study of sanitation for Poor Urban Community16 November Pembahasan Persiapan Pinjaman Bank Dunia untuk Proyek NPCWSSS17 November Talk Show Kebijakan Pemb. AMPL Berbasis Lembaga di Metro TV21-24 November Kunjungan Lapangan ke Lokasi CLTS di Sambas, Muaro Jambi & Bogor21 November Rapat pokja AMPL, mengenai lokakarya pelatihan CLTS yg diselenggarakan oleh Plan International24 November Rapat Pokja AMPL, mengenai Pembahasan Instrumen survey untuk study of Sanitation for Poor Urban Community Talk Show Kebijakan Pemb. AMPL Berbasis Lembaga di TVRI28-30 November Lokakarya Pemantauan Pelaksanaan uji coba CLTS di Indonesia Pelatihan MPA / PHAST & Penerapannya dalam Perencanaan & Monitoring Proyek AMPL yang Berbasis Masyarakat Di Solo Midterm Review WASPOLA28-29 November Lokakarya Penyusunan Data Base AMPL di Gorontalo29-30 November Lokakarya Penyusunan Renstra AMPL utk Kab. Bone Bolango & Kab. Pohuwato29 November Workshop Persiapan Pelaksanaan Infrastructure Summit30 November Pertemuan dengan AusAID Pertemuan Kelompok Kerja PSP Review1-2 Desember Pelatihan MPA / PHAST & Penerapannya dlm Perencanaan & Monitoring Proyek AMPL yang Berbasis Masyarakat Di Solo Pembahasan makalah Air Minum & Kemiskinan di LIPI1-10 Desember Midterm Review WASPOLA1 Desember Pertemuan dengan Plan International, Mengenai Persiapan Pertemuan Penyusunan PoA Pertemuan Pokja AMPL dgn tim AusAid, ADB, Bangda dan Waspola Pusat2 Desember Pembahasan makalah Air Minum & Kemiskinan di LIPI2 Desember Rapat Pokja AMPL: Perencanaan Kegiatan Pokja AMPL Road Show Kebijakan Nasional Pembangunan AMPL Berbasis Masyarakat ke Sumbawa, NTB5 Desember Pembahasan Studi Donor Harmonisation6-8 Desember Diseminasi Proyek CWSH dan WSLIC 2 untuk TKK & TKP di Surabaya6-9 Desember Sosialisasi Manual Pengelolaan Sarana AMPL bagi Aparat Tingkat Propinsi & Kabupaten di Palembang7-8 Desember Diseminasi Tata Cara Perhitungan Tarif Air Minum8 Desember Workshop Evaluasi SANIMAS & Diseminasi Pedoman Persampahan & Drainase Thn 20058-10 Desember Lokakarya Renstra AMPL Prop. Banten12-15 Desember Sosialisasi Manual Pengelolaan Sarana AMPL bagi Aparat Tingkat Propinsi & Kabupaten di Lombok Barat13-16 Desember Pelatihan CLTS (kerjasama Pokja AMPL Banten-PCI) di Pandeglang14 Desember Pebahasan Rencana Tahunan WASPOLA15 Desember Lokakarya Review Pelaksanaan UNDP CCF 2001 - 200519 Desember Pertemuan Presentasi Assesment of The State Sanitation Pertemuan Persiapan Lokakarya Penyusunan Rencana Kegiatan Pemerintah Indonesia - Plan International Pertemuan Koordinasi Pokja AMPL - WASPOLA, mengenai evaluasi pelaksanaan kegiatan WASPOLA21 Desember Lokakarya Penyusunan Plan of Action Pemerintah Indonesia dengan Plan International22 Desember Lokakarya Review pengelolaan data Pembangunan AMPL Indonesia dalam rangka persiapan SUSENAS 2006-2007 Percik Desember 2005 51
  • P U S TA K A A M P LB U K U L A P O R A NWASTEWATER ENGINEERING. TREATMENT AND REUSE Laporan Pertemuan Koordinasi Pe-Penerbit: McGraw-Hill Science/Engineering/Math, Maret 2002 laksanaan Kebijakan Nasional dengan Mitra Program & Lokakarya Operasio-WATER AND WASTEWATER CALCULATIONS MANUAL nal Kebijakan Nasional PembangunanPenerbit: McGraw-Hill Professional, Mei 2001 AMPL Berbasis Masyarakat di Daerah untuk Mitra NGO dan LembagaMETODE PENELITIAN SURVAI. EDISI REVISI Penerbit:Penerbit: PT. Pustaka LP3ES Indonesia, 1995 Dirjen Bangda - Depdagri, 2005INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT 2004 Global Water Supply and SanitationPenerbit: Biro Pusat Statistik, 2005 Assessment 2000 Report Penerbit: World Health Organization and United Nations Childrens Fund, 2000P E R AT U R A N Summary Laporan PelaksanaanHIMPUNAN PERATURAN Replikasi SANIMAS 2004PENGELOLAAN LINGKUNGAN Penerbit:HIDUP 2002-2004 BORDA, 2005Penerbit: CV. Eka Jaya Jakarta, 2005STUDI KASUSLayanan Air Minum Usaha Kecil di Indonesia.Palembang, Jakarta Utara, Bandung Metropolitan, SubangPenerbit: Water and Sanitation Program - EAP, 2005 M A J A L A H JENTERA M A K A L A H Penerbit: Direktorat Perumahan dan Permukiman, Bappenas MODIFICATIONS TO WATER UNDERTAKERS EXISTING CONDITIONS OF APPOINTMENT AIR MINUM Penulis: Water Act 2003 - Water Supply Licensing, 2004 Edisi 120, September 2005 CHOICES WATER ALLOCATION IN THE BRANTAS RIVER BASIN Vol. 13. No 4, Desember 2004 CONFLICTS AND ITS RESOLUTIONS Penerbit: UNDP Penulis: Aris Harnanto & Fahmi Hidayat, 2003 NOTE ON THE HEALTH IMPACT OF WATER AND SANITATION SERVICE - CHM WORKING PAPER SERIES - PAPER NO.WG5:23 Penulis: Commission on Macroeconomics and Health, 200152 Percik Desember 2005
  • G L O S S A RYLOS (Level Of Services)/Tingkat PelayananBesaran untuk menentukan tingkat pelayanan prasarana di suatu kawasan/daerah pelayanan.Loss of head/Kehilangan TekananKehilangan potensi tekanan air baik akibat gesekan aliran dengan media penyalurnya, hambatan dari peralatan pengatur alir-annya, adanya terjunan dan sebagainya.Lye/LindiCairan/larutan yang mengandung alkali-salah satu kandungan leachateManhole/Lubang PemeriksaanLubang yang dibuat/dibangun pada suatu bangunan fasilitas atau dalam sistem jaringan prasarana agar memungkinkan orang(petugas) masuk ke dalamnya untuk melakukan kegiatan pemeriksaan atau perbaikan bangunan/jaringan tersebut.Manhole ChamberSaluran di bagian yang terendah pada lantai suatu ruangan (kamar mandi, dapur, ruang operasi yang basah, dan sebagainya)yang berfungsi menyalurkan/mengalirkan air buangan melalui suatu bak pengatur menuju saluran air kotor, agar lantai ru-angan tersebut selalu kering.Marble TestCara/metode pengujian praktis untuk mengukur stabilitas air contoh, khususnya kadar alkali.Mass diagram of Reservoir/Diagram massa reservoirDiagram yang menggambarkan akumulasi debit yang memasuki suatu reservoir terhadap fungsi waktu.MATC (Maximum Allowable Toxicant Concentration)Konsentrasi maksimum zat-zat toksik (beracun) yang diizinkan untuk dihasilkan atau dilepas ke lingkungan oleh suatu indus-tri atau organisasi.Maturation stabilization pondKolam stabilisasi air limbah yang bersifat aerob dan mempunyai beban masukan cemaran yang relatif rendah.MCL (Maximum Contaminant Level)Taraf maksimum kontaminan (unsur-unsur yang mengotori) yang diizinkan untuk dihasilkan atau dilepas ke lingkunganMethaneDisebut juga gas rawa-Senyawa hidrokarbon sederhana yang dihasilkan melalui proses dekomposisi (penguraian) limbah.Dapat dijadikan bahan bakar jika dicampur dengan udara dengan proporsi 90 persen.MicroscreenUnit pengolahan air limbah berupa silinder yang berputar dengan tenaga motor. Sekelilingnya dililit oleh pelat berlubang-lubang membentuk saringan. Air limbah masuk melalui poros silinder dan menyebar ke sekeliling tangki silinder yangberlubang-lubang.Mottled enamelPenyakit gigi yang disebabkan oleh kebiasaan mengkonsumsi air dengan kadar florida yang melebihi 1,5 ppm.Moveable intakeBangunan/peralatan penangkap air baku yang bisa digerakkan baik secara vertikal atau horizontal. Dibangun dari konstruksi yangtidak kaku/tidak berpatok seperti pompa dalam kerangkeng besi atau struktur ponton dan sebagainya. Dilengkapi dengan tali untukmengarahkan posisi yang terbaik pada suatu sumber yang relatif luas dan dalam, misalnya danau atau sungai yang dalam. Dikutip dari Kamus Istilah & Singkatan Asing Teknik Penyehatan dan Lingkungan. Penerbit: Universitas Trisakti.