• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Percik Edisi Khusus Sanitasi 2010
 
  • 1,112 views

Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan yang diterbitkan oleh Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan. Kali ini dengan edisi khusus sanitasi.

Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan yang diterbitkan oleh Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan. Kali ini dengan edisi khusus sanitasi.

Statistics

Views

Total Views
1,112
Views on SlideShare
1,112
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
62
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Percik Edisi Khusus Sanitasi 2010 Percik Edisi Khusus Sanitasi 2010 Document Transcript

    • Kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) adalah cara super murah dan efektif untuk mengurangi risiko penularan berbagai penyakit, termasuk diare, flu burung, ISPA, Hepatitis A dan cacingan Percik edisi khusus PPSP 2010-2014 ini didukung olehFoto: dok. Forkami
    • DARI REDAKSI DARI REDAKSI Untuk kesekian kalinya PERCIK diterbitkan dalam edisi khusus. Kali ini, kami mencoba mengupas tuntas tentang program pembangunan sanitasi yang tengah dilaksanakan Pemerintah di sejumlah daerah di Indonesia. Program tersebut adalan Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman atau lebih sering disingkat sebagai PPSP. Seperti halnya edisi khusus lainnya, PERCIK menampilkan berbagai sisi dari topik utamanya. Baik dari sisi perencanaan, latar belakang, target, sasaran, cerita lapangan, hingga pendapat para pemangku kepentingan. Penerbitan edisi khusus ini dibantu oleh DHV B.V, MLD dan Haskoning. Wacana tentang percepatan pembangunan sanitasi pertama kali bergulir secara resmi saat pembukaan Konferensi Sanitasi Nasional oleh Wakil Presiden Republik Indonesia pada tanggal 8 Desember 2009. Kemudian, wacana ini diterjemahkan dan disepakati sebagai program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) oleh Tim Pengarah Pembangunan Air Minum dan Sanitasi. Rancangan PPSP sendiri dirumuskan oleh Tim Teknis Pembangunan Sanitasi dan selanjutnya disepakati untuk dilaksanakan oleh 4 Kementerian: Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Dalam Negeri. Satu hal yang membedakan PPSP dari program sanitasi sebelumnya adalah menjadikan perencanaan pembangunan yang lebih mendalam sebagai pilar yang amat penting. Sejumlah 330 Pemerintah Kabupaten dan Kota didorong untuk menyusun suatu perencanaan strategis dalam pembangunan sanitasinya. Perencanaan strategis yang dikenal sebagai Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) ini harus disusun sendiri oleh pemerintahnya dengan prinsip-prinsip:bersifat multisektor; komprehensif dan mencakup seluruh kota; berdasarkan data yang valid melalui pemetaan kondisi sanitasi; serta merupakan penggabungan antara pendekatan top-down dan bottom-up. Namun demikian, PPSP bukan hanya tentang perencanaan yang strategis dalam pembangunan sanitasi. Setelah pemerintah daerah memiliki rencana strategis, Pemerintah pusat akan memfasilitasi penterjemahan dari rencana strategis menjadi berupa Memorandum Program agar dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan prioritas yang disepakati oleh pemerintah setempat. Mendorong sejumlah ratusan kabupaten/kota untuk menyusun SSK tentulah bukan pekerjaan mudah. Salah satu strategi yang digunakan adalah dengan mengadopsi pembelajaran di masa lalu yang mendorong pemerintah daerah untuk membentuk forum koordinasi yang terdiri dari seluruh pemangku kepentingan terkait. Forum koordinasi ini lebih dikenal sebagai Kelompok Kerja (Pokja) AMPL dan di sebagian daerah dikenal pula sebagai Pokja Sanitasi. Berbagai fakta, wawancara, dan pembelajaran yang kami coba tampilkan dalam PERCIK edisi khusus ini diharapkan dapat melengkapi informasi PPSP di atas. Bagaimana kebijakan yang disepakati di tingkat pusat, bagaimana pemerintah daerah dan provinsi menyikapi pengarus utamaan pembangunan sanitasi, serta tak ketinggalan seluk beluk peran para fasilitator yang bertugas mengawal pelaksanaan PPSP di lapangan. Akhir kata, semoga pembaca memperoleh informasi yang lengkap dan lugas tentang PPSP melalui PERCIK edisi kali ini. Lebih dari itu, kami berharap agar berbagai informasi yang kami tampilkan dapat memperkuat komitmen kita bersama untuk membangun sanitasi yang lebih baik bagi masyarakat. (redaksi/Oswar Mungkasa)
    • Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Diterbitkan oleh Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) bekerja sama dengan TTPS, DHV B.V, MLD, Haskoning Penanggung Jawab Nugroho Tri Utomo Pemimpin Redaksi Oswar Mungkasa Tim Penyusun Edisi khusus kali ini Andre Kuncoroyekti Alwis Rustam Bachtaruddin Gunawan Dhanang Tri W. Eko Budi H. Fanny Putri Hony Irawan Iman Utomo Mujiyanto, Nissa Cita Nur Aisyah Yudi Wahyudi Design/ilustrator: PT Qipra Galang Kualita Alamat Redaksi:Jl RP Soeroso No.50 Menteng, JakartaPusat 10350 Telp./Fax 021-3190 4113 Sumber foto Terobosan Pembangunan 04 Sanitasi Indonesia Dok. TTPS, Dok ISSDP, Dok Qipra Pembangunan sanitasi dengan paradigma baru diharapkan mampu mengejar ketertinggalan sektor ini dibanding sektor lainnya.
    • 28 Sanitasi Harus Terus Dibicarakan dan Konkret Kementerian Pekerjaan Umum sebagai salah satu instansi yang berperan dalam menyediakan infrastruktur bagi masyarakat tak ingin mengulang kesalahan masa lalu yang hanya memikirkan Sanitasi Baik, target fisiknya saja tanpa14 Anggaran Kesehatan TurunPayakumbuh adalah satu memperhitungkan faktor lainnya.dari sedikit kota di Indonesiayang serius menangani isu-isusanitasi. Belum genap tiga tahun,Pemkot Payakumbuh berhasilmelaksanakan sejumlah programsanitasi dan memberi dampakpositif pada masyarakat. 30 Tantangan Kita, Menjaga Komitmen Bersama Kementerian Kesehatan merupakan salah satu institusi yang memiliki peranan penting 32 Pembangunan Sanitasi Harus17 Penguatan Kelembagaan SanitasiCerita sukses dari Blitar dimana dalam hal upaya advokasi, edukasi dan pemberdayaan bagi aspek komunikasi kebijakan penyehatan Dipercepat Setiap hari diperkirakan sebanyak 14.000 ton tinja dan 176.000m3Pemkot tidak menemui kesulitan lingkungan, termasuk sektor sanitasi. urine terbuang ke badan air,ketika memfasilitasi dan tanah, danau dan pantai yangmereplikasi terbentuknya Pokja menyebabkan 75 persen sungaihingga ke tingkat kecamatan dan tercemar berat dan 70 persenkelurahan. air tanah di perkotaan tercemar bakteri tinja.20 Mengintegrasikan Sanitasi ke Program Eksekutif >>‘Kepiawaian’ Kelompok Kerja 40 Pembangunan Sanitasi Harus Komprehensif 46 Usaha DaerahIsu Mengangkat(Pokja) Sanitasi Kota Tegal, Jawa SanitasiTengah, bisa menjadi contohbetapa sanitasi bisa menembuseksekutif dan legislatif. 42 Mereka Bicara Sanitasi 48 Ketika Angka Berbicara Banyak
    • Laporan Utama
    • Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) TEROBOSAN PEMBANGUNAN SANITASI NASIONAL Pembangunan sanitasi dengan paradigma baru diharapkan mampu mengejar ketertinggalan sektor ini dibanding sektor lainnya. Buruknya kondisi sanitasi (baca Ketika Angka Bicara Banyak) bukan saja disebabkan terbatasnya akses penduduk dan kualitas fasilitas sanitasi, tetapi juga masih rendahnya kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang isu-isu sanitasi dan kesehatan. Tentu kondisi tersebut tak bisa dibiarkan. Perlu ada lompatan pembangunan sanitasi. Caranya, sanitasi harus menjadi salah satu prioritas pembangunan. Hal itu membutuhkan komitmen dan dukungan semua pihak di semua level terutama para penentu kebijakan. Nah, Program Nasional Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) menjadi jembatan untuk mewujudkan impian pembangunan sanitasi yang lebih baik ke depan. Duduk Bersama: Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Armida S. Alisjahbana, dan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dalam Konferensi Sanitasi Nasional II yang bertema “Mempercepat Pem- bangunan Sanitasi untuk Memenuhi Pelayanan Dasar Rakyat” di Jakarta, Desember 2009.Foto: Dok. TTPS november 2010 majalah percik 5
    • Laporan Utama Pembangunan Tangki Septik Komunal K ebijakan pembangunan sanitasi era sebelumnya tak layak lagi dipertahankan. Potret buram harus segera dihilangkan. Kegagalan demi kegagalan menjadi bahan pembelajaran. Pembangunan sanitasi butuh terobosan dan lompatan. Semua itu hanya bisa terwujud bila sanitasi telah menjadi prioritas pembangunan dan urusan bersama: pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, negara donor, dan masyarakat. Berdasarkan pembelajaran sebelumnya, pembangunan sanitasi sukses bila ada perencanaan dan strategi yang tepat. Bukan sekadar persoalan anggaran. Perencanaan dan strategi tersebut mencakup seluruh aspek sanitasi ditambah koordinasi dan sinergi antarpihak-pihak yang berkepentingan. Komitmen, strategi, koordinasi, dan sinergi menjadi penggerak lahirnya lompatan pembangunan sanitasi. Inilah paradigma baru pembangunan sanitasi. TERUJI Paradigma baru pembangunan sanitasi ini telah teruji. Ini dibuktikan dengan keberhasilan enam kota percontohan yang mengikuti program pembangunan sanitasi melalui Indonesia Sanitation Sector Development Program (ISSDP) pada tahun 2006 hingga 2008. Denpasar, Blitar, Surakarta, Banjarmasin, Payakumbuh, dan Jambi menjadi laboratorium pertama penyusunan strategi sanitasi kota. Perencanaan pembangunan sanitasi kota jangka menengah ini kemudian disebut sebagai Strategi Sanitasi KotaFoto: Dok. TTPS (SSK). SSK menjadi acuan pembangunan sanitasi kabupaten/kota selama lima6 majalah percik november 2010
    • lebih sederhana dan mudah PPSP pada dasarnya adalah sebuah Rombongan Petinggi: Wakil dipahami. roadmap pembangunan sanitasi Presiden RI Boediono mem- buka KSN II di Istana Wakil di Indonesia. Roadmap ini akan Presiden, Desember 2009. Banyak pihak mulai melihat diterapkan secara bertahap di keberhasilan terobosan ini. 330 kabupaten/kota di seluruhtahun ke depan bagi pemerintah Sejumlah kota mereplikasikan Indonesia mulai 2010 hingga 2014.kabupaten/kota. SSK mengikat pendekatan baru tersebut. Daerah tersebut dinilai rawanpara pemangku kepentingan untuk Kota-kota itu difasilitasi oleh masalah sanitasi.melaksanakannya. mitra pemerintah di antaranya Enviromental Service Program (ESP). Di samping untuk mengejarDalam paradigma baru ini posisi ketertinggalan dari sektor-pemerintah pusat tidak lagi berada PPSP sektor lain, roadmap sanitasidi depan. Pemerintah pusat Keberhasilan kota-kota ISSDP juga dimaksudkan untukhanya berfungsi memfasilitasi. menyusun SSK menjadi landasan mendukung upaya PemerintahSeluruh perencanaan sepenuhnya bagi pengembangan sanitasi Indonesia memenuhi tujuan-dilaksanakan oleh pemerintah di seluruh Indonesia. Tim Teknis tujuan Millennium Developmentkabupaten/kota. Pembangunan Sanitasi (TTPS) Goals (MDGs). Khususnya yang kemudian mempromosikan SSK ini terkait dengan Butir 7 TargetSukses dengan laboratorium sebagai cetak biru pembangunan ke-10 MDG, yakni “mengurangipertama, model pembangunan sanitasi komprehensif di kawasan hingga setengahnya jumlahsanitasi dilanjutkan dengan perkotaan. penduduk yang tidak punya aksesISSDP tahap II 2007-2009. Enam berkelanjutan pada air yang amankota baru menjadi peserta yakni Sebagai implementasinya, diminum dan sanitasi yang layakTegal, Pekalongan, Batu, Malang, pemerintah kemudian pada tahun 2015.” Target ini bisaBukittinggi, dan Kediri. Berbagai meluncurkan Program Nasional dipenuhi secara kuantitif, tetapikekurangan sebelumnya dievaluasi Percepatan Pembangunan Sanitasi secara kualitatif layanan yangdan dimatangkan pada tahap ini. Permukiman (PPSP) pada saat tersedia masih belum memadai.Pemerintah provinsi dilibatkan Konferensi Sanitasi Nasional ke-2 dilebih aktif. Dokumen SSK disusun Jakarta awal Desember 2009. PPSP atau roadmap sanitasi november 2010 majalah percik 7
    • Laporan Utama merupakan muara berbagai aktivitas STRATEGI SANITASI KOTA SSK terkait pembangunan sektor sanitasi yang berlangsung beberapa tahun Strategi Sanitasi Kota (SSK) merupakan dan jangka menengah. terakhir. Dimulai dengan Konferensi rencana pembangunan sanitasi jangka Penyusunan SSK menggunakan prinsip Sanitasi Nasional, November 2007, menengah kabupaten/kota yang bersifat kerja skala kota dan multisektor; dari, oleh yang merintis kesepakatan langkah- komprehensif dan terintegrasi. Di dalamnya dan untuk Pokja; sinkronisasi perencanaan langkah penting pembangunan terkandung visi, misi, tujuan, dan sasaran top-down dan bottom-up; dan pembangunan sanitasi, zona dan sanitasi seiring pencapaian MDGs, berdasarkan data empiris. sistem layanan sanitasi, isu-isu strategis penyelenggaraan International Year dalam pengelolaan sanitasi, strategi Sebelum SSK tersusun, kabupaten/kota of Sanitation, 2008, yang mampu pembangunan sanitasi, serta program dan harus terlebih dahulu memiliki gambaran meningkatkan kesadaran dan kegiatan jangka menengah dan tahunan. karakteristik dan kondisi sanitasi, serta komitmen pemerintah pusat dan prioritas/arah pengembangan kabupaten/ SSK berguna sebagai acuan pembagian daerah, dan Konvensi Strategi Sanitasi kota dan masyarakat. Gambaran nyata peran antarpelaku pembangunan sanitasi Perkotaan, April 2009, yang berhasil kondisi sanitasi ini dituangkan dalam Buku sekaligus sebagai kendali bagi realisasi Putih Sanitasi. mengidentifikasi isu-isu terkait pembangunan sanitasi yang berbasis sektor sanitasi dan memperkenalkan kinerja. Keberadaan SSK menjadi gambaran kebutuhan pendanaan sanitasi tahunan pendekatan strategi sanitasi kota yang lebih praktis. PPSP diarahkan pada upaya memenuhi tiga sasaran, yakni:  Menghentikan perilaku buang air besar sembarangan (BABS) pada tahun 2014 di perkotaan dan perdesaan.  Pengurangan timbunan sampah dari sumbernya dan penanganan sampah yang ramah lingkungan  Pengurangan genangan di 100 kabupaten/kota seluas 22.500 hektar. Berikut adalah ringkasan roadmap PPSP (Tabel 1) EHRA EHRA adalah sebuah survei partisipatif 4. Jamban dan perilaku buang air besar (2) istri kepala rumah tangga, (3) anak di tingkat kota yang bertujuan untuk (BAB); Pembuangan kotoran anak rumah tangga, dan (4) adik/kakak kepala mengetahui kondisi sarana dan prasarana 5. Kondisi jalan dan drainase serta rumah tangga. sanitasi, kesehatan/higienitas, serta perilaku pengalaman banjir Di tingkat kabupaten/kota, data masyarakat yang dapat dimanfaatkan Metode EHRA mencakup kegiatan seperti: primer yang dikumpulkan riset EHRA untuk pengembangan program sanitasi dan pengumpulan data, sampling, dan analisis. dimanfaatkan sebagai salah satu bahan advokasi di tingkat kota hingga kelurahan. Data dikumpulkan dengan wawancara penyusunan Buku Putih Sanitasi Kota. Studi EHRA di antaranya untuk mengetahui: dan pengamatan/observasi. Sedangkan Selain untuk merencanakan program 1. Sumber air (minum, cuci, mandi, respondennya adalah ibu (perempuan pengembangan sanitasi di kota, data EHRA kelangkaan air) menikah atau janda) berusia antara 18 – 60 pun dimanfaatkan sebagai tolak ukur 2. Perilaku cuci tangan pakai sabun tahun. Pemilihan ibu berdasarkan urutan/ keberhasilan program sanitasi di tingkat 3. Pembuangan sampah (cara utama, tabel prioritas sebagai berikut: (1) kepala kota. frekuensi pengangkutan, pemilahan) rumah tangga (orang tua tunggal/janda);8 majalah percik november 2010
    • Tabel 1: Tahapan PPSP 2010 - 2014 Jumlah Kabupaten/Kota Sasaran Peran dan Tahapan 2009 2010 2011 2012 2013 2014 Tanggungjawab Kampanye, Edukasi, Advokasi dan Pusat, Provonsi dan 41 49 62 72 82 (100) Pendampingan Donor Pengembangan Kelembagaan dan 41 49 62 72 82 (100) Pusat, Provinsi Peraturan Penyusunan Rencana Strategis 24 41 49 62 72 82 Kabupaten/Kota (SSK) Penyusunan Memorandum 3 21 35 45 56 65 Pusat Program Implementasi (akumulasi dan Pusat, Provinsi, - 3 24 59 104 160 dalam proses) Kabupaten/Kota Pemantauan, Pembimbingan, 24 41 49 62 72 82 Pusat, Provinsi Evaluasi dan Pembinaan(100) dalam tanda kurung menunjukan 100 kota sasaran berikutnya diluar 330 kota target PPSP.PROGRAM KERJA PERAN PROVINSIPPSP diiplementasikan denganmendorong pemerintah daerah PPSP merupakan program yang melibatkan - Mengawal penyusunan Draft SSKmenyusun SSK kabupaten/kota semua jenjang pemerintahan. Jalinan kerja yang harus diselesaikan pada waktumereka masing-masing. Hanya sama antarjenjang pemerintah menjadi yang ditentukan.dengan SSK yang komprehensif, kunci keberhasilan program ini. Secara 2. Menyiapkan kabupaten/kota yang akanberskala kota, menggabungkan implementasi, program ini berlangsung diikutsertakan dalam program PPSPpendekatan top-down dan bottom- di tingkat kabupaten/kota. Namun tahun berikutnya.up, berdasarkan data aktual, pemerintah provinsi pun memiliki peran - Provinsi memastikan kabupaten/pembangunan sektor sanitasi yang tak kalah penting. kota yang akan bergabung dalamyang berkelanjutan bisa dijamin. Pemerintah provinsi mengemban PPSP yakni kabupaten/kota yangSSK diharapkan menjadi cetak biru tanggung jawab sebagai berikut: menunjukkan komitmennya dengan jelas melalui diterbitkannya SKperencanaan pembangunan sektor 1. Mengawal pelaksanaan PPSP di kota- Walikota, terbentuknya kelembagaansanitasi di kabupaten/kota. kota pada tahun 2010 dalam: Pokja, tersedianya rencana kerja, dan - Memastikan tersusunnya SSK secara anggaran. tepat waktu dan sesuai standar; memastikan prosesnya berjalan 3. Khusus bagi provinsi yang sebelumnya Hanya dengan SSK lancar; dan mengevaluasi prosesnya. sudah terlibat dalam mendampingi yang komprehensif, - Mengemban tanggung jawab kabupaten/kota dalam menyusun SSK, provinsi bertanggung jawab berskala kota, menyelesaikan kelengkapan pokja memberikan bimbingan pada menggabungkan (di provinsi dan kabupaten/kota); kabupaten/kota dalam penyusunan dan mengadvokasi kabupaten/ pendekatan top- kota untuk segera melengkapi/ Memorandum Program. down dan bottom- menyiapkan kelengkapan pokja jika Selain tanggung jawab di atas, sebagaimana pemerintah pusat, up, berdasarkan data masih ada yang belum lengkap. pemerintah provinsi memiliki tanggung aktual, pembangunan - Mengawal penyelesaian Draft Buku jawab menyusun roadmap PPSP di tingkat sektor sanitasi yang Putih hingga waktu yang disepakati. provinsi. Roadmap ini menjadi acuan bagi pembangunan sanitasi di tingkat provinsi. berkelanjutan bisa dijaminPerencanaan program PPSPberlangsung sejak September 2009.Ini diawali dengan membangun aspek november 2010 majalah percik 9
    • Laporan Utama menyusun SSK. Bersamaan dengan MEMORANDUM PROGRAM itu pemerintah menyiapkan 49 kabupaten/kota lainnya yang akan Memorandum Program merupakan Program akan menjadi landasan kuat mengikuti program ini pada 2011. sebuah dokumen pemrograman dan untuk mengajukan anggaran kepada DPR, perencanaan berkala dan bisa diterima DPRD Provinsi dan kabupaten/kota. Tahun berikutnya, pemerintah secara hukum. Memorandum Program menyiapkan kota lainnya. Demikian Sebelum ada Memorandum Program harus seterusnya. Pada 2014 nanti ini penting guna mempertajam Rencana ada komitmen pendanaan yang kuat Program dan Investsi Jangka Menengah diharapkan ada 330 kabupaten/kota untuk pelaksanaan studi dan/atau desain (RPIJM) khususnya sektor sanitasi. yang melaksanakan program ini. teknis rinci tambahan yang diperlukan; Di dalamnya tertuang berbagai serta komitmen pendanaan yang kuat informasi antara lain desain dan dan persetujuan resmi untuk pelaksanaan IMPLEMENTASI spesifikasi infrastruktur, manajemen dan intervensi struktural dan non struktural. Implementasi PPSP berlangsung operasi fasilitas, isu terkait masyarakat, dalam satu siklus penuh yang terbagi Saat ini pemerintah pusat sedang pembiayaan dan komitmen pendanaan. dalam enam tahap, yakni: menyusun apa saja yang harus Memorandum Program ini menjadi dasar dicantumkan dalam Memorandum  Kampanye, Edukasi, Advokasi dan alokasi dana dan patokan untuk memulai program, bagaimana cara penyusunannya, Pendampingan; konstruksi dan tindakan non teknis terkait. status hukum dan operasionalnya serta  Pengembangan Kelembagaan dan Prioritas investasi dalam Memorandum beberapa hal yang perlu mendapat Peraturan; Program didasarkan pada Strategi Sanitasi kesepakatan.  Penyusunan Rencana Strategis Kota (SSK) dengan tetap mengacu pada (SSK); RPIJM yang sudah ada. Memorandum  Penyiapan Memorandum Program; politis, karena program ini merupakan satu kesatuan dalam rumusan kebijakan dan strategi pembangunan sanitasi sebagaimana tercantum dalam RPJMN; aspek administratif yakni bagaimana Air Limbah PPSP menjadi prioritas daerah; dan aspek pendanaan yaitu bagaimana Persampahan PPSP mendapatkan dukungan dana pemerintah pusat, daerah, dan sumber- sumber lain. 63 87 80 Tahap berikutnya, 2010 – 2014, berupa pelaksanaan program PPSP seperti penyusunan SSK, 57 pemantauan, bimbingan, dan 19 16 evaluasi, penyusunan memorandum program, dan implementasi. Sebelum itu TTPS menjaring kabupaten/kota 8 yang memenuhi persyaratan dan menunjukkan komitmennya untuk membangun sanitasinya. Hingga 2014, sasaran PPSP adalah 330 Drainase kota/perkotaan rawan kondisi sanitasi. Sebanyak 24 kota di antaranya sudah Kota-kota dengan memiliki SSK. Berikut adalah komposisi Permasalahan Sanitasi kota dengan kondisi rawan sanitasi: Tahun 2010 41 kabupaten/kota yang10 majalah percik november 2010
    •  Pelaksanaan/implementasi; Pemantauan, Pembimbingan, Evaluasi, dan Pembinaan.Pada tahap pertama, pemerintahpusat dan provinsi menggelarkampanye, edukasi, dan advokasikepada pemerintah kabupaten/kota. Tahap selanjutnya, pemerintahpusat dan provinsi menyiapkanpengembangan kelembagaan danperaturan. Ini penting, tanpa payunghukum dan kelembagaan yang tepat, Lokakarya: Pemangku kepentingan berdiskusiprogram ini akan gagal. membicarakan persoalan sanitasi guna menyusun strategi pembangunan sanitasi.Di tahap ketiga, kelompokkerja sanitasi yang dibentuk dikabupaten/kota menyusun rencanaStrategi Sanitasi Kota (SSK). Proses TTPS, PMU, DAN USDPpenyusunan SSK ini sepenuhnya Tim Teknis Pembangunan Sanitasi (TTPS) f. berkomunikasi lintas departemen;ada di tangan Pokja dan tidak adalah wadah adhoc inter-Kementerian g. memfasilitasi pengembangan Aliansiboleh dialihkan ke pihak ketiga. yang bertugas mengoordinasikan Kabupaten Kota Peduli SanitasiUntuk proses ini, pemerintah kegiatan-kegiatan pembangunan sanitasi (AKKOPSI);pusat menyediakan fasilitator yang serta merumuskan arah kebijakan strategi h. melaporkan secara berkalasenantiasa berada di daerah. pembangunan sanitasi nasional . perkembangan hasil pelaksanaan tugas dan pencapaian hasil kepada Tim TTPS beranggotakan perwakilan dariPada tahap keempat, pemerintah Pengarah; Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, i. melaksanakan tugas-tugas lain yangkabupaten/kota melalui pokja sanitasi Kementerian Negara Perumahan Rakyat, diberikan oleh Tim Pengarah;menyusun Memorandum Program. Kementerian Keuangan, KementerianPemerintah pusat memfasilitasi Perindustrian, Kementerian Kesehatan, Guna mendukung pelaksanaan PPSPproses ini sekaligus memberikan Kementerian Pekerjaan Umum dan baik di pusat maupun di daerah, Urban Kementrian Lingkungan Hidup. Sanitation Development Programbantuan teknis menyangkut kegiatan (USDP)/Program Pembangunan Sanitasipembangunan yang memerlukan Dalam Program PPSP, TTPS bertugas Perkotaan memberikan bantuan teknis.dokumen pelengkap. mengoordinasikan Program Management Program ini dibentuk atas kerja sama Unit (PMU) PPSP. PMU itu sendiri antara Pemerintah Indonesia danPada tahap kelima, semua pemangku merupakan unit pengelola program yang Pemerintah Belanda. terdiri dari beberapa sektor dan instansi.kepentingan di pusat, provinsi, USDP melakukan dua pendekatan yakni:dan kabupaten/kota serta donor PMU bertugas melakukan sinkronisasi 1) panduan umum dan dukungan untuksecara bersama-sama melaksanakan dan koordinasi pembangunan sanitasi, PMU, PIU dan para konsultan, denganrencana yang tertuang dalam baik dalam perencanaan, pemrograman fokus pada pembangunan kapasitas maupun koordinasi. Rincian tugas PMUMemorandum Program. Dan pada dan pelatihan serta alih pengetahuan, PPSP yakni:tahap terakhir, pemerintah pusat dan keterampilan, keahlian, dan pengalaman a. merencanakan, mengendalikan danprovinsi melaksanakan pemantauan, dari program ISSDP sebelumnya; 2) mengoordinasikan pelaksanaan panduan khusus dan dukungan bagipembimbingan, evaluasi, dan program; pemerintah daerah serta para konsultanpembinaan secara terus menerus. b. mengupayakan solusi dari isu strategis/ mereka terhadap enam tahapan PPSP. permasalahan yang dihadapi;ORGANISASI c. mengelola data dan informasi terkait Para konsultan USDP memfokuskanProgram yang besar dan dengan PPSP; tugasnya pada pemberian panduan dan d. mengembangkan sistem informasi dukungan, pembangunan kapasitasberkesinambungan itu butuh PPSP; dan pelatihan, serta penyusunan danpengorganisasian yang mantap. Di e. berkoordinasi dengan donor pada pendokumentasian metodologi, sistembawah supervisi Tim Pengarah, TTPS tingkat implementasi pelaksanaan dan prosedur baru, sebagai pendukungmembentuk Project Management program PPSP; implementasi PPSP.Unit/PMU dan tiga Project november 2010 majalah percik 11
    • Laporan Utama Implementation Unit/PIU. Sebagai PMU, TTPS bertanggung jawab MAU GABUNG PPSP? mengoordinasikan pengelolaan, Tidak sulit bergabung dengan Program 2. Kemampuan keuangan daerah yang perencanaan, dan pemrograman PPSP. Asalkan kabupaten/kota memenuhi rendah (% PAD terhadap APBD) PPSP. lima kriteria berikut. 3. Fungsi strategis perkotaan yang 1. Adanya komitmen kuat dari eksekutif, diusulkan (PKN, PKW) PIU Advokasi—berkedudukan yaitu pimpinan daerah untuk 4. Diutamakan kabupaten/kota yang di Kementerian Kesehatan— menyusun SSK, membentuk dan menghadiri lokakarya penjaringan bertanggung jawab mendukung pendanaan Pokja. minat pada 1-3 September 2009. mengoordinasikan kegiatan 2. Cakupan sanitasi yang masih rendah Bila kabupaten/kota memenuhi (% jumlah penduduk) peningkatan kepedulian, kesadaran, persyaratan tersebut, pemerintah 3. Angka kesakitan akibat sanitasi dan penyiapan masyarakat. buruk (kasus/10.000 penduduk) kabupaten/kota bisa mengikuti proses PIU Teknis—berkedudukan penjaringan di pusat. Namun sebelumnya 4. Kepadatan penduduk (penduduk/ di Kementerian Pekerjaan provinsilah yang menyeleksi kabupaten/ km2) kota mana yang berpeluang mengikuti Umum—bertanggung jawab 5. Persentasi penduduk miskin penjaringan itu. untuk pelaksanaan kegiatan teknis (terhadap penduduk perkotaan yang dalam penyiapan rencana strategis, diusulkan) penyiapan memorandum proyek, Selain itu kabupaten/kota harus dan pelaksanaan pembangunan. memenuhi empat kriteria tambahan yakni: Sedangkan PIU Kelembagaan— 1. Kesiapan kabupaten/kota untuk berkedudukan di Kementerian membentuk Pokja Dalam Negeri—bertanggung jawab menangani kegiatan pemberdayaan pemerintah daerah dan kesiapan fasilitasi. Struktur organisasi program PPSP tertera dalam bagan berikut: Peran: TTPS Pokja Bidang Advokasi & PIU ADVOKASI Kesehatan Drainase D nase Drain TTPS Pokja Bidang Peningkatan kesadaran Pemberdayaan Keterlibatan dan Kerjasama masyarakat Masyarakat Perencanaan Pemograman Koordinasi Peran: PIU TEKNIK TTPS Pokja Bidang PMU TTPS Teknis Peyusunan SSK TTPS Pokja Bidang Penyusunan Rencana Investasi Monitoring dan project Pelaksanaan dan evaluasi Monev memo TTPS monev Peran: PIU KELEMBAGAAN TTPS Pokja Bidang Kelembagaan Pembentukan TTPS Pokja Bidang Pokja Peningkatan Pendanaan kapasitas Pelatihan Pengkaderan fasilitator12 majalah percik november 2010
    • Kisah Sukses Sanitasi Baik, 01 KOTA PAYAKUMBUH Banyak para pengambil kebijakan di daerah menganggap sanitasi sebagai isu tidak penting. Ini dibuktikan dengan Anggaran alokasi anggaran yang jumlahnya minim. Sebagai dampaknya, sanitasi Kesehatan tertinggal dibandingkan dengan sektor lainnya. Turun S anitasi adalah kebutuhan dasar g masyarakat. Kondisi sanitasi yang buruk berdampak pada rendahnya ya dera kesehatan masyarakat sehingga derajat a mun berbagai penyakit yang berbasis muncul sis sani sanitasi. Sebaliknya sanitasi yang baik akan meningkatkan sanita derajat kesehatan masyarakat. Lebih jauh lagi, kesejahteraan masyarakat akan ikut meningkat. Jumlah penderita penyakit akan turun. Pemerintah kabupaten/kota bisa menghemat anggaran di bidang ng kesehatan. Kota Payakumbuh, Sumatera Barat membuktikan hal itu. Kota Payakumbuh termasuk sedikit kota di n. Indonesia yang serius menangani sanitasi perkotaan. Sanitasi telah menjadi landasan pembangunan kota.. Tak sampai tiga tahun, sejumlah program sanitasi menunjukkan keberhasilan dan berdampak langsung ng kepada masyarakat. Peningkatan investasi di sektor sanitasi berkorelasi positif dengan penghematan anggaran kesehatan. Bicara Sanitasi: Walikota Paya- kumbuh Josrizal Zain memapar- kan pembangunan sanitasi di daerahnya kepada wartawan.14 majalah percik november 2010
    • TABEL 1. ANGGARAN JAMINAN KESEHATAN KOTA (JAMKESKO)Data anggaran Kota Payakumbuhmenunjukkan, ada peningkatan PESERTA KUNJUNGAN ALOKASI REALISASI TAHUN (orang) (kali) (rupiah) (rupiah)penghematan anggaran kesehatan 2006 67.434 49.340 3.500.000.000 622.773.121dari tahun ke tahun setelah program 2007 67.434 57.667 1.368.400.000 810.634.476sanitasi berjalan (Tabel 1). “Dengan 2008 66.681 63.670 1.511.768.000 1.492.497.650investasi sanitasi, masyarakat jadilebih sehat. Anggaran bisa digunakan 2009 67.381 36.148 1.761.038.404 1.162.804.050untuk kegiatan yang lain,” kata Kepala TOTAL 8.141.206.404 4.088.709.297Dinas Kesehatan Payakumbuh drMerry Yuliesday MARS. tanggung investasi sanitasi mencapai Sebagai kota yang tergabung dalam Rp 274 ribu per jiwa per tahun. Ini program ISSP tahap I, kata Jos,Mulai 2006, perhatian Pemkot jauh dibandingkan dengan anggaran Payakumbuh sangat terbantu denganPayakumbuh terhadap sanitasi rata-rata secara nasional yang masih program tersebut. Pembangunantergolong cukup besar. Alokasi Rp 400 per jiwa per tahun. sanitasi menjadi lebih terarah dananggaran sanitasi meningkat terukur penanganannya.setiap tahunnya (Tabel 2). Kenaikan BERAWAL DARI KOMITMENanggaran itu secara signifikan Keberhasilan Kota Payakumbuh tidak Kota Payakumbuh berhasilmenurunkan jumlah penyakit yang datang begitu saja. Semua bermula menyusun SSK (Strategi Sanitasiberbasis sanitasi. (Tabel 3) dari kesadaran pimpinan kota yang Kota). Menurutnya, SSK sangat didukung penuh para pejabat, komprehensif, terpadu, memilikiPemerintah Kota Payakumbuh secara legislatif, dan masyarakat. indikator yang jelas, danserius membenahi WC/jamban, air pemetaannya jelas untuk menanganibersih, dan sampah. Tak tanggung tanggung- W Walikota Payakumbuh Capt masalah sanitasi. “SSK jauh ke depan, J Josrizal Zain menyebutkan, sanitasi sudah bisa memotret Payakumbuh m merupakan kebutuhan pokok dan ini, inilah apa adanya, tidak ditutup- p pelayanan dasar pemerintah kepada tutupi. Mungkin daerah-daerah m masyarakat. “Mestinya ini diutamakan, lain ada yang malu menyampaikan b bukan diabaikan seperti selama kondisinya, tapi kita sampaikan apa in ini,” katanya. Fakta di lapangan adanya,” katanya. m menunjukkan, kebutuhan masyarakat b berkisar mengenai air bersih, Berdasarkan SSK itu, program sanitasi p penanganan jamban, drainase, dan dimulai dari enam kelurahan. Tiga s sampah. kelurahan di pusat kota dan tiga kelurahan di pinggir kota. Masyarakat Ta Tabel 2. Dukungan Dana Sanitasi (Rupiah) TAHUN APBD SANITASI 2006 179.815.993.000 3.414.000.000 2007 266.368.938.398 7.893.000.000 2008 311.883.378.842 11.881.572.900 2009 350.956.000.000 18.659.000.000 Ta Tabel 3. Penyakit Berbasis Sanitasi JENIS PENYAKIT 2004 (%) 2005 (%) 2006 (%) 2007 (%) ISPA 36,8 39,5 30,8 30,2 Inf. Peny. Cerna 8,3 7,3 8,2 1,8 Infeksi Kulit 9,5 8,1 7,2 8,2 Diare 4,8 3,4 3,2 3,1 Total 59,4 58,3 49,4 43,3 november 2010 majalah percik 15
    • Kisah Sukses difasilitasi untuk pembuatan WC leher angsa. Program jambanisasi 40-50 dan SLTA 1: 50. Payakumbuh secara komunal, penanganan ini menjadikan tiga kelurahan di bertekad akan terus meningkatkan sampah, dan penyediaan air bersih. kecamatan Payakumbuh Selatan jumlah WC sekolah hingga semuanya sudah dicanangkan bebas buang air 1: 30. Sementara itu, pemkot mendorong sembarangan. Jumlah kelurahan ini masyarakat yang biasa menggunakan terus bertambah tahun ini. Memang belum semua masalah ‘tabek’ atau kolam ikan, sungai dan sanitasi tertangani. Pemkot parak (ladang) sebagai tempat Selain itu, pemkot mengeluarkan Payakumbuh masih harus berjuang buang air besar agar membuat WC kebijakan untuk menambah jumlah keras membangun Tempat sendiri. Bermodal cetakan yang WC di sekolah. Rasio WC sekolah dan Pembuangan Akhir (TPA) sampah. dipinjamkan Dinas Kesehatan, warga murid yang biasanya 1: 500, kini di Tahun ini TPA yang dikelola secara bergotong-royong mencetak kloset SD sudah 1: 30. Sedangkan di SLTP 1: bersama dengan beberapa pemerintah daerah di sekitarnya aka akan segera beroperasi. Di atas tanah sel seluas 17,5 hektar itu, TPA ini akan me memproses sampah dengan sistem ya yang benar. Na Namun bukan berarti masalah sam sampah dibiarkan sebelum TPA be beroperasi. Sejak tiga tahun yang lalu pe pengolahan sampah organik berjalan. Sa Sampah-sampah organik dari pasar dio diolah menjadi pupuk organik. Ha Hasilnya digunakan sebagai pupuk tam taman kota. Sampah per kelurahan jug juga diolah di masing-masing ke kelurahan. “Se “Sekarang Payakumbuh bahkan ke kekurangan sampah untuk diolah. Ke depan, kami berencana akan me menjadikan sampah sebagai pe pendapatan asli daerah (PAD) kota de dengan mengolahnya menjadi pu pupuk, jadi kami menciptakan an ancaman menjadi peluang (op (oppurtunity),” ujar Josrizal. Ya pasti, program sanitasi Yang san sangat bermanfaat bagi kehidupan ma masyarakat dan pemerintah da daerah. “Sanitasi bisa meningkatkan ke kesejahteraan rakyat,” katanya. Peran Ibu-ibu: Kaum ibu terlibat langsung dalam penyusunan strategi sanitasi kota.16 majalah percik november 2010
    • Kumpul Lurah: Sebelum terbentuk pokjasan kelurahan, Pokjasan Kota Blitar menggandeng aparat kecamatan dan kelurahan untuk membahas strategi sanitasi kota. Partisipasi masyarakat Kota Blitar dalam pembangunan sektor sanitasi cukup tinggi. Terbukti, Kota Blitar mampu menjadi salah satu daerah 02 yang terdepan dalam menghasilkan kebijakan sanitasi berbasis partisipasi masyarakat. Kini telah muncul kesadaran pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Kota ini menjadi sasaran studi banding pemerintah kabupaten/kota lain dalam penguatan kelembagaan. Masuknya Kota Blitar dalam Program Pengembangan Sektor Sanitasi Indonesia (ISSDP) tahap I menjadikan kapasitas kelembagaan sanitasi kian kuat. Pokja sanitasi kota berhasil meningkatkan kualitas KOTA BLITAR kehidupan masyarakat miskin melalui pembangunan sanitasi perkotaan. Penguatan Dalam rangka itu pokja kota membuat kebijakan dasar yakni:Kelembagaan  Mengarusutamakan pembangunan sanitasi dalam pelaksanaan pembangunan daerah. Sanitasi  Melembagakan pembangunan sanitasi dalam manajemen pembangunan daerah. di Kecamatan  Menyinergikan pelaksanaannya dengan penerapan Gerakan Perang Melawan Kemiskinan (GPMK) Kota Blitar.  Memperluas cakupan program, pelaku, sasaran dan wilayahdan Kelurahan pembangunan sanitasi november 2010 majalah percik 17
    • Kisah Sukses Partisipasi Warga: Pelibatan masyarakat dalam menyusun strategi sanitasi di desanya. terstruktur dari tingkat daerah hingga kelurahan. Hal ini dimaksudkan untuk melembagakan partisipasi masyarakat melalui komunitas- komunitas masyarakat, serta membuat pembangunan sektor sanitasi menjadi sistematis, terencana, terpadu, terintegrasi, dan berkelanjutan. Dibentuklah pokja sanitasi kecamatan dan kelurahan. Pada 3 November 2009 lalu, Walikota Blitar Djarot Saiful Hidayat melantik pokja-pokja tersebut. Tahun 2008, pokja telah penanganan program sanitasi, Pokja sanitasi kecamatan merupakan melaksanakan implementasi Renstra tidak saja sebatas penambahan wadah koordinasi yang bersifat Sanitasi pada keluarga miskin di alokasi anggaran tetapi juga telah non struktural bagi pembangunan sembilan kelurahan terutama melembaga dalam bentuk sistem dan pengelolaan sanitasi di wilayah dua kelurahan yang merupakan pengelolaan sanitasi kota. Ada kecamatan. Pokja bertanggung daerah merah (risiko tinggi) dengan peningkatan kesadaran bahwa jawab kepada Ketua Pokjasan Kota. melibatkan 20 KSM. Wujudnya sanitasi menjadi tanggung jawab Pokjasan kecamatan diketuai oleh pembangunan jamban keluarga bersama sehingga masyarakat aktif camat. Dalam melaksanakan tugasnya dengan pola individual 178 unit, melibatkan diri dalam penanganan ia dibantu Seksi Pembangunan dengan pola komunal atau Sanimas program sejak dari tahap (Sekretaris Pokjasan Kecamatan), 1 unit ; pengadaan air minum melalui perencanaan hingga monitoring dan Bidang Perencanaan, Bidang pembangunan sumur pompa/gali evaluasi. Sosialisasi dan Advokasi, dan Bidang 71 unit; pembangunan drainase Monitoring dan Evaluasi dengan lingkungan 5 unit dengan panjang Selain itu, peran dan wewenang komposisi masing-masing bidang keseluruhan mencapai 947 meter; pokja sanitasi dalam merencanakan, satu orang koordinator dan satu dan pengelolaan sampah dengan melaksanakan dan mengevaluasi orang anggota yang diambil dari pola komposter 112 unit. program sanitasi kota terus menguat masyarakat. sehingga memungkinkan terjadinya Pada tahun berikutnya, integrasi dan koordinasi program Pokjasan kecamatan berfungsi antara implementasinya berupa sanitasi di tingkat kota, kecamatan lain: pembangunan jamban keluarga dan kelurahan sesuai dengan arahan 90 unit, IPAL komunal 1 unit dan Renstra Sanitasi. (1). Mengoordinasikan perencanaan drainase lingkungan empat unit, serta pembangunan sanitasi di wilayah kegiatan Pemetaan Sanitasi di tingkat REPLIKASI kecamatan; kelurahan. Melihat keberhasilan pokja dan (2). Mengoordinasikan proses partisipasi masyarakat, kelembagaan penumbuhkembangan Keberadaan pokja sanitasi kota dinilai sanitasi ini pun direplikasi. Pemkot kesadaran dan kemampuan mampu mendorong keberpihakan Blitar memfasilitasi terbentuknya masyarakat, organisasi masyarakat pemerintah kota terhadap kelompok kerja sanitasi yang di tingkat kecamatan, dan18 majalah percik november 2010
    • aparat pemerintah di wilayah Pokjasan kelurahan diketuai oleh memfasilitasi pelaksanaan kegiatan kecamatan untuk terlibat dan Lurah. Ia dibantu Seksi Pembangunan dalam perwujudan pengelolaan mengarustamakan pembangunan (Sekretaris Pokjasan Kelurahan), sanitasi di tingkat kelurahan. sanitasi; Bidang Perencanaan, Bidang(3). Mengoordinasikan kegiatan Sosialisasi dan Advokasi, dan Bidang Pembentukan kelembagaan ini penyiapan dan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi dengan diserahkan sepenuhnya ke tingkat kegiatan monitoring dan evaluasi komposisi masing-masing bidang kecamatan dan kelurahan. Pokja kota sanitasi di wilayah kecamatan; satu orang koordinator dan satu hanya memberikan batasan-batasan.(4). Mengoordinasikan, membina orang anggota yang diambil dari Anggota pokjasan yang mewakili Sehat Pangkal Hemat! dan memfasilitasi pokja sanitasi masyarakat. unsur masyarakat dipilih sendiri. kelurahan se-kecamatan Penetapan keanggotaan pokjasan untuk menjalankan tugas Fungsi pokjasan kelurahan adalah: kecamatan dilakukan oleh pokja kota pengkoordinasian sanitasi. (1). Merencanakan dan melaksanakan dengan surat keputusan. Demikian kegiatan pembangunan sanitasi di pula halnya di tingkat kelurahan,Tugas pokok pokjasan kecamatan tingkat kelurahan; penetapannya dilakukan oleh pokjaadalah mengoordinasikan, dan (2). Menumbuhkembangkan di atasnya.memfasilitasi pelaksanaan kegiatan kesadaran dan kemampuandalam perwujudan pengelolaan masyarakat untuk terlibat dalam Pokjasan kecamatan dan kelurahansanitasi di tingkat kecamatan. pembangunan sanitasi; tersebut bekerja berdasarkan (3). Melakukan kegiatan monitoring acuan SSK. Namun mereka dapatDi bawah pokjasan kecamatan dan evaluasi sanitasi di wilayah mengusulkan program baru dalamada pokjasan kelurahan. Pokja kelurahan; Musyawarah Rencana Pembangunanini merupakan wadah koordinasi (4). Melaporkan hasilnya kepada (Musrenbang). Dengan modelyang bersifat non struktural bagi pokja sanitasi kecamatan dengan pokja berjenjang ini perencanaan,pembangunan dan pengelolaan tembusan Pokja Sanitasi Kota Blitar monitoring dan evaluasi menjadisanitasi di wilayah kelurahan. Pokjasan lebih baik.kelurahan bertanggung jawab Tugas pokok pokjasan kelurahankepada Ketua Pokjasan Kecamatan. adalah mengoordinasikan, dan november 2010 majalah percik 19
    • Kisah Sukses Sanitasi belum menjadi prioritas pembangunan di 03 daerah. Banyak faktor yang mempengaruhinya. Di antaranya komitmen para pengambil kebijakan dan kalangan legislatif. Bisa jadi hal itu muncul karena ketidakpahaman mereka terhadap masalah ini. Namun kondisi seperti itu semestinya tidak menghalangi para stakeholder sanitasi untuk membuat terobosan agar sanitasi memperoleh perhatian yang KOTA TEGAL lebih. ‘Kepiawaian’ Kelompok Kerja (Pokja) Sanitasi Kota Tegal, Jawa Tengah, bisa menjadi contoh betapa sanitasi Mengintegrasikan bisa menembus eksekutif dan legislatif. Sanitasi Kebetulan waktu itu Kota Tegal mengikuti Indonesia Sanitation Sector Development Program (ISSDP). Terbentuknya Pokja menjadi sarana menyinergikan ke Program seluruh kegiatan sanitasi di kota tersebut. Keterpaduan antar SKPD dan dinas dalam membangun sanitasi ini Eksekutif menjadi amunisi pembangunan sanitasi.20 majalah percik november 2010
    • yang tak lain adalah para stakeholder Turun Lapangan: Kepala sanitasi ini ikut menyosialisasikan daerah meninjau salah satu fasilitas pengompo- program sanitasi dalam Musrenbang, san di Kota Tegal. rapat tata ruang, dan lainnya. “Kita pesan kepada teman-teman pokja yang ikut dalam tim sosialiasi program walikota ke masyarakat,” jelasnya. Proses ini menimbulkan sinergitas antara program walikota dan program yang telah ada sebelumnya dalam kesehatan ini diwujudkan dalam SSK. Di satu sisi, walikota mempunyai misi kedua Rencana Pembangunan kebijakan, sementara di sisi lain Jangka Menengah Daerah (RPJMD) para stakeholder sanitasi bekerja Tahun 2009 - 2014. Program ini bersama masyarakat. “Jadi semuanya menekankan pada perubahan pola nyambung,” kata Eko. pikir masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), Ia menjelaskan, program sanitasi hidup dalam lingkungan bersih dan sebenarnya sudah ada dalam sehat, mandiri dalam memecahkan pembangunan di daerah. Hanya saja, masalah kesehatan di lingkungannya keberadaannya tersebar di berbagai dan mampu menjangkau pelayanan instansi. Kadang-kadang, program kesehatan bermutu secara adil dan yang sama berada di banyak SKPD/ merata. dinas. Karena itu, menurutnya, yang diperlukan adalah bagaimana Program ini seiring dengan tujuan menyinergikan program sanitasi ini. pembangunan sanitasi yang telah tertuang dalam Strategi Sanitasi Kota Sinergitas yang baik dan disertai (SSK) Kota Tegal yang telah disusun implementasi yang tepat ternyata sebelumnya. “Memang tidak secara membawa dampak yang baik. spesifik menyebut program sanitasi, Kalangan legislatif di Tegal begitu tapi kami masuk program kesehatan,” melihat banyak sarana dan“ Saat itu walikota mencanangkan program Tegal Sehat 2010. Prioritas pembangunan bidang kesehatan ini diwujudkan dalam misi kedua Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2009 - 2014 “Nah, begitu ada pergantian kata Eko Setiawan menjelaskan. prasarana yang dibangun secarawalikota, pokja tak menyia-nyiakan terencana dan tepat, mereka sangatkesempatan tersebut. Menurut Ketua Dari empat aspek program tersebut, mendukungnya. Bahkan banyak diPokja Sanitasi Tegal Eko Setiawan, dua di antaranya—yakni PHBS antara mereka meminta programpokja memasukkan program sanitasi dan lingkungan hidup—adalah sejenis diimplementasikan di wilayahini ke dalam program walikota Tegal masalah sanitasi. Pokja tidak hanya pemilihan mereka. Mereka beraniyang baru. memasukkannya dalam program mengusulkan anggaran sanitasi bagi besar, tapi terus mengawal program konstituen mereka.Saat itu walikota mencanangkan ini hingga terimplementasi.program Tegal Sehat 2010. Malah ada di satu daerah diPrioritas pembangunan bidang Dalam prosesnya, para anggota Pokja Tegal, justru anggota Dewan november 2010 majalah percik 21
    • Success Story Pilah-pilih Sampah yang menggerakkan masyarakat pokja terus memberikan advokasi an Ketua Pokja untuk mengumpulkan dana kepada mereka tentang sanitasi. Sanitasi Kota Tegal Eko guna membebaskan lahan bagi Setiawan pembangunan sarana sanitasi. “Justru Kepahaman dan komitmen masyarakat yang memberi, bukan pengambil kebijakan dan kalangan hanya meminta,” tandas Eko. legislatif, dibarengi dengan kerja keras pokja sanitasi akan meningkatkan Pola pendekatan tidak langsung ini kepedulian daerah terhadap pun menjadikan program sanitasi pembangunan sanitasi. Bila ini telah mulai dilirik oleh kalangan dewan. muncul, pembangunan sanitasi akan Mereka tak lagi ‘alergi’ dengan sanitasi berlangsung lebih cepat. karena telah melihat hasilnya di lapangan. Program sanitasi dinilai menyentuh kehidupan rakyat secara langsung. Bersamaan dengan itu22 majalah percik november 2010
    • 04 DESA PEMECUTAN KAJA, KOTA DENPASAR Harapan Baru Berkat SantimaduDibanding desa lainnya di kota Denpasar, Bali, desa kecamatan Denpasar Utara ini mendapat prioritas utama.Pemecutan Kaja tergolong tertinggal. Di tengah kemajuan Betapa tidak, sebanyak 62 persen limbah domestik darikota, desa ini masih harus berurusan dengan masalah desa ini masih dibuang ke saluran drainase dan sungai.sanitasi. Limbah padatnya, berupa tinja, dibuang secara setempat dengan tangki septik. Namun sebagian besar tangki septikKetika warga desa lainnya sudah tersambung dengan tersebut tidak memenuhi standar. Ada juga warga yangDSDP (Denpasar Sewerage Development Project), warga masih buang air besar di sungai. Di sisi lain, warga justruPemecutan Kaja harus rela menjadi penonton. Topografi banyak menggunakan sumur dangkal untuk mencukupidesa tak memungkinkan warganya tersambung dengan kebutuhan air minumnya.proyek pembuangan air limbah terpusat tersebut.Lokasinya lebih tinggi. Sedangkan DSDP menggunakan Tak heran bila kemudian desa ini dipilih sebagai desasistem gravitasi untuk mengalirkan limbah dari masyarakat percontohan pengembangan sanitasi masyarakat terpaduke sewerage. (Santimadu). Melalui program ini masyarakat didorong untuk bisa membuang air besar/air limbah dengan sistemPadahal dari sisi prioritas, seharusnya desa yang berada di off site. november 2010 majalah percik 23
    • Success Story Pemetaan Partisipatif: Warga Pemecutan Kaja berpartisipasi memetakan kondisi sanitasi mereka. 2-5 hektar dengan ketinggian air 10 cm hingga 100 cm. Rukun tetangga di banjar ini juga tidak memiliki sampah sendiri. Warga di banjar ini hampir semuanya memiliki tangki septik untuk buang air besar. Namun tidak semuanya memenuhi syarat kesehatan. Sebagian kecil, sekitar lima persen BAB-nya di sungai. Dengan Santimadu, kondisi itu ingin diubah. Fasilitasi Pokja Kota Denpasar kepada masyarakat setempat yang dikenal cukup erat dalam membina kerja sama dalam banjar, lahirlah Pokja Sanitasi Desa Pemecutan Kaja. Mereka pun menyusun visi dan misi. Visinya yakni ”Mewujudkan desa Pemecutan Kaja sebagai desa berwawasan budaya yang bersih, sehat, nyaman, harmonis dalam keseimbangan secara berkelanjutan”. Misinya yakni 1) mewujudkan “ Dengan santimadu, kondisi itu ingin diubah. Fasilitasi Pokja “ Kota Denpasar kepada masyarakat setempat yang dikenal cukup erat dalam membina kerja sama dalam banjar, lahirlah Pokja Sanitasi Desa Pemecutan Kaja. Tidak itu saja, program ini meliputi 32.000 jiwa, dengan pertumbuhan penyediaan air minum yang dapat sampah, drainase, air minum, perilaku penduduk desa sebesar 3,3 persen memenuhi kebutuhan masyarakat hidup bersih (PHBS), dan bisnis per tahun. Berdasarkan catatan secara kualitas, secara kuantitas sanitasi. Semua dilaksanakan secara kelompok kerja (Pokja) Sanitasi Desa dan kontinyuitas sesuai dengan terpadu dan melibatkan seluruh Pemecutan Kaja, ada empat banjar Peraturan Pemerintah Nomor 16 pihak-pihak terkait. Santimadu yang kondisinya terburuk yakni Tahun 2005 dan target MDGs; 2) difokuskan kepada banjar-banjar Banjar Semilajati, Mekar Manis, Tulang Mewujudkan pengelolaan air limbah yang paling kumuh dan paling siap Ampiang, dan Merthayasa. secara berkelanjutan dan terjangkau; masyarakatnya. 3) Mewujudkan pengelolaan Bagaimana tidak buruk, setiap persampahan yang mandiri dan Desa ini memiliki 13 banjar/dusun. tahun banjar ini mengalami banjir. berkelanjutan; 4) Mewujudkan Penduduknya tahun 2008 berjumlah Genangan air meliputi wilayah seluas pengelolaan drainase secara24 majalah percik november 2010
    • ESTIMASI KEBUTUHAN SANITASI (2009- 2010) Berkat sosialisasi yang terus menerus, Sumber Dana (Rp Juta) akhirnya masyarakat bisa menerima BIAYA dan mau berpartisipasi di dalamnya.NO PROGRAM UNIT Vol (Rp jt) Kota Prov Pusat Swasta Masy Warga di Banjar Mekar Manis misalnya, mereka sangat senang 1 Sub Total Drainase 1,276 644 348 0 145 139 dengan adanya Santimadu ini. Mengapa? Karena di banjar yang 2 Sub Total Persampahan 898 389 146 43 160 160 padat penduduk ini tidak mungkin 3 Sub Total Air Limbah 4,571 2,020 250 500 1,500 301 lagi membangun tangki septik di rumah. Permukimannya sangat padat. 4 Sub Total Air Bersih 216 100 60 40 0 16 Kini sarana tangki septik komunal di T o t a l 6,961 3,153 804 583 1,805 616 Mekar Manis sudah mencapai 100 persen. Di Banjar Merthayasa, sistemterintegrasi dan berkelanjutan. Namun berkat kesungguhan semua komunal malah telah beroperasi. pihak mulai dari Pokja Sanitasi desa, Sayangnya belum bisa beroperasiPokja yang terdiri atas warga kota, hingga ke provinsi, hambatan secara penuh karena terkendala listrik.masyarakat ini menyusun porgram ini bisa diatasi. Program itu punkerja seperti terlihat di tabel 1. dikaitkan dengan proyek-proyek Sedikit demi sedikit kesadaran warga Desa Pemecutan Kaja untuk hidup Tabel 1. Program Kerja POKJA bersih dan sehat mulai tumbuh. Tahun Tahun Tahun Tingkat kesehatan masyarakat mulai No TARGET 2008 2009 2010 membaik. Mereka tak perlu lagi tertinggal dari kawasan lainnya hanya 1. Air Buangan √ √ √ karena masalah sanitasi. Persoalan  Pembuatan IPAL sistem setempat  Pembuatan Sistem setempat Individu. sanitasi bisa diatasi bila semua ikut .2 Persampahan √ √ berpartisipasi. Santimadu bisa jadi  Menyediakan pelayanan prasarana dan sarana bukti. persampahan dilakukan melalui proses pewadahan, pengumpulan, pemindahan, dan pengangkutan.  Membuat sistem TPST 3. Air bersih √ √  Pembuatan sumur air tanah dangkal  Optimalisasi kapasitas produksi  Distribusi:  Peningkatan dan perbaikan jaringan distribusi dan peningkatan kualitas dan kuantitas dan cakupan pelayanan dan adanya kerja sama dengan daerah lain (PDAM) Drainase 4.  Pengerukan, Normalisasi, perbaikan saluran √ √ demensi dari hulu hingga ke hilir saluranProgram itu kemudian dijabarkan yang ada seperti P2KP (Programlebih rinci termasuk jumlah Penanggulangan Kemiskinaninvestasinya serta darimana investasi Perkotaan). Sinergi ini membuatitu berasal. Pokja Santimadu berhasil beban yang sebelumnya terasa berat’membagi’ beban investasi ini mulai menjadi lebih ringan.dari pemerintah pusat, provinsi, kota,swasta, hingga warga. Awalnya memang tidak mudah menggerakkan seluruh masyarakat.Mulai 2009, Santimadu ini berjalan. Masih ada pola pikir yang belumMemang dana menjadi kendala. sama dengan program Santimadu. november 2010 majalah percik 25
    • Success Story 05 Kota Batu, Jawa Timur, tak lagi sejuk. Kualitas lingkungan kota menurun sedikit demi sedikit. Kabut yang biasa menyelimuti kota ini di pagi hari sangat jauh berkurang. Hutan lindung rusak, mata air pun banyak yang mati. Lahan-lahan basah berubah menjadi lahan kering. Sebagai kota wisata, kenyataan itu memprihatinkan banyak pihak. Dunia pendidikan di kota itu juga ikut berperan mencegah KOTA BATU kerusakan lingkungan lebih parah, yakni dengan mendidik anak- Merintis anak sekolah untuk lebih peduli lingkungan. Pendidikan Muncullah kesepakatan di kalangan para pendidik setempat untuk menyusun kurikulum Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH). Awalnya Lingkungan kurikulum ini dicantolkan ke mata pelajaran. Setelah 2006 turun Permendiknas No.22 tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang mewajibkan ada kurikulum monolitik di daerah, PLH Hidup digarap serius sebagai kurikulum yang berdiri sendiri. Modulnya disesuaikan dengan potensi kekayaan alam dan budaya Kota Batu, di Sekolah dengan prinsip pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. PLH diajarkan mulai jenjang SD sampai SMA. Kurikulum PLH di SD bersifat basic. Isinya lebih banyak ditekankan pada penanaman “ Muncullah kesepakatan di kalangan “ para pendidik setempat untuk menyusun kurikulum Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH)26 majalah percik november 2010
    • JUDUL MODUL LINGKUNGAN HIDUP BAGI SD/MI 1. Pelahap Karbondioksida 2. Air 3. Merawat Diri 4. Cuci Tangan Pakai Sabun 5. Sampah Jadi Berkah 6. Anggrek Pesona Kota Batu 7. Toga di Sekitar Kita 8. Penyebaran Kuman 9. Diare 10. Zat Aditif 11. Reuse, Reduce, Recycle 12. Kembali ke Alam 13. Hemat Energi 14. daRlinG (Sadar Lingkungan) 15. Nyamuk Si Mediatorpemahaman (mental building), Membiasakan 16. Compostingsedangkan di SMP lebih bersifat Cuci Tangan 17. Back to Natureanalitis lingkungan hidup. Pada SMA, Pakai Sabun 18. Makanan Sehat Sejak Diniselain analisis, juga diajarkan tindakan 19. Makanan Bergizijika ada perusakan lingkungan hidup. 20. Drainase dan SanitasiKurikulum ini menempatkan siswa 21. Lingkungan Bersihsebagai agen pengubah masyarakatdi sekitarnya. dalam kelestarian lingkungan, serta sampah yang terkumpul merekaKini, sudah 85 SD, 27 SMP, 11 SMA, pengembangan keprofesionalan guru pilah antara yang basah dan kering,dan 10 SMK yang menerapkannya. “Di PLH melalui Lesson Study di gugus lalu dibuang ke bak sampah yangTK dan SLB (sekolah luar biasa) pun Kelompok Kerja Guru (KKG). berbeda pula.diberikan materi PLH,” jelas KepalaDinas Pendidikan Kota Batu, Mistin. Sejauh ini, sekolah-sekolah sudah Untuk mengenal dampak negatif mulai merasakan keberadaan dan pembuangan air limbah ke sungaiDitambahkan Mistin, kurikulum yang manfaat kurikulum PLH ini. SMP PGRI misalnya, siswa diajak ke sungaitergolong unik ini mampu menjawab 2 Batu misalnya. Siswa berbagi tugas dan memperhatikan akibat limbahkekinian, membumi, mudah dicerna, membersihkan sekolahnya. Ada yang tersebut pada biota sungai dandan tidak terlalu ilmiah. Metode menyapu lantai, menyiram tanaman, pertanian/perkebunan.penyampaiannya dibuat mudah dan menyapu halaman. Sampah-dan menarik, antara lain denganmengajak siswa kunjungan lapangan,bermain, dan simulasi.PENINGKATAN KAPASITAS GURUKeberadaan kurikulum PLH inibelum didukung sumber dayaguru yang memadai. Karenanya,diadakan workshop bagi para gurudari berbagai latar belakang. Merekamemperoleh pembekalan tentangkurikulum muatan lokal pendidikanlingkungan hidup Kota Batu,greenning school, sekolah adiwiyata,sekolah sebagai agen pembaharuan november 2010 majalah percik 27
    • Obrolan DR. IR. DEDY S. PRIATNA, MSC. DEPUTI BIDANG SARANA DAN PRASARANA, BAPPENAS Pembangunan Sanitasi Harus Dipercepat Percepatan pembangunan sanitasi mutlak dilakukan melihat kondisi sanitasi di Indonesia saat ini. Percepatan itu butuh sinergi semua stakeholder yang terlibat di dalamnya. Seperti apa wujud percepatan pembangunan sanitasi ini, kami mewawancarai Deputi Bidang Sarana dan Prasarana, Bappenas, Dr. Ir. Dedy S. Priatna, MSc. Berikut petikannya. Mengapa kita perlu melakukan hanya menempati urutan 111 dari 2007). Dampak lainnya tentu saja percepatan pembangunan 182 negara berkembang (Human kejadian luar biasa berbagai penyakit sanitasi? Development Report, UNDP, 2009). dan kematian balita yang tinggi. Pertama, kesehatan masyarakat Dua penyebab utama kematian sudah sangat terganggu. Setiap hari Kedua, akses sanitasi penduduk anak balita adalah penyakit yang diperkirakan sebanyak 14.000 ton Indonesia masih sangat rendah. menyebar melalui kotoran dan tinja dan 176.000 m3 urine terbuang Hingga tahun 2009, baru 51,2 persen lewat perantaraan air seperti kolera, ke badan air, tanah, danau dan penduduk Indonesia yang memiliki tifus, diare. Ini terkait penggunaan pantai yang menyebabkan 75 persen akses terhadap fasilitas sanitasi sumber air minum yang tidak layak, sungai tercemar berat dan 70 persen yang layak. Sementara itu, 70 juta sanitasi yang buruk, dan rendahnya air tanah di perkotaan tercemar penduduk masih melakukan praktik kesadaran masyarakat tentang PHBS. bakteri tinja. Akibatnya insiden Buang Air Besar Sembarangan diare tinggi, yaitu mencapai 411 per (BABS). Saat ini 98% Tempat Ketiga, belum komprehensifnya 1.000 penduduk (Survei Morbiditas Pemrosesan Akhir (TPA) juga masih program pembangunan sanitasi Diare Kemkes, 2010) dan juga dioperasikan secara open dumping. yang ada. Pembangunan sanitasi meningkatnya biaya pengolahan Selain itu, terdapat 174 kab/kota belum terintegrasi, masih berjalan air sehingga masyarakat harus (38%) yang memiliki risiko sangat sendiri-sendiri. Peningkatan membayar rata-rata 25% lebih mahal tinggi terhadap banjir (Rencana Aksi anggaran pun tidak menjamin untuk mendapatkan air minum Nasional, Pengurangan Risiko Bencana berhasilnya pembangunan yang perpipaan. Buruknya kondisi sanitasi 2010-2012). berkelanjutan jika tidak ada turut berkontribusi pada rendahnya koordinasi dan sinergi antar pelaku kualitas hidup yang ditunjukkan Dampaknya adalah potensi kerugian pembangunan. Inilah alasan kita dengan Indeks Pembangunan ekonomi sebesar 58 triliun rupiah untuk melakukan percepatan Manusia (IPM) Indonesia, yaitu per tahun (Hasil Studi Bank Dunia, pembangunan sanitasi.28 majalah percik november 2010
    • Di manakah posisi Program kabupaten/kota yang komprehensif baik itu koordinasi antar lintasPPSP dalam konteks kebijakan dan koordinatif yang disebut sebagai kementerian yang terlibat, maupunpembangunan sanitasi nasional? Strategi Santasi Kabupaten/kota koordinasi antar pusat denganRPJMN 2010-2014 secara eksplisit (SSK). daerah.telah mencantumkan targetpencapaian pembangunan sanitasi Lebih jauh, SSK merupakan Sebagai program yangsecara terukur yang merupakan portofolio pendanaan bagi dilakukan secara lintas sektoralpenuangan dari target PPSP. pemerintah kabupaten/kota untuk dan terintegrasi, bagaimana melakukan optimalisasi pendanaan kontribusi sumber daya danKita berharap pada tahun 2014 dari APBD (tingkat I dan tingkat pembiayaan setiap instansi?nanti sudah tidak ada lagi yang II) dan APBN serta akses terhadap Masing-masing kementerianbuang air besar sembarangan penanggung jawab PMU dan(BABS), pengelolaan persampahan “ KITA BERHARAP PADA PIU bertanggung jawab untukperkotaan meningkat, dan luas TAHUN 2014 NANTI menyediakan sumber daya baikgenangan drainase di kawasan berupa dukungan dana maupun SUDAH TIDAK ADAstrategis perkotaan menurun. personel yang dialokasikan LAGI YANG BUANG AIR melalui anggaran masing-masingTarget-target tersebut berat BESAR SEMBARANGAN kementerian.diwujudkan jika tidak ada upaya (BABS), PENGELOLAANyang sinergi dan komprehensif PERSAMPAHAN PERKOTAAN Bagaimana rencana Programserta mengikat seluruh pemangku MENINGKAT, DAN LUAS PPSP ke depan dalam mengejarkepentingan, baik di tingkat pusat GENANGAN DRAINASE target-target yang telahmaupun di daerah. Untuk itu DI KAWASAN STRATEGIS ditetapkan?diperlukan program yang melibatkan PERKOTAAN MENURUN.“para pemangku kepentingan dengan Secara umum, target-targetpandangan dan pemahaman yang PPSP dicapai sesuai dengansama serta langkah yang disepakati peta jalan (roadmap) yanguntuk dilaksanakan bersama. sumber-sumber pendanaan non- sudah ditetapkan. Ada enam pemerintah (donor, swasta, dan tahapan yakni, pertama, TahapanNah untuk mencapai itu, semua masyarakat). Kampanye, Edukasi, Advokasi danpihak harus bersinergi. PPSP Pendampingan; kedua, Tahapandiharapkan menjadi payung Kedua, PPSP merupakan program Pengembangan Kelembagaanbesar untuk seluruh kegiatan kolaboratif antara pemerintah dan Peraturan; ketiga, Tahapanpembangunan sanitasi di Indonesia daerah bersama dengan pemerintah Penyusunan Rencana Strategis;sehingga kegiatan-kegiatan yang pusat. Keseluruhan proses dan keempat, Tahapan Penyusunanada saling melengkapi dan tidak tahapan dalam PPSP bermuara pada Memorandum program; kelima,tumpang tindih. peningkatan kapasitas pemerintah Tahapan Implementasi; dan daerah dalam pembangunan keenam, Tahapan Pemantauan,Apa yang menjadi kekhasan sanitasi. Pembimbingan, Evaluasi dandalam Program PPSP ini Pembinaan.dan bagaimana koordinasi Dalam pelaksanaannya, pengelolaandilakukan? PPSP di tingkat pusat dilakukan Ke depan, untuk lebih memastikanAda dua hal. Pertama, program PPSP oleh Program Management Unit pencapaian target PPSP danmemberikan dukungan kepada (PMU) yang berada dibawah perluasan daerah dampingan, saatdaerah (kabupaten/kota) untuk koordinasi Bappenas dan 3 Program ini sedang diupayakan peningkatanmempercepat peningkatan kualitas Implementation Unit (PIU), yaitu: dukungan dari lembaga-lembagasanitasi yang dimulai dari upaya Bidang Teknis di Kementerian donor, kalangan swasta, danperbaikan kualitas perencanaan Pekerjaan Umum, Bidang Advokasi di masyarakat. Hal ini terutamasanitasi. Oleh karena itu, PPSP Kementerian Kesehatan, dan Bidang diarahkan untuk mendukungmendorong pemerintah kabupaten/ Kelembagaan di Kementerian Dalam implementasi dari SSK yang telahkota untuk menyusun strategi Negeri. PMU dan PIU tersebutlah disusun oleh pemerintah daerah.pembangunan sektor sanitasi skala yang melakukan fungsi koordinasi november 2010 majalah percik 29
    • Obrolan Ir Ir. BUDI YUWONO, Dipl. SE D DIRJEN CIPTA KARYA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM S Sanitasi Harus Terus Dibicarakan dan Konkret Pembangunan sanitasi tidak bisa hanya mengandalkan instansi teknis. Butuh sinergi dengan instansi lainnya. Sinergi yang baik akan menghasilkan output pembangunan yang baik. Kementerian Pekerjaan Umum sebagai salah satu instansi yang berperan dalam menyediakan infrastruktur bagi masyarakat tak ingin mengulang kesalahan masa lalu yang hanya memikirkan target fisiknya saja tanpa memperhitungkan faktor lainnya. Bagaimana peran Kementerian ini dalam program PPSP, berikut wawancara kami dengan Budi Yuwono, Dirjen Cipta Karya, yang memfasilitasi Unit Pelaksana Program (atau sering juga disebut PIU – Program Implementation Unit) Teknis program PPSP. Sebenarnya bagaimana Program beserta masyarakatnya terlibat dari forum ke forum, terus ada Percepatan Pembangunan langsung sejak awal. Ini yang dulu komunikasi. Itu semua supaya Sanitasi Permukiman (PPSP) tidak dilakukan. Mereka langsung orang bicara tentang sanitasi. Dari di 2010-2014? disuruh bikin IPLT misalnya. Ternyata pinggir jadi ke tengah. Sanitasi itu kan ketinggalan. Bukan kebutuhan, transportasi, mungkin sarana fisiknya semata tapi persepsi WC-nya malah belum ada. Jadi Dalam CSS (City Sanitation pemda, persepsi masyarakat. sekarang dengan SSK mereka Summit) Bukittinggi, sinergi Kehadiran PPSP ini untuk mengajak bisa berpikir, apa yang mau saya lintas sektor sangat ditekankan. mereka menyusun SSK. Dengan bangun? Apa cubluk, apa septic Pandangan Anda? begitu mereka diajak berpikir tank. Kontrolnya melalui apa? Perlu Saya sangat setuju. Lintas sektor mengenai bagaimana grand design komunal atau menghidupkan IPLT itu sangat bagus. Karena kita sanitasi kota ke depan. Karena kembali. Makanya saya senang membangun fisik tanpa ukuran- sanitasi itu beragam, ada yang dengan PPSP, pendekatannya ukurannya itu akan menjadi tidak sangat sederhana, menengah memang mengubah, mendorong jelas. PU membangun fisik, Kemkes dan sangat complicated sesuai mindset mengenai bagaimana nanti mengajari mengunakan, dengan besaran kota. Dengan suatu kota menjalankan sanitasi. Ini menyosialisasikannya bahkan variasi itu, SSK membuat pemda memang harus telaten. Pertemuan mengukur tingkat pemanfaatannya30 majalah percik november 2010
    • atau outcome-nya. Itulah tugas seperti itu juga dikembangkan terus. Harapan saya sebetulnya kitabersama kita. Ini gunanya Itu kan sudah bukan urusan kita juga dibantu. Misalnya oleh dinaspertemuan-pertemuan lintas sektor, lagi. Harusnya serengan-serengan itu kesehatan. Bagaimana mengukurkita bisa saling belajar. dibentuk oleh walikota. Bagaimana indeks kesehatan. Ada nggak korelasi PU mendorong itu jadi konkret. positif yang bisa diwujudkan. BiarTapi khusus yang masalah lintas kita ngomong bareng. Misalnyasektor tadi, itu bukan hanya Payakumbuh, dengan mengeluarkanproblemnya daerah. Di pusat duit sekian, indeks kesehatan naik. Itu “ SANITASI ITU KANjuga harus menyadari bahwa kita sangat mudah dipahami oleh DPRD.perlu ada sinergi arah kerja sama KETINGGALAN. BUKAN Kalau bisa disusun oleh Bappeda.lintas sektor ini. Saya rasa PPSP SARANA FISIKNYA SEMATA DPRD kalau memberikan biayamenyatukan langkah kita bergerak TAPI PERSEPSI PEMDA, (pembangunan) jalan, terasa mulusbersama. Mudah-mudahan kalau PERSEPSI MASYARAKAT. tapi kalau memberikan kepadapusat bergerak bersama begini terus, KEHADIRAN PPSP INI (pembangunan) sanitasi, apa yangdaerah juga bisa melihat itu. UNTUK MENGAJAK MEREKA bisa dirasakan? Itu lebih susah diukur. MENYUSUN SSK. ” Nah, ini yang kelihatannya kurang.Kita punya pengalaman, ini Harapan saya, dinas-dinas kesehatanjuga menyangkut sanitasi yakni bisa memberikan kontribusi. AirPamsimas. Idenya sama, lintas sektor. Tantangan ke depan PPSP bagus, sanitasi bagus, itu mestinyaSebelum diadakan pemilihan lokasi menurut Anda apa? angka kematian bayi turun, angkasebelum dibangun, harus dilakukan Sebetulnya namanya sudah pas ya, kematian ibu melahirkan turun.penyuluhan tentang pentingnya strategi - sanitasi - kota. Strategi itukesehatan. Yang dibangun di desa pasti ada langkah, angka, dan biaya. Jadi sudah harus melihatA, yang disuluh kesehatan desa B. Kita ngomong yang terstruktur dan dampaknya secaraPadahal tujuannya penyuluhan untuk rasional. Jangan di tingkat bupati kualitas?mengerti, bagaimana pentingnya aja. Strategi itu harus disetujui oleh Saya rasa sudah harushidup sehat, baru dibangun. Itu pun DPR hingga DPRD. Dan rapatkanlah dimulai. Kita nggak bisajuga nggak (jalan-red). Itu sampai dengan mereka itu. Makanya kita terus menghitung persentaseWorld Bank pernah marah. selalu ngajak ketua DPRD ngomong pelayanan. Tapi kalau jalan, dengan dulu kan. Kita berharap ada dibangunnya jalan Padaleunyi,Apa yang mesti dibenahi agar perubahan mindset DPRD tentang akhirnya tercover sekian ribu orang.PPSP berhasil? sanitasi. Tadinya prioritasnya di Sekian ribu orang terangkut setiapPU biasanya ingin cepat, target bawah supaya dinaikkan. hari. Surabaya dengan dibangunnyaoriented. Kami menyadari bahwa airport baru, estimasinya dari 6 jutaPPSP dengan berbagai pendekatan Bagaimana peran PU dalam penumpang, naik jadi 15 juta. Faktasangat bottom-up. Itu penting tapi hal mendorong komitmen kan seperti itu. Dengan dibangunnyaharus ingat target kita. Kita harus pendanaan? sanitasi, angka kematian bayi turun,ngomong banyak tapi cepat dan PU telah mengusulkan peningkatan ini turun. Kita menjadi lebih sehat.cepat bergeraknya. SSK jangan budget dan didukung Bappenas danmelangit. Strategi-strategi itu kalau DPR pusat. Dengan itu peran kita Tersedia dana Rp 14 Triliun untuktidak membumi, akhirnya nanti menjadi lebih konkret. Kita mulai 2010- 2014, tantangannya apa?mengawang-awang. Kita harapkan mendorong, ngomong, tapi juga Tantangannya adalah penyusunanteman-teman PU itu nantinya punya peluru. Anggaran Rp 14 triliun program yang baik. Saya mintabisa mengisi warna ini. Harus ada selama 5 tahun untuk sanitasi, air teman-teman PU menyusunprogram yang konkret. limbah, sampah dan drainase adalah program yang baik. Karena mulainya salah satu wujud komitmen pusat di bagaimana menyadarkan orangSaya ambil contoh Payakumbuh ya. bidang ini. Belum ditambah DAK. Itu tentang perlunya sanitasi. Dana yangDi sana saya lihat sendiri di desa- semua APBN yang harus ditaruh di ada kita manfaatkan secara benardesa dibagi toilet-toilet. Konkret itu. daerah. dan tepat.Terus, Solo itu kita membantu sistemterpusat, mestinya yang komunal Sebagai PIU Teknis, apa harapanjuga jalan. Istilahnya serengan. Yang Anda supaya sinergi ini berhasil? november 2010 majalah percik 31
    • Obrolan PROF. DR. TJANDRA YOGA ADITAMA, DIRJEN P2PL, KEMENTERIAN KESEHATAN Tantangan Kita, Menjaga Komitmen Bersama Upaya pembangunan dan penyediaan layanan sanitasi membutuhkan aspek advokasi dan upaya komunikasi. Penyadaran publik, misalnya, untuk perubahan perilaku hidup bersih dan sehat membutuhkan kampanye dan mobilisasi sosial yang strategis dan terencana. Kementerian Kesehatan merupakan salah satu institusi yang memiliki peranan penting dalam hal upaya advokasi, edukasi dan pemberdayaan bagi aspek komunikasi kebijakan penyehatan lingkungan, termasuk sektor sanitasi. Berikut ini wawancara kami dengan Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, yang memfasilitasi Unit Pelaksana Program (atau sering juga disebut PIU – Program Implementation Unit) Advokasi dan Pemberdayaan program PPSP. Pemerintah tengah melakukan waste) dan drainase lingkungan Kita sudah melakukan banyak hal, terobosan dalam percepatan (drainage system) saja. Persoalan namun kita masih perlu percepatan pembangunan sanitasi melalui ini berkaitan dengan upaya pembangunan sanitasi yang Program PPSP, sejauh mana pembangunan manusia. Karena terintegrasi. Contohnya persoalan program ini mampu mengatasi itu sangat berkontribusi pada limbah domestik (tinja), laporan persoalan kesehatan atau angka pencapaian MDGs (Millennium Pembangunan Manusia 2006 kesakitan yang terkait dengan Development Goals) dan IPM terbitan Program Pembangunan rendahnya akses sanitasi? (Indeks Pembangunan Manusia). PBB (UNDP) menyatakan hampir Pada Kabinet Indonesia Bersatu Dengan kata lain, bila kita mampu separuh penduduk di negara-negara II, sesuai arahan Presiden, kini mangatasi persoalan ini secara baik berkembang termasuk Indonesia pemerintah diharapkan untuk maka ini akan berdampak luas dan belum memiliki akses terhadap concern dengan upaya promotif akan berdampak pada perbaikan sanitasi yang layak. Laporan Asian dan preventif demi optimalisasi kesehatan, produktivitas dan Development Bank menyebutkan pembangunan berkesinambungan. kesejahteraan masyarakat. pencemaran air di Indonesia Terkait sanitasi, bukan hanya berpotensi menimbulkan kerugian persoalan air limbah domestik Bagaimana sebetulnya posisi 45 triliun rupiah lebih per tahun atau (waste water), persampahan (solid Indonesia saat ini? 2,2 persen GDP negara. Sementara32 majalah percik november 2010
    • posisi Indonesia, persentase cakupan dan lebih strategis dalam melihat kesehatan.pelayanan sanitasinya berada di persoalan penyehatan lingkunganurutan keenam. Contohnya bila mereka. Program PPSP dapat efektif Bagaimana kesiapan dansetiap orang tiap hari membuang terlaksana bila ada keterpaduan lintas komitmen untuk pembiayaantinja 125–250 gram di perkotaan sektoral (kementerian/kedinasan) program ini?Indonesia. Asumsikan penduduk dalam perumusan hal-hal strategis Kementerian Kesehatanperkotaan sekitar 100 juta orang, bersama dalam perencanaan mengalokasikan anggaran tahunanmaka akan dihasilkan 25.000 ton daerah. Sejalan dengan itu Program untuk pelaksanaan kegiatan UPPtinja per hari. Jika tidak ditangani, PPSP memungkinkan keserasian Advokasi dan Pemberdayaanmasalah volume, mikroba, materi dan koordinasi lebih baik antara program lintas sektoral ini. Selainorganik, nutrien, dan telur cacing kabupaten/kota, provinsi dan pusat. berkontribusi pada pendanaan(4 komponen dalam tinja) harus dan sumber daya manusia, kamidihadapi. Tidak mengherankan, 70 juga memfasilitasi kantor khususpersen air tanah di perkotaan telah “ UPAYA ADVOKASI DAN bagi koordinasi UPP Advokasi. Initercemar bakteri tinja yang parah. KOMUNIKASI KEBIJAKAN DAN dimaksudkan untuk memperlancar PEMBANGUNAN PROGRAM koordinasi stakeholders, serta sinergiBagaimana dengan dampak SANITASI HARUS TERUS dengan berbagai pihak. Setiap tahunekonomi? DITINGKATKAN. MENJAGA akan tinjau secara berkala.Berdasarkan studi “Economic Impacts KOMITMEN BERSAMAof Sanitation in Southeast Asia” tahun Apakah tantangan program yang ADALAH TANTANGAN KITA.”2007 dari Water and Sanitation akan berlangsung hingga 2014 ?Program (WSP) Bank Dunia, Indonesia Dari segi Kementerian Kesehatan,kehilangan lebih dari Rp. 58 triliun ada dua hal yang menjadi perhatian:atau sebanding dengan Rp. 265.000 Sebagai UPP (Unit Pelaksana pertama, berbagai antisipasi upayaper orang setiap tahun akibat Program) atau kadang disebut (maupun dampak) di luar kendalisanitasi buruk. Selain itu lebih dari PIU (Program Implementation sektor kesehatan, atau disebut94 juta orang (43 persen dari jumlah Unit) Advokasi dan ‘beyond health’; kedua, dampakpenduduk) belum mempunyai Pemberdayaan dari Program ‘climate change’. Secara ringkas,jamban dan hanya 2 persen dari PPSP ini, apa saja peran kedua hal ini bisa menuntutjaringan air limbah perkotaan yang Kementerian Kesehatan? penanganan di luar kesehatan. Tidakdiolah. Akibatnya diperkirakan ada Peran dan fungsi Kementerian bisa lagi sektoral. Ini juga menjadisekitar 121.100 kasus diare yang Kesehatan ada dalam setiap tantangan program PPSP. Tantanganmemakan korban lebih dari 50.000 tahapan program PPSP. 1) advokasi, untuk kesinambungan sinergi danjiwa setiap tahun. Biaya kesehatan komunikasi dan pemberdayaan; komitmen dalam mencapai tujuanmencapai 131.000 rupiah per 2) pengembangan kelembagaan bersama. Seperti kita tahu, kegiatanorang atau 31 triliun rupiah secara dan peraturan; 3) penyusunan lintas sektoral tidak mudah. Upayanasional setiap tahunnya. Selain itu, rencana strategis terpadu; 4) advokasi dan komunikasi kebijakanpembuangan tinja atau sampah penyusunan memorandum program; dan pembangunan programyang masuk ke badan-badan air, 5) implementasi optimalisasi sanitasi harus terus ditingkatkan.menyebabkan kerugian sebesar ketersediaan prasarana dan Pada konteks PPSP, saat ini sedang63.000 rupiah per orang atau 14 sarana sesuai kebutuhan; dan 6) diupayakan keluarnya aturan dantriliun rupiah secara nasional. pemantauan, pembimbingan dan payung hukum yang lebih kuat evaluasi. Kementerian Kesehatan (semacam Peraturan PresidenSejauh mana efektivitas kerja lebih banyak memfasilitasi tahap atau Instruksi Presiden), demisama lintas sektor dalam pertama program PPSP, yakni optimalisasi upaya bersama dalamProgram PPSP ini dapat kegiatan yang terkait dengan mencapai tujuan program PPSP.terlaksana? kampanye, edukasi, advokasi Menjaga komitmen bersama adalahSecara nasional, program PPSP dan pendampingan. Direktorat tantangan kita.merupakan suatu terobosan. Di saat Pengendalian Penyakit Danyang sama, otonomi daerah juga Penyehatan Lingkungan menjadimenekankan pentingnya pemerintah pusat informasi publik dankabupaten/kota agar semakin peka membidangi kegiatan promosi november 2010 majalah percik 33
    • Obrolan G WALUJO ANGGOTA POKJA AMPL PROVINSI JAWA TENGAH DAERAH BUTUH ADVOKASI SANITASI Pembangunan sanitasi di daerah tak bisa dilepaskan dari peran provinsi. Dalam PPSP, provinsi memiliki andil menyeleksi kabupaten/kota serta mengawal proses perjalanan penyusunan Buku Putih dan Strategi Sanitasi Kota (SSK). Lebih dari itu, provinsi berperan mendorong kabupaten/kota memiliki kepedulian terhadap sanitasi. Seperti apa yang sudah dilakukan? Berikut wawancara dengan salah satu anggota Pokja AMPL Jawa Tengah, G Walujo. Sejauh mana peran pokja yang komprehensif dalam selatan. Makanya kabupaten/kota di provinsi dalam mendorong pembangunan sanitasinya. wilayah tersebut ikut PPSP. Setelah kepedulian kabupaten/kota itu daerah-daerah aliran sungai. terhadap sanitasi? Bagaimana membangun Yang belum ikut PPSP akan kita pacu Pokja AMPL Jawa Tengah sanitasi khususnya di wilayah dengan melakukan sinkronisasi terus berusaha memfasilitasi perdesaan? SKPD-SKPD. pembangunan AMPL sejak tahun Di desa sampah belum jadi masalah. 2004. Yang awalnya hanya Kebumen, Tapi di sana ada masalah limbah Sejauh mana provinsi terus berkembang ke 15 kabupaten/ atau buang air besar sembarangan. mengalokasikan anggaran di kota dalam rangka peningkatan Nah ini sekarang sudah ditangani sektor sanitasi ini? akses AMPL. Kami berusaha dengan adanya program STBM Perhatian terhadap sanitasi belum memberi arahan dalam berbagai (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat), begitu menggembirakan. Alokaksi kesempatan agar pembangunan Pamsimas, dan sebagainya. Kita anggaran untuk sanitasi masih di sanitasi ini lebih baik, khususnya di melihat permasalahan di perdesaan, bawah satu digit. Mudah-mudahan kabupaten/kota yang ikut PPSP. selain keterbatasan sarana dan dengan adanya PPSP, pemahaman prasarana, sebenarnya ada masalah para pengambil kebijakan dan Bagaimana kesiapan daerah perilaku hidup bersih dan sehat SKPD-SKPD, termasuk pokja dan mengalokasikan anggaran untuk (PHBS), terutama pada penduduk Bappeda semakin meningkat. membangun sanitasinya? yang tinggal di bantaran sungai. Dengan perencanaan yang baik dan Cukup siap, tapi perlu ada advokasi Program STBM misalnya, bisa komprehensif, kita bisa memetakan terlebih dahulu. Misalnya dana mengubah perilaku masyarakat di kondisi sanitasi sekaligus menyusun ini untuk apa, manfatnya apa, wilayah Kabupaten Grobogan. Dua strategi penanganan sanitasi secara dampaknya bagi masyarakat dan desa yang sebelumnya tak punya bertahap. sebagainya. Pemahaman kepada mban jamban, kini telah punya jamban para pengambil keputusan menjadi ogram meski tanpa subsidi. Nah program sangat penting. Dana untuk sanitasi berbasis masyarakat dalam skala Rp 300 juta-Rp 400 juta sebenarnya kecil/rumah tangga seperti ini bisa bisa disisihkan dari sektor yang dilaksanakan untuk mengatasitasi kurang prioritas. permasalahan air limbah. Pokja bisa okja langsung andil di dalamnya dalam Selama ini advokasi erlibat memicu masyarakat agar terlibat pembangunan sanitasi ke secara aktif. kabupaten/kota seperti apa? Pemahaman baru terbatas pada Bagaimana kebijakan pokja okja kabupaten/kota calon peserta provinsi agar semua daerah bisa rah PPSP. Karenanya, belum semua nitasi mengatasi persoalan sanitasi kabupaten/kota menyadari ini dengan segera? pentingnya pembangunan sanitasi. Kabupaten/kota sudah Kita juga mengajak Kota Solo untuk ada gradasinya. Yang berbagi pengalaman tentang rawan masalah sanitasi keberhasilannya mengikuti ISSDP diprioritaskan, yakni daerah sehingga memiliki perencanaan pantai utara juga pantai34 majalah percik november 2010
    • ABDULLAH ARAFADCF KABUPATEN LHOKSEUMAWEMASUKI “RANAH MUSUH” DENGAN PENDEKATAN PERSONALTak ada kata pantang menyerah dalam kamus Abdullah Arafad. Sang City Fasilitator (CF) ini berani menembus “ranahmusuh” demi memuluskan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) di tempat ia dibesarkan,Kabupaten Lhokseumawe.Bukan hal yang mudah menawarkan isu sanitasi kepada para pemangku kepentingan di Kabupaten Lhokseumawe.Apalagi, sanitasi adalah wilayah baru bagi Abdullah. Antipati, penolakan, hingga pesimisme dari berbagai pihakmengenai program PPSP pun ia rasakan.Mari simak obrolan singkat Percik dengan Abdullah berikut ini:Apa kendala utama pada meng-cover permasalahan yang Pendapat Anda tentang programpekerjaan ini dan bagaimana ada, yaitu SSK. Cara seperti ini cukup PPSP sendiri?mengatasinya? efektif dan rasanya bisa diterapkan di Banyak diakui oleh teman diUtamanya adalah menembus kabupaten/kota lain. Bappeda dan juga walikota,birokrasi. Karena itu saya curi dokumen Buku Putih dan Strategistart. Sekitar sebulan sebelum Apakah prosesnya mulus? Sanitasi Kota (SSK) yang merupakanPPSP masuk, saya mulai merintis Agak sulit juga, terutama dalam produk PPSP mampu menjawabpenjajakan lewat pendekatan hal data-data sanitasi yang tidak permasalahan sanitasi yang selamapersonal kepada koneksi saya di lengkap. Belum lagi kalau ada ini mendera Lhokseumawe.pemerintahan. Saya jual isu dengan “penumpang gelap”, pihak-pihak Selain proses pembuatannyamemotret kondisi eksisting di yang hanya mengincar kucuran yang melibatkan banyak pihak,Lhokseumawe, seperti sampah, dana tanpa mengindahkan tujuan metodologi penyusunannyakondisi drainase, atau angka utama program ini. Memang di situ yang ilmiah pun dinilai mampupenyebaran penyakitnya. Setelah tantangannya. Makanya kita harus dipertanggungjawabkan.mereka tertarik, baru saya tawarkan menyelami “ranah musuh” supayadokumen perencanaan yang bisa bisa nyambung.ERNAWATIFASILITATOR PROVINSI JAWA TENGAHSEKILAS PROGRAM PPSPProgram Percepatan Meski prosesnya cepat, “Saat ini PPSP sebagai petunjuk pelaksanaan.memang seringkali mirip pelaksanaan PPSP pada program yang hebat, Pemahaman mengenaimakanan instan, semua tahap pertama terbilang dimana pemerintah penyediaan anggaran,serba cepat dengan sukses dengan antusiasme daerah mau dan fasilitas sekretariat, sertasarana dan prasarana tinggi dari pemerintah mampu menyusun hal-hal teknis lainnyaterbatas. Hampir mirip daerah untuk menerima sendiri dokumen Buku ini amat penting agarsedikit dengan PPSP. dan melaksanakan Putih sebagai landasan program berjalan lebihSetelah pelaksanaan program di daerah penyusunan Strategi lancar dan sesuai jadwal.program uji coba dengan masing-masing. Daerah Sanitasi Kota (SSK) Selain itu, hendaknya adanama ISSDP di 12 kota bersedia menyiapkan secara lintas sektoral perbaikan alat bantu danselama kurang lebih sarana dan prasarana dan komprehensif,” kata perangkat analisis yangempat tahun, dilakukanlah pelaksanaan program, Ernawati, Fasilitator sesuai dengan kondisiperluasaan wilayah kesiapan lembaga lokal Provinsi Jawa Tengah. perdesaan atau perkotaan.langsung ke 41 daerah sebagai pengelola, serta Peran tenaga ahli jugakota dan kabupaten yang gereget dan rasa memiliki Ke depannya, Ernawati dibutuhkan dalammemiliki karakteristik pokja terhadap produk mengharapkan beberapa mendukung program diberagam. PPSP (Buku Putih) cukup perubahan, di antaranya lapangan. tinggi. dalam hal kejelasan november 2010 majalah percik 35
    • Obrolan Harmonisasi Dokumen Sanitasi Sejumlah dokumen perencanaan muncul di daerah. Renstra AMPL dan SSK mengambil porsi sebagai perencanaan strategis di bidang air minum dan sanitasi. Bagaimana kedua produk tersebut sesungguhnya saling bersinergi dengan sejumlah dokumen yang ada dan mendukung proses perencanaan pembangunan di daerah? Oswar Mungkasa, Mantan Pelaksana Harian Pokja AMPL dan Nugroho Tri Utomo, Koordinator PMU Sekretariat PPSP menjawab pertanyaan besar tersebut.1 Oswar Mungkasa KERANGKA TINDAK MENUJU KEBERLANJUTAN PEMBANGUNAN AMPL Bisa dijelaskan secara sederhana apa biasanya disemangati oleh paradigma yang ada. Sedangkan komitmen atau dan bagaimana konsep Rentra AMPL, perencanaan pembangunan agar kepedulian pemerintah daerah pun dan bagaimana kedudukannya lebih harmonis dan selaras, baik sangat beragam dalam menyikapi dalam sebuah proses perencanaan antara pusat dengan daerah, daerah perlunya pokja AMPL menyusun pembangunan AMPL di deareh? dengan daerah, dan juga antar sebuah renstra. Karena itu, penting Perencanaan strategis (Renstra AMPL) instansi dan fungsi pemerintahan dilakukan proses internalisasi atau merupakan sebuah pedoman, arah lainya. Ini yang bisanya merupakan kesepahaman diantara sejumlah dan panduan yang perlu dibuat landasan utamanya. Dalam dokumen pihak dalam memaknai sebuah sebuah Pokja AMPL di daerah. Dan sejumlah Renstra AMPL, saya melihat rencana strategis. dalam sebuah Renstra AMPL yang ada tiga hal positif yaitu pertama ada biasanya tercantum sejumlah kualitas dokumen perencanaan Sebagus apapun rencana strategis rencana operasional kerja jangka pembangunan AMPL menjadi lebih yang dibuat oleh pokja AMPL dalam pendek dan menengah secara taktis, baik di daerah, kedua mendorong menyusun sebuah Renstra AMPL terfokus, dapat diimplementasikan kinerja pemerintah daerah lebih tentunya tidak akan bermanfaat jika dan terukur. Saat ini memang terukur, terarah dan sesuai dengan tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah sudah ada sejumlah pedoman target pencapaianya. Dan ketiga daerah. Juga sebaliknya untuk perencanaan lainnya. Namun, sering mempererat jaringan kerja dan menggerakan sebuah Pokja AMPL kali konsep renstra yang dibuat koordinasi seluruh pemangku tentunya tidak mudah, bagaimana pemerintah pusat dan pemerintah kepentingan baik pemerintah, instansi mengatasi persoalan ini? daerah tidak sama atau sejalan. swasta dan peran masyarakat untuk Dalam membuat sebuah dokumen Hal inilah yang kadang membuat bekerja lebih keras bagi kemajuan perencanaan strategis AMPL tentunya target pembangunan AMPL yang daerahnya di bidang AMPL. diperlukan kerjasama dan koordinasi dibuat pemerintah pusat tidak yang kuat seluruh anggota pokja. tercapai. Karena itu, Renstra AMPL Apa saja tantangan Pokja AMPL Saya melihat diperlukan sosok atau dapat menjadi interface antara untuk melahirkan sebuah dokumen figur yang bersedia bekerja keras, dokumen rencana strategis baik perencanaan AMPL yang baik? memiliki komitmen kuat bekerja milik pemerintah pusat seperti Tidak bisa dipungkiri sejumlah buat kepentingan masyarakat luas di kementerian dengan pemerintah tantangan terjadi dalam penyusunan bidang AMPL. Dengan Renstra AMPL daerah. sebuah Renstra AMPL seperti yang baik maka tentunya pemerintah lemahnya koordinasi atau kerjasama, pusat dan daerah tentunya akan Kaitannya dengan dokumen tidak adanya kesepahaman atau visi memiliki kerangka tindak menuju perencanaan lainnya apa saja dalam penyusunan acuan, kualitas keberlanjutan pembangunan AMPL. keunggulan yang bisa di tawarkan SDM yang masih kurang di sejumlah [Eko] dalam sebuah Renstra AMPL? daerah dalam bidang AMPL dan Lahirnya sebuah Renstra AMPL kurangnya dokumen perencanaan36 majalah percik november 2010
    • 2 Nugroho Tri Utomo SSK, OWNERSHIP DAN KREDIBILITAS Apa yang menjadi keutamaan SSK sudah memiliki SSK namun belum kunci sukses SSK adalah komitmen sehingga diyakni dapat membantu ada RPJM, SSK itulah yang dijadikan daerah sendiri. Tapi kemudian, pembangunan di daerah, khususnya RPJM Sanitasi. Sementara daerah pusat menyinkronkan kebutuhan- untuk sektor sanitasi? yang belum punya SSK namun sudah kebutuhan agar bisa mendukung Yang paling penting dari SSK ada RPJM, harus dipastikan program sanitasi. Kalau daerah mau maju, adalah ownership seluruh pihak sanitasi yang ada dalam RPJM itu bisa silakan buat SSK, nanti pusat akan berkepentingan kabupaten/kota memfasilitasi SSK. bantu (mendampingi). Tapi kalau terkait dokumen tersebut sehingga daerah belum mau ya tak apa-apa. ada kredibilitas perencanaan itu Nah, bagi daerah yang memiliki Untuk mengamankan momentum sendiri. Ownership inilah yang selama Renstra AMPL, SSK harus disusun bagi daerah-daerah yang ikut PPSP, ini belum kuat dalam dokumen mengacu pada Renstra AMPL. pusat membantu mencarikan perencanaan daerah karena bantuan pendanaannya. tidak menggabungkan seluruh Mengingat bahwa sanitasi sangat kepentingan. Di SSK, kalau usulan- terkait erat dengan air minum, Bagaimana penanganan sisa usulan program tidak dikoordinasi bagaimana menyinergikannya? kabupaten/kota di luar 330 antar SKPD, akan gugur dengan Mulai tahun ini kami berusaha kabupaten/kota target PPSP? sendirinya. Dari sisi kredibilitas, menggabungkan pendekatan Bukankah target RPJMN 2010- karena SSK disusun berdasarkan pembangunan untuk air minum dan 2014 untuk sektor sanitasi bersifat data empiris, data yang tercantum sanitasi. Renstra AMPL pun ternyata nasional? sesuai dengan kondisi eksisting. mirip dengan Buku Putih yang jadi Angka 330 kabupaten/kota itu sendiri Gambaran senyata mungkin ini akan bagian dari proses penyusunan didapat dari identifikasi kota-kota lebih powerful kedudukannya dalam SSK. Kebijakan kami untuk tahun yang punya permasalahan drainase, mengadvokasi pimpinan daerah 2011, pokja AMPL yang sudah ada air limbah, dan persampahan. Ini agar mau memprioritaskan sanitasi di daerah bisa difungsikan sebagai sudah ada hitung-hitungannya di daerahnya. Kalau pimpinan daerah pokja sanitasi juga. Jadi daerah tak sendiri. Jadi 330 kabupaten/kota ini sudah bilang sanitasi jadi prioritas, perlu buat pokja lagi. Dengan begitu adalah prioritas sekaligus gambaran proses selanjutnya akan lebih mudah, pembangunan sanitasi dan air minum awal supaya bisa menghitung termasuk soal pendanaan. bisa berjalan bersama-sama. kebutuhan pembiayaan program Satu hal lagi, yang selama ini hilang ini. Meskipun kedengarannya ini adalah link antara rendahnya Melalui PPSP, minimal 330 merupakan target besar, namun investasi sanitasi dan akibat yang kabupaten/kota diharakan telah sebagai gambaran untuk 2010 saja, ditimbulkannya. Nah, SSK bisa menyusun SSK di tahun 2014. dari target 57 kabupaten/kota yang menjawab missing link itu. Bagaimana kebijakan Pemerintah ikut, ternyata ada 63 kabupaten/ Pusat agar SSK yang dihasilkan kota yang menyatakan siap. Kalau Bagaimana kedudukan SSK dengan tersebut benar-benar masuk dalam ini terjadi secara konstan, bisa jadi di dokumen-dokumen lainnya di daerah siklus perencanaan pembangunan 2014 semua kabupaten/kota akhirnya seperti Renstra AMPL? di daerah sehingga dapat ikut menerapkan program PPSP. SSK sendiri tak pernah diharapkan diimplementasikan? menjadi dokumen formal, melainkan Kami hanya bisa secara terus- sebagai exercise antar SKPD dalam menerus mengajak daerah untuk menjalankan tupoksi di bidang ikut program PPSP. Pusat tak bisa sanitasi. Bagaimana cara memadukan menginstruksikan atau memaksa SSK dan RPJM? Bagi daerah yang daerah untuk membuat SSK karena november 2010 majalah percik 37
    • Agenda Evaluasi Kinerja PF/CF 2010 Peneyusunan Training Need Assessment untuk KonsultanManajemen Wilayah Fasilitasi 3 kota pilot Program Memorandum Penilaian Draft SSK Kota-kota 2010 Pengecekan Kesiapan Administratif kota-kota 2011 20 Oktober 2010 Seminar dan Diskusi Media: Peran Media untuk Kampanye Sanitasi 21-22 Oktober 2010 Pelatihan Web-based Monev untuk Pokja Kabupaten/Kota dan Provinsi 26-29 Oktober 2010 Pelatihan Metode Kampanye 8-10 Desember 2010 Sanitasi untuk Pemerintah City Sanitation Summit Kediri Kabupaten/Kota dan Provinsi (Gelombang 1) AwalDesember 2010 Rapat Evaluasi Tahunan Konsolidasi Sinergi Program- AwalDesember 2010 Program Penilaian Akhir Mutu TTPS – AMPL SSK Oktober 2010 November Desember 2011 Januari 2010 2010 2 9-12 November 2010 Rekruitmen CF/ Pelatihan Metode Kampanye PF 2011 Sanitasi untuk Pemerintah Kabupaten/Kota dan Provinsi (Gelombang 2) Penyegaran PF/ CFuntuk Program Memorandum Minggu ketiga November 2011-2012 2010 Pelatihan Keterampilan Komunikasi untuk Eselon 2 dan 3 Rakernas Provinsi Penjaringan Minat Kota 2012 Akhir November 2010 Penilaian mutu SSK38 majalah percik november 2010
    • AGENDA PPSP 2010–2011 Pelatihan Penyusunan Memorandum Program untuk Pokja Kabupaten/ Kota Pelatihan Fasilitasi Penyusunan MemorandumProgram bagi Pokja Provinsi Workshop Memorandum Pelatihan Program bagi Penyegaran SSK PMU-PIU bagi Fasilitator Pelatihan Penyusunan Buku PelatihanPutih dan SSK bagi Identifikasi Sumber Pokja Provinsi dan Pendanaan Sektor Sanitasi bagiPelatihan Fasilitator Pelatihan Pokja Kabupaten/ Baru PPSP Pengelolaan Aspek Kota, Provinsi, Komunikasi bagi Fasilitator, dan Februari 2011 Maret Pokja Provinsi April 2011 Mei Tenaga Ahli KMW Juni2011 2011 2011 AkhirMaret 2011 Pelatihan Metode Konferensi Sanitasi Kampanye Sanitasi Nasional III bagi Pokja Provinsi Pelatihan Monev dan Kabupaten/ Berbasis Web bagi Kota PMU-PIU Pelatihan EHRA bagi Pokja Provinsi dan Kabupaten/ Kota Pelatihan Studi Pendukung Buku Putih bagi Pokja Provinsi november 2010 majalah percik 39
    • Kata Mereka PEMBANGUNAN SANITASI HARUS Irwansyah Andi Idrus KOMPREHENSIF Ketua RW 08 Kelurahan Petojo Utara Jakarta Pusat Penggiat sanitasi, peraih Kalpataru tahun 2009 RW 08 Petojo Utara Jakarta Pusat begitu populer dan posyandu, kemudian mulai bergulir program-program kerap dikunjungi baik oleh tamu domestik maupun kebersihan seperti pengomposan, daur ulang sampah mancanegara. Tujuan mereka umumnya untuk melihat plastik atau penghijauan. Kita juga menjalankan CTPS dan lebih dekat dan mencontoh keberhasilan kawasan yang sejak Mei 2006 kita juga menyelenggarakan kerja bakti terdiri dari 14 RT ini dalam hal pengelolaan sanitasi. Tahun bersih-bersih Kali Krukut, setiap tiga bulan sekali. Dari situ 2009, Ketua RW-nya Irwansyah Andi Idrus, memperoleh berturut-turut ada bantuan membangun sarana publik penghargaan Kalpataru. toilet umum. Berikut petikan wawancara singkat dengan Irwansyah. Menurut Anda program pembangunan sanitasi Pendapat Anda tentang Pembangunan Sanitasi yang pas untuk Indonesia seperti apa? Indonesia ? Yang paling tepat adalah kita harus memetakan dulu suatu Pembangunan sanitasi harus komprehensif, seluruhnya. Tidak wilayah, (berapa) masyarakat yang menggantungkan dirinya hanya pekerjaan pemerintah tapi utamanya juga masyarakat. dengan MCK umum, nggak punya MCK atau punya MCK di Dan yang lebih penting lagi adalah mengubah perilaku rumahnya. Dari situ saja bisa kelihatan apa yang bisa dilakukan masyarakat. Ini yang sulit. Masyarakat harus disadarkan dulu bersama. Yang utama memang sumber pendanaan itu harus dan tahu sanitasi itu apa. ada di pemerintah, bagaimana penggunaannya, pelakunya semua kembali ke masyarakat. Harus ada keterlibatan Program-program apa saja yang ada di Petojo? keduanya, pemerintah dan masyarakatnya. (NC/HI) Sejak tahun 2006 dibantu USAID di RW kami menjalankan program sanitasi melalui MCK yang ramah lingkungan dengan teknologi modern, Dewats (Decentralized Wastewater Treatement System, di mana 90 persen air MCK ++ di RW 08 Ke- lurahan Petojo Utara limbah dapat dimurnikah kembali --red). Awalnya sekali, Jakarta Pusat kita (RW 08 Petojo) melakukan perbaikan nutrisi melalui40 majalah percik november 2010
    • november 2010 majalah percik 41
    • Kata Mereka Asep, (35 tahun) Bonek, (27 tahun) MEREKA Penjual Buah Penjaga Toilet Umum Stasiun Di kampung saya orang masih Toilet di sini rutin disedot. Tiap buang air di kali. Seumur- BICARA macet kita pasti sedot. Bisa tiga umur semua orang buang bulan sekali. Biar orang nyaman air ke kali. Mestinya ada aja memakainya. Ya, meskipun yang SANITASI kampung-kampung yang dilewatin kali kaya kampung saya, di situ orang-orang pasti lebih demen buang air di kali. pakai toilet umum bukan orang kaya, tapi tetep semua orang butuh buang air bukan? Penting Tidak perlu kemampuan supranatural, toilet selalu dijaga kebersihan (Justru) di situ itu mestinya dan diperbaiki. Kalau toilet hipnotis atau perangkat penyadapan ada pembangunan WC-WC bersih kan enak juga. yang super canggih untuk tahu isi benak umum yang bener, bukan WC warga Jakarta tentang sanitasi. Luangkan cemplung empat sampai lima waktu lima menit untuk bertanya kotak. mengenai hantu-hantu kekhawatiran yang mengitari got, air limbah atau sampah lingkungan. Tokoh-tokoh dalam artikel ini sudah benar-benar mewakili pendapat kita sebagai warga kota. Tak perlu takut untuk berbagi opini, karena sanitasi memang untuk diurusi bersama. Betul betul betul...? Deni, (38 tahun) Tukang Parkir Masyarakat di wilayah saya suka buang sampah di kali. Kenapa? Karena sebenarnya tidak ada tempat sampah bersama yang disediakan. Berapa sih sampah yang bisa diangkut tukang sampah RW? Sudah cuman sekantong, itu juga nggak rutin saban hari. Padahal kita sering banget nyampah. Mestinya ada tempat sampah bersama, tiap kelurahan atau RW. Irland F, (24 tahun) Pegawai Swasta Sebaiknya pemerintah Ida, (39 tahun) menggalakkan 3R dan dimulai Guru TK dari tingkat rumah tangga Di depan (lokasi) TK kita ada got. dengan mengedepankan peran Alhamdulillah lancar.. di TK kita WC-nya juga ibu-ibu. Sebab ibu-ibu yang berfungsi dengan baik meskipun sangat paling berperan dalam produksi sederhana dan belum dikeramik. Sebisa sampah (di rumah tangga). Dan mungkin anak-anak tahu dan diajari dua hal: yang tidak kalah penting, harus membuang sampah pada tempat nya dan ada master plan sanitasi dan cuci tangan sebelum makan. Ini penting. dijalankan dengan baik, jangan Kesehatan anak-anak terjaga dan mereka penyelesaikan secara instan saja. punya wawasan hidup sehat.42 majalah percik november 2010
    • Kasim, (68 tahun) Pemulung Sampah Seneng sih kalau liat sampah kardus dan plastik banyak tapi kadang nggak sedap juga dipandang mata. Ya, sampah mestinya memang dibersihin pemerintah tapi disisain dong buat kita. (Sampah) yang kita kumpulkan ini nantinya kan dibawa ke pabrik dan (akhirnya) diolah juga. Sugimin, (46 tahun) Pemilik Rumah MakanKanta, (56 tahun)Supir Bajaj Air cucian dari rumah makan ini kita buang diDeket bengkel tempat sayatinggal ada kebonan, banyak got. Nggak ada masalah,sampah daun-daun dari kebon, lancar. Tapi got memangjadi banyak nyamuk. Sampah harus ditangani. Resapanmodel apapun mesti diperhatikan air juga harus diperhatikan,kalau dekat dengan tempat jangan sampai jadi gedungtinggal harus diberantas karena mewah. Waduk janganbisa jadi sarang nyamuk. Sampah- sampai jadi apartemensampah daun ini mesti dikubur. Di atau mall. Jangan (mereka)Jakarta kan banyak pengolahan yang kaya saja yangsampah kalau di desa jarang.Mestinya sampah-sampah itu diutamain, mereka yangdipikirin mau diapain. Biar semua nggak punya rumahorang sehat. itu yang mesti dipikirin pemerintah.Ririn, (32 tahun)Penjual KopiSampah di kali mestinyadibersihin secara rutin. Buangsampah juga harus gampang,harus ada tempatnya. Sampahjuga mestinya diolah lagi nggakdibuang begitu aja, jadi baranglagi atau digimanain lagi. Sampahkan suka ada manfaatnya. Sri Erni, (56 tahun) Ibu Rumah Tangga Kita sering melihat perumahan yang tampak “baik-baik” saja, padahal gotnya mampet. Got seharusnya dibuat agak dalam, setengah meter misalnya, dan pakai tutup. Dan setiap gorong-gorong dibuat saringan. Jadi sampah bisa diangkut secara reguler. Kalau sampah numpuk, akhirnya (banyak sarang) nyamuk dan (masyarakat sekitar) jadi pada sakit bisa-bisa. Masyarakat kurang peduli masalah ini. Pemerintah sepertinya sudah mengelola sanitasi, tapi harus ada pembangunan got yang terencana agar tidak meluap (airnya). november 2010 majalah percik 43
    • Kata Mereka PPSP dan Tantangan PEMBANGUNAN SANITASI DI MASA Oleh : Harum Sekartaji DEPAN Communications Coordinator Mercy Corps Indonesia Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) yang dicanangkan oleh pemerintah pusat dengan prioritas di 330 kabupaten/kota merupakan program yang sangat baik sebagai upaya mengejar ketertinggalan pembangunan sanitasi di Indonesia. Berkaitan dengan target program PPSP untuk menghentikan kebiasaan buang air besar (BAB) sembarangan pada tahun 2014, penanganan sampah melalui pengurangan timbunan dari sumbernya dan penanganan sampah yang ramah lingkungan, serta pengurangan genangan air di kawasan perkotaan, Mercy Corps Indonesia menyambut baik karena ini berarti akan ada program sanitasi terfokus yang saling mendukung antara pemerintah pusat, masyarakat, dan lembaga nirlaba – bahkan mungkin pihak swasta. Namun, ada tantangan khas bagi isu sanitasi, air, dan lingkungan di wilayah kumuh perkotaan yaitu sempitnya “ DENGAN ADANYA PROGRAM lahan yang berakibat sulitnya masyarakat membangun PPSP INI, MAKA DIHARAPKAN fasilitas sanitasi – selain karena rendahnya tingkat MASYARAKAT TIDAK pendapatan. Tantangan lainnya adalah cara mengubah HANYA MENJADI TARGET perilaku hidup sehat dan bersih dalam masyarakat PROGRAM NAMUN SECARA perkotaan. Peran PPSP sangat diharapkan terutama dalam penyediaan opsi-opsi teknologi yang disesuaikan dengan AKTIF DILIBATKAN KARENA kondisi lahan serta terjangkau bagi pemerintah dan SANITASI DAN KESEHATAN masyarakat. Bahkan jika mungkin ada pola pembiayaan LINGKUNGAN MERUPAKAN yang tepat dari pemerintah. Dari sisi koordinasi, PPSP ISU BERSAMA, BUKAN diharapkan bisa memetakan pelaku sanitasi dan MERUPAKAN MASALAH spesifikasinya masing-masing. Dengan demikian integrasi MASYARAKAT.“ antar pelaku bisa dimungkinkan untuk mempercepat pencapaian target sanitasi dan bahkan nantinya bisa direplikasi di wilayah lain. Mercy Corps sendiri telah menjalankan berbagai program peningkatan kapasitas masyarakat daerah perkotaaan terkait water sanitation (watsan) di daerah perkotaan. Misalnya melalui program Community Based Sanitation (CBS) kerjasama dengan ESP-USAID dengan pembangunan MCK komunal yang44 majalah percik november 2010
    • dilengkapi instalasi pengolahan air yang sangat sempit serta promosi pembangunan kapasitas masyarakatlimbah (IPAL) di Kelurahan Petogogan, kesehatan untuk menghentikan dan melibatkan seluruh komponenJakarta Selatan dan Pademangan kebiasaan BAB di got dan mencuci masyarakat, target akan lebih mudahBarat, Jakarta Utara. Program ini tangan pada saat kritis. Juga melalui tercapai. Mercy Corps akan terustelah berakhir Desember 2009. program RW Siaga Plus Plus yang mengambil peran dan berkontribusiMelalui program HP3 (Healthy Places didanai oleh USAID di kelurahan Duri meningkatkan akses masyarakatProsperous People) di Penjaringan, Utara, Duri Kosambi dan Pekojan terhadap air minum, sanitasi,Jakarta Utara, dengan penyediaan Jakarta Barat serta Margahayu, Bekasi dan kebersihan lingkungan sertaakses air bersih melalui sistem yang berfokus pada pembangunan upaya perubahan perilaku gunapengelolaan air bersih berbasis infrastuktur air bersih dan sanitasi menurunkan angka kekurangan gizimasyarakat, pembersihan got, dan seperti tangki septik komunal, jamban pada balita.pengomposan sampah rumah ramah anak, sanitasi sekolah, tempattangga. Lalu melalui PUSH (Program cuci tangan pakai sabun, sertaof Urban Sanitation and Health) di promosi perilaku hidup bersih danKalideres, Jakarta Barat dengan sehat guna mengubah perilaku sehat Anak Kecil Punpembangunan modular tangki dan meningkatkan gizi balita. Bisa Diajariseptik yang dapat dipasang di rumah Hidup Bersihperkotaan kumuh dengan lahan Dengan pendekatan kepada dan Sehat november 2010 majalah percik 45
    • Event ‘Ditodong’: Direktur Perumahan dan Permukiman Bappenas Budi Hidayat bersama para jurnalis di CSS VIII Tegal, Juli 2010. City Sanita on Summit (CSS) USAHA DAERAH MENGANGKAT ISU SANITASI Program Pengembangan Sektor Sanitasi Indonesia/ Indonesia Sanitation Sector Development Program (ISSDP) mendorong lahirnya kota-kota yang peduli terhadap sanitasi. Sejak diluncurkan pada 2006, program ini berhasil membangun ‘laboratorium’ pengembangan sanitasi berskala kota. Enam kota ikut dalam program ini yakni Blitar, Sekda Jambi, Kepala Bappeda Surakarta, Asisten Daerah II Payakumbuh, Banjarmasin, Surakarta, Jambi, dan Denpasar. Denpasar, Kepala Dinas Kesehatan Payakumbuh, Tim Pokja Dalam tahap awal perkembangannya, muncul berbagai Sanitasi Pusat menyatakan dukungan mereka terhadap pengalaman yang berbeda antarkota tersebut. percepatan program pengembangan sanitasi di perkotaan yang berpihak pada masyarakat miskin. Dari situlah muncul gagasan untuk berbagi pengalaman antar kelompok kerja (Pokja) Kota ISSDP melalui lokakarya. Setelah Deklarasi Blitar lahir, isu sanitasi mulai terangkat. Pertemuan pertama berlangsung di Banjarmasin pada Kota-kota itu terus menggenjot pembangunan sanitasi 2006 dalam sebuah pertemuan bertajuk “Lokakarya mereka sebagai wujud implementasi Deklarasi Blitar Sanitasi Enam Kota ISSDP” atau dikenal “City Sanitation melalui rencana aksi yang memiliki target dan sasaran Summit”. Pada pertemuan itu kota-kota menyepakati untuk terukur secara spesifik. Selain itu, kota-kota pionir mengadakan pertemuan setiap tiga bulan sebagai sarana sanitasi ini pun menganjurkan bagi kota-kota lain untuk pertukaran informasi antara pokja pusat dan pokja kota bergabung dalam menyusun kebijakan, program dan serta sesama pokja kota. kegiatan pengarusutamaan pengembangan kualitas sanitasi di perkotaan yang lebih berpihak kepada Pada CSS ke-2 di Blitar, 27 Maret 2007 lahir ‘Deklarasi Blitar’. kepentingan warga masyarakat khususnya warga miskin. Ini adalah fenomenal. Walikota Blitar, Walikota Banjarmasin,46 majalah percik november 2010
    • CSS pun terus dilakukan di enam Lahirnya aliansi kota peduli sanitasi Sanitasi (AKOPSI) membuka diri bagikota secara bergilir: di Denpasar, diharapkan berperan untuk keanggotaan pemerintah kabupaten.Payakumbuh, Solo dan Jambi. mendukung proses replikasi strategiPesertanya pun bertambah seiring sanitasi kota (SSK) di kota-kota Dalam rangkaian diskusi padadengan masuknya enam kota yang memiliki komitmen untuk CSS VII tersebut, anggota AKOPSIbaru dalam ISSDP tahap 2, yakni mempercepat pembangunan sanitasi menyepakati untuk mengubahBukittinggi, Kediri, Batu, Pekalongan, karena komitmen semua stakeholders nomenklatur AKOPSI menjadiPadang, dan Tegal. Pada CSS VI di kota merupakan salah satu kunci AKKOPSI (Aliansi Kabupaten/KotaJambi 22 Oktober 2009 lahir Deklarasi keberhasilan pembangunan sanitasi Peduli Sanitasi). Dalam CSS ini, KotaJambi. Dua belas walikota sepakat di Indonesia. Pontianak dan Kota Balikpapan resmimendeklarasikan Aliansi Kota Peduli menjadi anggota AKKOPSI.Sanitasi (AKOPSI). Ini baru pertama Dalam CSS VII di Bukittinggi, Sumaterakali di Indonesia ada sebuah aliansi Barat, jumlah kota yang peduli sanitasi Selama 2010, tiga CSS digelar. Setelahpemerintah daerah yang memiliki kian bertambah sejalan dengan di Bukittinggi, CSS berlangsung dikomitmen serta keinginan kuat untuk program Percepatan Pembangunan Kota Tegal pada Juli 2010 dan Kotameningkatkan kualitas kehidupan Sanitasi Perkotaan (PPSP). Bahkan Kediri pada Oktober 2010. Semuamasyarakat melalui pembangunan kepedulian itu pun muncul dari dalam rangka mengangkat isusanitasi kawasan perkotaan. pemerintah kabupaten. Menyadari sanitasi ke level yang lebih tinggi hal tersebut, Aliansi Kota Peduli secara terus menerus. Sanitasi Harus Jadi Inisiatif Daerah dr H. Rd. Bambang Priyanto, Ketua Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) Sebagai organisasi yang baru berdiri, lapisan masyarakat Indonesia. nantinya sejalan dengan langkah-langkah banyak orang belum mengetahui apa itu strategis pemerintah membangun sanitasi. Apa saja yang dilakukan AKKOPSI Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi dalam pembangunan sanitasi Siapa yang boleh menjadi anggota (AKKOPSI). Padahal dari organisasi kecil selama ini? AKKOPSI dan bagaimana caranya? ini muncul inisiatif untuk menjadikan AKKOPSI merupakan salah satu Pemerintah kabupaten/kota yang memiliki kabupaten/kota di Indonesia memiliki pemangku kepentingan yang turut atau sedang dalam proses penyusunan kepedulian lebih dalam hal sanitasi. memegang peranan penting dalam rencana strategis sanitasi (SSK). Badan Seperti apa organisasi ini dan pencapaian Program Nasional – Hukum, Lembaga dan Asosiasi yang bagaimana langkah organisasi ini ke Percepatan Pembangunan Sanitasi bergerak di bidang sanitasi juga bisa depan, kami mewawancarai Ketua Permukiman. Di tahap awal ini AKKOPSI masuk, termasuk mereka yang berjasa AKKOPSI dr H Rd Bambang Priyanto. fokus pada pertukaran informasi, di bidang sanitasi. Dengan syarat-syarat Berikut petikannya. transfer pengetahuan dan pertukaran tertentu. Bisa dijelaskan latar belakang pengalaman bagi sesama kabupaten Bagaimana agar pembangunan berdirinya AKKOPSI? kota yang peduli sanitasi dalam bentuk sanitasi bisa bergerak lebih cepat? AKKOPSI lahir dari wujud nyata penyelenggaraan City Sanitation Summit Proses pembangunan sanitasi mengarah komitmen pemerintah kabupaten kota (CSS,) yang berkerjasama dengan TTPS pada inisiatif daerah untuk membangun untuk memberikan prioritas terhadap dan USDP. dan meningkatkan pelayanannya kepada pembangunan dan pengembangan Ke depan, program apa yang masyarakat, termasuk juga berkontribusi sanitasi. AKKOPSI dideklarasikan pada menjadi prioritas AKKOPSI? pada program pembangunan nasional tanggal 22 Oktober 2009 yang selanjutnya sektor sanitasi. Agar bergerak lebih cepat, dikenal dengan ”Deklarasi Jambi”. Ada 12 Prioritas AKKOPSI ke depan ialah semua pihak harus memahami dan kota pertama yang bergabung. pendampingan teknik dan manajemen, berkomitmen bahwa sanitasi adalah pemagangan serta pendanaan bersama Mengapa AKKOPSI ini penting? urusan bersama, yang harus segera dan bentuk-bentuk kerjasama lain. AKKOPSI secara tegas akan ditindaklanjuti secara lebih terkoordinasi, Penguatan lembaga AKKOPSI juga memperjuangkan dukungan kebijakan komprehensif dan tanggap kebutuhan. tengah dilakukan. Penyiapan berbagai konkret pemerintah terhadap kelengkapan organisasi, rencana strategis pembangunan sanitasi di kabupaten/kota dan rencana kerja. Harapannya semua agar memberi dampak yang lebih besar, produk organisasi ini secara operasional baik bagi anggota AKKOPSI dan segenap november 2010 majalah percik 47
    • Fakta KETIKA ANGKA BICARA BANYAK Seringkali kita tidak sadar bahwa kondisi sanitasi kita demikian buruk. Bukan karena kondisi itu tidak ada di sekitar kita, tetapi sebaliknya justru probem-problem itu begitu dekat dengan kita. Angka-angka berikut barangkali dapat membantu kita untuk menyadari bahwa persoalan yang membelit sektor sanitasi bukan persoalan kecil. 56 triliun rupiah adalah jumlah uang terbuang sia-sia setiap tahun akibat kondisi sanitasi yang buruk di Indonesia. Angka ini jelas sangat besar: setara dengan 2,3% PDB; setara dengan biaya membangun 12-15 juta unit toilet dengan tanki septic yang layak; atau sekitar 25% anggaran pendidikan nasional per setahun. Celakanya, kerugian ekonomi dan finansial itu harus ditanggung pemerintah dan masyarakat. Menurut studi Bank Dunia, kerugian tersebut bisa dikurangi jika kondisi sanitasi diperbaiki. 47.000 rupiah adalah investasi per kapita yang diperlukan untuk memperbaiki kondisi sanitasi, melalui: pengurangan 6-19% biaya kesehatan dan peningkatan 34-79% jumlah waktu produktif. Dengan jumlah penduduk 220 juta, angka investasi akan mencapai 11 triliun rupiah per tahun. Tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan pengeluaran untuk biaya telepon selular yang mencapai sedikitnya 35 triliun per tahun (180 juta pelanggan; 15 ribu per bulan per pelanggan). 47.000 rupiah per tahun merupakan jumlah uang yang bisa dihemat oleh pemerintah dan masyarakat jika kondisi sanitasi diperbaiki. Sebaliknya, jika investasi tidak segera dilakukan, kerugian ekonomi yang harus ditanggung akan semakin naik seiring dengan pertambahan jumlah penduduk yang mencapai 2,8 juta per tahun. 24,8% penduduk atau lebih dari 60 juta orang masih BAB sembarangan alias tidak menggunakan jamban atau toilet untuk menunaikan “hajat besar” mereka. Dahsyat sekali mengingat jumlah itu setara dengan seluruh penduduk Inggris, atau Prancis, atau Italia. Sulit membayangkan seluruh penduduk di negara-negara maju itu rame-rame BAB sembarangan. Bahkan, kalau memperhitungkan ada-tidaknya tangki septik dan kualitasnya, maka jumlah penduduk yang BAB sembarangan mencapai 51% atau lebih dari 110 juta orang.48 majalah percik november 2010
    • 6,4 juta ton dan 64 juta meter kubikadalah produksi tinja dan urin per tahun. Kalau 51% penduduk masihdigolongkan BAB sembarangan, berarti 3,2 juta ton tinja dan 32 juta meterkubik urin per tahun dibuang sembarangan: mencemari sungai, sumber air,selokan, pelataran, dan sebagainya. Atau tiap hari kita mencemari lingkungandengan tinja seberat 8.700 gajah dan urin sebanyak volume 21 Danau Toba.98 juta kasusadalah angka kejadian diare per tahun karena sanitasi buruk. Setidaknya 23.000meninggal sia-sia dan kerugian finansial mencapai 507 milyar rupiah untuk biayapengobatan dan perawatan. Ini juga pemborosan yang besar, sebab boleh jadi23.000 jiwa tersebut akan terselamatkan jika kita sebelumnya menginvestasikanuang sebanyak itu pada pembangunan 125 ribu lebih toilet ber-tangki septik.73 juta tonmerupakan perkiraan timbulan sampah per tahun. Angka ini diperoleh denganmemperhitungkan 200 juta penduduk dengan produksi 1kg sampah per hari.Sangat disayangkan, dari jumlah itu hanya 20%-nya yang berhasil diangkutdan dibuang ke TPA. Jika dihitung, dalam sehari seberat 160.000 ton sampahtidak terangkut, dibuang sembarangan. dan pasti mencemari lingkungan. Lebihburuk lagi: 50%-nya masih layak dikompos, 16% layak jual (daur ulang ataupakai ulang), dan hanya 34% betul-betul layak buang.22,500 hektaradalah luas genangan yang harus selesai diatasi pada tahun 2014. Ini merupakansalah satu sasaran program PPSP di di 100 kota/kabupaten.2 MENITadalah waktu yang dibutuhkan untuk mencuci tangan guna membasmi 90%dari ribuan koloni bakteri yang hidup di kedua tangan kita. Bakteri-bakteripenyebab gangguan perut dan pencernaan itu berasal dari barang-barang disekitar kita yang kelihatannya bersih. Tercatat, 80 koloni bakteri menempel digagang telepon, 130 koloni bakteri bersarang di tombol lift, terdapat 380 kolonibakteri pada gagang pintu bis kota, mouse komputer “menyumbang” 690 kolonibakteri, serta 1.100 koloni bakteri yang menghuni gagang troli belanjaan. november 2010 majalah percik 49
    • Panduan Menjaga Pengurasan lumpur dari tangki septik secara teratur menjamin proses pengolahan air limbah berjalan optimal. Lumpur yang berlebih akan mengurangi lamanya air Tangki Septik limbah tinggal di dalam septic tank sehingga mengurangi kinerja proses pengolahan. Waktu tinggal yang disyaratkan Berfungsi adalah 1,5 hari. Standar Nasional Indonesia (SNI) nomor 03-2398-2002 Baik mengenai Perencanaan tangki septik dengan sistem resapan, memberikan pedoman mengenai ukuran (dimensi) tangki septik dengan periode pengurasan tiga Septic Tank atau tangki septik adalah bangunan pengolah tahun untuk digunakan bagi satu keluarga (terdiri atas 5 dan pengurai tinja manusia cara setempat (onsite) jiwa). dengan menggunakan bakteri. Tangki ini kedap air sehingga air di dalamnya tidak meresap ke dalam tanah Salah satu cara untuk mengetahui waktu pengurasan dan mengalir keluar melalui saluran yang disediakan. Tangki septik (dengan bidang resapan) merupakan salah satu bentuk pengolahan limbah setempat yang direkomendasikan sebagai pilihan teknologi yang relatif aman apabila memenuhi persyaratan tertentu. Kerja bakteri dalam melakukan pengolahan limbah yang memadai dalam tangki septik bergantung pada pengoperasian dan perawatan yang dilakukan oleh rumah tangga bersangkutan. Mengingat pentingnya peran bakteri tersebut maka perlu dihindari masuknya bahan-bahan yang berbahaya ke dalam tangki septik. Bahan-bahan itu antara lain pemutih pakaian, bahan- bahan kimia, cat, maupun deterjen. bagi tangki septik yang tidak standar atau tidak diketahui dimensinya, adalah dengan melakukan pengecekan Dalam perawatan tangki septik, salah satu indikator ketinggian lumpur, sekitar 6 bulan sekali. Langkah- yang digunakan untuk mengetahui bahwa tangki septik langkahnya sebagai berikut: memenuhi standar adalah dilakukan atau tidaknya  Gunakan tongkat panjang yang dibungkus kain katun pengurasan rutin terhadap lumpur tinja (indikator warna putih pada ujungnya ini digunakan dalam studi Environmental Health Risk  Selanjutnya ukur kedalaman lumpur Assessment – Penilaian Resiko Kesehatan Lingkungan yang  Apabila tinggi lumpur sudah mencapai setengah dari dilakukan Kabupaten/Kota dalam rangka penyusunan kedalaman tangki, maka tangki septik sudah perlu untuk Buku Putih Sanitasi). tangki septik yang tidak pernah dikuras. dikuras (ataupun memiliki periode pengurasan lumpur yang panjang) mengindikasikan bangunan tidak standar Pengurasan lumpur dapat dilakukan oleh mobil sedot tinja dan berpotensi mencemari air tanah setempat. milik pemerintah maupun dari pihak swasta.50 majalah percik november 2010
    • Kunci Awal Pengelolaan Sampah Berwawasan LingkunganSalah satu sasaran utama dalam pengelolaan sampah di anggota keluarga dapat melakukan kegiatan pemilahan,Indonesia adalah pengurangan timbulan sampah. Program mulai dari orang tua, anak sampai ke pembantu rumahPercepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) tangga.sebagai program nasional sanitasi Indonesia menargetkanpengurangan sebesar 20 persen atas timbulan sampah Untuk memulai kegiatan pemilahan sampah plastik, setiapdi akhir tahun 2014. Sasaran pengurangan itu terutama keluarga dapat menyiapkan wadah yang digunakan untukditujukan di tingkat rumah tangga melalui penerapan menyimpan sampah plastik. Setiap sampah plastik yangupaya 3R (reduce, reuse, recycle). dihasilkan oleh masing-masing anggota keluarga langsung dikumpulkan di wadah. Dalam periode tertentu sampahPemilahan sampah merupakan langkah sederhana yang plastik yang telah terkumpul dapat dijual ke pengepuldapat dilakukan setiap rumah tangga sebagai kunci awal terdekat ataupun ke pemulung.kegiatan 3R. Pemilahan dapat dilakukan berdasarkanjenis sampahnya, yaitu sampah organik dan sampah Selanjutnya, untuk mengelola sampah plastik yanganorganik. Sampah organik di antaranya adalah sampah telah terkumpul di masing-masing rumah tangga dapatsisa makanan, sayur mayur serta sampah yang mudah dibentuk “Bank Sampah” yang dikelola oleh masyarakatmembusuk lainnya. Sedangkan sampah anorganik pada sekitar. Bank sampah tersebut dapat mengelola sampahumumnya terdiri atas plastik, botol kaca, kaleng dan plastik yang diterima dari rumah tangga sekitarnya dengan mnya.semacamnya.Salah satutukeuntungan gan milahandari pemilahansampah plastik dakadalah tidaktimbulnya ya lahanpermasalahandengan bau serta ndahnyarelatif rendahnyapotensipenyebaranaranpenyakitapabilapenyimpanan dilakukan di dalam rumah. cara menjualnya langsung ke pengepul maupun dapat dilakukan pengolahan terlebih dahulu.Statistik Persampahan Domestik Indonesi tahun 2008yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Terdapat beragam cerita keberhasilan kegiatan pemilahanmenyebutkan bahwa sampah plastik menyumbang 14 sampah plastik di rumah tangga di Indonesia. Selanjutnyapersen (berat) terhadap total timbulan sampah domestik adalah kesadaran serta kemauan kita untuk sedikitdi Indonesia. Potensi pemanfaatan kembali sampah plastik meluangkan waktu dan tenaga melakukan pemilahanperlu ditingkatkan melalui kegiatan pemilahan sampah sampah di samping tentunya mengurangi sebanyakplastik di rumah tangga. mungkin penggunaan sampah plastik sebagai bagian untuk menyelamatkan bumi dan berkontribusi dalamKunci utama keberhasilan pemilahan sampah adalah pengurangan timbulan sampah sebagaimana sasarankesadaran untuk melakukan pemilahan. Hampir semua pengelolaan sampah nasional. november 2010 majalah percik 51
    • Panduan OBAT YANG SUDAH TIDAK TERPAKAI diapakan ya? Sebagian besar dari kita sudah membeli dan mengkonsumsi obat secara bijaksana, akan tetapi tetap saja masih ada obat-obatan yang akhirnya tidak terpakai.Lalu apakah obat tersebut boleh dibuang begitu saja? LALU, APA YANG BISA Mungkin kita belum menyadari bahwa membuang obat ke lingkungan KITA LAKUKAN UNTUK begitu saja ternyata bersifat berbahaya seperti halnya membuang OBAT-OBATAN YANG racun. Ada obat-obat tertentu yang akan terurai menjadi racun, yang SUDAH TAK (BISA) berbahaya tidak hanya bagi flora dan fauna, namun juga bagi kita DIKONSUMSI? sendiri maupun orang lain di sekitar kita. Beberapa jenis obat seperti antibiotik, antiseptik, antivirus, antijamur, anticacing, dan lain-lain, jika sampai ke tanah akan menyebabkan ketidakseimbangan flora dan fauna mikro di dalam tanah, karena dapat membunuh mikroorganisme normal. Selain itu, khusus untuk antibiotik, dapat menyebabkan kekebalan mikroorganisme yang berbahaya terhadap antibiotik tersebut. 01 Yang terpenting adalah jangan membuang Selain itu, obat-obatan bekas yang dibuang akan mencemari air tanah. obat begitu saja ke tempat sampah, karena Atau yang dibuang ke saluran air akhirnya mengalir ke laut, mencemari dapat dijual kembali oleh pihak tak bertang- ikan dan mahluk laut lainnya yang pada akhirnya masuk ke dalam gung jawab dan tentunya sangat berbahaya perut kita. bagi kesehatan orang lain.52 majalah percik november 2010
    • 04 APO TIK Kumpulkan obat-obatan yang sudah tak terpakai. Setelah agak banyak, titipkan ke apotik, rumah sakit, atau pabrik obat. Pihak-pihak tersebut biasanya melakukan pemusnahan rutin terhadap stok obat yang sudah kadaluarsa. 05 Kalau jumlah tablet/kapsul yang sudah kadaluarsa terdapat dalam jumlah sangat besar, dapat juga diti- tipkan di pabrik semen, untuk dijadikan campuran semen. 06 Jangan lupa untuk membuang terlebih dahulu kemasan obat. Misalnya stiker pada botol disobek, kotak kemasan digunting. Hal ini untuk mencegah02Untuk vitamin dan mineral, dapat digunakan pemalsuan obat, karena bisa saja botol berstiker obat diambil pemulung dan selanjutnya diisi obat palsukembali sebagai pupuk. Caranya, bila berbentukkapsul, isi kapsul dikeluarkan. Jika berbentuk tablet,dihancurkan terlebih dahulu. Kemudian taburkanbubuk obat tersebut ke tanaman. 07 KEGIATAN AMAL Sisa obat yang tidak akan digunakan lagi tetapi belum kadaluarsa, dapat diserahkan pada yayasan amal yang mengadakan pengobatan gratis. Kondisi03Untuk vitamin dan mineral cair bisa langsung ditu- obat sebaiknya masih bagus. Artinya tablet/kapsul masih dalam wadahnya (strip, blister) yang belum dibuka, sementara untuk obat cair, tutup botol belum dibuka.angkan ke tanaman. november 2010 majalah percik 53
    • Info Pustaka MOBILISASI MASYARAKAT UNTUK KESEHATAN LINGKUNGAN Judul: Panduan Masyarakat untuk Kesehatan Lingkungan Edisi terjemahan diterbitkan oleh Yayasan Tambuhak Sinta Judul Asli Berbahasa Inggris: A Community Guide to Environmental Health (2009) Penulis: Jeff Conant dan Pam Fadem dan diterbitkan oleh Yayasan Hesperian (2008) Memobilisasi Masyarakat untuk dan penyehatan lingkungan. Buku Dalam waktu lima tahun, masyarakat Kesehatan Lingkungan ini lebih banyak memotret isu-isu kota Manglaralto, Ekuador berhasil diperdesaan dibanding perkotaan. membangun ratusan toilet, Tidak banyak buku berbahasa Bukan juga cerita dari Indonesia, memasang saluran air berpipa, Indonesia yang mengangkat isu melainkan pengalaman yang direkam menyiapkan dua TPA, mengawali kesehatan lingkungan sebagai topik dari Ekuador, Meksiko, Brasil, negara program daur-ulang, dan memulai utama. Jarang juga kita menemukan Latin lain. Meskipun demikian, bukan membantu masyarakat menyiapkan buku cerita atau pengalaman berarti tidak ada pembelajaran yang kebun komunitas. lapangan yang bisa dijadikan bisa dipetik. Sebaliknya, banyak sekali bahan pembelajaran atau panduan praktik-praktik advokasi, komunikasi, Isu tentang persampahan atau limbah bagi masyarakat terkait kesehatan mobilisasi masyarakat, peningkatan padat juga dibahas dalam bab 18 dan lingkungan. kapasitas, bahkan membangun 19. Kedua bab ini juga dimanfaatkan sarana-sarana berbasis masyarakat sebagai panduan praktis terkait “Panduan Masyarakat untuk untuk penyediaan air dan sanitasi pengelolaan limbah padat seperti Kesehatan Lingkungan” yang yang bisa kita coba terapkan di pemilahan, 3R, termasuk limbah diterjemahkan oleh Yayasan Indonesia. rumah sakit. Tambuhak Sinta dari buku “A Community Guide to Environmental Tujuh bab pertama, bab 18, dan bab Praktik-praktik baik dan terbaik, yang Health” yang ditulis Jeff Conant dan 19 membahas beragam isu terkait didokumentasikan pada keseluruhan Pam Fadem dan diterbitkan oleh air dan sanitasi. Empat bab pertama buku ini, layak dipertukarkan di Yayasan Hesperian, adalah salah satu buku ini sangat kental dengan seluruhpemangku kepentingan contoh buku kesehatan lingkungan cerita-cerita tentang penyadartahuan terkait kesehatan lingkungan. yang mampu memotret isu-isu (awareness raising) tentang makna Kehadiran buku ini diharapkan kesehatan lingkungan yang rumit kesehatan lingkungan dan isu-isu mampu memicu munculnya buku- dan kemudian menyajikannya dalam yang kerap muncul. Empat bab wal buku serupa. Dokumentasi praktik- dokumentasi praktik-praktik baik dan ini mampu menjelaskan dengan praktik baik dan terbaik berdasarkan terbaik sehingga menjadi sebuah gamblang, tanpa teori-teori yang pengalaman lokal akan lebih pembelajaran yang lebih membumi. melangit, pengertian kesehatan membumi dan efektif mendukung lingkungan, pelibatan dan mobilisasi kerja-kerja pembangunan sektor air Buku ini tidak secara khusus masyarakat, perlunya menjaga bersih dan sanitasi. membahas isu air dan sanitasi, tetapi sumberdaya, dan sebagainya. Bukan hampir setengah dari 20 babnya dengan teori-teori, tetapi melalui bercerita tentang persoalan minum praktik-praktik di lapangan.54 majalah percik november 2010
    • LAMAN SANI SANITASI INDONESIA www.sanitasi.or.id Manual C: PPenyusunan Dokumen Strategi Kot Sanitasi Kota; dan Manual D: Penyusunan Rencana Tin Tindak Sanitasi. File berbentuk pdf dan beruku berukuran cukup besar. D Di bagian Panduan dan Rujukan, TT TTPS menyediakan beberapa b buku panduan. Di antaranya, Pemberdayaan Masyarakat denganLaman berbentuk portal (download). Pelibatan Jender dan Kemiskinan dalamdengan alamat www.sanitasi. Pembangunan Sanitasi.or.id. mulai dipublikasikan pada PPSP2008 lalu. Laman ini merupakan Di dalam menu PPSP berbagai Nah bagi Anda yang ingin mengetahuipengembangan dari laman www. informasi tentang PPSP tersedia apa itu Buku Putih, SSK, EHRA, bagaimanaissdp.or.id yang ada sejak 2007. cukup banyak. Mulai dari PPSP mengumpulkan data, membentuk Pokja dan itu sendiri, rujukan SSK, laporan hal-hal terkait, Anda bisa masuk ke submenuSebagai sebuah portal, laman PPSP, Laporan Kota/Provinsi, dan Informasi Dasar. Anda juga dapat mengikutiini memuat berbagai informasi agenda PPSP. berita-berita tentang PPSP dari berbagai mediaseputar sanitasi. Di dalamnya massa di menu berita.ada regulasi, rujukan SSK, artikel Di menu ‘Tentang PPSP’ adadan kliping berita, publikasi, dan submenu sekilas PPSP, organisasi, Sebagai laman yang tergolong baru,media room. Ada satu menu program kerja, tahapan, dan pengelolanya terus mengadakankhusus yang terkait program daftar peserta PPSP. Menu laporan ta pengembangan. Ini dalam rangka mewadahiyakni menu PPSP (Percepatan tidak dibuka untuk umum semua informasi tentang sanitasi danPembangunan Sanitasi tapi khusus bagi kabupaten/ mendesiminasikannya kepada masyarakat agarPerkotaan). kota peserta PPSP. Di menu semua orang kian peduli sanitasi. inilah perkembangan capaian mbanganDi menu publikasi ada newsletter, kabupaten/kota bisa dimonitor kotabuku, lembar fakta, video, bank asi. dan dievaluasi.foto, laporan dan prosiding.Sebagian submenu ini sedang Bagi daerah yang sedangdalam proses konstruksi. menyusun Buku Putih uku dan Strategi Sanitasi KotaDi submenu video, TTPS (SSK), menu ‘Rujukan SSK’menyajikan beberapa tayangan menyediakan banyak ngambar hidup tentang kampanye informasi untuk itu. tuksanitasi. Di antaranya berjudul‘Cuma monyet yang buang Ada empat manualsampah sembarangan’, dan unduh yang bisa diunduh‘Indikator tangki septik bocor’. yakni Manual A: lJuga ada video yang berdurasi Pengenalan Programagak panjang yakni sekitar dan Pembentukan Pokja ntukan4 menit tentang kondisi Sanitasi Kota;; Manualsanitasi Indonesia. Semua B: Penilaian dantayangan pendek berdurasi 39 tuasi Pemetaan Situasidetik tersebut bisa diunduh Sanitasi Kota;; november 2010 majalah percik 55
    • Info Pustaka Judul : Buku ini ditulis dalam dua versi, Indonesia dan Inggris. Isinya Sanitasi Perkotaan: Potret, Harapan dan mengangkat persoalan sehari-hari yang dianggap remeh Peluang. Ini Bukan dan tidak menarik, namun disajikan secara ringan dan Lagi Urusan Pribadi! / Urban Sanitation: memikat. Yaitu pengelolaan sanitasi air limbah rumah lolaan Potraits, Expectation, and tangga alias tinja. Melalui buku ini diharapkan aluui Opprotunities. It’s Not A Private Matter Anymore! pemahaman akan kendala, kekurangan ndala, Penerbit : dan peluang perbaikan n Bappenas dan WSP sistem sanitasi dapat Tahun : ditingkatkan. Hasil III, September, 2007 akhirnya tentu Halaman : kita semua tergerak 31 untuk melakukan perbaikan, salah satunyanya a dengan membangun sewerage system sebagai gai Kelebihan alternatif septic tank. Kelebihan buku ini adalah kemasan yang sann menarik. Bahasa ringan dan enak n dibaca. Tak seperti layaknya buku akknya panduan, buku ini dilengkapi banyak engkapi ilustrasi penunjang berkualitas serta tata erkkualitas letaknya yang tidak kaku dan formal. akuu Judul : Mari membuka mata kita bahwa bisnis Bisnis Sanitasi 100 Juta Konsumen Menanti sanitasi bisa memberikan kemungkinan untuk Anda / The Sanitation menambah pendapatan dan layak untuk Business 100 Million Customers Menanti digarap secara serius sebagai sebuah pangsa Anda pasar. Diterbitkan dalam dua versi, bahasa Penerbit : Inggris dan Indonesia, buku ini menyajikan Bappenas dan WSP berbagai contoh bisnis di bidang sanitasi Tahun : mulai dari pengolahan atau pembuangan I, April 2008 limbah hingga pelayanan operasional, Halaman : perawatan ataupun penjualan produk-produk 27 sanitasi seperti alat penyerap lumpur atau urin sebagai pupuk atau kompos sebagai penyubur tanah. Dengan tata letak dan ilustrasi yang menarik buku Bisnis Sanitasi 100 Juta Konsumen Menanti Anda ini menggugah bagaimana sektor swasta perlu bekerja sama dengan pemerintah, LSM dan masyarakat untuk secara efektif meningkatkan kesadaran berbisnis sanitasi dan berusaha mencari solusi untuk masalah-masalah yang ada.56 majalah percik november 2010
    • Judul : Judul : Mereka Bilang Kita Kiat Kerja Sanitasi Di Masih Perlu Kerja Kawasan Kumuh – Keras Petikan Hasil Studi Penerbit : Sanitasi Masyarakat Berpenghasilan Bappenas, WSP-EAP, Rendah di Perkotaan BankDunia Penerbit : Tahun : BAPPENAS, WSP-EAP, I, April, 2008 Bank Dunia Halaman : Tahun: 43 Halaman I, Mei, 2007 Halaman : 33 HalamanBanyak orang masih merasa belum puas dengankondisi sanitasi di sekitarnya. Berbagai masalah masihmereka jumpai, baik itu masalah persampahan ataupunmasalah air limbah domestik dan drainase. Sebagian Ada berbagai hal yang perlu dipertimbangkan olehmalah ikut merasakan langsung dampak dari buruknya seseorang yang sedang merencanakan kegiatankondisi sanitasi itu. Buku ini berisi pendapat dan saran- perbaikan kondisi sanitasi dari suatu kawasansaran dari masyarakat dengan latar belakang yang kumuh perkotaan. Buku ini meramu setidaknyaberagam untuk pemerintah pusat demi perbaikan tujuh pesan sebagai bahan pertimbangan tersebutsanitasi di negeri kita. Pada awal bagian buku ini, berdasarkan fakta-fakta yang dijumpai pada Studimasyarakat menyoroti kurangnya fasilitasi sanitasi Sanitasi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)untuk mereka. Bagian selanjutnya berisi keterlibatan di Perkotaan; Gambaran Umum Nasional. Sebagianberbagai pihak, masyarakat, pihak non pemerintah pesannya mengingatkan kembali hal yang sudahdan swasta dalam pembangunan sanitasi. Serta pada kita ketahui, namun sebagian faktanya juga menguakbagian akhir adalah saran-saran agar pemerintah dapat kenyataan yang menepis mitos lama atau stereotipbekerja lebih efektif dalam melakukan percepatan umum tentang permasalahan sanitasi di kawasanpembangunan sanitasi. kumuh. Buku ini secara umum memperkenalkan Strategi Sanitasi Kota (SSK) kepada pejabat-pejabat kota yang tugas kesehariannya berkaitan dengan urusan pembangunan sektor sanitasi di kotanya. Pembaca mendapat gambaran SSK sebagai rencana strategi jangka menengah kota yang komprehensif dan solutif. Buku ini menyajikan SSK secara singkat, padat, dan informatif. Pada akhirnya buku ini bertujuan untuk mendukung implementasi SSK dalam Judul : Tahun : rangka pelaksanaan program PPSP di Bersama Mencipta Kota SenSANITASIonal I, 2009 330 kabupaten/kota. Penerbit : Halaman : TTPS 18 Halaman november 2010 majalah percik 57
    • Info Pustaka Judul : Judul : Kalau Sulit Dilawan Saatnya Masyarakat Jadikan Kawan Berkawan Penerbit : Penerbit : Kelompok Kerja Kelompok Kerja Air Minum dan Air Minum dan Penyehatan Penyehatan Lingkungan Lingkungan Tahun : Tahun: November, 2007 Desember, 2008 Buku ini berisi informasi mendasar Buku ini menjabarkan tentang sistem Pengelolaan tentang sampah dan konsep pengelolaannya yang Sampah Berbasis Masyarakat (PSBM) berikut dirasakan tepat saat ini. Kehadiran pemulung, pengepul tahap-tahap pengembangannya. Buku ini ditujukan (lapak dan bandar), pihak pengompos, dan pabrikan untuk para pemangku kepentingan (stakeholders) bahan daur-ulang tidak lagi dilihat sebelah mata, urusan persampahan kota. Termasuk di dalamnya namun menjadi tonggak keberhasilan mengelola adalah kelompok-kelompok masyarakat yang ingin sampah menjadi barang bermanfaat. Seperti apa hirarki mengembangkan PSBM dan pihak-pihak yang ingin pengelolaan sampah, jenis-jenis sampah, mana yang membantu masyarakat. Ragam info seputar klasifikasi boleh dibakar, mana yang bisa dijual, ataupun peluang sampah, prinsip pengelolaan PSBM, tahap-tahap memanfaatkannya sebagai energi, dapat dijumpai persiapan masyarakat sebelum penerapan pola PSBM, uraiannya pada buku ini. Informasi yang disampaikan potensi kawasan permukiman yang harus diketahui, rasanya cukup untuk menumbuhkan pemahaman dasar hingga proses penyusunan Rencana PSBM, disajikan tentang perlunya kita mengoptimalkan pemanfaatan dalam buku yang merupakan lanjutan sampah, sebagai bagian penting dari upaya pengurangan dari buku “Kalau Sulit Dilawan Jadikan Kawan” ini. sampah. Lebih baik berkawan dengan sampah daripada terus menerus memeranginya. “Ber “Bergerak Bersama dengan Strategi Sanitasi Kota Kota” diterbitkan dalam dua versi, Bahasa Indo Indonesia dan Inggris. Buku ini menekankan pad pada prinsip Layanan Sanitasi Menyeluruh, yakn yakni berfungsi dengan baiknya sarana sani sanitasi yang sudah terbangun atau terbeli, baik dalam bentuk layanan yang disediakan piha pihak lain ataupun swadaya masyarakat. Unt Untuk mencapai keadaan ideal tersebut, dipe diperlukan suatu rencana strategis jangka men menengah dalam membangun sektor sanitasi di su suatu kota yang dinamakan Strategi San Sanitasi Kota (SSK). Selanjutnya, lima tahap Judul : dul Tahun : kerja penyusunan SSK dibahas tuntas dalam Bergerak Bersama dengan Strategi Sanitasi rgerak gan lima dari tujuh babnya, kemudian ditutup Kota Halaman : dengan rencana tindak lanjut oleh SKPD Penerbit : 51 Halaman terkait setelah SSK disusun agar tidak menjadi Bappenas dan ISSDP dokumen perencanaan semata dan bisa dioptimalisasikan fungsinya.58 majalah percik november 2010
    • Diperkirakan tiap hari sampah di Indonesiamencapai 20 ribu ton! Ayo mulai pilahsampah dari rumah, manfaatkan lagi yangbisa diolah, pakai lagi yang bisa dipakai!
    • PPSP dalam Galeri Oktober 2006 Tim Pengarah Pembangunan Air Minum dan Sanitasi Sebuah tim interdepartemen dibentuk pemerintah melalui SK Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional No.KEP.314/M.PPN/10/2006 tentang Pembentukan Tim Pengarah Pembangunan Air Minum dan Sanitasi. Tim ini selanjutnya 19 - 21 November 2007 membentuk Tim Teknis Pembangunan KSN Sanitasi (TTPS) yang mengoordinasikan Untuk meningkatkan profil sektor kegiatan-kegiatan pembangunan sanitasi sanitasi dan awareness para pengambil serta merumuskan arah kebijakan dan strategi keputusan tentang pentingnya pembangunan sanitasi nasional. penanganan sanitasi diselenggarakan Konferensi Sanitasi Nasional I. April 2006 - Apr 2008 ISSDP fase 1 1 Maret 2007 Program Pengembangan Desember 2007 Blitar , CSS 2, Deklarasi Blitar Sanitasi ISSDP (Indonesia EASAN (East Asia Ministerial CSS II di Blitar menghasilkan Sanitation Sector Development Conference on Sanitation and Deklarasi Blitar yang berisi Program) tahap 1 diluncurkan. Hygiene ) komitmen Pengarusutamaan Enam kota yang sasarannya East-Asia Ministerial Conference on Program Pengembangan Sanitasi adalah Denpasar, Surakarta, Sanitation and Hygiene (EASAN) yang Berpihak pada Masyarakat Banjarmasin,Blitar, Ii diselenggarakan di Jakarta. Miskin dalam Pembangunan Payakumbuh, dan Jambi. Tujuan EASAN yang utama untuk Perkotaan menggalang komitmen dalam percepatan pembangunan nasional anggotanya dalam mencapai target MDG di bidang sanitasi. 7-9 November 2007 CSS Denpasar 7-9 November 2007 berlangsung kembali Desember 2006 pertemuan kota-kota ISSDP di Banjarmasin, Lokakarya Sanitasi 6 Denpasar dalam forum CSS III Kota ISSDP - CSS 1 Lokakarya pertama kota-kota yang tergabung dalam ISSDP Tahap 1 22 Maret 2008 dilaksanakan. Lokakarya Sanitasi 6 International Year of Kota ISSDP selanjutnya lebih disebut Sanitation dengan istilah City Summit atau City Pertemuan International Sanitation Summit Year of Sanitation 2008 melahirkan kesepakatan untuk peningkatan komitmen di semua tingkat pemerintahan60 majalah percik november 2010
    • Jun 2008 - Jan 2010 7-9 Desember 2009ISSDP Fase 2 KSNFase kedua ISSDP diluncurkan sejak Konferensi SanitasiJuni 2008 - Januari 2010. Enam Nasional II dibukakota yang menjadi target pada fase oleh Wakil Presidenkedua ini adalah Tegal, Pekalongan, Boediono. TargetBatu, Malang, Bukittinggi dan Kediri Program PPSP dilaunching dalam 5-7 November 2008 KSN ini. 21-22 Mei 2010 CSS Payakumbuh CSS Bukittinggi CSS IV kembali CSS VII diselenggarakan di Bukittinggi diselenggarakan, Payakumbuh sebagai momen advokasi dan menjadi tuan rumahnya konsolidasi percepatan pembangunan sanitasi Indonesia dan forum April 2010 penguatan kemitraan untuk Kick Off PPSP mendukung pencapaian PPSP Fasilitator kota dan provinsi siap diterjunkan untuk membidani PPSP di 41 wilayah kota kabupaten di Indonesia 28-30 April 2009 CSS 5 Solo Solo menjadi tuan rumah CSS V September 2009 Lokakarya Penjaringan Minat PPSP Dilakukan lokakarya penjaringan minat untuk pelaksanaan PPSP tahun 2010. dari lokakarya ini terpilih 41 kota dan kabupaten yang akan memulai debut PPSP 21-23 Oktober 2009 CSS Jambi, Deklarasi Jambi, AKOPSI Lewat Deklarasi Jambi, 12 walikota 21-22 Juli 2010 mengikrarkan komitmen untuk CSS Tegal memperjuangkan dukungan kebijakan dalam CSS Tegal, Nomenklatur kongkrit pemerintah terhadap AKOPSI menjadi AKKOPSI (Aliansi pembangunan sanitasi kota. Deklarasi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi) ini merupakan cikal terbentuknya seiring dengan kabupaten- AKOPSI (Aliansi Kota Peduli Sanitasi) kabupaten yang berminat untuk bergabung di dalam PPSP november 2010 majalah percik 61
    • Kilas Peristiwa - Diskusi Bersama Media AKKOPSI: PERLU PIJAKAN HUKUM UNTUK PEMBANGUNAN SANITASI Sejumlah walikota yang tergabung prioritas pemerintah daerah dan LSM, masyarakat, dan semua dalam Aliansi Kota Kabupaten DPRD tidak sejalan. Karena itu, kalau stakeholder terkait. Intinya harus Peduli Sanitasi (AKKOPSI) meminta ada payung hukum mengenai melibatkan semua orang,” tegas pemerintah pusat untuk membuat pembangunan sanitasi, jalan kami Josrizal. pijakan hukum terkait pembangunan untuk memperjuangkan anggaran sanitasi demi memperbaiki sanitasi akan lebih mudah,” jelas Tak hanya persoalan kemauan kondisi sanitasi di Indonesia. Bambang Priyanto yang juga Ketua politik untuk membuat kebijakan Hal ini disampaikan Walikota AKKOPSI. pengarusutamaan pembangunan Pekalongan Ahmad Basyir dalam sanitasi, perubahan perilaku diskusi ‘Potret Spirit dan Tantangan Ditambahkan Josrizal Zain, sanitasi masyarakat tentang pentingnya Pembangunan Sanitasi Indonesia’ adalah salah satu aspek dominan sanitasi sangat dibutuhkan. Seperti yang diselenggarakan Tim Teknis untuk meningkatkan kesejahteraan yang terjadi di ibukota Jakarta, PD PAL Pembangunan Sanitasi (TTPS) di rakyat. Menurutnya, suatu daerah Jaya mengaku mengalami hambatan Jakarta, Rabu, 20 Oktober 2010 yang yang memiliki manajemen dalam pengolahan air limbah justru lalu. pengolahan air limbah dan sampah dari masyarakat. yang baik akan berdampak pada Hadir sebagai pembicara dalam penurunan angka kesakitan, naiknya “Iuran rumah tangga untuk diskusi ini Walikota Jambi Bambang tingkat produktivitas, sehingga pengolahan air limbah sebenarnya Priyanto, Walikota Payakumbuh pada akhirnya akan meningkatkan sangat murah, sekitar Rp 10 ribu Josrizal Zain, Walikota Pekalongan pertumbuhan ekonomi. per bulan. Namun, paling maksimal Ahmad Basyir, Direktur Utama PD tagihan yang masuk hanya 50 PAL Jaya DKI Jakarta Lilian Sari, dan “Kita harapkan AKKOPSI bisa persen. Mereka enggan membayar Kasubdit Air Minum dan Air Limbah mendorong political will pemerintah untuk sesuatu yang mereka buang. Bappenas Nugroho Tri Utomo. pusat, entah kabinet atau DPR, untuk Padahal pengolahan air limbah ini betul-betul memberikan perhatian demi kesehatan masyarakat sendiri, “Sudah ada kesadaran dari dan menjadikan pembangunan terutama untuk memperbaiki kondisi pemerintah daerah untuk tidak sanitasi sebagai prioritas. Dalam 84 persen air sungai dan sumur di berpangku tangan membiarkan perencanaan strategi sanitasi ini Jakarta yang sudah tercemar berat,” lingkungannya kotor, yaitu dengan memang harus ada komitmen dari tutup Lilian Sari. mencanangkan program-program pemerintah pusat, pemerintah perbaikan sanitasi. Namun, seringkali daerah, parlemen, swasta, media,62 majalah percik november 2010
    • Demi menyongsong hari esok yang cerah,satukan langkah mendukung dan meneruskanpembangunan sanitasi