Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa

on

  • 1,911 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,911
Views on SlideShare
1,911
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
90
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa Document Transcript

  • 15 Juta KK di Indonesia Belum Peroleh Akses Air Minum Edisi II, 2010
  • Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Daftar Diterbitkan oleh Isi Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) Dari Redaksi ............................................................................................................. 3 Suara Anda................................................................................................................ 4 Penanggung Jawab Laporan Utama Direktur Permukiman dan Perumahan Kisah Sistem Multi Desa di NTT................................................................... 5 Bappenas Bercermin dari Sistem Multi Desa di Kodi Utara NTT.................................. 8 Direktur Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Bernd Ugner, Menitikkan Air Mata Berkisah Perjuangan Bocah Direktur Pengembangan Air Minum NTT Menghargai Air minum..................................................................... 12 Kementerian Pekerjaan Umum Regulasi Direktur Bina Sumber Daya Alam dan Pengaturan Tata Kelola Air Perlu Payung Hukum Kuat............................... 15 Teknologi Tepat Guna Agenda Kementerian Dalam Negeri Hari Lingkungan Hidup Sedunia..................................................................17 Direktur Fasilitasi Penataan Ruang dan Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Dunia.................. 20Lingkungan Hidup Kementerian Dalam Negeri Wacana 15 Juta KK di Indonesia Belum Peroleh Akses Air Minum ........................ 22 Pemimpin Redaksi Studi BPSAB di 5 Kabupaten Jawa Barat dan Jawa Timur.......................... 27 Oswar Mungkasa Wawancara Budi Yuwono, Direktur Jenderal Cipta Karya ............................................ 31 Dewan Redaksi Inovasi Maraita Listyasari Teknologi Sederhana Mengubah Air Hujan Siap Minum ......................... 34 Nugroho Tri Utomo Lewat Proses Ozon dan Filter Air Gambut Jadi Bersih ...............................36 Sisi Lain Redaktur Pelaksana Krisis Air dan Tingkat Ketahanan Air Indonesia......................................... 38 Eko Budi Harsono Testimoni Desain dan Produksi Teti Suryani, Agus Sumarno Sang Guru yang Jadi Komposer Sampah.................................................... 42 Sofyar Reportase Roadshow Sanitasi Total Berbasis Masyarakat di Grobogan...................... 44 Sirkulasi/Sekretariat Pertemuan Konsolidasi Pembangunan AMPL Tahun 2010.........................45 Agus Syuhada Forum Tingkat Tinggi Menteri Lingkungan Nur Aini Dampak Krisis Air Bagi Masyarakat Umum, Perempuan dan Anak-Anak.. 46 Pameran INDOWATER 2010...................................................................... 48 Alamat Redaksi Air Tanah di Jakarta Tidak Layak Konsumsi............................................... 49 Jl. RP Soeroso 50, Jakarta Pusat. Panduan Telp./Faks.: (021) 31904113 Kiat Mudah Buat Distalator Surya untuk Pemurnian Air............................ 52 Situs Web: http//www.ampl.or.id Info CD..................................................................................................................... 54 e-mail: redaksipercik@yahoo.com Info Buku................................................................................................................. 55 redaksi@ampl.or.id Info Situs ................................................................................................................. 56 Pustaka AMPL......................................................................................................... 57 Redaksi menerima kiriman Fakta tulisan/artikel dari luar. Fakta Terkait Kelangkaan Air.......................................................................58 Isi berkaitan dengan air minum dan penyehatan lingkungan.
  • Dari Edis I 2010 Edisii III,, 2010 Redaksi kemudian dalam edisi kali ini kami lebih menyoroti pada daerah Kodi (NTT) dengan mempertimbangkan kegiatan ini yang menjangkau jumlah penduduk terbesar sampai saat ini, yaitu sekitar 17.000 orang. Ini hal yang mencengangkan dengan mempertimbangkan masihP embangunan air minum dan penyehatan banyaknya PDAM yang pelanggannya hanya berkisar lingkungan dalam waktu sepuluh tahun pada angka 2.000-5.000 pelanggan. terakhir telah mengalami banyak perubahan Perlu kami informasikan juga bahwa sampai pada mendasar. Terutama dengan telah saat ini kami telah berhasil menerbitkan Percik dalam disepakatinya pada tahun 2003 Kebijakan dua versi yaitu edisi reguler dan edisi khusus. EdisiNasional Pembangunan Air Minum dan Penyehatan reguler adalah edisi yang diterbitkan sebanyak 4 (empat)Lingkungan Berbasis Masyarakat dan berperannya kali setiap tahun, dan direncanakan secara berkala tigaKelompok Kerja Air Minum dan bulan, walaupun pada kenyataannya buPenyehatan Lingkungan (Pokja ba dapat diterbitkan setelah baruAMPL) secara optimal dalam bu Juni. Sementara edisi khusus bulanpembangunan AMPL. Kondisi ini merupakan edisi hasil kerjasama mmendorong maraknya pembangunan dengan pemangku kepentingan deAMPL berbasis masyarakat di hampir untuk menyajikan topik tertentu, unseluruh Indonesia, yang melibatkan da waktu penerbitannya fleksibel. danhampir seluruh pemangku Sampai saat ini edisi khusus telah Sakepentingan mulai dari pemerintah diterbitkan sebanyak 3 (tiga) dipusat, pemerintah daerah, LSM, ed yaitu Pengelolaan Sampah edisi POKJAdan masyarakat. Bahkan kemudian Berbasis Masyarakat bekerjasama Bsemangat ini menghasilkan gerakan yang jauh melampaui dengan BORDA dan jaringannya, Satu Dekade Upayaperkiraan kita semua. Sebut saja proyek besar yang Pengarusutamaan Pembangunan AMPL Berbasissaat ini menerapkan pendekatan berbasis masyarakat Masyarakat kerjasama dengan WASPOLA, dan 7 Tahundiantaranya Waspola, Pro AIR, WSLIC-2, CWSH, Sanimas bekerjasama dengan BORDA. DirencanakanPamsimas, ISSDP yang dilanjutkan menjadi USDP, WES pada tahun 2010 akan terbit dua edisi yaitu ProgramUNICEF, Community-Led Total Sanitation (CLTS) yang Percepatan Pembangunan Sanitasi (PPSP) bekerjasamadisempurnakan menjadi Program Sanitasi Total Berbasis dengan Tim Teknis Pembangunan Sanitasi dan WaterMasyarakat (STBM) dan direplikasi menjadi Sanitasi and Environmental Sanitation (WES) UNICEFTotal dan Pemasaran Sanitasi (SToPS). Belum termasuk bekerjasama dengan UNICEF. Sampai saat ini jugakegiatan LSM yang bekerjasama dengan pemerintah sedang dalam penjajakan beberapa edisi khusus lainnya.diantaranya Plan Indonesia, dan SIMAVI. Tidak Keseluruhan edisi tersebut juga diterbitkan dalamterlupakan juga kegiatan dalam bentuk Corporate Social bahasa Inggris. Tentunya ini semua merupakan halResponsibility (CSR) oleh perusahaan. yang menggembirakan bagi perkembangan majalah kita Dari maraknya kegiatan berbasis mayarakat tersebut, tercinta ini.kemudian dikenali munculnya fenomena kegiatan Memasuki edisi ini, pembaca akan melihat di susunanberbasis masyarakat yang melibatkan lebih dari satu redaksi mengalami beberapa perubahan karena terjadinyakomunitas dan melintasi lebih dari satu desa, dan bahkan mutasi pada beberapa anggota Pokja AMPL yang selamamenjangkau penduduk dalam jumlah belasan ribu orang. ini terlibat dalam penerbitan Percik. Walaupun demikianSebagian orang bahkan menyebutnya PDAM Desa, kami berharap semoga saja hal ini tidak akan mengurangisaking besarnya. Menariknya adalah prosesnya berbasis kualitas atau bahkan meningkatkan kualitas dari majalahmasyarakat. Sepertinya ini melanggar kaidah yang selama kita tercinta ini.ini dipegang bahwa kegiatan berbasis masyarakat bersifat Akhir kata, tak lupa kami mengucapkan selamatsangat lokal (satu desa, satu komunitas), tidak melebih berpuasa bagi yang menjalankannya. Selamatjumlah tertentu (rata-rata 2000-3000 penduduk). menikmati, dan jangan lupa hal yang selalu kamiNamun kenyataannya banyak daerah sudah mempunyai tunggu adalah kritik dan saran dari pembaca.kegiatan pembangunan air minum multi desa. Namun (OM). 3
  • Suara Anda Sungguh senang membaca surat Sun a d T anda. Terimakasih atas perhatian dan Distribusi Air k keperca kepercayaan kepada majalah kami Kian Timpang Planet bumi kita kaya akan air. Para s sebagai media yang secara konsisten ahli memperkirakan dunia kita memiliki d dan terpercaya dalam menyajikan tidak kurang dari 1.360.000.000 km3Puskesmas informasi terkait persoalan Air Minum air. Dari total volume tersebut, sekitar dan Penyehatan Lingkungan. KamiPerlu Majalah Percik akan perhatikan permohonan anda 1.320.000.000 km3 atau sebesar Kami adalah salah satu pembaca 97,2 persennya merupakan lautan. untuk mendapat majalah ini secara Selebihnya, 25.000.000 km3 atauMajalah Percik, walaupun hingga saat regular. Salam Percik buat teman- sekitar 1,8 persennya merupakanini kami baru satu kali dikirimi Majalah teman di Puskesmas Batulampa, air tanah. Sedangkan 250.000 km3Percik edisi Maret dan Oktober 2008 selamat bertugas. merupakan air tawar di danau danyang lalu, inginnya sih berlangganandan mendapat kiriman edisi terbaru. sungai, dan sisanya 13.000 km km3Sebagai seorang sanitarian yang Selamatkan Air Kita atau sekitar 0,001 persen merupakanbekerja di Puskesmas, dengan masa Nobody needs no water. Ya, semua air yang terkandung dalam atmosferkerja lebih dari 10 tahun (2000-2010) orang memang butuh air. Setiap orang, dalam bentuk awan hujan.tentu sudah banyak pengalaman, paling tidak membutuhkan lima liter Akan tetapi, dari volume air yangnamun, bukan berarti semua masalah air setiap harinya. Tanpa air, memang begitu besar itu tidak seluruhnyasanitasi bisa dengan mudah ditangani. tak akan ada kehidupan. dapat digunakan oleh manusia untukSalah satu contoh, ketika kami diminta Tapi, disayangkan sekali ketika menunjang kelangsungan hidupnya.untuk memberi bimbingan teknis banyak orang kurang peduli terhadap Sebab hanya air tanah dan separuhpembuatan jamban, khusus untuk ketersediaan air. Menyia-nyiakan air dari volume air tawar yang dapatdaerah pantai (pasang-surut), banjir dengan memakai melebihi kebutuhan. digunakan untuk kebutuhan rumahdan rumah panggung. Terus terang Seolah-olah manusia tidak butuh air. tangga. Yang lebih parah lagi, volumekami agak kesulitan, mengingat Padahal, setiap manusia berkepen- air bersih itu mengalami kemerosotanbuku atau panduan teknisnya tidak tingan terhadap air. Memang, kita yang amat cepat akibat kerusakankami miliki. Disamping itu, tentunya membayar setiap tetes air yang sampai hutan, pencemaran lingkungan olehilmu atau teori yang diperoleh di bak mandi, tapi bukan berarti bisa limbah industri dan rumah tangga,diperkuliahan tidak mudah untuk sekenanya mengkonsumsi air tanpa penduduk dunia bertambah banyak,diingat lagi. batas. Memang pemerintahlah yang dan meningkatnya standar hidup Oleh karena itu, kami berharap mengelola air, agar bisa tersalurkan ke sehingga tingkat konsumsi air punmelalui redaki majalah Percik ini, su- masyarakat. Tapi bukan berarti tang- meningkat.dilah kiranya mengirimkan atau mem- gungjawab akan tersedianya air, hanya Kondisi kritis tersebut mendesakberi informasi kepada kami majalah, tugas pemerintah. Sebab, sesungguh- PBB untuk mencanangkan tahun 2005buku, cd, dan bahan lainnya tentang nya air mempunyai keterbatasan juga. hingga 2015 sebagai ’Dekade Air’.hal yang berhubungan dengan pem- karena itu, jika semua pihak tak bisa Pencanangan ‘Dekade Air’ oleh PBBbuatan jamban. Kalau bisa yang di- peduli, tetap saja berkemungkinan un- memang bukan suatu kebijakan yanglengkapi dengan gambar dan ukuran- tuk habis. mengada-ada. Melalui serangkaiannya. Mari bayangkan jika sumber air penelitian ilmiah diketahui bahwa Terimakasih atas perhatiannya dan habis. Apakah kita harus berharap pemakaian air telah melonjak enamdikabulkannya permohonan kami. pada air hujan? Atau harus menyuling kali lipat dalam era 100 tahun terakhir.Semoga majalah Percik senantiasa air laut? Malang sekali nasib kita jika Akibatnya, dalam periode tersebutmemercikkan ilmu dan informasinya hal itu sampai terjadi. sebanyak 20 persen dari total volumesetiap saat, khususnya yang berkom- Pantaslah sedini mungkin kita air bersih di bumi, ludes, sementarapeten dengan Air Minum dan Penye- melestarikan air. Karena pada hake- harga air bersih melonjak lebih dari duahatan Lingkungan. katnya air adalah titipan anak cucu kali lipat. Masalahnya tidak cuma itu. kita, berarti harus dipelihara. Sebuah Dari masa ke masa, ternyata distribusi Na’ Mal Saleh tanggungjawab moral bagi kita untuk air bersih menjadi kian timpang. Perumahan Puskesmas Batulampa menjaga warisan agar layak waris. Maximus Ali PerajakaKabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan Lina Naibaho Pesanggrahan, Jakarta Medan, Sumatera Utara Distribusi Air Kian Timpang 4
  • Laporan Edisi II, 2010 UtamaKisah SistemMulti Desa di NTT PRO AIRK ecamatan Kodi, Ka- multi desa di kecamatan Kodi, kabu- rumah. Sarana air bersih multi desa di bupaten Sumba Barat paten Sumba Barat Daya difokuskan kecamatan Kodi ini selesai pada awal Daya, Nusa Teng- pada pembangunan sarana air bersih tahun lalu. Kini warga pun boleh gara Timur merupa- yang melayani lima desa yaitu desa bergembira dan bilang “ambil air so kan salah satu contoh Kori, desa Homba, desa Karipit, desa dekat”,” ujar Berndnyata keberhasilan pembangunan sa- Hohawungo, dan desa Wailabubur. Program pembangunan air mi-rana air bersih multi desa. Pasalnya, Jumlah warga yang membutuhkan num multi desa di Kodi diakui Berndprogram penyediaan air minum multi pelayanan ini mencapai 17.000 orang dilakukan warga dengan penuhdesa yang dilakukan di sejumlah desa pengguna dengan biaya 37 milyar ru- perjuangan. Sejumlah kendala sempatdi kecamatan Kodi tersebut dilakukan piah berupa sistim perlindungan mata terjadi. Target pembangunan perpi-dengan biaya besar dan mencakup pe- air. paan sempat tidak tercapai lantaranlayanan bagi penduduk dengan jum- “Sistem air minum multi desa dipengaruhi oleh hasil kerja yanglah populasi sangat banyak. Belum yang kami lakukan berupa perpipaan kurang baik dari kontraktor khusus-lagi kompleknya permasalahan baik dengan pengaliran secara gravitasi ke nya kontraktor utama yang menger-teknis maupun non teknis di lapang- 4 desa dengan kapasitas penampung jakan konstruksi pada lokasi sumberan ketika program air minum multi air 400 m3, panjang pipa transmisi mata air. “Kami bersyukur ham-desa ini dilakukan. sepanjang 6,8 km, pipa distribusi batan tersebut berhasil dengan Menurut Koordinator ProAir, sepanjang 60 km, serta membangun cepat diatasi. Kendala uta-Bernd Ugner pelayanan air minum 55 unit kios air dan 210 sambungan ma dalam 5
  • Laporan Utamapproses pembangunan air minum p gmulti d l desa b h l d berhasil dipecahkan de-ngan mengganti kontraktor utamadengan sub kontraktor yang memilikikinerja lebih baik,” tukasnya. Selain penyediaan air minummulti desa di Kodi, ProAir jugamembangun konstruksi multi desa dikabupaten Alor. Dari 6 sistim saranayang seluruhnya berupa perpipaan,berlokasi di kecamatan Pantar, PantarTimur, Alor Barat Daya, Alor Timur,Alor Timur Laut, diperkirakan akandimanfaatkan oleh ± 10.280 orangdari sejumlah desa. Sekarang ini pro-ses pembangunan perpipaan masihdilakukan. Diharapkan pada Desem-ber 2010 sudah selesai. Khusus desa Bouweli dan Kabir PRO AIRdi kecamatan Pantar, konstruksi per-pipaan multi desa sempat berjalan merupakan desa lokasi program hun-tahun, maka ketika masyarakatlambat dimana kemajuannya sempat ProAir di kabupaten Timor Tengah desa Pili dan tetangganya mendapattersendat namun sekarang sudah lan- Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur. informasi bahwa ProAir menawarkancar. Hal ini disebabkan karena ada Pelajaran berharga sukses pengelolaan kerjasama untuk pembangunan saranaperubahan desain sistim air minum multi desa tersebut da- a air bersih, beberapa tokoh masyarakatjaringan air dan kon- pat terlihat dalam proses pengajuan p desa Pili berinisiatif mengumpulkanstruksi (detail engineer- usulan, perencanaan, pelaksanaan u masyarakat untuk berdiskusi gunaing design/DED) dari konstruksi sampai mempersiapkan kontribusi yang men-konsultan yang ber- pada kemandi- jadi persyaratan ProAir.dampak pada adanya Setiap ka terjadi rian pengelolaan, kali Dalam pertemuan tersebut,permintaan dana un- masalah, kami pemeliharaan dan masyarakat membahas beberapa haltuk pekerjaan tambah melibatkan warga perawatan sarana yang menjadi persyaratan untuktersebut. Setiap kali dan aparat desa air bersih oleh terlibat dalam program dukunganterjadi masalah, kami untuk mencari solusi masyarakat itu ProAir, termasuk didalamnya ada-melibatkan warga bersama sendiri. lah pengumpulan dana tunai yangdan aparat desa un- Alasan utama harus ditunjukkan melalui tabungantuk mencari solusi desa-desa di NTT awal pemeliharaan. Segera setelahbersama. Prinsipnya kepentingan mengajukan program me pertemuan itu masyarakat desa Pilimasyarakat agar percepatan pemba- pembangunan air mi- pem berhasil mengumpulkan dana tunaingunan sarana dan keberlanjutan pro- num multi desa tidak sesuai yang diharapkan dalam waktugram air minum multi desa berjalan lain k karena sulitnya memperoleh air. li yang relatif lebih cepat dibandingkanbaik. Untuk memenuhi kebutuhan air mi- dengan desa-desa lain yang juga men- num biasanya mereka harus berjalan jadi wilayah sasaran program ProAir. Kabupaten Lain tidak kurang dari 2 kilometer ke mata Faktanya masyarakat desa Pili dan Selain di kecamatan Kodi, kisah air atau pilihan lainnnya mengambil desa Kamura berhasil mengumpulkansukses ProAir melaksakan air minum air di sungai yang berjarak 1,5 km. dana pemeliharaan tidak lebih dari tigamulti desa juga dapat dipetik di desa Terdorong oleh kesulitan untuk minggu. Beberapa wakil masyarakat Pili dan desa Kamura memenuhi kebutuhan akan air bersih desa Pili kemudian mendatangi kan- y a n g yang mereka rasakan selama berta- tor ProAir membawa usulan, lengkap 6
  • Edisi II, 2010dengan bukti tabungan awal berupa tuk tambahan dalam membayar iuran untuk peningkatan keuangan kelom-foto copy buku rekening bank se- bulanan. Rupanya dengan menga- pok. Khusus untuk keuangan kelom-nilai Rp.7.000.000,- dan beberapa lami proses pendekatan yang me- pok Banum Aitum ini, hingga Bulandokumen kesepakatan masyarakat nempatkan masyarakat sebagai pelaku September 2009 tercatat pemasukansebagaimana yang disyaratkan oleh utama benar-benar membangun rasa sebesar Rp. 25.974.370.– yang berupaProAir. kemandirian, sekaligus mendorong kumpulan tabungan awal dan iuran. Menanggapi usulan tersebut, Pro- kesadaran agar masyarakat bertang- Sedangkan pengeluaran digunakanAir menindaklanjuti dengan beberapa gung-jawab terhadap keberlanjutan untuk biaya insentif pengurus, biayakegiatan ikutan, baik perencanaan hasil pembangunan itu sendiri. rapat, pengadaan inventaris, perawat-bersama masyarakat, pelatihan mau- Rasa kepemilikan dan kesadaran an sistim (penggantian mata kran),pun kegiatan konstruksi. Masyarakat untuk menjaga keberlanjutan hasil transport, ATK dan lain lain, sebesarsangat antusias dan proaktif didalam pembangunan inilah yang mendo- Rp.7.495.549,-.mengikuti proses tersebut karena rong masyarakat yang terwadah dida- Sehingga saldo kas Kelompok Ba-masyarakat benar-benar ingin keluar lam Badan Pengelola Sarana Air Ber- num Aitum ini sampai akhir Bulan Sep-dari kesulitan yang mereka alami se- sih (BP-SAB) “Banum Aitium” untuk tember 2009 sebesarRp.18.478.821,-.lama ini. secara serius membenahi kelom- Menariknya, tercatat bahwa iuran bu- Selanjutnya apa yang terjadi ? Ber- poknya. Terbukti dengan terbangun- lanan sudah dilunasi oleh masyarakatkat kerjasama dengan ProAir, partisi- nya sebuah gedung semi permanen (anggota cakupan) sampai denganpasi aktif, ketekunan dan kerja keras untuk kantor kelompok berukuran Desember 2010 yang secara adminis-mereka akhirnya membuahkan hasil 6 x 16 m, penyusunan aturan main tratif dibukukan dengan baik dan ter-dengan terbangunnya sarana air ber- (AD/ART) yang kemudian dilegalisir atur oleh Bendahara kelompok. De-sih sistim perpipaan gravitasi dengan dengan diterbitkannya Akte Notaris mikian pun dari sisi teknis, kelompokjalur pipa sepanjang 5.403 meter dan Kelompok, penyusunan Rencana sudah memiliki tenaga-tenaga teknis11 buah Tugu Kran (TK). Sistem Kerja dan Cashflow Tahunan kelom- yang trampil. Para tenaga ini telahtersebut dapat melayani 274 Kepala pok, pengumpulan iuran bulanan mengikuti magang pada saat peker-Keluarga atau populasi ber- jaan konstruksi berlangsung.jumlah 680 jiwa. Selain itu Disamping itu, mereka jugaterdapat juga 5 unit Sumur telah dibekali dengan peralat-Gali yang melayani 166 an dan pelatihan teknis olehKepala Keluarga atau sekitar tenaga-tenaga profesional501 Jiwa. Untuk sarana sani- dari ProAir sebelum sistemtasi, terdapat 14 unit Lantai diserah-terimakan kepadaCuci/Kamar Mandi dan 1 masyarakat.buah WC sehat sebagai per- Tentu saja semuanyacontohan. Kini masyarakat ini menjadi suatu kebang-cukup puas dan senang de- gaan bagi masyarakat karenangan hadirnya sarana-sarana ternyata hasil dari jerih payahyang ada. dan kerja keras mereka juga Karena air yang ada, mendapatkan apresiasi posi-ternyata tidak hanya un- tip dari pihak luar yang ter-tuk kebutuhan mandi, cuci, panggil untuk menempatkanmasak dan minum, tapi masyarakat sebagai pelakukelebihan penggunaan air utama dalam pembangunanyang ada, mereka dapat me- demi keberlanjutan hasilmanfaatkan juga untuk usa- pembangungan itu sendiri.ha pekarangan seperti mena- (eko/ProAir.org)nam sayur demi pemenuhankebutuhan gizi keluarga.Selain juga dapat dijual un- PRO AIR 7
  • Laporan Utama PRO AIRK odi Utara di Nusa Tenggara yang dibiayai oleh KfW dan GTZ, bantuan ProAir untuk membangun Timur adalah satu daerah memulai kegiatannya di Sumba pada sistem air. di Sumba Barat Daya, yang tahun 2002. Direncanakan akanmengalami kesulitan air hampir berakhir tahun 2010. Mata Air “Mataloko”sepanjang tahun. Meskipun selama Pada tahun 2005-2006, pada Sumber air yang cukup besar dimusim hujan, air melimpah, tanah saat survei, sistem perpipaan dari Kodi hanya satu yaitu “Mataloko”karang dan struktur batuan karst masyarakat sudah rusak sedangkan dengan debit antara 40 sampai 250mengakibatkan daya simpan air sumur dalam yang ada membutuhkan liter per detik. Sumber ini letaknya direndah. Pemerintah telah berupaya operasi dan pemeliharaan pompa sebuah gua di perbukitan Wailabuburmengatasi melalui beberapa proyek yang tidak sedikit biayanya. Harga di hutan Rokoraka. Survai tim ProAirpenyediaan air yang lalu berupa pe- air menjadi mahal karena air dari menunjukkan bahwa sumber air ininyediaan sumur dangkal maupun sumur atau sungai diangkut dengan dapat dimanfaatkan untuk memasokdalam, dan sistem perpipaan gravitasi, kendaraan yang biayanya dapat air bagi sekitar 50.000 orang yangnamun kelihatan hanya berfungsi mencapai Rp.150.000 untuk sekali bermukim di 10-12 desa. Akan tetapi,sebagian. angkut sebanyak 2-4 m3 yang hanya usaha membangun sistem sebesar ini Kemudian proyek terbaru adalah cukup untuk kebutuhan seminggu. sebenarnya melampaui kerangka kerjaProAir, yaitu proyek penyediaan air Di samping itu, air yang dibeli ProAir karena ternyata bukan lagibersih pedesaan di NTT (Rural Water tersebut maupun sumber air di daerah pembangunan sistem pedesaan yang Supply Project NTT), ini sudah tercemar berat. Masyarakat sederhana. beberapa desa di Kodi lalu meminta Meskipun demikian, setelah pem- 8
  • Edisi II, 2010bahasan dan perundingan panjang tanggal 31 Juni 2007. Rencana Rinci (Detailedantara Tim Pengarah (“Steering Pada tanggal 4 Juli Keberha Keberhasilan Engineering Design/Committee”) di Jakarta (lebih dikenal 2007 sumbangan uang i i atas usaha DED). ini Pada tanggalsekarang sebagai Pokja AMPL) dan dari masyarakat yang dan kerja sama 13 Agustus 2007, KfWpemerintah daerah kabupaten Sumba terkumpul berjumlah kelompok menyampaikan padaBarat Daya, akhirnya KfW (Kredit Rp.424.034.505, atau masyarakat Kementerian KesehatanAnstalt fuer Wiederaufbau) bersedia 94% dari jumlah yang bahwa semua prasyarat bamenyediakan dukungan teknis dan dibutuhkan sebesar Rp. untuk sistem di Kodi telah unkeuangan and GTZ (Gesellschaft 450 juta. Keberhasilan terpenuhi dan tidak ada terfuer Technische Zusammenarbeit) ini atas usaha dan kerja sama lagi keberatan pelaksanaan lagbersedia menyediakan dukungan kelompok masyarakat dan pemerintah pembangunan sistem Kodi. pemuntuk pemberdayaan masyarakat daerah dalam Maka dimulailah pembuatan DED mengembangkan M k di ldalam membangun sistem multi-desa di empat desa (Wailabubur,Hombakaripit, Hoha Wungo danKori). Adapun dukungan ini bersyaratbahwa masyarakat menyediakan sum-bangan uang tunai (in-cash) dantenaga kerja serta bahan/tenaga (in-kind) serta bersedia pula mengelolasistem tersebut. Sebagai langkah awal dilakukansurvai yang meliputi pengukuransumber air dan penyelidikan alter-natif mengingat geografi daerah Kodisangat datar. Selain itu, dilaksanakanpembahasan mendalam mengenaihasil yang diharapkan dari segi sosial,kelembagaan, keuangan dan teknissebelum ada keputusan akhir. Padasaat yang sama juga diputuskan untukmembangun organisasi pengelola PRO AIRkhusus yang berazaskan ‘kepemilikanoleh masyarakat’, ‘pengelolaan secara pendekatan inovatif, misalnya dengan dan persiapan tender berdasarkanprofesional’ dalam ‘kerangka hukum’ menghitung sumbangan uang dalam perhitungan besaran yang ‘aman’ dariyang jelas. satuan volume beras. Sumbangan sumber Mataloko yaitu 32 liter per Pada tahun 2006 dibuatlah uang yang dituntut untuk mendukung detik.Master Plan untuk Kodi Utara dan pembangunan sistem penyediaan Tetapi sistem kompleks seperti inipada tahun 2007 dana sumbangan air oleh ProAir dimaksudkan bukan bukanlah tanpa tantangan. Dalammasyarakat mulai dikumpulkan dan untuk membayar konstruksi tetapi kurun waktu antara bulan Oktoberpersiapan awal kelompok pengelola air sebagai simpanan untuk pembiayaan dan November 2007, konsultandilakukan. Pada tanggal 25 November awal operasi dan pemeliharaan sistem yang melaksanakan pemberdayaan2006 dan sekali lagi di awal 2007, para oleh kelompok masyarakat pengelola masyarakat berkesimpulan bahwapemangku kepentingan berkumpul di air (tabungan pemeliharaan). pembayaran dengan satu hargaKodi dan sepakat bahwa sekurang- Dengan terkumpulnya dana ter- (flat rate) seperti umumnya dalamkurangnya 75% dari sumbangan sebut, para pemangku kepentingan sistem berbasis masyarakatuang sebesar Rp 30,000 per anggota memutuskan persiapan pembangunan di daerah pedesaan tidakkeluarga bagi sekitar 15.000 pemakai sistem penyediaan air di Kodi dapat mencukupi kebutuhanair harus sudah terkumpul pada dilanjutkan, termasuk pembuatan 9
  • Laporan Utamappendanaan yang berkelanjut untuk y g berkelanjutan j masyarakat dan Camat Kodi Utara tardesa untuk pengelolaan menyelu-sistem ddengan k kran umum. Untuk dan difasilitasi ProAir dan Pemda ruh dengan mempertimbangkan ke-dapat mencapai tingkat pelayanan dan Sumba Barat Daya. Kelambatan terwakilan yang layak. Pada akhirnyapengumpulan dana yang dibutuhkan proses diperparah oleh masalah organisasi ini bahkan lebih besar daridalam pengelolaan profesional, diper- dengan kontraktor lokal dan hujan organisasi perusahaan daerah air mi-lukan sistem kombinasi dengan kios yang sepanjang tahun. Masalah num di Sumba Barat.air dan sambungan rumah. lain adalah sukarnya memperoleh Struktur organisasi untuk sistem DED terpaksa disesuaikan dan ijin Kementerian Kehutanan untuk multi desa Kodi yang dikembangkanbaru bulan April 2008 proses tender membangun jalur pipa transmisi dalam tahun 2007/2008 adalahuntuk pipa transmisi dapat dimulai. di hutan Rokoraka. Karena sistem berdasar konsep pada halaman berikut: (lihat diagram) Unit Profesional yang menun- tut adanya staf yang digaji sedang diseleksi dan dilatih. Anggota unit ini akan melakukan pengelolaan, operasi dan pemeliharaan rutin ha- rian sedangkan organisasi bersama antardesa akan mengawasi mereka. Konsep pengelolaan ini dikembang- kan tahun 2007 dan dalam pengem- bangannya akan disesuaikan dengan keadaan setempat. Akan tetapi pada saat air mulai mengalir nanti pada akhir 2010, semua sumberdaya sudah harus terbentuk dan siap berfungsi. Pada saat ini tarif air ditetapkan Rp.5 per liter atau Rp.100 untuk satu ember atau jeriken 20 liter. Untuk itu digunakan koin khusus yang diproduksi oleh proyek, sampai saat PRO AIR ini sudah ada 250.000 butir. Satu koin bernilai Rp.2.550 untuk membayarTender untuk pipa transmisi dan tata kelola dan status hukum 510 liter.sistem distribusi, maupun suplai,harus kawasan hutan yang kurang jelas, Pipa transmisi saat ini masihdilaksanakan secara terpisah. Selain proses perolehan ijin (sementara) sedang dibangun. Bila selesai makaproses persiapan dan penilaian yang membutuhkan hampir satu tahun. akan ada 6,8 km pipa transmisi danmembutuhkan waktu lama, sistem Selama waktu itu, pekerjaan kons- 46,4 km pipa distribusi. Masyarakatberbasis masyarakat seperti ini juga truksi transmisi terhenti. telah membangun 57 kios, satumenghadapi banyak masalah dalam diantaranya akan dimanfaatkan khu-pelaksanaan konstruksi. Misalnya, Organisasi Multi Desa sus bagi truk air. Dari target 210bergesernya jalur pipa karena renovasi Berbasis Masyarakat sambungan rumah sudah terpasangatau pelebaran jalan. Atau perlunya Meskipun demikian, pada tahun 170. Diharapkan pada akhir Tahunpembelian tanah di perbatasan desa 2009 pembangunan sistem ini cukup 2010 sistem ini akan rampung danNoha dan Wailabubur karena hanya maju, bukan saja dari segi konstruksi beroperasi. Investasi total KfWtempat ini, yang sedikit lebih tinggi, tetapi juga dengan terbentuknya or- adalah Rp.37 Milyar atau sekitar 3cocok untuk pembangunan reservoir ganisasi berbasis masyarakat. Tim juta Euro.umum sebesar 400 m3. Pembelian ProAir telah bekerja keras memba- Proses pengembangan dan pem- tanah ini diatur oleh ngun organisasi masyarakat ini, tidak bangunan sistem multi-desa yang saja di tingkat desa tetapi juga an- kompleks ini panjang dan sulit kare- 10
  • Edisi II, 2010 Diagram Konsep Struktur Organisasi Penyedia Air Bersih Kodi Utara Pimpinan Konsultasi dan Manajer Umum Komite Rekomendasi Keuangan Dewan Federasi Koordinasi Audit Harian Laporan Laporan Rutin Keuangan Rekomendasi 4 Anggota Terpilih Bagian Bagian Teknis Keuangan Staf Staf Federasi Pengelola Air --- --- 4 --- --- Kepala Komite Pelaksana Kepala Kepala Kepala Kepala Komite Komite Komite Komite Pelaksana Pelaksana Pelaksana Pelaksana Komunikasi dan Kerjasama Harian Pelaksana Pelaksana Pelaksana Pelaksana Harian Harian Harian Harian dikelola oleh Organisasi Berbasis Anggota Masyarakat (Community Based Orga- nization atau CBO), yang meman- faatkan keahlian profesional, yang diharapkan menjadi organisasi yang Asosiasi Asosiasi Asosiasi Asosiasi berkelanjutan dalam melayani kebu- Pengelola Pengelola Pengelola Pengelola tuhan air masyarakat, Kodi. Dengan liputan 10 desa dan 50.000 pemakai air, sistem ini seukuran dengan sistem bagi satu kota agak besar di NTT. Penguna memilih perwakilan untuk masing-masing Asosiasi Pengelola Untuk itu dibutuhkan dukungan bagi CBO, akses terhadap informasi Pengguna Pengguna Pengguna Pengguna dan “expertise” (keahlian pengetahuan khusus) dan ketersediaan bahan dan peralatan yang tepat, dana yang cu- kup dan terjamin, serta keahlian di bidang kelembagaan dan teknis. Dan pada akhirnya dibutuhkan prosesna selain melibatkan banyak pihak, struksi. Banyak masalah dihadapi. yang tepat untuk mengembangkanproses ini menghadapi berbagai per- Namun demikian, berkat kerja sama organisasi tersebut sebagai pemilikmasalahan. Banyak orang terlibat. antara masyarakat dan pemerintah dan pengelola yang sah.Tim motivator masyarakat memban- daerah, difasilitasi oleh tim proyektu mempersiapkan dan membimbing kebanyakan masalah dapat diatasi. Penulis adalahmasyarakat.Tenaga teknis (engineer Pemerintah daerah Sumba Barat Team Leader Financial Cooperationdan site inspectors) merancang, me- Daya sangat mendukung dan meren- ProAir (Depkes, KfW Component)ngelola dan mengawasi konstruksi canakan mengembangkan lebih lanjutdan para kontraktor pelaksana kon- tipe sistem baru ini yaitu sistem yang 11
  • Bernd Ugner:Menitikkan Air Mataberkisah Perjuangan Bocah NTTMenghargai Air Minum PRO AIRS ALAH satu tokoh di balik suksesnya program tahun 2003 terlibat dalam program Pro Air dalam Pro Air dalam memberikan layanan air menyediakan air minum berbasis masyarakat di NTT. minum bagi masyarakat Nusa Tenggara Saat pertama kali bersentuhan dengan masyarakat Timur (NTT) adalah Bernd Ugner. Pria NTT khususnya di pedesaan, kondisi saat itu belum jangkung berkebangsaan Jerman ini bertinggi ada kesadaran masyarakat tentang sanitasi danbadan 198 cm, boleh jadi dia merupakan salah satu hidup dengan lingkungan yang sehat. Pertama kali“champion” di balik sukses air minum multi desa di saya berada di Sumba Timur yang kondisinya lebihNusa Tenggara Timur. memprihatinkan lagi. Ketersediaan air sangat terbatas, “Saya sering terharu jika mengingat perjuangan warga harus berjalan kaki hingga puluhan kilo meterwarga desa terpencil di Nusa Tenggara Timur untuk untuk mendapatkan air minum di sumber mata airmendapat air minum. Salah satu cerita yang tidak Nabbo.pernah saya lupa, seorang anak berumur 10 tahun Menurut Bernd, salah satu kendala paling besaryang berjalan 3 km menenteng jerigen ke salah dalam penyediaan air multi desa di NTT adalahsatu mata air. Ketika sampai di mata air dan mengisi persoalan geografis dan juga persoalan budaya.jerigennya, dia tidak membuang sisa air yang dia dapat Persoalan geografis sangat jelas karena hampirtapi dimasukan kembali ke dalam sumur. Anak sekecil sebagian besar pedesaan di NTT berbukit-bukit,itu menyadari pentingnya air bagi saudaranya yang sedangkan persoalan budaya karena warga di NTTlain,” ujar Bernd terharu ketika mengisahkan cerita punya kebiasaan untuk tinggal di atas bukit, sedangkan tersebut kembali kepada Percik . mata air di bawah. Mereka tidak mau mendekati mata Bernd Ugner telah sejak air dan lebih suka berada diatas bukit karena alasan 12
  • Edisi II, 2010untuk bertahan dari serangan musuh lebih mudah. Air minum terdapat jauh di dalam tanah yangIni sangat kuat mereka pegang teguh. Padahal alasan gersang dan berbatu-batu di NTT. Masalahnyaini sangat tidak masuk akal, karena jika musuh sudah bagaimana mengangkat air tersebut ke permukaan,menguasai sumber air, tentunya mereka tidak akan yang dibutuhkan masyarakat terutama yang tinggal dipernah dapat air. Mereka juga tidak lagi bisa pindah dataran tinggi. Di NTT juga terdapat sungai-sungai yangke sumber air karena di bukit-bukit tersebut leluhur airnya berlimpah ruah.mereka dikubur. Posisi dan peran Pemda cukup positip sekalipun Ketika pertama kali membuat program Pemda sendiri sedang menghadapi masalahpemberdayaan masyarakat untuk memperoleh air desentralisasi. Spesialisasi merupakan salah satuminum di Sumba Timur, dari sejumlah kecamatan masalah, selain pengawasan, kerja sama antarintansihanya dua kecamatan mengusulkan perlu mendapat serta pelayanan masyarakat. Aktivitas PDAM lebihbantuan teknis dan prasarana. Sedikitnya 84 desa diarahkan pada penyediaan air minum di perkotaan,mengusulkan perlu mendapat kebutuhan air sementara dana rutin dari pemerintah pusat tidaksecepatnya, sayang sejumlah usulan banyak kelemahan mencukupi untuk penyediaan air minum di pedesaan.karena persoalan budaya dan sumber air berada di ProAir merupakan proyek air minum yang berbasisbawah desa dan perlu waktu untuk mengangkat ke masyarakat, dengan tujuan agar masyarakat dapatatas. Dari sejumlah usulan tersebut ( 84 desa) ternyata menjaga dan mengelola sarananya sendiri. Hal inihanya 8 desa yang cocok dengan sistem gravitasi, merupakan penjabaran kebijakan nasional yangini yang di bantu Pro Air saat itu. Banyak desa yang tercantum dalam Kebijakan Nasional Pembangunanterpisah-pisah, jarak rumah satu dengan lain agak Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasisberjauhan. Banyaknya usulan ini menunjukan bukti Masyarakat. Tentu tidak mudah untuk mengubahkebutuhan air sangat tinggi. perilaku masyarakat agar dapat bertanggung jawab “ Kami keliling ke setiap desa dan melihat sejauh dalam mengelola sarananya sendiri.mana kebutuhannya. Kami melihat hal ini sangat Proyek ini berbeda dengan proyek konvensionalserius. Saat itu memang sangat dilematis, jika mereka lainnya, dimana sistem sudah jadi dan digunakan.diberikan pompa air untuk mengangkat air ke atas Dalam ProAir, dibutuhkan perjuangan yang sangatbukit sangat sulit karena tidak ada listrik dan solar. sulit untuk dapat membuat masyarakat sadar akanDan kami juga ragu masyarakat mampu mengelolanya. kegunaan dari sistem tersebut, dan sasaran akhirAkhirnya, kami hanya membantu 8 desa. Investasi yang adalah masyarakat mampu menjaga, mengeloladiberikan Pro kami kepada tiap orang sekitar 100 Euro dan memelihara sendiri sarananya. “Jadi janganper kepala,” ujarnya. berburuk sangka dulu karena Pro Air, merupakan proyek dalam ProAir, konstruksiair minum pemerintah Jerman adalah suatu proses bukandi NTT yang bermula di 3 hanya bangun dan jadi. Tetapikabupaten yaitu Sumba Timur, juga penting bagaimanaSumba Barat dan Timor Tengah dengan keberlanjutannya.Selatan (TTS). Kemudian Hal ini yang mau dicapai olehmeluas ke kabupaten Alor dan ProAir. saya sendiri sudahEnde. ProAir adalah program mengalami bagaimana sulitnyapenyediaan air minum yang melaksanakan program ini,”berbasis masyarakat pedesaan katanya.yang menggunakan sistim Bagaimana sulitnyagravitasi dan sumur gali. memberi pengertian kepadaProAir melibatkan semua masyarakat pedesaan. Sampaipihak termasuk insinyur yang saat ini kami masih belajarmenyusun desain dan program dan mencari bentuksesuai dengan aturan main yang paling optimal agarstandar internasional, serta program ini berhasil.berkesinambungan. PRO AIR 13
  • PRO AIRKomitmen yang diharapkan dari masyarakat adalah pemerintah kabupaten di Nusa Tenggara Timur.masyarakat sadar untuk mengelola dan memelihara Dalam lingkup kerjasama ini, GTZ menyediakansarana umum khususnya air minum agar sistem bantuan teknis untuk pemberdayaan masyarakat,dapat bertahan selama mungkin dan tidak hanya jadi sementara KfW menyediakan bantuan dana untukmonumen. investasi. Mitra kerja ProAir di daerah adalah Badan Ini merupakan realita di desa-desa di hampir Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda),semua kabupaten di provinsi Nusa Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum, dan BadanTenggara Timur. Curah hujan yang Pemberdayaan Masyarakat Desa (BMPD).kecil, kondisi lahan yang kering Tujuan dari ProAir adalah membentuk strukturdan kritis telah menjadikan air manajemen sederhana di tingkatsebagai suatu barang yang langka. desa yang memungkinkanHampir setiap rumah tangga di Harus Harus diakui, lanjut kemandirian didalam pengelolaanpedesaan harus mengirimkan salah Bernd antusiasme sistem penyediaan air minum dansatu anggotanya untuk berjalan warga NTT untuk sanitasi yang berkesinambungan.kaki mengambil air di tempat mendapatkan air dapat Program ini juga membantuyang cukup jauh setiap hari. Tidak dilihat dari kontribusi pemerintah daerah dalam rangkaterkecuali anak-anak. Banyak tenaga bagi kelancaran pembentukan dan pemberdayaanwaktu belajar yang terbuang akibat pembangunan sarana organisasi pengelola danharus “menarik” beban memenuhi air minum di desa infrastruktur, membangun sistemkebutuhan air di rumah. mereka.. pemantau struktur air, dan Harus diakui, lanjut Bernd menyusun peraturan perlindunganantusiasme warga NTT untuk mendapatkan air sum sumber air.dapat dilihat dari kontribusi tenaga bagi kelancaran Dampak yang diharapkan dalampembangunan sarana air minum di desa mereka. Tua, jan jangka panjang, penyediaan air minummuda, laki-laki, perempuan, semua hadir mewujudkan dan sanitasi yang berkesinambunganimpian bersama. Kerjasama ini bersifat mutlak bagi diharapkan dapat meningkatkan kondisi kesehatanpeningkatan rasa memiliki dari masyarakat terhadap masyarakat. Jarak yang semakin dekat ke sumber airsarana. minum akan mengurangi waktu yang dihabiskan para Dijelaskan oleh Bernd apa yang dilakukan ProAir ibu dan anak-anak untuk mengambil air. Hal ini akanmerupakan sinergi dari program Kementerian membuka peluang untuk melakukan aktivitas yangKesehatan Republik Indonesia (Kemenkes), lebih produktif yang pada akhirnya akan mengurangiKfW Bankengruppe (Grup Perbankan KfW), dan tingkat kemiskinan. Dengan memindahkan tanggungGerman Technical Cooperation (GTZ) yang sepakat jawab atas pengelolaan air dan sanitasi kepada melaksanakan bersama program ProAir masyarakat akan menciptakan kesempatan kerja baru beserta Pemerintah- dan diversifikasi ekonomi. 14
  • Regulasi Edis I 2010 Edisii III,, 2010 Pengaturan Tata Kelola Air Perlu Payung Hukum KuatA ir merupakan karunia Tuhan untuk umatnya, ter- Kewenangan Pengelolaan masuk seluruh rakyat Indonesia, sedangkan dalam Sejak berlakunya Otda melalui UU No. 22 Tahun Pasal 33 ayat 3 UUD 1945 diamanatkan bahwa 1999 hingga direvisi menjadi UU No 32 Tahun 2004,penguasaan atas bumi, air, dan ruang angkasa, serta keka- undang-undang yang berhubungan pengelolaan air adalahyaan yang terkandung di dalamnya itu untuk diperguna- UU No.7 Tahun 2004 tentang Sumberdaya Air. Dalamkan sebesar-besarnya demi kemakmuran rakyat. Pengua- UU Sumber Daya Air dua jenis kewenangan ini dinyata-saan yang dimaksud tidak menempatkan negara sebagai kan secara detail (pasal 16 sampai 18). UU Sumberdayapemilik (ownership), tetapi tetap pada fungsi-fungsi penye- Air memberikan kewenangan dan tanggung jawab daerahlenggaraan negara. atas pengelolaan sumberdaya air yakni dalam hal menetap- Air merupakan kebutuhan makhluk hidup yang paling kan kebijakan pengelolaan sumber daya air, menetapkanhakiki, termasuk manusia, tanaman dan hewan, oleh sebab pola pengelolaan sumber daya air, menetapkan rencana pe-itu air perlu ditata penggunaannya ngelolaan sumber daya air, menetapkanagar memberikan manfaat bagi rakyat- dan mengelola kawasan lindung sumbernya. Dalam jaringan distribusi air, air, melaksanakan pengelolaan sumberdiperlukan suatu sistem yang terkoor- daya air, mengatur, menetapkan dandinasi, baik antara para pelaku mau- memberi izin penyediaan, peruntukan,pun pembuat kebijakan, dan jaminan penggunaan, dan pengusahaan air,perolehan air yang cukup. membentuk dewan sumber daya air, Begitu pentingnya masalah air, memenuhi kebutuhan pokok minimalbaik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atas air dan menjaga efekti-hajat hidup rakyat banyak maupun vitas, efisiensi, kualitas, dan ketertibanuntuk kebutuhan pertanian (teruta- pelaksanaan pengelolaan sumber dayama tanaman pangan) dan keperluan air pada wilayah sungai dalam satupada sektor lainnya. Tidak dapat kabupaten/kota. Dengan cara sepertidipungkiri bahwa air menjadi suatu itu, UU Sumber Daya Air secara leng-komoditas yang memiliki posisi stra- kap menguraikan tentang kewenangantegis dari kepentingan-kepentingan baik yang sifatnya substantif maupununtuk pemenuhan kebutuhan hajat teknis. Kewenangan teknis terutamahidup, bisnis, industri, pertanian/iri- POKJA menyangkut pengaturan, penetapan,gasi, maupun ketahanan pangan yang menjadi bagian dari pemberian izin, penyediaan, peruntukan, penggunaan,sistem ketahanan nasional. Posisi air yang strategis dalam dan pengusahaan air serta pembentukan dewan sumber-menguasai hajat hidup orang banyak, maka tidak dapat di- daya air sedangkan kewenangan substantif adalah delapanelakkan bahwa air akan menjadi persoalan tarik menarik dari kewenangan lainnya yang secara singkat dapat dikatakanberbagai kepentingan. Oleh karena itu, persoalan air harus sebagai kewenangan otonomi pengelolaan SDA.ditata dengan baik melalui perangkat peraturan perundang- Di dalam UU Sumber Daya Air terlihat banyakundangan yang dapat melindungi dan mewujudkan keter- mengatur soal partisipasi masyarakat. Dalam bagiantiban umum yang mencerminkan keadilan masyarakat. menimbang huruf (d) dikatakan: ‘Sejalan de- ngan semangat demokratisasi, 15
  • Regulasidesentralisasi, dan keterbuk , keterbukaan dalam tatanan kehidupan Perizinanbermasyarakat, b bb k berbangsa, d bernegara, masyarakat perlu dan Dapat dipahami bahwa perizinan memang menem-diberi peran dalam pengelolaan sumber daya air’. Keten- patkan posisi dan peran negara sesuai dengan filosofi dasartuan ini selanjutnya diatur lebih komprehensif dan meluas konstitusi (UUD 1945), dalam UU SDA penting untukdalam BAB XI Tentang Hak, Kewajiban dan Peran Serta menempatkan rasa keadilan masyarakat. Perizinan mengacuMasyarakat. Dikatakan bahwa “masyarakat mempunyai pada pemikiran perlindungan terhadap kepentingan rakyatkesempatan yang sama untuk berperan dalam proses peren- banyak terhadap kebutuhan air baku dan konsep pelestariancanaan, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap pengelolaan lingkungan hidup dan kelestarian sumber daya air. Perizinansumber daya air”. Pelaksanaan partisipasi itu kemudian akan dalam UU SDA diberlakukan secara menyeluruh (pasaldiatur dalam Peraturan Pemerintah. UU ini juga menetap- 45), termasuk penggunaan air pada lokasi (4a), Pemanfaat-kan hak masyarakat yang harus dipenuhi sebagai prasyarat an wadah air (4b), pemanfaatan daya air (4c), alokasi airterlaksananya partisipasi yang sejati. Hak-hak tersebut ada- untuk pengusahaan dan rencana pengelolaan sumber dayalah hak informasi, mendapat manfaat, ganti rugi, keberatan, air (pasal 46).laporan dan pengaduan dan hak menggugat ke pengadilanatas pengelolaan sumber daya air. Air Baku Rumah Tangga Di dalam hal penyediaan air minum rumah tangga,Pengaturan Hak Atas Air maka pengembangan sistemnya menjadi tanggungjawab Hak Guna Air pemerintah dan pemerintah daerah, akan tetapi penye- Hak guna air yang disebutkan pada UU SDA pasal lenggaraannya dapat diberikan kepada BUMN/BUMD,6, 7, 8, dan 9 dibagi menjadi 2 (dua) kategori, yaitu hak Koperasi, badan usaha swasta, dan masyarakat (UU SDAguna pakai air dan hak guna usaha air. Hak guna pakai pasal 40). Pengaturan terhadap pengembangan sistem pe-air adalah hak penggunaan air untuk kebutuhan pokok nyediaan air minum bertujuan untuk:sehari-hari atau nonkomersial, sementara hak guna usaha a. terciptanya pengelolaan dan pelayanan air minumair adalah hak untuk mengusahakan air bagi tujuan-tujuan yang berkualitas dengan harga yang terjangkau;komersial. Hal ini secara eksplisit telah menempatkan air b. tercapainya kepentingan yang seimbang antara kon-sebagai barang komoditi yang dapat diperjualbelikan. Hak sumen dan penyedia jasa pelayanan; danguna air tidak dapat disewakan atau dipindahtangankan, c. meningkatnya efisiensi dan cakupan pelayanan airsebagian atau seluruhnya, sedangkan Hak guna pakai air minum.diperoleh tanpa izin untuk memenuhi kebutuhan pokoksehari-hari bagi perseorangan dan bagi pertanian rakyat Konservasiyang berada di dalam sistem irigasi. UU SDA menekankan konsep pelestarian (konservasi) Hak guna pakai air memerlukan izin oleh Pemerintah sumber daya dan distribusi untuk menjaga stabilitas sumberatau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya daya dan siklus air, serta pemikiran administratif (perizinanapabila: dan pemberian hak). Konservasi mendapat penekanan un- a. cara menggunakannya dilakukan dengan mengubah tuk kelangsungan sumberdaya air yang telah mengalami kondisi alami sumber air; pengrusakan pada hutan-hutan di daerah hulu (pegunung- b. ditujukan untuk keperluan kelompok yang memer- an) dengan usaha-usaha pencegahan secara konkrit. lukan air dalam jumlah besar; atau Pengrusakan hutan dan lingkungan yang dilakukan c. digunakan untuk pertanian rakyat di luar sistem iri- secara sistematis sebagaimana pada UU No. 23 tahun 1997 gasi yang sudah ada. tentang Lingkungan Hidup mendapatkan perhatian yang Hak guna pakai air meliputi hak untuk mengalirkan lebih serius, penghukuman dan penjeraan terhadap pelaku-air dari atau ke tanahnya melalui tanah orang lain yang pelaku pengrusakan dirumuskan dalam konsep pemidanaanberbatasan dengan tanahnya berdasarkan persetujuan dari yang begitu berat baik pemidanaan badan maupunpemegang hak atas tanah yang bersangkutan (dapat berupa pembebanan ganti rugi dan denda yang sebesar-besarnya.kesepakatan ganti kerugian atau kompensasi). Hak guna Konservasi harus menumbuhkan semangat kepada seluruhpakai ini dapat diberikan kepada perseorangan atau badan unsur masyarakat untuk menjaga kelestarian sumber dayausaha dengan izin dari Pemerintah atau pemerintah daerah air, pertanian konservasi pada wilayah hulu untuk dirangsang sesuai dengan kewenangannya. menumbuhkan semangat konservasi.(eko/dewi) 16
  • Agenda Edisi II, 2010 ISTIMEWA Planet. One Future” (Banyak Spesies. Satu Planet. Satu Masa Depan). Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2010, sebagaimana dilansir dari situs resmi UNEP akan dipusatkan di kota Kigali, ibu kota Rwanda, sebuah negara di Afrika Timur. UNEP berencana menjadikan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (WED) 2010 sebagai perayaan terbesar dalam merangsang kesadaran publik seluruh dunia akan pentingnya kelestarian lingkungan hidup. Tema WED kali ini berhubungan denganH ari Lingkungan Hidup Sedunia (World pencanangan tahun 2010 sebagai Tahun Internasional Environment Day/WED) diperingati Keanekaragaman Hayati (International Year of pada tanggal 5 Juni setiap tahunnya sejak Biodiversity) dengan COP 10 Convention on BiologicalPBB mengadakan Konferensi Lingkungan Hidup Diversity (CBD) di Nagoya, Jepang yang berlangsungdi Stockholm pada tahun 1977. Peringatan Hari pada 18-29 Oktober 2010.Lingkungan Hidup Sedunia diselenggarakan di bawah Tema ini diharapkan mampu mengajak seluruh duniakordinasi United Nations Environment Programme untuk melestarikan keragaman kehidupan di bumi.(UNEP), yang dibentuk PBB sejak 1977. Memberikan kesadaran bahwa sebuah dunia tanpa Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia keanekaragaman hayati adalah prospek yangtahun 2010 ini, mengangkat tema “Many Species. One sangat suram. Jutaan orang 17
  • Agendadan jjutaan spesies berbagi b p g bersama dalam satu planet yang jatuh pada 5 Juni 2010 di Istana Negara. Indonesia,yang sama, d h dan hanya ddengan bersama-sama kita semua melalui Kementerian Lingkungan Hidup, mengadopsibisa menikmati masa depan yang lebih aman dan lebih semangat seluruh bangsa di dunia, dengan mengusungmakmur. tema `Keanekaragaman Hayati, Masa Depan Bumi Lingkungan hidup, sering disebut sebagai lingkungan, Kita`. United Nations Environment Programme (UNEP)adalah istilah yang dapat mencakup segala makhluk sendiri mengangkat tema `Many Species, One Planet, Onehidup dan tak hidup di alam yang ada di bumi atau Future.`bagian dari Bumi, yang berfungsi secara alami tanpa Pemilihan tema ini dianggap penting oleh Mentericampur tangan manusia yang berlebihan. Lawan dari LH Gusti Muhammad Hatta karena dapat mengingatkanlingkungan hidup adalah lingkungan buatan, yang bahwa Indonesia yang dikaruniai Tuhan kekayaanmencakup wilayah dan komponen-komponennya yang keanekaragaman hayati yang harus diwariskan kepadabanyak dipengaruhi oleh manusia. generasi yang akan datang. “Indonesia dikarunai Hari Lingkungan Hidup Sedunia keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dengandirayakan dalam banyak hal di negara- dimilikinya sekitar 90 tipe ekosistem, 40 ribu spesiesnegara seperti Kenya, Selandia Baru, tumbuhan, dan 300 ribu spesies hewan. KeanekaragamanPolandia, Spanyol dan Amerika hayati yang melimpah merupakanSerikat. Kegiatan yang dilakukan potensi yang dapat dimanfaatkanmeliputi aksi unjuk rasa dan parade Indones Indonesia dikarunai bagi pembangunan ekonomi nasionaljalanan, serta konser, penanaman keanekar keanekaragaman hayati dan peningkatan kesejahteraanpohon, dan kampanye pembersihan. yang sangat tinggi masyarakat,” ujar Muhamad Hatta.Di banyak negara, acara tahunan dengan dimilikinya Presiden SBY sendiri dalamini digunakan untuk meningkatkan sekitar 90 tipe ekosistem, sambutanya mengatakan betapaperhatian politik dan tindakan untuk 40 ribu spesies pentingnya keanekaragaman hayatimeningkatkan kesadaran masyarakat tumbuhan, dan 300 ribu bagi Indonesia dan dunia. “Negaratentang pentingnya memperhatikan spesies hewan n kita memiliki geografi yang khas danmasalah lingkungan. unik. Kita kaya akan biodivertsity uni dan kita juga memiliki kekayaan alam pantai terpanjang di dunia, alam, hut terluas ketiga di dunia. Kaya hutan dengan flora fauna da plasmanufa. Kita memiliki flora, fauna, dan 500 jenis mamalia atau 12 persen yang dimiliki dunia. 500 jenis reptil atau 7 persen yang dimiliki dunia. 1500 jenis burung atau 17 persen yang dimiliki dunia. 38 ribu jenis tumbuhan, 1.260 jenis tumbuhan medis, 700 jenis rumput laut, 450 jenis karang batu, dan 2 ribu jenis ikan,” kata SBY. “Mari kita bayangkan betapa Tuhan Yang Maha Kuasa menganugerahi Indonesia dengan biodeversity seperti itu yang sulit dicarikan bandinganya di negara-negara lain. Oleh karena itu kewajiban moral kita, tugas kemanusiaan POKJA kita, adalah menjaga kelestariannya, dan manakala itu kita gunakan untuk kesejahteraan rakyat, maka Di Indonesia mestilah mempertahankan kaidah-kaidah kelestarian Di Indonesia acara peringatan Hari Lingkungan lingkungan yang baik, yaitu systemable developmentHidup Sedunia mendapat sambutan hangat dari atau pembangunan berkelanjutan. Bukan hanya untukpemerintah dan masyarakat Indonesia. Presiden generasi kita tapi untuk anak cucu kita di masa akanSusilo Bambang Yudhoyono bersama Ibu Negara datang. Green development, pembangunan yang ramah Ani Yudhoyono memperingati Hari lingkungan,” SBY menjelaskan. Lingkungan Hidup Sedunia Dalam kesempatan ini Presiden SBY memberikan 18
  • Edisi II, 2010 FOTO-FOTO: ISTIMEWApenghargaan Kalpataru kepada 12 orang/organisasi untuk Gorontalo, Wakil Gubernur Gorontalo H. Toni Uloli, SE4 kategori, penghargaan Adipura yang pada tahun 2010 menghadiri upacara peringatan tersebut yang didampingiini meningkat menjadi 140 kota dari 126 kota pada Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Marten Taha ditahun 2009. Sedangkan untuk penghargaan Adiwiyata Bumi Perkemahan Bongohulawa Kecamatan LimbotoMandiri diberikan kepada 25 sekolah. Kabupaten Gorontalo. Upacara ini diawali dengan Sejumlah daerah juga menggelar acara peringatan penanaman pohon pelindung yang penanamannyaHari Lingkungan Hidup Sedunia. Pemerintah Provinsi diawali oleh Wakil Gubernur Gorontalo Toni Uloli,Kepulauan Riau, melakukan upacara bendera yang Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Marten Taha kemudiandipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas Gubernur diikuti pejabat lainnyKepri HM Sani di Kantor Gubernur, Tanjungpinang. Puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup DuniaRangkaian acara peringatan di Provinsi Riau Kepulauan 2010 tingkat Jawa Timur dilaksanakan di Bendunganadalah pembuatan buku tentang lingkungan hidup. Selorejo Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang danBuku ini memperoleh penghargaan ditingkat nasional. di Kota batu pada 26 Juli. Kepala Badan LingkunganKegiatan lainnya adalah pengelolaan amdal, melakukan Hidup Prop Jatim, Indra Wiragana SH pada LJ,sosialisasi bahaya limbah B3 bagi lingkungan sekitar mengatakan, rangkaian kegiatan dimulai 23 hingga 26maupun juga pengelolaan serta pemanfaatan air bersih. Juli dengan beberapa kegiatan, diantaranya kemah hijauKegiatan lainnya adalah melakukan nota kesepakatan yang dilaksanakan pada 24 hingga 26 Juli di Bendunganantara Pemerintah Provinsi Kepri, Badan Pengawasan Selorejo-Malang.Kota Batam dan Pemerintah Kota Batam, mengenai Penyebaran angket “Peduli Daerah Aliran Sungaipengelolaan laut. (DAS) Brantas” dilaksanakan pada 23 Juli di Kota Batu. “Adapun puncak peringatan Hari Lingkungan “Dengan penyebaran angket ini dimaksudkan agarHidup adalah penanaman 500 pohon penghijauan di masyarakat tahu tentang kondisi DAS Brantas saat iniSungai Pulai serta pelepasan burung merpati di Kantor sehingga menimbulkan kepedulian untuk berperan sertaGubernur,” kata Kepala Badan Lingkungan Hidup dalam pelestarian dan peningkatan kualitas DAS ini,”Provinsi Kepri, Khairudin Ja’far. kata Indra. Selanjutnya, dengan mengadakan uji emisi Di Provinsi Gorontalo alam rangka memperingati kendaraan agar masyarakat mengetahui potensiHari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Provinsi beban pencemaran CO2 oleh kendaraan bermotor,Gorontalo ke-38 yang dirangkaikan dengan Apel Korpri yang akan dilaksanakan pada 23 Juli di Jalandan Hari Keluarga Nasional ke-17 Tingkat Kabupaten Raya Kota Batu. (eko) 19
  • POKJA P ada tahun 1994 Sidang Umum PBB telah mendeklarasikan tanggal 17 Juni sebagai Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Dunia melalui resolusi Nomor A/Res/49/115 untuk meningkatkan kesadaran publik akan bahaya degradasi lahan. Hal ini menunjukkan bahwa degradasi lahan merupakan masalah global dan merupakan proses degradasi lingkungan yang paling berbahaya di dunia. Sidang Umum PBB tersebut mengajak seluruh negara dan kalangan organisasi masyarakat madani untuk memperingati, dan mendukung kegiatan berkaitan dengan upaya pencegahan dan penanggulangan degradasi lahan setiap tanggal 17 Juni guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap prinsip pembangunan yang berkelanjutan. Sebagai salah satu wujud kepedulian negara kita dan solidaritas terhadap masalah degradasi lahan global, pada tahun 1998 Indonesia meratifikasi Konvensi PBB tentang Penanggulangan Degradasi Lahan dan kekeringan atau United Nations Convention to Combat Desertification, yang disingkat UNCCD, melalui Keputusan Presiden Nomor 135 Tahun 1998. UNCCD juga dikenal sebagai Konvensi Rio, yaitu konvensi hasil Pertemuan Bumi (Earth Summit) di Rio de Janeiro bersama dua konvensi lingkungan lainnya, yaitu Convention on Bio Diversity/CBD (konvensi keanekaragaman hayati) dan UNFCCC (konvensi 20
  • Edisi II, 2010 Degr Degradasi lahan dan k e ke kekeringan secara signifikan mempengaruhi ISTIMEWAkerangka kerja perubahan iklim). seluruh komponen terhadap kehidupan nasional Upaya Departemen Kehutanan keanekaragaman hayatiy sehingga diperoleh dukungan sehiuntuk mengajak masyarakat secara h. di dalam tanah. bul dari pemangku kepentingan bulatbersama-sama menanam pohon mengenai upaya perlindungan dan menmelalui kampanye Indonesia rehabilitasi hutan dan lahan seluruh rehmenanam, seperti Gerakan Nasional Rehabilitasi Lahan DA prioritas di Indonesia. DASdan Perhutanan Sosial (Gerhan), Aksi Penanaman Tema peringatan Ha Penanggulangan Degradasi HariSerentak Indonesia (APSI), Gerakan Perempuan Tanam Lahan Sedunia tahun 2010 ini disesuaikan dengan temadan Pelihara Pohon (GPTPP) adalah merupakan tahun 2010 sebagai Tahun Internasional Keanekaragamanimplementasi dari konvensi UNCCD tersebut di Hayati, yaitu: “Enhancing soils anywhere, enhances lifeIndonesia. everywhere” atau: “Memperbaiki tanah dimanapun, Demikian juga pengembangan Hutan memperbaiki kehidupan dimana-mana”.Kemasyarakatan, Hutan Rakyat, dan Hasil Hutan Bukan Tema tersebut menggambarkan bahwa degradasi lahanKayu (HHBK) yang dilakukan pada lahan-lahan yang dan kekeringan secara signifikan mempengaruhi seluruhharus dilindungi. Namun demikian akhir-akhir ini komponen keanekaragaman hayati di dalam tanah. Luaskegiatan dimaksud lebih banyak hanya dikaitkan dengan lahan kritis dan sangat kritis diseluruh Indonesia sudahpenyerapan karbon sebagai implementasi kerangka kerja melebihi 30 juta ha. Penanggulangan atau rehabilitasi lahankonvensi perubahan iklim (UNFCCC). terdegradasi tersebut harus diprogramkan secara cermat yang Maksud diselenggarakannya peringatan hari sejalan dengan pembangunan pertanian yang berkelanjutanpenanggulangan degradasi lahan ini adalah untuk agar berdampak positif pada kesejahteraan rakyat.mengingatkan kembali akan masalah degradasi lahan Terkait dengan pembangunan AMPL, tentunyadalam kaitannya dengan masalah daya dukung DAS berkurangnya lahan kritis akan meningkatkanuntuk masa depan bangsa. Dengan demikian, tujuan keberlanjutan sumber air, serta mengurangi banjiryang hendak dicapai adalah meningkatnya pemahaman di musim hujan dan kekeringan di musimakan degradasi lahan dan kesadaran akan bahayanya kemarau [Eko]. 21
  • Wacana 15 Juta KK di Indonesia Belum Peroleh Akses Air MinumOleh Lauren DamiarP ersediaan air minum di Indonesia, sebenarnya relatif cukup besar. Indonesia memiliki 6 persen dari persediaan air dunia. Sementara di Asia Pasifik, 21 persen persediaan air ada di Indonesia. Namun dibandingkan Malaysia dan beberapanegara tetangga lainnya di Asia Tenggara, pemenuhanpasokan air bagi penduduk Indonesia lebih rendah. Hingga kini jumlah penduduk Indonesia yangmemiliki akses terhadap air minum kurang dari 40persen. Cakupan air perpipaan secara nasional baru 17persen, jauh dibawah target yang ditetapkan sebelumnya.Jaringan tersebut hanya mencakup 32 persen kawasanperkotaan dan jauh lebih rendah di perdesaan. Cakupannyata di lapangan tentu lebih rendah, mengingat dibanyak tempat, jaringan yang sudah terpasang tidakberfungsi optimal. Saat ini Kementerian Pekerjaan Umum tengah beru-paya keras membangun fasilitas air minum bagi 15 jutaKK di 30.000 desa yang kesulitan air minum di seluruhIndonesia dan dibutuhkan anggaran Rp 15 triliun. Setiaptahun hingga 2010 dibutuhkan Rp 5 triliun. Asumsinyatiap desa membutuhkan Rp 500 juta Kondisi ketersediaan air di Indonesia tidak beda jauh dengan apa yang terjadi di tataran global. Indonesia berhadapan 22
  • Edis I 2010 Edisii III,, 2010dengan persoalan ketersediaan air minum yang terus r kesulitan mendapatkan air minum karena air tercampur pturun 15-35 persen setiap tahun akibat kerusakan alam k minyak. Di Palembang, selama musim kemarau, masyarakatdan pencemaran. Kondisinya akan bertambah parah jika di desa Sungai Rengit, kecamatan Talang Kelapa, dan desapersediaan air minum tersebut dibandingkan dengan Limbang Mulia, kecamatan Pangkalan Balai, kabupatenpertumbuhan penduduk. Pada tahun 2015, jumlah Banyuasin harus bersabar menunggu dalam antrianpenduduk Indonesia diproyeksikan mencapai 245,7 ratusan orang, siang dan malam, untuk mendapatkan airjuta jiwa. Lebih dari setengah jumlah tersebut hidup di minum dari satu-satunya sumur di daerah tersebut. Yangperkotaan dengan penggunaan air minum per kapita lebih tidak tahan mengantri terpaksa membeli air dengan hargabesar dibandingkan penduduk pedesaan. Konsekuensinya, Rp.3.500 per jerigen berukuran 20 liter di Air Batu, 18pertumbuhan permintaan air minum jauh tidak sebanding kilometer dari desa mereka.dengan kondisi ketersediaan dan pertambahan suplainya. Karena itu, tidak terhindarkan mayoritas masyarakat Nusa Tenggara Timur: Daerah Krisis AirIndonesia berhadapan dengan keterbatasan pemenuhan Nusa Tenggara Timur termasuk daerah yang palingair minum sebagai persoalan sehari-harinya. Sekitar 6 sering dan paling parah mengalami krisis air. Krisisjuta rakyat miskin di beberapa tempat di Indonesia harus tersebut baik dalam aspek ketersediaan (kuantitas)membeli air minum dari penjual keliling dengan harga ataupun kualitas. Sepanjang 2007 lalu, hampir setiap hariyang jauh lebih mahal dari harga air PDAM. Setidaknya berita tentang krisis air di Nusa Tenggara Timur mengisiada 15 juta KK di 30.000 desa seluruh Indonesia yang halaman surat kabar lokal. Krisis air minum terjadi hampirtidak memiliki sarana air bersih. merata di seluruh Nusa Tenggara Timur. Dari 19 (kini 20) Sejumlah persoalan air minum terjadi hampir di setiap kabupaten/kota di NTT hanya 5 kabupaten yang relatiftempat. Di distrik Tembuni, Teluk Bintuni, masyarakat tercukupi kebutuhannya. POKJA Di musim kering, debit 29 sumber air dan sembilan sumur pompa yang menjadi sumber air masyarakat kota Kupang turun drastis, dari 10-75 liter per detik pada musim hujan menjadi 0,5-20 liter per detik. Hal ini menyulitkan distribusi air PDAM dengan prinsip gravitasi, sehingga distribusi air berkurang dari 3 hari sekali menjadi 5-7 hari sekali. Selain kekurangan pasokan, masyarakat kota Kupang juga menghadapi persoalan kualitas air bersih. Menurut hasil pemeriksaan Dinas Kesehatan Kota Kupang, 12 sumur galian yang melayani tangki air milik PDAM dan pengusaha lokal untuk dijual ke warga kota berkedalaman kurang dari 80 meter. Berapa di antaranya bahkan berkedalaman kurang dari 10 meter. Karena itu, air yang ada berasal dari air permukaan yang tercemar bakteri. Pedesaan, persoalan ketersediaan air minum lebih berat. Hampir seluruh kecamatan di kabupaten Kupang, yang adalah daerah pedesaan, mengalami krisis air bersih. Warga desa Lefuleo, kecamatan Kupang Barat harus berjalan 4 km dari desanya untuk mendapatkan air bersih. Di desa Baumata Timur, Baumata Utara dan Kuaklalo di kecamatan Taebenu, masyarakat tidak sanggup lagi membiayai operasional pompa air yang membutuhkan Rp.600 ribu per empat jam. Sementara di beberapa desa di kecamatan Amarasi Barat, warga terpaksa membeli air seharga Rp 200 ribu per tangki. Krisis air bahkan dialami oleh warga Tilong, desa Oelnasi, tempat terdapatnya bendungan terbesar di NTT. Jaringan 23
  • Wacanapppipa dan 11 bak penampun yang telah dibangun di desa p penampung p sungai yang berlumpur dan menjadi tempat kubangantersebut, sebagai b l j penyerahan tanah oleh rakyat b b i balas jasa hewan. Persoalan serupa dialami warga desa Pondok diuntuk bendungan (rakyat menyerahkan lahan ulayatnya kabupaten Sumba Barat.secara adat dengan janji akan mendapatkan pelayanan air Di Solor, kabupaten Flores Timur dan 8 kecamatan dibersih), tidak pernah dialiri air. Setiap hari kaum ibu di kabupaten Lembata, meskipun memiliki sumur, masyarakatTilong harus berjalan 3 km untuk memikul air. mengkonsumsi air yang tidak layak. Sumur-sumur milik Krisis air lebih buruk lagi di Pulau Sabu, baik di warga terkontaminasi resapan air laut. Untuk mendapatkankecamatan Sabu Barat, Sabu Timur, Sabu Utara dan air yang bebas dari resapan air laut dibutuhkan sumur borkecamatan Liae. Secara merata masyarakat di sana yang kedalamannya mencapai puluhan meter. Masyarakatberhadapan dengan kurangnya pasokan air bersih. Di tidak memiliki cukup dana dan teknologi untuk itu.kabupaten Belu, dari 400.000 penduduknya, hanya 12persen yang menikmati air bersih. Penduduk di desa- Penderitaan Terus Berlanjutdesa di pinggiran sungai Benanain seperti desa Tafuli Krisis air minum berdampak pada banyak persoalankecamatan Rainhat, desa Benae kecamatan Malaka Tengah, lain, seperti penyakit, turunnya tingkat kesejahteran,dan desa Manleten kecamatan Tasifeto Barat terpaksa rendahnya produktivitas, dan terabaikannya kesempatan memperoleh pendidikan. Di Nusa Tenggara Timur, sepanjang Agustus hingga September 2007, 11 balita meninggal akibat diare yang disebabkan kurangnya ketersediaan air minum dan buruknya kondisi sanitasi. Di provinsi ini, kasus kematian balita akibat diare terjadi sepanjang tahun. Selain akses air minum yang merupakan salah satu indikator kesejahteraan, bagi masyarakat yang terpaksa membeli air minum dari penjual keliling (mobil tangki dan gerobak dorong), keterbatasan air minum berarti bertambahnya beban anggaran untuk konsumsi rumah tangga. Harga air pada penjual keliling jauh lebih mahal dari tarif POKJA berlangganan air pipa milik PDAM.mengkonsumsi air sungai Benanain yang berlumpur dan Karena itu, masyarakat yang tidak memiliki akses padatercemar kotoran hewan. Warga tidak sanggup berjalan pelayanan PDAM atau yang pasokan air PDAM terhenti3-10 km tiap harinya ke mata air terdekat ataukah membeli pada musim kemarau, harus mengurangi konsumsipompa dan pipa agar dapat mengalirkan air dari mata air kebutuhan lainnya agar dapat menutupi besarnyayang terletak di lembah itu. Hal serupa dialami warga pengeluaran untuk membeli air bersih.desa Kateri di kecamatan Weliman, dan desa Buliaran di Di desa-desa yang tidak tersedia cukup sumber airkecamatan Sasitamean. bersih, masyarakat harus berjalan kaki berjam-jam hanya Seperti halnya di kabupaten Belu, masyarakat untuk mengambil satu atau dua jerigen air dari sumberkabupaten Ngada juga terpaksa mengkonsumsi air sungai yang jauh, atau menghabiskan waktunya dalam antriankarena sumber air minum jauh dari desa. Terlampau panjang menunggu giliran di satu-satunya sumber air yangmelelahkan untuk berjalan 3-7 km ke sumber air minum ada dan terbatas. Jika saja rumah penduduk di desa-desatiap harinya, warga desa Mainai di Wolomeze dan desa tersebut telah terlayani jaringan pipa air bersih, tentunya Benteng Tawa di kecamatan Riung Barat, waktu yang ada dapat digunakan untuk melakukan terpaksa memanfaatkan air aktivitas ekonomi yang menambah pendapatan keluarga, 24
  • Edisi II, 2010atau juga aktivitas sosial-budaya. dan Bandung. Bagi anak-anak, jauh dan Setelah kemerdekaan, sebelumterbatasnya sumber air dari rumah tahun 1970an, tercatat beberapaatau pemukiman mereka akan proyek pembangunan instalasiberarti kehilangan kesempatan air minum perpipaan, sepertiuntuk melanjutkan sekolah. Di pembangunan sarana air minumSolor Barat, Flores Timur, sebelum Pejompongan-1 untuk Kotaadanya program pembangunan Jakarta dan proyek-proyek yangbak penampung air hujan (PAH), dilaksanakan oleh Pengusahapara perempuan muda tidak Perancis (Degremont) di kota-dapat melanjutkan sekolah ke kota besar Jakarta, Bandung,jenjang lebih tinggi karena harus Makasar, Padang, Menado,memikul tanggungjawab atas dan Surabaya. Tentu saja, ditersedianya air untuk kebutuhan tengah upaya mempertahankanrumah tangga. Berjam-jam kemerdekaan, keterbatasan POKJAmereka habiskan untuk berjalan sumber daya, dan begitu banyakkaki dan mengantri mengambil persoalan mendesak --yang harusair dari sumber yang terletak jauh ditangani sebagai negara yang masihdari rumah. Tanggungjawab tersebut sangat muda-- pembangunan instalasimerupakan pembagian peran dengan Berjam Berjam-jam mereka air minum saat itu sangat tidak memadaiorang tua yang berkerja di ladang. habi habiskan untuk dan hanya memenuhi bagian sangat berjalan kaki dan kecil masyarakat. Tanggungjawab Pemerintah mengantri mengambil Pada awal tahun 1970an, Bicara tentang sebab-sebab terjadinya air dari sumber yang ketika pemerintah yang berkuasakrisis air, seringkali dengan mudah kita terletak jauh dari memperkenalkan bentuk perencanaantempatkan sebagai sebab, hal-hal seperti: rumah. pembangunan lima tahuhan (Repelita), pepertumbuhan pesat penduduk dan pembangunan air minum dimasukan peindustri, beserta semakin beragamnya dalam da kategori bidang sosial.kebutuhan dan aktivitas hidup yang Pengelompokan ke dalam kategori Pemembutuhkan air; keadaan lingkungan seperti iklim ini berkaitan dengan urutan prioritas dan alokasi dana. erkaitankering dan lahan gambut; ataukah perubahan lingkungan, Kategori bidang sosial adalah kategori yang berada padabaik secara alamiah maupun akibat pengrusakan dan prioritas ke sekian setelah sektor-sektor lainnya. Tidakpencemaran oleh ulah manusia. Hal-hal tersebut benar heran jika pada 1970an, tercatat kapasitas terpasang saranaadanya. Tetapi jika berkaca pada sejumlah krisis air di air minum di seluruh Indonesia sebanyak ± 9.000 liter perdaerah-daerah yang disebutkan di depan, kebijakan detik dengan cakupan pelayanan ± 7 persen di perkotaan .pemerintah turut menyumbang peran penting bagi krisis Dengan jumlah penduduk saat itu ± 110 juta jiwa, tingkatair yang tak kunjung usai. konsumsi rata-rata (nasional) adalah 7,1 liter per orang per Hal yang paling banyak disorot dari tanggungjawab hari.pemerintah terhadap pemenuhan air minum adalah Pada tahun-tahun selanjutnya, hingga 1990an,pembangunan jaringan perpipaan, yang tentu saja pembangunan fasilitas air minum perpipaan dilakukanberkaitan dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). lebih luas. Saat itu ditetapkan target 60 Iiter per hari untukPembangunan jaringan pipa air minum di Indonesia setiap orang, dengan cakupan pelayanan 60 persen untuktelah dilakukan sejak zaman penjajahan Belanda. Pada perkotaan. Investasi dilakukan oleh pemerintah pusat,masa tersebut, pengadaan sarana air minum perpipaan dimaksudkan sebagai investasi awal. Pada tahap selanjutnyadimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan orang-orang PDAM dan Pemda diharapkan dapat mengembangkanBelanda di kota-kota besar di Indonesia. Karena itu sendiri pelayanan air minum sesuai perkembanganpembangunan jaringan pipa hanya melayani kawasan di wilayahnya. Untuk kawasan pedesaan, penekananpemukiman tertentu, seperti Menteng di Jakarta dan pembangunan fasilitas air minum lebih padapemukiman Belanda di kota-kota seperti Bogor, Medan, perbaikan kualitas prasarana 25
  • Wacanadan sarana air minum individual serta sistem perpipaan indi Sekitar 264 lainnya menanggung utang Rp 4 triliun kepa-sederhana yang dik l l k l d h dikelola kelompok masyarakat. da pemerintah. Di tahun 2004, jumlah tersebut mening- Antara tahun 1990-1997, prinsip pemulihan biaya kat menjadi Rp 5,3 triliun.penuh (full-cost recovery) untuk pelayanan air minum Tentu saja, krisis ekonomi tidak bisa menjadi kambingperpipaan mulai diberlakukan oleh PDAM di kawasan hitam. Perhatian pemerintah dalam penyediaan air minumperkotaan. Dengan prinsip ini, investasi pembangunan harus terus dituntut. Salah satu ukuran untuk menilaijaringan perpiaan yang didanai pinjaman lunak luar negeri seberapa besar tanggungjawab pemerintah akan penyedia-harus dibayar kembali oleh PDAM dengan tarif yang an air minum bagi rakyat adalah seberapa alokasi anggarandipungut dari masyarakat konsumen. Meski demikian, pemerintah bagi hal tersebut. Setiap tahun hingga 2010pemerintah menetapkan batas atas tarif maksimal tidak dibutuhkan Rp 5 triliun. Asumsinya tiap desa membutuh-boleh lebih dari 4 persen rata-rata pendapatan rumah kan Rp 500 juta. Dengan perhitungan kasar tiap penduduktangga. Di masa itu sektor swasta mulai masuk dalam membutuhkan 6 liter air perhari maka untuk memenuhipembangunan instalasi dan bisnis air bersih. kebutuhan 200 juta penduduk Indonesia, dibutuhkan ang- Harus diakui, sejak 1970 hingga 1997 telah terjadi garan Rp. 4 triliun per tahun. Kenyataannya jumlah yangpeningkatan kapasitas produksi air minum 10 kali lipat, dilakokasikan pemerintah bagi penyediaan air minum un-dari 9.000 liter per detik menjadi 94.000 liter per detik. tuk masyarakat hanya sebesar Rp 1,2 triliun atau 1 persenTetapi peningkatan tersebut tidak berarti jika dibandingkan dari APBN. Jumlah tersebut jauh di bawah anggaran bagipertambahan penduduk, terutama penduduk perkotaan militer atau bagi pembayaran bunga dan hutang luar ne-yang sebesar 4 persen per tahun (sekitar 12 kali lipat antara geri (hutang najis atau odious debt).1970 hingga 1997). Kondisi di atas berpengaruh pada pemenuhan Untuk itu pemerintah pusat dan daerah dituntut untuk kebutuhan air minum bagi rakyat. Walaupun cakupanmeningkatkan percepatan pembangunan fasilitas air ber- layanan sudah terlihat meningkat tetapi cakupan riilsih. Tetapi di tahun 1997, pembangunan fasilitas air mi- di lapangan tentu lebih rendah, mengingat di banyaknum justru bergerak ke arah sebaliknya. Kesulitan keuang- tempat, jaringan yang sudah terpasang tidak berfungsian akibat krisis ekonomi menyebabkan pembangunan dan optimal. Dari kasus-kasus yang dipaparkan sebelumnya,perluasan fasilitas air minum berkurang drastis. Di sisi lain, bertahun-tahun jaringan yang terpasang tidak dialiri air,PDAM mengalami persoalan kenaikan biaya produksi dan hanya dialiri beberapa kali sebulan, bahkan beberapa kalikesulitan biaya opersional. setahun. Di sebagian tempat, air yang dialirkan melalui Kondisi tersebut berpengaruh hingga kini. Perhimpun- pipa-pipa PDAM berlumpur di musim hujan.an Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi)menyebutkan, pada akhir 2001 hanya 29 dari 293 PDAM Penulis adalah Aktivis Kesehatan dandi seluruh Indonesia yang berada dalam kondisi sehat. Lingkungan Hidup PIKUL NTTISTIMEWA 26
  • Edisi II, 2010 FOTO-FOTO POKJAPenulis Jemima SY dan Deviariandi Setiawan sebagian diantaranya tengah berkembang menjadi daerah perkotaan, sebagian besar belum terlayani dengan saranaP emerintah Indonesia berkomitmen untuk air minum yang memadai. Pada tahun 2005, hanya 2% mencapai target-target pembangunan milenium dari keseluruhan jumlah desa dilayani dengan perpipaan ke (the Millennium Development Goals/MDGs), dan rumah-rumah atau melalui keran-keran umum – mayoritasdalam rangka melaksanakannya, diperkirakan 78 juta desa-desa di perdesaan (52%) bergantung padajiwa membutuhkan pelayanan air bersih pada tahun sumur dangkal. Dari sisi populasi, data pada tahun2015. Dari sekitar 70.000 jumlah desa di Indonesia, 2006 memperlihatkan bahwa 47% penduduk80% dikelompokkan sebagai daerah perdesaan walaupun Indonesia yang tinggal di 27
  • Wacanapperdesaan bergantung pada s g g p sistem air bersih non perpipaan masyarakat yang berpartisipasi pada saat pelaksanaanh d d k dhanya 5% penduduk perdesaan memiliki akses pada sarana proyek dan selanjutnya, mereka bertanggung jawab utnukair bersih perpipaan. mengoperasikan dan memelihara sarana air bersih; serta Target MDG untuk sektor air bersih perdesaan dilaksanakan pelatihan-pelatihan bagi badan pengelolamenunjukan sebuah tantangan bagi Indonesia. Penduduk untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan yangperdesaan termasuk 63% dari 35 juta penduduk miskin di dibutuhkan dalam melaksanakan fungsi pengelolaanIndonesia. Pertumbuhan peningkatan pelayanan publik di dimaksud.perdesaan merupakan kunci untuk mengurangi kemiskinan Dimulai pada tahun 1990an Pemerintah Indonesia,bagi jutaan orang. Dalam kaitannya dengan pembangunan dengan dukungan Bank Dunia, telah melaksanakansarana air bersih, target-target MDG membutuhkan investasi pada proyek-proyek yang diperkirakan telahpeningkatan pada sarana air bersih (perpipaan dan sumber menyediakan air bersih melalui skema perdesaan untuklainnya yang terlindungi) oleh masyarakat perdesaan. Hal lebih dari 4.000 desa. Beberapa proyek yang sama jugaini berarti dibutuhkan penyediaan air bersih tambahan telah diimplementasikan dengan dukungan lembaga-bagi sekitar 26.5 juta penduduk di perdesaan. lembaga bilateral seperti AusAID dan GTZ; lembaga Pemerintah telah melakukan upaya keras untuk multilateral seperti UNICEF dan Bank Pembangunanmeningkatkan akses yang berkelanjutan pada sarana Asia; serta Lembaga Non Pemerintah, beberapa dilakukanair bersih di daerah perdesaan, melalui proyek-proyek dengan kemitraan dengan philanthropy perusahaan.investasi berskala besar yang mendukung pembangunan Diperkirakan setidaknya 6.400 sistem baru akan dibanguninfrastruktur sarana air bersih di perdesaan yang dikelola dan dikelola oleh masyarakat antara tahun 2008 danoleh masyarakat melalui badan pengelola sarana air bersih 2013, melalui program-program pembangunan air bersihmasyarakat (BPSAB). yang dilaksanakan melalui Kementerian Kesehatan dan Sesuai dengan kebijakan nasional air minum dan Kementerian Pekerjaan Umum. Lebih dari itu, sarana airpenyehatan lingkungan berbasis masyarakat, tipe bersih dan sanitasi juga akan dibangun melalui Programpendekatan yang digunakan adalah dengan memfasilitasi Nasional Permberdayaan Masyarakat (PNPM), sebuahmasyarakat untuk menimbulkan permintaan kepada payung program untuk pembangunan infrastruktur multiintervensi proyek; adanya kontribusi masyarakat untuk sektor berbasis masyarakat yang akan dilaksanakan dipembangunan konstruksi; dibentuknya tim kerja seluruh desa dimulai pada tahun 2009. Pembangunan air POKJA 28
  • Edisi II, 2010bersih masyarakat juga merupakan program yang populer ingkatnya rasa kepemilikan terhadap proyek, mengurangidiantara pemerintah daerah, dengan menggunakan Dana biaya proyek, pendistribusian manfaat yang lebih merata,Alokasi Khusus (DAK) untuk air bersih. dan sebagainya. Namun demikian, kinerja BPSAB pada Saat ini, proyek-proyek berfokus pada tantangan masa paska konstruksi tidak pasti, walaupun memperlihat-awal pembangunan sarana air bersih perdesaan; yaitu kan peluang untuk berkinerja baik.membentuk serta menyiapkan tim kerja masyarakat Sebuah studi yang dilaksanakan pada 171 contohuntuk mengoperasikannya. Ketika proyek investasi ini BPSAB di 5 kabupaten di Jawa Barat dan Jawa Timurselesai, terdapat keinginan untuk melihat sistem-sistem menemukan bahwa mereka menyediakan pelayanan yang memuaskan– melayani rata-rata 1.200 jiwa per BPSAB, atau secara keseluruhan melayani lebih dari 200.000 jiwa. Dari jumlah total BPSAB yang beroperasi di 5 kabupaten ini dapat melayani sekitar 800.000 jiwa, sepadan dengan 7% dari total populasi kabupaten dimaksud. Hampir seluruh BPSAB dapat menyediakan air selama 20- 24 jam pelayanan (70%), tujuh hari dalam seminggu (85%), tetapi tingkat kecukupan tekanan bagi seluruh sistem dinilai ‘kurang cukup,’ yang mengindikasikan rendahnya kinerja dari sistem. Mayoritas (70%) dari BPSAB menghasilkan pendapatan yang cukup untuk menutupi biaya operasional mereka. Tetapi, dengan mempertimbangkan BPSAB yang secara fundamental merupakan organisasi POKJA yang bersandar pada transaksi tunai, kenyataannyayang dikelola oleh masyarakat tersebut sejumlah BPSAB memiliki periode penagihan selama satudapat menyediakan pelayanan bulan atau lebih, yang mengindikasikansecara berlanjut kepada masyarakat. bahwa mereka menghadapi beberapaTerdapat juga harapan untuk melihat masalah.organisasi masyarakat tersebut matang BPSAB te BPSAB telah menjadi Jumlah aset yang saat ini dikelolasebagai organisasi dan mengeksplorasi d h wadah yang berguna oleh BPSAB saat ini cukup signifikan.kemampuannya untuk menjadi untuk pelaksanaan Mereka mengelola fasilitas produksimesin dalam peningkatan pelayanan proyek di perdesaan air, transmisi dan reservoir, bangunanair bersih di perdesaan di Indonesia. kant dan memiliki tanah. Untuk aset kantor Proyek Air Bersih yang dikelola tetap saja, BPSAB di kedua provinsi iniMasyarakat Generasi Kedua (Proyek men mengelola aset senilai miliaran rupiah.Generasi Kedua) berfokus untuk memperkenalkan Namun n demik demikian, banyak BPSAB tidak memilikiintervensi-intervensi paska proyek. Proyek tersebut catatan yang cukup me mengenai nilai dan status dari aset-asetmembantu BPSAB untuk meningkatkan kapasitasnya, mereka. Hal ini menjadi hambatan kemampuan merekadan memperkenalkan mekanisme untuk meningkatkan bahkan untuk mulai memahami posisi awal mereka, untukprofesionalisme BPSAB; pengembangan aspek legal, merencanakan penggantian dan pengembangan, selainmasuk kedalam perjanjian pelayanan dengan pemerintah itu mungkin saja terdapat implikasi-implikasi terhadapkabupaten, memperkenalkan kontrak pelayanan dengan akuntabilitasnya.pihak swasta dan pembiayaan mikro melalui bank BPSAB beroperasi dalam lingkungan yang berubah se-komersial. cara cepat. Pertumbuhan ekonomi dan penduduk (urba- nisasi) yang sebelumnya merupakan masyarakat perdesaan Hasil Pembelajaran seringkali mengharapkan peningkatan tingkat pelayanan BPSAB telah menjadi wadah yang berguna untuk yang lebih baik seiring peningkatan pendapatan. Da-pelaksanaan proyek di perdesaan– literatur mengenai pem- lam teori, BPSAB akan dapat mengoperasikan inf-bangunan berbasis masyarakat menyebutkan sejumlah ha- rastruktur sistem air bersih awal sesuai dengansil-hasil yang positif dari pendekatan ini, termasuk men- desain umur sarana (umumnya 29
  • WacanaPOKJA10 tahun) dan mengembangkan pelayanan pada mereka Sangat sedikit BPSAB yang memiliki hubunganyang belum terlayani. Pada kenyataanya, faktor-faktor lain dengan bank – hanya 9 BPSAB memiliki pengalamanyang muncul, yang mempengaruhi kemampuan mereka dalam meminjam untuk investasi dan hanya 20%dalam melakukan beberapa hal: menyimpan dana tabungannya di bank. • Keterbatasan dalam sistem manajemen komersial– • Legitimasi, kepastian hukum dan kejelasan hubungan Pengembangan membutuhkan solusi-solusi manaje- dengan pemerintrah daerah– Desentralisasi baru- men yang lebih rumit diluar yang saat ini dapat di- baru ini meletakan kewenangan pelayanan air bersih kelola oleh BPSAB. Penambahan jumlah pelanggan pada pemerintah kabupaten dan dibawah Peraturan sebagai contoh, akan membutuhkan praktik-praktik Pemerintah 16/2006, aktivitas operasi BPSAB penagihan dan pengumpulan (billings and collection) diatur atas permintaan dari pemerintah kabupaten. yang lebih baik, registrasi pelanggan yang lebih terta- Namun artikulasi dari hak dan kewajiban kedua ta dan pencatatan keuangan yang lebih rapih. belah pihak baik BPSAB maupun pemerintah • Hambatan dalam desain teknis dan pelaksanaan– daerah masih dalam pengembangan. Sementara desain rekayasa dan konstruksi membutuhkan input pemerintah daerah baru saja mulai untuk memahami dari ahli yang tidak tersedia di, atau tidak dapat dan mendapatkan tanggung jawab penyediaan air diakses oleh masyarakat. Sektor publik seringkali minum, banyak pemerintah daerah melakukan lambat untuk memberikan tanggapan pada pendekatan ”lepas tangan” pada pembangunan kebutuhan ini, dan juga BPSAB cenderung membuat paska proyek dan supervisi BPSAB yang telah peningkatan sistem tanpa input-input dimaksud. dibentuk melalui program-program nasional. Hal Kesalahan desain dalam pengembangan seringkali ini seringkali meninggalkan kevakuman bagi BPSAB dapat mengancam kualitas teknis dari sistem. untuk mengakses dukungan teknis dan managemen • Akses pada modal keuangan– BPSAB saat ini sangat yang sangat diperlukan. Pada saat yang sama, BPSAB bergantung pada hibah dan pendapatan internal kurang akuntabel terhadap buruknya kinerja dalam tunai (internally generate cash/IGC) untuk membiayai mengelola infrastuktur publik. Rumitnya masalah pengembangan. Dana hibah seringkali tidak dapat ini, umumnya dikarenakan BPSAB tidak mengambil diperkirakan; ketika BPSAB bergantung pada bentuk dari sebuah entitas yang secara legal diakui pendapatan tunai internal, hal ini akan menghambat yang akan mengijinkan mereka untuk eksis, BPSAB terhadap kebutuhan dana pada saat yang melakukan transaksi dengan atau mencari dukungan dibutuhkan karena mereka harus menabung/ dari lembaga-lembaga lain dibawah kerangka kerja menunggu bertahun-tahun. dan aturan yang jelas. 30
  • Wawancara Edis I 2010 Edisii III,, 2010A ir minum dan sanitasi yang baik merupakan pencapaian MDGs. elemen penting yang menunjang kesehatan Jawaban manusia. Namun sayangnya pemenuhan Cukup banyak yang telah, sedang dan akan dilakukan akan kebutuhan tersebut belum sepenuhnya tentunya. Sekarang ini pemerintah tengah melakukan berjalan dengan baik. Guna mencapai target upaya untuk menyinergikan dan mengonsolidasikan per-air dan sanitasi yang baik dibutuhkan upaya yang lebih cepatan pelaksanaan program pencapaian MDGs terkaitkeras dari semua pihak. penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan Harus diakui, akses pelayanan bidang air minum dan masyarakat, air minum, dan sanitasi secara nasional. Kon-sanitasi di Indonesia masih jauh dari target Millenium solidasi tersebut diharapkan akan menghasilkan sebuahDevelopment Goal’s (MDGS). Untuk mengejar keter- Rencana Tindak (Action Plan) yang dapat dijadikantinggalan tersebut pemerintah perlu berupaya keras untuk dasar bagi semua pihak untuk berkontribusi. Programmemenuhinya. Saat ini, p aat , pemerintah menyediakan d yd dana Percepatan Pencapaian Target M p p g MDGs Bi-Rp.11,8 triliun untuk air minum dan Rp.14,2 triliun tuk disusun oleh dang Cipta Karya yang dis susununtuk sanitasi hingga a gga akhir tahun 2014. Untuk Cipta Direktorat Jenderal Cip Karya ptamengetahui lebih jauh tentang isu ini, war- auh periode 2010 – 2014 antara lain atawan Percik, Eko Bud Harono, berkesem- di Budi mencakup kegiatan pe penyediaan air enyediaanpatan melakukan wawa wawancara dengan Direk- ancara minum perkotaan di 820 ibu kota 8tur Jenderal Cipta Kary Kementerian Peker- Karyaya kecamatan (IKK), 577 kawasan 7jaan Umum, Budi Yuw Yuwono, usai acara wono, Berpendapat Masyarakat Berpendapa an Rendah atperkenalan kantor baru Ikatan Ahli u (MBR)/Rumah Sederhana Sehat nTeknik Penyehatan dan Lingkung- n n (RSH)/Rumah Susun Sederhana PI).an Indonesia (IATPI). 100 (Rusuna), dan 10 kawasan 00 khusus serta kegiatan pe- Pertanyaan nyediaan air minum n askan n Bisa bapak jelaskan perdesaan di 2.340 perdes saan ngahupaya apa yang tengah h desa rawan air/ ntahdilakukan pemerintah h terpencil/pulau terp pencil/pulauterkait persoalan pem-- kecil ke terluar ecilbangunan air minum um dan pem- ddi perdesaan? Dan n bangunanbagaimana kaitan- - Programnya dengan target POKJA AMPL
  • WawancaraPenyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat y lah pemberdayaan masyarakat. Artinya, masyarakat baik,(P i ) 2 310 d(Pamsimas) di 2.310 desa. tua, muda, laki-laki, perempuan, kaya, dan miskin harus Sedangkan kegiatan penyediaan sistem sanitasi men- dilibatkan dalam seluruh proses pembangunan. Selain itu,cakup pengembangan prasarana dan sarana air limbah program ini memiliki pendekatan yang tanggap terhadapSistem Terpusat (Off Site) di 11 kota, pengembangan kebutuhan masyarakat.prasarana dan sarana air limbah Sistem Setempat (OnSite) di 210 kabupaten/kota, serta kegiatan persampahan. PertanyaanSelain itu, program percepatan penyediaan air minum Kami melihat sejumlah potensi yang ada ditengahdan sanitasi akan didukung oleh program DAK (Dana masyarakat dan juga sejumlah negara donor masih belumAlokasi Khusus) air minum dan sanitasi dengan alokasi terjamah dengan baik, apa kendalanya?dana Rp. 3,4 triliun, program percepatan penyediaan air Jawabminum perkotaan melalui pembiayaan pinjaman bank Potensi yang ada pada masyarakat dan dunianasional, program hibah air minum dan air limbah, serta usaha serta sejumlah lembaga lainya memang belumprogram percepatan sanitasi untuk mendorong swadaya sepenuhnya diberdayakan oleh Pemerintah. Sedangkanmasyarakat. Itulah serangkaian program strategis yang fungsi pembinaan belum sepenuhnya menyentuhdiupayakan pemerintah. Pertanyaan Mengapa target MDG’s ini menjadi prioritaspenting bagi pemerintah? Jawaban Program pencapaian Tujuan PembangunanMilenium (MDGs) merupakan salah satu daritiga program pembangunan yang berkeadilanyang ditetapkan oleh pemerintah melalui Inpres3/2010, selain program pro-rakyat dan programkeadilan untuk semua. Dari semua programyang dijabarkan dalam Inpres tersebut, yangterkait dengan tugas Direktorat Jenderal CiptaKarya adalah program penanggulangan kemis-kinan berbasis pemberdayaan masyarakat yangmerupakan program pro-rakyat serta penyediaanair minum dan sanitasi yang merupakan pro-gram penjaminan kelestarian lingkungan hidup. PROAIR Selama ini kita telah melihat dijalankannya berba- masyarakat yang ingin mencukupi kebutuhannyagai program pencapaian MDGs bidang Cipta Karya, sendiri. Masyarakat juga masih banyak menganggap airbaik yang didanai oleh APBN, APBD, pihak swasta sebagai benda sosial dan masih dianggap sebagai urusanseperti korporasi, maupun lembaga-lembaga swadaya pemerintah. Ini memang tantangan yang perlu segaramasyarakat. Namun kita belum dapat memetakan data kami jawab secara arif dan bijaksana.pencapaian yang sebenarnya terhadap sasaran MDGs PAMSIMAS akan dilaksanakan di 15 provinsi, meli-karena belum ada konsolidasi program antarpelaku pem- puti 110 kabupaten/kota dengan target dilaksanakan dibangunan. 4.000 desa dan 1.000 desa replikasi. Dalam jangka 4 ta- Harus diakui stakeholder program Penyediaan Air hun, masing-masing kabupaten/kota hanya boleh meng-minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) usulkan maksimal 50 desa. Setiap desa, menurutnyatelah melakukan koordinasi yang mantap, baik di tingkat akan mendapatkan hibah sebesar Rp 275 juta dan akanpusat dan daerah. Jika tidak, maka akan terjadi saling diberikan kepada kelompok masyarakat desa sasaran.menunggu, berjalan tidak seiring dan pada akhirnya Dana itu berasal dari APBN/pinjaman Bank Dunia Rp terlambat mencapai target. Prinsip dasar 192.500.000 (70%), APBD kabupaten/kota minimal Rp pelaksanaan PAMSIMAS ada- 27,5 juta (10%), dan kontribusi masyarakat desa 20% 32 2
  • Edisi II, 2010yang terdiri dari Rp 11 juta tunai (4%), dan Rp 44 juta Pertanyaanberupa tenaga dan material (16%). Adakah perlakuan khusus atau program bantuan yang Karena itu, penguatan kelompok masyarakat yang disediakan pemerintah untuk program air minum danakan menjadi kunci sukses PAMSIMAS untuk berkelan- sanitasi?jutan. Selama pelaksanaan PAMSIMAS, Pemda dapat Jawabanmemperluas cakupan wilayah melalui pelaksanaan pro- Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umumgram sejenis (cloning) di desa-desa lain yang secara tekniktelah mengucurkan dana hibah sebesar Rp 119 miliardan kualitas yang sama dengan Program PAMSIMAS untuk air minum dan sanitasi ke 29 kota di Indonesia.serta mengacu pada Buku Panduan dan ketentuan PAM- Pemerintah melalui bantuan hibah yang diberikan Peme-SIMAS. Ini yang disebut sebagai replikasi dalam prinsip rintah Australia (USAID) kepada Indonesia senilai 60,5PAMSIMAS. juta dolar Australia untuk periode setahun (11 Juni 2011) dimaksudkan untuk memberikan pelayanan akses air mi- Pertanyaan num dan sanitasi kepada masyarakat yang lebih baik. Pola Apakah pemerintah daerah sudah bantuan program ini dinilai Menteri PU merupakan yangcukup baik menyikapi program PAM- pertama diterapkan di Indonesia.SIMAS? Paska ppelaksanaan Pasalnya, pihak Pemda (Bupati/ Jawaban PAMSIMAS, Pemda S Walikota) menyiapkan program akses Pertanyaan yang menarik. Paska mampu konsisten sambungan air minum dan air lim-pelaksanaan PAMSIMAS, Pemda mam- melaksanakan, bah perpipaan yang diprioritaskanpu konsisten melaksanakan, meneruskan meneruskan dan bagi masyarakat penghasilan rendahdan mengembangkan PAMSIMAS di mengembangkan menggunakan biaya APBD. Setelahwilayahnya secara mandiri dengan sum- PAMSIMAS di program dinyatakan berhasil danaber daya sepenuhnya dari pemda dan wilayahnya secara yang dikeluarkan Pemda digantimasyarakat. Dana berasal dari Pemdadan masyarakat untuk membiayai pela- mandiri i d ngan dana hibah. Menurut Men- de t PU, bila program itu nantinya teritihan dan penyiapan masyarakat, pelak- berjalan baik maka tidak menutup bsanaan fisik maupun fasilitator. kemungkinan nilai bantuan serupa akan kem Ditjen Cipta Karya saat ini sedang mengonsolidasikan ditingkatkan ditahun-tahun berikutnya. ditiprogram-program tersebut, sehingga mampu dicapai ke- Kami segera men ami meneruskan hibah Australia untuk pro-samaan data dan informasi mengenai pencapaian, rencana gram air minum dan air limbah kepada 29 kota di Indone-dan target percepatan pencapaian MDGs, untuk mendo- sia. Dan hibah senilai AUD 25 juta (tahap pertama) akanrong percepatan pencapaian MDGs. digunakan untuk membangun 42.300 unit Sambungan Langkah awal konsolidasi tersebut tengah dilakukan Rumah (SR) air minum dan bagi kota-kota yang telaholeh Direktorat Jenderal Cipta Karya dengan menyeleng- memiliki sistem pengelolaan air limbah terpusat. Programgarakan rapat teknis regional secara maraton di empat ini sebagai insentif dan motivasi Kepala Daerah agar lebihwilayah di Indonesia. Rapat teknis yang diikuti oleh pe- serius meningkatkan pelayanan disektor air minum danmerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota air limbah di daerah masing-masing. Selain itu, penerapantersebut, ditargetkan akan menghasilkan sebuah Rencana konsep output based dalam program ini terbilang bagus un-Tindak (Action Plan) yang dapat dijadikan dasar bagi se- tuk diterapkan di wilayah lain.mua pihak untuk berkontribusi. Program hibah ini merupakan salah satu program per- Rencana Tindak Percepatan Pencapaian Sasaran MDGs cepatan pencapaian target MDGs bidang Air minum danakan berisi updating data eksisting yang ada, rencana Sanitasi yang disusun Ditjen Cipta Karya periode 2010pencapaian target MDGs masing-masing kabupaten/kota, – 2014. Program ini direncanakan akan terus dikembang-langkah-langkah yang akan dilakukan masing-masing ka- kan oleh pemerintah daerah khususnya yang berminatbupaten/kota di bawah koordinasi provinsi, dalam sektor hingga 2011 dengan sasaran penambahan 60 ribu Sam-air minum, sanitasi, dan PNPM, yang terpadu, berdasar- bungan Rumah baru. Sementara itu, program hibahkan kesamaan pandangan, kesepakatan, serta komitmen air limbah akan dikembangkan kepada kota-kotasemua pihak, khususnya komitmen daerah, untuk menca- yang telah memiliki sistem pengelolaan airpai target yang telah ditetapkan. limbah. 33 33
  • InovasiTeknologi SederhanaMengubahAir HujanSiap MinumA ir merupakan sumber daya alam yang ironi yang tak terelakkan ketika negara lain yang oni ketika sangat vital bagi kelangsungan hidup umat curah hujannya terbatas bisa memanfaatkan air hujan manusia. Manusia biasanya menggunakan dengan sangat baik seperti Inggris. Dengan curah hujan air untuk keperluan minum, mandi, hanya sekitar 700 mm/tahun saja, Inggris tidak pernah mencuci, dan mengairi lahan pertanian. mengalami kekurangan air. Mereka membangunNamun, akhir-akhir ini, di beberapa wilayah di danau-danau buatan untuk menampung air hujan,Indonesia seperti Jakarta Timur dan Jakarta Utara, air sehingga pada saat musim kemarau datang merekamenjadi barang langka. Krisis air di beberapa wilayah tetap memiliki cadangan air.ini umumnya disebabkan oleh infrastruktur air minum Sebenarnya, sudah ada masyarakat Indonesia yangyang sangat terbatas. Pakar Lingkungan Universitas memanfaatkan air hujan dengan cara menampungIndonesia, Dr. Ir. Setyo S. Moersidik, DEA mengatakan air hujan terlebih dahulu di dalam suatu bak penam-bahwa kecepatan pengadaan infrastruktur air minum pungan. Namun, air hujan yang ditampung, biasanyalebih rendah dibandingkan dengan kecepatan hanya dimanfaatkan untuk keperluan mencuci saja bu-pertumbuhan penduduk di Indonesia. kan untuk mandi apalagi minum. Untuk kebutuhan air Jadi, tidak heran jika banyak penduduk Jakarta yang minum, masyarakat masih bergantung pada air tanahtetap memilih untuk mengonsumsi air tanah, padahal dan air PAM, padahal cadangan air tanah di Indonesiapenggunaan air tanah yang berlebihan ini dapat me- semakin menipis dan harga air PAM juga tergolongnyebabkan penurunan muka tanah dan intrusi air laut. mahal.Hal ini menjadi masalah besar dan penting sehingga Selain itu, untuk mengonsumsi air PAM sebagai airmemerlukan suatu solusi yang cepat, tepat, dan kom- minum pun perlu proses pemasakan terlebih dahuluprehensif. Salah satu solusinya adalah mencari sumber agar kuman dan bakteri yang terkandung dalam airair alternatif yang dapat menyubtitusi fungsi air tanah. PAM mati. Proses pengolahan air minum seperti ini Sumber air alternatif yang paling potensial di menjadi tidak praktis dan boros energi. Jadi, secaraIndonesia adalah air hujan. Seperti yang kita ketahui, tidak langsung dapat dikatakan bahwa metode pe-Indonesia merupakan negara tropis yang kaya manfaatan air hujan di Indonesia sampai saat ini masihakan curah hujan. Setiap tahunnya, curah hujan belum optimal.di Indonesia dapat mencapai 2.000-4.000 mm. Dari uraian di atas, tentu kita berpikir mengapa In-Sayangnya, ketika curah hujan di Indonesia cukup donesia tidak memulai untuk mengembangkan suatutinggi, masyarakat jarang sekali memanfaatkannya. Air teknologi yang dapat mengolah air hujan yang ber-hujan yang berlimpah ini lebih banyak terbuang sia-sia limpah menjadi air siap minum yang memenuhi syaratdibandingkan dimanfaatkan. kualitas air minum? Jawaban sederhana adalah perso- Sebaliknya, ketika curah hujan di Indonesia sangat alan alih teknologi yang mahal dan standar kualitas air rendah, masyarakat justru kekurangan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. air. Hal ini menjadi suatu Berdasarkan Kepmenkes No 907/Menkes/SK/ 34
  • Edisi II, 2010VII/2002 tentang Syarat dan Pengawasan Kualitas dengan sinar Ultra Violet (UV) saja dan kedua, sampelAir Minum, air minum harus bebas dari komponen diradiasi dengan sinar UV dan terdapat fotokatalis.anorganik dan organik seperti bakteri, racun, limbah Masing-masing eksperimen dilakukan pada kotak ujiberbahaya, dan zat kimia. Saat ini, sudah banyak sekali acrylic berlapiskan aluminium foil yang berisi 6,75 L airteknologi yang dapat menghilangkan komponen an- sampel, dengan ±1g fotokatalis, sebuah lampu UV-Aorganik yang terkandung dalam air, misalnya dengan dengan daya 8 W yang diradiasikan selama 80 menit.filtrasi. Begitu juga dengan teknologi penghilangan Dalam penelitian ini, mereka menggunakan TiO2komponen organik, seperti teknologi disinfeksi bakteri. Degussa P-25 berukuran nano sebagai katalis yang ke- Untuk skala sederhana, disinfeksi bakteri dapat mudian dilapiskan ke batu apung. Batu apung yang di-dilakukan dengan memberikan kaporit ke dalam air, gunakan terdiri dari dua variasi ukuran, yaitu diameteratau dengan menjemur air dengan sinar matahari atau 0,5-1 cm, dan diameter 1-3 mm. Dengan memvariasi-sinar ultraviolet. Disinfeksi bakteri dengan kaporit akan kan ukuran batu apung, akan terdapat batu apungmenyebabkan air berbau kaporit dan mengandung yang tenggelam di dasar kotak uji dan mengapung diklorin. Jika kita menggunakan radiasi sinar matahari, permukaan sampel. Selain itu, dengan ukuran batupada cuaca cerah biasanya apung yang lebih kecil, makadibutuhkan waktu yang cu- luas permukaan kontakkup lama yaitu sekitar 5-6 antara fotokatalis denganjam untuk proses disinfeksi sampel akan semakin besar,bakteri secara sempurna sehingga proses disinfeksi(www.who.or.id, 2010). bakteri akan semakin efektif.Oleh karena itu, teknologi Hasil penelitian cukup me-yang cepat, dan efektif Talang air muaskan, sampel pertamauntuk disinfeksi bakteri sa- menunjukkan penurunanngatlah diperlukan. Teknologi filter Tanki jumlah bakteri sebanyak Salah satu teknologi berteknologi 7,74% dan sampel keduayang dapat mendisinfeksi fotokatalisis 27,83%. Dengan demikian,bakteri adalah fotokatalisis. terbukti bahwa denganTeknologi ini merupakan adanya fotokatalisis prosesteknologi terintegrasi yang disinfeksi bakteri menjadimelibatkan reaksi fotokimia oleh suatu katalis. Reaksi tiga setengah kali lebih cepat dibandingkan denganini mengakibatkan dinding dan membran sel bakteri tanpa fotokatalis. Untuk mencapai proses disinfeksirusak, sehingga bakteri mati. Katalisnya disebut seba- bakteri secara sempurna (mematikan seluruh bakterigai fotokatalis karena hanya akan aktif ketika terkena di dalam air), kita dapat menambah jumlah katalis dancahaya, termasuk cahaya matahari. Katalis yang digu- juga menambah intensitas cahaya yang digunakan.nakan, yaitu titanium oksida (TiO2), tergolong aman Secara teori, proses disinfeksi bakteri berbanding lurusdan ramah lingkungan karena non toksik. Selain itu, dengan intensitas cahaya yang digunakan. Jadi, jika kitakarena menggunakan energi radiasi sinar matahari, menggunakan matahari yang notabene intensitasnyafotokatalisis termasuk teknologi hemat energi. Dengan sangat jauh lebih besar dibandingkan dengan lampudemikian, fotokatalisis merupakan teknologi yang cu- UV yang digunakan dalam penelitian ini, maka proseskup solutif untuk mendisinfeksi bakteri. disinfeksi juga seharusnya jauh lebih cepat. Dalam upaya pengaplikasian teknologi ini, Ayuko Kesimpulannya, jika kita mengombinasikan teknolo-Cheeryo Sinaga dan Ikha Muliawati, di bawah bimbing- gi filtrasi yang telah ada dengan teknologi fotokatalisis,an Dosen Ahli Fotokatalisis Departemen Teknik Kimia air hujan yang selama ini jarang kita manfaatkan dapatUniversitas Indonesia, yaitu Dr. Ir. Slamet, MT., telah kita olah menjadi air siap minum. Kedua teknologimelakukan riset kecil-kecilan untuk disinfeksi bakteri ini merupakan teknologi yang sangat potensial untukdengan teknologi fotokatalisis. Dengan menggunakan menyelesaikan masalah yang terkait dengan keta-air keran rumahan yang mengandung bakteri sebagai hanan air nasional secara komprehensif. [eko/sampel, mereka melakukan eksperimen dengan tiga berbagai sumber]macam variasi kondisi, yaitu: pertama, sampel diradiasi 35
  • Inovasi Lewat Proses Ozon dan Filter Air Gambut Jadi BersihP enyediaan air bersih untuk keperluan hidup tuk proses ozonisasi pada waktu 300 menit. pada proses sehari-hari masih menjadi kendala mayoritas kombinasi Ozon-Zeolit-Pasir Aktif 87,88 % pada waktu penduduk di provinsi kaya sumber daya alam 240 menit dan pada proses kombinasi Ozon-Karbon Kalimantan Selatan. Karakteristik geografis Aktif-Pasir Aktif sebesar 87,88 % pada waktu 300 menit. yang didominasi lahan bergambut dan Penurunan intensitas warna melalui cara ini dapat di-sungai memaksa warga harus mengkonsumsi air kotor. jadikan alternatif dalam mendapatkan air bersih dari airUntuk memperoleh air warga terpaksa membuat sumur gambut.dan menggali lebih dalam saluran air di tengah sawah Lahan gambut merupakan campuran heterogenmereka. Tak jarang air baru ditemukan di kedalaman antara endapan vegetasi yang terakumulasi daiam ling-belasan meter dari permukaan tanah. kungan jenuh air. Pembentukan utama Iahan gambut di Karena lapisan bawah tanah adalah tanah gambut, Indonesia adalah vegetasi hutan tropis. Air gambut um-maka air yang keluar di lobang sumurpun berwarna umnya memiliki variasi warna kuning sampai kecoklatan,kehitaman, kecoklatan atau kekuningan dengan ting- tergantung dari proses pelapukan, jenis tanaman sertakat kekeruhan tinggi. Meski demikian warga terpaksa kandungan sedimennya. Unsur pembentukan lahanmengandalkan air kotor tersebut untuk keperluan hidup gambut adalah bahan organik yang terdiri dari karbon,sehari-hari. Riza Niftahul Khair, seorang peneliti dalam nitrogen, oksigen, dan hidrogen serta sedikit unsur anor-Program Studi Magister Tehnik Lingkungan Universitas ganik yang terdiri dari silika, kalium dan magnesium.Gajah Mada menawarkan sebuah teknologi yang bisamengubah air rawa gambut berwarna tersebut menjadi Bantuan Filtersiap minum. Air gambut yang tidak layak dipakai untuk mandi dan “Kami menyebutnya teknologi karbon aktif untuk mencuci dapat diolah menjadi air yang jernih denganpenjernih air,” ujar Riza. Dengan menempatkan karbon membuat sistem filter. Sistem filter ini terdiri dari pom-aktif, air kotor yang berasal dari rawa atau lahan gambut pa air, bak penampung air gambut, dan tabung filter.dapat berubah menjadi bersih dan bahkan siap minum. Ketiga komponen tersebut dihubungkan dengan pipa. Air gambut adalah air permukaan yang berwarna Dijelaskannya pula, tabung filter dibuat dari kompo-coklat dan bersifat asam. Untuk dapat menjadikan air sisi terdiri atas kerikil, pasir, busa, kertas filter, dan kar-gambut sebagai sumber air bersih, perlu dilakukan bon aktif. Karbon aktif terbuat dari tanah gambut yangpengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan telah diaktivasi secara fisika dengan pemanasan padaintensitas warna air gambut dengan menggunakan ozo- rentang suhu 400oC sampai 500 oC.nisasi dan kombinasi media filter (karbon aktif, pasir akif, Penggunaan karbon aktif pada sistem filter terutamadan zeolit) secara kontinu. Asam humus yang terdiri dari untuk mengurangi kadar keasaman, mengurangi kadarasam humat, asam fulvat, dan humin sebagai pemben- logam, mengurangi bau dan mengurangi kekeruhan air.tuk warna pada air gambut dapat di netralkan dengan Keunggulan sistem filter ini adalah mengurangi kadarproses ozonisasi, oksidasi dan adsorpsi oleh media filter keasaman, kadar logam, kekeruhan, bau, dan rasa. Man-(Zeolit, Karbon Aktif, Pasir Aktif). faat sistem ini adalah memperbaiki kualitas air gambut Metode yang digunakan adalah penurunan inten- sehingga dapat digunakan untuk air jernih yang layaksitas warna air gambut dengan proses ozonisasi dan pakai untuk minum maupun MCK.kombinasi filter (pasir akit-zeolit, pasir aktif-karbon aktif) Menurut data Badan Lingkungan Hidup Daerah,secara kontinu dengan variasi waktu 30 menit, 60 menit, menyatakan hasil penelitian yang dilakukan pihaknya120 menit, 240 menit, dan 300 menit pada setiap per- di sejumlah lokasi sungai seperti Riam Kiwa dan Sungailakuan proses. Hasil maksimum dari proses yaitu inten- Tabuk, mendapatkan hasil kandungan logam berat san- sitas warna air gambut dapat berkurang gat tinggi. Air sungai terbukti mengandung logam berat hingga sebesar 21,21 % un- berupa Arsen (AS) dengan kandungan jauh diatas batas 36
  • Edisi II, 2010normal 0,005 Mg/Ltr. Logam berat arsenic merupakan kemudian disaring lagi dengan menggunakan saringanracun yang sangat berbahaya dan dapat menyebabkan mikro dengan ukuran 0,1-0,5 μm, untuk menurunkankematian. padatan total tersuspensi sampai dengan kurang dari Demikian juga dengan Mercury Mg, besi (Fe) serta 500 mg/l. Proses ini penting agar membran tidak cepatkandungan ecoli mencapai 1.600 atau diatas batas nor- rusak dan dapat berumur panjang. Membran hanyamal 1.000. Kondisi ini memperlihatkan, sungai-sungai dipergunakan untuk menurunkan kadar garam saja,maupun air baku untuk konsumsi masyarakat di kalsel dengan rasio pemulihan 35 persen.tidak layak dan berbahaya bagi kesehatan. Air olahan yang telah jernih, tawar, tidak berbau, dan Riza juga menyebutkan, tingginya tingkat kekeruh- bebas bakteri sudah dapat langsung diminum ditam-an sungai, membuat pihaknya harus mengeluarkan pung dalam bak penampung air bersih. Sebelum prosesdana besar untuk proses penjernihan air. Karenanya pembotolan, untuk menghindari rekontaminasi, airdengan adanya teknologi penjernihan air ini, PDAM kembali melalui mikrofiltrasi dan penyinaran ultravioletBandarmasih akan merancang penggunaan karbon aktif untuk sterilisasi. Hasil akhir, air yang dihasilkan tampakdalam pengelolaan air untuk masyarakat. sangat jernih, tidak berbau, dan sudah tidak asin lagi. Proses pertama terjadi di tangki clarifier yang ber-fungsi menjernihkan dan me- Proses Singkatnaikkan nilai pH menjadi 8-9 Mengolah air gambut menjadimelalui pemberian abu soda air yang siap diminum sebenarnyaatau kapur tohor yang dilarut- bukanlah hal sulit dan mahal.kan. Hasilnya, akan terbentuk Air baku yang berwarna ke-gumpalan berwarna hijau dan coklatan itu bisa diproses dengansecara perlahan-lahan akan pengolahan air minum sederhanamengambang ke permukaan air, dan dapat dibuat oleh masyarakattetapi tidak berapa lama (sekitar dengan menggunakan bahan yang25 menit). Gumpalan berupa ada di pasaran setempat sepertisebagian logam dan organik ter- drum, keran, pompa sepeda, baklarut itu akan berubah warnanya penyaring serta kerikil, pasir danmenjadi kuning kecokelatan ijuk, serta bahan kimia kapur dandan secara perlahan-lahan me- tawas.ngendap (30 menit). Pengolahan air gambut, diawali Untuk mempercepat proses dengan Netralisasi untuk mengaturpengendapan dapat diguna- keasaman air agar menjadi netralkan tawas atau polyaluminum (pH 7-8), yaitu dengan pemberianchloride dengan diaduk searah kapur.sekitar lima menit. Bahan yang dipakai dan dosisnya di- Selanjutnya dilakukan aerasi yaitu mengontakkantentukan melalui eksperimental sederhana di lapangan. udara dengan air baku agar kandungan zat besi dan Air yang telah jernih dialirkan ke bak pengendap 1 mangan yang ada dalam air baku bereaksi dengan ok-dan 2. Tetapi, meski sudah jernih, air masih mengan- sigen yang ada dalam udara membentuk senyawa besidung partikel kecil yang melayang-layang (organik), besi, dan senyawa mangan yang dapat diendapkan.mangan terlarut yang cukup tinggi dan berbau. Pada Disamping itu proses aerasi juga berfungsi untuktahap selanjutnya dilakukan proses oksidasi (bisa de- menghilangkan gas-gas beracun yang tak diinginkan mis-ngan udara, kaporit, atau kalium permanganat). Kalium alnya gas H2S, Methan, Carbon Dioksida dan gas-gas ra-permanganat dipilih dengan pertimbangan berwarna cun lainnya. Untuk 1 "parts per million" (ppm) oksigen,dan tidak berbau, di samping juga turut mengaktifkan menurut dia, dapat mengoksidasi 6.98 ppm ion Besi.media mangan zeolit untuk proses oksidasi lanjutan dari Reaksi oksidasi ini dapat dipengaruhi antara lain olehbesi dan mangan, setelah disaring dengan saringan pasir jumlah Oksigen yang bereaksi, dalam hal ini dipen-silika. Selanjutnya, proses penghilangan bau dan warna garuhi oleh jumlah udara yang dikontakkan denganmenggunakan karbon aktif. air serta luas kontak antara gelembung udara Air yang telah jernih, tidak berbau dan berwarna, dengan permukaan air. 37
  • Sisi Lain POKJAJ ika semua berjalan normal, bisa dipastikan bahwa miliar kilometer kubik) di jagat ini merupakan air asin pada 2010 ini bumi akan dihuni oleh tujuh sehingga tidak dapat dimanfaatkan langsung sebagai miliar jiwa. Suatu jumlah yang sangat besar sumber air bersih. Sedangkan, sebagian besar dari air dalam sejarah peradaban bumi yang tentunya tawar yang ada (33 juta kilometer kubik) berada dalam membutuhkan ketersediaan sumber daya untuk wujud es, salju, dan air dalam tanah. Secara teoretis, yang bisa menopang dan menjaga keberlangsungan bisa dimanfaatkan sebagai sumber air tawar tidak lebihhidup dan kehidupan. Salah satu di antaranya adalah air dari 126,7 juta kilometer kubik atau hanya 0,009 persenbersih. Air bersih merupakan kebutuhan pokok manusia dari total air keseluruhan. Inilah jumlah yang harus dandan kehidupan yang jumlahnya sangat terbatas. Hingga akan diperebutkan oleh seluruh penduduk bumi dansaat ini, air belum bisa digantikan oleh bahan lain. hal ini sudah menjadi masalah serius terkait denganSayangnya, jumlah ketersediannya sangat terbatas, apalagi kelangkaan yang dapat menjurus pada konflik dan krisisuntuk bisa mencukupi kebutuhan tujuh miliar penduduk kemanusiaan.bumi ini. Badan Pertanian Dunia (FAO) telah memperingatkan AIR adalah salah satu kebutuhan utama semua bahwa setidaknya empat miliar jiwa akan hidup dalammahluk hidup di dunia. Namun ketersediaan air daerah yang amat minim air bersih di tahun 2025.bersih ternyata semakin menyusut. Jumlah air bersih Lebih dari setengah penduduk dunia akan hidup dalamyang tersimpan di ceruk bumi (aquifer) darat, laut, kekeringan, mengais makanan yang tersisa dan merambahdan atmosfir, yang sebenarnya terbatas, terus menerus wilayah pantai yang telah tercemar selama 50 tahunberkurang jumlahnya. Di masa mendatang, air akan terakhir. Limbah yang tak terkendali dan kebijakanmenjadi begitu berharga dan mungkin segera menjadi penanganan air yang buruk menjadi penyebab utamakomoditas utama dunia dan berpotensi menjadi sumber dari semua masalah ini, terutama yang terjadi di negarakonflik yang cukup serius. Bagi negara dunia yang berada berkembang. Demikian laporan dari Badan Lingkungandi kawasan Timur Tengah dan Afrika, ketersediaan air PBB (UNEP, United Nations Environment Programme)bersih telah lama menjadi masalah. Namun kini negara yang bekerja sama dengan lebih dari 200 pakar sumberlain dengan jumlah penduduk yang besar seperti China, daya air dunia.India, dan Amerika Serikat juga mulai merasakan masalah “Kini, lebih dari 800 juta orang di dunia kesulitanyang serupa. mengakses sumber air bersih. Hal ini menandakan Masalahnya, sebanyak 97,6 persen dari krisis, “ ujar Halifa Drammeh dari UNEP. Lembaga ini, total air yang tersedia (1,403 yang sejak tahun 2003 mencanangkan program Tahun 38
  • Edisi II, 2010Internasional Air Bersih (International Year of Freshwater) Kondisi Indonesiabagi penduduk dunia, melaporkan terjadinya penyusutan Bagi Indonesia, masalah kelangkaan lebih disebabkanterumbu karang dan garis pantai dunia akibat perubahan oleh kegagalan kita dalam mengelola sumber daya air.cuaca. Beberapa negara berkembang juga akan mengalami Hal ini menyebabkan semakin tidak seimbangnya antarakrisis air, gagal panen dan konflik seputar masalah kebutuhan (demand) yang terus berkembang denganpengelolaan air sungai dan telaga bila tidak melakukan ketersediaan (availability) serta kemampuan untuklangkah penyelamatan terhadap salah-kelola irigasi dan menyuplai (supply) kebutuhan tersebut. Kondisi ini jugatidak memperbaiki pola pengelolaan sumber air tawar diperberat dengan semakin tingginya tingkat pencemaranmereka. air oleh limbah cair ataupun padat serta adanya ancaman Berdasarkan data dari NASA dan WHO, dilapor- serius dari dampak perubahan dan anomali iklim yangkan temuan data akan terjadinya krisis air yang sudah menjadi kenyataan dewasa ini. Sehingga, tidakmempengaruhi sekitar 400 juta jiwa saat ini akan heran, ketika kita bicara krisis air, pada saat bersamaanberdampak serius pada setidaknya 4 miliar jiwa di kita dihadapkan pada bencana beruntun yang terkait air,tahun 2050 nanti. Pengelolaan fasilitas sanitasi yang tak seperti banjir dan longsor.memadai akan berdampak buruk terhadap lebih dari Bagi kawasan lokal, seperti Pulau Jawa misalnya,2,4 miliar penduduk dunia, dan jumlah ini merupakan krisis air yang membayang menjadi ancaman yang40 persen dari jumlah umat manusia yang ada. Separuh mencemaskan. Kekeringan mulai meresahkan para petanikawasan pantai, tempat di mana lebih dari semiliar diberbagai sentra produksi padi. Lebih dari 800.000orang menggantungkan hidupnya, bakal menyusut hektar sawah di Pantura Jawa sudah puso dan ribuanakibat pengembangan yang berlebihan atau pencemaran hektar lainnya terancam gagal panen akibat kekuranganlingkungan. air. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Bagi anak balita, penyakit yang disebabkan oleh bahkan memperkirakan pada bulan Agustus, semuaair yang tercemar (muntaber, diare dan sebagainya) wilayah Indonesia akan mengalami kemarau panjang.merupakan salah satu ancaman utama bagi mereka. Akibat kerusakan ekosistem hutan di berbagai wilayahWHO melaporkan bahwa setengah dari jumlah ranjang ini, Pulau Jawa bisa mengalami defisit air empat kalirumah sakit di negara berkembang dihuni penderita setiap tahunnya. Menteri Negara Lingkungan Hidupbalita yang menderita serangan penyakit seperti ini. bahkan telah menyatakan, di tahun 2005 Pulau Jawa ISTIMEWA telah mengalami defisit air 13 miliar meter kubik. Jumlah ini dipastikan terus bertambah setiap tahunnya. Penyusutan air dan kekeringan yang berulang setiap tahunnya, tak saja karena fenomena alam, namun juga terjadi karena kerusakan lingkungan yang parah. Dibandingkan luas wilayah yang ada, hutan di Pulau Jawa hanya secuil 3.289.131 hektar. Dari jumlah ini, sekitar 1.714 juta hektar hutan, baik berupa hutan lindung atau hutan konservasi -berada dalam kondisi kritis. Kondisinya diperburuk dengan terseraknya lahan kritis di luar kawasan hutan, yang tahun ke tahun jumlahnya terus meningkat. Sumber di Balai Pemantapan Kawasan Hutan Jawa- Madura menyebutkan bahwa jumlah kawasan hutan yang harus dihijaukan mencapai 10.731 juta hektar, atau 84, 16 persen dari luas seluruh daratan Pulau Jawa. Dengan begitu, bisalah kita bayangkan bila di masa depan, 39
  • Sisi Lain total penduduk Indonesia hanya memiliki lebih dari 4,5 persen dari total cadangan air tawar nasional. Dari segi kuantitas dan penyebarannya, sudah jelas terlihat adanya ketidakseimbangan. Dari segi kualitas, justru lebih memprihatinkan lagi karena sangat terkait dengan bisa atau tidaknya air tawar tersebut dimanfaatkan. Hampir sebagian besar sumber-sumber air perkotaan kita, khususnya di Pulau Jawa, terus tercemar oleh limbah. Sebagai gambaran, dari 13 sungai/kali yang mengalir di wilayah DKI Jakarta, kecuali Kali Krukut, hampir semuanya sudah tidak layak dijadikan sumber air baku untuk keperluan air bersih/minum oleh PAM Jaya. Akibat gangguan kualitas terhadap sumber air tawar tersebut, biaya pengolahan air bersih, baik akibat kebutuhan bahan kimia maupun biaya energi untuk pengolahan dan untuk mendistribusikan air, terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan dari waktu ke waktu. Sehingga, ini akan dapat menyebabkan masyarakat harus membayar lebih mahal untuk bisa mendapatkan air POKJA bersih, seperti yang sedang terjadi di beberapa kawasan di Jakarta.Pulau Jawa akan semakin “kehausan”. Dengan jumlah Sementara itu, kemampuan pemerintah melaluihutan yang minim, hanya sekitar 20 persen air hujan 372 Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) untukyang bisa diserap tanah. Sisanya mengalir percuma ke memenuhi kebutuhan air bersih masih jauh dari yanglaut. diharapkan. Sampai hari ini, Indonesia baru memiliki Padahal, menurut data di Kementerian Lingkungan sekitar 7,1 juta sambungan air bersih yang secara kasarHidup, pada tahun 2003 saja, kebutuhan air di pulau baru mampu melayani sekitar 35,5 juta jiwa yangterpadat se Indonesia ini sudah mencapai 38 milyar meter mayoritas bermukim di daerah perkotaan. Sehingga,kubik. Bila air yang tersedia hanya sekitar 25,3 miliar sebagian besar masyarakat yang belum mempunyaimeter kubik, terjadi defisit air bersih dalam jumlah yang akses ke air bersih terpaksa mengantungkan kebutuhancukup banyak, dalam satu periode saja. mereka kepada sumber lain permukaan lain, seperti kali, empang, air hujan, sumur dangkal, tanah dalam, dan Penyebaran Potensi Air bahkan air payau sekalipun. Pemanfaatan sumber air Berdasarkan teori, Indonesia memiliki potensi air alternatif tersebut tentunya mengandung risiko, terutamatawar sebesar 1.957 miliar meter kubik/tahun. Dengan jika dikaitkan dengan jaminan keamanan kualitas (aspektotal populasi saat ini mencapai 228 juta jiwa, jumlah air kesehatan) dan ancaman terjadinya bencana ekologitawar tersebut setara dengan 8.583 meter kubik/kapita/ perkotaan (akibat eksploitasi berlebihan air tanah dalamtahun. Jumlah tersebut berada di atas nilai rata-rata yang mengakibatkan turunnya muka tanah atau landdunia, yaitu 8.000 meter kubik/kapita/tahun (Bappenas, subsidence ).2006). Namun, ketersediaan air ini sangat bervariasi, baik Beberapa masalah utama yang menandai terjadinyaantarwilayah/kawasan maupun antarwaktu. krisis air antara lain adalah tak tersedianya sumber Dari jumlah tersebut, hampir 87 persen di antara air minum yang cukup saat ini bagi sekitar 1,1 miliarpotensi aliran air permukaan umumnya terkonsentrasi di penduduk dunia. Kedua, pengambilan air tanahPulau Kalimantan, Papua, dan Sumatra. Sisanya tersebar yang berlebihan ikut berperan bagi penyusutan lahansecara tidak merata di Jawa-Madura-Bali, Sulawesi, pertanian. Ketiga, polusi dan penggunaan mata air yangMaluku, Nusa Tenggara, dan wilayah lainnya. Pulau berlebihan mencederai keanekaragaman hayati yang ada.Jawa yang memiliki luas kurang dari 7 persen dari total Keempat, mulai muncul berbagai konflik regional yang luas daratan Indonesia dan dihuni oleh 65 diakibatkan oleh berbagai kebijakan dan politisasi yang persen (148 juta jiwa) dari bersumber pada masalah penguasaan sumber air bersih. 40
  • Edisi II, 2010 Berikut Daerah Rawan Air di Indonesia menurut data PROPINSI D.I. YOGYAKARTA WILAYAH TIMUR KAB. BANTUL PROPINSI BALIDirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum. KAB. GUNUNG KIDUL*) KAB. TABANAN KAB. SLEMAN KAB. BADUNGWILAYAH BARAT PROPINSI BENGKULU KAB. GIANYARPROPINSI D.I. ACEH KAB. REJANG LEBONG *) PROPINSI JAWA TIMUR KAB. KLUNGKUNG KAB. ACEH TENGGARA KAB. BENGKULU UTARA KAB. PONOROGO KAB. BANGLI KAB. ACEH TIMUR KAB. TRENGGALEK KAB. KARANGASEM KAB. ACEH TENGAH *) PROPINSI LAMPUNG KAB. TULUNGAGUNG KAB. BULELENG KAB. ACEH BARAT KAB. LAMPUNG TENGAH KAB. BLITAR KOTA DENPASAR KAB. ACEH BESAR KAB. LAMPUNG UTARA KAB. KEDIRI KAB. PIDIE KAB. LAMPUNG BARAT KAB. MALANG PROPINSI KAB. ACEH UTARA KAB. TULANG BAWANG KAB. LUMAJANG NUSA TENGGARA BARAT KAB. SIMEULUE KAB. TANGGAMUS KAB. JEMBER KAB. LOMBOK TENGAH KAB. ACEH SINGKIL KAB. WAY KANAN KAB. BANYUWANGI KAB. LOMBOK TIMUR KAB. BIREUN KAB. BONDOWOSO KAB. SUMBAWA *) KAB. ACEH B DAYA PROPINSI BANGKA BELITUNG*) KAB. SITUBONDO KAB. DOMPU*) KAB. GAYO LUES KAB. BELITUNG KAB. PROBOLINGGO KAB. BIMA*) KAB. ACEH JAYA KAB. PASURUAN KAB. NAGAN JAYA WILAYAH TENGAH KAB. SIDOARJO PROPINSI KAB. ACEH TAMIANG PROPINSI DKI JAKARTA KAB. MOJOKERTO NUSA TENGGARA TIMUR*) KODYA JAKARTA PUSAT***) KAB. JOMBANG KAB. TIMOR TENGAHPROPINSI SUMUT KODYA JAKARTA UTARA***) KAB. NGANJUK SELATAN KAB. TAPANULI UTARA KODYA JAKARTA BARAT***) KAB. MAGETAN KAB. TIMOR TENGAH KAB. TAPANULI SLTN KODYA JAKARTA SELTN***) KAB. MADIUN UTARA*) KAB. NIAS KODYA JAKARTA TIMUR***) KAB. NGAWI KAB. BELU KAB. LANGKAT KAB. BOJONEGORO KAB. ALOR KAB. KARO PROPINSI JAWA BARAT KAB. TUBAN KAB. FLORES TIMUR KAB. DELI SERDANG KAB. SUKABUMI KAB. LAMONGAN KAB. SIKKA KAB. SIMALUNGUN KAB. CIANJUR KAB. GRESIK KAB. ENDE KAB. ASAHAN KAB. BANDUNG KAB. BANGKALAN KAB. NGADA KAB. LABUHAN BATU KAB. GARUT KAB. SAMPANG KAB. MANGGARAI KAB. DAIRI KAB. TASIKMALAYA KAB. PAMEKASAN KAB. SUMBA TIMUR *) KAB. TOBA SAMOSIR KAB. CIAMIS KAB. SUMENEP KAB. SUMBA BARAT*) KAB. MANDAILING NATAL KAB. KUNINGAN KAB. LEMBATA KAB. NIAS SELATAN KAB. CIREBON PROPINSI BANTEN KAB. MAJALENGKA KAB. LEBAK PROPINSI GORONTALOPROPINSI SUMATERA BARAT KAB. SUMEDANG KAB. TANGERANG KAB. BOALEMO KAB. SOLOK*) KAB. INDRAMAYU KAB. SERANG KAB. SW.LUNTO KAB. SUBANG KOTA TANGERANG PROPINSI MALUKU KAB. TANAH DATAR KAB. PURWAKARTA KAB. MALUKU TENGGARA *) KAB. P PARIAMAN KAB. KARAWANG PROPINSI KAL BARAT KAB. MALUKU KAB. AGAM KAB. BEKASI KAB. PONTIANAK TENGGARA BRT KAB. 50 KOTA KOTA BOGOR KAB. SANGGAU *) KAB. BURU KAB. PASAMAN *) KOTA SUKABUMI KAB. KETAPANG KAB. KEPULAUAN ARU*) KAB. KEP MENTAWAI KOTA BANDUNG KAB. SINTANG *) KOTA CIREBON KAB. KAPUAS HULU PROPINSI MALUKU UTARAPROPINSI RIAU KAB. HALMAHERA TENGAH KAB. INDRAGIRI HULU PROPINSI JAWA TENGAH PROPINSI KAL TENGAH KAB. HALMAHERA UTARA KAB. BENGKALIS KAB. BANYUMAS KAB. KW TIMUR KAB. HALMAHERA SELATAN KAB. INDRAGIRI HILIR KAB. PURBALINGGA KAB. KAPUAS KAB. KEPULAUAN SULA KAB. PELALAWAN KAB. BANJARNEGARA KAB. BARITO SELATAN KAB. ROKAN HULU KAB. KEBUMEN KAB. BARITO UTARA PROPINSI PAPUA KAB. ROKAN HILIR KAB. PURWOREJO KAB. JAYAWIJAYA KAB. SIAK KAB. WONOSOBO PROPINSI KAL SELATAN KAB. JAYAPURA KAB. K SINGINGI KAB. MAGELANG KAB. KOTABARU KAB. NABIRE KAB. BOYOLALI KAB. BANJAR KAB. YAPEN WAROPENPROPINSI JAMBI KAB. KLATEN KAB. BARITO KUALA KAB. BIAK NUMFOR*) KAB. MEANGIN KAB. SUKOHARJO KAB. TAPIN KAB. PUNCAK JAYA KAB. SAROLANGUN KAB. WONOGIRI KAB. H SUNGAI SLTN KAB. MIMIKA KAB. BATANGHARI KAB. KARANGANYAR KAB. H SUNGAI TNGH KAB. T JABUNG BARAT KAB. SRAGEN KAB. H SUNGAI UTARA PROPINSI PAPUA BARAT KAB. T JABUNG TIMUR KAB. GROBOGAN KAB. TABALONG KAB. MANOKWARI KAB. BUNGO KAB. BLORA KAB. FAK FAK KAB. TEBO KAB. REMBANG PROPINSI KAB. PATI KALIMANTAN TIMUR Keterangan :PROPINSI SUMATERA SELATAN KAB. KUDUS KAB. KUTAI KERTANEGARA *) Kabupaten yang memiliki KAB. OGAN KOM ILIR *) KAB. JEPARA KAB. BERAU cadangan air minum terbatas KAB. MUARA ENIM KAB. DEMAK KAB. BULUNGAN **) Kabupaten dengan kondisi KAB. LAHAT KAB. SEMARANG KAB. NUNUKAN air minum sangat kurang KAB. MUSI RAWAS KAB. TEMANGGUNG KAB. MALINAU ***) Daerah yang air tanahnya KAB. MUSI BANYUASIN KAB. KENDAL KAB. KUTAI BARAT tidak siap untuk di konsumsi. KAB. BATANG KAB. KUTAI TIMUR KAB. PEKALONGAN (eko/wawasan.com) KAB. PEMALANG KAB. TEGAL KAB. BREBES 41
  • Testimoni DOK. PRIBADIG uru yang Mengurusi Sampah dan Limbah Kecintaan Teti Suryati, kelahiran Garut, 18 untuk mengajari warga membuat kompos cair. “Setiap April 1961, pada tanaman dan lingkungan kali saya ceramah soal pengolahan sampah dan limbahmendorongnya gencar menyosialisasikan pengolahan di seputar rumah, warga malah bertanya ’ngapain susah-sampah menjadi kompos. Dan sebagai pilar pertama susah ngurus sampah?’ Mereka merasa sudah membayarkesehatan lingkungan sekolah. Awalnya, guru Biologi retribusi kebersihan, jadi enggak perlu pusing mikirinSMAN 12 Jakarta ini sekadar membagi ilmu dengan sampah,” cerita Teti.sesama guru di Jakarta, lalu meluas sampai di berbagai Ketika ia meminta warga belajar bikin kompos,wilayah di Tanah Air. ”Sebagian warga menjawab, untuk apa? Beli saja, kompos Keengganan warga mengolah sampah dan limbah kan harganya murah, cuma Rp 1.000 per kilogram,”rumah tangga dijawab Teti dengan menciptakan alat ujarnya. Sikap apatis warga yang dia datangi lewatpembuat kompos atau komposter sederhana. Komposter kelompok arisan, pengajian, PKK, warga perumahan,buatan Teti berbahan kaleng bekas cat berukuran 25 guru, maupun karyawan itu tetap tak menyurutkankilogram, yang diberi alat pemutar pada bagian samping semangat Teti untuk berbagi dan mengubah paradigmaatau tutup kaleng. Semua ini berawal saat Teti terpilih berpikir masyarakat soal sampah. Keluhan itu justrusebagai kader kebersihan oleh Dinas Kebersihan DKI membuat dia kreatif dengan menciptakan komposterJakarta, enam tahun lalu. Sebagai kader, dia mendapat untuk mengurangi sampah dan limbahdi rumah.banyak informasi tentang pengolahan sampah dan limbah Umumnya warga kota malas berurusan denganmenjadi kompos. sampah dan limbah organik atau basah yang mudah Pengetahuan itu tak dibiarkannya begitu saja. berbau busuk. Mereka enggan membuka tempatTetapi dia mengembangkannya dengan menciptakan pembuangan sampah, lalu mengaduknya agar tak baukomposter. Untuk memenuhi selera masyarakat, Teti dan berbelatung.telah mengembangkan 13 tipe komposter dengan ”Dari situlah saya terpikir harus membuat alatbahan baku kaleng dengan alat pemutar. Tahun lalu, dia pengaduk sehingga tempat sampah dan limbah organik mengembangkan komposter gantung yang tak harus sering dibuka. Saya lalu ke tukang las, minta dibuat dari tempayan air, kaleng bekas cat itu dilubangi sisi kiri dan kanannya, lalu 42
  • Edisi II, 2010dipasangi seperti jeruji yang memudahkan pemutaran DKI Jakarta. Tetapi, kebiasaan mengelola sampah dansampah dan limbah di dalamnya,” tuturnya. Komposter limbahrumah dan mengolahnya menjadi kompos telahala Teti bahkan bisa disimpan di ruang tamu, tanpa orang menjadi pola hidup warga. Mereka cinta lingkungansadar bahwa isinya sampah dan limbah basah. Adapun bukan karena ada lomba.komposter gantung dari tempayan air cocok dipasang di Baru pada 2007, RW 15 menjadi juara nasionalrumah yang tak punya halaman. RW Bersih yang diselenggarakan Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Sejak itu, kawasan ini sering Bersih dan hijau didatangi masyarakat dan pejabat yang ingin mengetahui Keterlibatan Teti mengajak warga memilah dan bagaimana warga setempat mengelola sampah dan limbahmengolah sampah dan limbah semakin intens ketika rumah tangga.suaminya terpilih menjadi Wakil Ketua RW 15, Untuk menumbuhkan kesadaran warga, sepertiKampung Bulak, Klender, Jakarta Timur, tahun 2004. memilah sampah dan limbah di rumah, tak semudahTeti, yang saat itu aktif sebagai instruktur pendidikan membalik telapak tangan. Padahal, sampah dan limbahlingkungan hidup bagi guru-guru DKI Jakarta, merasa organik mencapai 60 persen dari total sampah dan limbahharus mendukung tugas suami. ”Ketika itu ada lomba rumah tangga. ”Kalau semua orang mau sedikit sajaRW bersih dan sehat tingkat kelurahan. Saya ikut terlibat susah, memilah sampah dan limbah dan mengolahnya,di PKK dan harus menggerakkan semua warga agar bayangkan, betapa nikmatnya lingkungan hidup ini.berpartisipasi,” kenangnya. Akibat global warming pun bisa diminimalkan,” ujarnya Kondisi lingkungan tempat tinggal yang kumuh lebih lanjut.dan sempit menginspirasi dia untuk mengajak warga Tahun 2006 Teti menggagas muatan lokal lingkunganmengubahnya menjadi lingkungan yang bersih dan hidup sebagai materi pelajaran di sekolah tempatnyahijau. Ia minta setiap rumah menanam dua pohon. ”Ini mengajar. Pengolahan sampah dan limbah termasukmenimbulkan pro-kontra.” salah satu materi yang diajarkan. Ia membuat semacam Warga yang umumnya masyarakat menengah-bawah kurikulum, siswa diajak praktik di rumah dan di sekolah.keberatan harus membeli tanaman dan pot. Teti punmenyarankan kaleng bekas sebagai ganti pot. Selain itu, Nama : Dra Teti Suryati Lahir : Garut, 18 April 1961setiap pukul 16.00, salah satu penghuni rumah harus Agama : Islammembersihkan halaman masing-masing. Bagi warga yang Profesi : Guru SMAN 12 Jakarta Suami : Heriyantotak bersedia, ada denda menyediakan dua pohon di depan Anak : Muti Axanoriyanti, Meti Asokariyantirumah. dan Media Heriyanto ”Cara itu efektif untuk membangkitkan kesadaranwarga. Mereka ikut aktif menciptakan kebersihan Apa yang dia lakukan membuahkan hasil. Sekolahlingkungan. Setelah tampak hasilnya, warga jadi gemar tempatnya mengajar, SMAN 12 Jakarta, terpilih sebagaibertanam,” kata Teti. Hasilnya? RW 15 ditunjuk sebagai sekolah berwawasan lingkungan tingkat nasional. DalamRW percontohan di Jakarta Timur. lomba pemanfaatan sampah dan limbah oleh pelajar yang Namun, kecintaan warga menanam itu menimbulkan digelar World Wildlife Fund, SMAN 12 Jakarta meraihpersoalan lain. Mereka sulit menemukan media tanam. juara kedua. Siswa mengolah sampah dan limbahplastikDan Teti lalu memperkenalkan kompos sebagai media menjadi aksesori.tanam. Kiprah Teti yang gencar memperkenalkan pengolahan Pembuatan kompos menuntut warga punya kebiasaan sampah dan limbah skala rumah tangga dan sekolah inimemilah sampah dan limbah di rumah. Sampah dan menarik perhatian berbagai pihak yang peduli lingkunganlimbah organik warga RW itu dikumpulkan di enam hidup. Dia semakin sering diminta menjadi pembicara keposko, sedangkan sampah dan limbah non organik, berbagai kota, seperti Balikpapan, Pontianak, dan Bandarseperti kertas, plastik, dan kayu, dijual atau dibuat Lampung. Ia muncul dalam talkshow di radio dan televisi.kerajinan tangan. Petugas kebersihan hanya mengangkut Teti semakin sibuk sebagai pembicara soal pengolahansampah dan limbah yang sama sekali tak bisa didaur sampah dan limbah dan pemberdayaan warga untukulang. menciptakan lingkungan hidup yang bersih dan Dalam kurun 2004-2006, RW 15 ”hanya” mendapat hijau. Namun, dia tak mengabaikan tugasnyajuara ketiga RW bersih dan sehat tingkat provinsi sebagai guru. 43
  • Reportase Dalam sambutannya Budi Hidayat menyampaikan pentingnya kegiatan STBM, mengingat masih ada sekitar 70 juta masyarakat Indonesia yang masih buang air besar sembarangan dan akibatnya negara mengalami kerugian sebesar 56 triliun setiap tahunnya. Untuk itu, diperlukan kerjasama semua pihak untuk mengatasi persoalan tersebut.Roadshow Sanitasi Total Berbasis Hal inipun diamini oleh Wakil Bupati Grobogan yangMasyarakat di Grobogan menyambutP rogram Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) telah diperkenalkan di Kabupaten Grobogan semenjak tahun 2008. Melalui program ini, PokjaAMPL Grobogan dan Plan Indonesia telah melakukankerjasama untuk membentuk tim STBM di seluruhtingkat kecamatan di Grobogan dengan pilot CLTS di 6desa. Hingga kini, Kabupaten Grobogan telah memiliki2 desa yang terbebas dari perilaku buang air besarsembarangan, yaitu kabupaten Panimbo dan kabupatenGunung Tumpeng. Keberhasilan penerapan STBM dikabupaten Grobogan ini akan dikembangkan denganmelakukan scaling up di 153 desa di 10 kecamatan.Rencananya kegiatan upscaling ini merupakan bagian dari ISTIMEWAkerjasama program Pokja AMPL dan Plan Indonesia. Terkait dengan hal tersebut Pokja AMPL Grobogan gembira rencana scaling up STBM ini. Sebagai komitmen,menyelenggarakan kegiatan roadshow STBM dalam pada kesempatan ini juga dilakukan pendeklarasianrangka sosialisasi dan advokasi program STBM komitmen 10 kecamatan bebas dari perilaku buang airkepada para pemangku kepentingan. Kegiatan ini besar sembarangan di tahun 2012.diselenggarakan pada Selasa, 15 Juli 2010 bertempat Agar program dan pendekatan STBM dapatdi Ruang Riptaloka Kantor Pemerintah Kabupaten tersosialisasikan dan teradvokasikan dengan baik, dalamGrobogan, Jawa Tengah. Acara ini dibuka oleh Wakil acara ini juga diselenggarakan talkshow yang dihadiriBupati Grobogan, Icek Baskoro, dan juga dihadiri oleh oleh Nugroho Tri Utomo dari Direktorat PermukimanDirektur Permukiman dan Perumahan Bappenas, Budi dan Perumahan Bappenas, Atang Saputra dari DirektoratHidayat. Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, dr. ISTIMEWA Djauhari dari Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan dan Alit Avianne dari Plan Internasional Indonesia. Dalam diskusi dikemukakan bahwa pendekatan STBM ini terbilang efektif, karena belajar dari pengalaman yang lalu bahwa pembangunan sanitasi tidak dapat berhasil apabila masyarakat tidak mengubah perilakunya. Selain itu, pendekatan STBM ini menitikberatkan pada keterlibatan dan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan. Namun sebagai catatan, meski peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan, keterlibatan pemerintah daerah juga sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan. Untuk itu, diperlukan pembagian peran yang jelas dalam pembangunan. DHA 44
  • Edisi II, 2010 Pertemuan Konsolidasi Pembangunan AMPL Tahun 2010S ebagai upaya merespon dan menyinergikan kegi- Setelah pembahasan dengan mitra kerja, para instansi atan pembangunan AMPL yang ada di Indonesia, anggota Pokja AMPL melakukan kick-off meeting per- Pokja AMPL mengadakan pertemuan Perenca- siapan pelaksanaan MA 999 Perdesaan yang merupakannaan AMPL tahun 2010. Pertemuan ini diadakan guna mata anggaran Pokja AMPL dari APBN. Kick-off meetingmengkonsolidasikan kegiatan pembangunan AMPL yang ini akan menjadi titik tolak pelaksanaan kegiatan Pokjadilakukan instansi pemerintah nasional dan mitra kerja AMPL tahun 2010 yang dimulai bulan Agustus ini. Ke-yang terdiri dari program serta proyek dan Lembaga giatan yang akan dilakukan meliputi kegiatan Peningkat-Swadaya Masyarakat atau Non Government Organization an Kapasitas, Koordinasi dan Operasionalisasi Kebijakan,(NGO). Dukungan terhadap Program/Proyek AMPL, Advokasi Pertemuan ini diadakan di Hotel Sahira Bogor, pada dan Sosialisasi, serta Monitoring dan Evaluasi.tanggal 2-3 Agustus 2010, dan dihadiri segenap anggotaPokja AMPL (Kementeri- Persoalan Dataan Dalam Negeri, Kemen- Pengelolaan data pem-terian PU, Kementerian bangunan AMPL meru-Kesehatan, dan Bappenas), pakan kegiatan yang tidakserta para mitra kerja dari terpisahkan dari bidangProgram/Proyek (PPSP, AMPL, yang merupakanWASPOLA, WES Unicef, kebutuhan dasar manusiaProAir, dan lainnya). Per- dan menjadi urusan wa-temuan ini dibuka oleh jib pemerintah pusat danMaraita Listyasari dari daerah. Pengelolaan dataDirektorat Perkim Bap- ini diperlukan dalam upayapenas, Pelaksana Harian meningkatkan kinerja pem-Sekretariat Pokja AMPL bangunan AMPL. NamunNasional. ISTIMEWA demikian, kesadaran akan Dalam pembahasan perlunya data yang akuratmengenai sinergi, terungkap beberapa kebutuhan untuk masih menjadi persoalan.Melihat besaran persoalan terse-mendukung percepatan pencapaian target pembangunan but, diperlukan suatu konsep praktis yang dapat digunakanAMPL Nasional yang tercantum di RPJMN 2010-2014 sebagai acuan dalam mengelola data AMPL.dan target MDGs. Kebutuhan tersebut antara lain per- Konsep yang ditawarkan pada dasarnya mencakuplunya mengefisienkan pelaksanaan kegiatan AMPL agar penyamaan persepsi tentang pentingnya data AMPLtidak dilakukan berulang-ulang oleh berbagai pelaku dalam pembangunan AMPL pemerintah daerah, baikdi lokasi yang sama, menyinergikan jadwal kegiatan perencanaan maupun pemantauan. Mulai dengan varia-dari berbagai pelaku agar tidak bertabrakan, perlunya bel data yang prioritas sesuai kebutuhan (dapat mengacumengumpulkan database daerah sebagai referensi pemba- kepada variabel pemantauan MDG). Mendata mulai daringunan AMPL, serta perlunya meningkatkan peran tingkat terkecil yang dibutuhkan bagi perencanaan danprovinsi dalam pembangunan AMPL Nasional. pemantauan, yaitu mulai dari tingkat dusun, desa, keca- Dari pembahasan tersebut, antara lain disepakati bahwa matan, sampai kabupaten. Menawarkan metode registrasiperlu ada konsolidasi indikasi jadwal dan konsolidasi ke- rumah tangga bagi wilayah dengan ukuran jumlah pen-giatan dari berbagai pelaku yang diterjemahkan menjadi duduk kecil, dan uji petik (sampling) bagi wilayah denganAlmanak AMPL untuk menjadi acuan penentuan jadwal jumlah penduduk relatif besar. Yang tidak kalah pen-kegiatan, pembuatan database daerah, serta penyusunan ting adalah melibatkan kader masyarakat dan paraRoadmap AMPL dan Juklak-Juknis pembangunan AMPL pelaku data lokal. (eko)sebagai acuan bagi pelaku pembangunan AMPL. 45
  • Reportase ISTIMEWA Forum Tingkat Tinggi Menteri Lingkungan Dampak Krisis Air Bagi Masyarakat Umum, Perempuan dan Anak-AnakS ebuah forum pertemuan tingkat tinggi Menteri bersama-sama. Di Afrika, misalnya, lebih dari 57 sungai Lingkungan Asia , Afrika dan Uni Eropa guna besar atau lembah danau digunakan bersama oleh dua membahas secara khusus persoalan Air Minum, negara atau lebih; Sungai Nil oleh sembilan, dan SungaiSanitasi dan Lingkungan Hidup digelar di Johannes Niger oleh 10 negara. Sedangkan di seluruh dunia,Berg, Afrika Selatan, 15-17 Juni 2010 lalu. Pertemuan lebih dari 200 sungai, yang meliputi lebih dari separotersebut diprakarsai oleh Badan Kesehatan Dunia permukaan bumi, digunakan bersama oleh dua negara(WHO) Perserikatan Bangsa-Bangsa sebelum Sidang atau lebih. Selain itu, banyak lapisan sumber air bawahMajelis Umum PBB yang membahas tentang persoalan tanah membentang melintasi batas-batas negara, danAir Minum, Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan digelar penyedotan oleh suatu negara dapat menyebabkandi New York pada September 2010. ketegangan politik dengan negara tetangganya. Dalam pertemuan tersebut, Badan Kesehatan Kekhawatiran bencana krisis air dunia ini jugaDunia mengungkapkan bahwa keributan masalah disampaikan Dirjen Unesco Koichiro pada Forum Airair minum bisa terjadi dalam suatu negara, kawasan, Negara Dunia Ketiga yang berlangsung di Kyoto Jepang ataupun berdampak ke benua luas karena pada tanggal 16 – 23 Maret 2010 lalu. “Dunia akan penggunaan air secara dilanda krisis air, dalam kurun waktu beberapa dekade 46
  • Edisi II, 2010mendatang, karena meningkatnya populasi penduduk, km persegi pada tahun 2050 hampir sembilan kali lipatpolusi dan perubahan cuaca yang menghilangkan jumlah yang dipakai untuk irigasi pada saat ini.sumber-sumber alam yang paling berharga, demikian Penelitian itu juga menambahkan temuan yangLaporan PBB yang diterbitkan Rabu. Dari semua krisis didapat pada penelitian sebelumnya bahwa globalsosial maupun alam yang kita alami krisis air adalah warming meningkatnya suhu bumi disebabkan olehyang paling utama untuk kelangsungan kehidupan kita kecerobohan manusia membakar sisa-sisa bahan bakardan planet bumi ini,” kata Dirjen UNESCO Koichiro yang terdapat dalam lapisan bumi yang mengakibatkanMatsuura . kerusakan parah pada sumber air bersih. Menurutnya, tak akan ada bagian dari bumi yang Perubahan cuaca juga menjadi salah satu hal penyebabterbebas dari krisis yang satu ini yang menyentuh langkanya persediaan air bersih karenanya pola curahsetiap segi kehidupan mulai dari kesehatan anak-anak hujan akan berubah pula.sampai kepada kemampuan suatu negara untuk dapat Wilayah bumi yang memiliki kelembaban tinggimenjamin pengadaan pangan bagi rakyatnya. Penyediaan kemungkinan akan mengalami curah hujan lebih tinggiair telah menurun secara drastis pada tingkat tidak walaupun sebenarnya wilayah tersebut mengharapkanberkesinambungan. adanya penurunan dan keadaan akan semakin memburuk Untuk dua puluh tahun mendatang, penyediaan didaerah tropis maupun sub-tropis. Mutu air akanair rata-rata bagi semua orang akan semakin menurun dengan meningkatnya polusi danmenurun sampai sepertiga dari yang ada temperatur.sekarang ini. Laporan ini disebut sebagai Laporan tersebut menganjurkan beberapa hal,kumpulan informasi yang paling antara lain, para pemimpin dunialengkap dan rinci tentang persediaan agar memiliki niat kebijakan untukair bersih dunia yang dikeluarkan menghadapi krisis air dan menjujungoleh UNESCO koordinator Untuk dua puluh tahun tinggi komitmen yang telah dibuatkonferensi internasional, Konferensi oleh masing-masing negara.Air Negara-Negara Dunia Ketiga mendatang, penyediaan Selain itu, menggalakkanyang akan dijadwalkan bulan ini di air rata-rata bagi semua sistem penanganan limbah bagiJepang. irigasi terutama di negera miskin. Masa depan sebagian besar orang akan menurun Kemudian, mendorong penanamanwilayah dunia terlihat suram. modal dalam penyediaan air bersihLaporan itu juga berisi perkiraan sampai sepertiga dari dan pembuangan limbah. Sekitarpada tahun 2050, dimana jumlah yang ada sekarang ini. 12,6 miliar dolar AS diperlukanpenduduk mencapai 2 miliar, sebagai dana tambahan per tahunnyatersebar di 48 negara, dan lebih un untuk dapat memenuhi target yangdari 7 miliar di 60 negara, akan dic dicanangkan PBB. Biaya tersebutkekurangan air bersih. dip diperuntukkan bagi program tahun Angka-angka tersebut amat tergantung pada jumlah 201 yang bertujuan mengurangi 2015populasi dan kebijakan pemerintah untuk menekan separuh jumlah orang h orang-orang yang tidak mempunyai aksespolusi dan limbah. terhadap air bersih dan sistem sanitasi dasar. Walaupun angka kelahiran menurun secara signifikan Laporan tersebut berujung kepada kontroversijumlah penduduk dunia masih akan mencapai kira-kira yang mempertanyakan perlunya penyediaan air bersih9,3 miliar pada 2050 dibandingkan dengan 6,1 miliar dilakukan oleh pihak swasta. Sektor swasta haruslahpada tahun 2001. Polusi adalah hal terbesar dan terburuk dilihat sebagai katalisator yang akan membantuyang menyebabkan rusaknya kelangsungan air bersih. menyelesaikan masalah air namun pengawasan atasSetiap hari sebanyak dua ton limbah masuk kedalam sumber air haruslah dilakukan oleh pihak pemerintah dansungai, danau dan sumber air lainnya. pengguna,” demikian saran laporan tersebut. Sementara Pada saat ini menurut laporan tersebut terdapat 12 itu, badan pengawas mutu air dari PBB dalamribu km persegi sumber air dunia yang tercemar dengan laporannya mengatakan Finlandia memiliki aircatatan bila pola hidup tetap sama dengan apa yang yang paling baik mutunya sedangkan Belgiaterjadi sekarang maka jumlah itu akan mencapai 18 ribu memiliki yang terburuk. 47
  • Reportase Pameran INDOWATER 2010 air bersih yang dapat dibagi kepada masyarakat yang membutuhkan,” tukasnya di sela-sela acara Jumpa Pers terkait pelaksanaan IWWEF 2011 pada 2 Juli 2010 di Jakarta. Menurut dia, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan tahun 2015, secara nasional cakupan air bersih mencapai 63 persen dan sanitasi sebesar 62 persen. Oleh karena itu diperlukan pemetaan masalah di tingkat daerah. Tujuan tersebut merupakan bagian dari Millenium Development Goals (MDGs) yang digagas tahun 2000 lalu. Program ini adalah program berkesinambungan untuk air bersih dan sanitasi bagi penduduk Indonesia. Selama perjalanan 10 tahun ini memang masih belum terealisasi dengan baik karena menemui kendala. Ada pun kendala yang jadi perhatian adalah masih banyaknyaPerusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang belum sehat. Selain itu permasalahan air bersih dan ISTIMEWA sanitasi di kota/kabupaten belum diinventarisir dengan baik. Sehingga untuk mendapatkan solusi daerah harusP ersatuan Perusahaan Air duduk bareng dengan pemerintah pusat. Dikatakan Minum Seluruh Indonesia pihaknya ingin melakukan langkah nyata untuk (PERPAMSI), Ikatan Ahli mengkonsolidasikan programTehnik Lingkungan Indonesia . . .tidak h hanya menjadi pencapaian MDGs dalam sebuah(IATPI) dan International Water t penonton dan pengguna Roadmap yang dapat dijadikanAssociation (IWA) akan menggelar teknologi tetapi juga dasar bagi semua pihak untukIndonesia Water and Wastewater menciptakan teknologi berkontribusi.Expo and Forum (IWWEF) 2011 terbaru dibidang tehnik Menurut Budi, selama iniyang akan digelar pada tanggal 18 lingkungan dan air pemenuhan pencapaian MDGshingga 20 Januari 2011 di Hotel bersih. . . Indonesia sebagian besar berada pada InBidakara Jakarta. Diharapkan expo jal yang benar, sebagian lainnya jalurini diikuti oleh 394 PDAM di ma memerlukan kerja keras. Untuk masihseluruh Indonesia dan dihadiri 5000 orang ini menurut itu, lanjutnya, masih perlu dilakukanrencana akan dibuka oleh Wakil Presiden, Budiono. penajaman guna mend man mendorong percepatan pencapaiannya. Pada kesempatan itu, Dirjen Cipta Karya, Budi Upaya tersebut perlu mempertimbangkan disparitas b lYuwono menegaskan lewat kegiatan ini diharapkan wilayah, sehingga tidak hanya dilihat dari portofoliodapat terjadi transformasi teknologi dan ditemukan seluruh wilayah dalam mencapai tujuan yang ditetapkan,kiat atau strategi yang baik dalam meningkatkan tetapi juga pada agregat perpropinsi yang perlu menjadikesadaran masyarakat terhadap air bersih dan penyehatan tolok ukur bersama terhadap keberhasilan pencapaiannya.lingkungan. “Saya berharap kita tidak hanya menjadi “Dengan demikian pencapaian akan dinilai daripenonton dan pengguna teknologi tetapi juga keseluruhan provinsi terkait MDGs yang notabene hal ini menciptakan teknologi terbaru dibidang perlu menjadi perhatian bersama khususnya dari pihak tehnik lingkungan dan provinsi dan kabupaten/kota,” ujarnya. [eko] 48
  • Edisi II, 2010Sudah 12 TahunAir Tanah di JakartaTidak Layak KonsumsiA ir tanah Jakarta sudah tidak dapat dipakai lagi 44 persen dari kebutuhan air warga Jakarta. “Ada 13 sejak 12 tahun yang lalu. Dengan demikian, yang sungai yang melewati, tapi tidak ada satu pun yang layak selama ini diambil oleh warga Jakarta dari dalam jadi air PAM kecuali Kali Krukut. Tapi saya katakan,tanah bukan lagi air tanah, melainkan cadangan air purba Krukut juga tidak layak, kebocoran PAM juga masihyang tersimpan di bebatuan. “Kita sudah mengambil sangat tinggi,” katanya.cadangan air tanah purba kita, yang kita isi tidak lebih Selain itu, harga air pipa di Jakarta, menurut Firdausbanyak dari yang kita ambil,” ujar Ketua Water Institute, Ali, masih sangat tinggi dibandingkan harga di kota-kotaDr Firdaus Ali dalam acara diskusi media di Jakarta, akhir lain. Harga tertinggi air pipa di Jakarta mencapai RpJuli lalu di IATPI, 14.650 tiap meter kubik, sedangkan di Surabaya hanya Penggunaan air tanah purba yang terus-menerus Rp 10.000 tiap meter kubik, menurut data Mei 2010.tersebut, kata Firdaus Ali, dapat menyebabkan Harga tersebut juga jauh lebih tinggi dibandingkan hargamenurunnya permukaan tanah sehingga diperkirakan POKJAJakarta akan tenggelam sebelum penyediaan airtanah purba itu habis. “Enggak ada pilihan. Sekarangbagaimana mengerem agar tidak naik air laut, tidak turunair tanah, dengan jangan membiarkan semua kebutuhanair bersih rumah tangga mengandalkan air tanah,gunakan air permukaan, perpipaan, PAM,” imbuhnya. Untuk diketahui, menurut data yang disampaikanFirdaus Ali, kecepatan penurunan muka tanah Jakartapada 2007-2008 mencapai 26 cm per tahun. Untukitulah, menurut Firdaus Ali, diperlukan strategi dalammemenuhi kebutuhan air Jakarta tanpa mengeksplorasiair tanah berlebihan, yakni dengan memperbaikipelayanan air perpipaan (PAM), pengendalian bertahaneksploitasi air tahan dalam melalui Peraturan Gubernur37/2009 yang sudah dilaksanakan, merencanakan danmengimplementasikan upaya memanen air hujan dandaur ulang limbah cair, serta restorasi dan melindungisumber air permukaan kota. Defisit air baku Jakarta telah mencapai 11.982 literper detik pada tahun 2010. Jumlah tersebut diyakiniakan membengkak lebih dari tiga kali lipatnya pada akhir2025, yakni menjadi 35.786 liter per detik. Hal tersebutdisampaikan anggota Badan Regulator Pelayanan AirMinum (BRPAM) DKI Jakarta Firdaus Ali. Menurut Firdaus Ali, Jakarta mengalami defisit airkarena 13 sungai yang melewati Jakarta tidak dapatmenjadi sumber air baku yang layak. Dengan demikian,penyediaan air bersih perpipaan (PAM) hanya mencakup 49
  • Reportase yaitu sekitar 48,1persen. Untuk menghadapi masalah tersebut, ke depan PAM Jaya harus memiliki strategi untuk mengatasi defisit air. Penelitian Walhi Sedangkan Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia P. Raja Siregar, mengatakan, kondisi air tanah Jakarta makin menurun dan tidak layak dikonsumsi. Dari data Pemda dan Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2002 diketahui bahwa air tanah di Jakarta antara lain telah tercemar bakteri ecoli, dan intrusi air laut yang hingga kini telah sampai ke daerah Slipi, Jakarta Barat.POKJA “Sekitar 50 persen warga Jakarta mengonsumsiair pipa di negara-negara Asia Tenggara air tercemar yang diambil dari sumur mereka, karenalainnya. Sebagai contoh, Taipei yang hanya hanya 50 persen warga yang tersambung oleh pipa PAM,”mematok harga Rp 2.196 untuk tiap katanya.meter kubik air pipa. Raja Siregar mengatakan, di daerah Kondisi tersebut kemudian akan . . . kondisi air kond Rawamangun, Jakarta Timur, airnyamengakibatkan penggunaan air tanah tanah Jakarta bahkan tidak layak lagi digunakan untukyang tidak terkendali oleh warga. Pada makin menurun mandi, karena berminyak, berwarna coklattahun 2007 saja, kata Firdaus Ali, dan tidak layak dan licin.berdasarkan data pemerintah, jumlah dikonsumsi. Sementara itu, warga Kelurahanpemakaian air tanah dalam oleh warga Tomang Jakarta Barat mengaku lebih Tommencapai sekitar 22 juta. “Padahal, banyak memilih menggunakan air dari banmenurut perhitungan saya, yang diambil Jakarta itu 11 Perusahaan Air Minum (PAM) daripada air Perkali dari yang dikatakan, dari 22 juta,” katanya. tanah. tan Sementara itu, Kepala BPLHD DKI Jakarta, Ir Peni “Air tanah di s sudah tidak bisa dipakai lagi,” kata siniSusanti menyebutkan Laju kelahiran dan urbanisasi Ny. Ibrahim, warga Jalan Rawa Kepa Kelurahan Tomang.menyebabkan pertambahan jumlah penduduk Jakarta Menurut dia, air tanah hasil sedotan dari mesinsemakin meningkat. Hal ini menyebabkan kebutuhan pompa air berwarna kuning dan kadang-kadang adaair bersih ikut meningkat pula. Pada tahun 2009, jumlah sedikit lapisan berminyak. Baju akan dekil jika dicucipenduduk Jakarta mencapai 8,5 juta orang. Berdasarkan dengan air tersebut.standar IWA, setiap orang membutuhkan 190 liter air per Bahkan Eman, salah seorang Ketua Rukun Tetanggahari, sedangkan dunia usaha membutuhkan 30 persen (RT) di Kelurahan Tomang, mengatakan bahwa emberdari total kebutuhan domestik. Secara total, masyarakat yang digunakan untuk menampung air hasil sedotanJakarta dengan total jumlah penduduk sebesar 11,437 pompa listrik pun akan berwarna kuning dan tidak bisajuta jiwa (Badan Regulator Pelayanan Air Minum, 2010) dihilangkan.membutuhkan air bersih sekitar 2,099 miliar liter per hari “Saat ini, jika ingin memperoleh air tanah denganatau 24.300 liter per detik. kondisi yang jernih, sangat sulit,” katanya. Berdasarkan data Badan Regulator Pelayanan Air Menurut dia, jika tetap ingin menggunakan pompaMinum DKI Jakarta, produksi air bersih tahun 2009 listrik jenis jetpump, harus dilakukan pengeboran hinggahanya mencapai 19.328 liter per detik. Padahal, itu sudah kedalaman lebih dari 30 meter, baru bisa diperolehmengalami peningkatan dari seluruh Instalasi Pengolahan air tanah yang jernih dan bisa dikonsumsi. Dan jikaAir (IPA) yang ada saat ini. Dengan demikian, pada pengeboran tidak mencapai lebih dari 30 meter, air yangtahun 2009 saja sudah terjadi defisit air bersih 4.972 liter dihasilkan akan berwarna kuning karena mengandung per detik. Belum lagi masalah kebocoran banyak zat besi. yang masih sangat tinggi, Sekretaris kelurahan setempat, Riyanto, mengatakan 50
  • Edisi II, 2010bahwa warganya lebih memilih menggunakan air PAM pengambilan air di Gudang Air terlihat lima truk tangkidaripada air tanah. “Airnya lebih jernih dan tidak berbau, air menunggu order. Menurut Wandi, kalau orderanmeskipun jika siang hari alirannya sangat kecil dan baru banyak, antrean mobil truk tangki memanjang hinggapada malam hari alirannya deras,” katanya. Pasar Induk Kramat Jati yang jaraknya sekitar 400 meter dari Gudang Air. Meskipun sepi, namun Iman yakin Penjual Air Keliling penjualan air ini tetap akan bertahan, karena air bersih Dengan semakin banyaknya warga yang merupakan kebutuhan penting. “PAM juga tidak bisamenggunakan fasilitas air ledeng (PAM), maka rezeki melayani seluruh masyarakat, alternatifnya membeli perpada penjual air keliling di kawasan Tomang pun air per tangki,” ujar Imancenderung menurun. Walau demikian, penjual air keliling Kondisi air tanah di Indonesia, terutama kota besardi wilayah Jakarta Utara masih tetap bertahan, karena air seperti Jakarta sudah memprihatinkan. Di kawasantanah di daerah ini sudah lama terintrusi air laut. petak dayak, Jelambar, Jakarta Barat salah satunya. Jika “Memang tidak seramai dulu, tapi sampai sekarang dibiarkan, Jakarta akan kekurangan air pada 2015 nanti.kita masih bisa jualan. Untuk makan sehari-hari Kondisi nyaris sama dialami warga di Nusa Tenggara.cukuplah,” ujar Wartono, pegawai pangkalan air Saron Selain keruh, air tanah yang hanya dipakai untuk mandiyang berlokasi di Jalan Ancol Selatan I No. 47, Sunter dan mencuci itu berbau serta berasa payau.Agung, Jakarta Utara. Mereka sekarang mengaku hanya Penelitian Wahana Lingkungan Hidup Indonesiamenjual air ke warung-warung di pinggir jalan yang (Walhi) menunjukkan, sebanyak 94 persen air tanah disudah menjadi pelanggan tetap. Jakarta sudah tercemar bakteri ecoli dan colifom. Bakteri Tanpa pelanggan tetap, tidak mungkin bagi penjual ini timbul akibat pencemaran limbah industri maupunair bisa bertahan. “Kita punya langganan tetap, kalau rumah tangga. Pembangunan yang tidak memperhatikanenggak punya langganan siapa yang mau beli,” ujar sistem lingkungan dan peresapan air juga membuatMarto, penjual air keliling yang sudah berjualan sejak kondisi air tanah makin parah.1981. Oleh karena itu, kata Marto, sebagian besar penjual Krisis air juga ditandai dengan kekeringan di musimair keliling di sana telah beroperasi sejak 1980-an. Ia kemarau dan banjir di musim penghujan. Jika perbaikanbahkan mengaku mempunyai sejumlah pelanggan tetap regulasi tata bangun kota dan kelola air tidak dilakukan,selama 15 tahun. kondisi akan semakin parah. Peran masyarakat seperti “Bisnis penjualan air kami biasanya per minggu bisa menghemat pemakaian air, penghijauan, dan membuat30 sampai 40 tangki, tapi sekarang hanya 15 sampai 20 resapan air juga diperlukan (eko)tangki,” kata Iman, seorang pengusaha air tangki. Situasi ISTIMEWA 51
  • PanduanKiat Mudah Buat DistalatorSurya untuk Pemurnian AirOleh M Rois Bilad, Peneliti LIPIA rtikel ini memaparkan teknologi distila- akan tersisa. Dengan demikian akan diperoleh destilat tor surya yang digunakan baik untuk air yang relatif sangat murni dan tidak asin sama sekali. pemurnian air, maupun merubah air laut menjadi air tawar (desalinasi). Teknologi Konstruksi Distilator Surya ini bisa digunakan dimana saja asalkan Distilator surya dibuat dengan bentuk tadahan-tempat tersebut mendapat penyinaran matahari. Pada tadahan air sebagai tempat menuangkan air yang akandasarnya teknologi ini beoperasi melalui proses peng- didistilasi. Tadahan-tadahan tersebut berhubunganuapan yang diikuti oleh pengembunan. Distilasi surya melalui pipa penghubung dan disusun sedemikian rupasangat berguna untuk memurnikan air dari polutan- sehingga saling bersambung dan saling membawahipolutan berbahaya. Ketika mengalami pemanasan, sehingga membentuk sudut kemiringan 30°. Hal iniair menguap sedangkan polutan tertinggal, karena menyebabkan air bisa mengalir dari penadah atas keperbedaan volatilitas. Dalam kasus desalinasi, air bawah akibat gaya gravitasi. Pada bagian atas, susunanmurni (tidak mengandung garam) menguap kemudian tadahan tersebut ditutup dengan penutup transparanmengembun sedangkan garam dan mineral lainnya (kaca, mika, akrilik, plastik). Dengan demikian, cahaya matahari dapat masuk memanaskan Gambar 1: Ilustrasi konstruksi Distilasi Surya air, sehingga menyebabkan terjadinya penguapan air. Uap air yang terbentuk naik ke atas, dan akibat terhalang oleh permukaan bawah/dalam penutup yang memiliki temperatur yang lebih rendah, berakibat uap air terkondensasi mem- bentuk butir-butir air (kondensat). Ka- rena posisi pemasangan penutup dibuat miring, butir-butir kondensat tersebut mengalir sepanjang penutup dan jatuh di bagian ujung untuk selanjutnya ditampung. Untuk lebih jelasnya perha- tikan Gambar 1. Produktifitas Flux energi surya yang sampai ke per- mukaan atmosfer bumi rata-rata adalah 1.4 kW/m2. Namun demikian karena berbagai faktor, hanya kurang dari 1 kW/ m2 yang benar-benar sampai ke per- mukaan tanah pada siang hari. Jumlah 52
  • Edisi II, 2010flux energi yang diterima oleh Gambar 2: Distilator surya multi tahapdistilator surya tergantung padakemiringan, kondisi cuaca, lokasi,dan lain-lain. Flux maksimumenergi yang bisa diterima olehdistilator surya kira-kira 8kWjam/m2/hari. Namun demikian,pada banyak distilator suryasatu tahap yang telah dibuat,paling banyak menerima 6kW/m2/hari (perkiraan di Indonesia,di USA hanya 5 6kW/m2/hari).Energi ini cukup besar untukdigunakan menguapkan air. Un-tuk menguapkan air diperlukanenergi sebesar 540 kalori/gram.Jadi untuk menguapkan 1 literair diperlukan energi sebesar 0,628 kW jam/m2/day satu tahap. Dengan kata lain, setiap 1 m2 dari distilatorpada temperatur konstan. Jadi jika 6kW jam/m2/hari surya 3 tahap dapat menghasilkan kurang lebih 24digunakan untuk distilasi, maka diperoleh 9,6 liter/m2/ liter destilat per hari. Untuk destilator surya denganhari. Dari perhitungan ini dapat dihitung luas distilator dimensi 3 x 3 (panjang x lebar) dengan luas 9 m2 akansurya yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan air menghasilkan destilat 216 liter per hari. Jumlah ini su-sehari-hari. dah cukup untuk memenuhi kebutuhan air domestik satu keluarga. Selain itu juga kualitas airnya terjamin Distilator Surya Multi Tahap bagus, jauh lebih bagus dibandingkan air dari PDAM. Pada distilator surya satu tahap, energi mataharihanya digunakan satu kali penguapan saja. Pada saat Pemanfaatankondensasi, kalor laten dari uap air terbuang ke ling- 1. Pengolahan air minum: Seperti kita ketahui ber-kungan sehingga berubah fase menjadi cair berupa sama kualitas air dari PDAM sangat rendah. Distilatorkondensat. Pembuangan energi ini membuat sistem surya ini dapat digunakan untuk memurnikan air PDAMsatu tahap relatif kurang efisien. Untuk meningkatkan dan distilat digunakan sebagai air minum. Jadi tidakproduktifitas distilator surya dapat digunakan sistem perlu lagi membeli air minum galonanmulti tahap seperti diilustrasikan pada Gambar 2. 2. Daur ulang air: Pada daerah yang jarang air,Pada sistem multi tahap, proses berlangsung secara teknologi ini juga dapat digunakan untuk daur ulangmulti efek. Pada tahap satu, pancaran cahaya matahari air. Air yang telah digunakan untuk mencuci atau man-yang masuk ke lapisan paling bawah digunakan untuk di dapat ditampung dan di distilasi ulang untuk diguna-penguapan air. Uap air terse- kan kembali.but terkondensasi di bagian Gambar 3: Beberapa contoh distilator surya 3. Konversi air laut menjadibawah penutup tahap 2 dan air tawar: Untuk daerah pinggirmentransfer panasnya untuk laut yang suplai air tawarnyamemanaskan air ditahap ke kurang, teknologi ini sangatdua, demikian seterusnya. berguna untuk merubah airPada sistem ini kehilangan laut menjadi air tawar. Terlebihenergi tidak terlalu banyak lagi ditunjang oleh temperatursehingga produktifitasnya di permukaan laut yang relatifmeningkat. Umumnya distila- lebih tinggi dengan tingkattor surya 3 tahap dapat men- pencahayaan matahariingkatkan produktifitas des- yang tinggi.tilat 2.5 kali distilator surya 53
  • Info CD Kemitraan Pemerintah-Swasta untuk Cuci Tangan Pakai Sabun (KPS-CTPS). CD berdurasi 25 menit menggambarkan upaya kemitraan pemerintah-swasta untuk Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), yang merupakan suatu inisiatifSistim Pengelolaan Air Bersih Berbasis Masyarakat global yang melibatkan dan menggalakan peran(SPABBM): Penjaringan RW 12 Jakarta Utara Tahun pemerintah dan swasta untuk bekerja secara2010. kolaboratif untuk mempromosikan perilaku cuciDalam cd yang berdurasi 30 menit ini terungkap upaya tangan pakai sabun. Upaya ini dalam rangkawarga Penjaringan RW 12, Jakarta Utara yang terlibat menurunkan insiden diare penyebab utama kematian p dalam pembangunan sistem balita di negara berkembang dewasa ini dan pengelola pengelolaan air bersih merupakan penyebab kedua terbesar kematian pada n pe dan penyehatan emitraan balita di Indonesia. Kemitraan li ingk lingkungan. Mulai ini dilatarbelakangi ko kondisi RW pembelajaran dari 12 (setingkat negara lain yang d dusun) tidak telah terbukti m memiliki sebagai model s sanitasi dasar yang efektif hi hingga akhirnya menurunkan me mempunyai tingkat penyakit s siste sistem diare. penngel pengelolaan air b ih bersih yang baik . Program SToPS Sanitasi Total dan PemasaranBridging the Knowledge Gap Sanitasi di SD Mancar 1 Peterongan - Jombang danCD tentang sejumlah kisah berharga AMPL yang Lingkungan Masyarakat Sekitarnya.dipublikasi oleh IRC. CD ini berdurasi 40 menit yang VCD berdurasi 35 menit ini berisi sejumlahmengungkapkan mengenai pelajaran terpetik dari Program SToPS Sanitasi Totalsejumlah negara dalam membangun sanitasi dasar dan Pemasaran Sanitasi yangdan pengelolaan air bersih secara baik. Sejumlah dilaksanakan di SD Mancarpelajaran berharga sejak perencanaan, pengambilan 1 Peterongan – k keputusan, bu uat Jombang. Dibuat p pembentukan oleh Dinas o organisasi dan Kesehatan p perawatan Jombang p produk tahun d disajikan secara 2010. m menarik. 54
  • Info Edis I 2010 Edisii III,, 2010 Buku memperoleh rumah adalah mereka sendiri bukanlah mengejar adanya yang mampu dan tidak selalu mereka output semata, tetapi diharapkan yang perlu. Rumah menjadi komoditas, menjadi acuan lebih lanjut bagi atau barang dagangan, yang lepas dari penggiat pemberdayaan masyarakat, tujuan Pemerintah untuk meningkat- baik yang selama ini ikut serta secara kan kesejahteraan masyarakat pada aktif dalam PKPM maupun berbagaiCatatan Tentang: Perumahan dan umumnya. Lebih menjadi persoalan pihak yang menaruh minat untukPermukiman Indonesia pada masa lagi karena perkembangan ini antara membangun pemahaman yang tepatTransisi 1998-2004 lain harus menggunakan sumber daya mengenai pemberdayaan masyarakat,Pengarang: Tjuk Kuswartojo yang tidak mungkin diperbanyak seper- serta keinginan untuk bekerja sebagaiPenerbit : Jakarta, Ditjen Perumahan ti misalnya tanah dan air. Oleh karena pendamping masyarakat dengan& Permukiman, Depkimpraswil, x + itu mengiringi perkembangan tersebut, metodologi yang effektif.132 hal. Pemerintah juga melakukan regulasi. Bagaimanapun juga buku ini hanyaTahun Terbit: 2010 Undang-Undang Perumahan dan merupakan sebuah pengalaman, Permukiman yang diterbitkan tahun melakukan kegiatan peningkatan 1992, antara lain merupakan upaya kapasitas bagi fasilitator masyarakat untuk menjamin hak setiap warga melalui pelatihan di PKPM. negara untuk memperoleh rumah yang layak dan mengupayakan agar tanah yang akan menjadi langka dapat Pola Pengelolaan Sumber Daya Air: dimanfaatkan secara adil dan efisien. Wilayah Sungai Bengawan Solo. Dalam masa transisi yang kondisi- Penerbit: Kementerian Pekerjaan nya digambarkan pada bab dua, peru- Umum. mahan memang kurang mendapatkan Tahun 2010 perhatian dari semua pihak. Walaupun demikian Pemerintah menerbitkan be- berapa kebijakan dan melakukan kajian untuk pengembangan kebijakan yang Sebelum terjadinya krisis moneter akan datang seperti digambarkan padatahun 1997, selama hampir dua puluh bab tiga. Kondisi perumahan sendirilima tahun, Pemerintah terus menerus diungkapkan pada bab keempat.berusaha membangun perumahan Akhirnya pada bab kelima, dicobasecara sistematis dan terorganisasikan digambarkan apa yang harus dilakukanagar lebih banyak masyarakat untuk masa datang.Indonesia menjangkau perumahanyang layak. Selain membentuk Evaluasi dan Feedback Kegiatan Sungai Bengawan Solo menjadiorganisasi pembangun perumahan Pemberdayaan Masyarakat - Kiat sumber air baku yang sangat pentingdan memprakarsai terbentuknya Menyusun Evaluasi Berbasis bagi masyarakat untuk memenuhilembaga pembiayaan perumahan, Masyarakat berbagai kebutuhan, namun hampirjuga mendorong hadirnya perusahaan Penerbit: PKPM, Bappenas, JICA setiap tahun menimbulkan bencanapembangun perumahan. Tahun 2010 banjir yang sangat merugikan. Rumah yang dibangun secara ter- Pola Pengelolaan Sumber Dayaorganisasikan oleh perusahaan pemba- Air WS Bengawan Solo bermaksudngun perumahan swasta ternyata untuk membuat kerangka dasar da-meningkat lebih cepat. Banyak peru- lam pengelolaan sumber daya air disahaan yang kemudian mampu mem- wilayah Sungai Bnegawan Solo. Tujuanbangun perumahan dalam skala kota penyusunan pola pengelolaan Sumberdengan kualitas yang makin tinggi. Di Daya Air WS Bengawan Solo adalahsatu sisi ini adalah suatu potensi, tapi untuk menjamin terselenggaranya pe-di sisi lain juga menimbulkan tantangan ngelolaan sumber daya air yang dapatbaru. Pembangunan perumahan yang memberikan manfaat yang sebesar-dibangun oleh usaha swasta tersebut Buku ini merupakan hasil dari salah besarnya bagi kepentingandihantar kepada masyarakat dan men- satu kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat dalam segala bidangcapai konsumen melalui mekanisme PKPM yang berisi proses dan hasil- kehidupan.pasar. Pada akhirnya masyarakat yang hasil kegiatan tersebut. Penerbitannya 55
  • Info Situs pada februari 1999, adalah memberikan manfaat kepada seluruh komunitas internasional dibidang air bawah tanah. Organisasi ini berpusat di Netherlands Institute of Applied Geoscience TNO, Utrecht, Belanda. Pada awalnya, oraganisasi ini dibiayai oleh The Dutch InterministerialInternational Water Management Institute Bureau ‘Partners for Water’. IGRAC, secara prosedural,http://www.iwmi.cgiar.org beroperasi dibawah pengawasan UNESCO dan WMO. D dalam situs ini Di p pengunjung dapat Kelompok Kerja Komunikasi Air m menemukan berbagai http://www.komunikasiair.org m macam publikasi dan K Kelompok Kerja Komunikasi b basis data mengenai air. A adalah kumpulan Air Y Yang menarik disini juga in individu dari berbagai d dipublikasikan hasil- L LSM bidang lingkungan h penelitian yang hasil h hidup dan kesehatan d dilakukan oleh IWMI ya bergerak di dalam yang d dengan topik penelitian p proses mengomunikasikanantara lain mengenai Basin Wate Management, Land, Water p pengelolaan lingkungan hidupWater and Livelihood, Agriculture, Water and Cities, Water d segala aspeknya terutama danManagement and Environment, Benchmark Basins. IWMI sumber daya air dan penyam penyampaian informasi berupa “calladalah organisasi ilmiah nirlaba yang dibiayai oleh the for action” melalui berbagai media.Consultative Group on International Agricultural Research K3A membangun komunikasi berbagai pihak dalam(CGIAR). Agenda riset IWMI dikelompokkan menjadi pengelolaan sumber daya air dari berbagai aspek, menujuempat tema utama, meliputi isu-isu yang berkenaan keberlanjutan kehidupan yang lebih baik, untuk generasidengan lahan, air, mata pencaharian, lingkungan dan sekarang dan yang akan datang terutama di wilayah Jawakesehatan. Institusi berkonsentrasi pada permasalahan Barat.air dan manajemen lahan yang dihadapi oleh masyarakatpedesaan. Tantangan-tantangan tersebut meliputi Pelangimalnutrisi, mata pencaharian dan kesehatan, yang http://www.pelangi.or.idberkaitan dengan permasalahan lingkungan. IWMI D dalam situs ini terdapat Dibekerja melalui penelitian yang berkolaborasi dengan in informasi seputar programmitra di Utara dan Selatan, untuk membantu negara y yang dijalankan oleh Pe-berkembang membasmi kemiskinan dan mengatur air la antara lain program langidan sumber daya lahannya dengan lebih baik ik iklim, energi, kehutanan, se transportasi dan sertaInternational Groundwater k kualitas udara. Pengun-Resources Assessment Center (IGRAC) ju juga dapat membaca junghttp://www.igrac.nl b rapa materi publikasi bebe D Di dalam situs ini pengunjung y yang berkaitan dengan d dapat memperoleh basis data, lingkungan hidup Beberapa jud menarik yang dapat lingkungan hidup. judul b berikut proses pengumpulan ditemukan disini antara lain: Bumi Makin Panas: Anca- d data, dan perangkat presentasi man Perubahan Iklim di Indonesia, Loe Loe Gue Gue: ya yang berkaitan dengan ancurnya Kerekatan Sosial, Rusaknya Lingkungan Kota ai air (khususnya mengenai Jakarta, Kyoto Protocol: Beyond 2012, The Asia Pacific Re- ai air tanah). Tujuan dari gion Speaks: Perspectives on Climate Change. Situs ini milik dibentuknya International d Yayasan Pelangi Indonesia yang memiliki tujuan untuk G Groundwater Resources menjadi satu lembaga penelitian mandiri dengan reputasi e (IGRAC), yang diluncurkan Assessment Centre (IGR nasional dan internasional yang menjadi acuan dan pionir pada saat Konferensi Internasional melalui kajian dan advokasi isu-isu strategis. Ke-5 Ilmu Hidrologi 56
  • Pustaka Edis I 2010 Edisii III,, 2010 AMPL Panduan Air Minum Edisi Maret Panduan Pemberdayaan 2010 ”Semua PDAM Masyarakat dengan Harus Sehat Tahun 2014” Pelibatan Jender dan Kemiskinan dalamBuku Memacu Infrastruktur Di Pembangunan Sanitasi,Sinergi Pusat dan Tengah Krisis. Tahun 2010Daerah dalam Perspektif Kementrian KeuanganDesentralisasi Fiskal. Tahun 2010.Buku Pegangan Penye-lenggaraan Pemerintahan.Kementrian KeuanganTahun 2010 Leaflet Leaflet Tips Hemat Air duan Pelatihan Tenag Panduan Pelatihan Tenaga Fasilitator Lapangan Sanitasi Lingkungan Laporan poran Berbasis Masyarakat Dana Laporan Bulanan Alokasi Khusus Tahun Kelompok Kerja Air Kementerian Minum dan Penyehatan Pekerjaan Umum Lingkungan Juni 2010 2010Ruang Terbuka Hijau Pengelolaan Lingkungan:Sebagai Unsur Utama Tata Program Kelola & PantauRuang Kota. LingkunganDirjen Penataan RuangPU Tahun 2010 Majalah Percik Yunior Edisi 13, Studi tudi Maret 2010 ”Menjaga KIPRAH Tarakan Lestari, Sungai Kehidupan“ Tarakan Kalimantan Timur PosterUpaya Mengatasi Mas Masalah Mampukah aku........?Banjir secara Menyeluruh. (CWSH – CommunitySiswoko Sismodiharjo. Water Services & Health)Yayasan PenerbitPekerjaan UmumTahun 2010. Warta UKS M i 2010 Mei 2010, Pentingnya Gizi Seimbang dan Keamanan Pangan Studi Kasus Sambungan Jajanan Anak Sekolah Air Bersih untuk Masyarakat Miskin Environmental Services Program (ESP) 57
  • Fakta Fakta terkait Kelangkaan Air1. Kelangkaan air terjadi, bahkan di daerah-daerah dimana Dampaknya Bagi Masyarakat Umum: terdapat banyak curah hujan atau air sangat mudah di a. Setiap hari, ribuan orang meninggal dari kurangnya akses dapat. Bagaimanapun air adalah kekal, digunakan dan ke air minum. didistribusikan dalam masyarakat, dan kualitas air yang b. Jutaan orang meninggal setiap tahun dari penyakit yang tersedia dapat menentukan apakah ada dana cukup untuk berhubungan dengan air memenuhi kebutuhan rumah tangga, pertanian, industri c. 43% kematian terkait air disebabkan oleh diare dan lingkungan. d. 84% air yang berhubungan dengan kematian terbesar2. Kelangkaan Air mempengaruhi satu dari tiga orang di adalah pada anak-anak berusia 0 - 14 tahun setiap benua dunia. Situasi makin parah karena kebutuhan e. 98% kematian terkait air terjadi di negara berkembang air meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk, f. 884 juta orang, kurang memiliki akses terhadap perse- urbanisasi dan peningkatan rumah tangga dan industri diaan air yang aman, atau sekitar satu dari delapan orang menggunakannya. g. Kelangkaan air dan krisis sanitasi merenggut kehidupan3. Hampir seperlima dari penduduk dunia (sekitar 1,2 miliar lebih banyak daripada korban perang. orang) tinggal di daerah di mana air secara fisik langka. h. Pada waktu tertentu, setengah dari tempat tidur rumah Seperempat dari populasi global juga tinggal di negara- sakit dunia ditempati oleh pasien yang menderita penyakit negara berkembang yang menghadapi kekurangan air terkait air. karena kurangnya infrastruktur untuk mengambil air dari i. Kurang dari 1% dari air tawar dunia (atau sekitar 0,007% sungai dan sumber air. dari semua air di bumi) adalah mudah diakses untuk4. Kelangkaan air memaksa orang untuk mengandalkan digunakan manusia secara langsung. sumber-sumber yang tidak aman air minum. Ini juga j. Kurang dari 1% dari air tawar dunia (atau sekitar 0,007% berarti mereka tidak bisa mandi atau membersihkan dari semua air di bumi) adalah mudah diakses untuk pakaian atau rumah-rumah mereka dengan benar. digunakan manusia secara langsung.5. Kualitas air yang buruk dapat meningkatkan risiko penyakit k. Sekitar sepertiga orang yang tidak memiliki akses terhadap diare seperti kolera, demam tipus dan disentri, dan infeksi sumber air berpenghasilan kurang dari $ 1 per hari. Lebih yang terbawa air. Kelangkaan air dapat menyebabkan dari dua pertiga orang tanpa sumber air berpenghasilan penyakit-penyakit seperti kurang dari $ 2 per hari trachoma (infeksi mata yang l. Orang miskin yang tinggal di daerah dapat menyebabkan kebutaan), kumuh sering membayar 5-10 kali wabah penyakit dan tifus. lebih banyak per liter air daripada6. Kelangkaan air mendorong orang kaya yang tinggal di kota orang untuk menyimpan yang sama. air di rumah mereka. Hal ini m. Tanpa makanan seseorang bisa dapat meningkatkan risiko hidup selama berminggu-minggu, pencemaran air rumah tangga tetapi tanpa air anda dapat dan menyediakan tempat berharap untuk hidup hanya berkembang biak bagi nyamuk beberapa hari. - yang adalah pembawa demam n. Kebutuhan harian untuk berdarah, malaria dan penyakit sanitasi, mandi, dan memasak lainnya. kebutuhan, serta untuk menjamin7. Kelangkaan air menggarisbawahi kelangsungan hidup, adalah sekitar perlunya pengelolaan air yang 13,2 galon per orang. lebih baik. Pengelolaan air yang POKJA baik juga mengurangi situs Dampaknya bagi Anak-anak: perkembangbiakan serangga semacam nyamuk yang dapat a. Setiap 15 detik, seorang anak meninggal akibat penyakit menularkan penyakit dan mencegah penyebaran infeksi yang berhubungan dengan air. yang terbawa air seperti schistosomiasis. b. Anak-anak di lingkungan miskin sering membawa 1.0008. Kurangnya air telah mendorong atas penggunaan air cacing parasit dalam tubuh mereka setiap saat limbah untuk produksi pertanian miskin perkotaan dan c. 1,4 juta anak meninggal akibat diare setiap tahun. masyarakat pedesaan. Lebih dari 10% dari orang di seluruh d. 90% dari semua kematian disebabkan oleh penyakit diare dunia mengkonsumsi makanan irigasi dengan air limbah adalah anak-anak di bawah usia 5 tahun, terutama di yang dapat mengandung bahan kimia atau organisme negara-negara berkembang. penyebab penyakit.9. Tujuan Pembangunan Milenium nomor 7, sasaran 10 Dampaknya bagi Perempuan: bertujuan untuk mengurangi separuh, pada tahun 2015, Jutaan perempuan dan anak-anak menghabiskan beberapa proporsi penduduk tanpa akses berkelanjutan ke air jam sehari untuk mengumpulkan air dari jauh, sering kali minum yang aman dan sanitasi dasar. Kelangkaan air bisa sumber polusi. [digilib/ampl.or.id/kruha.org/eko] mengancam upaya untuk mencapai sasaran ini. 58 8
  • Edisi II, 201059